Archive for October, 2012



27
Oct
12

Politik : Tak Benar 114 Negara Dukung Papua Merdeka

Kamis, 25/10/2012 19:55 WIB

Mantan Tokoh OPM: Tak Benar 114 Negara Dukung Papua Merdeka

Erwin – detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jayapura – Mantan Tokoh Pejuang Pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Franz Albert Joku mengklarifikasi soal isu dukungan dunia pada gerakan OPM. Dia menjelaskan, dukungan untuk Papua merdeka bukan datang dari 114 negara sebagaimana pernyataan dari berbagai pihak, tetapi hanya oleh satu negara, yakni Vanuatu.

Menurutnya, kenyataan tersebut jangan sampai diputarbalikan agar tidak muncul kebingungan maupun keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Dukungan untuk Papua merdeka itu datang bukan dari 114 negara atau PPB. Sekali lagi saya tegaskan hanya negara Vanuatu. Mengapa kita tidak terima fakta ini dan buat eduksi yang terpelajar dalam tempatkan isu Papua supaya masyarakat Papua tidak tertipu dan orang Papua tidak tiap hari bangun pikir Papua merdeka. Tidur pula pikir Papua merdeka,” tegasnya saat memberi keterangan pers, di Jayapura, Kamis (25/10/2012).

Dalam kesempatan tersebut, Frans yang kini telah menyatakan bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia ini bahkan “menantang” pihak-pihak yang mengumumkan bahwa aspirasi Papua merdeka di dukung sebanyak 114 negara.

“Yang katanya 114 negara dukung Papua merdeka itu negara mana. Tunjukan datanya. Yang saya tahu yang dukung Papua merdeka adalah Vanuatu yang baru tahun 1980 merdeka usai dijajah Inggris dan Perancis. Bahkan sepanjang yang saya tahu sejak 24 Agustus 1828 sejak Gubernur Belanda pertama, telah mengumumkan bahwa Papua bahagian integral dari Hindia Belanda yang sekarang menjadi Indonesia. Jadi kita jangan lihat sejarah itu sepenggal-sepenggal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Frans yang sebelumnya berdomisili di Papua New Guinea ini meminta agar masyarakat lebih bijak menyikapi hal demikian khususnya para generasi muda. Ia juga meminta kepada pemerintah, masyarakat maupun media massa untuk tidak terlalu membesar-besarkan aspirasi sejumlah LSM kecil luar negeri diantaranya International Parliamentarians for West Papua (IPWP) dan International Lawyers for West Papua (ILWP).

“Saya pikir kita semua terlalu membesar-besarkan masalah ini. Mereka diantaranya yang merupakan IPWP ini kan terdiri dari para anggota parlemen yang sering diminta untuk taruh perhatian tentang isu Papua. Tapi kami di Papua, di Jakarta sampai mahasiswa dan masyarakat anggap dunia sudah bentuk parlemen dan atau badan yang ambil tindakan tentang Papua,” jelasnya.

“Ini yang saya sayangkan karena semua pihak juga kaget soal ini. Sehingga isu ini sering di besar-besarkan. Ini mengancam stabilitas negara,” jelasnya.

(ndr/ndr)

Advertisements
27
Oct
12

Sejarah : Tokoh Tionghoa Pengukir Sejarah

http://intisari-online.com/read/tokoh-tionghoa-pengukir-sejarah

Tokoh Tionghoa Pengukir Sejarah

author : JB Satrio Nugroho
Thursday, 26 April 2012 – 01:39 pm

Kho Tjeng Lie alias Ateng

Intisari-Online.com – Indonesia tumbuh dan berkembang atas peran serta banyak etnis. Salah satunya etnis Tionghoa. Inilah beberapa tokoh dari kalangan Tionghoa yang turut memberi warna dalam perjalanan bangsa Indonesia.

  • Kho Wan Gie (1908 – 1983)Kho Wan Gie, salah satu tokoh perintis komik di Indonesia sebelum Ganesh TH, komikus legendaris Indonesia dengan “Si Buta dari Gua Hantu”-nya (Ganesh TH juga adalah seorang keturunan Tionghoa). Karya Kho Wan Gie, “Si Put On” (mulai terbit pada 1831) adalah salah satu komik pertama di Indonesia dan menjadi pelopor komik-komik humor di Indonesia. Komik yang menggambarkan suasana kehidupan kaum Tionghoa di Indonesia pada masa itu.
  • Yap Tjwan Bing (31 Oktober 1910 – 1988)Orang Tionghoa yang pernah duduk menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKI). Selain itu, pernah diangkat menjadi anggota KNIP. Bahkan, ketika menjadi anggota DPR-RIS tahun 1950, Yap Tjwan Bing merupakan satu-satunya tokoh keturunan Tionghoa yang mewakili Pemerintah Indonesia. Yap Tjwan Bing dijadikan sebagai nama jalan di Solo, menjadikan satu-satunya nama jalan dari etnis Tionghoa.
  • Njoo Han Siang (1930 – 1985)Perintis perbankan nasional dan perfilman Indonesia. Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BPPN) selaku penyelenggara FFI, menganugerahkan piala khusus “Njoo Han Siang” kepada produser yang paling banyak memanfaatkan jasa teknik perfilman dalam negeri.
  • Siauw Giok Tjhan (23 Maret 1914 – 20 November 1981)Politikus pejuang dan tokoh gerakan kemerdekaan Indonesia, salah satu pendiri Universitas Trisakti (dulu Universitas Res Publika).
  • Kho Tjien Tiong (8 Agustus 1926 – 22 September 1996)Dikenal dengan nama Teguh Slamet Raharjo, mendirikan grup Srimulat bersama istri pertamanya, Raden Ayu Srimulat, pada 1957. Dia sempat menjadi musisi keroncong.
  • Tan Djin SingPerjuangannya adalah mengangkat persamaan derajat di masyarakat Yogyakarta (kultur Tionghoa, Jawa, dan Kolonial Belanda) pada usia 33 tahun. Salah satu tokoh yang berperan dalam penemuan kembali Candi Borobudur di tahun 1814. Dia yang membuat peta dan laporan keaadan Candi Borobudur yang akan digunakan tim Raffles. Pada 18 September 1813 dilantik menjadi bupati Yogyakarta dan diberi gelar Kanjeng Raden Tumenggung Secadiningrat.
  • Chan Giok Nio (Elly Chandra; Ny. Tan Thiam Hok) -1923-1994

    Pemilik restoran Ny. Tanzil. Kisah perjalanan menjelajah 287 negara bersama suaminya pernah ditulis di Intisari.

  • Chan Lan Nio (Nila Chandra) -1926-2000

    Namanya tercatat di Guiness Book of Records th 1989 sebagai pembuat kue basah terumit dan terbesar du dunia. Alasannya, ”Saya ingin orang luar tahu Indonesia.”

  • Go Tik Swan (11 Mei 1931) – Kanjeng Raden Tumenggung Hardjonegoro

    Pakar kebudayaan Jawa, khususnya keris. Orang Tionghoa pertama yang mendapatkan penghormatan sebagai ahli kebudayaan Jawa, gelar: Kanjeng Raden Tumenggung.

  • Kho Tjeng Lie (1942 – 2003)

    Lebih dikenal dengan nama “Ateng”. Bersama Bing Slamet, dia diajak dalam acara lawak. Melalui Bing Slamet juga akhirnya dia bertemu dengan S. Bagyo, Iskak, Eddy

  • Liem Ching Gie (1911 – 1970)

    Nama pribuminya adalah Abdul Malik. Seorang mubalik, guru, politikus, dan perintis kemerdekaan. Membentuk Pemuda Nasional. Mendirikan Darrul Jarbiyah untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

27
Oct
12

IndoGreenWay : Manfaat Kubis, Air Kelapa dan Madu

25 Oktober 2012 | 07:07 wib

Inilah Manfaat Kubis

image

KUBIS (Brassica oleracia) atau biasa disebut kol merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga Brassica seperti brokoli, kembang kol, dan kecambah brussels. Di Indonesia, kubis mudah ditemui di berbagai rumah makan khususnya yang menyediakan menu pecel, atau disajikan sebagai lalapan.

Namun, sering juga kita lihat banyak orang yang tidak tertarik mengkonsumsi lalapan yang mengandung kubis mentah. Hal ini patut disayangkan, karena sebenarnya kubis mengandung berbagai zat yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Manfaat positif dari tanaman sayur kubis yakni:

Mencegah Pertumbuhan Kanker

Kubis memiliki beberapa sifat yang efektif melawan kanker seperti lupeol, sinigrin, diindolylmethane (DIM), indol-3-karbinol (I3C), dan sulforaphane. Dalam sebuah penelitian terhadap wanita di China ditemukan bahwa, mengkonsumsi kubis akan mengurangi resiko terkena penyakit kanker payudara.

Meningkatkan Sistem Imun

Vitamin C dalam kubis berkhasiat melindungi tubuh dari efek radikal bebas dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Mengatasi Radang Lambung
Sebuah studi dari Stanford University School of Medicine menemukan bahwa jus kubis mampu mengatasi gejala radang lambung. Hal ini disebabkan adanya kandungan glutamin yang tinggi di dalamnya.

Mengurangi Resiko Katarak

Resiko terkena penyakit mata katarak yang biasa diderita saat usia mulai senja ini bisa dikurangi dengan mengkonsumsi kubis karena mengandung beta karoten cukup tinggi.

Merawat Kulit
Kandungan antioksidan yang terdapat dalam kubis berkhasiat membantu melindungi kulit dari berbagai kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Radikal bebas tersebut berpotensi menghadirkan tanda-tanda penuaan.

Mencegah Sembelit
Kubis memiliki kandungan serat yang tergolong tinggi yang berfungsi sebagai perangsang sistem pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.

Berbagai manfaat kubis yang tersembunyi diatas semestinya menjadi daya tarik untuk memulai pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayur-sayuran. Jadi, apakah Anda masih tidak tertarik dengan kubis?

(Frieda Isyana/CN33)

23 Oktober 2012 | 07:20 wib

Manfaat Air Kelapa Bagi Kesehatan

image

BANYAK hal di sekitar kita yang sering diremehkan, namun ternyata berkhasiat bagi tubuh kita. Salah satunya adalah air kelapa.

Kebanyakan orang malah membuang air kelapa karena lebih membutuhkan dagingnya, padahal khasiat air kelapa sungguh luar biasa bagi kesehatan kita.

Air kelapa mengandung elektrolit alami yang dapat menyegarkan tubuh dan mengganti cairan tubuh yang hilang. Lebih berkhasiat dari air putih; air kelapa juga dapat dijadikan sebagai minuman isotonic untuk memulihkan cairan dan suhu tubuh, terutama dalam cuaca panas.

Selain itu, air kelapa juga mengandung asam leurat yang dapat membantu pencernaan. Bagi Anda yang mengalami gangguan pencernaan, disarankan minum air kelapa dua gelas per hari agar pencernaan Anda kembali lancar dan saluran pencernaan juga menjadi sehat.

Khasiat ini didapat karena air kelapa bermanfaat membasmi virus yang membahayakan tubuh.

Ingin diet? Minumlah air kelapa. Kandungan gula yang rendah dalam air kelapa akan membantu Anda menurunkan berat badan dengan cara sehat.

Air kelapa juga dapat menjadi minuman yang tepat bagi penderita diabetes dan penyakit jantung. Selian itu, teratur meminum air kelapa juga dapat menjadi obat alami bagi penderita infeksi urin atau ginjal dan juga memperlancar pengeluaran air seni.

(Frieda Isyana/CN33)

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah Madu

Jumat, 08 Juni 2012, 10:58 WIB
.
Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah Madu
Lebah madu

REPUBLIKA.CO.ID, ”Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS. An-Nahl, 16:68)

Tahukah Anda lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal? Menurut Harun Yahya, heksagonal merupakan sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain.

Lebah, kata dia, menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit.

”Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat,” ujar cendekiawan Muslim bernama asli Adnan Oktar ini.

Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar-lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya.

Menurut Harun, lebah pemadu memberitahu lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus.

Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah.

Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah.

Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.

Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut.

Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Alquran:

‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl, 16: 69)

Tahukah Anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?

Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah.

Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.

Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.

Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali.

Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.

Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: harunyahya.com

Alamat Kontak : 0817 983 4545

Jokowi: Tidak Ada Iuran Kesehatan

Yuliana Lantipo | Kamis, 25 Oktober 2012 – 15:05:13 WIB

:

(dok/antara)
Pemprov DKI Jakarta akan kelola sendiri program jaminan kesehatan warga.

JAKARTA – Rakyat Jakarta terutama yang miskin dan tidak mampu akhir-akhir ini harap-harap cemas menanti janji pasangan gubernur dan wakil gubernur baru Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang katanya akan membebaskan biaya kesehatan bagi jutaan rakyat miskin Jakarta.

Pelibatan PT Asuransi Kesehatan (Askes) sebagai pengelola program asuransi kesehatan warga dikhawatirkan akan membuat warga harus membayar iuran kesehatan dan ini artinya menambah beban baru bagi warga miskin.

Namun Jokowi mengatakan bahwa kekhawatiran itu tidak perlu terjadi. Kalaupun Pemprov DKI mengundang PT Askes, itu sebatas mendengar presentasi mereka tentang program kesehatan yang ditawarkan dan sama sekali belum ada keputusan, apalagi penunjukan.

Ia menilai Pemprov DKI-lah yang lebih pantas mengelola program jaminan kesehatan bagi warganya, karena pihaknya tidak perlu mengeluarkan biaya-biaya operasional.

“Kalau lebih murah Askes (PT Asuransi Kesesehatan) lewat premi, kenapa tidak? Tetapi saya jamin lebih murah dikelola kita (pemerintah) sendiri,” jawab Jokowi kepada SH di Jakarta, Rabu (24/10).

Jokowi mengakui adanya iuran-iuran operasional yang akan dibebankan kepada warga apabila dikelola oleh pihak ketiga. Seperti diberitakan SH beberapa hari lalu, pihak PT Askes telah melakukan presentasi awal pelayanan Askes bagi warga Jakarta. “Nah, itu (iuran). Itu yang saya nggak mau, tapi nggak apa-apa kan presentasi dulu,” ujar Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo yang pernah menolak pengelolaan Askes oleh pihak ketiga di Solo ini menuturkan agar masyarakat tidak cepat menyimpulkan pemprov DKI lepas tanggung jawab pelayanan kesehatan murah dan berkualitas bagi warganya.

“Jangan disimpulkan begitulah. Kita ini baru mendengar. Oke, Askes kalau punya program kesehatan seperti apa, kalau kita (pemprov DKI) kelola sendiri seperti apa. Baru begitu,” ungkapnya.

Akhirnya, Jokowi menegaskan pula bahwa PT Askes belum tentu mengelola jaminan kesehatan warga DKI selama presentasi belum disimak dan dipelajarinya. “Nggak, nggak. Saya belum memutuskan apa-apa. Saya juga belum melihat presentasi dari PT Askes. Jadi, saya belum bisa bicara,” kata dia.

Penegasan Jokowi ini menjawab kabar yang beredar bahwa sudah ada MoU di antara Wakil Gubernur DKI dan PT Askes, di mana PT Askes meminta Rp 49.000/orang/bulan dipungut dari masyarakat.

Basuki menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia hanya mengakui bahwa usul penyerahan jaminan kesehatan kepada PT Askes itu adalah keinginan Komisi IX DPR, sementara ia dan gubernur sedang menimbang-nimbang desakan para anggota DPR.

Basuki juga mengatakan kalau toh akan diserahkan ke PT Askes maka ia menetapkan pada PT Askes Rp 10.000/kepala/bulan yang akan ditanggung pemerintah, tidak boleh lebih. Pada PT Askes pun dia menegaskan tidak boleh ada iuran pada rakyat dan dana APBD itu tidak boleh diinvestasikan. Kelebihan anggaran menurutnya harus dikembali ke tangan pemerintah.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan bahwa nantinya pembuatan kartu sehat akan diserahkan pada Bank DKI menggantikan kartu Gakin dan SKTM yang selama ini membebaskan rakyat dari pembiayaan kesehatan di Ibu Kota.

“Mungkin Jamkesda yang selama ini sudah melayani rakyat miskin lewat program Gakin dan SKTM akan dibubarkan. Kami semua belum tahu pastinya,” ungkap Kepala Jamkesda DKI Jakarta Yudhita Endah.

Basuki juga memastikan mulai 1 November warga Jakarta dapat berobat gratis diseluruh kelas 3 rumah sakit di Jakarta, cukup dengan menggunakan KTP.

Seperti diketahui, Jokowi yang telah memimpin warga Surakarta (Solo) sekitar tujuh tahun itu pernah menolak Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional No 40 Tahun 2004, yang memerintahkan rakyat untuk membayar iuran dan pengusaha diminta menarik iuran dari pekerjanya.

Penolakannya itu juga ditandaskannya dalam sidang uji materi terhadap Pasal 17 dari UU SJSN No 40/2004, yang diajukan Koalisi Jaminan Sosial Pro Rakyat (KJSPR), pada Senin (13/6) di Jakarta.

Seperti yang dimuat SH, ia menyatakan, ”Tidak, saya tidak setuju kalau rakyat ditarik iuran apalagi kalau pengusaha diperintahkan menarik iuran dari pekerja lagi. Jaminan sosial harus dibiayai negara dan saya yakin pemerintah pasti bisa, asal dikelola sendiri,” ungkapnya saat itu.(Web Warouw)

Sumber : Sinar Harapan
27
Oct
12

Bangunan : Candi Kuno Terbesar Ditemukan di Bali

Candi Kuno Terbesar Ditemukan Di Bali

Jumat, 26 Oktober 2012 | 8:25

Fondasi candi kuno di Penatih ini ditemukan pekerja bangunan hari Minggu (21/10). [Reuters] Fondasi candi kuno di Penatih ini ditemukan pekerja bangunan hari Minggu (21/10). [Reuters]

[DENPASAR] Para pekerja bangunan di Bali menemukan apa yang diperkirakan sebagai candi kuno Hindu terbesar yang dibangun pada sekitar abad ke-13 sampai 15.

Para pekerja melaporkan ke kantor arkeologi Bali setelah mereka menemukan batu pertama sepanjang satu meter dan lebar 40 centimeter pada hari Minggu (21/10) lalu di Penatih.

Pakar arkeologi kemudian melanjutkan penggalian untuk mengetahui lebih lanjut bentuk candi tersebut, kata kepala tim arkeologi Wayan Suantika.

“Kami rasa inilah candi Hindu terbesar yang pernah ditemukan di Bali,” kata Suantika kepada kantor berita AFP.

Ia menambahkan, saat ini penggalian dan penelitian candi masih terus dilakukan di tempat yang disebut sebagai Situs Purbakala Penatih.

Wayan juga mengatakan, fondasi candi purbakala itu diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-13,  berdasarkan dari “bahan batu padas dan pada bahan batu padas ini terdapat lapisan penguat.”

Suantika mengatakan, temuan candi terbesar sebelumnya di Bali adalah Candi Wasa,  yang berukuran 11 meter kali 10 meter,  di Gianyar tahun 1986. “Yang ditemukan di Penatih, yang baru terlihat saja sudah mencapai 11 meter. Dan ini belum ditemukan ujungnya, berarti jauh lebih panjang lagi,” tambahnya.

Ia juga mengatakan ciri candi yang ditemukan ini serupa dengan yang ada di Jawa Timur. Sementara itu, sejumlah warga setempat mengatakan mereka sempat menemukan benda-benda purbakala, termasuk keramik dan batu padas dalam bentuk lain.

“Lokasi temuan benda-benda bersejarah itu ditemukan warga sekitar 40 meter dari tempat temuan struktur bangunan candi,” kata seorang warga kepada Nusa Bali. [BBC/L-8]

24
Oct
12

Kepemimpinan : Jejak Majapahit dari Bali hingga Australia

Jejak Prajurit Islam Majapahit dari Bali hingga Australia

Selasa, 7 Agustus 2012 | 12:02 WIB

 

google.com
Ilustrasi: Wilayah kekuasaan Majapahit

Oleh: SUFYAN AL  JAWI
Arkeolog di Numismatik Indonesia

Mengagumkan, ternyata wilayah Majapahit lebih luas dari yang diperkirakan selama ini oleh sejarawan. Riset terbaru tentang penempatan prajurit Majapahit  di luar Jawa menemui fakta yang menakjubkan. Uniknya, pleton-pleton kawal Majapahit beranggotakan prajurit beragama Islam. Peninggalannya pun masih bisa dibuktikan hingga sekarang.

Adanya penempatan prajurit Majapahit di Kerajaan Vasal (bawahan) yang terdiri dari 40 prajurit elite beragama Islam di Kerajaan Gelgel-Bali, Wanin-Papua, Kayu Jawa-Australia Barat, dan Marege-Tanah Amhem (Darwin) Australia Utara pada abad ke 14 memperkuat bukti bahwa Gajah Mada adalah seorang Muslim. Silakan anda berkunjung ke daerah tersebut, terutama ke Bali Utara sebelum anda memberi komentar tanpa dasar.

Prajurit Islam ini berasal dari basis Gajah Mada dalam merekrut prajurit elite yang terdiri dari 3 (tiga) kriteria: Mada; Gondang (Tenggulun-Lamongan) dan Badander (Jombang) yang diketahui sebagai basis teman-teman lama beliau. Dari desa-desa ini pemudanya direkrut menjadi Bhayangkara angkatan II dan seterusnya. Tuban, Leran, Ampel, Sedayu sebagai basis Garda Pantura. Pahang-Malaya, Bugis-Makasar, dan Pasai sebagai basis tentara Laut Luar Jawa.

Hal ini adalah wajar, karena di Jawa, Islam telah berbaur sejak abad ke 10 yang dibuktikan dengan penemuan Prasasti nisan Fatimah binti Maimun (wafat 1082 M) di Leran, Gresik yang bertuliskan huruf Arab Kufi. Dan Prasasti Gondang – Lamongan yang ditulis dengan huruf Arab (Jawi) dan huruf Jawa Kuno (Kawi). Keduanya merupakan peninggalan zaman Airlangga. Sedangkan orang Islam sudah masuk ke Jawa sejak zaman Kerajaan Medang abad ke 7. Islam baru berkembang dengan pesat di Jawa pada abad ke 15, atas peran tak langsung dari politik Gajah Mada, putra desa Mada-Lamongan, politikus abad ke 14.

Pembentukan Satuan Elite, Pabrik Senjata dan Dinar Emas

Satuan tentara elite Majapahit sudah dibangun sejak masa Jayanegara (1319), yaitu pasukan kawal raja – Bhayangkara, yang dipimpin oleh bekel Gajah Mada. Pada masa selanjutnya satuan elite terus berkembang, terutama pada masa Gajah Mada menjabat sebagai  mahapatih amangkubhumi dari tahun 1334 sampai 1359, sejak masa Tribhuwana Tunggadewi hingga masa Hayam Wuruk.

Menurut “Hikayat Raja-raja Pasai”, ketika Majapahit menyerang Pasai, dan dipukul mundur (1345), lalu menyerang kembali dan meluluh lantakan istana Sultan Ahmad Malik Az Zahir (1350), Gajah Mada yang juga seorang muslim, membawa tawanan orang Pasai yang terdiri dari para ahli, insinyur lulusan Baghdad, Damaskus dan Andalusia. Sedangkan Sultan Pasai melarikan diri dari istana. Setibanya di Majapahit, Gajah Mada membebaskan tawanan tersebut setelah bernegosiasi dengan Prabu Hayam Wuruk. Kemudian orang Pasai ini bekerjasama dengan Gajah Mada untuk membangun kejayaan Majapahit. Sebagai balas jasa, Majapahit memberi otonomi kepada Kerajaan Pasai Darussalam, dan menempatkan orang Pasai di komplek elite di ibukota Majapahit – Trowulan. Hal ini dibuktikan, pada 1377 Majapahit menghancurkan Kerajaan Budha Sriwijaya dan menguasai seluruh Pulau Sumatera, kecuali Pasai.

“Maka titah Sang Nata akan segala tawanan orang Pasai itu, suruhlah ia duduk di tanah Jawa ini, mana kesukaan hatinya. Itulah sebabnya maka banyak keramat di tanah Jawa tatkala Pasai kalah oleh Majapahit itu” (Kutipan dari “Hikayat Raja-raja Pasai”).

Dengan adanya orang Pasai yang ahli dalam bidang tempa logam, baik itu baja maupun emas, maka didirikanlah bengkel senjata dan alat pertanian yang sempurna (standar baja Damaskus) , saluran irigasi model Andalusia di Trowulan dan pabrik koin dinar emas Majapahit. Seiring dengan perluasan wilayah Majapahit untuk mewujudkan “Sumpah Palapa”, Gajah Mada membentuk pleton-pleton khusus yang didominasi oleh prajurit Islam.

Prajurit Islam Majapahit di Bali

Penempatan 40 orang prajurit Islam Majapahit di Kerajaan Gelgel – Klungkung, Bali dimulai ketika Raja Gelgel I, Dalem Ketut Ngulesir (1320 – 1400) berkunjung sowan abdi ke Trowulan, tak lama setelah deklarasi pendirian Kerajaan Gelgel tahun 1383. Beliau didampingi oleh Patih Agung, Arya Patandakan dan Kyai Klapodyana (Gusti Kubon Tubuh) yang menghadap Prabu Hayam Wuruk saat upacara Cradha dan rapat tahunan negeri-negeri vasal imperium Majapahit. Ketut Ngulesir memohon dukungan dari Maharaja Majapahit, yang dikabulkan dengan pemberian 1 (satu) unit pleton khusus binaan Almarhum Gajah Mada. (“Kitab Babad Dalem”, manuskrip tentang Raja-raja Bali).

Prajurit Islam ini menikah dengan wanita Bali, dan beranak-pinak disana. Mereka sangat setia membentengi Puri Gelgel – Klungkung. Bahkan meskipun pada akhirnya imperium Majapahit runtuh (1527), tapi Prajurit Islam tetap menjadi tentara elite Kerajaan Gelgel, dari generasi ke generasi. Begitu pula di Kerajaan Buleleng, prajurit Islam membentengi Puri Buleleng dari serangan Raja Mengwi dan Raja Badung dari Kerajaan di Bali Selatan.

Faktanya, saat ini kita masih dapat saksikan di Bali, keturunan prajurit Islam Majapahit yang telah mencapai ribuan orang Islam asli Bali (mereka menggunakan nama Bali, untuk membedakan dengan muslim pendatang) tepatnya di desa Gelgel, Klungkung dan di desa Pegayaman, Buleleng – 70 km arah utara Denpasar. Mereka adalah penduduk mayoritas di desa-desa kuno tersebut.

Pertanyaannya : Kenapa Hayam Wuruk mengirimkan pleton prajurit Islam untuk mengawal negeri bawahan Majapahit ?

Jawabannya: Pertama, almarhum Gajah Mada (wafat 1364) telah membangun sistem perekrutan satuan tentara elite yang beranggotakan prajurit Islam, dibekali dengan senjata pamungkas, dan berperang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Kedua, Prabu Hayam Wuruk diduga telah mengetahui bahwa Gajah Mada bukan Sudra, melainkan seorang Muslim. Kemungkinan info yang rahasia ini diperoleh dari Ibunda Ratu Tribhuwana Tunggadewi.

Untuk menghormati almarhum Gajah Mada, beliau tidak mencerai-beraikan pleton-pleton Muslim yang berjumlah 40 orang, karena dalam Madzhab Imam Syafi’i, syarat minimal untuk mendirikan sholat Jumat adalah 40 orang. Ketiga, kemampuan tempur 40 orang prajurit Islam dapat menghancurkan 200-400 orang tentara reguler musuh. Karena mereka dibekali kemampuan militer  yang menguasai berbagai jenis senjata. Hal ini dibuktikan dalam perang mempertahankan Puri Buleleng dari serbuan pasukan gabungan dua Kerajaan Mengwi dan Badung, yang terletak di Bali Selatan. Keempat, Hayam Wuruk kagum atas kesetiaan dan ketetapan janji orang Islam. Mereka tidak terpengaruh  godaan harta, wanita dan tahta yang bukan haknya. Mereka tidak pernah mabuk, berjudi, maling dan berzina ( kebiasaan buruk di Majapahit adalah mabuk dan berjudi, dan agak permisif dalam hal seks ). Panutan mereka adalah Gajah Mada, yang diklaim oleh orang-orang Majapahit sebagai orang Hindu berkasta Sudra?

Ketika pleton prajurit Islam Majapahit ini mengawal pulang rombongan Raja Gelgel, Ketut Ngulesir, mereka dibekali oleh Hayam Wuruk berupa puluhan ribu koin cash Cina dan koin Gobog Wayang (koin kepeng tembaga) serta ratusan koin dinar emas Majapahit. Ini sebagai balasan atas penyerahan upeti dari Kerajaan Gelgel Klungkung berupa hasil bumi, hewan ternak dan tangkapan, perhiasan dan kerajinan tangan rakyat Gelgel. Hayam Wuruk berharap, stok koin-koin tersebut mampu merangsang tumbuhnya ekonomi di Gelgel. Sejak saat itu Pura Klungkung dan Pura Buleleng telah akrab dengan koin dinar emas dalam ritual ibadah mereka.

Prajurit Islam Majapahit di Wanin – Papua

Saat Prof. JH Kern dan NJ Krom meneliti kitab Nagarakertagama yang ditemukan (dijarah) oleh JLA Brandes dari istana Cakranagara, Lombok (1894). Prof. Kern dan Krom, 1920, mendapati fakta bahwa kekuasaan Majapahit di Papua Barat dibuktikan dengan adanya penempatan prajurit Islam di Wanin – Papua. Berdirinya Kerajaan Wanin di Fak-fak hingga Biak merupakan vasal Majapahit. Sampai sekarang, Raja-raja dan rakyat di Wanin dan Fakfak sangat kental nuansa Islamnya dan sangat fasih menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Tak seperti di Bali, prajurit Islam Majapahit ini membawa istri mereka yang dinikahi di Jawa, Bugis, Seram dan pulau Maluku, sebelum akhirnya menetap di Wanin. Saat Majapahit runtuh, pada abad ke 16, Kerajaan Wanin bergabung dengan Kerajaan Ternate Darussalam di Maluku Utara, yang dulunya juga merupakan bawahan Majapahit. Diperkirakan situs Majapahit di Papua tersebar luas di Fak-fak, Biak dan Raja Ampat. Keturunan mereka berbeda dengan ras Papua.

Prajurit Islam Majapahit di Marege – Australia

Sejarah resmi negeri kangguru, sepertinya harus segera direvisi. Sebab Prof. Regina Ganter, sejarawan dari University of Griffith, Brisbane, Australia – belum lama ini meriset suku Aborigin Marege yang berbahasa Melayu Makasar. Marege adalah desa kuno di tanah Arnhem, di daerah Darwin, Australia Utara. Regina mendapat fakta yang menakjubkan , bahwa komunitas Muslim kuno Aborigin berasal dari Kerajaan Gowa Tallo, Makasar, sudah ada sejak abad ke 17 (1650 an), dan menyebarkan Islam di Australia Utara hingga ke desa Kayu Jawa di Australia Barat.

Orang Marege hingga hari ini menyebut rupiah untuk kata ganti uang, padahal mata uangnya adalah dollar. Juga menyebut dinar untuk koin emas Australia. Dahulu sempat ditemukan koin Gobog Wayang di desa Marege Darwin. Padahal koin Gobog merupakan koin resmi Majapahit. Dan ini menunjukkan adanya jejak prajurit Majapahit abad ke 14 yang dikirim ke Marege, namun hal itu masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Dalam risetnya, Prof. Regina menuturkan bahwa sejak masa Sultan Hasanuddin (1653-1669) kapal-kapal Pinisi dari Makasar menguasai perairan teluk Carpentaria – Darwin, mereka mencari tripang. Di tanah Arnhem, Marege, orang Makassar berhubungan dengan suku Aborigin, menikah dan beranak pinak membentuk komunitas Aborigin Muslim. Dalam kebudayaan Marege, nampak jelas mereka menggambar kapal Pinisi Makasar dalam karya seni kuno mereka. Uniknya, kapal bercadik Majapahit pun terpahat dalam seni ukir dan lukis mereka yang berusia ratusan tahun.

Ketika orang Inggris menjajah rayah desa Marege dan desa Kayu Jawa, mereka nyaris menghancurkan budaya Islam suku Aborigin Marege pada abad ke 20 seiring arus Westernisasi di negeri Kanguru. Karya seni Marage banyak yang diboyong ke Eropa. Orang Marege menyebut orang Inggris sebagai ‘Balanda’, sedangkan orang Kayu Jawa menyebutnya ‘Walanda’, dan perang melawan orang Inggris disebut ‘Jihad Kaphe’.

Semoga riset yang akan dilakukan oleh Tim Riset Yamasta ( beranggotakan Viddy Ad Daery, Sufyan Al-Jawi, Drs. Mat Rais dan Farhaz Daud ) untuk program yang akan datang, dapat mengungkap keberadaan situs Majapahit di Marege, Kayu Jawa dan tempat lainnya di Australia. Sesungguhnya kita adalah Bangsa yang besar dan jaya, pernah membangun perdaban Superpower – Nusantara. Mari bersatu, hilangkan egoisme SARA dan sinisme, marilah kita bangkit dan membangun kembali Nusantara [SF].

 

Editor :
Jodhi Yudono
22
Oct
12

Kenegarawanan : Negara Bebas Namun Intoleransi Tinggi

Dicap Negara Bebas, Intoleransi di Indonesia Tinggi

TRIBUNnews.comOleh Yogi Gustaman | TRIBUNnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Yayasan Denny JA, Novriantoni Kahar mengatakan, meningkatnya sikap intoleransi terhadap perbedaan identitas publik Indonesia semakin mengkhawatirkan karena 15-80 persen merasa tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang berbeda identitas.

Menurutnya, sikap intoleransi merujuk survei Lingkaran Survei Indonesia Community mengafirmasi keresahan umum di kalangan masyarakat tentang intoleransi sosial. Bahkan, di tingkat internasional, sejak 2005, tren kebebasan ikut menurun dibanding 2002 lalu.

“Ini kabar buruk pertama. Kalaupun Freedom House mencatat Indonesia masuk kategori free sejak 2006, skor kebebasan sipil Indonesia selalu lebih rendah dibanding skor hak-hak politik,” ujar Novri dalam rilis survei ‘Meningkatnya Populasi yang Tidak Nyaman dengan Keberagaman’ di Jakarta, Minggu (21/10/2012).

Sebenarnya, lanjut Novriantoni, intolerasi, diskriminasi, bisa ditanggulang dengan catatan Negara tegas. Di Amerika, tidak semuanya toleran. Sekalipun warga boleh tidak suka dengan kelompok apapun, jka menyatroni rumah orang, akan berhadapan dengan hukum negara.

Kabar buruk kedua adalah Indonesia dicap sebagai negara gagal secara konstitusi. Hal itu terlihat karena pemerintah gagal menegakkan konstitusi dengan membiarkan intoleransi dan kekerasan agama di Indonesia dalam lima tahun terakhir masih saja terjadi.

“Pemerintah gagal mengambil langkah-langkah memadai untuk menangkal diskriminasi, restriksi dan penyerangan atas Ahmadiyah dan minoritas lainnya. Gagal juga membendung fatwa MUI tentang sekularisme, pluralisme dan liberalisme pada 2005,” tambahnya dengan merujuk International Religious Freedom Report for 2011.

Kegagalan lainnya terlihat ketika Pemerintah tak mampu menahan inisiatif pemerintah daerah untuk melarang, bahkan mencegah vandalisme atas fasilitas Ahmadiyah, tak mengambil lahan konkrit untuk mengukuhkan keputusan MA pada Desember 2010 yang melegalkan pembukaan ulang GKI Yasmin.

Kabar buruk terakhir, adalah ditaklukkannya hukum oleh intoleransi. Yang terjadi di lapangan, hukum tumpul ketika berhadapan dengan aksi kekerasan yang dilakukan massa, di mana pelakunya sering tidak diproses secara hukum. Berbeda dengan korban yang justru dikriminalisasi.

“Ini terjadi baik dalam kasus Ahmadiyah, GKI Yasmin, maupun Syiah. Ironi kekerasan terhadap Ahmadiyah pada 2011 di Cikeusik, 12 orang pelaku dipenjara tiga sampai enam bulan. Korban kekerasa dari warga Ahmadiyah justru dihukum enam bulan penjara,” tukasnya merujuk laporan Freedom House in the World 2012 tentang Indonesia.

22
Oct
12

Energi : Pertamina Kelola Mahakam 51-70 Persen

Wamen: Pertamina Kelola Mahakam 51-70 Persen

AntaraAntara

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini memastikan, PT Pertamina (Persero) akan memperoleh hak partisipasi (participating interest) mayoritas dalam pengelolaan Blok Mahakam, Kaltim dengan porsi antara 51-70 persen.

“Dari dulu Mahakam itu untuk Pertamina. Nanti, Pertamina ikut kelola dengan porsi minimal 51 persen hingga maksimal 70 persen,” katanya usai rapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin.

Menurut dia, porsi hak partisipasi hingga 70 persen tersebut sudah termasuk bagian untuk daerah.

“Jadi, Pertamina minimal 51 persen dan bersama daerah akan kelola Mahakam maksimal 70 persen,” ujarnya.

Sementara, sisa hak partisipasi Mahakam sebesar 30 persen tetap akan dikelola Total E&P yang bisa dilakukan sendiri atau bersama kontraktor lain.

Keberadaan Total, lanjutnya, diperlukan sebagai sumber pendanaan dan juga teknologi.

Ia juga mengatakan, untuk menjamin kelangsungan produksi, Total tetap bisa menjadi operator Mahakam selama lima tahun pertama.

“Sisanya, dioperatori Pertamina,” katanya.

Pertamina sudah mengajukan secara resmi pengelolaan Mahakam pascaberakhirnya kontrak dengan Total E&P Indonesie pada 2017.

Total menekan kontrak pengelolaan Mahakam pertama kalinya pada 31 Maret 1967 dengan jangka waktu selama 30 tahun.

Pada 31 Maret 1997, kontrak Total diperpanjang lagi selama 20 tahun dan akan berakhir 30 Maret 2017.

Selain Total yang menguasai 50 persen dan sekaligus bertindak sebagai operator, hak partisipasi Mahakam juga dimiliki Inpex Corporation sebesar 50 persen.

Sepanjang 2012 hingga 11 Oktober, Total memproduksikan Mahakam sebesar 1.915 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan minyak 67.478 barel per hari.

Blok Mahakam juga diperkirakan masih memiliki sebanyak 11,7 persen cadangan terbukti gas nasional atau 12,7 triliun kaki kubik (TCF). (tp)

 

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook



Blog Stats

  • 3,948,284 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements