Posts Tagged ‘Spirituality

05
Feb
14

Kepemimpinan : Diskusi tentang Kafir

http://www.pesatnews.com/pictures/pandji-r-hadinoto-mh-201401272222031.jpg

Diskusi tentang Kafir

Diskusi tentang Kafir

Moh Mahfud MD  ;  Guru Besar Hukum Konstitusi

Selasa, 28 Januari 2014, saat bertemu wartawan Richard Susilo di Tokyo, saya ditanya tentang istilah “kafir” yang saya lontarkan terhadap “siapa pun” yang melanggar peraturan dan hukum. Apakah tepat mengatakan kafir terhadap orang yang masih beragama Islam?

Richard Susilo adalah wartawan senior yang sampai sekarang bertempat tinggal di Tokyo sebagai kontributor beberapa media massa kita. “Saya dikatakan melakukan kolusi dan memainkan perkara saat jadi hakim. Saya bilang, siapa pun dia adalah kafir,” jawab saya. Saya tegaskan, banyak orang mengartikan kafir sebatas sebutan terhadap orang yang tidak beragama Islam. Padahal arti kafir yang sebenarnya adalah tidak tunduk terhadap kebenaran, suka melanggar aturan, termasuk melanggar hak dan martabat orang lain tanpa dasar.

Tak ada yang membantah bahwa kafir itu bukan hanya tidak memeluk agama tertentu, melainkan tidak tunduk terhadap kebenaran universal yang difirmankan Tuhan. Kafir itu, arti lughawi-nya, adalah ingkar atau menolak dan melawan; sedangkan arti ishthilakhi-nya adalah ingkar atau menolak dan melawan perintah untuk menganut dan menegakkan kebenaran. Dalam skala yang umum, melanggar peraturan atau hukum misalnya membunuh orang, merampok, memperdagangkan narkoba, dan menyebarkan berita tak berdasar yang merugikan nama orang lain, hal itu juga, termasuk dalam lingkup kekafiran.

Mengapa? Ya, karena menolak atau melawan terhadap perintah menegakkan kebenaran. Siapa pun, beragama apa pun, kalau melanggar hak dan martabat secara melawan hukum dan kebenaran, adalah kafir. Itulah sebabnya, orang yang masih resmi beragama Islam, tetapi tidak mengikuti hukum-hukumnya adalah kafir. Di dalam Alquran (QS Al- Maidah: 44) misalnya ditegaskan, “Barang siapa yang tidak berhukum terhadap apa-apa yang diperintahkan Allah, mereka termasuk golongan kafir”.

Tak ada yang membantah, kafir dalam ayat ini bukan hanya tertuju bagi orang yang tak beragama Islam, tetapi juga bagi siapa pun yang melanggar perintah Tuhan untuk berlaku benar seperti tidak memfitnah atau membuat berita-berita yang tidak berdasar. Itulah sebabnya berbagai negara muslim yang tidak memberlakukan hukum fikih tertentu, asal membuat hukum-hukum yang mengikuti perkembangan waktu (zamaan), tempat (amkaan), dan adat (awaa’id) tidak disebut kafir.

Yang kafir justru orang yang suka melanggar peraturan-peraturan umum dan nilai-nilai moral. Penghalusan pernah dikemukakan oleh Ibn Qoyyim dengan menyebut istilah kufur yang melahirkan berbagai anak cabang istilah seperti kufur dzimmah, kufur nikmah, dan sebagainya. Di negara Pancasila seperti Indonesia istilah kafir memang tak perlu dialamatkan kepada orang yang tidak beragama Islam, tapi juga harus ditujukan pada siapa pun, Islam dan tidak Islam, yang suka melanggar hukum dan melawan kebenaran universal yang difirmankan Tuhan.

Orang kafir juga orang yang berperilaku seperti binatang ternak yakni yang membutakan hati, mata, dan telinganya dari kebenaran sehingga berlaku dan membuat pernyataan yang tanpa bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Didalam Alquran (QS Al-A’raaf: 179) disebutkan, “Akan dicampakkan ke neraka jahanam dari banyak jin dan manusia yang punya hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami kebenaran, punya mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat kebenaran, dan punya telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengar kebenaran. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi.”

“Bung Richard, saya berani mengatakan, orang kafir itu menurut ajaran agama mana pun adalah orang yang ingkar terhadap kebenaran, bukan hanya orang yang tidak memeluk agama tertentu. Rujukannya ada di kitab suci, Hadits Rasul, dan buku-buku fikih al-Siyaasah,” kata saya kepada Richard Susilo di Hotel New Otani, Tokyo itu. Maka itu, siapa pun yang keberatan disebut kafir karena melanggar hukum dan menista martabat orang lain, dia harus membuktikan lebih dulu bahwa dirinya memang tidak melanggar hukum dan tidak melanggar hak dan martabat orang lain.

Kalau dia melakukan pelanggaran hukum serta hak dan kehormatan orang lain secara semena-mena, memang pantas disebut kafir dalam arti ingkar terhadap hukum dan kebenaran. Kalau tak mau disebut begitu, buktikan dulu bahwa apa yang dikatakannya benar. Saya memang sering serbarepot. Selama ini saya sudah berusaha menjaga tegaknya hukum dan menjaga martabat diri dengan cara sangat berhati-hati agar tak melanggar hukum dan martabat orang lain. Dalam berpolitik pun saya selalu menjaga diri agar sejauh mungkin tak menodai nilai-nilai moral dan etika publik.

Repotnya, kadang ada orang yang tanpa ombak dan tanpa angin, tiba-tiba menyerang kehormatan saya, mengatakan saya bermain atau berkolusi dalam satu kasus hukum. Kalau didiamkan, orang akan mengatakan bahwa saya benar berkolusi dan bermain. Kalau dilayani melalui polemik atau debat, saya bisa dibilang terlalu reaktif dan tak proporsional. Banyak yang menyarankan, kalau ada tudingan yang tak benar, tak usah ribut, serahkan saja kepada proses hukum. Itulah saran baik yang saya lakukan.

Sumber:  Koran SIND

15
Mar
13

Spiritual : Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih

Foto Internasional

Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih

Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih
Warga Florida, Amerika Serikat dihebohkan kemunculan awan yang membentuk sosok bersayap yang mirip dengan gambaran malaikat dalam beberapa kepercayaan. Awan ini menjadi heboh karena muncul satu jam setelah Vatikan mengumumkan Jorge Mario Bergoglio diangkat menjadi Paus Fransiskus. Jodi G/facebook.com/WPTV5/huffingtonpost.com
  • Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih
  • Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih
  • Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih
  • Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih
  • Awan Berbentuk Malaikat Nampak Setelah Paus Baru Terpilih
26
Feb
13

Spiritualitas : Hakekat Sholat dan Pengenalan Diri

http://teguhwe.blogspot.com/2012/07/hubungan-hakekat-sholat-dan-pengenalan.html
Hubungan Hakekat Sholat dan Pengenalan Diri

Sunan Bonang menghubungkan hakikat salat berkaitan dengan pengenalan diri, sebab dengan melakukan salat seseorang sebenarnya berusaha mengenal dirinya sebagai ‘yang menyembah’, dan sekaligus berusaha mengenal Tuhan sebagai ‘Yang Disembah’. bait-bait dalam Suluk Wujil Sunan Bonang menulis:

Kebajikan utama (seorang Muslim)
Ialah mengetahui hakikat salat
Hakikat memuja dan memuji
Salat yang sebenarnya
Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib
Tetapi juga ketika tafakur
Dan salat tahajud dalam keheningan
Buahnya ialah mnyerahkan diri senantiasa
Dan termasuk akhlaq mulia

Apakah salat yang sebenar-benar salat?
Renungkan ini:
Jangan lakukan salat
Andai tiada tahu siapa dipuja
Bilamana kaulakukan juga
Kau seperti memanah burung
Tanpa melepas anak panah dari busurnya
Jika kaulakukan sia-sia
Karena yang dipuja wujud khayalmu semata

Lalu apa pula zikir yang sebenarnya?
Dengar: Walau siang malam berzikir
Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan
Zikirmu tidak sempurna
Zikir sejati tahu bagaimana
Datang dan perginya nafas
Di situlah Yang Ada, memperlihatkan
Hayat melalui yang empat

Yang empat ialah tanah atau bumi
Lalu api, udara dan air
Ketika Allah mencipta Adam
Ke dalamnya dilengkapi
Anasir ruhani yang empat:
Kahar, jalal, jamal dan kamal
Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya
Begitulah kaitan ruh dan badan
Dapat dikenal bagaimana
Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana

Anasir tanah melahirkan
Kedewasaan dan keremajaan
Apa dan di mana kedewasaan
Dan keremajaan? Dimana letak
Kedewasaan dalam keremajaan?
Api melahirkan kekuatan
Juga kelemahan
Namun di mana letak
Kekuatan dalam kelemahan?
Ketahuilah ini

Sifat udara meliputi ada dan tiada
Di dalam tiada, di mana letak ada?
Di dalam ada, di mana tempat tiada?
Air dua sifatnya: mati dan hidup
Di mana letak mati dalam hidup?
Dan letak hidup dalam mati?
Kemana hidup pergi
Ketika mati datang?
Jika kau tidak mengetahuinya
Kau akan sesat jalan

Pedoman hidup sejati
Ialah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
Pribadi besar mencari hakikat diri
Dengan tujuan ingin mengetahui
Makna sejati hidup
Dan arti keberadaannya di dunia

Kenalilah hidup sebenar-benar hidup
Tubuh kita sangkar tertutup
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya
Jika kau tidak mengenalnya
Akan malang jadinya kau
Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil
Sia-sia semata
Jika kau tak mengenalnya.
Karena itu sucikan dirimu
Tinggalah dalam kesunyian
Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak diberi jawaban langsung, melainkan dengan isyarat-isyarat yang mendorong Wujil melakukan perenungan lebih jauh dan dalam. Sunan Bonang kemudian berkata dan perkatannya semakin memasuki inti persoalan:

Keindahan, jangan di tempat jauh dicari
Ia ada dalam dirimu sendiri
Seluruh isi jagat ada di sana
Agar dunia ini terang bagi pandangmu
Jadikan sepenuh dirimu Cinta
Tumpukan pikiran, heningkan cipta
Jangan bercerai siang malam
Yang kaulihat di sekelilingmu
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!

Dunia ini Wujil, luluh lantak
Disebabkan oleh keinginanmu
Kini, ketahui yang tidak mudah rusak
Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna
Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi
Bentangan pengetahuan ini luas
Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya
Orang yang mengenal hakikat
Dapat memuja dengan benar
Selain yang mendapat petunjuk ilahi
Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini

Karena itu, Wujil, kenali dirimu
Kenali dirimu yang sejati
Ingkari benda
Agar nafsumu tidur terlena
Dia yang mengenal diri
Nafsunya akan terkendali
Dan terlindung dari jalan
Sesat dan kebingungan
Kenal diri, tahu kelemahan diri
Selalu awas terhadap tindak tanduknya

Bila kau mengenal dirimu
Kau akan mengenal Tuhanmu
Orang yang mengenal Tuhan
Bicara tidak sembarangan
Ada yang menempuh jalan panjang
Dan penuh kesukaran
Sebelum akhirnya menemukan dirinya
Dia tak pernah membiarkan dirinya
Sesat di jalan kesalahan
Jalan yang ditempuhnya benar

Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ia yang mengaku tahu jalan
Sering tindakannya menyimpang
Syariat agama tidak dijalankan
Kesalehan dicampakkan ke samping
Padahal orang yang mengenal Tuhan
Dapat mengendalikan hawa nafsu
Siang malam penglihatannya terang
Tidak disesatkan oleh khayalan

Selanjutnya dikatakan bahwa diam yang hakiki ialah ketika seseorang melaksanakan salat tahajud, yaitu salat sunnah tengah malam setelah tidur. Salat semacam ini merupakan cara terbaik mengatasi berbagai persoalan hidup. Inti salat ialah bertemu muka dengan Tuhan tanpa perantara. Jika seseorang memuja tidak mengetahui benar-benar siapa yang dipuja, maka yang dilakukannya tidak bermanfaat. Salat yang sejati mestilah dilakukan dengan makrifat. Ketika melakukan salat, semestinya seseorang mampu membayangkan kehadiran dirinya bersama kehadiran Tuhan. Keadaan dirinya lebih jauh harus dibayangkan sebagai ’tidak ada’, sebab yang sebenar-benar Ada hanyalah Tuhan, Wujud Mutlak dan Tunggal yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Sedangkan adanya makhluq-makhluq, termasuk manusia, sangat tergantung kepada Adanya Tuhan.

Diam dalam tafakur, Wujil
Adalah jalan utama (mengenal Tuhan)
Memuja tanpa selang waktu
Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya)
Disebabkan oleh makrifat
Tubuhnya akan bersih dari noda
Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini
Dari orang arif yang tahu
Agar kau mencapai hakikat
Yang merupakan sumber hayat

Wujil, jangan memuja
Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja
Juga sia-sia orang memuja
Tanpa kehadiran Yang Dipuja
Walau Tuhan tidak di depan kita
Pandanglah adamu
Sebagai isyarat ada-Nya
Inilah makna diam dalam tafakur
Asal mula segala kejadian menjadi nyata

Setelah itu Sunan Bonang lebih jauh berbicara tentang hakikat murni ‘kemauan’. Kemauan yang sejati tidak boleh dibatasi pada apa yang dipikirkan. Memikirkan atau menyebut sesuatu memang merupakan kemauan murni. Tetapi kemauan murni lebih luas dari itu.

Renungi pula, Wujil!
Hakikat sejati kemauan
Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita
Berpikir dan menyebut suatu perkara
Bukan kemauan murni
Kemauan itu sukar dipahami
Seperti halnya memuja Tuhan
Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak
Pun tidak membuatmu membenci orang
Yang dihukum dan dizalimi
Serta orang yang berselisih paham

Orang berilmu
Beribadah tanpa kenal waktu
Seluruh gerak hidupnya
Ialah beribadah
Diamnya, bicaranya
Dan tindak tanduknya
Malahan getaran bulu roma tubuhnya
Seluruh anggota badannya
Digerakkan untuk beribadah
Inilah kemauan murni

Kemauan itu, Wujil!
Lebih penting dari pikiran
Untuk diungkapkan dalam kata
Dan suara sangatlah sukar
Kemauan bertindak
Merupakan ungkapan pikiran
Niat melakukan perbuatan
Adalah ungkapan perbuatan
Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
Keduanya buah dari kemauan

Di sini Sunan Bonang agaknya berpendapat bahwa kemauan atau kehendak (iradat) , yaitu niat dan iktiqad, mestilah diperbaiki sebelum seseorang melaksanakan sesuatu perbuatan yang baik. Perbuatan yang baik datang dari kemauan baik, dan sebaliknya kehendak yang tidak baik melahirkan tindakan yang tidak baik pula. Apa yang dikatakan oleh Sunan Bonang dapat dirujuk pada pernyataan seorang penyair Melayu (anonim) dalam Syair Perahu, seperti berikut:

Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetulkan jalan tempat berpindah
Di sanalah iktiqad diperbaiki sudah
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiada berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu
Hai muda arif budiman
Hasilkan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan

La ilaha illa Allah tempat mengintai
Medan yang qadim tempat berdamai
Wujud Allah terlalu bitai
Siang malam jangan bercerai
(Doorenbos 1933:33)

Tamsil Islam universal lain yang menonjol dalam Suluk Wujil ialah cermin beserta pasangannya gambar atau bayang-bayang yang terpantul dalam cermin, serta Mekkah. Para sufi biasa menggunakan tamsil cermin, misalnya Ibn `Arabi. Sufi abad ke-12 M dari Andalusia ini menggunakannya untuk menerangkan falsafahnya bahwa Yang Satu meletakkan cermin dalam hati manusia agar Dia dapat melihat sebagian dari gambaran Diri-Nya (kekayaan ilmu-Nya atau perbendaharaan-Nya yang tersembunyi) dalam ciptaan-Nya yang banyak dan aneka ragam. Yang banyak di alam kejadian (alam al-khalq) merupakan gambar atau bayangan dari Pelaku Tunggal yang berada di tempat rahasia dekat cermin (Abu al-Ala Affifi 1964:15-7).

Pada pupuh atau bait ke-74 diceritakan Sunan Bonang menyuruh muridnya Ken Satpada mengambil cermin dan menaruhnya di pohon Wungu. Kemudian dia dan Wujil disuruh berdiri di muka cermin. Mereka menyaksikan dua bayangan dalam cermin. Kemudian Sunan Bonang menyuruh salah seorang dari mereka menjauh dari cermin, sehingga yang tampak hanya bayangan satu orang. Maka Sunan Bonang bertanya: ”Bagaimana bayang-bayang datang/Dan kemana dia menghilang?” (bait 81). Melalui contoh datang dan perginya bayangan dari cermin, Wujil kini tahu bahwa ”Dalam Ada terkandung tiada, dan dalam tiada terkandung ada” Sang Guru membenarkan jawaban sang murid. Lantas Sunan Bonang menerangkan aspek nafi (penidakan) dan isbat (pengiyaan) yang terkandung dalam kalimah La ilaha illa Allah (Tiada tuhan selain Allah). Yang dinafikan ialah selain dari Allah, dan yang diisbatkan sebagai satu-satunya Tuhan ialah Allah.

Pada bait atau pupuh 91-95 diceritakan perjalanan seorang ahli tasawuf ke pusat renungan yang bernama Mekkah, yang di dalamnya terdapat rumah Tuhan atau Baitullah. Mekkah yang dimaksud di sini bukan semata Mekkah di bumi, tetapi Mekkah spiritual yang bersifat metafisik. Ka’bah yang ada di dalamnya merupakan tamsil bagi kalbu orang yang imannya telah kokoh. Abdullah Anshari, sufi abad ke-12 M, misalnya berpandapat bahwa Ka’bah yang di Mekkah, Hejaz, dibangun oleh Nabi Ibrahim a.s. Sedangkan Ka’bah dalam kalbu insan dibangun oleh Tuhan sebagai pusat perenungan terhadap keesaan Wujud-Nya (Rizvi 1978:78).

Sufi Persia lain abad ke-11 M, Ali Utsman al-Hujwiri dalam kitabnya menyatakan bahwa rumah Tuhan itu ada dalam pusat perenungan orang yang telah mencapai musyahadah. Kalau seluruh alam semesta bukan tempat pertemuan manusia dengan Tuhan, dan juga bukan tempat manusia menikmati hiburan berupa kedekatan dengan Tuhan, maka tidak ada orang yang mengetahui makna cinta ilahi. Tetapi apabila orang memiliki penglihatan batin, maka seluruh alam semesta ini akan merupakan tempat sucinya atau rumah Tuhan. Langkah sufi sejati sebenarnya merupakan tamsil perjalanan menuju Mekkah. Tujuan perjalanan itu bukan tempat suci itu sendiri, tetapi perenungan keesaan Tuhan (musyahadah), dan perenungan dilakukan disebabkan kerinduan yang mendalam dan luluhnya diri seseorang (fana’) dalam cinta tanpa akhir (Kasyful Mahjub 293-5).

Berdasarkan uraian tersebut, dapatlah dipahami apabila dalam Suluk Wujil dikatakan, “Tidak ada orang tahu di mana Mekkah yang hakiki itu berada, sekalipun mereka melakukan perjalanan sejak muda sehingga tua renta. Mereka tidak akan sampai ke tujuan. Kecuali apabila seseorang mempunyai bekal ilmu yang cukup, ia akan dapat sampai di Mekkah dan malahan sesudah itu akan menjadi seorang wali. Tetapi ilmu semacam itu diliputi rahasia dan sukar diperoleh. Bekalnya bukan uang dan kekayaan, tetapi keberanian dan kesanggupan untuk mati dan berjihad lahir batin, serta memiliki kehalusan budi pekerti dan menjauhi kesenangan duniawi.
Di dalam masjid di Mekkah itu terdapat singgasana Tuhan, yang berada di tengah-tengah. Singgasana ini menggantung di atas tanpa tali. Dan jika orang melihatnya dari bawah, maka tampak bumi di atasnya. Jika orang melihat ke barat, ia akan melihat timur, dan jika melihat timur ia akan menyaksikan barat. Di situ pemandangan terbalik. Jika orang melihat ke selatan yang tampak ialah utara, sangat indah pemandangannya. Dan jika ia melihat ke utara akan tampak selatan, gemerlapan seperti ekor burung merak. Apabila satu orang shalat di sana, maka hanya ada ruangan untuk satu orang saja. Jika ada dua atau tiga orang shalat, maka ruangan itu juga akan cukup untuk dua tiga orang. Apabila ada 10.000 orang melakukan shalat di sana, maka Ka`bah dapat menampung mereka semua. Bahkan seandainya seluruh dunia dimasukkan ke dalamnya, seluruh dunia pun akan tertampung juga”.

Wujil menjadi tenang setelah mendengarkan pitutur gurunya. Akan tetapi dia tetap merasa asing dengan lingkungan kehidupan keagamaan yang dijumpainya di Bonang.
Berbeda dengan di Majapahit dahulu, untuk mencapai rahasia Yang Satu orang harus melakukan tapa brata dan yoga, pergi jauh ke hutan, menyepi dan melakukan kekerasan ragawi. Di Pesantren Bonang kehidupan sehari-hari berjalan seperti biasa. Shalat fardu lima waktu dijalankan dengan tertib. Majlis-majlis untuk membicarakan pengalaman kerohanian dan penghayatan keagamaan senantiasa diadakan. Di sela-sela itu para santri mengerjakan pekerjaan sehari-hari, di samping mengadakan pentas-pentas seni dan pembacaan tembang Sunan Bonang menjelaskan bahwa seperti ibadat dalam agama Hindu yang dilakukan secara lahir dan batin, demikian juga di dalam Islam. Malahan di dalam agama Islam, ibadat ini diatur dengan jelas di dalam syariat. Bedanya di dalam Islam kewajiban-kewajiban agama tidak hanya dilakukan oleh ulama dan pendeta, tetapi oleh seluruh pemeluk agama Islam. Sunan bonang mengajarkan tentang egaliterianissme dalam Islam. Sunan bonang mengajarkan tentang egaliterisme di dalam Islam. Jika ibadat zahir dilakukan dengan mengerjakan rukun Islam yang lima, ibadat batin ditempuh melalui tariqat atau ilmu suluk, dengan memperbanyak ibadah seperti sembahyang sunnah, tahajud, taubat nasuha, wirid dan zikir. Zikir berarti mengingat Tuhan tanpa henti. Di antara cara berzikir itu ialah dengan mengucapkan kalimah La ilaha illa Allah. Di dalamnya terkandung rahasia keesaan Tuhan, alam semesta dan kejadian manusia.

Berbeda dengan dalam agama Hindu, di dalam agama Islam disiplin kerohanian dan ibadah dapat dilakukan di tengah keramaian, sebab perkara yang bersifat transendental tidak terpisah dari perkara yang bersifat kemasyarakatan. Di dalam agama Islam tidak ada garis pemisah yang tegas antara dimensi transendental dan dimensi sosial. Dikatakan pula bahwa manusia terdiri daripada tiga hal yang pemiliknya berbeda. Jasmaninya milik ulat dan cacing, rohnya milik Tuhan dan milik manusia itu sendiri hanyalah amal pebuatannya di dunia.

22
Nov
12

Spiritualitas : Kekuatan Tuhan Yang Maha Kuasa

blogspot.com
Keteladanan Sang Pemimpin

11 Kisah – Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

Diposting oleh : Abd Nurul Hidayat, S.T

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi.
Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.
Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.
Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia.
Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas.
Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

1. Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.
Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam.
Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah?
Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

2. Suara Tak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah”
yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi.
Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter.
“Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya.
Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

3. Pasukan Tidak Dikenal

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?

4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

5. Padam Api

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

6. Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan.
Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

7. Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

8. Selamat Dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,
`Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),”
jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

9. Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah.
Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar.
Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak.
“Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza.
Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Sumber :
Thoriq – http://www.blak-blakan.com

Ongkos perang israel -gaza. Baru 5 hari sdh memakan 5% budget pertahanan setahun

The direct military expenses of an operation like Pillar of Defense, combined with the loss of production and the price of repairing damage caused by rockets, come at a high cost to the economy. We can only hope that Prime Minister Benjamin Netanyahu took this into account when he issued the order last week to assassinate Hamas military chief Ahmed Jabari.
Economic policy makers have estimated that the bill for the operation would reach NIS 2 billion in direct military costs and some NIS 1 billion in civilian costs if there is an immediate cease-fire. These figures do not include the cost of lost output, which is expected to reach hundreds of millions of shekels.
NIS 3 billion is about 5% of Israel’s NIS 60 billion annual defense budget; where will the money come from?
As is his way, Defense Minister Ehud Barak sought to exploit the momentum of the fighting this week to ask for a budgetary supplement. Last night a ministerial committee approved his request for an additional NIS 750 million for the Iron Dome missile defense program. The money will ultimately come from the United States and will not be added to the 2012 or 2013 defense budgets, Barak promised.
The national budget is subject to a great deal of under-the-table activity that the public is rarely aware of, such as the creative accounting the Accountant General’s Office engages in to meet the demands of politicians and the needs of the economy as the year draws to a close.
No one should be surprised if, within the next weeks, the treasury transfers money to the defense budget to pay for Pillar of Defense even before the Knesset approves it. More money will be allocated to cover budget shortfalls for next year, when the army – like the rest of the government – will be operating inside the framework of the 2012 budget, which is insufficient for its needs next year.
But the real headaches will only come when the next government takes office after the January election. It will have to find the funds for Pillar of Defense while facing nearly unprecedented fiscal pressures. One of its first tasks will be to pass the 2013 budget, which will include spending cuts of between NIS 13 billion and NIS 15 billion and around NIS 3 billion in additional revenue from tax hikes.
But the defense minister, whether it is Barak or someone else, will be demanding around NIS 5 billion. Again, where will the NIS 3 billion for Pillar of Defense come from?
The answer, in all likelihood, is higher taxes. Raising the value added tax by 1%, to 18%, for example, would bring in NIS 4 billion.
Every war has its star. Operation Pillar of Defense’s is Iron Dome. Like all stars, each appearance costs money, in its case about $35,000 to $50,000 for each missile launched.
To that must be added the costs of lesser wartime celebrities: An hour of flying time costs $1,500 for a drone, $5,000 for a helicopter and $15,000 for a fighter jet. This does not include the cost of shells, gasoline and running a tank, among other big-ticket items.
Reserve duty is another hefty expense. Excluding food, among other things, one day of service costs NIS 450 per soldier. All told it costs NIS 4.5 million a day to call up 10,000 reservists and NIS 22.5 million for 50,000, or NIS 225 million for 10 days of duty. And that does not include the lost civilian work hours of each reserve soldier.
Then there are the costs to the wider economy. The biggest item is lost output, an accounting of which one has not been done yet for Operation Pillar of Defense.
From experience we know that every large-scale military operation in Israel, such as the Second Lebanon War and Operation Cast Lead, takes a heavy toll on tourism for at least the following year.
Big, medium-sized and small factories all reduce production and some even shut down altogether for the duration. The Manufacturers Association of Israel has estimated the loss to manufacturing through yesterday at NIS 150 million, for which the government will have to pay compensation.
School closings and worker absenteeism add additional economic costs that are likely to total hundreds of millions of shekels, part of which will be covered by the National Insurance Institute.
The state will also have a part in paying compensation for the 1,240 and counting incidents of property damage attributed to rockets. After Operation Cast Lead tax authorities paid out around NIS 100 million in compensation, but officials say the damage incurred during Operation Pillar of Defense has already exceeded that of the previous operation in the Gaza Strip. In addition, they have promised to be more generous in awarding compensation than in the past, to avoid criticism.
Kamis, 22/11/2012 06:14 WIB

Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata

Sukma Indah Permana – detikNews

Jakarta – Israel dan Hamas Rabu (21/11) malam waktu setempat sepakat untuk melakukan gencatan senjata setelah dimediasi oleh Mesir untuk menghentikan konflik delapan hari yang menewaskan 162 warga Palestina dan lima orang dari Israel.

Seperti dikutip detikcom dari Reuters, Kamis (22/11/2012), Menteri Luar Negeri Mesir, Mohamed Kamel Amr mengatakan mediasi telah menghasilkan kesepakatan gencatan senjata untuk mengembalikan ketenangan dan pertumpahan darah.

Gencatan senjata akan memberikan waktu kepada 1,7 juta warga Gaza untuk terbebas dari serangan udara yang ganas.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar!” takbir terus berkumandang dari pengeras suara masjid-masjid di wilayah itu setelah gencatan senjata diberlakukan.

Lima belas menit kemudian, suara dan cahaya kembang api perayaan menghiasi langit dan jalanan gelap di Gaza. Bendera-bendera Palestina pun berkibar di berbagai penjuru. Para pemimpin Hamas menyambut gembira perjanjian tersebut dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Mesir.

Menlu AS Hillary Clinton pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Mesir Mohamed Mursi untuk hasil mediasi yang menggembirakan ini.

(sip/van)

Browser anda tidak mendukung iFrame
Baca Juga

Sosok di Balik Propaganda Media Sosial Israel

Yahoo! NewsYahoo! News 

Lieutenant Sacha Dratwa (Facebook)

Keandalan media sosial memang telah terbukti dalam beberapa gerakan populer mendunia seperti protes Occupy Wall Street dan revolusi Arab Spring. Tetapi Israel mungkin adalah negara pertama di dunia yang meluncurkan perang propaganda lewat Facebook dan Twitter.

Dan letnan yang mengatur semua serangan propaganda itu adalah Sacha Dratwa, 26 tahun, yang menggemari olahraga seluncur salju. Dia imigran Belgia yang memimpin tim pasukan media sosial.

Menurut majalah Tablet, sudah dua tahun belakangan ini Dratwa bertanggungjawab memegang akun YouTube dan Facebook milik militer Israel. Tugasnya adalah membuat kedua media sosial itu menjadi senjata Israel yang paling terlihat di seluruh dunia.

Facebook, seperti dilaporkan Tablet, baru tersedia di Israel sekitar tahun 2008-2009. Waktu itu Facebook masih dianggap mainan anak-anak.

Tapi itu dulu. Kini, kata Dratwa kepada majalah Tablet, “Kami percaya orang mengerti bahasa Facebook, bahasa Twitter.”

Apa saja kegiatan Dratwa dan timnya? Mereka, antara lain, mengetwit mengenai gadis Israel yang terluka akibat roket Hamas, untuk merespon tersebarnya foto bayi yang terbunuh oleh senjata Israel. Di blog, mereka membuat game bergaya Foursquare bagi pengunjung. Di YouTube, mereka menayangkan video serangan dan pembunuhan.

Informasi lebih jauh mengenai Dratwa bisa didapatkan di halaman Facebook miliknya. Sebagaimana dituliskan Gizmodo, orang yang memimpin perang di internet hanyalah orang biasa, yang suka nongkrong bersama temannya, bermain seluncur salju, dan “komandan skuad perang di internet.”

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Hizbullah: Gencatan Senjata Jalur Gaza “Kemenangan Bagi Intifada Palestina”

AntaraAntara 

Beirut (ANTARA/Xinhua-OANA) – Pemimpin kelompok gerilyawan Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah, Rabu (21/11), mengatakan “kemenangan Palestina di Jalur Gaza alamiah dan dapat ditebak”; ia merujuk kepada kesepakatan gencatan senjata yang dicapai oleh Israel dan HAMAS beberapa jam sebelumnya, demikian laporan National News Agency (NNA).

“Pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Jalur Gaza adalah akhir bagi agresi Israel dan kemenangan bagi intifada (perlawanan) Palestina,” kata Nasrallah dalam pidato yang ditayangkan televisi sebagaimana dikutip NNA.

Nasrallah, sebagaimana dilaporkan Xinhua –yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis pagi, menambahkan, “Kita mesti belajar dari pengalaman sangat besar ini untuk mengambil manfaat darinya dan meningkatkan kekuatan kita.”

Israel dan HAMAS mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata yang diperantarai Mesir dan berlaku mulai pukul 21.00 waktu Jalur Gaza (Kamis, 02.00 WIB).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan yang dioperasikan HAMAS Ashraf Al-Qedra mengatakan jumlah korban jiwa akibat agresi militer Israel telah naik jadi 158, sementara 1.200 lagi orang Palestina cedera, kebanyakan warga sipil –anak-anak, perempuan dan orang lanjut usia.

Sementara itu, lima orang Yahudi tewas dalam konflik tersebut.(rr)

10
Oct
12

Spiritual : Surga Itu Nyata ?

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

“Surga itu memang benar ada”

Laporan utama majalah Newsweek mengutip seorang ahli bedah yang mengaku pernah ke sana. Wujudnya

Link terkait

Surga itu Nyata, Menurut Ahli Bedah yang Mengklaim Pernah Mengunjunginya

Yahoo! NewsOleh Yahoo! News | Yahoo! News

Oleh Eric Pfeiffer, Yahoo! News | The Sideshow

Dr Eben Alexander mengajar di Harvard Medical School dan memiliki reputasi yang baik sebagai seorang ahli bedah saraf. Meski dia menyebut dirinya menganut agama Kristen, namun ia tak pernah benar-benar mempercayai adanya kehidupan setelah kematian.

Namun setelah sepekan koma pada musim gugur 2008, ketika neokorteksnya berhenti berfungsi, Alexander mengklaim bahwa ia mengalami kunjungan ke alam baka, terutama surga.

“Menurut pemahaman medis otak dan pikiran, saya tak mungkin mengalami pengalaman apapun saat koma, apalagi perjalanan yang sangat jelas dan koheren seperti yang saya alami,” tulis Alexander dalam laporan utama Newsweek edisi pekan ini. Jadi seperti apa surga?

Menurut Alexander, ia pertama menemukan dirinya mengambang di antara awan-awan sebelum menyaksikan, “mahluk transparan yang berkilat terbang menembus langit, meninggalkan jejak garis seperti bekas jejak pesawat di belakangnya.”

Ia kemudian dikawal oleh sosok perempuan dan berkomunikasi dengan mahluk-mahluk ini dengan metode korespondensi di atas bahasa. Pesan yang ia terima adalah,
“Anda dicintai dan dihargai, disayangi, selamanya.”
“Anda tak perlu takut.”
“Tak ada hal salah yang Anda lakukan.”

Dari situ, Alexander mengklaim ia melakukan perjalanan menuju “sebuah kekosongan, sangat gelap, ukurannya tak terbatas, tapi juga sangat membuat nyaman.” Dia percaya kekosongan ini adalah rumah Tuhan.

Setelah pulih dari koma akibat meningitis, Alexander merasa ragu untuk berbagi pengalamannya ini dengan para koleganya, namun ia menemukan rasa aman di gereja. Ia pun menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku, “Proof of Heaven: A neurosurgeon’s journey into the afterlife,” yang akan diterbitkan akhir Oktober.

“Saya masih seorang dokter, dan masih sama percayanya pada ilmu pengetahuan seperti sebelum pengalaman saya itu,” tulis Alexander. “Namun dalam tingkatan yang lebih dalam, saya adalah orang yang sangat berbeda dari saya dulu, karena saya menangkap sekilas dari gambaran realita ini. Dan Anda bisa percaya pada saya jika saya bilang semuanya akan terbayar, dan buat mereka yang hidup sesudah kita, untuk melakukan hal yang benar.”

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Berita Lainnya

Haji yang Humanis

Joko Wahyono* | Senin, 08 Oktober 2012 – 14:41:12 WIB


(dok/ist)
Titik puncak kesempurnaan ibadah haji terletak pada kemampuan memahami ajaran Islam.


Indonesia merupakan salah satu negara pengirim calon jemaah haji (CJH) paling banyak ke Mekah. Saking banyaknya, kuotanya selalu dibatasi. Mereka harus bersabar selama beberapa tahun untuk mendapat giliran melaksanakan rukun Islam kelima itu.

Bahkan, wacana haji sekali seumur hidup terus dikampanyekan untuk mengantisipasi timbulnya kemadharatan, baik teknis maupun nonteknis dan multiplier effect kemanusiaan lainnya.

Menurut data Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), jumlah CJH tahun ini mencapai 211.000 orang, terdiri 194.000 (haji reguler) dan 17.000 (haji plus). Kini, secara bertahap CJH mulai diberangkatkan.

Tingginya antusiasme masyarakat yang ingin beribadah haji menunjukkan peningkatan kesadaran untuk mewujudkan kesempurnaan keislaman mereka. Di sisi lain, ini menggambarkan adanya pertumbuhan kesejahteraan masyarakat, meski sebagian besar yang hidup dalam kemiskinan juga tak dapat dilupakan.

Inilah mengapa perintah ibadah“berkunjung” ke Rumah Allah (Baitullah) dikhususkan bagi umat Islam yang mampu (istita’ah). Klausul “bagi yang mampu” ini menyiratkan bahwa ada pertimbangan yang bersifat kemanusiaan (humanities) dalam ibadah haji. Inilah bukti bahwa setiap ibadah bukan semata-mata untuk Allah, tetapi juga untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Secara lahiriah memang ibadah haji berbeda, baik dalam amalan, tata cara maupun kondisi geografis Kota Mekah dengan Indonesia.

Namun, secara substansial, dimensi humanis dalam ibadah haji dapat dikatakan setara dengan ibadah lain, seperti salat, puasa dan zakat. Dimensi kemanusiaan inilah yang masih kerap diabaikan oleh CJH ketika dan setelah berkunjung ke Baitullah.

Berebut Mabrur

Harapan terbesar bagi CJH adalah tercapainya derajat mabrur. Apalagi Nabi Muhammad SAW menuturkan bahwa “Haji mabrur tak ada balasannya selain surga”(HR Muslim). Agenda kemabruran mendorong CJH untuk melaksanakan serangkaian amalan ibadah haji dengan penuh semangat dan keseriusan.

Segala aktivitas benar-benar diserahkan secara total kepada Allah SWT. Di sinilah sebenarnya titik krusial dari ibadah haji. Hal ini mengingat ritual haji dilakukan dalam satu waktu, sehingga meniscayakan dikerjakan bersama-sama oleh umat Islam di seluruh dunia.

Pergumulan dengan umat Islam dari berbagai etnis, suku, bangsa, negara dengan latar sosio-kultural, adat istiadat, kebiasaan dan pemahaman tentang ibadah haji yang beragam tak dapat dielakkan. Heterogenitas umat Islam dalam ibadah haji ini menghilangkan batas-batas nasionalitas, teritorialitas dan etnisitas.

Kenyataan ini menggambarkan bahwa ibadah haji memberikan sebuah dimensi dengan cakupan manifestasi secara universal. Kekayaan budaya dan intelektual umat Islam menjadikan Islam sebagai“barometer” kultural manusia. Atas dasar inilah Arnold J Toynbee (1974) menyatakan bahwa Islam adalah yang paling tepat untuk disebut sebagai kosmopolitanisme peradaban.

Di sisi lain, kekayaan ini justru kerap menimbulkan ketegangan-ketegangan (tension) antarsesama jemaah. Orang seketika cenderung menjadi egois dan tidak peduli dengan sesama saudaranya. Sikap-sikap berlebihan (irhab) akibat penyempitan pandangan dengan membenarkan pemahamannya sendiri sering terjadi.

Dengan tujuan mencapai derajat mabrur, ekspresi orang dalam beribadah haji justru kerap ditunjukkan dengan perilaku di luar batas kewajaran kemanusiaan (ghuluw). Setiap orang seperti berebut kemabruran dengan mengedepankan dorongan emosional (tatharuf).

Semangat untuk mabrur ini sering mengabaikan orang lain di sekelilingnya yang juga berkeinginan menjadi mabrur. Saat tawaf mereka saling berdesakan dan tidak mau mengalah. Demi mencium Hajar Aswad, mereka kerap terjebak dalam aksi saling sikut, mendorong, menginjak, bahkan bertengkar dengan sesama saudara sendiri.

Tindakan serupa juga sering terjadi ketika melontar jumrah. Inilah pemandangan ironi dari ibadah haji yang umum kita saksikan. Sebuah semangat beribadah tanpa dibarengi dengan pemahaman dan kesadaran dalam jangkauan yang lebih luas (keberagamaan universal) mudah dibelokkan kepada hawa nafsu.

Meniru Nabi

Secara teknis, perbaikan organisasi, sistem, fasilitas setiap tahun terus dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik. Namun, permasalahan yang hampir serupa masih kerap terjadi. Di sinilah pemahaman tentang ibadah haji dan hakikat kemabruran harus lebih diutamakan dalam “kurikulum” manasik haji.

Hal ini sebagaimana dinyatakan Mustofa Bisri (2011) bahwa latihan-latihan yang bersifat teknis-protokoler, seperti thawaf, sa’i, wukuf, melontar jumrah sebaiknya dikurangi oleh para penatar CJH (KBIH). Yang justru perlu dilakukan adalah memberi pemahaman CJH (awam dan baru) tentang hakikat kemabruran, menjaga kesehatan, kehidupan di Mekah, heterogenitas umat Islam, dan lain sebagainya.

Hal-hal yang bersifat akhlaqi (bukan semata fiqhi) harus mendapat porsi lebih dalam penataran haji. Di sini, Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang paling baik. Persoalan kemabruran justru tidak berhubungan dengan thawaf, sa’i, wukuf, melontar jumrah dan hal-hal teknis-protokoler lainnya.

Melainkan hal-hal yang berdimensi moral kemanusiaan, seperti bergaul dengan sesama jemaah yang beragam, menebar salam dan memberi pertolongan.

Banyak fakta sejarah dari Nabi ketika melakukan ibadah haji yang perlu disimak kembali. Sikap tawadhu’, kemurahan, kelembutan, dan perilaku lain yang menunjukkan penyerahan diri Nabi kepada Tuhan dan sikap toleran kepada sesama hamba-Nya.

Keteladanan Nabi adalah soft power yang menjadi pilar untuk membangun pandangan seseorang ihwal makna ibadah haji dan hakikat kemabruran dengan menemukan titik temu nilai-nilai universalitas Islam.

Rasa saling menghormati, menghargai perbedaan, tenggang rasa, dan persahabatan yang kuat harus dijunjung tinggi. Titik puncak kesempurnaan ibadah haji terletak pada kemampuan memahami ajaran Islam secara komprehensif.

Kesalehan sosial harus menjadi komposisi yang inheren dari semangat kepasrahan total kepada Allah SWT dalam ibadah haji. Akhirnya, haji mabrur adalah haji yang humanis sebagai wujud kecintaan kepada Allah SWT. Semoga.

*Penulis adalah analis di Center for Study of Religion and Social-Cultural Diversity UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sumber : Sinar Harapan
31
Jul
12

Spiritual : Alquran Kuno Peninggalan Kerajaan Hindu Bali

Alquran Kuno Peninggalan Kerajaan Hindu Bali

Kitab suci itu ditulis tangan oleh keluarga Raja Panji Sakti VI.

Minggu, 29 Juli 2012, 06:45 Eko Huda S, Bobby Andalan (Bali)
Alquran kuno peninggalan Kerajaan Hindu Buleleng

Alquran kuno peninggalan Kerajaan Hindu Buleleng (Bobby Andalan (Bali))

VIVAnewsPerkembangan Islam di Pulau Bali tidak lepas dari Puri (kerajaan) Buleleng yang bercorak Hindu. Bukti sejarah yang menggambarkan eratnya hubungan Puri Buleleng dengan perkembangan Islam terlihat dari sebuah peninggalan berupa Alquran kuno.

Kitab suci Islam itu ditulis tangan oleh seorang keluarga Raja Panji Sakti VI, I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi. Dia menyepi ke menyepi setelah terjadi perang saudara di Puri Buleleng.

Saat prahara mendera Puri Buleleng, Ketut Celagi menyingkir ke sebuah masjid. Dia diterima dengan tangan terbuka oleh Haji Muhammad Yusuf Saleh, imam pertama masjid tersebut. Berdasarkan catatan lontar dan cerita para pendahulu warga Buleleng, setiap orang yang menimba ilmu agama Islam kepada Haji Muhammad Yusuf Saleh diwajibkan menulis Alquran sebagai ujian akhir.

Ketut Celagi menggunakan kertas yang didatangkan daari Eropa untuk menulis Alquran ini. Selain itu, dia menulis ayat-ayat dalam Alquran ini dengan menggunakan bahan pewarna alami dari dedaunan lokal. Hiasan Alquran juga menggunakan ornamen-ornamen khas Bali.

Namun sayang, tidak diketahui tahun berapa Alquran ini ditulis oleh Ketut Celagi. Namun, berdasarkan catatan perang saudara di Puri Buleleng, Alquran ini diperkirakan ditulis pada tahun 1820-an.

Hingga kini, Alquran kuno ini tersimpan rapi di Masjid Agung Jami, Jalan Imam Bonjol, Singaraja. Alquran ini digunakan khusus saat Ramadan dan hari suci umat Muslim lainnya.

“Sebagai bukti sejarah kekerabatan komunitas Muslim Buleleng dengan Puri Buleleng, Alquran kuno ini disimpan oleh takmir Masjid Jami Singaraja,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Jami, Ahmad Muchlis, Sabtu, 28 Juli 2012.

Menurut Muchlis, hingga saat ini banyak pihak yang datang ke Buleleng khusus untuk melihat Alquran kuno ini. Banyak yang menyarankan untuk dibuatkan micro film-nya. Namun, lantaran terkendala dana, niat itu tak kunjung direalisasikan.

Para pengurus Takmir Masjid Jami berharap Alquran kuno ini menjadi warisan budaya untuk mengeratkan tali silaturahmi antara komunitas umat Muslim Buleleng dengan Puri Buleleng. “Semoga bisa terus mempererat tali persaudaraan yang langgeng,” harap Muchlis.

29
Feb
12

Historia : Injil Beritakan Nabi Muhammad

Kontroversi Injil Kuno

RepublikaRepublika
Kontroversi Injil Kuno yang Mengabarkan Kedatangan Nabi Muhammad

Konten Terkait

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Penemuan Injil kuno yang memprediksi kedatangan Nabi Muhammad telah memunculkan kontroversi, terutama yang terkait dengan kesamaannya dengan Alquran maupun kontroversi seputar keasliannya.

Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.

Walau Injil Barnabas “mengakui” kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. “Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam,” demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).

Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.

Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. “Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab,” ungkapnya.

Akkad menambahkan, kisah Injil Barnabas tentang bagaimana Yesus mengabarkan tentang munculnya Nabi Muhammad kepada kerumunan ribuan pengikutnya amat sulit dipercaya. Injil ini, kata dia, mengandung beberapa kesalahan yang begitu vulgar, baik bagi Yahudi, Kristen, maupun Muslim.

Misalnya, sambung Akkad, kitab itu mengatakan ada sembilan lapis langit dan yang kesepuluh adalah surga. Sementara dalam Alquran hanya ada tujuh lapis langit. Juga klaim Injil yang menyatakan perawan Maria tidak merasakan sakit saat melahirkan Yesus. Padahal, dalam Alquran disebutkan Maryam menderita kesakitan saat melahirkan putranya.

Menurut Injil (Barnabas), Yesus mengatakan kepada imam Yahudi bahwa dirinya bukan Mesiah dan Mesiah sesungguhnya adalah Muhammad SAW. “Ini berarti ada penolakan atas keberadaan Mesiah, yang tak lain adalah Yesus sendiri. Dengan demikian, seolah-olah Yesus dan Muhammad tampak seperti satu orang yang sama,” kata Akkad.

Kitab Injil ini juga berisi informasi yang tidak memiliki kredibilitas sejarah, seperti adanya tiga tentara—masing-masing terdiri dari 200.000 tentara—di Palestina. Sedangkan seluruh penduduk Palestina sekitar 2.000 tahun lalu, tidak mencapai 200.000. Tragisnya, Palestina saat itu diduduki oleh Romawi, dan tak mungkin diizinkan memiliki bala tentara sendiri.

Demikian pula, lanjut Akkad, kalimat terakhir dalam Bab 217 yang menyatakan bahwa tubuh Yesus dibebani 100 pon batu. “Ini menegaskan bahwa Injil tersebut ditulis baru-baru ini, karena penggunaan pon sebagai satuan berat untuk pertama kali dilakukan oleh Dinasti Ottoman, dalam sebuah eksperimen dengan Italia dan Spanyol. Dan kata-kata “pon” tidak pernah dikenal pada masa Yesus.

Menurut Akkad, salah satu fakta paling mencolok yang disebutkan dalam Injil Barnabas terdapat dalam Bab 53, yang mengatakan bahwa pada Hari Kiamat bulan akan berubah menjadi balok darah. Dan pada hari kedua, darah ini akan menetes ke bumi seperti embun. Kemudian pada hari ketiga, bintang-bintang akan bertempur laksana serdadu perang.

“Berdasarkan sejumlah penelitian, Injil Barnabas ditulis pada Abad Pertengahan oleh seorang Yahudi Eropa yang cukup akrab dengan Alquran dan Injil. Dia kemudian mencampur-adukkan fakta dan opini dari berbagai sumber, tanpa diketahui motif dan tendensinya,” tandas Akkad.

Temuan Injil

Temuan Injil yang Memberitakan Datangnya Nabi Muhammad
Posted on February 29 2012 by PR / IM

ANKARA, – Kitab Injil berumur 1.500 tahun menarik perhatian Vatikan, karena Yesus diyakini telah mengatakan akan datangnya Nabi Muhammad saw ke bumi. Paus Pulus Benedict XVI dikabarkan telah meminta untuk melihat kitab tersebut, yang disembunyikan di Turki selama 12 tahun, seperti dilaporkan Daily Mail yang dikutip Al Arabiya.net.

Tulisan itu diperkirakan berharga 22 juta USD (Rp 200 miliar), yaitu bagian yang mengandung perkiraan Yesus soal kedatangan Rasulullah, namun bertahun-tahun ditentang gereja kristen karena isi teks tersebut sejalan dengan padangan Islam soal Yesus, ungkap Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Ertugrul Gunay.

“Sejalan dengan kayakinan kalangan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan tuhan. Ini membantah trinitas kudus dan penyaliban sekaligus memunculkan perkiraan Yesus mengenai datangnya Nabi Muhammad,” tambah Ertugrul.

“Pada satu versi Injil, dikatakannya kepada seorang pendeta, ‘Siapa nama Messiah? Muhammad adalah nama yang diberkati. Pada bagian lain, Yesus menolak disebut sebagai Messiah, seraya menyebutkan orang itu akan berasal dari Bani Ismail, sebutan untuk bangsa Arab.”

Injil yang disebut sebagai Injil barnabas itu dijaga pihak berwenang di Ankara, Turki sebelum diserahkan kepada Museum Etnografis Ankara, untuk kemudian dipamerkan

Rahasia Injil Kuno

RepublikaRepublika – Sel, 28 Feb 2012
Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN – Paus Benediktus XVI telah membuat permintaan untuk mengungkap rahasia Alkitab kuno berusia 1500 tahun. Permintaan resmi itu telah disampaikan Vatikan kepada pemerintah Turki, senin (27/2).

Vatikan ingin mengungkap kontroversi Injil ini dengan ajaran dan dogma Kriten juga dibanding injil lain. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay telah mengkonfirmasi permintaan Vatikan ini.

Injil yang ditulis dengan tinta emas ini menggunakan bahasa Aramik, bahasa yang dipercayai digunakan Yesus. Alkitab berusia 1.500 tahun tersebut diduga, adalah Injil Barnabas dan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS.

Pemerintah Turki telah menyembunyikan injil ini selama 12 tahun terkahir. Buku itu ditemukan oleh polisi Turki dalam operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000 dan terus dijaga selama 10 tahun.

Alkitab ini jauh berbeda dengan empat injil utama Kristen, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Hal itu dikarenakan, Alkitab ini berisi prediksi kedatangan seorang nabi setelah Isa (Yesus). Dan dianggap inilah ajaran versi asli Injil.

Selain itu, adalah versi yang lebih konsisten dengan keyakinan Islam dari Kristen. Alkitab ini menolak dogma Tritunggal dan Penyaliban. Hal ini juga menggambarkan Yesus menolak Mesias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturuan Ismael (Arab).

Pendeta Protestan, Ihsan Oznek membantah keaslian isi  Alkitab ini, Dia mengatakan bahwa St. Barnabas hidup pada abad pertama dan merupakan salah satu rasul Yesus, yang berbeda dengan versi Injil ini yang berasal dari abad kelima. Namun menurut, Profesor Teologi, Omer Faruk Harman untuk membuktikan keaslian dan umur dari Alkitab ini adalah dibuktikan dengan scan secara ilmiah.

24
Apr
11

Kepercayaan : Jihad Ala Syech Siti Jenar / Syech Lemah Abang ?

Minggu, 24/04/2011 08:57 WIB
Jihad Ala Syech Siti Jenar  
Djoko Suud Sukahar – detikNews

Jihad Ala Syech Siti Jenar

Jakarta – Keamanan siaga satu. Itu diucapkan Joko Suyanto, Menko Polhukam, setelah bom buku, bom Cirebon, bom Serpong, bom di Gereja Christ Cathedral muncul susul-menyusul. Benarkah bertebarannya bom-bom itu dilakukan orang-orang yang habis dicuci otaknya? Tidak adakah kemungkinan dilakukan pengikut sekte semacam Syech Siti Jenar?

Cuci otak. Cap itu selalu diberikan pada siapa saja yang terlihat linglung, bunuh diri atau melakukan perbuatan di luar nalar normal. Akibat cap itu, maka setiap kasus identik, termasuk Syarif yang meledakkan diri di Polres Kota Cirebon selalu menggantung. Dia dianggap bukan subyek tapi obyek.

Namun amati pesan yang tertuang dalam sampul buku milik Syarif. Pesan saya: ‘Sungguh, kehidupan dunia itu hanya menipu’. Dalam pesan ini ada kesan yang dilakukan bukan hasil cuci otak. Dia punya kesadaran dan berkesadaran, bahwa yang dilakukannya adalah benar.  Dan ‘kebenaran’ itu serta-merta menyeret kita pada paham Syech Siti Jenar.

Memang, kata-kata itu mengingatkan kita pada doktrin Syech Siti Jenar yang meyakini hidup ini adalah kematian, dan matilah jika ingin hidup mulia dan langgeng. Dalam salahsatu pupuh Serat Siti Jenar, ‘Kawula-Gusti ada dalam diriku. Siang-malam tidak dapat dipisahkan. Kawula-Gusti menyatu saat mati. Kalau sudah hidup, Kawula-Gusti lenyap, tinggal kebahagiaan langgeng.

Dalam kematian banyak godaan. Godaan yang merangsang hawa nafsu. Itu semua akibat panca-indera. Jangan terbenam dalam kematian. Itu hanya impian. Syech Siti Jenar tidak tertarik dan tak sudi tersesat dalam kematian, berusaha kembali kepada kehidupan’. (Catatan penulis: baca hidup itu mati, dan sebaliknya).

Indikasi Jenarisme (paham Syech Siti Jenar) yang menstimulasi atau menginspirasi terorisme itu tak sulit diruntut. Babad Cerbon dengan gamblang mencatat sepak terjang sang wali yang juga disebut sebagai Syech Lemah Abang itu. Termasuk kematiannya yang semerbak mewangi dengan jasad menjadi sekuntum melati. Ini juga diperkuat dengan mitos sejarah keberadaan Wali Songo, sebuah organisasi dakwah yang diproklamasikan di Sumur Gumuling, Gunung Jati, yang kini dikenal sebagai pemakaman Syech Bayan dan Adipati Keling.

Kendati Jenarisme juga berkembang di Jawa Tengah (Muria, Klaten, Jenawi) dan Jawa Timur (Sedayu (Gresik), Tuban), tetapi pertumbuhan paham ini di Cirebon dan Majalengka lebih subur karena lambatnya daerah ini menyerap kemajuan. Itulah faktor Cirebon dan Majalengka reaktif. Terjadi shock culture. Mandiri dalam ‘jihad’. Sendiri-sendiri dalam merealisasi keyakinan ‘hidup mulia dan langgeng’.

Memang ‘kesendirian’ itu tidak aneh jika melirik kasus bunuh diri maupun teror yang berlatar ekonomi, sekte dan kepercayaan yang pernah terjadi di negeri ini. Malah di Jawa Tengah ada sebuah daerah yang menganggap bunuh diri sebagai solusi. Itu saking banyaknya ‘kasus kendat’ akibat persoalan ‘sepele’. Kepepet kebutuhan hidup.

Dan untaian itu kian memanjang kalau sudah terbalut sektarian. Pemberontakan Ngaisah salah satunya. Teror Mbah Suro di antaranya. Perjuangan Diponegoro ala gerilya Jawa termasuk didalamnya. Selain yang paling terkenal, Syech Siti Jenar dengan sikap ‘hidup dalam mati dan kematian dalam hidup’.

Para pengikutnya selalu mencari jalan menuju mati. Melakukan keonaran di pasar. Pura-pura merampok. Menggoda perempuan agar dihakimi. Semua itu dipakai sebagai sarana agar hidup cepat diakhiri.

Doktrin Syech Siti Jenar atau Syech Lemah Abang itu lekat tertancap di benak para santri. Ilmu kasampurnan (kesempurnaan) yang dalam pewayangan disebut sastra jendra hayuningrat pangruwat diyu yang amat ditabukan itu disadari mengundang petaka jika diamalkan. Tapi pengikut Syech Siti Jenar yang meyakini hidup adalah kematian, dan kalau ingin hidup langgeng penuh kemuliaan perlu mencari hidup sejatinya hidup (mati), maka mereka pun melakukan itu.

Murid-murid Syech Siti Jenar yang termotivasi itu dengan gagah menantang maut. Mereka rindu hidup bahagia setelah mati. Anak-anak muda itu mengalami inisiasi sama dengan sekte Ranting Daud yang rela bakar diri massal. Adakah bom bunuh diri itu sarana menuju binasa? Bukan dengan cara mati dianiaya?

Tapi mengapa semua yang terlibat dan melibatkan diri dalam aksi mencelakai diri itu kaum muda? Benarkah itu sebagai refleksi menemukan derajat hidup yang dicita-citakan seperti abstraksi Clifford Geertz? Jika pendidikan tinggi tidak bisa diraih karena ketiadaan harta, pekerjaan membanggakan tak mampu diwujudkan karena sulitnya lapangan kerja, maka spiritualitas sebagai simbol dari kemuliaan adalah satu-satunya langkah. Adakah ‘jihad ala Syech Siti Jenar’ itu konotasi spiritualitas itu?

Jika ‘jihad’ yang kini marak mengarah pada ‘keterlibatan sekte’, maka rasanya bom akan kian banyak bertebaran di berbagai daerah di Indonesia. Sebab ‘calon pengantin’ itu militan. Mereka meyakini lebih mulia ‘jihad’ daripada hidup tidak punya kemuliaan, tanpa pendidikan dan pekerjaan yang membanggakan.

Kalau pemerintah ingin ‘mencuci otak’ mereka, maka lakukan dengan memberi kemudahan pendidikan dan sediakan lapangan pekerjaan. Selain, tentu, jangan biarkan bubuk mesiu mudah didapat di pasaran.

*) Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati sosial budaya, tinggal di Jakarta.

(vit/vit)

Senin, 25/04/2011 01:31 WIB
Apa Maksudnya Presiden Tetapkan Status Siaga Satu? 
Ramadhian Fadillah – detikNews

Jakarta – Pemerintah telah menetapkan status keamanan Indonesia berada dalam kondisi siaga satu. Hal ini ditetapkan setelah beberapa serangan bom yang terjadi. Wakil Ketua Komisi I DPR Hasanuddin menilai belum saatnya kondisi siaga satu diterapkan. Dia pun mempertanyakan apa maksud Presiden SBY menetapkan siaga satu?

“Ada apa pernyataan siaga satu yang diumumkan pemerintah hari kamis (21/04) kemarin?  Adakah presiden memprediksi atau memperkirakan akan ada sesuatu dalam skala nasional? Presiden harus menjelaskannya kepada publik. Rakyat harus tahu tentang apa yang terjadi di republik ini,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan pers tertulis yang diterima detikcom, Minggu (25/4/2011) malam.

Menurut Sekretaris Militer di era Presiden Megawati ini, siaga satu adalah status tertinggi dalam kesiapan aparat keamanan khususnya TNI. Dalam status ini, seluruh prajurit TNI harus stand by di markas masing-masing lengkap dengan perlengkapannya termasuk senjata, amunisi, kendaraan dan bekal logistiknya.

“Siaga satu tingkat nasional pada umumnya disiapkan untuk menghadapi ancaman dari luar atau ancaman yang disebabkan dari dalam seperti pemberontakan, kudeta atau apa pun yang mengancam kepentingan  nasional atau mungkin bencana alam dalam skala nasional,” bebernya.

Dia pun meminta agar SBY memberi pernyataan sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan multitafsir dan kepanikan di masyarakat.

“Kalau tidak, segera cabut siaga satu,” tegasnya.

Sebelumnya pemerintah menanggapi serius temuan paket bahan peledak di jalur pipa gas Serpong yang bertepatan dengan malam peringatan hari besar keagamaan. Hingga beberapa hari, jajaran keamanan diperintahkan meningkatkan kewaspadaannya.

“Mulai hari ini diberlakukan Siaga I sampai beberapa hari ke depan terkait pengamanan kegiatan ibadah,” ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/4).

Pemberlakuan status keamanan Siaga I berlaku untuk seluruh wilayah RI. Menurut Djoko, perlakuan serupa sebenarnya selalu diterapkan di setiap peringatan hari-hari besar keagamaan.

(rdf/asp)

20
Mar
11

Ketuhanan Yang Maha Esa : 16 Paguyuban Kejawen, Jogja

Pamomong

19 Maret 2011 | 13:42 wib

16 Paguyuban Kepercayaan Kejawen Masih Eksis di Yogya

DIY memiliki banyak paguyuban kebatinan. Sedikitnya diketahui 16 paguyuban penghayatan kejawen di Yogyakarta yang masih menjalankan nilai-nilai kejawen seperti mengucapkan mantra, semedi, larungan, sesaji. Salah satu di antaranya adalah paguyuban Sumarah Purbo, Paguyuban Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, Paguyuban Tris Soka, Paguyuban Sumarah Purbo, dan Paguyuban Sapta Darma.

Berdarakan hasil penelitian, beberapa alasan para pengikut kepercayaan kejawem masih mempertahankan keyakinannya karena ingin mengaktualisasikan budi luhur dan budi pekerti untuk menjadi manusia utama guna mencapai ketenteraman hidup.

Langkah yang ditempuh dengan cara membangun ruang dan suasana hidup kebatinan Jawa, meyakini dan mempertahankan pandangan hidup kejawen sebagai pedoman aktualisasi budi luhur.

“Budi lulur dipahami sebagai budaya ideal dan budi pekerti sebagai pedoman pekerti yang dipertahankan dan dikreasi menjadi doktrin,” kata Drs Suwardi MHum dalam ujian promosi untuk memperoleh gelar doktor di Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Suwardi yang kini menjadi staf pengajar pendidikan Bahasa Jawa UNY itu mengatakan, sebagian para pengikut kejawen tersebut mempertahankan budi luhur dan budi pekerti meski mereka telah memeluk agama tertentu.

Namun ada juga para penghayat kejawen yang tetap enggan memeluk agama. “Mereka merasa damai, nyaman dan tidak gelisah mengikuti kepercayaan kejawen ini,” ungkap pria kelahiran Kulonprogo, Yogyakarta 1964 itu.

Dalam paguyuban kejawen, budi luhur dianggap lebih sakti untuk melawan kegelisahan batin, melawan agamaisasi dan menjanjikan keselamatan kosmologis hingga kelak dapat meraih manunggaling kawula-Gusti. Bahkan dalam hidup bermasyarakat diaktualisasikan dengan sikap toleransi, ”tepa selira”, ikhlas dan mengedepankan watak moral ”sepi ing pamrih.”

Suwardi menyampaikan, gerakan penghayat kepercayaan memang bukan aliran sesat melainkan sebuah tradisi budaya yang luhur yang dapat dijadikan tauladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini adalah gerakan budaya spiritual, mau dinamakan agama atau bukan, itu terserah yang memberikan atribut. Yang jelas, mereka bukan atheis, tidak menyembah kayu dan ”watu”, melainkan menyembah Tuhan,” katanya. (P12)

(Bambang Unjianto/CN26)

Makam Bung Karno

RepublikaRepublika – Sab, 19 Mar 2011 15.43 WIB

Wah…Banyak Wisman yang “Nyekar” ke Makam Bung Karno

REPUBLIKA.CO.ID, BLITAR -  Juru kunci Makam Bung Karno, Suwanto mengatakan, para pelancong asal Negeri Belanda termasuk yang terbanyak di antara peziarah luar negeri yang datang ke lokasi Taman Makam Bung Karno di Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Kepada Antara, di sela-sela menerima kunjungan putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri bersama rombongan, Sabtu, Suwanto mengatakan, hampir setiap hari ada saja peziarah asing yang datang ke Makam Bung Karno.

“Hampir tiap hari ada saja ‘wong Londo’ (orang asing) datang ke sini, juga dari Thailand, Jepang. Yang dari Malaysia tiap hari juga banyak,” ungkapnya.

Dikatakannya, total jumlah kunjungan peziarah ke Makam Bung Karno per hari terus meningkat dari tahun ke tahun. “Aku baru tujuh tahun jadi juru kunci. Tiap hari biasa dulu hanya kurang dari 300-an. Sekarang di atas itu,” katanya.

Malah kalau hari libur, menurutnya, subuh sudah parkir 15-an bus pariwisata dari berbagai tempat. “Untuk hari libur mencapai 10.000-an peziarah, paling kecil 5.000-an,” tambah Suwanto yang sehari-harinya dibantu oleh seorang pembantu juru kunci.
Megawati Soekarnoputri sendiri datang berziarah didampingi putra keduanya, Prananda Prabowo, yang disebut-sebut sebagai “pewaris utama penerus” perjuangan Keluarga Bung Karno untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

Sementara Puan Maharani (putri Megawati dengan Taufik Kiemas) yang juga salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan, tidak ikut serta dalam kegiatan “nyekar” tersebut.

Kunjungan ke Makam Bung Karno tersebut merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dalam rangka memantapkan eksistensi ‘tiga pilar’ kader pelopor dan pencanangan Cabang Pelopor di Jateng, DIY serta Jatim.

Kedatangan Megawati yang merupakan putri pertama Bung Karno itu mendapat sambutan spontan dari ribuan peziarah yang tak menyangka bisa bertemu di Makam Bung Karno itu. Didampingi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Walikota Blitar, Samanhudi dan beberapa anggota DPR RI, Bupati/Walikota dan Bupati/Walikota se-Indonesia, Megawati memanjatkan doa di depan pusara ayahandanya selama sekitar 15 menit.

15
Jan
11

Spiritualitas : Alkitab Memperingatkan

“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel.
Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.”
Yehezkiel 3:17

Alkitab Allah memperingatkan:
Pengangkatan/Hari Penghakiman, 21 Mei 2011; Akhir Dunia 21 Oktober 2011.
Harapan keselamatan Yesus Kristus terus sampai 21 Mei 2011.




Blog Stats

  • 2,004,721 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers