Kolom
Berdamai dg Banjir
Senin, 09/04/2012 17:10 WIB

Kawan, bertobatlah. Bertobatlah pada Penguasa dan Pencipta curah hujan, air sungai dan air laut. Dia pencipta yang maha sempurna. Tentu, tidak mungkin menciptakan barang setengah jadi atau BS (below standard). Dia menciptakan semuanya berpasangan. Dia menciptakan semuanya pada keseimbangan dan keharmonisan. Keseimbangan dan keharmonisan juga lah yang menjadi prinsip dasar Tai Chi dalam mengalahkan lawan petarung secara mematikan.
Prinsip keseimbangan dan keharmonisan itu menjadi kerangka pikir dalam Tai Chi. Prinsip itu kemudian menjadi sumber inspirasi tarian-tarian mematikan lawan. Dia lentur tapi keras, dia menghindar tapi juga menyerang. Kerangka fikir inilah yang seharusnya mulai diubah pada masyarakat kita terhadap bencana. Tren bencana di dunia yang dilansir oleh EMDAT pun sudah menunjukkan bahwa dunia semakin akan sering dikunjungi oleh bencana-lebih sering dan lebih tinggi skalanya. Tidak mungkin dikurangi sehingga pengurangan bencana menjadi bagian dari mission impossible.
Oleh karenanya, mulailah berpikir bahwa ketika ada bencana atau tidak ada bencana, kehidupan kita harusnya tidak banyak terganggu. Artinya, kita harus hidup harmoni dengan banjir dan kita harus menyeimbangkan kemampuan kita menanggung beban bencana dengan membagi resiko. Jika tidak bisa, lebih baik kita tinggalkan tanah yang sudah dikunjungi banjir ratusan tahun sebelumnya secara periodik, yaitu: daerah-daerah hilir ataupun tanah-tanah alluvial sebagai hasil proses sedimentasi jangka panjang.
Layaknya Tai Chi, perubahan satu komponen akan mempengaruhi keseimbangan komponen lainnya. Ketika Sang Pencipta sudah menciptakan hutan sebagai penampung sementara air hujan. Janganlah kita kurangi daya tampungnya dengan alasan pembangunan. Sejak SD selalu diajarkan untuk tidak menggunduli hutan, tapi apa lacur, negeri ini terlalu banyak teori yang tidak berevolusi menjadi praksis. Stop penggundulan hutan! Saatnya reboisasi! Hukum maksimal para pe-illegal logging! Gugatlah para aparat yang senang membuat aktivitas berlebih di tengah hutan! Di sisi lain, makmurkan kabupaten di hulu sungai, berilah mereka kompensasi atas keterbatasan lahan mereka. Daripada uang dihabiskan untuk biaya pengerukan sungai, apakah tidak lebih baik untuk menjaga agar tidak ada erosi berlebihan di hulu?
Seorang Tai Chi master mengalahkan lawan dengan mengalirkan energinya, bukan dengan mematahkan energi lawan. Begitu juga dengan air, ia pasti mengalir dari atas ke bawah melalui sungai. Berilah ruang kepada sungai untuk bereskpresi. Ekspresi sungai itu berwujud pada pindah-pindahnya aliran sungai, berkelok-keloknya wujud sungai dan kadang-kadang meluapkan airnya. Pemberian ruang itu artinya mengalirkan energi air itu sendiri. Pengekangan kebebasan berekspresi akan menimbulkan dampak fatal karena energi air akan mengumpul dan tiba-tiba dilepaskan.
Ini bukan sikap genit dari sungai tapi semua materi hasil ciptaan-Nya memerlukan ruang ekspresi termasuk manusia sendiri. Bangsa ini sudah mengerti bagaimana rasa dikekang kebebasannya selama 32 tahun lamanya dan direbut hak-haknya selama 3,5 abad lamanya. Jadi tidak logis jika kita mendukung pengekangan ekspresi sungai dan air. Tidak logis, jika kita mendukung sempadan diduduki. Tidak masuk akal, jika kita membiarkan sungai semakin mengecil bahkan buntu. Tidak sopan, jika kita membiarkan penyumbatan sungai dengan sampah. Dan tidak manusiawi, jika kita mengekang sungai dengan menentukan kemana sungai tersebut harus mengalir. Dengan pengekangan itu, sama saja mendorong kita untuk terus maju menuju pintu kematian kita sendiri.
Kawan, kita sekarang berada di perahu yang sama bernama daerah aliran sungai. Melubangi perahu hanya untuk mendapatkan air layaknya kawan kita yang terus menebangi pepohanan di kawasan hulu atas nama pembangunan. Janganlah begitu, bekerja samalah wahai orang gunung dengan anak pantai, aturlah mekanisme disinsentif-insentif atas pengorbanan orang gunung di hulu. Dan, berdamailah dengan banjir.
*) Adjie Pamungkas adalah dosen perencanaan wilayah dan kota dari ITS, kandidat doktor dari RMIT, Australia. Email: adjieku@gmail.com
(vit/vit)
- Catatan Agus Pambagio
Gegap Gempita Politisi dan Kebutuhan Rakyat - Keadilan Substantif dan Keadilan Prosedural dalam Konteks Negara
- Denny Vs Yusril: Perang Keadilan Substantif Vs Keadilan Prosedural
- Kolom Djoko Suud
Kita Terjajah, Saudaraku - Kolom
Menyoal Sikap Dua Kaki PKS
47 Resep IndoGreenWay
www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway
REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI
TENTANG PRODUK PERLEBAHAN
AL-QUR’AN
Q.S An-Nahl ayat 68-69
(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”
(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.
TRI PITAKA
Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.
VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10
Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU
Dalam Artharvaveda XII.3.44
MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)
Dalam Artharvaveda II.3.1
Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.
ALKITAB
Dalam Amsal 16 : 24
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.
Dalam Amsal 24 : 13
Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.
AYURVEDA
Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.
Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.
Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.
http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528
Meniru Lebah
| Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi |
| 22-01-2012, |
| Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”. |
Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.
Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan. Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.
Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.
Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.
Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.
Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.
Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak membuat onar dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.
Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.
Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.
Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.



selain enak es krim juga mempunyai manfaat bagi kesehatan. Berikut manfaat es krim bagi kesehatan kita
Bukan berarti coklat bisa menambah usia anda atau ngasih nyawa lebih ke anda,tapi yang benar coklat memiliki manfaat besar untuk kesehatan anda.

Perbesar Foto





Recent Comments