24
May
13

Kebudayaan : Kuliner Nusantara di Senayan

Pesta Icip-icip Kuliner Nusantara di Senayan

 

Festival Jajanan Bango, pesta kuliner jajanan pasar dari seluruh Indonesia, kembali digelar. Perhelatan yang diprakarsai Kecap Bango sejak 2005 ini tak pernah sepi peminat. Antrean di tiap kios selalu panjang. Bila ada kios sepi, itu bukan karena tak ada peminat tapi karena makanan sudah habis.
Sate Padang Ajo Ramon. (Syanne Susita)

Harga makanan yang dijual Festival Jajanan Bango bisa dibilang terjangkau. Sekitar 50 kios makanan ini rata-rata menjual seporsi makanannya Rp15 ribu. Hanya beberapa saja, seperti sop buntut ibu Samino, yang menjual seporsinya Rp25 ribu.
Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. (Syanne Susita)
Pengunjung FJB beruntung bisa menikmati makanan “dari jauh” tanpa harus mengunjungi tempat asalnya. Menghemat ongkos dan waktu. Yang diperlukan hanya kesabaran mengantre di kios tujuan.
Sop Buntut Ibu Samino. (Syanne Susita)
Ada 10 kios yang mewakili tema festival tahun ini: Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta, Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Sate Jamur Cak Oney, Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya, Nasi Pindang Pak Ndut Semarang, Mie Aceh Sabang, Mie Koclok Mas Edy Cirebon, Oseng-oseng Mercon Bu Narti Yogyakarta, Lontong Balap Pak Gendut Surabaya, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Semuanya penuh diserbu pengunjung.
Sate Jamur Cak Oney Yogyakarta. (Syanne Susita)
Saya, yang beberapa minggu lalu sempat bertugas di Surabaya namun tidak sempat keliling merasakan kuliner lokal, langsung senang begitu melihat kios Lontong Balap Pak Gendut. Akhirnya, kesampaian juga mencoba kuliner khas Surabaya.
Pecel Pincuk Ibu Ida. (Syanne Susita)
Di luar 10 kuliner andalan festival jajanan tahun ini, makanan lain pun tak kalah nikmat. Kuliner yang baru pertama kali saya coba di situ dan menjadi favorit adalah nasi pindang burung puyuh, bandeng bakar tanpa duri dan soto kudus Kauman. Dari segi rasa, racikan bumbunya terasa pas di lidah saya. Mulai dari rasa manis (nasi pindang), gurih (bandeng bakar) sampai asam segar (soto kudus).

Sayang, antrean super panjang untuk setiap membeli makanan membuat saya gerah. Jadi, jika ingin menambah lagi, ya mendingan tidak usah. Langsung terpikir kalau waktu mengantre satu makanan favorit sebaiknya dipakai untuk mengantre makanan lain yang lebih sepi peminatnya.

Festival Jajanan Bango benar-benar memudahkan saya mencicipi beragam makanan buatan negeri sendiri.

Advertisements

0 Responses to “Kebudayaan : Kuliner Nusantara di Senayan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,147,453 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: