06
Jul
13

Kearifan Lokal : Bonokeling Sambut Ramadan

Sambut Ramadan, pengikut Bonokeling jalan kaki puluhan kilometer

MERDEKA.COM. Ratusan pengikut Bonokeling yang berasal dari wilayah Banyumas dan Cilacap, berjalan kaki puluhan kilometer menyambut bulan Ramadan. Mereka berjalan kaki menuju makam Bonokeling di Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas.

Salah satu pengikut Bonokeling, Warga (45) mengatakan kegiatan ini sebagai bagian menjaga tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh leluhurnya. Dia sendiri berjalan kaki sekitar 30 kilometer dari Desa Tambakreja, Cilacap Selatan Jawa Tengah. “Kami memulai perjalanan sekitar pukul setengah empat pagi,” katanya, Kamis (4/7).

Ia berjalan kaki bersama 250 warga Desa Tambakreja lainnya. Selain dari Desa Tambakreja, juga bergabung ratusan pengikut lainnya dari Desa Adiraja, Kalikudi Kecamatan Adipala dan beberapa desa di pesisir Cilacap. Dalam perjalan itu, mereka membawa pikulan berisi hasil bumi yang akan dimasak bersama untuk acara selamatan yang digelar di area pemakaman Bonokeling.

“Ada yang bawa beras, sayuran, kelapa, hasil ternak dan berbagai bumbu dapur. Semuanya dimasukkan ke dalam brokoh yang ditaruh di pikulan,” ujarnya.

Juru bicara adat Desa Pekuncen, Jatilawang, Sumitro mengatakan tradisi ini sudah dijalankan turun temurun dari generasi terdahulu yang menjadi pengikut Bonokeling. “Ritual ini dilakukan setiap hari Jumat terakhir di Bulan Sadran. Selain selamatan, juga ada bersih kubur makam Bonokeling yang setiap tahunnya diikuti ribuan pengikutnya,” jelasnya.

Ritual yang biasa disebut `unggahan` tersebut dilakukan di Bale Agung, kompleks makam Bonokeling. Sesampainya di kompleks makam Bonokeling, para pengikut Bonokeling yang termasuk dalam aliran Kejawen ini akan menggelar acara “muji”. “Muji ini seperti semacam zikir untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Sumitro.

Lebih jauh, Sumitro menjelaskan, tradisi “unggahan” ini awalnya digelar setiap menjelang musim tanam pada bulan Ruwah. Namun setelah masuknya ajaran agama Islam, kegiatan ini lebih dikenal sebagai “sadranan” karena digelar setiap menjelang bulan Pasa atau Ramadan di kompleks makam Bonokeling.

Bonokeling di kalangan pengikutnya adalah sosok tokoh yang berasal dari Kadipaten Pasir Luhur yang berada di bawah Kerajaan Padjajaran atau Galuh-Kawali. Namun, tidak semua orang tahu asal muasal Bonokeling.

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

Wamenag : 1 Ramadan 9 Juli agak berbeda di ajaran dunia Islam

MERDEKA.COM. Muhammadiyah telah menyatakan bahwa 1 Ramadan tahun ini bertepatan dengan hari Selasa 9 Juli 2013. Sedangkan versi pemerintah, awal puasa sendiri diprediksi akan jatuh pada Rabu 10 Juli 2013.

Menurut Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, kemungkinan pemerintah akan menetapkan 1 Ramadan pada Rabu 10 Juli.

“Ramadan akan distigmalkan Sabat itu 30 hari. Bisa diprediksi Ramadan nanti jatuh pada tanggal 10 Juli,” kata Nasaruddin Umar, Jumat (5/7).

Namun, masih ada mazhab lain yang dipakai di dalam negeri. Seperti ajaran Muhammadiyah yang akan berpuasa pada tanggal 9 Juli.

“Mereka biasa jika di atas ubud sudah 0,001 derajat saja sudah bisa berpuasa, ini agak berbeda dengan ajaran dunia Islam,” ujarnya.

Dia menjelaskan sistem yang dipakai oleh pemerintah sudah sesuai dengan Alquran dan Hadist. Namun Nasaruddin tetap menghormati segala perbedaan yang ada.

“Tradisi ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Perbedaan ini adalah hal biasa,” tutupnya.

Sumber: Merdeka.com

Advertisements

0 Responses to “Kearifan Lokal : Bonokeling Sambut Ramadan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,310,110 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: