30
Apr
13

IndoGreenWay : Gejala Stroke Ringan

OKEHEALTH | DETAIL HEALTH UPDATE

Kenali Gejala Serangan Stroke Ringan

Niken Anggun Nurani – Okezone

Selasa, 9 April 2013 16:33 wib

detail berita

Serangan stroke (Foto: Google)
SERANGAN stroke ringan memang hanya berlangsung beberapa saat. Meski hanya menyerang dalam kurun waktu yang cukup singkat, tetapi mereka yang sudah mengalami serangan stroke ringan, cenderung memiliki risiko yang mengarah pada stroke berat di kemudian hari.Hampir 40 persen pasien yang menderita serangan stroke ringan akan mengalami stroke berat. Dalam beberapa kasus, stroke berat bisa terjadi dalam waktu dua hari usai terkena serangan stroke ringan. Stroke ringan sering hanya berlangsung beberapa menit dan memiliki gejala yang menyerupai stroke, termasuk melemahnya satu sisi tubuh atau bahkan mati rasa, demikian yang dilansir Foxnews.

Kehilangan penglihatan atau kesulitan berbicara juga bisa menjadi salah satu akibat dari serangan stroke ringan. Pada beberapa orang, stroke ringan dapat terjadi beberapa kali dan setiap serangan memiliki gejala yang berbeda, tergantung dari bagian otak yang mengalami serangan.

Gejala lain dari stroke ringan adalah sakit kepala yang tiba-tiba dan cukup parah. Ini bisa menjadi pertanda awal adanya serangan stroke ringan. Menurut American Heart Association, sakit kepala bahkan sering dianggap sebagai tanda peringatan dari serangan stroke ringan ataupun berat.

Dalam beberapa kasus serangan stroke ringan dapat menyebabkan seseorang tampak bingung sementara. Ini termasuk kesulitan memecahkan masalah atau gangguan dengan daya ingat. Kesulitan memahami orang lain ketika dia berbicara juga dapat bertindak aneh, menunjukkan perubahan kepribadian, atau perilaku adalah tanda atau gejala psikologis lain dari serangan stroke ringan.
(tty)

Browser anda tidak mendukung iFrame

Berita Terkait : Health Update

Kenali Gejala Awal Serangan Stroke
Salah satunya adalah sakit kepala, serta leher dan pundak terasa kaku.
Mutia Nugraheni, Stella Maris
Kamis, 11 April 2013, 09:56 WIB

Ilustrasi grafis stroke. (nextgenerationku.com)

VIVAlife – Stroke (cerebrovascular accident, CVA) jadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. Bukan hanya menurunkan kualitas hidup, tapi juga berdampak psikologis bagi orang-orang di sekeliling. Stroke terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di otak.

Efeknya berupa pendarahan dan kerusakan otak. Hal ini menyebabkan seseorang jadi kehilangan penglihatan, sulit berbicara, atau kebingungan.

Bukan hanya terjadi pada orang yang berusia senja, pada usia 30-an, seseorang juga bisa mengalami stroke. Gaya hidup yang tidak sehat jadi pemicu utamanya.

“Ketika ada ketidaklancaran aliran darah di otak, dapat muncul gejala seperti sakit kepala, leher terasa kaku, pundak kaku sampai merasa tak nyaman pada tangan, serta sulit berkonsentrasi. Ada pula munculnya kesemutan di area sekitar wajah, pandangan kabur, dan bicara sulit,” ujar dr. Terawan, Sp. Rad (K) ketika ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Gejala tersebut bisa disebabkan karena kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurangnya waktu beristirahat, atau adanya tekanan berkepanjangan.

Pola makan turut menyumbang serangan stroke tiba-tiba. Pencetusnya adalah penyakit yang menahun, seperti darah tinggi dan diabetes.

Terkait hal tersebut, menurut spesialis saraf dari RSPAD Gatot Subroto, dr. Tugas Ratmono, stroke juga ditandai dengan munculnya keluhan atau gejala klinis. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Gangguan motorik
Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan gerakan, karena otot tak berfungsi dengan baik. Seseorang yang menderita stroke, mendadak dapat kehilangan keseimbangan dan terjadi kelumpuhan di beberapa area tubuh.

Gangguan sensorik

Ini merupakan gangguan yang mengakibatkan munculnya rasa nyeri atau rasa tak nyaman bukan hanya di kepala. Tapi, juga di bagian kaki, mulai dari lutut hingga betis. Tak hanya itu, gangguan sensorik juga dapat menyebabkan tubuh terasa pegal.

Gangguan otonom
Pada dasarnya, sistem saraf otonom bekerja di bawah kesadaran manusia. Sistem ini mengatur tekanan darah dan frekuensi napas menuju organ tubuh seperti pembuluh darah, jantung, alat kelamin, kelenjar keringat, dan lainnya. Saat stroke menyerang saraf otonom, dapat menyebabkan buang air kecil atau buang air besar tak terkontrol, keringat berlebihan, serta napas yang tak teratur.

Gangguan psikis

Tak sedikit masyarakat menyadari bahwa stroke sering kali memunculkan gejala yang berhubungan dengan mental. Misalnya, adanya perubahan perilaku.

“Seseorang yang tadinya rajin jadi tak bersemangat atau malas. Bisa tiba-tiba tertawa sendiri atau jadi seorang yang pendiam,” kata dr. Tugas. (art)

Advertisements

0 Responses to “IndoGreenWay : Gejala Stroke Ringan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,223,884 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: