Posts Tagged ‘Environmental

11
Apr
12

IndoGreenWay : Berdamai dengan Banjir

Kolom

Berdamai dg Banjir

Adjie Pamungkas – detikNews

Senin, 09/04/2012 17:10 WIB

Berdamai dengan Banjir Ala Tai Chi Master

Jakarta Musim hujan datang, banjir pun menghadang para warga kota. Acara tahunan bagi para wartawan peliput berita. Kenduri tahunan bagi sebagian para politisi penebar pesona. Dosa tahunan bagi pengelola kota yang sibuk menyalahkan curah hujan, sungai meluap dan permukaan air laut naik.Curah hujan, air sungai dan air laut itu sudah ada sejak bumi ini terbentuk, bermetamorfosa dan akan terus berevolusi. Proses alam ini dimulai jauh sebelum warga Betawi menempati Jakarta, jauh sebelum pembangunan pamurbaya (pantai timur Surabaya) dan jauh sebelum orang Indonesia pertama menggunduli hutan-hutan pantai selatan Jawa. Dengan kemajuan ilmu, semua itu sudah jelas ukurannya, jelas siklusnya dan jelas penambahan setiap tahun akibat perubahan iklim global.Tapi, kenapa setiap ada kelebihan curah hujan, kelebihan air di sungai dan kelebihan air di laut sekitar manusia selalu heboh, merasa tersakiti dan merasa dizalimi oleh alam? Manusia pun dengan congkak mengatakan ini pembawa bencana, harus dienyahkan! Kecongkakan ini pun diejawantahkan dalam bentuk-bentuk rekayasa alam seperti reklamasi, normalisasi, biopori dan lain sebagainya. Kecongkakan ini pun telah menjadi budaya atas nama industrialisasi dan modernisasi. Manusia pun menabuh genderang perang sesombong-sombongnya lagu pengurangan bencana sebagai akibat kecongkakan mereka sendiri.

Kawan, bertobatlah. Bertobatlah pada Penguasa dan Pencipta curah hujan, air sungai dan air laut. Dia pencipta yang maha sempurna. Tentu, tidak mungkin menciptakan barang setengah jadi atau BS (below standard). Dia menciptakan semuanya berpasangan. Dia menciptakan semuanya pada keseimbangan dan keharmonisan. Keseimbangan dan keharmonisan juga lah yang menjadi prinsip dasar Tai Chi dalam mengalahkan lawan petarung secara mematikan.

Prinsip keseimbangan dan keharmonisan itu menjadi kerangka pikir dalam Tai Chi. Prinsip itu kemudian menjadi sumber inspirasi tarian-tarian mematikan lawan. Dia lentur tapi keras, dia menghindar tapi juga menyerang. Kerangka fikir inilah yang seharusnya mulai diubah pada masyarakat kita terhadap bencana. Tren bencana di dunia yang dilansir oleh EMDAT pun sudah menunjukkan bahwa dunia semakin akan sering dikunjungi oleh bencana-lebih sering dan lebih tinggi skalanya. Tidak mungkin dikurangi sehingga pengurangan bencana menjadi bagian dari mission impossible.

Oleh karenanya, mulailah berpikir bahwa ketika ada bencana atau tidak ada bencana, kehidupan kita harusnya tidak banyak terganggu. Artinya, kita harus hidup harmoni dengan banjir dan kita harus menyeimbangkan kemampuan kita menanggung beban bencana dengan membagi resiko. Jika tidak bisa, lebih baik kita tinggalkan tanah yang sudah dikunjungi banjir ratusan tahun sebelumnya secara periodik, yaitu: daerah-daerah hilir ataupun tanah-tanah alluvial sebagai hasil proses sedimentasi jangka panjang.

Layaknya Tai Chi, perubahan satu komponen akan mempengaruhi keseimbangan komponen lainnya. Ketika Sang Pencipta sudah menciptakan hutan sebagai penampung sementara air hujan. Janganlah kita kurangi daya tampungnya dengan alasan pembangunan. Sejak SD selalu diajarkan untuk tidak menggunduli hutan, tapi apa lacur, negeri ini terlalu banyak teori yang tidak berevolusi menjadi praksis. Stop penggundulan hutan! Saatnya reboisasi! Hukum maksimal para pe-illegal logging! Gugatlah para aparat yang senang membuat aktivitas berlebih di tengah hutan! Di sisi lain, makmurkan kabupaten di hulu sungai, berilah mereka kompensasi atas keterbatasan lahan mereka. Daripada uang dihabiskan untuk biaya pengerukan sungai, apakah tidak lebih baik untuk menjaga agar tidak ada erosi berlebihan di hulu?

Seorang Tai Chi master mengalahkan lawan dengan mengalirkan energinya, bukan dengan mematahkan energi lawan. Begitu juga dengan air, ia pasti mengalir dari atas ke bawah melalui sungai. Berilah ruang kepada sungai untuk bereskpresi. Ekspresi sungai itu berwujud pada pindah-pindahnya aliran sungai, berkelok-keloknya wujud sungai dan kadang-kadang meluapkan airnya. Pemberian ruang itu artinya mengalirkan energi air itu sendiri. Pengekangan kebebasan berekspresi akan menimbulkan dampak fatal karena energi air akan mengumpul dan tiba-tiba dilepaskan.

Ini bukan sikap genit dari sungai tapi semua materi hasil ciptaan-Nya memerlukan ruang ekspresi termasuk manusia sendiri. Bangsa ini sudah mengerti bagaimana rasa dikekang kebebasannya selama 32 tahun lamanya dan direbut hak-haknya selama 3,5 abad lamanya. Jadi tidak logis jika kita mendukung pengekangan ekspresi sungai dan air. Tidak logis, jika kita mendukung sempadan diduduki. Tidak masuk akal, jika kita membiarkan sungai semakin mengecil bahkan buntu. Tidak sopan, jika kita membiarkan penyumbatan sungai dengan sampah. Dan tidak manusiawi, jika kita mengekang sungai dengan menentukan kemana sungai tersebut harus mengalir. Dengan pengekangan itu, sama saja mendorong kita untuk terus maju menuju pintu kematian kita sendiri.

Kawan, kita sekarang berada di perahu yang sama bernama daerah aliran sungai. Melubangi perahu hanya untuk mendapatkan air layaknya kawan kita yang terus menebangi pepohanan di kawasan hulu atas nama pembangunan. Janganlah begitu, bekerja samalah wahai orang gunung dengan anak pantai, aturlah mekanisme disinsentif-insentif atas pengorbanan orang gunung di hulu. Dan, berdamailah dengan banjir.

*) Adjie Pamungkas adalah dosen perencanaan wilayah dan kota dari ITS, kandidat doktor dari RMIT, Australia. Email: adjieku@gmail.com

(vit/vit)

Baca Juga

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

26
Mar
12

IndoGreenWay : Earth Hour, 31 Maret 2012

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway

Selamatkan Bumi

Oleh Yahoo! News | Yahoo! News

Satu Jam Kegelapan untuk Selamatkan Bumi

Jangan kaget jika kotamu gelap mendadak pada tanggal 31 Maret 2012, Pkl.20.30-21.30 waktu setempat. Pasalnya, Earth Hour kembali digelar di Indonesia untuk keempat kalinya.

Tahun ini, ada 26 kota di Indonesia turut berpartisipasi memadamkan lampu. Miliaran penduduk dunia di ribuan kota lain juga akan secara sukarela melakukan hal yang sama.

Gerakan secara bersama-sama memadamkan lampu ini berawal di Sydney pada 2007. Adalah WWF-Australia, Fairfax Media, dan agen periklanan Leo Burnett Sydney pertama kali melakukannya. Saat itu, mereka ingin mengurangi gas rumah kaca pemicu pemanasan global di kota Sydney sebesar 5%.

Mereka lalu mencari aksi sederhana yang bisa dilakukan bersama-sama oleh semua orang dari berbagai kalangan untuk mencegah meluasnya dampak pemanasan global.

Earth Hour atau gerakan mematikan lampu selama satu jam itu ingin mengingatkan bahwa siapapun kita, apapun latar belakang kita, di manapun kita berada, kita berpotensi untuk melakukan hal yang membantu Bumi.

Anak-anak, pelajar, politisi, CEO perusahaan, sampai kakek nenek bisa berpartisipasi dalam Earth Hour. Di tahun perdananya, ada 2,2 juta warga Sydney yang berpartisipasi di Earth Hour, memadamkan lampu mereka selama satu jam.

Di tahun kedua penyelenggaraannya, ide ini disambut baik oleh Kanada. Hanya dalam waktu singkat, 35 negara langsung bergabung mendukung Earth Hour. Baru pada tahun ketiga pelaksanaan Earth Hour internasional, Indonesia menyusul, tepatnya pada 2009.

Saat itu, hanya Jakarta saja yang mengikuti Earth Hour. Biarpun sendirian, Earth Hour di Jakarta telah menghemat 50 Megawatt dari pemadaman lima ikon Ibu Kota.

Pemilihan Jakarta sebagai kota pertama tempat dilakukannya Earth Hour di Indonesia memiliki alasan kuat. Selain statusnya sebagai Ibu Kota, konsumsi listrik warga Jakarta juga tinggi.

Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 23% konsumsi listrik Indonesia terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. Itu untuk skala kota. Jika melakukan perbandingan antar pulau, maka wilayah Jawa-Bali adalah konsumen listrik terbesar di Indonesia. Sebesar 78% konsumsi listrik negara terpusat di kedua pulau ini.

Sementara pulau-pulau lain belum mendapat akses listrik yang merata, kita yang tinggal di Jawa Bali bisa menikmati listrik sepuasnya, bahkan cenderung boros, dan langsung merengut saat mengalami pemadaman bergilir.

Padahal, kalau 10% warga Jakarta saja melakukan penghematan listrik saat Earth Hour, energi yang dihemat bisa bermanfaat memenuhi kebutuhan listrik di 900 desa dan menyediakan oksigen bagi 534 orang. Itu baru satu jam, apalagi kalau kita berhemat terus menerus?

Banyak orang bertanya, mengapa hanya satu jam? Apakah penghematan satu jam dalam setahun cukup untuk “menebus dosa” pemborosan energi listrik yang kita lakukan bertahun-tahun? Tentu saja tidak. Dan “penebusan dosa” bukan tujuan Earth Hour.

Momen satu jam ini merupakan pengingat bagi kita semua tentang efek dahsyat upaya bersama menghemat energi. Seperti peribahasa yang kita kenal, “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Hal kecil jika dilakukan bersama-sama akan berdampak besar, seperti mematikan lampu dan alat elektronik lainnya yang tidak terpakai di rumah maupun kantor.

Di luar waktu satu jam pemadaman, justru yang lebih penting adalah menjadikan Earth Hour dan aksi go green lainnya sebagai gaya hidup. Sejalan dengan prinsip tersebut, sejak tahun 2011, ada tanda plus (+) di belakang angka 60 yang menjadi simbol Earth Hour. Ajakannya adalah, setelah 1 jam, jadikan hemat energi sebagai gaya hidup.

Untuk pelaksanaan Earth Hour pada 2012, targetnya hanya 7 kota yang akan jadi peserta. Ternyata, malah ada 26 kota di Indonesia yang akan berpartisipasi. Hebatnya lagi, tidak semua dari 26 kota yang akan ikut serta itu boros energi seperti halnya Jakarta atau Tangerang.

Alasan mereka sungguh sedap didengar: untuk apa menunggu boros terlebih dulu kalau kita bisa melakukan penghematan sejak sekarang?

“Pelipatgandaan jumlah kota yang berpartisipasi dalam Earth Hour tahun ini adalah salah satu indikator meningkatnya kepedulian publik terhadap isu-isu lingkungan khususnya hemat energi dan gaya hidup hijau. Perkembangan positif ini dimotori oleh para “jawara” komunitas dari kalangan pelajar, mahasiswa, profesional, bisnis, dan pemerintah di kota masing-masing. Semoga momen ini menjadi awal dari semakin banyak aksi yang kita lakukan bagi kelestarian rumah tunggal kita, planet Bumi,” ujar Nyoman Iswarayoga, Direktur Program Iklim & Energi WWF-Indonesia.

Earth Hour telah menjadi kampanye publik. Semua orang bisa ikut serta dalam Earth Hour 2012 dengan memadamkan minimal dua lampu di rumah pada tanggal 31 Maret 2012 mendatang. Info selengkapnya mengenai Earth Hour bisa dibaca di www.wwf.or.id/earthhour.

Berita Lainnya

Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

Senin, 20/02/2012 18:04 WIB

Minum Air Putih

Adelia Ratnadita – detikHealth

5 Alasan Terbaik untuk Minum Air Putih Dalam Jumlah Cukup
img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Air sangat penting untuk kehidupan, dan juga banyak memiliki manfaat kesehatan. Dibandingkan dengan berbagai makanan dan minuman sehari-hari, air putih paling bebas kalori dan sangat murah. Air putih juga dapat mendorong kinerja dasar tubuh. Semua sistem dalam tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.

Sektar 90 persen dari semua reaksi kimia dalam tubuh juga membutuhkan air. Kira-kira alasan terbaik apa saja yang mengharuskan mengonsumsi air putih yang cukup?

Berikut adalah 5 alasan terbaik untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup seperti dikutip dari MSNHealth, Senin (20/2/2012) antara lain:

1. Membantu mengurangi stres

Minum air sepanjang hari yang penuh tekanan dapat mengurangi stres akibat gejala yang beragam seperti sakit kepala, otot tegang, hati berdebar, dan energi yang rendah. Itu karena stres mempengaruhi semua sistem dasar tubuh dan ketika mengalami dehidrasi, maka akan meningkatkan efek stres.

Lebih dari setengah berat tubuh adalah air, pengurangan hanya sekitar 2 persen pada hidrasi memiliki dampak yang dramatis pada tingkat energi dan fungsi kognitif. Dan dehidrasi lebih lanjut akan meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon stres.

Air tidak akan menyebabkan stres hilang. Tetapi air dapat memberikan lebih banyak energi, meredakan ketegangan, merilekskan pernapasan, dan mengurangi ketegangan pada jantung.

2. Banyak minum air dapat untuk menurunkan berat badan

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2010, orang dewasa yang berusia 55-75 tahun, minum dua gelas air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan hampir 4 kg dalam 12 minggu dibandingkan pada kelompok kontrol yang makan diet yang sama tapi tidak memiliki H20 sebelum makan. Peserta minum rata-rata 1,5 gelas air sehari sebelum studi.

3. Minum cukup air dapat mencegah sakit

Hidrasi membuat selaput lendir dapat berkerja dengan baik. Selaput lendir merupakan penjaga gerbang untuk sistem pertahanan alami yang membantu mencegah kuman seperti virus pilek dan flu. Ketika jaringan ini mengering, kuman dapat lebih mudah menembus ke nasofaring, dimana saluran hidung dan mulut bertemu.

Tingkat keparahan penyakit cenderung lebih rendah jika telah minum banyak air. Air merupakan langkah utama untuk menjaga kesehatan ketika sedang bepergian.

4. Membuat tubuh lebih nyaman

Minum akan membuat tubuh lebih hangat di hari yang dingin. Termostat internal dapat bekerja lebih baik ketika tubuh terhidrasi dengan baik. Air membantu mengatur suhu tubuh. Sistem tubuh pengatur suhuh, diatur oleh hipotalamus di otak, terus mengambil informasi yang memungkinkan untuk membuat penyesuaian untuk mempertahankan suhu inti cukup stabil.

Tetapi mekanisme tersebut akan bekerja kurang baik jika tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah risiko umum bagi orang-orang dari segala usia, di musim dingin maupun musim panas. Dalam cuaca dingin, misalnya tubuh kehilangan uap air melalui napas dan banyak orang cenderung minum lebih sedikit air dalam cuaca dingin.

5. Air dapat membantu menjaga tekanan darah

Air adalah yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yang terkait dengan melawan sistem yang membuat tubuh lebih waspada, menaikkan tekanan darah sesaat, dan meningkatkan energi. Pingsan setelah menyumbangkan darah sering dihubungkan dengan penurunan tekanan darah, dan air tetap akan melawan efek tersebut.

Tidak minum cukup air secara teratur juga dapat meningkatkan tekanan darah. Karena dehidrasi penyebab pembuluh darah mengerut karena tubuh berusaha untuk menghemat air yang kehilangan melalui keringat, buang air kecil, dan pernapasan. Ketika pembuluh darah menyempit, bagaimanapun jantung akan memompa lebih keras, sehingga tekanan darah naik.

(del/ir)

Artikel terkait :

22
Feb
12

Lingkungan : Polusi Indonesia

21.02.2012 10:15

Polusi Indonesia !

Penulis : Albertina S Calemens

(foto:dok/antaranews.com)

Paparan polusi dalam kadar aman di Amerika Serikat (AS) meningkatkan risiko stroke dalam angka yang cukup tinggi: 34 persen. Temuan para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center yang menjadi isu Archives of Internal Medicine ini tentu saja mempunyai efek yang besar.

“Mengingat bahwa hampir semua orang terkena polusi udara dan risiko untuk stroke,” kata Gregory Wellenius, ScD, penulis studi dan asisten profesor Kesehatan Masyarakat di Brown University, AS, seperti dinukil ScienceDaily, Senin pekan silam.

Bayangkan saja, temuan mengenai polusi yang melonjakkan risiko stroke ini dilakukan di Boston, AS, wilayah yang lingkungannya lebih bersih dari kota-kota lain di Negara Paman Sam.

Dalam tingkat polusi PM 2.5 yang moderat atau sedang saja, risiko serangan awal stroke dapat diketahui beberapa jam setelah terpapar polusi. Lantas bagaimana dengan Indonesia yang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyandang predikat negara ketiga paling berpolusi di dunia, setelah Meksiko dan Thailand?

WHO menetapkan standar aman polusi PM10 per tahun sebesar 20 mikrogram per meter kubik (20 mikrogram/m3). Sementara itu, negara-negara seperti AS, Kanada, Australia, dan Singapura menggunakan standar yang tiga kali lebih tinggi yakni PM 2.5 sebesar 15 mikrogram/m3 per tahun dan batas harian sebesar 35 mikrogram/m3.

Berdasarkan laporan tingkat polusi udara WHO pada Agustus 2011, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan mencatatkan tingkat polusi yang sangat jauh di atas batas aman WHO.

Di Jakarta misalnya, pada 2009, level polusi udara mencapai 43 mikrogram/m3 atau 200 persen di atas standar aman WHO. Angka ini meloncat menjadi 68,5 mikrogram/m3 atau lebih dari 300 persen dari standar aman WHO hanya dalam tempo satu tahun.

Tahun silam, diklaim terjadi penurunan hingga 48,5 mikrogram/m3 akibat efek program bebas kendaraan bermotor di Jakarta (Jakarta Car Free Day). Meski begitu, tetap saja, tingkat tersebut masih 200 persen di atas standar WHO.

Gawatnya lagi, Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara memberlakukan baku mutu udara ambien untuk PM10 adalah 150 mikrogram/m3 per hari. Astaga! Itu lebih dari 700 persen di atas standar aman WHO.

Penanaman Pohon

Kembali lagi, dengan standar PM2.5 saja, risiko terkena stroke akibat paparan polusi cukup tinggi. Anda bisa membayangkan sendiri seberapa tinggi risiko stroke yang mengancam orang-orang di negara-negara yang mematok standar PM10, terlebih di negara yang menaikkan sendiri standar polusi ratusan persen dari standar aman WHO.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2007, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia, yakni sebesar 15,4 persen.

Di sisi lain, pemerintah telah berupaya mendorong gerakan penanaman pohon untuk mengatasi tingkat pencemaran yang tinggi di udara Nusantara. Selain itu, telah digalakkan program hari bebas kendaraan dan berbagai kegiatan lain untuk memperbaiki kualitas udara.

Namun, itu semua belum cukup. Salah satu cara mudah yang dapat dilakukan masyarakat yang tinggal di daerah padat lalu lintas adalah menanam tanaman atau pohon penyerap polusi. Antara lain, pohon dadap merah, kelengkeng, mahoni–yang mampu mengurangi polusi udara sekitar 47–69 persen dan daunnya menyerap polutan–serta pohon trembesi.

Selain itu, lumut merupakan indikator kualitas udara, semakin banyak lumut di pohon, semakin baik kualitas udaranya. Selain itu, ada juga sirih belanda, kembang sepatu, dan lidah mertua–yang mampu menyerap 107 jenis racun termasuk asap rokok dan radiasi nuklir. (Dari Berbagai Sumber)

22
Feb
12

IndoGreenWay : 4 Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam

Konsumsi Garam

ghiboo.comOleh Innes | ghiboo.com
4 Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam

Related Content

Ghiboo.com – Garam merupakan sumber utama natrium dan menjadi unsur yang sangat penting bagi kesehatan. Tubuh kita membutuhkannya untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu mengirimkan impuls saraf dan proses kontraksi dan relaksasi otot.

Namun, konsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat merugikan kesehatan, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan kalsium dan menyebabkan penyakit darah tinggi, sehingga memicu risiko penyakit jantung.

Menurut ahli gizi, tubuh memerlukan 1000 mg garam setiap hari. Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsi lebih dari takaran tersebut. Sudah Anda bisa tahu, apakah tubuh Anda mengalami kekurangan atau kelebihan garam, berikut beberapa tanda tubuh kelebihan mengonsumsi garam, seperti dilansir melalui Boldsky, Senin (20/2).

Tekanan Darah Naik

Asupan garam berlebihan akan meningkatkan jumlah natrium dalam darah. Ketidakseimbangan ini membuat ginjal kesulitan untuk membuang kelebihan air dari dalam tubuh. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air di dalam tubuh meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah memicu risiko penyakit jantung, gagal ginjal atau gangguan otak jika tidak terkontrol.

Mudah Haus

Ketika terlalu banyak garam dalam tubuh, maka tubuh memerlukan air untuk mencairkan kandungan garam dalam darah. Umumnya, sel-sel tubuh melepaskan simpanan air untuk mengencerkan garam dari darah. Sel-sel membutuhkan air untuk bekerja dan inilah yang menyebabkan Anda merasa lebih mudah haus setelah makan garam.

Tekanan Darah Meningkat

Asupan garam berlebihan akan meningkatkan jumlah natrium dalam darah. Ketidakseimbangan ini membuat ginjal kesulitan untuk membuang kelebihan air dari dalam tubuh. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air di dalam tubuh meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah memicu risiko penyakit jantung, gagal ginjal atau gangguan otak jika tidak terkontrol.

Mudah Haus

Ketika terlalu banyak garam dalam tubuh, maka tubuh memerlukan air untuk mencairkan kandungan garam dalam darah. Umumnya, sel-sel tubuh melepaskan simpanan air untuk mengencerkan garam dari darah. Sel-sel membutuhkan air untuk bekerja dan inilah yang menyebabkan Anda merasa lebih mudah haus setelah makan garam.

Kembung

Kurangnya air dalam tubuh karena garam berlebihan menyebabkan kembung. Garam dapat menahan air pada tubuh dan dapat menyebabkan kembung. Mengkonsumsi banyak air putih akan membantu mengeluarkan atau kelebihan garam natrium dari tubuh.

Jarang Buang Air Kecil

Ginjal membantu mengencerkan garam dengan memperlambat produksi urin dan konservasi air. Anda mungkin merasa sensasi terbakar setelah buang air kecil. Hal ini terutama karena kelangkaan air yang menyebabkan pembakaran pada saat buang air kecil.

Jika Anda menghadapi tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya Anda mengurangi asupan garam dan segera lakukan tes darah untuk konfirmasi. Minum banyak air sehari-hari dan kurangi makanan asin. Beralih mengonsumsi sayuran segar dan buah-buahan lebih baik.

BACA JUGA:

Konsumsi garam berlebih memicu darah tinggi
Makan garam berlebihan pun bisa meningkatkan risiko kanker lambung
Mengapa tubuh kita memerlukan garam?
Cara cerdas membaca label makanan
Hati-hati, penyakit hipertensi mengincar di usia muda

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway

Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

Rabu, 22/02/2012 06:56 WIB

MakanIkanBiarGreng

Vera Farah Bararah – detikHealth

Pria Perlu Banyak Makan Ikan Biar Makin Greng
img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Ikan merupakan makanan yang bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan. Tapi ternyata kandungan nutrisi dalam ikan juga bisa berguna untuk meningkatkan libido atau gairah seksual laki-laki yang membuatnya makin greng.

Ketika seseorang mengalami perubahan libido, para ahli biasanya mengatakan hal ini didasarkan pada masalah keintiman, suasana hati dan kesehatan fisik.

Tapi kondisi ini juga bisa diperbaiki melalui makanan, salah satunya konsumsi tinggi ikan dan makanan laut yang berpengaruh positif terhadap dorongan seksual.

Lynn Edlen-Nezin, PhD, penulis buku makanan dan seks serta psikolog kesehatan klinis menjelaskan nutrisi tertentu bisa meningkatkan libido, terutama makanan yang baik untuk jantung seperti ikan, seperti dikutip dari Livestrong, Rabu (22/2/2012).

Hal ini karena untuk bisa menikmati seks, laki-laki dan perempuan harus memiliki aliran darah yang sehat ke alat kelamin. Jika jantung sehat maka ia bisa mendorong sirkulasi di seluruh tubuh dan meningkatkan sensasi saat berhubungan seks.

Salah satu kandungan dalam ikan yang baik untuk libido laki-laki adalah arginin, asam amino yang digunakan tubuh untuk membuat oksida nitrat.

Di organ kelamin, oksida nitrat digunakan untuk memperluas pembuluh darah.

Hal ini karena jika pembuluh darah sempit, kemampuan laki-laki untuk mencapai ereksi akan terhambat sedangkan pada perempuan akan mengganggu kemampuannya untuk bisa terangsang.

Ikan yang mengandung arginin termasuk salmon, halibut dan ikan cod.Kandungan lain yang bermanfaat adalah zinc (seng) yang dikaitkan dengan kadar testosteron dalam darah.

Berdasarkan artikel yang dilaporkan oleh Walter Eddy pada tahun 1997 kekurangan zinc bisa mengganggu kelenjar seks beroperasi dengan baik serta jumlah spermanya rendah.

Zinc juga dihubungkan dengan perkembangan seksual yang sehat sejak masih muda.

Rekomendasi asupan zinc untuk laki-laki 11 mg dan perempuan 8 mg yang berasal dari makan ikan.

Diketahui kandungan zinc dari ikan cod sebesar 0,5 mg, ikan salmon sebesar 1 mg, ikan sarden sebesar 3 mg dan ikan tuna sebesar 0,8 mg.

Selain konsumsi ikan secara teratur, seseorang tetap perlu mengonsumsi makanan yang seimbang dan bernutrisi serta berolahraga untuk mencegah obesitas yang bisa berdampak negatif bagi libido.

(ver/ir)

20
Feb
12

Lingkungan : Cari Sumber Air Tanah Baru, Cegah Jakarta Tenggelam

Sabtu, 18/02/2012 15:52 WIB
Cegah Jakarta Tenggelam, Kementerian PU Cari Sumber Air Tanah Baru 
Feby Dwi Sutianto – detikFinance


Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mencari sumber air baru untuk suplai daerah Jakarta dan sekitarnya. Pasalnya, jika sumber air tanah yang ada di Jakarta saat ini terus dikonsumsi, maka perlahan-lahan ibukota akan tenggelam.

Menurut Menteri PU Djoko Kirmanto, dengan terus dikonsumsinya sumber air tanah di Jakarta, maka dari tahun ke tahun menyebabkan penutunan tanah. Selain itu, sumber air yang ada saat ini sudah tidak mencukupi untuk seluruh warga Jakarta.

“Karena sumber air baku di Jakarta sudah kurang dan di Jakarti air tanah sebenarnya enggak boleh diambil, tetapi pemerintah memiliki kebijakan,” katanya di sela acara ‘Ciliwung Bersih’, Jakarta, Sabtu (18/2/2012).

“Padahal jika air tanah terus diambil terlalu banyak, akan menyebabkan penurunan tanah di Jakarta. Kita akan bangun bersama-sama sumber air yang baru sehinga akan ada sumber air cukup untuk warga,” katanya.

Sayangnya, ia tidak merinci mengenai rencana tersebut, terutama mengenai kapan dan lokasinya. Menurutnya, hal itu masih dalam kajian.

(ang/ang)

06
Feb
12

IndoGreenWay to gain Healthy, Wealthy and GoGreenLife

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway

REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway

Opini Pakar2 HD

03
Feb
12

IndoGreenWay : 47 Resep Tim Medis Produk Perlebahan Alami

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway

Jumat, 03/02/2012 17:02 WIB

Kesehatan Rakyat

Vera Farah Bararah – detikHealth

Tak Ada Negara Bangkrut Karena Menolong Kesehatan Rakyat
img

Jakarta,

Saat ini mayoritas penduduk Indonesia belum memiliki perlindungan asuransi kesehatan yang baik oleh negara. Padahal ahli ekonomi kesehatan menuturkan tidak ada negara yang bangkrut karena menolong kesehatan rakyatnya.

“Tidak pernah ada negara yang jadi bangkrut karena menolong kesehatan rakyatnya,” ujar Prof dr Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH selaku pakar enokomi kesehatan dalam acara temu media mengenai Penanganan Kanker Menyeluruh di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Prof Hasbullah menuturkan saat ini bagi-bagi uang untuk bensin dan foya-foya bisa dilakukan, tapi masa buat orang sakit mau dibiarkan meninggal. Jadi tidak benar kalau negara tidak sanggup.

“Ya memang bisa jadi pemborosan, tapi kan teman-teman sudah bentuk tim yang bisa saling koreksi agar sistemnya lebih cost efektif. Lagipula yang sakit juga tidak banyak,” ujar Prof Hasbullah yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI.

Biaya kesehatan seperti kanker memang tidaklah murah, ditambah dengan biaya perjalanan pasien dan keluarga untuk menemui dokter serta menjalani terapi. Sedangkan mayoritas masyarakat Indonesia tidak memiliki perlindungan keuangan dalam menghadapi risiko penyakit kanker yang bisa menghabiskan ratusan juta rupiah.

“Sakit tidak bisa dicegah 100 persen dan kadang sakit ini tidak bisa diobati sendiri karena bebannya sangat mahal, karenanya lingkungan harus bantu. Terlebih yang sakit tidak banyak, kalau digotong rame-rame dengan gotong royong maka negara enggak akan bangkrut,” ungkapnya.

Kalau di Indonesia kanker relevan dengan istilah kantong kering. Karena pengobatan kanker tidak hanya butuh biaya obat saja tetapi juga biaya rumah tangga yang habis selama perawatan, transportasi dan biaya nginap. Hal ini karena rumah sakit kanker cuma ada di kota besar jadi butuh biaya lain-lain juga diluar obat dan rumah sakit.

“Biaya pelayanan kanker kelihatannya besar, tapi kalau punya sistem asuransi yang baik hal itu bisa diatasi karena yang butuh biaya pengobatan ratusan juta tidak banyak,” ujar Dr Ronald Hukom, SpPD, KHOM.
(ver/up)

03
Feb
12

IndoGreenWay : Menangkal Limbah Racun

Pihak Bea Cukai menahan 113 kontainer asal Inggris dan Belanda yang memuat limbah beracun. Masuknya limbah-limbah B3 itu makin memperkuat dugaan bahwa Indonesia menjadi negara tujuan akhir pembuangan limbah B3 dari negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika Serikat yang dikoordinasi mafia internasional. Dampaknya terhadap kerusakan lingkungan sudah nyata.

Dengan suara lantang, Menteri Keuangan Agus Martowardojo memerintahkan seorang petugas Bea Cukai membuka sebuah kontainer yang mencurigakan. “Coba ceritakan ada apa dengan kontainer ini,” katanya. Sang petugas pun membuka segel kontainer dimaksud. Perlahan pintu kontainer terbuka dan tampaklah potongan-potongan besi beraneka bentuk.

Masalahnya, potongan-potongan besi itu tampak kotor dan terlumuri sisa-sisa tanah, zat kimia berupa serbuk warna putih, dan cairan pekat kehitaman seperti aspal. Tercium bau menyengat. Agus segera mengenakan masker. Kecurigaan pun semakin menebal. Isi kontainer berkapasitas 20 feet yang jumlahnya mencapai 113 unit itu adalah limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

Sesuai dengan isi dokumen impor, pemilik kontainer yang berisi limbah B3 itu adalah PT Hwang Hook Steel (HHS). Perusahaan yang beralamat di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, ini memang bergerak di bidang impor logam-logam bekas. Perusahaan ini mengantongi izin impor limbah dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Lingkungan Hidup. “Hanya saja, izin itu untuk mengimpor limbah non-B3,” kata Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, kepada GATRA.

PT HHS mendatangkan limbah-limbah metal untuk diolah menjadi berbagai jenis barang kebutuhan. Limbah besi itu dipasok dari perusahaan bernama W.R Fibers Inc, yang beralamat di 1330 Valley Vista DR, Diamond Bar, California, Amerika Serikat. Namun barang itu tak dikirim langsung dari Amerika, melainkan lewat Pelabuhan Rotterdam, Belanda, dan Felixstowe di Inggris. Rinciannya, 24 kontainer masuk dari Rotterdam dan 89 kontainer dari Inggris.

Barang-barang itu masuk Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 10 Januari lalu. Namun dokumen impornya sejak awal menimbulkan kecurigaan. Diduga, W.R Fibers Inc adalah perusahaan fiktif dan kerap dipakai untuk mengirim limbah B3 ke negara-negara berkembang. Karenanya, pihak Bea Cukai segera mengarahkan kontainer itu ke jalur merah untuk diperiksa.

Dari pemeriksaan itu diketahui, scrap logam yang diimpor ternyata mengandung limbah B3. Masnellyarti Hilman, Deputi IV Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Bidang Pengelolaan B3, Limbah, dan Sampah, mengatakan bahwa di antara potongan-potongan logam yang diimpor itu terdapat beberapa bahan yang diduga berbahaya. Selain sampah kayu, plastik, ban bekas, juga terdapat cairan hitam seperti aspal dan serbuk warna putih.

Bahan-bahan itu, terutama aspal dan serbuk putih, menurut Masnellyarti, dikhawatirkan berbahaya bagi kesehatan. “Diduga mengandung zat yang bersifat karsinogenik yang bisa menyebabkan kanker,” katanya kepada GATRA. Zat-zat itu kini masih diteliti pihak KLH, bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Balthazar Kambuaya memastikan, jika ditemukan pelanggaran, pihak-pihak yang terbukti bersalah akan dikenai tindakan tegas. “Penegakan hukum terkait limbah B3 harus tegas,” katanya. Pihak-pihak yang terkait impor limbah B3 itu diduga melanggar beberapa peraturan, antara lain Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan Pasal 53 ayat 4 jo Pasal 102 huruf h jo Pasal 103 huruf a UU Kepabeanan.

Menurut Balthazar Kambuaya, jika terbukti, importir bisa terkena hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 15 milyar. Selain itu, izinnya juga terancam tak diperpanjang. Ia mengaku masih mendalami keterlibatan PT HHS dalam masalah ini. “Kemarin, ketika ditanya, mereka mengaku kaget, tetapi akan diperiksa apakah betul tidak tahu atau pura-pura tidak tahu,” ujanya.

Sejauh ini, PT HHS selaku importir masih belum mau berkomentar atas masalah tersebut. Ketika GATRA bertandang ke sana, Selasa lalu, pihak keamanan perusahaan itu mengatakan bahwa pimpinan mereka tak ada di tempat. “Maaf, Mas, pimpinan lagi tugas ke luar kota,” kata kepala keamanan bernama Sukisna kepada Ade Faizal Alami dari GATRA.

***

Dampak impor limbah B3 ini terhadap kerusakan lingkungan di Indonesia sudah nyata. Berdasarkan catatan KLH, kejadian terbaru yang sedang diselidiki KLH adalah dugaan pencemaran timah hitam dari logam-logam bekas yang masuk ke Tegal, Jawa Tengah. Tegal memang sudah lama terkenal sebagai pusat kerajinan dari besi.

Hanya saja, diduga ada logam-logam bekas yang diimpor dari luar negeri yang mengandung timah hitam dalam kadar yang tinggi. “Sekarang ini ada satu kecamatan yang airnya semua tercemar timah hitam,” kata Masnellyarti. KLH juga menemukan dua keluarga yang anak-anaknya cacat. “Di dalam darahnya memang ditemukan kadar timah hitam yang cukup tinggi dan logam lainnya,” ia menambahkan.

Wajar jika pemerintah geram atas ulah Inggris dan Belanda yang dinilai tidak menaati Konvensi Basel. “Kami sangat menyesalkan sikap Inggris dan Belanda yang tidak menaati Basel Convention yang diratifikasi sendiri oleh dua negara itu guna menjadi acuan dalam ekspor-impor,” ujar Agus Martowardojo.

Karena itu, pemerintah akan membawa masalah ini dengan menyampaikan surat terkait dengan importasi limbah B3 tersebut ke Kedutaan Besar Belanda dan Inggris. “Kami akan meminta penjelasan mengenai outward manifest dari pengirim barang tersebut,” Agus menegaskan.

M. Agung Riyadi dan Rach Alida Bahaweres

(Laporan Utama Majalah GATRA edisi 18/13, terbit Kamis 2 Pebruari 2012)

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway

Thursday, 02 February 2012 06:46

Ketegasan hukum dalam kasus impor limbah B3 memang penting. Sebab ditengarai Indonesia menjadi tempat transit atau bahkan tujuan akhir pembuangan limbah B3 dari negara-negara maju. Dengan pelabuhan samudra yang mencapai 2.000 dan dilewati beberapa pelayaran internasional, Indonesia rentan kemasukan limbah B3.

Meski Indonesia telah meratifikasi Konvensi Basel, upaya pembuangan limbah B3 oleh negara maju sepertinya tak berkurang. Maklum, bisnis ini melibatkan uang dalam jumlah sangat besar. Nilai perdagangan limbah B3 di kawasan Asia ditengarai mencapai jutaan dolar Amerika setiap bulan. Sebagai gambaran, tarif pengolahan limbah, khususnya limbah B3, di negara-negara maju mencapai US$ 5.000-US$ 10.000 per ton.

Tak mengherankan jika banyak negara maju keberatan melakukan pengelolaan sampah berbahaya itu di negeri mereka. Ongkosnya akan lebih murah jika mereka membuang sampah-sampah itu ke negara-negara berkembang atau miskin. Ongkos membuang limbah B3 ini diperkirakan hanya US$ 50-US$ 100 per ton.

Berdasarkan laporan Greenpeace tahun 2010, jaringan mafia pembuang limbah B3 di salah satu cabangnya seperti Italia saja beranggota 26 perusahaan. Mereka mengontrol peredaran sekitar 3.000 ton limbah B3 per hari, dengan total nilai US$ 4,8 juta. Banyak cara dilakukan sindikat ini untuk mengakali ketentuan Konvensi Basel, misalnya dengan memalsukan data pengapalan limbah atau dibuang secara diam-diam di tempat tertentu.

Jepang, misalnya, pernah dikritik habis-habisan karena mencoba mengakali konvensi itu dengan melakukan perdagangan limbah lewat payung kerja sama ekonomi. Jepang melakukan kerja sama dengan sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Filipina dan Indonesia. Pemerintah Indonesia menandatangani program Indonesia-Japan Economic Partnership (IJEPA), Agustus 2007.

Perjanjian itu adalah kesepakatan menyangkut perdagangan bebas, investasi, dan kebijakan ekonomi khusus untuk Jepang. Masalahnya, dalam daftar barang-barang yang boleh diperdagangkan dimasukkan pula limbah B3, misalnya limbah bekas reaktor nuklir yang mengandung uranium, limbah kimia, dan limbah rumah sakit.

Deputy Menteri Lingkungan Hidup Masnellyarti mengatakan, aktivitas mafia limbah dengan target Indonesia biasanya meningkat setiap menjelang pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. “Mungkin mereka sudah mempelajari situasi politik dan budaya kita,” katanya. Belanda merupakan salah satu pusat pengiriman limbah B3 terbesar dengan tujuan Indonesia melalui Singapura. “Pernah kami cek pada waktu kami tahu memang ada yang dikembalikan ke Belanda, tetapi kemudian dia pindah ke Brussels,” tuturnya.

Setelah ada kerja sama dengan Belgia, limbah B3 yang masuk dari Brussels bisa distop. Namun masalah lain muncul karena jaringan itu pindah ke beberapa negara Asia, seperti Jepang, Korea, dan Singapura. “Kami pernah mendapat limbah B3 kiriman dari Singapura,” kata Masnellyarti. Selain Eropa, ada pula limbah B3 yang datang dari Amerika Serikat. “Amerika juga ada yang langsung ke kita, ada juga yang melewati Belanda,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah lewat Kepmenperindag Nomor 520/MPP/Kep/8/2003 memang telah melarang total impor limbah B3. Peraturan ini, menurut Balthasar Kambuaya, sejauh ini efektif untuk menangkal kenakalan negara maju seperti Jepang yang mencoba mengakali Konvensi Basel dengan dalih kerja sama bilateral. “Mereka bisa menerima bahwa memasukkan limbah B3 ke Indonesia oleh hukum positif kita dilarang,” katanya. (MAR, RAB)

Thursday, 02 February 2012 06:41
Jalan Panjang Melarang Impor Limbah B3

Pelarangan impor limbah B3 dilakukan Pemerintah RI sejak 1990-an. Hanya saja, pelarangan itu tidak pernah dilakukan secara langsung, melainkan setahap demi setahap. Berikut peraturan-peraturan yang dibuat untuk melarang impor limbah B3:

1. Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 349/Kp/XI/1992 tentang Larangan Impor Limbah Plastik
Peraturan ini hanya memuat ketentuan tentang larangan impor limbah plastik dari jenis polimer etilena, polimer sterena, polimer vinil klorida, kopolimer vinil asetat dan vinil klorida yang vinil asetatnya dominan.

2. Keppres Nomor 61 Tahun 1993 tentang Ratifikasi Konvensi Basel
Keppres ini ditandatangani pada 12 Juli 1993 sebagai bentuk ratifikasi Konvensi Basel yang mengatur tentang ketentuan impor limbah B3 lintas negara.

3. PP Nomor 19 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Limbah B3
PP ini disahkan pada 30 April 1994 dan memuat beberapa aturan pokok impor limbah B3. Beberapa di antaranya adalah:
a. Pewajiban setiap badan usaha penghasil limbah B3 untuk mengolah sendiri limbahnya atau yang tidak mampu mengolah sendiri diwajibkan menyerahkan limbahnya kepada pusat-pusat pengolahan limbah yang telah mendapat izin dari instansi yang berwenang (Bapedal).
b. Pelarangan tanpa pengecualian pemasukan limbah B3 dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia.
c. Kebijaksanaan untuk membolehkan pengiriman limbah B3 dari Indonesia ke negara lain setelah mendapatkan persetujuan dari negara penerima dan izin dari Pemerintah Indonesia.

4. PP Nomor 12 tahun 1995 tentang Perubahan PP Nomor 19 Tahun 1994 tentang Pengelolaan Limbah B3
Pengesahan PP ini dianggap sebagai langkah mundur karena impor limbah yang tadinya dilarang total kini diperbolehkan dengan beberapa pengecualian. Ketentuan ini kemudian memberikan peluang bagi berdirinya industri-industri baru yang menggunakan limbah B3 sebagai bahan bakunya. Ketentuan ini akhirnya dicabut dengan terbitnya UU Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 23/1997, yang kemudian direvisi dengan UU Nomor 32/2009.

5. Kepmenperindag Nomor 520/MPP/Kep/8/2003
Aturan ini kembali menegaskan pelarangan total impor limbah B3 tanpa perkecualian. (MAR)

                                                                                         ===========

Konvensi Basel

Thursday, 02 February 2012 06:36
Konvensi Basel : Mencegah Kolonialisasi Limbah Beracun

Konvensi Basel adalah perjanjian internasional untuk mengurangi perpindahan limbah berbahaya antarnegara. Secara khusus, konvensi ini diberlakukan untuk mencegah pengiriman limbah berbahaya dari negara maju ke negara berkembang. Konvensi ini terbuka untuk ditandatangani sejak 22 Maret 1989 dan dinyatakan berlaku sejak 5 Mei 1992.

Konvensi Basel lahir karena adanya kekhawatiran makin meningkatnya perdagangan limbah berbahaya ke negara berkembang. Beberapa kasus membuktikan kekhawatiran itu, misalnya kasus Koko pada 1988, ketika lima kapal mengangkut 8.000 barel limbah berbahaya dari Italia ke kota kecil Koko di Nigeria. Mereka menyewa lahan di Koko seharga US$ 100 per bulan untuk tempat pembuangan limbah. Oleh banyak negara berkembang, praktek ini dikenal dengan nama “kolonialisasi limbah beracun”.

Dengan Konvensi Basel, perdagangan ilegal limbah dimasukkan sebagai tindak pidana. Sayang, Konvensi Basel tidak memuat sanksi bagi pelakunya. Isu krusial lain adalah belum disahkannya Basel Ban Amendment yang memuat larangan total perdagangan semua jenis limbah B3 lintas negara, termasuk limbah elektronik. Isu ini selalu menjadi isu panas dalam setiap pertemuan para pihak Konvensi Basel.

Negara-negara maju umumnya menentang pengesahan aturan ini. Sejauh ini, ada 178 negara pihak Konvensi Basel yang menyetujui pemberlakuan amandemen itu. Sayang, jumlah itu belum memadai untuk melakukan pengesahan amandemen tersebut. Diperlukan dukungan 17 negara, termasuk Amerika Serikat, agar ketentuan itu berlaku efektif. (MAR)

Thursday, 02 February 2012 06:39
Sepuluh Negara Penyampah Terbesar Dunia

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) bernama Shipbreaking Platform setiap tahun merilis data negara-negara Eropa yang membuang sampah B3 ke negara-negara Asia. Sebenarnya seluruh anggota Uni Eropa, berdasarkan Konvensi Basel, dilarang melakukan hal ini.

Toh, dengan alasan ekonomis, mereka lebih suka membuang limbah B3 ke negara dunia ketiga lantaran ongkosnya lebih murah. Berikut daftar 10 negara penyampah terbesar pada 2011 versi Shipbreaking Platform:

1. Yunani (100 kapal)
2. Norwegia (24 kapal)
3. Inggris (13 kapal)
4. Belanda (12 kapal)
5. Jerman (11 kapal)
6. Italia (9 kapal)
7. Siprus, Swiss (masing-masing 5 kapal)
8. Bulgaria, Denmark, Rumania (masing-masing 4 kapal)
9. Latvia, Lithuania, Polandia, Spanyol, Swedia (masing-masing 3 kapal)
10. Belgia, Finlandia, Irlandia, Slovenia (masing-masing 1 kapal)

Biasanya negara-negara itu mengekspor sampah-sampah B3-nya memakai kapal berbendera negara lain. Selain untuk menghindari pajak, mereka juga menghindari biaya lain, seperti jaminan standar keselamatan bagi kru kapal dan biaya lisensi pengiriman. Berikut negara-negara yang kapalnya banyak digunakan dalam bisnis ekspor sampah B3 selama tahun 2011:

1. Panama (55 kali)
2. Liberia (33 kali)
3. Bahama, St. Kitts-Nevis (masing-masing 12 kali)
4. Komoro (11 kali)
5. Kepulauan Marshall, St. Vincent & Grenadines (masing-masing 7 kali)

(MAR, Sumber: Shipbreaking Platform)

27
Jan
12

IndoGreenWay : Gajah Sumatera Terancam Punah

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Gajah Sumatra Punah

Rizki Gunawan

25/01/2012 20:35
Liputan6.com, Washington DC: Badan Konservasi Dunia atau World Wildlife Fund (WWF) mengumumkan gajah sumatra semakin terancam punah. Seperti diwartakan VOA, Rabu (25/1), jumlah populasi gajah sumatra terus menurun akibat berkurangnya habitat binatang tersebut. Pasalnya, habitat gajah Sumatra sebagian besar telah dialihkan menjadi lahan perkebunan dan pertanian.Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) mengungkapkan, saat ini jumlah gajah sumatra yang tersisa di alam liar hanya sekitar 2.400 sampai 2.800 gajah. Jumlah ini menurun 50 persen dari jumlah sebelumnya pada 1985. Dengan penurunan drastis ini, kini gajah sumatra masuk daftar hewan yang paling terancam punah di dunia.Menurut WWF, penyebab utama penurunan ini diakibatkan oleh penebangan hutan yang semakin gencar dilakukan oleh pihak swasta dan pemerintah. Data menunjukan dua per tiga dari total hutan Sumatra telah dibersihkan dalam 25 tahun terakhir untuk kepentingan komersial. Hutan tersebut dijadikan jalan bagi perkebunan kelapa sawit. Menurut koordinator WWF urusan gajah dan harimau, Sunarto, hal ini lantaran habitat gajah adalah tempat yang pas untuk membuka lahan produksi minyak sawit.”Keberadaan habitat gajah tersaingi dengan kebutuhan untuk produksi kelapa sawit. Hal ini karena gajah biasanya hidup di dataran rendah basah yang dianggap sangat baik untuk menanam kelapa sawit,” katanya.Sunarto menambahkan, pemerintah Indonesia hanya melindungi spesies gajah, sedangkan habitatnya kurang diperhatikan. Menurut dia, sekalipun 2011 lalu, pemerintah Indonesia telah memberlakukan moratorium pengembangan lahan hutan baru untuk dua tahun ke depan, di mana pemerintah bekerja sama dengan Norwegia untuk melindungi hutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca, tapi sejauh ini, upaya tersebut belum memperlambat laju pengurangan areal hutan di Sumatra.

Saat ini, pemerintah Indonesia mengizinkan perusahaan swasta untuk melakukan restorisasi wilayah hutan yang masih ada, dengan begitu pihak swasta tetap mendapat keuntungan meski penebangan hutan yang masih tersisa tetap dilarang keras.

Gajah sumatra, orangutan sumatra, badak jawa dan badak sumatra, harimau sumatra saat ini telah masuk dalam daftar spesies yang sangat terancam punah. Para ilmuwan mengatakan, jika konversi hutan terus berlanjut, maka gajah sumatra bisa punah kurang dari 30 tahun mendatang.(RZK/ANS)

01
Dec
11

Lingkungan : Persimpangan Perubahan Iklim

Perubahan Iklim

Oleh Yahoo! News | Newsroom Blog – Sel, 29 Nov 2011
Pertemuan Durban : Persimpangan Perubahan Iklim

Oleh: Mohammed Ikhwan

Pertemuan Durban yang berlangsung sejak 28 November hingga 9 Desember 2011 diharapkan memberikan terobosan pada masa depan penanganan perubahan iklim di dunia.

Banyak pihak menilai, pertemuan negara-negara yang berkepentingan untuk membahas perubahan iklim (Conference on Parties, COP 17) adalah sebuah persimpangan. Ada dua hal yang jadi perdebatan besar, yakni perpanjangan komitmen terhadap Protokol Kyoto dan penurunan emisi karbon bagi negara-negara berkembang.

Pada 1992, sekitar 154 negara menandatangani Konvensi Perubahan Iklim. Tujuannya tak lain menangani emisi gas rumah kaca yang dinilai berperan besar dalam pemanasan global dan perubahan iklim. Negara maju diwajibkan memikul tanggung jawab lebih dalam pengurangan emisi gas ini.

Namun hingga detik ini, mandat Protokol Kyoto tak kunjung terlaksana. Emisi gas rumah kaca dari negara-negara maju tetap meningkat. Dalam laporan badan iklim PBB yang dirilis 17 November 2011 lalu, emisi gas rumah kaca di negara industri tercatat meningkat 2,3 persen selama kurun waktu 2002-2006.

Dan perhitungan ini belum memasukkan negara dengan laju pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi seperti Cina dan India.

Tahun depan, komitmen pertama Protokol Kyoto akan berakhir. Maka itu, pertanyaan kunci di Durban adalah, apakah negara-negara (terutama negara maju) akan bersedia memperpanjang komitmen mereka?

Beberapa tahun terakhir telah muncul banyak resistensi terhadap Protokol Kyoto dari Amerika Serikat, Jepang, Rusia dan Kanada.

Perlu dicatat, Amerika Serikat dan beberapa negara Uni Eropa saat ini sedang mengalami krisis ekonomi. Untuk menggenjot perekonomian, mereka harus menggenjot sektor industri (yang berarti menggenjot emisi gas rumah kaca).

Di sisi lain, negara yang perekonomiannya sedang melaju seperti Cina dan India akan sulit diminta menurunkan laju industri mereka. Konsekuensinya jelas, tingkat emisi gas rumah kaca tak akan menurun. Inilah yang membuat isu perpanjangan Protokol Kyoto semakin suram.

Di sisi lain, negara-negara berkembang akan terus menggenjot upaya “gerilya” penurunan penurunan emisi gas rumah kaca. Selama ini, Indonesia dan banyak negara berkembang lain membuka diri untuk menurunkan emisi mereka sebagai kompensasi tingginya emisi di negara maju (skema offset).

Upaya ini membuka peluang Indonesia mendapatkan dana-dana dari proyek perdagangan karbon. Tapi di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa upaya ini tidak akan menyelesaikan akar masalah.

Indonesia ditengarai akan mendapat beban ganda. Yakni sebagai negara yang rentan terhadap perubahan iklim dan harus berkorban mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai upaya mengurangi emisi oleh negara-negara maju.

Persimpangan dalam penanganan perubahan iklim dan masa depan bumi hanya akan bisa diselesaikan dengan kemauan politik yang hebat oleh seluruh pihak — terutama dari negara maju dan negara berkembang. Sayangnya, ini belum direfleksikan dari situasi saat ini.

Sepertinya pertemuan di Durban akan sulit menjembatani perbedaan sikap dari negara-negara pihak tersebut. Padahal konsekuensi perubahan iklim ini menyangkut hidup miliaran jiwa dan juga planet kita. Masalah yang seharusnya direspon segera, sebelum semuanya terlambat.




Blog Stats

  • 1,269,499 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers