Posts Tagged ‘Nation & Character Building



23
Mar
12

MiGas : Ngelaba Rp 97,955T Kenapa Subsidi

BBM, Rakyat Buntung

Kenaikan Harga BBM : SBY Untung Rakyat Buntung
Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!
  • Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
  • Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
  • Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
    = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
  • Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
    = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
  • Lifting = 930.000 barel per hari,
    atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
  • Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
  • Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
    atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
  • Pertamina memperoleh dari Konsumen :
    = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
    = Rp. 283,5 Trilyun
  • Pertamina membeli dari Pemerintah
    = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 224,546 Trilyun
  • Kekurangan yang harus di IMPOR
    = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel
    = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 149,887 Trilyun
KESIMPULAN: ‎
  1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
  2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
  3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
  4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
    = Rp. 35,658 Trilyun
  5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun
  6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
  7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia
    = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun
    = Rp. 126,591 trilyun
  8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
  9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
    = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun
    = Rp. 97,955 Trilyun
Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?
JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!
Jakarta 16 Maret 2012
Salam JuangRieke Diah Pitaloka

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR-RI, Rieke Dyah Pitaloka mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
“Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menolak kenaikan BBM, tolak BLT karena itu adalah muslihat agar subsidi dicabut, akibatnya SBY untung rakyat buntung!” tegas politisi PDIP ini

Ditambahkannya, Ada data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.

Rieke memaparkan data yang beliau kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib, sebagai berikut:
– Indonesia menghasilkan 930.000 barel per hari
– 1 barel = 159 liter
– Harga Minyak Mentah = 105 USD per barel
– Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) = 10 USD per barel = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
– Biaya LRT untuk 63 miliar Liter = 63 miliar x Rp.566,- = Rp. 35,658 triliun
– Lifting = 930.000 barel per hari, atau
= 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
– Hak Indonesia adalah 70 persen maka = 237,615 juta barel per tahun
– Konsumsi BBM di Indonesia = 63 miliar liter per tahun, atau dibagi dengan 159
= 396,226 juta barel per tahun
– Pertamina memperoleh dari Konsumen
= 63 miliar liter x Rp 4500,-
= Rp. 283,5 triliun
– Pertamina membeli dari pemerintah
= 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- = Rp. 224,546 triliun
– Kekurangan yang harus diimpor
= Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel
= 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,- = Rp. 149,887 triliun

Menurutnya, setelah dihitung sedemikian rupa melalui data-data yang otentik, Rieke berkesimpulan :
1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 miliar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 triliun
2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 triliun
3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 triliun
4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,- = Rp. 35,658 Trilyun
5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 triliun
6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia
= Rp. 410,091 triliun – Rp. 283,5 triliun
= Rp. 126,591 triliun
8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 triliun.
*Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat
9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
= Rp. 224,546 triliun – Rp. 126,591 triliun
= Rp. 97,955 triliun

“Artinya, APBN tidak jebol justru saya jadi bertanya, di mana sisa uang keuntungan SBY menjual BBM sebesar Rp. 97,955 triliun, itu baru hitungan 1 tahun. Di mana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya,” ujar politisi yang akrab dipanggil Oneng ini.

23
Mar
12

Khazanah : Bertasbih Memuji Allah SWT

Subhanallah, Guntur dan Kilat pun Bertasbih Memuji Allah SWT

Jumat, 23 Maret 2012, 11:22 WIB
Subhanallah, Guntur dan Kilat pun Bertasbih Memuji Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID,  Pernahkah kita berpikir bagaimana guntur –- sebagai salah satu peristiwa atmosfer terhebat yang Allah ciptakan — itu terbentuk? Dan bagaimana pula guntur mampu melepaskan sejumlah energi yang demikian…

Benarkah Ada Planet Lain yang Bisa Dihuni Manusia? Inilah Jawaban Alquran

Rabu, 21 Maret 2012, 19:52 WIB
Benarkah Ada Planet Lain yang Bisa Dihuni Manusia? Inilah Jawaban Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, Fisikawan terkemuka Stephen W Hawking berkata, ”Jika umat manusia ingin hidup di masa datang mereka harus mencari bumi lain di luar sistem matahari.”Penemuan terbaru Badan Antariksa Amerika (NASA),…

Hujjatul Islam: Jalaluddin Ar-Rumi, Dari Ulama Menjadi Penyair Sufi (1)

Rabu, 21 Maret 2012, 18:53 WIB
Hujjatul Islam: Jalaluddin Ar-Rumi, Dari Ulama Menjadi Penyair Sufi (1)

REPUBLIKA.CO.ID, Di kalangan para pecinta sastra tasawuf, nama Jalaluddin Ar-Rumi tidak asing lagi. Karya-karyanya tidak hanya diminati oleh masyarkat Muslim, tetapi juga masyarakat Barat. Karenanya tak mengherankan jika karya…

Semerbak Industri Parfum di Era Kekhalifahan

Rabu, 21 Maret 2012, 11:15 WIB
Semerbak Industri Parfum di Era Kekhalifahan

REPUBLIKA.CO.ID, Parfum begitu identik dengan kota Paris, Prancis. Di kota mode itulah sentra industri parfum dan kosmetik kini berada. Namun tahukah Anda bahwa industri parfum itu berasal dari dunia…

Fikih Muslimah: Orang Tua Berpisah, Siapa yang Mengasuh Anak?

Selasa, 20 Maret 2012, 18:58 WIB
Fikih Muslimah: Orang Tua Berpisah, Siapa yang Mengasuh Anak?

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap terjadi perceraian, tentu akan menimbulkan kepedihan yang mendalam. Namun demikian, tak semua setuju dengan hal ini. Bisa saja bagi yang bercerai, hal itu merupakan keputusan terbaik bagi…

Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Fenomena di Dasar Lautan

Senin, 19 Maret 2012, 19:31 WIB
Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Fenomena di Dasar Lautan

REPUBLIKA.CO.ID,  Dalam bukunya bertajuk Oceans, Danny Elder dan John Pernetta mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukannya tentang dasar lautan. ”Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200…

Menelusuri Jejak Aliran Muktazilah

Senin, 19 Maret 2012, 15:37 WIB
Menelusuri Jejak Aliran Muktazilah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Heri RuslanAliran Muktazilah mencapai masa keemasan di era kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad.Pada abad ke-8 M/1 H, di kalangan umat Islam, khususnya penganut aliran Khawarij…

Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Sidik Jari Sebagai Identitas

Senin, 19 Maret 2012, 12:42 WIB
Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Sidik Jari Sebagai Identitas

REPUBLIKA.CO.ID, Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas dan berbeda satu sama lain. Itulah sebabnya, sidik jadi menjadi tanda pengenal manusia untuk…

Hujjatul Islam: Syekh Aidh Al-Qarni, Dai dan Penulis Andal (3-habis)

Senin, 19 Maret 2012, 07:29 WIB
Hujjatul Islam: Syekh Aidh Al-Qarni, Dai dan Penulis Andal (3-habis)

REPUBLIKA.CO.ID, Al-Qarni tidak menduga Laa Tahzan akan laris. Ia hanya berdoa setiap kali umrah di Makkah, agar diberi kemampuan menulis sebaik-baiknya. Ketika buku itu terbit untuk pertama kalinya, ia…

Hujjatul Islam: Syekh Aidh Al-Qarni, Dai dan Penulis Andal (2)

Senin, 19 Maret 2012, 07:17 WIB
Hujjatul Islam: Syekh Aidh Al-Qarni, Dai dan Penulis Andal (2)

REPUBLIKA.CO.ID, Al-Qarni juga dikenal sebagai tokoh pembaruan di Arab Saudi dan berani menyuarakan kebenaran. Keberaniannya menyuarakan kebenaran ini sempat membuatnya merasakan jeruji besi pemerintah Al-Saud. Ia mendekam dalam penjara…

23
Mar
12

Hikmah : Keistimewaan Bersedekah

Inilah Keistimewaan Bersedekah

Jumat, 23 Maret 2012, 06:58 WIB
Inilah Keistimewaan Bersedekah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein “Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah, berpuasa, dan shalat di kala kebanyakan manusia tidur.” (HR.At-Tirmidzi)
 Salah satu ibadah yang dianjurkan Allah SWT…

Inilah Cara Rasulullah Mengawasi Harta Negara

Kamis, 22 Maret 2012, 04:00 WIB
Inilah Cara Rasulullah Mengawasi Harta Negara

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Dr H Fauzul Iman Dewasa ini mata bangsa masih terbelalak kepada ulah oknum yang gemar mempermainkan harta negara. Oknum itu dengan seenaknya me-mark up dan menyulap…

Inilah Pintu-pintu Menuju Kemuliaan

Rabu, 21 Maret 2012, 10:12 WIB
Inilah Pintu-pintu Menuju Kemuliaan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr A Ilyas Ismail    Iman (agama) seperti diterangkan Nabi SAW dalam hadis sahih, memiliki cabang yang banyak sekali jumlahnya, mulai dari komitmen tauhid, “Tidak ada Tuhan selain…

Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Klorofil

Selasa, 20 Maret 2012, 19:42 WIB
Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Klorofil

REPUBLIKA.CO.ID, Klorofil atau pigmen hijau tak hanya berfungsi sebagai zat pewarna hijau pada daun. Klorofil juga memainkan peranan penting dalam proses fotosintesis. Para ahli tumbuh-tumbuhan menemukan bahwa klorofil merupakan produsen…

Kesombongan Iblis

Selasa, 20 Maret 2012, 13:02 WIB
Kesombongan Iblis

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Dr Ir Fuad Rumi MS“Ana khairun minhu”, saya lebih baik dari dia. Itulah kalimat iblis ketika Tuhan menanyakan alasan mengapa ia tidak mau melaksanakan perintah, sujud kepada…

Mari Menghargai Pluralitas

Senin, 19 Maret 2012, 15:03 WIB
Mari Menghargai Pluralitas

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Prof Dr Asep S MuhtadiSeusai melaksanakan shalat bersama di Masjid Nabawi, seorang jamaah yang baru pertama kali berziarah ke Tanah Suci berkomentar, “Kok, cara-cara shalat di sini…

Inilah Amalan Penolak Bala

Sabtu, 17 Maret 2012, 06:19 WIB
Inilah Amalan Penolak Bala

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Muhammad Arifin Ilham Hidup ini tidak seindah yang dibayangkan. Banyak hal yang tidak terduga menghampiri hidup kita. Kepahitan dan kegetiran ada ah warna yang memoles lembar kehidupan…

“Zammilunie… Zammilunie…”

Kamis, 15 Maret 2012, 22:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Rizqo Kamil Ibrahim *”Zammilunie, zammilunie! (Selimutilah aku, selimutilah aku),” pinta Rasululullah  SAW kepada sang kekasih Khadijah binti Khuwailid.Adrenalin yang tidak karuan, ketakutan yang amat sangat, serta gundah-gulana…

Inilah Tiga Moral Kepemimpinan Rasulullah SAW

Kamis, 15 Maret 2012, 10:31 WIB
Inilah Tiga Moral Kepemimpinan Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr A Ilyas IsmailSejak pengujung abad yang lalu hingga sekarang, diskursus mengenai pemimpin atau kepemimpinan mencuat ke permukaan. Ada dua penyebabnya. Pertama, banyak pemimpin dalam berbagai bidang…

Restu Ibu, Kunci Kemudahan Hidup

Rabu, 14 Maret 2012, 17:41 WIB
Restu Ibu, Kunci Kemudahan Hidup

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Dr Yunahar IlyasLibur musim panas adalah masa yang paling ditunggu-tunggu mahasiswa. Selama tiga bulan para mahasiswa akan menikmati libur bersama keluarga. Sebulan sebelum libur, bagian kemahasiswaan…

21
Mar
12

IpTek : Inilah Minyak Bumi Abad Ke-21

Logam Tanah Jarang (1)
Inilah “Minyak Bumi” Abad ke-21
Dahono Fitrianto | Marcus Suprihadi | Jumat, 16 Maret 2012 | 11:26 WIB
toyota.com Mobil hibrida seperti Toyota Prius ini, dan pembangkit listrik tenaga angin, adalah beberapa benda berteknologi tinggi yang membutuhkan logam tanah jarang (LTJ) dalam pembuatannya.

Oleh Dahono Fitrianto

China ternyata memegang kunci masa depan dunia, yakni cadangan mineral langka yang dinamakan “rare earths” atau logam tanah jarang LTJ. Ini diperlukan untuk industri canggih dunia.

KOMPAS.com- Istilah logam tanah jarang kembali mengemuka akhir-akhir ini, setelah tiga kekuatan utama ekonomi dunia, yakni AS, Jepang, dan Uni Eropa bersama-sama menggugat China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Mereka menuduh keputusan China membatasi ekspor logam tanah jarangnya bertujuan memproteksi industri teknologi dalam negerinya, dan merupakan bentuk persaingan usaha tidak sehat.

Bukan kali ini saja China menggegerkan dunia dengan LTJ. Dalam salah satu krisis diplomatik terburuk antara China dan Jepang setelah Perang Dunia II tahun 2010, China mengeluarkan kartu truf yang mengagetkan sekaligus menyadarkan dunia.

Negara kekuatan ekonomi kedua terbesar di dunia itu ternyata memegang kunci masa depan dunia, yakni cadangan mineral langka yang dinamakan rare earths atau logam tanah jarang (LTJ).

China menguasai 97 persen pasar LTJ, mineral yang dibutuhkan untuk membuat berbagai benda berteknologi tinggi di dunia. Jepang, yang dikenal sebagai negara produsen benda-benda canggih, bergantung hampir 100 persen pada pasokan LTJ dari China.

Pada gilirannya, Amerika Serikat, yang mengandalkan pasokan komponen-komponen teknologi dari Jepang, juga menjadi bergantung pada China. Padahal, di antara benda-benda yang membutuhkan mineral itu adalah berbagai peralatan vital militer, mulai dari sonar kapal perang, alat pembidik meriam tank, hingga perangkat pelacak sasaran pada peluru kendali.

Menurut artikel di majalah The Economist edisi 17 September 2010, keberhasilan China menguasai pasar LTJ dunia adalah buah dari kebijakan visioner mantan pemimpin negara komunis itu, Deng Xiaoping. Lebih dari 30 tahun silam, pada dekade 1960-an, Deng mengatakan bahwa jika negara-negara Timur Tengah memiliki minyak bumi, China mempunyai LTJ.

Mineral langka itu diramalkan akan menjadi “minyak bumi” abad ke-21 karena arti pentingnya bagi dunia industri. Ramalan yang mulai terbukti benar.

Tahun 2009, permintaan pasar LTJ dunia mencapai 134.000 ton, sementara kapasitas produksinya baru 124.000 ton. Tahun 2012 ini, kebutuhan dunia diperkirakan akan mencapai 180.000 ton.

China sendiri, yang permintaan industri dalam negerinya juga makin tinggi, sudah mulai mengurangi kuota ekspor LTJ-nya. Tahun lalu China sudah memotong jatah ekspor dari 50.000 ton menjadi hanya 30.000 ton. Juli lalu, pemerintah China memangkas lagi kuota ekspornya, sebuah langkah yang sempat diprotes Jepang.

Mencari alternatif

Tidak seimbangnya pasokan dan permintaan, serta sulitnya proses pemisahan LTJ dari mineral induknya yang mengandung unsur radioaktif, seperti uranium dan thorium, membuat harga mineral ini sangat mahal. Di laman perusahaan pemasok LTJ asal Australia, Arafura Resources (http://www.arafuraresources.com.au), harga europium oksida—salah satu oksida LTJ, bulan ini mencapai 3.410 dollar AS (Rp 31,3 juta) per kilogram.

Beberapa negara dan perusahaan multi nasional yang bergantung pada pasokan LTJ ini sekarang beramai-ramai mencari sumber alternatif untuk mencegah ketergantungan pada China. Perdana Menteri Jepang waktu itu, Naoto Kan, dan PM Mongolia Sukhbaatar Batbold dua tahun lalu sepakat untuk mengembangkan kerjasama penambangan LTJ di Mongolia.

Toyota Motor Corp, yang membutuhkan LTJ untuk membuat mobil hibrida Toyota Prius, bahkan memutuskan mencari sendiri sumber-sumber LTJ demi menjaga keberlangsungan pasokannya.

Melalui anak perusahaannya, Toyota Tsusho Corp, Toyota menjajagi kerja sama dengan Vietnam, India, dan Indonesia untuk menambang dan memproses sendiri LTJ-nya. “Ketergantungan pada satu negara banyak risikonya,” tutur juru bicara Toyota Motor Corp Morimasa Konishi kepada Associated Press dua tahun lalu.

Toshiba dan Sumitomo juga menjalin kerjasama joint venture untuk membuka tambang LTJ di Kazakhstan pada 2009. Perusahaan Jepang lainnya menjalin kerjasama dengan Lynas Corp dari Australia untuk mendapatkan pasokan LTJ dari tambang Mount Weld, Australia.

Korea Selatan, yang memiliki perusahaan-perusahaan teknologi tinggi, seperti Samsung dan LG, juga mulai memikirkan kesinambungan pasokan LTJ-nya. Pemerintah Korsel berencana menganggarkan dana sebesar 17 miliar won (Rp135,4 miliar) untuk mengamankan cadangan 1.200 metrik ton LTJ hingga tahun 2016.

Sementara di AS, Kongres mengadakan sidang khusus untuk memperpanjang lisensi pertambangan LTJ di Mount Pass, California, agar tambang tersebut bisa segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri AS.

Meski demikian, proses pengaktifan kembali tambang dan proses pemurnian LTJ ini bukan hal yang mudah. Sehingga untuk sementara, dunia masih harus bergantung pada pasokan LTJ dari China.

Menumpuk di gudang

Dalam wawancara dengan Kompas waktu itu, Kepala Badan Geologi R Sukhyar mengatakan, Indonesia sebenarnya memiliki stok mineral mengandung LTJ yang sudah ditambang, yakni di kawasan pertambangan timah di Kepulauan Bangka-Belitung (Babel).

Selama ini, mineral-mineral itu menjadi produk sampingan (slag) pengolahan bijih timah oleh tambang-tambang timah di kepulauan tersebut, termasuk oleh PT Timah. “Timah berasal dari batuan induk granit. Jadi setiap ada tambang timah, pasti mineral-mineral mengandung LTJ ini juga ada,” ungkap Sukhyar.

Dalam sebuah audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap PT Timah dan PT Koba Tin, dua perusahaan tambang yang beroperasi di Babel, diketahui cadangan mineral mengandung LTJ ini sangat besar. PT Timah misalnya, menurut data stok 2006 memiliki 408.877 ton monazite (mengandung 50-78 persen oksida tanah jarang atau rare earths oxides/REO), 57.488 ton xenotime (mengandung 54-65 persen REO), dan 309.882 zircon (mengandung ittrium dan cerium).

Sementara PT Koba Tin hingga September 2007 memiliki stok monazite sebesar 174.533 ton. Data Badan Geologi menunjukkan, kawasan Kepulauan Babel yang sudah dieksplorasi menunjukkan potensi sumber daya monazite sebesar 10.526,8 ton.

Mineral sebanyak itu selama ini hanya disimpan di gudang perusahaan-perusahaan tersebut. Karena sifatnya yang mengandung unsur radioaktif uranium dan thorium, stok mineral tersebut tidak diproses lebih lanjut, karena harus melibatkan institusi pemantau zat radioaktif, seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan IAEA.

Selain itu, karena pemerintah belum menetapkan LTJ sebagai sasaran eksplorasi, maka seluruh stok mineral mengandung LTJ ini dibiarkan begitu saja. Sukhyar mengatakan ada risiko stok mineral potensial tersebut diselundupkan ke luar oleh orang-orang yang mengerti nilai sesungguhnya mineral ini.

Penyelundupan mineral produk sampingan tambang ini bukan tidak mungkin. BPK mencatat pernah ada usaha penyelundupan mineral ilmenite, yang mengandung uranium dan thorium, dari Kabupaten Bangka Tengah pada 24 November 2007.

Lebih jauh dari itu, karena pemerintah memang belum melihat ke potensi LTJ ini, kegiatan eksplorasi lanjutan untuk mengetahui berapa sesungguhnya cadangan logam tersebut yang dimiliki Indonesia juga belum pernah dilakukan. Apa lagi membahas teknologi pemurnian LTJ itu pada skala industri. “Sampai sekarang belum ada survei keekonomian penambangan LTJ ini,” tutur Sukhyar.

Di laman resminya, (http://www.toyota-tsusho.com/english/csr/business/case01.html), Toyota Tsusho Corp menyatakan akan membangun pabrik pemurnian LTJ di Pulau Bangka, dengan mengolah slag sisa pengolahan bijih timah. Perusahaan tersebut mengharapkan bisa mengekstrak neodimium dan disprosium, yang sangat penting bagi pembuatan Toyota Prius.

Meski susah dan membutuhkan penguasaan teknologi khusus, pembangunan pabrik proses pengolahan untuk skala industri di Indonesia bukan hal yang tak mungkin. Triharyo Soesilo, mantan Direktur Utama PT Rekayasa Industri—BUMN yang bergerak di bidang rancang bangun dan rekayasa fasilitas industri, mengatakan, pada prinsipnya pasti ada perusahaan-perusahaan di dunia yang memegang lisensi pabrik pemisahan LTJ ini.

“Jika lisensi itu kita dapatkan, maka kita pasti bisa membangun pabriknya,” tutur Triharyo, alumnus Teknik Kimia ITB, yang kini menjadi salah satu anggota Dewan Komisaris Pertamina itu.

Sekarang, tinggal kembali pada niat dan visi para pemimpin pemerintahan Indonesia. Apakah akan ikut serta dalam percaturan masa depan dunia, atau mau berpuas diri di dalam “zona nyaman” sebagai pengikut dan konsumen.

Jika China bisa memiliki visi 30 tahun ke depan, mengapa kita tidak?

21
Mar
12

Politik : ParPol Kecil Ancam Duduki Gedung DPR

Parpol Kecil Ancam Duduki Gedung DPR
Rabu, 21 Maret 2012 | 7:57

[JAKARTA] Sejumlah partai politik (parpol) kecil dalam waktu dekat akan mengerahkan seluruh kader-kadernya untuk menduduki gedung DPR RI.

Pengerahan dilakukan jika parlemen mengesahkan RUU Pemilu yang isinya bertendensi membunuh parpol-parpol kecil melalui pasal ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) yang tinggi dan berlaku secara nasional.

“Sebelum tanggal pengesahan, kami harus mampu menduduki gedung DPR. Upaya ini harus dilakukan agar partai-partai besar di Senayan terbuka mata hatinya untuk berpolitik secara demokrastis dan menghargai seluruh elemen kekuatan politik,” kata Ketua Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB janis dalam dialog bertema Mengambil Kursi Gratis dari Korban PT di Senayan, Jakarta, Selasa (20/3).

Hadir pada acara itu pimpinan PKP, PKNU, PBB, dan PDS yang tergabung dalam Forum Lima. Tampil juga sejumlah narasumber seperti pakar hukum Tata Negara Irman Putra Sidin, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga anggota Pansus RUU Pemilu, dan pengurus Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto.

Gagasan Roy disambut Ketua Umum PKNU Choirul Anam atau Cak Anam yang memang berencana melakukan aksi serupa mengingat cara-cara demokrasi yang diterapkan di parlemen sudah seperti cara machiavelly atau hanya mengandalkan kekuasaan belaka.

“Berdiskusi sudah, bertemu pimpinan DPR sudah. Jika RUU Pemilu tetap memberlakukan PT secara nasional, dan angka PT yang tinggi, tidak ada jalan lain kecuali mencegahnya dengan menduduki gedung DPR,” tegasnya.

Pakar tata negara Irman Putra Sidin yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan, perlu ada penjelasan terkait perubahan PT. Pasalnya, jika ditelisik lebih dalam tidak ada hubungan sama sekali penyederhanaan parpol dengan kerja politik di parlemen.

“Kalau anggota partai sudah masuk parlemen kan kewenangannya personal, tapi ini jadi kewenangan fraksi. Jadi anggota dikuasai oleh elit-elit politik diatasnya. Hak personal ini seharusnya tidak masuk ke fraksi, fraksi iu seharusnya tidak ada,” ujarnya.

Rencana kenaikan PT saat ini lebih mengerucut pada penyerderhanaan partai lewat kewenangan partai-partai besar, bukan pada penyederhanaan sistem pemilu. Dengan alasan penyederhanaan lewat memperbesar angka PT, Irman menilai hal tersebut sangat tidak masuk akal.

“Ini permainan kerja elit-elit politik yang menggunakan kekuasaan agar, dimana kewenangan personal kadernya diparlemen telah dikuasai oleh partai. Padahal kan semua anggota kalau sudah masuk DPR punya hak dan kewajiban yang sama,” ujarnya. [R-14]

21
Mar
12

Politik : Polisi dan Demonstran di Depan Istana

Baku Pukul

Arbi Anugrah – detikNews

Rabu, 21/03/2012 12:54 WIB

Polisi dan Demonstran Baku Pukul di Depan Istana
Jakarta Polisi dan demonstran massa buruh yang menolak kenaikan BBM terlibat keributan di depan Istana Negara. Polisi dan demonstran terlibat baku pukul. Keributan pecah saat massa buruh yang bergerak di depan Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, memaksa hendak masuk ke depan kawasan Istana.Pantauan detikcom, Rabu (21/3/2012), ribuan buruh terus mengalir menuju depan Istana. Polisi pun memasang barikade memisahkan massa di depan Jl Medan Merdeka Barat dan di depan Istana.Tapi, massa yang bergerak dari Jl Medan Merdeka Barat terus merangsek ingin masuk ke kawasan di depan Istana. Akhirnya, barikade polisi pun bertemu dengan massa buruh.”1, 2, 3…!” teriak buruh saat menabrak barikade polisi.Di tengah pertemuan massa buruh dan polisi itu entah bagaimana terjadi aksi saling baku pukul. Tidak berlangsung lama, petugas dan juga rekan-rekan dari para buruh itu memisahkan keributan itu. 2 Petugas polisi terlihat dipapah rekannya ke pinggir.Setelah keributan itu, massa buruh kemudian mundur, sedang barikade polisi berganti dengan polisi bertameng. Sementara itu, situasi di sekitar Istana sekitar pukul 12.50 WIB semakin ramai. (ndr/nrl)
Baca Juga

200 Buruh Demo

Niken Widya Yunita – detikNews

Rabu, 21/03/2012 10:05 WIB

200 Buruh Demo di HI, Dukuh Atas ke Thamrin Macet
twitter:@ataufani
Jakarta Aksi menentang kenaikan BBM menghampiri Jakarta. Sekitar 200 buruh berunjuk rasa di Bundaran HI, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Akibatnya akses dari Dukuh Atas menuju Thamrin macet.”Ada 200 pendemo di Bundaran HI. Akibatnya Dukuh Atas arah Thamrin padat,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Kasno, kepada detikcom, Rabu (21/3/2012).Menurut Kasno, buruh tersebut beraksi di separuh badan jalan di Dukuh Atas arah Thamrin. Akibatnya, kemacetan tidak terelakkan.Kasno menambahkan, berdasarkan laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya, buruh tersebut akan beraksi menolak kenaikan harga BBM.Menurut informasi yang beredar, selain di Bundaran HI, ribuan buruh akan beraksi di Istana Negara. (nik/nrl)
Baca Juga

Sandera Truk Tangki

Khairul Ikhwan – detikNews

Selasa, 20/03/2012 21:41 WIB

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa di Medan Kembali Sandera Truk Tangki
Medan Aksi unjuk rasa gabungan organisasi mahasiswa menolak kenaikan BBM di Medan, Sumatera Utara (Sumut) diwarnai keributan, Selasa (20/3/2012). Mahasiswa dan petugas kepolisian terlibat bentrok saat mahasiswa menyandera truk tangki Pertamina yang melintas di lokasi aksi.Semula aksi mahasiswa berjalan tertib. Dua ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Medan membawa poster dan menggelar orasi di kawasan bundaran Jl. Gatot Subroto.”Kebijakan pemerintahan SBY menaikkan harga BBM menyakiti hati rakyat,” teriak salah satu mahasiswa saat berorasi.Saat demo berlangsung, truk tangki membawa BBM melintas di lokasi aksi. Mahasiswa kemudian mengejar dan memaksi supir untuk menghentikan truknya.Mahasiswa juga menaiki truk dan mengibarkan bendera organisasi di atas truk. Sementara mahasiswa lain memaksa supir untuk turun dari truk.Petugas kepolisian yang bersiaga menghimbau mahasiswa melepaskan truk, namun tidak mendapat tanggapan. Polisi kemudian membubarkan mahasiswa secara paksa hingga terjadi aksi saling tarik yang berujung keributan.Suasana mereda setelah petugas kepolisian berhasil naik ke atas truk tangki dan melakukan pengawalan ketat agar truk keluar dari kerumunan mahasiswa.

(rul/mad)

Baca Juga

Unjuk Rasa Ricuh

Muhammad Nur Abdurrahman – detikNews

Selasa, 20/03/2012 15:58 WIB

Tolak Kenaikan Harga BBM, Unjuk Rasa di Kantor DPRD SulSel Ricuh
Makassar Sekitar seratus massa Sekber Perjuangan Sulsel, yang terdiri dari massa buruh dan mahasiswa mendatangi kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka berunjuk rasa terkait kenaikan BBM.Massa mendatangai kantor DPRD Sulsel di jalan Urip Sumoharjo, Makassar, selasa (20/3/2012), guna mendesak para anggota DPRD Sulsel segera menggelar Sidang paripurna untuk menolak kenaikan harga BBM.Keributan nyaris terjadi saat massa Sekber Perjuangan Sulsel berusaha masuk ke kantor fraksi-fraksi di gedung DPRD Sulsel. Massa Sekber meminta pimpinan dewan hadir untuk menerima aspirasinya. Sempat terjadi aksi saling dorong di pintu masuk kantor fraksi.Jenderal Lapangan Sekber Perjuangan Sulsel, Salim Samsul dalam orasinya meminta para anggota DPRD Sulsel bersikap peka atas penderitaan rakyat akibat kebijakan kenaikan harga BBM yang diambil pemerintah. Selain menolak kenaikan harga BBM, massa Sekber juga menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan meminta Undang-undang yang melegalisasi privatisasi sektor Migas.”Kami secara tegas menolak liberalisasi sektor Migas, kami juga meminta transparansi pendapatan negara dari sektor Migas dan semua anggaran belanja birokrasi dialihkan untuk subsidi rakyat,” ujar Salim.Selain di kantor DPRD Sulsel, demonstrasi menentang kenaikan harga BBM juga berlangsung di bawah kolong fly over. Massa HMI Cabang Makassar yang menggelar unjuk rasa sempat menyandera truk pengangkut gas elpiji milik PT Wijaya Lestari Perkasa untuk dijadikan mimbar bebas.

Kedua aksi unjuk rasa ini berlangsung lancar, meski hanya dijaga beberapa petugas kepolisian dari Polsek Panakukang dan anggota Satlantas Polrestabes Makassar.

(mna/ndr)

Baca Juga

BBM, Rakyat Buntung

Kenaikan Harga BBM : SBY Untung Rakyat Buntung
Saya Rieke Diah Pitaloka, sekedar mengingatkan 13 hari lagi adalah keputusan kenaikan harga BBM. Salah satu argumen SBY, kenaikan tersebut adalah untuk menyelamatkan APBN supaya tidak jebol.
Berikut saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat, hitungan yang sesungguhnya bahwa dengan tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikan harga BBM sebetulnya APBN tidak jebol.
Berikut ini data yang saya kompilasi dari berbagai sumber, terutama dari para ekonom yang tidak bermahzab neolib!
  • Indonesia menghasilkan 930.000 Barel/hari, 1 Barel = 159 liter
  • Harga Minyak Mentah = 105 USD per Barel
  • Biaya Lifting + Refining + Transporting (LRT) 10 USD per Barel
    = (10/159) x Rp.9000 = Rp. 566 per Liter
  • Biaya LRT untuk 63 Milyar Liter
    = 63 Milyar x Rp.566,- = Rp. 35,658 trilyun
  • Lifting = 930.000 barel per hari,
    atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun
  • Hak Indonesia adalah 70%, maka = 237,615 Juta Barel per tahun
  • Konsumsi BBM di Indonesia = 63 Milyar Liter per tahun,
    atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun
  • Pertamina memperoleh dari Konsumen :
    = Rp 63 Milyar Liter x Rp.4500,-
    = Rp. 283,5 Trilyun
  • Pertamina membeli dari Pemerintah
    = 237,615 Juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 224,546 Trilyun
  • Kekurangan yang harus di IMPOR
    = Konsumsi BBM di Indonesia – Pembelian Pertamina ke pemerintah = 158,611 Juta barel
    = 158,611 juta barel @USD 105 x Rp. 9000,-
    = Rp. 149,887 Trilyun
KESIMPULAN: ‎
  1. Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebanyak 63 Milyar liter dengan harga Rp.4500,- yang hasilnya Rp. 283,5 Trilyun.
  2. Pertamina harus impor dari Pasar Internasional Rp. 149,887 Trilyun
  3. Pertamina membeli dari Pemerintah Rp. 224,546 Trilyun
  4. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 Milyar Liter @Rp.566,-
    = Rp. 35,658 Trilyun
  5. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp. 410,091 trilyun
  6. Pertamina kekurangan uang, maka Pemerintah yang membayar kekurangan ini yang di Indonesia pembayaran kekurangan ini di sebut “SUBSIDI”
  7. Kekurangan yang dibayar pemerintah (SUBSIDI) = Jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina BBM kebutuhan di Indonesia
    = Rp. 410,091 trilyun – Rp. 283,5 Trilyun
    = Rp. 126,591 trilyun
  8. Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina (karena Pertamina juga membeli dari pemerintah) sebesar Rp. 224,546 trilyun. Catatan Penting: hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh Pemerintah kepada masyarakat.
  9. Maka kesimpulannya adalah pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
    = Rp. 224,546 Trilyun – Rp. 126,591 Trilyun
    = Rp. 97,955 Trilyun
Artinya, APBN tidak Jebol justru saya jadi bertanya: dimana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp. 97,955 trilyun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?
JANGAN MAU DIBOHONGI LAGI, mohon bantu berikan penyadaran kepada rakyat, tolak kenaikan BBM, Tolak BLT sebab itu adalah akal muslihat agar subsidi dicabut akibatnya SBY UNTUNG RAKYAT BUNTUNG!Jakarta 16 Maret 2012
Salam JuangRieke Diah Pitaloka
Tolak BBM Naik
Cokorda Yudhistira | Robert Adhi Ksp | Rabu, 21 Maret 2012 | 09:05 WIB
Serikat Pekerja dan Serikat Buruh Gelar Aksi Tolak Kenaikan BBM
Ambrosius Harto Manumoyoso/KOMPAS
Suasana konsolidasi untuk unjuk rasa Sekretariat Bersama Buruh di simpang tiga Jalan Taman Patra Terusan dan Jalan Gatot Subroto, Kamis (8/3/2012).

BEKASI, KOMPAS.com - Ribuan buruh dan pekerja direncanakan menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hari Rabu (21/3/2012) pagi ini.

Peserta unjuk rasa akan datang dari Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Peserta unjuk rasa, yang berasal dari gabungan serikat buruh dan serikat pekerja, akan berkumpul di Bundaran HI, Jakarta, mulai pukul 10.00 WIB. Selanjutnya mereka akan berjalan kaki menuju kawasan Istana Presiden, Jakarta.

Rencana aksi gabungan serikat buruh dan serikat pekerja menolak kenaikan harga BBM pada hari ini diperoleh dari FSPMI, salah satu serikat pekerja yang bergabung dalam aksi buruh dan pekerja menolak kenaikan BBM. Ketua FSPMI Bekasi Obon Tabroni, yang dihubungi tadi, membenarkan rencana aksi gabungan serikat buruh dan serikat pekerja ini.

“Kami dari Buruh Bekasi Bergerak sedang berkumpul untuk berangkat ke Jakarta,” kata Obon tadi. Titik kumpul peserta unjuk rasa dari Kabupaten Bekasi yakni kawasan Jababeka, EJIP, dan MM2100.

Menurut Obon, rencana pemerintah menaikkan harga BBM akan berimbas pada meningkatnya pengeluaran buruh, terutama untuk biaya transportasi dan belanja makan. Kelompok buruh juga tidak akan menerima bantuan langsung subsidi kenaikan BBM karena buruh dianggap mempunyai penghasilan tetap.

http://www.suarapembaruan.com/home/mahasiswa-tetap-tolak-kenaikan-bbm/18325

Tolak BBM Naik
Rabu, 21 Maret 2012 | 7:10

Mahasiswa Tetap Tolak Kenaikan BBM

Demo menolak kenaikan BBM [google]
Demo menolak kenaikan BBM [google]

[SERANG] Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Untirta Banten  melakukan aksi menolak rencana kenaikan harga BBM pada awal April mendatang di depan Gedung DPRD Banten, Selasa (20/3).

Dalam aksi unjuk rasa itu, polisi menghujani para mahasiswa dengan tembakan gas air mata.

Akibatnya, para mahasiswa terpaksa membubarkan diri karena tidak tahan dengan perihnya gas air mata yang semprotkan oleh petugas kepolisian. [149]

Thursday, 08 March 2012 00:48 PDF Print E-mail
BBM naik pemerintah untung rakyat buntung
Opini
Pemerintah sudah resmi mengajukan usulan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan premium sebesar Rp1500 per liter kemarin. Sebelumnya muncul angka Rp1000 hingga Rp2000, namun pemerintah mengambil jalan tengah sehingga harga BBM jenis premium dan solar nantinya Rp6000 per liter.

Surat presiden perihal Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2012 terkait kenaikan harga BBM segera diagendakan untuk segera dibahas dalam  rapat-rapat DPR. Rapat dipastikan berlangsung sengit karena sejumlah parpol menolak kenaikan harga BBM dengan alasan kenaikan itu mengakibatkan harga kebutuhan pokok masyarakat, seperti sembako dan transportasi ikut melonjak.
Kenaikan BBM  juga dipastikan membuat kehidupan rakyat kelas menengah dan terlebih di level bawah (garis kemiskinan) akan semakin susah. Akan semakin banyak jumlah rakyat miskin, sekalipun mereka akan memperoleh bantuan cuma-cuma dalam bentuk BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau apapun jenisnya nanti. Bantuan model BLT inilah yang diperkirakan dapat meningkatkan citra dan elektabilitas pemerintahan SBY setelah anjlok (merosot) tajam dalam setahun belakangan ini.

Saat menjelang Pilpres 2009 lalu SBY pun mengambil langkah serupa menaikkan BBM dan mengucurkan BLT kepada hampir 20 juta rumah tangga miskin. Hasilnya luar biasa manjur, SBY terpilih lebih 60 persen dalam Pilpres lalu (satu putaran). Puluhan triliun rupiah dikucurkan cuma-cuma sehingga rakyat dianggap dan diajarkan menjadi peminta-minta. Jika model serupa (BLT) kembali dilakukan semakin kelihatanlah kalau pemerintah gagal dalam mengentaskan kemiskinan, gagal membuka lapangan kerja baru, gagal dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kelas bawah.

Yang juga hampir pasti terjadi terkait opsi kenaikan harga BBM adalah ancaman mogok dari pengusaha  jasa angkutan. Sebab, mereka pasti merasakan dampaknya secara langsung. Jika BBM naik wajar mereka menuntut kenaikan tarif angkutan atau mendapat insentif berupa subsidi kemudahan pajak, onderdil dll. Jika besarnya kenaikan tarif disetujui tidak akan ada mogok massal supir angkot dan sejenisnya. Tapi jika  pemerintah provinsi maupun kabupaten-kota tidak meresponnya para supir pasti melakukan reaksi ancaman mogok massal adalah alat paling tepat untuk memaksa pemerintah pusat dan daerah mendengar dan mengikuti aspirasi supir angkot, bus antarkota dan provinsi.

Saat ini saja masih dalam wacana harga-harga sudah melambung. Pedagang sudah ancang-ancang menaikkan harga, bahkan sebagian pedagang sudah pun menaikkan harga barangnya tanpa harus menunggu 1 April 2012. Banyak pula yang menimbun barang, menjadi spekulan, dan memborong BBM premium dan solar dalam jumlah banyak untuk dijual kembali saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM secara resmi nanti.

Hemat kita, melihat dampak kenaikan harga BBM demikian meluas. Harga sembako bakal melambung, kenaikan inflasi tinggi, kehidupan rakyat kecil semakin terjepit, maraknya ancaman mogok dan aksi demo bakal meluas menentang opsi menaikkan BBM, mengapa tidak diambil opsi yang lebih bermartabat dan tidak melanggar konstitusi negara, seperti melakukan efisiensi dalam penyaluran anggaran pemerintah pusat ke berbagai departemen hingga ke daerah-daerah. Adapun besarnya belanja negara mencapai Rp1.418,5 triliun dengan alokasikan belanja kementerian dan lembaga Rp476,6 triliun, belanja non-kementerian dan lembaga Rp477,5 triliun, dan transfer ke daerah Rp464,4 triliun. Jika asumsi kebocoran sebesar 30 persen dapat ditekan maka ratusan triliun uang rakyat dapat diselamatkan untuk mengganti defisit akibat kenaikan harga dunia.

Memang tidak mudah bagi pemerintahan SBY untuk tidak menaikkan harga BBM mengingat harga minyak dunia sudah mencapai di atas100 dolar per barelnya. Namun menaikkan harga BBM hendaknya menjadi pilihan atau opsi terakhir. Rakyat akan senang jika pemerintah menghabisi saja para koruptor, menghukum mati, dan menyita harta mereka untuk menimbulkan efek jera dan dikembalikan ke negara (rakyat) yang nilainya pasti  dapat menutupi defisit subsidi BBM pada APBN. Atau mengalihkan pemakaian BBM minyak ke gas yang jauh lebih murah, atau mencari sumber-sumber minyak baru untuk bisa menjadi anggota OPEC kembali.

Justru itu, kenaikan harga BBM menjadi Rp6000 diperkirakan tetap mendapat penentangan dari masyarakat, khususnya mahasiswa yang kecewa dengan kinerja pemerintahan saat ini. Sebab, pemerintah cenderung mau ambil gampangnya saja. Tidak berusaha sungguh-sungguh mencari alternatif pilihan yang lebih cerdas dan kreatif. Kalau opsinya hanya menaikkan harga BBM saja bisa dibilang samalah pemerintah berpikiran seperti pedagang. Tak mau pusing-pusing  yang penting untung meski rakyat buntung.
(dat03/waspada)

21
Mar
12

Ideologi : Garuda Pancasila

Garuda Pancasila – Lambang Republik Indonesia

Dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak yang kemudian di sempurnakan oleh Presiden Soekarno. Pancasila sendiri merupakan Ideologi dan dasar negara Republik Indonesia. Kata Pancasila berasal dari dua buah kata dari bahasa sansekerta yaitu Panca berarti lima dan Sila yang berarti dasar.

Makna Lambang Garuda Pancasila

  • Perisai di dada burung Garuda

Melambangkan pertahanan bangsa Indonesia

  • Warna merah dan putih pada perisai

Warna merah dan putih melambangkan bendera Indonesia

  • Garis hitam diagonal pada perisai

Artinya wilayah kedaulatan Republik Indonesia dilalui garis khatulis tiwa

  • Lambang Pada Perisai

Merupakan sebuah interpretasi dan lambang dari isi Pancasila

Bintang :  Ketuhanan Yang Maha Esa

Rantai   :  Kemanusiaan Yang adil Dan Beradab

Pohon Beringin  :  Persatuan Indonesia

Kepala Banteng :  Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Permusyawaratan Perwakilan

Padi dan Kapas  :  Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Jumlah bulu pada burung Garuda

 17 – helai bulu pada masing masing sayap, melambangkan tanggal 17

  8  - helai bulu pada ekor artinya melambangkan bulan 8 atau agustus

 45 - helai bulu pada leher burung garuda melambangkan tahun kemerdekaan yaitu tahun 1945

  • Bhineka Tunggal Ika

Artinya adalah : Berbeda beda tetapi satu jua

Melambangkan dan menegaskan bahwa meski memiliki keberagaman suku bangsa adat budaya dan agama tetapi dengan persatuan dan kesatuan dapat mewujudkan negara Republik Indonesia

NILAI-NILAI PANCASILA DAN UUD 1945

I. Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sila ini adalah:

* Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

* Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

* Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

* Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Makna sila ini adalah:

* Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.

* Saling mencintai sesama manusia.
*Mengembangkan sikap tenggang rasa.
* idak semena-mena terhadap orang lain.
* Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
* Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
* Berani membela kebenaran dan keadilan.
* Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia

Makna sila ini adalah:

* Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
* Rela berkorban demi bangsa dan negara.
* Cinta akan Tanah Air.
* Berbangga sebagai bagian dari Indonesia.
* Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sila ini adalah:

* Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
* Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
* Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
* Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sila ini adalah:
* Bersikap adil terhadap sesama.
* Menghormati hak-hak orang lain.
* Menolong sesama.
* Menghargai orang lain.
* Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

II. Makna Lambang Garuda Pancasila

* Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
* Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
* Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
* Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
* Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
* Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

* Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

* Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci

* Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis Khatulistiwa

* Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
* Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
* Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
* Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
* Jumlah bulu di leher berjumlah 45

* Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.

III. Naskah Undang-Undang Dasar 1945

Sebelum dilakukan Perubahan, UUD 1945 terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh (16 bab, 37 pasal, 49 ayat, 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan), serta Penjelasan.

Setelah dilakukan 4 kali perubahan, UUD 1945 memiliki 21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal Aturan Peralihan, dan 2 pasal Aturan

Tambahan.

Dalam Risalah Sidang Tahunan MPR Tahun 2002, diterbitkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dalam Satu Naskah, Sebagai Naskah Perbantuan dan Kompilasi Tanpa Ada Opini.

IV. Sejarah

Sejarah Awal

Pada tanggal 22 Juli 1945, disahkan Piagam Jakarta yang kelak menjadi naskah Pembukaan UUD 1945. Naskah rancangan konstitusi Indonesia disusun pada waktu Sidang Kedua BPUPKI tanggal 10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.

Periode 1945-1949

Dalam kurun waktu 1945-1949, UUD 1945 tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya karena Indonesia sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16 Oktober 1945 memutuskan bahwa KNIP diserahu kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR belum terbentuk. Tanggal 14 November 1945 dibentuk Kabinet Parlementer yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan penyimpangan UUD 1945.

Periode 1959-1966

Karena situasi politik pada Sidang Konstituante 1959 dimana banyak saling tarik ulur kepentingan partai politik sehingga gagal menghasilkan UUD baru, maka pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden yang salah satu isinya memberlakukan kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar, menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 waktu itu.

Pada masa ini, terdapat berbagai penyimpangan UUD 1945, diantaranya:
* Presiden mengangkat Ketua dan Wakil Ketua MPR/DPR dan MA serta Wakil Ketua DPA menjadi Menteri Negara

* MPRS menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup
* Pemberontakan G 30S

Periode 1966-1998
Pada masa Orde Baru (1966-1998), Pemerintah menyatakan kembali menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen. Namun dalam pelaksanaannya terjadi juga penyelewengan UUD 1945 yang mengakibatkan terlalu besarnya kekuasaan pada Presiden.

Pada masa Orde Baru, UUD 1945 juga menjadi konstitusi yang sangat “sakral”, diantara melalui sejumlah peraturan:

* Ketetapan MPR Nomor I/MPR/1983 yang menyatakan bahwa MPR berketetapan untuk mempertahankan UUD 1945, tidak berkehendak akan melakukan perubahan terhadapnya

* Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1983 tentang Referendum yang antara lain menyatakan bahwa bila MPR berkehendak mengubah UUD 1945, terlebih dahulu harus minta pendapat rakyat melalui referendum.
* Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum, yang merupakan pelaksanaan TAP MPR Nomor IV/MPR/1983.

V. Perubahan UUD 1945
Salah satu tuntutan Reformasi 1998 adalah dilakukannya perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945. Latar belakang tuntutan perubahan UUD 1945 antara lain karena pada masa Orde Baru, kekuasaan tertinggi di tangan MPR (dan pada kenyataannya bukan di tangan rakyat), kekuasaan yang sangat besar pada Presiden, adanya pasal-pasal yang terlalu “luwes” (sehingga dapat menimbulkan mulitafsir), serta kenyataan rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggara negara yang belum cukup didukung ketentuan konstitusi.

Tujuan perubahan UUD 1945 waktu itu adalah menyempurnakan aturan dasar seperti tatanan negara, kedaulatan rakyat, HAM, pembagian kekuasaan, eksistensi negara demokrasi dan negara hukum, serta hal-hal lain yang sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa. Perubahan UUD 1945 dengan kesepakatan diantaranya tidak mengubah Pembukaan UUD 1945, tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta mempertegas sistem presidensiil.

Dalam kurun waktu 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan yang ditetapkan dalam Sidang Umum dan Sidang Tahunan MPR:

* Sidang Umum MPR 1999, tanggal 14-21 Oktober 1999

* Sidang Tahunan MPR 2000, tanggal 7-18 Agustus 2000
* Sidang Tahunan MPR 2001, tanggal 1-9 November 2001
* Sidang Tahunan MPR 2002, tanggal 1-11 Agustus 1999

NN




Blog Stats

  • 2,146,988 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 117 other followers