Posts Tagged ‘Cultural
Kamis, 16/02/2012 08:45 WIB
12 Tren Teknologi yang akan Mengubah Dunia
Ardhi Suryadhi – detikinet
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta – Inovasi dan teknologi selalu berada di garis terdepan dalam sebuah perubahan. Begitu pula yang akan terjadi di 2012, dimana ada 12 prespektif tren teknologi yang dipercaya akan mengubah dunia. Apa saja?
Menurut perusahaan IT dan komunikasi Fujitsu, terobosan yang akan hadir tersebut di antaranya muncul dari teknologi mobile, layanan cloud, media sosial untuk berbisnis dan ledakan data.
Perubahan itu lebih luas dibandingkan apa yang diprediksikan oleh Moore’s Law — bahwa prosesor akan semakin canggih dua kali lipat dari sebelumnya setiap dua tahun.
“Namun perubahan ini akan berlangsung secara disruptif dan membongkar aturan yang berlaku saat ini. Tren ini akan mengubah bagaimana cara bisnis, kota-kota bahkan masyarakat, beroperasi. Ketika semua tren ini berjalan, dunia akan terlihat sama sekali berbeda,” tutur Fujitsu, dalam keterangannya.
Sebanyak 12 perspektif tren teknologi ini disusun berdasarkan masukan dari Global CTO Community Fujitsu, yang terdiri dari para Chief Technology Officer (CTO) dan timnya dalam organisasi Fujitsu di seluruh dunia.
Berikut 12 perspektif tren teknologi yang diprediksi bakal mengubah dunia pada 2012:
1. Real-time insight
Saat ini kita hidup di atas dua dunia, yakni dunia fisik dan digital. Dunia fisik adalah tempat di mana kita hidup yang terdiri atas jaringan-jaringan komputer dan piranti mobile. Dunia fisik ini didukung oleh dunia digital yang memiliki kekayaan informasi dan kekuatan analisis.
Kini kedua dunia itu semakin menyatu dan tersinkronisasi sehingga mampu mengantarkan wawasan-wawasan baru berbasis data dengan kecepatan tinggi. Implikasinya bagi kita adalah:
• Kemunculan sistem-sistem yang mampu ‘merasakan dan bereaksi’ dan tidak hanya bisa melakukan transaksi.
• Kita akan menjadi lebih proaktif ketimbang reaktif — misalnya di bidang kesehatan yang akan lebih fokus menjaga kesehatan daripada mengobati penyakit.
• Kecepatan sangat penting dan semuanya akan semakin cepat.
2. Bisnis tanpa batas
Layanan cloud memungkinkan pengguna umum untuk membangun, melakukan konfigurasi dan mengoperasikan sendiri teknologi. Untuk pertama kalinya, pelaku bisnis bisa menggunakan layanan teknologi secara langsung tanpa perlu menunggu waktu lama dan mengeluarkan investasi di muka yang besar.
Hasilnya, pelaku bisnis bisa lebih mudah dan cepat berinteraksi dengan konsumennya. Akhirnya, batasan-batasan yang menghambat bisnis tradisional akan menghilang, batas-batas tradisional seperti pasar, lokasi, organisasi, bahasa atau teknologi akan lenyap. Implikasinya bagi kita adalah:
• Pergerakan organisasi akan dimulai dari cloud dan akan berbasiskan cloud.
• Perusahaan teknologi akan menjadi penyedia utilitas.
• Kosakata bisnis akan menggantikan kosakata teknologi, dan bisnis akan selalu menjadi aktivitas yang lingkupnya global.
3. Manusia di atas segalanya
Komputasi yang berpusat pada manusia (human-centric) dan paham konteks akan menghantarkan layanan dan konten secara langsung, walaupun tanpa diminta. Kemampuan ini menjadi jembatan untuk masuk ke dunia digital dan memanfaatkan semua kelebihan dari dunia digital ke dunia fisik.
Melalui kemampuan menambahkan konteks, sistem akan menjadi lebih cerdas untuk membantu manusia berinteraksi dengan lingkungan, teman-teman dan komunitasnya.
Konteks akan memperkaya pengalaman manusia menjalani kehidupan sehari-hari. Implikasinya bagi kita adalah:
• Skema loyalitas konsumen akan berbalik ikut memberikan manfaat bagi bisnis.
• Privasi bukan lagi pertimbangan utama — manusia harus memilih keluar (opt-out) sendiri dari layanan otomatis untuk menjaga informasi pribadinya.
• Piranti akan lebih mengenal pemiliknya secara lebih dalam daripada pemilik mengenal perantinya.
4. Informasi lebih utama daripada teknologi
Ketika kita membicarakan ‘Revolusi Informasi’ di dunia TI, selama ini kita lebih memperhatikan ‘T’ dari Teknologi daripada ‘I’ atau Informasi. Padahal informasi ini ada di mana-mana.
Setiap pergerakan kita menghasilkan data — meninggalkan apa yang disebut ‘jejak digital’ ke mana pun kita pergi. Jejak digital ini semakin nyata seiring dengan semakin maraknya teknologi sensor dan benda-benda yang terhubung ke Internet. Hasilnya kita bisa lebih dalam mengeksploitasi informasi. Implikasinya bagi kita adalah:
• Informasi, bukan teknologi yang mendorong kita.
• Kompetitor akan memahami pelanggan kita atau jauh lebih paham dibandingkan kita.
• Kita akan hidup di tengah ‘perlombaan senjata informasi’.
5. Semua ‘benda’ terkoneksi
Saat ini ada sekitar empat miliar piranti yang terhubung ke internet dan jumlahnya terus meningkat pesat. Diperkirakan jumlah ini akan melonjak menjadi 15 miliar pada 2015 dan 20 miliar pada 2020 seiring dengan turunnya biaya prosesor dan pemancar nirkabel.
Kemampuan koneksi bukan lagi monopoli komputer, tetapi semua mesin seperti vending machine, meteran parkir bahkan tempat sampah akan mampu memancarkan informasi tentang status lingkungan di sekitarnya baik secara pasif, responsif bahkan secara otonom. Hasilnya adalah dunia yang penuh dengan benda cerdas. Implikasinya bagi kita:
• Mayoritas benda yang terkoneksi ini tidak memiliki pengguna manusia sehingga tidak memiliki antar muka pengguna manusia.
• Adalah mesin, bukan manusia yang akan lebih banyak memproduksi data di Internet.
• Hidup kita akan tergantung dari aliran informasi dari benda-benda dan mesin-mesin ini.
6. Lokasi perdagangan
Toko-toko mobile baru ada lima tahun silam, namun perkembangannya begitu cepat diikuti oleh layanan B2C. Keduanya merupakan gelombang baru dalam berbisnis antara lain karena mampu menyediakan mekanisme yang sederhana untuk berjualan produk dan layanan.
Untuk pertama kalinya, organisasi bisa bertukar layanan dengan sesamanya. Model transaksi akan mendorong nilai dan efisiensi secara lebih besar. Implikasinya bagi kehidupan kita:
• Adalah pasar yang mendefinisikan layanan dan kualitas layanan tersebut.
• Pilihan aplikasi akan berubah secara berkala.
• Hubungan bisnis yang dinamis akan menjadi norma (tidak lagi aliansi statis).
Bersambung…
( ash / ash )
Baca Juga :
- Peringati Revolusi, Iran Blokir Facebook
- Smartphone dan Tablet Bikin Pasangan ‘Berpaling’
- Duh, Putus Pertemanan di Facebook Berujung Pembunuhan
Kamis, 26/01/2012 13:23 WIB
XL Tinggalkan Data Unlimited dan Ponsel 2G
Achmad Rouzni Noor II – detikinet
Suasana Ngopi (sha/inet)
Jakarta – XL Axiata mengungkap tabir rencananya mengarungi bisnis layanan data seluler di 2012 ini. Tak ada lagi penawaran layanan akses data yang bersifat unlimited. Operator ini juga menolak kerja sama dengan vendor yang hanya menawarkan ponsel berkemampuan 2G.
“Dua itu kami tinggalkan di XL. Data unlimited dan ponsel 2G,” kata Handono Warih, GM Channel Development Core & MDS XL, dalam acara ngopi bareng detikINET, Rabu (25/1/2012) malam.
Menurut Warih, XL tak lagi menerapkan kuota unlimited karena ingin menjaga layanan datanya agar lebih berkualitas. Di sisi lain, XL juga tak mau lagi mengakomodir ponsel 2G karena jaringan 2G dinilai memakan sumber daya yang cukup besar.
“Kami inginnya, ponsel yang kami bundling tahun ini sudah mampu mengakomodir 2,5G ke atas. Minimal GPRS/EDGE,” kata dia.
Dari 44,3 juta pelanggan XL, diakui Warih, mayoritas atau 60% lebih masih menggunakan ponsel 2G, khususnya di daerah luar Jawa. Untuk 2G sendiri, XL memang memiliki keterbatasan frekuensi. Di 900 MHz dan 1800 MHz, XL hanya memiliki kanal masing-masing 7,5 MHz.
“Ngopi Bareng detikINET adalah diskusi santai bulanan yang diadakan detikINET. Acara kali ini didukung oleh Anomali Coffee & Internet Sehat”
( rou / eno )
Baca Juga :
Google Adsense
larangan google adsenseBagi teman-teman yang ingin mendapatkan dollar dari program google adsense…ada baiknya simak aturan-aturan yang dilarang google adsense berikut. Sebab jangan sampai account yang sudah kita peroleh dengan susah-susah kemudian ..dibanned oleh google. Hal apa saja yang dilarang oleh google adsense…? Simak artikel berikut ya:
Anda tidak boleh, dan tidak boleh memberikan wewenang atau mendorong pihak ketiga untuk:
1. Secara langsung atau tidak langsung menghasilkan pertanyaan, Aktivitas Arahan, atau tayangan maupun klik pada Iklan, Tautan, Hasil Penelusuran, atau Tombol Arahan (termasuk tanpa batasan, klik putar untuk Iklan video) melalui cara otomatis, penipuan, pemalsuan, atau cara tidak sah lainnya, termasuk namun tidak terbatas pada klik manual berulang, penggunaan robot atau alat pertanyaan otomatis lainnya, dan/atau permintaan penelusuran dari komputer, dan/atau penggunaan perangkat lunak dan/atau layanan pengoptimalan mesin penelusuran yang tidak sah;
2. Mengedit, memodifikasi, memfilter, menyingkat, atau mengubah urutan informasi yang terdapat pada Iklan, Tautan, Unit Iklan, Hasil Penelusuran, maupun Tombol Arahan, atau menghapus, menyamarkan, maupun memperkecil Iklan, Tautan, Unit Iklan, Hasil Penelusuran, atau Tombol Arahan dengan cara apapun tanpa izin dari Google;
3. Meniru, memperkecil, menghapus, atau menghalangi tampilan Halaman web secara utuh dan lengkap yang diakses oleh pengguna akhir setelah mengklik bagian Iklan (”Halaman Pengiklan”), Halaman Hasil Penelusuran, atau Halaman Arahan apapun;
4. Mengarahkan ulang pengguna akhir dari Halaman Pengiklan, Halaman Hasil Penelusuran, atau Halaman Arahan; menyediakan versi Halaman Pengiklan, Halaman Hasil Penelusuran, atau Halaman Arahan yang berbeda dari halaman yang akan diakses pengguna akhir dengan secara langsung membuka Halaman Pengiklan, Halaman Hasil Penelusuran, atau Halaman Arahan; menambahkan konten apapun di antara Iklan dan Halaman Pengiklan, di antara halaman berisi Kotak Penelusuran dan Halaman Hasil Penelusuran, atau antara Tombol Arahan dan Halaman Arahan; atau memberikan apapun selain tautan langsung dari Iklan ke Halaman Pengiklan, dari halaman berisi Kotak Penelusuran ke Halaman Hasil Penelusuran, atau dari Tombol Arahan ke Halaman Arahan;
5. Menampilkan Iklan, Tautan, atau Tombol Arahan pada halaman web atau situs web apapun yang berisi konten pornografi, mengandung kebencian, kekerasan, atau ilegal;
6. Secara langsung atau tidak langsung mengakses, menjalankan, dan/atau mengaktifkan Iklan, Tautan, Hasil Penelusuran, atau Tombol Arahan melalui, dari, maupun dalam Iklan, Tautan, Hasil Penelusuran, atau Tombol Arahan dalam aplikasi perangkat lunak, situs web, maupun yang lainnya selain Properti Anda, kecuali hanya sebatas yang diizinkan secara tersurat dalam Perjanjian ini;
7. “merayap”, “melakukan spider”, mengindeks, atau mengumpulkan maupun menyimpan secara permanen informasi dalam tembolok yang diperoleh dari Iklan, Tautan, Hasil Penelusuran, atau Aktivitas Arahan, maupun bagian, salinan, karya turunannya;
8. Melakukan tindakan yang melanggar Kebijakan Program yang ditampilkan di Situs Web Google , sebagaimana direvisi dari waktu ke waktu, atau perjanjian lain antara Anda dan Google (termasuk namun tidak terbatas pada persyaratan program Google AdWords);
9. Menyebarluaskan program jahat;
10. Membuat akun baru untuk menggunakan Program setelah Google menghentikan Perjanjian ini dengan Anda sebagai akibat pelanggaran Perjanjian; atau
11. Terlibat dalam tindakan maupun praktik yang berdampak buruk bagi Google atau mempermalukan maupun merendahkan reputasi atau niat baik Google. Anda memahami bahwa upaya keterlibatan atau pelanggaran apapun terhadap hal yang telah disebutkan di atas merupakan pelanggaran material terhadap Perjanjian ini dan kami dapat melakukan semua upaya hukum yang tersedia, termasuk penangguhan akun dengan segera atau penghentian Perjanjian, dan melakukan semua upaya hukum perdata dan pidana yang memungkinkan.
Berita Lainnya
- Rabu, 25/01/2012 20:32:54 WIB
BlackBerry Masih Berkuasa di 2012 - Rabu, 25/01/2012 20:23:36 WIB
Mengapa iPhone Sulit ‘Meledak’ di Indonesia? - Rabu, 25/01/2012 19:49:05 WIB
BlackBerry dan Android Jadi ‘Tambang Uang’ Operator - Rabu, 25/01/2012 19:46:48 WIB
Android Makin Seksi di 2012 - Rabu, 30/11/2011 20:36:14 WIB
Kasus SMS Premium Seperti Kriminalitas Terorganisir - Rabu, 30/11/2011 20:33:59 WIB
Tata Ulang SMS Premium Ditargetkan Selesai Akhir Tahun - Rabu, 30/11/2011 20:17:42 WIB
Kena Kasus, CP Banting Setir Jadi Pembuat Game - Rabu, 30/11/2011 20:09:05 WIB
‘Operator yang Harus Bertanggung Jawab Soal SMS Premium’ - Rabu, 30/11/2011 19:38:32 WIB
DPR Bertekad Tuntaskan Kasus SMS Premium - Senin, 28/11/2011 14:51:28 WIB
Menebak Masa Depan Bisnis SMS Premium - Rabu, 26/10/2011 20:22:59 WIB
Messenger Apa yang Berpotensi Ancam BBM? - Rabu, 26/10/2011 19:54:41 WIB
‘BlackBerry Laku Karena Orang Indonesia Latah’ - Rabu, 26/10/2011 19:38:14 WIB
3 Faktor Kesuksesan BlackBerry - Rabu, 26/10/2011 17:55:07 WIB
‘Rahasia di Balik Ketenaran BlackBerry di Indonesia’
Peringatan Maulid
Senin, 06/02/2012 00:25 WIB
Panjang Jimat (foto; Faiq Resha/detikcom)Prosesi ritual Panjang Jimat dilanjutkan dengan mengarak sesajen berupa makanan yang diletakkan dalam panjang (piring) dan pusaka Kraton oleh wargi kraton menuju Langgar Agung di Komplek Kraton Kasepuhan.
Ribuan warga turut serta menyaksikan ritual yang sudah berlangsung ratusan tahun ini. Warga berharap bisa mendapatkan barokah dengan menghadiri ritual ini.
“Setiap tahun, saya selalu ikut Panjang Jimat. Ada makanan, nasi dan sebagainya yang selalu dinantikan warga, sebagai usaha ngalap berkah,” ujar Ibnu warga Indramayu, Jawa Barat.
Sultan Kasepuhan Pangeran Raja Arief Natadiningrat, dalam sambutannya menghimbau agar kembali akhlak Nabi Muhammad yaitu dengan berpasrah kepada Tuhan YME, dalam semua aspek kehidupan.
“Saya juga menyerukan agar kita menjadi manusia yang santun dann beradab serta menjaga persaudaraan serta ukhuwah dengan penuh toleran ann tepo seliro” kata Sultan Arief di hadapan ribuan warga dan undangan di bangsal Prabayaksa Kraton Kasepuhan Cirebon.
Terhadap permasalahan bangsa, Sultan juga menyerukan agar menyelesaikan dengan damai dan musyawarah mufakat. Sultan juga mengingatkan agar selalu membantu kaum dhuafa dan bergotong royong seperti yang dicontohkan oleh Sunan Gunung Jati.
(her/her)
Illustrasi
Sudah pasti pemahaman teman tersebut secara substansial dan fundamental berbeda dengan apa yang menjadi prinsip saya, dan mungkin kebanyakan orang yang sama dengan prinsip saya. Defenisi kebebasan beragama bagi individu seperti ini adalah kebebasan yang semu yang hanya menuntut kebebasan bagi diri atau kelompoknya, dengan menghiraukan kebebasan orang lain. Ini lah yang saya sebut dengan dilema bertoleransi. Toleransi untuk siapakah?
Dalam bentuk yang sederhana, jika berbicara tentang Hak Asasi Manusia (HAM), suatu individu atau kelompok diklasifikasikan sebagai sebuah objek pelanggaran HAM jika hak dan kebebasannya dilanggar. Pada sisi lain mereka yang menjadi subyek adalah mereka yang melakukan (commit) pelanggaran terhadap hak dan kebebasan individu atau kelompok lain. Walau demikian manusia tersebut bisa juga bertindak sebagai subyek dan obyek sekaligus.
Kita sering diberitakan banyak tuntutan dan desakan agar implementasi kebebasan beragama bukan hanya sebatas hitam diatas putih, melainkan prakteknya tidak boleh diabaikan. Sungguh prihatin melihat persaudaraan yang luntur hanya dikarenakan ‘kita berbeda’. Kesedihan yang mendalam harus dirasakan oleh seorang anak sekolah yang selalu dijauhkan oleh teman-temannya karena agamanya bukan merupakan salah satu agama dari yang diakui.
Aneh kedengarannya menyaksikan orang yang menuntut kebebasannya itu justru dipertanyakan kembali komitmennya disaat ia juga melakukan hal yang sama terhadap yang lain. Praktek-praktek ini semakin mematahkan harapan akan sebuah makna universal toleransi, hanya memunculkan ambivalensi, dan bahkan makna toleransi berangsur-angsur usang.
Defenisi toleransi secara praksis yang ambivalen itu hanya dijadikan sebagai justifikasi dalam mempertahankan kehidupan beragama dan berkeyakinan yang damai tanpa diskriminasi atau pembatasan. Pembatasan yang dimaksud adalah tindakan yang dilakukan melalui sebuah regulasi maupun dalam praktek kehidupan bersosial.
Makna toleransi yang banyak berlaku cenderung terlihat bahwa kelompok yang lebih kecil harus bersikap toleran terhadap kelompok yang mendominasi, tidak universal pemaknaannya. Kelompok minoritas dalam suatu negara, yang awalnya notabene dituntut toleran terhadap kelompok mayoritas, bisa saja bertindak sebaliknya dimana ia bertindak sebagai kelompok yang dominan dalam wilayah tertentu.
Komitmen Beragama dan Berkeyakinan yang Bebas
Pengakuan yang tidak terelakkan lagi bahwa bangsa Indonesia telah mendudukkan kebebasan beragama dalam hukum positif negara sebagai hak setiap warga negara yang harus dihargai dan dijunjungtinggi. Pengakuan tersebut dimulai tiga setengah tahun lebih awal dibandingkan pengakuan dunia yang baru kemudian terjadi pada tanggal 10 Desember 1948 dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) oleh Perserikatan Bangsa-bangsa.
Komitmen ini merupakan salah satu bukti kuat bahwa kesadaran bangsa Indonesia akan penghargaan HAM dan perwujudan Demokrasi sudah melampaui segala bentuk kepentingan sektarian pada saat itu dengan dideklarasikannya Jakarta Charter. Bangunan keberagaman kokoh yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa ini didasarkan pada satu logika yaitu bangsa Indonesia yang bebas dan merdeka tidak hanya diperjuangkan oleh suatu kelompok mayoritas atau minoritas tertentu, melainkan mayoritas bangsa Indonesia yang beragam itulah yang menginginkan kemerdekaan dari penjajahan. Prinsip-prinsip inilah yang kemudian termaktub dalam tatanan hukum positif Indonesia.
Komunitas internasional selalu memberikan apresiasi kepada bangsa Indonesia atas komitmen warga negara untuk berdampingan satu sama lain dengan damai. Seorang advokat HAM Australia pernah sekali berkata kepada saya bahwa Indonesia patut dijadikan model bagi bangsa lain untuk hidup berdampingan (Inter-mingling) dengan damai antar-agama atau keyakinan. Keberagaman yang mulia ini merupakan kekayaan tersendiri yang jarang dimiliki oleh bangsa lain di dunia. Rumah ibadah berdiri kokoh berdampingan dengan rumah ibadah lainnya.
Indonesia hingga saat ini berdiri teguh dikarenakan adanya kesinambungan antara masyarakat yang berbeda. Kesinambungan sosial itu dimunculkan oleh sebuah kesadaran akan “hidup yang saling membutuhkan” satu sama lain. Konflik sosial antara pemeluk agama yang berbeda memang akan selalu terjadi selama perbedaan itu juga masih ada. Perhatian lain juga tersirat dalam sebuah pemaknaan bahwa perbedaan itu juga yang menjadi acuan bangsa Indonesia mayoritas untuk saling belajar, memahami, dan menghargai perbedaan itu. Masih tingginya rasa persaudaraan adalah bukti kuat bahwa bangsa Indonesia belum “gagal” menjalankan komitmennya.
Komitmen dalam persaudaraan bangsa yang berbeda-beda ini terlihat disaat bencana menimpa beberapa wilayah Indonesia. Tsunami tahun 2004 adalah salah satu contoh bahwasanya tonggak keberagaman masih hidup sehat. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bahu-membahu memulihkan suasana, dan menjadi teman bagi mereka yang terkena musibah.
Komitmen dahulu dan saat ini bisa saja tidak akan kita temukan lagi dimasa yang akan datang. Negara memang satu-satunya pihak yang bertanggungjawab sebagai prosekutor untuk terciptanya masyarakat yang adil dan bermartabat lewat penegakan hukum dan pemenuhan HAM bagi semua, akan tetapi warganyalah yang menjadi aktor utama dalam menjaga komitmen itu.
Inter-Faith Diapraxis
Mencintai perbedaan adalah hal yang sangat sulit sifatnya untuk dilakukan, sama halnya dengan mencintai orang yang paling dibenci. Situasi yang majemuk akan selalu menjadi tantangan yang berat untuk bebas dari yang namanya konflik, karena memang konflik itu ada karena perbedaan. Kesalahan fatal jika mengatakan konflik hanya sebuah jawaban akhir dari keputusasaan, justru konflik itu sendiri menjadi sarana untuk belajar memahami mengapa kita berbeda.
Pentingnya dialog antar agama sudah menjadi keharusan bagi penyelesaian konflik sosial itu. Dialog antar umat tidaklah seharusnya dilakukan dengan mengusung perspektif teologi masing-masing. Karena semua agama memiliki dasar teologi masing-masing yang tidak akan memiliki nilai kompromis dengan teologi lain yang seyogiayanya berbeda dari dirinya.
Diapraxis adalah dialog yang mempertemukan kelompok yang berbeda untuk mencari solusi terhadap situasi sosial dan kemanusiaan yang notabene adalah tanggungjawab semua agama ditengah-tengah perbedaan kontekstual teologisnya.
Model diapraxis seperti ini sepatutnya didukung oleh masyarakat Indonesia yang dikenal dunia sebagai bangsa yang religius bahwasanya setiap agama dan keyakinan mengajarkan kasih sayang. Toleransi membutuhkan kasih sayang, bukan semata-mata hanya dimaknakan demi mempertahankan eksistensi. Ini kesempatan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia untuk sungguh-sungguh menjadi bangsa yang religius. Karena ada ungkapan to be religious, must be inter-religious.
Penulis adalah alumni DTP UNSW Sydney.
Film Debtocracy
Resensi Film
Oleh : Kusno

Pada tahun 1997, ketika Indonesia jatuh dalam krisis ekonomi yang hebat, IMF datang menawarkan bantuan. Anehnya, setiap bantuan itu disertai syarat-syarat yang mesti dijalankan oleh pemerintahan nasional. Lebih parah lagi, campur tangan IMF justru membuat utang Indonesia membengkak dua kali lipat.
Lalu pada tahun 1998, seusai Soeharto lengser dari kekuasaan, IMF menyarankan agar pemerintah mengubah utang swasta menjadi utang publik. Sejak itu, APBN Indonesia seperti tersandera oleh utang luar negeri. Bahkan sebagian besar anggaran APBN dipakai untuk membayar utang.
Situasi itu mirip sekali dengan cerita yang diangkat oleh Aris Chatzistefanou dan Katerina Kitidi dalam film dokumenter berjudul “Debtocracy”. Film berdurasi 1 jam 14 menit ini menyingkap secara telanjang penyebab terjadinya krisis utang di Yunani. Di jelaskan pula, dengan pendekatan historis dan analitik, bagaimana dua partai politik, tiga keluarga politisi, dan sejumlah pengusaha membawa negeri ini dalam kebangkrutan.
Aris Hatzistefanou, sang pembuat film ini, berusaha membawa penonton untuk memahami bahwa krisis utang di Yunani sebagai persoalan struktural dalam kapitalisme finansial dan sekaligus problem struktural dari penggabungan euro-zone.
Costas Lapavitsas, ekonom yang menjadi bintang utama film ini, menguraikan bagaimana krisis utang Yunani bermuasal dari krisis struktural kapitalisme sejak tahun 1970-an. Sementara David Harvey, ekonom yang pernah menulis “A Companion to Marx’s Capital”, mengatakan bahwa ini bukan hanya krisis “kapitalisme bebas”, tetapi krisis yang menyangkut kapitalisme sebagai sebuah sistem.
Film ini juga mengulas bagaimana ekonomi zona eropa menghasilkan pembagian yang tidak adil; negara pusat dan negara peripheri. Yunani sendiri termasuk dalam kategori negara peripheri, tempat dimana krisis berlangsung lebih intensif. Sementara negara pusat, khususnya Jerman, tampil sebagai pemenang.
Sistem ekonomi zona eropa ini, pada satu sisi, menciptakan surplus di negara-negara pusat, tetapi pada sisi lain, menciptakan krisis hutang besar-besaran di negara pinggiran (peripheri). “Ini seperti petinju Muhammad Ali dari klas berat melawan klas ringan,” kata Éric Toussaint, Presiden dari Komite untuk Penghapusan Utang Dunia Ketiga (CADTM).
Lebih keren lagi, film ini juga mengulas sejarah kemunculan “odious debt/utang najis”. Konsep odious debt ditemukan oleh Alexander Nahum Sack, bekas menteri dan ahli hukum di bawah pemerintahan Tsar di Rusia. Paska revolusi 1917, ia mengembara ke Eropa dan Amerika Serikat.
Utang disebut “odious debt” jika memeliki kriteria berikut: (1) pemerintahan dari negeri penerima pinjaman menerima bantuan tanpa diketahui dan persetujuan rakyatnya; (2) pinjaman yang diberikan tidak memberi keuntungan kepada rakyat; (3) peminjam mengetahui kondisi di atas tetapi mengabaikannya.
Meski terdengar progressif, bahkan revolusioner, tetapi konsep odious debt pada awalnya ditujukan untuk melayani kepentingan; negeri-negeri imperialis. Pada tahun 1898, ketika AS berhasil mengambil-alih Kuba dari tangan Spanyol, ia tidak mau membayar utang-utang yang ditimpakan oleh kolonialis Spanyol sebelumnya. AS pun mempergunakan konsep “odious debt” untuk menghindari kewajiban utang itu. Ini kembali dipergunakan AS pasca menginvasi Amerika Serikat: AS meminta odious debt atas hutang-hutang era Saddam Husein, supaya tidak memberatkan rejim boneka AS di Irak.
Tetapi film ini tidak sekedar pandai mengurai persoalan. Di bagian akhir film ini digambarkan bagaimana rakyat di dua negara Amerika Latin, yaitu Argentina dan Ekuador, berhasil keluar dari jebakan utang luar negeri. Rakyat di kedua negara itu berhasil mengepung istana pemerintahan dan memaksa presidennya kabur dengan “helikopter”.
Tetapi pengalaman paling menarik ditunjukkan oleh rakyat Ekuador. Selama puluhan tahun Ekuador menjadi pasien berat IMF dan Bank Dunia, bahkan 50% APBN-nya dipergunakan untuk membayar hutang. Rafael Correa, seorang Ph.D di bidang ekonomi Universitas Illinois, tampil kedepan memprotes keadaan itu: ia menolak penggunaan keuntungan minyak untuk membayar utang luar negeri. Bagi Correa, 80% keuntungan minyak mestinya dipergunakan untuk kepentingan rakyat: kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dan lain sebagainya. Rafael Correa memilih mundur sebagai menteri ekonomi pada tahun 2005, ketimbang menjadi “antek IMF dan Bank Dunia”.
Tetapi sejarah berkata lain: pada tahun 2006, Rafael Correa terpilih sebagai presiden Ekuador dengan dukungan rakyat di belakangnya. Ketika menjadi Presiden, ia pun mengumumkan penolakannya membayar utang-utang ekuador yang tidak legitimate.
Lebih maju lagi, Correa pun membentuk semacam “Komite Audit” untuk memeriksa utang luar negeri ekuador: mana yang sah dan mana yang tidak legitimate. Komite Audit ini melibatkan para ahli dan gerakan sosial. Temuan Komite Audit menemukan bahwa sebagian besar utang luar negeri Ekuador adalah tidak legitimate.
Sekarang cara itu dipergunakan pula oleh para aktivis gerakan sosial, intelektual, artist, dan aktivis di Yunani. Komite Audit ini akan memeriksa utang-utang Yunani. Meskipun belum terlihat hasilnya, tetapi setidaknya ini menjadi langkah politik untuk membongkar kedok utang yang dijeratkan oleh pemerintah korup dan elit bisnis eropa.
Film ini sendiri mendapat respon luas di masyarakat. Di Youtube, film ini sudah muncul dengan versi subtitle Inggris dan sudah ditonton ratusan ribu orang. Costas Lapavitsas, ekonom yang menjadi bintang dalam film ini, mengaku mendapat kiriman email dari para petani dan tukang daging dari pedalaman Yunani. Setidaknya, film ini telah membuka mata rakyat Yunani mengenai kebohongan para elit dan media massa mengenai hutang mereka.
Di Portugal, negara yang mengalami hampir bernasib serupa dengan Yunani, aktivis dari partai kiri Left Bloc memutar film ini di studio-studio mini selama kampanye pemilu. Di Barcelona, Spanyol, film ini juga diputar di tengah 4000-an demonstran yang sedang memprotes kebijakan pemerintah.
Dan, bagi saya, film ini sangat relevan untuk ditonton oleh pemirsa Indonesia. Khususnya dalam kerangka melawan imperialisme!
Berita Teknologi Lainnya
Surabaya (ANTARA) – Pemerhati aksara dan bahasa Jawa, Ki Demang Sokowetan, menegaskan bahwa aksara Jawa akan segera menjadi “font” dalam program “windows” terbaru pada komputer buatan Microsoft.
“UNESCO telah membantu kami untuk mendaftarkan aksara Jawa masuk `font` komputer kepada Unicode,” katanya kepada ANTARA di sela-sela Kongres Bahasa Jawa (KBJ) ke-5 di Surabaya, Kamis.
Di sela-sela KBJ-5 yang diikuti 600-an peserta di Surabaya (27-30/11) itu, ia bersyukur Unicode selaku lembaga resmi yang berwenang membuat standar kode pada sistem komputer di seluruh dunia, telah mengakui aksara Jawa masuk dalam “font” komputer.
“Sekarang, kami tinggal menunggu realisasinya dan Microsoft sudah berjanji akan memasukkan dalam windows versi terbaru. Kalau sekarang windows7, ya mungkin nanti windows8 atau versi terbaru sudah ada,” ucapnya.
Menurut dia, UNESCO tertarik untuk membantu karena dunia menganggap aksara Jawa sudah perlu diselamatkan agar tidak punah, karena itu registrasi secara “font” diharapkan akan dapat menjamin hal itu.
“Saya belum tahu kapan dimulainya, karena hal itu tergantung Microsoft, tapi informasinya sekitar dua tahun lagi. Kalau Microsoft sudah, tentu Apple akan mengikuti,” paparnya.
Sebagai pengembang piranti lunak, katanya, Microsoft dan Apple juga sangat berkepentingan dengan aksara Jawa, karena Indonesia merupakan pasar komputer yang dinamis.
“Bahkan, pengembang seluler juga sudah setahun lalu menghubungi saya, karena saya sudah menciptakan `software` Bahasa dan Aksara Jawa sebagai aplikasi Unicode yang sangat mudah dipelajari siapa saja,” tukasnya.
Ia mengatakan siapapun yang menggunakan “software” miliknya akan dapat menulis Bahasa Jawa dengan tepat dan benar, asalkan dia bisa menggunakan program “Ms Word”, karena tinggal aplikasi pada font “Ajisaka”.
“Tapi, saya belum dapat memenuhi keinginan pengembang seluler itu secepatnya, karena saya masih menunggu aplikasi Microsoft dan juga peluncuran software itu,” ujarnya, menjelaskan.
Hingga kini, katanya, banyak teman peneliti asing siap membantu peluncuran “software Jawa” itu di negaranya. “Saya masih berharap peluncuran software Jawa itu ya di Jawa, saya menunggu respons pihak berwenang dulu,” katanya.
Berita Lainnya
- Keren…Aksara Jawa Segera Jadi ‘Font’ dalam Program Windows Terbaru
- Kongres Bahasa Jawa Dimeriahkan Australia dan Belanda
- ‘Jangan Khawatir dengan Masa Depan Bahasa Jawa’
- Program Kesuburan Lahan 2011 Sudah Mendesak
- Ancelotti Bantah Akan Tangani PSG
- Alonso: Ferrari Bangkit di 2012
- Massimo Moratti Tak Akan Kembalikan Scudetto Kepada Juventus
Selasa, 22/11/2011 13:08 WIB
‘Piramida’ di Garut

www.lakubecik.org
(ndr/vit)
- Tim Bencana Katastropik Purba Usulkan Tiga Gunung Jadi Cagar Budaya
- Petakan Bencana, Tim Stafsus Presiden Temukan Situs-situs Purbakala
- Piramida Gunung Lalakon & Atlantis yang Hilang Berkaitan?
- Gunung ‘Piramida’ Lalakon Terkenal Angker dan Jadi Tempat Pesugihan
- Selain Piramida, Warga Juga Heboh Isu Emas di Gunung Lalakon
- Misteri Piramida di Bandung
Turangga Seta, Yayasan ‘Arkeolog’ Mistis Penjelajah Nusantara - Info Piramida di Bandung Berasal dari ‘Bisikan’ Leluhur
- Warga Tolak Penggalian di Gunung Lalakon
- Warga Tolak Penggalian di Gunung Lalakon
- Cara Membuktikan Piramida di Gunung Lalakon
- Peneliti LIPI: Masih Jauh Simpulkan Gunung Lalakon Piramida
- Masih Ragu, Kementerian ESDM Belum Mau Teliti Piramida di Bandung
Rabu, 27/07/2011 12:11 WIB
‘Piramida’ di Bandung

Gunung Lalakon (google earth) Jakarta - Beberapa orang meyakini telah ditemukan sebuah piramida di kawasan Gunung Lalakon, Bandung, Jawa-Barat dan Gunung Saduhurip, Garut, Jawa-Barat. Penemuan itu dikaitkan dengan penemuan atlantis di Nusantara. Namun masih ada pro dan kontra di dalamnya.Untuk menjawab keraguan dan pro kontra yang menyelimuti penemuan ini, rencananya akan digelar diskusi panel oleh para ahli dan pemerhati geologi. Acara akan digelar Kamis (28/7/2011) besok di Universitas Paramadina, Jakarta.Beberapa pembicara yang dijadwalkan hadir adalah Abdul Hadi (Guru Besar Universitas Paramadina), Effendi Ghazali, Radar Panca Dahana (Budayawan/ Pengajar Pasca Sarjana Filsafat-UI), Oman Abdurrahman (Badan Geologi-Kementerian ESDM) dan Okki Oktariadi (Badan Geologi-Kementerian ESDM).Salah satu pembicara, Oman Abdurrahman bersedia menjelaskan lebih dini soal fenomena misterius tersebut. Menurut Oman, memang ada bentuk tatanan alam di Gunung Lalakon dan Gunung Saduhurip yang mirip dengan piramida. Namun, hingga kini masih ada dua pendapat ahli tentang hal itu, satu pihak percaya, lainnya tidak.”Ada orang yang punya hipotesis ada piramida yang dikubur yang disamarkan dengan bentuk gunung. Ada sebagian lagi geolog yang menilai itu bentukan geologi biasa saja,” jelas Oman saat dihubungi detikcom, Rabu (27/7/2011).
Oman mengaku bukan sebagai peneliti utama dalam proyek tersebut. Dia menyebut rekannya di ESDM Engkon Kertapati yang terjun langsung ke lapangan dan memiliki hipotesis khusus.
“Tapi dia riset bukan karena ESDM, dia membawa yayasan Turangga Seta. Dari penelitian sementara mereka dari gambar yang saya lihat memang ada bentukan piramida itu ada,” jelasnya.
Nah, temuan Engkon ini berdasarkan atas hasil penelitian menggunakan metoda geolistrik. Caranya, dengan menghantarkan arus listrik di monitor permukaan gunung.
“Dari arus listrik itu mencerminkan jenis batuan. Hasilnya, diketahui ada rongga-rongga. Kalau dalam keadaan biasa itu tidak ada,” jelasnya.
Saat dikontak, Engkon tidak bisa memberikan keterangan lebih detil soal penelitian ini. Dia mengaku sedang di luar kota sehingga tidak memiliki sinyal yang cukup baik untuk menjawab telepon.
(mad/asy)
Selasa, 22/11/2011 02:06 WIB
‘Piramida’ Tertua
Andi menerangkan, dalam beberapa waktu ke depan, Tim Katastropik Purba akan melakukan paparan ke publik tentang temuan-temuannya tersebut. Tak hanya soal temuan piramida di Garut tersebut, tim ini nantinya juga akan memaparkan temuan istimewa di kawasan Trowulan, Batu Jaya, beberapa lokasi menhir di Sumatera dan lain-lain.
“Ada temuan mencengangkan tentang uji karbon dating pada 3 lapis kebudayaan di kawasan Trowulan yang terlanjur kita sebut Majapahit pada zaman sejarah masehi itu. Juga tentang temuan-temuan lapisan sejarah di Lamri Aceh dan sekitarnya,” terang Andi.
Terhadap temuan ini, sambung Andi, Tim Katastropik Purba juga akan terus berkoordinasi dengan bidang kepurbakalaan, antropologi, arkeologi, pakar budaya, ahli sejarah dan lainnya. D isamping akan terus berkoordinasi lintas ilmu kebumian sehubungan dengan temuan-temuan sejarah bencana-bencana lokal dan global untuk dicari mitigasinya.
Sekedar catatan, beberapa hasil penelitian Tim Katastropik Purba ini telah disampaikan kepada publik. Diantaranya, rekomendasi agar 3 gunung di Jawa Barat yakni Gunung Kaledong, Gunung Putri, dan Gunung Haruman dijadikan sebagai cagar budaya.
Rekomendasi itu atas dasar penelitian melalui metoda ilmu kebumian, meneliti sumber-sumber bencana alam dan melacak informasi dari masa lalu yang berkaitan dengan kejadian bencana alam katastropik.
Obyek penelitian lain yang berada pada jalur-jalur patahan gempabumi dan gunung api di sepanjang Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua, terus dikaji secara ilmiah.
“Hasil penelitian-penelitian lanjutan tentang ini akan disampaikan ke publik,” pungkas Andi.
(mad/mpr)
Rabu, 23/11/2011 14:11 WIB
HebohGunungPiramida

Tim Katastropik Purba menduga ada bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip dekat Wanaraja Garut, Jawa Barat. Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut lebih tua dari Piramida Giza.
Meski demikian, warga desa selama ini hanya mengenal gunung tersebut hanya sebatas gunung biasa. “Ya, sebenarnya sih namanya Gunung Putri, tapi warga di sini mengenal gunung itu Gunung Sadahurip,” lanjutnya.
Warga semula mengira bentuk lancip di puncak Gunung Sadahurip (720 mdpl), merupakan ciri khas biasa sebuah gunung. Tetapi, setelah ramai muncul di media atas pernyataan dari Tim Katastropik Purba yang menduga Gunung Sadahurip merupakan piramida terbesar di dunia, kini warga mulai geger.
Menurut Slamet, puncak Gunung Sadahurip yang berbentuk lancip memiliki 3 garis membentang ke arah lereng gunung sehingga secara sepintas terlihat jelas gunung tersebut seperti piramida. “Memang sejak saya lahir, mungkin warga lainnya pun baru sadar sekarang ternyata gunung itu mirip piramida,” pungkasnya.
(fay/nwk)
JAKARTA – Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief mengatakan bahwa tim katastropik purba yang melakukan penelitian intensif menemukan dugaan adanya bangunan berbentuk piramida di Desa Sadahurip dekat Wanaraja Garut, Jawa Barat menemukan fakta yang cukup mengagetkan.
“Dari hasil penelitian intensif dan uji karbon dipastikan bahwa umur bangunan yang terpendam dalam gunung tersebut lebih tua dari Piramida Giza,” kata Andi dalam pesan singkatnya kepada Okezone, Selasa (22/11/2011).
Andi menambahkan dari beberapa gunung yang di dalamnya ada bangunan menyerupai piramid, setelah diteliti secara intensif dan uji carbon dating, dipastikan umurnya lebih tua dari Piramida Giza.
Sekadar catatan, lanjut Andi, Piramida Giza selama ini dikenal sebagai piramida tertua dan terbesar dari 3 piramida yang ada di Nekropolis Giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 sebelum Masehi.
Dalam beberapa waktu ke depan, Tim Katastropik Purba akan melakukan paparan ke publik tentang temuan-temuannya tersebut. Tak hanya soal temuan piramida di Garut tersebut, tim ini nantinya juga akan memaparkan temuan istimewa di kawasan Trowulan, Batu Jaya, beberapa lokasi menhir di Sumatera dan lain-lain.
“Ada temuan mencengangkan tentang uji carbon dating pada 3 lapis kebudayaan di kawasan Trowulan yang terlanjur kita sebut Majapahit pada zaman sejarah masehi itu. Juga tentang temuan-temuan lapisan sejarah di Lamri Aceh dan sekitarnya,” ungkapnya.
Terhadap temuan ini, sambung Andi, Tim Katastropik Purba juga akan terus berkoordinasi dengan bidang kepurbakalaan, antropologi, arkeologi, pakar budaya, ahli sejarah dan lainnya. Disamping akan terus berkoordinasi lintas ilmu kebumian sehubungan dengan temuan-temuan sejarah bencana-bencana lokal dan global untuk dicari mitigasinya.
“Sekadar catatan, beberapa hasil penelitian Tim Katastropik Purba ini telah disampaikan kepada publik. Di antaranya, rekomendasi agar 3 gunung di Jawa Barat yakni Gunung Kaledong, Gunung Putri, dan Gunung Haruman dijadikan sebagai cagar budaya,” ungkapnya.
Rekomendasi itu atas dasar penelitian melalui metoda ilmu kebumian, meneliti sumber-sumber bencana alam dan melacak informasi dari masa lalu yang berkaitan dengan kejadian bencana alam katastropik.
Obyek penelitian lain yang berada pada jalur-jalur patahan gempabumi dan gunung api di sepanjang Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua, terus dikaji secara ilmiah. “Hasil penelitian-penelitian lanjutan tentang ini akan disampaikan ke publik,” pungkasnya.
Click here to view the original image of 800x532px.


Ini adalah salah satu bukit berbentuk spt Phyramid yg ada di Garut, tepatnya di desa Sakahurip dekat Wanaraja Garut, bukit ini mempunyai bentuk yg unik seperti Pyramid, sangat jelas terlihat keempat sisinya dan keempat sudutnya, bukit ini sudah diuji Geolistrik oleh teman2 dari BPPT dan PVMBG, dan sudah positif bahwa di dalam bukit ini ada batuan Pyramidnya dgn susunan tanah penutup setebal 5 meter lalu batuan dan batu penyusun didalamnya terlihat berongga, Mempunyai 4 sisi dan 4 sudut bujursangkar dan mirip Pyramid, dan ujung atasnya sangat lancip Daerahnya gak pernah longsor meskipun gak ada peohonannya.
—————————————-
Dari mana asal piramida ini ya
kalo ternyata benar berarti indonesia juga memilki peradaban yg sangat tua
Satrio Arismunandar
Executive Producer, News Division Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 – 14 A, Jakarta 12790
Telp: 7917-7000 ext: 3542; Fax: 021-79184558
HP: 0819 0819 9163
http://satrioarismunandar8.blogspot.com
http://facebook.com/satrio.arismunandar
“Courage is not the absence of fear, but rather the judgment that something else is more important than fear.”
(James Hollingsworth)
Bambang Soesatyo Luncurkan Buku Perang Melawan Korupsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo akan meluncurkan buku Perang Melawan Korupsi, Minggu (20/11/2011) siang, di Rumah Makan Bumbu Desa. Beberapa tokoh akan hadir, seperti, capim KPK, Bambang Soesatyo, Yasin Jasin,(Wakil ketua KPK), Romo Benny Soesetyo (Rohaniawan). Achmad Rifai (Mantan Pengacara Bibit-Chandra).
Kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Sabtu (19/11/2011), mengungkapkan, buku ini merupakan refleksi kegundahan dirinya sendiri atas praktik pemberantasan korupsi di Indonesia yang dinilainya tidak serius. “Penanganan kasus korupsi besar hanya heboh dan gaduh di awal, namun sunyi di ujung. Bahkan tidak jarang pada akhirnya anti klimaks dan tidak jelas,” kata Bambang.
Misalnya, kata Bambang, pada kasus M Nazarudin, kasus ini sempat heboh dan gaduh luar biasa. Sampai-sampai presiden pun beberapa kali angkat bicara. Mulai dari nada geram, tangkap! hingga nada lunak, pulanglah! Sejumlah nama besar terungkap. Mulai tokoh partai hingga Menteri.
“Namun hanya pelaku-pelaku kelas teri yang terjerat. Ada indikasi arah kasus ini dieliminir hanya pada Nazaruddin. Tuntutannya pun aneh. Dia hanya dikenakan pasal penerimaan suap, tanpa jelas siapa penyuapnya,” ucap Bambang.
Kasus Nazaruddin, menurutnya, seperti kasus cek pelawat Miranda Gultom, juga gaduh luar biasa. Puluhan politisi ditangkap dengan tuduhan menerima suap, namun penyuapnya hingga kini tidak jelas.
Lebih lanjut, kasus Century dengan bukti-bukti yang lebih dari cukup juga, menurutnya, tidak bergerak maju. “Kita tampak seperti perang-perangan saja dalam pemberantasan korupsi. Padahal presiden SBY berulang-ulang mengatakan, dia akan hunus pedang dan pimpin sendiri perang melawan korupsi. Namun realitas yang terjadi hanyalah perang-perangan, pedang-pedangan, tapi korupsinya beneran!” ungkap Bambang.
“Kita ini seperti berada dalam suatu negara dengan pemimpin dan pejabat yang tidak hanya Cerdas dalam berpidato dan gagah dalam penampilan. Namun juga santun dalam berkorupsi. Akibatnya rakyat tertipu dan korupsi tetap melaju,” lanjutnya, mengkritisi.
Karenanya, tegas Bambang, untuk mengatasinya harus ada langkah-langkah luar biasa dari pemangku kekuasaan dan penegak hukum. “Sebab, kondisi hari ini, selain tuntutan hukuman dan vonis pengadilan rendah dan bahkan ada yang bebas. Pelaksanaan hukumannya pun di penjara tidak membuat para koruptor itu jera. Ada fasilitas wah, ada remisi dan bahkan ada grasi,” kata Bambang.
Solusinya, imbuhnya, harus ada ancaman hukuman maksimal yang membuat siapapun berpikir dua kali untuk korupsi. Misalnya ancaman hukuman mati dan pemiskinan bagi pelaku korupsi. (*)
Berita Internasional Lainnya
Kairo (AFP/ANTARA) – Mesir menutup Piramid Agung Giza pada Jumat untuk menghindari ritual oleh sebuah kelompok yang dikabarkan memiliki rencana untuk menandai tanggal 11/11/11 di lokasi itu, kata seorang pejabat.
Keputusan datang “setelah banyak tekanan” dari pengguna internet Mesir bahwa ritual aneh itu akan diadakan “dalam dinding-dinding piramid pada 11 November 2011,” kata Atef Abu Zahab, kepala Departemen Arkeologi Firaun, kepada AFP.
Dewan Tertinggi Purbakala mengkonfirmasi penutupan situs wisata pada Jumat, dalam sebuah pernyataan yang hanya mengacu pada kebutuhan untuk pemeliharaan setelah periode sibuk selama liburan muslim.
Piramid Cheops adalah yang terbesar dan paling terkenal dari tiga piramid Giza. Ini rumah makam Firaun Khufu, dan merupakan satu-satunya yang masih bertahan dari tujuh keajaiban dunia kuno.
Numerologists cemas menunggu Jumat, ketika keselarasan digital
terjadi pada 11:11 pagi, yang sebagian orang percaya akan menyebabkan kejadian yang tidak biasa.
Ribuan orang berencana untuk bertemu pada waktu itu di seluruh dunia untuk tarian seremonial, dan beberapa halaman dikhususkan untuk tanggal itu telah muncul di situs jejaring sosial Facebook.
Beberapa menghubungkan angka 11 terhadap kekuatan paranormal yang menyediakan saluran komunikasi dengan alam bawah sadar, yang lain melihat hubungan mistis antara angka dan bencana, seperti serangan 9/11 di Amerika Serikat.
Warisan Adiluhung : Ngelmu Rasa
Saturday, November 20, 2010



Perbesar Foto





Recent Comments