16
Mar
13

IpTek : Stargate dan Burung Purba Bersayap Empat

Stargate, Misteri ‘Pintu Kemana Saja’ di Dunia

Pintu waktu, pintu kemana saja, bahkan pintu antar galaksi. Seperti itulah mungkin definisi yang abstrak untuk mendekripsikan apa yang dinamakan Stargate, sesuatu yang dipercayai oleh beberapa kalangan sementara dibuat dan dikembangkan oleh negara-negara maju di dunia ketiga seperti Amerika atau Rusia. Investigasi kali ini akan banyak berbau Fisika, inilah Stargate, Misteri dan Konspirasinya.

Di beberapa artikel saya, banyak yang memberi komentar yang sering mengkaitkan beberapa fenomena dengan apa yang mereka percayai sebagai Stargate. Mendengar kata-kata ini sering disebut, hati saya pun luluh untuk melakukan investigasi tentang stargate.

Sebelum saya akan masuk lebih jauh saya akan menjelaskan lebih dulu jika stargate yang dimaksud disini berbeda dengan starget project Amerika sebagaimana yang dijelaskan dengan lengkap oleh bro enigma, disini saya akan mejelaskan tentang sesuatu yang kira-kira seperti pintu yang menjadi pintu yang tidak terbatas ruang dan waktu. Jadi maksudnya begini, pintu atau portal ini, kalau kita masuk, kita bisa seperti tembus ke manapun yang kita mau tanpa terbatas ruang dan waktu.

Mungkin kedengarannya sangat konyol, tapi mari kita mendengar pendapat para penganut teori konspirasi.

Bagi yang pernah membaca Konspirasi Tragedi WTC (jika belum, silahkan dibaca dulu sebelum melanjutkan membaca artikel ini), mungkin anda akan mencapai suatu kesimpulan jika tragedi WTC dan Pentagon adalah rekayasa Amerika. jika tragedi WTC dan Pentagon adalah rekayasa Amerika, lalu untuk apa tragedi tersebut direkayasa? Nah! para penganut teori konspirasi percaya jika Amerika telah mendapatkan informasi jika sesuatu yang berhubungan dengan kunci stargate, telah berada di Afganisthan, namun setelah pasukan mereka tiba di Afganisthan, informan mereka mengatakan jika kunci portal tersebut bukan di Afganisthan, tapi di Irak.

Setelah itulah Amerika mulai mencari perkara dengan Irak. Mungkin anda semua tahu jika hingga saat ini pasukan Amerika masih berada di Irak, tapi masih ingatkah anda dengan faktor penyebab dilancarkannya serangan atas Irak? Ya! benar, DUGAAN pembangunan fasilitas senjata pemusnah massal bertenaga nuklir. Terbuktikah? tidak!

“Tidak terbuktinya dugaan pembangunan fasilitas senjata pemusnah massal bertenaga nuklir ini tetap membuat Amerika nekat melancarkan serangannya terhadap Irak” (Kalimat ini diucapkan John Titor). Saddam Hussein telah mati, tapi pasukan Amerika belum ditarik mundur dari Irak, Osama bin Laden saja yang tidak ditemukan hingga sekarang tetap membuat Amerika tidak terlalu tertarik lagi dengan Afganisthan.

Ada apa dengan Amerika? Perhatikan reaksi Amerika saat ini terhadap Korea Utara. Korea Utara hingga saat ini TELAH melakukan beberapa kali ujicoba rudal yang seharusnya sudah menjadi bukti yang kuat untuk dilancarkannya serangan atas Korea Utara. Inilah pendapat para penganut teori konspirasi, serangan Amerika ke Irak untuk suatu tujuan khusus, kunci portal stargate!

Stargate
Stargate bukanlah suatu imajinasi kosong tanpa dasar. Para ilmuwan Amerika yang mendalami tentang stargate, bukanlah sekedar terdiri dari para ahli Fisika biasa, tapi juga mereka yang ahli di bidang noetic science.

Nah! apa yang menjadi acuan dasarnya? Mari kita lihat mengenai suatu peradaban yang sejak zaman dahulu telah terkenal dengan teknologinya, Peradaban Mesir.

Di Mesir ada sesuatu yang dinamakan Ta-Wer. Ta-Wer ini memiliki fungsi yang sama dengan tujuan Large Hadron Collider (LHC) yang saat ini dibangun di bawah tanah Eropa, tepatnya di dekat Swiss.

Bagi yang pernah menyaksikan Angels and Demonds, pada awal film terdapat kumpulan adegan yang sedang melakukan penelitian dibawah tanah yang berhubungan dengan God Particle, nah! proyek tersebut memang benar-benar ada, dan masih dikembangkan hingga saat ini, silahkan googling untuk mencari informasi lebih lanjut.

Ta-Wer dalam bahasa keren yang dinamakan Osiris Device ini dalam lukisan di dinding di Mesir, digambarkan sebagai penghubung antara kuil Abydos dengan suatu tempat mistis yang dinamakan underworld yang menginterpretasi “Land of the Dead” sama seperti underworld yang menjadi tempat kekuasaannya Hades dalam mitologi Yunani Kuno.

Dalam lukisan di dinding kuil Abydos yang memuat tentang Ta-Wer, Ta-Wer digambarkan seperti suatu alat yang sangat besar yang bisa mengaktifkan portal dimensi atau mungkin lubang cacing. Sekali lagi kedengarannya pasti mustahil, tapi jangan pernah meremehkan teknologi prasejarah yang sejak 2 milyar tahun lalu sudah bisa membangun reaktor nuklir yang lebih canggih dalam sistem penyulingan dibandingkan teknologi saat ini.


Bentuk Ta Wer

Gambaran umum dari lukisan tersebut akan melukiskan tentang suatu kapal. Dan memang para orang awam hanya mengatakannya sebagai ‘Boat of Million Years’. Tapi ada sesuatu yang aneh dibalik gambar itu jika kita memperhatikannya dengan saksama. Sekarang perhatikan gambaran lubang cacing dibawah.


gambaran dari lubang Cacing

Di atas anda bisa melihat gambaran dari lubang cacing galaksi (yang masih asing dengan istilah lubang cacing silahkan googling). Sebagaimana yang dijelaskan dari teori Kurt Godel,

“dengan asas bahwa tidak ada yang lebih cepat dari cahaya, sebuah ‘jalan pintas’ bisa terbuka di kordinat tertentu di luar angkasa untuk menghubungkan dua tempat yang berbeda. Jumlah energi yang besar akan menghasilkan jumlah gravitasi yang besar yang bisa membelokkan luar angasa dengan dua kerucut waktu yang dihubungkan oleh terowongan waktu.”


Gambaran lubang cacing

Pada gambar di atas anda bisa melihat gambaran kerucut di sisi kanan yang merupakan bagian dari Ta-Wer. Perhatikan bagaimana mereka menggambarkan bentuk Seth (dewa jahat) yang seperti terhisap (bentuk tubuhnya melengkung). Di bawah anda bisa melihat gambaran 3 dimensi dari stargate berdasarkan teori Godel.


Gambaran dari lubang cacing menurut teori Godel. Nantinya pesawat luar angkasa yang akan menuju galaksi lain akan seperti terhisap ke suatu lubang cacing raksasa. Proses ini disebut ‘warp‘.

Identik bukan?
Nah! inilah yang menjadi salah-satu teka-teki dari stargate sebagai noetic science.

TEKNOLOGI

Burung Purba Terbang dengan Empat Sayap

Apakah keempat sayap digunakan untuk terbang masih jadi perdebatan.

Jum’at, 15 Maret 2013, 17:47 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
Fosil burung purba berkaki empat yang ditemukan di China.

Fosil burung purba berkaki empat yang ditemukan di China. (physorg.com)

VIVAnews – Baru-baru ini, para ahli paleontologi asal China mengungkapkan bahwa ada beberapa dinaosaurus dan reptil di zaman primitif yang memiliki empat sayap. Makhluk-makhluk itu diduga sebagai cikal bakal kemunculan burung.

Temuan ini didapat para peneliti setelah menganalisis 11 fosil makhluk bersayap empat yang hidup pada 130 juta tahun silam.

Hasil dari penelitian ini telah menjadi bukti kuat bahwa beberapa spesies primitif awalnya memiliki empat sayap. Kemudian berevolusi dengan membuang sepasang sayapnya agar dapat bermanuver dengan baik saat terbang di langit. “Ini adalah masa transisi dari evolusi awal kemunculan burung,” kata Xiaoting Zheng, ketua tim penelti dari Shandong Tianyu Museum of Nature, dilansir The New York Times, 15 Maret 2013.

“Pengurangan sepasang sayapnya merupakan sebuah evolusi dalam penerbangan,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, spesies burung bersayap empat itu telah mengganti anggota belakang tubuhnya dengan menumbuhkan bulu dan mengembangkan kakinya hingga seperti burung. “Kaki itu mampu bergerak cepat untuk membantunya lepas landas ke langit,” jelas Zheng.

Fosil burung primitif berkaki empat (discovery.com)

Debat

Meskipun temuan baru ini telah membuktikan bahwa pada awal silsilah burung memiliki empat sayap, tapi fungsi dari wujud empat sayap saat digunakan untuk terbang masih diperdebatkan.

Menurut Xu Xing, anggota peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing, China, sayap-sayap kaku yang ditemukan pada sejumlah fosil dinosaurus yang hidup pada zaman Cretaceous berfungsi untuk mengangkat, membuat jalur, dan bermanuver, sehingga menciptakan peran penting saat melakukan penerbangan.

Sementara menurut Mark A Norell, ahli paleontologi dari Museum of Natural History di New York, Amerika Serikat, temuan ini adalah sesuatu yang menarik dan baru. “Tapi, saya ingin melihat bentuk nyatanya, sebelum mencapai kesimpulan bahwa empat sayap itu berfungsi sebagai alat untuk terbang,” kata Norell.

Ia mengakui, daratan China sangat kaya akan fosil-fosil dinosaurus yang hidup di zaman Cretaceous, sehingga dapat membuka jendela baru dari awal evolusi burung. “Sampai saat ini, belum ada penelitian yang mengungkapkan berapa lama waktu terjadinya transisi dari empat sayap sampai menjadi dua sayap pada burung,” tutup Norell.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan di jurnal Science bertajuk Dramatic Fossils Suggest Early Birds Were Biplanes.

© VIVA.co.id


0 Responses to “IpTek : Stargate dan Burung Purba Bersayap Empat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,088,137 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: