18
Apr
13

Kenegarawanan : Tradisi Tahun Baru Nusantara Cerminan Pancasila

Erwin Djali

TRADISI TAHUN BARU NUSANTARA CERMINAN PANCASILA

Pandji R Hadinoto, Ketua Umum IKA STIH IBLAM  (x)

Mempertimbangkan Nilai2 Operasional JSN45 khususnya butir  3, 4, 5, 7, 9 maka penggalian dan pemasyarakatan unsur2 budaya nusantara unggulan adalah strategik demi NKRI, termasuk TAP MPR No. XVIII/MPR/1998 khususnya Sila Persatuan Indonesia (butir 3, 4, 6, 7) dan Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (butir 1, 4, 10, 11);

Menyikapi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia tahun 2025 dengan proyeksi menjadi negara mandiri, maju, adil dan makmur berpendapatan perkapita USD15.000 atau kekuatan ekonomi 12 besar dunia, dan tahun 2045 diproyeksikan di 7 kekuatan ekonomi dunia berpendapatan perkapita USD47.000, termasuk Pemerintah Kurang Perhatian pada Kebudayaan Bangsa [the Politic 08/ThII) berikut aspirasi Kebudayaan Mendisain Masa Depan (Bappenas, 20Des12];

Mengingat kawasan Nusantara ini telah ber-abad2 bersiklus tahunan matahari yakni bulan2 Srawana (12Jul-12Aug), Badra (13Aug-10Sep), Asuji (11Sep-11Okt), Kartika (12Okt-10Nop), Posa (11Nop-12Des), Margasirah (13Des-10Jan), Maga (11Jan-11Peb), Palguna (12Peb-11Mar), Caitra (12Mar-11Apr), Waisaka (12Apr-11Mei), Jesta (12Mei-12Jun), Asada (13Jun-11Jul).

Maka Hari Koperasi 12Jul13 (Jum’at Sukra / tanggal Jawa 4 Poso 1946, Jemuwah Pahing / tanggal Hijriah 04 Ramadhan 1434) sebagai sokoguru Ekonomi Pancasila, sepantasnya strategik dimuati pembudayaan lebih struktural dikombinasi tradisi Tahun Baru Nusantara di awal bulan Srawana setiap 12Jul, sehingga Jatidiri Ekonomi Pancasila Indonesia per Konstitusi Pasal-33 UUD45 menuju 2025 dan 2045, secara berkala terkokohkan ditengah arus globalisasi;

 Disamping hari2 libur bersama kalender nasional, tradisi ini membangun kebanggaan dan kepercayaan diri anak bangsa, dengan aksi EarthHour dan/atau CarFreeDay di perkotaan terutama kota2 besar sehingga berdampak perbaikan mutu lingkungan, disertai pemberdayaan struktural siklus pasar2 Pancawara (Kliwon, Legi, Pahing, Pon, Wage) di pedesaan guna penguatan ekonomi rakyat hadapi mewabahnya gerai2 investor ritel.

(X)

Fungsionaris DHD45 – Badan Pembudayaan Kejuangan45; Dewan Pakar PKP Indonesia; Ketua, Majelis Benteng Pancasila; Ketua, Penegak Konstitusi Proklamasi 1945; Ketua, Front Nasionalis45; WaSekJen, Liga Gerakan Budaya Pancasila;  Ketua, Aliansi Ketahanan Pangan Nusantara.


0 Responses to “Kenegarawanan : Tradisi Tahun Baru Nusantara Cerminan Pancasila”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,091,447 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: