19
Dec
11

Penegakan Hukum : Kasus Mesuji, Lampung

Video & Testimoni

Lia Harahap – detikNews

Senin, 19/12/2011 17:54 WIB

Video Mesuji Diragukan, Testimoni Keluarga Korban Bakal Digelar
Jakarta - Video berisi cuplikan kekerasan di Mesuji Lampung dan Mesuji Sumatera Selatan banyak diragukan. Mediator korban kasus Mesuji, Mayor Jenderal Purnawirawan Saurip Kadi, bakal menggelar testimoni keluarga korban.”Pada saatnya nanti saya akan tampilkan testimoni terbuka oleh keluarga korban. Tunggu tanggal mainnya,” kata Saurip saat jumpa pers usai acara refleksi akhir tahun di Gedung PP Muhammadiyah Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2011).Menurutnya, kasus kekerasan di Mesuji yang telah dia sampaikan kepada Komisi III DPR beberapa waktu lalu nyata dan valid datanya. Tidak ada rekayasa dalam laporan tersebut, sehingga jika ada pihak yang berniat menghitung jumlah korban kekerasan pasti bisa menemukannya.Terkait jumlah korban yang meninggal, sambungnya, sampai dengan pengecekan terakhir tetap di atas 30 orang dan bahkan bisa ditambah. Saurip akan meminta kesediaan para orang tua dan keluarga korban untuk memberikan testimoni.”Nanti yang mengumumkan bukan saya, tapi keluarga atau orang tua (korban), khususnya ibu-ibunya untuk membawa foto dan menyebutkan kuburannya di sini,” papar Saurip.Menurut dia, kekerasan tidak terjadi di dua titik, tapi sebelas titik. Namun jika pemerintah sementara ini hanya akan melakukann pengungkapan di 2 titik, Saurip mempersilakannya.”Dua kepala yang di atas truk, bukan saya saja tapi juga oleh anggota DPR sudah diketahui itu satunya adalah sebutannya Kalong dan satunya lagi adalah Macan. Keduanya adalah cucu Haji Jalang. Silakan dicek ke Sodong. Anggota DPR juga sudah mengakui. Begitu juga soal tempat penggantungan, anggota DPR sudah mengetahui,” tutur dia.Saurip juga mempersilakan pihak-pihak yang mempermasalahkan konten video yang dicampur aduk. Dia bahkan bersiap untuk membuka identitas si pembuat video sehingga bisa menyampaikan situasi yang sebebarnya saat video diambil.

“Bahkan ada seorang anggota DPRD di Lampung yang bilang saya hanya cari keuntungan pribadi. Silakan saja mau menyebarkan apa saja alhamdulilah, supaya dosa-dosa saya sedikit ada yang mengurangi,” ucap Saurip.

Dia berharap jika memang ada ‘luka bernanah’ di Mesuji, maka pemerintah sampaikan yang sebenarnya, bukan ditutup-tutupi atau dibalik-balik. Suara warga yang mengungkap kasus tersebut juga seharusnya didengar dan dimanfaatkan.

“Sekarang adalah perang informasi. Wajar, jangan kaget, ini untuk kita terbiasa menjadi dewasa dalam menanggapi pemberitaan. Yang penting kebenaran niscaya akan mampu membuktikan dirinya. Saya ingatkan, rakyat tidak bodoh, rakyat juga cerdas,” ujarnya berapi-api.

(vit/nwk)

Baca Juga

Revisi UU Perkebunan

jurnalparlemen.com – detikNews
Senin, 19/12/2011 16:37 WIB
Belajar dari Kasus Mesuji, DPR Harus Revisi UU Perkebunan
Jakarta
UU 18/2004 Dinilai tidak berpihak pada para petani. Kasus kekerasan pengusaha perkebunan terhadap para petani seperti yang menimpa warga di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan, membuat Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron prihatin. Belajar dari kasus tersebut, Herman mendesak agar UU 18/2004 tentang Perkebunan harus segera direvisi.Politisi Demokrat ini menilai, UU Perkebunan tidak berpihak kepada para petani. Justru berpihak kepada para pengusaha perkebunan besar. Misalnya dalam pasal 21 dan 47 yang tidak sesuai dengan kearifan lokal. “Saya sedang dengungkan usul revisi ini. Sebab, konflik bukan hanya di Mesuji tapi berlangsung di mana-mana,” kata Herman kepada Jurnalparlemen.com, Senin (19/12).Undang-undang ini juga telah mengakibatkan sejumlah petani di beberapa tempat dipidanakan oleh para pengusaha perkebunan karena dianggap menghalang-halangi perusahaan mengelola kebun.Sebagian pasal dari UU Perkebunan ini juga sebenarnya sudah ditolak oleh MK (Mahkamah Konstitusi) pada Oktober 2010 lalu, terutama pasal 21 dan 47 yang bermasalah. Namun, Herman belum bisa memastikan kapan UU ini akan direvisi.
(nwk/nwk)

Video Mesuji

Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Senin, 19/12/2011 10:50 WIB
Komisi III Dapat Info Video Mesuji Tak Diambil di Lampung
Martin Hutabarat
Jakarta - Komisi III DPR sudah melakukan investigasi ke Mesuji, Lampung. Komisi mendapati bahwa video kekerasan Mesuji yang dibawa ke DPR beberapa waktu lalu, tak diambil di Lampung.”Kami mengadakan rapat dengan Kapolda sampai tengah malam. Mereka katakan itu tidak ada di Lampung diduga itu di Sodong, Mesuji di Sumatera Selatan,” tutur anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat.Hal ini disampaikan Martin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/12/2011).Namun, Komisi Hukum itu tak begitu saja percaya terhadap informasi itu. Tim khusus Komisi akan terus melakukan penyelidikan. “Itu akan kami tindaklanjuti,” tutur Martin.Mengenai dugaan pengambilan video di Thailand, Martin mengatakan, hal itu juga menjadi perhatian khusus Komisi.

“Itu juga akan kita telusuri. Juga jumlah korban yang dikatakan polisi hanya dua warga,” pungkasnya.

(van/krs)

Baca Juga

Terjadi Sejak 1996

Fajar Pratama – detikNews

Senin, 19/12/2011 19:10 WIB

TGPF dapat Laporan Kekerasan di Mesuji Lampung Terjadi Sejak 1996
Jakarta - Sejak dibentuk pada Jumat (16/12) lalu, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mesuji yang dipimpin Wamenkum HAM Denny Indrayana terus mengumpulkan informasi. TGPF mendapat laporan pelanggaran HAM di Mesuji Lampung terjadi sejak 1996.”Kami bertemu dengan rekan dari lampung untuk mendapatkan info awal. Kami sampai sekarang terus mengumpulkan dan mengklarifikasi informasi,” tutur Denny di kantornya, usai menggelar pertemuan dengan aktivis HAM dari Lampung, Senin (19/12/2011).Bersama dengan Denny, hadir Dedy Mawardi, perwakilan dari LSM di Lampung, yang hari ini memberikan informasi ke TGPF. Dedy yang biasa melakukan advokasi terkait kekerasan HAM di Mesuji Lampung ini mengatakan, kekerasan di daerah itu sudah terjadi sejak tahun 1996.Namun berdasarkan informasi yang diperoleh Dedy, angka kematian akibat pelanggaran HAM di Mesuji lampung tidak sampai 30 orang, sebagaimana yang santer dikabarkan beberapa waktu terakhir.

“Selama kami mendampingi, sudah ada pelanggaran HAM sejak tahun tahun 96. Tapi angkanya tidak sampai 30 orang,” ujar Dedy.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai berapa jumlah korban di Mesuji, Dedy tidak menjelaskan secara rinci. Dia hanya menegaskan, angka kematian tidak mungkin sampai 30 orang.

Menanggapi informasi dari Dedy Mawardi dan rekan-rekannya dari LSM di Lampung, Denny Indrayana mengatakan TGPF akan melakukan klarifikasi. Dia menegaskan, TGPF sama sekali belum memutuskan kesimpulan akhir.

“Belum ada kesimpulan. Kami mengolah dulu info yang masuk,” tutur Denny.

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana memimpin Tim Gabungan Pencari Fakta terkait konflik berdarah sengketa tanah di Mesuji, Lampung maupun Sumatera Selatan. Tim yang resmi bekerja pada Jumat (16/12/2011) ini terdiri dari unsur Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kehutanan, Kepolisian RI, Komnas HAM, Pemerintah Daerah Lampung dan Sumatera Selatan, dan tokoh masyarakat.

Tim Gabungan Pencari Fakta ini memiliki target jangka pendek dan jangka menegah. Terkait jangka pendek, Tim Gabungan Pencari Fakta ini akan menuntaskan masalah hukum terkait sengketa tanah, serta mengusut kasus pembunuhan. Sementara itu, jangka menengahnya adalah mencegah agar tak ada lagi sengketa lahan antara masyarakat setempat dan pihak yang telah memeroleh izin menggarap lahan, baik dari pemerintah daerah atau pun Kementerian Kehutanan.

(fjr/vit)

Baca Juga

Baca Juga

Video Mesuji

Egir Rivki – detikNews

Minggu, 18/12/2011 16:51 WIB

 

Ruhut : Jika Video Mesuji dari Thailand, Saurip Harus Tanggung Jawab
Jakarta - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang diketuai Wamenkum HAM Denny Indrayana, masih terus mencari kebenaran video pembantaian warga di Mesuji, Lampung. Jika benar ternyata video yang dimaksud itu berasal dari Thailand, Mayjen Purn Saurip Kadi, Ketua Tim Advokasi Warga Mesuji, harus mempertanggungjawabkannya.”Jadi kalau benar video itu merupakan cuplikan-cuplikan kejadian di Thailand, malulah dia (Saurip) dan dia harus pertanggungjawabkan,” ujar politikus Partai Demokrat, Ruhut Sitompul di Rumah Makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (18/12/2011).

Ruhut mengaku belum mengetahui detail permasalahan yang muncul di kawasan itu. Permasalahan yang diketahui, konflik ini disebabkan oleh perebutan lahan

Sebelumnya, seperti dikutip CBSNews.com, salah satu video kekerasan yang beredar tersebut diduga sebagai video palsu yang mengambil gambar kekerasan di Thailand Selatan. Dituliskan dalam tulisan itu, terdapat dua buah video. Namun dalam tulisan itu disebutkan salah satu video tersebut tidak terkait dengan kasus Mesuji.

Pada rekaman yang diduga diambil dari kelompok separatis Pattani di Thailand Selatan, digambarkan seorang pria bertopeng, memegang senapan laras panjang dan memakai penutup muka.

Atas kasus pembantaian itu, pemerintah Indonesia sudah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta. Wakil Menteri Kemenkum HAM Denny Indrayana bertindak sebagai ketua tim. Sedangkan wakilnya adalah Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.

“Saya dapat info garis besarnya, ialah masalah perebutan lahan yang terkait dengan UU Pengadaan Tanah. Jadi janganlah ini dibawa ke masalah politik, ini masalah tanah,” tandas Ruhut.

(mok/vit)

About these ads

0 Responses to “Penegakan Hukum : Kasus Mesuji, Lampung”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,005,216 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: