Posts Tagged ‘Nation & Character Building



14
May
12

Hikmah : Perjalanan Ruh Setelah Manusia Meninggal Dunia

Hikmah

Inilah Misi Ketiga Kerasulan Nabi Muhammad SAW

 

Perjalanan Ruh Setelah Manusia Meninggal Dunia

Oleh: Cahaya Hikmah

Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah

meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para

sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu

‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para

sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara,

seakan-akan di atas kepala mereka ada burung.

Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal.

Ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan,

dituntunkan kepadanya untuk bersikap tenang, diam, hening, dan tidak

mengucapkan dzikir-dzikir dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara

mengenai urusan-urusan dunia yang fana. Dalam suasana yang seperti ini,

hendaknya dia berpikir tentang kematian yang akan menimpa setiap manusia

tanpa terkecuali. Sudahkah dia berbekal diri untuk menghadapinya. Ini

membutuhkan perenungan yang dalam, sehingga melahirkan keimanan, ketakwaan,

dan amal sholeh yang diterima disisi Allah.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan

mengucapkan:

“Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur.”

Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau shallallahu

‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya bila seorang yang mukmin menghadap ke alam akhirat dan

meninggalkan alam dunia, turun kepadanya sejumlah malaikat berwajah putih

yang seolah-olah seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dan

minyak wangi dari surga. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata

memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat

kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata:

“Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau kepada keampunan dan keridhoan

Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Maka nyawanya keluar dan mengalir seperti air yang mengucur dari mulut

wadah. Lalu malaikat pencabut nyawa mengambilnya. Nyawanya tidak dibiarkan

sekejap mata pun berada di tangan malaikat pencabut nyawa dan segera

diambil oleh para malaikat yang berwajah putih tadi. Kemudian mereka

meletakkannya pada kain kafan dan minyak wangi surga yang telah mereka

bawa. Maka nyawanya mengeluarkan aroma minyak wangi misik yang paling

terbaik di muka bumi. Lalu mereka menyertainya untuk naik ke langit.

Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu

akan bertanya: “Siapakah nyawa yang baik ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah

Fulan bin Fulan”, dan disebutkan namanya yang paling terbaik ketika mereka

memanggilnya di dunia.

Tatkala mereka telah sampai membawanya kelangit, mereka meminta agar pintu

langit dibukakan untuknya. Maka dari setiap langit dia diiringi oleh para

penjaganya sampai ke langit berikutnya. Demikianlah yang akan terjadi

hingga dia sampai ke langit yang disana ada Allah. Maka Allah berfirman:

“Catatlah oleh kalian bahwa hambaku (ini) berada di surga ‘illiyyin, dan

(sekarang) kembalikanlah dia ke muka bumi. Sungguh darinya Aku telah

menciptakan mereka, dan padanya Aku akan mengembalikan mereka, serta

darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka sekali lagi”.

Kemudian nyawanya dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua orang

malaikat kepadanya. Keduanya bertanya, siapa Rabbmu? Maka dia menjawab,

Rabbku adalah Allah. Keduanya kembali bertanya, apa agamamu? Maka dia

menjawab, agamaku adalah islam. Keduanya kembali bertanya, siapa orang yang

telah diutus di tengah kalian ini? Maka dia menjawab, beliau adalah utusan

Allah. Keduanya kembali bertanya, siapakah yang telah mengajarimu? Maka dia

menjawab, aku membaca kitab Allah, beriman kepadanya dan membenarkannya.

Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, “Hambaku ini telah

benar. Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan bukakanlah sebuah

pintu ke surga”.

Maka harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata

memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya,

dan harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang

akan menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.

Maka si mukmin bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah

yang datang dengan membawa kebaikan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu

yang sholih.” Lalu si mukmin berkata, “Wahai Rabbku! Segerakanlah hari

kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku”.

Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke

alam akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah

hitam legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka

pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat

pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa

berkata,

“Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan

Allah”.

Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut

nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu

domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak

dibiarkan sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para

malaikat yang berwajah hitam legam tadi. Lalu mereka meletakkannya pada

kain kafan (yang telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya

seperti bau yang sangat busuk di atas muka bumi.

Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan

malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya, siapakah nyawa yang

buruk ini? Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan” dan disebutkan

namanya yang paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia.

Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar

pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan

untuknya”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang

berbunyi,

“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan

masuk surga sampai onta bisa masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rof:

40)

Selanjutnya Allah Azza wa jalla berfirman,

“Catatlah oleh kalian bahwa ketetapannya berada di (neraka) Sijjiin, di

bumi yang paling bawah”.

Setelah itu, nyawanya benar-benar dilemparkan.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang

berbunyi,

“Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, Maka dia seolah-olah jatuh

dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke

tempat yang jauh”. (surat Al Hajj:ayat 31)

Demikianlah, nyawanya dikembalikan kedalam jasadnya. Maka dua orang

malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya. Keduanya bertanya, “Siapa

Rabbmu?” Dia menjawab, “Hah.. hah..aku tidak tahu”. Keduanya kembali

bertanya, “Siapa orang yang telah diutus ditengah kalian ini?” Dia

menjawab, “Hah..hah..aku tidak tahu.” Kemudian terdengarlah suara yang

menyeru dari langit, “Dia telah berdusta, bentangkanlah untuknya permadani

dari api neraka dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka.” Sehingga hawa panas

dan racun neraka pun menerpanya dan kuburnya dipersempit sampai

tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu datang kepadanya seorang yang

buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. Orang itu berkata,

“Bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. Ini adalah

hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.” Maka si kafir bertanya,

“Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa

keburukan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk.” Lalu si kafir

berkata, “Wahai Rabbbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat”.

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitabnya

“Ahkamul Janaiz” (hal. 156-157) dan tahqiq beliau terhadap “Syarh Aqidah

Thahawiyyah” (hal. 397-398).

Inilah keadaan seorang yang mukmin dan seorang yang kafir tatkala

meninggalkan alam dunia dan masuk ke dalam alam akhirat yang dimulai dengan

alam barzakh (alam kubur). Wallahu a’lam bi showab

Ketika manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya telah

selesai. Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur).

Alam ini merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya.

Disebut dengan alam barzakh, karena makna barzakh adalah penutup atau

perantara bagi dua perkara. Maka alam barzakh adalah alam di antara alam

dunia dan alam akhirat. Di alam barzakh, manusia akan mengalami berbagai

masalah yang menandakan bahwa urusannya belum selesai dengan semata-mata

meninggalkan alam dunia. Saat melewati alam barzakh, pertama kali yang akan

dihadapinya adalah pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya, sebagaimana

di dalam hadits Al Baro` bin ’Azib yang terdahulu. Maka keberhasilannya di

alam barzakh, mendapat kebaikan atau keburukan, akan tergantung dengan

kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dua malaikat itu.

Perlu diingat, bahwa di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu untuk

menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah

diisi saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan. Adapun seorang

yang mukmin niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab

pertanyaan kubur yaitu tentang siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.

Itulah yang Allah maksudkan dengan firman-Nya:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh

itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)

Di dalam sebuah hadits yang shohih dari sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib

radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

bersabda:

“Seorang hamba yang muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan

bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar

kecuali Allah dan bahwasanya muhammad adalah utusan Allah”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itulah firman

Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh

itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang mukmin akan mampu mengucapkan dua

kalimat syahadat “La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah”, baik

ketika di dunia maupun di akhirat.

Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan

menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu di dunia. Oleh sebab

itu, seorang hamba yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat

darinya, sangat mungkin disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam

kuburnya, walaupun dia seorang yang mukmin.

Telah datang sebuah hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu

‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua

kuburan, lalu beliau bersabda:

“Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa.

Dan tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah

satu dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing.

Sedangkan yang lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba”. (HR.

Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di

dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar. Berarti yang disiksa oleh

Allah di alam kubur bukan karena kekafiran saja tetapi juga karena

dosa-dosa besar.

Nasalullah salamah wal ‘afiah.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah

kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Beliau

meletakkannya di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah

Subhanahu wa Ta’ala memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu

masih basah dan belum kering.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga kita dimudahkan untuk

menjawab pertanyaan kubur dan diselamatkan dari siksanya.

Wallahu a’lam bis shawab.

Mengedepankan Ihsan

Senin, 14 Mei 2012, 06:07 WIB
music-isp-free.blogspot.com
Mengedepankan Ihsan
Muslim etnis Hui tengah beribadah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Asep S Muhtadi

Sekurang-kurangnya sebelas kali Allah menggunakan kata “ihsan” dalam Alquran untuk  menyebut perbuatan yang baik. Dua di antaranya memakai “alif-lam”, al-ihsan, yaitu pada surah al-Rahman ayat ke-60 dan surah al-Nahl ayat ke-90. Bila diterjemahkan, keduanya berarti kebaikan atau kebajikan.

Yang pertama Allah menjelaskan: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” Sedang yang kedua, penjelasan itu berbunyi: ”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Demikian pula dalam sembilan ayat lainnya, kata “ihsan” diterjemahkan menjadi suatu kebaikan dan perbuatan baik. Bahkan ayat ke-83 dari surah al-Baqarah, “ihsan” digunakan sebagai pengganti kata  berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana dalam firman-Nya: “Janganlah kamu menyembah sesuatu selain Allah, dan berbuat baiklah (ihsan) kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”

Pada ayat tersebut, Allah menyebut “ihsan” sejajar dengan larangan berbuat syirik, perintah berbuat baik kepada orang tua dan kaum kerabat, berbuat baik kepada fakir miskin dan anak-anak yatim, mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama manusia, serta mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Secara sederhana dapat dipahami bahwa konsep “ihsan” adalah sama dan sebangun dengan konsep akhlak, baik akhlak kepada Sang Pencipta, maupun akhlak kepada sesama manusia.

Pendeknya, dapat pula diartikan bahwa faktor “ihsan” harus selalu hadir menyertai seluruh perilaku dan perilaku manusiawi. Ihsan sejatinya menjadi napas dan inspirasi dari keseluruhan amal manusia, bersenyawa dengan jenis pekerjaan dan profesi apapun. Karena itu ihsan adalah juga pengendali motif-motif insani yang mendasari keseluruhan tindakan aktivitas yang dilaluinya setiap saat.

Itulah sebabnya, ketika berdialog dengan Rasulullah, Jibril menempatkan pertanyaan tentang ihsan ini pada urutan terakhir setelah iman dan islam. Ihsan dalam hal ini menjadi dimensi penggenap amal setelah seseorang menyatakan keimanan dan melaksanakan serangkaian ajaran seperti disyariatkan Islam. Ihsan merupakan kekuatan moral yang menyempurnakan setiap tindakan.

Dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi serta budaya masyarakat saat ini, kita perlu menghidupkan kembali spirit ihsan yang mungkin telah mati, sehingga tidak ada lagi kebijakan, program, dan tindakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi ataupun kelompok. Semuanya merupakan implementasi pengabdian hanya kepada-Nya untuk mewujudkan kebaikan.

Kita tidak cukup hanya menjadi seorang pemeluk agama. Beragama  saja tidak cukup. Beragama (Islam) itu harus pula diikuti oleh ber-ihsan. Demikianlah, Allah menjelaskan bahwa: ”(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri (ber-Islam) kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan (ber-ihsan), maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS, 2: 112).

Redaktur: Heri Ruslan
14
May
12

Kedirgantaraan : Penyebab Malapetaka Sukhoi Superjet 100

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/05/13/ArticleHtmls/KOMUNIKASI-ATC-PILOT-KUNCI-PETAKA-SUKHOI-13052012001021.shtml?Mode=0

KOMUNIKASI ATC-PILOT KUNCI PETAKA SUKHOI
JAKARTA ­

“Mungkin soal bahasa, karena bahasanya Rusia.”

Komunikasi antara petugas di menara pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) dan pilot diduga kuat menjadi kunci penyebab jatuhnya Sukhoi Superjet 100 RA-36801 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Penasihat Federasi Pilot Indonesia, Manotar Napitupulu, menduga Sukhoi menabrak tebing gunung akibat menurunkan ketinggian di luar daerah aman. “Kuncinya adalah komunikasi antara pilot dan petugas di ATC SoekarnoHatta,“ kata dia kemarin.

Pilot Sukhoi asal Rusia bernama Alexandr Yablontsev, pada menit ke-21 setelah lepas landas pada pukul 14.12 Rabu lalu, dalam kontak terakhir meminta izin turun dari ketinggian 10 ribu kaki ke 6.000 kaki. Menara pemandu lalu lintas udara (ATC) Bandara Soekarno-Hatta mengizinkan pilot menurunkan ketinggian karena pesawat sedang berada di atas kawasan Pangkalan Udara Atang Sanjaya, Bogor. Kawasan tersebut memang aman hingga radius 25 mil. “Ada radius maksimal yang harus ditaati,“ kata Manotar.

Problem komunikasi ini juga menjadi perhatian Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Hery Bakti. Ia tak mau berspekulasi tentang penyebab jatuhnya Sukhoi, dan menyerahkannya kepada hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun ia menyatakan faktor bahasa punya andil. “Mungkin soal bahasa, karena bahasanya Rusia,“ kata dia.

Manotar curiga ada selisih waktu antara permintaan dari pesawat dan pemberian izin dari petugas ATC. Bisa jadi, kata dia, pilot turun mendahului konfirmasi dari ATC. Atau sebaliknya, izin turun diberikan setelah Sukhoi keluar dari wilayah aman dan berakibat kecelakaan. Itu sebabnya, kata dia, komunikasi ATCpilot harus aktif.“Pilot tidak bisa begitu saja mengandalkan ATC, begitu juga sebaliknya,“ kata dia.

Artinya, kata dia, jika pilot meminta turun, seharusnya ATC menanyakan bagaimana pandangan visual dari pilot.
Menurut Manotar, jika pilot melihat kejanggalan, seharusnya dia memberi tahu ATC agar dipandu mencari tempat aman.
Sebelumnya, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan telah memegang dokumen percakapan antara pilot dan ATC.
Namun ia belum bisa menjelaskan isinya.“Nantilah.“

Sukhoi Superjet 100 RA 36801 berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma untuk terbang demo pada pukul 14.12, Rabu, 9 Mei lalu. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.33. Saat hilang, pesawat ada di daerah Gunung Salak, perbatasan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi, Jawa Barat. Pesawat mengangkut 37 penumpang dan 8 kru Sukhoi warga negara Rusia. Dari 37 penumpang, 35 adalah warga negara Indonesia, satu orang Prancis, dan seorang lagi dari Amerika Serikat.

SYAILENDRA | ANGGA SUKMA WIJAYA | SUNUDYANTORO

Bom Waktu di Atas Bandara Soekarno-Hatta
| Hertanto Soebijoto | Sabtu, 19 November 2011 | 12:53 WIB
Dib

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Sejumlah pesawat bersiap untuk berangkat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (2/2/2011).
Oleh Chappy Hakim
JAKARTA, KOMPAS.com – Sudah sejak 16 April 2007 peringkat penerbangan Indonesia masuk dalam kategori dua. Artinya, mengacu pada standar regulasi International Civil Aviation Organization, penerbangan Indonesia tidak memenuhi syarat keselamatan terbang internasional.
Penjelasan dalam bahasa aslinya berbunyi: “… does not comply with International safety standard set by ICAO. Lacks Laws or Regulations necessary to oversee air carriers in accordance with minimum International Safety Standard, or that is civil aviation authority is deficient in one or more areas, such as technical expertise, trained personnel, record keeping or inspection procedures.”
Pemerintah sebagai pemegang otoritas penerbangan nasional memang berupaya menaikkan kembali peringkat penerbangan Indonesia ke kategori satu. Salah satunya dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Dalam UU ini dijelaskan, ada beberapa tindak lanjut yang harus dilakukan dalam batas waktu paling lama dua tahun. Beberapa di antaranya tentang pembentukan Mahkamah Penerbangan; meletakkan posisi Komite Nasional Keselamatan Transportasi langsung di bawah presiden; menyempurnakan lembaga sertifikasi kelaikan udara; dan membentuk lembaga atau institusi penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan.
Mungkin yang sangat urgen direalisasikan terkait dengan lembaga pelayanan navigasi penerbangan. Sebab, hal ini langsung berhubungan dengan keselamatan terbang dan pengaturan lalu lintas udara. Saat ini terdapat sedikitnya lima institusi penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan (air traffic control services/ATS), masing-masing berada di bawah Angkasa Pura 1, Angkasa Pura 2, Kementerian Perhubungan, TNI, dan Otorita Batam.
Dari pengorganisasian saja dapat disimpulkan betapa penyelenggaraan pelayanan lalu lintas udara masih jauh dari standar keselamatan yang harus dipenuhi. Perlu segera dibenahi Khusus ATS, keadaannya jauh dari memadai untuk dapat melindungi keamanan terbang jutaan penumpang yang berseliweran di udara, terutama di atas Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Belum lagi begitu banyak penerbangan yang sering tertunda keberangkatan dan kedatangannya hanya karena kondisi ATS yang kita miliki.
Para pilot senior—bahkan termasuk direktur operasi maskapai penerbangan terbesar di negeri ini—mengutarakan, kondisi ATS di Soekarno-Hatta sekarang jika tak segera dibenahi tidak hanya akan selalu menyebabkan banyak penerbangan tertunda. Lebih dari itu, sudah berpotensi memberikan peluang terjadi tabrakan di udara.
Gangguan akibat kondisi ATS ini sudah begitu kerap terjadi. Kejadian paling akhir dialami pada 10 November 2011. Penyebabnya tidak hanya karena kondisi infrastruktur penunjang ATS, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan prosedur operasi standar. Peralatan vital pengatur lalu lintas udara—yang berwujud unit pelayanan sistem otomatis lalu lintas udara—di Jakarta umurnya sudah tua.
Sesuai ketentuan yang berlaku, peralatan itu sudah memasuki usia yang harus diremajakan. Unit yang berkemampuan melayani gerakan dari 500 pesawat yang tinggal landas dan mendarat dalam satu hari itu kini dipaksa melayani hampir 2.000 gerakan pesawat per hari. SDM untuk melayani penerbangan yang demikian padat seharusnya paling tidak 400 orang, sedangkan yang tersedia tak lebih dari 160 orang.
Situasi ini diperburuk lagi dengan fasilitas pendidikan SDM ATS yang sangat terbatas. Dari sumber yang layak dipercaya, untuk pelatihan ATS ternyata mereka tak punya simulator untuk berlatih. Merujuk regulasi internasional yang berlaku, Bandara Soekarno-Hatta tak akan mampu melayani penerbangan 24 jam. SDM di jajaran ATS sekarang ini sudah bekerja dengan kapasitas yang hampir 200 persen dari kesiapan yang dimiliki.
Demikian pula prosedur operasi standar yang diberlakukan untuk pesawat yang akan mendarat dan tinggal landas belum dapat diperbarui sesuai kepadatan lalu lintas saat ini. Semua itu menyebabkan situasi dan kondisi penerbangan di atas Soekarno-Hatta—terutama pada jam-jam sibuk, pagi dan petang—menjadi “panas”. Komunikasi radio antarpilot dengan operator pengatur lalu lintas udara ataupun ground control jadi begitu ramai dan sibuk. Belum lagi beberapa frekuensi radio yang kerap berbunyi keresek-keresek.
Hasilnya, stres tinggi diderita oleh para pilot, terlebih para operator pengatur lalu lintas udara dan di darat. Untungnya, kalau boleh menggunakan istilah ini, para penumpang umumnya tidak tahu apa yang tengah terjadi. Mereka merasa nyaman saat mendarat dan tinggal landas di Soekarno-Hatta walaupun pada jam-jam sibuk. Mereka tak menyadari, sebenarnya mereka tengah duduk di atas “bom waktu” yang bisa saja setiap saat meledak.
Marilah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar kejadian fatal dari peluang yang ada kini tidak terjadi. Chappy Hakim Pencinta Penerbangan, Chairman CSE Aviation
Analisis
12-05-2012
Untuk sebuah Joy Flight, Kenapa Diarahkan ke Rute Yang Terkenal Angker?
Penulis : Rifky Pradana, Kontributor The Global Review

Aleksandr Yablontsev, pilot Sukhoi Superjet 100 menurut record ternyata 3 kali lakukan kontak dengan Petugas ATC (Air Traffic Control) Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Salah satunya adalah saat Kontak Terakhir yang dilakukannya saat Minta Izin untuk turun dari 10.000 ke 6000 kaki, dan Minta Izin untuk Orbit ke Kanan.
ATC izinkan Permintaan Turun Ketinggian dan Orbit ke Kanan itu dikarenakan masih dalam pantauan ATC dan masih aman dari gangguan gunung.
Namun, seperti diketahui bersama, tak berselang lama, pesawat itu menabrak tebing di Gunung Salak.
Perihal permintaan turun dari 10.000 feet ke 6.000 feet yang sudah atas seizin dari ATC (Air Traffic Control) pada saat 12 menit sesudah pesawat mengudara itu juga telah diakui oleh Herry Bhakti S, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI, maupun oleh Mulya Abdi, Deputi Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta sekaligus General Manager ATC.
Jika melihat posisi tebing yang ditabrak oleh Pesawat Shukoi Super Jet 100, sementara dapat ditarik kesimpulan bahwa arah gerak pesawat tidak sejajar dengan Gunung Salak, akan tetapi lurus mengarah ke Gunung Salak. Dan, sebagaimana diketahui arah terbang pesawat dalam gerak normalnya selalu dalam vektor gerak yang garis lurus dimana jika ada setiap belokan yang sebesar berapa pun derajatnya, maka pilot harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari petugas ATC.
Maka, petugas ATC saat menyetujui penurunan ketinggian jelajah ke 6.000 feet itu apakah di layar radar tak terlihat posisi dan vektor arah gerak pesawat itu sedang menuju ke arah mana ?.
Apakah saat itu petugas ATC saat menyetujui penurunan ketinggian jelajah ke 6.000 feet itu, di layar radar juga sama sekali tak terlihat bahwa posisi pesawat sedang berada / mengarah ke arah Gunung Salak yang setinggi sekitar 7.000 feet ?.
Pertanyaan lainnya yang tak kalah pentingnya, jika merunut sejarah kecelakaan pesawat di Gunung Salak, memang rute itu adalah rute angker yang sudah memakan banyak korban pesawat jatuh dan menabrak tebing gunung. Lalu, mengapa untuk sebuah penerbangan bertemakan ‘Joy Flight’ dari sebuah pesawat komersial sipil yang sedang membawa puluhan penumpang sipil itu koq diberikan rute yang rawan dan berbahaya ?.
Hal lainnya, terkait dengan kemungkinan terjadinyanya ‘mis-komunikasi’ dan ‘mis-interprestasi’ memang sangat dimungkinkan.
Chappy Hakim, mantan KASAU, di Surat Kabar Harian Kompas pada bulan Nopember tahun 2011 pernah menulis dengan judul “Bom Waktu di Atas Bandara Soekarno-Hatta“ yang mengungkap bahwa sudah sejak 16 April 2007 peringkat penerbangan Indonesia masuk dalam kategori dua, yang artinya, jika mengacu pada standar regulasi ICAO (International Civil Aviation Organization) maka penerbangan Indonesia tidak memenuhi syarat keselamatan terbang internasional.
Didalam tulisannya itu disampaikan bahwa peralatan vital pengatur lalu lintas udara -yang berwujud unit pelayanan sistem otomatis lalu lintas udara- di Jakarta umurnya sudah tua.
Situasi itu, tulisnya, juga diperburuk lagi dengan SDM di jajaran ATS sekarang ini sudah bekerja dengan kapasitas yang hampir 200 persen dari kesiapan yang dimiliki, serta fasilitas pendidikan SDM ATS yang sangat terbatas.
Hal itu jika tak segera dibenahi, bisa berpotensi membuka peluang terjadi tabrakan di udara.
Ternyata tak berapa lama, tak lebih dari setahun sejak peringatannya soal itu, terjadi malapetaka ‘joyflight’ Sukhoi Super Jet 100 yang berakhir tidak ‘joy”, namun tragedi yang menewaskan seluruh penumpang dan krunya, lebih dari 40 orang warganegara Indonesia dan 8 orang warganegara Rusia.
Chappy Hakim, terkait dengan tragedi itu sempat mempertanyakan keputusan petugas ATC (Air Traffic Controller) Soekarno Hatta Cengkareng yang mengizinkan Sukhoi Superjet 100 terbang rendah hingga 6.000 kaki dari sebelumnya 10.000 kaki, padahal ada obstacle gunung Salak setinggi 7.152 feet.
Berkait dengan itu, ada beberapa kalangan yang kemudian berspekulasi bahwa jangan-jangan Tragedi Sukhoi di Gunung Salak ini menyerupai dengan Tragedi Garuda di Sibolangit.
Sebagaimana diketahui, kesimpulan ‘resmi’ yang dirilis sebagai penyebab dari Tragedi pesawat Garuda di Sibolangit itu adalah adanya Mis-Komunikasi antara Pilot dengan Petugas ATC.
ATC : GIA 152, turn right heading 046 report established localizer
GIA 152 : Turn right heading 040 GIA 152 check established.
ATC : Turning right sir.
GIA 152 : Roger 152.
ATC : 152 Confirm you’re making turning left now?
GIA 152 : We are turning right now.
ATC : 152 OK you continue turning left now.
GIA 152 : A (pause) confirm turning left? We are starting turning right now.
ATC : OK (pause) OK.
ATC : GIA 152 continue turn right heading 015.
GIA 152 : (scream) Allahu Akbar ! (Translation: God is great!)
Dan pesawat pun menghantam tebing, dimana ratusan nyawa penumpangnya terenggut sebagai korbannya.
Jadi ?, menurut pendapat anda, dalam hal ini, siapa yang kemungkinan bersalah dan berandil besar dalam tewasnya 40-an nyawa manusia itu ?, Pilot Sukhoi Rusia kah ?, atau, Petugas ATC Indonesia kah ?.
Catatan Kaki :
Motif Persaingan Bisnis dibalik Tragedi Sukhoi
Keteledoran Tak Sengaja atau Kesengajaan Sabotase ?
Republik Simpang Siur
Bom Waktu di Atas Bandara Soekarno-Hatta
Perlu Dipertanyakan soal Izin Terbang 6.000 Kaki
Catatan Kontak antara Pilot dengan Menara Kontrol ATC

Wagub Jabar: Pesawat Jangan Terbang di Kawasan Gunung Salak

TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Ferro Maulana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf berharap agar para jenazah korban meninggal Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak dapat dimakamkan secara layak seperti jenazah yang meninggal secara normal.

” Pasti sangat berduka sekali yahh apalagi terjadinya di Bogor Jawa Barat namun kita berharap semua korban dapat dimakamkan secara layak apapun yah. Karena enggak punya data berapa sih, Bagi keluarga korban kami ucapkan belasungkawa sebesar-besarnya,” katanya di Lobby Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat, Senin (14/5/2012).

Dede Yusuf berharap jangan ada tragedi jatuhnya Sukhoi untuk kedua kalinya, jangan sampai kembali timbulnya korban jiwa kecelakaan pesawat. Dede juga mengimbau agar maskapai penerbangan tidak melewati 3 pegunungan yaitu Salak-Halimun-Pangrango yang menurutnya jalur berbahaya untuk melintasnya pesawat terbang karena membentuk medan magnet yang dapat merusak komunikasi pesawat.

” Tetapi perlu tekankan untuk semua penerbangan memang wilayah itu kalau perlu jangan dilewatin. Banyak pesawat yang jatuh disana. Kami secara ilmiah sih belum tapi ada gunung Halimun yang paling gede, Salak dan Pangrango. Penerbangan ini membuat sebuah rules menghindari daerah itulah kira-kira . Ini saja Sukhoi yang super canggih seperti itu,” terang Dede.

Tidak hanya penerbangan bahkan orang yang naik gunungpun juga sering tersesat jika melewati area tersebut.

“Yang mana para orang-orang yang mau naik gunung pun banyak yang hilang disana, GPSnya atau apa. Saya lihat kemarin wartawan juga ada yang ikut juga gitukan,” katanya.

Pemda Jabar menurut Dede sudah cepat dan tanggap darurat menangani kecelakaan pesawat Sukhoi. ” Sekarang Tim kita udah ada disana, baik Gegana kita, Pak Gubernur juga sudah menyiapkan dukungan yah baik itu materiil atau dukungan prasarana untuk ada disana, semua tim juga ada disana,” katanya.

*Silakan klik di Sini untuk update berita: Pesawat Sukhoi Jatuh

Berita Lainnya

Perempuan Cantik dan Perempuan Tua di Gunung Salak

TEMPO.COTEMPO.CO – Min, 13 Mei 2012

Konten Terkait

  • Perempuan Cantik dan Perempuan Tua di Gunung SalakLihat FotoPerempuan Cantik dan Perempuan Tua di Gunung Salak

TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian Pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.

Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik kordinat pesawat jatuh, Sabtu dinihari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.

“Kami mimpi basah secara bersamaan,” kata dia.

Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. “Perempuan itu menyuguhi kami air minum,” kata dia bercerita.

Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah, ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.

Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. “Yah, kami memaklumi saja.”

Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. “Banyak pantangannya,” ujarnya.

Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.

Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.

Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian shalat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. “Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu,” ujarnya seraya menggeleng kepala.

Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.

“Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan,” kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.

Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab,”Di sini Nak.” Nenek itu menolak di antar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, “Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan,” tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.

Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si Nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. “Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian,” ujarnya.

TRI SUHARMAN

Berita Pilihan:


ATC Membantah Terbang di Indonesia Seperti Neraka

Berita Lainnya

foto

Petugas memeriksa pesawat Sukhoi di bandara Halim sebelum lepas landas meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah. sergeydolya.livejournal.com

Selasa, 15 Mei 2012 | 07:23 WIB

Ternyata Sukhoi yang Jatuh Itu Pesawat Pengganti

TEMPO.CO, Jakarta – Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012 pekan lalu, diduga berbeda dengan yang sebelumnya telah didaftarkan untuk demonstrasi terbang di Indonesia. Izin yang diberikan Kementerian Perhubungan adalah untuk Sukhoi yang melakukan demonstrasi terbang di Kazakhstan dan Pakistan bernomor 97005, sedangkan pesawat yang jatuh di Indonesia bernomor 97004.

Seperti disampaikan kantor berita AFP, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak tidak dipersiapkan untuk tur ke Jakarta. Pesawat naas itu adalah pengganti Sukhoi Superjet yang langsung dipulangkan ke Moskow, setelah menyelesaikan tur penerbangan promosi di Kazakhstan.

“Pesawat yang jatuh itu tidak sama dengan yang digunakan dalam penerbangan promosi pertama di Kazakhstan,” kata juru bicara Sukhoi Civil Aircraft, Olga Kayukova, seperti dikutip AFP Senin 14 Mei 2012 kemarin.

Sebelumnya, surat kabar Rusia, Moskovskiy Komsomolets and Kommersant, juga melaporkan bahwa Sukhoi mengganti pesawat di tengah-tengah muhibah. Mengutip Kayukova, koran itu menyebut bahwa model pertama bernomor registrasi 97005, “Akan menjalani serangkai tes.”

Tapi Kayukova tidak memberikan perincian pemulangan tersebut. Namun Kayukova memastikan model kedua dengan nomor registrasi 97004 itu, “Dalam kondisi teknik yang sempurna sebelum penerbangan.”

Konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, mengaku tidak mengetahui soal penggantian pesawat Sukhoi itu. “Saya tidak tahu informasi itu,” katanya saat dihubungi Tempo tadi malam. “Seingat saya, nomor belakang pesawat yang diregistrasi adalah 05,” ujarnya.

Superjet 100 berseri 97005 memiliki rekam jejak yang panjang. Di antaranya pernah mendarat di Bandara Farnborough, Inggris, pada 19 Juli 2010, dipamerkan di Paris Air Show di Le Bourget pada Juni 2011, dan mendarat di atas landasan bersalju di Zhukovsky, Moskow, pada 27 Februari lalu. Di situs Sukhoi Civil Aircraft, pesawat model 97004 yang jatuh di Gunung Salak diberi keterangan written-off, sedangkan model 97005 dengan keterangan active. Model 97004 ini berumur lebih tua, karena dikirim pada 25 Juli 2009, sedangkan 97005 dikirim pada 4 Februari 2010.

DODY | WAYAN AGUS PURNOMO

Berita Terkait:
Ternyata, Ini Sebab ELT Sukhoi Tak Terdeteksi
ELT Sukhoi Ditemukan Jauh dari Bangkai Pesawat
Korban Sukhoi Hanya Bisa Diidentifikasi Lewat DNA
Analis: Jika Pilot yang Salah, Rusia ‘Selamat’ 
Sukhoi Menabrak Setelah Menembus Kumulonimbus
Polisi: YS, Penyebar Foto Hoax Korban Sukhoi

Terpopuler

Kisah Pengalaman Terbang Bersama Sukhoi

TEMPO.COTEMPO.CO

Konten Terkait

  • Kisah Pengalaman Terbang Bersama Sukhoi  Lihat FotoKisah Pengalaman Terbang Bersama Sukhoi

TEMPO.CO , Jakarta:Bagi Tengku Burhanuddin, terbang dengan pesawat biasa saja. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) ini sudah kerap terbang sehingga paham kondisi pesawat baik atau tidak. “Penerbangan (Sukhoi) kemarin itu bagus-bagus saja, enak,” kata Burhanuddin, penumpang Sukhoi Superjet 100 pada penerbangan gembira pertama Rabu, 9 Mei 2012.

Burhanuddin mengatakan para penumpang diberikan nomor tempat duduk dan dipersilakan naik pesawat. Namun karena pesawat tidak penuh, ada peserta terbang gembira yang menentukan tempat duduknya sendiri, tak mengikuti nomor kursi. Burhanuddin memperkirakan ada sekitar 50 orang dalam penerbangan pertama itu.

Para awak kabin kemudian memberikan petunjuk penggunaan alat keamanan seperti sabuk pengaman. Tak ada instruksi atau pertanyaan khusus dari para awak pesawat. “Setelah itu kami terbang, pesawat climbing ke atas agak cepat tetapi bagus,” kata Burhanuddin ketika dihubungi Tempo, Selasa, 15 Mei 2012.

Dalam penerbangan itu seingat Burhanuddin sempat ada awan tebal dan pesawat masuk melewati awan tersebut. Ketika itu terasa sedikit ada guncangan, namun masih normal. “Agak gedek-gedek tetapi ya biasa saja. Kalau ada orang tidak biasa naik pesawat mungkin sudah pikirannya macam-macam,” kata Burhanuddin.

Setelah melalui awan, ketinggian pesawat sempat dinaikkan, setelah itu pesawat turun lagi dan mendarat. Burhanuddin yang duduk di sisi dekat jendela mengaku tak terlalu hapal rute penerbangan karena banyak awan. Namun dia mengatakan ketika terbang agak rendah, pemandangan yang terlihat adalah perkotaan.

BERNADETTE CHRISTINA

Berita Terkait

Sudah 27 Kantong Korban Sukhoi Dikirim ke Halim 

Rusia Pernah Alami Musibah Serupa Sukhoi

Juni, ATC Bakal Pisah dengan Bandara 

Indonesia Ngotot Periksa Kotak Hitam Sukhoi

Ternyata Sukhoi yang Jatuh Itu Pesawat Pengganti

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Berita Lainnya

Ada Perbedaan Frekuensi Sinyal Sukhoi dengan Terminal Penerima

Penulis : Donny Andhika AM
Senin, 14 Mei 2012 17:01 WIB

JAKARTA–MICOM: Lamanya waktu penemuan lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ternyata dipengaruhi frekuensi pemancar sinyal lokasi atau emergency locator transmitter (ELT) di pesawat berbeda dengan frekuensi penerima (receiver) yang dimiliki Basarnas.

Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo, ELT Sukhoi menggunakan frekuensi lama sehingga sinyalnya mengalami gangguan saat diterima satelit. SSJ 100, kata Daryatmo, menggunakan frekuensi 121.5, 203 MHz. Sedangkan, gelombang receiver atau penerima berada di frekuensi 121.5, 406 MHz.

“ELT frekuensi 121.5 dan 203 (MHz) tidak memancarkan sinyal,” kata Daryatmo, saat jumpa pers di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/5).

Namun, ia tidak mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi ELT tersebut. Apakah ELT memang mengalami kerusakan atau tidak.

Pada saat itu, Basarnas tidak dapat langsung menangkap sinyal yang semestinya dikeluarkan alat tersebut seperti biasanya, pada saat terjadi kondisi luar biasa seperti jatuh atau tabrakan. Basarnas sendiri sempat mempertanyakan sinyal ELT yang tidak terdeteksi itu.

Sebelumnya, juru bicara Basarnas Gagah Prakoso mengungkapkan seharusnya setiap pesawat komersial seperti Sukhoi memancarkan ELT jika terjadi kecelakaan.

“Sukhoi tidak memancarkan sinyal, mengapa di era teknologi serbacepat dan canggih seperti ini?” ungkap Gagah di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (9/5) lalu.

Bahkan, Gagah sempat mengungkapkan dua satelit di Singapura dan Australia sebagai back up untuk mendeteksi sinyal pesawat jatuh tidak berhasil mendeteksi sinyal SSJ 100 tersebut.

Sementara itu Ketua Sub-Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara KNKT, Masruri, mengatakan pihaknya belum mau memastikan perbedaan frekuensi sinyal tersebut. Pasalnya, KNKT belum memeriksa secara langsung. “ELT yang ditanyakan itu saya belum lihat, jadi saya belum bisa komentar,” kata Masruri, saat ditemui. (OX/OL-10)

Parasut Itu Ada, Kenapa Laporan Anggota Kopassus Dibantah?

1337131427993853507

Pesawat Sukhoi Superjet 100/Kompasiana (KOMPAS.com/AFP/NATALIA KOLESNIKOVA)
Kemelut berita tentang parasut yang ditemukan oleh Sertu Abdul Haris dan enam anggotanya saat melakukan pencarian korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet di Gunung Salak akhirnya terjawab sudah. Sertu Haris melaporkan saat menuruni jurang dengan kemiringan sudut 85 derajat bermodalkan tali, telah menemukan Jasad yang tergantung di pohon dengan parasut. Penulis terkejut dan kita semua juga terkejut. mulailah berkembang bermacam-macam spekulasi berita. Penulis membuat artikel dengan judul “pilot Sukhoi Pakai Prarasut? Ada Hijacking” (http://hankam.kompasiana.com/2012/05/13 )
Banyak yang membantah kalau  ditemukan parasut pada saat pencarian korban. Penulis percaya info tersebut bahwa keterangan Sertu Haris sebagai anggota pasukan elit yang dibanggakan informasinya tidak salah. Salah satu syarat menjadi anggota Kopassus adalah sudah mengikuti Separkoad (Sekolah Para dan Komando TNI AD), artinya dia juga penerjun. Nah, disitulah asumsi penulis mengatakan bahwa Haris faham dan bisa membedakan yang namanya parasut dengan perlengkapan terbang lainnya. Penjelasan Sertu Abdul Haris dapat disimak dari video ini (di menit 2.16) http://www.youtube.com/watch?v=fnMM25ZPg94 . Aneh, itulah yang kita rasakan, bahwa informasi kecil itu akan menjadi sangat penting dalam penyelidikan kecelakaan pesawat terbang.
Memang setelah menemukan jasad yang diduganya penerbang pesawat para anggorta Kopassus jelas dengan susah payah menurunkan dari pohon dan melepaskan dari parasut yang katanya menggantung. Setelah itu jenazah di angkat dan digeser ke posko dengan susah payah, hingga sempat menginap semalam di perjalanan dan baru keesokan harinya ketujuh anggota itu sampai ke Posko. Pembantahan soal parasut juga terjadi di RS Polri, tidak ada jenazah pakai parasut. Secara logika, para anggota Kopassus tadi tidak mungkin membawa jenazah serta parasutnya. Tugas mereka melakukan evakuasi korban, dan lagipula, pada lereng yang demikian terjal, siapa yang berfikir untuk menyelamatkan parasut  yang juga berat. Disitulah logika berfikirnya. Bagi mereka yang pernah mengikuti latihan gunung hutan pasti bisa merasakan betapa beratnya medan sangat terjal  dengan kondisi cuaca yang tidak menentu. Nafas sampai di leher dan kaki serasa mau putus, itu yang penulis rasakan saat mengikuti Introduction Latihan Komando Paskhasau.
Penjelasan soal adanya parasut yang mengembang di lokasi jatuhnya Sukhoi SSJ100 dibenarkan dan dijelaskan oleh Ketua KNKT Rusia, Serge Korostiev, yang mengatakan parasut memang menyatu dengan peralatan untuk bertahan hidup (survival kit), yang disimpan pesawat bersama peralatan lainnya.”Parasut berada di dalam satu boks kontainer yang merupakan survival kit kalau pesawat harus mendarat secara darurat,” kata Korostiev melalui penerjemah saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Selasa (15/5).
Survival kit itu berisi minuman, makanan dan peralatan obat. “Adanya ledakan, banyak spare part pesawat banyak jatuh dari tempat kecelakaan dan parasut secara otomatis terbuka,” katanya. Dia menjelaskan bahwa parasut itu bukanlah alat untuk menyelamatkan diri pilot seperti yang ada di pesawat tempur. ”Parasut ada, tapi bukan untuk pilot meloncat dari pesawat, bukan untuk eject seperti di kursi pilot. Tapi sebagai survival kit.” demikian penjelasannya.
Kini kita menjadi jelas bahwa SSJ100 tersebut memang dilengkapi dengan parasut, berarti informasi dari Sertu Abdul Haris benar adanya. Hanya yang belum jelas dan perlu penjelasan bagaimana parasut terpasang ketubuh pilot itu. Yang jelas parasut dengan survival kit terlempar saat terjadi impact dan mungkin terlempar bersama-sama dengan pilot, atau pilot sudah memakai parasut sebelum terjadinya impact. Itulah misteri yang belum terjawab, dan ini penting sekali nilai  informasi intelijennya.
Apa yang terpenting dari kasus ini? Pimpinan team penyelamat selain melakukan evakuasi juga sebaiknya memberikan pembekalan kepada anggota team apa yang harus dikerjakan, kalau bisa dengan bukti foto. Setiap informasi yang dikumpulkan oleh team lapangan diterima dan menjadi fakta oleh analis. Bisa saja terjadi sebuah kecelakaan karena sebuah pembajakan dan pesawat ditabrakkan ke gunung oleh pembajak. Peristiwa 911 adalah pelajaran yang sangat berharga dan mungkin saja itu terjadi disini. Juga kemungkinan lain adanya sabotase. Jangan dikesampingkan kemungkinan-kemungkinan ekstrim seperti ini.
Dari penjelasan Marsda TNI (Purn) Soenaryo, perwakilan PT Trimarga pada acara Indonesia Lawyers Club, TV One malam in (15/5) mengatakan saat ditanya oleh Pak Karni Ilyas, apakah sebagai agen Sukhoi mengetahui apa kegiatan crew pada malam sebelum penerbangan. Dijelaskannya bahwa PT Trimarga saja tidak mengetahui di hotel mana crew menginap, dan tidak tahu apa kegiatan crew malam itu. Dikatakannya rahasia. Nah, apakah informasi tersebut tidak berharga? Mengapa pihak Rusia merahasiakan penginapan crew dan rombongannya kepada agennya sekalipun. Aneh bukan? Apakah mereka merasa ada ancaman? Apakah hanya sekedar kehati-hatian.
Ini adalah proyek prestise bangsa Rusia, merupakan kebangkitan investasi dan pembangunan industri penerbangan pesawat komersial yang proyeknya berharga milyaran dollar. Ini bukan sebuah proyek kecil, tetapi proyek raksasa dan merupakan masa depan sebuah negara.  Tidak semua pihak menyukai kesuksesan kecermelangan proyek Sukhoi Superjet 100 ini. Kita semua faham, apakah tidak mungkin ada tangan-tangan jahil dan berlumuran darah yang berusaha menggagalkannya. Kenapa di Indonesia? Tolong diukur, apakah sistem sekuriti penerbangan dan bandara sudah memadai? Sangat mungkin sesuatu digarap di Indonesia karena sense of security kita lemah.
Olah karena itu, jangan dibantah dahulu penemuan team yang berada di lapangan. Setiap informasi sekecil apapun sebaiknya dijadikan fakta, hargai anggota team yang sudah demikian berat dan berkorban tenaga serta daya dalam operasi penyelamatan itu. Bagi yang tidak faham sebaiknya jangan memberikan pendapatnya, terlebih di media elektronik, lebih-lebih main bantah. Rasanya tidak cukup penyelidikan hanya dibebankan kepada KNKT semata, sebaiknya dengan adanya indikasi yang tidak wajar, libatkan Badan Intelijen, baik BIN, Bais TNI ataupun Intelijen Polri, agar penyelidikan lebih komprehensif. Karena apabila nanti terbukti kecelakaan disebabkan karena sesuatu yang ekstrim, bangsa Indonesia juag yang akan malu. Nah, black box yang sudah ditemukan malam tadi mudah-mudahan akan menjawab semua misteri ini.  Semoga bermanfaat.
Prayitno Ramelan ( www.ramalanintelijen.net )
05
May
12

IndoGreenWay : Tips Hidup Sehat

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

Kesehatan

Alpukat Bisa Hambat Proses Penuan

Rabu, 02 Mei 2012 01:58

Ist

Alpukat

PESATNEWS – Buah alpukat ternyata memiliki kandungan minyak yang terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker. Ternyata, kandungan minyak dalam alpukat, begitu bermanfaat bagi tubuh manusia selain mampu menekan kadar kolesterol dalam darah dan beberapa lemak yang berkaitan dengan diabetes.

Para ilmuwan di Meksiko menemukan, buah alpukat berpotensi menjadi senjata alami melawan proses penuaan dan penyakit kronis.� Minyak yang terkandung dalam buah ini terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker.

Dalam temuannya peneliti menyebutkan, yang menjadikan alpukat spesial adalah kandungan minyaknya yang secara spesifik mampu menembus ke dalam mitokondria, bagian penting dari sel tubuh yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi. Banyak zat antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayuran lain seperti� wortel atau tomat yang juga mampu menghadang radikal bebas � tetapi tidak mampu menembus ke dalam� mitokondria.

Masalahnya adalah antioksidan dalam bahan lain tidak tembus ke dalam mitokondria. Akibatnya, radikal bebas terus dapat merusak mitokondria, menyebabkan produksi energi terhenti dan sel pun sekarat hingga mati. Analoginya bahwa selama minyak tumpah (di laut), jika kita hanya membersihkan tumpahan minyak ketimbang memperbaiki perforasi, maka minyak akan terus tumpah, dan ikan pun akan mati,” kata peneliti dari University Michoacana de San Nicolas de Hidalgo Meksiko, Christian Cortes-Rojo, yang memaparkan temuannya dalam konferensi tahunan American Society for Biochemistry and Molecular Biology

Radikal bebas yang labil merupakan produk limbah alami dari proses metabolisme yang jumlahnya dapat meningkat tajam dalam tubuh akibat beragam faktor seperti polusi udara, rokok dan radiasi. Radikal bebas ini dapat membuat petaka dalam tubuh dengan cara memicu reaksi berantai yang menghancurkan membran sel , protein dan bahkan DNA. Fenomena ini merupakan salah satu pemicu utama proses penuaan dan diyakini berperan besar dalam merusak pembuluh arteri dan kanker.

Para ahli juga menemukan, bahwa minyak alpukat ternyata dapat membuat sel ragi bertahan hidup dari paparan konsentrasi tinggi zat besi yang merupakan elemen yang dapat memproduksi radikal bebas dalam jumlah tinggi.

“Kami perlu meneliti lebih lanjut apakah yang kami temukan pada ragi� juga dapat terjadi pada organisme tingkat tinggi seperti manusia,” kata Cortes-Rojo .

Minyak alpukat memiliki komposisi yang sama dengan olive oli atau minyak zaitun.� Konsumsi minyak ini sebelumnya juga dikaitkan dengan rendahnya kasus penyakit kronis pada beberapa negara Mediterrania dan Mr Cortes-Rojo menegaskan temuan ini bisa menggiring alpukat sebagai �the olive oil of the Americas�.[zkr/hel]

Kesehatan

Tanaman “Sansevieria” Cegah Kanker Ganas

Minggu, 06 Mei 2012 12:33

Ist

Pelajar Sedang Melihat Tanaman Sansevieria di Mapolda Metro Jaya

JAKARTA, PESATNEWS – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Himpunan Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (Hiciban) dan Permata Resources, melakukan aksi perduli lingkungan serta alam raya dengan membudidayakan tanaman “Sansevieria” atau lebih dikenal dengan sebutan tanaman “Lidah Mertua”. Tanaman Sansevieria ini ternyata memiliki manfaat yang sangat vital untuk mengobati penyakit, di antaranya penyakit yang mematikan yaitu kanker ganas.

Penanaman dan penyebaran tanaman hias tersebut langsung dipimpipin Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yosy Haryoso, Ketua Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (Hiciban) Irjen Purnawiran Putra Astaman, Dirjen Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Hamid.
Ribuan tanaman tersebut dibagikan kepada pelajar SMA 38, 8, 74, 82, 28,63  dan 29 untuk dibawa dan ditanam oleh  mereka di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya Ketua Hiciban, Putra Astaman mengatakan, peringatan Hari Bumi tersebut bersamaan dengan 175 negara untuk menanam tanaman tersebut. Pasalnya, tanaman tersebut merupakan tanaman anti polutan/polusi yang memilik keistimewaan menyerap bahan racun seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde dan nikotin.

Disamping itu juga, ungkap, Astaman, fungsi tanaman tersebut  dapat mengobati berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, wasir. “Untuk itulah Sunsevieria dibagikan untuk ditanaman disekitar lingkungan,” imbuhnya.

Dia mengatakan bumi kita tidak akan bertambah besar, tapi penduduk bumi kian bertambah banyak, oleh karena itu diperlukan penataan agar tidak menjadi rusak.

“Dunia menyadari bumi harus diselamatkan dengan penghijauan atau go green atau dengan mencintai bunga, dengan bunga terpancar indah dan damai,” imbuhnya.[zik/abd]

Hipertensi sering disebut sebagai ”silent killer” (pembunuh siluman), karena orang bisa menderita hipertensi bertahun-tahun tanpa merasakan sesuatu gangguan atau gejala. Penelitian di Amerika (NHANES – National Health and Nutritional Examination Survey tahun 1991-1994) ditemukan hanya 68 persen penderita hipertensi tahu bahwa mereka menderita penyakit tersebut, sisanya mengatakan sama sekali tidak tahu. (Dr. Nico A. Lumenta, K. Nefro, Sinar Harapan)

Hipertensi / tekanan darah tinggi sering didefenisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistole (lebih 140 mmHg) dan atau peningkatan tekanan darah diastole (lebih 90 mmHg).

Hipertensi / tekanan darah tinggi merupakan faktor utama terjadinya penyakit jantung. 90 % hipertensi / tekanan darah tinggi tidak diketahui sebabnya (hipertensi primer) sedangkan sisanya, 10 % (hipertensi sekunder) disebabkan karena penyakit (ginjal, dislipid, dll.)

Penyebab hipertensi / tekanan darah tinggi :
1. Genetik / keturunan disertai paling sedikit 3 faktor lingkungan, yaitu
stress, obesitas / kegemukan, dan konsumsi garam.
2. Kurang gizi
3. Konsumsi alkohol
4. Umur dan jenis kelamin
5. Kurang aktivitas
6. dll.

Pada hipertensi / tekanan darah tinggi yang disertai dengan kegemukan, diet dimaksudkan untuk menurunkan berat badan sampai mencapai normal / berat badan ideal (BBI).

Pengaturan konsumsi natrium (Na). Makanan sumber natrium (Na) antara lain garam, baking powder, makanan dengan bahan pengawet, produk hewani (daging, telur, susu, dll.). Pada hipertensi tingkat berat, garam tidak digunakan.

Hindari alkohol dan merokok. Semua bentuk hipertensi / tekanan darah tinggi menyebabkan kelainan ginjal dan kelainan itu akan memperberat hipertensi.
 

05
May
12

Lagu Kebangsaan : Lirik Asli (1928) Indonesia Raya

 

Lirik asli (1928) INDONESIA RAJA

Indonesia, tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.
Indonesia kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
“Indonesia Bersatoe”.
Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg’rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.
Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s’lama-lamanja.
Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa:
“Indonesia Bahagia”.
Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanja,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja.
Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.
Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji:
“Indonesia Bersatoe”
S’lamatlah rajatnja,
S’lamatlah poet’ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg’rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.
Refrain 

Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg’rikoe jang koetjinta.
Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja

dengerkan di : http://www.youtube.com/watch?v=7Bxdb7pfxM0

05
May
12

Hikmah : Keutamaan Hidup Bertetangga

Hikmah

Inilah Misi Ketiga Kerasulan Nabi Muhammad SAW

 

Friday, 04 May 2012, 09:00 WIB
Keutamaan Hidup Bertetangga
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein “Barang siapa beriman kepada Allah, dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya”. (HR Bukhori)Berbuat baik kepada tetangga menjadi sangat penting dalam…
Thursday, 03 May 2012, 13:36 WIB
Masjid dan Suara Azan
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: M Fuad NasarMasjid adalah tempat suci dan sangat dihormati umat Islam di seluruh dunia. Di masjid dimuliakan nama Allah melebihi tempat lain (QS an-Nur [24]: 36). Masjid…
Thursday, 03 May 2012, 11:27 WIB
Bangkit dan Ubahlah Dunia
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Toto TasmaraAir mata mengalir dari jiwa yang merintih. Nurani tercabik, terkoyak tersayat pedih, menyaksikan keadaan umat yang seakan kehilangan kesadaran perjuangan untuk meneruskan warisan suci ini—risalatul…
Wednesday, 02 May 2012, 08:54 WIB
Adab Bertetangga Ala Rasulullah SAW
REPUBLIKA.CO.ID, Tetangga adalah orang pertama yang mengetahui dan merasakan kebaikan juga gangguan kita. Karena itu, adab mulia bertetangga sangat ditekankan dalam syariat Islam. Tetangga bisa saja orang yang pintu…
Tuesday, 01 May 2012, 17:30 WIB
Inilah Resep Meramu Hidup
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Makmun NawawiDengan ontelnya yang sudah usang, lelaki paruh baya itu berusaha menjajakan dagangannya, dari satu warung ke warung lainnya yang berjarak 30-an kilometer. Kelebatan kendaraan bermotor roda…
Monday, 30 April 2012, 09:48 WIB
Inilah Amalan Penolak Bala
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Ustad Arifin IlhamHidup ini tidak seindah yang dibayangkan. Banyak hal yang tidak terduga menghampiri hidup kita. Kepahitan dan kegetiran adalah warna yang memoles lembar kehidupan manusia. Meski…
Sunday, 29 April 2012, 15:06 WIB
Inilah Misi Ketiga Kerasulan Nabi Muhammad SAW
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH A Hasyim MuzadiDi antara begitu banyak penyebab hilangnya keberkahan hidup, kemiskinan absolut-extreme poverty-juga diduga sebagai salah satu yang membuat hidup menjadi absurd. Tentu absurd bagi kita…
Sunday, 29 April 2012, 14:59 WIB
Panggung Manusia Bermuka Dua
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH Hasyim MuzadiPemerintahan dibuat dengan misi tertentu. Antara lain, untuk mempercepat tercapainya kehidupan rakyat yang lebih sejahtera. Pemerintahan merupakan representasi dari kepentingan rakyatnya. Karena itu, perangkat-perangkat yang…
Saturday, 28 April 2012, 11:02 WIB
Berburu Kursi, Berebut Jabatan
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Haedar Nashir*Abu Dzar al-Ghifari sahabat Nabi SAW yang zuhud dan wara. Sebagai sosok yang saleh dan sangat bersahaja. Dia bahkan tokoh ternama ahl al-shufah, yang selalu berkumpul…
Friday, 27 April 2012, 05:00 WIB
Rasa Cinta Sesama Umat
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein Tragedi geng motor yang terjadi akhir-akhir ini sungguh mengerikan. Kebencian berujung kekerasan sepertinya semakin menjadi. Tanpa sebab dan permasalahan jelas, pelaku geng motor…
05
May
12

Politik : Tolak Liberalisasi Pertanian dan Pangan

Tolak Liberalisasi Pertanian dan Pangan
Kamis, 3 Mei 2012 | 22:25

Ilustrasi daerah pertanian [google] Ilustrasi daerah pertanian [google]

[JAKARTA] Pembahasan RUU Pangan harus transparan, agar hasilnya bermakna bagi kehidupan bangsa. Kalangan pengusaha menganggap, selama ini petani menjadi korban undang-undang pangan yang tidak memihak pada nasib para petani.

Untuk itu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengharapkan, rancangan undang-undang pangan tidak meliberalisasi industri pertanian dan pangan yang bisa menekan petani skala kecil.

Ketua Bidang 7 BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bidang Agribisnis, Desi Arianti menegaskan, jika RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani maupun RUU Pangan, dan petani hanya menjadi objek dari kebijakan liberalisasi. Untuk itu, pihaknya menolak tegas liberalisasi pertanian dan pangan.

“Oleh karena itu, RUU Pangan diharapkan dapat memberikan dampak positif, dan harapan bagi petani dengan kepemilikan lahan yang sempit. RUU pangan yang tengah di bahas di DPR harus bisa memberikan dampak positif bagi petani dengan kepemilikan lahan yang sempit,” katanya di Jakarta, Kamis (3/5).

Dikatakannya, jumlah para petani di Indonesia sangat besar dan sudah selayaknya mendapatkan kesejahteraan yang meningkat. Untuk itu, UU pangan yang disahkan nanti diharapkan tidak meliberalkan sektor pertanian.

“Jika ini sampai terjadi maka nasib petani akan semakin terpuruk. Karena akan lebih banyak produk impor yang diizinkan masuk ke Indonesia,” katanya.

Padahal, setidaknya ada sekira 16 komoditas dan angkanya saat ini sudah mencapai Rp100 triliun. Jadi, kondisi ini akan berlanjut manakala negara ini akan dibuat by designed atau dibuat skenario menjadi negara importir produk-produk pangan.

“Yang perlu ditekankan di sini hasil produk RUU Pangan. Bisa dibilang, RUU ini cukup krusial untuk mendorong kesejahteraan petani dan juga mencapai surplus beras 10 juta ton pada 2014,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen Dewan Tani Indonesia Anggawira mengatakan, upaya pemerintah menciptakan surplus beras bahkan dengan melipatgandakan anggaran Kementerian Pertanian dalam dua tahun terakhir dari Rp  8,03 triliun pada 2010 menjadi Rp 17,6 triliun pada 2011 tidak mampu direalisasikan.

“Kini dengan anggaran 2012 sebesar Rp 17,8 triliun, Indonesia masih harus mengimpor berbagai macam kebutuhan pangan dari mulai beras, hingga daging sapi,” pungkas Anggawira.

Anggota Komisi IV DPR Viva Yoga Mauladi mengatakan draf RUU pangan saat ini memang masih dalam pembahasan. Salah satu materi yang akan dibahas diantaranya pengaturan impor produk pangan.

Menurutnya saat ini ada usulan yang berkembang, yakni pelarangan total mengenai impor produk pangan dan fokus melakukan swasembada. Lalu, memberi kewenangan kepada pemerintah untuk impor dengan syarat-syarat tertentu.

“Selama ini impor produk pangan yang dilakukan pemerintah tanpa konsultasi dengan DPR,” tutup dia. [H-15]

05
May
12

Tenaga Kerja : Majelis Pekerja Buruh Indonesia Dideklarasikan

MajelisBuruhIndonesia

Selasa, 1 Mei 2012 | 22:37 WIB   ·   May Day Di GBK

Rapat akbar dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia di Gelora Bung Karno (GBK), Selasa (1/5/2012), menghasilkan pembentukan semacam majelis buruh yang disebut “Majelis Pekerja Buruh Indonesia”.

Majelis Pekerja Buruh Indonesia—disingkat MPBI—ini diinisiasi oleh tiga konfederasi serikat buruh utama di Indonesia, yaitu KSPSI, KSBSI, dan KSPI. Ketiganya mengklaim punya anggota 8 juta di seluruh Indonesia.

“MPBI akan memperjuangkan apa-apa yang menjadi pokok persoalan kaum buruh di Indonesia saat ini,” kata Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea.

Andi Gani menjelaskan, MPBI akan berjuang agar kaum buruh di Indonesia bisa menjadi manusia yang bermartabat. Ia juga menegaskan bahwa Majelis Buruh ini akan melawan segala bentuk eksploitasi terhadap kaum buruh.

Dalam manifesto politiknya, MPBI mengusung tiga platfom utama: pangan, kemerdekaan, dan perlindungan.

Di bidang pangan, MPBI memperjuangkan upah layak, menuntut pemerintah mengontrol harga barang, perbesar subsidi negara untuk rakyat, jaminan sosial untuk rakyat, dan pelibatan buruh yang lebih besar dalam merumuskan kebijakan ekonomi negara.

Di bidang kemerdekaan, MPBI berjanji akan memperjuangkan kebebasan berserikat dan kemerdekaan berpendapat di muka umum. Selain itu, MPBI akan menuntut penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing.

Di bidang perlindungan, MPBI akan memperjuangkan kehidupan kaum buruh agar lebih sejahtera, adil, manusiawi, dan bermartabat. Caranya: MPBI akan memperjuangkan jaminan sosial kepada seluruh rakyat, kesempatan menikmati pendidikan bagi anak buruh, dan tata-hubungan industrial yang terimplementasi dalam perjanjian kerja bersama di tingkat perusahaan.

Deklarasi MPBI ini juga diikuti oleh sejumlah serikat non-konfederasi seperti FSP-TSK, FSBI, OPSI, FSP LEM, FSP Parkes, dan FS Pewarta.

ULFA ILYAS

Tags: Buruh, hari buruh sedunia, Kabar Rakyat, Serikat Buruh




Blog Stats

  • 2,241,861 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 123 other followers