03
Jul
13

Jagat Maya : Genderang Perang Ditabuh

http://strategi-militer.blogspot.com/2013/06/tanda-tanda-genderang-perang-di-jagat.html

Jumat, 21 Juni 2013

Tanda-Tanda Genderang Perang di Jagat Maya

Setiap hari berjuta-juta serangan cyber masuk ke infrastruktur intenet
Indonesia. Apakah itu pertanda genderang perang di dunia maya telah
ditabuh? Lantas, bagaimana sistem pertahanan cyber itu dirancang?

Genderang Perang di Jagat Maya

Presiden AS, Barack Obama, dan Presiden Cina, Xi Jinping, tampak akrab
bercengkerama perihal keamanan cyber (cyber security) di Sunnyland,
California, AS, akhir pekan lalu. Pertemuan informal dua pemimpin negara
berpengaruh di dunia itu bermaksud merampungkan masalah keamanan cyber yang
ditengarai menjadi kunci hubungan Amerika dan China pada masa mendatang.

Obama dan XI membahas keamanan cyber yang mencakup konsep perlindungan hak
cipta (paten), menjaga rahasia bisnis maupun militer, serta mempertahankan
infrastruktur Internet guna mencegah suatu sabotase yang berpotensi
melumpuhkan suatu organisasi.

Seperti dilaporkan Washington Post, bulan lalu, peretas China dicurigai
mengakses bagian dari desain senjata utama AS, termasuk sistem pesawat
tempur maupun helikokter. Rupanya pemberitaan kemanan cyber ini mendapat
tanggapan pemerintah AS cukup serius.

“Jika ini tidak ditangani, bila pencurian properti milik AS terus belanjut,
hal itu akan mempersulit hubungan ekonomi dan menghambat hubungan kedua
negara yang sangat potensial,” kata Penasihat Keamanan Nasional AS, Tom
Donilon, mengutip pernyataan Obama kepada Xi.

Xi menanggapi pernyataan tersebut dengan menentang segala bentuk kejahatan
cyber, tapi dia tidak bertanggung jawab atas serangan terhadap AS. Menurut
Xi, kemajuan teknologi yang begitu pesat bak “pedang bermata dua”. China
pun menjadi korban dari kejahatan cyber.

“Keamanan cyber seharusnya tidak menjadi akar penyebab saling curiga dan
friksi antara kedua negara. Melainkan harus menjadi titik terang baru dalam
kerja sama kami,” kata Penasihat Senior Kebijakan Luar Negeri Xi, Yang
Jiechi, seperti dikutip AP.

Menangkal Serangan
Pasca pertemuan Obama dan Xi, keamanan cyber juga menjadi salah satu topik
hangat profesional teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam diskusi
panel ASEAN Chief Information Officer (CIO) Forum 2013, di Jakarta, Senin
(10/6).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan
Informasi (Kominfo), Ashwin Sasongko, mengatakan Indonesia melalui
International Telecommunication Union (ITU) mengusulkan Global Convention
on Cyber Security, yaitu kesepahaman bersama terkait keamanan cyber
antarnegara.

“Kesepahaman antarnegara menjadi penting supaya tidak terjadi ketegangan.
Ini menjadi penting karena aturan di setiap negara bisa berbeda-beda antara
satu dengan lainnya,” tandas Ashwin.

Untuk menangkal serangan cyber dari luar, lanjut Ashwin, Indonesia memunyai
lembaga Indonesia Security Incident Response Team on Internet
Infrastructure (ID-SIRTII). “ID-SIRTII setiap hari memantau berjuta-juta
serangan cyber yang masuk ke infrastruktur kita dari berbagai negara”.

Wakil Ketua ID-SIRTII, Muhammad Salahuddien, memaparkan serangan cyber bisa
melalui berbagai celah sebuah sistem operasi maupun aplikasi. Padahal, satu
sistem operasi itu setidaknya ada aplikasi. “Serangan tersebut bisa berupa
malware (program jahat) maupun lainnya,” kata pria yang akrab disapa
Salahuddien tersebut.

Serangan tersebut akan sangat berbahaya, lanjut Salahuddien, jika menyasar
ke core internet services, yang terdiri atas routing atau IP system, DNS
system, dan data center. “Core internet services menjadi base line
informasi data di atasnya.”

Apabila informasi data itu dianggap penting atau rahasia bagi suatu
organisasi maka celakalah mereka karena data bisa disalahgunakan oleh
peretas. Tak pelak, serangan cyber itu juga berpotensi mengadu domba suatu
negara.

Salahuddien menceritakan Indonesia seolah-olah pernah diserang oleh peretas
dari China serta Malaysia, tapi sebenarnya yang menyerang adalah peretas
dari Myanmar. Beberapa waktu lalu ID-SIRTII juga menerima laporan 20
halaman kertas A4 bolak-balik dari Kedutaan Besar Amerika tentang serangan
cyber dari Indonesia.

“Laporan itu berisi IP dari Indonesia menyerang secara terstruktur ke
Amerika,” kata Salahuddien. Runyamnya, lanjutnya, sebagian besar
menggunakan go.id (domain/URL khusus lembaga Indonesia).

Karenanya, situs-situs lembaga Indonesia harus mendapatkan pengamanan
khusus agar tidak disalagunakan oleh peretas. “Situs-situs pemerintah ini
biasanya kurang terawat sehingga rentan diserang.”

Situs-situs yang kurang terawat ini bisa menjadi sasaran empuk para
peretas. Bahkan, situs itu bisa menjadi pemicu malapetaka bagi pemiliknya,
apalagi situs penting bagi negara.

Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza, menceritakan sebuah negara bisa
diserang dan dilumpuhkan, seperti kasus Estonia, Kamis 10 Mei 2007. Saat
itu, serangan cyber melumpuhkan jaringan keuangan. Pangkalnya, serangan
menyasar ke bank terbesar Estonia, Hansabank.

“Untuk mengantisipasi kasus serupa, Indonesia perlu strategi nasional untuk
keamanan cyber. Pasalnya, keamanan cyber itu tidak bisa hanya dilakukan
oleh satu institusi, melainkan perlu kolaborasi antar stakeholder, semisal
Kominfo, Kepolisian, dan lainnya,” kata Hammam.

Kerentanan Sistem

Ashwin mengatakan, sejauh ini, Pemerintah Indonesia memunyai beberapa
pendekatan khusus terkait keamanan cyber, di antaranya regulasi, lembaga,
dan teknologi. Indonesia memunyai regulasi dalam bentuk undang-undang
maupun peraturan pemerintah terkait keamanan cyber. Regulasi itu berisi
aturan pemanfaatan Internet.

Adapun manifestasi dari pendekatan lembaga, lanjut Ashwin, selain
ID-SIRTII, Kepolisian memunyai Unit Cyber Crime dan Kominfo membentuk
Direktorat Keamanan Informasi. Sedangkan mengenai pendekatan teknologi,
telah terbit SNI 27001, yaitu manajemen keamanan informasi yang dikeluarkan
Badan Standardisasi Nasional (BSN).

“Peralatan komunikasi yang masuk Indonesia harus melewati sertifikasi. Jadi
organisasi yang memperhatikan SNI 27001 otomatis sistem keamanannya sudah
bagus,” kata Ashwin.

Walaupun telah terbit SNI 27001, menurut Hammam, tidak ada jaminan suatu
data informasi akan aman. Pasalnya, sistem keamanan itu tidak dimaknai
sebagai suatu target, melainkan sebuah proses.

“Bukan berarti ketika kita mengunci pintu dengan sebuah gembok maka 100
persen aman karena ada orang jahat yang berusaha mencari celah untuk
membuka gembok itu,” jelas Hammam melalui suatu perumpamaan.

Prinsip keamanan itu, tambah Hammam, adalah seluruh rantai dari sistem
informasi. Dari sebuah rangkaian rantai ada mata rantai yang lemah. Maka,
di situlah orang yang tidak bertanggung jawab akan memutuskan rantai
tersebut.

Keamanan cyber merupakan keniscayaan dalam dunia maya. Oleh karena itu,
kata Hammam, suatu informasi perlu keamanan khusus karena menyangkut
kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. “Keamanan cyber merupakan cara
bagaimana kita mengamankan informasi tersebut sehingga harus lebih
waspada,” tandas Hammam. agung wredho. (Koran Jakarta)

Advertisements

0 Responses to “Jagat Maya : Genderang Perang Ditabuh”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,193,028 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: