Posts Tagged ‘Nation & Character Building



29
Mar
12

MiGas : Kontroversi Politik BBM

Ekonomi
Pemerintah Dituduh Mark-up Subsidi BBM
Kamis, 29 Maret 2012 07:17 WIB
Pemerintah Dituduh Mark up Subsidi BBM
Koordinator ICW Firdaus Ilyas–MI/Grandyos Zafna/sa
TERKAIT

RENCANA pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dituding sarat indikasi mark-up atau penggelembungan anggaran. Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan ada kelebihan selisih belanja subsidi pemerintah dalam RAPBN-P 2012 hingga Rp30 triliun.

“Perhitungan kami, belanja subsidi BBM pemerintah seharusnya hanya Rp148,034 triliun, tetapi pemerintah menyatakan Rp178 triliun. Artinya, ada indikasi mark-up karena selisih anggaran tadi hingga Rp30 triliun,” kata Koordinator Program Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas, di Jakarta, kemarin.

Patokan ICW dalam kalkulasi itu ialah mean oil platte Singapore (MOPS) yang didapat dari rata-rata tahun sebelumnya untuk BBM bersubsidi, yakni premium, minyak tanah, dan solar. Untuk penghitungan perkiraan subsidi 2012, ICW menggunakan harga rata-rata untuk tiga tahun terakhir (2009/2011).

Menurut ICW, metode itu lazim digunakan dalam penghitungan harga BBM, baik oleh Pertamina maupun BPH Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Asumsinya, 1 barel BBM setara dengan 158,9 liter, nilai ICP (Indonesia crude price) US$105/barel, alpha per liter di kisaran Rp641,94 dan alpha per barel US$11,33, serta kurs rupiah Rp9.000.

Dengan asumsi itu, ICW mendapati beban subsidi BBM untuk bensin premium, yakni Rp71,9 triliun, minyak tanah Rp8,37 triliun, solar Rp46,38 triliun, dan LPG sebesar Rp21,37 triliun atau total Rp148,03 triliun. “Itu jika harga BBM masih Rp4.500 per liter atau tidak dinaikkan. Dengan asumsi itu, pemerintah menyebut beban belanja subsidi BBM hingga Rp178 triliun. Artinya, ada kelebihan Rp30 triliun,” terang Firdaus.

Pengamat ekonomi dan migas dari ECThink, Iman Sugema, juga menilai angka subsidi yang ditulis pemerintah dalam RAPBN-P 2012 terlalu besar. “Angka Rp178 triliun harusnya bisa Rp148 triliun,” kata Iman.

Angka Rp178 triliun, kata Iman, baru didapat jika pemerintah mematok ICP US$115 per barel. “Kalau kesepakatannya hanya US$105 per barel, ada selisih Rp30,6 triliun,” katanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mempersilakan ICW melaporkan pemerintah karena diduga melakukan mark-up dalam penghitungan belanja subsidi energi. Jero menyatakan siap dipenjara jika ada penghitungan yang salah.

“Kalau ada dugaan mark-up silakan laporkan, ini era demokrasi. Kami yakin dengan hitungannya. Kalaupun salah, akan ada konsekuensinya,” kata Jero ketika memberikan keterangan pers di kantornya, tadi malam.

Pembahasan APBN-P 2012, kemarin, sudah memasuki proses pada tim perumus rancangan undang-undang (RUU). Setelah itu, rumusan RUU APBN-P 2012 akan diputuskan di tingkat pertama antara Badan Anggaran DPR dan pemerintah, baru kemudian dibawa ke sidang paripurna, besok.

Ketua Banggar DPR Melchias Markus Mekeng mengatakan pembahasan APBN-P 2012 juga sedang dilakukan pada setiap komisi DPR bersama mitra kerja pemerintah.

Terkait perbedaan pendapat yang masih terjadi pada Pasal 7 ayat 6 UU APBN 2012 tentang Larangan Penaikan Harga BBM Subsidi, Melchias menyatakan kemungkinan pembahasan masih bisa dilakukan di tingkat internal Banggar DPR. (ML/X-9)

Syafi’i Ma’arif

Bagus Kurniawan – detikNews

Kamis, 29/03/2012

Tak Setuju BBM Naik, Syafi’i Ma’arif : Sila Kelima Pancasila Yatim Piatu

10:59 WIB

 
Yogyakarta Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Ma’arif memandang pengamalan Pancasila belum dilaksanakan dengan baik pemerintah. Apalagi sila kelima yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”Sila kelima sudah menjadi yatim piatu, tidak dilaksanakan dengan baik pemerintah,” katanya dalam diskusi publik bertema “Menata Ulang Indonesia” di Lobi Kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Dik Tiro, Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (29/3/2012).Ia mengaku sudah terlalu tua untuk memberikan materi diskusi ini. Meski demikian, Syafi’i mengaku masih menarik dengan melihat kondisi Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.”Indonesia itu punya semuanya, sumber daya alam melimpah, tapi kok minyak harus beli,” sindirnya yang tidak sepakat dengan kenaikan harga BBM.Kenaikan BBM yang rencananya diberlakukan 1 April mendatang, mengundang reaksi negatif di berbagai daerah. Sebagian aksi berujung bentrok, seperti di Jakarta, Makassar, dan daerah-daerah lain. Mahasiswa dan sejumlah kelompok menilai kenaikan BBM menyengsarakan rakyat. Menurut rencana, aksi besar-besaran digelar, Jumat (30/3) esok. (try/nrl)
Baca Juga

Pemerintah dan DPR Bohongi Rakyat Soal Kenaikan Harga BBM
Rabu, 28 Maret 2012 | 22:03

[google] [google]

[JAKARTA] Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga, selama ini pemerintah telah melakukan kecurangan kepada publik, dengan menggelembung dana (mark up) senilai Rp 29,9 triliun atas subsidi BBM (bahan bakar minyak) dan  Elpiji atau LPG (Liquefied Petroleum Gas).

Bahkan, jika kenaikan Rp 1.500 diwujudkan, maka pemerintah memiliki peluang untuk melakukan mark up lebih besar lagi ketimbang tidak dinaikkan yakni hingga Rp 43,6 triliun.

Koordinator Program Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas memaparkan, dari sudut hilir pengelolaan minyak Indonesia, penghitungan yang dilakukan oleh pihaknya terkait beban subsidi BBM dan LPG berbeda dengan penghitungan pemerintah dan DPR.

Bahkan, perbedaan itu cukup signifikan dalam hal jumlah. Jelas dia, dari hasil penghitungan ICW, jika harga BBM premium dan solar tidak naik  atau Rp 4.500 per liter, maka total beban subsidi BBM dan LPG hanya sebesar Rp 148 triliun per tahun.

Sedangkan, pemerintah mengatakan, jika harga BBM tetap, maka beban subsidi BBM dan LPG mencapai Rp 178 triliun.

Sementara, jika harga BBM premium dan solar dinaikkan menjadi Rp 6.000 per liter, maka total beban subsidi BBM dan LPG hanya Rp 68,1 triliun per tahun. Sedangkan, pemerintah mengatakan dalam RAPBN-P 2012 beban subsidi BBM dan LPG menjadi Rp 111,7 triliun.

”Dari tata cara, apa yang sedang direncanakan pemerintah dan DPR tidak berdasarkan tata cara dan asumsi yang benar. Kalau kita hitung ulang akan ditemukan selisih, entah itu (BBM) naik atau tidak,” ungkap Firdaus dalam keterangan pers di kantor ICW, Jakarta, Rabu (28/3).

Dia pun mempertanyakan darimana pernyataan Menteri ESDM Jero Wacik yang menyatakan bahwa harga premium Rp 8.000 per liternya. Sedangkan, dari perhitungan ICW hanya seharga Rp 6.858 per liter dengan harga ICP US$ 105 per barel.

Dalam melakukan penghitungan tersebut, menurutnya ada tiga hal yang diperhatikan ICW.  

Pertama,untuk perhitungan perkiraan subsidi BBM 2012, ICW menggunakan rerata untuk tiga tahun terakhir (2009-2011). Metode referensi harga ini lazim digunakan dalam perhitungan harga BBM ke depan (baik Pertamina maupun BPH Migas atau ESDM).  

Kedua,harga patokan Mean Oil Plats Singapore (MOPS), yakni harga rata-rata bulanan transaksi minyak di Singapura, didapat dari publikasi harga rata-rata tahun sebelumnya, baik untuk premium, minyak tanah, dan solar.

Ketiga, untuk subsidi LPG, juga digunakan realisasi harga rerata Contract Price (CP) Armco sebelumnya dikaitkan dengan harga minyak mentah yang menjadi acuan harga LPG di Indonesia.

Sementara itu, ICW mensinyalir kenaikan harga BBM ini ada korelasi politik dan sebagai bentuk pencitraan yang akan terjawab beberapa bulan ke depan jelang Pemilu 2014.

“Saya tidak tahu apakah ini (harga BBM) akan sengaja dinaikkan dulu dan kemudian beberapa bulan kemudian akan diturunkan lagi dan diklaim, kami telah menurunkan harga BBM?  Dengan buruknya tata kelola dan adanya tambahan penerimaan, maka pemerintah 2012 tidak perlu naikkan harga BBM,” tegasnya. [O-2]

ICW ke KPK
Rabu, 28 Maret 2012 | 22:09

BBM Dinaikkan, ICW Laporkan Pemerintah ke KPK

Gedung KPK [google] Gedung KPK [google]

[JAKARTA] Pemerintah dan DPR tidak jujur kepada rakyatnya. Kebohongan demi kebohongan terus diungkap oleh berbagai pihak, terkait kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta, Rabu (28/3), mengatakan, pemerintah dan DPR telah menggelembungkan harga BBM, sehingga seolah-olah negara dirugikan. Padahal sebaliknya, negara mengalami kelebihan dana dari subsidi BBM.

Koordinator Program Monitoring dan Analisis Anggaran ICW, Firdaus Ilyas memaparkan, dari hasil penghitungan ICW, jika harga BBM premium dan solar tidak naik  atau Rp 4.500 per liter, maka total beban subsidi BBM dan LPG hanya sebesar Rp 148 triliun per tahun.

Sedangkan, pemerintah mengatakan, jika harga BBM tetap, maka beban subsidi BBM dan LPG mencapai Rp 178 triliun.

Karena itu, jika pemerintah ngotot menaikkan harga BBM pada awal April nanti, maka ICW tak akan segan-segan menempuh langkah advokasi secara rutin.

Misalnya dengan melaporkan adanya inefisiensi belanja subsidi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan minta mengauditnya secara terbuka.

Selain itu, juga meminta BPK untuk melakukan penghitungan beban subsidi tahun 2012. Pasalnya, temuan ini menunjukkan ketidaktransparanan pemerintah dan DPR dalam penghitungan harga BBM. Sehingga, hal ini perlu diklarifikasi dan diusut oleh BPK.

ICW yakin data yang dipunyainya ini memang sesuai dengan kenyataan. Bahkan, lembaga independen yang paling lantang bersuara dalam gerakan antikorupsi ini menyatakan sangat senang sekali apabila dibuka pembahasan subsidi BBM dan LPG.

“Apakah data ini sesuai apa tidak? Kami dengan legowo kalau pun diundang pemerintah dan perlu diskusi dengan ESDM, Pertamina, BPH Migas untuk menghitung berapa perkiraan biaya subsidi kita akan dengan senang hati buka datanya satu persatu,” ungkap dia. [O-2]

Dibawa ke MK

Moksa Hutasoit – detikNews

Rabu, 28/03/2012

Rencana Kenaikan Harga BBM Dibawa ke MK

03:01 WIB

Jakarta Upaya penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM terus diupayakan berbagai pihak. Salah satunya adalah upaya dari Serikat Pengacara Rakyat (SPR) yang akan membawa masalah ini ke Mahkamah Konstitusi.”Sebagai organisasi yang punya komitmen turut memperjuangkan kesejahteraan rakyat, SPR akan menempuh upaya hukum demi membatalkan kenaikan harga BBM tersebut. Upaya hukum yang paling tepat adalah dengan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi,” ujar Juru Bicara, Habiburokhman, dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (27/3/2012).Habiburokhman menjelaskan, kenaikan harga BBM harus didahului dengan perubahan pada pasal 7 ayat (6) UU APBN yang menerangkan ‘Harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan’. Jika pasal 7 ayat (6) tersebut diubah, maka UU yang baru tersebut akan diuji materi di Mahkamah Konstitusi untuk kemudian dibatalkan.”Kami berharap agar MK bisa bersikap arif dan melihat secara jelas bahwa kenaikan BBM benar-benar sesuatu yang bertentangan dengan konstitusi dan menghambat hak konstitusi rakyat untuk hidup sejahtera,” jelas Habiburokhman.Menurut Habiburokhman, perubahan pasal 7 ayat (6) UU APBN yang memungkinkan dinaikkannnya harga BBM di tahun 2012 jelas melanggar pasal 27 ayat 2 UUD 1945 yang berbunyi ‘Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak’ dan Pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 ‘setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan’.”Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang diklaim sebagai bentuk pengalihan subsidi menurut kami sangat tidak tepat,” tandasnya. (mok/mok)
Baca Juga

Mahasiswa Bali

Gede Suardana – detikNews

Kamis, 29/03/2012

Mahasiswa Bali Long March Tolak Kenaikan Harga BBM

11:28 WIB

Ilustrasi/Dok detikcom
Denpasar Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Bali menolak kenaikan harga BBM. Mahasiswa juga mengecam aksi kekerasan terhadap aktivis.Mahasiswa turun ke jalan dengan long march dari kampus Universitas Udayana Jl Sudirman menuju ke gedung DPRD Bali kawasan Renon Denpasar, Kamis (29/3/2012).Para mahasiswa juga melakukan aksi teatrikal selama dalam perjalanan, mereka mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian. Usai long march yang menempuh perjalanan sejauh sekitar satu kilometer ini, massa kemudian melakukan orasi di depan gedung DPRD Bali.”Kenaikan harga BBM ini akan sangat berdampak besar terhadap kehidupan rakyat kecil, untuk itu kami menolak kenaikan ini,” kata Haris, salah satu peserta aksi.Para peserta aksi juga mengecam aksi pemukulan koordinator lapangan (korlap) aksi demo anti kenaikan BBM pada Selasa (28/3/2012) kemarin di depan kampus Unud Jl Sudirman Denpasar.”Walaupun kemarin ada kekerasan tidak akan mengendurkan perjuangan kami,” terang mahasiswa lainnya.Diakhir orasinya, para mahasiswa menolak liberalisasi sektor migas, menasionalisasi aset yang menyangkut hajat hidup orang banyak, efisiensi anggaran birokrasi dan turunkan harga BBM. (gds/try)

Forum Umat Islam

Indra Subagja – detikNews

Kamis, 29/03/2012 11:31 WIB

Anggap Kenaikan BBM Maksiat, Forum Umat Islam Kepung Istana Jumat
 
Jakarta Massa Forum Umat Islam (FUI) akan turun ke jalan menolak kenaikan BBM. FUI menilai kebijakan kenaikan BBM yang dilakukan pemerintah sebagai maksiat.”FUI mengundang wartawan media cetak, televisi, radio dan online untuk meliput aksi sejuta umat ‘Indonesia Tanpa Maksiat’. Korupsi dan kenaikan harga BBM adalah kemaksiatan,” jelas Koordinator Lapangan Awit Masyhuri dalam siaran pers, Kamis (29/3/2012).Unjuk rasa akan dilakukan pada Jumat (30/3) siang. Rute unjuk rasa akan dimulai dari Bundaran HI, kemudian long march ke Istana Negara.”Jumlah massa 1.000 orang dari berbagai ormas Islam di Jakarta dan sekitarnya,” jelas Awit.Pada Jumat besok, kabarnya akan serempak digelar aksi demo besar-besaran. Ribuan orang akan turun ke jalan, bertepatan dengan sidang paripurna DPR terkait usulan pemerintah menaikkan BBM bersubsidi. (ndr/nrl)
Baca Juga

Ratusan Buruh

Dira Derby – detikNews

Kamis, 29/03/2012 12:17 WIB

Gagal Masuk ke Bandara Cengkareng, Ratusan Buruh Merapat ke DPR
Buruh berkonvoi setelah gagal masuk Bandara Soekarno – Hatta/Dira Derby-detikcom
Jakarta Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Buruh (SB)/Serikat Pekerja (SP) yang hendak berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di Bandara Soekarno-Hatta dihadang aparat kepolisian di Jalan Suradarma, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis (29/3/2012). Gagal masuk bandara lewat pintu belakang M1, mereka mengalihkan aksinya ke DPR.Koordinator aksi, Poniman, mengatakan, kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.500 atau sekitar 33,3 persen akan mendongkrak kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, ongkos transportasi, memukul usaha kecil menengah, menurunkan daya beli masyarakat serta meningkatkan pengangguran dan kemiskinan.”Bagi buruh, kenaikan harga tentu akan merampas upah buruh karena terpotongnya nilai riil pendapatan. Kenaikan UMK 2012 tidak ada artinya kalau harga juga naik,” jelasnya.Selain itu, kata Poniman, kenaikan harga BBM juga berdampak pada meningkatnya angka PHK akibat kebijakan efisiensi perusahaan yang harus menanggung kenaikan biaya produksi.”Cara-cara lain utuk merampas upah buruh adalah dengan peningkatan jam kerja lembur dan penundaan pembayaran upah. Pengusaha dan pemerintah akan makin mengekang kebebasan berserikat,” ungkapnya.Saat aksi tersebut, buruh memaksa untuk tetap ke Bandara Soekarno – Hatta. Namun, barikade ratusan polisi membuat buruh lantas melakukan negosiasi. Akhirnya para buruh mengurungkan aksinya untuk mendemo Bandara.”Kita muter balik, untuk menuju DPR RI. Dari hasil negosiasi kita dilarang untuk masuk ke Bandara. Kalau tuntutan kita tidak direspons, kita akan bawa massa lebih banyak lagi,” tandas Poniman.Sementara polisi setempat menyebut jumlah massa 600-700 orang. Garuda lewat Twitternya sejak pagi mengimbau pengguna bandara tidak melewati pintu M1 karena akan ditutup untuk umum. (try/nrl)

Ultimatum Rieke

Indra Subagja – detikNews

Kamis, 29/03/2012 10:58 WIB

Ultimatum Tolak Penaikan BBM, Rieke : Demo Besar Akan Hadir Jumat
Jakarta Politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka mengultimatum pemerintah agar membatalkan penaikan harga BBM. Dia pun mewarning, bahwa demo besar-besaran akan hadir pada Jumat (30/3).”Besok makin banyak. Besok akan lebih besar,” kata Rieke saat dikonfirmasi, Kamis (29/3/2012).Rieke bukan tanpa data berbicara soal penaikan harga BBM. Harga minyak saat ini turun. Belum lagi angka defisit APBN yang semula 3 persen ternyata hanya 2,54 persen.”Pemerintah harus mendengarkan suara rakyat. Tidak ada alasan lagi,” jelasnya.Demo besar-besaran hari Jumat, Rieke dapatkan dari aktivis buruh dan mahasiswa. Juga terkait dengan rapat paripurna yang akan digelar esok.”Aksi yang dilakukan tidak ada tujuan membuat keributan atau anarki. Justru anarki yang lebih besar adalah pemerintahan yang menciptakan kemiskinan,” terang Rieke. (ndr/vit)
Baca Juga

Buruh ke DPR

Arbi Anugrah – detikNews

Kamis, 29/03/2012 11:36 WIB

Buruh Anti Kenaikan Harga BBM Longmarch ke DPR, Lalin Senayan Macet

Jakarta DPR masih jadi tempat primadona pendemo penolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sedikitnya 500 orang buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) bergerak ke gedung wakil rakyat yang mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, macet total.Pengamatan detikcom, Kamis (29/3/2012), buruh awalnya berkumpul di Gelora Bung Karno. Mereka lalu longmarch menuju DPR.Lazimnya aksi, buruh yang mayoritas mengenakan baju warna biru itu membawa sejumlah atribut antara lain spanduk bertuliskan “Menaikkan harga BBM adalah kejahatan”.Rombongan buruh itu tumpah dan menguasai Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Kendaraan yang telah melintas di kawasan itu menjadi ‘terjebak’ kemacetan panjang.Pengendara terpaksa harus sabar menanti hingga rombongan buruh ini bergerak perlahan-lahan melintasi kawasan itu. Aparat kepolisian juga terlihat mengawal rombongan buruh.Di lokasi yang sama, puluhan orang dari Front Pembela Rakyat masih berkumpul di depan Gedung TVRI. Mayoritas peserta aksi perempuan dan anak-anak. Mereka tampak membawa perkakas rumah tangga, salah satunya penggorengan. Rombongan ini masih berkoordinasi dan belum bergerak ke DPR. (aan/nwk)
Baca Juga

PKS

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Kamis, 29/03/2012 11:04 WIB

Tolak Kenaikan Harga BBM, PKS Tak Turunkan Kader ke Jalan
Jakarta Sikap resmi PKS adalah menolak kenaikan harga BBM. Seperti Hanura dan Gerindra, PKS juga merasa tidak perlu untuk mengerahkan massanya menggelar aksi unjuk rasa di jalanan seperti yang dilakukan oleh PDIP. Perjuangan di parlemen menjadi pilihannya.”Tidak terpikirkan (berunjuk rasa -red). Kami lebih memilih mengoptimalkan kerja kader-kader partai di parlemen,” kata sekretaris FPKS DPR, Abdul Hakim, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2012).Menurutnya para politisi PSK menolak kenaikan harga BBM. PKS siap menjadi oposisi, kalau jalan itu yang harus ditempuh.”Presiden PKS mempertegas kesiapan di luar koalisi. Dalam orasi politiknya pada penutupan Mukernas di Medan menegaskan kembali kesiapan PKS untuk menempati posisi apapun. Beliau mengingatkan kader dan stuktur untuk mengimplementasikan keputusan mukernas dalam kondisi apapun, baik dalam koalisi ataupun tidak,” kata Wakil Ketua BURT DPR dari PKS, Refrizal, kepada detikcom, Kamis (30/3/2012).Mukernas PKS yang digelar di Medan ditutup semalam. Di dalam pidatonya, menurut Refrizal, Presiden PKS menegaskan PKS tak masalah kalau harus menyudahi komitmen di koalisi.”Presiden PKS juga menyampaikan bahwa kita bekerja untuk rakyat demi kejayaan bangsa, tak perlu terpengaruh dengan sekelompok orang yang berkutat dengan angka-angka. Dalam membangun bangsa ini PKS pernah berada dalam posisi koalisi maupun diluar, bila memang harus menyudahi posisi dalam koalisi itu adalah sebuah realitas yang harus dipilih,” katanya. (van/lh)
Baca Juga

Pendemo

Suci Dian Firani – detikNews

Kamis, 29/03/2012 07:52 WIB

Pendemo akan Kembali Serbu Istana dan Gedung DPR
Jakarta Hari ini, aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM akan kembali mewarnai Jakarta. Massa pendemo akan terpusat di depan Istana Merdeka dan Gedung DPR.”Berdasarkan informasi yang kita terima akan ada aksi di depan istana dan DPR,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Ipda Ulil, kepada detikcom, Kamis (29/3/2012).Ulil mengimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari kedua lokasi tersebut. Namun, belum mengetahui jumlah peserta yang akan melakukan aksi unjuk rasa.”Kita lihat nanti di lapangan,” lanjutnya.Sementara itu, di Jl RE Martadinata arah pelabuhan terdapat truk kontainer yang terparikir di pinggir jalan. Akibatnya arus lalin Jl RE Martadinata arah pelabuhan tersendat.”Untuk di Jl RE Martadinata yang akses mau ke Tanjung Priok ada truk kontainetr parkir, mungkin itu poolnya tidak muat jadi parkir di jalan. Kepada para pengguna jalan agar berhati-hati,” katanya. (sdf/mad)
Baca Juga

700 Anggota HTI

Suci Dian Firani – detikNews

Kamis, 29/03/2012 09:32 WIB

Tolak Kenaikan BBM, 700 Anggota HTI Unjuk Rasa di Depan Istana
Jakarta Unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM kembali digelar. Sekitar 700 orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah tiba di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.”Untuk saat ini ada sekitar 700 orang sudah melakukan orasi di depan Istana Merdeka,” kata petugas jaga Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Briptu Imam, saat dihubungi detikcom, Kamis (29/3/2012) pukul 09.15 WIB.Imam mengatakan meski telah dikepung oleh 700 orang, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Utara masih lancar.”Untuk arus lalu lintas tidak terjadi kepadatan. Masih ramai lancar,” terangnya.Sebelumnya, Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 5.500 orang akan menggeruduk Istana Merdeka dan Gedung DPR pada hari ini. Guna mengantisipasi kemacetan, polisi juga sudah mempersiapkan skenario pengalihan lalu lintas. (sdf/vit)
Baca Juga

Ribuan Buruh

Nurvita Indarini – detikNews

Kamis, 29/03/2012 12:19 WIB

Ribuan Buruh Padati DPR, TransJ Koridor IX Masuk Tol Semanggi
Demo di DPR/Arbi-detikcom
Jakarta Ribuan orang yang sebagian besar merupakan buruh menggelar aksi di Gedung DPR. Imbasnya, Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi padat. Bus TransJakarta Koridor IX (Pinangranti-Pluit) pun harus masuk Tol Semanggi.”Kami alihkan lagi sementara Koridor IX arah Pluit untuk masuk ke tol. Sebab jalan di luar tol sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilewati,” ujar Humas Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta, Sri Ulina Pinem, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (29/3/2012) pukul 12.00 WIB.Karena masuk ke Tol Semanggi, maka bus tidak melewati Halte Jakarta Convention Center (JCC) dan di Halte Slipi Petamburan. Pengalihan ini sudah disampaikan kepada penumpang saat mereka membeli tiket.”Yang terimbas demo baru Koridor IX. Yang lainnya masih lancar,” sambung Ulina.Pantauan detikcom, Kamis (29/3) pukul 11.40 WIB, hampir seluruh lajur yang tersedia di Jalan Gatot Subroto dipenuhi massa. Termasuk jalur khusus untuk TransJ. Bahkan ada sekitar 4-5 bus TransJ yang sempat terjebak di jalurnya.Sementara itu, mobil dan motor yang terlanjur masuk kawasan tersebut, memilih mutar balik melawan arah. Mereka terpaksa melakukan itu jika tidak mau terjebak di dalam kerumunan massa.Polisi mulai menutup jalan yang mengarah ke DPR atau Slipi. Lalu lintas dialihkan berbelok ke kiri masuk ke arah TVRI. Jalan tol yang mengarah ke Slipi juga terpantau cukup padat. Sedangkan tol yang mengarah ke Cawang justru lancar. (vit/nrl)

Polda Metro

Nurvita Indarini – detikNews

Kamis, 29/03/2012 09:07 WIB

Polda Metro Perkirakan 5.500 Orang Geruduk Istana & DPR
Jakarta Demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini masih dilakukan. Polda Metro Jaya memperkirakan pada hari ini sekitar 5.500 orang akan menggeruduk Istana Merdeka dan Gedung DPR.”Diperkirakan pendemo di Istana 2.500 orang dan di DPR 3.000 orang. Diharapkan tidak bertambah lagi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat dihubungo detikcom, Kamis (29/3/2012).Dikatakan dia, massa pendemo didominasi buruh dan dari Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI). Untuk memfasilitasi demo dan menjaga aktivitas masyarakat, polisi menurunkan sejumlah personel seperti biasa. Penjagaan demo disiagakan hingga 5 April 2012.”Seperti kemarin, sekitar 22 ribu personel,” imbuh Rikwanto.Dia berharap demo berlangsung damai dan tertib. Guna mengantisipasi kemacetan, polisi juga sudah mempersiapkan skenario pengalihan lalu lintas. (vit/mad)
Baca Juga

Kamis, 29/03/2012 08:39 WIB

7 Demo Surabaya

Imam Wahyudiyanta – detikSurabaya

Surabaya Hari Ini Bakal Digoyang 7 Demonstrasi Tolak BBM Naik
 

Surabaya – Demontrasi menolak kenaikan harga BBM masih berlanjut di Kota Surabaya. Hari ini Kota Pahlawan akan diwarnai 7 demontrasi yang dilakukan mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat. Tak ingin terjebak macet, hindari daerah sasaran demo.

Pantauan detiksurabaya.com, Pukul 08.20 Wib, Kamis (29/3/2012), aparat keamanan sudah melokalisir Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jatim DPRD Surabaya dan DPRD Jawa Timur.

Obyek vital yang menjadi sasaran demontrasi itu sudah terpasang pagar kawat berduri serta kendaraan taktis disiagakan.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti menjelaskan, dari pemberitahuan yang masuk ke kepolisian, demontrasi hari ini dilakukan oleh Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jatim, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), PMII Surabaya dan Jatim, LDS, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) serta Korwil Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI).

“Jumlah peserta demo yang diberitahukan ke kepolisian bervariasi. Disebutkan puluhan orang hingga ribuan,” kata Suparti kepada detiksurabaya.com.

Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, kepolisian menerjunkan 644 personel di Grahadi, Kantor Gubernur Jatim ada 1.043 personel dan Gedung DPRD Jatim ada 624 personel.

(iwd/gik)

Baca Juga:

Berita Lain

Mahasiswa Medan

Khairul Ikhwan – detikNews

Rabu, 28/03/2012 19:00 WIB

Demo Tolak Harga BBM Naik, Mahasiswa Medan Sandera Truk Sampah
Ilustrasi (Dok Detikcom)
Medan Mahasiswa yang menggelar demonstrasi menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) melakukan banyak cara untuk menarik perhatian. Di Medan, sejumlah mahasiswa justru menyandera truk sampah saat berdemo.Truk sampah nahas itu sedang melintas dekat kampus Institut Teknologi Medan (ITM), Jl Gedung Arca, , Rabu (28/3/2012), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, mahasiswa sedang menggelar aksi unjuk rasa menentang rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM. Mereka juga membakar ban untuk menunjukkan semangat berdemonya.Diduga karena tidak tahu ada aksi demo, truk warna kuning bernomor polisi BK 8244 J itu lewat saja. Mahasiswa kemudian menghentikan laju truk tersebut. Semula sopir truk sempat menolak berhenti, namun karena dinding pintu dipukul-pukul mahasiswa, dan mencegah ada mahasiswa yang tertabrak, truk itu akhirnya berhenti.Lantas, dari atas truk sampah yang kebetulan tidak membawa muatan itu, sebagian mahasiswa kemudian melanjutkan orasinya, menolak kenaikan harga BBM.”Tolak kenaikan harga BBM,” teriak para mahasiswa.Sementara sebagian mahasiswa berorasi dari atas truk sampah, mahasiswa lainnya menggelar aksi teatrikal mengecam langkah pemerintah yang kemungkinan akan menaikkan harga BBM per 1 April mendatang.Sekitar satu jam disandera, truk itu kemudian dilepaskan. Aksi demo itu sendiri berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Ruas jalan yang semula tertutup gara-gara demo, dapat dilalui kembali. (rul/try)
Baca Juga

MahasiswaPalembang

Taufik Wijaya – detikNews

Rabu, 28/03/2012 18:35 WIB

Gagal Ajak Demo, Mahasiswa di Palembang Caci Temannya Banci
Ilustrasi/Dok detikcom
Palembang Tidak semua mahasiswa di Palembang turun ke jalan untuk menolak kenaikkan harga BBM. Misalnya para mahasiswa Universitas PGRI Palembang. Para pendemo mendatangi kampus tersebut dan mengejek dengan teriakan banci.Awalnya, ratusan mahasiswa terdiri dari aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan, melakukan aksi di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di Halte Kampus A Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Rabu (28/3/2012). Dari berbagai orasi, mereka menuntut SBY-Boediono turun jika tetap menaikkan harga BBM.Lalu, entah siapa yang mengajak, ratusan massa itu kemudian mendatangi kampus Universitas PGRI yang berada di seberang kampus UMP. Ratusan massa itu masuk ke halaman salah satu kompleks universitas tersebut. Tanpa adanya perlawanan dari mahasiswa maupun pihak keamanan Universitas PGRI.Para pendemo mengajak mahasiswa Universitas PGRI, yang sebagian besar perempuan, untuk bergabung dalam demo menolak kenaikan harga BBM. Para mahasiswa yang melahirkan para pendidik itu diam saja.Lantaran tidak mendapatkan respon, massa kemudian meninggalkan kampus itu sambil berteriak, “Banci! Banci! Dasar tidak punya hati nurani!” kata seorang pendemo. (tw/try)
Baca Juga

300 Mahasiswa BEM

M Iqbal – detikNews

Rabu, 28/03/2012 17:12 WIB

300 Mahasiswa BEM Corat-coret Pagar DPR Caci SBY & Parlemen
Jakarta 300 Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) berdemo di depan Gedung DPR. Selain menyuarakan tuntutannya, massa BEM SI itu mencorat-coret tembok dan pagar DPR dengan cat semprot.Pantauan detikcom di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2012), aksi yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB itu masih berlangsung hingga pukul 16.30 WIB.Mereka terdiri dari BEM Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Sriwijaya (Unsri) serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Ada 1 mobil pick up untuk sound system dan membawa bendera-bendera BEM kampus mereka.
“Pemerintah lebih banyak mengambil kebijakan-kebijakan instan. Bukan untuk jangka panjang. Pemerintahan SBY-Boediono pintar tapi tidak cerdas!” teriak orator.Selain berorasi, mereka mengungkapkan penentangannya dengan mencoret-coret pagar dan tembok pagar DPR dengan cat semprot merah dan hitam yang bernada mencaci SBY di tembok pagar dan ‘DPR Tolol’ di jeruji gerbang DPR.Koordinator BEM SI Muhamad Tanri dari Unpad mengatakan ada 5 tuntutan mereka, yaitu:
1. Tolak kenaikan harga BBM.
2. Percepat realisasi program diversifikasi energi
3. Transparansi dan nasionalisasi, aset energi nasional
4. Hentikan kebocoran APBN
5. Jaga stabilitas harga bahan pokok. (nwk/nrl)
Baca Juga

Kamis, 29/03/2012 08:40 WIB
BP Migas: Kami Beda dengan Nasionalisme Chavez, Tapi Pro Lokal 
Wahyu Daniel – detikFinance


Foto: Reuters

Jakarta – Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) membantah tuduhan Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) yang menyatakan BP Migas mengistimewakan kontraktor migas asing untuk pengerjaan proyek-proyek migas di Indonesia.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Gde Pradnyana menyatakan, ada banyak fakta yang membuat tudingan AKI tidak beralasan.

“Dalam berbagai kesempatan, sejak awal menjabat sebagai Kepala BP Migas, Pak Priyono melontarkan ide tentang ‘nasionalisme migas’. Ini beda dengan ‘nasionalisasi migas’ ala Hugo Chaves. Tetapi bagaimana agar pengusahaan migas melibatkan sebanyak mungkin sumber daya lokal,” jelas Gde kepada detikFinance, Kamis (29/3/2012).

Kemudian, lanjut Gde, di era Priyono kewajiban kandungan lokal minimal yang harus dipenuhi oleh para vendor terus dinaikkan, bukan hanya 30% tetapi kini bahkan sudah mencapai 55%.

“Lalu kewajiban menggunakan perbankan nasional dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan migas untuk pembangunan proyek migas dan untuk pembayaran biaya operasionalnya,” kata Gde.

Dia melanjutkan, beberapa kali BP Migas melakukan perubahan terhadap Pedoman Tata Kerja Pengadaan Barang dan Jasa yang setiap revisinya semakin memberikan keberpihakan terhadap perusahaan nasional, baik dalam bentuk permodalan (pemberian uang muka dalam jumlah besar) maupun preferensi yang sangat menguntungkan perusahaan nasional dalam perhitungan normalisasi harga saat lelang. Termasuk diantaranya mewajibkan perusahaan nasional menjadi leader dalam setiap konsorsium yang mengikuti lelang. Perusahaan asing hanya diperkenankan sebagai anggota konsorsium saja.

“Bukti nyata keberpihakan kepada pengusaha nasional terbukti dengan penghargaan yang diberikan oleh Menteri ESDM awal tahun 2012 dalam pencapaian kandungan lokal, yang tentunya sebagian besar capaian tersebut bersumber dari sektor hulu migas,” imbuh Gde.

Dilanjutkan Gde, keberpihakan kepada perusahaan nasional tidak hanya di sektor proyek-proyek konstruksi, kini BP Migas menurutnya juga mendorong agar sektor keuangan (perbankan dan asuransi) ikut masuk lebih jauh membiayai berbagai proyek dan mengambil peran sebagai underwriter asuransi aset-aset serta kegiatan produksi migas di Indonesia.

“Dengan berbagai tindakan nyata tersebut jelas bahwa tudingan BP Migas lebih berpihak kepada perusahaan asing patut dipertanyakan,” tegas Gde.

Sebelumnya, Ketua Umum AKI Sudarto dirinya geram dengan sikap BP Migas yang tidak memberi porsi kontraktor lokal terhadap proyek-proyek minyak dan gas (migas) di tanah air.

“Mereka (BP Migas) lebih memilih kontraktor asing yang dianggap lebih berpengalaman, sementara persentase kontraktor lokal sangat kecil kurang dari yang seharusnya diatur dalam peraturan perundang-undangan,” kata Sudarto.

Mendapati diskriminasi BP Migas ini, Sudarto bukan hanya diam saja, mulai kirim surat berkali-kali namun tidak ada jawaban.

“Sampai saya datang langsung ke kantor BP Migas. Seperti dua hari lalu saya ke sana, saya disuruh tunggu di lantai 35. Dan ‘bos’ BP Migas di lantai 40. Namun setelah menunggu lama, tidak satupun ‘bos’ BP Migas menemuinya. Saya telepon tidak dijawab,” ujarnya.

“Kami bukan pengemis, kami ingin BP Migas adil, beri kami porsi sesuai aturan, jangan asing terus diistimewakan. Kami juga bukan tidak mampu dan tidak berpengalaman, banyak proyek yang kami garap dengan PLN, Pertamina dan lainnya,” tandas Sudarto.

(dnl/ang)

 Baca Juga :

Share

Aksi Pematang Siantar

Khairul Ikhwan – detikNews

Rabu, 28/03/2012 17:06 WIB

Aksi Tolak Kenaikan BBM di Pematang Siantar Berujung Ricuh
Jakarta Aksi unjukrasa mahasiswa di depan kantor Depot PT. Pertamina, Jl Bola Kaki, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) berujung kericuhan, Rabu (28/3/2012) siang. Mahasiswa terlibat saling dorong dan baku hantam dengan polisi.Semula aksi unjuk rasa sekitar tiga ratusan mahasiswa Universitas Simalungun berjalan tertib. Aksi berubah panas saat petugas menghadang mahasiswa yang mencoba masuk ke lingkungan depot. Akibatnya terjadi aksi saling dorong.Mahasiswa kemudian menyerang petugas dengan lemparan batu hingga terjadi baku hantam hingga menyebabkan seorang mahasiswa cedera.Dalam peristiwa ini, petugas sempat mengamankan 7 mahasiswa yang dinilai sebagai provokator.Mereka kemudian dilepaskan setelah melakukan negosiasi dengan Kapolres Pematang Siantar AKBP Albert TB Sianipar dan berjanji tidak lagi melakukan aksi anarkis. (rul/try)
Baca Juga

MahasiswaMakassar

Muhammad Nur Abdurrahman – detikNews

Rabu, 28/03/2012 16:53 WIB

Mahasiswa Bakar Pos Polisi di Jalan AP Pettarani Makassar
M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar Mahasiswa dari berbagai kampus membakar pos polisi di Jalan AP Pettarani Makassar, Rabu (28/3/2012). Tak ada korban, tapi pos polisi tersebut ludes.Seelumnya, massa melempari pos polisi yang terletak di dekat kampus Universitas Negeri Makassar (Unem) itu. Mereka menggeruduk tempat itu dan berharap menemukan polisi.Kemudian, mahasiswa yang jumlahnya sekitar 1000-an itu menuju SPBU tak jauh dari lokasi. Aksi mereka berhasil dihentikan sejumlah personel TNI. Lalu mereka kembali ke pos polisi tersebut.Entah siapa yang memulai, massa membakar pos polisi yang berukuran 6×3 meter tersebut. Api menyambar kemana-mana. Seluruh sudut pos polisi hangus.Pantauan detikcom sekitar pukul 17.45 Wita, warga sekitar berkerumun di lokasi. Namun tak satu pun dari mereka yang beranu memadamkan api. Sementara mahasiswa masih terus melanjutkan aksinya. (mna/try)
Baca Juga

Anggota FPKS

Indra Subagja – detikNews

Rabu, 28/03/2012 16:50 WIB

Tolak BBM Naik, Anggota FPKS Siapkan Aksi Heboh di Paripurna DPR Jumat
Jakarta Bukan hanya politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka saja yang cuap-cuap lantang menyerukan penolakan penaikan BBM. Politisi PKS, Indra, pun setali tiga uang dengan Rieke. Bahkan anggota Komisi III DPR ini siap membuat panas paripurna DPR saat pengambilan voting soal BBM.”Saya akan berorasi dan berdemo di ruang paripurna,” jelas Indra saat berbincang dengan detikcom, Rabu (28/3/2012).Indra mengaku sudah menjadi makanannya sehari-hari untuk berorasi dan berunjuk rasa. Sebelum masuk DPR, Indra biasa turun ke jalan menyuarakan suara rakyat.”Jadi sebelum jadi anggota DPR saya berorasi di jalan, sekarang tetap berorasi di ruang sidang dan juga di jalan,” jelasnya.Indra mengaku dirinya juga berniat untuk bergabung dengan massa pada Jumat (30/3) mendatang. Namun langkah itu masih dia akan pikirkan lebih dahulu, mengingat ada kewajiban di Senayan.”Banyak jaringan mahasiswa dan buruh yang biasa berinteraksi dengan saya mengabari mereka akan turun besar-besaran pada Jumat besok,” imbuhnya.Namun untuk massa PKS yang notabene menolak kenaikan BBM, dia belum memastikan adanya aksi turun ke jalan. “Belum ada perintah dari DPP,” tegas mantan aktivis Universitas Andalas ini. (ndr/nvt)
Baca Juga

Massa Konami

Rivki – detikNews

Rabu, 28/03/2012 16:27 WIB

Massa Konami Duduk di Jalanan UI Salemba, Lalin Macet
Jakarta Sekitar 200-an orang dari Koalisi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) kembali berunjuk rasa. Kali ini fokus di depan Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta Pusat.Massa tiba dengan berjalan kaki dari Jl Diponegoro menuju Salemba, pukul 16.10 WIB, Rabu (28/3/2012).Mereka mengenakan jaket almamater warna biru dan membawa beberapa bendera organisasi. Ada spanduk yang mereka bawa bertuliskan ‘Turunkan SBY-Boediono’.Dalam aksinya, mereka duduk menutupi Jl Raya Salemba. Sehingga aktivitas lalu lintas dari arah Salemba menuju Senen, macet. Kendaraan yang melintas hanya bisa melewati jalur TransJakarta.Kemacetan mulai terasa dari Jl Diponegoro, RSCM, hingga Perpustakaan Nasional. Ada sekitar 50 polisi yang berjaga di sekitar pendemo. Hingga kini, demonstran masih berorasi.Massa Konami menarik perhatian publik setelah demo mereka berakhir rusuh di Gambir pada Selasa (27/3) kemarin. (gus/nrl)
Baca Juga

Parlemen Jalanan

Indra Subagja – detikNews

Kamis, 29/03/2012 11:59 WIB

Bagi Rieke, Parlemen Jalanan Menolak Kenaikan BBM Adalah Pilihan
Jakarta Rieke Dyah Pitaloka siap berjuang menolak kenaikan BBM. Bukan hanya lewat parlemen di Senayan saja dia bergerak. Rieke pun siap terjun lewat parlemen jalanan.”Saya akan berada di parlemen jalanan bersama rakyat,” kata politikus PDIP ini, Kamis (29/3/2012).Rieke menegaskan hitung-hitungan dia, BBM bisa tidak naik. Kalau BBM naik yang justru menderita adalah rakyat kecil seperti nelayan dan petani.”Sejak kuliah saya sudah terbiasa turun ke jalan,” jelasnya.Bagi Rieke, PDIP tetap pada keputusan semula. Yakni menolak kenaikan BBM, sebagai wakil rakyat dia pun akan siap turun baik di parlemen maupun di jalan.”PDIP nggak goyah. Besok yang demo semakin banyak,” tuturnya. (ndr/vit)
Baca Juga

Korlap di Bali

Gede Suardana – detikNews

Rabu, 28/03/2012 16:51 WIB

Korlap Aksi Penolakan BBM di Bali Diserang Preman
Denpasar Koordinator lapangan (korlap) aksi penolakan kenaikan harga BBM mahasiswa di Bali yang bernama Elbinsa Purba diserang tiga orang preman di depan halte kampus Universitas Udayana, Jl Sudirman Denpasar.Penyerangan berlangsung cepat sekitar pukul 14.30 Wita, Rabu (28/3/2012). Awalnya, Elbinsa yang berjalan dari posko aksi penolakan BBM tiba-tiba dihadang tiga orang berbadan kekar dan bertato.”Dua orang memegangi saya yang satu mukuli saya,” kata Elbinsa Purba ditemui detikcom di depan kampus Unud.Usai melakukan pemukulan, ketiga pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor.Akibat pemukulan ini korban menderita lebam di pipi bagian kiri, tangan sebelah kiri serta sekujur tubuhnya merasa nyeri. “Saya tidak bisa menghitung berapa kali mukulnya,” urainya.Pasca kejadian ini beberapa aktivis kampus lainnya berkumpul. “Setelah kita bicarakan dengan teman-teman tadi kita sepakati untuk melaporkan kejadian ini ke polisi,” kata aktivis LBH Bali, Gendo Suardana. (gds/try)
Baca Juga

Massa di Kendari

Andi Fatima – detikNews

Rabu, 28/03/2012 16:17 WIB

Tolak Kenaikan BBM, Massa Matikan Jaringan Telekomunikasi di Kendari

Ilustrasi/detikcom
Kendari Ratusan orang dari Front Rakyat Sultra Bersatu (Forsub) yang menolak kenaikan BBM, menduduki Kantor PT Telkom STO I Kendari, Sulawesi Tenggara, di Jalan Sultan Hasanuddin dan berhasil mematikan jaringan telekomunikasi.Aksi dimulai dengan orasi di perempatan lampu merah Jalan Abdullah Silondae, depan alun-alun Kota Kendari, Rabu (28/2/2012). Kemudian, massa long march di sepanjang ruas jalan protokol Kendari menuju Kantor Telkom.Sesampai di kantor Telkom, beberapa perwakilan massa Forsub diperbolehkan masuk ke ruangan sambungan Telkom dengan didampingi Manajer Customer Telkom Aswan Saiful dan Kapolresta Kendari AKBP Yuyun Yudhantara.Koordinator aksi, Arman, mengatakan, mereka terpaksa mendatangi kantor Telkom karena selama ini aspirasi yang disampaikan ke anggota DPRD Sultra, tidak pernah terealisasi. Apalagi terkait kenaikan BBM.”Kami bosan dibohongi anggota dewan, makanya kami datang ke kantor Telkom agar komunikasi untuk sementara dihentikan,” kata Arman.Sementara, Aswan Saiful mengaku terpaksa mematikan sementara pembangkit listrik otomatis yang menghubungkan ke jaringan telekomunikasi karena didesak pendemo. Namun pihaknya telah menyediakan pembangkit listrik manual yang mampu bertahan selama 30 menit, sehingga jaringan telekomunikasi tetap hidup selama itu.”Daripada mereka merusak kantor kami yang merupakan aset negara, jadi kami matikan sementara jaringan telekomunikasi. Setelah pengunjuk rasa pulang, bisa kami nyalakan lagi,” jelas Aswan.Setelah keinginan mereka tercapai, massa akhirnya meninggalkan kantor Telkom Kendari dengan tertib dengan mendapat pengawalan aparat kepolisian setempat.Sebelumnya, massa Forsub sempat saling dorong dengan anggota polisi yang menjaga kantor Telkom Kendari. Polisi menyiapkan mobil water canon untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. (try/try)
Baca Juga

Mahasiswa Yogya

Bagus Kurniawan – detikNews

Rabu, 28/03/2012 12:42 WIB

Demo Kenaikan BBM, Mahasiswa Yogya Datangi Kantor Pertamina
Massa tertahan di depan pintu gerbang kantor Pertamina/Bagus Kurniawan-detikcom
Yogyakarta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi kantor Pertamina Pemasaran Region IV Yogyakarta. Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM hingga Rp 6 ribu/liter dan menuntut pemerintahan Presiden SBY turun.Aksi digelar di Kantor Pertamina di Jl Mangkubumi Yogyakarta, Rabu (28/3/2012). Sebelumnya, massa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi itu berkumpul di Bundaran Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur.Dengan mengendarai sepeda motor, massa menuju kantor Pertamina melewati Jl Sudirman dan Tugu Yogyakarta. Dari Tugu Yogya hingga kantor Pertamina secara simbolis, mereka mendorong sepeda motor sebagai ungkapan protes.Ketika sampai di Pertamina, pintu gerbang langsung ditutup aparat. Sejak marak aksi demo menolak kenaikan BBM, kantor tersebut sejak pagi hingga sore terus dijaga puluhan aparat kepolisian. Massa pun kemudian menggelar orasi di depan pintu pagar sambil bernegosiasi dengan aparat agar diperbolehkan masuk untuk menyegel kantor.Koordinator aksi, Aza El Munadiyan, disela-sela aksi menyatakan pihaknya menyerukan ‘revolusi hitam’, yakni perlunya pengelolaan sumber alam terutama minyak sebagai emas hitam oleh Indonesia sendiri. Sebab selama ini banyak tambang minyak yang dikuasasi perusahaan-perusahaan asing.Menurut Aza, kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan harga sembako sehingga memberatkan rakyat. Pemberian kompensasi atau bantuan juga tidak akan menyelesaikan masalah.”Kami menolak kenaikan BBM karena akan membebani rakyat dan kami menuntut presiden mengevaluasi Menko Perekonomian dan Menteri ESDM yang tidak becus mengelola kedaulatan energi,” tegas dia.Sementara itu, di tempat yang lain, massa Aliansi Rakyat Yogyakarta (ARY) juga mengelar aksi menolak kenaikan harga BBM di halaman gedung DPRD DIY. Selama aksi berlangsung, ratusan aparat kepolisian berjaga-jaga di tempat-tempat penting di Yogyakarta. (bgs/try)
Baca Juga

Massa Mamuju

Farid Maupa – detikNews

Rabu, 28/03/2012 12:11 WIB

Kantor DPD RI di Mamuju Dirusak Massa Anti Kenaikan BBM
Papan nama kantor DPD RI yang dicopot dan dibakar massa/Farid Maupa-detikcom
Jakarta Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM terus berlanjut di berbagai daerah. Di Mamuju, Sulawesi Barat, aksi diwarnai dengan perusakan kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Sulawesi Barat di Mamuju.Peristiwa terjadi saat pengunjuk rasa yang berasal dari PMII, HMI, GMNI, GMKI, FPPI, Komkar, BEM STIE Muhammadiyah, melintas konvoi di kawasan kantor tersebut di Jalan Pettarani, Mamuju, Rabu (28/3/2012).Di lokasi, para mahasiswa tiba-tiba mengamuk. Mereka merobohkan dan membakar papan nama kantor. Selain itu, mereka juga mencopot dan merusak 4 foto anggota DPD RI asal Sulbar.Menurut salah seorang staf kantor DPD RI, Ernawati, kejadiannya sangat cepat. Massa berjumlah lebih 20 orang, melintas kemudian singgah dan merusak fasilitas kantor.Erna menambahkan, setelah menumbangkan papan nama dan membakarnya, massa masuk dan mengacak-acak kantor DPD, termasuk mencopot 4 foto anggota DPD RI. Saat itu, situasi kantor tengah sepi.”Kami laporkan (kejadian) ini ke polisi,” ungkap Erna. (try/nrl)
Baca Juga

Ibu-ibu

Nita – detikNews

Rabu, 28/03/2012 11:55 WIB

Ibu-ibu Goreng Batu Tolak Kenaikan Harga BBM
Demo tolak kenaikan harga BBM (nita/detikcom)
Jakarta Demo penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih berlajut. Sekitar 80 ibu menggoreng batu sebagai simbol kenaikan harga BBM mengakibatkan masyarakat tidak bisa memasak karena harga sembako meningkat.”Tolak kenaikan harga BBM, perempuan Indonesia menolak secara tegas,” kata kordinator aksi, Anita, saat berorasi di depan gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (28/3/2012).Para pendemo berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Mereka semua memakai daster, membawa penggorengan, panci, centong dan bambu kecil. Mereka melakukan aksi menggoreng batu sebagai simbol dampak kenaikan harga BBM.”Karena harga BBM naik maka masyarakat Indonesia tidak bisa lagi memasak makanan, tetapi hanya batu yang bisa dimasak,” kata Anita.Dalam aksinya mereka membentangkan dua spanduk masing-masing ukuran 5 x 1 meter bertuliskan ‘Perempuan Indonesia Melawann, Jangan Bodohi Kami’ dan ‘Perempuan Indonesia Melawan, Tolak Kenaikan BBM’.Dengan sedikitnya anggota aksi, maka pengamanan pun hanya dilakukan sepuluhan polisi. Akibat aksi itu lalu lintas di Jalan Gatot Soebroto pun tidak terganggu.”Tadi bus yang membawa kami ditilang oleh polisi di Jalan Jenderal Sudirman, Senayan. Jadi kami tepraksa jalan kaki ke sini,” ujar salah seorang pendemo, Dwi. (asp/nvt)
Baca Juga

Pos LanTas Megaria

Chazizah Gusnita – detikNews

Rabu, 28/03/2012 11:12 WIB

Selain di Senen, Demonstran Juga Rusak Pos LanTas Megaria
Jakarta Kerusuhan aksi unjuk rasa yang terjadi, Selasa 27 Maret 2012 kemarin menyisakan banyak kerusakan di beberapa pos polisi. Selain di Senen, Pos Lantas di depan bioskop Megaria (sekarang Metropole) juga dirusak demonstran.”Kalau di wilayah Menteng itu ada pos lantas di Megaria yang rusak,” kata Kapolsek Menteng Kompol Dani Hamdani saat dihubungi detikcom, Rabu (28/3/2012).Dani mengatakan massa merusak jendela kaca pos Ditlantas tersebut. Untung saja, anggota polisi yang berjaga di pos tersebut tidak terluka.”Jendela kacanya pecah. Biasalah kalau demo itu kan gitu. Tapi anggota selamat, nggak terluka,” ungkapnya.Meski hanya jendela kaca yang rusak, Dani mengaku belum mengetahui berapa kerugian kerusakaan tersebut. “Belum ya (dihitung). Kita masih melakukan pengamanan terus di depan UBK, LBH, dan Bundaran HI,” ungkapnya.Sebelumnya Kapolres Jakpus Kombes Angesta Romano Yoyol mengaku pos lantas di Simpang Lima Senen, Jakarta Pusat juga dirusak demonstran usai berunjuk rasa. Kaca mobil polisi juga dipecahkan. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, Selasa (27/3). (gus/nrl)
Baca Juga

Mahasiswa Semarang

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Rabu, 28/03/2012 00:18 WIB

Mahasiswa Gelar Aksi Teatrikal Tolak Kenaikan BBM di Semarang
Semarang Kawasan bundaran bekas videotron, di Jalan Pahlawan, Semarang malam ini diwarnai dengan aksi teatrikal menolak kenaikan harga BBM. Aksi dilakukan oleh massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Walisongo Semarang.Ratusan mahasiswa membentuk lingkaran besar di pinggir jalan sebagai panggung untuk melakukan aksi. Dengan menggunakan kain hitam panjang dan tubuh penuh coretan cat, mahasiswa menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan rakyat pasca kenaikan BBM.”Mereka merefleksikan bagaimana perjuangan hidup rakyat. Inilah simbol penolakan kami,” kata koordinator aksi, M Risa Islami, Selasa (27/3/2012).”Kami menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM dengan cara yang berbeda dari tempat lain,” imbuhnya.Aksi teatrikal tersebut sempat menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di Jalan Pahlawan. Mereka memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan aksi tersebut namun tidak menyebabkan kemacetan. Belasan anggota kepolisan juga terlihat siaga menjaga berlangsungnya aksi dan mengatur lalu lintas.Sementara itu 15 anggota PMII lainnya mendirikan tenda di atas bundaran bekas videotron dan melakukan aksi mogok makan yang sudah dimulai sejak pagi tadi. Rencananya mereka akan melakukan aksi mogok makan hingga 1 April mendatang.”Jika tanggal 29 Maret ada pemberitahuan harga BBM tidak naik, maka kami akan membubarkan diri. Tapi jika tetap naik, kami akan mengerahkan kawan-kawan dari PMII dari seluruh Jawa Tengah,” kata M Risa. (mok/mok)
Baca Juga

Tol Cipularang

TRIBUNnews.comOleh Adi Suhendi | TRIBUNnews.com
DPR tak Mihak Kami Tol Cipularang Kami Lumpuhkan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Akibat demonstrasi ribuan orang yang mengatasnamakan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Jalan arteri Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Petamburan ditutup sementara. Penutupan ini kemudian dimanfaatkan oleh para pedagang
berjualan sampai di badan jalan.

Dari pantauan tribun, Kamis (29/3/2012), massa SPSI ini mengaspirasikan penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Ribuan orang ini memadati gerbang DPR RI untuk menunggu utusannya yang diterima DPR RI.

“Jakarta, tidak ada yang demo juga macet, jadi hari ini kami pak Polisi, kami meminta untuk tetap menutup jalan busway supaya semuanya merasakan kepedihan rakyat ini,” kata seorang orator.

Demonstran mengancam akan melumpuhkan kembali tol Cipularang bila DPR tidak berpihak kepada rakyat dengan tetap mendukung kenaikan harga BBM. “Bila DPR tidak berpihak pada kita, maka akan kita lumpuhkan kembali Cipularang,” ucapnya.

Pantauan wartawan di lapangan, jalan arteri yang ada di depan gerbang DPR RI massa memakan badan jalan untuk berdemo. Hal tersebut dimanfaatkan para pedagang makanan dan minuman untuk merauk rezeki dengan memarkir grobak dagangannya di tengah jalan, di tengah kerumunan para pendemo.

Berita Lainnya

GUBERNUR JENDERAL NEOLIB DI DEMO DI HONGKONG….

Barangkali,…inilah peristiwa pertama kalinya dialami Presiden Republik Indonesia sepanjang sejarah Bangsa sejak Proklamasi, dimana WNI melakukan Demontrasi Mengecam Presidennya sendiri di Luar Negeri….

Berikut ini adalah berita selengkapnya:
… ——————————————–
HONGKONG (voa-islam.com) – Sejak tiba di Hong Kong, Sabtu (24/3/2012), presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak henti-hentinya disambut aksi demo oleh TKW Hong Kong. Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh voa-islam.com, aksi demo kedatangan SBY digelar di kota Central.

Ahad (25/3/2012) pukul sepuluh pagi aksi serupa digelar kembali. Massa berusaha masuk ke dalam hotel Shangri-la, tempat SBY menginap dikota Admiralty. Tetapi polisi tidak mengizinkan, akhirnya massa diberikan tempat di sebuah taman bawah hotel Shangri-la.

Puluhan polisi bersenjata lengkap mengepung tempat massa berkumpul dan mengawasi secara ketat aksi yang dilakukan wanita berjuluk ‘Pahlawan Devisa’ ini. Polisi juga dikerahkan di setiap sudut taman dan hotel untuk siaga.

Para pendemo yang menolak kenaikan BBM, menurunkan harga kebutuhan pokok dan menuntut perlindungan TKW meneriakkan yel-yel “SBY-Budiono Antek Amerika, SBY-Budiono Rezim Anti Rakyat” dalam orasinya.

Aksi para TKW ini juga didukung oleh aktivis Filipina dan aktivis lokal. Salah seorang pendemo mengatakan kepada voa-islam.com, “SBY ini pengecut, bahkan di negara aman seperti Hong Kong saja penakut, berita yang bocor ke kami katanya nyawanya terancam, kami ini para wanita, cuma mampu pegang pisau dapur, keterlaluan kan kalau kami dicurigai sebagai massa anarkis? Kita hanya ingin SBY menemui kita untuk berdialog dengan baik, bukan mencari masalah, lebay amat jika merasa terancam keselamatannya,” ungkapnya.

Dalam aksi ini, para pembantu SBY tampak memantau massa dengan handycam dari lantai taman hotel. Meskipun dengan niat baik-baik berusaha mendatangi hotel tempat SBY menginap, tetap saja para TKW tidak berhasil menemui SBY. [Yulianna PS]
——-Zobrazit více

Banyak Solusi Selain Menaikkan BBM !Setelah gagal melakukan pembatasan BBM bersubsidi, Pemerintah melalui Menteri ESDM Jero Wacik di depan raker komisi VII DPR-RI (Selasa,6/3/ 2012), menyodorkan opsi kenaikan BBM sebesar Rp 1.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter mulai April 2012. Rencana kenaikan harga BBM itu itu juga sudah dimasukkan dalam RAPBN-P 2012 yang diajukan kepada DPR.Rencana itu menuai banyak penolakan dari hampir semua kalangan masyarakat.
Bahkan menurut hasil survey LSI dengan responden dari seluruh propinsi di
Indonesia, 86 % masyarakat menolak kenaikan harga BBM. Tetapi rupanya
pemerintah sudah tipis nuraninya (atau mungkin tidak punya lagi) sehingga
tetap ngotot mengajukan rencana kenaikan harga BBM untuk disetujui DPR.

Dengan alasan-alasan yang tidak rasional, tidak mau repot dan lebih memilih
kebijakan yang menyengsarakan rakyatnya sendiri. Mungkin jika tetap ngotot
menaikkan harga BBM, kiranya pantas dikatakan bahwa pemerintah telah
bohong, zalim dan khianat terhadap rakyatnya sendiri. Sebenarnya kalau
pemerintah mau dan memiliki keberpihakan terhadap rakyat masih banyak
alternatif lain yang bisa dilakukan untuk menghasilkan dana sebanyak Rp. 31
Trilyun ( Penghematan yang diperoleh jika pemerintah menaikkan harga BBM
menjadi Rp. 6.000). Beberapa opsi yang bisa dilakukan oleh pemerintah
antara lain :

*Penghematan APBN*

Salah satu alasan yang selalu dikemukan pemerintah ketika memotong dana
subsidi untuk rakyat selalu beralasan subsidi membebani APBN, tapi
pernyataan sangat kontradiksi dengan perilaku pemerintah yang justru banyak
melakukan melakukan penggunaan APBN yang sifatnya tidak efektif dan efisien
bahkan cenderung boros dan menghambur-hamburka n uang rakyat. Indikasinya:
pertama, banyak pengeluaran yang tidak efektif. Misalnya Anggaran untuk
kunjungan dan studi banding tahun 2011 mencapai Rp 21 T, padahal selama ini
dinilai lebih banyak bernuansa plesiran.

Kedua, anggaran untuk gaji pegawai tahun 2012 mencapai Rp 215.7 triliun
naik Rp 32.9 triliun (18%) dibandingkan tahun 2011, salah satu pos cukup
besar diantarnya tunjangan pejabat. Padahal rata-rata gaji PNS sudah jauh
lebih baik dari UMR. Tapi pemerintah tetap menaikkan gaji PNS 10 %
sementara kenaikan gaji itu tidak diikuti dengan peningkatan kinerja PNS
dan sampai sekarang kualitas pelayanan publik masih saja buruk.

Ketiga, Ada anggaran Belanja barang sebesar Rp 138,5 T dan belanja modal
Rp. 168 T yang kadang-kadang anggaran tersebut digunakan untuk belanja yang
sifatnya pemborosan seperti renovasi gedung yang masih bagus, penggantian
mobil mewah milik para pejabat padahal mobil sebelumnya masih layak pakai.

Keempat, Pemerintah juga menambah jumlah pejabat tinggi yaitu menambah
banyak jabatan wakil menteri. Pasti mereka akan mendapat berbagai fasilitas
yang dibiayai dari APBN seperti rumah dan mobil dinas, biaya operasional,
gaji, tunjangan jabatan, sekretaris, ajudan, sopir dan beberapa staf
pembantu dan sebagainya. Tentu itu makin menyedot uang APBN. Kelima ,
Korupsi dalam penggunaan dana APBN. Dalam catatan KPK, pada 2008 kebocoran APBN mencapai 30-40 persen.

*Moratorium Pembayaran Bunga Utang*

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh pemerintah kalau memang dana APBN itu terbatas adalah melakukan moratorium termasuk menghentikan penambahan utang baru. Karena kalau mau jujur, yang membebani APBN selama ini bukan subsidi tapi pembayaran Utang dan bunganya. Tapi ini ini tidak dilakukan, pemerintah sangat patuh untuk membayar utang baik pokok maupun bunganya bahkan anehnya justru pemerintah malah menambah utang baru sebagai contoh Anggaran Pembayaran Utang tahun 2012 sebesar 170 trilyun (Bunga Rp 123 T dan Cicilan Pokok Utang LN Rp 43 T).

Ironisnya, tahun 2012 pemerintah terus menambah utang dalam bentuk Surat
Utang Negara (SUN) sebesar Rp. 134 T dan utang luar negeri sebesar Rp 54 T.
Padahal, ada sisa sisa APBN 2010 Rp 57,42 triliun ditambah sisa APBN 2011
Rp 39,2 triliun. Untuk apa utang ditambah, sementara masih ada sisa dana
yang tidak digunakan? Padahal bunga SUN dan utang LN itu harus dibayar tiap
tahun hingga puluhan triliun. Yang menikmati itu adalah para kapitalis dan
orang-orang kaya.

*Menghentikan Kontrak Karya yang merugikan Negara. *

Banyak sekali kontrak karya yang dilakukan oleh pemerintah sejak jaman orde
baru sampai sekarang yang merugikan Negara ratusan trilyun seperti kontrak
karya pertambangan emas dengan PT New Mont, PT Free Port, Pertambangan gas
dengan Exxon Mobile di Blok Natuna dan tempat-tempat lainnya termasuk juga
tambang minyak yang ada di Blok Cepu. Sebagai contoh Kontrak karya dengan
PT Free Port , Selama ini negara mendapat bagian yang sangat kecil
dibandingkan dengan yang diperoleh PT Freeport. Tercatat, dari tahun 2005 -
September 2010, total penjualan PTFI sebesar US$ 28.816 juta atau Rp 259,34
triliun; laba kotornya US$ 16.607 juta atau Rp 150,033 triliun. Bandingkan
dengan royalti yang dibayarkan kepada Indonesia hanya sebesar US$ 732 juta
atau Rp 6,588 triliun (
http://ekonomi. kompasiana. com/bisnis/ 2010/11/04/ data-dan- fakta-kontrak- freeport
).

Jika dihitung dari tahun 1992 (setelah KK II) kontribusi PTFI mencapai US$
10,4 milyar (royalti sebesar US$ 1,1 milyar dan dividen sebesar US$ 1
milyar). Artinya, total dividen dan royalti mencapai sekitar Rp 18 triliun
(selama 18 tahun). Dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2009,
pemerintah -sebagai pemegang 9,36 % saham PTFI- mendapat deviden dari PTFI sebesar Rp 2 triliun. Itu artinya pada tahun 2009 itu Freeport McMoran
sebagai pemegang 90,64% saham PTFI mendapat deviden sekitar Rp 20 Triliun.

Sementara, potensi yang masih ada di tambang Freeport sendiri sampai saat
ini menurut Presiden Direktur Free Port mencapai Rp 1.329 triliun, atau
hampir setara dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012
yang mencapai Rp 1.435 triliun. Hal ini didapat dari hitungan, bahwa
Freeport memperkirakan cadangan bijih yang siap ditambang saat ini mencapai 2,6 miliar ton. Setelah diolah, setiap 1 ton bijih bisa menjadi 7,9 kg
tembaga dan 0,93 gram emas. Sehingga, dari cadangan sebanyak 2,6 miliar ton
itu jika dihitung secara kasar, bisa menghasilkan 2.418 ton emas. Jika
harga emas dipatok sebesar Rp 550.000 per gram, maka nilai cadangannya
senilai Rp 1.329 triliun (detikfinance, 12/03/2012) .

Tapi anehnya pemerintah tidak berdaya walaupun hanya ingin menaikkan
royalti agar sesuai ketentuan PP No 45/2003, yaitu royalti emas 3,75
persen, tembaga 4 persen, dan perak 3,25 persen. Saat ini, royalti yang
diterima negara dari PTFI untuk emas 1 %, untuk tembaga 1,5% (jika harga
kurang dari US$ 0.9/pound) sampai 3.5% (jika harga US$ 1.1/pound) dan untuk perak 1,25 %.

Contoh lain adalah kerugian Negara akibat kontrak impor gas ke Negara China
pemerintah dirugikan setiap tahunnya ratus trilyun rupiah. Sejak tahun 2006
– 2009 saja Kerugian pemerintah akibat ekspor gas ke Cina diperkirakan
sebesar Rp. 410 Trilyun.

*Pengelolaan Energi Terpadu *

Idealnya, tata kelola energi di Indonesia itu dilakukan terpadu, sekalipun
boleh saja secara teknis tetap dibagi dalam beberapa perusahaan.
Langkah-langkah
yang ditempuh adalah sebagai berikut:

Pertama, konsep PSC dengan perusahaan swata dan asing ini dievaluasi secara
menyeluruh, terutama menyangkut besaran bagi hasil, jangka waktu kontrak
dan cost recovery. Dalam konsep Islam, karena minyak adalah termasuk
kepemilikan umum, maka mestinya hanya negara yang boleh mengelola dan
mengambil untung, yang untungnya ini untuk kepentingan umum juga.

Kedua, efisiensi harus dilakukan di seluruh mata rantai produksi dan
distribusi. Bila minyak mentah masih harus diimpor, maka pemerintah
seharusnya melakukannya langsung, tanpa melalui broker. Selama ini
pemerintah harus mengeluarkan sebesar 2 dollar per barel untuk broker
sementara tiap hari pemerintah harus mengimpor sekitar 540.000 barel per
hari. Pertamina juga harus mengadakan kapal-kapal tanker dengan ukuran yang
tepat dan biaya operasional yang optimal. Saat ini hanya 10% kapal tanker
yang dimiliki sendiri oleh Pertamina. Kilang-kilang harus dibangun sesuai
dengan yang dibutuhkan. Semua ini dipadu dengan sistem akuntansi yang
transparan, sehingga biaya produksi dan distribusi baik yang detil maupun
secara nasional mudah didapatkan.

Ketiga, politik energi dan penghitungan energi dalam APBN dijalankan secara
menyeluruh. Pada saat ini, asumsi-asumsi APBN hanya diterapkan pada
minyak. Untuk gas, karena sebagian besar diekspor, malah tidak ada asumsi APBN yang ketat. Disinyalir, harga gas diatur oleh sebuah suatu kartel, sehingga produksi gas dengan kandungan energi 500% dari minyak bumi, namun hanya menyumbang untuk APBN 40% dari minyak bumi. Gas ini banyak diekspor ke Jepang dan Cina, oleh perusahaan yang disinyalir satu group dengan yang investasi diladang-ladang gas di Indonesia. Impor gas selama ini hanya merugikan negara baik secara langsung seperti impor gas ke cina yang harganya sangat murah sehingga merugikan negara tiap tahunnya lebih dari 100 trilyun maupun kerugian tidak langsung seperti Kerugian PLN akibat penggunaan Minyak yang harus bisa dialihkan ke gas tapi gas tidak ada, maka PLN mengalami pemborosan anggaran Selama 2010-2011 sebanyak Rp 37 Trilyun. .

Keempat, dari sisi konsumsi, bila transportasi publik dibangun dengan
massif, maka konsumsi BBM untuk transportasi dapat ditekan, kemacetan
diurai, dan sekaligus polusi dan pemanasan global juga dapat diturunkan. Transportasi merupakan pengguna BBM yang terbesar, karena sifat mobilitasnya yang belum dapat tergantikan oleh medium energi lain. Namun hingga hari ini, tidak ada langkah-langkah yang serius untuk membangun kereta api listrik, bahkan jaringan kereta api yang diwariskan penjajah Belanda justru makin menyusut, dan kecelakaan kereta api menjadi berita sehari-hari. Lambannya pembangunan transportasi publik ini disinyalir karena desakan para produsen kendaraan bermotor yang tidak ingin omsetnya turun.

*Penutup*
Itulah beberapa alternatif yang bisa dilakukan oleh pemerintah kalau
memang alasan menaikkan harga BBM adalah masalah keterbatasan anggaran.
Tapi alasan sebenarnya bukan itu karena terbukti pemerintah telah yang
menyediakan dana konpensasi dalam bentuk BLST (bantuan langsung sementara masyarakat) yang jumlahnya hampir sama dengan jumlah penghematan yang dihasilkan dari kenaikan BBM sekitar Rp. 30 trilyun. Lalu untuk apa pemerintah repot-repot menaikan BBM sementara pemerintah harus
mengeluarkan dana konpensasi yang jumlah yang sama, dan kebijakan kenaikan harga BBM maupun konpensasi yang diberikan sebagian besar rakyat menolak ? Alasan yang sebenarnya adalah ketaatan pemerintah kepada n para penjajah kapitalis yang menuntut penghapusan subsidi dan menyerahkan harga BBM ke mekanisme pasar sesuai dengan keinginan para kapitalis yang tercantum dalam UU Migas No. 22 Tahun 2001 yang lahir dari Konsensus Washington.

(Dr Arim Nasim, Ketua Lajnah Mashlahiyah HTI)

[Non-text portions of this message have been removed]

Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 – 14 A, Jakarta 12790
Telp: 7917-7000 ext: 3542;   Fax: 021-79184558

HP: 0819 0819 9163

http://satrioarismunandar6.blogspot.com

http://facebook.com/satrio.arismunandar

“If you are neutral on situations of injustice, you have chosen the side of the oppressor.” Desmond Tutu

Mobil Polisi

TRIBUNnews.comOleh Edwin Firdaus | TRIBUNnews.com
Mobil Pollisi Dibakar di Salemba Jakarta

TRIBUNNEWS.COM - Aksi mahasiswa yang menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang digelar oleh ratusan mahasiswa yang berada di wilayah Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (28/03/2012) malam berujung dengan pembakaran satu unit mobil milik polisi berjenis kijang oleh para mahasiswa.

Awalnya para mahasiswa tersebut melakukan pengrusakan terhadap mobil itu, namun tak berselang lama, para mahasiswa menjungkirbalikan mobil tersebut hingga kemudian membakarnya.

Saksi mata di lapangan menyebutkan bahwa awalnya mobil tersebut mencoba melintas di kawasan Salemba, mobil dimaksud terjebak kemacetan akibat aksi blokade yang dilakukan oleh mahasiswa.

“Tiba-tiba mobil polisi itu melintas dan menyalakan sirine, terus tiba-tiba mahasiswa langsung menyerang dan merusak mobil,” ungkap security di sekitar Salemba yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi Tribunnews.com

Dia juga menjelaskan, polisi yang ada didalam mobil tersebut berjumlah sekitar lima orang. Para Polisi itu, lanjut saksi sempat turun dari mobil untuk melawan mahasiswa yang hendak merusak mobil.

“Tapi mahasiswa nyerang balik, abis itu polisi nya lari,” terang saksi yang juga menjelaskan polisi tersebut selamat karena lari dari kejaran mahasiswa.

Hingga berita ini diturunkan, konsentrasi mahasiswa masih terlihat di kawasan Salemba. Nampak tidak ada satupun aparat kepolisian yang berjaga disekitar lokasi kejadian.

29 Maret 2012 | BP

Liberalisme Harga BBM Bersubsidi

Kita punya Pasal 33 UUD 1945 yang mengatakan perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Juga dikatakan bahwa cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Terakhir dikatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.Ironisnya, tiap kali harga BBM internasional naik, maka harga BBM bersubsidi pun harus mengikutinya. Artinya, harga BBM bersubsidi sangat cenderung mengikuti mekanisme pasar bebas yang bersifat liberalisme. Padahal, sistem perekonomian Indonesia lebih bersifat ekonomi kerakyatan. Membandingkan harga BBM bersubsidi Indonesia yang lebih murah dibandingkan dengan harga BBM bersubsidi Malaysia dan Singapura juga tidak tepat. Sebab, daya beli masyarakat Malaysia sekitar tiga kali lebih tinggi dan Singapura sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan daya beli masyarakat Indonesia.BBM bersubsidi sebagai jantung perekonomian Indonesia harus dijamin sistem dana cadangan untuk subsidi abadi yang diperoleh dengan cara menaikkan cukai rokok, menaikkan PBB gedung-gedung bertingkat termasuk apartemen, menaikkan pajak kendaraan bermotor, menerapkan cukai untuk batubara, menaikkan tarif dasar listrik untuk rumah-rumah mewah dan usaha-usaha lain. Artinya, pemerintah harus punya pos cadangan untuk subsidi abadi yang bisa digunakan suatu saat apabila harga BBM dunia naik. Dengan adanya sistem dana cadangan untuk subsidi abadi, maka tidak perlu harga BBM bersubsidi selalu naik mengikuti harga liberal.Hariyanto ImadhaBSD Nusaloka Sektor XIV-5Jl.Bintan 2 Blok S-1/11 Tangerang 15318
26
Mar
12

Perdagangan : Bongkar Itu Pengkhianat [SBY]

Itu Pengkhianat

TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com
SBY : Bongkar Itu Pengkhianat
TRIBUNNEWS.COM,CHINA–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mensinyalir ada pengkhianat dalam proses hubungan perdagangan antara Indonesia dan China.

“Bongkar itu,” tegas Presiden SBY saat jumpa pers usai pertemuan bilateral dengan Presiden Hu Jintao, PM China Wen Jiabao dan Ketua Polit Biro Partai Komunis China, Li Changchun di Beijing, China, Sabtu (24/3/2012).

Sinyalemen itu diungkapkan presiden menanggapi pertanyaan wartawan saat jumpa pers di hari terakhir kunjungannya di Negeri Tirai Bambu.

Pasalnya, terdapat perbedaan data yang dimiliki China dan RI. Menurut data RI, volume perdagangan kedua negara mencapai 50 miliar dolar AS. Sedangkan menurut catatan China mencapai 60 miliar dolar AS.

Pada sisi lain, dalam catatan RI terjadi defisit untuk Indonesia senilai Rp 3 triliun. Sebaliknya mereka mencatat defisit itu justru untuk China dengan nilai sama.

Presiden menduga ada barang yang keluar atau masuk RI tak melalui pintu resmi. “Tujuannya untuk menghindari pajak. Ini pengkhianat,” tandas Kepala Negara.

Bisa saja perdagangan itu melalui negara lain. “Ini juga pengkhianat,” katanya. Presiden minta agar hal itu dibongkar karena merugikan negara. “Jangan ada yang sluman, slumun, selamet. Tapi mudah-mudahan tak selamat,” kata SBY.

Tak sampai di situ, presiden yang murka memerintahkan mencopot pejabat yang terlibat. “Copot saja. Jangan terus dibina, dibimbing, diasuh. Sudah cukup,” tandas presiden.

Menurut presiden, pemerintah kedua negara bersepakat terus meningkatkan volume perdagangan. Pada 2015, kedua negara menargetkan volume perdagangan mencapai 80 miliar dolar AS.

“Dengan catatan ada penguatan industri dalam negeri dan pengembangan kapasitas,” katanya. Selain itu, hubungan perdagangan tersebut harus bersifat berimbang dan fair, sehingga memberikan keuntungan bagi masing-masing negara.

Pemerintah Indonesia dan China sepakat membentuk komisi bersama untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. “Komisi ini langsung melapor ke presiden, jika di Indonesia. Sedangkan jika di China melapor ke presiden dan perdana menteri,” jelas SBY.

Selain komisi bersama, kedua negara sepakat menjajaki kemungkinan kerjasama pertukaran dua hewan asli kedua negara, yakni komodo dengan panda. “Tukar menukar komodo dan panda, sedang diteliti. Mudah-mudahan saat dingin komodo tak terganggu, dan saat musim panas panda tak terganggu juga,” kata presiden.

26
Mar
12

MiGas : Mahasiswa Bali Tolak BBM

http://jakarta45.files.wordpress.com/2012/03/garuda-1.jpg?w=655

Bali Tolak BBM

Gede Suardana – detikNews

Senin, 26/03/2012 19:59 WIB

Tolak BBM, Mahasiswa di Bali Dirikan Panggung Rakyat

Denpasar, Mahasiswa di Bali menggelar aksi penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM di depan kampus Universitas Udayana (Unud), Denpasar. Kali ini aksi penolakan dilakukan dengan menggelar panggung rakyat selama tiga hari tiga malam.Aksi digelar di depan kampus, Jl Sudirman Denpasar pada Senin sore (26/3/2012). Para mahasiswa juga mendirikan posko penolakan kenaikan harga BBM dan memberikan kesempatan kepada warga untuk berorasi.”Rencananya panggung rakyat ini akan berdiri hingga tiga hari ke depan, 28 Maret 2012 nanti. Kita mulai pada sore hari ini,” kata Koordinator Lapangan (Korlap), Elbinsa Purba, ditemui pada Senin (26/3/2012) didepan kampus Universitas Udayana.Posko ini dibangun untuk mensosialisasikan penolakan kenaikan harga BBM kepada masyarakat Bali. Organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam aksi ini dari Badan Ekesekutif Mahasiswa serta organisasi kemahasiswaan seperti BEM Unud, Unhi, Unmas, Dhyana Pura, LMND, GMNI, FMN, Frointier, GMKI, HMI,PMKRI, Mahendradatta, Dwijendra, Ngurah Rai, serta Sekom Unwar Bali.Aksi ini juga mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat kepolisian, terlihat juga ada beberapa petugas berpakaian preman yang mengawal aksi ini. (gds/lh)
Baca Juga

KaBIN:Demo27Maret

Ray Jordan – detikNews

Senin, 26/03/2012 16:44 WIB

KaBIN : Demo 27 Maret, Masyarakat Jangan Panik !
KaBIN Marciano Norman/Dok. Detikcom
Jakarta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman memastikan kondisi Jakarta jelang demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) aman. Dia meminta warga Ibu Kota tetap beraktivitas seperti biasa, tanpa khawatir dengan pesan berantai berisi demonstrasi akan berjalan rusuh.”Masyarakat saya harapkan tidak terprovokasi untuk cemas berlebihan, karena adanya berita-berita yang sifatnya membuat mereka takut,” kata Marciano usai mengikuti rakor gabungan di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2012).Dia mengimbau unjuk rasa dilakukan dengan tertib sesuai aturan yang berlaku tanpa membuat kegaduhan sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatannya tanpa diliputi rasa ketakutan.”Jadi saya harapkan besok demo berjalan, aktivitas masyarakat lainnya juga harus jalan. Jangan ada edar-edaran ‘jangan masuk kantor, jangan sekolah, toko jangan dibuka.’ Saya harapkan kehidupan tetap berjalan seperti biasa. Jadi demo berjalan, situasinya harus aman, kepentingan publik harus berjalan,” imbuhnya.Hal senada diungkapkan Menko Polhukam Djoko Suyanto. Djoko mengimbau warga tidak terpancing dengan kabar bohong yang beredar melalui pesan singkat ataupun media sosial.”Ada lewat berita di media sosial seperti mahasiswa tertembak di Medan, tapi saya tanya ke polisi tidak ada. Berita ini sangat meresahkan dan memang banyak kalangan yang memanfaatkan teknologi untuk hal yang tidak baik,” kata Djoko. (fdn/nrl)
Baca Juga

Megawati & BBM

foto

TEMPO/Imam Sukamto

Dua Sisi Megawati Soal Harga BBM

TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri secara langsung pernah mengutarakan pendapatnya mengenai rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Pada peringatan Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Selasa 10 Januari 2012, Presiden ke-5 ini menyatakan langkah paling realistis bagi pemerintah adalah menaikkan harga bahan bakar minyak.

“Tapi harus dilihat dari realitas internasional, karena masalah energi benar-benar menyentuh rakyat,” Mega menambahkan. Ia menyebutkan ketegangan di Selat Hormuz antara Iran dengan AS  perlu diperhatikan pemerintah karena bisa terkait dengan harga BBM Indonesia.

Ia mengkritik rencana konversi BBM ke gas yang masih setengah-setengah. Jika pemerintah memang serius, kata Megawati, maka hal itu perlu disosilisasikan dengan baik kepada masyarakat. “Jangan masyarakat dijadikan percobaan,” kata dia.

Tapi Ahad 25 Maret 2012 lalu, pernyataan Megawati ini tak sepenuhnya dilaksanakan pengurus PDI Perjuangan. Setidaknya itu dinyatakan anggota Komisi VII DPR Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani disela acara diskusi di kantor Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Menurut Dewi, Megawati menginstruksikan anggota partainya turun ke jalan menolak rencana menaikkan harga bahan bakar minyak.

“Bu Mega sudah memberikan instruksi kepada kader-kader melalui surat,” kata Dewi. “Mungkin ribuan bahkan puluhan ribu kader akan ikut pada 27 dan 29 Maret ini.”


ANANDA PUTRI | DIMAS SIREGAR

Berita Terkait
Dua Sisi Kenaikan Harga BBM

Hitungan Pendapatan Minyak Versi BP Migas

Partai Koalisi Setujui Kenaikan Harga BBM

Ini Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

Menteri Agus: Kenaikan BBM Itu Harga Mati

Agus Marto Berkukuh Cabut Pasal Pembatas Harga BBM

Buka Toko di Indonesia, IKEA Gandeng Hero

Harga Tak Naik, Konsumsi BBM Bisa Membengkak

Buntu, Pembahasan APBNP Dilakukan Antar Pemimpin

Badan Anggaran Sepakati Dua Opsi Subsidi Energi

Foto Terkait

Refl: DPR lepas tangan? Mengherankan? Bukankah DPR adalah Dewan Penipu Rakyat, jadi tak perlu heran. Terimalah sebagai sebagai pil pahit bernilai harga mati sambil paham bahwa dewan penipu rakyat tidak berkewajiban memenuhi impian maupun hasrat kebanyakan orang bahwa badan ini setiap waktu berada di garis depan membela kepentingan rakyat. Janganlah ngelamun dan mimpi akan hari depan di horison NKRI membawa kebahagiaan. Horison itu sendiri makin maju kita ke arahnya tetap saja makin jauh jaraknya yang tak terhingga, begitulah harga mati NKRI.
Dikatakan bahwa keledai tidak akan tersentuk pada batu yang sama dua kali. Mengenai bahan bakar minyak ini bukan kali pertama masalnya di NKRI negeri penghasil minyak. Pada tahun 1970-an ketika perusahaan minyak di seluruh dunia memperlipatkan ganda keuntungan mereka, Pertamina rugi busaaaaar! Ditaksirkan Pertamina mengalami kerugian sebesar US$ 10.000.000.000,—(sepuluh miliar dollar). Sekarang dengan adanya harga minyak mentah naik menjulang ke angkasa bisu berawan gelap, perusahaan minyak memperlipatkan keuntungannya, rakyat negeri penghasil minyak ini, dinaikan harga BBM dengan alasan penyelamatan ekonomi, demikian kata raja Neo-Mojopahit. Pernyataan ini tentu menimbulkan pertanyaan: “Ekonomi siapa yang diselamatkan kalau rakyat menderita dengan adanya kenaikan harga ini?”
Hidup, hidup harga mampus! eh harga mati.
KENAIKAN HARGA BBM DPR Lepas Tangan
JAKARTA

Kalau tidak mau citra negatif, ya, jangan naikkan.”

Dewan Perwakilan Rakyat akan menyerahkan keputusan soal kenaikan harga bahan bakar minyak kepada pemerintah. Ini adalah opsi yang ditawarkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) dalam rapat internal Badan Anggaran DPR di Senayan kemarin sore.Wakil Ketua Badan Anggaran DPR dari FPKS, Tamsil Linrung, mengklaim usulan fraksinya disetujui mayoritas fraksi yang lain. Ia tak membantah bahwa, dengan usulan ini, DPR terkesan lepas tangan dalam persoalan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Tamsil tak menampik tudingan bahwa DPR tak mau mendapat citra negatif karena menyetujui kenaikan harga BBM. Menurut Tamsil, Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga telah menyatakan pemerintah siap menanggung citra negatif akibat kebijakan itu.“Kalau tidak mau citra negatif, ya, jangan naikkan.“

Ia mengatakan DPR hanya akan menyepakati soal besaran subsidi BBM seperti yang disodorkan pemerintah dalam Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012 sebesar Rp 137 triliun. “Kami tak akan menyetujui atau menolak kenaikan harga BBM,“ ucapnya kepada wartawan di gedung DPR kemarin.

Menurut Tamsil, Dewan akan menaikkan Anggaran Risiko Fiskal sampai Rp 55 triliun. Dewan juga mempersilakan pemerintah menggunakan Anggaran Risiko Fiskal tersebut untuk menutupi defisit subsidi BBM. “Kami memberi ruang kepada pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM,“ ujarnya.

Meski demikian, Menteri Keuangan menolak usulan tersebut. “Kami tidak mau tidak transparan kepada BapakIbu anggota Dewan,“ katanya. Menurut Agus, alokasi subsidi memang harus ditambah jika harga BBM tidak dinaikkan.“Bukan menambah Anggaran Risiko Fiskal.“

Ia juga menilai usulan Tamsil bersifat multitafsir. Hal itu berisiko politik karena pengambil keputusan bisa berubah. “Kita masa kerjanya hanya berapa tahun. Kami ingin menjaga kepercayaan di antara sesama,“ ucapnya. Rapat kerja Banggar dengan Menteri Keuangan kemarin sangat alot. Rapat tersebut diskors pada pukul 13.00. Banggar kemudian menyelenggarakan rapat internal sampai menjelang magrib. Namun rapat kerja kembali ditunda dan memberi kesempatan kepada tiap fraksi untuk berkonsolidasi.

Namun, sampai pukul 22.30, rapat Badan Anggaran belum juga dimulai. Masing-masing fraksi masih berkutat mengambil keputusan untuk disampaikan ke rapat Banggar. Pemerintah dan DPR harus segera mengesahkan RUU APBN Perubahan 2012 sebelum pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi per 1 April.

FEBRIYAN | AKBAR TRI KURNIAWAN | ELIZA HAMZAH

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/10485-rieke-beberkan-data-yang-tak-disampaikan-sby

Rieke Beberkan Data

Sunday, 25 March 2012 21:21
Rieke Beberkan Data Yang Tak Disampaikan SBY

Jakarta – Anggota DPR RI dari F-PDIP, Rieke Diah Pitaloka, menegaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak pernah menyampaikan perhitungan jika harga BBM tak dinaikkan terhadap APBN.

“Saya sampaikan data yang tidak pernah SBY sampaikan kepada rakyat. Hitungan sesungguhnya, bahwa tidak mengurangi subsidi dan tidak menaikkan harga BBM, sebetulnya APBN tidak jebol,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/3).

Menurutnya, perhitungan tersebut dikompilasi dari beberapa ekonom, bukan dari mazhab neolib. Perhitungannya, Indonesia menghasilkan 930.000 barel per hari dan harga minyak mentah 105 dolar Amerika per barel. Satu barel sama dengan 159 liter.

Biaya lifting ditambah refining dan transporting (LRT) sebesar 10 dolar Amerika per barel. Maka perhitungannya:
(10/159) x Rp 9000 = Rp 566 per liter.
Biaya LRT untuk 63 miliar liter = 63 milyar x Rp 566 = Rp 35,658 triliun
Lifting = 930.000 barel per hari,
atau = 930.000 x 365 = 339,450 juta barel per tahun.

Hak Indonesia adalah 70 persen, maka akan didapat 237,615 juta barel per tahun.
Konsumsi BBM Indonesia berjumlah 63 miliar liter per tahun atau dibagi dengan 159 = 396,226 juta barel per tahun.

Pertamina memperoleh dari konsumen :
= Rp 63 Miliar liter x Rp 4500
= Rp 283,5 triliun
Pertamina membeli dari pemerintah sebanyak 237,615 juta barel dengan harga per barelnya 105 dolar Amerika x Rp 9000
= Rp 224,546 triliun.

Kekurangan yang harus dimpor, yakni:
Konsumsi BBM di Indonesia – pembelian Pertamina ke pemerintah sebesar 158,611 juta barel. Perhitungannya = 158,611 juta barel 105 dolar x Rp 9000 = Rp 149,887 triliun

Kesimpulannya, Pertamina memperoleh hasil penjualan BBM premium sebesar 63 miliar liter dengan harga Rp 4.500, hasilnya Rp 283,5 triliun. Pertamina harus impor dari pasar internasional Rp 149,887 triliun.

Pertamina membeli dari pemerintah Rp 224,546 triliun. Pertamina mengeluarkan uang untuk LRT 63 miliar liter dengan harga per liter Rp 566 = Rp 35,658 triliun. Jumlah pengeluaran Pertamina Rp 410,091 triliun.

Pertamina kekurangan uang dan pemerintah membayar kekurangan itu yang disebut subsidi. Kekurangan yang dibayar pemerintah atau subsidi = jumlah pengeluaran Pertamina dikurangi dengan hasil penjualan Pertamina. Kebutuhan BBM di Indonesia = Rp 410,091 triliun – Rp 283,5 triliun = Rp 126,591 triliun.

Tapi ingat, Pemerintah juga memperoleh hasil penjualan juga kepada Pertamina karena Pertamina juga membeli dari pemerintah, sebesar Rp 224,546 triliun.

“Hal inilah yang tidak pernah disampaikan oleh pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.

Kesimpulannya, pemerintah malah kelebihan uang, yaitu sebesar perolehan hasil penjualan ke Pertamina – kekurangan yang dibayar Pemerintah (subsidi)
= Rp 224,546 triliun – Rp126,591 triliun
= Rp 97,955 triliun

“Artinya, APBN tidak jebol. Justru saya jadi bertanya, di mana sisa uang keuntungan SBY jual BBM Sebesar Rp 97,955 triliun, itu baru hitungan 1 tahun. Dimana uang rakyat yang merupakan keuntungan SBY jual BBM selama 7 tahun kekuasaannya?” ucapnya mempertanyakan. [IS]

Rieke : Demo BBM

Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Rieke : Tak Usah Takut Demo BBM, PDIP Tak Mungkin Gulingkan Pemerintah

Senin, 26/03/2012 09:02 WIB

Jakarta Politikus PDIP, Rieke Dyah Pitaloka, meminta Partai Demokrat (PD) tak perlu risau dengan demo-demo anti kenaikan BBM. Walau kader PDIP turun ke jalan, tujuannya hanya untuk menolak kenaikan BBM, bukan menggulingkan pemerintahan SBY.”Tidak perlu takut. Mana mungkin PDIP bisa menggulingkan pemerintahan yang disokong partai koalisi yang sangat besar,” jelas Rieke yang juga anggota Komisi IX DPR ini saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/3/2012).Rieke menjelaskan PDIP hanya mewakili kepentingan rakyat kecil, wong cilik yang dinilai banyak menderita karena kebijakan tidak populis itu. Jadi yang berunjuk rasa, bukan hanya kader PDIP tapi juga ada kader partai lain.”Tidak semuanya PDIP, ada yang PKS dan Golkar,” imbuhnya.Rieke malah heran dengan kebijakan pemerintah yang mengerahkan tentara. Tindakan itu dinilai sebagai ketakutan pemerintah akan rakyatnya sendiri yang berjuang menuntut haknya.”Dan kalau memang tidak bermasalah kenapa menurunkan tentara dalam jumlah banyak? Makanya jangan dipancing dengan statemen BBM naik untuk menyelamatkan rakyat. Rakyat sudah capai,” tuturnya.(ndr/vta)

Rieke Diah Pitaloka

TRIBUNnews.comOleh Rachmat Hidayat | TRIBUNnews.com
26-03-2012
Rumah Rieke Diah Pitaloka Dilempari Bangkai Anjing
  • Rumah Rieke Diah Pitaloka Dilempari Bangkai Anjing
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA–Kediaman politikus perempuan Rieke Diah Pitaloka, Minggu (25/3/2012) kemarin diteror. Teror dilakukan oleh orang tak dikenal, dengan melemparkan bangkai anjing dikediaman Rieke di Jalan Ahmad Dahlan, Beji, Depok, Jawa Barat.

Bangkai anjing, dilemparkan ke kediaman Rieke sekitar pukul 21.00 WIB oleh pelaku yang diduga menggunakan sepeda motor merek mio. Bangkai anjing dilemparkan persis di depan halaman rumah Rieke Diahpitaloka.

“Menurut pengakuan satpam penjaga rumah saya, bangkai anjing itu dibawa oleh seseorang naik motor mio. Kalau melihat bangkai anjingnya, sepertinya baru saja dibunuh, kemudian disayat- sayat, dilemparkan ke rumah saya. Kasihan sekali anjingnya ya, dipakai untuk meneror saya,” kata Rieke saat dikonfirmasi tribun, Senin (26/3/2012).

Rieke mengaku tak tahu persis apa motif dari aksi ini. Yang jelas, apapun yang terjadi, ia tak akan surut untuk menyuarakan sikap politiknya, menentang segala kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan hati nurani rakyat.

“Teror itu tidak spesial bagi saya, biasa saja. Saya akan tetap menyuarakan menolak kenaikan harga BBM. Rakyat harus dibantu,” tegas Rieke.

Dijelaskan, saat kejadian, Rieke sudah ada dirumah setelah berkunjung ke Cikarang, menemui para baruh. Saat teror terjadi, Rieke baru saja hendak istirahat. “Teror itu bukan sesuatu yang spesial bagi saya,” tandas aktivis perempuan ini lagi.

Buruh Hanya Demo Tolak BBM Naik, Bukannya Mau Jatuhkan SBY
Sabtu, 24 Maret 2012 | 9:38

[JAKARTA] Sekitar 3.000 orang pekerja / buruh se-Jabodetabek akan turun ke jalan, pada Selasa (27/3), menolak kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang direncanakan pemerintah mulai awal April 2012. Pasalnya, kenaikkan harga BBM akan membuat hidup buruh dan seluruh masyarakat Indonesia tambah sengsara.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Kali Bata, Syukur Sarto, kepada SP Sabtu (24/3) pagi mengatakan, pada tanggal 27 Maret kita turun ke jalan untuk menyatakan dukungan kepada anggota DPR yang juga menolak rencana kenaikkan harga BBM. Namun, kata Syukur, pekerja dan buruh pasti berunjukrasa dengan tertib.

Ia meminta semua pekerja dan buruh agar tidak terprovokasi oleh-oleh orang-orang yang ingin menunggang perjuangan pekerja dan buruh untuk mencapai tujuan politiknya terutama untuk menjatuhkan wibawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya tegaskan, kami hanya menolak kenaikan harga BBM bukan untuk menjatuhkan pemerintah. Oleh karena kepada pihak yang ingin menjatuhkan pemerintah jangan menunggangi unjukrasa kami,” kata dia.

Syukur Sarto juga menegaskan, kalau sampai tanggal 1 April 2012, pemerintah tidak membatalkan niatnya untuk menaikkan harga BBM, maka pihaknya akan mengerahkan 50.000 orang buruh di Jabodetabek untuk turun ke jalan. “Kalau pemerintah masih terus ngotot maka butuh seluruh Indonesia akan melakukan unjukrasa yang masif secara terus menerus,” tegas Syukur.

Syukur mengatakan, pihaknya setuju BBM dinaikkan tetapi kenaikkan Cuma 10 persen bukan 30 persen. “Naik sampai 30 persen sungguh memberatkan semua buruh dan masyarakat Indonesia,” kata dia.

Ketika ditanya apakah tidak ada rencana agar upah buruh dinaikkan, ia mengatakan, usulan untuk menaikkan upah sudah tidak bisa lagi, karena baru saja dinaikkan UMP dan UMK. “Kalau upah naik, itu dilakukan tahun depan,” kata dia. [E-8]

Giliran Ibu-Ibu di Makassar Demo BBM
Hendra Cipto | A. Wisnubrata | Minggu, 25 Maret 2012 | 11:43 WIB
:
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berunjuk rasa di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (21/3/2012). Selain menuntut penghapusan sistem kontrak, mereka menolak keras kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) yang akan dilakukan pemerintah pada 1 April 2012, karena hanya akan memperburuk nasib mereka.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Aksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa. Ratusan ibu-ibu sambil membawa anaknya, pada hari Minggu (25/3/2012) ikut turun ke jalan menuntut agar harga BBM urung dinaikkan. Ibu-ibu ini melakukan jalan kaki (longmarch) sejauh 5 kilometer di pusat kota Makassar.

Ibu-ibu yang sebagian membawa atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu memulai aksi jalan kaki dari depan Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Jalan Urip Sumoharjo, menuju Monumen Mandala yang terletak di Jl Jendral Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan.

Selama longmarch, koordinator aksi, Satria yang merupakan mahasiswa Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar orasinya di atas mobil terbuka. Dalam orasinya, massa HTI menolak keras kenaikan harga BBM pada bulan April mendatang.

Sesampainya di Monumen Mandala, pengunjuk rasa memadati Jl Jendral Sudirman dan membentangkan spanduk, poster-poster dan membagi-bagikan selebaran pernyataan sikap kepada pengguna jalan yang melintas. Aksi ini berlangsung aman dan tertib dengan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

Pengerahan TNI

Hery Prasetyo
Pengerahan TNI Dinilai Bentuk Keras Kepala Pemerintah
25/03/2012 15:43
Liputan6.com, Karanganyar:Kebijakan pemerintah yang menyiagakan aparat TNI menghadapi demonstrasi menuai kritik dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari Ketua Uumum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin. Din menilai pilihan itu bentuk keras kepala pemerintah yang bersikukuh menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM.Pernyataan diungkapkan Din di sela-sela acara panen raya di Desa Pulosari, Kabupaten Karanganyar, Ahad (25/3). Ia menyesalkan sikap pemerintah yang akan melibatkan kesatuan TNI. Pengerahan TNI itu juga dianggap melanggar undang-undang yang ada, yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang TNI.Menurut Din, peran TNI bukan mengamankan unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat. TNI lebih berperan dalam perang atau mengantisipasi ancaman dari luar.Din menambahkan pihaknya bersama elemen lain akan mendatangi Mahkamah Konstitusi. Dia akan mempertanyakan kebijakan menaikkan BBM sesuai atau bertentangan dengan undang-undang yang ada. Karena keputusan MK telah membatalkan pasal 28 UU ayat 2 UU migas soal pelepasan harga minyak bumi dan gas yang mengikuti harga pasar.(AIS)

Hadapi Kenaikan BBM

RepublikaRepublika
Hadapi Kenaikan BBM, GolKar Gelar Pelatihan UKM

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI – Ratusan pelaku usaha kecil di Jawa Barat mengikuti pendidikan dan pelatihan wirausaha di Gedung Wanita, Kota Sukabumi, Senin (26/3).

Kegiatan tersebut merupakan rangkain dari “Gerakan Ayo Bangkit” (GAB) yang digagas Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Sebelumnya, pelatihan serupa digelar di tiga daerah lainnya, yaitu Bandung, Sumedang, dan Cianjur. “Pemberdayaan usaha kecil harus mendapatkan prioritas,” ujar Ketua Partai Golkar Jabar, Irianto MS Syafiuddin atau Yance, kepada wartawan di sela-sela membuka acara pelatihan wirausaha.

Pasalnya, pengembangan usaha kecil, dan menengah (UKM) mampu memberikan dampak positif berupa penciptaan lapangan kerja dan mengatasi masalah kemiskinan. Namun, ujar Yance, saat ini keberadaan UKM harus menghadapi gejolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) awal April nanti.

Para pelaku UKM misalnya akan merasakan naiknya harga sejumlah bahan pokok dan sarana transportasi umum. Kondisi ini, terang Yance, akan menyebabkan sebagian pengusaha kecil kesulitan.

Oleh karenanya, diperlukan kreativitas untuk bangkit dan menyiasati dampak kenaikan BBM. Salah satunya kata Yance, dengan mengembangkan manajemen usaha dan memperluas pasar. “Ajang pelatihan ini pun diharapkan menjadi solusi bagi pengusaha kecil,” imbuh dia.

Program pelatihan, lanjut Yance, diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan keterampilan para pengusaha kecil. Di antaranya kursus tentang pengelolaan dan pengembangan usaha serta fasilitasi permodalan.

Ketua Partai Golkar Kota Sukabumi Andri Hamami menambahkan, pelatihan wirausaha ini diharapkan rutin digelar di Kota Sukabumi. Targetnya, pada 2016 mendatang, Kota Sukabumi dapat menjadi daerah percontohan UKM di Indonesia. Untuk mewujudkannya, Partai Golkar menggandeng pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Sukabumi. Di samping itu, Golkar juga menjalin koordinasi dengan Pemkot Sukabumi.

26
Mar
12

IndoGreenWay : Earth Hour, 31 Maret 2012

Selamatkan Bumi

Oleh Yahoo! News | Yahoo! News

Satu Jam Kegelapan untuk Selamatkan Bumi

Jangan kaget jika kotamu gelap mendadak pada tanggal 31 Maret 2012, Pkl.20.30-21.30 waktu setempat. Pasalnya, Earth Hour kembali digelar di Indonesia untuk keempat kalinya.

Tahun ini, ada 26 kota di Indonesia turut berpartisipasi memadamkan lampu. Miliaran penduduk dunia di ribuan kota lain juga akan secara sukarela melakukan hal yang sama.

Gerakan secara bersama-sama memadamkan lampu ini berawal di Sydney pada 2007. Adalah WWF-Australia, Fairfax Media, dan agen periklanan Leo Burnett Sydney pertama kali melakukannya. Saat itu, mereka ingin mengurangi gas rumah kaca pemicu pemanasan global di kota Sydney sebesar 5%.

Mereka lalu mencari aksi sederhana yang bisa dilakukan bersama-sama oleh semua orang dari berbagai kalangan untuk mencegah meluasnya dampak pemanasan global.

Earth Hour atau gerakan mematikan lampu selama satu jam itu ingin mengingatkan bahwa siapapun kita, apapun latar belakang kita, di manapun kita berada, kita berpotensi untuk melakukan hal yang membantu Bumi.

Anak-anak, pelajar, politisi, CEO perusahaan, sampai kakek nenek bisa berpartisipasi dalam Earth Hour. Di tahun perdananya, ada 2,2 juta warga Sydney yang berpartisipasi di Earth Hour, memadamkan lampu mereka selama satu jam.

Di tahun kedua penyelenggaraannya, ide ini disambut baik oleh Kanada. Hanya dalam waktu singkat, 35 negara langsung bergabung mendukung Earth Hour. Baru pada tahun ketiga pelaksanaan Earth Hour internasional, Indonesia menyusul, tepatnya pada 2009.

Saat itu, hanya Jakarta saja yang mengikuti Earth Hour. Biarpun sendirian, Earth Hour di Jakarta telah menghemat 50 Megawatt dari pemadaman lima ikon Ibu Kota.

Pemilihan Jakarta sebagai kota pertama tempat dilakukannya Earth Hour di Indonesia memiliki alasan kuat. Selain statusnya sebagai Ibu Kota, konsumsi listrik warga Jakarta juga tinggi.

Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 23% konsumsi listrik Indonesia terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. Itu untuk skala kota. Jika melakukan perbandingan antar pulau, maka wilayah Jawa-Bali adalah konsumen listrik terbesar di Indonesia. Sebesar 78% konsumsi listrik negara terpusat di kedua pulau ini.

Sementara pulau-pulau lain belum mendapat akses listrik yang merata, kita yang tinggal di Jawa Bali bisa menikmati listrik sepuasnya, bahkan cenderung boros, dan langsung merengut saat mengalami pemadaman bergilir.

Padahal, kalau 10% warga Jakarta saja melakukan penghematan listrik saat Earth Hour, energi yang dihemat bisa bermanfaat memenuhi kebutuhan listrik di 900 desa dan menyediakan oksigen bagi 534 orang. Itu baru satu jam, apalagi kalau kita berhemat terus menerus?

Banyak orang bertanya, mengapa hanya satu jam? Apakah penghematan satu jam dalam setahun cukup untuk “menebus dosa” pemborosan energi listrik yang kita lakukan bertahun-tahun? Tentu saja tidak. Dan “penebusan dosa” bukan tujuan Earth Hour.

Momen satu jam ini merupakan pengingat bagi kita semua tentang efek dahsyat upaya bersama menghemat energi. Seperti peribahasa yang kita kenal, “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Hal kecil jika dilakukan bersama-sama akan berdampak besar, seperti mematikan lampu dan alat elektronik lainnya yang tidak terpakai di rumah maupun kantor.

Di luar waktu satu jam pemadaman, justru yang lebih penting adalah menjadikan Earth Hour dan aksi go green lainnya sebagai gaya hidup. Sejalan dengan prinsip tersebut, sejak tahun 2011, ada tanda plus (+) di belakang angka 60 yang menjadi simbol Earth Hour. Ajakannya adalah, setelah 1 jam, jadikan hemat energi sebagai gaya hidup.

Untuk pelaksanaan Earth Hour pada 2012, targetnya hanya 7 kota yang akan jadi peserta. Ternyata, malah ada 26 kota di Indonesia yang akan berpartisipasi. Hebatnya lagi, tidak semua dari 26 kota yang akan ikut serta itu boros energi seperti halnya Jakarta atau Tangerang.

Alasan mereka sungguh sedap didengar: untuk apa menunggu boros terlebih dulu kalau kita bisa melakukan penghematan sejak sekarang?

“Pelipatgandaan jumlah kota yang berpartisipasi dalam Earth Hour tahun ini adalah salah satu indikator meningkatnya kepedulian publik terhadap isu-isu lingkungan khususnya hemat energi dan gaya hidup hijau. Perkembangan positif ini dimotori oleh para “jawara” komunitas dari kalangan pelajar, mahasiswa, profesional, bisnis, dan pemerintah di kota masing-masing. Semoga momen ini menjadi awal dari semakin banyak aksi yang kita lakukan bagi kelestarian rumah tunggal kita, planet Bumi,” ujar Nyoman Iswarayoga, Direktur Program Iklim & Energi WWF-Indonesia.

Earth Hour telah menjadi kampanye publik. Semua orang bisa ikut serta dalam Earth Hour 2012 dengan memadamkan minimal dua lampu di rumah pada tanggal 31 Maret 2012 mendatang. Info selengkapnya mengenai Earth Hour bisa dibaca di www.wwf.or.id/earthhour.

Berita Lainnya

Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

Senin, 20/02/2012 18:04 WIB

Minum Air Putih

Adelia Ratnadita – detikHealth

5 Alasan Terbaik untuk Minum Air Putih Dalam Jumlah Cukup
img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Air sangat penting untuk kehidupan, dan juga banyak memiliki manfaat kesehatan. Dibandingkan dengan berbagai makanan dan minuman sehari-hari, air putih paling bebas kalori dan sangat murah. Air putih juga dapat mendorong kinerja dasar tubuh. Semua sistem dalam tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.

Sektar 90 persen dari semua reaksi kimia dalam tubuh juga membutuhkan air. Kira-kira alasan terbaik apa saja yang mengharuskan mengonsumsi air putih yang cukup?

Berikut adalah 5 alasan terbaik untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup seperti dikutip dari MSNHealth, Senin (20/2/2012) antara lain:

1. Membantu mengurangi stres

Minum air sepanjang hari yang penuh tekanan dapat mengurangi stres akibat gejala yang beragam seperti sakit kepala, otot tegang, hati berdebar, dan energi yang rendah. Itu karena stres mempengaruhi semua sistem dasar tubuh dan ketika mengalami dehidrasi, maka akan meningkatkan efek stres.

Lebih dari setengah berat tubuh adalah air, pengurangan hanya sekitar 2 persen pada hidrasi memiliki dampak yang dramatis pada tingkat energi dan fungsi kognitif. Dan dehidrasi lebih lanjut akan meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon stres.

Air tidak akan menyebabkan stres hilang. Tetapi air dapat memberikan lebih banyak energi, meredakan ketegangan, merilekskan pernapasan, dan mengurangi ketegangan pada jantung.

2. Banyak minum air dapat untuk menurunkan berat badan

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2010, orang dewasa yang berusia 55-75 tahun, minum dua gelas air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan hampir 4 kg dalam 12 minggu dibandingkan pada kelompok kontrol yang makan diet yang sama tapi tidak memiliki H20 sebelum makan. Peserta minum rata-rata 1,5 gelas air sehari sebelum studi.

3. Minum cukup air dapat mencegah sakit

Hidrasi membuat selaput lendir dapat berkerja dengan baik. Selaput lendir merupakan penjaga gerbang untuk sistem pertahanan alami yang membantu mencegah kuman seperti virus pilek dan flu. Ketika jaringan ini mengering, kuman dapat lebih mudah menembus ke nasofaring, dimana saluran hidung dan mulut bertemu.

Tingkat keparahan penyakit cenderung lebih rendah jika telah minum banyak air. Air merupakan langkah utama untuk menjaga kesehatan ketika sedang bepergian.

4. Membuat tubuh lebih nyaman

Minum akan membuat tubuh lebih hangat di hari yang dingin. Termostat internal dapat bekerja lebih baik ketika tubuh terhidrasi dengan baik. Air membantu mengatur suhu tubuh. Sistem tubuh pengatur suhuh, diatur oleh hipotalamus di otak, terus mengambil informasi yang memungkinkan untuk membuat penyesuaian untuk mempertahankan suhu inti cukup stabil.

Tetapi mekanisme tersebut akan bekerja kurang baik jika tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah risiko umum bagi orang-orang dari segala usia, di musim dingin maupun musim panas. Dalam cuaca dingin, misalnya tubuh kehilangan uap air melalui napas dan banyak orang cenderung minum lebih sedikit air dalam cuaca dingin.

5. Air dapat membantu menjaga tekanan darah

Air adalah yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yang terkait dengan melawan sistem yang membuat tubuh lebih waspada, menaikkan tekanan darah sesaat, dan meningkatkan energi. Pingsan setelah menyumbangkan darah sering dihubungkan dengan penurunan tekanan darah, dan air tetap akan melawan efek tersebut.

Tidak minum cukup air secara teratur juga dapat meningkatkan tekanan darah. Karena dehidrasi penyebab pembuluh darah mengerut karena tubuh berusaha untuk menghemat air yang kehilangan melalui keringat, buang air kecil, dan pernapasan. Ketika pembuluh darah menyempit, bagaimanapun jantung akan memompa lebih keras, sehingga tekanan darah naik.

(del/ir)

Artikel terkait :

24
Mar
12

Politik Air : Asing Kuasai 80% Air

 

22.03.2012 13:34

Asing Kuasai 80 Persen Air

Penulis : Saiful Rizal

(foto:dok/SH)

JAKARTA – Penguasaan sumber daya alam (SDA) air dalam negeri oleh perusahaan besar pemilik modal asing (private capital) hingga 80 persen saat ini jelas melanggar konstitusi, yaitu Pasal 33 UUD 1945.

Karena itu, pemerintah diminta untuk kembali kepada amanat konstitusi itu dengan cara merevisi aturan mengenai privitisasi modal asing di sektor air.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima kepada SH di Jakarta, Kamis (22/3) pagi, mengatakan, tafsir konstitusi menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara dan diberikan untuk kemakmuran rakyat. “Dikuasai berarti harus dimiliki dan tidak termasuk ke dalam private capital. Harusnya masuk state capital,” katanya.

Namun pada kenyataannya saat ini, dengan hampir 80 persen sumber daya air yang dikuasai pemodal asing, jelas suatu pelanggaran konstitusi. “Dengan dikuasainya air oleh private capital, masyarakat semakin termarjinalkan oleh pemerintahnya sendiri,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Sekjen Kiara, Riza Damanik kepada SH menegaskan bahwa air sebagai SDA yang strategis harus dikuasai negara. Untuk itu pelaksanaanya harus diberikan sebesar-besarnya bagi rakyat sesuai dengan UUD 45 Pasal 33.

“Dengan dikuasainya air oleh perusahaan-perusahaan asing dalam pengelolaan sumber daya air ini, pemerintah telah gagal dalam melaksanakan konstitusi. Ini artinya pemerintah telah melanggar konstitusional,” ia menegaskan.

Menurutnya, pemerintah tidak menjalankan fungsinya dengan baik dalam melaksanakan amanat konstitusi sehingga tidak memberikan jaminan hak atas air di negeri ini. Tidak hanya di Jawa, hampir di seluruh penjuru negeri praktik ini sudah dilakukan secara berjamaah. “Atas keadaan ini, seharusnya pemerintah sudah harus merevisi dan melakukan perbaikan untuk kembali ke konstitusional kita,” katanya.

Bila dilihat 13 tahun belakangan ini, ujar Riza, masyarakat telah dipaksa untuk menikmati air dengan harga yang sangat mahal. Seharusnya rakyat dapat menikmati sumber daya air secara gratis dan itu semua negara yang fasilitasi.

Defisit Air Bersih

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Water Institute, Firdaus Ali saat menjadi pembicara dalam talkshow “Ngopi Sore Bareng Sinar Harapan” di Palalada Resto, Alun-alun Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu sore mengatakan, meski potensi air tawar di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu mencapai 1.957 miliar meter kubik per tahun atau 8.223 meter kubik per kapita per tahun, namun belum semua masyarakat dapat mengakses air bersih.

Saat ini baru 66 persen dari kebutuhan air di Pulau Jawa pada musim kemarau yang mencapai 38,4 miliar per meter kubik yang dapat diberikan. “Bila masalah air ini tidak ditangani dengan serius oleh pemerintah, bukan tidak mungkin di kemudian hari Indonesia akan kesulitan memperoleh air bersih,” katanya.

Dalam kegiatan yang bertajuk “Ketersediaan Air dan Ketahanan Pangan”, selain Firdaus Ali, hadir sejumlah pembicara di antaranya Vice President Director PT PAM Lyonnaise Jaya Herawati Prasetyo, Direktur Utama Perum Perhutani Bambang Sukmananto, dan Alfred perwakilan dari USAID. Kegiatan ini sekaligus menyambut Hari Air Sedunia yang jatuh pada Kamis (22/3) ini.

Firdaus mengatakan, kebutuhan air nasional terkonsentrasi di Pulau Jawa sebab 65 persen penduduk Indonesia atau sebanyak 148 juta jiwa bermukim di Pulau Jawa. Untuk wilayah DKI Jakarta, dia memprediksi pada 2025 kebutuhan air warganya akan mencapai 41,6 liter per detik.

“Karena tingginya kebutuhan air bersih tersebut, diperkirakan pada 2025 Jakarta akan mengalami defisit 23.720 liter air per detik. Masalah tersebut harus segera mungkin dicarikan solusinya,” ujarnya.

Firdaus menambahkan, pemerintah harus segera mencari sumber-sumber air baru di Jakarta. Ini karena, menurutnya, ketersediaan sumber air di Jakarta saat ini hanya mampu memasok 2,2 persen dari kebutuhan air bersih warganya. Padahal bila melihat kota lain di luar negeri, seperi Kuala Lumpur, Malaysia, pemerintahnya telah mampu menyediakan cadangan air baku hampir 99 persen.

Menurutnya, saat ini di Jakarta total beban populasi yang harus terlayani air bersih sebanyak 12,5 juta jiwa dari 9,6 juta jiwa penduduk yang terdaftar.

Dari jumlah itu, pihak perusahaan air minum perpipaan baru bisa memasok air bersih untuk 4,2 juta jiwa atau 44 persen warga Jakarta. “Diperkirakan 5,37 juta jiwa warga Jakarta masing menggunakan sumber air tanah dari sumur dangkal dan dalam,” ujarnya.

Pihak Palyja, sebagai salah satu operator air bersih di Jakarta mengatakan, pemerintah harus segera mungkin mencari sumber-sumber air baru, khususnya dari dalam Jakarta. Ini karena selama ini, kebutuhan air di Jakarta sebanyak 95 persen diambil dari luar DKI Jakarta.

“Sumber air bersih bagi warga Jakarta dari 1998 sampai saat ini masih sama, namun kebutuhan air bersih setiap tahun selalu meningkat. Seperti jumlah pelanggan kami yang pada 1998 berjumlah 200.000-an, kini jumlah itu meningkat dua kali lipat menjadi 415.000 pelanggan. Padahal sumber airnya masih sama dan sebagian besarnya masih dipasok dari luar Jakarta,” kata Vice President Director PT PAM Lyonnaise Jaya, Herawati Prasetyo.

Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto mengatakan, di abad 20 saat populasi di bumi meningkat, penggunaan air ikut meningkat enam kali lipat. Hal itu karena manusia menginginkan standar hidup dengan lingkungan bersih, makan lebih banyak dan bervariasi.

Kondisi ini membutuhkan lebih banyak air. “Dengan pola hidup seperti itu, diperkirakan pada 2025 sebanyak 3,5 miliar manusia di bumi mengalami defisit air. Sebanyak 2,5 miliar manusia hidup tanpa sanitasi yang layak,” katanya.

Dia mengatakan, potensi sumber daya air di Pulau Jawa selalu menurun. Ia mencontohkan, pada 1930 potensi sumber daya air di Pulau Jawa mencapai 4.700 meter kubik per kapita per tahun. Pada periode 1930 sampai 2000, terjadi penurunan potensi sumber daya air yang mencapai 70 persen.

Diperkirakan, pada 2015 potensi sumber daya air di Pulau Jawa hanya sekitar 450 meter kubik per kapita per tahun, dan akan semakin menipis pada 2025 yang diperkirakan hanya sekitar 320 meter kubik per kapita per tahun.

“Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk di Jawa pada 2025 akan mencapai 181,5 juta jiwa, sedangkan batas maksimal adalah 90,75 juta jiwa. Dengan demikian, diperkirakan hanya separuh penduduk di Pulau Jawa yang mendapat pasokan air bersih,” tuturnya.

Dia mengatakan, Perhutani kini mengelola 2,4 juta hektare hutan produksi dan lindung di Jawa dan Madura. Dari luas area hutan yang dikelola Perhutani itu, menurutnya, memiliki 772 titik sumber mata air dengan debit tinggi, serta 327 titik air terjun multifungsi di kawasan hutan.

“Itu semua adalah potensi alam yang dapat digunakan sebagai sumber air bagi masyarakat di Indonesia, khususnya Pulau Jawa,” katanya.

Mengolah Sumber Air

Firdaus Ali menambahkan, pemerintah DKI Jakarta harus segera melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan sumber air. Menurutnya, ini dapat dilakukan dengan menerapkan sistem eco drain atau dengan sebanyak-banyaknya menyimpan air bekas yang dihasilkan oleh warga Jakarta pada satu tempat penyimpanan.

“Bila menggunakan konsep Belanda, maka air harus dibuang secepatnya ke laut. Padahal dengan perkembangan teknologi saat ini, air-air bekas yang mengalir di drainase dan sungai-sungai di Jakarta dapat diolah kembali dan dapat dijadikan air bersih,” katanya.

Dosen Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini mengatakan, semua itu sebenarnya dapat dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tinggal masalah kemauan.

Menurutnya, Dewan Sumber Daya Air DKI Jakarta telah menargetkan bahwa pada 2020 sistem eco drain tadi sudah dapat diterapkan di Jakarta dan saat ini tengah dalam tahap persiapan. “Nantinya dengan konsep eco drain, Jakarta tidak perlu memasok air bersih dari luar Jakarta. Semua dapat diproses sendiri,” katanya.

Bahkan bila perlu, pemerintah Jakarta juga dapat mengolah air di 13 sungai yang ada di Jakarta untuk dijadikan sumber air baku. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan tersebut tidaklah besar, hanya Rp 2.000-3.000 per meter kubik. Harga itu jelas lebih murah ketimbang mengolah air laut yang membutuhkan biaya Rp 7.000-8.000 per meter kubiknya.

Dia menambahkan, kebutuhan air memang sudah sangat tinggi. Jumlah air tawar di sungai, kali, waduk, dan danau hanya 0,009 persen atau 131.460 kilometer kubik yang ada di Indonesia. Total air asin dan air tawar yang ada di wilayah Indonesia diperkirakan mencapai 1.404.377.000 kilometerkubik. (CR-2

24
Mar
12

Politik Papua : Massa Tuntut Referendum

Rabu, 21 Maret 2012 , 17:52:00
Massa KNPB Wilayah Baliem saat membentangkan spanduk bertuliskan penolakan kedatangan Sekjen PBB di Indonesia dan menuntut Referendum di halaman Kantor DPRD Jayawijaya,
Selasa (20/3)
WAMENA- Sekitar 200 orang yang tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Baliem Selasa, (20/3) siang kemarin, melakukan demonstrasi di depan halaman Kantor DPRD Jayawijaya. Demo tersebut menolak kedatangan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon ke Indonesia, dan menuntut agar PBB segera menyelesaikan status politik bangsa Papua Barat yang telah diintegrasikan ke wilayah NKRI melalui Pepera 1969.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, demo yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, terlihat massa melakukan orasi sambil membentangkan beberapa spanduk dan pamplet yang bertulikan tuntutan berbunyi: “Rakyat Papua Menolak kedatangan Sekjen PBB di Indonesia,PBB bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah Papua Barat ke dalam NKRI melalui Pepera 1969 cacat hukum internasional dan tidak Demokrasi, Referendum Solusi terbaik Bagi Bangsa Papua barat, Papua Zona darurat militer PBB segera membetuk tim independen untuk tujuan investigasi” serta sejumlah tuntutan lainnya.
Penanggung jawab Demo KNPB Wilayah Baliem Jefri Matuan dalam orasinya mengatakan negara Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia harus bertanggung jawab atas pencaplokan wilayah Papua Barat melalui penentuan pendapat rakyat (Pepera yang menurut rakyat Papua telah direkayasa oleh tiga negara tersebut dalam memainkan kepentingan politiknya.
“Atas nama rakyat bagsa Papua Barat mulai dari Sorong hingga Samarai menuntut di kembalikannya wilayah kami yang telah di caplok masuk ke wilyah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami desak negera –negara yang tergabung dalam perserikatan bangsa-bangsa (PBB) segera menlihat persolan bangsa Papua Barat, kami hanya ingin referendum untuk menentukan nasib kami sendiri,”ungkapnya dalam orasinya.
Setelah melakukan orasi, massa kemudian menyerahkan pernyataan sikap mereka kepada Wakil Ketua I DPRD Jayawijaya, Regina W. Haluk beserta para anggota DPRD yang menemui massa. Setelah menyerahkan aspirasi tersebut massa kemudian membubarkan diri secara tertib.(ben/nan)
24
Mar
12

PusKesMas : Tomcat Takut Sinar Matahari

“Tomcat”

AntaraAntara – Kam, 22 Mar 2012

“Tomcat” Takut Sinar Matahari

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan serangga “tomcat” atau kumbang rove yang memiliki racun penyebab luka pada kulit manusia, takut pada sinar matahari.

“Tomcat takut pada sinar matahari meskipun dia suka pada cahaya lampu,” kata Agung Laksono di Jakarta, Kamis.

Untuk itu, Agung meminta masyarakat mewaspadai tomcat di daerah yang lembab dan tidak terpapar sinar matahari.

“Masyarakat sendiri diimbau untuk kerap menutup pintu dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang itu masuk,” katanya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidur menggunakan kelambu jika di daerahnya tengah mewabah serangan kumbang tersebut.

Agung mengatakan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian telah melakukan koordinasi untuk menanggulangi serangan tomcat.

“Salah satu upaya penanggulangan adalah penyemprotan insektisida dan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Masyarakat, tambah Agung harus menjaga kebersihan rumah dan lingkungan terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah karena bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

Selain itu, masyarakat juga dilarang menggosok kulit atau mata bila bersentuhan dengan kumbang tomcat.

“Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang,” katanya.

Selain itu, dia juga mengimbau untuk segera beri air mengalir beserta sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga itu. (rr)




Blog Stats

  • 2,156,883 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 118 other followers