Posts Tagged ‘Natural Disaster

16
Feb
13

Lingkungan : Hujan Meteor di Rusia Tengah

Hujan Meteor Timbulkan Kepanikan di Rusia Tengah

Yahoo! News via Space.com

AntaraAntara – Jum, 15 Feb 2013

Moskow (AFP/ANTARA) – Hujan meteor turun di Rusia tengah pada Jumat, memicu kepanikan saat puing-puing benda angkasa berjatuhan dan meledak di udara, menerbangkan jendela dan menyebabkan beberapa orang terluka.

“Sebuah meteorit yang hancur di atas Ural (pegunungan di Rusia tengah), sebagian besar terbakar di atmosfer yang lebih rendah,” kata kantor lokal kementerian keadaan darurat nasional dalam sebuah pernyataan.

Meteor hits central Russia, 400 hurtA meteor crashes into the Urals in central Russia, injuring 400 people authorities say. Lily Grimes reports.

“Fragmen dari meteorit itu mencapai Bumi, jatuh di daerah yang jarang penduduknya di wilayah Chelyabinsk,” katanya.

“Menurut informasi awal, empat orang terluka terkena pecahan kaca,” katanya.

“Pada pukul 11.00 waktu setempat kami menerima banyak panggilan darurat, pemadaman listrik, dan luka-luka,” menurut pernyataan pemerintah lokal yang dikutip Interfax.(dh/pt)

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Berita Lainnya

Meteor Jatuh di Rusia, Lebih dari 200 Anak Terluka

TEMPO.COTEMPO.CO – 

TEMPO.CO, Yekaterinburg – Kementerian Kesehatan di Provinsi Chelyabinsk, Rusia, mencatat 985 orang yang terluka akibat terkena pecahan meteor yang jatuh di sebuah danau di kota Chebarkul, Provinsi Chelyabinsk, Rusia, Jumat, 15 Februari 2013 sekitar pukul 9.30 pagi. Lebih dari 200 korban adalah anak-anak. Mayoritas korban menderita luka gores.

Dari 43 orang yang mendapat perawatan khusus, 13 di antaranya adalah anak-anak. Dua orang dewasa hingga saat ini masih dalam kondisi kritis. Korban terbanyak ada di kota Chelyabinsk dengan jumlah 655 orang, Kopeisk (130), Korkino (70), Emanzhelinsk (51), dan Etkul (20). Meteor juga merusak sedikitnya 154 bangunan, 93 di antaranya adalah rumah sakit dan poliklinik. “Meteor juga merusak 10 panti asuhan dan lima panti jompo. Kaca-kacanya pecah,” ujar Perwakilan Kementerian Sosial di Wilayah Chelyabinsk Olga Kucherina seperti dilaporkan Ural KP.

Administrator Kota Chelyabinsk Sergey Davydov menyatakan bahwa pemerintah akan menanggung semua biaya kerusakan bangunan yang terjadi akibat meteor tersebut. Beberapa sekolah yang mengalami kerusakan terpaksa menutup sebagian ruang kelasnya untuk proses perbaikan, namun kegiatan belajar akan tetap berlangsung. Proses perbaikan tersebut ditargetkan selesai minggu depan.

Sementara itu, empat warga Indonesia yang tinggal di Kota Yekaterinburg, sekitar 250 kilometer sebelah utara Chelyabinsk, berada dalam kondisi baik. “Saya seharian ada di asrama. Aman-aman saja di sini. Tidak lihat meteor itu secara langsung. Hanya tahu beritanya dari Internet,” kata Muhamad Zainun Najib, mahasiswa Indonesia di Universitas Federal Ural, Yekaterinburg.

GABRIEL TITIYOGA (YEKATERINBURG)

03
Dec
12

Bencana Alam : Nubuat Kiamat Nostradamus

Nubuat kiamat Nostradamus, bumi meledak bulan ini?

Merdeka.comMerdeka.com – Min, 2 Des 2012

MERDEKA.COM, Sebentar lagi 21 Desember 2012. Konon saat itulah dunia ini diramal kiamat. Ketika sumbu bumi semakin miring, perlahan-lahan bencana besar melanda. Gempa memecah belah bumi, mulai dari bagian bumi barat, dari benua Amerika terus meluas hingga belahan bumi Timur, Jepang dan kawasan Asia. Nubuat kiamat itu diramalkan Nostradamus.

Peramal Nostradamus lahir di Boulougne, Perancis pada 1503, dan meninggal 1566 pada umur 62 tahun. Dia meramal sebuah planet X atau disebut Nibiru. Kata dia, Nibiru bakal menghantam laut Mediterania 19 hari lagi. Kini posisi planet X itu sejajar dengan venus.

Richard Deem, ilmuan biologi dari Universitas Southern California, sepertinya memercayai ramalan itu. Dia sempat menulis catatan pada leman situs http://www.godandscience.org.

Menurutnya, nubuat tentang kiamat bisa jadi benar. Sebab, selain ramalan tentang nibiru, secara ilmu pengetahuan tahun ini siklus tata surya di dalam galaksi mengalami perubahan saban 33 tahun sekali, di mana posisi Matahari berada tepat di tengah galaksi.

Peristiwa itu, dia melanjutkan, bisa jadi tepat terjadi pada 21 Desember 2012. Pada saat bersamaan, kutub akan mengalami pergeseran besar karena penyelarasan pusat galaksi dengan matahari. Hal itu akan menyebabkan guncangan gempa bumi besar, gunung berapi, dan tsunami.

Nubuat kiamat juga diramalkan seorang dukun terakhir suku Inca di Peru, Amerika Latin. Suatu hari, pada 1949 silam, Dr Alberto Villoldo, ahli psikologi dan antropolog obat asal Peru, bertemu dukun bernama Q’ero di pegunungan.

Kepada Villodo, dukun itu mengungkap ramalan kiamat. Konon, kata dia, ketika cara fikir manusia mati, itulah tanda berakhirnya hubungan manusia dengan alam dan bumi.

Ketika alam kehilangan keseimbangan karena ulah manusia, maka ketika itu bumi akan bergejolak selama empat tahun, ditandai dengan runtuhnya peradaban Eropa. Ramalan Nostradamus dan dukun Inca juga didukung ramalan lain, misalnya ramalan kiamat didasari berakhirnya kalender suku Maya di Amerika tengah.

Kalender suku Maya menandai akhir dari lingkaran tahun 5.126, bila dihitung tepat pada 21 Desember 2012. Pada saat itulah dewa perang dan penciptaan, Bolon Yokte akan kembali dan menandai berakhirnya Baktun 13, yaitu periodisasi waktu 394 tahun yang diciptakan bangsa Maya. Kemunculan Bolon Yokte akan menandai kehancuran dunia. Namun belakangan ramalan suku Maya ini dibantah.

Bila kiamat benar-benar terjadi bulan ini, apakah anda benar-benar sudah siap? Sebab, kata Ricahrd Deem, bila kiamat terjadi, maka tidak banyak yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mempersiapkan akhir dunia.

“Tentu saja, jika anda benar-benar percaya dunia akan berakhir, maka anda tidak akan membutuhkan uang lagi,” kata Richard.

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

Ini tanda-tanda ilmiah bumi akan kiamat

Merdeka.comMerdeka.com – Min, 2 Des 2012

MERDEKA.COM, Kiamat memang bersifat pasti. Namun, siapa pun tidak mengetahui kapan kiamat tersebut akan terjadi. Banyak ilmuwan memprediksi bahwa tanda-tanda kiamat pada saat ini sudah hampir terlihat.

Kiamat tersebut diartikan bahwa bumi akan hancur berkeping-keping seperti kapas berterbangan. Menurut situs dari Lembaga Antariksa Amerika (NASA) saat ini mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar. Jika pada planet bumi, matahari masih terbit dari arah timur, maka dalam beberapa tahun ini terdapat beberapa fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir jaman mendekati kiamat.

Tanda pertama kiamat adalah Planet X atau nibiru. Menurut para ilmuwan, dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar, ada planet dari galaksi lain yang bergerak memasuki orbit dalam tata surya yaitu Planet X atau nibiru.

Planet Nibiru adalah bintang lain yang tertarik gravitasi matahari lalu masuk ke tata surya. Parahnya, planet Nibiru berevolusi berlawanan dengan revolusi bumi dan planet lain di tata surya. Jalurnya berada di jalur bumi sehingga pada suatu masa bumi akan ditabrak oleh benda yang besarnya 100 kali lipat dengan sama-sama kecepatan superdahsyat. Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet Nibiru ini akan memasuki orbit tata surya sejak ditemukan tahun 2003.

Tanda kedua adalah adanya Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda. Awan Smith adalah Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya berada.

Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya.

Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti. Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer per detik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat, tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.

Lalu, tanda ketiga adalah Tabrakan galaksi Andromeda. Galaksi paling dekat dengan galaksi Bimasakti adalah Andromeda. Saat ini galaksi andromeda melayang mendekati bimasakti dengan kecepatan 300.000 mil per jam, 100 kali lebih cepat daripada peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ketika bertabrakan, Andromeda akan mengubah galaksi bimasakti selamanya.

Ilmuwan memperkirakan galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Dan akan terjadinya sekitar 4 miliar tahun lagi.

Namun, ada juga ilmuwan yang mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012 berdasarkan siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun ini dan menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer bumi sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.

Medan magnet bumi yang berfungsi sebagai pertahanan utama bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak bahkan ada yang sampai sebesar kota California di sana-sini. Pergeseran kutub juga tengah berlangsung. Tata surya kita tengah memasuki medan awan energi antar bintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari serta atmosfer planet-planet. Para ahli geofisika Rusia berpendapat bahwa ketika bumi akan memasuki awan energi tersebut di tahun 2012 hingga 2020 dan akan menimbulkan bencana besar yang belum pernah ada sebelumnya.

Fisikawan UC Berkeley menyatakan dinosaurus serta spesies lainnya telah punah akibat tumbukan asteroid raksasa 65 juta tahun silam. Menurut siklus yang diperhitungkan secara ilmiah, seharusnya hal itu sudah terjadi lagi di saat-saat sekarang. Supervulkan Yellowstone yang memiliki siklus letusan dahsyat setiap 600.000-700.000 tahun tengah bersiap untuk meletus kembali. Beberapa perhitungan ilmiah lainnya turut mendukung pandangan ini.

Menariknya, ramalan bangsa Maya juga suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya di dalam kalendernya dengan detail mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah. Suku Maya merupakan salah satu suku kuno di dunia ini yang dikenal sebagai suku yang sangat detil memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya.

Kitab kuno dari Cina, I Ching, juga menyatakan akan terjadi bencana besar di tahun 2012. Beberapa ativitas modern juga terkait dengan tahun 2012, yakni dateline modernisasi besar-besaran Pentagon paska ditubruk rudal dalam peristiwa 11 September 2001, batas akhir pelaksanaan Codex Alimentarius yang berupaya mengurangi populasi manusia di bumi dengan rekayasa genetika dan makanan transgenik, dan sebagainya.

Sumber: Merdeka.com

15
Nov
12

Bencana Alam : Do The Math, Akhir Dunia Tahun 2028 ?

2028 : Akhir Dunia ?

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Akhir dunia akan datang pada 2028

Hancurnya Planet Bumi hanya hitung-hitungan matematika sederhana. Maka siap-siap 2028. Sebabnya

Link terkait

Yahoo! NewsOleh Yahoo! News | Yahoo! News 

Oleh Takepart.com

“Tidak ada yang radikal tentang hal yang kita bicarakan,” tutur jurnalis dan aktivis perubahan iklim Bill McKibben di hadapan 1.000 orang di University of California Los Angeles kemarin malam. “Orang yang radikal bekerja untuk perusahaan minyak.”

Pernyataan seperti itu mungkin terdengar berlebihan bagi kebanyakan orang Amerika. Namun, siapa pun yang mengikuti penuh kuliah McKibben akan tahu dia tidak berlebihan.

McKibben berada di Los Angeles sebagai bagian dari tur nasionalnya, “Do the Math”. Berdasarkan artikel terbarunya di Rolling Stone, (“Dengan Justin Bieber sebagai model sampulnya,” canda McKibben) acara itu pada dasarnya adalah sebuah rangkaian kuliah yang didasarkan pada premis tunggal: perubahan iklim adalah matematika sederhana — dan hasil perhitungan tidak terlihat baik. Jika para pemimpin dunia tidak segera mengambil tindakan: “Planet ini akan hancur.”

Matematika iklim, McKibben menjelaskan, bekerja seperti ini. Pemimpin dunia baru-baru ini mencapai suatu perjanjian internasional yang didasarkan pada pemahaman ilmiah bahwa kenaikan suhu global 2 derajat Celsius akan menimbulkan bencana bagi masa depan umat manusia.

Untuk mencapai temperatur global yang mengkhawatirkan itu, bumi melepaskan 565 gigaton karbon dioksida ke atmosfer. Inilah masalahnya: perusahaan bahan bakar fosil saat ini memiliki 2.795 gigaton karbon dioksida dalam cadangan bahan bakar mereka — dan bisnis mereka tergantung pada bahan bakar yang dipasarkan dan digunakan. Pada tingkat konsumsi saat ini, dunia akan melewati ambang batas 565 gigaton dalam waktu 16 tahun.

Untuk mencegah kiamat, industri yang paling menguntungkan dalam sejarah umat manusia justru perlu ditutup.

“Malam ini,” kata McKibben, “kita akan mencecar industri bahan bakar fosil.”

Bukan hal yang mudah. Industri minyak memberikan keuntungan tahunan sebesar $137 miliar (sekitar Rp1,3 kuadriliun) dan kekuasaan politik. McKibben mencatat, “perusahaan minyak patuh hukum karena mereka bisa mendikte hukum.”

Namun, ada beberapa angka yang menguntungkan McKibben. Jajak pendapat terbaru menunjukkan 74 persen orang Amerika sekarang percaya pada perubahan iklim, dan 68 persen menganggap itu sebagai sesuatu yang berbahaya. Masalah yang dihadapi aktivis lingkungan adalah bagaimana menerjemahkan angka-angka itu menjadi tindakan nyata.

Munculah  “Do the Math.”

Menggunakan popularitas McKibben sebagai seorang penulis, kegiatan kuliah diubah menjadi mesin politik. Sebelum mengadakan kuliah umum, Do the Math dengan cerdas bekerja sama dengan kelompok-kelompok lingkungan setempat. Sebelum perkuliahan McKibben dimulai, kelompok-kelompok ini diperbolehkan naik ke atas panggung dan berbicara tentang isu-isu setempat yang perlu diperjuangkan.

Informasi kontak dikumpulkan untuk menjaga penonton selalu mengetahui upaya terbaru tentang isu-isu tersebut. Para penonton ternyata tidak hanya menjadi pendengar kuliah McKibben, mereka tiba-tiba menjadi bagian dari gerakan lokal lingkungan mereka.

Ini adalah strategi cerdas, dan penting — karena masalah perubahan iklim hampir secara eksklusif bersifat politis. Antara energi yang dapat diperbaharui dan teknik yang lebih efisien, teknologi sudah ada untuk mencegah bencana pemanasan global.

Meskipun penerapannya di Amerika Serikat masih tertinggal, teknologi itu sedang digunakan dalam skala massal di negara-negara lain. Di Cina dengan populasi miliaran dan kesenjangan kekayaan yang luar biasa, 25 persen negara itu masih menggunakan panel surya untuk memanaskan air. Jerman — negara dengan perekonomian kuat di Eropa — selama hampir satu dekade, berhasil mendapatkan setengah energi dari sumber yang berkelanjutan.

Hal yang sama bisa terjadi di Amerika asalkan negara itu memiliki kemauan untuk mewujudkannya. Menurut McKibben, kunci untuk mewujudkan tujuan itu adalah dengan memerangi industri bahan bakar fosil dari akarnya.

Untuk memulainya, dia menyerukan pembebasan global dari perusahaan bahan bakar fosil. “Kami meminta orang-orang yang percaya pada masalah perubahan iklim untuk menghentikan mencari nafkah dari itu. Sama seperti dengan gerakan pembebasan apartheid di Afrika Selatan, kita harus mengeliminasi perusahaan minyak yang dianggap terhormat. “

Melanjutkan aksi protes terhadap proyek-proyek energi yang tidak berkelanjutan juga akan sangat penting. McKibben akan berada di Washington, D.C. pada 18 November untuk memimpin unjuk rasa menentang perubahan iklim dan Keystone Pipeline. “Kita tidak bisa lagi hanya berasumsi bahwa Presiden Obama akan melakukan segala yang dijanjikannya selama kampanye. Kita perlu mendorongnya. “

“Saya tidak tahu apakah kita akan menang. Namun, saya tahu kita akan berjuang.”

LIHAT JUGA
NASA soal ramalah kiamat pada 2012
Orang-orang yang bersiap akan kedatangan kiamat
Benarkah Bumi blackout menjelang Natal
Suku Maya protes ramalan kiamat jadi komersil
Tantangan buat geolog, berhentilah mencari minyak
Makam ratu suku Maya ditemukan

Berita Lainnya

  • NASA: Tak Ada Bukti Sains Kiamat 2012

    Liputan 6Liputan 6 – Rab, 14 Nov 2012

    Liputan6.com, California: Jelang satu bulan menuju kiamat versi Suku Maya pada 21 Desember 2012, Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) kembali melansir beberapa penjelasan ilmiah untuk membantahnya. NASA dalam situs resminya menyatakan dunia tidak akan berakhir pada 21 Desember mendatang. Namun, dipastikan akan terjadi titik balik Matahari.

    “Untuk klaim, bencana, atau perubahan dramatis apa pun pada tahun 2012, mana pemaparan sainsnya Mana buktinya Tidak ada,” demikian papar NASA, Selasa (13/11/2012).

    Menurut kalender kuno Suku Maya, titik balik Matahari 2012 akan menandai akhir dari siklus 144 ribu hari. Siklus ini sudah berulang sebanyak 12 kali dan yang ke-13 akan jatuh pada 2012. Pada saat inilah dunia akan mencapai akhirnya.

    Tapi ditegaskan kembali oleh NASA, berakhirnya perhitungan kalender Suku Maya di tanggal tersebut, sama jika dibandingkan dengan tandasnya perhitungan normal pada 31 Desember. “Sama seperti kalender yang Anda miliki di dinding di mana tidak ada lagi tanggal sesudah 31 Desember, kalender Suku Maya tidak ada tanggal lagi sesudah 21 Desember 2012.”

    Kisah mengenai kiamat Suku Maya dimulai ketika ada cerita yang berkembang mengenai planet bernama Nibiru yang akan menabrak Bumi. Bencana ini diprediksi terjadi pada 2003 silam.

    Tapi ketika tidak ada bencana apa pun yang terjadi di tahun 2003, prediksi itu diubah ke tahun 2012. Kemudian dihubungkan dengan siklus perhitungan kalender Suku Maya dan titik balik Matahari 2012. Hingga akhirnya muncullah tanggal klaim kiamat pada 21 Desember.

    “Nibiru itu konyol karena planet ini tidak ada dan tidak pernah ada. Sama seperti halnya bagian dari imajinasi semu ilmuwan yang bahkan tidak terganggu dengan kurangnya bukti yang ada,” kata Don Yeomans, Manajer dari program NASA, Near-Earth Object, di Jet Propulsion Laboratory, California pada Januari lalu.(NatGeo)

12
Nov
12

Bencana Alam : Perubahan Iklim Hancurkan Peradaban Maya

Penelitian Menemukan Perubahan Iklim Mempengaruhi Hancurnya Peradaban Maya

Yahoo! NewsOleh Yahoo! News | Yahoo! News – Jum, 9 Nov 2012

Deborah Zabarenko | Reuters

WASHINGTON (Reuters) – Jika Anda ingin melihat dampak perubahan iklim terhadap masyarakat modern, sebuah penelitian menemukan contohnya pada peradaban Maya kuno, yang hancur karena kelaparan, perang, dan jatuh saat pola cuaca hujan berkepanjangan berubah menjadi kekeringan.

Sebuah tim peneliti internasional mengumpulkan catatan iklim yang mendetail selama 2000 tahun tentang pola cuaca basah dan kering dari kawasan yang kini diketahui sebagai negara Belize, dulunya kota-kota Maya berkembang di situ dari tahun 300 sampai 1000.

Dengan menggunakan data yang terkunci di stalagmit — deposit mineral yang tertinggal dari tetesan air di gua-gua — dan data arkeologi yang dibuat oleh orang-orang Maya, tim ini kemudian melaporkan temuannya di jurnal Science, Kamis.

Tak seperti tren pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, termasuk emisi gas rumah kaca, perubahan iklim di Amerika Tengah saat hancurnya peradaban Maya terjadi karena pola cuaca yang berubah-ubah dengan dahsyat secara alami.

Pola cuaca yang berubah-ubah ini membawa kelembaban tinggi, yang mendorong pertumbuhan peradaban Maya, dan periode kering yang membawa kemarau panjang serta kekeringan selama berabad-abad, kata penulis utama laporan tersebut, Douglas Kennett, antropolog di Penn State University.

Pada periode basah, pertanian berkembang besar, populasi pun bertambah di pusat-pusat kebudayaan Maya, kata Kennett lewat wawancara telepon. Pada masa ini juga terjadi penguatan peran raja di pusat-pusat peradaban, mereka mengklaim bisa mendatangkan hujan yang kemudian membawa kesejahteraan. Mereka pun melakukan upacara korban persembahan agar cuaca tetap mendukung pertanian.

Analogi dengan peradaban modern
Saat musim hujan beralih ke kemarau pada tahun 660, kata Kennett, kekuasaan dan pengaruh para raja itu runtuh, dan berdampak pada perang yang semakin sering terjadi karena perebutan sumber daya alam makin terbatas.

“Anda bisa membayangkan orang-orang Maya terjebak,” kata dia. “Idenya adalah para raja ini memastikan hujan tetap datang, mereka menjaga semuanya teratur, dan semuanya baik-baik saja jika Anda di periode musim hujan..tapi saat keadaan menjadi buruk, dan para raja ini membuat persembahan, tapi tak ada yang berubah, maka orang pun mulai bertanya-tanya kenapa para raja ini berkuasa.”

Kejatuhan politik raja-raja Maya terjadi pada tahun 900, saat kemarau berkepanjangan mulai memberontak terhadap kekuasaan mereka. Namun populasi Maya bertahan selama seabad kemudian, saat kekeringan dahsyat bertahan dari tahun 1000 sampai 1100 dan memaksa orang-orang Maya meninggalkan pusat-pusat populasi terbesar mereka.

Bahkan di puncak peradaban Maya, manusia memiliki efek terhadap lingkungannya, kata Kennett, terutama dengan pertanian yang menyebabkan terjadinya erosi. Pada musim kemarau panjang, orang-orang Maya pun melakukan intensifikasi pertanian.

Saat iklim di kawasan tersebut berubah menjadi kering dalam sebuah pola panjang yang disebut zona konversi intertropikal, maka itu memperparah dampak kerusakan lingkungan akibat manusia, kata Kennett.

“Ada analogi di sini yang bisa kita tarik ke konteks modern dan harus kita khawatirkan” di Afrika dan Eropa, kata dia.

Jika ada perubahan iklim yang mengabaikan sistem pertanian di sebuah daerah, maka bisa terjadi kelaparan, ketidakstabilan sosial, dan peperangan yang kemudian melibatkan populasi lain, kata dia — sama halnya yang terjadi di peradaban Maya.

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook
03
Sep
12

Bencana Alam : 15 Gunung Api Waspada Lima Siaga

15 Gunung Api Waspada Lima Siaga

AntaraAntara

Jakarta (ANTARA) – Dari 68 gunung api yang diamati di Indonesia, sebanyak 15 gunung api berstatus waspada atau berada pada level II dan lima lainnya berstatus siaga di level III.

“Sebanyak 20 gunung api di Indonesia ada lima berstatus siaga, 15 status waspada. Semua gunung tersebut adalah gunung api tipe A dari 68 gunung yang diamati,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin.

Kelima gunung api berstatus siaga tersebut yaitu Gunung Soputan di Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, Gunung Karangetang Sulawesi Utara, Gunung Gamnokora di Halmahera Utara, Maluku Utara dan Gunung Ijen di Jawa Timur.

Sementara 15 gunung yang berstatus Waspada adalah Gunung Seulawah di Aceh, Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, Gunung Talang di Solok, Sumatera Barat, Gunung Kaba di Bengkulu, Gunung Kerinci di Jambi.

Selain itu gunung api yang berstatus waspada lainnya adalah Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Papandayan di Garut dan Tangkuban Perahu di Jawa Barat, Gunung Bromo di Jawa Timur.

Selanjutnya Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Gunung Batur di Bali, Gunung Rinjani di Lombok NTB, Gunung Sangeang Api di Bima NTB, Gunung Rokatenda di Flores, NTT, Gunung Egon di Sikka, NTT.

Terkait banyaknya gunung api aktif yang mengalami peningkatan status tersebut, masyarakat dimbau tetap waspada dan menghadapi segala kemungkinan dengan tenang.

Di samping itu juga mendapatkan informasi dari otoritas resmi seperti BNPB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemda-pemda setempat dan BPBD setempat.

“Kami mengimbau agar broadcast dan sosial media untuk mengacu pada sumber-sumber resmi dan tidak membuat sms, broadcast yang bisa menimbulkan keresahan,” tambah dia.

Untuk gunung api, penentuan status dan arahan mitigasinya akan ditentukan oleh PVMBG setelah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD atau Pemda setempat. (ar)

16
Apr
12

Bencana Alam : 10 Gempa Terbesar di Dunia sejak 1900

http://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

10 Gempa Terbesar

Oleh Yahoo! News | Yahoo! News – Jum, 13 Apr 2012

Setelah gempa 8,7 Skala Richter yang mengguncang Aceh, Sumatera Utara, dan Padang, 12 April 2012 lalu, berikut adalah 10 gempa terkuat yang pernah terekam sejak 1900 sampai sekarang.

22 Mei 1960 – Chile, gempa berskala 9,5 Skala Richter mengguncang Santiago dan Concepcion, menyebabkan gelombang laut dan ledakan gunung api. Sekitar 5000 orang terbunuh dan 2 juta orang kehilangan rumah.

28 Maret 1964
– Alaska, gempa dan tsunami yang terjadi sesudahnya membunuh 125 orang dan menyebabkan kerugian $310 juta. Gempa skala 9,2 SR ini menyerang Alaska dan bagian barat Yukon Territory serta British Columbia di Kanada.

26 December 2004
– Indonesia, gempa 9,1 SR menyerang pesisir Provinsi Aceh di Indonesia, menyebabkan tsunami yang membunuh 226 ribu orang di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, India, dan sembilan negara lainnya.

4 November 1952 – Rusia, gempa 9 SR menyebabkan tsunami yang mencapai Kepulauan Hawaii. Tidak ada korban jiwa dalam gempa ini.

11 Maret 2011 – Jepang, gempa 9 SR menyerang Jepang, menyebabkan banyak korban. US Geological Survey memverifikasi gempa terletak di kedalaman 24,3 km dan pusatnya di 130,3 km timur Sendai, di pulau Honshu.

Gempa ini adalah yang terkuat yang pernah tercatat di Jepang. Tsunami yang terjadi setelah itu memicu krisis nuklir paling parah dalam 25 tahun terakhir. Lebih dari 15 ribu orang tewas akibat kombinasi gempa dan tsunami.

Filipina, Taiwan, dan Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan tsunami dari Pacific Tsunami Warning Center mencapai Kolombia dan Peru.

27 Februari 2010 – Chile, gempa 8,8 SR dan tsunami menyebabkan tewasnya 500 orang dan kerusakan $30 miliar, merusak ratusan ribu rumah dan menghancurkan jalan-jalan tol serta jembatan.

31 Januari 1906 – Ekuador, gempa 8,8 SR menyerang pesisir Ekuador dan Kolombia, menyebabkan tsunami yang menewaskan 1000 orang. Getarannya terasa di sepanjang pesisir Amerika Tengah dan bahkan sampai San Francisco dan barat Jepang.

11 April 2012 – Gempa 8,7 SR menyerang Aceh, 495,6 km dari barat daya Banda Aceh. Getarannya terasa sejauh Singapura, Thailand, dan India.

4 Februari 1965 – Alaska, gempa 8,7 SR menghasilkan tsunami yang mencapai 10,7 meter tingginya di Pulau Shemya.

28 Maret 2005 – Gempa 8,6 SR di Nias, Sumatra membunuh 1300 orang.

Sumber: Reuters/Situs U.S. Geological Survey Earthquake – http://earthquake.usgs.gov/

Berita Lainnya

Gempa ‘Mega Thrust’

Oleh Isyana Artharini | Newsroom Blog – Jum, 13 Apr 2012
Bersiap Menghadapi Gempa Besar ‘Mega Thrust’

Hidup di Indonesia artinya harus bersiap menghadapi bencana yang bisa datang setiap saat. Pada 12 April lalu, kita diingatkan lagi betapa gempa bisa datang tanpa diduga waktu tepatnya. Berdasarkan pengalaman gempa besar Aceh pada Desember 2004 lalu, penduduk sudah lebih sadar untuk mengevakuasi diri ke dataran tinggi, berjaga-jaga dari kemungkinan terjangan tsunami.

Meski gempa tak bisa diduga waktunya, namun para peneliti sudah memperkirakan akan terjadinya gempa besar (mega thrust) di Padang dengan 8,9 SR.

Menurut ahli gempa dari Program Studi Geodesi Institut Teknologi Bandung Irwan Meilano, mega thrust di Sumatera adalah kawasan yang selama ini banyak dipelajari oleh peneliti gempa. Kawasan ini terbentuk ketika lempeng Indoaustralia menunjam lempeng Eurasia.

Penunjaman ini menyimpan energi sangat besar yang bisa dilepaskan sewaktu-waktu sebagai gempa besar. Gempa 9 Skala Richter pada 2004 yang melanda Aceh merupakan megathrust yang berasal dari zona subduksi di pantai barat Aceh. Bahkan, gempa yang terjadi 12 April lalu ia perkirakan akan mempercepat terjadinya gempa mega thrust di Padang.

Dalam daftar 10 gempa terdahsyat yang pernah terjadi sejak 1900 sampai sekarang, Indonesia mendominasi dengan tiga gempa besar dan dengan jumlah korban yang banyak pula.

Artinya, tinggal di Indonesia yang merupakan kawasan rawan gempa seharusnya menjadikan kita lebih siap menghadapi bencana ini. Bukan hanya kesiapan pemerintah dalam urusan infrastruktur yang jadi sorotan, tapi bagaimana kita sendiri bisa mengkondisikan diri untuk tetap tenang, mencari tempat aman, dan menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

Kita bisa berdoa, namun itu tidak cukup. Ada hal-hal yang secara manusiawi bisa kita siapkan untuk meminimalkan terjadinya korban jiwa. Apakah kita sudah melatih anak-anak sampai orangtua untuk mengevakuasi diri untuk persiapan jika bencana terjadi seperti di Jepang?

Apakah kita sudah memiliki kotak darurat berisi P3K, perlengkapan makanan serta minuman, yang bisa dibawa sewaktu-waktu saat gempa? Atau jangan-jangan malah kita tidak tahu apa yang harus dibawa ketika evakuasi darurat saat gempa? Dan tahukah kita ke mana harus menyelamatkan diri saat gempa? Seberapa sering kita melakukan latihan evakuasi?

Lalu, apa lagi menurut Anda yang bisa kita siapkan untuk selalu siaga menghadapi bencana gempa yang bisa datang sewaktu-waktu?

13 Fakta Jumat Tgl 13

Oleh della | Beranda Komunitas – Jum, 13 Apr 2012
13 Fakta di Hari Jumat Tanggal 13

UntitledOleh: Sabrina Utami

Bagi masyarakat Barat, angka 13 dianggap angka sial. Lebih dari itu, hari Jumat yang jatuh pada tanggal 13 juga dipercaya mengundang kesialan serta memberi pengaruh buruk. Banyak orang mengurungkan niat bepergian ke luar rumah demi mencegah hal-hal tak diinginkan.

Bagaimana dengan Indonesia? Meski tidak semenakutkan malam Jumat Kliwon, beberapa orang ikut pula mengurungkan niat bepergian pada Jumat tanggal 13. Ketika saya masih kelas 4 SD, saat istirahat jam pertama wali kelas kami berdiri di depan kelas serta menyuruh kami pulang — karena hari itu hari Jumat tanggal 13.

Karena dia tidak memberikan penjelasan panjang lebar mengenai apa itu Jumat tanggal 13 — hanya raut muka ketakutan — saya mengira Jumat tanggal 13 adalah suatu peristiwa besar.

Sekarang saya mengerti, ketakutan memang tidak memerlukan alasan cukup jelas. Untuk menambah pengetahuan, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Jumat tanggal 13.

Tiga kali sepanjang tahun 2012
Jumat tanggal 13 terjadi sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2012. Yakni pada bulan Januari, April, dan Juli.

Ketakutan akan Jumat 13
Orang yang mengidap ketakutan akan Jumat tanggal 13 disebut sebagai paraskevidekatriaphobia. Atau sebagian lain menyebutnya, friggatriskaidekaphobia. Sedangkan orang yang takut terhadap angka 13 disebut triskaidekaphobia.

Orang-orang yang takut
Saking takutnya terhadap angka 13, mantan presiden AS Franklin D Roosevelt ternyata tidak pernah bepergian pada tanggal 13 dan tak pernah menjamu tamu yang jumlahnya 13 orang. Sudah tentu, dia memilih berdiam diri pada hari Jumat tanggal 13. Selain itu, Napoleon, Stephen King dan presiden Herbert Hoover mengalami hal yang sama, mereka menderita triskaidekaphobia.

Budaya Barat
Kepercayaan terhadap kesialan akan terjadi di Jumat tanggal 13 ini lebih dikenal di Britania Raya, Amerika Serikat. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara lain, seperti orang Spanyol yang takut sial di tanggal 13 yang jatuh pada hari Selasa. Dan budaya di Italia yang juga takut akan tanggal 17 yang jatuh pada hari Jumat.

Tidak baik bagi kesehatan
Ketakutan terhadap Jumat tanggal 13 rupanya berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa rumah sakit menyatakan bahwa korban kecelakaan transportasi yang di hari Jumat tanggal 13 meningkat sebanyak 52 persen. Mereka lebih menyarankan untuk diam di rumah.

Kesialan terjadi hanya dalam pikiran
Menurut Thomas Gilovich dari Department of Psychology at Cornell University Amerika, kesialan di Jumat tanggal 13 hanya terjadi pada orang-orang yang mengasosiakan hari tersebut dengan hal-hal buruk yang terjadi menimpa mereka.

Kerugian pada dunia bisnis
Orang yang benar-benar takut akan Jumat tanggal 13 akan mencegah segala aktivitas keluar rumah seperti berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Salah satu contoh perusahaan yang mengalami kerugian akibat hal ini adalah Delta Airlines dan Continental Airlines. Pendapatan mereka berkurang sekitar $ 800-900 miliar di hari tersebut.

Jumat tanggal 13 di Indonesia, Tragedi Semanggi
Di Indonesia, peristiwa besar yang terjadi pada hari Jumat tanggal 13 adalah puncak dari Tragedi Semanggi 1. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 11-13 November 1998. Tragedi ini bermula dari aksi protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa dan mengakibatkan tewasnya warga sipil.

Ketakutan Angka 13 di Indonesia
Beberapa budaya takut akan angka 13 rupanya menyebar ke Indonesia. Banyak gedung bertingkat tidak memiliki lantai 13 dan kamar nomor 13. Selain 13, angka 4 juga dianggap angka sial karena merupakan hasil penjumlahan dari dua angka tersebut, 1+ 3 = 4. Gedung-gedung yang memiliki lantai 4 kemudian akan menggantinya dengan 3a.

12 dianggap genap dan sempurna.
Mark Twain menjadi tamu yang ke-13 pada suatu jamuan makan malam. Pada awalnya, seorang teman telah memperingatkannya untuk tidak hadir pada acara tersebut. Dan benar saja, makanan yang dipersiapkan hanya cukup untuk 12 tamu saja. Tidak hanya itu, angka 12 dianggap sebagi penyempurna bilangan dalam hitungan. Ada 12 bulan dalam setahun, 12 zodiak, 12 emas dalam Olimpiade dan 12 benda dalam satu lusin.

“Friday The 13th”, buku karangan Simon Hawke.
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1987. Buku ini bercerita tentang pembunuhan misterius yang dilakukan oleh Jason akibat dendam masa lalu terhadap orang-orang yang telah membunuh ibunya. Beberapa tahun berlalu, Jason tetap saja meneror orang-orang yang datang ke Camp Crystal Lake.

“Friday The 13th”, film yang berkisah tentang Jumat tanggal 13.
Film ini dirilis pada tahun 2009 dan diangkat dari buku berjudul sama karangan Simon Hawke, cukup fenomenal di masanya hingga kini. Sudah semakin jelas kan mengapa orang-orang semakin takut dengan Jumat tanggal 13 atau Friday the 13th?

Yang beruntung di Jumat 13
Pasangan asal Inggris memenangkan $ 17 miliar setelah membeli tiket lotere di hari Jumat tanggal 13. Tapi di hari yang sama, kaca di rumah mereka, jatuh dan pecah. Pertanda apa itu sebenarnya?

Bagaimana dengan Anda? Percaya dengan kesialan yang terjadi di hari Jumat tanggal 13?

01
Jan
12

Bencana Alam : Waspadai 9 Fenomena Alam Tahun 2012

9 Fenomena Alam

Rachmadin Ismail – detikNews

Minggu, 01/01/2012 05:00 WIB

Waspadai 9 Fenomena Alam Ini di Tahun 2012
Jakarta - Menyambut tahun 2012, ada baiknya masyarakat mewaspadai sejumlah fenomena alam yang kemungkinan terjadi. Sedikitnya ada 9 kejadian alam yang perlu diperhatikan dan disiapkan proses mitigasinya secara benar.Berikut 9 fenomena alam tersebut seperti yang disampaikan oleh staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana alam, Andi Arief, dalam rilis kepada detikcom,Sabtu (31/12/2011):1. Ancaman dari Gempa-Tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 SR yang dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat. Catatan pengukuran jaringan CGPS SuGAr LIPI menunjukan keadaan lewat jatuh tempo pengulangan gempa besar 8.7 SR tahun 1833.

2. Potensi Gempa di Selat Sunda – Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat, Bali, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong dan Tarerua-Aiduna di Irian, dan banyak lagi sistem patahan besar di darat dan juga wilayah lautan khusunya di Indonesia Timur yang belum banyak diteliti dan dikenal orang.

3. Setelah gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011, kita dihadapkan pada gunung-gunung api yang terus menerus menggeliat. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.

4. Bahaya sekunder gunung api terutama di Sekitar aliran sungai pasca letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi 120 juta m3

5. Potensi Gempa dari patahan besar Sumatra yang sudah cukup banyak diteliti serta gunung api lain pun ada yang bisa menjadi kejutan bencana karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api kita masih minim. Untuk Patahan Sumatra segmen yang sudah lama bertapa termasuk: di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko serta Selat Sunda.

6. Bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai, dan belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi. Proses subsidensi (penurunan tanah) dan fenomena ikutannya berupa keluarnya gas hidrokarbon dari dalam bumi lewat rekahan-rekahan, deteriorasi kualitas lingkungan-air tanah, udara dan rambatan kerusakan dinamis pada infrastruktur di sekitar daerah semburan (di luar tanggul) masih terus terjadi.

7. Ancaman banjir di mana-mana, khususnya Kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan bencana longsor atau banjir bandang.

8. Iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrim yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Disamping adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.

9. Meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin ribut beliung akibat depresi lokal.

(mad/mad)

Baca Juga

4GempaPapandayan

Mansyur Hidayat – detikNews

Minggu, 01/01/2012 16:55 WIB

Hari Pertama 2012, Papandayan Catatkan 4 Kegempaan
Jakarta - Gunung Papandayan termasuk salah satu gunung berapi aktif yang diwaspadai. Sepanjang tahun lalu, gunung yang berada di Garut, Jawa Barat, ini mencatatkan ribuan kali kegempaan. Termasuk di hari pertama 2012 ini.”Hari ini tercatat ada 4 kali kegempaan,” ujar Momon, petugas Pos Pemantau Gunung Papandayan, Minggu (1/1/2012), kepada wartawan.

Pada 13 Agustus lalu, status Papandayan sempat ditingkatkan dari waspada menjadi siaga. Aktivitas kegempaan tertinggi tercatat pada 1 Desember lalu yaitu 90 kali per hari.

“Tapi jumlahnya terus menurun, terakhir jadi 58 kali pada 31 Desember,” papar Momon.

Sementara untuk kategori bulan, tercatat kegempataan paling tinggi terjadi pada Nompember 2011 yaitu sebanyak 1.557 kali. Sementara pada Desember tercatat jumlah kegempaan sebanyak 1.274 kali.

“Mudah-mudahan terus menurun,” sambungnya.

(lh/lh)

31
Dec
11

Bencana Alam : Pesisir Banten Selatan Waspada

Pesisir Waspada

AntaraAntara
BMKG Imbau Pengunjung Pesisir Banten Selatan Waspada

Konten Terkait

  • BMKG Imbau Pengunjung Pesisir Banten Selatan WaspadaPerbesar Foto
  • BMKG Imbau Pengunjung Pesisir Banten Selatan Waspada

Lebak (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pengunjung yang akan merayakan pergantian tahun baru di pesisir Banten Selatan diminta waspada karena tinggi gelombang mencapai 2,5 meter dan tiupan angin berkecepatan rata-rata 32 kilometer per jam atau 16 knot.

Koordinator Unit Analis Cuaca dari BMKG Serang Halim Perdanakusumah, Sabtu, menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan peringatan kewaspadaan kepada pengelola obyek wisata, kesyahbandaran, tempat pelelangan ikan, pelabuhan, dan pemerintah daerah.

Peringatan tersebut untuk mencegah korban jiwa karena beberapa hari ke depan gelombang Banten Selatan cukup tinggi.

Selain itu ia mengungkapkan, tiupan angin bisa mencapai 16 knot atau 32 kilometer per jam. Tiupan angin itu bergerak dari arah barat laut dengan jarak pandang empat sampai delapan kilometer.

Karena itu, kata dia, sebaiknya pengunjung pesisir pantai Banten bagian Barat tidak berenang karena khawatir tersapu ombak setinggi 2,5 meter.

Apalagi, gelombang bergerak dari arah barat dan cuaca berawan berpeluang hujan ringan dan sedang.

Menurutnya, selama ini cuaca laut di perairan Banten Selatan meliputi Pantai Carita, Labuan, Panimbang, Tanjunglesung, Sumur, Binuangeun, Panggarangan, Sawarna, dan Bayah dinyatakan waspada bagi pengunjung wisatawan, nelayan, maupun pelayaran.

BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan tersebut agar pergantian tahun baru tidak menelan korban jiwa.

“Saya yakin jika wisatawan berenang dipastikan terseret ombak karena tinggi gelombang 2,5 meter dan angin 32 km per jam,” ujarnya.

Koordinator pengamanan pantai Kabupaten Lebak Erwin Komara Sukma mengimbau wisatawan dilarang keras berenang di sekitar pantai pesisir Banten Selatan.

“Saat ini pesisir pantai Banten Selatan kurang bersahabat dan bisa menelan korban jiwa apabila wisatawan mencoba berenang,” katanya.

Menurut dia, pihaknya menyebar anggota pengamanan pantai di sejumlah obyek wisata pantai Banten Selatan untuk mencegah kecelakaan laut, sebab cuaca buruk seperti sekarang ini dipastikan sangat membahayakan bagi keselamatan pengunjung.

“Kita sudah menyebar petugas pengamanan di perairan Banten Selatan,” katanya.

Berita Lainnya

Forum Betawi Bersatu

RepublikaRepublika
Forum Betawi Bersatu Tolak Boikot Tahun Baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Seruan boikot pesta perayaan tahun baru yang diserukan sejumlah komunitas muslim internasional ditanggapi dingin oleh sebagian masyarakat Jakarta.

Ketua Forum Betawi Bersatu (FBB) Amirullah, menilai, perayaan tahun baru semestinya ditanggapi secara positif sebagai ajang persatuan bangsa. “Memang ini bukan budaya asli dalam negeri, tapi selama itu baik untuk persatuan bangsa ya tidak masalah,” ungkapnya kepada Republika, Sabtu (31/12).

Meski demikian, Amirullah tidak menampik adanya dampak negatif dari perayaan tersebut. Konsentrasi massa yang berlebihan pada satu titik tertentu dipandangnya dapat menimbulkan masalah ketertiban dan keamanan. Persoalan semacam ini bila tidak diantisipasi dengan baik justru dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih luas. “Seperti di Jakarta ini kan terdiri dari berbagai suku dan budaya, jadi kalau ketertiban tidak dijaga ya bisa berbahaya,” katanya.

Hal berbeda diungkapkan pengasuh komunitas Lawang Ngajeng, Wahyu NH Aly. Menurutnya, pesta perayaan tahun baru lebih identik kepada sesuatu yang tidak berguna. Menurutnya, pesta perayaan semacam itu lebih cenderung pada pemborosan waktu, biaya, dan energi. “Daripada untuk pesta kan lebih baik dialokasikan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, seperti menyantuni orang miskin,” tandasnya.

Komunitas Lawang Ngajeng memiliki cara tersendiri untuk merayakan pergantian tahun. Wahyu dan komunitasnya lebih memilih melakukan tirakat dengan mengurangi makan dan muhasabah guna mengevaluasi kekurangan-kekurangan dalam setahun yang telah lewat. Selain itu, mereka juga menjadikan kesempatan ini sebagai momen silaturahmi dari berbagai kalangan. “Kita mengundang dari kalangan santri, buruh, hingga pelacur untuk berkumpul bersama,” katanya.

Berita Lainnya

PemulihanCitraIstana

TRIBUNnews.comOleh Rachmat Hidayat | TRIBUNnews.com
LSM Bendera : Ada Gerakan Pemulihan Citra dari Dalam

Konten Terkait

  • LSM Bendera:Ada Gerakan Pemulihan Citra dari Dalam IstanaPerbesar Foto
  • LSM Bendera:Ada Gerakan Pemulihan Citra dari Dalam Istana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -LSM Bendera merilis jika saat ini sedang digalang kekuatan untuk memulihkan kembali citra Presiden SBY yang dianggap sudah hancur dimata rakyat. Pemulihan kembali citra pemerintah satu di antaranya dilakukan dengan memanipulasi fakta dari akar persoalan kasus-kasus rakyat baik di Papua, Tiaka, Mesuji, Bima dan daerah konflik lainnya.

Dalam rilisnya, Sabtu (31/12/2011) LSM Bendera melalui juru bicaranya, Mustar Bona Ventura, mengungkapkan sesungguhnya akar konflik itu berasal keberpihakan pemerintah pada ideologi yang pro modal, bukan ideologi yang pro rakyat.

Melalui gerakan pemulihan citra pemerintah ini, kata Mustar, akar masalah konflik akan disederhanakan dari masalah keberpihakan ideologi menjadi sekadar masalah regulasi, dari masalah perlindungan terhadap kepentingan modal asing menjadi sekedar masalah kekerasan yang tdk prosedural, dari masalah kedaulatan jadi sekedar masalah pemantauan.

“Gerakan pemulihan citra yang konon di danai dari lingkaran Istana ini dalam waktu dekat akan pura-pura memaksa Presiden SBY melalui aksi-aksi massa ke Istana dan DPR untuk segera menciptakan komisi nasional agraria, yang bisa dibentuk walaupun hanya berdasarkan Keputusan Presiden,” ujar Mustar.

Ketika Kepres komnas agraria di keluarkan maka saat itu pemerintah yang selama ini terbukti lebih berpihak pada kepentingan modal dari pada kepentingan rakyat, serta merta citranya dipulihkan menjadi pahlawan bagi pemerintah.

Selain pemulihan citra, sambung Mustar, gerakan itu juga bertujuan untuk mengimbangi, memoderasi dan memecah gerakan pemuda – mahasiswa yang saat ini giat berkonsolidasi dengan satu isu tunggal, menurunkan pemerintah.

“Untuk melawan gerakan itu dibutuhkan kejernihan hati dan obyektivitas berfikir para aktivis agar tidak larut pada gerakan manipulatif yang seolah-olah memulihkan hak rakyat, tapi sebaliknya justru memulihkan citra pemerintah,” demikian ujar Mustar.

20
May
11

Bencana Alam : Polemik Gempa 8,7 SR Mengancam Jakarta

Jumat, 20/05/2011 05:05 WIB
Andi Arief Tak Mau Berpolemik Panjang Soal Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta 
Rachmadin Ismail – detikNews

Andi Arief Tak Mau Berpolemik Panjang Soal Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta

Jakarta – Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam Andi Arief enggan menanggapi komentar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwaksana yang menganggap sebelah mata potensi gempa 8,7 Skala Richter (SR) di Jakarta. Andi menyerahkan kebenaran soal potensi gempa tersebut kepada masing-masing pihak.

“Saya tidak ingin berpolemik. Silahkan memilih percaya atau tidak, tidak perlu jadi polemik panjang,” ujar Andi kepada detikcom, Kamis (20/5/2011).

Andi mengatakan, dua hasil penelitian soal potensi gempa di Selat Sunda pertama diutarakan Tim 9 tentang peta gempa resmi pemerintah 2010 (potensi 8,4 SR) dan disertasi Rahma di Nagoya Jepang berdasarkan data GPS yang ditanam Bakosurtanal 2011 (8,7SR).

“BNPB melalui kepala Data publikasi DR Sutopo bahkan sudah membuat modelling tsunaminya yang tadi dipaparkan bersama di kampus UI,” jelas Andi.

Menurut Andi, ketimbang menuding dirinya macam-macam sebaiknya semua pihak melihat secara seksama rekomendasi tim 9 dan melaksanakannya. “Jangan mempolemikkan hazaard gempa, lebih baik laksanakan rekomendasi tim 9,” tuturnya.

Rekomendasi Rencana Aksi Jangka Pendek sampai Menengah (lima tahun ke depan) yang dibuat Tim 9 yakni;

a. Investigasi microseismik untuk pemetaan patahan yang belum teridentifikasi.
b. Studi lanjutan mengenai karakteristik gempa beserta studi parameter gempa untuk tiap zona, baik untuk gempa patahan dangkal maupun gempa subduksi.
c. Pembuatan peta mikrozonasi untuk beberapa kota besar yang berpenduduk padat untuk masukan dalam kajian resiko bencana dan tata ruang suatu kota serta emergency plan sehingga dapat dirumuskan langkah mitigasi yang tepat.
d. Mempercepat pelaksanaan pemasangan jaringan strong-motion accelerometer untuk dapat mengerti karakteristik gempa tersebut dan mengembangkan database input motion.
e. Pengembangan fungsi atenuasi yang didasarkan pada rekaman strong-ground motion gempa-gempa Indonesia.
f. Melakukan kajian secara berkelanjutan yang diperlukan untuk memberikan masukan dalam upaya jangka menengah penyempurnaan peta gempa Indonesia secara berkala setiap lima tahun sekali, dengan temuan-temuan patahan aktif, pengukuran GPS, dan fungsi atenuasi Indonesia

(ape/ape)

25
Apr
11

Bencana Alam : Candi Jiwa, Saksi Bisu Bencana Purba

Candi Jiwa

Liputan 6Liputan 6 – Min, 24 Apr 2011 23.43 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Selama delapan bulan, Tim Studi Bencana Katastropika Purba mencoba mencari dan meneliti fakta dan data bencana di abad modern ataupun zaman purba yang katastropik atau dampaknya menghilangkan peradaban. Seperti terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam, 26 Desember 2004 silam, adalah megatsunami yang menghancurkan sebagian peradaban di Tanah Rencong. Demikian rilis yang diterima Liputan6.com, Ahad (24/4), dari Wisnu Agung Prasetya, asisten Staf Khusus Tim Studi Bencana Katastropik Purba.

Berdasarkan penelitian Tim Studi Bencana Katastropika Purba, ternyata di Aceh teridentifikasi kemudian ada Desa Ie Beuna. Artinya, ombak besar bergulung-gulung. Ini berarti pula pernah ada tsunami di Aceh. Bahkan, tim Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI menemukan bangunan kuno di laut Aceh. Dan melalui ekskavasi geologi berhasil membuktikan 1.400 tahun lampau pernah terjadi mega tsunami.

Warga Simeulue mengenal smong atau tsunami pada 1907, sehingga korban sedikit saat tsunami 2004. Masyarakat Yogyakarta dikejutkan gempa pada 2006 yang merusak dan menimbulkan korban. Padahal 1835 pernah terjadi gempa yang lebih besar. Di sini menunjukkan betapa lemahnya ingatan masyarakat Indonesia terhadap bencana. Padahal, gempa atau gunung berapi bisa dipastikan akan mengalami pengulangan: The Past is the Key of Future.

Untuk diketahui pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles (Gubernur Jenderal Kolonial Inggris di Jawa, 1811-1816), menemukan satu bukti bencana katastropik purba akibat letusan gunung api di semak belukar, yaitu Candi Borobudur. Data sejarah menunjukkan pernah ada letusan Merapi sekitar era 1000-an. Bisa dibayangkan, peradaban yang terkubur itu. Belum lagi jika menengok perubahan iklim yang diakibatkan letusan Toba di Pulau Sumatra, 75 ribu tahun lalu.

Bagaimana dengan Jakarta Hasil pemantauan global positioning system (GPS) dan pengukuran deformasi serta disandingkan dengan data historis, juga mengagetkan hasilnya. Ada potensi 8,5 skala Richter di Selat Sunda. Ini juga pengulangan 1906, 1856, 1833, dan 1699, serta gempa-gempa kecil yang terasa sampai Jakarta.

Bertitik tolak dari itu, tim mencoba mendapatkan bukti otentik sedimentasi atau data lainnya dengan segera melakukan penelitian intensif terhadap temuan Candi Jiwa di Bekasi, Jawa Barat.

“Kita senang terhadap temuan peradaban itu, tetapi juga harus ditemukan mengapa dan kapan candi itu terkubur. Karena jarak dengan Jakarta tidak terlalu jauh. Apakah tertutup karena vulkano atau mega tsunami. Kita menyambut baik langkah Foke (Gubernur Fauzi Bowo) yang segera membuat peta mikrozonasi dan building code. Karena ini juga rekomendasi tim sembilan peta gempa yang melihat ada kenaikan 0,3 g di batuan dasar. Sama seperti Aceh, Sumbar, Bengkulu, Banten, Jabar, Jatim, Jateng dan Yogya. Kita berupaya secara scientific mengurangi risiko bencana dengan menemukan gempa purbanya. Apa yang terjadi di Jepang menjadi pelajaran bersama. Masyarakat harus bahu-membahu membantu Pemda, BNPB, BMKG dan lain-lain, tidak perlu panik,” urai Wisnu Agung.

Terkait rencana pembangunan jembatan Selat Sunda, temuan ini sangat penting agar jembatan tersebut disiapkan untuk tahan gempa di atas besaran yang potensi itu. Dengan begitu, pembangunan harus terus jalan.

Pada kejadian letusan katastropik Toba, diperkirakan terjadi pemusnahan massal dari populasi makhluk hidup di seluruh dunia, termasuk manusia. Hanya sebagian kecil yang dapat bertahan hidup. Meskipun demikian, tidak ada data yang cukup untuk mengetahui dengan jelas apa yang terjadi pada peradaban manusia sebelum dan sesudah letusan Toba.

Ilmu pengetahuan hanya tahu bahwa paling tidak sejak sekitar 90.000-100.000 tahun lampau, bumi sudah dihuni oleh makhluk berakal dan mengenal Tuhan. Dan sampai saat ini para ilmuwan sedunia percaya bahwa sampai sekitar 10.000 tahun lalu manusia

masih hidup di zaman batu, alias hidup di alam, di hutan-hutan dan gua-gua seperti hewan.

Adapun letusan gunung api katastropik lainnya adalah letusan Gunung Krakatau purba. Catatan mengenai letusan Krakatau purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi.

Isinya antara lain menyatakan: “Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara (Krakatau). Ada pula guncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula…Ketika air menenggelamkannya, Pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan Pulau Sumatra.”(ANS)




Blog Stats

  • 1,672,504 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 68 other followers