29
Apr
09

Sistem Kepartaian Perlu Makin Disederhanakan

Sistem Kepartaian Perlu Makin DisederhanakanSuara Pembaruan, 28 April 2009
[JAKARTA] Kaukus untuk konsolidasi demokrasi menilai banyaknya persoalan pemilu legislatif 2009 perlu dicarikan solusi agar konstelasi politik nasional setelah pemilu dapat menjadi kompatibel dengan upaya konsolidasi demokrasi. Salah satu solusi yang dapat ditempuh, ialah menyederhanakan sistem kepartaian.

Profesor Riset Bidang Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris, seusai diskusi dengan tema Evaluasi Kritis Penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Solusi Permasalahannya, di Kantor LIPI, Jakarta, Senin (27/4) mengatakan, untuk mengatasi kelemahan pemilu, perlu konsistensi penyederhanaan sistem kepartaian, yang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah peserta pemilu.

Kaukus untuk konsolidasi demokrasi terdiri dari Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI), dan The Habibie Center (THC).

“Untuk itu, parliamentary threshold (PT) yang saat ini hanya 2,5 persen, harus dinaikkan persentasenya dan diberlakukan di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten kota. Sehingga ke depannya hanya parpol yang berkualitaslah yang dapat mengikuti pemilu dan tentunya hal itu akan membuat kebingungan masyarakat berkurang,” ujarnya.

Dia menambahkan, syarat PT, maka diharapkan deadlock dalam hubungan legislatif dan yudikatif dapat terhindar. Dengan kata lain, deadlock yang sering terjadi dalam hubungan legislatif dan yudikatif dapat diminimalisasi.

Selain penyederhanaan sistem partai, sistem pemilu juga dapat diselesaikan oleh cara-cara lainnya, seperti diperlukannya undang-undang pemilu yang memenuhi standar internasional kerangka hukum pemilu yang adil dan demokratis, dan juga sistem pemilu yang simpel, tetapi memenuhi asas demokrasi. Serta, menjamin kepastian hukum sehingga kompatibel dengan proses konsolidasi terlindungi.

Pendataan

Selain itu, sistem stelsel pasif untuk pendataan pemilih perlu diberlakukan kembali agar hak politik warga negara yang dijamin konstitusi terlindungi. Sementara, sistem administrasi pemilu yang menjamin akurasi data pemilih dengan identitas kependudukan tunggal perlu dirancang, dan dilakukan perubahan model surat suara dan format berita acara penghitungan suara, katanya.

Sedangkan, dari sisi penyelenggaraan pemilu, Pengamat Politik dari UI Andrinof Chaniago mengatakan, nantinya sistem rekruitmen dan seleksi anggota KPU perlu dievaluasi. Maksudnya, sistem tersebut harus berorientasi pada kapabilitas, kompetensi dan rekam jejak.

Dia juga menambahkan, perlu ada pemikiran apakah KPU diposisikan seperti lembaga politik lima tahunan yang harus diganti seiring dengan pergantian pejabat publik atau dipertahankan beberapa periode, yang melalui pengawasan ketat.

Sementara, untuk masalah DPT, KPU perlu bertanggung jawab mengatasi masalah DPT dan bekerja ekstra keras agar menghasilkan DPT pilpres yang akurat.

Profesor Riset LIPI Dewi Fortuna Anwar mengimbau agar para elite politik, dapat menyikapi kelemahan penyelenggaraan pemilu, seperti carut marut DPT, tertukarnya surat suara, dan penanyangan tabulasi elektronik hasil pemilu, dengan sikap yang kritis. [LOV/M-11]

Advertisements

0 Responses to “Sistem Kepartaian Perlu Makin Disederhanakan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,681,620 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements

%d bloggers like this: