22
Mar
13

Politik : KPU Putuskan Nasib PKPI Senin 25Mar13

KPU Putuskan Nasib PKPI Senin

AntaraAntara 

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memutuskan nasib Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) pada Senin (25/3), setelah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) mengabulkan gugatan parpol tersebut untuk menjadi peserta Pemilu 2014.

“Senin paling lambat, kami akan memberikan respon tindak lanjut mengenai PKPI,” kata Ketua KPU Husni Kamil Manik di Jakarta, Jumat.

Ketua dan seluruh komisioner KPU tidak dapat melakukan rapat pleno karena lima dari enam anggota komisioner saat ini sedang berada di Sulawesi Tengah untuk menetapkan hasil pemungutan suara ulang pemilihan bupati Morowali.

“Rencananya, besok (Sabtu, 23/3) mereka kembali, setelah itu kami akan menggelar rapat pleno,” tambahnya.

Husni juga mengatakan hingga Jumat pihaknya belum menerima salinan Keputusan PTTUN tentang PKPI, sehingga belum dapat menanggapi terkait isi putusan yang menyatakan KPU tidak dapat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Bercermin dari pengalaman Partai Bulan Bintang (PBB), yang sebelumnya juga telah dimenangkan PTTUN, salinan Putusan baru diterima KPU tiga hari setelah dibacakan Majelis Hakim.

Kamis (21/3), PTTUN mengabulkan gugatan PKPI terhadap KPU dengan nomer perkara 25/G/2013/PTTUN.JKT.

“Mengabulkan gugatan penggugat, dalam hal ini PKPI dan mewajibkan KPU untuk membuat surat keputusan yang menetapkan PKPI sebagai peserta Pemilu 2014,” kata Ketua Majelis sidang, Santer Sitorus.

PKPI mengadukan KPU ke PTTUN karena dinilai tidak patuh dalam melaksanakan Keputusan Bawaslu Nomor 012/SP-2/Set.Bawaslu/I/2013, yang menyatakan bahwa PKPI memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu 2014.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKPI Sutiyoso berharap KPU dapat menerima dan menindaklanjuti Putusan PTTUN untuk menetapkan partainya sebagai parpol peserta Pemilu 2014.

“Kalau KPU bersikap arif dengan memperlakukan PKPI seperti halnya PBB, maka banyak sekali keuntungan yang diperoleh dari banyak pihak,” ujar Sutiyoso.

PKPI menuding petugas KPU daerah tidak melaksanakan verifikasi dengan maksimal, sehingga kepengurusan PKPI dinilai tidak memenuhi syarat di 75 persen kabupaten-kota.

Kabupaten-kota tersebut antara lain Bantul, Kulonprogo, Klaten, Demak, Trenggalek, Grobogan, Kendal, Cilacap, Kudus, Sukoharjo, Solok Selatan, Pasaman Barat, Solok, Pesisir Selatan, Samarinda, dan Bone Bolango.(tp)

Parpol Peserta Pemilu

Komisioner di Luar Kota, KPU Tunda Bahas soal PKPI

Penulis : Dian Maharani | Jumat, 22 Maret 2013 | 13:50 WIB
Komisioner di Luar Kota, KPU Tunda Bahas soal PKPIHENDRA A SETYAWAN
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (dua dari kiri)

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menentukan sikap setelah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) mengabulkan gugatan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). KPU belum menggelar sidang pleno karena lima komisionernya tengah berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk menindaklanjuti penetapan pemungutan suara ulang pemilihan bupati.

“Besok mereka kembali dan selanjutnya akan pleno. Senin paling lambat sudah kami berikan respon tindak lanjut,” ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2013).

Husni mengatakan, KPU juga belum menerima salinan putusan dari PTTUN. Ia berharap salinan putusan itu segera diberikan untuk keperluan tindak lanjut nasib PKPI. Menurut Husni, KPU akan melakukan prosedur yang sama seperti dalam menindaklanjuti putusan PTTUN atas Partai Bulan Bintang (PBB) beberapa waktu lalu.

“Kami belum baca putusannya. Yang jelas kami akan tindaklanjuti putusan PTTUN terhadap PKPI, sama dengan kami merespon putusan PTTUN terhadap PBB,” terangnya.

Seperti diberitakan, PTTUN mengabulkan gugatan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) terhadap KPU dengan nomor perkara 25/G/2013/PTTUN.JKT. Putusan dibacakan di Pengadilan Tinggi TUN, Jakarta, Kamis (21/3/2013).

“Mengabulkan gugatan penggugat, dalam hal ini PKPI dan mewajibkan KPU untuk membuat surat keputusan yang menetapkan PKPI sebagai peserta Pemilu 2014, ” kata hakim ketua majelis Dr Santer Sitorus, saat membacakan putusan, di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung (MA), yang berada di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta.

PKPI mengadukan KPU ke PTTUN karena dinilai tidak patuh dalam melaksanakan Keputusan Bawaslu Nomor 012/SP-2/Set.Bawaslu/I/2013, yang menyatakan bahwa PKPI memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu 2014. Bawaslu menafsirkan bahwa KPU harus menjalankan keputusan tersebut, karena bersifat final dan mengikat. Namun, berdasarkan fatwa MA Bawaslu dan KPU tidak dapat saling menggugat, maka PKPI membawa gugatan tersebut ke PTTUN.

Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary
KPU Belum Bisa Pastikan Nasib PKPI

Ketua Umum PKPI Sutiyoso. TEMPO/Dasril Roszandi

Kamis, 21 Maret 2013 | 22:30 WIB

KPU Belum Bisa Pastikan Nasib PKPI

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera mengadakan rapat pleno membahas nasib Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Partai yang diketuai mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ini menang gugatan sengketa Pemilu di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), Kamis 21 Maret 2013. “Kami akan segera kaji keputusan pengadilan,” kata Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat dihubungi, Kamis 21 Maret 2013.

Ferry belum dapat memastikan kapan rapat pleno akan digelar. Hari ini, kata dia, lima dari tujuh anggota KPU sedang dinas ke luar kota. Komisi sendiri punya waktu tujuh hari untuk menanggapi putusan pengadilan terkait PKPI.

PKPI merupakan partai kedua yang menang gugatan atas KPU di pengadilan. Sebelumnya, Partai Bulan Bintang (PBB) yang dibentuk mantan Menteri Hukum dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, terlebih dulu menang. Mengikuti putusan PTTUN, Komisi meloloskan PBB jadi partai nasional ke-11 yang ikut Pemilu.

Senin lalu, Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan jika setelah PBB ada lagi partai yang menang di Pengadilan, maka partai tersebut akan diloloskan juga sebagai peserta Pemilu. “Kami mempertimbangkan azas proporsionalitas. Perlakuan yang sama,” ujarnya.

ANANDA BADUDU

Berita terpopuler lainnya:
Enam Pernyataan Soal Ibas dan Yulianis

Polisi: Rekaman Penculikan Imam di Internet Asli

Ibas Siap Diperiksa, Ini Jawaban KPK

Daftar Pasal Kontroversial di Rancangan KUHP 

Rahasia Model Brasil Langsing Usai Melahirkan

PKPI Lolos, Bola Kini Ditangan KPU

Tribunnews.com – Kamis, 21 Maret 2013 21:22 WIB
Share this
PKPI Lolos, Bola Kini Ditangan KPU
NET
PKPI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) akhirnya mengabulkan permohonan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) menjadi peserta pemilu 2014.

Menanggapi hal itu Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja mengatakan kini keputusan pelolosan itu ada di KPU. “Bolanya ada ditangan KPU, mau banding, kasasi atau menerima keputusan tersebut,” kata Hakam Naja melalui pesan singkat, Kamis (21/3/2013).

Hakam mengingatkan bahwa KPU masih mempunyai kesempatan selama 1 minggu untuk mempertimbangkan keputusan tersebut. “Apakah terima seperti PBB. Kalau kasasi berarti ke MA, itu keputusan di tangan KPU,” imbuhnya.

Sedangkan Wasekjen Golkar Nurul Arifin mengucapkan selamat kepada PKPI yang akan bertarung di pemilu 2014. Namun, ia mengingatkan agar proses tahapan pemilu tidak terganggu.

“Jangan lagi berharap ada dispensasi masalah waktu. Semua harus on schedule. Kalo tidak, bisa berat tahapan selanjutnya,” tuturnya.

Sedangkan, Anggota Komisi II Fraksi PAN, Yandri Susanto mengatakan dengan waktu yang mepet maka KPU harus memberlakukan sama dengan PBB.

“Kalau bisa PKPI diberlakukan kayak PBB biar tidak saling tuding  untuk meningkatkan saling percaya,” ujarnya.

Diketahui, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) mengabulkan permohonan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

“Mengabulkan gugatan PKPI atau penggugat untuk seluruhnya,” ujar Hakim Ketua, Santer Sitorus, saat membacakan putusan, Kamis (21/3/2013).

PTTUN juga mengatakan bahwa KPU yang tidak melaksanakan putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang memenangkan PKPI dalam sidang ajudikasi sebelumnya adalah perbuatan melawan hukum.

Berhubungan dengan
22 Maret 2013 | 16:09 wib

KPU Harus Tetapkan PKPI Jadi Peserta Pemilu 2014

 0

1

JAKARTA, suaramerdeka.com – Direktur Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti meminta kepada KPU segera merubah Putusan KPU No 05/KPTS/KPU/tahun 2013 dengan Putusan baru yang menetapkan PKPI sebagai partai politik peserta pemilu 2014.

“Hendaknya KPU tidak memperlambat perubahan dan penetapan tersebut. Tanpa harus menunggu tujuh hari, KPU sebaiknya langsung menerima putusan tersebut dan segera menerbitkan SK baru tentang jumlah partai politik peserta pemilu. Memperlambat menerbitkan putusan itu memperlihatkan sikap pongah dan niat tak tulus KPU dalam melaksanakan pemilu,” kata Ray, siang ini.

Menurut dia, tak ada keuntungan apapun bagi KPU memperlambat penerbitan SK baru kecuali memperlihatkan sikap arogan, niat tak tulus dan pelaksanaan yang tidak efesien dan luput untuk menghormati hak-hak warga negara.

“Tabiat KPU yang arogan dan cenderung anggat remeh pada hak warga negara sebaiknya ditinggalkan. Sebagaimana sikap KPU yang tidak melakukan kasasi ke MA terkait dengan PBB, maka sikap yang sama mestinya dilakukan juga oleh KPU kepada PKPI,” kata Ray.

Dengan dua kali kekalahan di PT TUN, satu kali di Bawaslu, dan sekali dalam sidang DKPP, baiknya cukup dasar bagi KPU untuk segera introspeksi diri. “Empat kali kelalahan dalam semua sidang pemilu yang tersedia sudah lebih dari cukup untuk menunjukan bahwa ada masalah serius dalam kinerja KPU. Yang tentu saja masalah itu berasal dan bersumber dari internal KPU,” kata Ray.

Menurut Ray, pengawasan yang lemah secara internal, dan anggapan bahwa kinerja seluruh anggota KPU, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah, akan selalu baik merupakan pangkal dari kemelut dan faktanya menjadi sumber sengketa di hampir setiap tahapan pemilu. Dengan introspeksi diri, KPU akan mampu mencegah berbagai kelemahan yang telah dan akan muncul dalam pelaksanaan pemilu.

“Tahapan dan tantangan KPU dalam melaksanakan pemilu ke depan bukan main ringan. Sebaliknya makin berat dan bahkan mungkin makin sengit. Sebab, ke depan, KPU tidak hanya dihadapkan kepada calon peserta pemilu dari luar, tetapi juga dihadapkan kepada peserta pemilu dari dalam dan sekarang sedang berkuasa di parlemen,” tandasnya.

( Hartono Harimurti / CN26 / JBSM )

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Load ads
Baca Juga
Berita Utama
22 Maret 2013

KPU Plenokan PKPI

  • Sutiyoso Menang Lagi di PT TUN
 0

1

JAKARTA – Setelah menang lagi di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN), Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ida Budhiarti mengapresiasi upaya hukum yang ditempuh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

’’Memperhatikan tata kerja KPU, putusan PT TUN  akan saya sampaikan kepada ketua dan anggota KPU. Tindaklanjutnya akan diambil keputusan dalam pleno KPU,’’ katanya di Jakarta, Kamis (21/3).

Hal itu dikemukakan Ida Budhiarti menanggapi keputusan PT TUN, yang memutuskan bahwa PKPI berkepastian hukum sebagai peserta pemilihan umum (Pemilu) 2014.

Sidang putusan gugatan PKPI terhadap KPU itu dimulai pukul 10.30 dan dipimpin hakim Santer Sitorus dengan didampingi anggota Arief Nur Dua, dan Nurnaeni Manurung. Pihak PKPI sebagai penggugat diwakili Ketua Umum Sutiyoso.

KPU sebagai pihak tergugat diwakili oleh Komisioner Ida Budhiati dan Baginda Siregar selaki kuasa hukum.

’’Menolak eksepsi tergugat. Satu, mengabulkan gugatan PKPI atau penggugat seluruhnya. Kedua, menyatakan tindakan KPU yang tidak melaksanakan putusan Bawaslu merupakan perbuatan melawan hukum,’’ ujar Santer Sitorus saat membacakan putusannya.

Usai dibacakan putusan itu, ruang sidang mendadak riuh dengan ucapan Alhamudillah dan Allahu Akbar dari para simpatisan PKPI. Wajah mereka juga terlihat sumringah.

PKPI sebelumnya juga telah menang dalam sidang ajudikasi di Bawaslu. KPU tidak melanjutkan hasil sidang yang merekomenadasikan PKPI menjadi partai peserta Pemilu 2014. Atas sikap KPU ini akhirnya Sutiyoso mengajukan gugatan ke PT TUN.

Bukti Keadilan

Ketua Umum PKPI Sutiyoso lega dan menyambut gembira karena partainya lolos sebagai peserta Pemilu 2014.

Kemenangan ini diakui pria asal Semarang yang akrab dipanggil Bang Yos itu merupakan bukti masih adanya keadilan di Indonesia.

Dia menambahkan, kemenangannya kali ini didapatkan melalui perjuangan keras hingga harus merasakan kesulitan terlebih dahulu, sebelum akhirnya diputuskan oleh pengadilan sebagai peserta Pemilu 2014.

’’Walaupun diakui oleh PKPI ini adalah perjuangan yang sa-ngat panjang dan melelahkan. Kami ini ibaratnya sudah tersiksa satu setengah bulan ini oleh sikap KPU,’’ tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Ja-karta ini berharap, agar KPU bisa mengabulkan putusan PT TUN, sehingga dapat fokus bekerja untuk tugas dan tanggung jawab. Begitupun dengan lembaga penyelenggara pemilu lainnya.

’’Oke lah anggap ini titik terakhir, karena masih banyak tugas ke depan yang harus dihadapi pe-nyelenggara negara, oleh KPU, Bawaslu, dan DKPP begitu juga untuk tugas partai politik,’’ tambah Sutiyoso.

Sementara itu Kuasa Hukum KPU, Baginda Siregar, mengemukakan KPU akan segera menggelar rapat pleno membahas keka-lahannya dalam putusan PTTUN yang menyatakan PKPI menjadi peserta Pemilu 2014.

’’Kalau kita sebagai kuasa hukum tentu harus menghormati keputusan dari pengadilan. Tetapi, mengenai masalah apa yang akan dilakukan KPU tentu nanti berda-sarkan rapat pleno yang nanti akan dilakukan KPU,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, rapat pleno yang akan digelar KPU dalam waktu dekat ini, tidak hanya membahas soal partai pimpinan Sutiyoso saja, melainkan beberapa partai lain yang sudah melakukan upaya hukum.

’’Segala keputusannya oleh KPU dilakukan rapat pleno. Nanti apa yang jadi keputusannya akan disampaikan setelah itu, karena ini komisioner, jadi tidak diputuskan oleh individu,’’ tegasnya.

Baginda Siregar enggan menduga-duga terkait apakah KPU akan bersikap sama dengan Partai Bulan Bintang (PBB) yang sudah diputuskan PT TUN lebih dulu.

’’Karena dalam hal ini saya kuasa hukum KPU dalam sengketa PKPI. Nanti, yang terkait sikap KPU, nanti komisioner sendiri yang akan menyampaikan sikap mereka,’’ tambahnya.

Dia juga enggan berkomentar terkait kasasi ke Mahkamah Agung.

’’Saya tidak sampai ke situ, karena urusan kasasi itu lain lagi pertimbangannya. Kalau itu tadi salah satu pertimbangan majelis hakim. Kita belum dapat menilai apakah pertimbangan majelis hakim itu akan dilakukan pengkajian yang lebih dalam. Karena putusan ini masih  baru.’’ (D3-25)

(/)


0 Responses to “Politik : KPU Putuskan Nasib PKPI Senin 25Mar13”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,091,447 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: