
Ki Demang

Ki Demang

MAKASSAR – Direktur Utama Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Cahya Harefa menyatakan jika korupsi di Indonesia sudah memasuki kejahatan luar biasa dan membutuhkan penanganan yang serius.
“Korupsi di Indonesia sangat parah, sudah menjadi kejahatan luar biasa. Korupsi juga telah merambah dari tingkat kebijakan dan ruang lingkupnya juga makin luas,” tegasnya dalam acara pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di Makassar, Rabu (10/4).
Ia mengatakan, korupsi yang terjadi di Indonesia sudah merambah pada semua sektor mulai dari bidang pendidikan, kehutanan hingga tataran ketahanan pangan. Dampak dari korupsi itu bisa dirasakan dalam jangka pendek dan jangka panjang.
“Korupsi ini harusnya menjadi musuh dari setiap orang karena dampaknya dirasakan mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang dan tidak tanggung-tanggung hampir di semua sektor terjadi kejahatan, mulai dari pendidikan, kehutanan hingga ketahanan pangan,” katanya.
Cahya mengatakan, korupsi yang mengakibatkan kerugian negara tidak pernah dibenarkan dalam bentuk apapun. Untuk mencapai hasil yang baik, dibutuhkan proses yang baik. Maka dari itu, Pemprov Sulsel bisa menjadi proyek percontohan bagi KPK dalam hal pencegahan korupsi.
Dengan dijadikannya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai “pilot project” pencegahan korupsi, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo kemudian mencanangkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang akan diterapkan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
“Agenda ini sangat penting, tentunya kami berkomitmen untuk menghadirkan proses pemerintahan yang baik dan jauh dari praktek-praktek yang mengarah korupsi,” tegas Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Pencanangan WBK dan WBBM dilakukan di Hotel Sahid, yang ditandatangani langsung oleh Bupati dan Wali Kota serta Wakil Bupati se-Sulsel, disaksikan Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Aswar Abubakar, Dirut LHKPN KPK RI Cahya Harefa.
Sejumlah Bupati, Wali Kota dan Wakil Bupati menandatangi piagam perencanaan zona integritas menuju WBK dan WBBM serta setuju melakukan pencegah tindakan korupsi di pemerintahan daerah.
Syahrul mengatakan pencanangan yang dilakukan Pemprov Sulsel sebagai bentuk tindak lanjut dari Peraturan Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 60 tahun 2012 tentang pedoman pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan Pemerintah Daerah.
Menurut dia, pencanangan zona integritas itu sangat penting dan strategis karena dapat memberi penegasan terhadap komitmen bersama untuk membangun integritas sehingga percegahan terhadap tindakan dan pratek korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan bisa diantisipasi.
Apalagi hal tersebut juga masuk dalam agenda 100 hari kerja dirinya sebagai Gubernur Sulsel di periode kedua ini. Dirinya bertekad selama kepemimpinannya tidak terjadi praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) hingga seterusnya.
Icha RastikaPenyidik KPK menggiring pria yang diduga ditangkap tangan ke Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4/2013).
JAKARTA, KOMPAS.com – Pebalap era 90-an Asep Hendro yang juga pemilik brand Asep Hendra Racing Sport (AHRS) mengaku beberapa kali dimintai uang oleh pegawai pajak Pargono Riyadi. Asep sempat tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pargono dan tiga orang lainnya. Namun, Asep dibebaskan karena dianggap tidak terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.
“Saya memang beberapa kali dimintakan duit oleh dia (Pargono), padahal saya sudah mengurus pajak sesuai aturan,” kata Asep, saat meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/4/2013) dini hari.
Asep juga membenarkan kalau dirinya menjadi korban pemerasan oleh Pargono. Dia pun bersyukur dibebaskan penyidik KPK setelah diperiksa seharian. Sementara Asep dan tiga orang lainnya dibebaskan, Pargono ditetapkan KPK sebagai tersangka.
Penyidik pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Pajak ini diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dengan memeras wajib pajak, yakni Asep. Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan, Pargono diduga memeras Asep dengan mengatakan kalau pembayaran pajak pribadi yang dilakukan Asep bermasalah.
“Jadi AH (Asep Hendro) ini mengaku sudah melakukan pembayaran pajak sesuai dengan yang ditentukan tetapi diduga PR ini memeras seolah-olah pembayaran pajak yang dilakukan oleh AH ini bermasalah sehingga harus membayar sesuatu besaran kepada PR (Pargono Riyadi)” ungkap Johan.
Kini, KPK menahan Pargono di Rumah Tahanan Jakarta Timur yang berlokasi di basement Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Pargono ke luar Gedung KPK dan dibawa dengan mobil tahanan sekitar pukul 23.59 WIB. Saat memasuki mobil tahanan, Pargono yang tampak mengenakan baju putih tahanan KPK ini bungkam.
Berita terkait kasus ini dapat diikuti dalam topik:
KPK Tangkap Pegawai Pajak
Diamanty Meiliana | Rabu, 10 April 2013 – 14:41:22 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (10/4) dini hari, kembali menangkap satu orang lagi terkait kasus dugaan suap pegawai Direktorat Jenderal Pajak.
Pria yang mengenakan jaket kulit warna gelap dan membawa satu tas selempang dibawa masuk ke gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, oleh penyidik sekitar pukul 00.30 WIB.
Pria itu diketahui bernama Wawan, karyawan Asep Hendro Racing Sport (AHRS), perusahaan penjualan otomotif. Dia ditangkap di Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Dengan demikian, hingga pagi ini KPK telah menangkap empat orang yang diduga melakukan transaksi serah terima uang terkait pengurusan pajak. Keempatnya kini dalam pemeriksaan 1 x 24 jam sebelum ditentukan menjadi tersangka atau dilepas.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany kepada SH di Jakarta, Rabu pagi ini, menyatakan pihaknya segera memecat pegawai pajak yang terlibat dalam kasus tersebut. “Yang pasti yang bersangkutan segera kami pecat. Sudah tertangkap tangan terima Rp 125 juta, mau apalagi,” ujarnya.
Terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Rabu pagi ini, mengatakan, proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga belum ada keputusan apakah keempatnya ditahan atau tidak. Dia mengakui satu pelaku baru bernama Wawan berhasil dibekuk di Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada Rabu dini hari. Wawan diketahui sebagai manajer di perusahaan AHRS.
Sebelumnya, KPK telah menangkap satu penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Pusat (Kanwil DJP Jakpus) bernama Pargono Riyadi dalam operasi tangkap tangan, Selasa (9/4) sore. Pargono menerima uang Rp 125 juta dari kurir bernama Rukimin Tjahyono alias Andreas.
Andreas diduga mewakili Asep Hendro, pengusaha otomotif AHRS. Pargono selaku PPNS dengan golongan IVB diduga memeras Asep selaku wajib pajak. Menurut informasi yang dikumpulkan, commitment fee dalam pengurusan pajak Asep bernilai total hingga Rp 600 juta.
“Diduga pemberian itu terkait dengan upaya pengurusan pajak pribadi. Masih dikembangkan sejauh mana, apakah ini suap apakah ini pemerasan. Status yang masih ditangkap adalah terperiksa. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan apakah bukti-bukti tadi sudah cukup kuat untuk menetapkan status hukumnya,” kata Johan.
Johan menegaskan pihaknya belum memutuskan apakah kasus ini dilimpahkan ke aparat penegak hukum lainnya atau ditangani sendiri. Meski begitu, menurut Johan, KPK bisa menangani tindak pidana korupsi yang dilakukan penyidik PNS.
Penangkapan kembali pegawai pajak dalam kasus korupsi dinilai masih lemahnya pengawasan oleh Ditjen Pajak. Menurutnya, kerja sama KPK dengan Ditjen Pajak sebatas pengawasan dan perluasan pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).
Apalagi yang tertangkap adalah penyidik PNS pada Ditjen Pajak yang seharusnya bekerja mengawasi perilaku menyimpang pegawai pajak. Seperti diketahui, Ditjen Pajak memiliki direktorat kepatuhan internal dan transformasi sumber daya (KITSDA).
“Kerja sama KPK dengan Ditjen Pajak kan di perluasan pelaporan LHKPN dan pengawasan bersama KITSDA. Pengawasan belum sepenuhnya berhasil. Padahal remunerasi sudah tinggi,” katanya.
Tiga tim penyidik diturunkan untuk menangkap pelaku transaksi serah terima uang tersebut. Satu tim menangkap Pargono dan Andreas di Lorong Selatan Stasiun Kereta Gambir, Jakarta Pusat. Uang dalam transaksi tersebut tersimpan dalam kantong plastik kresek berwarna putih. Satu tim menangkap Asep di kediaman sekaligus kantornya yang beralamat di Jalan Tole Iskandar 162, Depok, Jabar.
Andreas, kata Johan, melakukan perlawanan sehingga dipakaikan borgol ketika tiba di kantor KPK sekitar pukul 17.20 WIB. Pargono tiba selang lima menit setelahnya. Sementara itu Asep tiba pukul 18.01 WIB.
Potensi Penyelewengan
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Fuad Rahmany kepada SH di Jakarta, Rabu pagi ini, mengakui pihaknya sampai saat ini masih banyak menerima laporan soal dugaan penyuapan yang melibatkan pegawai pajak. Laporan tidak hanya masuk ke Ditjen Pajak, tetapi juga beberapa di antaranya langsung dilaporkan ke KPK.
Ia menyatakan, kendati program pembersihan di instansinya terus digalakkan, potensi penyelewengan yang dilakukan anak buahnya akan selalu ada.
“Pegawai pajak itu jumlahnya 30.000-an. Jangan berharap mereka jadi malaikat semua. Potensi menerima suap akan terus ada dan polanya selalu akan begini. Kami sendiri senang nangkap yang begini-begini. Laporan ke kami pun banyak, walaupun kami tak selalu bisa membuktikannya,” katanya.
Fuad mengungkapkan, minggu lalu saja, pihaknya baru menangkap pegawai pajak di kantor pajak Semarang, Jawa Tengah, yang menerima suap dari wajib pajak senilai Rp 50 juta.
“Dengan surpervisi dari KPK, kami menangkap yang bersangkutan saat ambil uang di ATM. Kasus suap yang melibatkan pegawai pajak dan pengusaha memang selalu terjadi. Karena itu pengusaha yang seperti ini harus juga dibersihkan agar tak ada lagi yang berani nyuap,” tuturnya.
Terkait dengan kasus tangkap tangan oleh KPK atas dugaan suap yang melibatkan pegawai pajak Pragono Riady, Fuad memberikan apresiasi yang tinggi kepada KPK. Menurutnya, kasus ini murni inisiatif KPK.
Pihaknya baru diinformasikan KPK sesaat sebelum melakukan penangkapan. Fuad pun menyerahkan lanjutan sepenuhnya kasus ini ke KPK. Ia hanya berkomiten untuk membantu kerja KPK, jika komisi antirasuah itu membutuhkan keterangan lain dari Ditjen Pajak.
Saat dimintai komentarnya soal kasus ini, Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinagoro menanggapi dingin. Menurutnya, kasus seperti ini sudah tidak aneh lagi. Menurutnya, kasus-kasus yang melibatkan pemain kelas teri ini kerap hanya digunakan untuk mengalihkan isu-isu besar saat ini.
“Jangan terbawa isu bodoh. Pegawai pajak kelas teri ini nekat tetap korupsi karena miskin keteladanan. Koruspi yang besar-besar justru dilindungi. Jangan-jangan yang besar-besar itu malah menjadi ATM para penegak hukum,” tuturnya.(Faisal Rachman)
Sebenarnyan, Sunda bukanlah nama suatu suku melainkan adalah Agama pada masa dahulu yang arti dari kata-kata Sunda adalah:
“su” artinya adalah abadi atau sejati
“na”artinya adalah api
“da”artinya besar atau agung
Jadi makna dari Sunda adalah “api abadi yang agung(yaitu MATAHARI”
Sebenarnya Agama Sunda telah tertebar luas di seluruh dunia dan Agama Sunda adalah agama tertua di antara semua Agama sejak islam,kristen, DLL ada
Agama Sunda sudah di lupakan. Sunda adalah Dewa Cahaya Matahari itu Abadi yang selalu menyinari kita semua. Agama Sunda yang mengajari penghormatan bendera, DLL
Sejak Agama Sunda telah tak ada Sunda Sijadikan
GUNUNG GEDE BITU ATAU TELAGA BEDAH ADALAH TERUNGKAPNYA RAHASIA
█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█▀▀║█║║║█▀█║█▀█║█▀█║█
█║█║█║║║█║█║█▀█║█▄█║█
▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀▀▀
▀▀█║█▀█║█║▀▀█
█▀▀║█║█║█║▀▀█
▀▀▀║▀▀▀║▀║▀▀▀
PERHATIKAN TRISULAKATA DENGAN 9 HURUF YG TDK SALING MENGHILANGKAN
INSOEN~DIA (Hubungan Diri Dengan Tuhan)
INI~SOENDA (Kehidupan Ini Namanya Sunda)
IN~DONESIA (Dalam Kelimpahan Rahmat Tuhan)
█║█▀█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█║█▀█
█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀║▀
█║█▀█║█║█▀▀║█▀█║█▀║█▀█║█▀▄║█▀█
█║█║█║█║▀▀█║█║█║█▀║█║█║█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀║▀▀▀║▀▀▀║▀▀║▀║▀║▀▀║║▀║▀
█║█▀█║█▀▄║█▀█║█▀█║█▀║█▀▀║█║█▀█
█║█║█║█║█║█║█║█║█║█▀║▀▀█║█║█▄█
▀║▀║▀║▀▀║║▀▀▀║▀║▀║▀▀║▀▀▀║▀║▀║▀
Sunda sesungguhnya Global BUKAN ETNIS, Etnis berasal dari kata Et~Nusa atau Pulau
Tidak pernah ada Pulau Sunda, Karena Sunda NAMA DUNIA.
SUNDA MILIK KITA SEMUA, Berpusat di PARAHYANGAN TENGAH,
Disebut juga SUNDAPURA SURALAYA.
SUNDA ADALAH FITRAH DAN JANGAN COBA DIPUNGKIRI
KARENA SELURUH ASET DUNIA MILIK SUNDA
(Sumber: Buku Sunda Menbedah Zaman, Karangan: Mandalajati Niskala berikut
penjelasan dlm Cuplikan Buka SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21 dari berbagai sumber lainnya)
::EMBAH JAMBRONG
Subject: [padhang-mbulan] Quraish Shihab: Selamat Natal Menurut Al-Qur’an
Oleh: Dr. M. Quraish Shihab
Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: “Ada anak sungai di bawahmu, goyangkan pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum, dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: “Aku bernazar tidak bicara.”
“Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan pezina”, demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya.
Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat, serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali.”
Itu cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Dengan demikian, Al-Quran mengabadikan dan merestui ucapan selamat Natal pertama dari dan untuk Nabi mulia itu, Isa a.s.
Terlarangkah mengucapkan salam semacam itu? Bukankah Al-Quran telah memberikan contoh? Bukankah ada juga salam yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, keluarga Ilyas, serta para nabi lainnya? Setiap Muslim harus percaya kepada Isa a.s. seperti penjelasan ayat di atas, juga harus percaya kepada Muhammad saw., karena keduanya adalah hamba dan utusan Allah. Kita mohonkan curahan shalawat dan salam untuk mereka berdua sebagaimana kita mohonkan untuk seluruh nabi dan rasul. Tidak bolehkah kita merayakan hari lahir (natal) Isa a.s.? Bukankah Nabi saw. juga merayakan hari keselamatan Musa a.s. dari gangguan Fir’aun dengan berpuasa ‘Asyura, seraya bersabda, “Kita lebih wajar merayakannya daripada orang Yahudi pengikut Musa a.s.”
Bukankah, para Nabi bersaudara hanya ibunya yang berbeda? Seperti disabda-kan Nabi Muhammad saw.: Bukan-kah seluruh umat bersaudara? Apa salahnya kita bergembira dan menyambut kegembiraan saudara kita dalam batas kemampuan kita, atau batas yang digariskan oleh anutan kita? Demikian lebih kurang pandangan satu pendapat.
Banyak persoalan yang berkaitan dengan kehidupan Al-Masih yang dijelaskan oleh sejarah atau agama dan telah disepakati, sehingga harus diterima. Tetapi, ada juga yang tidak dibenarkan atau diperselisihkan. Di sini, kita berhenti untuk merujuk kepercayaan kita.
Isa a.s. datang mermbawa kasih, “Kasihilah seterumu dan doakan yang menganiayamu.” Muhammad saw. datang membawa rahmat, “Rahmatilah yang di dunia, niscaya yang di langit merahmatimu.” Manusia adalah fokus ajaran keduanya; karena itu, keduanya bangga dengan kemanusiaan.
Isa menunjuk dirinya sebagai anak manusia, sedangkan Muhammad saw. diperintahkan oleh Allah untuk berkata: “Aku manusia seperti kamu. Keduanya datang membebaskan manusia dari kemiskinan ruhani, kebodohan, dan belenggu penindasan. Ketika orang-orang mengira bahwa anak Jailrus yang sakit telah mati, Al-Masih yang menyembuhkannya meluruskan kekeli-ruan mereka dengan berkata, “Dia tidak mati, tetapi tidur.” Dan ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya putra Muhammad, orang berkata: Matahari mengalami gerhana karena kematiannya. Muhammad saw. lalu menegur, “Matahari tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehahiran seorang.” Keduanya datang mem-bebaskan manusia baik yang kecil, lemah, dan tertindas, dhuâfaâ dan al-mustadhâ’affin dalam istilah Al-Quran.
Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih? Bukankah ini sebagian dari kandungan Kalimat Sawaâ (Kata Sepakat) yang ditawarkan Al-Quran kepada penganut Kristen (dan Yahudi (QS 3:64)? Kalau demikian, apa salahnya meng-ucapkan selamat natal, selama akidah masih dapat dipelihara dan selama ucapan itu sejalan dengan apa yang dimaksud oleh Al-Quran sendiri yang telah mengabadikan selamat natal itu?
Itulah antara lain alasan yang membenar-kan seorang Muslim mengucapkan selamat atau menghadiri upacara Natal yang bukan ritual. Di sisi lain, marilah kita menggunakan kacamata yang melarangnya.
Agama, sebelum negara, menuntut agar kerukunan umat dipelihara. Karena-nya salah, bahkan dosa, bila kerukunan dikorbankan atas nama agama. Tetapi, juga salah serta dosa pula, bila kesucian akidah ternodai oleh atau atas nama kerukunan.
Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah sangat jelas, dan tidak juga rinci. Itu semula untuk menghindari kerancuan dan kesalahpahaman. Bahkan Al-Q!uran tidak menggunakan satu kata yang mungkin dapat menimbulkan kesalah-pahaman, sampai dapat terjamin bahwa kata atau kalimat itu, tidak disalah-pahami. Kata “Allah”, misalnya, tidak digunakan oleh Al-Quran, ketika pengertian semantiknya yang dipahami masyarakat jahiliah belum sesuai dengan yang dikehendaki Islam.
Kata yang digunakan sebagai ganti ketika itu adalah Rabbuka (Tuhanmu, hai Muhammad). Demikian terlihat pada wahyu pertama hingga surah Al-Ikhlas. Nabi saw. sering menguji pemahaman umat tentang Tuhan. Beliau tidak sekalipun bertanya, “Di mana Tuhan?” Tertolak riwayat yang menggunakan redaksi itu karena ia menimbulkan kesan keberadaan Tuhan pada satu tempat, hal yang mustahil bagi-Nya dan mustahil pula diucapkan oleh Nabi. Dengan alasan serupa, para ulama bangsa kita enggan mengguna-kan kata “adaâ” bagi Tuhan, tetapi “wujud” Tuhan.
Natalan, walaupun berkaitan dengan Isa Al-Masih, manusia agung lagi suci itu, namun ia dirayakan oleh umat Kristen yang pandangannya terhadap Al-Masih berbeda dengan pandangan Islam. Nah, mengucapkan “Selamat Natal” atau menghadiri perayaannya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan dapat mengantar kepada pengaburan akidah. Ini dapat dipahami sebagai pengakuan akan ketuhanan Al-Masih, satu keyakinan yang secara mutlak bertentangan dengan akidah Islam. Dengan kacamata itu, lahir larangan dan fatwa haram itu, sampai-sampai ada yang beranggapan jangankan ucapan selamat, aktivitas apa pun yang berkaitan dengan Natal tidak dibenarkan, sampai pada jual beli untuk keperluan Natal.
Adakah kacamata lain? Mungkin!
Seperti terlihat, larangan ini muncul dalam rangka upaya memelihara akidah. Karena, kekhawatiran kerancuan pemahaman, agaknya lebih banyak ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan kabur akidahnya. Nah, kalau demikian, jika ada seseorang yang ketika mengucapkannya tetap murni akidahnya atau mengucapkannya sesuai dengan kandungan “Selamat Natal” Qurani, kemudian mempertimbangkan kondisi dan situasi di mana hal itu diucapkan, sehingga tidak menimbulkan kerancuan akidah baik bagi dirinya ataupun Muslim yang lain, maka agaknya tidak beralasan adanya larangan itu. Adakah yang berwewenang melarang seorang membaca atau mengucapkan dan menghayati satu ayat Al-Quran?
Dalam rangka interaksi sosial dan keharmonisan hubungan, Al-Quran memperkenalkan satu bentuk redaksi, di mana lawan bicara memahaminya sesuai dengan pandangan atau keyakinannya, tetapi bukan seperti yang dimaksud oleh pengucapnya. Karena, si pengucap sendiri mengucapkan dan memahami redaksi itu sesuai dengan pandangan dan keyakinannya. Salah satu contoh yang dikemukakan adalah ayat-ayat yang tercantum dalam QS 34:24-25. Kalaupun non Muslim memahami ucapan “Selamat Natal” sesuai dengan keyakinannya, maka biarlah demikian, karena Muslim yang memahami akidah-nya akan meng-ucapkannya sesuai dengan garis ke-yakinannya. Memang, kearifan dibutuh-kan dalam rangka interaksi sosial.
Tidak kelirulah, dalam kacamata ini, fatwa dan larangan itu, bila ia ditujukan kepada mereka yang dikhawatirkan ternodai akidahnya. Tetapi, tidak juga salah mereka yang membolehkannya, selama pengucapnya bersikap arif bijaksana dan tetap terpelihara akidahnya, lebih-lebih jika hal tersebut merupakan tuntunan keharmonisan hubungan.
Dostojeivsky (1821-1881), pengarang Rusia kenamaan, pernah berimajinasi tentang kedatangan kembali Al-Masih. Sebagian umat Islam pun percaya akan kedatangannya kembali. Terlepas dari penilaian terhadap imajinasi dan kepercayaan itu, kita dapat memastikan bahwa jika benar beliau datang, seluruh umat berkewajiban menyambut dan mendukungnya, dan pada saat kehadir-annya itu pasti banyak hal yang akan beliau luruskan. Bukan saja sikap dan ucapan umatnya, tetapi juga sikap dan ucapan umat Muhammad saw. Salam sejahtera semoga tercurah kepada beliau, pada hari Natalnya, hari wafat dan hari kebangkitannya nanti.
Jakarta (ANTARA) -Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, bagi seorang umat Islam menyampaikan ucapan selamat kepada kalangan umat Nasrani yang merayakan Natal tak menjadi persoalan dan itu merupakan hal biasa.
Pernyataan Menag itu menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang disampaikan KH Ma`ruf Amin bahwa menyampaikan ucapan selamat Natal kepada umat Nasrani yang sedang merayakan hari Natal disebut sebagai perbuatan haram.
Di tengah berlangsungnya Konferensi Internasional tentang Fatwa Tahun 2012 di Jakarta, Senin, Menag menjelaskan bahwa hal itu tak menjadi persoalan karena disampaikan di luar kontek ritual. Bukan ketika disampaikan dalam suasana ritual Natal.
Pendapat berbeda antara MUI dan Kemenag itu, menurut dia, bisa saja terjadi. Hal itu dilatarbelakangi oleh referensi hukum yang berbeda-beda. Sumber hukum Islam adalah Al Qur`an, Sunnah, dan pendapat para ulama.
Pihaknya harus menghormati adanya perbedaan tersebut. Tetapi bagi Suryadharma Ali menyampaikan ucapan seperti itu tidaknya menjadi persoalan.
Terlebih “Indonesia yang pluralistik, perlu membangun semangat toleransi”.
“Ini kan bukan ritual,” kata Suryadharma Ali.
Di sisi lain ia menjelaskan bahwa selama ini ucapan tersebut tak menjadi persoalan. Ketika umat Hindu merayakan hari besarnya, banyak umat Islam pun menyampaikan ucapan selamat. Demikian pula saat Buddha dan Kong Hu Cu. Tak ada persoalan di situ. Semua itu menggambarkan semangat toleransi dan Indonesia yang terikat dalam kebinekaan.(tp)
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq menilai sikap beberapa tokoh Islam di Indonesia yang memberi ucapan Natal kepada Umat Kristiani jelas-jelas menjerumuskan umat Islam.
“Sikap Tokoh Islam yang mengikuti Natal jelas bisa menjerumuskan umat,” kata Rizieq dikutip Tribunnews.com, Senin (24/12/2012), dari opini Habib Rizieq di situs FPI.
Menurut dia tidak ada alasan bagi tokoh Islam untuk menghalalkan Natal dengan dalih asal aqidah kuat.
“Bahkan ketokohan mereka semestinya membuat mereka lebih hati-hati dalam bersikap, karena mereka adalah teladan yang akan diikuti umat yang kebanyakan beraqidahkan lemah,” kata Rizieq.
Dikatakan belakangan ini tampil sejumlah “Tokoh Islam” yang menggulirkan “Fatwa” bahwa Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya boleh dengan menyampaikan sejumlah argumentasi yang dinilainya tidak lepas dari manipulasi hujjah dan korupsi dalil.
“Fatwa Kontroversial mereka tersebut sangat digandrungi oleh kaum Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), bahkan dijadikan Rujukan Utama hingga kini. Fatwa aneh tersebut telah menebar syubhat yang melahirkan fitnah di tengah umat Islam,” kata dia.
Bismillahir Rahmanir Rahim
Saya mengucapkan selamat hari lahir Isa Al-Masih bagi semua bangsa yang tertindas di dunia, pengikut Masihi dan juga kaum Nasrani. Pada Isa al Masih semuanya adalah mukzijat. Satu mukjizat, beliau lahir dari ibu yang perawan. Satu mukjizat, beliau berbicara dalam buaian. Satu mukjizat, beliau membawa kedamaian, penyembuhan dan spiritualitas bagi manusia. Semuanya adalah mukjizat, dan semua anbiya’ adalah mukjizat, dan semuanya datang untuk membentuk manusia. Semua menginginkan manusia berjalan di jalan lurus Ilahi, semua menginginkan agar manusia hidup dalam lingkungan damai, sejahtera dan bersaudara.
Ini adalah misi Petugas Ilahi untuk membawa manusia dari dunia ini menuju ke dunia yang tinggi, yang juga merupakan tugas para ruhaniawan di setiap bangsa, ruhaniawan Masihi atau Nasrani, ruhaniawan Muslim dan ruhaniawan Yahudi, semua ruhaniawan. Tugas itu mengikuti misi para nabi. Dari merekalah tugas mentarbiyah (mendidik) manusia dan agar mendapatkan kedamaian dan ketentraman bagi setiap manusia. Para ruhaniawan lah yang menjadi frontier untuk berada di dalam organ anbiya’ yaitu wahyu Ilahi. Para ruhaniawan memiliki tugas lebih dari pada setiap tugas yang dimilki orang awam. Satu tanggung jawab Ilahi. Ruhaniawan bertanggung jawab di hadapan para nabi dan juga Allah. Mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan pelajaran para nabi kepada masyarakat, membimbing tangan masyarakat dan menyelamatkan mereka dari semua derita ini.
Bismillahir Rahmanir Rahim
Saya mengucapkan selamat hari lahir Isa Al Masih bagi semua bangsa yang tertindas di dunia, pengikut Masihi dan juga kaum Nasrani. Pada Isa al Masih semuanya adalah mukzijat. Satu mukjizat, beliau lahir dari ibu yang perawan. Satu mukjizat, beliau berbicara dalam buaian. Satu mukjizat, beliau membawa kedamaian, penyembuhan dan spiritualitas bagi manusia. Semuanya adalah mukjizat, dan semua anbiya adalah mukjizat, dan semuanya datang untuk membentuk manusia. Semua menginginkan manusia berjalan di jalan lurus Ilahi, semua menginginkan agar manusia hidup dalam lingkungan damai, sejahtera dan bersaudara.
POLITIK JEMBATAN EMAS PANCASILA
Deborah Zabarenko | Reuters
WASHINGTON (Reuters) – Jika Anda ingin melihat dampak perubahan iklim terhadap masyarakat modern, sebuah penelitian menemukan contohnya pada peradaban Maya kuno, yang hancur karena kelaparan, perang, dan jatuh saat pola cuaca hujan berkepanjangan berubah menjadi kekeringan.
Sebuah tim peneliti internasional mengumpulkan catatan iklim yang mendetail selama 2000 tahun tentang pola cuaca basah dan kering dari kawasan yang kini diketahui sebagai negara Belize, dulunya kota-kota Maya berkembang di situ dari tahun 300 sampai 1000.
Dengan menggunakan data yang terkunci di stalagmit — deposit mineral yang tertinggal dari tetesan air di gua-gua — dan data arkeologi yang dibuat oleh orang-orang Maya, tim ini kemudian melaporkan temuannya di jurnal Science, Kamis.
Tak seperti tren pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, termasuk emisi gas rumah kaca, perubahan iklim di Amerika Tengah saat hancurnya peradaban Maya terjadi karena pola cuaca yang berubah-ubah dengan dahsyat secara alami.
Pola cuaca yang berubah-ubah ini membawa kelembaban tinggi, yang mendorong pertumbuhan peradaban Maya, dan periode kering yang membawa kemarau panjang serta kekeringan selama berabad-abad, kata penulis utama laporan tersebut, Douglas Kennett, antropolog di Penn State University.
Pada periode basah, pertanian berkembang besar, populasi pun bertambah di pusat-pusat kebudayaan Maya, kata Kennett lewat wawancara telepon. Pada masa ini juga terjadi penguatan peran raja di pusat-pusat peradaban, mereka mengklaim bisa mendatangkan hujan yang kemudian membawa kesejahteraan. Mereka pun melakukan upacara korban persembahan agar cuaca tetap mendukung pertanian.
Analogi dengan peradaban modern
Saat musim hujan beralih ke kemarau pada tahun 660, kata Kennett, kekuasaan dan pengaruh para raja itu runtuh, dan berdampak pada perang yang semakin sering terjadi karena perebutan sumber daya alam makin terbatas.
“Anda bisa membayangkan orang-orang Maya terjebak,” kata dia. “Idenya adalah para raja ini memastikan hujan tetap datang, mereka menjaga semuanya teratur, dan semuanya baik-baik saja jika Anda di periode musim hujan..tapi saat keadaan menjadi buruk, dan para raja ini membuat persembahan, tapi tak ada yang berubah, maka orang pun mulai bertanya-tanya kenapa para raja ini berkuasa.”
Kejatuhan politik raja-raja Maya terjadi pada tahun 900, saat kemarau berkepanjangan mulai memberontak terhadap kekuasaan mereka. Namun populasi Maya bertahan selama seabad kemudian, saat kekeringan dahsyat bertahan dari tahun 1000 sampai 1100 dan memaksa orang-orang Maya meninggalkan pusat-pusat populasi terbesar mereka.
Bahkan di puncak peradaban Maya, manusia memiliki efek terhadap lingkungannya, kata Kennett, terutama dengan pertanian yang menyebabkan terjadinya erosi. Pada musim kemarau panjang, orang-orang Maya pun melakukan intensifikasi pertanian.
Saat iklim di kawasan tersebut berubah menjadi kering dalam sebuah pola panjang yang disebut zona konversi intertropikal, maka itu memperparah dampak kerusakan lingkungan akibat manusia, kata Kennett.
“Ada analogi di sini yang bisa kita tarik ke konteks modern dan harus kita khawatirkan” di Afrika dan Eropa, kata dia.
Jika ada perubahan iklim yang mengabaikan sistem pertanian di sebuah daerah, maka bisa terjadi kelaparan, ketidakstabilan sosial, dan peperangan yang kemudian melibatkan populasi lain, kata dia — sama halnya yang terjadi di peradaban Maya.
Jakarta, NU Online
Para pecinta warisan sejarah Islam dan sebagian warga lokal Saudi Arabia terkejut dengan banyaknya warisan sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dibuldoser, diantaranya untuk membuat pusat perbelanjaan yang megah, hotel mewah dan gedung pencakar langit. Berdasarkan estimasi Gulf Institute 95 persen bangunan yang berumur 1,000 tahun telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir.
Di Masjidil Haram Makkah, tempat paling suci bagi umat Islam dimana seluruh umat Islam diperlakukan sederajat, sekarang dibayangi oleh Jabal Omar, sebuah komplek pengembangan apartemen pencakar langit, hotel dan sebuah menara jam yang sangat besar.
Untuk membangunnya, pemerintah Saudi menghancurkan benteng Ajyad yang ada sejak era Ottonom dan bukit yang ada di sekitarnya. Bangunan bersejarah lain yang hilang meliputi tempat kelahiran Rasulullah, yang sekarang menjadi perpustakaan, dan rumah Khadijah, istri pertama Nabi, yang sekarang menjadi toilet publik sebagaimana dilaporkan oleh The Independent.
Sampai saat ini, pembangunan di Madinah masih sedikit lebih terkendali dibandingkan di Makkah, meskipun sejumlah situs awal Islam telah hilang. Dari tujuh masjid yang dibangun untuk memperingati perang Khondaq atau perang parit, satu peristiwa yang cukup menentukan dalam sejarah perkembangan Islam, saat ini hanya tersisa dua
Sepuluh tahun lalu, sebuah masjid cucu Rasulullah dihancurkan dengan dinamit. Gambar penghancuran masjid yang diambl secara rahasia menunjukkan para polisi agama merayakan keruntuhan tempat bersejarah tersebut.
Pengabaian sejarah awal Islam ini merupakan adopsi dari Wahabisme yang menginterpretasikan ajaran Islam secara kaku.
Di sebagian besar negara Muslim, banyak tempat suci dibangun dan kunjungan ke makam merupakan hal yang biasa, tetapi bagi kelompok Wahabi, praktek seperti ini dianggap sesat. Polisi agama di Saudi Arabi melarang peziarah untuk berdoa atau mengunjungi tempat-tempat yang terkait dengan kehidupan Rasulullah dan berusaha menghancurkan situs-situs sejarah tersebut.
Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation mengkhawatirkan pembangunan kembali Masjid Nabawi merupakan upaya lebih luas untuk merubah fokus dari tempat Nabi Muhammad dikuburkan. Tempat pemakaman Rasulullah ditutupi dengan kubah hijau yang terkenal dan menjadi pusat dari masjid Nabawi saat ini, tetapi dengan rencana pengembangan baru, lokasi tersebut akan menjadi sisi timur dari bangunan yang akan diperluas delapan kali lipat dengan sebuah mimbar baru bagi imam. Juga terdapat rencana untuk membongkar Raudhah yang bisa diartikan sebagai taman surga, sebuah lokasi sempit di tengah-tengah masjid, yang oleh nabi sendiri dikatakan memiliki keistemewaan untuk berdoa.
“Mereka beralasan untuk membuat ruangan yang lebih besar dan menciptakan 20 ruangan yang akan menampung 1.6 juta jamaah,” kata Alawi. “Hal ini adalah nonsense, apa yang sebenarnya mereka inginkan adalah mengganti fokus dari tempat dimana Rasulullah dikuburkan,” katanya.
Sebuah pamflet yang dipublikasikan pada tahun 2007 oleh kementerian Hubungan Keislaman dan didukung oleh Grand Mufti Saudi Arabia, Abdulaziz al Sheikh, meminta kubah nabi diruntuhkan dan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar diratakan dengan tanah. Sheikh Ibn al-Uthaymeen, satu dari ulama terkenal Wahabi juga meminta hal yang sama.
Alawi mengkritisi kediaman umat Islam atas penghancuran Mekkah dan Madinah. Umat Islam dinilainya lebih peka terhadap film yang yang menghina nabi Muhammad, tetapi penghancuran tempat kelahiran nabi Muhammad, tempat dimana dia berdoa dan mengembangkan Islam dibiarkan berlanjut tanpa halangan.
Kerajaan Saudi merasa hanya mereka sendiri yang memiliki otoritas atas apa yang terjadi pada peninggalan awal sejarah Islam. Meskipun mereka telah mengeluarkan milyaran dolar untuk memperluas Mekkah dan Madinah, tetapi dua kota suci ini juga memberi keuntungan pada negara yang sangat tergantung pada hasil minyak bumi ini.
Baik Kedutaan Saudi di London atau Kementerian Luar Negeri Saudi merespon permintaan komentar ketika The Independent mengontak mereka terkait rencana perluasan masjid Nabawi yang didalamnya akan menggusur tiga masjid bersejarah, yaitu masjid untuk mengenang Abu Bakar, Umar dan masjid Ghamama.
Redaktur: Mukafi Niam
Nama: Abdul Ghoni
ASTAGFIRULLAH…
Sungguh-sungguh keterlaluan…. Ya Allah Yarab……hancurkan mereka yang mempunyai niat jahat terhadap agamamu…..
Nama: husen
kebangetan
ya memang itulah para wahabi/salafi yang memerintah. situs sejarah islam dihapuskan tapi situs yunani malah dipertahankan dan dilestarikan. semoga NU bisa memprotes supaya tidak terus terjadi penghancuran sejarah islam
Nama: endi
penghancuran peninggalan Rasululloh SAW
mohon kepada PBNU lewat pemerintah Indonesia agar pembangunan itu jangan sampai menghancurkan makam Rasululloh SAW, karena bila itu terjadi, saya sebagai orang NU kalau mau berangkat haji tapi tidak ziarah ke makam Rosul kayaknya tidak lengkap, dan banyak yg lainnya yg telah dihancurkan kaum wahabi selain makam
JAKARTA-Makam Nabi Muhammad yang terletak di Masjid Nabawi beserta 3 masjid tertua di dunia rencananya akan dihancurkan oleh Raja Abdullah Bin Azis, bulan depan. Ini bukanlah pertama kalinya Raja Arab Saudi ini mengorbankan situs-situs bersejarah, khususnya situs keagamaan untuk mengembangkan 2 kota besar yaitu Mekkah dan Madinah.
Pengembangan kota Mekkah berupa pembangunan hotel dan fasilitas lainnya dilakukan terus menerus oleh pemerintah Arab Saudi untuk memenuhi permintaan 12 juta calon haji dan umat Muslim yang berkunjung ke 2 kota tersebut setiap tahunnya.
Namun, kerap kali pengembangan ini justru memakan korban yang berupa situs-situs bersejarah yang sudah berumur lebih dari 1.000 tahun.
Misalnya saja, rumah istri Nabi Muhammad, Siti Khadijah diratakan dengan tanah untuk toilet umum dan rumah sahabat Nabi Muhammad, Abu Bakar juga dibongkar untuk dijadikan lokasi Hotel Hilton. Selain itu, rumah cucu laki-laki Nabi pun dihancurkan untuk pelebaran istana raja.
“Ini benar-benar tidak bisa dibayangkan. Mereka mengubah tempat suci menjadi mesin, kota yang tidak punya identitas, warisan, atau pun budaya. Mereka bahkan meruntuhkan gunung-gunung,”kata Sami Angawi, arsitek dan penemu Pusat Penelitian Haji. Angawi telah menghabiskan 3 dekade terakhir meneliti dan mendokumentasikan bangunan bersejarah di Mekkah dan Madinah.
Selain itu, Mesjid Agung di al-Shamiya juga akan dihancurkan untuk membuat tempat sholat berkapasitas 1,2 juta orang. “Ini adalah bagian yang paling bersejarah dari kota tua itu. Sekarang semuanya telah diratakan,” kata Irfan al-Alawi, direktur eksekutif dari Yayasan Penelitian Warisan Islam.
“Ini adalah akhir dari kota Mekkah. Dan untuk apa? Sebagian besar hotel 50% kosong. Mal-mal juga kosong karena harga sewanya terlalu mahal,” kata Alawi.
Kebijakan Raja Abdullah untuk terus mengembangkan kedua kota ini dengan mengorbankan situs-situs bersejarah ini mendapat kritik dari beberapa ahli.
Makam Nabi Muhammad rencananya akan dihancurkan untuk menambah kapasitas Masjid Nabawi yang kini hanya bisa menampung 60.000 orang menjadi 1,6 juta orang.(Guardian/ms)
JAKARTA - Jika kabar mengenai rencana pembongkaran makam Nabi Muhammad oleh Kerajaan Arab Saudi benar, hal ini akan menimbulkan gejolak di dunia Islam. Demikian diungkapkan Rois Syuriah PBNU, KH Masdar F Mas’udi, kepada Kabar24, Selasa (30/10/2012).
Menurut Mas’udi, kalau benar, rencana tersebut hanya menunjukkan adanya paranoid keimanan. “Alasan bahwa ada ketakutan umat Islam menjadi musyrik karena menyembah makam Nabi, itu sama sekali tidak berdasar. Umat juga tahu bahwa itu tidak boleh,” ujarnya.
Mas’udi menegaskan, sebagai sebuah petilasan makam Nabi bersama makam dua sahabat Nabi adalah sebuah situs sejarah.
“Penghancuran petilasan itu menunjukkan sebuah tindak yang tidak berbudaya,” tegasnya sembari menyebutkan, upaya untuk membongkar makam Nabi Muhammad mulai muncul sejak kaum Wahabi berkuasa di Arab Saudi.
“Itu terjadi sejak 1920-an,” imbuhnya.
Lebih jauh disebutkannya, dalam Musyawarah nasional dan konferensi besar alim ulama di Pesantren Kempek Kabupaten Cirebon, soal itu juga sempat dibahas. Para ulama berpandangan sama, pembongkaran makam Nabi Muhammad tidak boleh dilaksanakan.
Menyoal tindakan yang akan dilakukan umat Islam, Mas’udi menyebutkan bahwa hal itu pasti akan dilakukan. Namun, tentu tidak bisa diputuskan oleh satu orang melainkan harus melalui pembicaraan dengan banyak pihak.
Rencana pemerintah Arab Saudi untuk menghancurkan makam Nabi Muhammad dan 3 mesjid tertua di dunia bulan depan, memang mengejutkan.
Menurut Irfan al-Alawi dari Yayasan Riset Warisan Islam, sejauh ini belum ada tindakan umat Islam untuk menghalangi aksi pemerintah Saudi yang ingin menghancurkan situs bersejarah ini demi membangun masjid terbesar di dunia dengan kapasitas 1,6 juta orang.
“Ada banyak cara mereka bisa memperluas dengan tetap mempertahankan situs Islam kuno tapi mereka justru ingin merobohkannya,” kata Alawi.
“Alasan mereka adalah mereka mereka ingin memperlebar dan menciptakan 20 ruangan di mesjid yang bisa menampung 1,6 juta orang. Itu tidak masuk akal. Satu-satunya hal yang mereka inginkan adalah memindahkan fokus dari tempat Nabi dikuburkan,” lanjut Alawi.
http://www.harianjogja.com/baca/2012/10/30/343296-343296
Satrio Arismunandar
Mobile Phone: 081286299061
e-mail: satrioarismunandar@yahoo.com
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://facebook.com/satrio.arismunandar
“They know only some appearance of the life of the world,
and are heedless of the Hereafter”. (Al-Quran, The Roman 30, 7)
Jakarta – Amerika liberal. Rusia dan China komunis. Indonesia Pancasilais. Sematan-sematan seperti itulah yg dianggap sebagai ideologi. Amerika berideologi liberal, Rusia dan China beriodeologi Komunis, Indonesia berideologi Pancasila.
Lalu apa itu ideologi? Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”.
Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu, secara umum dan beberapa arah filosofis, atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. (Wikipedia)
Banyak sekali pakar yg mendefinisikan ideologi. Tapi dapat kita simpulkan, seperti sumber Wikipedia tadi, bahwa ideologi adalah sesuatu pemahaman dan pemikiran yg komprehensif yg mendasari segala tindakan hidup kita.
Ideologi yg paling berkembang saat ini adalah demokrasi, yaitu bentuk turunan liberalisme dalam ranah politik. Turunan liberalisme dalam ranah ekonomi dinamakan kapitalisme. Sedangkan ideologi yg menjadi antitesisnya adalah Marxisme yg kemudian melahirkan Komunisme dan Sosialisme dalam ranah politik dan ekonomi.
Ideologi-ideologi tadi adalah produk peradaban Eropa yg lahir setelah Renaissance, Revolusi Perancis dan Revolusi Industri (tahun 1700an) di Inggris. Karena masyarakat Eropa marah terhadap tatanan Gereja atas kondisi sosial pada saat itu, maka lahirlah ideologi liberalisme (demokrasi dan kapitalisme), Marxisme, Sosialisme, Individualisme, Nasionalisme, dst.
Jika pada masa kegelapan (masa Gereja) tatanan bersifat teosentris, maka setelah Renaissance dan Revolusi Industri tatanan bersifat anthroposentris. Revolusi-revolusi inilah yg melahirkan imperialisme Eropa ke berbagai negara di Asia dan Afrika.
Lalu, ideologi liberalisme tadi diadopsi dan dibawa oleh orang-orang Inggris yg \”hijrah\” ke benua Amerika karena tidak bisa hidup “bebas” di Eropa.
Mereka mendirikan negara Amerika. Hingga meletuslah Perang Dunia I dan II. Perang Dunia II dimenangkan oleh Amerika. Sedangkan ideologi Marxisme lebih diadopsi oleh negara-negara Eropa Timur termasuk Uni Sovyet dan China.
Sebagai pemenang PD II, Amerika telah berhasil membuka pasar. Mereka \”jualan\” demokrasi ke mana pun. Pada bidang ekonomi, pada tahun 1929, Amerika mengalami great depression, dengan berpedoman pada ekonomi aliran Klasik.
Sebagai antitesisnya, kemudian aliran ekonomi yg diterapkan adalah Keynesian. Lalu direvisilah aliran ekonomi tersebut menjadi Neoklasik. Yg kemudian terevisi kembali menjadi neoliberalisme yg ditandai dengan munculnya Tatcherisme di Inggris dan Reaganisme di Amerika sekitar tahun 1980an.
Gelombang demokrasi cukup besar dan menyebar ke mana-mana. Sekarang pun ada gelombang sintesisnya, yaitu sosial demokrat di Eropa dan di negara-negara Amerika Selatan.
Aliran ini, menurut Anthony Giddens dalam “The Third Way”, disebut New Left (kiri baru), sebagai jalan ke-3 setelah jalan sosialisme dan jalan demokrasi. Bahkan pemerintah China masa Deng Xiao Ping pun pada tahun 1979 menerapkan kebijakan keterbukaan Gaige Kaifang, yaitu sistem politik komunis, tapi sistem ekonomi kapitalis.
Hasilnya, seperti disebutkan David Harvey dalam “Neoliberalisme dan Restorasi Kelas Kapitalis”, China mampu mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan yg tiada bandingnya dalam sejarah manusia.
Soviet pun mengadaptasi demokrasi dalam bentuk Perestroika sebagai perlawanan terhadap terpuruknya kondisi sosial ekonomi di Uni Soviet kala itu (Gorbachev, Mikhail. “Perestroika, new thinking for our country and the world”).
Demokrasi dan Kapitalisme: Tatanan Terakhir?
Demokrasi dan kapitalisme menjadi angin segar di mana-mana. Negara-negara yang tadinya miskin dan terbelakang, setelah mengadopsi demokrasi dan kapitalisme, menjadi berkembang.
Johan Norberg dalam “In Defence of Global Capitalism” menjelaskan: “Pada saat ini hampir 60 orang sedang terangkat dari kemiskinan absolut mereka, setiap menit sepanjang hari…. Dalam waktu 25 tahun ke depan, standar hidup masyarakat di negara berkembang yg berukuran besar akan setara dengan standar hidup masyarakat Eropa….”
Michael Backman dalam “Asia Future Shock” lebih konkret mengutarakan contoh negara Korea yg terbagi menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. Korea Utara yg menganut komunisme menjadi negara yg terbelakang; Pyongyang seperti kota korban perang. Sebaliknya, Korea Selatan yg menganut demokrasi justeru menjadi negara maju.
Memang demokrasi memiliki efek positif bagi negara-negara. Tapi hal tersebut tidak bisa menegasikan ketimpangan yg besar antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang. Joseph Stiglitz dalam “Making Globalization Work” menyatakan bahwa kemiskinan di negara-negara berkembang meningkat.
40% dari 6.5 milyar penduduk dunia hidup dalam kemiskinan, seperenamnya hidup dalam kondisi sangat miskin. Afrika adalah negara yg kondisinya paling parah, di mana penduduk dengan kategori sangat miskin meningkat jumlahnya dari 41.6% menjadi 46.9% dalam kurun waktu 1981-2001.
Lalu pertanyaannya sekarang, apakah ideologi liberalisme (kapitalisme dan demokrasi) akan menjadi solusi bagi permasalahan global? Jika sejarah dan peradaban ideologi adalah sebuah proses pencarian tatanan, apakah tatanan liberalisme menjadi ideologi final dan klimaks dalam sejarah kejayaan global?
Francis Fukuyama dalam “The End of History and the Last Man” meyakini bahwa demokrasi liberal adalah sistem dan ideologi final dan terbaik dalam sejarah peradaban manusia. Artinya, setelah ini tidak ada lagi corak ideologi yg akan hidup kecuali liberalisme, yaitu politik demokrasi dan ekonomi kapital.
Untuk menjawab itu, mari kita telaah. Demokrasi tidak bisa terlepas dari yg namanya nasionalisme. Ideologi nasionalisme dimulai pada kuartal terakhir abad XVIII dan menyebar di Amerika dan Eropa, khususnya pada masa revolusi.
Pada sepertiga terakhir abad XIX terjadilah nasionalisme gelombang kedua yg menyebar ke Eropa Timur dan Utara. Selanjutnya dekade awal dan pertengahan abad XX nasionalisme telah melanda Asia, Afrika, dst. (Smith, Anthony D. “Nationalism : Theory, Ideology and History”).
Hasilnya kini penduduk dunia tersegregasi ke dalam negara-negara bangsa (nation state). Masing-masing memiliki otonomi penuh untuk mengelola negaranya sendiri. Namun kini eksistensi negara bangsa terancam. Negara bangsa tidak bisa memungkiri keharusan bergaul dengan dunia global.
Dengan kemajuan teknologi yg sangat pesat, negara-negara kini telah terhubung dalam sebuah global village yg imajiner. Seolah-olah sekat negara sudah tidak terlalu menjadi penghalang; the borderless world.
Kenichi Ohmae bahkan menggambarkannya ke dalam bentuk ekstrem sebagai “the end of the nation state”, sebagai bangkitnya ekonomi regional/kawasan. Ken mengetengahkan contoh terbentuknya ekonomi kawasan seperti Uni Eropa, OPEC, ASEAN, NATO, G-70, dst. Nasionalisme jadi terancam di sini.
Kapitalisme berakar dari ajaran Protestan. Max Weber menjelaskan dalam “The Protestant ethic and the spirit of Capitalism” bahwa sebetulnya tidak ada pertentangan antara Protestanisme dan kapitalisme, bahkan Protestanismelah yg melahirkan kapitalisme.
Lalu bagaimana dengan corak kapitalisme yg terus-menerus berganti dari Klasik ke Keynes, lalu ke Neoklasik/Neoliberalisme? Kini pun Neoklasik dianggap gagal dalam mensejahterakan seluruh penduduk dunia secara adil dan merata. Karena itu lahir sebuah pemikiran baru dalam dunia Kapitalisme, yaitu ekonomi kelembagaan.
Krisis demi krisis terus terjadi, karena ada bubble of economics. Sistem ekonomi kapitalisme seperti menunggu kehancurannya. Bahkan implikasi krisis ini juga berefek secara luas yg digambarkan oleh Francise Fukuyama sebagai “The great disruption” bahwa sekarang problem-problem sosial politik juga melanda Barat dalam stadiumnya yg kritis.
Bahkan salah seorang pelaku kapitalisme, George Soros, dalam bukunya “The crisis of global capitalism : open society endangered”, juga mengkritik kapitalisme itu sendiri. Soros menegaskan bahwa krisis-krisis yg terjadi dewasa ini adalah karena teori ekonomi yg tidak tepat. Teori ekonomi menenekankan pada titik ekuilibrium, padahal ekuilibrium tidak pernah terjadi dalam dunia nyata.
Kekuasaan dan Sumber Daya
Sejarah peradaban manusia adalah sejarah perebutan kekuasaan untuk memiliki sumber daya-sumber daya. Setidaknya ada 3 sumber daya di sini, yaitu sumber daya energi, pasar dan manusia. Inilah yg menjadi target perebutan.
Apalagi pondasi ilmu ekonomi kapitalis telah menegaskan bahwa sumber daya alam dan energi sangatlah terbatas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia. Maka yg terjadi adalah free fight liberalism; homo homini lupus; yg kuat memangsa yg lemah.
Padahal, kata Mahatma Gandi, sumber daya yg ada di bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, tapi tidak untuk keserakahan mereka.
Amerika yg kini berkuasa, telah menancapkan kuku-kukunya di negara-negara “jajahannya”. Jika suatu negara telah memenangi peperangan, maka pada hakikatnya ia telah berhasil membuka pasar ekonomi.
Maka kita lihat sekarang, apa saja yg berbau Amerika pasti laku dijual. Dan Amerika akan terus mengeksploitasi sumber daya energi dan manusia demi kemajuan peradabannya.
Minyak dan nuklir menjadi 2 kata seksi bagi Amerika. Di mana ada minyak, di situ Amerika akan mengejar. Konflik di Timur Tengah merefleksikan hal ini. Bahkan negara-negara berkembang seperti Indonesia menjadi “korban” akan hal ini.
Betapa tidak, kualitas minyak bumi Indonesia adalah terbaik di seluruh dunia. Namun minyak tersebut dijual ke Amerika, bangsa Indonesia sendiri tidak mencicipinya, malah mengimpor minyak dari Afrika dan Timur Tengah yg kualitas minyak buminya lebih rendah dengan harga juga lebih murah.
Selain minyak, sumber daya manusia juga menjadi “rebutan”. Beberapa MNC (multi national corporation) membuka pabriknya di Indonesia, karena upah buruh di sini rendah.
Kita tentu ingat pabrik Nike di sini; sepatu Nike yg dipakai oleh orang-orang Eropa termasuk atlet-atlet mereka adalah sepatu buatan Indonesia. Bahkan fashion-fashion bermerek dunia pun beberapa dibuat di Indonesia.
Meneropong Peradaban
Jika pada beberapa dekade ini, liberalisme dengan segala praktiknya seperti demokrasi dan kapitalisme dianggap terancam, maka bagaimana nasib peradaban masa depan?
Alvin Toffler dalam bukunya “The Third Wave” membagi periodisasi peradaban ke dalam 3 gelombang, yaitu masa agricultural revolution, industrial revolution, dan high speed revolution (zaman informasi).
Masa agrikultur ditandai dengan kehidupan manusia yg bertumpu pada cocok tanam/pertanian. Lalu setelah Revolusi Industri, kehidupan manusia bertumpu kepada industri.
Dan abad XX ini adalah masa gelombang ketiga, masa di mana dunia sudah saling terhubung dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi (information & communication technology). Dinamika dan perubahan terjadi sangat cepat.
Thomas L. Friedman juga mendukung pendapat Toffler. Dalam bukunya \”The World is Flat\”, Friedman menjabarkan bahwa abad XXI adalah abad di mana dunia ini seperti datar, karena semua manusia mudah sekali terhubung dan berkomunikasi meskipun jarak ribuan kilometer dan benua serta samudera memisahkan mereka.
Sebuah gambaran bahwa manusia saling membutuhkan dan tidak dapat disekat-sekat oleh batas demarkasi bernama negara. Inilah yg diistilahkan dengan global village, yg punya slogan baru “mendekatkan yg jauh, menjauhkan yg dekat”.
Lebih jauh, David C. Korten dalam bukunya \”The post-corporate world : life after capitalism”, mengetengahkan sebuah pandangan bahwa kita harus ke luar dari kapitalisme dan memulai sebuah kehidupan baru yg lebih adil bagi semua.
Masa kapitalisme sudah lewat, kini kita akan memasuki sebuah masa yg lebih harmonis, manusiawi dan adil bagi semua. Memang pada masa kapitalisme yg dirajai oleh Barat (Amerika & Eropa), kehidupan teramat kejam. 5% penduduk dunia menguasai 90% dari total uang di seluruh dunia, sedangkan 95% penduduk memperebutkan 10% uang sisanya. Kesenjangan yg luar biasa.
Namun, banyak pakar yg memprediksi bahwa pendulum kekuasaan peradaban itu akan dan (mungkin) telah bergeser dari Barat ke Timur. Kishore Mahbubani misalnya, dalam “The new Asian hemisphere : the irresistible shift of global power to the East”, mengatakan bahwa dalam sejarah dunia, Timur (Orang China, India, Muslim, dan lainnya) menjadi pengikut.
Tapi kini mereka telah siap sebagai motor. Timur akhirnya memahami dan menyerap contoh-contoh terbaik dari Barat seperti ekonomi pasar bebas, meritokrasi dan aturan hukum. Dan mereka juga menjadi inovatif, membuat pola baru yg tidak ditemukan di Barat.
Sepertinya, ideologi-ideologi di Timur didasari oleh sebuah falsafah dan nilai budaya luhur yg tidak dimiliki Barat. Di China misalnya, falsafah China mengajarkan kebudayaan yg sangat menghormati leluhur dan keluarga. Aspek moral dan ketuhanan sangat ditekankan di sini. Demikian juga dengan orang-orang India dan Muslim.
Meskipun demikian, beberapa pakar juga memprediksi bahwa kemajuan China saat ini bak bara dalam sekam. China nanti, cepat atau lambat, akan mengalami kemunduran dan kehancuran, karena akibat penerapan kapitalisme di China, industri di desa-desa maju mengakibatkan dunia pertanian terancam.
Terjadi gelombang urbanisasi, penduduk yg tadinya hidup dari pertanian akhirnya migrasi mengadu nasib ke kota. Pengangguran meningkat. Artinya, kesenjangan hidup semakin lebar antara “the have” & ” the have not\”. John Naisbitt dalam “Mindset” juga memprediksikan bahwa kemajuan China saat ini menyimpan bahaya.
Lalu bagaimana tatanan dunia masa depan? Apakah seperti yg diprediksikan oleh Samuel Huntington dalam bukunya “Clash of civilizations”, yaitu terjadinya benturan antara peradaban Barat, China, India, Islam, dst?
Tatanan seperti apa nantinya akan sangat ditentukan oleh kondisi global 20 tahun ke depan. James Canton dalam bukunya “The extreme future” mengurai 10 tren utama yg akan mempengaruhi dunia 20 tahun ke depan. 10 tren tersebut yaitu:
George Soros juga memberikan solusi dengan “open society” nya. Dengan mengurai teori open society dari Karl Popper, Soros menjelaskan bahwa masyarakat ke depan harus saling terbuka. Eksklusivitas bukanlah sikap yg sejalan dengan kemajuan. China dan Uni Soviet telah mempraktikkan open society ini.
Menurut penulis, tatanan dunia masa depan akan dibentuk oleh konvergensi dua spirit peradaban, Barat dan Timur. Barat, seperti telah diuraikan di atas, menguasai peradaban dengan ideologi-ideologi bentukannya; liberalisme (demokrasi dan kapitalisme).
Bahkan ideologi Marxisme, sosialisme dan komunisme yg berkembang di dunia Timur juga berasal dari Barat saat Revolusi Industri. Ideologi liberalismelah yg mendasari penemuan dan kemajuan IPTEK di Barat. Dengan bekal ini, Barat menguasai peradaban dunia.
Di sisi lain, dunia Timur yg memiliki falsafah budaya luhur, diam-diam “insyaf” dari ideologi sosialisme dan komunismenya. Timur mengadopsi kemajuan Barat dari segi politik (demokrasi), ekonomi (kapitalisme) dan IPTEK.
Timur sedang berusaha untuk mengkonvergensikan itu semua dengan falsafah budaya luhur mereka. Konvergensi inilah yg akan menghasilkan peradaban yg menakjubkan, yg belum terjadi di dunia Barat sekalipun.
Siapa saja yg bisa mengkonvergensikan kemajuan Bara t dengan falsafah budaya luhur dunia Timur, dialah yg akan mampu membentuk tatanan dunia masa depan. Dialah yg akan menjadi pemimpin peradaban masa depan.
Salah satu syarat untuk menjadi pemimpin peradaban itu adalah keharusan memiliki sebuah ideologi yg komprehensif yg mampu mengakomodasi dan mengkonvergensikan semua hal positif yg ada di Barat dan Timur. Yaitu sebuah peradaban yg maju dalam hal IPTEK dengan nilai falsafah dan budaya luhur sebagai ideologinya.
*Penulis adalah Tenaga Ahli Komisi X DPR RI
Aulia Agus Iswar
Jl. Penggalang IV Jakarta Timur
xiao_x54@yahoo.com
087780008548
(wwn/wwn)
Di bawah ini adalah dua laporan utama yang terbit tahun ini dan membahas negara-negara paling bahagia di dunia. Mereka menawarkan tempat tujuan yang sangat ramah kepada pada turis.
The World Happiness Report (dibuat oleh PBB) menawarkan gambaran negara-negara paling bahagia di dunia saat ini, sementara laporan dari Happy Planet Index mengukur bagaimana negara-negara menyeimbangkan kesejahteraan masyarakatnya, pengaruh dampak lingkungan, dan tingkat harapan hidup.
Rencananakan perjalanan Anda berikutnya dengan benar dan Anda akan mendapatkan liburan yang menyenangkan.
THE WORLD HAPPINESS REPORT
Copenhagen, Denmark. (Brand X Pictures)1. Denmark
Mendapat pengakuan dari The World Happiness Report, Denmark membuktikan bahwa Anda tidak membutuhkan matahari untuk mendapatkan hal-hal yang menyenangkan. Dengan adanya Denmark dalam urutan teratas dari daftar yang didominasi oleh negara-negara Eropa Utara menunjukkan bahwa ada hubungan antara posisi di utara dengan tingkat kebahagian masyarakat di wilayah tersebut.
2. Finlandia
Finladia juga merupakan negara yang paling bahagia, dengan keseimbangan kerja dan kehidupan yang baik serta kualitas hidup yang tinggi secara keseluruhan. Hal itu tidak hanya membuat masyarakat yang lebih bahagia, tapi juga berarti para pengunjung akan merasa nyaman di antara para penduduk lokal yang meluangkan waktu untuk keluarga, dan tentu saja liburan.
3. Norwegia
Tidak hanya sering menduduki urutan teratas negara paling bahagia, tapi Norwegia juga terpilih sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk menjalani hidup. Anda tidak perlu jadi warganegara untuk mendapatkan hal-hal terbaik dari Norwegia. Dari matahari yang muncul tengah malam pada musim panas hingga aurora di musim dingin, ada banyak hal yang akan membuat pelancong tersenyum.
4. Belanda
Apakah tulip dan sepeda menjadi simbol kebahagiaan atau alasan untuk berbahagia? Itu adalah pertanyaan yang sering muncul di Belanda, yang berada di urutan keempat negara paling membahagiakan menurut The World Happines Report. Belanda memberikan tingkat kebahagiaan yang merata kepada penduduknya. Kita bisa melihat itu sebagai sebuah tanda bahwa ada cukup kebahagiaan yang bisa diberikan kepada para pengunjung.
5. Kanada
Negara Amerika Utara yang paling tinggi dalam tingkat kebahagiaan, Kanada adalah sebuah tujuan yang dekat dengan rumah untuk para turis Amerika Serikat yang ingin mencari liburan yang menyenangkan. Dengan kebebasan berpolitik yang tinggi, jaringan sosial yang kuat, serta perekonomian dan kesehatan yang stabil, penduduk Kanada memiliki banyak alasan untuk tersenyum. Untuk melakukan liburan yang menyenangkan, datanglah ke Quebec, provinsi dengan tingkat kebahagiaan paling tinggi dibandingkan yang lainnya.
HAPPY PLANET INDEX
1. Kosta Rika
Kosta Rika berada di puncak Happy Planet Index untuk kedua kalinya. Dengan ekspektasi kehidupan yang tinggi (lebih tinggi dari di Amerika Serikat), dan tujuan menjadi negara netral karbon pada 2021, serta mendapat predikat kesejahteraan mengungguli banyak negara kaya lain, Kosta Rika menawarkan kombinasi penduduk yang bahagia dan negara yang menyenangkan.
2. Vietnam
Mengalami kemajuan yang lambat selama beberapa dekade terakhir, tapi dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, peningkatan harapan hidup, dan kesejahteraan yang solid, Vietnam berada di urutan kedua dalam Happy Planet Index tahun ini. Dan dengan peningkatan pariwisata, semakin jelas bahwa para pengunjung sangat senang mengunjungi negara tersebut.
3. Kolombia
Terkejut Kolombia mengalami peningkatan dalam indeks ini? Tidak perlu. Kolombia adalah negara yang sangat memperhatikan kesejahteraan penduduknya. Pada 2004, ibukota Bogota menerbitkan laporan Planning for Happiness. Dan sebuah proyek sosial yang bertujuan meningkatkan standar hidup setengah juta orang sedang dilakukan. Ketidakstabilan dan kesenjangan tetap menjadi masalah, tapi Kolombia berhasil menyukseskan pariwisata dan menciptakan masyarakat bahagia.
4. Belize
Negara ini memiliki sejarah perdamaian, keragaman budaya dan kumpulan terumbu karang terpanjang kedua di dunia. Belize berhasil masuk dalam posisi teratas karena negara kecil di Amerika Tengah ini menarik banyak minat pengunjung. Dan tidak perlu cemas, karena Inggris adalah bahasa resmi di Belize.
5. El Savador
El Savador berhasil menyeimbangkan kesejahteraan, harapan hidup, dan pengaruh lingkungan untuk masuk dalam lima besar Happiness Planet Index. Beberapa dekade setelah perang saudara, negara tersebut masih belum masuk dalam tujuan wisata favorit turis. Namun El Savador kini pantas dikunjungi. Para turis akan menemukan masyarakat yang ramah, keindahan alam yang alami, dan kehidupan kota yang ramai. (Christine Sarkis)
Baca juga:
Bali termurah di dunia
Kunjungan wisman ke Indonesia naik lima persen
Festival seni Hindu momentum meredakan konflik
[GALERI] Candi terindah di India dan sekitarnya
[GALERI] 10 tujuan wisata dunia yang menyediakan makanan halal
Ghiboo.com – Bali selain terkenal akan pesona alamnya yang indah, ternyata pulau Dewata ini termasuk kawasan wisata yang ramah terhadap kantong para wisatawan.
Hal ini terbukti dari laporan survei Long Haul Report. Dalam survei tahunan yang dilakukan terhadap 32 negara di dunia, Long Haul Report menempatkan Bali di urutan ketiga sebagai kawasan wisata termurah, dan sangat ramah terhadap kantong para wisatawan.
Sementara itu, Sri Lanka menduduki peringkat pertama sebagai tempat wisata yang menawarkan nilai harga termurah, diikuti oleh Vietnam, Meksiko, dan Gambia. Sementara, Korea Selatan menjadi tempat tujuan wisata termahal.
Survei yang dilakukan oleh Long Haul Report tersebut membandingkan harga makanan di restoran, minuman, dan barang-barang lain dengan satu keranjang berisi 12 benda yang dibutuhkan selama liburan, diantaranya sebotol bir, sekaleng minuman soda, coklat, sebotol air mineral, krim tabir surya, kartu pos dan perangko.
Di Bali satu keranjang berisi 12 item tersebut hanya Rp805 ribu. Di Sri Lanka yang menjadi negara dengan harga liburan termurah, satu keranjang barang-barang tersebut dihargai Rp660 ribu.
Jumlah tersebut sangat murah sekali jika dibandingkan dengan Korea Selatan. Harga satu keranjang benda tersebut, khususnya di kota Seoul dapat menguras dompet sebesar Rp2.515 juta.
“Laporan ini bisa menjadi sebuah rujukan bagi para wisatawan yang sedang merancanakan liburan,” ujar Post Office Travel Money, Andrew Brown, seperti dilansir dari Traveldailymedia, Rabu (3/10).
Berikut 5 negara wisata termurah menurut Long Haul Report
1. Sri Lanka
2. Vietnam
3. Indonesia
4. Meksiko
5. Gambia
Dan 5 negara wisata termahal
1. Korea Selatan
2. Australia
3. Selandia Baru
4. China
5. Kanada.
Baca juga:
Kunjungan wisman ke Indonesia naik lima persen
Kuliner Bali belum populer di hotel
Cicipi, Mie Pelangi ala Bali
[GALERI] Sensasi makan malam di kapal bersama Farah Quinn
[GALERI] Hotel paling berhantu di dunia

Posted: 27 Sep 2012 02:29 AM PDT
بسم الله الرحمن الرحيم
Sistem Pemerintahan Islam adalah Sistem Khilafah yang Telah Diwajibkan oleh Rabb Semesata Alam
Bukan Sistem Republik, Demokrasi, Kerajaan, Imperium ataupun Federasi
Apa yang terjadi di Suria sejak lebih dari satu setengah tahun lalu memiliki tema yang sama. Yaitu bahwa rezim Ba’ats penjahat dan negara-negara besar di dunia berkonspirasi melawan rakyat kita di Suria supaya Suria tidak keluar dari kontrol mereka. Yaitu supaya Suria tetap sebagaimana adanya sebagai negara yang tunduk, mengekor dan menjaga perbatasan negara Yahudi. Negara-negara itu mulai menetapkan berbagai syarat dan karakteristik untuk Suria pasca Asad. Maka dari mimbar-mimbar TV channel upahan dan melalui mulut oposisi yang berjuang dari hotel bintang lima diumumkanlah bahwa masa depan Suria akan menjadi negara demokrasi sipil dan bahwa masalah di Suria adalah masalah menjatuhkan atau mengusir kepala rezim dan membentuk pemerintahan yang tidak menindas siapa pun dan mereka klaim secara dusta sebagai tuntutan masyarakat. Akan tetapi warga kita tetap tegar menghadapi alat-alat pembunuhan dan penghancuran dan tidak memandang selain Islam dan pemerintahan menurut apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT sebagai masa depan untuk Suria. Mereka mengungkapkan hal itu dalam berbagai demonstrasi yang dilupakan oleh media-media massa. Hal itu tampak jelas pada nama-nama kesatuan pasukan, panji dan slogan-slogan.
Kami di Hizbut Tahrir menjelaskan kepada kaum Muslimin di Suria dan di seluruh negeri kaum Muslimin tentang bentuk pemerintahan Islam agar permasalahannya bertransformasi dari slogan-slogan yang mereka harapkan kembalinya menjadi fakta riil dan jelas di dalam benak mereka, tertanam kuat di dalam pikiran mereka dan mereka curahkan semua daya upaya untuk menancapkan dan merealisasinya. Atas dasar itu maka harus dijelaskan point-point berikut:
1. Sistem pemerintahan dalam Islam adalah sistem Khilafah: Khilafah secara syar’i adalah kepemimpiman umum bagi kaum Muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syara’ islami dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Khilafah adalah imamah itu sendiri. Khilafah adalah bentuk pemerintahan yang dinyatakan oleh hukum-hukum syara’ agar menjadi daulah Islam sebagaimana yang didirikan oleh Rasulullah saw di Madinah al-Munawarah, dan sebagaimana yang ditempuh oleh para sahabat yang mulia setelah beliau. Pandangan ini dibawa oleh dalil-dalil al-Quran, as-Sunnah dan yang menjadi kesepakatan ijmak sahabat. Tidak ada yang menyelisihinya di dalam umat ini seluruhnya kecuali orang yang dididik berdasarkan tsaqafah kafir imperialis yang telah menghancurkan daulah Khilafah dan memecah belah negeri kaum Muslimin.2. Sistem pemerintahan dalam Islam bukanlah republik dan juga bukan demokrasi: Sistem republik demokrasi adalah sistem buatan manusia yang tegak di atas asas pemisahan agama dari kehidupan dan menetapkan kedaulatan sebagai milik rakyat. Jadi rakyatlah yang memiliki hak menetapkan hukum dan syariat. Rakyat yang memiliki hak mendatangkan penguasa dan mencopotnya. Rakyat pula yang memiliki hak menetapkan konstitusi dan undang-undang. Sementara sistem pemerintahan Islam itu berdiri di atas asas akidah islamiyah dan berdasarkan hukum-hukum syara’. Kedaulatan dalam sistem pemerintahan Islam adalah milik syara’ bukan milik rakyat. Umat maupun khalifah tidak memiliki hak membuat hukum. Yang menetapkan hukum adalah Allah SWT. Akan tetapi Islam menetapkan kekuasaan dan pemerintahan menjadi milik umat. Umat lah yang memilih orang yang memerintah umat dengan islam dan mereka baiat untuk menjalankan hal itu. Selama khalifah menegakkan syariah, dan menerapkan hukum-hukum Islam maka dia tetap menjadi khlaifah berapapun lamanya masa jabatan khilafahnya. Dan kapan saja ia tidak menerapkan hukum Islam maka masa pemerintahannya berakhir meski baru satu hari atau satu bulan, dan ia wajib dicopot. Dari situ kita memandang bahwa ada kontradiksi yang besar antara kedua sistem (Republik demokrasi dengan Khilafah) dalam hal asas dan bentuk masing-masingnya. Atas dasar itu, maka tidak boleh sama sekali dikatakan bahwa sistem Islam adalah sistem republik, atau bahwa Islam menyetujui demokrasi.3. Sistem pemerintahan Islam bukan kerajaan (monarkhi): Sistem pemerintahan Islam tidak mengakui sistem kerajaan (monarkhi) dan tidak menyerupai sistem monarkhi. Sistem monarkhi, pemerintahannya bersifat turun temurun, diwarisi anak dari bapaknya sebagaimana anak mewarisi harta peninggalan bapak. Sistem monarkhi memberi Raja keistimewaan dan hak-hak khusus, yang tidak boleh disentuh. Sementara sistem Islam tidak mengkhususkan khalifah atau imam dengan suatu keistimewaan atau hak-hak khusus. Khalifah tidak memiliki sesuatu kecuali sama seperti yang dimiliki oleh individu-individu umat. Sistem pemrintahan Islam tidak diwariskan. Khalifah bukan seorang raja, melainkan dia adalah wakil dari umat dalam urusan pemerintahan dan kekuasaan. Ia dipilih dan dibaiat oleh umat dengan keridhaan untuk menerapkan syariah Allah kepada umat. Khalifah dalam seluruh tindakan, kebijakan, keputusan dan pemeliharaannya terhadap urusan dan kemaslahatan umat terikat dengan hukum-hukum syara’.4. Sistem pemerintahan dalam Islam bukan imperium: Sistem imperium sangat jauh dari Islam. Sebab sistem imperium tidak menyamakan diantara golongan masyarakat di wilayah-wilayah imperium dalam hukum. Sebaliknya imperium menetapkan keistimewaan untuk pusat imperium dalam hal pemerintahan, keuangan dan perekonomian. Metode Islam dalam pemerintahan adalah menyamakan antara semua rakyat yang diperintah di seluruh bagian daulah, mengingkari sektarianisme rasial, memberi kepada non muslim yang menjadi warga negara seluruh hak-hak dan kewajiban syar’i mereka, sehingga mereka memiliki hak dan kewajiban seperti yang dimiliki oleh kaum muslimin secara adil. Maka dengan persamaan ini sistem pemerintahan Islam berbeda dari imperium. Dengan sistem ini, sistem pemerintahan Islam tidak menjadikan daerah-daerah sebagai jajahan. Sumber daya tidak dikumpulkan di pusat untuk manfaat pusat saja. Sebaliknya seluruh bagian daulah dijadikan sebagai satu kesatuan betapapun jauh jaraknya dan betapapun beragam suku dan bangsanya. Setiap daerah dinilai sebagai bagian integral dari tubuh daulah. Penduduknya memiliki seluruh hak yang dimiliki oleh penduduk pusat, atau daerah lain manapun. Kekuasaan pemerintahan, sistem dan hukumnya adalah sama untuk seluruh daerah.5. Sistem pemerintahan Islam bukan federasi: daerah-daerahnya terpisah dengan kemerdekaan sendiri, dan menyatu dalam pemeritahan umum (federal). Akan tetapi sistem pemerintahan Islam adalah sistem kesatuan, di dalamnya berbagai daerah dan propinsi dinilai sebagai bagian dari satu negara yang sama. Keuangan daerah-daerah semuanya dinilai sebagai satu keuangan dan satu neraca (anggaran) yang dibelanjakan untuk kemaslahatan seluruh rakyat. Sistem pemerintahan Islam merupakan satu kesatuan yang sempurna, dimana kekuasaan tertinggi dibatasi hanya di pusat umum dan ditetapkan memiliki kontrol dan kekuasaan terhadap semua bagian daulah kecil ataupun besar. Tidak diperkenankan adanya kemerdekaan untuk bagian manapun dari bagian daulah sehingga bagian-bagian daulah tidak tercerai berai.
Walhasil, sistem pemerintahan dalam Islam adalah sistem Khilafah. Ijmak sahabat telah menyepakati kesatuan khilafah, kesatuan daulah dan ketidakbolehan baiat kecuali kepada seorang khalifah. Seluruh imam madzhab, para mujtahid dan fukaha sepakat dengan hal itu.
Wahai kaum muslimin mukminin di Suria:
Siapa yang lebih layak dari Anda untuk merealisasi tujuan agung yang di jalannya segala bentuk pengorbanan menjadi kecil ini?! Siapa yang lebih utama dari Anda dengan hadiyah rabbani ini yang dengannya semua bencana dan permasalahan akan berakhir?! Kami di Hizbut Tahrir, telah kami letakkan di hadapan Anda deskripsi yang jelas untuk sistem pemerintahan Islam yang dengannya para imam petunjuk, para penghulu kita, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiyallah anhum memerintah. Setelah penjelasan memadai ini, menjadi kewajiban Anda untuk terikat dengan apa yang telah diperintahkan oleh Rabb Anda yang hanya ditangan-Nyalah kemenangan dan kemuliaan Anda. Maka jangan terima sistem apapun yang disodorkan kepada Anda hingga meski tampak manis muka dari chanel-chanel antek. Jangan Anda usung slogan dan syiar bersinar hingga meskipun basah dengan sebutan Islam jika isinya adalah demokrasi dan pemerintahan dengan selain sistem Islam.
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, teguhkan warga kami di Suria tetap di atas kebenaran. Tolonglah mereka dan muliakan mereka dengan daulah Khilafah Islamiyah. Sesungguhnya Engkau adalah penolong atas hal itu dan Maha Kuasa atasnya. Dan segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam.
1 Dzulqa’dah 1433 H
17 September 2012 M
Hizbut Tahrir
Wilayah Suria
Jumat, 28 September 2012 | 09:04 WIB
Komentar: 42KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWANSebanyak 3.078 anggota jemaah calon haji asal Yogyakarta dilepas Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (25/9/2012) di Kepatihan, Yogyakarta. Dari seluruh anggota jemaah yang diberangkatkan, 644 orang di antaranya berusia di atas 61 tahun.KOMPAS.com – Seorang kawan bercerita kepada kami bahwa masyarakat di daerahnya punya anggapan unik. Apabila ada seorang lelaki yang sudah berhaji dua kali, ia akan mudah mendapatkan istri yang kedua.
Anggapan ini berasal dari persepsi masyarakat setempat bahwa orang yang sudah berhaji ulang itu adalah orang yang baik ibadahnya dan baik pula kantongnya. Maka, dari persepsi itu, status sosial seorang yang sudah berhaji ulang jadi semakin tinggi. Oleh karena itu, di lingkungan masyarakat ia jadi rebutan para wanita yang siap jadi istri kedua.
Apabila persepsi seperti itu benar menurut ajaran agama, Nabi Muhammad SAW bukanlah orang yang baik. Karena selama hidupnya, beliau hanya berhaji satu kali. Padahal, beliau punya kesempatan tiga kali untuk berhaji. Beliau juga punya kesempatan berumrah sunah ratusan, bahkan ribuan kali, tetapi beliau hanya berumrah sunah dua kali. Bandingkan dengan kita, masyarakat Muslim di Indonesia, yang rata-rata ingin berhaji setiap tahun dan berumrah setiap bulan.
Mengapa Nabi Muhammad SAW berhaji hanya sekali dan berumrah sunah hanya dua kali? Apakah beliau tak punya uang? Apabila beliau tak punya uang, bukankah beliau tinggal berkata saja kepada sejumlah sahabat yang kaya raya, seperti Abdurahman bin Auf dan Abu Ayyub al-Anshari. Tentu kedua sahabat akan segera menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan Nabi. Namun, Nabi tak pernah meminta-minta untuk kepentingan pribadi beliau seperti itu.
Setelah Nabi menetap di Madinah, sekurang-kurangnya terjadi tiga hal penting. Pertama, Nabi menghadapi orang-orang yang memusuhi dan memerangi beliau, maka Nabi menginfakkan hartanya untuk kepentingan
jihad fisabilillah melawan orang- orang itu. Kedua, akibat perang atau
jihad fisabilillah gugurlah para
syuhada yang kemudian menimbulkan janda-janda dan anak-anak yatim. Maka, harta Nabi diinfakkan untuk menyantuni para janda, orang-orang miskin, dan anak-anak yatim.
Ketiga, banyaknya pelajar yang menuntut ilmu dari Nabi Muhammad SAW sementara mereka tidak punya apa-apa di Madinah, baik harta maupun keluarga. Mereka tinggal di satu ruangan di Masjid Nabawi yang disebut al-Shuffah. Sementara untuk keperluan makan, Nabi menganjurkan kepada para sahabat untuk menjamin pemberian makan kepada mereka. Nabi sendiri setiap hari memberikan makan kepada 70 pelajar Shuffah.Keutamaan ibadah sosial
Seandainya berhaji ulang itu lebih utama daripada menyantuni janda-janda, orang miskin, anak-anak yatim, dan para pelajar yang tidak mampu, maka Nabi tentu sudah melakukan haji ulang dan atau umrah berkali- kali. Namun, Nabi tak melakukannya. Nabi justru menegaskan bahwa penyantun anak yatim akan tinggal di surga bersama Nabi dan tidak terpisahkan, ibarat jari tengah dan telunjuk.
Nabi juga menegaskan, orang yang menyantuni para janda dan orang-orang miskin tak ubahnya seperti orang berjihad
fisabilillah. Sementara ibadah haji, apabila memenuhi syarat-syarat sehingga dapat disebut haji
mabrur, Nabi hanya menjanjikan surga saja kepada pelakunya, tanpa menyebutkan bersama beliau.
Dari sini dapat dipahami bahwa menyantuni anak-anak yatim, para janda, orang-orang miskin, dan para pelajar yang tak mampu jauh lebih unggul nilai pahalanya daripada berhaji ulang. Dengan kata lain, ibadah sosial jauh lebih utama daripada ibadah individual. Begitulah kaidah hukum Islam menyebutkan. Bagaimanapun, Nabi tak pernah mencontohkan untuk berhaji ulang atau berulang-ulang berumrah.
Ketika keadaan masyarakat kita sedang sangat terpuruk, potret kemiskinan di mana-mana. Para pakar ekonomi mengatakan, sampai akhir 2011, di Indonesia masih terdapat 117 juta orang miskin. Tempat ibadah banyak yang terbengkalai. Apabila keadaan negeri kita masih seperti itu, pantaskah lalu kita berkali- kali berhaji dan berumrah? Ayat Al Quran mana yang menyuruh kita melakukan itu? Hadis manakah yang menganjurkan kita untuk berbuat seperti itu?
Inilah penyakit sosial yang menimpa masyarakat kita dan perlu segera diobati. Obatnya adalah mengikuti perilaku Nabi dalam beribadah, yaitu berhaji cukup sekali dan berinfak ribuan kali. Pertanyaan berikutnya, maukah kita mengobati diri kita dari penyakit sosial yang menimpa kita itu? Atau kita justru ingin memperparah penyakit yang sedang kita derita itu?
Ali Mustafa Yaqub
Imam Besar Masjid Istiqlal
Recent Comments