03
Jul
13

Kehutanan : Kebakaran Hutan Tanaman Industri

Perusahaan Asing Diduga Penyebab Kebakaran Hutan

Sulung Prasetyo | Sabtu, 22 Juni 2013 – 12:02:26 WIB

:

(dok/antara)
Kebanyakan titik api terjadi di wilayah konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI)dan perkebunan.

 

JAKARTA – Kebakaran hutan yang sedang terjadi diduga disengaja. Menurut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini dipengaruhi unsur kesengajaan dari pelaku usaha perkebunan besar.

“Itu kelihatannya (perusahaan-red) luar juga,” kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (21/6) malam, ketika ditanya mengenai kabar adanya keterlibatan perusahaan asing sebagai penyebab kebakaran di lahan tersebut.

Ia mengatakan, penyelidikan sedang terus dilakukan dan untuk sementara laporan dari petugas Kementerian Lingkungan Hidup di lapangan mengindikasikan keterlibatan delapan perusahaan. Namun, dia menolak menyebutkan lebih jauh nama dan asal perusahaan-perusahaan dimaksud. “Nanti kita lihat,” ujarnya singkat.

Pengampanye Hutan dan Perkebunan Skala Besar Walhi Nasional Zenzi Suhadi mengatakan, ketegasan pemerintah terhadap pelaku pembakaran diperlukan, untuk menutupi celah yang bisa memperparah kerusakan lingkungan tersebut.

“Kebakaran rutin hutan satu dekade ini tidak saja dikarenakan perubahan mata rantai ekologis, tetapi juga dipengaruhi unsur kesengajaan pelaku usaha perkebunan skala besar,” katanya.

Menurutnya, unsur kesengajaan terjadi dalam kegiatan pembukaan lahan. Para pelaku usaha industri pulp and paper lalai menjalankan tata kelola produksi dan lingkungan.

Pendapat tersebut dikuatkan dengan data yang didapatkan Walhi Riau. Sekitar 300 titik api yang terjadi di Riau tahun ini, kebanyakan terjadi di wilayah konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) dan wilayah perkebunan.

Rico Kurniawan, Direktur Eksekutif Walhi Riau menjelaskan, bukti itu menunjukan proses pengeluaran izin tidak berdasarkan kajian memadai. “Kalaupun mempunyai kajian lingkungan, penerapan kaidah lingkungan dalam praktik industri HTI dan perkebunan masih jauh dari sikap bertanggung jawab,” katanya.

Direktur Walhi Jambi, Musri Nauli menambahkan, kebakaran hutan di luar konsesi, kemungkinan merupakan modus operandi pihak tertentu yang menginginkan lahan menjadi kritis. “Dengan cara itu, proses mendapatkan izin pelepasan kawasan hutan atau konsesi menjadi lebih cepat,” katanya.

Bisa Terlacak

Deputi III Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Arif Yuwono menegaskan, penyebab kebakaran kawasan lahan atau hutan dapat diketahui, sehingga unsur kesengajaan pun bisa terlacak.

“Api menjalar ke mana akan ketahuan. Jadi, akan kelihatan dibakar atau terbakar,” katanya saat melakukan peninjauan kebakaran di beberapa lokasi kebakaran lahan di Bengkalis, Pekanbaru, Riau, Sabtu (22/6).

Dua hal yang akan terlihat dari sisa kebakaran lahan dan hutan, yakni unsur kesengajaan atau kelalaian. “Tugas penyelidik (penyidik pejabat negeri sipil/PPNS) KLH yang akan mencari tahu. Jadi, akan terlihat terbakar atau dibakar,” tegasnya.

Untuk mengatasi persoalan kebakaran, pemerintah akan membuat hujan buatan. Pemerintah pusat telah mengirimkan tujuh pesawat ke Riau untuk memadamkan kebakaran hutan. Pesawat itu antara lain, empat Pesawat CASA dari BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), dua pesawat CASA dan satu Hercules milik TNI.

“Jumat (21/6) pagi satu pesawat CASA 212-200 milik BPPT dari Banjarmasin dan pesawat CASA TNI AU dari Halim sudah ke Pekanbaru, membawa 1 ton garam untuk membuat hujan buatan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Jumat (21/6).

Dia menjelaskan, guna melakukan rekayasa cuaca, satu pesawat CASA dapat diterbangkan satu hingga dua kali sehari dengan membawa 1 ton garam. Satu pesawat Hercules dapat diterbangkan dua hingga tiga kali sehari dan dapat menampung 8 ton garam.

Namun, tidak semua pesawat bisa langsung dikerahkan untuk membuat hujan buatan, karena tidak semua pesawat tersebut didesain untuk operasi rekayasa cuaca. Pesawat yang bukan dari BPPT masih harus dimodifikasi terlebih dahulu. (Saiful Rizal/Ant)

Sumber : Sinar Harapan
Advertisements

0 Responses to “Kehutanan : Kebakaran Hutan Tanaman Industri”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,306,039 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: