28
Dec
08

Tegakkan 7 Cita Politik Indonesia

Menyambut Tahun Baru 1430 Hijriyah 29 Desember 2008 dan Tahun Baru Kalender 1 Januari 2009, kiranya cukup bijak memahami lebih baik Pembukaan UUD 1945 yang tersusun dalam 4 (empat) alinea, yang menurut hemat penulis sebenarnya dapat dijabarkan dalam 7 (tujuh) bagian yang bisa disebut sebagai Cita Politik Indonesia yakni :

(1) Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan; (2) Kemerdekaan Negara Indonesia yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur; Pemerintahan Negara Indonesia yang (3) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (4) Memajukan kesejahteraan umum; (5) Mencerdaskan kehidupan bangsa, (6) Ikut melaksanakan Ketertiban Dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi dan Keadilan sosial; (7) Susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dan saat ini dikenali pula ada 7 (tujuh) Lembaga Tinggi Negara yaitu (1) MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat), (2) DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), (3) DPD (Dewan Perwakilan Daerah), (4) Presiden, (5) MA (Mahkamah Agung), (6) MK (Mahkamah Konstitusi), (7) BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Sementara itu UU ParPol menyatakan a.l. bahwa ParPol berkewajiban melakukan pendidikan politik dan menyalurkan aspirasi politik. Oleh karena itulah, bilamana ParPol dalam tubuh negara dapat diibaratkan sebagai darah dalam tubuh manusia, maka ParPol bertugas mentransportasi aspirasi politik rakyat (terutama terkait ke-7 Cita Politik termaksud diatas) kepada misalnya ke-7 Lembaga Tinggi Negara tersebut diatas melalui saluran demokrasi, layaknya darah mentransportasi sari makanan / minuman, vitamin, protein dlsb kepada 7 (tujuh) organ tubuh manusia seperti otak, jantung, paru, hati, ginjal, limpa, pancaindera, dlsb melalui saluran darah. Artinya, bilamana saluran demokrasi terganggu dan/atau malah tersumbat maka dapat dipastikan muncul beragam penyakit masyarakat yang dalam tingkatan yang serius berakibat fatal bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, layaknya saluran darah terganggu dan/atau malah tersumbat (dalam hal ini seperti plak2 di dinding saluran darah dampak lemak tidak jenuh) maka dapat dipastikan muncul beragam penyakit yang bisa kronis dan berakibat fatal bagi kehidupan manusia.

Dalam pengertian itulah, maka dapat dipahami bahwa perawatan kesehatan tubuh negara layaknya perawatan kesehatan tubuh manusia juga, artinya perawatan kesehatan kehidupan demokrasi misalnya berupa pemberdayaan peranserta pemenuhan hak setiap warga negara dalam memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan seperti melalui Pemilihan Umum adalah penting dilakukan mengingat aspirasi ke-7 Cita Politik diatas adalah strategik untuk senantiasa dikiprahkan dalam kehidupan se-hari2. Sehingga bilamana Pemilihan Umum itu tidak diperansertai oleh bagian masyarakat yang lazim disebut GolPut (baik karena alasan administratif maupun pragmatis ataupun ideologis) maka dapat dipastikan GolPut tadi tidak turut serta menyumbangkan peran terbaiknya dalam upaya membangun kehidupan pemerintahan demokratis yang dinamis, kreatif dan konstruktif bagi perkembangan politik kenegaraan terutama dalam rangka kehidupan sosial politik agar tidak meresah.

Namun, kalaupun tidak dapat terhindarkan karena berbagai alasan yang teknis maupun manusiawi, masih dalam kerangka Cita Politik termaksud diatas, sesungguhnya bagian masyarakat itu masih dapat diharapkan berdayaguna bagi kepentingan politik kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan, dalam kiprah strategi ketahanan bangsa lainnya seperti kehidupan sosial ekonomi agar tidak mengganas, kehidupan sosial budaya agar tidak memudar dan kehidupan sosial ekologis tidak menggersang.

Oleh karena itulah, organisasi2 terstruktur kemasyarakatan nonParPol seperti Organisasi2 Kemasyarakatan, Organisasi2 Kemahasiswaan, Organisasi2 Kepemudaan, Lembaga2 Swadaya Masyarakat patut diharapkan dapat mengambil peran lebih pro-aktif melakukan pemberdayaan masyarakat GolPut ini, termasuk pembangunan sadar politik kebangsaan dan cinta tanah air, melalui ragam program pengembangan masyarakat. Karena pembangunan kemasyarakatan dan kebangsaan juga berujung dukungan positif bagi kehidupan kenegaraan. Dengan kata lain, ketidakikutsertaan membangun perangkat pejabat publik penyelenggara pemerintahan bukan berarti tertutup peluang peranserta sebagian masyarakat itu bagi pembangunan sadar kehidupan kenegaraan. Apalagi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) seringkali semakin dirasakan terbatas, sehingga memang perlu pengembangan aturan struktural yang dapat disepakati bersama tentang peranserta anggaran lain non-pemerintah atau swasta dan/atau swadaya masyarakat pada pemberdayaan masyarakat.

Bagaimanapun, keberdayaan segenap komponen bangsa kini adalah tepat manfaat bagi gerakan semesta kebersamaan, solidaritas atau kesetiakawanan guna atasi dampak krisis ekonomi keuangan global, dan itu tidak cukup dengan pengadaan stimulus ekonomi semata namun perlu pula keserentakan berpasangan dengan sosialisasi lebih intensif ke-7 Cita Politik termaksud diatas, demi perkuatan faktor2 Persatuan dan Kesatuan Bangsa, berpola Pembangunan Karakter & Pekerti Insani.

Jakarta, 28 Desember 2008

DR Ir Pandji R Hadinoto, MH / www.cendekia45.co.cc

Advertisements

0 Responses to “Tegakkan 7 Cita Politik Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,213,849 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: