Posts Tagged ‘Nation & Character Building



16
Apr
12

Sejarah : Bangsa Lemuria, Leluhur Indonesia

Bangsa Lemuria: bangsa yang hilang

Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis.Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75.000 SM – 11.000 SM. Jika kita lihat dari periode itu, bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke-19 yang mengadakan penelitian terhadap situs-situs purbakala peninggalan bangsa Maya di Yucatan.

Informasi tersebut diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantakkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut. Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi, namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti, kemungkinan besar peradaban tersebut berlokasi di samudera Pasifik (di sekitar Indonesia sekarang).

Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu merupakan bagian dari benua Lemuria. Hal ini jika dipandang dari ratusan patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang terukir pada beberapa artefak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan peradaban maju pada masa silam. Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap di pulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami), namun sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan. Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban Atlantis, memiliki tanah yang subur, masyarakat yang makmur dan penguasaan terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam. faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan baru dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mereka.

Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi, bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif dalam kehidupan mereka.

Edgar Cayce, seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali-kali mengungkapkan hal yang sama. Kuil-kuil Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa yang dikelilingi kristal-kristal lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna berbagai penyembuhan.

Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel kristal-kristal `old soul’ yang pernah digunakan pada kedua jaman ini. Beberapa monumen batu misterius yang berhasil ditemukan di bawah perairan Yonaguni, Jepang, memungkinkah monumen-monumen ini merupakan sisa-sisa dari peradaban Lemuria.

Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan fisik, teknologi dan gemar berperang, bangsa Lemuria justru dipercaya sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang tinggi, sangat damai dan bermoral.
Menurut Edgar Cayce, munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat) membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa di dunia, di antaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para Atlantean sebagai peradaban yang kuat. Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang baik, invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.

Sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep perdamaian, mereka tidak
dibekali dengan teknologi perang secanggih bangsa Atlantean, sehingga dalam
sekejap, Lemuria pun jatuh ketangan Atlantis. Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak, ahirnya banyak meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang memiliki karakteristik mirip bumi, mungkin keberadaan mereka saat ini belum kita ketahui (ada yang mengatakan saat ini mereka tinggal di Planet Erra/Terra digugus bintang Pleiades).

Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetap di planet lain ini sedikit tidak masuk akal, tapi perlu kita ketahui bahwa teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju, penguasaan teknologi penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan pada jauh hari. Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban kita ini, belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka ciptakan. (Baca artikel Piri Reis Map sebagai bahan pertimbangan).

Dari sekelumit kisah yang aq uraikan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah seperti yang dialami oleh para Atlantean, namun karena peranglah yang membuat sebagian dari mereka berguguran.

Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis, otomatis wilayah Lemuria dikuasai oleh para Atlantean, sampai saat ahirnya daratan itu diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya bersama beberapa daratan lainnya, termasuk diantaranya Atlantis itu sendiri.

Sebagai referensi, Istana Taifurkhafi di Istanbul, Turki, tersimpan selembar peta kuno yang sangat unik. Peta kuno yang terbuat dari bahan kulit rusa (Gazelle skin) ini ditemukan pada awal abad ke-18, sekilas jika dilihat mungkin hanyalah merupakan selembar replika peta daratan dimasa masa lalu. Dalam peta tersebut, hanya kawasan Laut Tengah yang tergambar secara persis, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua Afrika tergambar sangat berbeda.

Kemudian, di saat para ilmuwan menelitinya dengan lebih lanjut, hasil yang diperoleh sangat mengejutkan, karena ternyata peta kuno ini sebenarnya adalah gambar pandangan udara dari atas angkasa yang sangat detail dan terperinci. Jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8, maka peta kuno Turki ini bagaikan fotokopinya. Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno tersebut, sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8. Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan bentuk rumit permukaan bumi, kutub selatan yang tertutup lapisan es tebal tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan pada tahun 1952, yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah lapisan es.

Lalu siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar? Dari penemuan peta kuno ini menjadi suatu bukti akan kemajuan pengetahuan ilmu astronomi peradaban masa silam yang sampai detik inipun belum bisa dikuasai oleh manusia-manusia zaman sekarang yang notabene mungkin mempunyai peralatan yang lebih canggih dari mereka. Studi lebih lanjut mengatakan mungkin mereka telah dapat menciptakan suatu trobosan teknologi yang luar biasa pada masa itu,seperti telah melakukan penjelajahan luar angkasa dan pendaratan diplanet lain. Apalagi hal tersebut didukung oleh beberapa penemuan artefak-artefak kuno yang menggambarkan beberapa gambaran imajinasi astronot-astronot pada masa silam. Lalu, mungkinkah nenek moyang kita sudah ada yang bermigrasi dan menetap di planet-planet lain, yang memiliki karakteristik mirip dengan bumi yang pada saat mungkin belum dapat ditemukan keberadaannya oleh para astronom kita? Jikalau benar demikian, apakah ada benarnya juga kisah mengenai bangsa Lemuria yang dikisahkan sebagian penduduknya banyak yang bermigrasi keluar dari Bumi untuk mencari tempat tinggal baru diplanet lain, ketika diambang kekalahannya dengan bangsa Atlantis pada dahulu kala? wallahualam bi sahawab.

Dari berbagai sumber

Serat Jangka Tanah Jawi

Kagem sedaya kemawon,

Kalau suku Inca memiliki kalender dan perhitungan jaman yang meramalkan akhir dari kehidupan, maka di Jawa pun kita memiliki kitab yang berisi ramalan peradaban Jawa. Dimulai dari setelah Lemuria (kalau ada) sekitar abad ke 1 M sampai dengan akhir kehidupan, dimana pulau Jawa tenggelam.

Nuwun

Purwane kang ginupita, duk suwunge tanah Jawi, taksih wana langkung pringga, isinya amung dhedhemit, pari prayangan lan jim, miwah sagunging lelembut, kalawan brekasakan, gandarwo lan banaspati, ilu-ilu janggitan lawan kemamang.

Anenggih kang kawuwusa, jeng Sultan Rum kang winarni, angsal sasmitaning Sukma, dhinawuhan angiseni, manungsa pulo Jawi, anenggih Sultan ing Ngerum, nimbali patihira, prapteng ngarsa awotsari, Sang Aprabu alon denira ngandika.

Heh Patih Ingsun tatanya, marang sira kang sayekti, wartane ing pulo Jawa, apa sira wus udani, kabare taksih sepi, durung isi manungseku, pan isih dadi wana, kyana Patih atur bekti, inggih Gusti dereng isi kang manungsa.

Rembage para nangkodha, Gusti kang sampu udani, ingkang layar tanah Jawa, tan wonten ingkang nglangkungi, wartanipun anenggih, ageng-ageng hardinipun, pulo mujur mangetan, sakilene pulo Bali, Sri Nalendra alon wijiling wacana.

Heh Patih sira mepaka, wong rong leksa somah aglis, tanduren ing pulo Jawa, dhimen padha gaga sabin, sandika Kyana Patih, menembah lumengser gupuh, samekta lajeng bidhal, wong rong leksa somah prapti ing muwana kamot ingemot baita.

Ing marga datan winarna, gancare carita nenggih, janma kang rong leksa somah, pinrenahaken pulo Jawi, Kya Patih wangsul nuli wus prapta nagari Ngerum, matur rehning dinuta, purwa madya amekasi, Sri Narendra kalangkung sukeng wardaya.

Wus kalayan karsa Nata, yata kang kocapa mangkin, janma kang samya tinilar, aneng jroning pulo Jawi, binadhog ing dhedhemit, meh telas pan amung kantun, sakawan dasa somah, giris manahira sami, lajeng layar mantuk mring Ngerum nagara.

Wus prapta Ngerum nagara, lajeng katur Kyana Patih, nulya konjuk Sri Narendra, yen janma rong leksa nguni, somah pan namung kari, kawandasa somahipun, dene prikancanira, binadhog para dhedhemit, dhuk miyarsa jeng Sultan ngungun ing driya.

Puwara renge ngandika, timbalana Sech Subakir, tan anatara prapteng ngarsa, ngandika Sri Narapati, bapa sira sun tuding, layar mring pulo Jaweku, sira masanga tumbal kang hardi-hardi, dimen lunga lelembute pulo Jawa.

Wong keling sira angkatna, prenahna ing pulo Jawi, semektawa gagawanya, nuli angkatna den aglis, layar mring pulo Jawi, sira patih aja kantun, Sech Bakir aturira, sandika pamit wot sari, wusnya beber layar dateng tanah Arab.

Wus prapta ing Keling praja, dawuhaken amundhut janmi, rong leksa somah kathahnya, laju layar pulo Jawi, Sech Bakir kang winarni, ing marga datan wuwus, anjujug hardi Tidhar tumbal pinasang tumuli, awarata pucuking hardi sadaya.

Sapraptane sang pandhita, gara-gara udan angin, gumludhug swaraning arga, cleret miwah obar-abir, peteng ndhedhet nglimputi, geger sakehing lelembut, setan sami lumajar, banaspati sami ngili, ilu-ilu janggitan sami lumajar Jim peri lan bekasakan, angungsi marang jaladri, gandarwa samya lumajar, dhemit thethekan anggendring, sadaya samya ngili, tan kuwawa panasipun, sinigeg Sang Hyang Semar, Togog nguni kekalihe martapeng Merbabu Arga.

Sang Hyang Togog Sang Hyang Semar, lami martapa ing wukir, dhedhukuh sukuning arga, Merbabu kang den dhepoki, kagyatira tan sipi, gara-gara geng saklangkung, dhemit pan kagegeran, salang tunjang rebat ngarsi, sadayanya samya ngungsi mring samodra.
Sang Hyang Semar angandika, Ki Togog wonten ing pundi, Dhemit kagegeran, gara-gara ageng prapti, gonjang-ganjing kang bumi, prakempa lan sindhung riwut, peteng dhedhet leliweran, kekuwung lan obar-abir, pan gumludhug swarane kocak kang arga.

Sang Hyang Togog lon saurnya, pun kakang boten udani, mangsa borong adhi Semar, wasana sigra wawarti, yen ki raka tan uning, wit karsaning Sultan Ngerum, utusan mring pandhita, Sekh Bakir ingkang wewangi, masang tumbal saking gunung tanah Jawa, ndhaweg ki raka lumampah, manggihi pandhita di utusanira njeng sultan, anenung sakehing dhemit, anuwun kang pawarti, marang sang Pandhita Ngerum, sakehe bekasakan sadaya pan samya ngili, kagegeran bubar lelembut sadaya.

Sanghyang Togog tur sandika, lah ndhaweg adhi pinanggih, anulya sami bidhalan, tumedhak tyang kekalih ing marga, tan winarni wus prapta ing ngarsanipun, Sekh Bakir sang pandhita, waspada tyang kalih prapti, redi Tidhar dumrojog ing ngarsanira.

Seh Bakir lon angandika, ki sanak tiyang ing pundi, manira nembe tumingal, marang pakenira kalih, sira arsa punapi, duk prapta ngarsaningsun, sanghyang Semar lon turnya, inggih tanah Jawi mriki, prelunipun kawula pinanggih tuwan.

Seh Bakir lon angandika, sayekti ing tanah Jawi, pan durung ana manungsa, pan isih rupa wanadri, Hyang Semar matur aris, kawula sajatosipun, ing kina makina, saderenging tuwan prapti, hamba kalih dhedhukuh Merbabu arga.

Angsal sangang ewu warsa, nunten hamba mudhun mriki, dhedhukuh ing redi Tidhar, saweg angsal sewu warsi, sataun langkungneki Sang pandhita gawok ngrungu, sira iku wong apa, apa sayektine jalmi, umurira tan kaprah samine jalma. Manira durung miyarsa, wong umur saleksa warsi, nabi Adam langkung panjang, pan umure sewu warsi. Sira iku kyai blakaa marengsun, apa ta dudu jalma, dene sira angluwihi, umurira dawane kagila-gila . Yen jalmaa ora ana kang umur saleksa warsi, sang hyang Semar aturira, sayekti kula puniki, sayekti dede jalmi, dhanyang tanah Jawa ulun, ingkang sepuh priyangga, putra Sanghyang Tunggal, nenggih kang jejuluk sang Bathara Manikmaya.

Sanghyang Semar nggih kawula, Sabdapalon inggih mami, peparab Ki Nayantaka, ratu dhanyang tanah Jawi, sejarah duk ing uni, duk babu Kawa rumuhun, nglunturaken kamanira, binuwang pinupu dajil Pan pinuja nurunaken kang para dewa, Sarupane para dewa, nggih punika turun mami, sarupane kabeh dhanyang ing sabrang lan tanah Jawi. Jim prayangan lan peri miwah sagung kang lelembut, inggih turun kawula, tumeksa kang wingit-wingit, ilu-ilu janggitan turun kawula.

Dene kang Togog punika, tetesing peksi sendari, sun cipta pan dadi jalma, pan dados kanthi mami. Mila kawula mriki, manggihi marang sang wiku, arsa taken wak ingwang, dhumateng paduka ugi, wit punapa sang pandhita karya rusak.

Sadaya nak putuningwang, sadaya pan sami ngili, pan kenging tenung paduka, punapa dosanireki, bubar ngungsi jaladri, sagunging para lelembut, sang pandhita lon ngucap, manira iki sadermi, pan dinuta Njeng Sultan Ngerum Nagara.

Iya kinen ngisenana jalma marang pulo Jawi, dimen padha gaga sawah, ambukak sakeh wanadri, ingkang sun gawa mriki, jalma saking Keling iku, kehe rong leksa somah, wus karsanira hyang Widdhi, nora kena yen sira memalangana.

Sang Hyang Semar aturira, sokur jumurung wak mami, yen karsanira njeng Sultan ing Ngerum, sri narapati kang dhawuh angiseni, jalma ing pulo Jawa iku, kinen ambabatana, nanging kawula suwun sang yogi, binerata tenung kang ngrusak jim setan.

Seh Bakir lon angandika, iya kaki sun jarahi, karsane sang Murbeng Jagad, lelakone tanah Jawi, mung winatesan benjing rong ewu lan satus taun, iku pan nuli sirna, wiwit saking taun iki, satus tahun durung ana ratunira.

Jalma durung duwe tata, wong iku pan kadya peksi, yen wus jangkep satus warsa, seket siji langkung neki, Hyang Suksma karya aji, aja sira ngemong iku, sira maliha dewa, satus taun lamineki, sasirnane pangeran nitahken raja.

Negara Galuh punika, seket taun lamineki, sirnane Galuh nagara, nuli ana ratu malih, nagri Sindula aji, umure suwidak warsi, nuli ana narendra, Medangkamulan nagari, ratu iku saking sabrang angejawa.

Sangking Mekkah wijilira, Ajisaka kang wewangi, kang jumeneng ratu Medhangkamulan inggih, nagari satus warsa laminira, tuhu sekti pinunjul, kagodha ing iblis laknat, nenggih malaekat Dajil.

Nulya satus taun sirna, pana Hyang Suksma anitah ratu malih, jejuluk Sri Mahapunggung, patih sang Jugulmudha, angedhaton ing sukuning Gunung Lawu, karta-karti sang negara, jejeg adil ing nagari.

Satus taun nulya sirna, Gusti Allah anitah ratu malih, Koripan kadatonipun, satus taun laminya, turun telu sirnane karatonipun, nulya karsaning Pangeran, anitah Narendra malih.

Kang tinitah dadi raja, kuthanira Jenggala lan Kedhiri, Ngurawan lan Singasantun, iku sira emonga, ngawulaa mring titis Bathara Wisnu, sira angalihaa aran, juluk ki Prasanta kaki, dene si Togog punika, angaliha si Jodeh Santa benjing, titis Bathara Wisnu, aja ta sira pisah, pan jumeneng ing Janggala kuthanipun, aran Kudarawisrengga, digdaya prawireng jurit.

Satus taun nuli sirna, pan Hyang Suksma anitah ratu malih, Pajajaran kuthanipun, saksirnane Janggala, satus taun Pajajaran sirna iku, kongsi turun kaping tiga, rusake kalawan siwi
Iku kaki wekasingwang, pan ing kono sira awor myang dhemit, mariya amomong ratu, wus karsane Pangeran, sira tunggal anak putunira besuk, adhukuha sira benjing, ing sukuning Gunung Kendhil.

Poma sira angestokna, krana iku luwih sangking prayogi, dene Togog iku besuk, dhukuha alas Lodhaya, anglurahi sakeh dhemit alas mriku, sasirnane Pajajaran, Hyang Sukma nitah narpati
Juluk prabu Adaningrat, angedaton ana ing Majapait, satus taun laminipun, aturun kaping tiga, rusak sirna nagri Majapait iku, aprang lawan putranira Raden Patah Bintareki.

Ngedhaton Nagara Demak, kathah sagung para wali ngejawi, saking Arab wijilipun, pan sami mulang Qur’an, ngestokaken agami Paduka Rasul, mungkasi kang jaman Budha, tegese budi mangerti. Tiyang Jawi kathah nilar, gama kuna nut agama Ngarabi, kutha Demak umuripun suwidak taun sirna, turun tiga panjenenganira ratu, nulya karsaning pangeran, anitah narendra malih.

Ngedhaton negara Pajang, mantunira njeng Sultan Demak nguni, mung umur salapan taun, sirnane nagri Pajang, wus pinesthi mring Gusti Kang Maha Agung, nitah malih sri narendra, Mataram sang senapati.
Digdaya prawireng yuda, mandraguna ngambah teleng jaladri, ing Jawa tan na mada, Ratu iku turuning pandhita agung, wong agung ing Ngeksiganda, Panembahan Senapati, amengkoni tanah Jawa, wiwit iku dumugi ing Mantawis, sewu limangatus taun, sawarsa langkungira, umurira satus taun sigra gempur, aturun kaping papat, nulya karsaning Hyang Widhi

Rusak nagara Mantaram, duk binedhah wong Medura lan Bugis, mungsuh lan Kediri iku, kaleres mantu priyangga, pan malihe wus jangkep petungipun, nulya karsaning pangeran, Nangkodha Wlanda ngejawi.

Bedhah nagri Kartasura, kang ambedhah wong Cina mangun jurit, nulya karsaning Hyang Agung, nitah malih narendra, angedhaton Yogyakarta prajanipun, kang sawiji ing Surakarta, aran jaman Sengareki. Lakune wong keh pitenah, padha lali sanak kadang pribadi, akeh kiyanat laku dora, jahil panasan, lawan suda berkate bumi, kang metu wanodya ilang wirangnya, wong lanang wedi pawestri.

Setan sami keh gegodha, nora kena pinilih laku kang becik Jaman Sengara puniku, keh anak lali bapa, supayane sangsara ingkang tiniru, laku dur sangsaya ndadra, wong keh kapanjingan iblis
Maksiat akeh kang teka, bebendhune Pangeran andhatengi, gumludhug swaraning gunung Merapi udan brama, gonjang-ganjing bumi belah gunung guntur, angin deres lindhu prapta, udan awu andhatengi.
Baledheg ambal-ambalan, swaranira lir belahe kang bumi, sakeh wong gunung puniku, samya rusak kobongan, saya lawas kang bebendhu sami agung, maksiate tanah Jawa, arang manungsa kang eling.
Karepe wong murka samya, bocah cilik wis padha karem dhuwit, larang barang kang tinuku, wong tani kathah rusak, anenandur datan ana ingkang metu, sabab nagri sampun rengka, tan mikir susahing dasih.
Akeh wong kang padha jina, ora marem marang somah pribadi, akeh wong kang padha nglajur, wong dora saya ndadra, kareming wong samya wadul winadul, wong temen akeh ketriwal, wong dora den anggep becik
Ilang adiling nagara, apan amung kasengsem bungah neki, alali marang Hyang Agung, bubrah sakehing tata, kabeh titah nandang susah tan kapitung, angger sugih donya brana, nagara ywa kongsi miskin.
Kang angampil pangawasa, apan maksih Walanda kang mbakoni, satus taun laminipun, Hyang Suksma nulya nitah, atetulung marang tanah Jawa besuk, maksiat kabeh binerat, sadaya wus sirna enthing.
Hyang Suksma anitah raja, duk timure lair neng tanah Jawi, tedhake Andika Rasul, kang ibu trah Mataram, Padelongan iya iku wijilipun, angratoni tanah Jawa, pan jumeneng Ratu Adil.

Ratu iku langkung mlarat, datan mawi sangu ing praptaneki, duk kineker ing Hyang Agung, tan ana jalma wikan, pan kapethuk aprang unggul tan na weruh, jumeneng sri narendra, gaib tan ana udani
Kang mungsuh pan samya rusak, ingkang wani prasamya anemasi, tumpes tapis ingkang musuh, balane mung Sirullah, sawer klabang kalajengking samya mungsuh, iku Semar wekasingwang, ngemonga Wisnu nitis.

Sira sakehing lelembat, bantonana titising Wisnumurti, ana dene kuthanipun, ana alas Ketangga, pan lelembut yasakna kadhatonipun, juluk Sultan Herucakra, enak atine wong cilik.
Sirna wong kang mbeg durjana, kang wong jahil kabeh prasamya wiwrin, bebotoh samya katutuh, ajrih marang narendra, apan padha awekel tetanenipun, bumi pulih berkatira, murah sandhang lan rejeki.

Pajege wong cilik benjang, sawah sakjung setaun mung saringgit, pancenipun sang aprabu sewu sawulanira lamun langkung saking sewu datan ayun, ratu iku lumuh karta balaba asih ring dasih,
Murah sandang murah pangan, pra priyayi prasamya sugih, satus taun laminipun, jumenenge sri nata, sirnanira ing kutha Ketangga iku, nuli ana ratu kembar, pernahira kuthaneki
Saloring redi Baita, ingkang siji kuthane iku benjing ana ing Madura iku, seket taun laminya, sasirnane nuli ana ratu besuk, ngedhaton Waringin rebah, ya amunga seket warsi.

Sasirnane Ringin Rebah, nulya ana ratu ingkang gumanti, ana dene kuthanipun, ana ing Balebaran, lawasira amung swidak taun gempur, nulya ana Srenggi prapta, angratoni tanah Jawi
Sarta sakehing wong Jawa, den usungi mring Nusa Srenggi benjing, sewu-sewu saben taun, mung tigang dasa warsa, kanjeng Sultan ing Ngerum sigra tetulung. Utusan mring tanah Jawa, anumpes wong Nusa Srenggi.

Pirang yuta wadyabala, saking Rum layar ing tanah Jawi, anumpes wong Srenggi iku, sirna pan sampun telas, tedhakira ratu ing Waringin rubuh, nuli jinunjung narendra, akutha ing Majapait. Telung puluh sanga sirna, sampun jangkep umure tanah Jawi, Gunung Sumbing nuli guntur, Mrapi mubal dahana, pan Merbabu swarane apan jumlegur, gunung Tidhar mubal toya, kelem ilang Tanah Jawi……………..

Sumber:
http://www.alangalangkumitir.wordpress.com

16
Apr
12

Sejarah : Penjajah Belanda Takuti 2 Tarekat

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/04/12/m2cl0x-ini-dia-dua-tarekat-tasawuf-yang-ditakuti-penjajah-belanda

Ini Dia Dua Tarekat Tasawuf yang Ditakuti Penjajah Belanda

Kamis, 12 April 2012, 10:43 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Di Nusantara, ada dua tarekat yang paling ditakuti penjajah Belanda. Menurut Cendekiawan Muslim, Prof Azyumardi Azra, kedua tarekat yang paling dikhawatirkan penjajah itu adalah Tarekat Qadariyah dan Tarekat Naksabandiah. Mengapa penjajah takut terhadap dua tarekat tasawuf itu?

Kekhawatiran Belanda terhadap gerakan yang dimotori tarekat memang sangat beralasan.  Sebab, begitu banyak perlawanan dan gerakan menentang penjajahan yang dipimpin tokoh tarekat atau pengikut tarekat tertentu. Karena itulah, tarekat mendapatkan pengawasan khusus dari Belanda.

Lantas mengapa tarekat sangat ditakuti prapenjajah pada masa kolonial dulu? Menurut Bruinessen, antara tasawuf dan tarekat memang terdapat dua persepsi yang bertolak belakang. “Para pejabat penjajah Belanda, Prancis, Italia, dan Inggris lazim mencurigai tarekat karena dalam pandangan mereka, fanatisme kepada guru dengan mudah berubah menjadi fanatisme politik,” papar Bruinessen.

Tarekat Naksabandiyah, menurut Ensiklopedi Islam, tersebar ke nusantara pada abad ke-19 M. Tarekat ini dibawa para pelajar asal Indonesia yang menimba ilmu di tanah suci Makkah atau melalui jamaah yang pulang dari menunaikan ibadah haji.

“Pada abad ke-19 M, di Makkah terdapat sebuah pusat Tarekat Naksabandiyah yang dipimpin oleh Sulaiman Effendi,” tulis Ensiklopedi Islam. Markas Tarekat itu berada di kaki gunung Abu Qubais. Sejarawan J Spencer Trimingham, pernah menyebutkan bahwa sekitar 1845 M, seorang  syekh Naksabandiyah  dari Minangkabau di baiat di Makkah.

Di Indonesia, terdapat dua versi tarekat Naksabandiyah: Khalidiah dan Muzhariyah. Tarekat Naksabandiyah Khalidiah disebarkan oleh Syekh Ismail al-Khalidi di Minangkabau. Penyebaran tarekat ini dimulai dari kampung halaman sang syekh, yakni Simabur, Batusangkar, Sumatra Barat.

“Dari Simabur, tarekat ini menyebar ke Riau, kemudian ke Kerajaan Langkat dan Deli, selanjutnya ke Kerajaan Johor,” ungkap Ensiklopedi Islam. Sedangkan Tarekat Naksabandiyah Muzhariyah bersumber dari Sayid Muhammad saleh az-Zawawi. Kedua syekh penyebar tarekat dengan versi beda itu hidup sezaman.

Selain kedua Tarekat Naksabandiyah itu, di nusantara juga dikenal Tarekat Kadiriyah Naksabandiyah. Tarekat itu merupakan penggabungan antara Tarekat Kadiria dan tarekat Naksabandiah yang dipelopori oleh Syekh Ahmad Khatib sambasi, yang berasal dari kampung Dagang atau Kampung Asam di daerah Sambas, Kalimantan Barat.

Seperti halnya Tarekat Naksabandiyah, Qadariyah yang juga menyebar di Indonesia berasal dari Makkah. Ada yang menyebutkan, Tarekat Qadiriyah menyebar di nusantara pada abad ke-16, khususnya di seluruh Jawa, seperti di Pesantren Pegentongan Bogor Jawa Barat, Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat, Mranggen Jawa Tengah, Rejoso Jombang Jawa Timur, dan Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur.

Tarekat ini mengalami perkembangan  yang amat pesat pada abad ke-19 M, terutama ketika menghadapi penjajahan Belanda. Menurut Annemerie Schimmel dalam Mystical Dimensions of Islam, tarekat bisa digalang untuk menyusun kekuatan guna menandingi kekuatan lain.

Pada Juli 1888, wilayah Anyer di Banten Jawa Barat dilanda pemberontakan. Pemberontakan petani  itu benar-benar mengguncang Belanda karena pemberontakan itu dipimpin oleh para ulama dan kiai. Menurut Martin van Bruneissen, para pemberontak yang melawan penjajah itu adalah pengikut Tarekat Qadiriyah yang dipimpin oleh Syekh Abdul Karim dan KH Marzuki. Belanda dibuat keteteran oleh gerakan kaum sufi itu.

Redaktur: Heri Ruslan

16
Apr
12

Kenegarawanan : Abaikan UUD, Pemerintah Gagal

http://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

Sabtu, 14 Apr 2012 00:02 WIB
Mengabaikan UUD, Pemerintah Indonesia Gagal
Oleh : Ir. Fadmin Prihatin Malau.
Banyak analis, akademisi, pakar dan masyarakat menilai pemerintah Indonesia gagal mensejahterakan rakyatnya. Namun, penilaian ini selalu dibantah pemerintah yang mengklaim pemerintah saat ini telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat (rakyat) Indonesia.
Faktanya memang masyarakat (rakyat) Indonesia sekarang ini belum sejahtera dan bahkan terus terpuruk pada level kemiskinan. Fakta yang tidak terbantahkan pula ketika pemerintah ingin menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) spontan terjadi penolakan oleh elemen masyarakat, mulai dari buruh, nelayan, petani dan mahasiswa sebagai pembawa aspirasi masyarakat yang mengalami kesusahan.
Ternyata elemen masyarakat (rakyat) berhasil membuat harga BBM belum jadi dinaikkan akan tetapi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Pemerintah Indonesia masih membohongi masyarakat (rakyat) Indonesia dengan adanya penambahan Undang Undang (UU) APBN tahun 2012 pada Pasal 7 ayat 6 menjadi Pasal 7 ayat 6a berbunyi pemerintah bisa atau diperbolehkan mengubah harga BBM jika harga Indonesia Crude Price (ICP) mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15 persen selama 6 bulan yang diputuskan pada rapat atau Sidang Paripurna DPR RI, Sabtu 30 Maret 2012 lalu.
Dikatakan DPR RI dan Pemerintah membohongi masyarakat (rakyat) Indonesia karena sewaktu-waktu Pemerintah dapat menaikan harga BBM apa bila ICP naik mencapai rata-rata 15 persen dalam waktu enam bulan. Sedangkan pada Pasal 7 ayat 6 sebelumnya berbunyi pemerintah tidak bisa menaikan harga BBM selama tahun 2012.
Mengabaikan UUD 1945
Mengapa Pemerintah masih gagal mensejahterakan masyarakat (rakyat) Indonesia? Jawabnya karena pemerintah lupa bahwa negara Indonesia dibangun berdasarkan Undang Undang Dasar 1945. Pemerintah menaikkan harga BBM berdasarkan harga pasar minyak dunia (internasional) juga karena lupa dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat 1,2,3 dan 4. Lupa kepada alinea kedua Pembukaan UUD 1945 yang menulis, “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negera Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”
Arti kemerdekaan bagi rakyat Indonesia adalah bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Bangsa atau rakyat Indonesia harus berdaulat dalam semua aspek kehidupannya termasuk aspek ekonomi. Berdaulat dapat terwujud bila keadilan dalam semua aspek kehidupan telah dilakukan, maka peluang untuk makmur semakin dekat dan nyata.
Kenaikan harga BBM membuat tidak berdaulat dengan ditambahnya UU APBN tahun 2012 itu juga mengabaikan, melanggar UUD 1945 dan faktanya hampir semua isi UUD 1945, mulai dari Pembukaan dan 37 pasal belum (tidak) dilaksanakan pemerintah dengan baik dan bahkan banyak terjadi pelanggaran terhadap UUD 1945.
Penulis bukan sarjana hukum tetapi bisa memahami isi UUD 1945, sebab cukup jelas dan tegas. Namun, ironinya masih saja terjadi perdebatan panjang tentang isi sebuah UU seperti terjadinya perubahan UU APBN tahun 2012 yang jelas bertentangan dengan UUD 1945. Penulis yakin dan percaya semua yang kini seusia dengan penulis pasti pernah mempelajari UUD 1945 di bangku Sekolah Lanjutan Pertama (SMP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA) dan mengetahui UUD 1945 adalah dasar hukum bagi bangsa Indonesia.
Begitu juga dengan para siswa SMP dan SMA serta para mahasiswa yang ada sekarang sudah mempelajari UUD 1945 dan paham bahwa UUD 1945 adalah dasar hukum bagi bangsa Indonesia. Bukan itu saja akan tetapi di dalam UUD 1945 pada Pasal 3 ayat 3, pada Pasal 7A, Pasal 7B ayat 1,2,3,4,5,6 dan 7 menjelaskan bila pemerintah (presiden/wakil presiden) tidak bisa menjalankan amanat UUD 1945, bisa diberhentikan sebagai presiden/wakil presiden.
Apa yang diamanatkan UUD 1945 bahwa presiden/wakil presiden bisa diberhentikan jika tidak menjalankan amanat UUD 1945, cukup kuat alasannya sebab apa bila pemerintah (presiden/wakil presiden) mampu melaksanakan amanat UUD 1945 maka masyarakat (rakyat) Indonesia akan sejahtera.
Hal ini sangat jelas dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negera Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Sangat jelas dan tegas dari Pembukaan UUD 1945 tentang gambaran sesungguhnya tentang Indonesia, tentang rakyat dan tentang bangsa Indonesia. Ketika Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, bangsa Indonesia telah meletakkan pondasi yang kuat, menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia telah sampai ke pintu gerbang kemerdekaannya, bangsa Indonesia telah berdiri di kakinya sendiri, mandiri dalam semua hal dan menyatakan kepada dunia sebagai bangsa yang besar, bangsa yang beradab, bangsa yang dapat melindungi setiap manusia Indonesia, bangsa yang mampu berlaku adil, bangsa yang mampu mensejahterakan rakyatnya.
Kembali kepada UUD 1945
Kembali kepada Amanat UUD 1945
Sederhananya jika pemerintah ingin berhasil mensejahterakan masyarakat (rakyat) seharusnya kembali kepada amanat UUD 1945 karena itulah roh, jiwa dan raga bangsa Indonesia. Selama pemerintah dan para elit politik di Indonesia tercinta ini tidak (belum) mau melaksanakan amanat UUD 1945 maka selama ini pula pemerintah akan gagal mensejahterakan masyarakat (rakyat) dan harus jujur diakui pada pemerintahan orde lama dan orde baru masih kuat sebagai pedoman amanat UUD 1945, semua UU, Peraturan harus berpedoman kepada UUD 1945. Penulis yakin dan percaya pemerintah, para elit politik di negeri ini paham akan amanat UUD 1945 akan tetapi belum (tidak) mau melaksanakannya.
Ada hal yang menarik dari seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat bernama Debbi Agustio Pratama yang mengajukan permohonan pengujian kepada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membatalkan Pasal 505 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur larangan bergelandangan tanpa mata pencaharian dapat dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan.
Larangan bergelandangan dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan menurut Dia bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 34, Pasal 28D ayat 1 dan Pasal 28G yang jelas mengamanatkan bahwa gelandangan dan pengemis (gepeng), fakir miskin dan anak yatim dipelihara atau menjadi tanggungjawab negara.
Nah, penulis sependapat dengan mahasiswa Fakultas Hukum ini agar para pemimpin negeri ini kembali melaksanakan amanat UUD 1945. Caranya semua Undang Undang, Peraturan harus sejalan, selaras dan mendukung isi dari amanat UUD 1945 bukan sebaliknya bertentangan.
Sejarah telah membuktikan para pendiri Republik ini merumuskan UUD 1945 dan melaksanakannya dengan baik mampu mengusir penjajah dari bumi Indonesia dan dari para pemimpin yang amanah waktu itu mampu memerdekakan Indonesia dan menghantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan.
Kini sejarah harus diteruskan dengan para pemimpin yang amanah, jujur setelah dari pintu gerbang kemerdekaan, masuk ke alam kemerdekaan dengan mengisi kemerdekaan sebagaimana yang diamanatkan Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat.***
Penulis pemerhati masalah sosial, politik, menetap di Medan.
12
Apr
12

Kenegarawanan : Surat Hakim kepada Negara

Kolom

Surat ‘Yang Mulia’

Agus Prayudi – detikNews

Kamis, 12/04/2012 08:59 WIB

Surat dari ‘Yang Mulia’ untuk Negara

Jakarta Ketika kami diangkat menjadi hakim dengan SK Presiden maka kami yang berlatar belakang dari keluarga petani, buruh, pensiunan, polisi, tentara, guru, PNS, pengusaha dan lainnya oleh UU Kepegawaian dan kekuasaan kehakiman diubah statusnya menjadi hakim, pejabat negara pemegang kekuasaan kehakiman. Ketika sumpah sebagai hakim kami ucapkan, keadilan adalah yang harus berikan kepada anda, masyarakat.

Dengan segala kemampuan dan keterbatasan, kami berupaya mewujudkan dan memberikan keadilan tersebut. Rasa sakit sering mendera karena kami harus bekerja siang malam bahkan sampai dini hari untuk mempersembahkan ‘keadilan’, yang kami sadari pasti tidak selamanya memuaskan anda semua.

Di balik rutinitas kami dalam memberikan keadilan, ternyata mulai terasa terpaan ketidakadilan kami rasakan. Status kami sebagai pejabat negara ternyata tidak dihargai sebaik pejabat negara di lingkungan mereka, eksekutif dan legislatif. Jangan tanyakan kepada kami kenapa kami tidak cukup puas dengan pemberian dari negara kepada kami berupa fasilitas 1. kedudukan protokoler, 2. rumah jabatan milik negara, 3. jaminan kesehatan, 4. sarana transportasi milik negara; dan 5. jaminan keamanan dalam melaksanakan tugas, karena kami memang tidak pernah mendapatkannya.

Bahkan hak mendasar kami pun berupa gaji bulanan, kami berat serahkan kepada istri di rumah karena besaran gaji kami yang secukupnya apalagi setelah dikurangi utang-utang ke bank. Pilu rasanya menyerahkan uang lembaran ratusan ribu kepada istri yang seharusnya kami muliakan. Pilu rasanya jika mereka sakit hanya bisa kami bekali kartu askes untuk berobat di puskesmas. Pilu rasanya mengizinkan mereka untuk ke pegadaian menggadaikan perhiasannya hanya untuk menutupi beban rumah tangga.

Padahal karena kamilah mereka terbawa ke daerah-daerah terpencil. Karena kamilah mereka dijauhkan dari orang tua dan sanak saudaranya. Karena kamilah mereka meradang di kejauhan ketika mendengar orang tuanya sakit. Karena kamilah mereka tidak bisa melihat kubur sanak saudaranya. Karena kamilah mereka merintih sendirian tanpa ada keluarga ketika melahirkan anak-anak kami. Karena kamilah air mata ketakutan dan kecemasan mereka meleleh ketika tahu kami dicaci, dimaki dan diancam karena kami memutus tidak memuaskan semuanya. Akan tetapi kami ternyata belum mampu memberikan balasan yang layak dan setimpal kepada mereka yang telah berkorban untuk kami. Maafkan kami.

Ketidakadilan itu terus kami rasakan di keseharian. Ketika PNS naik gaji, kami tidak karena kami pejabat negara. Ketika pejabat negara lain mendapatkan fasilitas, kami cuma bisa memandang di kejauhan. Kami tahu dan menyadari jangan memandang ke atas melihat pejabat negara eksekutif dan legislatif. Kami hanyalah pejabat negara kelas ekonomi, terus dan teruslah bekerja, itu yang kami coba lakukan. Kami tutup dalam-dalam rasa tersakiti kami karena ketidakdilan tersebut. Karena kami sadar kami diberi amanah jabatan hakim bukan untuk mudah berkeluh dan untuk mudah berkesah. Kami sadar jabatan kami ini penuh dengan pengabdian meskipun caci maki, fitnah, tekanan menerpa, kami tetap harus sadar bahwa kami telah mengambil sumpah untuk menerima resiko pekerjaan seperti itu.

Akan tetapi, meski kami adalah korps yang sunyi, meski kami terikat kode etik jabatan yang berpatron diam itu emas, tapi kami harus bicara. Kami harus keluarkan apa yang kami rasakan, kami harus ungkapkan ketidakadilan yang kami rasakan. Karena kami tidak mau lagi menyakiti anak istri kami. Karena kediaman kami, nasib mereka tak tentu, karena kediaman kami mereka tak mendapatkan kemuliaan hidup selayaknya istri dan anak dari seorang hakim.

Maafkan kami, jika kami tidak ingin lagi melihat istri kami harus ikut membanting tulang membantu menjalankan roda perekonomian keluarga. Maafkan kami jika kami tidak ingin melihat mereka harus berjualan baju, kue, menjajakan barang dagangan dari satu pintu ke pintu lain hanya untuk menutupi kekurangan gaji bulanan kami. Maafkan kami jika kami bersuara sekarang, meskipun kami dicap telmi dan menjual kemiskinan untuk menyuarakan ketidakadilan ini. Kami terima, karena memang kami terlalu banyak pertimbangan hanya untuk mengeluarkan ini.

Kami yang dituntut dan terbiasa berpikir dengan penuh pertimbangan, harus memilih menyuarakan kesakitan kami ini. Kami menyadari pilihan yang kami ambil akan sulit diterima oleh anda, masyarakat. Karena hal yang musykil, hal-hal yang kami terima dan rasakan selama ini terjadi pada seseorang berstatus hakim. Tidak mungkin ada ketidakmapanan dari hakim, tidak mungkin negara kita yang merupakan negara hukum sengaja atau lalai menyakiti hakim yang merupakan pilar dari negara hukum.

Kami bisa menerima sepenuhnya pernyataan dari anda, masyarakat. Jika kami menyuarakan kesakitan ini hanya terbungkus kerakusan, kami bisa menerima sepenuhnya pernyataan dari anda. Jika kami ini tidak etis dan tidak mensyukuri penghasilan yang ada padahal masih banyak dari anda, masyarakat, yang masih hidup jauh lebih sulit dibanding kami.

Kami bisa merasakan rasa kesakitan ANDA, ditengah kesulitan hidup ini kami malah menyuarakan hal yang akan menyakiti anda. Karena anda dan kami sama. Kita sering tersakiti dan kita sering merasakan ketidakadilan. Karena kami sama dengan anda, tidak pandai berpolitik dan tidak pandai memasang muka dua.

Maafkan kami jika hari ini, saat ini kami menuntut hak-hak mendasar kami, hak-hak dasar yang seharusnya diterima oleh anak istri kami dari negara, gaji bulanan dan fasilitas yang memang harus diberikan kepada kami. Kami tidak menuntut yang bukan hak kami. Kami tidak menuntut untuk studi banding ke luar negeri. Kami tidak menuntut untuk merenovasi WC kami. Kami tidak menuntut untuk membangun secara fantastis tempat kerja kami. Kami hanya menuntut apa yang menjadi hak kami yang dimuat di UU, yang dibuat oleh mereka, eksekutif dan legislatif.

Maafkan kami jika hari ini, saat ini kami meminta keadilan kepada negara untuk mendudukkan kami sebagai pemegang kekuasaan kehakiman yang berwibawa. Maafkan kami jika permintaan keadillan kami ini menyakiti anda, yang sebenarnya banyak yang lebih tidak beruntung dari kami.

Maafkan kami jika hanya untuk menyadarkan mereka bahwa kami ada dan bermakna, kami harus berbuat seolah tidak mau melayani anda. Maafkan kami jika kami harus bicara padahal seharusnya kami harus banyak duduk diam dan banyak bekerja untuk membersihkan muka kami yang terkadang dicap kotor oleh mereka.

Semoga apa yang kami suarakan nantinya bisa mengangkat kesakitan yang anda rasakan karena kami bermaktub dalam hati, kami sering merasakan ketidakadilan maka kami tidak akan menyakiti rasa keadilan anda. Semoga kesakitan kami bisa menjadikan kami lebih peka dengan ketidakadilan. Semoga kesakitan kami ini bisa memberikan arti lebih kepada anda, memberikan kepada anda hakim yang agung, yang tidak memikirkan lagi perut dan keselamatan anak istri kami ketika kami bekerja untuk anda.

*) Agus Prayudi adalah hakim Pengadilan Negeri Pangkajene, Sulawesi Selatan.

(vit/vit)

12
Apr
12

IndoGreenWay : Superfood Penunda Penuaan

5 “Superfood”

Bramirus Mikail | Asep Candra | Selasa, 14 Februari 2012 | 10:38 WIB
5 “Superfood” untuk Menunda Penuaan

KOMPAS.com – Memiliki tubuh yang selalu sehat, terlihat awet muda dan energik adalah harapan setiap orang. Anda pun dapat mewujudkan harapan ini melalui beragam upaya.  Salah satu langkah yang cukup sederhana adalah membiasakan diri menerapkan pola diet sehat yang seimbang.

Pemilihan jenis makanan pun berarti sangat penting karena makanan dapat membuat perubahan besar, khususnya dalam merespon penuaan sel-sel dan mempertahankan tubuh dari ancaman penyakit. Berikut ini, kami  sajikan beberapa jenis makanan yang memiliki peran vital sebagai anti penuaan.  Memasukkan salah satu di antara makanan ini dalam daftar diet Anda adalah langkah bijaksana untuk menjaga tubuh tetap awet muda.

1. Bayam

Pengertian awet muda tidak selalu diukur dari penampilan, tetapi juga stamina dan kekuatan. Dan salah satu masalah yang rentan dihadapi orang dewasa tua adalah osteoporosis. Seperti diketahui, bayam merupakan sumber terbaik dari vitamin K. Satu cangkir bayam segar memasok lebih dari satu setengah kali kebutuhan harian Anda.

“Studi baru menyebutkan bahwa vitamin K dapat meningkatkan kepadatan tulang dan menurunkan risiko patah tulang pinggul,” kata Katherine Tucker, PhD, direktur epidemiologi gizi dari Friedman School of Nutrition Science and Policy, Tufts University di Boston .

Selain menjaga postur tubuh tetap kokoh, bayam juga baik untuk menjaga kesehatan mata Anda. Bayam adalah sumber utama dari zeaxanthin dan lutein – nutrisi yang diperlukan untuk retina. Senyawa tersebut, berfungsi dalam menyerap cahaya berbahaya sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah.

Untuk hasil maksmal, tambahkan stroberi pada salad bayam. Keduanya diketahui kaya bahan kimia tanaman, polifenol – yang membuat Anda dapat berpikir cepat. “Ketika orang mulai beranjak tua, sel-sel otak diibaratkan seperti sepasangan kekasih yang telah lama menikah – akibatnya mereka tidak mampu berkomunikasi lebih banyak,” kata James Joseph, PhD, direktur Lab Neuroscience di USDA Human Nutrition Research Center on Aging.

“Polifenol membuat percakapan mengalir lagi dengan mempromosikan sinyal antara sel-sel dan membantu mereka berkomunikasi dan meningkatkan memori,” tambahnya.

2. Curry Powder (Bubuk kari)

Ini adalah semacam campuran bumbu rempah yang banyak digunakan masyarakat di Asia Selatan.  Bubuk Kari biasanya terdiri atas campuran ketumbar, kunyit, jinten, fenugreek (kelabat) dan lada merah. Di negara-negara Asia Selatan seperti India, bubuk kari dikonsumsi hampir setiap hari dan dipercaya memiliki khasiat sangat besar terutama dalam membantu menjaga kesehatan mental.  Tak heran bila di India, kasus Alzheimer terbilang sangat rendah yakni hanya seperempat dari jumlah kasus di Amerika.

Sebagian besar bahan utama Kari dibuat dari kunyit yang mengandung zat kurkumin, sejenis antioksidan yang telah terbukti mampu menghambat sel-sel kanker.  Para peneliti di University California Los Angeles percaya,  kurkumin mampu mencegah Alzheimer dengan cara menghambat pertumbuhan plak amiloid – sejenis protein yang sangat beracun untuk sel otak.

Disamping itu, kari juga dapat melindungi kita dari radikal bebas yang berbahaya, yang menyerang sel-sel sehat dalam tubuh dan merusak jaringan serta organ.

3. Tomat

Menurut para peneliti Jerman, tomat memiliki andil besar dalam melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet. Untuk membuktikannya, peneliti melibatkan relawan yang setiap harinya diberi pasta tomat yang dicampur dengan minyak zaitun selama 10 minggu. Setelah mendapat paparan sinar UV, relawan yang diberi pasta tomat memiliki risiko kulit terbakar lebih rendah (40 persen) ketimbang mereka yang mengkonsumsi hanya minyak zaitun. Senyawa dalam tomat yang disebut lycopene dipercaya para ahli sebagai aktor utama yang berkontribusi dalam melindungi kulit dari oksidasi sinar matahari.

4. Kacang almond

Kacang almond adalah sumber terbaik dari vitamin E. Kenapa vitamin E menjadi sangat penting? Para peneliti dari beberapa sekolah kedokteran terkemuka melihat dampak dari vitamin dan mineral yang memengaruhi kecepatan, koordinasi, dan keseimbangan pada orang di atas usia 65 tahun, dan satu-satunya yang mampu membuat perbedaan adalah vitamin E.

Para peserta dengan kinerja fisik paling lemah, diketahui memiliki tingkat paling rendah vitamin E, sedangkan peserta yang lebih lincah memiliki jumlah yang cukup vitamin dalam tubuh mereka. Para peneliti menduga vitamin memiliki kemampuan untuk membuat tubuh tetap dikoordinasikan, dengan menetralisir radikal bebas yang mengganggu otot dan sistem saraf.

5. Coklat

Coklat yang dimaksud tentu bukan coklat yang biasa Anda dapatkan di pasaran, melainkan dark chocolate atau coklat gelap. Coklat gelap tidak hanya dapat memuaskan keinginan ngemil Anda, tetapi juga dapat untuk menurunkan tekanan darah. Tekanan darah umumnya akan meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga meningkatkan risiko seseorang untuk mendapatkan serangan jantung dan stroke.

Peneliti Jerman baru-baru ini menemukan bahwa hanya mengonsumsi seperempat dari satu ons cokelat hitam per hari dapat menurunkan 2-3 poin tekanan darah pada pasien hipertensi. Dengan memiliki jantung yang sehat, maka usia Anda akan menjadi lebih panjang dan awet muda.

Sumber :

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

11
Apr
12

Sejarah : kisah kapal pesiar Titanic

Kisah Hantu Titanic

Oleh Yahoo! News | Yahoo! News
Lima Kisah Hantu dari Titanic

Oleh Victoria Leigh Miller, Yahoo! Contributor Network

15 April menandai 100 tahun tenggelamnya RMS Titanic. Meski cerita tragis soal kapal pesiar mewah ini sudah sering jadi berita utama, ada cerita-cerita lain yang muncul dari Titanic, kisah-kisah hantu. Berikut adalah kisah-kisah seram dari Titanic.

* Setelah tragedi Titanic, tim SAR menemukan 328 korban Titanic dan untuk sementara mengevakuasi jasad mereka ke Rumah Rias Jenazah Snow & Co di Halifax, Nova Scotia. Menurut majalah Encompass, rumah rias jenazah tersebut kini menjadi restoran Five Fisherman, dan katrol yang digunakan untuk mengangkut jenazah para korban Titanic ke bagian atas gedung masih ada di atap ruang penyimpanan wine. Kini, berbagai peristiwa aneh seperti gelas terbang dari lemari atau alat makan yang jatuh ke lantai meski tidak ada orang di sekitarnya, sering terjadi di restoran tersebut. Manajer Gary MacDonald bilang, “Kamu harus menghormati mereka atau mereka akan mengganggu.”

* Pada 2008, Jurnal Atlanta Constitusion menerbitkan sebuah cerita tentang Akuarium Georgia setelah pameran “Titanic Aquatic” di sana. Beberapa relawan pameran tersebut melaporkan kejadian aneh saat bekerja di acara yang menampilkan ratusan artifak Titanic. Staf akuarium kemudian membawa paranormal penyelidik yang kemudian menyimpulkan bahwa pameran Titanic tersebut memang merupakan tempat hunian makhluk halus.

* Menurut San Francisco Chronicle, pada 1990an, seorang pria San Francisco bernama Jaime Rodriguez mengatakan ia dihantui arwah. Kemudian ia baru mengetahui bahwa seorang penumpang Titanic pernah tinggal di apartemennya. Tetapi si penumpang tersebut, Dr Henry Washington Dodge bukanlah seorang pahlawan. Dr Dodge mengaku ia mempersilakan perempuan dan anak-anak untuk ikut naik ke sekoci yang menyelamatkan istri dan anak laki-lakinya, tapi kemudian ia sendiri ikut naik ke sekoci tersebut dan mendapat sorotan publik akibat perilakunya itu. Setelah menerima tuntutan hukum dan kerugian keuangan, Dodge menjadi depresi dan bunuh diri di apartemennya di San Francisco pada 1919. Hantunya kemudian muncul di apartemennya itu setiap musim panas setiap tahun, dan selalu di tempat yang sama.

* Sosialita legendaris Margaret “Molly” Brown selamat dari tenggelamnya Titanic, tapi bekas rumahnya di Denver adalah tempat terjadinya hal-hal aneh. Menurut blog Mysterious Colorado, peristiwa-peristiwa yang bersifat paranormal terjadi secara rutin di Museum Rumah Molly Brown di Denver, termasuk gangguan pada perabot dan penampakan hantu Molly Brown serta suaminya James Joseph Brown. Penampakan ibu Molly di jendela atas rumah juga pernah terjadi, begitu juga dengan munculnya bau-bau tembakau Tuan Brown dan parfum favorit istrinya yang beraroma mawar.

* Menurut Daily Mail, rumah kelahiran kapten Titanic di Inggris juga memiliki sejarah misteri. Rumah masa kecil Kapten Edward John Smith diwarnai banjir-banjir misterius dan angin dingin yang muncul tiba-tiba, selain juga penampakan hantu.

11
Apr
12

Energi : Harga Minyak Merosot

HargaMinyakMerosot

Rabu, 11 April 2012 01:13 WIB |

Harga minyak merosot karena data China dan AS melemah

London (ANTARA News) – Harga minyak merosot pada Selasa mencerminkan pasar ekuitas global, karena para pedagang cemas atas melemahnya data ekonomi di China dan Amerika Serikat, dan di tengah bangkitnya kembali kekhawatiran atas krisis utang zona euro.

Dalam perdagangan sore hari, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei anjlok menjadi 120,03 dolar AS per barel, yang merupakan titik terendah sejak Februari, lapor AFP.

Kontrak utama New York, minyak mentah West Texas Intermediate untuk Mei, menukik ke terendah serupa pada 100,75 dolar AS. Pasar minyak London tutup pada Jumat dan Senin karena libur Paskah tetapi transaksi elektronik berlanjut di New York.

“Minyak mentah jatuh di bawah tekanan aksi jual di pasar yang lebih luas di tengah kekhawatiran baru pertumbuhan (dan) melemahnya angka impor dari China, termasuk sedikit perlambatan untuk pengiriman minyak mentah pada Maret,” kata analis VTB Capital, Andrey Kryuchenkov.

Minyak juga terpukul oleh “data pembayaran gaji non pertanian AS yang mengecewakan dan kekhawatiran terhadap China dan zona euro,” tambahnya.

Sementara pasar saham Eropa jatuh pada Selasa, hari pertama perdagangan setelah liburan akhir pekan selama empat hari, karena investor memberikan putusan mereka untuk data pekerjaan yang lebih buruk dari perkiraan di konsumen minyak mentah utama Amerika Serikat pada Jumat.

Pasar juga terhempas oleh kekhawatiran atas meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah zona euro, yang mencerminkan keprihatinan mendalam atas krisis utang yang sedang berlangsung di kawasan itu.

Sebelum akhir pekan, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah pengangguran di Amerika Serikat berdiri mendekati 13 juta karena perekrutan melambat, menyoroti risiko terhadap pemulihan ekonomi.

Ekonomi Amerika hanya menciptakan 120.000 pekerjaan pada Maret, jauh di bawah prakiraan 200.000 pekerjaan.

“Data penggajian non-pertania AS yang lemah pada Jumat, juga telah menekan harga, karena menimbulkan keraguan atas kekuatan dari pemulihan AS,” tambah analis David Morrison dari grup perdagangan GFT.

Sementara itu, angka perdagangan suram China pada Selasa menyuarakan kekhawatiran mengenai ekonomi nomor dua dunia, yang juga merupakan konsumen energi terbesar.

China mengatakan, pihaknya mencatat surplus perdagangan sebesar 5,35 miliar dolar AS untuk Maret, membalikkan defisit perdagangan 31,4 miliar dolar AS untuk Februari.

Namun, pihaknya juga mengatakan ekspor naik relatif lemah 8,9 persen, sementara impor naik hanya 5,3 persen, menunjukkan konsumsi domestik di negara 1,3 miliar orang itu lesu.

Harga minyak naik secara singkat dalam transaksi di Asia pada awal perdagangan Selasa didukung kekhawatiran tentang kemungkinan gangguan terhadap pasokan Timur Tengah, kata para analis.

Produsen minyak mentah utama Iran pada Senin menegaskan, pihaknya akan mengadakan pembicaraan dengan kekuatan dunia di Istanbul pada Sabtu tentang program nuklir kontroversial Teheran.

Iran terakhir mengadakan pembicaraan dengan kekuatan yang disebut P5+1 – Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat ditambah Jerman – pada Januari 2011 tetapi dengan tanpa hasil.

Amerika Serikat dan negara Barat lainnya khawatir Iran mengembangkan senjata nuklir namun Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Iran telah mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis – jalan utama untuk seperlima dari pasokan minyak dunia – jika Barat memaksakan sanksi lebih lanjut terhadap Republik Islam itu. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Dari:
“Al Faqir Ilmi” <alfaqirilmi@yahoo.com>
Senin, 9 April, 2012 00:22
Ada Pasal Goib yang Mengatur Biaya Ganti Rugi Korban Lapindo

WartaNews-Jakarta – Undang-undang Perubahan No. 22 Tahun 2011 tentang APBN khususnya Pasal 18 masih menuai kontraversi. Sebab, tambahan dalam ayat c penjelasannya soal wilayah yang terdampak lumpur Sidoarjo di luar peta menjadi tanggung jawab negara.

Padahal jika dilihat pada Peraturan Presiden No. 40 Tahun 2009 soal wilayah yang terdampak akibat lumpur Sidoarjo di luar peta adalah tanggung jawab PT Lapindo Brantas.

Dalam Pasal 15B ayat 5 berbunyi:

pembayaran penanganan masalah sosial kemasyarakatan di wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap dengan skema:

a. Sebesar 20 persen pada Tahun Anggaran 2008;
b. Sebesar 30 persen pada Tahun Anggaran 2009; dan
c. Sisanya disesuaikan dengan tahapan pelunasan yang dilaukan oleh PT Lapindo Brantas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat 2.

Sebetulnya anggaran negara yang digelontorkan untuk Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo memang bukan hal baru. Anggaran itu sudah ada sejak tahun 2007 silam.

Menurut anggota Badan Anggaran dari fraksi PDI Perjuangan, Dolfie O.F. Palit, pada tahun 2007 anggaran yang dikucurkan ke BPLS sebesar Rp 600 miliar. Lalu 2008 sebesar Rp 1,1 triliun. Hal itu terus berlanjut pada 2009 sebesar Rp 1,15 triliun tapi terlaksana sebsar Rp 529 miliar.

“Pada 2010 Rp 1,2 triliun. Sedangkan 2011 Rp 1,3 triliun dan 2012 Rp 1,53 triliun. Totalnya sudah mencapai Rp 6,2 triliun,” kata Dolfie sasat ditanya lewat pesan singkat, Kamis (5/4).

Melalui dokumen yang didapat sesuai dengan UU No. 47 Tahun 2009 tentang APBN 2010 Pasal 13 ayat 1 angka yang dianggarkan untuk BPLS hanya sebesar Rp 130 miliar lebih. Tetapi pada UU No. 10 Tahun 2010 tentang perubahan APBN 2010 pasal tersebut hilang. Entah diumpetin dikantong siapa pasal itu atau jangan-jangan pasal itu adalah pasal Goib yang dapat hilang dengan sendirinya dan muncul saat dibutuhkan.

Sementara itu, pada UU No. 10 Tahun 2010 tentang APBN 2011 Pasal 18 ayat 1 dan 2 juga mengatur hal yang sama. Pasal 19 dalam UU itu mengatur soal pagu sebesar Rp 155 miliar. Lalu dalam UU No. 11 Tahun 2011 tentang APBN Perubahan 2010 pasal yang mengatur pagu BPLS lagi-lagi hilang.

Selanjutnya, dalam UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 Pasal 18 ayat a dan b juga mengatur hal yang sama. Sedangkan Pasal 19 mengatur pagu anggaran BPLS sebesar Rp 155 miliar. Pada saat perubahan yang dibahas di paripurna 31 Maret lalu, ada tambahan ayat c pada Pasal 18. Sedangkan Pasal 19 ikut menghilang.

Menurut rekan Dolfie, Daryatmo Mardiyanto saat ditemui di DPR mengatakan, biasanya pasal yang hilang itu berarti tidak disetujui. Karena itulah, maka pasal itu menjadi hilang.

“Nanti kita lihat saja setelah diundangkan dan dimasukkan dalam lembaran negara, apakah hilang atau tidak?” kata Daryatmo.

Hal ini benar-benar ngeri, pemerintah dan DPR seakan-akan bermain hati soal pasal-pasalan. Bagaimana tidak. Kasus yang seharusnya ditanggung oleh PT Lapindo Brantas justru menjadi beban buat pemerintah. (ipk)

Hilangnya Pasal 19 UU APBN 2012 terkait besaran anggaran maksimal soal penanganan lumpur Lapindo, Akibat Otak Anggota DPR Terbatas

WartaNews-Jakarta – Hilangnya pasal 19 APBN 2012 terkait besaran anggaran maksimal soal penanganan lumpur Lapindo, ternyata diakui Ketua DPR Marzuki Alie bahwa sebagai pimpinan DPR, dirinya tidak mengetahui detail isi undang-undang.

“Nggak mungkin kita ngecek satu-satu pasal, kan ada sembilan fraksi, kan mereka yang membahas,” kata Marzuki di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

Marzuki menegaskan bahwa dirinya hanya menerima laporan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR, yang sebelumnya membahas UU APBN-P 2012. Hasil pembahasan dari Banggar itulah yang kemudian diputuskan di dalam rapat paripurna DPR.

“Di rapat paripurna itu, yang lain tak dibahas. Jangan tanya paripurna, saya hanya ketok palu,” ujarnya.

Wakil ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menambahkan bahwa pimpinan DPR adalah juru bicara parlemen (the speaker of the house) yang tidak harus menguasai semua substansi. Oleh sebab itu, DPR dibagi oleh sejumlah alat kelengkapan.

“Otak kita kan terbatas, makanya dibagi dalam alat kelengkapan, salah satunya pimpinan seperti saya,”ungkap Marzuki.

Seperti diketahui, pasal 19 APBN 2012 soal besaran anggaran maksimal penanganan lumpur Lapindo diatur sebesar Rp 155 miliar yang disahkan tanggal 28 Oktober 2011. Namun, dalam UU APBN-P 2012 yang disahkan 31 Maret lalu, pasal tersebut hilang.

Di dalamnya hanya ada pasal 18 yang tidak mengatur alokasi penggunaan dana penanganan lumpur Lapindo, tanpa besaran anggaran maksimal. Dengan demikian diasumsikan negara akan menanggung berapapun biaya penanganan lumpur Lapindo. (*/mako)

Negeri Kaya Energi

TEMPO.COTEMPO.CO

  • Indonesia, Ironi Negeri Kaya Energi
TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah berulang kali berjanji mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Faktanya, sangat sedikit usaha konversi dilakukan.Mau bukti? Tingkat konsumsi gas Indonesia pada tahun lalu baru sekitar 21 persen, sementara penggunaan minyak telah mencapai 50 persen. Padahal cadangan minyak Indonesia telah jauh menyusut, sementara deposit gas alam masih cukup tinggi.

Mengutip Statistical of World Energy Report 2011, Indonesia masih memiliki cadangan gas 3,1 triliun meter kubik, yang bisa bertahan hingga 40-an tahun dengan rata-rata produksi 82 miliar meter kubik per tahun. Adapun total cadangan minyak bumi nyaris kerontang, tinggal 4,2 miliar barel. Jumlah ini ditaksir habis dalam delapan tahun.

Sebenarnya, rencana pemerintah lepas dari ketergantungan minyak telah “dicanangkan” sejak 1995. Tapi rencana tak jalan lantaran harga minyak dunia ketika itu masih rendah. Kebiasaan pemerintah memberikan subsidi minyak membuat program konversi melayang-layang. Padahal ongkos “memanjakan” rakyat dengan bensin murah sangat mahal, termasuk gonjang-ganjing politik setiap kali subsidi hendak dikurangi.

Laporan utama majalah Tempo pekan ini mengungkapkan, banyak korban akibat program konversi yang tak jalan itu. Salah satunya adalah molornya pembangunan terminal apung penampung dan pengolah gas alam cair di Teluk Jakarta. Terminal itu sedianya memasok kebutuhan gas Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang dan Tanjung Priok. Keterlambatan ini menutup peluang PT Perusahaan Listrik Negara menghemat sedikitnya Rp 2,7 triliun biaya bahan bakar, sejak September tahun lalu. Walhasil, Badan Pemeriksa Keuangan menganggap PLN boros memakai uang negara.

Persoalan muncul sejak awal proyek penyediaan gas di Jakarta yang bernama proyek Teluk Jakarta. Bukannya memilih penyedia tanker baru, PT Nusantara Regas–perusahaan patungan Pertamina dan Perusahaan Gas Negara yang menangani terminal apung tadi–malah menunjuk Golar LNG. Perusahaan internasional yang berkantor di Bermuda itu menyediakan tanker berusia 35 tahun sebagai terminal mengapung. Perlu waktu berbulan-bulan untuk menyiapkan tanker itu, dan ini salah satu penyebab keterlambatan.

“Tinggal beberapa pekerjaan akhir. Kami berharap Mei semuanya ready,” kata Direktur Utama Nusantara Regas Hendra Jaya, Selasa pekan lalu.

Hendra dan anak buahnya sedang berpacu dengan waktu. Realisasi proyek ini sudah molor hampir setengah tahun. Mereka telah berulang kali pula merevisi janji kepada PT Perusahaan Listrik Negara–pembeli gas dari proyek ini.

PLN tak mau ambil risiko. Pembangkit, yang tak boleh padam, terpaksa membakar solar. “Kedua pembangkit ini penyangga utama tegangan. Kalau keduanya sampai mati, Jakarta dan sekitarnya akan byar-pet,” kata Kepala Divisi Gas dan Bahan Bakar Minyak PLN M. Suryadi Mardjoeki. (Selengkapnya baca laporan majalah Tempo: Boros Solar demi Golar)

AGOENG WIJAYA





Blog Stats

  • 2,185,622 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 120 other followers