07
Aug
13

Tauhid : Renungan Tahajud, Ramadhan 1434 H

PRAKATA

Dalam rangka turut serta memaknai Sila-1 Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Proklamasi Indonesia Merdeka yang bertanggal 17 Agustus 1945, maka dikandung maksud membukukan Renungan Ramadhan 1434H yang dikirimkan oleh sahabat kami, bung Soleh Suryanatamihardja setiap subuh berturut-turut sejak hari ke-1 sampai dengan hari ke-26 (hari ke-27 sampai dengan hari ke-30, disusulkan), dengan harapan memberikan pencerahan sekaligus penguatan komprehensif bagi mental dan moral Tatanilai Kebangsaan 17845 sesuai 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 yang diyakini sebagai Roh Indonesia Merdeka, dan 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, serta  45 butir Ketetapan MPR No XVIII/MPR/1998 tentang Pengamalan Pancasila.

Tatanilai Kebangsaan 17845 ini diyakini tepat digunakan pula sebagai perangkat  Bina Karakter Bangsa berdasarkan kearifan lokal Nusantara guna maksud2 meluruskan pula kontroversi berbagai Politik Hukum dan Kebijakan Publik yang telah terjadi.

Adapun Nilai2 Operasional Jiwa, Semangat  dan  Nilai-nilai 45 [1995] itu adalah : (1). Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;  (2). Jiwa dan Semangat Merdeka; (3). Nasionalisme; (4). Patriotisme; (5). Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka; (6). Pantang mundur dan tidak kenal menyerah; (7). Persatuan dan Kesatuan; (8). Anti Penjajah dan Penjajahan; (9). Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri; (10). Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya; (11). Idealisme kejuangan yang tinggi; (12). Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara; (13). Kepahlawanan; (14). Sepi ing pamrih rame ing gawe; (15). Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan; (16). Disiplin yang tinggi; (17). Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

Sedangkan dalam Kakawin Ramayan, saat Vibisana adik bungsu Rahvana, akan dilantik sebagai Raja Alengka, oleh Shri Rama diberi pembekalan bahwa seorang Rajagung Binatara harus menjalankan Hasta Brata yang merupakan 8 laku seorang Pemimpin, yaitu : 1. INDRA, sifat Bumi, memberi tempat semua mahluk hidup; 2. BAYU, sifat Angin yang memberi kesegaran udara bagi semua mahluk Bumi; 3. KUVERA, sifat Hujan, yang memberi Kesuburan; 4. SURYA, sifat Matahari yang memberi Cahaya kehidupan; 5. BARUNA, sifat  Laut yang sanggup menampung apapun dari bumi; 6. AGNI, sifat Api, yang memberi kehangatan dan membakar semangat; 7. YAMA, sifat menghukum dan membunuh; 8. DHARMA, sifat Adil seimbang sifat2 Agni dan Yama, inilah sifat2 terpuji.

Dan dalam TAP MPR No. XVIII/MPR/1998 terdapat 45 butir Pengamalan Pancasila. Berikut ini 45 Butir Pengamalan Pancasila yang patut diamalkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat sebagai berikut :

Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

  1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
  3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
  5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
  10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

Persatuan Indonesia

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9. Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

 

Editor :  

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH / guspandji@yahoo.com / 081290040045, 08179834545

RENUNGAN RAMADHAN [1].

Di-BULAN PELATIHAN & PENSUCIAN DIRI ini, selain Memohon Ampunan-Nya, kitapun dilatih untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan Kebajikan, diantaranya adalah:

• Melatih Kesabaran.
• Menahan Amarah.
• Menjauhi Kedustaan.
• Menjaga Nafsu & Emosi.
• Meninggalkan Sifat Iri, Dengki, Berprasangka, Bergunjing serta Penyakit Hati lainnya.
• Mengerjakan Kebajikan lainnya, diantaranya ialah Membaca & Memahami Al-Quran, Ber-Shadaqah dan Shalat Sunnah.

Membaca & Memahami 114 Surah Al-Quran adalah satu dari sekian banyak bentuk Pelatihan yang dianjurkan.

TUJUH SURAH TERPANJANG DALAM AL-QURAN.

SURAH AL-BAQARAH merupakan salah satu dari TUJUH SURAH TERPANJANG DALAM AL-QURAN yakni: Surah Al-Baqarah, Ali ‘Imran, An-Nisaa’, Al-Maidah, Al-An’aam, Al-A’raaf dan Surah Yunus.

Renungkan sejenak Ayat-Ayat dari SURAH AL-BAQARAH.

•| Jadilah orang yang beruntung yang senantiasa mendapat Petunjuk-Nya.

“Kitab Al-Quran ini tidak ada keraguan padanya, PETUNJUK BAGI MEREKA YANG BER-TAQWA, yaitu mereka yang ber-Iman kepada yang Ghaib, yang mendirikan Shalat dan menafkahkan sebahagian Rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang BER-IMAN KEPADA KITAB AL-QURAN yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka YAKIN AKAN ADANYA KEHIDUPAN AKHIRAT. Mereka itulah yang tetap mendapat Petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung”. [Al-Baqarah 2-5].

•| Jadilah golongan yang ber-Iman agar terhindar dari Siksa-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang Kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan ber-Iman. ALLAH TELAH MENGUNCI-MATI HATI DAN PENDENGARAN MEREKA, DAN PENGLIHATAN MEREKA DITUTUP. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. [Al-Baqarah 6-7].

RENUNGAN RAMADHAN [2].

Bulan Ramadhan sebagai Bulan Pelatihan & Pensucian Diri tiba-tiba merubah banyak insan & nuansanya yang mendadak nampak menjadi Islami.

Banyak orang yang berpakaian Shaleh/Shaleha, banyak yang membawa & membaca Al-Quran, banyak yang rajin ber-Shadaqah dan yang pergi Mesjid.

Alhamdulillah . . . .

Mudah-mudahan hal itu bukan hanya berjalan dibulan Ramadhan saja, namun bisa Istiqamah dibulan-bulan berikutnya. Aamiin.

Mari kita teruskan merenung beberapa Ayat dari SURAH AL-BAQARAH:

•| Janganlah menjadi bagian dari kaum yang menipu diri.

“Diantara Manusia ada yang mengatakan: “Kami ber-Iman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang ber-Iman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang ber-Iman, padahal MEREKA HANYA MENIPU DIRINYA SENDIRI sedang mereka tidak sadar. [Al-Baqarah 8-9].

•| Hindari menjadi golongan orang yang bodoh yang tidak ber-Iman.

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Ber-Imanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah ber-Iman”, mereka menjawab: “Akan ber-Imankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah ber-Iman?” Ingatlah, sesungguhnya MEREKALAH ORANG-ORANG YANG BODOH, tetapi mereka tidak tahu”. [Al-Baqarah 13].

•| Jauhi diri dari kaum yang berolok-olok agar tidak berada dalam kesesatan.

“Bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang ber-Iman, mereka mengatakan: “Kami telah ber-Iman.” Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”. ALLAH AKAN MEMBALAS OLOK-OLOKAN MEREKA DAN MEMBIARKAN MEREKA TEROMBANG-AMBING DALAM KESESATAN”. [Al-Baqarah 14-15].

“Mereka tuli, bisu dan buta, maka TIDAKLAH MEREKA AKAN KEMBALI KEJALAN YANG BENAR”. [Al-Baqarah 18].

Semoga renungan ini dapat menjadikan kita semakin mantap dalam meningkatkan Keimanan & Ketaqwaan kita masing-masing. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [3].

¤| Bulan Ramadhan sebagai BULAN PELATIHAN & PENSUCIAN DIRI adalah kesempatan emas untuk memperoleh Ampunan-Nya melalui peningkatan Keimanan & Kebajikan [Amal Shaleh].

“ALLAH TELAH MENJANJIKAN kepada orang-orang yang ber-Iman dan yang ber-Amal Shaleh, bahwa untuk mereka Ampunan dan Pahala yang besar”. [Al-Maaidah 9].

¤| Bulan Ramadhan sebagai BULAN PELATIHAN & PENSUCIAN DIRI adalah kesempatan untuk berlatih diri dalam meningkatkan Amal Kebajikan:

• Melatih Kesabaran.
• Menahan Amarah.
• Menjauhi Kedustaan.
• Menjaga Nafsu & Emosi.
• Meninggalkan sifat Iri, Dengki, Berprasangka, Bergunjing serta Penyakit Hati lainnya.
• Mengerjakan Kebajikan lainnya, diantaranya ialah Membaca & Memahami Al-Quran, ber-Shadaqah dan Shalat Sunnah.

¤| Bulan Ramadhan sebagai BULAN PELATIHAN & PENSUCIAN DIRI adalah kesempatan baik untuk ber-Taubat dengan sebenar-benarnya.

“Hai orang-orang yang ber-Iman, BER-TAUBATLAH KEPADA ALLAH dengan Taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus Kesalahan-Kesalahanmu”. [At-Tahrim 8].

Manusia disebabkan sifat kemanusiaannya tidaklah mungkin terbebas dari Kesalahan & Kekhilafan, namun pintu Taubat selalu terbuka bagi mereka yang menyadarinya, yakni ber-Taubat secara benar serta mengikuti semua Perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran.

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya ALLAH MENERIMA TAUBAT dari Hamba-HambaNya”. [At-Taubah 104].

“DIA-LAH YANG MENERIMA TAUBAT dari Hamba-HambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan”. [Asy-Syuuraa 25].

Tiadalah kata terlambat, sebab itu bersegeralah ber-Taubat selagi masih ada kesempatan.

“Hai Hamba-Hamba-Ku yang ber-dosa terhadap jiwanya sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya ALLAH MENGAMPUNI SEGALA DOSA”. [Al-Zumar 53].

Semoga renungan ini dapat menambah motivasi diri, didalam menjalankan Ibadah Puasa di-bulan Ramadhan tahun ini dengan sebaik-baiknya. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [4].

Tujuan ber-Puasa dibulan Ramadhan adalah agar kita dapat menjadi Manusia yang BER-TAQWA, yakni Taat & Patuh pada semua Perintah-Nya.

“HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, diwajibkan atas kamu ber-Puasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, AGAR KAMU BER-TAQWA”. [Al-Baqarah 183].

Mengakhiri Kehidupan di-Dunia dalam keadaan ber-Taqwa merupakan harapan semua insan, dan itulah makna dari KHUSNUL KHATIMAH, dimana seseorang secara ISTIQAMAH senantiasa Taat & Patuh pada semua Perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran.

“Hai orang-orang yang ber-Iman, BER-TAQWALAH KEPADA ALLAH SEBENAR-BENAR TAQWA KEPADA-NYA, dan janganlah sekali-kali kamu Mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. [Ali-Imran 102].

Sebab itu janganlah menunda kesempatan & membuang waktu percuma, karena Kematian akan datang secara tiba-tiba.

“Allah sekali-kali tidak akan MENANGGUHKAN KEMATIAN seseorang apabila datang Waktu Kematiannya”. [Al-Munaafiquun 11].

“Tiap-tiap Umat mempunyai BATAS WAKTU. Maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun”. [Al-A’raaf 34].

Mari kita renungkan kembali tujuan mulia dari ber-Puasa, yakni :

•| Puasa sebagai ajang Pelatihan & Pensucian Diri agar kita mampu menjadi orang yang BER-TAQWA.

•| Puasa bukanlah sekedar dari MENAHAN LAPAR & DAHAGA SAJA.

Simak pula JANJI ALLAH dalam Al-Quran kepada orang-orang yang BER-TAQWA.

“Orang-orang yang ber-Taqwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, diatasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. ALLAH TELAH BERJANJI DENGAN SEBENAR-BENARNYA”. [Az-Zumat 20].

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang BER-TAQWA disediakan Surga-Surga yang penuh kenikmatan disisi Tuhannya”. [Al-Qalam 34].

InsyaAllah kita semua dapat menjalankan Ibadah Puasa dibulan Ramadhan ini dengan sebenar-benarnya, agar kita dapat menjadi orang yang ber-Taqwa. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [5].


SURAH AL-BAQARAH merupakan surah terpanjang terdiri dari 286 Ayat dan juga dinamai Puncak Al-Quran [Fustatul Quran].

•| Ber-Taqwalah kepada-Nya agar menjadi insan yang beruntung.

“Hai Manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu ber-Taqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai Rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”. [Al-Baqarah 21-22].

•| Senantiasalah menjadi orang ber-Iman yang ber-Amal Shaleh.

“Sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang ber-Iman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan Surga-Surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya”. [Al-Baqarah 25].

•| Janganlah termasuk dalam golongan yang Kafir kepada-Nya.

“Mengapa kamu Kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”. [Al-Baqarah 28].

•| Jadilah orang yang beruntung yang selalu mendapat Petunjuk-Nya.

“Barang siapa yang mengikuti Petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati. Adapun orang-orang yang Kafir dan mendustakan Ayat-Ayat Kami, mereka itu Penghuni Neraka, mereka kekal didalamnya”. [Al-Baqarah 38-39].

•| Yakini saat Perjumpaan dengan Sang Pencipta.

“Mintalah pertolongan kepada Allah dengan Sabar dan Shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. [Al-Baqarah 45-46].

Semoga renungan beberapa Ayat dari Surah Al-Baqarah ini bermanfaat bagi kita semua didalam peningkatan Keimanan kita dibulan Ramadhan. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [6].

Dibulan Ramadhan yang penuh baraqah ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk merenung beberapa Perkara dalam Al-Quran:

|•| Bersiap diri dengan sebaik mungkin sebelum KEMATIAN datang menjemput.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati”. [Ali-Imran 185].

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. [An-Nisaa 78].

“Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya”. [Al-Munaafiquun 11].

|•| Jangan salah dalam BERGAUL.

“Kecelakaan besarlah bagiku sekiranya aku dulu tidak menjadikan si Fulan itu teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku”. [Al-Furqan 29]

|•| BER-TAUBAT sesegera mungkin sebelum terlambat.

“Tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan Kemaksiatan, yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, barulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya ber-Taubat sekarang”. [An-Nisaa 18].

|•| GAPAILAH SURGA dengan ber-Iman & ber-Amal Shaleh.

“Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amal Shaleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah Surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya”. [Al-Bayyinah 7-8].

“Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman dan ber-Amal Shaleh bagi mereka Surga-Surga yang penuh kenikmatan”. [Luqman 8].

|•| Jangan termasuk GOLONGAN MERUGI.

“Siapa yang ringan timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang merugi, disebabkan mereka selalu mengingkari Ayat-Ayat Kami”. [Al-A’raaf 9].

“Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam Kerugian, kecuali orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amal Shaleh”. [Al-Ashr 2-3].
Semoga renungan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, didalam upaya peningkatan Iman & Taqwa dibulan Ramadhan tahun ini. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [7].

SURAH AL-BAQARAH adalah salah satu dari 7 Surah Al-Quran terpanjang, yang turun di
Madinah dalam masa 9 tahun, menjadikan Surah ini mengandung 286 Ayat yang keseluruhannya terdiri dari 2,5 Juz dari 30 Juz Ayat-Ayat Al-Quran.

Dihari ke-7 bulan Ramadhan, marilah kita renungkan beberapa Ayat dari Surah Al-Baqarah berikut ini:

¤) JANGAN MERASA TENTERAM ; bila masih merasa bergelimang Dosa.

“Barang siapa berbuat Dosa dan ia telah diliputi oleh Dosanya, mereka itulah penghuni Neraka, mereka kekal didalamnya. Dan orang-orang yang ber-Iman serta ber-Amal Shaleh, mereka itu penghuni Surga, mereka kekal didalamnya”. [Al-Baqarah 81-82].

¤) JANGAN MERASA TENTERAM ; bila merasa belum ber-Iman & ber-Taqwa.

“Sesungguhnya kalau mereka ber-Iman dan ber-Taqwa, niscaya mereka akan mendapat Pahala, dan sesungguhnya Pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui”. [Al-Baqarah 103].

¤) JANGAN MERASA TENTERAM ; bila merasa belum dekat dengan-Nya.

“Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong”. [Al-Baqarah 107].

“Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia”. [Al-Baqarah 117].

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu”. [Al-Baqarah 152].

¤) JANGAN MERASA TENTERAM ; bila belum menjalankan Shalat Lima Waktu [SLW] & belum menunaikan Zakat.

“Dirikanlah Shalat dan Tunaikanlah Zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat Pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan”. [Al-Baqarah 110].

InsyaAllah kita semua dapat meningkatkan keimanan kita, agar kita dapat menjadi orang yang ber-Taqwa, sesuai dengan tujuan dari ber-Puasa dibulan Ramadhan ini. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [8].

SURAH AL-BAQARAH juga dinamai Az-Zahra karena kandungan Surah ini menerangi jalan benderang menuju Kebahagiaan Hakiki.

Mari kita lanjutkan merenungi Surah Al-Baqarah dimalam yang penuh baroqah ini.

|•| Hadapilah semua masalah dengan Sabar guna memperoleh Petunjuk-Nya.

“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaalillaahi wainnaailaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat Keberkatan yang sempurna dan Rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat Petunjuk”. [Al-Baqarah 155-157].

|•| Janganlah mengikuti langkah orang-orang yang sesat, karena sesal kemudian tiada guna.

“Diantara Manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang ber-Iman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada Hari Kiamat, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat Siksa-Nya niscaya mereka menyesal, yaitu ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat Siksa, dan ketika segala hubungan antara mereka terputus sama sekali”. [Al-Baqarah 165-166].

“Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “SEANDAINYA KAMI DAPAT KEMBALI KE-DUNIA, pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka Amal Perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari Api Neraka”. [Al-Baqarah 167].

Semoga renungan ini dapat bermanfaat didalam upaya untuk meningkatkan Keimanan & Ketaqwaan kita semua. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [9].

SURAH AL-BAQARAH dinamai As-Sinam [Puncak Petunjuk] karena memuat beberapa Perkara penting bagi Kehidupan Manusia.

SURAH AL-BAQARAH sekaligus merupakan pembuktian akan Kuasa Allah & Kebenaran akan semua Petunjuk-Nya.

¤| Jadilah orang ber-Iman sebelum Waktu, Kesempatan & Nafas kita berhenti secara tiba-tiba.

“Sesungguhnya orang-orang Kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan Manusia seluruhnya. Mereka kekal didalam laknat itu, tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh”. [Al-Baqarah 161-162].

¤| Janganlah termasuk orang yang tuli, bisu & buta yang tidak mengerti akan semua Firman Allah dalam Al-Quran.

“Perumpamaan orang yang menyeru orang-orang Kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka oleh sebab itu mereka tidak mengerti”. [Al-Baqarah 171].

¤| Turutilah semua Perintah-Nya dan jadilah orang yang ber-Iman agar selalu berada dalam Kebenaran.

“Apabila Hamba-Hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka ber-Iman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. [Al-Baqarah 186].

¤| Islam tidak menghalalkan sesuatu yang buruk sekalipun untuk tujuan yang baik.

“Janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat Dosa, padahal kamu mengetahui”. [Al-Baqarah 188].

Semoga renungan ini dapat bermanfaat didalam meningkatkan Keimanan & Ketaqwaan kita dibulan yang penuh baroqah ini. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [10].

SURAH AL-BAQARAH menjelaskan bahwa ber-Puasa dibulan Ramadhan diperintahkan kepada orang-orang yang ber-Iman agar mereka BER-TAQWA.

Allah ber-Firman:

“Hai orang-orang yang ber-Iman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu AGAR KAMU BER-TAQWA”. [Al-Baqarah 183].

“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan [lalu ia berbuka], maka [wajiblah baginya berpuasa] sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya [jika mereka tidak berpuasa] MEMBAYAR FIDYAH, yaitu memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. DAN BER-PUASA LEBIH BAIK BAGIMU JIKA KAMU MENGETAHUI”. [Al-Baqarah 184].

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang didalamnya diturunkan permulaan AL-QURAN SEBAGAI PETUNJUK BAGI MANUSIA DAN PENJELASAN-PENJELASAN MENGENAI PETUNJUK ITU, dan Pembeda antara yang HAK dan yang BATHIL. Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir [dinegeri tempat tinggalnya] dibulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan [lalu ia berbuka], maka [wajiblah baginya berpuasa], sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain”. [Al-Baqarah 185].

Ber-Puasa dibulan Ramadhan akan merupakan CAHAYA YANG MENERANGI WAJAH, HATI & KEHIDUPAN.

(•) WAJAH orang yang ber-Puasa itu sejuk, bersinar serta menyenangkan bagi yang memandangnya.

(•) HATI orang yang ber-Puasa itu lembut dan lapang, rendah hati, pemaaf, penuh Iman & Taqwa, penuh rasa kasih sayang serta cinta kepada sesama.

(•) KEHIDUPAN orang yang ber-Puasa itu Damai & Tenang, penuh Rahmat & Berkah serta penuh dengan Syukur & Bahagia.

Semoga renungan dihari ke-10 ini dapat bermanfaat bagi kita semua agar kita mampu untuk menjadi INSAN YANG BER-TAQWA. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [11].

SURAH AL-BAQARAH menjelaskan mengenai Petunjuk & Bimbingan-Nya untuk mengeluarkan orang-orang yang ber-Iman dari aneka kegelapan menuju terang benderang.

• Janganlah menjadi Pemboros yang menafkahkan Harta bukan dijalan-Nya.

“Belanjakanlah Harta bendamu dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. [Al-Baqarah 195].

• Hindarkanlah memilih jalan yang salah dengan menuruti langkah setan.

“Hai orang-orang yang ber-Iman, masuklah kamu kedalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. [Al-Baqarah 208].

• Masuklah kedalam golongan orang-orang yang Mulia.

“Kehidupan Dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang ber-Iman. Padahal orang-orang yang ber-Taqwa itu lebih Mulia daripada mereka dihari Kiamat”. [Al-Baqarah 212].

• Hadapilah semua cobaan dengan Sabar & Tawakkal.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? “. [Al-Baqarah 214].

• Pilihlah untuk menjadi orang yang beruntung.

“Allah Pelindung orang-orang yang ber-Iman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan [Kekafiran] kepada cahaya [Iman]. Dan orang-orang yang Kafir, pelindung-pelindungnya ialah Setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka itu adalah Penghuni Neraka, mereka kekal didalamnya”. [Al-Baqarah 257].

• Usahakanlah untuk dapat menggapai Pahala-Nya.

“Sesungguhnya orang-orang yang ber-Iman, mengerjakan Amal Shaleh, mendirikan Shalat dan menunaikan Zakat, mereka mendapat Pahala disisi Tuhannya”. [Al-Baqarah 277].

InsyaAllah dengan menjalani Ibadah Puasa dibulan Ramadhan ini dapat menjadikan kita semua menjadi orang yang ber-Taqwa, yang mampu ber-Istiqamah sampai dengan akhir Nafas. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [12].


SURAH AL-BAQARAH menjelaskan mengenai perkara BER-SHADAQAH & Manfaatnya, sementara pada Ayat 268, Setan justru menakut-nakuti Manusia akan Kemiskinan.

¤| Pembalasan yang berlipat ganda.

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik [menafkahkan hartanya dijalan Allah], maka Allah akan melipat-gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat-ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan Rezeki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. [Al-Baqarah 245].

“Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas Karunia-Nya lagi Maha Mengetahui”. [Al-Baqarah 261].

¤| Hilangnya manfaat ber-Shadaqah serta kerugiannya.

“Hai orang-orang ber-Iman, janganlah kamu menghilangkan Pahala Shadaqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si-penerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada Manusia, dan dia tidak ber-Iman kepada Allah dan Hari Kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang Kafir”. [Al-Baqarah 264].

¤| Memperoleh Pahala.

“Apa saja Harta yang baik yang kamu nafkahkan dijalan Allah, maka Pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi Pahalanya dengan cukup”. [Al-Baqarah 272].

InsyaAllah kita senantiasa menafkahkan Harta kita dijalan Allah, dan semoga renungan ini memacu kita untuk terus ber-Shadaqah, khususnya dibulan suci Ramadhan ini. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [13].

SURAH AL-BAQARAH sedemikian pentingnya hingga Rasulullah ber-Sabda: “Pada Hari Kiamat nanti, akan didatangkan Al-Quran bersama mereka yang meng-Amalkannya di-Dunia, dan yang terdepan adalah Surah Al-Baqarah”.

Rasulullah juga ber-Sabda bahwa keutamaan membaca 2 Ayat terakhir [ayat 285 & 286] Surah Al-Baqarah akan mencukupi seseorang dari melakukan Ibadah Malam atau melakukan bacaan Al-Quran, serta dapat menolak Kejahatan, dari segala gangguan Musuh dan Setan.

Surah Al-Baqarah diakhiri dengan 2 Ayat yang baik bila diamalkan dalam Shalat Fardhu [khususnya dimalam hari] yang terjemahnya adalah sbb:

• Al-Baqarah ayat 285:

“Rasul telah ber-Iman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang ber-Iman. Semuanya ber-Iman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-Rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “KAMI DENGAR DAN KAMI TAAT”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

• Al-Baqarah ayat 286 :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat Pahala dari Kebajikan yang diusahakannya, dan ia mendapat Siksa dari Kejahatan yang dikerjakannya. Mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri Maaflah kami, Ampunilah kami, dan Rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang Kafir”.

Semoga renungan Surah Al-Baqarah beberapa hari ini dapat bermanfaat didalam meningkatkan Ketaqwaan kita kepada-Nya dibulan yang penuh baroqah ini. Aamiin. [BRH].

 

RENUNGAN RAMADHAN [14].

SURAH ALI-‘IMRAN adalah salah satu dari 7 Surah Al-Quran yang terpanjang terdiri atas 200 Ayat, yang kelak di-Akhirat bersama SURAH AL-BAQARAH memberi perlindungan dari bahaya api Neraka bagi yang mengamalkan sewaktu di-Dunia.

SURAH ALI-‘IMRAN juga menegaskan keutamaan dari Al-Quran serta menjelaskan peranan Iman & Amal Shaleh dalam meraih Kebahagiaan.

|•| SURAH ALI-‘IMRAN menerangkan pentingnya Al-Quran bagi Manusia.

“Al-Quran ini adalah Penerangan bagi seluruh manusia, dan Petunjuk serta Pelajaran bagi orang-orang yang ber-Taqwa”. [Ali-‘Imran 138].

|•| SURAH ALI-‘IMRAN menerangkan keuntungan bagi orang yang ber-Taqwa.

“Orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amal-Amal Shaleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna Pahala atas Amalan-Amalan mereka”. [Ali-‘Imran 57].

“Orang-orang yang ber-Taqwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, sedang mereka kekal didalamnya sebagai tempat tinggal [anugerah] dari sisi Allah”. [Ali-‘Imran 198].

|•| SURAH ALI-‘IMRAN menjelaskan bahwa Kematian itu pasti akan tiba.

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya ”. [Ali-‘Imran 145].

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu”. [Ali-‘Imran 185].

|•| SURAH ALI-‘IMRAN menjelaskan kesempuranaan sebuah Amal.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada Kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebahagian Harta yang kamu cintai”. [Ali-‘Imran 92].

|•| SURAH ALI-‘IMRAN mengingatkan untuk segera memperoleh Ampunan-Nya.

“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang ber-Taqwa”. [Ali-‘Imran 133].

RENUNGAN RAMADHAN [15].

SURAH ALI-‘IMRAN begitu bermakna hingga Rasulullah ber-sabda pada Hari Kiamat akan didatangkan AL-QURAN, dan yang terdepan adalah SURAH AL-BAQARAH & ALI ‘IMRAN, dinamakan juga Az-Zahrawan [dua yang cemerlang], yang bagaikan dua awan putih akan membela mereka yang mengamalkannya.

•| Janganlah Kafir terhadap Ayat-Ayat-Nya.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan [siksa]”. [Ali-‘Imran 4].

•| Jangan Dustakan Ayat-Ayat-Nya.
“Mereka mendustakan Ayat-Ayat Kami, karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat keras siksa-Nya”. [Ali-‘Imran 11].

•| Jadilah Hamba yang Ber-Taqwa.
“Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwa-lah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya”. [Ali-‘Imran 102].

•| Ber-sabarlah tanpa batas.
“Jika kamu ber-Sabar dan ber-Taqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”. [Ali-‘Imran 186].

“Allah menyukai orang-orang yang Sabar”. [Ali-‘Imran 146].
•| Gapailah Karunia-Nya melalui Ketaqwaan.

“Allah menentukan Rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai Karunia yang besar”. [Ali-‘Imran 74].

•| Jangan mengulangi Kesalahan sesudah ber-Taubat.
“Sesungguhnya orang-orang Kafir sesudah ber-Iman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima Taubatnya, dan mereka itulah orang-orang yang sesat”. [Ali-‘Imran 90].

•| Jadilah golongan yang beruntung.
“Demikianlah Allah menerangkan Ayat-Ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat Petunjuk. Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung ”. [Ali-‘Imran 103-104].

Semoga renungan Surah Ali-‘Imran ini bermanfaat untuk kita semua didalam menyempurnakan Amal Ibadah & meningkatkan Amal Shaleh. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [16].

SURAH AN-NISA’ terdiri dari 176 Ayat yang turun setelah Rasulullah Hijrah ke-Madinah dan juga termasuk satu diantara “7 Surah terpanjang dalam Al-Quran”.

•| Gapailah Surga dengan ber-Iman & ber-Amal Shaleh, sesuai dengan Janji-Nya.

“Orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amalan Shaleh, kelak akan Kami masukkan kedalam Surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?”. [An-Nisa’ 122].

“Orang-orang yang ber-Iman dan mengerjakan Amal-Amal Shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka kedalam Surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya”. [An-Nisa’ 57].

“Barang siapa yang mengerjakan Amal-Amal Shaleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang ber-Iman, maka mereka itu masuk kedalam Surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun”. [An-Nisa’ 124].

•| Senantiasalah Mengingat Allah [Dzikir] setiap saat.

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan Shalatmu, ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring”. [An-Nisa’ 103].

•| Sempurnakanlah Keimanan sesuai dengan Rukun Iman.

“Wahai orang-orang yang ber-Iman, tetaplah ber-Iman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa yang Kafir kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan Hari Kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. [An-Nisa’ 136].

•| Carilah Pahala Dunia & Akhirat.

“Barangsiapa yang menghendaki Pahala di-Dunia saja maka ia merugi, karena disisi Allah ada Pahala Dunia dan Akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. [An-Nisa’ 134].

Semoga renungan ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk meningkatkan Keimanan & Ketaqwaan kita masing-masing. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [17].

SURAH AN-NISA’ termasuk salah satu dari 7 Surah Al-Quran terpanjang yang diturunkan di-Madinah, namun dari 176 Ayatnya, ada satu Ayat yang diturunkan di-Mekkah yaitu Ayat 48 :

“Sesungguhnya ALLAH TIDAK AKAN MENGAMPUNI DOSA SYIRIK, dan Dia mengampuni segala Dosa yang selain dari Syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat Dosa yang besar”. [An-Nisa’ 48].

• Bersegeralah ber-Taubat sebelum terlambat.

“Tidaklah Taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya ber-Taubat sekarang” Dan tidak pula diterima Taubat orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih”. [An-Nisa’ 18].

“Barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia Mohon Ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [An-Nisa’ 110].

• Raihlah Pahala dengan ber-Iman & ber-Amal Shaleh.

“Orang-orang yang ber-Iman dan berbuat Amal Shaleh, maka Allah akan menyempurnakan Pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari Karunia-Nya”. [An-Nisa’ 173].

• Ber-Imanlah untuk menggapai Rahmat & Karunia-Nya.

“Orang-orang yang ber-Iman kepada Allah dan berpegang kepada [agama]-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka kedalam Rahmat yang besar dari-Nya [surga] dan limpahan Karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus untuk sampai kepada-Nya”.  [An-Nisa’ 175].

• Jauhilah semua larangan-Nya.

“Barangsiapa yang mengerjakan Dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk kemudaratan dirinya sendiri”. [An-Nisa’ 111].

Semoga renungan Surah An-Nisa’ ini dapat bermanfaat bagi kita semua dalam rangka peningkatan Iman & Taqwa kita dibulan suci Ramadhan ini. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [18].

SURAH AL-MAAIDAH termasuk Surah Madaniyah terdiri dari 120 Ayat dan termasuk dalam jajaran 7 Surah Al-Quran yang terpanjang.

¤| Ber-Iman & Ber-Amal Shaleh agar meraih Ampunan & Pahala-Nya.

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang ber-Iman dan ber-Amal Shaleh, bahwa untuk mereka Ampunan dan Pahala yang besar. Adapun orang-orang yang Kafir dan mendustakan Ayat-Ayat Kami, mereka itu adalah penghuni Neraka”. [Al-Maaidah 9-10].

¤| Segeralah ber-Taubat & Mohon Ampunan-Nya.

“Maka mengapa mereka tidak ber-Taubat kepada Allah dan Memohon Ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Al-Maaidah 74].

¤| Jagalah Diri dengan selalu Mengingat-Nya.

“Hai orang-orang yang ber-Iman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi Mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat Petunjuk”. [Al-Maaidah 105].

¤| Masuklah dalam golongan yang beruntung.

“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”. [Al-Maaidah 119-120].

¤| Taat & Patuhi semua Perintah-Nya sebagai wujud sebuah KETAQWAAN.

“Ber-TAQWALAH kepada Allah dan dengarkanlah Perintah-Nya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. [Al-Maaidah 108].

“Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-TAQWALAH kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya”. [Al-Maaidah 35].

“Tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan TAQWA, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat Dosa dan pelanggaran. Dan BER-TAQWALAH kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat Siksa-Nya”. [Al-Maaidah 2].

Semoga renungan Surah Al-Maaidah ini dapat bermanfaat bagi kita dalam meningkatkan KETAQWAAN kita. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [19].

SURAH AL-MAAIDAH dinamakan juga Al-Akhyar [orang-orang baik] karena memuat aneka perjanjian untuk orang yang baik.

SURAH AL-MAAIDAH termasuk “7 Surah Al-Quran terpanjang”, dan dinamakan juga Al-Uqud [Perjanjian] yang tercermin pada awal Surah ini:

“Sesungguhnya Allah menetapkan Hukum-Hukum menurut yang dikendaki-Nya”.

|¤| Hanya kepada-Nya kita menyembah, karena Dia adalah Yang Maha Segalanya.

“Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa-Nya siapa yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. [Al-Maaidah 40].

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali segala sesuatu”. [Al-Maaidah 18].

|¤| Segera Mohon Ampun & ber-Taubat.

“Maka barangsiapa ber-Taubat sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima Taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Al-Maaidah 39].

“Maka mengapa mereka tidak ber-Taubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Al-Maaidah 74].

|¤| Ikuti semua Perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran.

“Ber-Taqwalah kepada Allah dan dengarkanlah Perintah-Nya. Allah tidak memberi Petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. [Al-Maaidah 108].

“Sesungguhnya telah datang kepadamu Cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya kejalan keselamatan dan dengan Kitab itu pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka kejalan yang lurus”. [Al-Maaidah 15-16].

Semoga renungan Surah Al-Maaidah ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan Ketaqwaan kita dibulan Ramadhan ini. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [20].

Tanpa terasa kita sudah memasuki Hari ke-20 dibulan Ramadhan ini, namun sesuai dengan tujuan ber-Puasa, maka sudahkah kita termasuk ORANG YANG BER-TAQWA: “Taat & Patuh pada semua Aturan-Nya yang termaktub dalam Al-Quran?”.

Sebelum kita Taat & Patuh, tentulah kita harus memahami terlebih dahulu apa yang wajib kita Taati & Patuhi, dengan cara setiap saat membuka & membaca Al-Quran.

“Jika kita setiap saat rajin membuka Facebook, WhatsApp, BlackBerry, Twitter, YouTube & Instagram, apakah demikian pula dengan Al-Quran?”. [BRH-2013].

¤| JANGAN MERASA TENTERAM;
bila belum MEMAHAMI & MENGAMALKAN semua Aturan-Nya yang termaktub dalam Al-Quran, sebagai wujud Keimanan & Ketaqwaan.

“Ini adalah Ayat-Ayat Al-Quran. Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar, akan tetapi KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BER-IMAN KEPADANYA”. [Ar-R’ad 1].

¤| JANGAN MERASA TENTERAM; bila belum MEYAKINI AL-QURAN.
“Al-Quran ini adalah PEDOMAN bagi Manusia, PETUNJUK DAN RAHMAT bagi yang meyakini”. [Al-Jaatsiyah 20].

¤| JANGAN MERASA TENTERAM; bila masih termasuk golongan yang membantah.
“Sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan MANUSIA ADALAH MAHLUK YANG PALING BANYAK MEMBANTAH”. [Al-Kahfi 54].

¤| JANGAN MERASA TENTERAM; bila masih tergolong insan yang mendustakan Ayat Al-Quran.

“Orang-orang yang MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI dan menyombongkan diri terhadapnya, maka mereka itu penghuni-penghuni Neraka”. [Al-A’raaf 36].

¤| JANGAN MERASA TENTERAM ; bila belum mengamalkan semua isi Al-Quran sehingga penyesalan akhir tiada guna.

“Sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar menjadi PENYESALAN bagi orang-orang Kafir di-Akhirat”. [Al-Haqqaah 50].

Semoga didalam bulan Ramadhan ini, kita semua telah mampu untuk “Memahami serta Mengamalkan isi dari Al-Quran” sebagai wujud dari Keimanan & Ketaqwaan kita. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH]

RENUNGAN RAMADHAN [21].

SURAH AL-AN’AAM tergolong As Sab’ut Thiwaal [7 Surah Al-Quran yang terpanjang] yang berisikan 165 ayat.

SURAH AL-AN’AAM diturunkan di-Mekah [kecuali 9 Ayat], tidak kurang dari 70 ribu Malaikat mengiringinya dengan BER-TASBIH.

(¤| Ber-Imanlah pada Hari Akhir.

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan, sehingga apabila Kiamat datang dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya PENYESALAN KAMI terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu!”, sambil mereka memikul Dosa-Dosa diatas punggungnya”. [Al-An’aam 31].

(¤| Ber-Imanlah pada Al-Quran.

“Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan BER-TAQWALAH agar kamu diberi Rahmat”. [Al-An’aam 155].

“Demikianlah kami mengulang-ulangi Ayat-Ayat Kami supaya orang-orang yang ber-Iman mendapat PETUNJUK”. [Al-An’aam 105].

(¤| Rajinkan Diri mengumpulkan Amal Shaleh selama hidup di-Dunia.

“Bagi mereka disediakan Surga pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan AMAL-AMAL SHALEH yang selalu mereka kerjakan”. [Al-An’aam  127].

“Barangsiapa membawa AMAL YANG BAIK, maka baginya Pahala sepuluh kali lipat Amalnya”. [Al-An’aam 160].

(¤| Ikuti selalu Jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Shaleh.

“Inilah jalan Tuhanmu, jalan yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan Ayat-Ayat Kami kepada orang-orang yang mengambil pelajaran”. [Al-An’aam 126].

“Demikianlah Kami terangkan Ayat-Ayat Al-Quran, SUPAYA JELAS jalan orang-orang yang Shaleh dan supaya jelas pula jalan orang-orang yang ber-Dosa”. [Al-An’aam 55].

(¤| Patuhilah Janji kita sendiri yang SELALU KITA UCAPKAN minimum 5 kali dalam Shalat.

“Sesungguhnya Shalat, Ibadah, Hidup dan Matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. [Al-An’aam 162].

Semoga renungan Surah Al-An’aam ini bermanfaat dalam Menyempurnakan Amal Ibadah & Meningkatkan Amal Shaleh kita dibulan Ramadhan ini. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [22].

• SURAH AL-A’RAAF juga termasuk dalam 7 ayat Al-Quran terpanjang yang turun di-Mekkah dengan 206 Ayat.

• SURAH AL-A’RAAF membahas mengenai “AKIBAT & PERUMPAMAAN” bagi orang-orang yang tidak ber-Iman pada Al-Quran.

(¤) AKIBAT:

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan Ayat-Ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali TIDAK AKAN DIBUKAKAN bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk Surga”. [Al-A’raaf 40].

“Jika mereka melihat tiap-tiap Ayat-Ku, mereka tidak ber-Iman kepadanya. Dan jika mereka melihat JALAN YANG MEMBAWA KEPADA PETUNJUK, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat JALAN KESESATAN, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan Ayat-Ayat Kami”. [Al-A’raaf 146-147].

(¤) PERUMPAMAAN:

“Sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Neraka Jahanam kebanyakan dari Jin dan Manusia, mereka mempunyai HATI, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami Ayat-Ayat Allah, dan mereka mempunyai MATA tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai TELINGA tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar Ayat-Ayat Allah. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. [Al-A’raaf 179].

“Kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan Derajatnya dengan Ayat-Ayat itu, tetapi dia cenderung kepada DUNIA dan menurutkan HAWA NAFSUNYA yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya juga. Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan Ayat-Ayat Kami. Maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berpikir”. [Al-A’raaf 176].

Semoga renungan Surah Al-A’raaf ini dapat bermanfaat didalam kita meningkatkan Keimanan kepada Al-Quran, agar kita mampu menjadi orang-orang yang ber-Taqwa. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [23].

SURAH AL-A’RAAF diturunkan di Mekah terdiri atas 206 Ayat dan termasuk golongan surah Assab ‘uththiwaal (tujuh surat yang panjang).

SURAH AL-A’RAAF berarti tempat tertinggi, karena kata Al-A’raf terdapat dalam Ayat 46 tentang keadaan orang-orang yang berada diatas Al-A’raf [tempat yang tertinggi dibatas Surga & Neraka] : “”Diantara keduanya [PENGHUNI SURGA DAN NERAKA] ada batas, dan diatas A’raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka””. [Al-A’raaf 46].

(¤) Al-Quran adalah Petunjuk & Rahmat.

“Sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab Al-Quran kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami, menjadi Petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang ber-Iman”. [Al-A’raaf 52].

(¤) Berhati-hatilah terhadap serangan Iblis dari 4 penjuru utama.

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari MUKA dan dari BELAKANG mereka, dari KANAN dan dari KIRI mereka”. [Al-A’raaf 16-17].

(¤) Bersiap dirilah sebelum semua terlambat.

“Tiap-tiap umat mempunyai BATAS WAKTU, maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula memajukannya”. [Al-A’raaf 34].

¤ Jadilah kaum yang Shaleh.

“Kami bagi-bagi mereka didunia ini menjadi beberapa golongan, diantaranya ada orang-orang yang SHALEH dan diantaranya ada yang tidak demikian”. [Al-A’raaf 168].

¤ Ingatlah bahwa Allah Maha Pengampun.

“Orang-orang yang mengerjakan kejahatan kemudian BER-TAUBAT sesudah itu dan ber-Iman, sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah Taubat yang disertai dengan Iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [Al-A’raaf 153].

Semoga renungan Surah Al-A’raaf dibulan Ramadhan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan Keimanan kita pada Al-Quran. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [24].

Setiap saat Hati & Pikiran kita dipenuhi oleh berbagai Masalah Kehidupan Dunia, mulai dari Masalah Kekayaan, Keluarga, Karir & Kesehatan, padahal justru dengan MENGINGAT ALLAH [BER-DZIKIR] semua masalah akan dapat terselesaikan.

Allah ber-Firman:

“Hai orang-orang yang ber-Iman, BER-DZIKIRLAH dengan menyebut nama Allah, DZIKIR YANG SEBANYAK-BANYAKNYA”. [Al-Ahzab 41].

DZIKIR [MENGINGAT ALLAH] YANG SEBANYAK-BANYAKNYA dapat membuat Nurani menjadi tajam, sehingga Kebeningan Hati akan mampu menyingkap KEKHILAFAN, KEKELIRUAN & GODAAN IBLIS yang selalu setiap saat mengintai.

[¤]  Allah telah memerintahkan kita untuk SELALU INGAT KEPADA-NYA setiap saat, kapanpun & dimanapun kita berada.

“Karena itu INGATLAH kamu kepada-Ku niscaya Aku Ingat [PULA] kepadamu”. [Al-Baqarah 152].

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan SHALATMU, maka INGATLAH ALLAH diwaktu BERDIRI, diwaktu DUDUK dan diwaktu BERBARING”. [An-Nisaa’ 103].

[¤]  Manusia begitu rajin dalam memikirkan Harta, Jabatan serta urusan dunia lainnya, namun demikian sulit meluangkan waktu untuk MENGINGAT ALLAH”. [BRH-2008].

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan MEREKA LUPA MENGINGAT ALLAH”. [Al-Mujaadilah 19].

[¤]  Dunia modern saat ini mengajak kita untuk Mengingat Harta & Kekayaan serta Keduniawian lainnya, namun acapkali lalai dalam MENGINGAT-NYA.

“Hai orang-orang yang Ber-Iman, janganlah Harta-Hartamu dan Anak-Anakmu MELALAIKAN kamu dari MENGINGAT ALLAH”. [Al-Munaafiquun 9].

[¤] Di-Kehidupan Dunia ini seringkali kita mengalami suatu KETIDAK-TENTERAMAN HATI.

“Orang-orang yang ber-Iman dan Hati mereka menjadi TENTERAM dengan MENGINGAT ALLAH. Ingatlah, hanya dengan MENGINGAT ALLAH-lah Hati menjadi Tenteram”. [Ar-Ra’d 28].

Semoga renungan ini dapat menjadikan kita sebagai Insan yang SETIAP SAAT SELALU BER-DZIKIR sesuai dengan Perintah-Nya. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [25].

Salah satu Amalan utama dibulan Ramadhan ini adalah Membaca & Memahami semua Perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran, agar kita BER-TAQWA.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak ber-Iman kepada Ayat-Ayat Al-Quran, Allah tidak akan memberi Petunjuk kepada mereka”. [An-Nahl 104].

“Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan BER-TAQWALAH agar kamu diberi Rahmat”. [Al-An’aam 155].

|•| MENGINGAT ALLAH [DZIKIR] adalah salah satu Perintah-Nya dalam Surah al-Baqarah ayat 152:  “INGATLAH KAMU KEPADA-KU, NISCAYA AKU AKAN INGAT [PULA] KEPADAMU”. [Al-Baqarah 152].

|•| BANYAK BER-DZIKIR [MENGINGAT ALLAH] termaktub dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:  “HAI ORANG-ORANG YANG BER-IMAN, BER-DZIKIRLAH DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH, DZIKIR YANG SEBANYAK-BANYAKNYA”. [Al-Ahzab 41].

|•| SENANTIASA MENGINGAT ALLAH [DZIKIR] termaktub dalam Surah An-Nisaa’ ayat 103:  “INGATLAH ALLAH DIWAKTU BERDIRI, DIWAKTU DUDUK DAN DIWAKTU BERBARING”.

|•| BER-TASBIH juga merupakan Perintah-Nya yang termaktub dalam berbagai Surah Al-Quran:

“BER-TASBIH-LAH dengan Memuji Tuhanmu’. [Ath-Thuur 48].

“BER-TASBIH-LAH dengan Memuji Tuhanmu”. [Al-Hjir 98].

“BER-TASBIH-LAH dengan Memuji Tuhan-mu”. [An-Nashr 3].

|•| BER-TASBIH adalah satu cara untuk Mengingat Allah [Dzikir] dalam berbagai Surah Al-Quran.

“Hendaklah kamu BER-TASBIH kepada Tuhanmu” [Al-Qalam 28].

“BER-TASBIH-LAH dengan menyebut nama Tuhan-mu Yang Maha Besar”. [Al-Haaqaah 52].

“BER-TASBIH-LAH dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Besar”. [Al-Waaqi’ah 74 & 96].

|•| BER-TASBIH adalah aktifitas yang banyak diperintahkan-Nya dalam Al-Quran, bahkan semua yang ada dilangit & dibumi ber-Tasbih kepada-Nya: “LANGIT YANG TUJUH, BUMI DAN SEMUA YANG ADA DIDALAMNYA BER-TASBIH KEPADA ALLAH”. [Al-Israa 44].

Semoga Hikmah Ramadhan membuat kita lebih Meyakini & Mengamalkan seluruh Firman-Nya yang termaktub dalam Al-Quran. Aamiin. [BRH].

RENUNGAN RAMADHAN [26].

Untuk dapat menjadi insan yang BER-TAQWA, adalah keharusan bagi kita untuk Memahami & Mengamalkan semua Perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran, dan dibulan Ramadhan inilah kesempatan untuk melaksanakannya.

[•] AL-QURAN dijelaskan secara terperinci dan tersusun dengan rapih serta dimudahkan sebagai Pelajaran bagi yang orang yang BER-TAQWA.

“Inilah suatu Kitab yang Ayat-ayatnya disusun dengan rapih serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu”. [Hud 1].

“Al-Quran ini adalah Penerangan bagi seluruh Manusia, dan Petunjuk serta Pelajaran bagi orang-orang yang BER-TAQWA”. [Ali-Imran 138].

[•] AL-QURAN menjelaskan bahwa apa yang berada DI-LANGIT & DI-BUMI ADALAH BER-TASBIH kepada-Nya.

“Langit yang tujuh, Bumi dan semua yang ada didalamnya BER-TASBIH kepada Allah”. [Al-Israa 44].

“Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya BER-TASBIH apa yang di Langit dan di Bumi”. [An-Nuur 41].

[•] AL-QURAN menegaskan pada BEBERAPA SURAH AYAT PERTAMA-NYA, apapun yang berada di-Langit dan di-Bumi semua BER-TASBIH kepada-Nya.

“Semua yang berada di Langit dan yang berada di Bumi BER-TASBIH kepada Allah”. [Al-Hadiid 1].

“BER-TASBIH kepada Allah apa yang ada di Langit dan apa yang ada di Bumi”. [Al-Hasyr 1].

“BER-TASBIH kepada Allah apa saja yang ada di Langit dan apa saja yang ada di Bumi”. [Ash-Shaff 1].

“Senantiasa BER-TASBIH kepada Allah apa yang ada di Langit dan apa yang ada di Bumi”. [Al-Jumuah 1].

“Senantiasa BER-TASBIH kepada Allah apa yang di Langit dan apa yang di Bumi”. [At-Taghaabun 1].

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya. “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran”. [Al-Hijr 9].

Semoga Hikmah Ramadhan tahun ini dapat menjadikan kita mampu untuk mengamalkan Firman-Nya yang termaktub dalam Al-Quran, sampai dengan Akhir Nafas kita. Aamiin. [BRH].

http://tafakurmeditasiislam.com/2013/08/renungan-ramadhan-26/ 

* SELAMAT IBADAH MALAM & SELAMAT BER-PUASA *

RENUNGAN RAMADHAN [27]

AL-QURAN menjelaskan diberbagai Surah bahwa BER-TASBIH adalah sebuah Perintah-Nya, dan ditegaskan pula bahwa MALAIKAT-PUN BER-TASBIH KEPADA-NYA.

“Sesungguhnya kami (MALAIKAT) benar-benar BER-TASBIH KEPADA ALLAH”. [Ash-Safaat 166].

“Sesungguhnya MALAIKAT-MALAIKAT yang ada disisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka MEN-TASBIH-KAN-NYA”. [Al-A’raaf 206].

AL-QURAN adalah Pedoman & Petunjuk Kehidupan, tapi kebanyakan orang TIDAK BER-IMAN.

“Ini adalah Ayat-Ayat Al-Quran, dan kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah benar, namun KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BER-IMAN kepadanya”. [Ar-R’ad 1].

“SUBHANALLAH” ialah kalimah yang mensucikan-Nya, yang tingkatannya tertinggi dan di-dawamkan oleh 70.000 MALAIKAT PENJAGA ARASY.

Allah ber-Firman:

“MALAIKAT-MALAIKAT yang memikul Arasy dan MALAIKAT yang berada disekelilingnya BER-TASBIH memuji Tuhannya, dan mereka BER-IMAN kepada-Nya, serta memintakan Ampun bagi orang-orang yang BER-IMAN”. [Al-Mu’min 7].

“Dan kamu (Muhammad) akan melihat MALAIKAT-MALAIKAT berlingkar disekeliling Arasy, BER-TASBIH sambil memuji Tuhannya”. [Az-Zumar 75].

(¤) MALAIKAT SELALU BER-TASBIH dan MEMOHONKAN AMPUN bagi orang-orang yang ada di-Bumi.

“Hampir saja Langit itu pecah dari sebelah atasnya karena kebesaran Tuhan, dan MALAIKAT-MALAIKAT BER-TASBIH serta memuji Tuhannya dan MEMOHONKAN AMPUN bagi orang-orang yang ada di-Bumi”. [Asy-Sura 5].

(¤) MALAIKAT SENANTIASA BER-TASBIH malam dan siang, tiada henti & tiada letih tanpa jemu-jemunya.

“MALAIKAT yang di sisi Tuhanmu BER-TASBIH kepada-Nya di-malam dan siang Hari, sedang mereka TIDAK JEMU-JEMU”. [Al-Fushshilat 38].

“Mereka [MALAIKAT] selalu BER-TASBIH MALAM DAN SIANG TIADA HENTI-HENTINYA”. [Al-Anbiyaa 19-20].

Semoga dengan Hikmah Ramadhan kali ini dapat membuat kita menjadi insan yang lebih ber-Iman pada Al-Quran. Aamiin. [BRH]

RENUNGAN RAMADHAN [28]

AL-QURAN menegaskan agar kita jangan sekali-kali sampai BER-PALING darinya:

“Barangsiapa berpaling daripada Al-Quran, maka sesungguhnya ia AKAN MEMIKUL DOSA YANG BESAR DI HARI KIAMAT”. [Thaahaa 100].

SUBHANALLAH . . .

AL-QURAN juga menegaskan dalam berbagai Surahnya, agar kita “SELALU BER-TASBIH”:

|•) SELALU BER-TASBIH diwaktu Pagi & Petang.

“BER-TASBIHLAH seraya Memuji Tuhanmu pada waktu PETANG dan PAGI”. [Al-Mu’min 55].

“BER-TASBIH-LAH kepada-Nya diwaktu PAGI dan PETANG”. [Al-Ahzab 42].

|•) SELALU BER-TASBIH diwaktu Bangun, diwaktu Subuh serta diwaktu Petang Hari.

“BER-TASBIH-LAH kepada Allah di waktu kamu berada di PETANG HARI dan waktu kamu berada di waktu SUBUH”. [Ar-Ruum 17].

“BER-TASBIH-LAH dengan Memuji Tuhanmu ketika kamu BANGUN BERDIRI”. [Ath-Thuur 48].

|•) SELALU BER-TASBIH diwaktu Malam Hari, diwaktu Malam-Malam yang Panjang dan disaat Terbenamnya Bintang-Bintang.

“BER-TASBIH-LAH kepada-Nya pada BAGIAN YANG PANJANG DI MALAM HARI”. [Al-Insaan 26].

“BER-TASBIH-LAH kepada-Nya pada BEBERAPA SAAT DI MALAM HARI, dan di waktu TERBENAM BINTANG-BINTANG (diwaktu FAJAR)”. [Ath-Thuur 49].

|•) SELALU BER-TASBIH diwaktu Malam Hari dan disetiap selesai Shalat.

“BER-TASBIH-LAH kamu kepada-Nya di MALAM HARI, dan SETIAP SELESAI SHALAT”. [Qaaf 40].

|•) SELALU BER-TASBIH sebelum Terbit & Terbenamnya Matahari, serta diwaktu-waktu Siang & Malam Hari.

“BER-TASBIH-LAH dengan Memuji Tuhanmu, SEBELUM TERBIT MATAHARI, dan SEBELUM TERBENAM-nya, dan BER-TASBIH pulalah pada WAKTU-WAKTU DI MALAM HARI, dan pada WAKTU-WAKTU DI SIANG HARI”. [Thaahaa 130].

“BER-TASBIH-LAH sambil Memuji Tuhanmu SEBELUM TERBIT MATAHARI dan SEBELUM TERBENAM-nya”. [Qaaf 39].

SUBHANALLAH . . .

Semoga dengan Hikmah Ramadhan tahun ini, kita akan mampu MENJALANKAN SEMUA PERINTAH ALLAH yang termaktub dalam Al-Quran. Aamiin. [BRH].

* SELAMAT IBADAH MALAM & SELAMAT BER-PUASA *

RENUNGAN RAMADHAN [29].

Tanpa terasa kita akan segera meninggalkan bulan Ramadhan, namun apakah tujuan dari ber-Puasa [yakni BER-TAQWA] sudah kita raih?

BER-TAQWA ialah Memahami, Taat & Patuh pada semua Firman-Nya yang termaktub dalam Al-Quran.

•| WAJIB HUKUMNYA BER-IMAN KEPADA AL-QURAN: “Perintah & Larangan-Nya”.

“Barang siapa yang mengikut Petunjuk-Ku, ia tidak akan Sesat dan tidak akan Celaka”. [Thaahaa 123].

Allah ber-Firman dalam Surah Hud 17:

“Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar dari Tuhan-mu, tetapi kebanyakan Manusia tidak ber-Iman”.

•| WAJIB HUKUMNYA BER-IMAN KEPADA AL-QURAN: “Pelajaran & Peringatan-Nya”.

“Al-Quran itu adalah Peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil Pelajaran”. [Al-Muddatstsir 54-].

“Al-Quran itu benar-benar suatu Pelajaran bagi orang-orang yang BER-TAQWA”. [Al-Haaqqah 48].

Dalam Surah Al-Qalam, Allah mengulang Firman-Nya hingga 4 (empat) kali:

“Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk Pelajaran, maka adakah orang yang mengambil Pelajaran?”. [Al-Qamar 17, 22, 32, 40].

Al-Quran juga menjelaskan bila tidak ber-Iman pada Al-Quran.

“Barangsiapa berpaling dari Al-Quran, maka sesungguhnya ia akan memikul Doa yang besar di Hari Kiamat”. [Thaahaa 100].

“Barang siapa yang berpaling dari Pengajaran Al-Quran, Kami adakan baginya Setan yang menyesatkan”. [Az Zukhruf 36].

Dalam Surah Al-Mursalaat, Firman-Nya diulangi hingga 10 (sepuluh) kali:

“Kecelakaan yang besarlah pada Hari itu bagi orang-orang yang mendustakan”. [Al-Mursalaat 15, 19, 24, 28, 34, 37, 40, 45, 47, 49].

Kemudian Allah ber-Firman:

“Maka kepada Perkataan apakah selain Al-Quran ini mereka akan ber-Iman?”. [Al-Mursalaat 50].

Semoga Hikmah Ramadhan tahun ini menjadikan kita sebagai insan yang BER-TAQWA, yakni Taat & Patuh dalam menjalankan semua Aturan-Nya yang termaktub dalam Al-Quran. Aamiin.

Eid Mubarak 1 Syawal 1434-H. Taqabbal Allahu minna wa minkum. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

MEMAAFKAN ITU AMALAN MULIA.

Al-Quran mengajarkan kita untuk mampu memberi maaf atas kesalahan [kekhilafan] orang lain sebagai sebuah Amal kebajikan yang Mulia, dan mengembalikan segala Urusan kepada-Nya.

“Hanya kepada Allah dikembalikan semua Urusan”. [Al-Hajj 76].

Rasulullah ber-Sabda: “Tidaklah seorang itu suka memaafkan melainkan ia akan semakin Mulia”.

Allah ber-Firman:

“Orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang DIUTAMAKAN”. [Asy-Syura 43].

“Hendaklah mereka Memaafkan dan berlapang dada, apakah kamu tidak ingin ALLAH MENGAMPUNIMU?”. [An-Nuur 22].

|¤| “MEMAAFKAN MERUPAKAN SEBUAH AMAL KEBAJIKAN” yang sangat dianjurkan karena:

• Akan terlepas dari Masalah yang seharusnya tidak perlu berada dalam dalam pikiran.

• Akan memberi Keuntungan karena satu Masalah yang membebani diri telah berhasil disingkirkan.

• Akan terbebas dari Emosi Negatif
• Akan terjaga keseimbangan Emosional bahkan Kesehatan Jasmani.

• Akan membuat Hidup terasa lebih Indah serta membuat Jiwa menjadi lebih Tenteram.

Allah ber-Firman:

|¤| “MEMAAFKAN MEMANG SANGAT TIDAK MUDAH”, namun merupakan Amalan yang sangat disukai-Nya.

“Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang, ALLAH SANGAT MENYUKAI orang-orang yang berbuat kebajikan”. [Ali-Imran 134].

“Barangsiapa yang Memaafkan dan berbuat baik, maka PAHALANYA ATAS TANGGUNGAN ALLAH”. [Asy-Syura 40].

|¤| “MEMAAFKAN ERAT HUBUNGANNYA DENGAN SEBUAH KESABARAN”, seberapa jauh seseorang dapat mengekang Nafsu disaat memuncaknya Amarah.

Allah ber-Firman:

“Sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan PAHALA YANG LEBIH BAIK dari apa yang telah mereka kerjakan”. [An-Nahl 96].

Semoga Hikmah Ramadhan akan dapat membuat kita untuk mampu memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus & ikhlas. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

 

Advertisements

0 Responses to “Tauhid : Renungan Tahajud, Ramadhan 1434 H”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,150,513 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: