ilustrasi donat (petitplat.deviantart.com)
Tepung biji nangka mengandung nilai gizi lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu.”
Berita Terkait
Yogyakarta (ANTARA News) – Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan biji nangka untuk membuat kue donat yang diberi nama Dobina.
“Biji nangka merupakan sumber karbohidrat, protein, dan energi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik,” kata koordinator tim mahasiswa Senja Dewi di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, pembuatan donat merupakan salah satu cara mengolah makanan agar dapat bervariasi dan memenuhi cita rasa. Meskipun banyak variasi, yang paling penting dari pembuatan kue donat adalah bahan bakunya yakni tepung.
“Tepung biji nangka mengandung nilai gizi lebih tinggi dibandingkan dengan tepung terigu. Pembuatan tepung biji nangka, yakni mencuci biji nangka kemudian merebusnya hingga matang untuk membuang getahnya,” katanya.
Ia mengatakan, biji nangka yang sudah masak didinginkan kemudian dipotong tipis-tipis dan dikeringkan di bawah sinar matahari kemudian digiling untuk dijadikan tepung. Untuk mendapatkan tepung yang halus, tepung diayak terlebih dulu agar terpisah dari serat-serat yang masih kasar.
“Dari hasil komparasi bisa disimpulkan bahwa tepung biji nangka mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan amilum yang lebih baik dibandingkan dengan tepung terigu,” katanya.
Menurut dia, selama ini masyarakat hanya memanfaatkan daging nangka, sedangkan bijinya belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, biji nangka mengandung karbohidrat cukup tinggi yakni dalam 100 gram biji nangka mengandung karbohidrat sebesar 36,7 gram.
Kandungan karbohidrat biji nangka, kata dia, memang lebih rendah dibandingkan dengan beras. Kandungan karbohidrat 100 gram beras sebesar 78,9 gram.
“Dua kilogram biji nangka sebanding dengan satu kilogram beras. Biji nangka dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pangan yang cukup bergizi karena masih adanya kandungan zat lain yang lebih tinggi dibandingkan dengan makanan penghasil karbohidrat lainnya seperti zat besi dan vitamin B1,” katanya.
Anggota tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY yang melakukan penelitian berjudul “Komparasi Uji Karbohidrat, Lemak, Protein, dan Amilum antara Donat Tepung Biji Nangka dan Donat Tepung Terigu” itu adalah Gibson SH Marbun, Pambudi Tedjo YR, dan Ragil Nurjannah R.***4***
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2013
Bit, Ubi Bersahaja dengan Manfaat Canggih
Albertina S.C. | Senin, 11 Maret 2013 – 21:43:11 WIB

(Foto/Alamy)
Bit, juga sering disebut ubi merah bit memiliki beragam manfaat kesehatan.
Selain manis, bit ampuh menurunkan tekanan darah, melawan kanker, dan meningkatkan daya tahan.
JAKARTA – Dengan rasa manis, warna merah ruby, bit menjadi makanan favorit. Tetapi, tumbuhan yang kerap disebut ubi bersahaja ini memiliki manfaat yang lebih jauh dari itu. Bit dapat meningkatkan kebugaran dan membantu mencegah kanker, menurut laporan Daily Mail, akhir pekan silam.
Manfaat utama dari bit berasal dari nitrat dalam kadar yang sangat tinggi. Kandungan nitrat dalam bit sekitar 20 kali lebih banyak daripada kebanyakan sayuran lain.
Memang reputasi nitrat rada buruk akibat pengunaannya sebagai bahan tambahan makanan. Beberapa penelitian pada hewan mengaitkan penggunaan komersial nitrat terhadap kanker. Badan Kesehatan Dunia menetapkan batas atas penggunaan nitrat pada angka 30 gram. Meski begitu, studi terbaru menunjukkan nitrat dalam bit menurunkan tekanan darah.
Penurun Tekanan Darah
Sebuah studi yang dilakukan oleh Queen Mary University di London, Inggris, pada 2010 menemukan bahwa hanya minum satu gelas ukuran 250ml jus bit sehari secara dramatis menurunkan tekanan darah selama beberapa jam. Studi juga menggambarkan semakin tinggi tekanan darah, semakin besar pula penurunan tekanan darah yang diamati akibat jus bit itu tadi.
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Baker Heart and Diabetes Institute di Melbourne, Australia, menemukan dengan minum segelas jus bit ukuran 500 ml menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan setelah enam jam. Jika jus bit dikonsumsi secara luas, peneliti mengatakan penurunan sepuluh persen kematian akibat penyakitkardiovaskular bisa saja terjadi.
Mengapa nitrat dalam bit begitu ampuh?
Nitrat menurunkan tekanan darah karena bakteri di mulut dan usus mengubahnya menjadi gas oksida nitrat, yang merenggangkan dan memperlebar pembuluh darah, sehingga darah beredar lebih bebas.
Pendorong Otak
Sebuah studi yang dilansir tahun silam oleh para peneliti Wake Forest University di North Carolina, Amerik Serikat, tahun silam, menemukan bit dapat memperlambat perkembangan demensia.
Diperkirakan ini terjadi lantaran oksida nitrat dalam bit meningkatkan aliran darah ke otak. Kandungan asam folat dalam bit ini sekitar 75 persen dari asupan tunjangan harian yang direkomendasikan (RDA) di AS—setara dengan dua atau tiga umbi bit kecil. Penelitian sebelumnya berpendapat bahwa nutrisi dalam bit tersebut dapat melindungi pasien Alzheimer.
Melawan Kanker
Betacyanin, pigmen yang memberikan warna yang kaya pada bit, adalah antioksidan kuat yang telah terbukti memiliki sifat antikanker.
Pada 2011, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Howard University di Washington, Amerika Serikat, menemukan bahwa betacyanin memperlambat 12,5 persen pertumbuhan tumor prostat dan sel-sel kanker payudara. Perlu penelitian lebih banyak lagi untuk melihat apakah mengkonsumsi bit akan memiliki efek antikanker yang sama.
Tinggi Serat
Terapis gizi Dr Elisabeth Philipps merekomendasikan bit atau beetroot untuk masalah pencernaan.
“Beetroot tinggi serat dan 100 gram porsi—dua atau tiga bit kecil—membantu mengatur gerakan usus besar,” kata dia. Bit, dia menambahkan, “Juga mengandung senyawa yang disebut betaine yang menormalkan pengeluaran asam lambung.”
Senyawa tersebut meningkatkan kadar asam dalam perut jika punya Anda tidak cukup dan bertindak sebagai antacid atau penetral asam, jika Anda memproduksi terlalu banyak. ‘Beetroot mendukung hati juga, ” dia menambahkan.
‘Antioksidan vulgaxanthin, betalain dan betanin meningkatkan produksi glutathione, suatu zat yang membantu hati memproses racun.”
Di dalam Pink
Antara 10-14 persen dari populasi mengalami fenomena yang dikenal sebagai beeturia –ketika urin berubah merah muda– setelah makan bit. Ini biasanya terjadi ketika seseorang mengkonsumsi bit dalam porsi besar.
“Mengapa itu terjadi masih belum dipahami, meskipun hal tersebut dikaitkan dengan anemia,” kata Dr Phillips. “Jika ada perubahan warna urine setelah Anda makan bit, tak perlu khawatir.”
Sumber : Daily Mail
Recent Comments