31
Jan
11

Kepemimpinan : El Baradel Pimpin Demonstran di Kairo

Senin, 31/01/2011 02:02 WIB
ElBaradei Pimpin Demonstran di Kairo
Adi Nugroho – detikNews


foto:reuters

Jakarta – Tokoh oposisi Mesir Mohamed ElBaradei kembali bergabung dengan para demonstran di pusat kota Kairo Mesir pada sabtu (30/01/11) waktu setempat. Aksi unjuk rasa menentang pemerintahan Hosni Mubarak ini telah berlangsung selama 6 hari dan belum juga usai.

“Maju terus pantang mundur!,” demikian teriak ElBaradei kepada ribuan massa yang ada di Tahrir Square, Kairo seperti dikutip detikcom dari Al Jazeera, Senin (31/01/11).

Demonstran yang didalamnya juga terdapat para hakim, kembali berkumpul di Tahrir Square pada minggu malam waktu setempat untuk kembali menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak.

Koalisi Nasional untuk Perubahan juga meminta ElBaradei untuk berunding dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Koalisi Nasional untuk Perubahan sendiri merupakan aliansi dari berbagai kelompok termasuk didalamnya adalah Ikhwanul Muslimin.

Kondisi di Kairo sendiri cukup mencekam. Koresponden Al Jazeera melaporkan di kota itu tidak terdapat lagi aparat kepolisian.”Jalanan sangat kotor, debu dimana-mana. Polisi sudah menghilang. Kondisi keamanan kini berada di tangan tentara,” katanya.

Aksi anti Mubarak ini sudah berlangsung selama hampir seminggu. 150 orang dikabarkan telah tewas dalam kerusuhan tersebut.

(adi/ndr)

Baca Juga :

Senin, 31/01/2011 05:24 WIB
Elbaradei tampil di depan massa demonstran
BBCIndonesia.com – detikNews

Mohamed ElBaradeMohamed ElBaradei pulang dari Wina untuk memperkuat demonstrasi

Salah seorang tokoh oposisi Mesir berpidato di depan puluhan ribu demonstran yang menanggapi sepi larangan keluar dan menuntut Presiden Mubarak lengser.

Demonstran meneriakkan slogan-slogan perlawanan dan menghalangi rombongan tank tempur yang berusaha masuk ke lapangan Tahrir di pusat kota, sementara pesawat jet dan helikopter terbang rendah di atas kerumunan massa.

Presiden Husni Mubarak sebelumnya bertemu dengan pejabat tinggi militer ketika dia mengunjungi markas besar militer.

Mantan ketua badan pengawas atom PBB yang kini menjadi salah satu tokoh terkemuka oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei bergabung dengan para pengunjuk rasa.

Dalam pidatonya di depan massa, Baradei mengatakan, apa yang sudah dimulai oleh rakyat Mesir tidak bisa dibatalkan.

Saya kira semua orag harus pafam bahwa demonstrasi ini tidak akan berakhir sampai Mubarak pergi sekarang, sampai kami menyepakati pemerintahan bersatu nasional dengan militer .., kata ElBaradei, yang kini berusia 69 tahun.

Sebelumnya dia menjelaskan kepada televisi Amerika bahwa pihak oposisi sudah memintanya untuk memimpin perundingan pemerintah agar membentuk pemerintahan nasional bersatu.

Namun dia mengatakan, langkah pertama, Presiden Mubarak harus mundur.

Di seluruh Mesir, lebih dari 100 tewas selama kerusuhan yang sudah berlangsung enam hari.

Sikap Amerika

Gelombang demo melibatkan ratusan ribu pemuda Mesir Gelombang demo melibatkan ratusan ribu pemuda Mesir

Amerika serikat menghimbau agar Mesir melakukan peralihan ke partisipasi demokratis secara tertib. Menteri luar negeri Hillary Clinton mengatakan Amerika tidak ingin melihat kekosongan atau pengambil-alihan yang bisa mengakhiri aspirasi demokratis rakyat Mesir.

Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Obama sudah menelpon pemimpin Turki, Israel, Arab Saudi dan Inggris dalam dua hari terakhir untuk membahas krisis ini.

Namun, tokoh oposisi Mesir, Mohammed ElBaradei mengatakan Washington kehilangan pamor dengan berbicara soal demokrasi dan aturan hukum, sementara negara besar itu masih mendukung presiden yang dianggap rakyatnya sebagai penindas.

Wartawan BBC Shahzeb Jillani mengatakan, meski mendapat pengakuan internasional, di dalam Mesir sendiri, ElBaradei mendapat sambutan beragam.

Sebagian memandang dia sebagai penantang paling bisa dipercaya untuk menghadapi pemerintah Presiden Husni Mubarak yang sudah berlangsung 30 tahun. Massa pendukungnya, yang kebanyakan dari kalangan warga kota, terdidik dan berfaham liberal, menyatakan daya tarik elBaradei adalah fakta bahwa dia bukan orang kuat dari jajaran militer, tapi seorang warga sipil yang belum tercemar oleh tuduhan korupsi.

Namun, orang yang berseberangan dengannya menyatakan dia tidak memahami realitas Mesir, dan pengalaman politiknya terbatas.

Diterima atau tidaknya ElBaradei sebagai tokoh oposisi hasil konsensus masih harus dimapankan dan diuji, kata wartawan kami.

Gelombang demonstrasi antipemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya tampaknya memberi dia peluang awal untuk meraih status seperti itu, katanya.

Kunci Nasib Mubarak

Senin, 31 Januari 2011 23:25 WIB

Militer Kunci Nasib Mubarak

Seorang anggota prajurit AD diangkat oleh para pendemo di pusat kota Kairo, Lapangan Tahrir pada Minggu (30/1) di hari keenam revolusi kemarahan warga Mesir atas rezim Presiden Hosni Mubarak. (FOTO ANTARA/AFP PHOTO/CHARLES ONIANS/djo/11)

Mubarak, Mubarak, pesawat telah menunggumu

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News/Reuters) – Warga Mesir cenderung memuja militer karena tidak begitu bersinggungan dengan penindasan yang tiap hari dilakukan polisi dan intelijen, yang menurut bocoran kawat diplomatik AS jumlahnya meningkat drastis menjadi 1,4 juta personel sejak pemberontakan aktivis muslim pada 1990an.

Meski begitu geromobongan manusia yang membanjiri jalanan jelas tidak berhasrat tiga dekade kekuasaan otoriter Mubarak digantik oleh para perwira yang merupakan lingkaran terdekat Mubarak.

Mubarak bertemu dengan para panglima Minggu seperti ditayangkan televisi nasional yang adalah satu indikasi bahwa dia melihat militer sebagai satu-satunya harapan di tengah ambruknya pilar-pilar kekuasaannya yang lain.

Mesin politik Mubarak yang telah mengalami diskreditasi, Partai Demokratik Nasional, secara simbolis telah masuk ke kubangan api saat para demonstran menyerbu markas besarnya di Kairo, Jumat pekan lalu.

Elite bisnis yang selama ini dipandang sebagai kelompok yang paling diuntungkan oleh reformasi ekonomi liberal di Mesri, tak bisa menawarkan benteng apapun untuk menghadapi ledakan kemarahan rakyat yang disulut oleh ketidakmauan pemerintah mendengarkan keluhan politik, ekonomi dan sosial rakyat Mesir.

Militer dikenal misterius.  Melaporkannya adalah tabu, kendati di tengah menjamurnya media di Mesir beberapa tahun terakhirt.  Sedikit sekali diketahui tentang kepempilikan tanah, kepentingan ekonomi atau anggarannya yang besar.

“Pandangan bahwa militer tetap menjadi kekuatan politik dan ekonomi kunci adalah hal lumrah di sini,” bunyi kawat diplomatik bertanggal Juli 20009 yang dibocorkan WikiLeaks.

“Kendati begitu, sejumlah pengamat mengatakan kepada kami bahwa militer Mesir kian berkurang pengaruhnya, terpecah, dan kepemimpinannya bertambah lemah dalam tahun-tahun belakangan,” sambung kawat diplomatik darin Kedubes AS di Kairo itu.

Meskipun demikian, militer melihat dirinya kini adalah menjamin order transisi menuju tatanan politik baru yang belum dipastikan.

Dari banyak ketidakmenentuan krisis yang luar biasa itu adalah kemungkinan memutuskan rantai komanda diantara para jenderal di lingkaran terdalam Mubarak dengan sentimen-sentimen prajurit di lapangan.

“Ini adalah salah satu dari momen-momen di mana, seperti dalam kejatuhan komunisme di Eropa Timur, para perwira menangan dan prajurit memtuskan apakah mereka mau menembak demonstran atau tidak,” kata  Rosemary Hollis, pakar Timur Tengah dari City University, London.

Tentara berhasil memadamkan kerusuhan roti di Mesir pada 1977, sekaligus menghentikan amukan polisi karena soal gaji pada 1986, namun skala perlawanan yang terjadi selama pekan terakhir jauh melewati skala pengaruh dua gerakan terdahulu itu.

Hingga detik ini, spekulasi mengenai militer Mesir terpusat pada sikap mereka terhadap ambisi Mubarak yang kerap disangkal dalam mengalihkan kekuasannya kepada anaknya Gamal, seorang pebisnis dan politisi yang tak memiliki latar belakang militer.

Penunjukkan Suleiman sebagai wakil presiden dan manifesto perjuangan rakyat menentang Gamal membuat soal itu terkaburkan.

Pemilihan presiden akan diadakan pada September tahun ini, namun kebanyakan rakyat Mesir berharap sang incumbent tidak mengikuti pemilihan umum itu.

“Mubarak, Mubarak, pesawat telah menunggumu,” pekik para demonstran. (*)

Yudha
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

(bbc/bbc)

Senin, 31/01/2011 07:10 WIB
AS: Mesir Perlu Penyelesaian Damai Menuju Demokrasi
Adi Nugroho – detikNews


foto:AFP

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan, situasi yang terjadi di Mesir membutuhkan penyelesaian yang damai menuju demokrasi yang sebenarnya. Ini diperlukan untuk menghidari perubahan yang mendadak serta adanya kekerasan yang dapat merusak aspirasi masyarakat Mesir.

Demikian disampaikan Sekretaris Negara, Hillary Clinton seperti dikutip detikcom dari CNN Senin (31/1/11).

“Dan, dengan sangat jelas, meningkatnya kekacauan atau bahkan kekerasan di jalanan, pembobolan penjara, yang sudah kami dengar laporannya, bukanlah cara menuju ke sana (demokrasi),” ujar Sekretaris Negara Amerika Serikat, Hillary Clinton.

Clinton menambahkan AS juga ingin agar aspirasi rakyat Mesir yang menuntut haknya juga didengar dan direspon oleh pemerintah Mesir. Dialog nasional juga diperlukan selanjutnya untuk menuju ke perubahan yang diinginkan rakyat Mesir.

“Kami ingin melihat bahwa gerakan damai yang dilakukan oleh rakyat Mesir untuk menuntut haknya juga direspon secara jelas oleh pemerintah. Lalu kemudian diperlukan proses dialog nasional yang mengarah pada perubahan yang rakyat Mesir cari dan layak mereka dapatkan,” imbuh mantan ibu negara Amerika Serikat ini.

Ia juga mengakui bahwa AS memang mempunyai hubungan yang baik dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Ini dibuktikan dengan eratnya hubungan antar dua negara ini selama kepemimpinan Mubarak. Menurutnya hubungan AS dengan Mesir selama ini cukup penting dalam menjaga perdamaian di timur tengah.

“(Mesir) telah menjadi mitra kerja AS selama 30 tahun, dan telah berperan penting dalam menjaga perdamaian di timur tengah, antara Mesir dan Israel. Hal itu merupakan prestasi penting yang sangat berarti bagi  banyak orang,” kata Clinton.

Sikap pemerintah AS sendiri dikritik oleh tokoh oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei. Ia menilai AS hanya terlalu banya bicara tentang demokrasi.”Rakyat ingin anda (AS) tidak hanya bicara tapi juga bertindak. Dan rakyat juga ingin anda serius dalam memperjuangkan demokrasi, kebebasan serta penegakan hukum secara serius,” ungkap ElBaradei.

Rakyat Mesir kini masih turun ke jalan menyuarakan aspirasinya. Mereka menuntut Presiden Hosni Mubarak untuk mundur dari jabatannya. Rakyat Mesir menilai, Mubarak telah menjalankan pemerintahan secara otoriter dan koruptif serta gagal memperbaiki kondisi perekonomian negara yang terkenal dengan piramidanya itu.
(adi/van)

Rakyat Mesir & Aktivis Tumbangkan Presiden 

lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 31/01/2011 | 22:29 WIB Rakyat Mesir & Aktivis Tumbangkan PresidenKairo – Melawan rezim kebohongan dan korup, Mesir semakin memanas. Para pengunjuk rasa terus melakukan demonstrasi, menuntut pengunduran diri Presiden Husni Mubarak.

Untuk melancarkan aksi, mereka mengajak seluruh rakyat Mesir untuk ikut bergabung, Senin (31/1/2011), mempersiapkan konvoi yang akan digelar esok hari. “Kami tidak akan berhenti sampai Mubarak mengundurkan diri,” ungkap salah satu demonstran.

Kondisi di Mesir makin tidak terkendali. Orang-orang menjadi takut untuk keluar rumah. Beredar kabar, kerusuhan akan semakin meluas. Polisi dan tentara terlihat berjaga-jaga, tapi mereka tidak bertindak terhadap massa yang kian banyak.

Risiko bahwa masalah-masalah di Mesir kemungkinan menyebar ke bagian lain di dunia telah meningkat dan pemberontakan memiliki efek negatif terhadap pertumbuhan, serta memberikan kontribusi untuk harga yang lebih tinggi.

Hal ini disampaikan ekonom global yang juga ketua Roubini Global Economics, Nouriel Roubini kepada CNBC.COM, Senin (31/1).

Demonstran Mesir memusatkan campnya di Kairo Senin, menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak, yang telah memerintah negara selama 30 tahun. “Sudah ada penularan politik dari Tunisia ke Mesir … meningkatnya resiko geopolitik,” kata Roubini. “Ini memiliki efek negatif terhadap pertumbuhan atau inflasi meningkat. Semua ini tidak baik ..”

Namun dia menambahkan bahwa situasi ini belum begitu serius karena belum menyebabkan resesi lain. “Bahkan jika dalam resesi terakhir telah dikaitkan dengan guncangan harga minyak yang disebabkan oleh risiko geopolitik … Kita belum ada, tapi harga minyak naik, pengambilan risiko, ini semua negatif untuk pasar,” kata Roubini.

Demonstran ini bisa menyebar ke negara-negara seperti India, Pakistan, China, bahkan di Amerika Latin di mana sebuah rezim seperti Chavez bisa ditantang,” tambahnya. “Harga makanan telah naik di seluruh dunia, harga minyak naik, di banyak negara ini adalah kejutan bagi pendapatan,” tambahnya

Bergolaknya salah satu negara maju di Timur Tengah, Mesir, diduga dimotori oleh sejumlah kekuatan asing.

Amerika Serikat yang memiliki hubungan bilateral cukup baik dengan Mesir, diduga telah bermuka dua yakni mendukug pergolakan Mesir sekaligus mendukung pemerintahan Presiden Mesir Hosni Mubarak.

“Bolanya ada di Mubarak sendiri. Dan, Amerika bermuka dua dalam masalah ini,” ujar pengamat Timur Tengah dari Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Fahmi Salsabila, Senin (31/1).

Amerika, lanjut dia, mulai tidak menginginkan Mubarak memimpin Mesir, meski merasa nyaman dengan kepemimpinan penguasa yang memerintah selama 30 tahun itu. Namun, kini Amerika juga mendukung demonstrasi besar-besaran di Mesir.

“Apa yang sekarang membuat AS tidak nyaman lagi dengan Mubarak, mungkin karena desakan kuat. Amerika sudah seperti ini pasti ada sesuatu,” ujarnya.

Apa penyebabnya? “Salah satunya mungkin karena Mubarak kurang bisa melindungi perbatasan menuju Gaza.” (ABC/lip6/inc/rmn)

Fatwa Ulama Mesir Desak Presiden Mundur 

lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 31/01/2011 | 14:24 WIB Fatwa Ulama Mesir Desak Presiden MundurKairo – Puluhan ribu warga Mesir pada Minggu (30/11/) malam, masih tetap berkumpul di bundaran Al-Tahrir yang terletak di pusat kota. Meski militer memberlakukan jam malam yang kesekian kalinya, namun masyarakat Mesir tetap tidak menghiraukannya. Para pendemo bersikeras melanjutkan aksi protesnya selama Presiden Hosni Mubarak belum juga mundur.

Sementara itu, politisi oposisi Mesir dan Mantan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Mohammad Elbaradei, bergabung bersama para pendemo di bundaran Al-Tahrir.

Dilaporkan pula, Persatuan Ulama Muslimin Sedunia, pada Minggu lalu menyatakan bahwa para pendemo yang gugur dalam aksi demo karena tembakan peluru pasukan keamanan dinyatakan sebagai syuhada di sisi Allah Swt. Pernyataan resmi organisasi ini yang juga berpusat di Mesir secara tidak langsung menyatakan fatwa jihad anti-rezim Mubarak.

Sebelumnya, Yusuf al-Qaradawi, ulama terkemuka di Mesir, mengeluarkan pernyataan keras anti-pemerintah Mubarak. Ia menuntut Mubarak segera mundur. Dikatakannya, “Jika punya sedikit akal, Mubarak sudah seharusnya mengundurkan diri.”

Laporan lainnya menyebutkan, kalangan akademisi Al-Azhar, Minggu, bergabung dengan para pendemo yang berkumpul di bundaran Al-Tahrir. Sebelumnya, para pengacara Mesir juga bergabung bersama para pendemo. Sementara itu, militer berdasarkan laporan terbaru, mengumumkan hanya berkosentrasi mengamankan keadaan dan menghindari bentrokan dengan para pendemo.

Kerusuhan yang melanda Mesir membuat semakin membuat sebagian warganya ketakutan, terutama para orang kaya di Mesir. Pengunjuk rasa terlihat masih memenuhi jalan-jalan Kota Kairo dan beberapa kota besar di Mesir lainnya. Mereka terus menuntut Presiden Husni Mubarak mundur dari jabatannya. Kebijakannya yang dianggap terlalu memihak para orang kaya negara tersebut semakin memicu warga bertindak anarkis dalam berunjuk rasa.

Orang Kaya Kabur
Sadar mereka terancam oleh kemungkinan serangan warga yang mengamuk, orang-orang kaya Mesir ini memutuskan untuk keluar alias kabur dari negara yang sedang bergejolak tersebut.

Seperti dikutip dari The Daily Telegraph, Minggu (30/1), ada sekitar 19 pesawat dilaporkan telah keluar dari Kairo dengan membawa para orang kaya Mesir tersebut. Selain itu dilaporkan bahwa sebagian pesawat itu juga membawa anggota keluarga dari para orang kaya Mesir dan para pengusaha arab yang berbisnis di Kairo.

Diketahui bahwa sebagian besar tujuan dari pesawat-pesawat tersebut diperkirakan menuju ke Dubai. Salah satu penumpang yang berada di pesawat itu dilaporkan adalah keluarga dari pengusaha telekomunikasi Mesir, Naguib Sawiris dan pengusaha hotel, Hussein Salem yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Hosni Mubara.

Presiden Keluarkan Kebijakan Ekonomi Baru
Presiden Mesir, Husni Mubarak memerintahkan kepada kabinet barunya untuk tetap menjaga upaya pemberian subsidi ekonomi, pemberantasan korupsi dan terus melakukan reformasi politik. Perintah Mubarak kepada Perdana Menteri yang baru ditunjuknya, Ahmed Shafiq ini juga dibacakan lewat stasiun televisi milik pemerintah.

Dia menyebut perintah ini sebagai sebuah kebijakan ekonomi yang memberikan perhatian tinggi kepada rakyat yang sedang menderita. Lewat perintahnya itu pula dia menyampaikan perlunya mencapai kemajuan dalam reformasi konstitusi dan lembaga legislatif melalui sebuah dialog yang melibatkan seluruh partai politik dan partisipasi publik yang lebih luas.

Perintah Mubarak kepada kabinet baru yang dibentuknya ini disampaikan di tengah gelombang aksi demonstrasi yang menuntutnya mundur dari jabatannya sebagai Presiden.

Dalam aksi kemarin dilaporkan para demonstran meneriakkan slogan-slogan perlawanan dan menghalangi rombongan tank tempur yang berusaha masuk ke lapangan Tahrir di pusat kota, sementara pesawat jet dan helikopter terbang rendah di atas kerumunan massa.

Mantan ketua badan pengawas atom PBB yang kini menjadi salah satu tokoh terkemuka oposisi Mesir, Mohamed ElBaradei juga ikut bergabung dengan para demonstran. Dalam pidatonya di depan massa, Baradei mengatakan, apa yang sudah dimulai oleh rakyat Mesir tidak bisa dibatalkan. Di seluruh Mesir, lebih dari 100 tewas selama kerusuhan yang sudah berlangsung enam hari. (Rimanews)

Selasa, 01/02/2011 07:08 WIB
Kuasai Militer & Birokrasi Mesir, Hosni Mubarak Sulit Digulingkan
Irwan Nugroho – detikNews


Jakarta – Presiden Mesir Hosni Mubarak dinilai masih sulit untuk didongkel, meski aksi unjuk rasa di negara tersebut belakangan ini semakin tidak terkendali. Setidaknya ada dua faktor yang membuat penguasa Mesir selama 32 tahun itu masih cukup kuat: dukungan militer dan birokrasi.

“Bisa dapat dilihat dari sejauh mana militer berpihak. Kalau militer sudah berpihak kepada rakyat, kemungkinan Hosni baru akan jatuh,” kata pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Menurut Yon, saat ini yang paling ditunggu-tunggu adalah statemen dari militer Mesir. Begitu mereka menyatakan masih setia pada Hosni, maka kelompok oposisi termasuk Ikhwanul Muslimin masih sangat berat untuk menumbangkan Hosni.

Apalagi bila Hosni melakukan tindakan-tindakan bersama militer seperti penangkapan besar-besaran atau sejenisnya. Masyarakat Mesir akan menjadi takut untuk turun ke jalan dan menuntut Hosni mundur.

Yon menjelaskan, peran militer dalam pergantian kekuasaan di Mesir sangatlah besar. Ditinjau dari sejarahnya, negeri piramida itu tidak pernah mengenal pergantian kepemimpinan yang didahului oleh aksi revolusioner oleh sipil. Selalui saja, pemimpin Mesir jatuh bangun oleh kudeta militer.

“Sebenarnya di Mesir yang terjadi bukan gerakan massa, tapi perubahan itu sering dilakukan dalam bentuk kudeta militer. Hosni sendiri juga berasal dari kelompok militer,” ucapnya.

Faktor lain yang membuat Hosni masih cukup kokoh bercokol di Mesir, lanjut Yon, adalah birokrasi. Para pejabat di bawah presiden masih cukup tunduk kepada Hosnis.

Yon melihat, percobaan penggulingan penguasa utama di Mesir oleh masyarakat sipil ini terinspirasi oleh gerakan serupa yang terjadi di Tunisia. Kondisi ini ditunjang oleh lamanya Hosni berkuasa serta ketimpangan kondisi ekonomi di Mesir yang semakin melebar.

“Negara-negara di Timur Tengah umumnya mempunyai dispariotasnya tinggi. Ekonomi masyarakat sangat rendah, namun mereka melihat kekayaan yang terlalu berlebihan pada elit,” katanya.

Situasi di Mesir terus memburuk akibat unjuk rasa menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dari jabatannya sudah berlangsung 6 hari. Seratusan orang telah tewas dalam demo rusuh tersebut. Beberapa negara memutuskan untuk menarik warga negaranya yang tinggal di Mesir, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat (AS). (irw/did)

Senin, 31/01/2011 06:45 WIB
Revolusi di Mesir
Demokrat: Tak Ada Ancaman Revolusi di Indonesia
Elvan Dany Sutrisno – detikNews


foto: detikcom

Jakarta – Partai Demokrat (PD) angkat bicara terkait pandangan sejumlah tokoh yang mengaitkan pergerakan revolusi di Mesir dengan kemungkinan serupa di Indonesia. PD meyakini tak ada dasar munculnya ancaman revolusi di Indonesia.

“Sangat tidak logis dan tidak ada dasarnya menyamakan situasi di Indonesia dengan di Mesir,” ujar Wasekjen PD, Saan Mustopa, kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Menurut Saan, situasi politik di Mesir berbeda jauh dengan situasi politik di Indonesia. Menurutnya, situasi politik di Indonesia relatif stabil.

“Di Mesir itu Presiden Mubarak sudah berkuasa selama 31 tahun sama dengan Pak Soeharto dulu. Kondisi sosial politik di sana jauh berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya.

Saan menambahkan, situasi di Mesir saat ini hampir serupa dengan situasi era reformasi di Indonesia. ” Dan fase itu sudah kita lewati,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Jubir PD, Ruhut Sitompul. Ruhut meminta para tokoh nasional untuk tidak mewacanakan revolusi di Indonesia.

“Saya sayangkan tokoh-tokoh yang mengatakan demikian termasuk Sultan. Lain lubuk lain ikannya, lain ladang lain belalang. Di Timur Tengah itu situasinya diktator beda sekali dengan di Indonesia,” papar Ruhut.

Menurut Ruhut, Presiden SBY didukung penuh oleh rakyat Indonesia sehingga sulit ada gelombang revolusi seperti di Mesir.

“Pak SBY itu dipilih oleh 63 persen rakyat Indonesia dalam pemilu. Tentu saja tidak akan ada kejadian seperti di Mesir,” tandasnya.

(van/adi)

Senin, 31/01/2011 01:05 WIB
PKS: Revolusi di Mesir Mirip Reformasi Tahun 1998
Elvan Dany Sutrisno – detikNews


foto: detikcom

Jakarta – Sekjen PKS Anis Matta melihat pergerakan revolusi di Mesir sebagai potret sejarah reformasi Indonesia tahun 1998 lalu. Pergerakan di Mesir, menurut Anis, sulit terjadi di Indonesia.

“Yang dihadapi di Mesir saat ini sama dengan yang kita hadapi pada era reformasi di tahun 1998. Tapi kejadian di Mesir ini konteksnya berbeda dan sulit terjadi lagi di Indonesia. Ini karena kemiskinan yang sudah merajalela,” ujar Anis kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Anis menuturkan, kepercayaan masyarakat terhadap Presiden SBY, utamanya pada penegakan hukum memang sangat rendah. Namun demikian hal tersebut, menurut Anis, belum sampai memicu kemungkinan revolusi besar-besaran di Indonesia.

“Ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah terutama politisasi hukum menjadi masalah. Namun polanya tidak sama,” terang Anis.

Kepercayaan terhadap pemerintah, menurut Anis, juga makin rendah karena kenaikan inflasi yang luar biasa tinggi. Kenaikan harga-harga sembako juga dinilai Anis memperburuk citra pemerintah di mata rakyat.

“Namun rasanya belum ada kemarahan publik untuk ke arah sana,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Gubernur Yogyakarta yang juga aktivis Nasional Demokrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan adanya kemungkinan pergerakan revolusi di Mesir terjadi di Indonesia. Menurut Sultan, tuntutan rakyat untuk revolusi bisa terjadi jika pemimpin bangsa tidak menjawab keresahan rakyatnya.

Seperti diketahui, Mesir kini tengah bergolak. Ribuan warga turun kejalan menuntut bubarnya pemerintahan otoriter Hosni Mubarak. Mubarak, yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dinilai gagal mengatasi kondisi ekonomi Mesir. Ini diperparah dengan maraknya praktek korupsi di negara piramida itu.

(van/adi)

Minggu, 30/01/2011 20:02 WIB
Sultan Nilai Demonstrasi di Mesir Bisa Saja Menular ke Indonesia
Adi Nugroho – detikNews


Jakarta – Mesir kini tengah dilanda kerusuhan. Demonstran yang menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak bentrok dengan aparat keamanan. Unjuk rasa terjadi setelah pemerintahan yang dinilai otoriter gagal menanggulangi keterpurukan kondisi ekonomi masyarakat.

“Itu bisa saja terjadi kalau masyarakat tidak percaya lagi institusi yang perlu dipercaya sebagai dasar untuk memberikan arah,” kata Sultan Hamengkubuwono X usai Simposium Nasional Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Minggu (30/1/11).

Pemerintahan manapun,lanjut Sultan, wajib memberikan penjelasan kepada rakyatnya mengenai berbagai hal dengan benar. “Wajib bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan pada rakyatnya,itu sesuatu yang biasa saja,” kata Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sultan pun mengaku bingung dengan kondisi saat ini. Hal ini dikarenakan belum adanya klarifikasi terhadap sesuatu yang dianggap benar atau bohong. “Saya pun tidak bisa jelas (dengan) kebijakan yang ada. Dengan kondisi yang tanpa klarifikasi mana aspek pembenaran, mana aspek pembohongan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Mesir kini tengah bergolak. Ribuan warga turun kejalan menuntut bubarnya pemerintahan otoriter Hosni Mubarak. Mubarak, yang telah memimpin Mesir selama 30 tahun dinilai gagal mengatasi kondisi ekonomi Mesir. Ini diperparah dengan maraknya praktek korupsi di negara piramida itu.
(adi/ndr)

Baca Juga :

Minggu, 30/01/2011 22:48 WIB
Militer Mesir mulai memihak?
BBCIndonesia.com – detikNews

Helikopter militer terbang di atas Lapangan Merdeka Demonstran marah melihat helikopter militer di atas Lapangan Merdeka

Ketegangan makin memuncak di ibu kota Mesir, Kairo, setelah militer unjuk kekuatan pada hari keenam aksi protes antipemerintah.

Dua jet angkatan udara dan satu helikopter terbang rendah berulang kali di atas Lapangan Merdeka (Maidan at-Tahrir), lokasi utama unjuk rasa.

Sederetan tank tiba di sana yang kemudian langsung dihadang oleh para pengunjuk rasa.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengimbau “peralihan kekuasaan secara tertib” di Mesir.

“Kami menginginkan sikap menahan diri, kami tidak ingin melihat kekerasan oleh pasukan keamanan mana pun,” katanya kepada ABC News.

Wartawan BBC, Jeremy Bowen, di Lapangan Merdeka, mengatakan para pengunjuk rasa menunjukkan sikap teguh dan mereka menuduh militer mencoba menakut-nakuti mereka.

Sebelumnya, meskipun kendaraan lapis baja berkeliaran, para demonstran menguasai pusat kota tanpa ada tanda keberadaan polisi antihuru-hara yang bentrok dengan mereka dalam beberapa hari belakangan.

Pada satu saat, seorang tentara diusung di pundak para pengunjuk rasa yang bersorak-sorai.

Polisi, yang terlibat bentrokan bendarah dengan pengunjuk rasa dalam hari-hari belakangan, hampir tak kelihatan di jalan-jalan.

Sejauh ini, korban tewas dalam bentrokan ini mencapai setidaknya 100 orang tewas.

Ribuan lain luka-luka dalam bentrokan sengit di Kairo, Suez dan Iskandariyah.

(bbc/bbc)

Minggu, 30/01/2011 19:28 WIB
Demonstran ambil alih pusat Kairo
BBCIndonesia.com – detikNews

Poster Mubarak ditempeli sepatuPoster Mubarak ditempeli sepatu dan sapu oleh para demonstran di Kairo

Para pengunjuk rasa mengambil alih pusat ibu kota Mesir, Kairo, pada hari keenam demonstrasi antikekuasaan Presiden Husni Mubarak.

Polisi, yang terlibat bentrokan berdarah dengan para pengunjuk rasa dalam hari-hari belakangan ini, hampir tidak kelihatan di jalan-jalan.

Personel militer dalam jumlah cukup besar mengambil posisi di kota berpenduduk delapan juta jiwa itu, namun tentara tidak melakukan tindakan apa pun.

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan –terutama polisi antihuruhara– menurut laporan merenggut nyawa setidaknya 100 orang di segenap pelosok Mesir sejak demo bermula hari Selasa.

Ribuan lainnya luka-luka dalam tindak kekerasan besar yang terjadi di Kairo, Suez dan Iskandariyah.

Kevakuman kekuasaan

Seorang tentara diusung di Kairo Seorang tentara yang bersimpati pada demonstran diusung di Kairo

Di Kairo, banyak pengunjuk rasa yang mengabaikan larangan keluar pada malam hari dengan berkumpul di Lapangan Merdeka (Maidan at-Tahrir), yang menjadi pusat demontrasi di kota itu.

Teriakan “Mubarak, Mubarak, pesawat menunggu” terdengar Minggu pagi. Teriakan ini menggambarkan harapan para demonstran agar Presiden Mubarak meletakkan jabatan dan pergi dari Mesir.

Sementara itu pemerintah Mesir mengumumkan bahwa Al-Jazeera harus menghentikan operasinya di Mesir.

Saluran televisi berbahasa Arab yang menayangkan liputan menyeluruh atas aksi-aksi protes di Mesir itu, mengatakan pihaknya masih belum menerima perintah resmi dari pihak yang berwenang.

(bbc/bbc)

Minggu, 30/01/2011 18:00 WIB
TV Al-Jazeerah ditutup penguasa Mesir
BBCIndonesia.com – detikNews

Studi Al-Jazeera Al-Jazeera menayangkan liputan 24 jam kerusuhan antipemerintah di Mesir

Pihak yang berwenang di Mesir mengambil tindakan pengekangan terhadap peliputan peristiwa protes antipemerintah dengan memerintahkan penutupan jaringan TV Al-Jazeera berbahasa Arab.

Kantor berita negara Mesir mengatakan pemerintah menginstruksikan agar Al-Jazeera menghentikan operasinya di Mesir.

Pihak berwenang membatalkan izin operasi stasiun televisi yang berpusat di Qatar itu dan menarik akreditasi dari semua wartawan dan stafnya.

Jaringan televisi ini melakukan peliputan langsung dan dekat ke aksi protes. Pekan lalu pihak penguasa Mesir memutuskan sambungan internet dan menutup jaringan telefon genggam.

Dalam beberapa hari ini, Al-Jazeera melakukan peliputan yang hampir 24 jam tanpa henti dalam pemberontakan melawan rezim Presiden Husni Mubarak.

Stasiun televisi yang semakin populer di kalangan masyarakat Arab ini dianggap sebagai sumber yang mengilhami para pengunjuk rasa.

Dalam satu pernyataan hari Minggi, Al-Jazeera menyebut keputusan penguasa Mesir itu sebagai tindakan “yang bertujuan untuk membungkam dan menindas” peliputan terbuka.

Jaringan TV yang juga menyiar dalam bahasa Inggris ini sering berbenturan dengan pihak berwenang di Timur Tengah.

Mereka sempat di larang di Arab Saudi dan Irak.

(bbc/bbc)

Bawa 100 Kopor, Keluarga Mubarak Terbang ke London  

lokasi: Home / Berita / Tokoh / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 31/01/2011 | 23:21 WIB Bawa 100 Kopor, Keluarga Mubarak Terbang ke London Kairo – Presiden Mesir Hosni Mubarak tampaknya tengah memasuki hari-hari akhir kekuasaannya. Istrinya, Suzanne Mubarak, dan anak perempuannya telah diterbangkan ke London dengan menggunakan pesawat jet pribadi kemarin malam.

Press TV melaporkan keluarga Mubarak itu terlihat membawa lebih dari 100 kopor. Mereka akan bergabung dengan Gamal Mubarak, anak lelaki Presiden yang telah lebih dulu sampai di London pekan lalu.

Beberapa tweet Twitter menyebutkan pesawat jet pribadi itu mendarat mulus di Bandara  Heathrow  London. Mereka kemungkinan menuju Wilton Place, Westminster.

Situs Al Jazeera mendapat informasi bahwa keluarga Mubarak tinggal di kawasan elit di pusat London itu. Tapi wartawan Al Jazeera yang mendatangi kawasan itu tak menemukan rumah penguasa Mesir tersebut.

Gamal Mubarak juga diketahui memiliki properti mewah di Knightsbridge, Inggris. “Dia dan istrinya sempat terlihat tengah berjalan-jalan di keramaian London,” tulis Al Jazeera.

Selain Gamal, Menteri Pertahanan Mesir Mohamed Hussein Tantawi juga terbang dengan jet pribadi. Ia dilaporkan menuju Washington untuk melakukan lobi khusus dengan pemerintah Amerika Serikat.

Kekayaan Hosni Mubarak Rp 287 Triliun
Presiden Mesir Hosni Mubarak telah berkuasa selama 30 tahun di Mesir. Selama itulah dia memumpuk kekayaan, menurut situs Daily Telegraph, kekayaan Mubarak mencapai 20 miliar pounds atau sekitar Rp 287 triliun.

Kekayaan Mubarak ini sebagian disimpan di sejumlah rekening bank di Swiss, Amerika Serikat dan Inggris. Sebagian lagi hartanya berupa properti yang tersebar di Los Angeles, Washington dan New York.

Sejak berkuasa pada 1981, Mubarak mampu membuat negara di Afrika Utara itu stabil. Rahasianya, dia membangun hubungan baik dengan negara-negara Barat dan Israel. Namun di balik kestabilan, korupsi, kemiskinan dan kekerasan oleh negara tumbuh subur di Mesir.

Mubarak lahir 1928 di desa Kahel-el-Meselha. Dia tamat dari Akademi Militer pada 1949. Setelah perang Arab-Israel, Mubarak mendapat promosi menjadi Kepala Angkatan Udara Mesir, inilah pintu pertama dia masuk ke lingkaran elit politik.

Mubarak dikenal seorang pembantu setia Presiden Mesir Anwar Sadat. Dia diangkat jadi Wakil Presiden oleh Anwar Sadat pada 1975. Sejak itu dia memainkan peranan penting: membangun hubungan dengan negara-negara barat. Pada 1981, Sadat dibunuh, Mubarak naik menjadi orang nomor satu di Mesir.

Satu bukti kedekatan Mubarak dengan negara Barat, yakni ketika bekas Perdana Menteri Inggris Tony Blair menghabiskan liburan di vila mewah Mubarak di Laut Merah. Blair bersama keluarganya menginap di vila bernama Sharm-el-Sheikh.

Mubarak menikah dengan Suzanne, yang berdarah campuran, Mesir-Inggris. Ayah Suzanne, Saleh Thabet, yang berprofesi sebagai dokter anak bertemu dengan Lily May Palmer, suster yang tumbuh dewasa di Wales. Mereka bertemu di London. Saleh kemudian menikah dengan Lily, dan lahirlah Suzanne.

Dalam sebuah wawancara dua tahun lalu, Suzanne mengatakan masih memiliki saudara sepupu di Inggris. “Aku sangat nyaman dengan dua budaya ini, dua bahasa, dua dunia yang berbeda,” kata ibu negara berusia 69 tahun tersebut.

Mubarak dan Suzanne memiliki dua anak laki-laki, Alaa dan Gamal. Keduanya berkarir di bidang keuangan. Alaa, si sulung, jarang muncul dan tidak tertarik politik. Sedangkan Gamal, 47, lebih sering terlihat dan lebih dikenal orang.

Gamal terjun ke dunia politik pada 2000. Ayahnya menunjuk dia menjadi Sekretaris Jenderal partai berkuasa, National Democratic Party. Gamal lulusan American University di Kairo, dia bekerja di Bank of America, Mesir lalu pindah ke London. Dia tinggal di sebuah rumah mewah 5 lantai di kawasan elit London, Knightsbridge.

Di rumah bergaya Georgian seharga 8,5 juta pounds atau sekitar Rp 122 miliar, Suzanne kini tinggal. Dia dikabarkan telah terbang ke Inggris dengan membawa 100 kopor. (tempointeraktif)

Advertisements

0 Responses to “Kepemimpinan : El Baradel Pimpin Demonstran di Kairo”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,275,470 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: