28
Oct
12

Kenegarawanan : 7 Butir Sumpah Pemuda Oktober 2008

BARPETA

BARPETA

Barisan Pembela Tanah Air

M A K L U M A T

MERDEKA !

Bersama ini disampaikan bahwa saat Press Conference 18 Oktober 2008 bertempat di Jl. Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, telah diinformasikan nama-nama Panelis 80 Tahun Soempah Pemoeda 1928, di Auditorium LPMJ, Jl. Raya Bekasi Timur Km.18, Pulogadung, Jakarta Timur, 25 Oktober 2008 jam 10.00 wib, dilengkapi dengan prakarsa Resolusi SUMPAH PEMUDA 2008 sebagai berikut :

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa persatuan, bahasa Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berideologi yang satu, Pancasila;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berkonstitusi yang satu, Undang-Undang Dasar 1945;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bernegara yang satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbendera persatuan bangsa, Bendera Merah Putih.

yang telah ditandatangani oleh KetUm Barisan Kebangsaan, Ka & WaKa BARPETA, Sekretaris IPKI, KetUm Forum Kebangsaan, KetUm LKPN’45, KetUm MAKOR.

Hadiri dan Turut Tandatangani 7 RESOLUSI SUMPAH PEMUDA 2008 ini sebagai pertanda peran serta warga pada Peristiwa Nasional yang penting bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tetap MERDEKA !

Jakarta, 20 Oktober 2008

DR Ir Pandji R. Hadinoto, MH / HP : 0817 983 4545

Ketua BARPETA, KaPokJa Strategi Hijau Rembug Jakarta, LPMJ

Bagaimana Para Deklarator Sumpah Pemuda Ngekos ?

TEMPO.COTEMPO.CO 

Konten Terkait

  • Bagaimana Para Deklarator Sumpah Pemuda Ngekos?Lihat Foto
  • Bagaimana Para Deklarator Sumpah Pemuda Ngekos?

TEMPO.CO, Jakarta–Bangunan di Jalan Kramat Raya Nomor 106 menjadi saksi bisu dibacakannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Gedung ini merupakan pemondokan untuk pelajar dan mahasiswa waktu itu. Bagaimana kehidupan kos para pemuda saat itu?

Dalam Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda, gedung Kramat 106 menjadi tempat tinggal pelajar yang tergabung dalam Jong Java sejak 1925. »Mereka kebanyakan pelajar Sekolah Pendidikan Dokter Hindia alias Stovia,” seperti dikutip artikel Jejak Samar Bapak Kos Dokter Politik dari Timur di Majalah TEMPO 2 November 2008.

Tercatat Muhammad Yamin, Aboe Hanifah, Amir Sjarifuddin, A.K. Gani, Mohammad Tamzil, atau Assaat dt Moeda, pernah tinggal di sana.

Para pelajar menyewa gedung itu dengan tarif 12,5 gulden per orang setiap bulan, atau setara dengan 40 liter beras waktu itu. Mereka memiliki pekerja yang mengurus rumah yang dikenal dengan nama Bang Salim.

»Tamu yang menginap tidak dikenai bayaran, tapi harus mengusahakan makanannya sendiri,” kata Dr Raden Soeharto, kostjongen dan peserta Sumpah Pemuda dalam buku Bunga Rampai, 50 Tahun Soempah Pemoeda.

Aktivis Jong Java menyewa bangunan 460 meter persegi ini karena kontrakan sebelumnya di Kwitang terlalu sempit untuk menampung kegiatan mereka. Anggota Jong Java dan mahasiswa lainnya menyebut gedung ini Langen Siswo.

Sejak 1926, penghuni gedung ini makin beragam dari berbagai daerah. Pun kegiatannya. Selain kesenian, mahasiswa di gedung ini aktif dalam kepanduan dan olahraga.

Penghuni Kramat 106 juga sering berdiskusi soal konsep persatuan nasional. Gedung ini pun menjadi markas Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), yang berdiri pada September 1926, usai kongres pemuda pertama. Penghuni kontrakan, dengan payung PPPI, sering mengundang tokoh seperti Bung Karno untuk berdiskusi. Tema perbincangan misalnya mencari bentuk negara ideal bagi Indonesia.

Di gedung ini juga muncul majalah Indonesia Raya, yang dikelola PPPI. Karena sering dipakai kegiatan pemuda yang sifatnya nasional, para penghuni menamakan gedung ini Indonesische Clubhuis, tempat resmi pertemuan pemuda nasional. Sejak 1927, mereka memasang papan nama gedung itu di depan. Padahal Gubernur Jenderal H.J. de Graff sedang menjalankan politik tangan besi.

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mendeklarasikan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II di bangunan yang terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106 ini.

Kegiatan pemuda dialihkan ke Jalan Kramat 156 setelah para penghuni Kramat 106 tidak melanjutkan sewanya pada 1934.

PDAT| EVAN| KODRAT

Baca juga:

Edisi Khusus Tempo.co Sumpah Pemuda

Hatta, Motor Perjuangan Pemuda di Belanda

Hatta dan Kata Indonesia

Wawancara A. Simanjuntak, Pengarang Bangun Pemudi Pemuda

Naskah Sumpah Pemuda Tak Orisinal?

Kenapa Sukarno Ubah Sumpah Pemuda?

Berita Lainnya

Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : 7 Butir Sumpah Pemuda Oktober 2008”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,948,308 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements

%d bloggers like this: