17
Jun
13

MiGas : Penolakan RAPBN-P Kenaikan BBM

Gerindra Berubah Sikap: Tolak Kenaikan BBM dan RAPBN-P

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA– Gerindra berubah sikap. Melalui Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon, Fraksi Partai Gerindra menolak pengesahan RAPBN-P 2013 yang di dalamnya mengatur kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Alasannya, kenaikan harga BBM tak menurunkan alokasi subsidi BBM dalam RAPBN-P seperti yang seharusnya. Anggaran dana penurunan subsidi juga tak digunakan untuk kepentingan infrastruktur dan transporasi murah rakyat.

Menurut Fadli Zon, syarat inilah yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto. “Prabowo bisa memahami subsidi BBM membebani APBN, namun skema RAPBN-P 2013 tak mengubah beban itu. Subsidi BBM malah bertambah. Tak ada jaminan kompensasi kembali ke rakyat dalam wujud transportasi murah dan infrastruktur,” tegas Fadli Zon kepada Tribunnews.com, Senin (17/6/2013).

Lanjut dia, Partai Gerindra memahami bahwa subsidi seharusnya jangan salah arah. Subsidi harus diterima rakyat yang membutuhkan. Dana subsidi bisa dialihkan untuk infrastruktur, pertanian, kesehatan atau pendidikan.

Namun, anehnya, harga BBM naik namun alokasi anggaran untuk subsidi BBM justru meningkat. Mengapa?

“Kebijakan kenaikan harga BBM memang hak pemerintah, tapi jelas menambah kesengsaraan rakyat. Harga-harga kebutuhan pokok meroket, apalagi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.”

“Inilah anomali logika yang mencolok. Pertama, rencana harga premium naik Rp 2.000 dan solar Rp. 1.000, tetapi subsidi BBM juga naik dari Rp. 194 trilyun menjadi Rp. 210 trilyun. Harusnya, ketika harga BBM naik alokasi subsidi BBM turun,” jelasnya.

Selain itu, dalam RAPBN-P pendapatan negara turun dan alokasi belanja naik. Akibatnya terjadi defisit keseimbangan primer dan defisit total yang melebar dan memaksa menambah utang. Sementara pendapatan pajak turun Rp 53,6 trilyun, sedangkan belanja naik Rp 39 trilyun, dan belanja lain-lain naik Rp 53,6 trilyun. Akibatnya defisit melebar dari Rp 153,3 trilyun menjadi Rp 233,5 trilyun.

“Karena itu, dalam sidang paripurna malam ini, Partai Gerindra tak setuju dengan pengesahan RAPBN-P 2013,” cetusnya.

Baca Juga:

Berita Lainnya

Adhie Massardi tuding SBY bohong soal alokasi subsidi BBM

MERDEKA.COM. Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar Minyak (BBM) terus mendapat protes dari berbagai kalangan. Kali ini protes datang dari aktivis Adhie Massardi.

Ia menilai, alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah bohong belaka. Sebab, hal yang sama juga terjadi pada tahun 2009, tetapi kompensasi untuk memperbaiki infrastruktur, kesehatan dan pendidikan hanya bohong.

“Ini hanya legitimasi tanpa moral, perlawanan kami perlawanan mahasiswa melawan resim SBY yang liberal, karena tahun 2009 juga sama, katanya untuk perbaikan infrastruktur tetap saja semua sama infrastruktur stagnan,” ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi di Penus Cafe Jakarta, Minggu (16/6).

Menurutnya, pemerintahan telah kehilangan legitimasi moral dari bangsanya. Ia menuding, dari kenaikan harga BBM telah menguntungkan Partai Demokrat pada Pemilu 2014.

“Menyelamatkan APBN itu bohong, kalau menyelamatkan APBN kan 100 persen untuk membayar utang konglomerat. SBY itu buaya, SBY itu biawak,” katanya.

Rencananya, ia akan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa. “Saya ikut turun besok, paling cuma ngontrol saja. Nanti dipusatkan di Istana dan DPR, itu dulu saja,” tegasnya.

Dalam aksi nanti, ia meminta agar SBY tidak menaikkan harga BBM. “Ya minta turunkan harga BBM dan turunkan SBY, kalau tetap ngotot menaikkan harga BBM,” ucapnya.

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

PKS Pertahankan Sikap Tolak Kenaikan Harga BBM

Senin, 17 Juni 2013 19:50 WIB
PKS Pertahankan Sikap Tolak Kenaikan Harga BBM

ist
Logo PKS

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mempertahankan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Demikian disampaikan Wasekjen PKS Fahri Hamzah disela-sela lobi fraksi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2013). “PKS opsinya bagaimana agar BBM tidak naik. Kami tidak setuju kalau opsi itu hilang apa yang mau divoting,” ujar Fahri.

Fahri mengatakan dalam lobi fraksi tersebut masih terdapat pihak yang bertahan dengan opsi menaikan, menerima atau menolak APBNP 2013.

“Kalau menerima atau menolak itu nasib kenaikan BBM itu hilang. Kalau tolak APBNP balik ke 2013 ada peluang pemerintah untuk menaikkan BBM,” katanya.

Anggota Komisi III itu mengatakan pihaknya tidak ingin ada celah bagi pemerintah menaikkan harga BBM. “Kalau gagal, berkelahi di paripurna,” tuturnya.

Fahri mengatakan keputusan tersebut harus diselesaikan pada malam ini. Jika lobi-lobi pimpinan fraksi yang akan dilakukan lagi gagal, maka akan diputuskan di Sidang Paripurna. “Kalau kami tidak punya opsi,” kata Fahri.

Terkait    #BBM bersubsidi

0 Responses to “MiGas : Penolakan RAPBN-P Kenaikan BBM”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,148,335 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: