Posts Tagged ‘Nation & Character Building



26
May
12

Hikmah : Keagungan Bulan Rajab

Hikmah

Inilah Misi Ketiga Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Jumat, 25 Mei 2012, 07:48 WIB
Keagungan Bulan Rajab
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr Harry Mulya ZeinBulan Rajab merupakan bulan ke tujuh dalam penanggalan Islam (Hijriah). Pada bulan ini terdapat peristiwa yang sangat agung dan suci yakni Isrta Mijraj Nabi…
Jumat, 25 Mei 2012, 07:07 WIB
Kisah Penolong Kucing
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Fauzul ImanSeorang sufi besar bernama Abu Bakar al-Syibli konon setelah wafatnya hadir dalam mimpi temannya, berdialog dengan Allah SWT. “Apa yang menyebabkan dosamu diampuni oleh Aku?”…
Kamis, 24 Mei 2012, 11:02 WIB
Merindukan Rasulullah SAW
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Alvian Iqbal ZahasfanSetelah Rasulullah SAW wafat pada tahun ke-11 H, Bilal merasakan hari-harinya dipenuhi dengan kerinduan dan kenangan hidup yang mendalam bersama Nabi. Tak tahan itu terus…
Rabu, 23 Mei 2012, 17:37 WIB
Spirit Meraih Rayyan
Oleh: Ina Salma F Diriwayatkan dari Sahl bin Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu…
Rabu, 23 Mei 2012, 03:54 WIB
Kunci Kebajikan
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Dr Achmad Satori IsmailDiriwayatkan dari Jarir bin Abdillah al-Bajalli bahwa seorang laki-laki dari golongan Anshor datang kepada Rasulullah SAW membawa sejumlah emas yang memenuhi dua telapak…
Selasa, 22 Mei 2012, 11:36 WIB
Rindu Pulang
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Toto TasmaraDalam bahasa Inggris, bila seseorang mau pulang, ia berkata “go home” bukan “go house”. Karena “home” mengandung makna psikologi, sedangkan “house” lebih merujuk pada bangunan…
Senin, 21 Mei 2012, 13:07 WIB
Inilah Adab Belajar Menurut Islam
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul WahabHakikat hidup adalah belajar. Hakikat belajar adalah proses transformasi diri menuju peningkatan kapasitas intelektual, keluhuran moral, kedalaman spiritual, kecerdasan sosial, keberkahan profesional, dan perubahan sosial…
Minggu, 20 Mei 2012, 10:24 WIB
Inilah Penyebab Utama Lemahnya Umat Islam
REPUBLIKA.CO.ID, Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkok.’ Seorang laki-laki berkata, ‘Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?’ Beliau…
Minggu, 20 Mei 2012, 06:50 WIB
Kehilangan Berkah
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Yunahar IlyasPesta itu baru saja usai. Kerabat dan kenalan kembali ke rumah masing-masing. Pengusaha muda yang sukses itu baru saja mengadakan acara tasyakuran peresmian dua rumah…
Sabtu, 19 Mei 2012, 05:00 WIB
Menjaga Diri dari Sifat Serakah
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof Yunahar IlyasPagi itu beberapa orang berkerumun di Balai Desa Qudaid, pinggir kota sebelah utara Makkah. Seorang laki-laki dengan tergesa-gesa menyampaikan satu pengumuman: “Barang siapa yang berhasil…

Hikmah

Jumat, 18 Mei 2012, 06:21 WIB
Memaknai Takdir dalam Kecelakaan Pesawat Sukhoi
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein Selama sepekan, publik Indonesia dikejutkan pemberitaan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor. Sekitar 45 orang dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan…
Kamis, 17 Mei 2012, 05:00 WIB
Tujuh Indikator Kebahagiaan
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Erick YusufIbnu Abbas RA adalah salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang dijuluki Turjumaanul Qur’an (ahli menerjemahkan Alquran). Dia sangat telaten menjaga dan melayani Rasulullah SAW. Dia…
Rabu, 16 Mei 2012, 12:15 WIB
Berhati Burung
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Moch Syarif HidayatullahMencari rezeki merupakan keniscayaan bagi makhluk yang bernyawa. Allah SWT telah menyediakan bermacam sarana agar rezeki itu mudah didapatkan. Rezeki bahkan tidak hanya disediakan bagi…
Selasa, 15 Mei 2012, 08:08 WIB
Tragedi Sukhoi dan Solidaritas Kemanusiaan
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof KH Didin Hafidhuddin Tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di lereng Gunung Salak, Bogor, pada Rabu, 9 Mei 2012 lalu, sungguh mengejutkan kita semua. Pesawat yang digadang-gadang…
Senin, 14 Mei 2012, 06:07 WIB
Mengedepankan Ihsan
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Asep S MuhtadiSekurang-kurangnya sebelas kali Allah menggunakan kata “ihsan” dalam Alquran untuk  menyebut perbuatan yang baik. Dua di antaranya memakai “alif-lam”, al-ihsan, yaitu pada surah al-Rahman…
Minggu, 13 Mei 2012, 06:43 WIB
Pemimpin dan Kejujuran
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Cucu Surahman MAJujur adalah sifat luhur dan terpuji. Sifat ini sangatlah penting ada pada setiap individu, apakah ia rakyat biasa, lebih-lebih sebagai penguasa. Kejujuran seseorang, selain akan…
Sabtu, 12 Mei 2012, 09:38 WIB
Mengejar Para
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Rizqo Kamil Ibrahim *”Ahad, Ahad” (Allah maha Esa) , ujar bilal bin rabah radiyallahu ‘anh mantap di kala punggunggnya dicambuk oleh ‘umayyah bin khalaf. Tujuan mereka menyiksa…
Kamis, 10 Mei 2012, 21:15 WIB
Shalat Sepanjang Hayat
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein “Dan orang orang-orang yang menjaga shalatnya. Mereka itu dimuliakan di dalam surga.” (Al-Maarij: 34-35) Shalat menjadi keutamaan dalam Islam. Shalat bukan sebatas ritual wajib…
Kamis, 10 Mei 2012, 09:43 WIB
Adab Terhadap Ulama
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ustaz Bachtiar Nasir Sebab awal timbulnya kesyirikan di muka bumi adalah pemujaan berlebihan pada orang atau agamawan yang saleh, sebagaimana terjadi pada kaum Nuh as dan ahli…
Rabu, 09 Mei 2012, 20:22 WIB
Wahai Umat Islam, Bangkitlah!
Oleh: Ustadz Toto TasmaraAir mata mengalir dari jiwa yang merintih. Nurani tercabik, terkoyak tersayat pedih, menyaksikan keadaan umat yang seakan kehilangan kesadaran perjuangan untuk meneruskan warisan suci ini—risalatul nabawiyyah…
26
May
12

Ideology : Filosofi Gelap Freemasonry Ateis

Filosofi Gelap Freemasonry Ateis

Senin, 02 Mei 2011, 19:30 WIB
mastersaham.blogspot.com
Filosofi Gelap Freemasonry Ateis
Lambang atau logo Freemasonry.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Harun Yahya *

Freemason Ateis menjadikan “perdamaian, persaudaraan dan kasih sayang di antara umat manusia” sebagai ajaran misi mereka. Namun konsep-konsep ini, meskipun tampaknya positif pada pandangan pertama, menyimpan permusuhan terhadap agama.

Masonry Ateis telah menjadi salah satu topik utama yang membuat orang penasaran dan bingung. Itu karena kegiatan organisasi ini bersifat rahasia, dus filosofi dan tujuan-tujuan mereka memiliki sejumlah kontroversi.

Dalam pernyataan publik, Freemason Ateis kerap mengobral “cinta kasih sesama manusia, toleransi, persaudaraan universal, cara-cara menggapai pengetahuan dan kebijaksanaan…” secara luas. Sebuah konsep instan yang menarik hati. Walau demikian, Freemasonry Ateis adalah sebuah organisasi gelap dengan fitur-fitur ateis dan bahkan anti-agama.

Aspek paling menarik Freemasonry Ateis adalah konsep-konsep yang mereka sebutkan dalam pernyataan publik dan tuduhan mereka terhadap kaum “beragama” pada intinya tidak memiliki banyak perbedaan. Pada tahap ini, seseorang mungkin akan bertanya, “Kenapa?”

Bagaimana pun juga, konsep-konsep ini tampaknya saling berlawanan; cinta, toleransi dan konsep “humanis” sejenis lainnya tampaknya tidak anti-agama pada pandangan pertama. Selain itu, banyak orang yang berpikir bahwa konsep-konsep tersebut terdapat dalam moral dan ajaran agama. Benarkah demikian? Bagaimana pun jua, kebenaran yang melekat dalam konsep inilah yang lebih utama.

Apakah arti cinta bagi kaum Freemasonry Ateis? Freemason Ateis kerap berbicara tentang persaudaraan, toleransi dan perdamaian universal. Mereka menggunakan retorika bahwa manusia bertanggung jawab terhadap manusia lainnya. Sebenarnya ini adalah kata-kata yang merujuk pada konsolidasi (persatuan) di antara manusia, dengan demikian tidak ada yang salah dengan mereka. Namun, bagaimana dengan tanggung jawab seseorang kepada Allah?

Pertanyaan ini menguak wajah filosofi Masonik Ateis yang sebenarnya. Hal itu karena, “cinta pada manusia”, sebagaimana dimaksudkan filsafat Masonik ateis, bukan cinta yang bersumber dari kenyataan bahwa manusia adalah ciptaan Allah, sebagaimana disepakati Yunus Emre dalam kata-katanya “untuk mengasihi ciptaan karena Sang Pencipta”. Sebaliknya, Freemason Ateis percaya bahwa semua manusia lahir sebagai akhir dari sebuah proses evolusi. Hal ini, bagaimanapun, merupakan ekspresi utama penolakan terhadap Allah.

Secara singkat, filsafat yang didefinisikan sebagai “humanisme”, yang merupakan tulang punggung Freemasonry Ateis, hanya meramalkan cinta yang ditunjukkan kepada manusia dan bukan kepada Allah. Filosofi yang terdistorsi ini diungkapkan dalam laporan resmi Freemason Ateis loji Turki yang diterbitkan pada 1923:

“Kami tidak lagi menerima Allah sebagai tujuan hidup kita. Kami telah menciptakan tujuan kita sendiri. Tujuan itu akan melayani kemanusiaan dan bukan Allah lagi.”

“Masyarakat tertinggal itu impoten. Untuk menutupi ketidakmampuan mereka, mereka kerap mendewakan kekuatan dan kejadian yang mengelilingi mereka. Masonry mempertuhankan manusia.” (Selamet Mahfili-Konferensi Ketiga, hal: 51).

Definisi humanisme, yang menjadi dasar Freemasonry Ateis, menunjukkan bahwa filosofi ini bersifat anti-agama. Julian Huxley, pemimpin gerakan humanis di abad ke-20 mendirikan sebuah agama baru, “Evolusi Humanisme” dengan bimbingan teori evolusi Darwin.

Dia berkata, “Ketika menggunakan kata “humanis”, maksud saya adalah manusia merupakan makhluk alam seperti tetumbuhan atau binatang. Dengan kata lain, tubuh manusian, pikiran dan jiwa manusia tidak diciptakan oleh kekuatan supranatural, namun tercipta berdasarkan hasil evolusi. Oleh karena itu, manusia tidak boleh percaya pada kendali maupun panduan kekuatan supranatural, tapi harus percaya pada kendali dan kekuatannya sendiri.” (Brosur Asosiasi Humanis Amerika).

John Dewey menerbitkan “Manifesto Humanis” pada 1933. Manifesto ini menekankan gagasan bahwa sudah waktunya untuk menghilangkan agama Ilahi dan menggantinya dengan era baru pengembangan ilmiah dan kerjasama sosial.

Manifesto kedua yang diterbitkan pada 1973 menjelaskan semua ancaman terhadap umat manusia. Dalam Manifesto ini, diberikan garis besar tentang bagaimana filsafat ini menyangkal keberadaan Allah; “Tidak ada Tuhan yang akan menyelamatkan kita. Kita harus menyelamatkan diri kita sendiri.”

Ideologi Masonik Ateis juga didasarkan pada prinsip-prinsip humanistik yang sama. Semua kata-kata panas yang digunakan dalam ideologi mereka bersifat menipu ketika seseorang benar-benar melihat arti keberadaan masing-masing. Setelah terlepas dari keberadaan Allah, kata-kata seperti cinta, persaudaraan dan perdamaian menjadi tidak berarti. Tujuan eksistensi manusia satu-satunya di dunia adalah untuk menyembah Allah. “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56).

Jika manusia menyangkal tugas ini dan memberontak kepada Allah, maka Allah mungkin tidak akan pernah memberikan keselamatan.

Seseorang tidak akan pernah bisa benar-benar mencintai orang lain kecuali ia memiliki iman kepada Allah. Inilah sebabnya mengapa istilah “cinta kasih terhadap manusia” kerap digunakan dalam ideologi Masonik Ateis yang sepenuhnya terpisah dari kenyataan: Semua ideologi yang didasarkan pada pengingkaran akan memperkuat sisi jahat dalam diri seseorang dan oleh sebab itu akan menimbulkan pertumpahan darah dan penyiksaan.

Selama abad ke-20, karena adanya ideologi anti-agama seperti komunisme dan fasisme, ratusan juta orang menderita dan menjadi korban genosida, sementara miliaran lainnya menjadi sasaran penyiksaan dan penindasan. Hal ini juga penting diingat, bahwa Revolusi Perancis—sebuah gerakan yang didukung Freemason—mendapatkan kekuatannya dari moto “Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan”, namun berakhir dengan tewasnya puluhan ribu orang di bawah guillotine (pisau jagal).

Seperti halnya konsep “cinta kasih sesama manusia” yang ditafsirkan dalam kerangka Humanisme, “pengetahuan” dan “rasionalisme” juga digunakan dalam konteks anti-agama oleh Freemason Ateis.

Bagi seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah alat untuk mengamati alam semesta yang diciptakan Allah dan untuk memahami rahasia-rahasia yang mendasari cara dan fungsinya. Berpikir rasional, di sisi lain, adalah cara menjalankan perintah-perintah Allah dalam Al-Qur’an dan merupakan tanda keimanan. Namun dalam terminologi Masonik Ateis, konsep-konsep ini digunakan dengan konotasi yang sama sekali berbeda.

Menurut pola pikir Masonik Ateis, ilmu bukan merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa makhluk yang diciptakan Allah. Sebaliknya, memercayai sains dikaitkan dengan menjadi ateis. Dengan kedok ilmu pengetahuan, kebohongan Darwinisme diindoktrinasikan kepada masyarakat. Kaum Masonik Ateis mengajarkan perang melawan agama dengan cara-cara tipuan ala Darwinisme, yang sebenarnya ditolak oleh ilmu itu sendiri.

Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Freemason Ateis Turki,  disebutkan bahwa tanggung jawab Freemason Ateis adalah membuat propagasi non-religiusitas yang berkedok “ilmu” pengetahuan. “Memercayai bahwa ini (teori Darwin) adalah cara terbaik dan tunggal dalam evolusi, tugas utama Masonik kami tidak menyimpang dari ilmu-ilmu dan kebijaksanaan positif, untuk menyebarkan kepercayaan di antara masyarakat dan untuk meningkatkan masyarakat dengan bimbingan ilmu.”

Kata-kata Ernest Renan berikut ini sangat penting, “Tujuan agama yang sia-sia akan runtuh dengan sendirinya, hanya jika masyarakat dilatih dan tercerahkan oleh ilmu pengetahuan dan akal.”

Kata-kata Lessing berikut juga mendukung argumen yang sama, “Melalui pencerahan manusia dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, manusia tidak lagi merasa membutuhkan agama satu hari nanti.”

Inilah pendekatan Masonik Ateis terhadap agama.

* Ilmuwan Muslim asal Turki

Redaktur: cr01

Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (1)

Jumat, 25 Mei 2012, 21:52 WIB
truthcontrol.com
Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (1)
Ilustrasi strata organ Fremasonry.

Oleh: Harun Yahya *

Freemason Ateis menjadikan “perdamaian, persaudaraan dan kasih sayang di antara umat manusia” sebagai ajaran misi mereka.

Namun konsep-konsep ini, meskipun tampaknya positif pada pandangan pertama, menyimpan permusuhan terhadap agama.

Masonry Ateis telah menjadi salah satu topik utama yang membuat orang penasaran dan bingung. Itu karena kegiatan organisasi ini bersifat rahasia, dus filosofi dan tujuan-tujuan mereka memiliki sejumlah kontroversi.

Dalam pernyataan publik, Freemason Ateis kerap mengobral “cinta kasih sesama manusia, toleransi, persaudaraan universal, cara-cara menggapai pengetahuan dan kebijaksanaan…” secara luas. Sebuah konsep instan yang menarik hati. Walau demikian, Freemasonry Ateis adalah sebuah organisasi gelap dengan fitur-fitur ateis dan bahkan anti-agama.

Aspek paling menarik Freemasonry Ateis adalah konsep-konsep yang mereka sebutkan dalam pernyataan publik dan tuduhan mereka terhadap kaum “beragama” pada intinya tidak memiliki banyak perbedaan. Pada tahap ini, seseorang mungkin akan bertanya, “Kenapa?”

Bagaimana pun juga, konsep-konsep ini tampaknya saling berlawanan; cinta, toleransi dan konsep “humanis” sejenis lainnya tampaknya tidak anti-agama pada pandangan pertama.

Selain itu, banyak orang yang berpikir bahwa konsep-konsep tersebut terdapat dalam moral dan ajaran agama. Benarkah demikian? Bagaimana pun jua, kebenaran yang melekat dalam konsep inilah yang lebih utama.

Apakah arti cinta bagi kaum Freemasonry Ateis? Freemason Ateis kerap berbicara tentang persaudaraan, toleransi dan perdamaian universal. Mereka menggunakan retorika bahwa manusia bertanggung jawab terhadap manusia lainnya.

Sebenarnya ini adalah kata-kata yang merujuk pada konsolidasi (persatuan) di antara manusia, dengan demikian tidak ada yang salah dengan mereka. Namun, bagaimana dengan tanggung jawab seseorang kepada Allah?

Pertanyaan ini menguak wajah filosofi Masonik Ateis yang sebenarnya. Hal itu karena, “cinta pada manusia”, sebagaimana dimaksudkan filsafat Masonik ateis, bukan cinta yang bersumber dari kenyataan bahwa manusia adalah ciptaan Allah, sebagaimana disepakati Yunus Emre dalam kata-katanya “untuk mengasihi ciptaan karena Sang Pencipta”.

Sebaliknya, Freemason Ateis percaya bahwa semua manusia lahir sebagai akhir dari sebuah proses evolusi. Hal ini, bagaimanapun, merupakan ekspresi utama penolakan terhadap Allah.

* Ilmuwan Muslim asal Turki

Redaktur: Chairul Akhmad

Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (3-habis)

Sabtu, 26 Mei 2012, 05:05 WIB
truthcontrol.com
Filosofi Gelap Freemasonry Ateis (3-habis)
Ilustrasi strata organ Fremasonry.

Oleh: Harun Yahya *

Selama abad ke-20, karena adanya ideologi anti-agama seperti komunisme dan fasisme, ratusan juta orang menderita dan menjadi korban genosida, sementara miliaran lainnya menjadi sasaran penyiksaan dan penindasan.

Hal ini juga penting diingat, bahwa Revolusi Perancis—sebuah gerakan yang didukung Freemason—mendapatkan kekuatannya dari moto “Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan”, namun berakhir dengan tewasnya puluhan ribu orang di bawah guillotine (pisau jagal).

Seperti halnya konsep “cinta kasih sesama manusia” yang ditafsirkan dalam kerangka humanisme, “pengetahuan” dan “rasionalisme” juga digunakan dalam konteks anti-agama oleh Freemason Ateis.

Bagi seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah alat untuk mengamati alam semesta yang diciptakan Allah dan untuk memahami rahasia-rahasia yang mendasari cara dan fungsinya.

Berpikir rasional, di sisi lain, adalah cara menjalankan perintah-perintah Allah dalam Alquran dan merupakan tanda keimanan. Namun dalam terminologi Masonik Ateis, konsep-konsep ini digunakan dengan konotasi yang sama sekali berbeda.

Menurut pola pikir Masonik Ateis, ilmu bukan merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa makhluk yang diciptakan Allah. Sebaliknya, memercayai sains dikaitkan dengan menjadi ateis.

Dengan kedok ilmu pengetahuan, kebohongan Darwinisme diindoktrinasikan kepada masyarakat. Kaum Masonik Ateis mengajarkan perang melawan agama dengan cara-cara tipuan ala Darwinisme, yang sebenarnya ditolak oleh ilmu itu sendiri.

Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Freemason Ateis Turki, disebutkan bahwa tanggung jawab Freemason Ateis adalah membuat propagasi non-religiusitas yang berkedok “ilmu” pengetahuan.

“Memercayai bahwa ini (teori Darwin) adalah cara terbaik dan tunggal dalam evolusi, tugas utama Masonik kami tidak menyimpang dari ilmu-ilmu dan kebijaksanaan positif, untuk menyebarkan kepercayaan di antara masyarakat dan untuk meningkatkan masyarakat dengan bimbingan ilmu,” kata jurnal tersebut.

Kata-kata Ernest Renan berikut ini sangat penting, “Tujuan agama yang sia-sia akan runtuh dengan sendirinya, hanya jika masyarakat dilatih dan tercerahkan oleh ilmu pengetahuan dan akal.”

Kata-kata Lessing berikut juga mendukung argumen yang sama, “Melalui pencerahan manusia dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, manusia tidak lagi merasa membutuhkan agama satu hari nanti.”

Inilah pendekatan Masonik Ateis terhadap agama.


* Ilmuwan Muslim asal Turki

Redaktur: Chairul Akhmad
20
May
12

Kenegarawanan : Deklarasi Pakta JSN45 Kawal Pancasila

http://jakarta45.files.wordpress.com/2012/03/garuda-1.jpg?w=655

DEKLARASI PAKTA JSN45 KAWAL PANCASILA

Mensyukuri Deklarasi Bulaksumur 1 Juni 2009, maka dengan iktikad baik turut melengkapkan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2012 dan menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 serta menyongsong Tema Kongres Pancasila IV yaitu Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitualitas Indonesia bertempat di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta, 30 Mei – 1 Juni 2012, kami Pembudaya45 dan Nasionalis45 dibawah ini menyatakan sebagai berikut :

1. Bahwa Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN45) sebagai modal Kejuangan 45 bagi Kemerdekaan 45, kini perlu lebih diberdayakan lebih sedemikian rupa sebagai modal Kenegarawanan 45 demi terpenuhinya amanat konstitualitas Indonesia yakni sebagaimana tertuang pada Pembukaan UUD 1945;

2. Bahwa JSN45 oleh karenanya perlu disosialisasikan ke segenap komponen bangsa berkerangka 9 (Sembilan) Pusaka Bangsa Indonesia (PBI) yaitu (1) Sang Saka Merah Putih, (2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, (3) Sumpah Pemuda 1928, (4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 1928, (5) Pancasila 1945, (6) Proklamasi Indonesia Merdeka 1945, (7) UUD 1945, (8) Wawasan Nusantara 1957 dan (9) JSN45;

3. Bahwa sosialisasi JSN45 itu dimaksudkan pula sebagai upaya perkuatan pelembagaan tentang Strategi Ketahanan Bangsa (StraHanSa) yang cakupi keseimbangan kehidupan bidang2 agama tidak rawan, ideologi tidak retak, politik tidak resah, ekonomi tidak ganas, budaya tidak pudar, hankam tidak lengah dan lingkungan tidak gersang;

4. Bahwa pemantapan Pakta JSN45 berkelanjutan ini bertujuan pula menanamkan jiwa juang anak bangsa Indonesia ditengah pertarungan kompetisi dan kompetensi tingkat dunia dengan selalu mengedepankan modal juang, baik

4.1 Nilai-nilai dasar yaitu semua nilai yang terdapat dalam setiap sila dari Pancasila, semua nilai yang terdapat dalam Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 dan semua nilai yang terdapat dalam Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 1945, maupun

4.2 Nilai-nilai operasional meliputi (1) Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Jiwa dan Semangat Merdeka, (3) Nasionalisme, (4) Patriotisme, (5) Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, (6) Pantang mundur dan tidak kenal menyerah, (7) Persatuan dan kesatuan, (8) Anti penjajah dan penjajahan, (9) Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri, (10) Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya, (11) Idealisme kejuangan yang tinggi, (12) Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara, (13) Kepahlawanan, (14) Sepi ing pamrih rame ing gawe, (15) Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan, (16) Disiplin yang tinggi, (17) Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

5. Bahwa Deklarasi Pakta JSN45 ini diharapkan dapat diikrarkan pula oleh setiap komponen anak bangsa seperti penyelenggara Negara, pendidik Nasional, pengusaha Nasional dan para penggiat masyarakat, demi tegaknya legitimasi Indonesia Negara Pancasila sekaligus perkuatan karakter Indonesia Mulia sebagaimana digagas oleh Pahlawan Nasional, Dr Soetomo pada tahun 1932.

Jakarta, 20 Mei 2012

Pembudaya45

1.Pandji R Hadinoto (DHD45 Jakarta / Majelis Benteng Pancasila / Front Nasionalis45), 2.Ngadi Prawiroputro (DHD45 Riau), 3.H. Agus Nis (DHD45 Bengkulu), 4.Mh Din Syafaruddin Usman (DHD45 Kalimantan Barat), 5.HM Asli Amin (DHD45 Kalimantan Timur), 6.H. Andi Mansyah Moesfa (DHD45 Kalimantan Timur), 7.Affandy Tobing (DHD45 Sulawesi Tengah), 8.Christian T (DHD45 Sulawesi Tengah), 9.J Padong (DHD45 Sulawesi Tengah), 10.Arthur Kotambunan (DHD45 Sulawesi Utara), 11.Mariono M (DHD45 Jakarta), 12.Omar S.I. Ratulangie (DHD45 Jakarta), 13.Zainal Arifien (DHD45 Jawa Tengah), 14.Adlis Yunus (DHD45 KepRi), 15.Suhartoko (DHD45 Riau), 16.Prof Mohammad Ali (DHD45 Jawa Timur), 17.Ridarman Bay (DHD45 KepRi);

logo_frontnas453

Nasionalis45

1.Prof M Noorsyam (Universitas Negeri Malang), 2.Prof KT Sirait (ex Tentara Pelajar SubTer VII Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung), 3.Prof R.J. Widodo (Institut Teknologi Bandung), 4.H Eddy Syafuan (PKP1945 Jakarta), 5.Parlin Simanjuntak (Korps Resimen Mahasiswa, Jakarta), 6.Suryo Susilo (FSAB Forum Silahturahmi Anak Bangsa), 7.Heru Markeso (Facebookers Indonesia, Jakarta), 8.Bondan Kasiman (Keluarga Besar Marhaenis, Kediri), 9.Susiasie (IKA STIH IBLAM), 10.Surya Hadjar (Lembaga Informasi Masyarakat Bela Negara Indonesia), 11.Uyung (KP3, Bogor), 12.Mochamad Rizki Panduwinata (IARMI / UNJANI), 13.Iksan Sudaryono (Garda Pancasila Indonesia), 14.DI Silalahi (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia), 15.Yasmar Anas (GAPI, Aliansi Indonesia), 16.Cepi Mulyana (Alumni Yon-VI Mahawarman), 17.Marwah Unga (Universitas Negeri Jakarta, KOWANI), 18.Bramuda (Penerus Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia), 19.Iswani Badran (PUSPA), 20.Munir (KOSBI), 21.Suparwan Parikesit (KAHMI), 22.Budi Utomo (Benteng Penegak Pancasila), 23.I Gede Artha (Pengusaha Bank Perkreditan Rakyat), 24.Slamet Suryo (Kerabat45), 25.H. Jailani (GASAKNAS Jawa Timur), 26.Jacob Ereste (KBI), 27.Iqbal Daut Hutapea (Masbeta45), 28.Chaerul Taman (Petisi-17), 29.John S. Keban (GKRS), 30.Gregorius Wisnu Rosariastoko (GKRS), 31.Ansori Sinungan (Jakarta45), 32.M. Bonar Harahap (Pemuda Panca Marga), 33.Adhi Pradono (Paguyuban Keluarga Pejuang 45), 34.H. Salim Bachmid (KPPRI), 35.Soekrisno Ramelan (Benteng Penegak Pancasila), 36.Arnaully Aminulah (GAPI Jakarta), 37.Atiet Retno Gondowati (Jakarta45), 38.Dindin Syarifudin (FK3P Bandung), 39.Nada Fasa Soraya (KADIN Batam), 40.Dede Nuriman (KPPRI Bogor), 41. Sam Martono (KPPRI), 42.Hudson Sharieff (GAPI Jakarta), 43.Achmad Zahedi (FSAB Jakarta), 44.Suhariyono (ORI), 45.Andi Hakim (KPPRI Jakarta), 46.Bob Novandy (IWARDA), 47.Johanes Sandjaja Darmawan (Petisi 45), 48.Diennaldo (LESBUMI PBNU), 49.Suparmin (PKP Indonesia, Jakarta), 50.Hans Sutta Widhya (GAPI Jakarta), 51.Ramses Wally (KorWil XV PKP Indonesia, Papua), 52.Andi Krisanto (GMNI Tegal), 53.DP Yoedha (PDIP Jakarta), 54.Robbi E Lumanauw (KABN Kosgoro), 55.H. Fadillah Dobhan (KPPRI Jakarta), 56.Peter Rohi (Soekarno Institute, Surabaya), 57.Ambar Hutagalung (Forum Organisasi Kepemudaan), 58.Edy Jauzie Muhsin Bafadal (GPK), 59.Bambang Hirlananda (Sinar Walisongo Foundation), 60.Mf Pidada (KPPRI Bandung),61.Victor Phaing (KorWil X PKP Indonesia Kalimantan), 62.Munadi (IKA STIH IBLAM), 63.Taufiek Hidayat Priyatna (IARMI), 64.Sulistio (Front Rakyat Jakarta), 65.Harry Suharjo (Serikat Pensiunan Karyawan Pertamina), 66.Pitoyo (Paguyuban Patriot Kota Bekasi), 67.HM Makmun Abdullah (Yayasan Ilmu Pengetahuan), 68.KH Mahrus Ali Mahdali (Lembaga Kemitraan Pendidikan Pesantren), 69.H Saefudien (KADIN Jogja), 70.Tri Pranadji (Ikatan Sosiologi Indonesia), 71.Sulistio Sugiharto (Pemerhati Konstitusi), 72.Ferdiman (Pemerhati Konstitusi), 73.Bambang Haryanto (Forum Organisasi Kepemudaan), 74.H. Suherman (Advokat, Kota Bekasi), 75.Joko Laksono (GASAKNAS Jawa Timur), 76.Hadi Sucipto (GASAKNAS Jawa Timur), 77.Dedy Chandra (GASAKNAS, Jawa Timur), 78.Rini Tantriana (GASAKNAS Jawa Timur), 79.Endrik (GASAKNAS Jawa Timur), 80.Chucut Sulistiyo (GASAKNAS Jawa Timur), 81.Kasiono (GASAKNAS Jawa Timur), 82.Umar Sajidin (GASAKNAS Jawa Timur), 83.Ustad Bahri Asrowi (GASAKNAS Jawa Timur).

[ Ditayangkan di www.jakarta45.wordpress.com ]

19
May
12

Pancasila : Deklarasi Bulaksumur 1 Juni 2009

http://jakarta45.files.wordpress.com/2012/03/garuda-1.jpg?w=655

DEKLARASI BULAKSUMUR


Bahwa sesungguhnya negara Republik Indonesia berdiri dengan harapan: merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Harapan tersebut berpijak pada falsafah dan visi kebangsaan yang dibangun atas dasar pengalaman kesejarahan dan kerohanian, kemajemukan Indonesia dengan posisi strategisnya dalam pergaulan antarbangsa, dan dinamika perkembangan bangsa. Maka, disusunlah suatu konsensus dasar kenegaraan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Bahwa dengan karunia kemerdekaan dan segala anugerah Tuhan yang dilimpahkan kepada Bangsa Indonesia, pelbagai usaha pembangunan dan reformasi masih menyisakan kesenjangan yang lebar antara harapan-harapan ideal dan kenyataan. Keberagamaan tidak mendorong keinsyafan beretika, globalisasi tidak mengasah kepekaan kemanusiaan, kemajemukan tidak memperkuat daya toleransi dan sinergi, demokrasi tidak membawa pemberdayaan dan kedaulatan rakyat, kekayaan alam tidak menghasilkan kemakmuran yang berkeadilan. Dengan didorong oleh keinsyafan bahwa jalan kemajuan suatu bangsa hanya akan terwujud apabila senantiasa berpegang teguh pada jatidirinya, maka Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia merasa perlu menjaga komitmen terhadap Pancasila dengan menyelenggarakan Kongres Pancasila di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kongres yang diikuti oleh berbagai komponen bangsa
akhirnya sepakat menyatakan pendirian dan aspirasi sebagai berikut:

  1. Bahwa Pancasila merupakan sistem nilai filsafati terbaik yang dimiliki Bangsa Indonesia sebagai dasar dan acuan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan oleh karenanya, segenap komponen Bangsa Indonesia wajib menjunjung tinggi, menjaga, mengaktualisasikan dan membela Pancasila.
  2. Pancasila adalah sistem nilai fundamental yang harus dijadikan dasar dan acuan oleh Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas pokoknya melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kersejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar atas kemerdekaan, perdamaian abadi, dan kedilan sosial, dalam rangka mewujudkan visi bangsa yakni Indonesia yang sungguh-sungguh merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
  3. Pancasila adalah dasar negara, oleh karenanya Pancasila harus dijadikan sumber nilai utama dan sekaligus tolok ukur moral bagi penyelenggaraan negara dan pembentukan peraturan perundang-undangan.
  4. Pemerintah harus bertanggung jawab untuk memelihara, mengembangkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dalam bidang ekonomi, sosial, politik, hukum, kebudayaan maupun aspek-aspek kehidupan lainnya.
  5. Negara harus bertanggung jawab untuk senantiasa membudayakan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan Pancasila di semua lingkungan dan tingkatan secara sadar, terencana, dan terlembaga.

Yogyakarta, 1 Juni 2009
Peserta Kongres Pancasila

14
May
12

Historia : Pidato Bung Karno 19 Desember 1961

Bung Karno: “Gagalkan pendirian Negara Papua itu!”

“…Hei, engkau, pemuda-pemuda keluaran dari AMN! Sekarang berdiri di hadapan saya. Saya melantik kamu sekalian, resmi menjadi perwira-perwira angkatan perang kita. Ketahuilah hei kamu, kewajibanmu sekarang ini lebih berat daripada yang sudah-sudah. Sekarang ini engkau menjadi pemimpin-pemimpin daripada Angkatan Perang Republik Indonesia. Dan, sekarang ini Angkatan Perang Republik Indonesia sudah mendapat perintah dari saya untuk menyiap-nyiapkan diri agar supaya setiap waktu saya memberi perintah, masuk ke Irian Barat untuk memerdekakan Irian Barat itu. Maka engkau juga, hei pemuda-pemuda keluaran Akademi Militer Nasional, bersiap-siaplah oleh karena sebagaimana tadi saya katakan, sudah saya perintahkan kepada segenap Angkatan Perang Republik Indonesia, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Udara, maupun Angkatan Laut, supaya menyiap-nyiapkan diri agar setiap waktu saya memberi komando kepadamu, engkau bebaskan Irian Barat dari cengkeraman imperialisme Belanda.
Nah, apa komando saya? Dengarkan saudara-saudara! Komando saya dengan tegas ialah: gagalkan, hai seluruh rakyat Indonesia, gagalkan pendirian Negara Papua itu! Apa komando saya lagi? Hei seluruh rakyat Indonesia, kibarkan bendera Sang Saka Merah Putih di Irian Barat itu! … Siap sedialah, akan datang mobilisasi umum! Mobilisasi umum yang mengenai seluruh rakyat Indonesia untuk membebaskan Irian Barat sama sekali daripada cengkeraman imperialisme Belanda. Saudara-saudara, inilah bunyi komando saya. Jalankan komando saya ini!”
(Bung Karno, Alunalun Yogya, Selasa, 19 Des 1961, pukul 09 pagi, hujan deras dan lautan manusia, serukan Komando Trikora didepan para sersan mayor taruna dari Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang dan Bandung yg baru akan dilantik. Terdiri atas 38 korps infanteri (Inf), 51 korps kavaleri (Kav), 59 korps artileri (Art), 144 korps zeni (Czi). Termasuk Letda Inf ZA Maulani, Letda Kav TB Silalahi, Letda Art Suryatna Subrata, Letda Czi Piere Tendean)
OPM Perintahkan Pengibaran Bintang Kejora
JAYAPURA

loading

 

Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Lambert Pekikir, menginstruksikan pengibaran bendera Bintang Kejora selama tiga hari untuk menyambut Hari Kemerdekaan Papua, yang jatuh pada 1 Juli. “Ribuan, bisa saja, tapi kami masih memperhitungkan lagi kekuatan dana. Itu kan dibikin dengan uang, kami akan mengibarkan di tempat terbuka,” kata Lambert saat ditemui di markasnya di hutan di Kabupaten Keerom kemarin.

Ia mengatakan, jika kepolisian merasa pengibaran bendera tersebut mengganggu keamanan, dapat saja diturunkan. “Itu urusannya polisi untuk mengantisipasi. Kalau kami tetap pada prinsip, memperingati kemerdekaan. Nanti akan dikibarkan di tiga daerah, pesisir pantai, pegunungan, dan wilayah Jayapura,” ujarnya.

Lambert telah memerintahkan seluruh pasukan pertahanan Papua Barat agar bersiaga bila sewaktu-waktu terjadi insiden saat pengibaran.

Sebelumnya, 50 bendera Bintang Kejora dikibarkan warga Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen pada 20 April 2012. Pengibaran tersebut merupakan bentuk dukungan atas peluncuran International Parliamentarian of West Papua di Amerika Serikat. Di Manokwari, puluhan bendera Papua juga mewarnai aksi unjuk rasa memprotes masuknya Papua ke NKRI pada 1 Mei.

Kepolisian Daerah Papua telah mengantisipasi rencana pengibaran bendera Bintang

Kejora di Jayapura. “Itu tidak dibenarkan. Kalau melanggar aturan, sudah pasti akan diproses. Ini negara hukum,” kata Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Boni Tampoi. Ia mengatakan usaha mengibarkan dilakukan oleh pihak yang tidak puas terhadap pemerintah. “Sehingga mau saja berbuat begitu, ya soal antisipasi, kami akan selalu bersiaga,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar Yohanes Nugroho Wicaksono mengajak warga Papua agar tidak terprovokasi oleh rencana tersebut.

“Kami mau bilang apa? Yang jelas, semua masyarakat awam harus ikut menjaga keamanan, jangan ikut-ikutan dengan yang tidak benar,” ucapnya. ● JERRY OMONA

14
May
12

Perekonomian : Indonesia Tujuh Besar Dunia 2025

http://www.antaranews.com/berita/310267/perekonomian-indonesia-tujuh-besar-dunia-pada-2025

Perekonomian Indonesia tujuh besar dunia pada 2025

Jumat, 11 Mei 2012 22:48 WIB |

Medan (ANTARA News) – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami kemajuan dan menempati tujuh besar dunia pada tahun 2025 dengan pendapatan per kapita 16 ribu dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam pemberian penghargaan untuk sembilan kepada daerah di Sumut yang disponsori Harian Seputar Indonesia di Medan, Jumat, Hatta mengatakan, perkiraan itu muncul berdasarkan peluang pengembangan berbagai potensi yang ada di tanah air.

“Perkiraan itu bukan mengada-ada.Ada datanya,” kata Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Ia menjelaskan, modal utama yang sangat penting untuk meraih kemajuan tersebut adalah persatuan dan kekompakan yang dimiliki hampir seluruh lapisan bangsa Indonesia.

Pada tahun 1999, perekonomian Indonesia mengalami minus 13,3 persen akibat krisis moneter yang terjadi di berbagai sektor usaha dan industri di tanah air.

Krisis yang terjadi menyebabkan pendapatan per kapita di tanah air anjlok menjadi 500 dolar AS, sehingga hampir seluruh negara di dunia internasional beranggapan Indonesia hanya menunggu waktu untuk menjadi negara yang gagal.

Namun, ketika menghadapi tantangan serius tersebut, semangat persatuan dan kekompakan bangsa Indonesia muncul sehingga seluruh permasalahan yang muncul dapat diatasi satu per satu.

Secara perlahan tetapi pasti, perekonomian bangsa Indonesia membaik dan pendapatan per kapitanya meningkat menjadi 1.184 dolar AS pada tahun 2004.

Saat ini, pendapatan per kapita di tanah air telah mencapai 3.500 dolar AS sehingga menempatkan Indonesia dalam 17 besar negara dengan perekonomian terbaik dunia.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi di tanah air tersebut menyebabkan banyak kepala negara dan pengusaha internasional yang semakin sering berkunjung ke Indonesia.

“Untuk tahun ini saja, kita sudah menerima 40 kepala negara. Berarti setiap minggu kita menerima tamu,” katanya.

Menurut dia, Indonesia semakin menarik bagi dunia internasional karena mampu meraih kemajuan ketika bangsa lain mengalami kemunduran ekonomi.

Kemajuan ekonomi di tanah air itu dapat terlihat dari ungkapan PM Inggris David Cameron yang menyebutkan Indonesia sebagai negara yang banyak menjanjikan peluang dan akan terus mengalami kemajuan.

Namun, untuk semakin memberikan peluang dalam kemajuan ekonomi, pemerintah akan berupaya memperhatikan tiga hal utama, yakni adanya kepastian peraturan dan hukum, kemudahan dalam berusaha, ketersediaan infrastruktur.

Karena itu, dengan pemanfaatan berbagai potensi yang ada dan didukung semangat persatuan, Indonesia mampu meraih kemajuan ekonomi dan menempati tujuh besar dunia pada tahun 2025.

(I023/M034)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

14
May
12

Hikmah : Perjalanan Ruh Setelah Manusia Meninggal Dunia

Hikmah

Inilah Misi Ketiga Kerasulan Nabi Muhammad SAW

 

Perjalanan Ruh Setelah Manusia Meninggal Dunia

Oleh: Cahaya Hikmah

Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah

meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para

sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu

‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para

sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara,

seakan-akan di atas kepala mereka ada burung.

Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal.

Ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan,

dituntunkan kepadanya untuk bersikap tenang, diam, hening, dan tidak

mengucapkan dzikir-dzikir dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara

mengenai urusan-urusan dunia yang fana. Dalam suasana yang seperti ini,

hendaknya dia berpikir tentang kematian yang akan menimpa setiap manusia

tanpa terkecuali. Sudahkah dia berbekal diri untuk menghadapinya. Ini

membutuhkan perenungan yang dalam, sehingga melahirkan keimanan, ketakwaan,

dan amal sholeh yang diterima disisi Allah.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan

mengucapkan:

“Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur.”

Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau shallallahu

‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya bila seorang yang mukmin menghadap ke alam akhirat dan

meninggalkan alam dunia, turun kepadanya sejumlah malaikat berwajah putih

yang seolah-olah seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dan

minyak wangi dari surga. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata

memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat

kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata:

“Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau kepada keampunan dan keridhoan

Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Maka nyawanya keluar dan mengalir seperti air yang mengucur dari mulut

wadah. Lalu malaikat pencabut nyawa mengambilnya. Nyawanya tidak dibiarkan

sekejap mata pun berada di tangan malaikat pencabut nyawa dan segera

diambil oleh para malaikat yang berwajah putih tadi. Kemudian mereka

meletakkannya pada kain kafan dan minyak wangi surga yang telah mereka

bawa. Maka nyawanya mengeluarkan aroma minyak wangi misik yang paling

terbaik di muka bumi. Lalu mereka menyertainya untuk naik ke langit.

Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu

akan bertanya: “Siapakah nyawa yang baik ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah

Fulan bin Fulan”, dan disebutkan namanya yang paling terbaik ketika mereka

memanggilnya di dunia.

Tatkala mereka telah sampai membawanya kelangit, mereka meminta agar pintu

langit dibukakan untuknya. Maka dari setiap langit dia diiringi oleh para

penjaganya sampai ke langit berikutnya. Demikianlah yang akan terjadi

hingga dia sampai ke langit yang disana ada Allah. Maka Allah berfirman:

“Catatlah oleh kalian bahwa hambaku (ini) berada di surga ‘illiyyin, dan

(sekarang) kembalikanlah dia ke muka bumi. Sungguh darinya Aku telah

menciptakan mereka, dan padanya Aku akan mengembalikan mereka, serta

darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka sekali lagi”.

Kemudian nyawanya dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua orang

malaikat kepadanya. Keduanya bertanya, siapa Rabbmu? Maka dia menjawab,

Rabbku adalah Allah. Keduanya kembali bertanya, apa agamamu? Maka dia

menjawab, agamaku adalah islam. Keduanya kembali bertanya, siapa orang yang

telah diutus di tengah kalian ini? Maka dia menjawab, beliau adalah utusan

Allah. Keduanya kembali bertanya, siapakah yang telah mengajarimu? Maka dia

menjawab, aku membaca kitab Allah, beriman kepadanya dan membenarkannya.

Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, “Hambaku ini telah

benar. Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan bukakanlah sebuah

pintu ke surga”.

Maka harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata

memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya,

dan harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang

akan menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.

Maka si mukmin bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah

yang datang dengan membawa kebaikan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu

yang sholih.” Lalu si mukmin berkata, “Wahai Rabbku! Segerakanlah hari

kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku”.

Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke

alam akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah

hitam legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka

pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat

pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa

berkata,

“Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan

Allah”.

Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut

nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu

domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak

dibiarkan sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para

malaikat yang berwajah hitam legam tadi. Lalu mereka meletakkannya pada

kain kafan (yang telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya

seperti bau yang sangat busuk di atas muka bumi.

Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan

malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya, siapakah nyawa yang

buruk ini? Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan” dan disebutkan

namanya yang paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia.

Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar

pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan

untuknya”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang

berbunyi,

“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan

masuk surga sampai onta bisa masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rof:

40)

Selanjutnya Allah Azza wa jalla berfirman,

“Catatlah oleh kalian bahwa ketetapannya berada di (neraka) Sijjiin, di

bumi yang paling bawah”.

Setelah itu, nyawanya benar-benar dilemparkan.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang

berbunyi,

“Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, Maka dia seolah-olah jatuh

dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke

tempat yang jauh”. (surat Al Hajj:ayat 31)

Demikianlah, nyawanya dikembalikan kedalam jasadnya. Maka dua orang

malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya. Keduanya bertanya, “Siapa

Rabbmu?” Dia menjawab, “Hah.. hah..aku tidak tahu”. Keduanya kembali

bertanya, “Siapa orang yang telah diutus ditengah kalian ini?” Dia

menjawab, “Hah..hah..aku tidak tahu.” Kemudian terdengarlah suara yang

menyeru dari langit, “Dia telah berdusta, bentangkanlah untuknya permadani

dari api neraka dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka.” Sehingga hawa panas

dan racun neraka pun menerpanya dan kuburnya dipersempit sampai

tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu datang kepadanya seorang yang

buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. Orang itu berkata,

“Bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. Ini adalah

hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.” Maka si kafir bertanya,

“Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa

keburukan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk.” Lalu si kafir

berkata, “Wahai Rabbbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat”.

Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitabnya

“Ahkamul Janaiz” (hal. 156-157) dan tahqiq beliau terhadap “Syarh Aqidah

Thahawiyyah” (hal. 397-398).

Inilah keadaan seorang yang mukmin dan seorang yang kafir tatkala

meninggalkan alam dunia dan masuk ke dalam alam akhirat yang dimulai dengan

alam barzakh (alam kubur). Wallahu a’lam bi showab

Ketika manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya telah

selesai. Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur).

Alam ini merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya.

Disebut dengan alam barzakh, karena makna barzakh adalah penutup atau

perantara bagi dua perkara. Maka alam barzakh adalah alam di antara alam

dunia dan alam akhirat. Di alam barzakh, manusia akan mengalami berbagai

masalah yang menandakan bahwa urusannya belum selesai dengan semata-mata

meninggalkan alam dunia. Saat melewati alam barzakh, pertama kali yang akan

dihadapinya adalah pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya, sebagaimana

di dalam hadits Al Baro` bin ’Azib yang terdahulu. Maka keberhasilannya di

alam barzakh, mendapat kebaikan atau keburukan, akan tergantung dengan

kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dua malaikat itu.

Perlu diingat, bahwa di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu untuk

menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah

diisi saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan. Adapun seorang

yang mukmin niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab

pertanyaan kubur yaitu tentang siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.

Itulah yang Allah maksudkan dengan firman-Nya:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh

itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)

Di dalam sebuah hadits yang shohih dari sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib

radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

bersabda:

“Seorang hamba yang muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan

bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar

kecuali Allah dan bahwasanya muhammad adalah utusan Allah”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itulah firman

Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh

itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang mukmin akan mampu mengucapkan dua

kalimat syahadat “La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah”, baik

ketika di dunia maupun di akhirat.

Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan

menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu di dunia. Oleh sebab

itu, seorang hamba yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat

darinya, sangat mungkin disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam

kuburnya, walaupun dia seorang yang mukmin.

Telah datang sebuah hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu

‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua

kuburan, lalu beliau bersabda:

“Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa.

Dan tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah

satu dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing.

Sedangkan yang lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba”. (HR.

Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di

dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar. Berarti yang disiksa oleh

Allah di alam kubur bukan karena kekafiran saja tetapi juga karena

dosa-dosa besar.

Nasalullah salamah wal ‘afiah.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah

kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Beliau

meletakkannya di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah

Subhanahu wa Ta’ala memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu

masih basah dan belum kering.

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga kita dimudahkan untuk

menjawab pertanyaan kubur dan diselamatkan dari siksanya.

Wallahu a’lam bis shawab.

Mengedepankan Ihsan

Senin, 14 Mei 2012, 06:07 WIB
music-isp-free.blogspot.com
Mengedepankan Ihsan
Muslim etnis Hui tengah beribadah

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Asep S Muhtadi

Sekurang-kurangnya sebelas kali Allah menggunakan kata “ihsan” dalam Alquran untuk  menyebut perbuatan yang baik. Dua di antaranya memakai “alif-lam”, al-ihsan, yaitu pada surah al-Rahman ayat ke-60 dan surah al-Nahl ayat ke-90. Bila diterjemahkan, keduanya berarti kebaikan atau kebajikan.

Yang pertama Allah menjelaskan: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” Sedang yang kedua, penjelasan itu berbunyi: ”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Demikian pula dalam sembilan ayat lainnya, kata “ihsan” diterjemahkan menjadi suatu kebaikan dan perbuatan baik. Bahkan ayat ke-83 dari surah al-Baqarah, “ihsan” digunakan sebagai pengganti kata  berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana dalam firman-Nya: “Janganlah kamu menyembah sesuatu selain Allah, dan berbuat baiklah (ihsan) kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”

Pada ayat tersebut, Allah menyebut “ihsan” sejajar dengan larangan berbuat syirik, perintah berbuat baik kepada orang tua dan kaum kerabat, berbuat baik kepada fakir miskin dan anak-anak yatim, mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama manusia, serta mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Secara sederhana dapat dipahami bahwa konsep “ihsan” adalah sama dan sebangun dengan konsep akhlak, baik akhlak kepada Sang Pencipta, maupun akhlak kepada sesama manusia.

Pendeknya, dapat pula diartikan bahwa faktor “ihsan” harus selalu hadir menyertai seluruh perilaku dan perilaku manusiawi. Ihsan sejatinya menjadi napas dan inspirasi dari keseluruhan amal manusia, bersenyawa dengan jenis pekerjaan dan profesi apapun. Karena itu ihsan adalah juga pengendali motif-motif insani yang mendasari keseluruhan tindakan aktivitas yang dilaluinya setiap saat.

Itulah sebabnya, ketika berdialog dengan Rasulullah, Jibril menempatkan pertanyaan tentang ihsan ini pada urutan terakhir setelah iman dan islam. Ihsan dalam hal ini menjadi dimensi penggenap amal setelah seseorang menyatakan keimanan dan melaksanakan serangkaian ajaran seperti disyariatkan Islam. Ihsan merupakan kekuatan moral yang menyempurnakan setiap tindakan.

Dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi serta budaya masyarakat saat ini, kita perlu menghidupkan kembali spirit ihsan yang mungkin telah mati, sehingga tidak ada lagi kebijakan, program, dan tindakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi ataupun kelompok. Semuanya merupakan implementasi pengabdian hanya kepada-Nya untuk mewujudkan kebaikan.

Kita tidak cukup hanya menjadi seorang pemeluk agama. Beragama  saja tidak cukup. Beragama (Islam) itu harus pula diikuti oleh ber-ihsan. Demikianlah, Allah menjelaskan bahwa: ”(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri (ber-Islam) kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan (ber-ihsan), maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS, 2: 112).

Redaktur: Heri Ruslan



Blog Stats

  • 2,252,404 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers