01
Mar
13

IpTek : Kilat Raksasa Muncul di Langit China

Kilat Raksasa Muncul di Langit Cina

Yahoo! NewsOleh Yahoo! News | Yahoo! News 

Oleh Elizabeth Howell, Kontributor OurAmazingPlanet | LiveScience.com

Sebuah pemandangan langka sebuah “kilat raksasa”, ledakan besar dan misterius petir yang menghubungkan badai petir dengan bagian atas atmosfer, muncul di langit Cina pada 2010 dan baru-baru ini fenomena itu dijelaskan oleh para peneliti.

LiveScience/Steven Cummer

Kilat raksasa yang terjadi di Cina timur pada 12 Agustus 2010 itu merupakan merupakan satu-satunya fenomena yang terjadi di jarak terjauh dari darat yang pernah diamati dari khatulistiwa, terang tim peneliti tersebut.

Kilat yang muncul sebelumnya pernah terlihat di daerah tropis atau subtropis, tapi yang satu ini terjadi di sekitar lintang 35 derajat.

“Ini adalah laporan pertama dari Cina daratan,” ungkap ketua peneliti Jing Yang, seorang peneliti atmosfer dari Chinese Academy of Sciences di Beijing, kepada OurAmazingPlanet. Hasil penelitian tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam “Chinese Science Bulletin”.

Para peneliti mendapat tampilan yang bagus dari badai tersebut dengan menggunakan berbagai alat, termasuk data radar Doppler dan gambar cuaca dalam radiasi sinar inframerah.

Kilat raksasa itu mencapai puncaknya pada sekitar 89 km di atas permukaan tanah, jauh di atas puncak awan yang diukur dengan radar Doppler pada ketinggian 17 km.

Jing Yang menambahkan, timnya kemungkinan telah melihat kilat raksasa lain di daerah yang sama saat badai petir yang berbeda terjadi, tetapi mengatakan bahwa mereka perlu memeriksa kembali data untuk konfirmasi.

“Fenomena ini tidak sejelas seperti yang sebelumnya apakah itu adalah kilat raksasa atau bukan,” katanya.

Aktivitas listrik di atas awan badai terbukti secara ilmiah baru pada abad lalu, meskipun rumor berdasarkan pada pengamatan yang tidak didokumentasikan sudah menyebar jauh sebelum itu.

Muatan listrik ini dapat berupa beberapa bentuk, seperti sprite (kilat berwarna oranye-merah) dan kilat biru, yang muncul seperti bentuk kerucut berwarna biru.

Kilat raksasa pertama yang berhasil dikonfirmasi dilaporkan terjadi pada 2001, setelah peneliti Amerika melihat sebuah kilat biru mencapai ketinggian 70 km di atas awan di Arecibo Observatory di Puerto Rico. Ini hampir dua kali lipat dari batas kilat yang sebelumnya diamati yang berketinggian 42 km.

Dua tahun kemudian, para peneliti menggambarkan bentuk seperti “kilat pohon” dan “kilat wortel” yang mereka lihat saat badai 2002 di atas Laut Cina Selatan dekat Filipina.

Meskipun para peneliti masih mencoba memahami bagaimana kilat raksasa tersebut terjadi, mereka percaya bahwa kilat mengimbangi muatan listrik selama badai petir berlangsung dengan melepaskannya ke ionosfer, bagian atmosfer di atasnya yang berisi partikel bermuatan listrik.

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Berita Lainnya

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jawaban dari kilat raksasa langit Cina

Kilat ini memang muncul pada 2010, namun baru sekarang ilmuwan temukan penjelasannya. Fenomena

Link terkait

Ledakan Meteor di Atas Sulawesi Masih Paling Besar

Jumat, 01/03/2013 – 09:54

WINA, (PRLM).- Gelombang kejut infrasonik yang disebabkan oleh ledakan meteor yang menghantam Rusia beberapa waktu lalu adalah suara paling keras yang pernah dicatat oleh pengawas pengujian nuklir global.

Tujuh belas stasiun pendengar yang dioperasikan di seluruh dunia oleh Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organisation (CTBTO) telah mendeteksi gelombang suara tersebut saat melintasi bumi. Stasiun terjauh yang merekam suara sub-audible ini lebih dari 9.000 mil jauhnya di Antartika.

Gelombang frekuensi rendah yang dipancarkan oleh ledakan raksasa, akibat ledakan meteor atau bom atom, tidak terdengar ke telinga manusia, namun bisa direkam oleh jaringan sensor CTBTO saat gelombang itu terpancar ke seluruh benua.

“Kami melihat langsung bahwa kejadian tersebut akan sangat besar, dalam urutan yang sama seperti kejadian di atas Sulawesi pada 2009,” kata Pierrick Mialle, seorang ilmuwan akustik dari CTBTO. “Pengamatan ini adalah beberapa yang terbesar yang telah terdeteksi stasiun infrasonik CTBTO.”

Sampai pekan lalu, ledakan meteor di atas Sulawesi, Indonesia, pada Oktober 2009 adalah peristiwa terbesar infrasonik yang didaftarkan oleh 15 stasiun dalam jaringan CTBTO itu.

Infrasonik telah digunakan sebagai bagian dari alat CTBTO untuk mendeteksi ledakan bom atom sejak April 2001 ketika stasiun pertama muncul secara online di Jerman. Data dari berbagai stasiun dikirim secara real time ke Wina, Austria,
untuk analisis di kantor pusat CTBTO itu. Kedua data mentah dan hasil analisis disediakan untuk semua negara anggota.

Infrasonik merupakan salah satu dari empat teknologi (termasuk seismik, hidroakustik, dan radionuklida) yang digunakan CTBTO untuk memantau dunia atas pelanggaran yang melarang semua ledakan nuklir. Pada 12 Februari 2013, jaringan seismik CTBTO telah mendeteksi peristiwa seismik yang tidak biasa di Korea Utara, yang diukur sebesar 4,9. Pada paginya pemerintah Korea Utara mengumumkan bahwa mereka telah melakukan uji coba nuklir. (Aya/A-147)***

Advertisements

0 Responses to “IpTek : Kilat Raksasa Muncul di Langit China”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,148,769 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: