28
Jun
13

Politik : Rakyat Sudah Tidak Percaya Pemerintah

Adhie Massardi: Rakyat Sudah Tidak Percaya Pemerintah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menyatakan, penolakan rakyat Indonesia terkait kenaikan harga BBM, disebabkan rakyat sudah tidak percaya pemerintah.

“Adanya reaksi keras dari masyarakat menolak kenaikan harga BBM, karena masyarakat tidak percaya kepada pemerintah. Kalau masyarakat percaya kepada pemerintah akan alasan kenaikan harga BBM, pasti masyarakat akan mengamininya,” kata Adhie di Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Bekas Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid menuturkan, alasan jebolnya APBN yang selama ini diutarakan pemerintah, pun tidak terbukti. Menurutnya, banyak analis ekonomi yang menampik subsidi BBM mengakibatkan jebolnya APBN.

“Alasan APBN jebol tidak terbukti, karena sudah ditampik oleh analis ekonomi,” ujarnya.

Adhie memaparkan, APBN jebol karena adanya perampokan. Dana APBN, lanjutnya, untuk membiayai orang-orang yang super kaya yang punya tunggakan dalam kasus BLBI.

“Pemerintah harus bersikap jujur mengenai alasan menarik subsidi BBM,” tegasnya. (*)

Baca Juga:

Berita Lainnya

Harga Premium Rp 4.500, Pemerintah Sebenarnya Tidak Mensubsidi BBM

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie menyatakan, pemerintah tidak mensubsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium untuk masyarakat yang harganya Rp 4.500. Menurutnya, dengan harga BBM Rp 4.500 pemerintah justru mendapat kelebihan uang.

“Istilah subsidi sudah berhasil dicecoki pemerintah ke otak kita semua oleh para elite. Kalau kita beli premiun dengan harga Rp 4.500 apakah itu disubsidi? Tidak. Justru pemerintah kelebihan uang dari penjualan harga BBM Rp 4.500,” kata Kwik Kian Gie dalam dalam dialog publik ‘Subsidi BBM dan Kejahatan Konstitusi’ di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (28/6/2013).

Kwik Kian Gie menjelaskan, Indonesia memiliki kelebihan sumber daya alam yang melimpah. Pertamina dalam mendapatkan minyak mentah di Indonesia untuk dijadikan bensin tidak harus membeli, karena telah tersedia di Tanah Air.

“Yang dibutuhkan hanya biaya penyedotannya saja,” kata Kwik Kian Gie.

Lebih lanjut Kwik Kian Gie mengatakan, Pertamina dalam membuat bensin hanya menyediakan alat untuk mengeluarkan minyak mentah dari dalam perut bumi yang akan dijadikan bensin. Dari penyedotan sampai pendistribusian pun hanya membutuhkan dana yang tidak besar.

“Itu hanya membutuhkan 10 dolar AS per barrel. Untuk satu liter produksinya kira-kira hanya membutuhkan dana Rp 630. Dengan harga jual Rp 4.500, pemerintah masih memiliki kelebihan Rp 3.870,” ujar Kwik Kian Gie.

Maka, menurut Kwik selama ini pemerintah mengatakan telah mensubsidi premium adalah hasil brainwash yang telah dilakukan. Selama ini pemerintah seolah-olah mensubsidi BBM, padahal tidak bila dilihat dari proses pengadaan bensin yang berasal dari minyak mentah yang berlimpah di Indonesia.

“Rakyat Indonesia di brainwash seolah-olah pemerintah mensubsidi BBM,” ujarnya.

Baca Juga:


0 Responses to “Politik : Rakyat Sudah Tidak Percaya Pemerintah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,225,110 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: