Posts Tagged ‘Religious

27
Oct
12

Bangunan : Candi Kuno Terbesar Ditemukan di Bali

Candi Kuno Terbesar Ditemukan Di Bali

Jumat, 26 Oktober 2012 | 8:25

Fondasi candi kuno di Penatih ini ditemukan pekerja bangunan hari Minggu (21/10). [Reuters] Fondasi candi kuno di Penatih ini ditemukan pekerja bangunan hari Minggu (21/10). [Reuters]

[DENPASAR] Para pekerja bangunan di Bali menemukan apa yang diperkirakan sebagai candi kuno Hindu terbesar yang dibangun pada sekitar abad ke-13 sampai 15.

Para pekerja melaporkan ke kantor arkeologi Bali setelah mereka menemukan batu pertama sepanjang satu meter dan lebar 40 centimeter pada hari Minggu (21/10) lalu di Penatih.

Pakar arkeologi kemudian melanjutkan penggalian untuk mengetahui lebih lanjut bentuk candi tersebut, kata kepala tim arkeologi Wayan Suantika.

“Kami rasa inilah candi Hindu terbesar yang pernah ditemukan di Bali,” kata Suantika kepada kantor berita AFP.

Ia menambahkan, saat ini penggalian dan penelitian candi masih terus dilakukan di tempat yang disebut sebagai Situs Purbakala Penatih.

Wayan juga mengatakan, fondasi candi purbakala itu diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-13,  berdasarkan dari “bahan batu padas dan pada bahan batu padas ini terdapat lapisan penguat.”

Suantika mengatakan, temuan candi terbesar sebelumnya di Bali adalah Candi Wasa,  yang berukuran 11 meter kali 10 meter,  di Gianyar tahun 1986. “Yang ditemukan di Penatih, yang baru terlihat saja sudah mencapai 11 meter. Dan ini belum ditemukan ujungnya, berarti jauh lebih panjang lagi,” tambahnya.

Ia juga mengatakan ciri candi yang ditemukan ini serupa dengan yang ada di Jawa Timur. Sementara itu, sejumlah warga setempat mengatakan mereka sempat menemukan benda-benda purbakala, termasuk keramik dan batu padas dalam bentuk lain.

“Lokasi temuan benda-benda bersejarah itu ditemukan warga sekitar 40 meter dari tempat temuan struktur bangunan candi,” kata seorang warga kepada Nusa Bali. [BBC/L-8]

05
Aug
11

ImTaq : Beribadah dengan Tulus

Jumat, 05/08/2011 12:10 WIB

Beribadah dgn Tulus

Dompet Dhuafa – detikRamadan

Jakarta – Ada banyak hal yang dapat kita renungkan selama bulan Ramadan. Di bulan ini, seolah kita berlomba menjadi orang baik, namun jatuhnya seolah jadi ‘musiman’.

Yang pertama kita puasa, yang bertujuan membersihkan diri dan hati dari hawa nafsu dan dosa yang telah kita lakukan. Lalu malam hari dihiasi dengan berbagai ibadah sunnah dan bacaan Al Qur’an, begitu merdu di awal Ramadan namun memasuki pertengahan, kembali sepi. Apa ini tandanya banyak yang beribadah dengan ‘musiman’?

Seyogianya tidak! Karena sebenarnya ibadah yang baik itu bukan hanya milik bulan Ramadan. Justru tantangannya adalah mampukah kita pasca Ramadan mempertahankan status ‘orang baik’ yang kita sempat sandang?

“Jika kalian jatuh miskin, maka berdaganglah dengan Allah Ta’ala dengan bersedekah. Mohonlah (kepada Allah SWT) agar diturunkan-Nya rezeki-Nya dengan cara banyak bersedekah. Sesungguhnya hari raya Idul Fitri adalah bagi orang-orang yang diterima ibadah puasanya oleh Allah dan diberi pahala Salat malamnya. Dan setiap hari yang di dalamnya Allah tidak dimaksiati, maka ia adalah Hari Raya. Sesungguhnya zakat dijadikan bersama salat sebagai kurban bagi para pemeluk Islam. Barangsiapa yang mengeluarkan zakat dengan jiwa yang baik, maka ia (zakat itu) menjadi kaffarat baginya dan menjadi penghalang dari api neraka.” (Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali ibn Abi Thalib RA)

Persoalan kebendaaan adalah soal sehari-hari dan bukan hanya di bulan Ramadan bukan? Maka, sedekah yang getol kita lakukan selama Ramadan jangan terputus begitu memasuki bulan Syawal. Sering terjadi, sikap begini karena kita kurang tulus dalam memberinya. Saat bersedekah, di otak kita hanya fokus pada “jika saya sedekah, saya dapat pahala” dan bukannya “saya sedekah karena saya peduli, barangkali dia lapar”. Kita egois justru disaat melakukan aksi peduli.

Itulah kenapa, seringkali semangat ibadah terjun bebas selepas Ramadhan. Aji mumpung mengejar ‘setoran pahala’ dari Allah semestinya tidak lagi menjadi fokus utama. Marilah kita beribadah dengan landasan yang logis dan membumi. Jangan sampai terjebak dengan ‘tukar guling’ antara amal dengan pahala. Benar, Allah banyak menjanjikan pahala bagi setiap perbuatan baik, namun jangan sampai itu menjadi hal yang membutakan.

Menolong orang susah bukan karena melihat orangnya, tapi hanya karena pahalanya. Ibadah bukanlah seperti berbelanja di grosir, ada yang ada barang, ada amal ada pahala, tapi ibadah merupakan bukti kita berterima kasih pada Allah dan mewujudkan kelembutan hati kepada sesama manusia.

( gst / vit )

Baca juga:

Berita Lain

01
Aug
11

Khazanah : Mesjid Tertua Kraton Ngayogyakarta

Senin, 01/08/2011 16:09 WIB

foto

Masjid Pathok Negara

Fotografer – Bagus Kurniawan
   

Masjid Tertua Kraton Ngayogyakarta
Masjid Pathok Negara Plosokuning atau Masjid Sulthoni ini terletak di Jl Plosokuning Raya, Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik Sleman atau sekitar 1,5 km arah timur dari jalan raya Kaliurang Km 9, Ngaglik Sleman.
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full

Foto Lain

Masjid Jami Sulthoni Plosokuning, dikenal dengan sebutan masjid Pathok Negara. Ini merupakan salah satu masjid tertua milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Top Klik

01
Aug
11

ImTag : Al Farooq, Mesjid Terbesar Dubai dan Pusat Studi Islam

31
Jul
11

ImTaq : Renungan Ramadhan 1432 H

Allah

undefined
Nama Allah tidak berasal dari pengambilan kalimat apa pun, demikianlah kata Al Khalil bin Ahmad. Pendapat ini dibenarkan oleh Asy-Syafiie ra dan para ahli kebenaran lain. Tidak sekali-kali didapati sesuatu yang diberi nama tersebut selain DIA, yang Maha Tinggi dan Maha Suci. Dan karenanya sebagian para syeikh mengatakan bahwa setiap nama dari nama-namaNYA layak untuk menghiasi diri kecuali nama Allah.

Dikatakan bahwa, sedikit sekali orang yang memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan hati, tidak dikabulkan doanya. Berikut ini kami petikan sebuah kisah…………..

Tersebutlah seseorang telah menjual budak perempuannya. Setelah budak itu terjual, timbul penyesalan dalam hatinya. Untuk mengatakan penyesalan itu ia sangat malu. Maka tak ditemui jalan lain kecuali menulis kandungan hatinya tersebut di telapak tangannnya sendiri, lalu ia pun mengangkat tangan ke arah langit. Ketika menjelang pagi,rumahnya diketuk orang,dari dalam rumahnya ia menanyakan, Siapa yang datang pagi-pagi begini? Dijawab, Saya adalah orang yang membeli budak sahayamu, yang
Read More..

Kisah Pemuda Beribu-Bapakan Babi

undefined
Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan AllahS.W.T Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.

Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. “Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?”. Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan. Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.

Read More..

Ada Tujuh Keajaiban Dunia Yang Lebih Ajaib

undefined
Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:

1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami“.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia“. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,

“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang“.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

Read More..

MACAM-MACAM AZAB KUBUR dan Sebab-sebabnya

1. Diperlihatkan neraka jahannam

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا

“Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang.” (Ghafir: 46)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدَهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya apabila salah seorang di antara kalian mati maka akan ditampakkan kepadanya calon tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Bila dia termasuk calon penghuni surga, maka ditampakkan kepadanya surga. Bila dia termasuk calon penghuni neraka maka ditampakkan kepadanya neraka, dikatakan kepadanya: ‘Ini calon tempat tinggalmu, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkanmu pada hari kiamat’.” (Muttafaqun ‘alaih)

2. Dipukul dengan palu dari besi

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَأَمَّا الْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ فَيَقُولَانِ لَهُ: مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ؟ فَيَقُولُ: لَا أَدْرِي، كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ. فَيَقُولَانِ: لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ. ثُمَّ يُضْرَبُ بِمِطْرَاقٍ مِنْ حَدِيدٍ بَيْنَ أُذُنَيْهِ فَيَصِيحُ فَيَسْمَعُهَا مَنْ عَلَيْهَا غَيْرُ الثَّقَلَيْنِ

Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua malaikat tersebut bertanya kepadanya: “Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)?” Dia mengatakan: “Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang.” Maka kedua malaikat itu mengatakan: “Engkau tidak tahu?! Engkau tidak membaca?!” Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Disempitkan kuburnya, sampai tulang-tulang rusuknya saling bersilangan, dan didatangi teman yang buruk wajahnya dan busuk baunya.

Dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu yang panjang, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang orang kafir setelah mati:

فَأَفْرِشُوهُ مِنَ النَّارِ وَافْتَحُوا لَهُ بَابًا مِنَ النَّارِ؛ فَيَأْتِيهِ مِنْ حَرِّهَا وَسُمُومِهَا وَيَضِيقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلاَعُهُ وَيَأْتِيهِ رَجُلٌ قَبِيحُ الْوَجْهِ قَبِيحُ الثِّيَابِ مُنْتِنُ الرِّيحِ فَيَقُولُ: أَبْشِرْ بِالَّذِي يَسُوؤُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوعَدُ. فَيَقُولُ: مَنْ أَنْتَ، فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ الَّذِي يَجِيءُ بِالشَّرِّ. فَيَقُولُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيثُ. فَيَقُولُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ

“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: ‘Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia).’ Maka dia bertanya: ‘Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan.’ Dia menjawab: ‘Aku adalah amalanmu yang jelek.’ Maka dia berkata: ‘Wahai Rabbku, jangan engkau datangkan hari kiamat’.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4. Dirobek-robek mulutnya, dimasukkan ke dalam tanur yang dibakar, dipecah kepalanya di atas batu, ada pula yang disiksa di sungai darah, bila mau keluar dari sungai itu dilempari batu pada mulutnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

فَأَخْبِرَانِي عَمَّا رَأَيْتُ. قَالَا: نَعَمْ، أَمَّا الَّذِي رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ يُحَدِّثُ بِالْكَذْبَةِ فَتُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الْآفَاقَ فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ يُشْدَخُ رَأْسُهُ فَرَجُلٌ عَلَّمَهُ اللهُ الْقُرْآنَ فَنَامَ عَنْهُ بِاللَّيْلِ وَلَمْ يَعْمَلْ فِيهِ بِالنَّهَارِ يُفْعَلُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي الثَّقْبِ فَهُمُ الزُّنَاةُ، وَالَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهْرِ آكِلُوا الرِّبَا

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah Allah ajari Al-Qur’an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam). Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari

Read More..

Azab kubur Dan Nikmat Kubur Di Alam Barzah

undefined

Alam Barzakh, Adzab Kubur yang Menakutkan atau Nikmat Kubur yang Menyenangkan

Allah Subhanahu wa Ta’ala di awal surat Al-Baqarah menyebutkan sifat hamba-hamba-Nya yang bertakwa bahwa mereka beriman kepada yang ghaib serta memiliki amalan-amalan yang nampak maupun tidak nampak. Karena kata takwa mencakup semua hal itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

“(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.” (Al-Baqarah: 3)

Karena, hakikat iman itu adalah pembenaran secara total terhadap segala yang diberitakan oleh para rasul (dalam perkara yang ghaib) yang mengandung konsekuensi ketaatan seluruh anggota tubuh. Sehingga bukanlah termasuk iman yang benar, keyakinan terhadap hal-hal yang hanya bisa disaksikan oleh panca indera saja. Karena tidak akan terbedakan antara yang mukmin dan yang kafir dalam perkara tersebut. Hanya saja permasalahan iman itu ialah terhadap perkara ghaib, yang kita tidak bisa melihat dan merasakannya dengan panca indera yang lainnya.

Kita beriman terhadap yang ghaib itu hanyalah karena adanya berita dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam semata. Inilah iman yang akan membedakan antara orang yang mukmin dengan orang kafir. Sehingga, seorang mukmin akan beriman kepada seluruh perkara yang diberitakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sama saja baginya, apakah dia mampu mengetahuinya dengan panca inderanya atau tidak. Sama saja baginya, apakah akalnya mampu menjangkaunya atau tidak. Sikap seorang mukmin yang demikian ini berbeda dengan sikap orang-orang zindiq (munafik) yang mendustakan perkara-perkara ghaib karena telah rusak akalnya. Mereka mendustakan perkara-perkara ghaib tersebut karena akalnya tidak mampu menjangkaunya. Rusaklah akalnya dan kacaulah pemikirannya. Sedangkan akal seorang mukmin menjadi bersih dan suci dengan bimbingan wahyu ilahi.

Termasuk beriman dengan perkara ghaib adalah beriman dengan seluruh perkara yang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan berupa berbagai peristiwa yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Demikian pula hal-hal yang akan terjadi di akhirat nanti. (Taisir Al-Karimirrahman, hal. 40)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan seluruh perkara yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beritakan berupa hal-hal yang akan terjadi setelah kematian. Sehingga, Ahlus Sunnah beriman kepada adanya fitnah (ujian pertanyaan) di kubur dan azab kubur.”

Read More..

Keutamaan Doa Akasah

undefined
Sayyidina Abu bakar telah berkata : Pada Suatu hari aku duduk di hadapan Rasulullah SAW didalam masjid MadinahAl Munawarah, kemudian datanglah Malaikat Jibril dengan membawa doa Akasah yang diberikan kepada rasulullah SAW seraya berkata : Wahai Rasulullah yang aku bawa ini adalah doa Akasah; sejak zman Nabi Adam dan nabi-nabu lainnnya belim pernah kuturunkan doa in kecuali engkau ya Rasulullah :

Keutamaan Doa Akasah :

1. Barang siapa yang membaca doa ini sehari sekali setahun sekali atau seumur hidup sekali,jika tidak dapat membaca tulisannya saja diletakan didlam rumag, Allah akan mrmberikan ampunan atas segala dosanya

2. Barang siapa yang berjumpa dengan Rasulullah SAW dalam mimpi, maka mandilah keramas malam Jumat dengan memakai wewangian kemudian melakukan shalat dua rakaat dan membaca doa 5 kali dengan penuh ikhlas maka Insya Allah memperoleh anugerah bertemu dengan Rasulullah dalam mimpi.

3.Dapat menghafal Al Quran: …. Hendaklah membaca doa ini sebelum membaca Al Quran dengan penuh ikhlas kepada Allah SWT… Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq ra berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku,, Wahai Abu Bakar, janganlah kamu tinggal membaca doa Akasyah ini, sebab membaca doa ini bererti akan memperolehi kesentosaan dan anugerah dari Allah SWT,, dapat menghafaz Al Quran dan Kitab.. Sayyidina Uthman Ibnu Affan ra. Pernah berkata, Sesungguhnya aku dapat menghafaz Al Quran dengan berkat doa Akasyah ini.

4.Memperolehi kekuatan luar biasa: Sayyidina Ali ibnu Abu Talib ra. Pernah berkata, Aku telah memiliki kekuatan dan keberanian yang laur biasa disebabkan berkahnya Doa Akasyah ini.

5.Diampuni Allah SWT segala Dosa.

6.Membaca dengan ikhlas hati benar2 kerana Allah secara istiqomah..Insyallah diberi keampunan dan dihapuskan segala dosa.

7.Pada hari kiamat akan diberi Allah SWT pahala yang besar.. Hasan Basri ra berkata, Sesungguhnya aku telah mendegar Rasulullah SAW bersabda; Bahawa seseorang itu tidak akan memperolehi pahala yang berlimpah-limpah seperti pahala orang membaca Doa Akasyah ini… Syeikh Sya’ban ra berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,, Barang siapa membaca doa Akasyah ini, jika ia meninggal dunia, maka ia sentiasa mendapat anugerah dari Allah SWT banyak nya malaikat ikut menghantarkan jenazahnya kekubur,,, yang satu malaikat telah membawa nur.

8.Mendapat darjat yg tinggi didunia dan akhirat. DALam hidupnya sentiasa membaca doa tersebut,, nescaya Allah SWT mengangkat darjatnya di dunia dan akhirat.. Apabila bangkit dari kubur, wajahnya seperti bulan purnama…banyaknya malaikat berada disekeliling

9.Jika ada orang yang sakit gila karena godan syetan atau sakit panas dan dibacakan do akasah , Insya Allah akan sembuh

10. Barang Siapa yang tidah ingin kekurangan rezek, bacalah doa ini , Insya Allah tidak akan kekurangan rezeki

11. Barang siapa yang mempunyai tanggungan hutang dan ingin lekas membayarnya dengan membaca doa un ,Insya Allah bisa dapat membayarnya.

12. Jika ada anak,istri, pembantu atau yang lainnya pergi tanpa pamit, maka lakukanlah shalat dua rakaat dengan hati ikhlas karena Allah sesudah membaca Al fatihah membaca Al ikhlas 3 kali sesudah salam membaca doa ini , Insya Allah orang minggat akan lekas kembali.

13. Barang siapa membaca doa ini, maka Allah selalu melindunginya dari marabahaya kebakaran

Read More..

Al Fatihah Dan Fadhilahnya

undefined
Surat Al Fatihah :
Surat Al-Fatihah adalah surat yang amat masyhur, telah dikenal oleh seluruh kaum muslimin. Saking terkenalnya, terkadang sebagian kaum muslimin menyalahgunakannya , seperti membacanya untuk orang mati saat ziarah kubur, atau mengirimkan pahalanya kepada Nabi – Shallallahu-alaihi wa sallam -, Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaniy, dan orang-orang yang telah mati. Semua ini tak ada contohnya dari Allah dan Rasul-Nya.

Surat Al-Fatihah amat masyhur, namun banyak di antara kita tak mengetahui fadhilah, dan keutamaannya. Padahal banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan keutamaannya, baik dari sisi kandungan atau kedudukannya disisi Allah -Azza wa Jalla-.

Fadhilah Surat Alfatihah :

1. Orang yang membaca Al-Fatihah akan mendapatkan balasan pahala yang besar di sisi Allah. Terlebih lagi jika ia membacanya dengan ikhlash, dan mentadabburi maknanya.

Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa r.a – berkata,

“Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ’alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, “Wahai Rasulullah, tadi aku sholat”. Beliau bersabda, “Bukankah Allah berfirman, “Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu”. (QS. Al-Anfaal : 24).

Kemudian beliau bersabda, “Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid”?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, “Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an”. Beliau bersabda, “Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia (Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih -nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan -nya (1458), dan An-Nasa?iy dalam Sunan -nya (913)]

Al-Imam Ibnu At-Tiin -rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna hadits di atas, “Maknanya, bahwa pahalanya lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya”. [Lihat Fathul Bari(8/158) karya Ibnu Hajar Al-Asqolaniy]

2. Surat Al-Fatihah merupakan surat terbaik, karena ia mengandung tauhid, ittiba’ (mengikuti) Sunnah, adab berdo’a, al-wala’ wal baro’ , keimanan terhadap perkara gaib, dan lainnya.

Ibnu Jabir r.a – berkata, yang artinya :

“Aku tiba kepada Rasulullah-Shallallahu ’alaihi wa sallam, sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, “Assalamu alaika, wahai Rasulullah”. Maka beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 X). Kemudian Rasulullah berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Maka keluarlah Rasulullah menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya bersabda, “Alaikas salam wa rahmatullah (3 kali)”. Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur?an”. Aku katakan, “Mau ya Rasulullah”. Beliau bersabda, “Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya”. [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/177). Hadits ini di- hasan -kan oleh Al-Arna?uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 17633)]

3.Surat Al-Fatihah dinamai oleh Allah dengan “Al-Qur’an Al-Azhim” , padahal Al-Qur’an Al-Azim bukan hanya Al-Fatihah, masih ada surat-surat lainnya yang berjumlah 113. Namun Allah – Azza wa Jalla – menamainya demikian karena kandungan Al-Fatihah meliputi segala perkara yang dikandung oleh Al-Qur’an Al-Azhim secara global. Wallahu Alam bish showab.

Rasulullah – Shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda, yang artinya :

“Ummul Qur’an (yakni, Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih -nya (4427), Abu Dawud dalam Sunan -nya (1457), dan At-Tirmidziy dalam Sunan -nya (3124)]

4.Al-Qur’an seluruhnya bisa digunakan dalam meruqyah. Namun secara khusus Al-Fatihah pernah dipergunakan oleh para sahabat dalam meruqyah sebagian orang yang tergigit kalajengking. Dengan berkat pertolongan Allah, orang yang digigit kalajengking tersebut sembuh kala itu juga.

Abu Said al-Khudri r.a. berkata,
Ketika kita dalam bepergian dan berkemah, tiba-tiba datang budak perempuan dan berkata, Sesungguhnya pimpinan suku ini digigit binatang berbisa, dan tidak ada orang, apakah ada di antara kalian yang dapat menjampi :faka berdirilah seorang di antara kami, kami tidak menyangka bahwa ia dapat menjampi. Tiba-tiba dijampinya dan sembuh. Maka diberinya dia hadiah berupa tiga puluh doinba dan diberinya kami susu. Ketika ia kembali kami bertanya, Apakah anda pandai menjampi? Jawabnya, Tidak, aku tidak menjampi, kecua!i dengan Ummul Kitab Fatihah. Maka kami pun memberitahu agar domba-domba itu jangan diganggu sehingga kami bertanya kepada Rasulullah saw. Kemudian setelah kami kembali ke Madinahj kami ceriterakan kejadian itu kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. bertanya, “Dari mana ia mengetahui bahwa Fatihah itu sebagai jampi (untuk jampi? Bagilah domba-domba itu dan berilah aku bagian”.
(Bukhari,Muslim, Abu Dawud).

Read More..

28
Feb
11

Republika : Mirza Ghulam Ahmad, Nabi atau Mujadid ?

Senin, 28 Februari 2011 pukul 10:28:00

Nabi atau Mujadid ?

Oleh Neni Ridarineni

Antara JAI dan GAI (Bagian 1)

Ada dua Ahmadiyah. Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Gerakan Ahmadiyah Lahore Indonesia (GAI). Mengapa harus ada dua Ahmadiyah dan apa perbedaan di antara keduanya?

Menurut Nanang Sanusi, Koordinator Mubalig JAI Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmadiyah awalnya hanya satu karena pendirinya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai mujadid (pembaru). Setelah Mirza Ghulam Ahmad wafat pada 1908, kepemimpinan diteruskan dengan kekhalifahan Hakim Nuruddin sampai 1914. Terjadi lagi pergantian kepemimpinan dan yang terpilih menjadi khalifah adalah putra Hazrat Mirza, Basyiruddin Mahmud Ahmad. Namun, kata Nanang, ada kelompok yang tidak puas dengan naiknya Basyiruddin.

“Nah, kelompok yang tidak puas ini memisahkan diri ke Lahore lalu membentuk sempalan dari Ahmadiyah yang disebut Ahmadiyah Lahore dan di Indonesia menjadi Gerakan Ahmadiyah Indonesia,” jelasnya. Namun, di Yogyakarta, kata Nanang, JAI dan GAI tetap rukun dan saling silaturahim.

JAI atau dikenal sebagai Ahmadiyah Qadiyan sudah memiliki lebih dari 300 cabang. Di Yogyakarta, JAI berkantor di Jl Atmosukarto 15. Anggotanya berjumlah sekitar 200 KK dan sebagian besar bekerja sebagai pegawai sehingga Ahmadiyah DIY biasanya berkegiatan pada hari libur (Ahad). Selain beribabadah, mereka melakukan kegiatan organisasi seperti pengajian, perayaan hari besar Islam, termasuk peringatan Maulid Nabi SAW.

“Kami hanya berupaya melakukan apa yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, apa yang diajarkan oleh beliau,” ungkap Nanang kepada Republika, di kantor JAI Yogyakarta belum lama ini.

Dikatakan, secara umum Ahmadiyah di Yogyakarta tenang-tenang saja. “Tetapi, kami tetap waspada karena potensi yang bisa menimbulkan kerawanan tetap ada.”

Nanang mengatakan JAI di DIY selalu menghormati dan menghargai SKB tiga menteri sebagai keputusan pemerintah dan konsekuen melaksanakannya. SKB, kata dia, intinya mengatur dua hal, yaitu jemaat Ahmadiyah tidak boleh menyebarkan ajaran-ajaran yang mainstream, yaitu adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Jika dilanggar, ada sanksi. Kedua, masyarakat umum di luar Ahmadiyah tidak boleh melakukan kekerasan.

“Kami konsekuen, konsentrasi kami ke dalam yakni membina anggota melalui pengajian, ibadah, meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan berusaha melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Dalam melakukan kegiatan sosial, kata Nanang, pihaknya tidak mengusung nama JAI, tetapi Humanity First. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahpahaman. “Kami melakukan kegiatan kemanusiaan, ya hanya untuk kegiatan kemanusiaan, tidak untuk menyebarkan Ahmadiyah. Pengembangan kami dari keturunan, dari keluarga anggota jemaat Ahmadiyah.”

Nanang menyayangkan banyak pandangan masyarakat yang keliru mengenai Ahmadiyah. Ia menegaskan, jemaat Ahmadiyah berpedoman pada Alquran dan sunah, juga meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir.

“Allah SWT tidak akan mendatangkan agama baru, agama yang terakhir adalah Islam, kitab terakhir adalah Alquran, dan Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yang membawa agama dan nabi yang paling sempurna. Dalam pandangan kami, puncak kerohanian tertinggi hanya bisa dicapai oleh Nabi Muhammad SAW, tidak ada yang lain.”

Lantas Mirza Ghulam Ahmad? Dia, kata Nanang, adalah seorang mujadid atau pembaru. Dalam keyakinannya, tiap-tiap permulaan 100 tahun, Allah selalu mengutus mujadid atau pembaru untuk menjaga kesucian dan kemurnian agama Islam. Nah, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad itulah sosok yang diyakini Nanang dan para pengikut JAI lainnya sebagai mujadid.

“Jadi, pendiri Ahmadiyah itu seorang pembaru dan kami tidak memberikan statusnya sebagai nabi, tetapi sebagai penerus, pelaksana, pelanjut, penegak ajaran Nabi Muhammad SAW. Salah satu tujuan kedatangannya adalah menghidupkan kembali agama Islam dan menegakkan kembali Islam.” ed: wachidah handasah

20
Dec
09

Keumatan : Peradaban Islam Akan Bangkit

Peradaban Islam

By Republika Newsroom
Rabu, 16 Desember 2009 pukul 13:55:00
Peradaban Islam Akan Bangkit

Peradaban Islam Akan BangkitBLOGSPOT

JAKARTA–Para ulama dan ormas Islam meyakini Peradaban Islam yang pernah ada dan pernah jaya itu akan bangkit kembali dimasa yang akan datang. Untuk membangkitkan hal tersebut diperlukan kesadaran dari berbagai pihak terutama umat Islam dan para ulama itu sendiri.

Seperti kita ketahui peradaban Islam itu pertama kali muncul saat jaman Nabi Muhammad SAW. Pertama kali muncul peradaban tersebut saat sang Nabi hijrah dari Mekkah ke Madinah saat itulah Islam mulai mengalami kejayaan. Saat itu muncul berbagai karya-karya, ide-ide dan konsep kenegaraan.

Berdasarkan hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Masykuri Abdillah, merupakan salah satu pimpinan ormas Islam yang meyakini peradaban Islam akan bangkit kembali. “Saya yakin akan bangkit kembali,” katanya dalam seminar Membangun Peradaban Islam dan Dunia dengan Damai, di Jakarta Islamic Center, Jakarta, Rabu (16/12).

Bangkitnya kembali peradaban Islam tersebut, menurut Masykuri, tentu saja membutuhkan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Hal yang paling urgen adalah kesadaran umat Islam terhadap ilmu. “Umat Islam harus tumbuh kesadarannya untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologinya,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut Masykuri, dengan meningkatnya ilmu pengetahuan tersebut tentu saja akan membangun perekonomian yang baik, sekaligus punya posisi politik yang kuat. “Selama ini kan kita kalah dengan peradaban Barat karena pendidikan kita kalah, ekonomi kalah, didominasi barat,” katanya.

Masykuri mengakui untuk membangkitkan kembali peradaban tersebut, dibutuhkan waktu yang lama dan juga harus ada usaha untuk merebutnya kembali. “Yah harus ada kekuasaan ilmu. Kalau kita cepat sadar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan maka akan cepat kita mengembalikan peradaban tersebut,” tandasnya.

Keyakinan tersebut,imbuh Masykuri, lagi-lagi muncul dari kejayaan masa lalu. Dahulu saja peradaban Islam muncul karena ilmu, belum ada teknologi. Umat Islam juga harus tetap berusaha memberikan kontribusi bagi pembangunan peradban dunia yang adil dan damai, terutama melalui penguatan peran Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Tak hanya umat Islam yang harus berjuang, kata Masykuri, ini juga harus didukung oleh tindakan para ulama. “Tentu saja ulama harus memberikan pencerahan, dakwah ulama harus memberikan support baik ilmu agama maupun ilmu umum. Ilmu pengetahuan umum didorong oleh ilmu pengetahuan agama, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Peradaban Islam yang akan bangkit kembali ini juga diyakini Masykuri bisa berdampingan dengan peradaban barat. Asalkan ada koestitensi berdasarkan mutual respect, mutual understanding dan mutual cooperation. “Ini juga ada persyaratannya, harus menempatkan orang lain sebagai teman. Ini agar Islam dianggap peradaban yang dihormati dan tidak dilecehkan, begitu pula sebaliknya,” pungkasnya.

Islam Rusak Karena Ulama Rusak

Sementara itu, Intelektual Muslim, Adian Husaini juga menyatakan keyakinannya bahwa Peradaban Islam yang pernah ada dan pernah jaya itu akan bangkit kembali di masa yang akan datang. Namun, menurutnya kerusakan atau hancurnya Islam itu disebabkan oleh rusaknya para ulama kita.

Adian mengatakan Islam diakui oleh Barat bukan hanya sebagai agama, tapi juga sebagai peradaban. Peradaban Islam itu sendiri bukan hanya ada tapi juga pernah berjaya. Bahkan Islam pernah meraih prestasi tertinggi, yakni Piagam Madina. “Itu merupakan konstitusi negara tertulis pertama, konsesi pertama didunia tentang sistem kenegaraan,” katanya dalam seminar tersebut.
Namun sayangnya, imbuh Adian, kebanggaan umat Islam terhadap peradaban Islam sendiri kini sudah hilang. Padahal Islam sudah berhasil membangun manusia-manusia yang luar biasa, pemimpin-pemimpin yang cerdas dan sholeh. “Memang peradaban Barat menang saat ini. Tapi karena kegagalan barat dalam mengatur manusia, maka peradaban Islam akan bangkit,” katanya.

Peradaban Islam yang pernah jaya itu rusak tak hanya karena kebanggaan masyarakatnya yang kurang, tapi juga karena ulamanya yang rusak. “Sumber kerusakan adalah ulama yang rusak. Kalau ingin mengembalikan peradaban Islam, kembalikan juga fungsi ulama,” tandasnya.

Tak hanya itu, kata Adian, umat Islam juga bisa membangkitkan peradaban Islam dengan ilmu. Selama ini hambatannya adalah problem ilmu. “Kalau gagal conclusion of knowledgenya maka akan kacau,” katanya.

Buktinya, kata Adian, saat ini saja, pelajaran agama di tingkat SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi masih belum menyentuh peradaban Islam.”Kelemahannya adalah pemahaman tentang peradaban islam hilang dan juga kebanggan terhadap peradaban Islam hilang,” tandasnya.

Untuk membangkitkan kembali peradaban Islam, dibutuhkan kebakitan ilmu, kebangkitan ulama dan juga kebangkitan Islam. “Kalau tidak bangkit itu semua, maka tidak bisa bangkit peradaban Islam,” ujarnya. she/taq

18
Dec
09

Khazanah : Masjid Cheng Hoo, Sarat Pesan Kedamaian

Masjid Cheng Hoo, Sarat Pesan Kedamaian
By Republika Newsroom
Rabu, 16 Desember 2009 pukul 08:25:00

Masjid Cheng Hoo, Sarat Pesan KedamaianBLOGSPOT

Melihat bentuk Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya dari kejauhan, sekilas tidak tampak seperti bangunan masjid di Indonesia pada umumnya. Selain tidak ada kubah dan menara sebagaimana masjid-masjid lainnnya, bentuk masjid ini juga lebih mirip bangunan kelenteng (tempat ibadah umat Budha). Masjid Cheng Hoo memang unik, dan antik.

Masjid Cheng Hoo selain untuk tempat ibadah, sejak awal pendiriannya diharapkan bisa menjadi simbol kerukunan dan perdamaian umat Islam, terutama bagi warga muslim etnik Tionghoa. Tidak aneh bilamasjid ini bentuk maupun arsitekturnya kental dengan nuansa budaya Tiongkok. “Masjid ini memang berdiri atas prakarsa teman-teman anggota Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), yang sebelumnya sudah membentuk Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo,” ujar Ketua Takmir Masjid Cheng Hoo, Ustadz Hariyono Ong kepada Republika.

Masjid Muhammad Cheng Hoo digagas HMY Bambang Sujianto, Ketua yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo dan para anggota Pembina Iman Tauhid Islam — Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Masjid ini mulai dibangun 15 Mei 2001 dengan dana awal Rp 500 juta. Dana ini berasal dari hasil menerbitkan buku ‘Saudara Baru/Jus Amma’ dalam tiga bahasa. Masjid Cheng Hoo selesai dibangun dan diresmikan bertepatan dengan ulang tahun PITI yang ke 42 pada 28 Mei 2003. Masjid yang diresmikan oleh Menteri Agama RI, Pro Dr Said Agil Husain Al-Munawar ini menghabiskan biaya total Rp3,3 miliar.

Menurut ustadz Hariyono Ong, rancangan awal Masjid Cheng Hoo Indonesia diilhami dai bentuk masjid Niu Jie di Beijing, Cina, yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Pengembangan desain arsitekrurnya dilakukan oleh Ir Azis Johan (anggota PITI asal Bojonegoro) serta didukung tim teknis, HS willy Pangestu, Donny Asalim SH, Ir Tony Bagyo, dan Ir Rahmat Kurnia.

Masjid Muhammad Cheng Hoo dikenal sebagai masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama muslim Tionghoa, dengan bangunan bernuansa etnik dan antik cukup menonjol dibandigkan bentuk masjid-masjid pada umumnya di Indonesia. Dengan arsitektur khas Tiongkok yang didominasi warna hijau, merah dan kuning, menambah khasanah budaya Indonesia.

Masjid Cheng Hoo berdiri di atas areal tanah keseluruhan seluas 3.070 meter persegi. Untuk ukuran sebuah masjid jami’, bangunan masjid Cheng Hoo tidak terlalu besar. Secara keseluruhan masjid Cheng Hoo berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 x 9 meter. Masjid ini memiliki keunikan bentuk bangunannya yang mirip bangunan Kelenteng. Pada sisi kiri kanan bangunan utama terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utama. Sehingga bangunan masjid tampak melebar, tidak memanjang atau persegi empat seperti bangunan masjid di Indonesia umumnya.

Arsitektur bangunan masjid Cheng Hoo memang tidak terlalu menonjol dan istimewa, kecuali pada bentuk bengunannya yang unik, menyerupai bangunan Kelenteng. Seleruh bahan bangunan juga tidak ada yang diimpor, tepi menggunakan bahan bangunan lokal.

Sejak awal pemabangunannya, kata ustadz Hariyono Ong, masjid ini memang lebih menekankan pada pesan atau misi yang diemban. Selain sebagai tempat ibadah, masjid Chneg Hoo diharapkan menjadi simbol kerukunan dan kedamaian. Karena itu pula, setiap ukuran dan bentuk elemen bangunan memiliki makna dan filosofi sendiri.

Ukuran bangunan utama, misalnya. Panjang 11 meter pada bangunan ini merujuk pada lebar bangunan Ka’bah. Pada saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS, Ka’bah memiliki panjang 11 meter. Sedangkan lebar 9 meter pada bangunan utama, ini diambil dari keberadaan Wali Songo dalam melaksanakan syi’ar Islam di tanah Jawa.

Arsitekturnya yang menyerupai kelenteng, kata Hariyono Ong, itu adalah gagasan untuk menunjukkan identitasnya sebagai muslim Tionghoa (Islam Tiongkok) di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Budha.

Pada bagian atas bangunan utama, juga merupakan ciri hkas arsitektur Tiongkok, yakni atap bersusun tiga dan berbentuk segi delapan (pat kwa). Angka 8 dalam bahasa Tionghoa disebut Fat, yang berarti jaya atau keberuntungan. “Ini juga memiliki makna dan filosofi sendiri,” kata ustad Hariyono Ong.

Kejayaan dan keberuntungan itu, merujuk pada risalah saat Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah, nabi dikejar-kejar oleh kaum kafir Qurais dan bersembunyi dalam goa Tsur. Pada saat hendak memasuki goa tersebut, terdapat rumah laba-laba yang berbentuk sperti segi 8. Namun, Rasulullah yang dalam keadaan teraniaya tidak mau merusak sarang laba-laba itu.

Beliau memohon kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari kejaran kaum Qurais. Dengan pertolongan Allah SWT, Rasulullah dapat memasuki goa Tsur tanpa merusak rumah laba-laba tersebut. Saat situasi sudah aman, beliau keluar dari goa Tsur dan melanjutkan perjalanan menuju Madinah untuk berhijrah. Ketika berada dalam goa Tsur, Allah memberikan perlindungan (keberuntungan) untuk dapat melalui rumah laba-laba dengan damai tanpa harus merusak dan mengganggu makhluk lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa agama Islam yang diwahyukan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW merupakan agama yang cinta damai,” tegas Haiyono Ong.

Pesan cinta damai dan kerukunan itu juga terwakil pada bentuk bangunan ruang imam. Ruangan yang dipergunakan oleh imam untuk memimpin sholat dan khotbah ini sengaja didesain seperti pintu gereja. Ini menunjukkan bahwa Islam mengakui dan menghormati keberdaan Nabi Isa AS sebagai utusan Allah yang menerima Kitab Injil bagi umat Nasrani. Makna sesungguhnya, Islam mencinai hidup damai, saling menghormati dan tidak mencampuri kepercayaan orang lain.

Sebagai penghormatan kepada diplomat muslim Tiongkok, yang dikenal dengan diplomasi silaturahim-nya, pada sisi kanan masjid terdapat relief perjalanan muhibah Laksamana Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapalnya yang dipergunakan mengarungi Samudera Hindia. Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia khususnya, agar tidak risih dan sombong sebagai orang Islam.

Sebab, menurut ustad Hariyono Ong, orang Tionghoa masuk Islam bukan merupakan hal yang luar biasa. Akan tetapi, itu merupakan hal yang biasa karena pada 600 tahun lalu, sudah ada seorang laksamana beragama Islam yang taat bernama Muhammad Cheng Hoo. Sang Laksamana utusan Raja Dinasti Ming ini telah turut mensyi’arkan agama Islam di tanah Indonesia pada jaman itu. ghufron/taq

18
Dec
09

Khazanah : Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali

Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali
By Republika Newsroom
Rabu, 16 Desember 2009 pukul 08:18:00

Sisi Biologi dan Kedokteran Imam Al Ghazali

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali merupakan seorang pemikir yang multi talenta yang banyak menyumbangkan pemikirannya dalam ilmu teologi, filsafat, astronomi, politik, sejarah, ekonomi, hukum, kedokteran, biologi, kimia, sastra, etika, musik, maupun sufisme. Dia adalah teolog Islam, ahli hukum, ahli filsafat, kosmologi, psikolog, maupun biologi. Dia dilahirkan di Tus, Provinsi Khorasan, Persia dan hidup antara tahun 1058 hingga 1111. Al Ghazali yang sering disebut juga Algazel merupakan salah satu sarjana yang paling terkenal dalam sejarah pemikiran Islam Sunni. Dia dianggap sebagai pelopor metode keraguan dan skeptisisme. Salah satu karya besarnya berjudul Tahafut Al Falasifah atau The Incoherence of the Philosophers. Dia berusaha mengubah arah filsafat awal Islam, bergeser jauh dari metafisika Islam yang dipengaruhi oleh filsafat Yunani kuno dan Helenistik menuju filsafat Islam berdasarkan sebab-akibat yang ditetapkan oleh Allah SWT atau malaikat perantara, sebuah teori yang kini dikenal sebagai occasionalism.

Keberadaan Al Ghazali telah diakui oleh sejarawan sekuler seperti William Montgomery Watt yang menyebutnya sebagai Muslim terbesar setelah Muhammad. Selain kesuksesannya dalam mengubah arah filsafat Islam awal Neoplatonisme yang dikembangkan atas dasar filsafat Helenistik, Dia juga membawa Islam ortodoks ke dalam ilmu tasawuf. Al Ghazali juga sering disebut sebagai Pembuktian Islam, Hiasan keimanan, atau Pembaharu agama. Dalam buku berjudul  Historiografi Islam Kontemporer disebutkan, seorang penulis bernama Al Subki dalam bukunya yang berjudul Thabaqat Al Shafiyya Al Kubra pernah menyatakan, “Seandainya ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad, maka manusianya adalah Al Ghazali.” Hal ini menunjukkan tingginya ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan yang dimiliki Al Ghazali.

Pengaruh Al Ghazali baik dalam bidang agama maupun ilmu pengetahuan memang sangat besar. Karya-karya maupun tulisannya tak pernah berhenti dibicarakan hingga saat ini. Pengaruh pemikirannya tidak hanya mencakup wilayah di Timur Tengah tetapi juga negara-negara lain termasuk Indonesia dan negara barat lainnya. Para ahli filsafat barat lainnya seperti Rene Descartes, Clarke, Blaise Pascal, juga Spinoza juga mendapatkan banyak pengaruh dari pemikiran Al Ghazali.

Kebanyakan orang-orang mengenal pemikiran Al Ghazali hanya dalam bidang teologi, fiqih, maupun sufisme. Padahal dia merupakan seorang ilmuwan yang hebat dalam bidang ilmu biologi maupun kedokteran. Dia telah menyumbangkan pemikiran dan jasa yang besar dalam bidang kedokteran modern dengan menemukan sinoatrial node (nodus sinuatrial) yaitu jaringan alat pacu jantung yang terletak di atrium kanan jantung dan juga generator ritme sinus. Bentuknya berupa sekelompok sel yang terdapat pada dinding atrium kanan, di dekat pintu masuk vena kava superior. Sel-sel ini diubah myocytes jantung. Meskipun mereka memiliki beberapa filamen kontraktil, mereka tidak kontraksi. Penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini terlihat dalam karya-karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Sa’adat. Bahkan penemuan sinoatrial node oleh Al Ghazali ini jauh sebelum penemuan yang dilakukan oleh seorang ahli anatomi dan antropologi dari Skotlandia, A. Keith dan seorang ahli fisiologi dari Inggris MW Flack pada tahun 1907. Sinoartrial node ini oleh Al Ghazali disebut sebagai titik hati.

Dalam menjelaskan hati sebagi pusat pengetahuan intuisi dengan segala rahasianya, Al Ghazali selalu merumuskan hati sebagai mata batin atau disebut juga inner eye dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal yang diterjemahkn oleh C. Field menjadi Confession of Al Ghazali. Dia juga menyebut mata batin sebagai insting yang disebutnya sebagai cahaya Tuhan, mata hati, maupun anak-anak hati. Kalu titik hati Al Ghazali dibandingkan dengan sinoartrial node, maka akan terlihat bahwa titik hati sebenarnya mempunyai hubungan erat dengan sinoartrial node. Dia menyebutkan bahwa titik hati tersebut tidak dapat dilihat dengan alat-alat sensoris sebab titik tersebut mikroskopis. Para ahli kedokteran modern juga menyatakan sinoartrial node juga bersifat mikroskopis.

Al Ghazali menyebutkan titik hati tersebut secara simbolis sebagai cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan dan elektrik. Menurut gagasan modern, dalam satu detik, sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoartrial node mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10 milivolt sehingga otot-otot atrial dapat melakukan kontraksi.

Pada era modern ini para ahli anatomi menyatakan pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati, yaitu kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara independen dalam suatu sistem syaraf. Dia juga menyatakan bahwa hati itu merdeka dari pengaruh otak dalam karyanya yang berjudul Al-Munqidh min Al-Dhalal. Para pemikir modern banyak yang mengatakan, suatu tindakan kadang terjadi melalui mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenainya. Namun Al Ghazali mengatakan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang tak diketahui tersebut sebenarnya disebabkan oleh sinoartrial node. Dia juga menyatakan penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik hati tersebut, bukanlah otak.

Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoartrial node tetapi dia juga menggambarkan dimensi metafisik dari sinoartrial node. Hal ini jauh berbeda dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan sinoartrial node secara fisik semata. Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoartrial node sebagai pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ke-Tuhanan yang bisa berfungsi sebagi peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada hambanya. Namun orang yang bisa memfungsikan sinoartrial node hanyalah orang yang telah mencapai penyucian diri sendiri atau orang yang sangat beriman kepada Allah SWT.

Dukungan Al Ghazali terhadap pengembangan ilmu anatomi dan pembedahan

Selain menemukan sinoartrial node, Al Ghazali juga memberikan sumbangan lain dalam bidang kedokteran dan biologi. Catatan sejarah menyebutkan, tulisan-tulisan Al Ghazali diyakini menjadi pendorong bangkitnya kemauan untuk melakukan studi kedokteran pada abad pertengahan Islam, khususnya ilmu anatomi dan pembedahan.

Dalam karyanya The Revival of the Religious Sciences, dia menggolongkan pengobatan sebagai salah satu ilmu sekuler yang terpuji (mahmud) dan menggolongkan astrologi sebagai ilmu sekuler yang tercela (madhmutn). Sehingga dia sangat mendorong orang-orang untuk memepelajari ilmu pengobatan. Saat membahas tentang meditasi (Tafakkur), dia menjelaskan anatomi tubuh pada sejumlah halaman bukunya secara rinci untuk menjelaskan posisi yang cocok guna melakukan kontemplasi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Al Ghazali juga membuat pernyataan yang kuat guna mendukung orang-orang untuk mempelajari ilmu anatomi dan pembedahan dalam karyanya yang berjudul The Deliverer from Error. Dia menyebutkan, naturalis (al-tabi’yun) adalah sekelompok orang yang terus-menerus mempelajari alam, keajaiban binatang dan tumbuhan. Mereka juga sering terlibat dalam ilmu anatomi maupun pembedahan (ilm at-tashriih) dari tubuh hewan. Melalui proses pembedahan itu mereka mampu merasakan keajaiban rancangan Allah SWT dan kebijaksanaan-Nya serta keajaiban-Nya. Dengan ini mereka dipaksa untuk mengakui Allah SWT merupakan Penguasa alam semesta dan siapapun bisa mengalami kematian. Tidak seorang pun dapat belajar anatomi maupun pembedahan dan keajaiban kegunaan dari bagian-bagian organ tubuh tanpa mengetahui kesempurnaan desain ciptaan Allah yang berhubungan dengan struktur (binyah) binatang maupun struktur manusia. Dengan demikian, Al Ghazali menganggap dengan mempelajari ilmu anatomi maka manusia akan sadar dengan kehebatan Allah SWT yang Maha Agung sehingga hal itu membuatnya lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta.

Dukungan kuat Al Ghazali untuk memajukan studi tentang anatomi dan pembedahan memberikan pengaruh yang kuat dalam kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan yang mulai dilakukan oleh pada dokter Muslim pada abad 12 dan 13. Sejumlah dokter sekaligus ilmuwan hebat Muslim yang mulai mendorong kebangkitan ilmu anatomi dan pembedahan pada masa itu antara lain Ibn Zuhr, Ibn al-Nafis, maupun Ibn Rusyd. dya/taq

10
Dec
09

Hikmah : Cinta Haji

Cinta Haji

By Hidayat Nur Wahid
Sabtu, 28 November 2009 pukul 04:58:00
Cinta HajiERAMUSLIM

Demikianlah (perintah Allah SWT) dan siapa pun yang senantiasa mengagungkan syiar-syiar Allah (berupa segala amalan dan aktivitas yang dilakukan dalam rangka ibadah haji, beserta tempat-tempat dilaksanakannya ibadah tersebut), maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati. (QS Al Haj: 32). Dalam bulan Februari ini, ketika sebagian kalangan ikut-ikutan meramaikan hari kecintaan material dengan Valentine Days-nya, umat Islam mempunyai kecintaan yang jauh lebih bermakna dan bermaslahat, itulah kecintaan kepada ibadah haji. Sebab, bulan Februari kali ini bersesuaian dengan bulan Dzul Qo’dah, saat umat Islam berbondong-bondong ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.

Ada berbagai alasan, mengapa umat Islam khususnya bahkan umat manusia umumnya, begitu cinta dan responsif terhadap haji (perhatikan QS Al Haj: 27). Pertama: Prosesi berhaji, ia menyambungkan dengan cepat antara kita dan nilai-nilai di balik peristiwa-peristiwa sejarah yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad saw. Kedua nabi (Ibrahim dan Muhammad saw) yang secara khusus memerintahkan kita untuk mengikutinya sebagai suri teladan dalam mengisi kehidupan (perhatikan QS Al Mumtahanah: 4, Al Ahzab: 21). Jamaah haji pun dapat meresapinya berlama-lama di sana, dan di zaman serba krisis seperti ini, suri teladan bagi kehidupan adalah makhluk langka, yang justru sangat diperlukan.

Kedua: Haji, seperti disimpulkan oleh Prof Dr Wahbah Zuhaili adalah rukun Islam yang paling afdhal, pada hajilah tergabung sekaligus bentuk-bentuk ibadah murni spiritual, fisikal, serta material. Demonstrasi praktek berhaji, sejak kain ihrom nan putih dikenakan, sejak gemuruh talbiyah dilantunkan, kemudian thawaf, sa’i, wukuf, mabit, melontar jumrah, dan kemudian tahallul, yang secara khusuk dan tekun dilaksanakan oleh jamaah haji, itu semua menyegarkan kembali tentang makna ketaatan dan ketundukpatuhan manusia untuk merealisasi salah satu tugas utamanya di dunia, yaitu beribadah kepada Allah semata.

Tunduk dan patuh itu pun semakin bermakna, sebab kini di awal milenium baru, ia dilakukan secara terbuka oleh jutaan orang dari kalangan yang terpelajar ataupun berstatus sosial ekonomi yang memadai. Apalagi ketundukan itu pun dilakukan dalam semangat ittiba’ (mencontoh) Rasulullah saw, sebagaimana pernah beliau wasiatkan dalam Haji Wada’ (HR Muslim). Dan, inilah kunci meraih kecintaah Allah dengan segala efek keberkahannya (QS Ali Imron: 31).

Dengan cara pandang semacam ini, keberangkatan 180-an ribu jamaah haji Indonesia untuk bergabung dengan jutaan jamaah haji lainnya, pastilah berdampak positif bagi mereka sendiri yang akan meluber kepada kita, yang belum atau tidak berangkat haji (QS Al Haj: 23). Jamaah haji itu pun akan menjadi darah segar pembawa harapan baru untuk kehidupan yang lebih berarti dan bermanfaat. Dan adanya harapan semacam itu, seperti dinyatakan Ibnu Khaldun, jelas sangat diperlukan oleh masyarakat yang dilanda krisis seperti masyarakat Indonesia.

Semoga mereka mendapatkan haji mabrur, dan doanya untuk kebaikan sesama dikabulkan Allah SWT. Amin. ahi




Blog Stats

  • 1,674,873 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers