03
Jul
13

Kemanusiaan : Anak Wajib Kunjungi Orangtua

China: Anak Wajib Kunjungi Orangtua

Dina Damayanti | Selasa, 02 Juli 2013 – 16:43:08 WIB


(Foto:dok/cnn.com)
Ada seorang petani yang menaruh ibunya yang berusia 100 tahun di sebuah kandang babi.

HONG KONG – Lola Wang, pegawai pemasaran berusia 28 tahun di Shanghai, melalui perjalanan selama enam jam untuk mengunjungi orangtuanya di Shangdong dua kali setahun. Sekali saat Tahun Baru China dan sekali lagi saat libur Hari Nasional bulan Oktober.

“Saya merasa seperti saya harus lebih sering mengunjungi orang tua saya tapi memiliki pekerjaan di industri keuangan membuat saya harus bekerja dengan jam kerja panjang dan mengorbankan beberapa waktu pribadi saya untuk bekerja,” kata Wang, yang merupakan anak tunggal, kepada CNN.

Dilema yang dialami Wang ini juga dihadapi oleh banyak anak muda China lainnya, di mana kebijakan satu anak dan reformasi ekonomi yang berjalan selama 30 tahun mempercepat terkikisnya nilai-nilai keluarga tradisional.

Hal ini juga menjadi kekhawatiran para pemimpin baru China di tengah perjuangan mereka untuk membiayai orang lanjut usia (lansia) yang jumlahnya terus bertambah.

UU Baru
Pekan ini mulai berlaku Undang-Undang (UU) baru yang mewajibkan anak-anak dari orangtua yang berusia lebih dari 60 tahun untuk “sering” mengunjungi orang tua mereka dan memastikan bahwa kebutuhan keuangan dan rohani mereka terpenuhi.

“Orang-orang menuding anak muda tidak cukup sering mengunjungi orangtua mereka,” sahut Wang, sambil menambahkan bahwa ia setuju dengan tujuan UU ini.

“Sejujurnya, beberapa di antara mereka menggunakan karir mereka dan jam kerja yang panjang sebagai alasan. Masalah yang saya hadapi adalah bahwa saya peduli dengan orang tua saya, tapi saya hanya punya sedikit waktu libur dan orang tua saya tinggal sangat jauh.”

Menurut Xinhua, akhir tahun 2011 lalu China memiliki sekitar 185 juta orang berusia di atas 60 tahun. Angka ini diprediksi meningkat menjadi 221 juta tahun 2015, dan tahun 2050 sepertiga populasi China akan dikategorikan sebagai lansia.

Ditelantarkan
UU Perlindungan Hak dan Kepentingan Lansia diubah oleh lembaga legislatif China bulan Desember setelah adanya serangkaian laporan tentang orang tua berusia lanjut yang ditelantarkan oleh anak-anak mereka.

Salah satu kasus yang sangat mengerikan terjadi di provinsi Jiangsu, di mana sebuah stasiun televisi lokal melaporkan bahwa ada seorang petani yang menaruh ibunya yang berusia 100 tahun di sebuah kandang babi.

Chen Shoutian mengatakan kepada stasiun TV tersebut bahwa ibunya merasa senang tinggal di sana. “Ibu ingin tinggal di sana karena menurut Ibu tempat itu nyaman,” katanya.

Sistem pensiun dan kesejahteraan sosial yang apa adanya, terutama di daerah pedesaan, berarti bahwa para lansia biasanya tergantung pada anak-anak mereka untuk membiayai kehidupan sehari-hari.

Lebih dari seperlima lansia hidup di bawah garis kemiskinan, seperti terungkap dari survei yang dilakukan oleh Sekolah Pembangunan Nasional di Universitas Peking.

Perubahan Nilai
Meski hormat kepada orang yang lebih tua masih tertanam kuat dalam masyarakat China, nilai-nilai tradisional seperti berbakti pada orangtua sudah mulai melemah berkat tuntutan untuk hidup modern.

“Sistem dukungan keluarga tradisional sudah mulai terkikis dengan berbagai alasan dan saya pikir pemerintah ingin memperlambat proses ini,” kata Albert Park, direktur Emerging Markets Institute di Hong Kong University of Science and Technology.

UU ini menetapkan bahwa anak-anak tidak bisa menyerahkan hak waris mereka sebagai upaya untuk menghindari kewajiban mereka untuk merawat orang tua mereka. UU juga mengatur bahwa anak-anak harus memberikan tunjangan bulanan kepada orangtua mereka jika menolak untuk mengurus orangtua mereka.

UU juga memungkinkan orangtua untuk menuntut anak-anak mereka, tetapi tidak spesifik menentukan proses atau hukuman apa yang mungkin mereka jatuhkan.

UU ini juga terbukti sulit untuk ditegakkan, kata Ding Yiyuan dari Kantor Pengacara Beijing Yingke. Kepada surat kabar Guangzhou Daily ia mengatakan bahwa UU itu gagal untuk memenuhi persyaratan kata “sering.” Dia menambahkan bahwa beberapa orangtua cenderung menuntut anak-anak mereka sendiri.

Kontroversi
Pengantar UU yang baru ini menimbulkan kontroversi. Ada yang mengatakan UU ini memberikan terlalu banyak tekanan pada mereka yang pindah jauh dari rumah untuk bekerja, belajar atau alasan lainnya.

Cheng Zhegang (50) yang anak satu-satunya sedang menimba ilmu untuk meraih gelar master di Amerika Serikat, mengatakan UU tersebut “mendistorsi hubungan orang tua-anak.”

Ia berharap putrinya akan pindah ke kota besar seperti Shanghai atau Beijing untuk mencari pekerjaan setelah diwisuda nanti dan tidak kembali ke kota kecil tempat ia dibesarkan.

“Saya tidak ingin anak saya memiliki beban baik secara fisik maupun rohani,” katanya kepada CNN.

“Bagi saya, karir putri saya adalah hal yang terpenting. Sebagai orangtua dari anak tunggal, saya telah menghabiskan begitu banyak waktu dan uang untuk pendidikan anak saya dan sekarang saya ingin dia menjadi sukses.”

Sumber : CNN
Advertisements

0 Responses to “Kemanusiaan : Anak Wajib Kunjungi Orangtua”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,874 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: