30
May
13

Tatakota : Kawasan Segitiga Emas Surakarta

Surakarta Bikin Kawasan Segitiga Emas

TEMPO.CO, Surakarta – Pemerintah Surakarta tengah membangun kawasan terpadu untuk bisnis di Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Kawasan tersebut membentang antara Monumen 45, Pura Mangkunegaran, dan Stasiun Solo Balapan di Kecamatan Banjarsari. Kawasan terpadu ini disebut kawasan segitiga emas.

»Kawasan segitiga emas ini potensial untuk pengembangan ekonomi dan budaya,” kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo seusai membuka seminar bisnis inklusif, Kamis, 30 Mei 2013.

Dia menjelaskan, kawasan terpadu tersebut tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga ruang publik. »Kami memilih membuat kawasan segitiga emas di Banjarsari karena banyak ruang publik yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, banyak terdapat usaha jasa perdagangan,” ujarnya. Menurut Achmad, ciri khas Surakarta sebagai kota budaya tidak boleh ditinggalkan meski kini kota itu tengah merancang kawasan bisnis.

Sebagai pendukung ekonomi, saat ini tengah dibangun pasar elpabes (elektronik, pakaian, dan besi) dengan anggaran Rp 8,9 miliar. Pasar tiga lantai tersebut ditargetkan selesai pada 2014 dan mampu menampung 160 pedagang. Dalam waktu dekat akan ditata Kali Pepe sebagai tempat wisata air. »Setelah semua penataan selesai, baru bisa dibilang kawasan terpadu,” katanya.

Dia mengaku hanya sebatas menyiapkan rancangan kawasan dan membangun fasilitas dasar seperti pasar dan ruang publik. Selanjutnya dia mempersilahkan investor untuk meramaikan kawasan segitiga emas di Banjarsari.

Pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta Lukman Hakim menilai segitiga emas yang di dalamnya mencakup kawasan bisnis bisa diwujudkan di Surakarta. Namun, dia meminta tidak meniru segitiga bisnis di kota besar. »Jangan diisi dengan bangunan kantor bertingkat. Itu tidak sesuai dengan karakter Solo,” katanya.

Dia menyarankan segitiga emas dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis jasa dan perdagangan yang selama ini menggerakkan ekonomi Surakarta. Misalnya, membuat pasar tradisional yang nyaman dan membentuk pusat-pusat perdagangan yang selama ini menyebar. »Jadi, masyarakat bisa mendapatkan berbagai macam barang di kawasan segitiga emas, tapi tanpa mematikan perdagangan yang sudah ada,” ucapnya.

Purnomo mengatakan akan fokus pada pengembangan usaha mikro-kecil dan menengah di kawasan segitiga emas. Terutama dengan menggalakkan usaha kuliner. »Kami akan memfasilitasi pelaku usaha kecil dengan membangun kawasan bisnis,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

Advertisements

0 Responses to “Tatakota : Kawasan Segitiga Emas Surakarta”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,308,303 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: