Posts Tagged ‘Tourism

31
Jul
12

Pariwisata : Perjalanan Asia Tenggara

Rencana Perjalanan Asia Tenggara Pertama

Oleh Sigit Adinugroho – Jum, 6 Jul 2012

Ketika memulai perjalanan, kita memikirkan tempat tujuan apa yang kiranya cocok, baik dari segi biaya maupun tingkat tantangannya. Warga Australia sebagai contoh, mereka banyak berkunjung ke negara-negara Eropa untuk permulaan, karena infrastrukturnya mirip dan gegar budayanya tidak terlalu jauh.

Setelah itu, mereka akan bepergian ke Thailand atau Bali, karena walaupun berbahasa asing, infrastruktur pariwisatanya sudah terbangun. Ketika sudah merasa lebih percaya diri, mereka mulai melirik negara-negara yang sulit, seperti India atau Vietnam.

Bagaimana dengan warga Indonesia? Menentukan tujuan pertama tidaklah sulit. Jika tidak ingin ke luar negeri, silakan bepergian ke provinsi di Indonesia, misalnya ke Sumatera, atau paling mudah ke kepulauan sekitar Pulau Jawa seperti Karimunjawa dan Sempu, lalu berlanjut ke Bali dan Nusa Tenggara Barat atau Timur jika mampu.

Namun, banyak pula tujuan wisata di Indonesia dengan tingkat kesulitan jauh lebih tinggi dari tujuan internasional di negara tetangga. Jika belum mampu atau percaya diri untuk menjelajahnya, kita bisa berpikir untuk ke negara-negara Asia Tenggara. Selain belajar mempersiapkan paspor (kalau belum punya), kita bisa melihat budaya yang sedikit berbeda, dan merasa “terasing” walau sejenak.

Negara-negara Asia Tenggara mana sajakah yang patut dikunjungi ketika awal memulai perjalanan backpacking? Itu semua tergantung minat dan kemampuan. Berikut beberapa rencana perjalanan rekomendasi yang saya urutkan berdasarkan kepentingan waktu, biaya dan pengalaman.

Malaysia/Singapura
Jika baru pertama kali ke luar negeri, jarang jalan-jalan dan ingin infrastruktur yang nyaman, kunjungilah Malaysia dan/atau Singapura. Hampir pasti manajemen waktu akan lebih bermanfaat, karena kecenderungan tepat waktunya lebih tinggi dibanding negara-negara Asia Tenggara lain. Selain cocok untuk pemula, kedua negara ini cocok untuk mereka yang waktunya terbatas.

Tapi ingat, kedua negara ini tidak hanya untuk belanja. Cobalah menjelajah ke lokasi-lokasi yang kurang populer di mata warga Indonesia, seperti Taman Negara, P. Tioman, Ipoh, Kota Bharu, Sarawak, G. Kinabalu di Malaysia atau P. Ubin di Singapura. Penggemar kereta api bisa menaiki “The Jungle Railway” dari Kuala Lumpur ke Kota Bharu di timur laut semenanjung Malaysia. Coba juga Cherating untuk wisata pantai dan Cameron Highlands untuk wisata pegunungan.

Thailand
Thailand berhak ditulis sendiri dan dikunjungi dalam satu perjalanan saking luas dan menariknya negara ini. Cocok bagi mereka yang sudah “lolos” tahap pertama ke Singapura dan Malaysia dan menginginkan gegar budaya yang lebih tinggi.

Aksara dan bahasa yang berbeda menjadi tantangan tersendiri. Terkenal dengan infrastruktur pariwisata yang baik untuk wisatawan dari barat, tak heran ia menjadi tujuan favorit warga Australia, negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Bangkok bahkan dinobatkan Lonely Planet sebagai tujuan backpacking terbaik di dunia. Sepanjang wilayahnya dari utara ke selatan, kita mendapati banyak sekali atraksi-atraksi kepulauan dan budaya yang menarik. Cobalah menjelajah dari Phuket, Koh Samui, Ko Samet, Ko Pha Ngan, provinsi Krabi untuk wisata bahari/pantai. Kunjungi Ayutthaya, Chiang Mai dan Chiang Rai untuk wisata historis dan budaya.

Thailand juga terkenal dengan wisata belanja dan kuliner, jadi jangan lewatkan juga.

Hoi An, kota tua di Vietnam. (Sigit Adinugroho)

Vietnam/Laos
Vietnam atau Laos tidak memiliki infrastruktur pariwisata sebaik Thailand, tapi berkembang sangat pesat, terutama Vietnam. Negara ini sangat gencar membuka diri bagi wisatawan dengan menawarkan biaya hidup yang sangat murah, bahkan terkadang lebih murah dari Indonesia.

Laos adalah gambaran negara yang lebih tenang dari Vietnam dan patut dikunjungi jika ingin wisata yang tenang dan romantis. Beberapa sorotan di Vietnam adalah Hanoi, Hoi An, Mui Ne, Ha Long Bay, Ho Chi Minh City dan Mekong Delta. Laos memiliki Vientiane dan Luangprabang.

Kamboja/Myanmar
Kamboja menawarkan pengalaman wisata historis dan budaya yang autentik terutama di Siem Reap, jika kita tertarik dengan keindahan candi Angkor Wat. Selain itu, Phnom Penh juga punya nilai historis yang kental. Jika semangat bertualang, bisa mencoba road trip atau perjalanan dengan kapal menyusuri Sungai Tonle Sap dari Siem Reap ke Phnom Penh.

Bagi yang lebih berani lagi berpetualang, cobalah ke Myanmar dan kunjungi reruntuhan Kerajaan Bagan di Mandalay yang mempersatukan negara ini sebelum ditubuhkan sebagai republik, atau Danau Inle, juga di Mandalay, yang dihuni 22 lebih etnis.

Bagaimana dengan Brunei? Negara ini kurang populer sebagai tujuan backpacking, tapi jika dilakukan bersamaan dengan perjalanan melintasi P. Kalimantan bagian utara maka tidak ada ruginya dicoba.

Kesimpulannya, mulailah dengan yang mudah, walau tak selalu murah: Singapura dan Malaysia dalam satu kali bepergian, lalu dilanjutkan dengan Thailand, dan pilihlah antara Vietnam atau Laos. Jika masih ada waktu dan keinginan, silakan jelajahi Kamboja. Jika ada keberanian, boleh melirik Myanmar.

Yang mana pilihan Anda? Ikuti poll yang tersedia di halaman Yahoo! Travel.

Sigit Adinugroho mengisi blog perjalanan www.ranselkecil.com.

Baca juga:

Jelajah Surga Makanan di Dongmen, Shenzhen
Pesona Danau Terluas di Asia Tenggara
[GALERI] Objek Wisata Gratis di Kuala Lumpur
[GALERI] Keindahan Tanaman Singapura di Gardens by the Bay
[GALERI] Resor Bawah Tanah yang Fantastis di Cina

02
Mar
12

Pariwisata : Siap ke Luar Angkasa ?

Turis Luar Angkasa ?

Siap Jadi Turis ke Luar Angkasa

Virgin Galactic, satu bagian dari kelompok usaha Virgin Group milik Richard Branson, berencana menguji terbang pesawat luar angkasa melewati atmosfer Bumi mulai tahun ini. Layanan buat penumpang umum akan mengikuti pada 2013 atau 2014, menurut juru bicara perusahaan tersebut pada 27 Februari lalu.

18 dari 16
  1. The Virgin Galactic SpaceShip2 …
  2. The new Spaceport America …
  3. The Virgin Galactic VSS Enterprise …
  4. Virgin aims for first space …
  5. Virgin Galactic
  6. Branson and NM officials dedicate …
  7. Guests stand outside the new …
  8. Guests stand outside the new …
1 dari 16 foto
  1. Reuters logo Foto oleh � Ho New / Reuters/Reuters Sel, 28 Feb 2012
  1. The Virgin Galactic SpaceShip2 (VSS Enterprise) glides toward Earth on its first test flight after being released from its WhiteKnight2 (VMS Eve) mothership over Mojave, California October 10, 2010. The craft was piloted by engineer and test pilot Pete Siebold from Scaled Composites. REUTERS/Mark Greenberg-Virgin Galactic/Handout
07
Feb
12

Historia : Kontroversi Piramida Sadahurip Garut Mendunia

Piramida Garut

Indra Subagja – detikNews

Senin, 06/02/2012 16:22 WIB

5 Alasan Mengapa Piramida di Garut Hanya Isapan Jempol
Jakarta - Kabar kemungkinan adanya piramida di Gunung Sadahurip, Garut, ditepis geolog Sujatmiko. Dia meyakini keberadaan piramida hanya isapan jempol. Sujatmiko sudah melakukan penelitian di Sadahurip dan hasilnya, tidak ada piramida.”Barat, timur, selatan, utara diteliti jenis batuan di Sadahurip itu, kajian geologi batuan beku. Artinya bahwa itu suatu gunung yang solid. Jadi hipotesis ditemukan piramida di dalam gunung impossible,” jelas Sujatmiko yang juga menjabat sebagai Sekjen Kelompok Riset Cekungan Bandung dan anggota IAGI, Senin (6/2/2012).Sujatmiko membeberkan setidaknya ada 5 alasan yang membuat piramida di Garut hanyalah isapan jempol. Berikut alasannya:1. Susunan Gunung Sadahurip dari bawah sampai puncak tipe batuan solid, jadi sangat sulit dikatakan ada piramida di dalam gunung itu.2. Untuk membangun suatu piramida seperti Giza, dibutuhkan 200 ribu orang dalam waktu 20 tahun, dengan membawa blok-blok batu sebanyak 2,3 juta ton. Untuk Sadahurip itu impossible, bila bebatuan Sadahurip 6-7 ribu tahun sesuai uji karbon, saat itu Indonesia masih zaman menggunakan alat batu.3. Setiap proyek raksasa yang dikerjakan meninggalkan jejak artefaktual atau sisa-sisa pengerjaan, di Sadahurip tidak ada jejak itu. Ada bekas bebatuan yang katanya mirip tulisan Mesir kuno, namun setelah diteliti itu silica yang terkena pelapukan.4. Bebatuan besar yang ada di Sadahurip, yang katanya diangkut dari Gunung Rahong untuk pembuatan piramida bisa dipatahkan. Semua bisa dijelaskan dengan proses geologi. Bebatuan itu ada karena lava yang mengalir dan masuk ke gunung. Sadahurip merupakan gunung purba.

5. Pintu masuk ke piramida yang disebutkan ternyata hanya goa biasa. Dalamnya hanya beberapa meter dan tidak ditemukan indikasi adanya bebatuan yang dipahat manusia.

“Sebagai ahli geologi soal Sadahurip itu memang penuh kontroversi. Tetapi kita harus sampaikan apa adanya,” jelas Sujatmiko.

Rencananya Selasa (7/2) besok, Staf Khusus bidang Penanggulangan Bencana akan menggelar diskusi terkait Gunung Sadahurip dan Gunung Padang yang ada di Cianjur. Diskusi itu bertema ‘Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional’. Rencananya, kegiatan itu akan ditayangkan di seluruh dunia.

(ndr/nvt)

Baca Juga

MusikGunungPadang

Nurvita Indarini – detikNews

Teka-Teki Musik di Balik Gunung Padang
Rabu, 08/02/2012 03:18 WIB
Jakarta – Situs purba ditemukan di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Ada banyak cerita dan teka-teki terkait pola peradaban dan budaya masyarakat yang tersimpan di sana. Salah satunya teka-teki tentang musik.

Peneliti dari Bandung Fe Institute menemukan di sudut belakang bagian timur undak pertama situs Gunung Padang ada sejumlah batu yang tersusun sedemikian rupa. Dengan memukulnya akan terdengar suara nyaring berfrekuensi tinggi bagaikan nada-nada.

“Bebatuan tersebut seolah menjadi sebuah alat musik litofonik purba. Tapi berbeda dengan berbagai artefak litofonik warisan megalitik yang juga ditemukan di banyak negara di kawasan Asia Tenggara, ukuran dari artefak ini jauh lebih besar dimensinya,” ujar peneliti Bandung Fe Institute, Hokky Situngkir.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi bertajuk ‘Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional’ di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Dengan menggunakan analisis fast fourier transform, Hokky dkk memetakan nada-nada yang dicurigai sampel frekuensinya ke tangga nada barat dan ditunjukkan pengerucutan pada empat nada yakni ‘f’-'g’-'d’-'a’. Menurut dia, mayoritas batuan yang disampling tidak menghasilkan bunyi yang frekuensinya dapat diklaim sebagai ‘nada’ tertentu.

“Namun ada dua kelompok batuan yang menghasilkan nada dengan frekuensi relatif tinggi, dalam interval 2683Hz-5171Hz. Dua kelompok batuan ini terdapat di teras pertama dan teras kedua,” terangnya.

Tangga nada dalam pengelompokan batuan itu lazim digunakan dalam musikologi modern. Disampaikan Hokky, fakta ini menunjukkan bahwa sangat mungkin tradisi megalitik di situs Gunung Padang telah mengenal instrumen musik.

“Dari sisi urutan nada-nada yang diperoleh memang belum sempurna untuk dapat dikategorikan sebagai pentatonic scale ataupun heptatonic scale. Ada dugaan nada-nada yang hilang tersebut kemungkinan ada di batuan yang sebagian terpendam tanah di sekitar batuan yang menghasilkan frekuensi tinggi tersebut,” tuturnya.

Soal musik ini masih menjadi teka-teki, apakah batu yang jadi sumber bunyi itu merupakan artefak litofon yang telah ditemukan di banyak tradisi megalitik lainnya. Jika memang batuan ini dijadikan alat musik. Maka peradaban yang memangunnya telah mengenal pola orkestrasi atau permainan musik dengan berkelompok.

“Mengapa di situs tersebut perlu ada sumber bunyi?” ucap Hokky mempertanyakan.

Apalagi kawasan situs ini memiliki ketinggian 983-989 dia atas permukaan laut atau relatif jauh lebih tinggi dari kawasan sekitarnya. Hokky dkk menduga, bukan tidak mungkin bunyi-bunyian dari batu itu dijadikan sebagai pemberi aba-aba atau informasi di kawasan bawah situs dengan tipe punden berundak itu.

“Pertanyaan lebih lanjut, siapakah yang membangun situs megalitikum itu. Dan adakah manusia yang hidup di belahan barat Pulau Jawa kini memiliki keterkaitan dengan pembangunan situs megalitikum itu,” Hokky mempertanyakan.

(nvt/did)

Baca Juga

Tidak cari Piramida

Nurvita Indarini – detikNews

Selasa, 07/02/2012 10:25 WIB

Andi Arief : Peneliti Katastropik Purba Tidak Mencari Piramida Garut
Jakarta - Belakangan mencuat kehebohan terkait keberadaan ‘harta karun’ berbentuk piramida ribuan tahun di dalam Gunung Sadahurip, Garut, Jawa Barat. Bahkan kabar beredar, ada tim yang sengaja dibentuk untuk mencari piramida itu.Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana Alam, Andi Arief, menegaskan Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk tahun 2011 bukan untuk mencari piramida. Namun tim ini mencari data bencana di masa lalu.

“Ada simpang siur di luar, kita tidak cari piramida, tapi cari data kegempaan,” ujar Andi dalam diskusi bertajuk ‘Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional’ di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).

Jika dalam penelitian itu ada fakta tertentu yang ditemukan, maka akan diteruskan ke instansi terkait.
“Jadi cari bencana di masa lalu, nanti apakah berhubungan dengan temuan itu, serahkan ke ahli,” ucap Andi.

Tim ini dibentuk pada 2011 lalu berdasar minat dan hobi para peneliti kebencanaan. Yang diteliti tim ini adalah terkait unsur peradaban dan bencana.

Penelitian yang dilakukan Tim BKP bukan pada sumber bencana langsung, tapi pada peninggalan purba. Selain itu tim juga akan mencari pusat peradaban di masa kerajaan seperti Majapahit, Sriwijaya, Sunda dan Galuh yang belum ketahuan.

(nvt/lia)

Baca Juga

Gunung Padang

Nurvita Indarini – detikNews

Selasa, 07/02/2012 12:51 WIB

Gunung Padang & Misteri 2500 SM
Jakarta - Gunung Padang yang terletak di Campaka, Cianjur, Jawa Barat, menyimpan misteri yang terkubur sejak 2500 SM. Sebab di sana ada situs yang menjadi saksi bisu kehidupan di masa lalu.”Diperkirakan dibangun pada 2500 SM dan dibangun dengan lokasi yang diperkirakan penuh pertimbangan, sehingga cocok sekali. Situs ini terletak di tengah kebun teh,” ujar mantan Ketua Himpunan Arsitek Jawa Barat, Dr Pon Purajatnika, dalam diskusi bertajuk ‘Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional’ di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).Di gunung tersebut terdapat bongkahan batu yang tersusun teratur, sehingga diduga kuat tidak mungkin dibuat sendiri oleh alam. Ada anak tangga yang begitu menanjak, serupa punden berundak.

“Ini menunjukkan tatanan sosial. Ada singgasana untuk pimpinan. Ada untuk cerdik cendekia dan sebagainya,” ujar Pon.

Sisa-sisa bangunan purba itu bisa bertahan dari dulu hingga sekarang menunjukkan adanya kearifan lokal masyarakat yang membangunnya. Mereka tahu bagaimana membangun bangunan yang besar lagi kuat.

“Ada turap dan tangga. Mereka arif dalam membuat konstruksi. Ada lapisan pasir penahan gaya lateral,” tambah dia.

Menurut Pon, bangunan ini bisa jadi lebih tua dari piramid Machu Picchu di Peru yang dibangun sekitar tahun 1450 SM. “Ada teknologi yang sama dengan Machu Picchu. Jangan-jangan mereka meniru kita ha ha,” kata Pon bercanda.

Situs ini penting, karena ada misteri di sana. Sebab dari sana bisa dipelajari soal perbintangan, bentuk bangunan, sistem pengairan, pertanian. Juga ada bencana purba apa yang pernah terjadi di sana. Serta bagaimana manusia yang dulu hidup di gunung itu punah.

(nvt/lia)

Baca Juga
07
Feb
12

Pariwisata : Keindahan Danau Sentani, Jayapura

Danau Sentani

 

Danau Sentani Keindahan “Pertama” dari Jayapura

 

Danau Sentani tampak dari atas pesawat

Danau Sentani tampak dari atas pesawat

Foto Selengkapnya:
  • Danau Sentani tampak dari atas pesawat
  • Kabut yang sering menutupi danau sentani
  • Keindahan yang sudah terasa di atas pesawat
  • Pulau yang berada di tengah danau sentani
  • keindahan yang bisa anda nikmati bersama segelas kopi

Ketika mendengar kata Papua, banyak hal yang membayangi kepala kita. Provinsi yang berada di ujung Timur Indonesia ini memang mempunyai sejuta pesona keindahan alamnya. Dan, banyak orang belum mengetahui keindahan itu. Walau banyak kabar yang mengatakan bahwa Papua itu tidak aman, tidaklah seluruhnya benar. Ada pepatah lama yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, maka untuk Papua kita harus kenalan dulu dan melihatnya secara dekat karena keramahan penduduk dan keindahan alamnya sangat bagus.

Danau Sentani adalah pemandangan indah pertama yang akan menyapa saat tiba di Papua. Penerbangan dari Jakarta menuju Kota Jayapura menempuh waktu yang lumayan lama, yaitu kurang lebih sekitar 6 jam. Tentu lamanya perjalanan ini akan membuat kita letih tapi tenang saja karena 15 menit sebelum mendarat di bandara kita pemandangan indah dari balik jendela pesawat akan memanjakan mata kita yang tentu membayar keletihan atas lamanya perjalanan.

Kita bisa melihat keindahan Danau Sentani dari atas. Sebuah pemandangan yang amat sayang bila melewatkannya karena ini hanya bisa kita lihat dalam waktu beberapa menit saja. Hamparan air dan rumput-rumput hijau di sekeliling Danau Sentani tampak seperti sebuah lukisan yang menegaskan bahwa Papua benar-benar indah. Di atas pesawat kita juga bisa melihat ada beberapa pulau yang berada di tengah-tengah Danau Sentani yang sibuk dengan aktifitas pelayarannya.

Tidak lama setelah melihat pemandangan indah itu, pesawat mendarat di Bandara Sentani, Jayapura. Inilah pintu gerbang  menuju ibu kota provinsi Papua. Memang semenjak zaman reformasi yang sering terjadi pemekaran daerah-daerah, Bandara Sentani ini pun masuk ke Kabupaten Sentani.

Jarak yang akan kita tempuh untuk menuju Kota jayapura adalah sekitar 45 menit melalui perjalanan darat. Sedangkan untuk lokasi Danau Sentani sendiri, memang berada di dekat bandara. Boleh dibilang Bandara Sentani itu berada di Danau sentani itu sendiri. Danau terluas di Papua ini merupakan danau vulkanik yang berada pada ketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut. Tanaman pandan dan sagu tumbuh di sekitar perairan dangkal. Luasnya sekitar 9.360 Ha dengan kedalaman rata rata 24,5 meter. Di sekitar danau ini juga terdapat 24 kampung.

Jika Anda memiliki waktu yang lebih banyak, sebaiknya setelah mendarat di Bandara Sentani cobalah untuk sejenak bersantai di tepi Danau Sentani, walau hanya sekadar untuk menikmati segelas kopi. Banyak tempat-tempat yang dapat digunakan untuk menikmati Danau Sentani. Selain bisa melihat keindahan Danau Sentani, jika beruntung kita juga bisa melihat burung-burung yang terbang bebas di sekeliling Danau Sentani ini. Dan, yang paling pasti semilir angin dan segarnya udara akan menambah kenyamanan saat menikmati Danau Sentani.

Karena keindahannya, setiap tahun di danau ini pemerintah setempat mengadakan Festival Danau Sentani. Pagelaran acara seperti ini juga merupakan bentuk perhatian pemerintah setempat terhadap salah satu objek pariwisata daerah. Salah satu tujuan mengadakan festival ini adalah untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Papua dan singgah di Danau Sentani, serta meningkatkan kreatifitas dari masyarakat setempat.

Jadi, mari kita ubah pandangan terhadap Papua atas kabar yang ada selama ini karena di Papua sangat banyak pemandangan yang indah. Bayangkan, masih di atas pesawat saja, kita sudah bisa melihat pemandangan indah yang luar biasa. Cinta Indonesia, cinta juga Papua.

 

Contributors

Oleh: reylando eka putra
seseorang yang mencintai Indonesia karena keindahannya

12
Nov
11

Pariwisata : Kemenangan Komodo Indonesia

KemenanganKomodo

InilahOleh Anton Hartono | Inilah

Konten Terkait

Berita Nasional Lainnya

INILAH.COM, Jakarta – Masuknya Pulau Komodo sebagai New 7 Wonders of Nature dinilai sebagai kemenangan bersama rakyat Indonesia.

Ketua Panitia Pendukung Pemenangan Komodo, Emmy Hafild mengatakan, keberhasilan Pulau Komodo berkat dukungan dari masyarakat Indonesia yang secara sukarela memberikan suara.

Karena itu, ia mengucapkan syukur karena cita-cita untuk memenangkan Komodo sudah hampir final. Terlebih lagi kemenangan Komodo menurutnya adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia terutama provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kemenangan Komodo kita syukuri sebagai langkah menuju masyarakat NTT lebih sejahtera. Karena mampu mempromosikan wisata di Indonesia, khususnya Pulau Komodo,” ujar Emmy, sabtu (12/11/2011).

Seperti diberitakan, New7Wonders Foundation mengeluarkan hasil sementara tujuh keajaiban dunia alam baru. Yakni, Sungai Amazon, Halong Bay, Iguazu Falls, Jeju Island, Pulau Komodo, Puerto Princesa Under Ground River dan Table Mountain. [mah]

31
Oct
11

Perjalanan Wisata Cinta Tanah Air

Cerita Perjalanan

Cerita Perjalanan

04
Aug
11

Pariwisata : Island of Bali, Awal Promosi Bali

Awal Promosi Bali

Selasa, 2 Agustus 2011 10:22 WIB |

Orang Asing Awalnya Promosikan Bali ke Dunia Luar

I Ketut Sutika

Pulau Bali (istimewa)

Buku berjudul “Island of Bali” memperkenalkan seni budaya dan pesona Bali kepada masyarakat internasional, yang mempunyai andil besar terhadap perkembangan pariwisata Pulau Dewata hingga sekarang.

Berita Terkait
Video

Denpasar (ANTARA News) – Keanekaragaman seni budaya serta kehidupan ritual yang kokoh dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata memberikan inspirasi bagi seniman, termasuk orang asing untuk menghasilkan karya seni yang bermutu, baik dalam bidang tabuh, tari, seni sastra maupun karya lukisan.

Seniman mancanegara sebenarnya sejak lama telah mengenal dan menetap di Bali seperti Andrien Jean Le Mayeur, seniman asal Belgia yang akhirnya mempersunting seorang wanita Bali.

Demikian pula Walter Spies (alm) warga negara Jerman, Antonio Belanco (alm), asal Spanyol, Arie Smith, warga negara Belanda dan banyak lagi sederetan nama seniman asing yang pernah menetap di Bali, khususnya diperkampungan seniman Ubud untuk menghasilkan karya-karya seni yang bermutu.

Seniman yang tidak kalah penting adalah Miguel Covarrubias, seorang penulis, pelukis dan antropolog kelahiran Meksiko pada tahun 1930 atau 81 tahun yang silam sempat menetap di Bali dan menulis buku berjudul “Island of Bali”.

Walter Spies dan Miguel Covarrubias, dua warga negara asing yang “melarikan diri” dari Eropa pada perang dunia pertama bertemu di Bali yang akhirnya menemukan ketenangan dan kedamaian. Mereka lewat keahliannya masing-masing memperkenalkan pesona seni budaya dan tari Bali kepada dunia barat, tutur Dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Kadek Suartaya, SS Kar, M.Si.

Walter Spies, warga negara Jerman misalnya merintis pertunjukkan bersama dengan masyarakat Ubud yakni I Wayan Limbak yang melahirkan tari kecak kini menjadi “maskot” tari Bali yang sangat monumental dan tersohor ke penjuru dunia.

Aktivitas lainnya mengajar masyarakat untuk belajar melukis, memahat, mematung dan mengukir, hingga melahirkan seniman-seniman andal yang keahliannya itu dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Sementara Miguel Covarrubias lewat tulisannya dalam buku berjudul “Island of Bali” memperkenalkan seni budaya dan pesona Bali kepada masyarakat internasional, yang mempunyai andil besar terhadap perkembangan pariwisata Pulau Dewata hingga sekarang.

Miguel Covarrubias melakukan kajian yang mendalam dan mengungkapkan hampir dalam setiap upacara agama umat Hindu di Bali disertai persembahan seni.

Bahkan pasang surut dan hidup mati kesenian Bali sangat dipengaruhi implementasi kegiatan ritual keagamaan, karena beragam jenis kesenian mulai dari seni sastra, teater, musik, tari hingga seni rupa menggeliat di tengah atmosfir religiusitas seperti itu..

Oleh sebab itu kesenian Bali menurut Suartaya yang juga seniman andal dan sering memperkuat tim kesenian Bali mengadakan lawatan ke mancanegara itu, merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Pulau Dewata yang sudah diwarisi sejak zaman lampau.

Hampir semua jenis kesenian Bali mengandung tendensi untuk menunjang dan mengabdikan kehidupan agama Hindu yang tetap diwarisi dan dilaksanakan dalam kehidupan sekarang, meskipun di tengah pengaruh impitan budaya global.

Dengan demikian di tengah kehidupan masyarakat Bali pada umumnya, hasrat berkesenian tetap tumbuh dan berkembang sejak masa anak-anak yang secara tidak langsung mendidik karakter bangsa, yang sesuai kepribadian Indonesia.

Oleh sebab itu, berkesenian dalam konteks ritual keagamaan dan berkesenian dalam presentasi estetik festival, parade atau lomba perlu terus dilakukan secara berkesinambungan, karena semuanya itu memiliki andil dalam membentuk karakter manusia Bali.

Karakter itu menyangkut watak, tabiat, akhlak, dan kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak, tutur Kadek Suartaya.

Dikenal Internasional

Seniman asing yang mengembangkan kreativitas seni di Bali, baik dalam seni tari, tabuh, patung dan kanvas itu, selain memperkenalkan Bali ke dunia barat, sekaligus mampu mengantarkan dirinya mendunia, berkat kegigihan dan kepiawaian memanfaatkan roh Bali dalam menghasilkan karya-karya seni.

Gubernur Bali Mande Mangku Pastika pernah mengungkapkan, sederetan nama-nama seniman asing yang pernah bermukim di Bali, dengan karya-karyanya yang terbingkai dalam seni budaya Bali mencuat kepermukaan yang telah dikenal dunia internasional hingga sekarang.

Karya seni hasil sentuhan sederetan seniman asing yang pernah bermukim di Bali menggambarkan bagaimana unik dan kokohnya seni budaya yang diwarisi masyarakat Pulau Dewata hingga sekarang.

Walter Spies lewat karya kanvas maupun garapan tari mampu memperkenalkan Bali kepada dunia barat tahun 1930 an, hingga akhirnya Bali dikenal mancanegara. Upaya itu juga dilakukan dengan mengajak seniman tabuh dan tari Bali mengadakan lawatan ke berbagai negara ke Eropa.

Demikian pula seniman lukis dan patung setempat dibina sedemikian rupa dengan tetap berpijak pada akar seni budaya Bali. Berkat keberhasilan Walter Spies membangun “jembatan” yang menghubungkan Bali dengan dunia barat, menjadikan para imluwan dan peneliti dunia tertarik untuk datang ke Bali.

Kedatangan ilmuwan barat itu, setelah kembali ke negaranya masing-masing hampir semuanya menulis tentang Bali dari berbagai sudut pandang yang umumnya pada bidang seni budaya serta keindahan panorama alam Pulau Dewata.

Kondisi demikian itu tidak mengherankan, jika Bali sekarang berkembang pesat dalam bidang pariwisata, bahkan sebagian besar masyarakat setempat menggantungkan tumpu harapan pada sektor pariwisata, tanpa mengenyampingkan aspek pembangunan lainnya.

Bali selama semesteri I-2001 menerima kunjungan 1,30 juta wisatawan mancanegara, meningkat 10,56 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,18 juta orang dari target sebanyak 2,6 juta hingga 2,8 juta dalam tahun 2011.

Target yang dipasang itu lebih tinggi dari realisasi kunjungan wisman ke Bali tahun 2010 sebanyak 2,57 juta orang. Semakin banyak wisman berliburan ke Bali memberikan banyak peluang dan kesempatan bagi masyarakat setempat, terutama mengembangkan industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2011

29
Jun
11

Wisata : Taman Laut Terbesar di Indonesia, dll

Taman Laut Terbesar

Mon Jun 27 22:58pm
Taman Laut Terbesar di Indonesia
Inilah kecantikan Raja Ampat yang mulai termasyhur itu. Terdiri dari 1500 pulau dan atoll, serta empat pulau besar, Raja Ampat menyimpan terumbu karang terlengkap di dunia. Belum lagi perairannya. Dengan air sebening kaca, dari tebing dengan ketinggian 100 meter, ikan-ikan di bawahnya pun bisa terlihat jelas.Raja Ampat pun menjadi rumah bagi berbagai spesies burung cendrawasih, maleo, nuri, kakatua serta beragam anggrek.Menyelam adalah aktivitas favorit bagi mereka yang pergi menuju taman laut terbesar di Indonesia ini. Lihatlah foto-foto keindahan Raja Ampat di bawah ini:


Foto: Dok. True Love


Foto: Dok. True Love


Foto: Dok. True Love


Foto: Dok. True Love


Foto: Dok. True Love


Foto: Dok. True Love


Foto: Dok. True Love

114 rekomendasi
12
Jun
11

Wisata Sejarah : Letusan Gunung Krakatau

  • Tur Sejarah Letusan Krakatau

    Fri, Jun 10 7:34 PM WIT

    REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Peluncuran hari meletusnya Gunung Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada 27 Agustus 1883 menjadi paket wisatawan manca negara. Setiap turis akan dikenakan biaya sebesar Rp 100 juta untuk menikmati paket terpadu yang disiapkan kabupaten tersebut.

    “Kami akan meluncurkan setiap tanggal 27 Agustus sebagai hari Kunjungan ke Gunung Krakatau. Paket wisata terpadu kami siapkan untuk turis asing dengan biaya Rp 100 juta per orang,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Lampung Selatan, Sutono, di Kalianda, Jumat (10/6).
    Menurut dia, selama ini hari meletusnya Gunung Krakatau tidak pernah dilirik sebagai momen untuk menunjang kepariwisataan Lampung terutama Lampung Selatan. “Bupati menyambut baik gagasan ini, sehingga setiap tahun khusus ada paket wisata terpadu di kabupaten bersejarah ini,” terangnya.

    Mengenai paket wisata Rp 100 juta, ia mengemukakan hal ini hanya diperuntukkan untuk turis manca negara bukan orang Indonesia. Dalam paket ini, selain menginjakkan kaki di gunung Anak Krakatau, tuan rumah akan menyediakan paket wisata lain yang ada di kabupaten ini.
    Paket wisata yang ditawarkan yakni menapak di kaki gunung Anak Krakatau, Krakatau Night, Festival Budaya, kunjungan kuliner Dermaga Bom, kunjungan sentra peternakan dan kerajinan, dan pengenalan potensi kabupaten Lampung Selatan.

    Ia berharap tahun ini dapat diluncurkan dan tahun depan menjadi paket wisata manca negara yang rutin setiap tahun. Ia optimistis paket kunjungan ke Gunung Anak Krakatau ini akan menargetkan 100 orang turis.

    Gunung Krakatau menjadi terkenal ke manca negara sejak meletus. Menurut buku 100 Natural Wonders of The World tahun 1995, Krakatau meletus pukul 10 pagi dengan kekuatan 1.482 megaton atau 26 kali lebih kuat dari bom hidrogen terbesar.

    Letusan melontarkan batu sejauh 34 mil (55 km) ke udara dan menewaskan 36.380 orang. Letusan juga menghasilkan gelombang pasang Tsunami setinggi 40 meter yang melahap 295 desa.

    Ledakannya terdengar ke Benua Afrika, Austria Selatan, Ceylon, dan Filipina. Langit menyala merah hingga dapat dilihat hingga di Eropa dan Amerika Utara. Material yang dimuntahkan mencapai 18 km kubik.


    Foto: Tempo/Santirta M

09
May
11

Pariwisata : Jakarta Tempo Doeloe

Senin, 09/05/2011 11:15 WIB

Kampung Betawi

Mengunjungi Kampung Betawi dan Berkuda di Puncak

Oleh: Citra Rahman
detik_RumahBetawijpgjpg-

Rumah Betawi tempo dulu

Foto selengkapnya

DKI JAKARTA – Berkeliling Jakarta, menikmati suasana tempo dulu di Kota Tua dan Rumah Si Pitung di Cilincing, rasanya belum afdhol jika tidak melihat perkampungan Betawi Setu Babakan di Kelurahan Srengseng Sawah. Sebuah danau yang mulai mengering menghiasi kampung ini dengan pohon-pohon rindang di pinggirnya.

Di pinggir danau ini, sudah menanti para penjual jajanan khas Betawi. Seperti Kerak Telor, Toge Goreng, Soto Betawi, Soto Mie dan Roti Buaya. Tapi sayangnya saat kami di sana, hanya ada penjual Toge Goreng dan penjual soto mie. Mungkin karena bukan hari libur makanya tidak banyak yang berjualan.

Toge Goreng, cara memasak makanan ini ternyata tidak sesuai dengan namanya. Bukannya digoreng, tapi direndam dalam air panas, dicampur dengan ketupat/lontong lalu disiram kuah kacang di atasnya. Rasanya enak seperti gado-gado tapi sayurnya hanya dengan toge saja.

Selain menu jajanannya yang berbagai jenis, bangunan di Setu Babakan juga berarsitektur asli Betawi. Juga ada pementasan budaya Betawi setiap hari Sabtu dan Minggu. Karena kami berkunjungnya hari selasa (12/10) kami hanya melihat ibu-ibu yang sedang arisan.

Selesai makan toge goreng dan menyaksikan para nelayan yang sedang menjala ikan di tengah danau, kami melanjutkan perjalanan ke Puncak. Kami akan mengunjungi pabrik teh Gunung Mas memproduksi Teh Walini. Tapi sayang sekali tour ke dalam pabrik sudah ditutup karena kami tibanya sudah pukul tiga sore. Ingin melihat pemetik teh di atas bukit juga tidak bisa karena mereka sudah pulang.

Terakhir kami singgah di cafe yang letaknya bersebelahan dengan pabrik teh. Di situ kami membeli beberapa produk teh. Dari ibu-ibu penjualnya kami baru tahu kalau teh Walini ini adalah produk yang diekspor ke Jepang, Taiwan dan negara-negara di Eropa. Jadi teh ini tidak dijual bebas di Indonesia, hanya dijual di cafe pabrik ini.

Sekitar dua ratus meter dari kompleks pabrik, ada istal mini yang menambatkan beberapa ekor kuda. Ternyata kuda-kuda ini untuk ditunggangi. Tarifnya Rp. 30.000,- per orang. Masing-masing kuda yang kita tunggangi akan dituntun oleh bapak-bapak yang penjaga di istal. Menaiki kuda ini, saya baru mengerti kenapa berkuda menjadi salah satu olahraga. Ternyata menungganginya selama lima menit saja sudah membuat keringat mengalir.

Pak Ahmad, si pemilik kuda mengajarkan saya beberapa teknik dasar menunggangi kuda. Seperti cara memegang tali kekang, cara duduk yang benar di atas pelana dan perintah-perintah sederhana untuk berhenti, berjalan dan berlari. Untuk menyuruh kuda berlari, cukup dengan menghentakkan kaki ke perut kuda dan kendurkan tali kekang. Jika ingin berhenti, tarik kekang ke belakang. Sederhana sekali tapi melakukannya di atas kuda butuh keseimbangan ekstra karena badan berguncang dan terlonjak ke atas setiap kali kuda berlari.

Pengalaman seru berkuda sore itu mengantarkan kami ke penginapan dengan perasaan senang dan tiba-tiba ingin punya kuda sendiri.

Kamis, 14/04/2011 11:05 WIB

Marathon Batavia

Marathon Batavia Tempo Doeloe

Oleh: Jeine Kambey
detik_museumkeramikjpg-

Museum Keramik

Foto selengkapnya

DKI JAKARTA – Setelah seminggu di kepulauan seribu akhirnya tiba saatnya mengeksplore jakarta, tak sabar rasanya ingin mengenal ibukota negara Insonesia lebih dekat. Dari pelabuhan Muara Angke kami langsung pergi ke hotel Batavia, tempat kami menginap dua hari kedepan. Holtel Batavia adalah hotel bernuansa Jakarta tempo dulu, dengan bangunan yang masih mengunakan arsitektur jaman Belanda.

Hotel tempat kami menginap ini adalah tempat yang sangat strategis jika anda memang berniat menjelajahi sisa-sisa kejayaan Belanda. Dimana bangunan-bangunan tua masih tegak berdiri, walaupun ada beberapa bangunan yang sudah terlihat rapuh dan tidak layak huni. Melihat bangunan-bangunan itu membuat saya merasa kembali ke masa lalu, bagai mesin waktu yang menyedot saya jauh ke masa itu.

Sungguh takjub, selama ini hanya bisa membayangkan bagaimana keadaan kota Batavia jaman dulu. Hanya bisa membaca sejarahnya di buku-buku pelajaran sekolah, tapi sekarang sangat nyata di depan mata. Kebanyakan bangunan-bangunan disana sudah dijadikan museum, contohnya museum Fatahillah, Museum Keramik, Museum Wayang dan Museum Bahari.

Satu kompleks di Kota tua itu biasa dijadikan tempat mengumpulnya anak-anak muda. sekedar jalan-jalan, duduk-duduk bersama teman, atau bahkan hunting foto-foto. Memang lokasi kota tua di Jakarta ini menjadi salah satu spot pemotretan favorit bagi beberapa photografer. Selain itu disini pun terdapat berbagai pilihan kuliner dari makanan ringan sampai makanan berat khas Ibukota.

Jika ingin benar-benar merasakan sensasi kembali kemasa lalu, cobalah untuk menyewa sepeda. Tak perlu khawatir kehabisan, disana tersedia cukup banyak sepeda-sepeda tua lengkap dengan topi-topi lebarnya. Dengan berakhirnya hari ini maka berakhir juga petulangan kami di Kota Tua, sampai ketemu besok. :)

(Jeine Kambey / gst)




Blog Stats

  • 1,674,857 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers