13
Aug
13

Ideologi : Pancasila dan Kehidupan Modern

Pancasila dan Kehidupan Modern

Pancasila dan Kehidupan Modern

Oleh: Achmad S. Kartohadiprodjo

Sebagaimana kita maklum, maka Pancasila adalah Filsafat Negara yang tercantum dalam Preambule Konstitusi Negara Republik Indonesia.

Pemerintahan Jajahan Hindia Belanda dulu menerapkan, hukum Perdata yang berlaku di Indonesia adalah Hukum Perdata Belanda atau Hukum Perdata Barat atau Hukum Sipil yang berlaku bagi Golongan Eropa dan Timur Asing Tionghoa sedangkan Hukum Adat berlaku bagi Golongan Bumiputra atau Golongan Indonesia.

Ketika Indonesia memproklamasikan Kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 Indonesia mengambil sebagai dasar hukum negara adalah Pancasila, dan bukan Hukum Barat, yang oleh karena bukan hukum Barat berarti Hukum Adat. Jadi Pancasila itu bersumber dan berasal dari Hukum Adat.

Hukum Barat itu dianut oleh bagian terbesar masyarakat di Eropa dan Amerika, yang masyarakatnya beragama Hibrani untuk orang Yahudi dan Keristen untuk orang Eropa lainnya. Tolak pangkal pemikiran masyarakat Barat itu adalah individualistik. Menurut Supomo: “Dalam kesadarannya sebagai “aku”, manusia mengasingkan diri dari kehidupan sekitarnya. Dia merasa dirinya suatu aku yang terpisah, berhadapan dengan dunia luar,dunia dari bukan aku. Individu itu selalu hendak menonjolkan didri sebagai “aku”. Dia adalah suatu pusat kekuasaan. Dia selalu berusaha memperbesar kekuasaannya. Maka dunia terjadilah dari individu-individu yang berdiri sendiri-sendiri berhadap-hadapan satu sama lain, senantiasa mengadu tenaga dalam perebutan kekuasaan.” Didalam hukum adat menurut Supomo: “Manusia bukan invidu yang terasing, bebas dari segala ikatan dan semata-mata hanya ingat keuntungan sendiri, melainkan terutama ialah anggota masyarakat.

Didalam hukum adat yang primer bukanlah individu, melainkan masyarakat. Pemikiran ini berasal dari kehidupan manusia yang berpangkal dan lahir dari kesatuan keluarga. Keluarga itu terdiri dari Bapa, Ibu, dan Anak-Anak. Mereka satu sama lain berbeda namun mereka merupakan satu kesatuan. Hukum adat diketemukan oleh Van Vollenhoven, sarjana Belanda. Baik sarjana Belanda seperti Snouck Hurgronje, ter Haar Bzm, van den Berg dan lain-lain, maupun sarjana Indonesia seperti Supomo, Djokosutono, Hazairin, Djojodiguno, Sukanto, Titawinata, yang menggeluti Hukum Adat tidak pernah mengupas mengenai perbandingan antara Hukum Adat dan Hukum Barat dan segala konsekwensinya. Para sarjana-sarjana ini hanya mengupas Hukum Barat untuk orang Barat dan Hukum Adat untuk orang Indonesia atau orang Timur. Tidak pernah memperbandingkannya dan menarik pendapat kebaikannya dan keburukannya.

Yang disimpulkan dari Hukum Adat adalah bahwa masyarakat adat itu Religious-Magis. Hukum Adat dibiarkan seperti apa adanya dan tidak diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam alam Modern karena untuk menjaga kepentingan orang Barat dalam jajahannnya. Dengan mempertahankan Hukum Adat dalam keadaan yang kumuh, dengan hasil traditionil, jauh dari kehidupan diharapkan oleh para penjajah bahwa barang-barang yang dijual oleh orang Pribumi dapat dan mendui murah dan dapat menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya bagi orang Barat.

Dengan di Proklamasikan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, dan Indonesia mendirikan Indonesia Merdeka atas dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, kita akan MEMODERNISASIKAN Masyarakat Adat. Kita mendirikan Undang Dasar yang modern yang memenuhi persyaratan modernisasi. Kita tunjukkan pada dunia luar, bahwa masyarakat yang berdasarakan Hukum Adat juga bisa membangun dirinya kealam dunia modern.

Prof. Sudiman Kartohadiprodjo, dalam Pidato Dies Universitas Parahyangan tahun 1962 membentangkan secara gamblang cita-cita untuk mencapai tujuan Republik Indonesia itu. Pidatonya berjudul PENGLIHATAN MANUSIA TENTANG TEMPAT INDIVIDU DALAM PERGAULAN HIDUP. Pidato ini merupakan kupasan yang bersifat global dan mendunia dan Prof Sudiman membentangkan perbedaan antara pemikiran Barat dan pikiran Indonesia atau pikiran Timur.

Prof. Sudiman menyatakan bahwa akar pemikiran Barat yang individualistik itu berasal dari abad Petengahan sekitar tahun 1200 dan yang menggambarkan bahwa pada zaman itu Eropa dikuasai kehidupannya oleh Kitab Injil. Kehidupan duniawi dan kehidupan rokhani diatur oleh Kitab Injil. Yang menguasai adalah Agama Katolik Romawi. Kepala Agama Romawi adalah Uskup. Uskup itu dipilih untuk suatu waktu tertentu Pengangkatan Uskup dilakukan oleh para Kardinal dari seluruh dunia. Pada suatu waktu dimana diadakan pemilihan Uskup, pemilihan Uskup berjalan dengan hal-hal tidak terpuji. Masyarakat melihat dan bersikap, bahwa kalau pemiliham Uskup itu tidak terpunji bagaimana Gereja itu akan menjadi panutan masyarakat. Maka sejak itu masyarakat mengambil sikap terhadap Gereja bahwa untuk urusan keduniawian masyarakat akan mengurus sendiri dan Gereja hanya akan mengurus mengenai kerokhaniawian saja. Sejak itu Agama Katolik terpecah dengan adanya Protestan disamping Katolik. Dari sejak itulah masyarakat memusatkan pada dirinya sendiri.

Dan sejak itulah dimulai dengan suatu zaman yang disebut Renesaince. Renesaice mengambarkan, bahwa manusia telah menemukan dirinya kembali. Muncullah sarjana-sarjana terkenal seperti Machiavelli, Jean Bodin, Hobbes, John Locke, Rousseau dan lain-lain. Muncul pula semboyan-semboyan seperti: “Homo Homoni Lupus” atau Manusia itu bagai serigala-serigala terhadap sesamanya. Manusia satu sama lain tidak kenal seperti Srigala hidup dihutan, dan muncul pula slogan-sloga “Omnium Contra Omnes” yang artinya Manusia itu sama lain saing bersaing dan saling mematikan. “Perang semua melawan Semua” Dari situlah muncul teori Kontak Sosialnya Rousseau dalam manusia bermasyarakat. Dan yang terakhir adalah pendapat dan pernyataan Presiden Amerika Serikat yang terkenal itu Thomas Jefferson, bahawa: Men are creatad free and equal dan kehidupan kemanusiaan itu akan berakhir pada jurang KRISIS KEBUDAYAAN. Hal itu dikemukakan bukan saja oleh sarjana-sarjana Indonesia, namun juga oleh sarjana-sarjana Barat seperti: Ostwald Spengler, P.A. Sorokin, Huizinga.

Namun di Asia perkembangannya lain. Di Asia tidak pernah terjadi perkembangan dimana antara Masyarakat dan Pemuka Agama terjadi pertentangan yang hebat sehingga Masyarakat mengemukakan pendiriannya untuk tidak mematuhi aturan-aturan keagamanya. Ini yang terjadi umpamanya di Jepang dengan agama Shinto, di China dengan agama Kong Hu Tsu, di India dengan Aganma Hindu, di Thailand dengan Agama Buddha dan Malaysia/ Indonesia yang beragama Islam. Krisis itu dapat terjadi karena asal muasal manusia katanya diciptakan hidup sendiri, terpisah dan otonom,pada hal manusia itu baru bisa hidup sebagai manusia, kalau ia hidup dengan manusia lainnya.

Krisis itu terjadi karena ulah manusia sendiri yang serakah, bebas, dan mandiri, tak tersentuh oleh orang lain. Manusia akan mengalami krisis karena tingkah lakunya sendiri. Dunia pernah mengalami krisis pada tahun 1930 an. Banyak orang kaya membuang produk-produk dagangan yang berguna untuk kehidupan manusia dibuang kelaut, supaya barang-barang dagangannya harganya tidak turun, pada hal dilain ssi banyak orang yang mati kelaparan yang membutuhkan barang-barang dagangan itu.

Prof. Sudiman tergelitik akan peristiwa ini dan bahwa dalam pemikiran Barat tersebut ada yang yang aneh. Ada yang tidak masuk akal dan tidak nyata ada yang tidak beres dalam pergaulan manusia. Walaupun pemikiran Barat itu pada masa sekarang adalah dianggap yang benar, namun Pak Sudiman ingin menggelitik masyarakat bahwa pemikiran Barat itu juga ada kelemahannya, yaitu menyusun kehidupan menuju masyarakat yang KRISIS KEBUDAYAAN.

Dalam Pidato itu Pak Sudiman ingin membuktikan, bahwa Hukum Adat juga dapat dibawa untuk masyarakat yang Moderen. Pada zaman lalu, teori tentang perputaran bumi dan matahari pernah mengalami hal-hal yang bertentangan dengan Hukum Alam. Teori yang Lama (Nicholas Capernicus) mengatakan bahwa pemikiran yang benar adalah Matahari mengelilingi Bumi. Barang siapa yang menentang kebenaran itu dapat dihukum mati, Tetapi dikemudian hari para akhli berpendapat lain . Teori Baru (Johannes Kepler) bahwa Bumi yang mengelilingi Matahari. Atau teori mengenai Bumi Bulat atau datar. Zaman dulu orang mengatakan kalau dunia itu datar, Barang siapa menentang teori ini akan dihukum mati. Buktinya Galileo-Galilei. Dihukum mati berani menyatakan bahwa Bumi itu Bulat. Apa yang dilihat dalam memandang laut sebagai garis lurus itu, sebenarnya garis horizon itu tidak ada batasnya. Ini terbukti dari dengan diketemukannya benua Amerika oleh Columbus, dimana Columbus setelah berlayar melewati garis harizon itu menemukan benua Lain yaitu benua Amerika. Sehingga teori yang baru membuktikan bahwa Dunia itu Bulat.

Demikian pula pendapat Pak Sudiman. Pak Sudiman ingin membuktikan bahwa teori Barat yang selama ini dianggap itu benar akan berubah dengan teori Hukum Adat yang nanti akan dianggap benar. Pada waktu sekarang ini kita dihadapkan pada situasi di Amerika Serikat 4 dan Eropa yang sedang mengalami KRISIS FINANSIAL. Keadaan ini adalah bagian dari KRISIS KEBUDAYAAN. Krisis Finansial akan membuat penderitaan bagi umat manusia. Di Eropa yang sudah terjadi adalah di Yunani, Spanyol, Italia,Portugal dan lain-lain. Di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya yang terjadi adalah Pertumbuhan Ekonomi yang menurun. Tetapi sebaliknya didaratan Asia seperti China, Indonesia, India pertumbuhan Ekonominya naik. China 7,5%, Indonesia 6,5% dan India 6,8%. Gejala-gejala ini menunjukkan tentang adanya trend/kecenderungan pertumbuhan ekonomi beralih dari Amerika Serikat dan Eropa ke China, Indonesia dan India.

Pidato Presiden Obama pada jabatannya yang pertama mengatakan (i) capitalism doen’t work (ii) Men are not created equal, terpilihnya Obama untuk periode KEDUA merupakan tanda-tanda bahwa Amerika Serikat akan meningggalkan Kapitalisme yang berati meninggalkan pemikiran Men are created free and equal ke pemikiran lain yang lebih adil. Keberhasilan Pemerintahan Obama untuk menaikkan pagu pajak atas orang KAYA Amerika Serikat dan mempertahankan pagu pajak untuk golongan menengah dan bawah, juga suartu tanda-tanda, bahwa Amerika Serikat akan mengganti dasar-dasar tujuan hidup dari Kapitalisme ke dasar-dasar kehidupan Lain.

Dengan pesatnya perkembangan persenjataan dunia dan kepemilikan senjata Nuklir oleh Amerika Serikat, Russia, China, Inggris, Perancis, Korea Utara, Iran dapat dikatakan bahwa Perang Dunia yang memakai senjata Nuklir akan terhenti. Perang Dunia hampir tidak mungkin terjadi Dengan lahirnya teknologi Informatika seperti Handphone, dan Komputer, produk-produk industri banyak berobah. Teknologi ini membuat orang lebih cepat berhubungan dan lebih mudah dan dapat dijangkau dari segala penjuru dunia. Maka oleh karena itu itu dunia nampaknya jadi makin sempit karena jarak tempat orang berpijak tidak akan menjadi masalah lagi. Telepon Cellular dapat dijangkau dari mana saja didunia ini, baik dari kota ataupun dari desa, atau dari satu negara kenegara lain. Oleh karena itu dunia itu menjadi sempit sesempit masyarakat “kampung” dimasa lampau. Dunia ini sudah menjadi satu “kampung” yang besar. Dan Kampung yang besar itu adalah menjadi suatu kesatuan Hukum Adat yang besar. Sekarang kita bisa berhubungan dari desa di Merauke, di Papua dengan 5 orang di New York di Amerika serikat dalam hitungan detik. Teknologi komputer sudah bisa dipakai dipesawat terbang yang tadinya membutuhkan Crew pesawat Captain, First Officer dan Flight Engineer, dengan peralatan yang canggih komputer fungsi Flight Engineer dapat diambil alih oleh Komputer sehingga pesawat cukup dikendalikan oleh DUA PILOT SAJA. Tidak perlu TIGA CREW .

Teori Pak Sudiman adalah berasal dari keluarga. Keluarga itu terdiri dari Bapak, Ibu dan Anak. Ketiga unsur orang ini berbeda namun ketiganya merupakan satu kesatuan. Manusia adalah ciptaan Tuhan, maka itu dasar dari pemikiran Pak Sudiman itu adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan menciptakan Manusia, Manusia sejagat alam ini dasarnya adalah Kemanusiaan atau Internasionalisme. Dalam Kemanusian ini manusia diciptakan berbeda-beda dalam Bangsa-Bangsa, maka dasar Ketiga nya adalah Kebangsaan. Slogan Pak Sudiman adalah Perbedaan dalam Kesatuan dan Kesatuan dalam Perbedaan. Ini dasar statisnya yaitu Kekeluargaan Dasar dinamisnya adalah dalam manusia berbeda-beda ia ingin menjalin besama dalam kehidupan. Karena berbeda dia harus bernusyawarah. Dasar Keempat adalah Musyawarah dan Mufakat. Dalam bermusyawarah tujuannya adalah untuk mencapai mufakat dan untuk mencapai keadilan. Dasar Kelima Keadilan Sosial. Ini semua adalah dasar dinamisnya yaitu Gotong-Royong.

Undang Undang Dasar 1945 Aseli adalah Undang –Undang Dasar yang dibuat berdasarkan Pemikiran Pancasila. Di bagian atas ada lembaga perwakilan yang disebut Majelis Permusyawaratan Rakyat. Atau MPR. MPR itu merupakan penjelmaan perwakiilan rakyat. Dalam Hukum Adat di Masyarakat Adat kita mengenal Balai Rakyat. Di Balai Rakyat ini berkumpul para Fungsionaris Masyarakat Desa. Ada Petani, ada Buruh, ada Ulama, ada Cendekiawan pokoknya tokoh-tokoh masyarakat. Jadi perwakilan didesa itu tidak ada kepartaian. Tetapi mengingat bangsa kita itu bekas negara jajahan Belanda dan kita mengenal kepartaian, maka didapatlah Dewan Perwakilan Rakyat yang terdiri dari Partai-Partai.

Maka dibentuklah Majelis Permusyawaratan Rakyat yang terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat, Utusan Golongan dan Utusan Daerah. Di rezim Orde Baru Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri dari Golongan Karya, Utusan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Alat perlengkapan negara berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 yang Aseli adalah: Majelis Permusyawaratan Rakyat, Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Mahkamah Agung, dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Pancasila Indonesia adalah mirip dengan San Min Chui nya China. Kalau Indonesia mempunyai 5 Sila San Min Chui 3 Sila. Susunan Pemerintahan China juga mirip dengan Indonesia yaitu Kongres Partai Komunis. Partai ini hanya satu yang menurut saya ini bukanlah partai. Karena kalau partai, maka sekurang-kurangnya harus ada DUA PARTAI. Jadi ini namanya Kongres. Jadi Partai Komunis China terdiri dari tokoh-tokoh keakhlian menurut jurusan bidang masing-masing didalam masyarakat. Ini mirip dengan MPR kita.

Komentar saya atas UUD 1945 Amandemen adalah hal (i) tentang pelantikan Presiden. Kalau Presiden dipilih langsung oleh Rakyat maka pelantikannya juga harus dilakukan dihadapan Rakyat seperti di Amerika Serikat.(ii) Kita tak perlu mencantumkan Hak-Hak Azasi Manusia dalam UUD, karena akan bertentangan dengan Pancasila. Hak individu itu sudah dilindungi dalam hak perseorangan. Kalau karena kita adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggaran dasar PBB mencantumkan Hak Azasi Manusia, maka kita lihat saja Rusia dan China,mereka tidak mencantumkan Hak-Hak Azasi dalam UUD mereka, akan tetapi mereka tetap diterima menjadi anggota PBB.

Kita melihat gejala Dunia: Obama adalah orang HITAM pertama yang terpilih menjadi Presiden di Amerika Serikat. Beratus-ratus tahun Amerika Serikat dipimpin oleh orang kulit Putih. Sekarang dipimpin oleh kulit Hitam. Orang Kulit Hitam yang dahulunya menjadi budak. Perang Amerika di Vietnam, di Iraq, di Afghanistan. Amerika tidak menang. Pertumbuhan Ekonomi Amerika Serikat tahun 2011 yang Cuma 2% Amerika dililit hutang karena mengalami KRISIS FINANSIAL.

Semua gejala-gejala itu adalah tanda-tanda dunia akan mengalami PERUBAHAN Kita tidak perlu mendiktekan supaya bangsa Indonesia menganut Pansacila memang bangsa Indonesia tidak mau atau karena bangsa Amerika Serikat dapat menghasilkan barang-barang bagi kesejahteraan kehidupan manusia, namun kalau bangsa Amerika Serikat akan mengubah haluan politiknya, dan akan meninggalkan kapitalisme, maka bangsa Indonesia juga dengan sendirinya akan mengubah politiknya. Kita lihat saja nanti. Hukum Adat kita diremehkan dan diberi kedudukan lebih rendah dari Hukum Barat, karena dari Hukum Barat dapat menghasilkan barang-barang INNOVATIF, sedang Hukum Adat tetap hanya menghasilkan barang-barang pemberian Alam atau barang-barang Tradisionil.

Namun sekarang dengan Asia juga telah menghasilkan barang-barang INNOVATIF, pertumbuhan Ekonomi Indonesia mencapai 6,5%, China 7.5% dan India 6.8% dan pertumbuhan Amerika Serikat hanya sekitar 2%. Insya Allah perlakuan Hukum Adat yang lebih rendah itu akan berubah dan menjadikannya setara. Kita lihat trendnya akan beralih ke Asia. Bagaimana kita bersikap bahwa kita telah melakukan sikap yang sesuai Pancasila adalah mudah saja. Dalam pergaulan hidup manusia kecuali bersikap ingat akan dirinya sendiri, ia harus ingat pula ingat akan sesamanya, akan lingkungannya dan tidak mementingkan dirinya semata-mata.

Dalam bidang ekonomi walau harus bersikap saling bersaing satu sama lain namun kalau terjadi kesulitan, maka Negara harus turun tangan. Ini sesuai dengan apa yang dijalankan oleh Prof. Widjojo Nitisastro dalam menjalankan kebijaksanaan ekonomi dimasa orde baru. Janganlah menjalankan teori Keynes yang menganjurkan persaingan yang bebas sebebasnya. Dan bagi yang tidak survive, biar mati ditinggalkan. Pancasila tidak menganut paham yang demikian.

Keadilan yang dinantikan Prof. Sudiman adalah adanya persamaan derajat antara Hukum Barat dan Hukum Adat. Prof Sudiman mengharapkan bahwa dunia menghargai kesamaan antara Hukum Barat dan Hukum Adat. Itulah harapan beliau.

Semoga ini dapat dihasilkan dan disuarakan dari Universitas Katolik Parahyangan yang saya cintai ini.

Sekian dan terima kasih atas perhatian Anda.

Add comment

About these ads

0 Responses to “Ideologi : Pancasila dan Kehidupan Modern”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,006,319 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: