Posts Tagged ‘Citizenship

23
Jan
14

Kependudukan : Statistik Islam dan Yahudi di Dunia

Dr Ir Pandji R Hadinoto, MH

http://solusinews.blogspot.com/2014/01/statistic-islam-dan-yahudi.html

Statistic Islam dan Yahudi

Populasi Yahudi di dunia ada 14 juta orang.

7 juta di Amerika
5 juta di Asia
2 juta di Eropa
100 ribu di Afrika.

Populasi Muslim: 1,5 miliar dari penduduk dunia.

6 juta di Amerika.
1 miliar di Asia dan Timur Tengah.
44 juta di Eropa.
400 juta di Afrika.

Kelima dunia adalah Muslim.
Setiap 1 orang Yahudi, ada 107 Muslim di dunia.
Namun, 14 juta orang Yahudi lebih kuat daripada 1,4 Miliar Muslim.
Mengapa? Fakta-fakta dan statistik di atas.

Lihatlah dalam sejarah modern:

Albert Einstein: Yahudi.
Sigmund Freud: Yahudi.
Karl Marx: seorang Yahudi.
Paul Samuelson: Yahudi.
Milton Freedman: Yahudi.

Inovasi Medis yang Paling Penting:

Penemu medis injeksi, Benjamin Rubin: Yahudi.
Penemu vaksin polio, Jonas Salk: Yahudi.
Penemu obat kanker darah (leukemia), Gertrude Ilion: seorang Yahudi.
Penemu pengobatan hepatitis C,  Barukh Bloomberg: Yahudi.
Penemu obat sifilis, Paul Ehrlich: Yahudi.
Penelitian pengembangan sistem kekebalan tubuh, Eli Machenkov: Yahudi.
Penelitian Endokrinologi yang paling penting, Andrew Schally: Yahudi.
Penelitian Cognitive Therapy yang paling penting Aaron Beck : Yahudi.
Penemu Pil Gregory Pecos: Yahudi.
Studi pengobatan kanker yang paling penting, Stanley Cohen, seorang Yahudi.
Penemu dialisis dan peneliti paling penting dalam organ buatan, Willem Kulovkim: Yahudi.
Penemuan yang Mengubah Dunia:
Pusat pengembangan prosesor , Stanley Mysore: Yahudi.
Penemu reaktor nuklir, Selandia Liu: Yahudi.
Penemu serat optik, Peter Schultz: Yahudi.
Penemu lampu lalu lintas, Charles Adler: Yahudi.
Penemu stainless steel, Pino Ringkas: Yahudi.
Penemu film audio, Isador Casey: Yahudi.
Penemu mikrofon, Jeramavun Emile Berliner: Yahudi.
Penemu Perekam Video, Charles Ginsburg : Yahudi.

Pembuat Nama dan Merek:

Polo – Ralph Lauren: seorang Yahudi.
Jeans Levi – Strauss Levi: Yahudi.
Starbucks – Howard Schultz adalah Yahudi.
Google – Sergey Brin: Yahudi.
Dell – Michael Dell adalah Yahudi.
Oracle – Larry Ellison: seorang Yahudi.
DKNY-Donna Karan: Yahudi.
Baskin dan Robbins – Irv Robbins: Yahudi.
Dunkin Donuts – William Rosenberg: Yahudi.
Politisi dan Pengambil Keputusan:
Sekretaris Negara Amerika Serikat, Henry Kissinger: Yahudi.
Presiden Yale University Richard Levin: Yahudi.
Kepala Federal Reserve AS, Alan Greenspan : Yahudi.
U. S. State Secretary, Madeleine Albright : Yahudi.
Politisi AS, Joseph Lieberman : Yahudi.
Sekretaris Negara AS, Casper Enbed : Yahudi.
Menteri Luar Negeri Uni Soviet, Maxim Litvinov : Yahudi.
Perdana Menteri Selandia Baru, John Key: Yahudi.
Perdana Menteri Singapura, David Marshall : Yahudi.
Gubernur Australia, Ishak Isaac : Yahudi.
Perdana Menteri Inggris, Benjamin Disraeli : Yahudi.
Perdana Menteri Rusia, Yevegni Primakov : Yahudi.
Politisi Amerika, Barry Goldwater : Yahudi.
Presiden Portugal, Jorge Sampaio : seorang Yahudi.
Wakil Perdana Menteri Kanada, Herb Jerry : Yahudi.
Perdana Menteri Perancis, Pierre Mendes : Yahudi.
Menteri Negara Inggris, Michael Howard : Yahudi.
Konsultan Austria, Bruno Kryska : Yahudi.
Menteri Keuangan, Robert Rubin : seorang Yahudi.
Tuan spekulasi dan ekonomi, George Soros : Yahudi.

Media Berpengaruh :

CNN – Wolf Blitzer: Yahudi.
ABC News – Barbara Walters: Yahudi.
The Washington Post – Eugene Meyer: Yahudi.
Majalah Time – Henry Grunwald: Yahudi.
The Washington Post – Katherine Graham Yahudi.
New York Times – Joseph Elevid: Yahudi.
New York Times – Max Frankel: Yahudi.
Ini baru sebagiannya.

Fakta Lain:
Dalam 105 tahun terakhir, Yahudi memenangkan 14 dari 180 Nobel.
Pada periode yang sama, 1,5 Miliar Muslim hanya memenangkan tiga hadiah Nobel.
1 hadiah Nobel adalah untuk 77. 778 orang Yahudi.
Bagi Muslim, 1 hadiah Nobel untuk 500 juta orang.
Apakah ini sebuah kebetulan bahwa ilmu pengetahuan milik mereka? Atau penipuan? Atau konspirasi? Mengapa prestasi itu tidak dicapai oleh umat Muslim meskipun mereka sangat banyak dalam jumlah?
Fakta-fakta lain mungkin menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini:

· Umat Islam sedunia hanya memiliki 500 universitas (terkenal/besar).
· Di Amerika Serikat ada 5.758 Universitas!
· India 8.407 Universitas!

· Tidak ada universitas Islam dari  500 universitas terbaik di dunia.
• Ada 6 universitas Israel dari 500 universitas terbaik di dunia.

· Proporsi pembelajaran di negara-negara Kristen 90%.
· Proporsi pembelajaran di dunia Muslim 40%.
· Tingkat pendidikan 100% ada di 15 negara Kristen.

• Di negara-negara Muslim tidak ada yang tingkat melek hurufnya hingga 100%.

Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Kristen 98%.
Persentase penyelesaian sekolah dasar di negara-negara Muslim 50%.
Persentase memasuki universitas di negara-negara Kristen 40% .
Persentase memasuki universitas di negara-negara Muslim 2%.

• Hanya ada 230 sarjana Muslim dari setiap juta orang Islam.

• Ada 5.000 sarjana dari setiap juta orang Amerika.

· Dari setiap 1 juta masyarakat Amerika, ada 1000 orang teknisi.
· Di negara-negara Muslim hanya memiliki 50 per 1 juta orang.
· Negara-negara Islam mengeluarkan dana 0,2% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Negara-negara Kristen mengeluarkan 5% dari total pendapatan nasional untuk penelitian dan pengembangan.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Pakistan adalah 23 surat kabar per 1000 penduduk.
· Tingkat distribusi surat kabar harian di Singapura adalah 460 surat kabar per 1000 penduduk.
· Di Inggris, distribusi buku, 2.000 per satu juta orang.
· Di Mesir 17 buku per satu juta orang.
· Alat-alat teknologi canggih (High-tech) 0,9% dari ekspor Pakistan, 0,2% dari ekspor Kerajaan Arab Saudi dan 0,3% dari ekspor Kuwait, Aljazair dan Maroko.
· Peralatan berteknologi tinggi, 68% dari ekspor Singapura.

Hari Ini, Islam Jadi Agama Terbesar di Dunia

Senin, 13 Januari 2014, 08:01 WIB

Daily Mail
Muslim Inggris menunaikan shalat Jumat. Islam berkembang sangat pesat di negara Ratu Elizabeth tersebut.
Muslim Inggris menunaikan shalat Jumat. Islam berkembang sangat pesat di negara Ratu Elizabeth tersebut.
A+ | Reset A-

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh DR M Masri Muadz MSc
(Penulis Buku Paradigma Al-Fatihah)

Dalam tulisan-tulisan atau ceramah-ceramah, selalu disebut bahwa Kristen adalah agama terbesar di dunia. Hari ini, sebutan itu tidak berlaku lagi. Karena perkembangan agama dunia sudah menunjukan hal yang lain. Mari kita cermati fakta-fakta berikut ini.

Jumlah penduduk dunia (2013) adalah 7.021.836.029. Sebaran menurut agama adalah: Islam 22.43%, Kristen Katolik 16.83%, Kristen Protestan 6.08%, Orthodok 4.03%, Anglikan 1.26%, Hindu 13.78%, Buddhist 7.13%, Sikh 0.36%, Jewish 0.21%, Baha’i 0.11%, Lainnya 11.17%, Non Agama 9.42%, dan Atheists 2.04% (www.30 days.net).

Bahkan dikatakan bahwa jumlah pemeluk Islam pada 2012 adalah 2.1 milyar. Sedangkan jumlah pemeluk Kristen dan Protestan adalah 2 milyar . Sehingga Islam saat ini, kendati dibandingkan dengan pemeluk Kristen dan Protestan sekalipun, sudah menjadi agama terbesar di dunia (http://www.religiouspopulation). Subhanallah.

Penduduk dunia (2011) tumbuh 137% dalam satu dekade terakhir, di mana Kristen tumbuh sebanyak hanya 46%, sebaliknya,  Islam tumbuh sebanyak 5 kali lipatnya: 235%. (The Almanac Book of Facts, 2011). Dikatakan, bila tren pertumbuhan ini terus berlangsung, diperkirakan pada tahun 2030, 1 dari 3 penduduk dunia adalah orang Islam. (http://www.muslimpopulation.com).

Dilihat per benua, menurut data UN (2012), sejak tahun 1989 sampai tahun 2012, perkembangan jumlah pemeluk agama Islam yang paling cepat terjadi di Australia  dan Oceania/Pacific 257.01%; kemudian berturut-turut diikuti oleh Eropa 142.35%; Amerika 25%; Asia 12.57%; Afrika 2.15%; dan Amerika Latin 4.73% (http://www.30-days.net).

Menurut The Almanac Book of Facts (2011), dalam sepuluh tahun terakhir, penduduk dunia bertambah sebanyak 137%. Di mana pemeluk agama Kristen bertambah sebanyak 46%. Sedangkan pemeluk agama Islam bertambah sebanyak 235% (www.geocities.com).

Sehingga disimpulkan bahwa Islam adalah agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tertinggi di dunia, setiap tahunnya. Antara 1990 sampai 2000, diperkiraan sekitar 12.5 juta orang dari berbagai agama, pindah ke agama Islam. (Guinness Book of World Records,2011).

Perkembangan Islam yang sangat cepat ini disebabkan oleh dua faktor penting. Pertama, oleh tingkat kelahiran (fertility rate) yang tinggi di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Kedua, oleh jumlah orang-orang yang pindah (conversion) dari agama lain ke agama Islam yang juga tinggi, terutama di Amerika, Eropa dan Australia dalam 20 tahun terakhir (The Almanac Book of Facts, 2011).

Menurut hasil poll (2012) di Amerika, diketahui sekitar 200.000 orang setiap tahunnya pindah dari agama Kristen ke agama Islam. (http://www.usislam.org)

Sebuah studi oleh Faith Matters (2011) di Inggris, diketahui bahwa dalam 10 tahun terakhir, diperkirakan jumlah orang Inggris yang pindah dari agama lain (Kristen) menjadi pemeluk agama Islam adalah sebanyak 5.000 orang setiap tahun (http://insideislam.wisc.edu).

Terkait dengan perkembangan Islam yang cepat ini, menurut CNN, pemeluk Kristen semakin tidak meyakini kebenaran ajaran agama mereka. Sebaliknya pemeluk Islam, keyakinan terhadap kebenaran agama mereka semakin meningkat.

Di Indonesia tidak diketahui dengan pasti jumlah semua muallaf. Namun pemeluk agama lain yang pindah ke agama Islam merupakan fenomena sosial yang nyata dan trennya terus meningkat. Diperkirakan setiap tahun muallaf bertambah 10 sampai 15% (Syafii Antohio).

Sebagai contoh, dari sekian banyak muallaf di Indonesia, 7 orang terkenal  yang sudah pindah ke agama Islam adalah: Sandrina Malakiano,  Marini, Chicha Koeswoyo, Syafii Antonio, Bob Hasan, W. S. Rendra, dan El Manik.

Di dunia, 7 orang di antara jutaan muallaf yang namanya relatif dikenal adalah: Yusuf Islam (Penyanyi Inggris), Muhammad Ali (petintu Amerika), Yusuf Estes (Penghotbah Kristen, Amerika), Murad Hofmann (Diplomat, Jerman), Muhammad Assad (Wartawan Internasional, Austria), Selma A. Cook (Penulis, Australia), dan Jeffery lang (Profesor matimatika, Amerika).

Tingginya jumlah orang yang menjadi muallaf, memfasilitasi berkembangnya Islam menjadi lebih pesat lagi. Di Jeman, pernah terjadi sebanyak 1.250 orang non-Muslim yang menghadiri dakwah muallaf Amerika, Yusuf Estes, mengambil keputusan untuk menjadi Muslim dan  bersyahadat langsung dihadapan beliau.

11
Oct
13

Kewargaan : Hak dan Kewajiban Warganegara Indonesia

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN UUD 45

Menurut Prof. Dr. Notonagoro:

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya..

Hak dan Kewajiban merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat itu tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan diri sendiri. Jika keadaannya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan diatur dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan tidak mendapatkan hak-haknya.

 

 

HAK DAN KEWAAJIBAN WARGA NEGARA :

1.  Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan (role).

2.  Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945.

Hak Warga Negara Indonesia :

-   Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas

pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).

-   Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).

-   Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).

-   Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”

-   Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi

meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)

-   Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

-   Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta

perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).

-   Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,

hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

Kewajiban Warga Negara Indonesia  :

-   Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi :

segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan

dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

-   Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945

menyatakan  : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya

pembelaan negara”.

-   Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan :

Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain

-   Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”

-   Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu :

1.  Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

2.  Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam

hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

3.  Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

4.  Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.

 

01
Aug
11

Kewargaan : IWARDAS (Ikatan Warga Daerah Aliran Sungai)

MISI MANUSIA HIDUP DI DUNIA JUGA MEMAKMURKAN BUMI

[QS Al-A'raaf (7 ): 56, Huud (11) : 61, Asy-Syu'araa' (26) : 183]

IWARDAS Ikatan Warga Daerah Aliran Sungai

Pandji R Hadinoto / Penasehat, IWARDA Ikatan Warga Djakarta

Genderang Perang telah ditabuh saat Bedug Ramadhan 1432 H digebug ber-talu2, ancaman itu adalah bencana ekologi telah berada dimuka mata sebagaimana diungkapkan berita headline berjudul Kota Tanpa “Masa Depan” Kawasan Kota Mandiri Tumbuh Semrawut dan Tidak Sinkron di harian Kompas tanggal 1 Agustus 2011. Disana disebutkan bahwa Nilai Telapak Ekologis (ecological footprint) sudah jauh lebih besar daripada Nilai Biokapasitasnya yang artinya “masyarakat telah memakai sumber daya alam lebih besar dibandingkan dengan kapasitas alam untuk menyediakannya”. Disebutkan pula adanya Rancangan Keputusan Presiden tentang Penetapan Wilayah Sungai-sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian-Ciliwung-Cisadane-Citarum jadi 3 (tiga) Wilayah Sungai yaitu (1) Cidanau-Ciujung-Cidurian, (2) Ciliwung-Cisadane, dan (3) Citarum, yang dapat berdampak a.l. putusnya pasokan air baku bersih bagi Jakarta dari Waduk Jatiluhur.

Bagaimanapun juga, posisi hilir daripada Jakarta adalah rawan dan lemah terhadap ketidakseimbangan dan kerusakan ekologis yang semakin kompleks terjadi di daerah2 hulu Jakarta yaitu Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Puncak-Cianjur. Dalam pengertian inilah, satu gerakan masyarakat yang masif di DAS (Daerah-daerah Aliran Sungai) berpolakan Community Development (CD) dan berbasis Community Social Responsibility (CSR) sebagai perluasan daripada peran Corporate Social Responsibility adalah perlu segera diaktifkan/diberdayakan.

Kebangkitan IWARDA (Ikatan Warga Djakarta) yang dibentuk tahun 1952 pada tanggal 16 Juli 2011 yang baru lalu melalui Rapat Kerja Majelis Pengurus Pusat sangatlah diharapkan mampu kemudian membawa angin baru bagi upaya2 CD dan CSR termaksud diatas, terutama dalam kerangka prakarsa terbentuknya forum silahturahmi IWARDAS (Ikatan Warga Daerah Aliran Sungai) sehingga memungkinkan terjalinnya satu jejaring sosial yang ampuh dalam komunikasi untuk memerangi bahkan bilamana beruntung memulihkan bencana degradasi mutu lingkungan hidup di DAS dimaksud diatas.

Kepedulian, kebersamaan dan kegotongroyongan antar warga bertumpu pada operasi bina territorial yang terstruktur dan sistimatis serta terarah, diyakini akan berbuah terselamatkannya mutu ekologis tidak saja Jakarta, namun juga di Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur yang mencakupi 3 (tiga) provinsi, 10 (sepuluh) kota, 5 (lima) kabupaten dan 25 (dua puluh lima) kota2 baru.

Bagi warga JaBoDeTaBekPunJur yang sepakat dengan gagasan IWARDAS ini dapat mengkomunikasikannya ke alamat eMail : kijakarta@yahoo.com

Jakarta, 2 Agustus 2011

26
May
11

Sejarah : Tak Ada Orang Asli Jakarta

Kamis, 26 May 2011
  • PDF

undefined

Jakarta (26/5) – Orang Jakarta asli itu adalah campuran seluruh etnis berbagai negara di dunia yang masuk ke kawasan ini sejak beberapa abad silam, demikian salah satu benang merah kajian diskusi terbatas di `Fadli Zon Library`, di Jakarta, Rabu.

Diskusi mengangkat tema khusus: “VOC, Pedagang atau Penjajah”, dihadiri lebih 20-an tokoh beraneka latar, termasuk mantan menteri dan menampilkan pakar sejarah Prof Dr Djoko Marihandono, Dr Batara R Hutagalung serta Dr Harto Juwono.

Mereka mengungkapkan bahwa Batavia adalag nama sebuah suku di Negeri Belanda.

“Ini kemudian diadopsi jadi Betawi. Dan karenanya, sebenarnya tak ada orang asli Betawi. Yang ada ialah percampuran etnik dari mana-mana, termasuk Eropa, Arab, Tionghoa, bahkan Afrika, termasuk dari Nusantara,” ujar Batar Hutagalung.

Diskusi yang dimodetarori langsung Fadli Zon ini, kemudian menyimpulkan, pentingnya terus menggali sejarah, demi menemukan jati diri serta nilai-nilai kebenaran untuk menghantar kepada perbaikan serta kemajuan.

Gugat Belanda
Para pembicara serta peserta diskusi juga menguliti kiprah `Verenigde Oost-Indische Compagnie` (VOC), sebuah kongsi dagang atau bahkan koperasi kecil yang kemudian berkembang jadi raksasa bisnis global di masa itu.

Harto Juwono dan Batara Hutagalung sepakat menyatakan, inilah `BUMN` Belanda yang sesungguhnya hanya merupakan kongsi dagang kecil, tetapi kemudian menjadi sebuah lembaga berkuasa besar.

VOC ternyata kemudian mendapat hak bikin angkatan perang, mencetak uang, membuat sertifikat tanah, bahkan berkuasa menangkap para raja (serta sultan) yang enggan atau menolak diajak bekerjasama.

Mereka, kata Harto Juwono, dengan sangat tidak adil memperlakukan penduduk tempatan dalam hal kepemilikan tanah.

“Soal kepemilikan tanah, ada ketidakladilan, yakni, orang timur asing asal Tionghoa dan Arab diberi (sertifikat) tanah sangat banyak dan besar-besar, sementara bumiputera gigit jari,” tandasnyua.

Proses penindasan dan penghisapan (atas sumber kekayaan alam), kata Djoko Marihondo, berlanjut pada pemberdayaan tenaga manusia.

Batara Hutagalung kemudian membeberkan sikap tidak simpatik Belanda yang baru mengakui kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2005 lalu atau setelah 60 tahun Bung Karno membacakan teks proklamasi.

“Kami kini sedang melakukan aksi menggugat mereka. Dan perjuangan ini tidak hanya di sini, tetapi hingga ke tanah Belanda,” katanya.

Para pakar sejarah itu juga sudah serta sedang melakukan gugatan-gugatan lain terkait tindak semena-mena penjajah Belanda di beberapa daerah di Indonesia. (Dw/ANT)

03
May
11

Pariwisata : Melaka, Kota Pusaka Dunia di Malaysia

Selasa, 03/05/2011 17:54 WIB

Melaka, Kota Pusaka Dunia di Malaysia

Bondan Winarno – detikFood

Melaka, Kota Pusaka Dunia di Malaysia
Foto: Bondan Winarno Jakarta – Karena lokasinya hanya sekitar tiga jam bermobil dari Singapura, setiap tahunnya Melaka menjaring jutaan wisatawan sehari (day-trippers) dari Singapura. Setiap akhir pekan, kita dapat melihat ratusan hobbyist fotografi dari Singapura – melakukan photo hunting secara berkelompok ke kota kecil ini.

Melaka – bersama Georgetown di Penang – telah ditetapkan oleh Unesco sejak 2008 sebagai Situs Pusaka Dunia (World Heritage Site). Sebuah pengakuan yang tidak berlebihan mengingat betapa kayanya kota kecil ini dengan bangunan pusaka yang tetap terawat dengan baik. Sejak pengakuan Unesco itu, Melaka semakin giat membangun kotanya sebagai tujuan wisata kelas dunia, dan meresmikannya nama sebagai Melaka Bandaraya Bersejarah.

Menurut sejarahnya, Melaka dibangun oleh Parameswara pada akhir abad ke-14. Bandar ini menarik para pedagang dari India dan Arab, serta makin berkembang sebagai pusat perdagangan. Asal nama Melaka pun punya dua versi. Versi pertama adalah pohon buah melaka yang banyak dijumpai di tepian sungai. Versi kedua adalah dari kata “malakat” yang berarti pasar dalam bahasa Arab.

Laksamana Cheng Ho pun pernah berlabuh di Melaka. Hingga kini masih ada klenteng yang dipersembahkan kepada Cheng Ho. Peniaga dari Cina pun semakin meramaikan Melaka di abad ke-15. Pamor Melaka makin meningkat.

Pada awal abad ke-16, Portugis pun datang ke Melaka. Semula untuk berniaga. Namun cara-cara mereka berniaga tidak cocok dengan para peniaga India dan Arab. Pertikaian pun terjadi. Portugis kembali dengan balatentara lebih besar, dan menduduki Melaka pada 1511. Pendudukan Portugis ini mengawali era Eropa bagi Melaka. Portugis membangun benteng pertahanan, gedung-gedung pemerintahan, dan gereja-gereja.

Melaka semakin kehilangan pamornya pada awal abad ke-17 setelah Sultan Johor melakukan pakta dengan VOC Belanda. Pada tahun 1641, Belanda menyerang Melaka dan mengusir Portugis dari sana. Belanda bercokol selama 150 tahun, dan meninggalkan Melaka setelah gempuran pasukan bersama Inggris dan Prancis.

Kaya Tujuan Wisata

Sejarah berliku Melaka itu meninggalkan berbagai pusaka yang menjadi tujuan pariwisata penting bagi Melaka. Menurut statistik, setiap tahun Melaka dikunjungi 7 juta wisatawan, dari dalam maupun luar negeri.

Pusat atraksi di Melaka adalah kawasan bersejarah di pusat kota yang populer dengan sebutan Red Square. Di sekeliling alun-alun kecil ini berdiri berbagai bangunan peninggalan sejarah yang dindingnya berwarna merah, anatar lain: gereja, stadthuys (balaikota), kantor pos, dan lain-lain. Di tengah alun-alun itu berdiri sebuah tugu peringatan untuk Ratu Inggris diiringi air mancur.

Becak-becak hias menyemarakkan kawasan Lapangan Merah yang penuh pengunjung. Dengan becak ini sebagian wisatawan berkeliling Melaka. Becaknya dihias ngejreng dengan bunga-bunga plastik dan elemen hias lainnya. Lengkap dengan musik dan pengeras suara yang memekakkan telinga.

Kawasan bagi pejalan kaki yang paling populer adalah Jonker Walk – mencakup Jonker Street dan Heeren Street – yang terletak hanya di seberang Sungai Melaka dari Lapangan Merah. Di ujung Jonker Walk ini sekarang ada San Shu Gong, toko berbagai oleh-oleh, bumbu, dan lain-lain. Es cendol durian-nya juga ramai diminati. Sebelum kehadiran San Shu Gong, toko serupa yang populer adalah Tan Kim Hock di Jalan Bendahara. Kebanyakan wisatawan membeli bumbu ayam pongteh, bakkutteh, dan sebagainya untuk dibawa pulang.

Di sepanjang Jonker Walk, banyak cafe, rumah makan, serta toko-toko suvenir yang menarik. Pada hari-hari libur da akhir pekan, kawasan ini tumpah-ruah pengunjung hingga tengah malam. Beberapa cafe juga menyediakan live band untuk menarik pengunjung.

Di belakang Lapangan Merah ada sebuah bukit, dan di puncaknya ada bekas gereja Portugis yang dihancurkan Belanda dan diubah menjadi benteng pertahanan. Untuk mencapai tempat itu, kita masuk dari sebuah gerbang benteng yang dikenal dengan sebutan A Famosa. Pada awalnya ini adalah benteng Portugis juga, yang kemudian diubah menjadi benteng Belanda. Lambang VOC masih tampak terukir di batu gerbang A Famosa ini.

Atraksi turis yang lain adalah gereja-gereja tua, baik peninggalan Portugis (Katholik) maupun Belanda (Protestan). Gereja Santo Petrus yang sudah berusia 300 tahun, misalnya, menjadi pusat Perayaan Paskah yang penting di kawasan ini. Di Melaka juga masih banyak kelompok Kristang – keturunan Portugis-India beragama Katholik. Kaum mestizo ini berkulit gelap, dengan nama-nama Protugis, seperti; Rodriguez, Fernandez, dan lain-lain.

Menjadi Tujuan Pariwisata Modern

Melaka kini tidak lagi sekadar kawasan bersejarah. Kota ini telah memiliki jalur monorel sepanjang 1,6 kilometer untuk kemudahan para wisatawan. Kereta ini menghubungkan berbagai tujuan pariwisata di Melaka.


Atraksi modern bagi wisatawan berpusat di Padang Pahlawan. Di sini ada mahkota Parade Shopping Centre yang sangat ramai. The Body Shop, World of Cartoons, Nokia, MPH Bookstores, Royal Selangor, Sony Center, dan gerai waralaba internasional lainnya dapat dijumpai di sini. Begitu juga waralaba kuliner seperti: Starbucks, KFC, McDonald’s, Pizza Hut, dan lain-lain.

Di dekat Padang Pahlawan juga ada ferris wheel (jentera putar). Yang besar disebut Eye on Malaysia, sedangkan yang lebih kecil disebut Eye on Melaka. Di dekatnya ada sebuah atraksi pariwisata yang lain, The Pirates of Malacca.

Jangan lupa mengunjungi Malay and Islamic World Tour di Jalan Kota. Bila membawa anak-anak, sedikit di luar kota ada Melaka Zoo (kebun binatang) yang berlokasi di Ayer Keroh. Di Ayer Keroh juga ada Taman Mini Malaysia dan Taman Mini ASEAN, serta kawasan hutan lindung. Agak jauh lagi, di Pantai Padang Kemunting, sekitar 28 km dari pusat kota Melaka, ada tempat penangkaran penyu yang juga menarik untuk dikunjungi anak-anak.

Sungai Melaka yang berliku pun sejak beberapa tahun silam telah ditata. Sisi-sisinya diturap. Di sepanjang sisi sungai dibangun boardwalk – jalan dari papan kayu – agar orang dapat berjalan-jalan atau jogging menikmati pemandangan sungai. Dapat juga ikut river cruise – naik perahu dan menyusuri sungai selama 45 menit. Ada juga Melaka Duck Tour, yaitu kendaraan semi-amfibi yang dapat berjalan di sungai maupun di jalan raya.

Di salah satu “semenanjung” sungai ini ada perkampungan sekitar 100 rumah yang dilestarikan sebagai living museum. Warga Kampung Morten ini diwajibkan melestarikan rumah mereka dan mendapat tunjangan sepantasnya agar selama berabad-abad kemudian orang masih dapat melihat cara hidup asli masyarakat Melayu di Melaka.

Tidak lama lagi Melaka juga akan memiliki sebuah mal baru bernama Casa del Rio, tidak jauh dari Jonker Walk. Atraksi baru ini akan melengkapi Melaka sebagai tujuan wisata penting di Malaysia.

Nasi Ayam Bebola

Kalau nasi ayam Hainan sangat populer di Singapura, di Melaka ada versi yang lebih unik. Sebetulnya, ini adalah masakan yang sama, tetapi dengan cara penyajian yang berbeda. Nasi ayam Hainan adalah paket nasi gurih dan potongan ayam kukus. Di Melaka, disebut nasi ayam bebola (chicken rice-ball). Ayam kukusnya sama – kadang-kadang juga tersedia versi panggang. Tetapi, nasi gurihnya dihaluskan dan kemudian dibentuk menjadi bola.

Di ujung Jonker Walk ada sebuah kopitiam (warung kopi) bernama Chop Chung Wah yang sejak buka pada pukul 8.30 pagi selalu ramai diantre orang. Nasi ayam Chop Chung Wah biasanya sudah habis pada sekitar pukul 13 siang. Ini adalah kedai pertama yang menghidangkan sajian khas ini. Jika Anda malas antre, ada pilihan lain yaitu Famosa Chicken Rice-Ball (Jalan Kang Jebat dan Jalan hang Kasturi). Terus terang, saya lebih suka nasi ayam Famosa karena nasi dan ayamnya kurang asin.


Makanan murah-meriah yang juga populer di Melaka adalah sate celup. Sekarang yang terkenal adalah Capitol di Lorong Bukit Cina. Tergantung apa bahannya, harga satu tusuk sate antara RM 0,50-1. Mirip lok-lok, isinya adalah ayam, cumi, bakso, cabe isi bakso, tahu, tahu bakso, babat, dan banyak lagi ragam lainnya. Sate dicelupkan ke kuah kacang beramai-ramai. “Pemandangan” inilah yang agaknya dianggap kurang menyenangkan bagi sebagian orang. Tetapi, orang Malaysia sangat menyukai sajian sate celup ini.

Melaka juga memiliki sangat banyak kopitiam dengan sajian sederhana, seperti roti bakar dilapis selai kaya, telur setengah matang, dan nasi lemak. Biasanya, nasi lemak yang dijual berukuran sangat kecil – seperti umumnya nasi kucing di Jawa – dengan lauk minimalis. Dengan harga antara RM 1-2, kita mendapat sebungkus berisi sekepal nasi lemak (uduk), sambal blacan manis, teri dan kacang, serta seiris kecil telur dadar.

Juga banyak didapati foodcourt di Melaka. Ada foodcourt yang khusus menyajikan makanan Melayu dan India, seperti: roti john, sup lembu, nasi kerabu, nasi padang, dan lain-lain. Di Jalan Bunga Raya ada satu foodcourt yang sudah sejak dulu populer, menyajikan berbagai makanan Tionghoa. Bila ingin masakan yang lebih bersifat internasioanl, tujuannya adalah Mahkota Parade Shopping Centre, di seberang padang Pahlawan.

Pusat Budaya Peranakan

Melaka adalah pusat budaya Peranakan – juga dikenal dengan istilah Babah-Nyonya, yaitu keturunan Tionghoa yang menikah dengan perempuan setempat dan beranak-pinak. Keturunan mereka dibesarkan dalam persilangan budaya yang unik.

Pada awalnya, pendatang dari Negeri Cina ke Semenanjung Malaysia ini adalah kaum pekerja tambang, kuli pelabuhan, dan para tauke alias pedagang. Mereka menikah dengan perempuan keturunan Jawa, Melayu, bahkan Aceh. Salah satu “cabang” budaya yang unik dari hasil persilangan ini adalah budaya kuliner baru yang disebut sebagai kuliner Peranakan.


Bagi saya, Melaka adalah tujuan penting untuk mencicipi masakan Peranakan – yaitu masakan Melayu dengan pendekatan kuliner Tionghoa. Sekalipun restoran yang paling populer adalah Nancy, tetapi favorit saya adalah Restoran Peranakan di Jalan Tun Tan Cheng Lock. Pertama, karena tempatnya lebih besar dan merupakan rumah tua yang dirawat baik. Kedua, karena citarasa masakannya pun prima.

Menu favorit saya di Restoran Peranakan adalah: ayam keluak, ayam pongteh, udang lemak nenas, tahu peranakan, sambal bendih. Ayam keluak adalah opor dengan bumbu pekat, dimasak dengan keluak (kluwek). Ayam pongteh mirip semur kental dengan aroma ngohiong. Udang lemak nenas mirip lempah bersantan, dimasak dengan nenas. Tahu peranakan adalah nama lain untuk tahu telur gaya Peranakan Jawa. Dan sambal bendih adalah okra (lady’s fingers) kukus dengan sambal blacan.

Jangan lupa mengunjungi beberapa rumah lama maupun Museum Babah Nyonya Peranakan. Bahkan, di Jonker Walk, ada beberapa ruko lama yang diubah menjadi hotel butik. Bila ingin mewah, ada juga sebuah puri (mansion) milik orang Tionghoa kaya yang dipugar menjadi The Majestic Malacca Hotel.

Di Jalan Tokong juga ada klenteng Cheng Hoon Teng yang didedikasikan kepada Kapitan Cina Li Wei King. Rumah-rumah mewah dari orang-orang Tionghoa kaya masa lalu juga masih dapat terlihat di sekitar Jonker dan Heeren Street.

Di sekitar Jonker Walk banyak dijumpai pedagang barang antik dengan kualitas yang cukup baik. Berbagai perabotan, hiasan, dan pernak-pernik – khususnya dari budaya Peranakan – dapat dijumpai dalam jumlah yang cukup banyak di sini. Harganya masih cukup masuk akal bila dibanding dengan toko antik di Singapura, Kuala Lumpur, maupun Jakarta.

Banyak Jalan Menuju Melaka

Selain warga Malaysia dari berbagai penjuru, kafilah wisatawan terbesar ke Melaka adalah dari Singapura. Perjalanan bermobil dapat ditempuh dalam rata-rata tiga jam dari Singapura ke Melaka. Banyak pula bus umum yang melayani penumpang trayek Singapura-Melaka pp. Dari Kuala Lumpur, Melaka dapat ditempuh dengan mobil dalam waktu satu setengah jam.

Bandara Internasional Melaka di Batu Berendam kini semakin ramai menjadi pintu masuk wisatawan. Riau Air dan Wings Air dari Indonesia punya penerbangan terjadwal ke Melaka – khususnya karena peningkatan wisata medis dari Indonesia ke Melaka. Dari Bengkalis, Dumai, dan Pekanbaru juga ada ferry setiap hari menuju Melaka.

Sampai jumpa di Melaka!���

(dev/Odi)

Artikel Catatan Perjalanan Lainnya:

22
Apr
11

Lingkungan : Dam Raksasa Penyelamat Banjir Jakarta ?

Beranda Radio Video Sajian Dosir Interaktif

undefined

Avatar KBR 68H
Jakarta, Indonesia
Jakarta, Indonesia

Dam Raksasa Jakarta

Diterbitkan : 21 April 2011 – 3:04pm | Oleh KBR 68H (Foto: © Flickr/gsbrown99)

Akankah Dam Raksasa Selamatkan Jakarta ?

Lelah dikritik karena melulu kebanjiran, pemerintah Jakarta punya proyek besar untuk menanggulangi banjir. Caranya dengan membuat dam – atau bendungan – raksasa.

Pemerintah berencana membangun dam mulai dari kawasan Tanjung Burung, Tangerang, hingga ke Tanjung Priok, Jakarta Utara, lalu dilanjutkan hingga kawasan Muara Gembong, Bekasi. Pembuatan dam ini meniru negeri Kincir Angin, Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat. Bagaimana rencana lengkapnya proyek dam raksasa ini?

Cegah
Pemerintah meyakini, pembuatan dam ini akan membantu mencegah datangnya banjir rob yang menjadi langganan bagi warga di sepanjang Teluk Jakarta. Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio mengatakan, dam raksasa ini akan menerapkan sistem polder atau penampungan air sehingga air yang masuk ke tanggul akan dipompa keluar menuju air laut.

“Gagasannya adalah membuat tanggul laut yang memisahkan antara pantai, Teluk Jakarta dan Laut Jawa, sehingga tercipta waduk besar. Kemudian, air yang ada di pantai kita pompa keluar, jadi kita turunkan permukaan airnya. Permukaan air yang turun itu akan membuat sungai-sungai lancar mengalirkan air menuju laut.”

Selain mencegah banjir, tambah Pitoyo, dam raksasa ini juga berfungsi sebagai penampung air tawar yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta.

Lingkungan
Namun pembuatan dam raksasa ini mendapat tentangan dari para pegiat lingkungan. Hal ini terkait rencana pemerintah yang akan melakukan reklamasi pantai terlebih dahulu sebelum membuat dam raksasa. Slamet Daryoni dari Institut Hijau Indonesia mengatakan, reklamasi tidak akan efektif mengurangi banjir dan malah merusak lingkungan.

“Justru tidak akan mengurangi banjir, karena pola arus air berubah. Ketersediaan air bersih dan sampah juga menjadi masalah selama ini . Selain itu, reklamasi juga akan menurunkan permukaan tanah sehingga bagian utara Jakarta ini akan menjadi seperti mangkuk.”

Masalah lama
Slamet menambahkan banjir sebenarnya bukan hal yang baru bagi Jakarta. Permasalahan ini sudah muncul pada 1800an saat Belanda berkuasa waktu itu. Pembangunan bendungan seperti Katulampa dan Cisadane yang awalnya mendapat tentangan berhasil diwujudkan karena adanya integrasi dengan pembangunan sejumlah situ dan danau buatan serta dijaganya luasan hutan mangrove. Namun persoalan kembali berulang saat terjadi konversi hutan mangrove besar-besaran hingga 1000 hektar lebih di tahun 1980an dan situ yang tidak diurus sehingga proyek banjir kanal barat yang sudah dilakukan tidak menghasilkan efek yang signifikan.

Selain tidak efektifnya reklamasi, menurut Slamet rencana pembangunan dam yang mengadopsi tekhnologi dari Belanda ini juga harus memperhatikan tipologi wilayah Jakarta. Apalagi tipologi antara Belanda dan Indonesia khususnya Jakarta jelas berbeda. Karena itulah diperlukan kajian secara mendalam kondisi wilayah di lokasi-lokasi tempat dam ini akan dibangun. Termasuk wilayah penyangga lokasi proyek ini akan dikerjakan.

21
Apr
11

Lingkungan : Empat Jenis Ulat Bulu di Jakarta

Selasa, 19/04/2011 19:56 WIB
Ini Dia 4 Jenis Ulat Bulu yang Ada di Jakarta 
Lia Harahap – detikNews

Jakarta – Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta telah menyelidiki jenis ulat bulu yang marak di Jakarta. Dari 4 jenis ulat itu dipastikan bukanlah wabah yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Jadi kita sudah menyelidiki ulat-ulat bulu yang kita ambil dari beberapa kawasan yang terdeteksi ada hama ulat bulu,” ujar Kadis Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, Ipih Ruyani, dalam jumpa pers di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/4/2011).

Ipih mengatakan, sampai saat ini ada 4 wilayah Jakarta yang tersebar ulat bulu, dengan titik terbanyak ditemukan di Jakarta Barat. Anehnya, ulat bulu di setiap kawasan juga berbeda-beda.

“Jadi sejauh ini masih terjangkit di Jakarta Barat meliputi Tanjung Duren, Puri Kembangan , Cengkareng, Jakarta Timur meliputi Pasar Rebo, Jakarta Utara TPU Plumpang, dan yang terakhir baru masuk di Jakarta Pusat tepatnya di Cideng,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, 4 jenis ulat bulu yaitu:

-Kawasan Tanjung Duren dan Kembangan
Family : Lymantridae
Spesies : Euproctis sp

-Pekayon (Pasar Rabo)
Family : Limacodidae
Spesies : Ploneta Diducta

-Pekayon (Pasar Rebo)
Family : Lasiocampidae
Spesies : Trabala spp

-Cideng
Family :  Noctuidae
Spesies : belum diketahui

Dari ke empat jenis itu, dipastikan berbeda dengan yang ada di kawasan Probolinggo, Jawa Timur.
Agar tidak terus menjalar ke daerah-daerah lainnya, Ipih meminta ada kerja sama warga untuk menjaga lingkungan lebih bersih. Dia juga meminta masyarakat tetap tenang, karena hama ini tidak berbahaya.

“Maka itu kita harapa masyarakat juga menjaga kebersihan lingkungan. Dan saya juga meminta tidak panik, karena ini tidak berbahaya, tapi kalau yang bersentuhan dengan kulit paling hanya gatal sebentar,” kata Ipih.

Kapan hama ini akan benar-benar berhenti, Ipih belum bisa memastikan. Yang jelas faktor cuaca dan jumlah predator bisa memperlambat siklus ulat bulu.

“Jenis-jenis ulat bulu yang ada di Jakarta hanya menimbulkan dampak gatal ringan dan rasa panas jika menempel pada kulit. Tapi tidak sampai ada yang menggangu kesehatan,” tandas wanita berjilbab ini.

(lia/lrn)

03
Mar
11

Kemasyarakatan : Dinamika Ibukota Jakarta

“Raport Foke Nilainya Merah Semua” 

lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 26/02/2011 | 03:30 WIB "Raport Foke Nilainya Merah Semua"

Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Habib Ahmad Husein Alaydrus menilai Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alais Foke telah gagal dalam memimpin Jakarta menuju perubahan. Menurut Habib, kritik Presiden terhadap Foke, Senin lalu, adalah realitas yang sebenarnya. Sebab, tidak ada yang bisa dibanggakan melihat kinerja yang ditunjukkan Foke. “Infrastruktur dan rancangan RTRW amburadul,” tutur anggota Komisi C DPRD DKI tersebut.

Bahkan, ia mengaku tidak kaget apabila Presiden SBY menyalahkan Foke yang tidak mampu mengatasi kemacetan di ibukota. “Memang sebelum SBY mengucapkan ‘pepesan kosong‘, Saya pernah kasih statemen ‘dan menilai Foke itu raportnya merah semua! Dari segi sosial, kesehatan, infrastruktur, transportasi dan juga pendidikan,” ungkap Habib saat wawancaan dengan jakartapress.com, Jumat (25/2/2011) sore.

Habib menilai Foke begitu dilantik pada Oktober 2007 hingga kini tidak ada kemajuan kinerjanya. “Dari Foke dilantik sampai sekarang pekerjaannya kosong dalam artian nol besar! Memang benar apa yang dikatakan Presiden SBY, karena menurut saya sebagai salah satu pejabat di DPRD DKI Jakarta, umumnya saya lihat setiap penyerapan itu tidak sesuai, contohnya tahun 2008 penyerapan APBD itu hanya sekitar 92%, 2009 hanya 82%, sedangkan sekarang hanya 76%,” bebernya.

Hal itu, lanjutnya, menandakan kegagalan Foke terutama didalam bidang pembangunan. “Ini yang dimaksud oleh SBY hanya pepesan kosong,” tegas Habib.

Ia pun menyesalkan Pemerintah Provini DKI kepemimpinan Foke gagal total, padahal ibukota merupakan barometer dari seluruh wilayah propinsi di Indonesia. “Saya pribadi merasa malu kalau pembangunan anggaran APBD itu yang paling besar di seluruh Indonesia. Itu berarti yang dibicarakan oleh Foke itu yang namanya ahlinya itu nol besar!”serunya.

Sebab, menurut Habib, sebenarnya kita tidak perlu bicara “ahlinya”, tetapi yang perlu itu adalah leadershipnya. “Seorang pemimpin yang tegas, nyalinya besar yang bisa memimpin. Kalau ahlinya kita bisa beli, kita bisa cari orang – orangnya, ini yang dimaksud Foke ini salah kaprah. Anak – anak buahnya Foke ini hanya AFS (Asal Foke Senang) ini yang sangat disayangkan,” paparnya.

Kenapa DPRD tidak ‘Menjewer’ Gubernur/Pemda DKI? “Saya pribadi sudah menjewer, membuat statement di media–media. Saya bilang sekali lagi sebelum SBY bilang pepesan kosong, saya sudah berbicara bahwa raport/hasil kerja Foke itu merah semua! Kerjaannya hanya jalan di tempat, tidak ada kemajuan apapun,” ungkap Habib.

“Coba kita lihat BKT, itu lanjutan dari Gubernur yang lama Sutiyoso, yang sampai sekarang saja belum tuntas. Seperti contohnya kemacetan-kemacetan, busway yang ada itu termasuk gagal juga. Padahal, hanya tinggal melanjutkan dari Gubernur yang sebelumnya. Ini yang membuat saya setuju dengan apa yang diungkapkan Presiden SBY bahwa Foke itu pepesan kosong,” imbuhnya.

Habib menyatakan kecewa terhadap kerja Foke yang lelet dan pembangunan di DKI terkesan hanya mengejar proyek. “Ini yang saya bilang dari pertama memang sudah salah kaprah, Foke itu menempatkan orang-orang di dinas-dinas yang berfungsi sebagai ahlinya. Asal-asalan saja, bahkan bisa dibilang acak-acakan saja. Bukan dilihat dari keahliannya, kompetensinya, leadershipnya. Ini yang salah menurut saya,” tandasnya.

Bahkan, lanjutnya, salah paham antara Foke dengan anak buahnya, banyak dilecehkan. “Inilah yang sudah saya bicarakan secara pribadi juga kepada Fauzi Bowo, saya tidak mengkritik beliau tapi saya mengkritik anak-anak buah beliau yang tidak becus dalam bekerja di porsinya masing-masing,” terangnya.

Bagaimana tentang dugaan korupsi dana BOS pendidikan DKI Jakarta? “Itu merupakan salah satu kelengahan Fauzi Bowo dalam menempatkan orangnya. Masa’ kepala sekolah bisa korupsi, itu kan lucu sekali. Padahal pendidikan itu yang paling besar anggarannya yang ada di APBD kurang lebih Rp 6 triliyun, kenapa bisa dana BOS masih dikorupsi! Berarti ini menandakan anak buah Foke tidak becus bekerja. Saya curiga antara kepala sekolah dengan yang lainnya ada main atau sekongkol bisa dibilang seperti itu,” jawab Habib.

“Yang menyebabkan rakyat Jakarta yang namanya sekolah gratis itu tidak ada. Ini salah satu faktor yang menyebabkan pendidikan jadi mundur. Saya kasihan sekali dengan rakyat Jakarta, apalagi generasi muda inilah regenerasi bangsa kita,” tegasnya.

Menurut Habib, untuk mengatasi permasalahan DKI yang carut marut saat ini adalah pemimpinnya harus tegas dan punya nyali besar. ”Kalau bisa dari militer, pas itu. Seperti kalau di Demokrat kita punya Nahrowi seorang militer yang tegas lugas. Dan tidak perlu untuk ahlinya, karena yang perlu itu leadershipnya,” sarannya.

“Itu harapan saya kepada Gubernur yang akan datang supaya kita bisa lebih memperbaiki kota Jakarta yang kita cintai ini. Dan juga ketegasan itu diperlukan untuk mengawasi anak buahnya dalam menjalankan tugas-tugasnya supaya pembangunan juga bisa berjalan lancer dan cepat. Jangan lagi ada istilah AFS (Asal Foke Senang),” tegas Habib. (Indah)

SBY Pantas Kesal Sama Foke
lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Rabu, 02/03/2011 | 06:49 WIB

Jakarta – Maret ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan merelokasi ratusan warga di sepanjang rel kereta, Mangga Dua ke Rumah Susun (rusun) Marunda. Tapi, upaya Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan program rusun selama ini dinilai buruk. Kekesalan SBY kepada Gubernur DKI Fauzi ‘Foke’’ Bowo pun dinilai wajar.

Mengenai banyaknya masa­lah yang timbul dalam program pengadaan rusun di ibukota, diakui Menteri Perumahan Rak­yat (Menpera) Su­har­so Monoar­fa. Program 100 me­nara rusun yang dicanangkan peme­rintahan SBY, sesungguhnya bertujuan mempermudah masya­ra­kat me­nengah ke bawah menda­pat peru­mahan.

“Selain diha­rapkan bisa me­ngu­rangi ke­macetan ibukota, pem­bangunan rusun akan meng­urangi mobilitas penduduk hing­ga 1 juta motor,” kata Suharso di Jakarta, kemarin, seperti dilansir RM Online, Rabu (/3/2011).

Suharso mengkritik kebija­kan Pemprov DKI Jakarta me­nge­nai masalah perizinan. Ia me­ncon­tohkan pencabutan izin pada ru­sun di Jakarta Timur, ka­rena be­lum terdapat fasilitas umum di dalamnya. Anehnya, se­jak awal, izin pembangunan su­dah dikelu­arkan. “Seharusnya kalau tidak setuju, dari awal su­dah dikemu­ka­kan. Jadi, kalau presiden kesal kepada Fauzi Bowo, itu betul,” cetus menteri dari PPP itu.

Menanggapi pernyataan Men­pera, Ke­pala Dinas Perumahan DKI Ja­karta Agus Subardono mengakui, sejumlah rusun yang dibangun tak bisa langsung di­tempati ka­rena belum ada jari­ngan listrik dan air. Di Rusun Cakung Barat misalnya, listrik baru bisa masuk 200 watt un­tuk setiap unit. PLN tidak sang­gup memberikan daya 900-1.200 watt per unit di rusun itu.

“Kendala terbesar lainnya me­nyangkut aliran air. Akhirnya, se­telah lahan dapat dibebaskan, ru­sun dibangun lebih dulu, semen­tara soal air dan listrik di­pasang belakangan,” ujar Agus.

Pemerintah Daerah juga akan ber­koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kemen­terian Perhubu­ngan seja­lan de­ngan program me­reka un­tuk me­nertibkan bangu­nan liar yang terdapat di bantaran rel ke­reta.

Rusun menjadi salah satu program ung­gulan Pemprov DKI Jakarta da­lam mengatasi ber­bagai permasa­lahan. Terma­suk kemacetan, ke­pendudukan dan tata per­kotaan Jakarta. Na­mun, pro­gram rusun me­miliki berbagai macam kendala yang harus di­selesaikan.

Buruknya upaya Pemprov DKI Jakarta memaksimalkan program rusun untuk warganya men­jadi hal yang perlu digarisba­w­ahi. Ke­butuhan akan tempat tinggal bagi warga Jakarta sudah mendesak. Namun, ri­buan unit rusun yang telah dibangun untuk mengatasi per­masalahan tersebut, justru terke­san diabaikan keberada­an­nya oleh pemerintah. Padahal, dana yang telah dihabiskan men­ca­pai ratusan miliar.

Tak sedikit rumah susun yang terbengkalai dan dibiarkan ko­song, sehingga rusak sebelum di­huni. Ini menunjukkan ku­rang seriusnya pemerintah men­ja­lankan program rusun.

Salah satu contoh rusun yang terbengkalai ini, misanya dapat terlihat pada rusun di ka­wasan Cengkareng, Jakarta Ba­rat. Rusun yang terdiri atas 200 unit yang direncanakan sebagai tempat tinggal petugas Dinas Ke­bersihan tersebut, dibiarkan ter­bengkalai tanpa penghuni sejak dibangun pada 2006. Akibatnya, banyak fa­silitas dan rusun dengan enam lantai ter­sebut hilang dija­rah.

Menanggapi kejadian itu, Ke­pala Sub Dinas (Kasubdis) Pe­ngadaan Rusun Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Mak­mun mengatakan, pihaknya telah mengadakan sosialisasi pada pe­gawai Dinas Kebersihan sesaat se­­telah rusun tersebut selesai di­ba­ngun. “Kami tidak me­ngeta­hui pasti. Yang jelas ka­mi tidak per­nah menahan agar ru­sun tersebut tetap kosong,” kilah­nya.

Terkait rusak dan hilangnya berbagai fasilitas di rusun terse­but, Makmun berjanji pihak­­nya akan memperbaikinya tahun ini menggunakan dana anggaran ta­hun 2011. “Biaya perbaikan fa­silitas itu telah dianggarkan da­lam APBD 2011,” sebut Mak­mun seraya menambahkan, akan mem­perketat pengamanan di ling­kungan rusun, selain mem­per­baiki fasilitas yang ada.

Menyangkut renca­na perbaik­an rusun yang akan dilakukan pemerintah, Wa­kil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Zainudin mengatakan, dewan akan me­nga­wasi kinerja pemerintah da­lam perbaikan fasi­litas rusun yang menggunakan anggaran APBD 2011. Pelak­sa­naan peme­liharaan harus berjalan sesuai kondisi rusun.

“Lokasi ru­sun yang telah di­tentukan harus mendapatkan pemeliharaan di­maksud. Jangan sampai tidak di­laksanakan,” sahut Zainudin.

Kurang maksimalnya kinerja Pemprov DKI, juga terlihat pada kondisi Rusun Cilangkap. Rusun yang terdiri atas tiga bangunan dengan empat lantai itu, dan se­tiap bangunanya terdiri dari 92 ru­angan bertipe 21 itu di­biarkan begitu saja tanpa ber­penghuni. Rusun ini rencananya diperun­tukkan bagi warga menengah ke bawah yang bekerja di sekitar wilayah Ci­manggis.

Lurah Cimanggis Tono Hen­dratno sangat menyayangkan ter­bengkalainya rusun ini. Pa­dahal, menurutnya, rusun ter­sebut telah dilengkapi fa­silitas pendukung yang cukup, se­perti fasilitas air bersih, listrik dan fasi­litas sosial seperti masjid.

Rusun memang dapat dijadi­kan andalan pemerintah da­lam mengatasi persoalan kepen­du­dukan dan kemacetan kota Ja­karta. Namun, pemerintah harus serius memperbaiki hal-hal yang menunjang berhasilnya program tersebut.

Masalah per­baikan fasilitas pendukung, se­perti sarana dan prasarana penun­jang rusun harus menjadi fokus utama peme­rintah, khusus­nya Pemprov DKI Jakarta, agar pro­gram ini ber­jalan sukses. (RMOL)

2012, Ribuan Guru di DKI Pensiun Massal 

lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 01/03/2011 | 20:56 WIB

Jakarta – Memasuki tahun 2012 mendatang, Pemprov DKI Jakarta diprediksi akan mengalami kekurangan tenaga pendidik atau guru mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya, di tahun 2012, ribuan guru di wilayah DKI Jakarta akan memasuki masa pensiun.

Untuk itu, saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tengah melakukan pemetaan jumlah guru yang akan memasuki masa pensiun itu, sehingga diharapkan nantinya, Disdik DKI dapat mengajukan usulan pengangkatan guru berstatus pegawai tidak tetap dan penerimaan guru baru.

“Saat ini kami tengah mempersiapkan diri menghadapi pensiun massal guru di Jakarta pada tahun 2012,” ujar Agus Suradika, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Balaikota, Selasa (1/3).

Kondisi ini, diungkapkan Agus, terjadi karena rekrutmen  guru PNS untuk sekolah-sekolah negeri dilakukan massal pada tahun 1974 lalu. Sehingga, memasuki tahun 2012, banyak dari mereka (para guru –red)  yang memasuki usia pensiun yakni, berumur 60 tahun sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kami tengah melakukan pendataan dan pemetaan untuk menyiapkan tenaga guru baru yang dibutuhkan enam wilayah di Jakarta. Pensiun massal akan berlangsung pada tahun 2012 hingga 2015 mendatang,” katanya

Untuk mencegah kekurangan guru pada tahun 2012-2015, dikatakan Suradika, pihaknya akan melakukan rekrutmen dan mengangkat guru honorer atau pegawai tidak tetap (PTT). Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Jakarta, rencananya akan  mengangkat guru yang masih berstatus PTT  menjadi PNS secara bertahap. Tahun ini, tercatat ada 374 guru yang berstatus PTT dan secara bertahap akan diangkat menjadi PNS DKI Jakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Disdik DKI Jakarta, Bowo Irianto mengungkapkan, saat ini, DKI Jakarta memiliki sekitar tujuh ribu lebih guru honor.  “Guru honor inilah yang akan menggantikan posisi guru yang telah pensiun. Namun, untuk menjadi PNS, pihaknya akan mengklasifikasikan. Artinya, bidang studi apa saja yang akan dibutuhkan saat ini, sehingga pihaknya akan menyesuaikan,” kata Bowo. (Beirtajakarta.com)

1.000 Minimarket di DKI Terancam Ditutup 

lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 28/02/2011 | 20:48 WIB

jakarta – Pemprov DKI Jakarta menemukan lebih dari 1.000 minimarket yang terindikasi izin operasionalnya tidak sah alias bodong.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan indikasi itu merupakan hasil temuan di lapangan yang dikumpulkan selama periode pengecekan tim Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta pada 14-29 Februari.

Menurut Wagub, pihaknya akan mengenakan sanksi keras berupa penutupan kepada minimarket yang dianggap melanggar ketentuan. “Kalau minimarket itu jelas-jelas menyalahi Perda, kita tadi sepakat ditutup,” ujarnya, hari ini.

Namun, Prijanto menegaskan tidak semua minimarket yang bermasalah itu dicabut izin operasionalnya. Hanya minimarket yang ijin operasionalnya melanggar Perda No. 2/2002 tentang Perpasaran Swasta saja yang akan langsung dicabut.

Salah satu ketentuan dalam Perda No. 2/2002 menyebutkan bahwa jarak minimarket harus minimal 500 m dari pasar tradisional lingkungan C.

Bagi minimarket yang tidak terindikasi melanggar ketentuan itu teapi izin pendirian dan operasionalnya tidak sah, Wagub menegaskan pihaknya akan melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk menentukan bentuk sanksi.

“Kalau minimarket itu berdiri sah dan memiliki kelengkapan dan surat-surat ijin, padahal sejak 2006 sudah ada Ingub tidak diterbitkan, berarti yang salah siapa? Itu yang dikasih sanksi,” tegas Prijanto.

Ingub yang dimaksud adalah Instruksi Gubernur (Ingub) No. 115/2006 tentang penundaan perijinan minimarket di DKI Jakarta.

Diduga sejumlah instansi di Pemprov terlibat dalam proses keluarnya izn pendirian dan operasional minimarket yang seharusnya dikeluarkan Gubernur dan Wakil Gubernur, antara lain Walikota, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas  KUMKM-P, para Kepala Suku Dinas KUMKM-P, bahkan melibatkan Lurah dan Camat. (Bisnis Indonesia)

DKI Akan Bangun Penyeberangan Bawah Tanah 

lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 03/03/2011 | 18:00 WIB

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 7 titik untuk dibangun penyeberangan bawah tanah. Pembuatan dilakukan agar pengguna kendaraan dan para penyebrang jalan tidak berbaur di jalan raya sehingga memicu kemacetan parah, terutama pada saat jam sibuk. Namun demikian pembangunan ini rencananya baru akan dibangun di kawasan-kawasan perkantoran dan pusat perbelanjaan.

“Yang akan kita bangun terkait dengan perkantoran atau mal ada 3 yaitu di Mal Ambassador dengan pusat perkantoran di Kuningan, Atrium Senen dengan Pasar Senen dan Senayan City dengan Plaza Senayan,” jelas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono di Jakarta, Kamis (3/3/2011).

Selain itu, beberapa titik juga akan dibangun. Tapi akan dihubungkan dengan Mass Rapid Transit (MRT) yang memiliki stasiun bawah tanah. “Rencana MRT yang memiliki stasiun bawah tanah ada 4, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas,” lanjut Pristono.

Pristono belum bisa memastikan kapan proyek ini akan dilaksanakan. “Setelah MRT beroperasi 2016, kita berharap masyarakat sudah bisa menggunakannya,” katanya. Sementara itu, untuk biaya pembuatan tersebut, sedang dihitung oleh pihak Pemprov.

Namun, diperkirakan akan jauh lebih besar jumlahnya jika dibandingkan membangun jembatan penyebrangan di atas jalan raya. “Diprediksi sekitar 6 atau 8 miliar. Masih bisa berkurang, tergantung lokasi,” terang Asisten Pembangunan Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) DKI Jakarta M. Tauchid. (*/inc)

611 Minimarket di DKI Langgar Perizinan 

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 22/02/2011 | 19:42 WIB 611 Minimarket di DKI Langgar Perizinan

Jakarta – Pemerintah Provinsi menemukan adanya indikasi penyelewengan dalam hal keluarnya ijin 661 operasional minimarket di wilayah DKI Jakarta.

Penyelewengan ini ditemukan karena masih ada ijin operasional minimarket yang keluar pasca diberlakukannya Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 115/2006 tentang penundaan perijinan minimarket di DKI Jakarta.

“Setelah Ingub masih saja ada minimarket dan keluarnya perijinan itu tidak hanya berasal dari satu unit,” ujar Kepala Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta Ratna Ningsih saat diwawancara wartawan di Balaikota, hari ini.

Berdasarkan data yang disampaikan Biro Perekonomian Provinsi DKI Jakarta, sebelum keluarnya Ingub nomor 115/2006 jumlah minimarket yang beroperasi di 5 wilayah DKI Jakarta berjumlah 525 buah, dengan rincian di Jakarta Pusat berjumlah 70, Jakarta Barat berjumlah 124, Jakarta Timur mencapai 114, Jakarta Selatan mencapai 126, dan Jakarta Utara mencapai 91 buah.

Ratna menambahkan pascaijin operasional atas 525 minimarket itu dikeluarkan pihak Pemprov DKI Jakarta, pihaknya memutuskan untuk menahan keluarnya ijin operasional minimarket lain dengan pertimbangan DKI Jakarta belum membutuhkan pusat perbelanjaan lain.

Namun, seiring berjalannya waktu, terhitung sejak 3 November 2006 hingga 30 Maret 2009, jumlah minimarket yang beroperasi di 5 wilayah DKI Jakarta telah mencapai 1.115 buah. Bahkan hingga Juli 2010, jumlah minimarket ini berkembang menjadi 1.186 buah.

“Berdasarkan hasil monitoring jumlah minimarket antara lain Indomaret, Alfamart, Circle K, dan Starmart sebelum dan sesudah keluarnya Ingub nomor 115/2006 penambahannya bisa mencapai 52,9%,” ujar Ratna.

Berdasarkan hasil pantauan sementara pula, Pemprov DKI Jakarta menemukan adanya surat ijin operasional minimarket yang keluar dari institusi lain, antara lain walikota, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas KUMKM-P, para Kepala Suku Dinas KUMKM-P, bahkan melibatkan Lurah dan Camat. “Itulah yang akan sedang kami selidiki,” Ratna menambahkan.

Bahkan dengan tetap semakin bertambahnya jumlah minimarket di pemukiman, maka diterbitkanlah Ingub nomor 62/2010 pada 3 Juni 2010 tentang penataan usaha minimarket di DKI Jakarta.

Melalui Ingub nomor 62/2010 Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan para walikota untuk menyampaikan usulan penataan minimarket dengan terlebih dahulu melakukan inventarisasi, dan tidak menizinkan penambahan minimarket. (Bisnis Indonesia)

Pemprov DKI Stop Izin Minimarket

lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 20/02/2011 | 15:49 WIB

Jakarta – Keluhan pedagang tradisional ditanggapi serius Pemprov DKI Jakarta, dengan menghentikan pemberian izin usaha minimarket dan supermarket.

“Penertiban minimarket dan supermarket dilakukan sejak 14 Februari, tak ada lagi pemberian izin baru,” kata Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan di Jakarta, Minggu (20/2/2011).

Bahkan, untuk pengawasan, ungkap Fadjar, pihaknya akan melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Saat ini di luar minimarket, ada 70 pusat perbelanjaan modern di Jakarta.  “Untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran, kami akan lakukan evaluasi soal jarak dan luas bangunannya,” pungkas Fadjar.

Berdasarkan Peraturan Daerah DKI No. 22 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta, minimarket atau supermarket harus berjarak minimal 2,5 Km dari pasar tradisional terdekat. (nonblok)

10
Feb
11

Lalulintas : Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 28 T / Tahun

 

Kamis, 10/02/2011 15:34 WIB
Wow, Kerugian Kemacetan di Jakarta Capai Rp 28 T Per Tahun!
Hery Winarno – detikNews


foto: detikcom

Jakarta – Kemacetan yang terjadi di Ibukota Jakarta sudah sedemikian memprihatinkan. Bahkan akibat kemacetan ini, puluhan triliun terbuang percuma di jalanan Ibukota setiap tahunnya.

“Kerugian akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp 28,1 triliun pertahun,” ujar Inspektur Jenderal Kementerian Perhubungan Iskandar Abubakar dalam diskusi bertajuk Revitalisasi Angkutan Umum Massal di Kawasan Jabodetabek, di Gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/2/2011).

Menurut Iskandar data kerugian akibat kemacetan tersebut merupakan hasil penelitian dari pakar lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dr Firdaus Ali. Separuh dari Rp 28,1 tersebut merupakan kerugian pada bahan bakar yang terbuang percuma akibat kemacetan.

“Yang terbesar kerugian bahan bakar yang mencapai Rp 10.7 triliun. Kerugian ini dihitung dari BBM yang terbuang akibat kemacetan,” jelas mantan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub ini.

Kerugian terbesar kedua adalah waktu produktif warga Jakarta yang diperkirakan mencapai Rp 9,7 triliun. Berikutnya kerugian kesehatan yang mencapai Rp 5,8 triliun per tahun.

“Kerugian juga diderita oleh pemilik angkutan umum karena kendaraan umumnya kurang maksimal mengangkut penumpang. Kerugiannya mencapai Rp 1,9 triliun per tahun,” terangnya.

Kemacetan ini disebabkan pertambahan jumlah kendaraan pribadi yang terus meningkat, di sisi lain penambahan ruas jalan tidak terjadi. Bertambahnya volume kendaraan pribadi disebabkan pemerintah belum memiliki sarana transportasi massal yang memadai.

“Jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 12 juta unit per Desember 2010 ini. Yang terdiri motor 9 juta, dan mobil 3 juta unit. Tapi kendaraan umum hanya 63 ribu unit, ini tentu sangat memprihatinkan,” urainya.

(her/nwk)

Kamis, 10/02/2011 17:41 WIB
Jadi Stasiun Pusat MRT, Stadion Lebak Bulus akan Digusur
Hery Winarno – detikNews


Stadion Lebakbulus

Jakarta – Tak lama lagi Stadion Lebak Bulus di Jakarta Selatan tinggal kenangan. Stadion tersebut akan segera dibongkar dan dijadikan depo atau stasiun pusat untuk Mass Rapid Transit (MRT).

“Stadion Lebak Bulus akan dibongkar, nantinya akan dibangun depo MRT. Rencana pembangunan depo akhir tahun ini,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Disorda) DKI Jakarta, Rationo, Kamis (10/2/2011).

Rationo telah memberi izin pengalihan fungsi stadion menjadi Depo MRT koridor I dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI.

“Ini kan salah satu alternatif mengatasi kemacetan di Jakarta. Selain itu, MRT sudah menjadi program Pemprov DKI dan program nasional,” terangnya.

Disorda tidak mendapatkan ganti rugi atas diambilnya stadion tersebut. Menurutnya, itu merupakan aset DKI sehingga bila Pemprov DKI ingin mengubah asetnya sendiri tidak perlu membayar ganti rugi.

“Kita akan segera mencari pengganti stadion Lebak Bulus, agar kegiatan olah raga tetap bisa berjalan,” imbuhnya.

Pemprov DKI memang sedang menggeber pembuatan MRT. Stadion Lebak Bulus dipilih menjadi Depo atau terminal pusat untuk kereta bawah tanah tersebut. MRT di Jakarta sendiri rencananya akan dibangun 6 koridor, dimana koridor pertama (Lebak Bulus-HI) akan mulai dibangun tahun ini.

Proyek MRT tahap pertama akan dibangun membentang dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan ke Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km. 4 Km di antaranya (4 stasiun) dibangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas jalan (8 stasiun).

(her/nrl)

09
Feb
11

Lingkungan : Pohon Asem Penyaring Udara Laut

Waw.. Pohon Asem

Republika

Waw.. Cirebon Saring Udara Laut Dengan Pohon Asem

Republika
Waw.. Cirebon Saring Udara Laut Dengan Pohon Asem

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berupaya menghijaukan kota seluas wilayah 3.736 hektare berpenduduk 298 ribu jiwa itu dengan menanam pohon asem. “Selain bermanfaat, pilihan pohon asem  juga bisa sebagai penyaring udara laut. Ini mengingat kota terletak di pinggir pantai,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon, Odi Suryadi, Rabu (9/2).

Manfaat pohon asem selain buahnya sebagai bumbu dapur, kayunya juga menjadi kayu bakar kualitas baik. Ini terutama di Cirebon yang terkenal dengan masakan empal gentong dan kikil yang banyak menggunakan kayu bakar pohon asem.

Selain itu, manfaat pohon asem adalah sebagai penyaring udara laut karena daunnya kecil-kecil. Pohon tersebut sangat cocok bagi Cirebon yang memiliki pantai sepajang delapan kilometer.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kota itu akan memperbanyak penghijauan kota dengan menanam pohon asem. Ini mengingat kota yang bersuhu panas tersebut hingga saat ini baru ada ruang terbuka hijau sekitar sepuluh persen. ”Padahal berdasarkan UU No.26/2007 tentang tata ruang, idealnya ruang terbuka hijau sekitar 30 persen dari total luas wilayah,” katanya.

Selain pohon asem, penghiajauan kota Cirebon juga menggalakkan tanaman pohon tanjung yang memiliki daun rimbun dan dahannya sangat kuat. “Dahan pohon tanjung tersebut walaupun baru sebesar lengan bayi, jika dinaiki tidak akan patah. Itu sangat cokok di tengah kota terutama di tepi jalan yang jalannya banyak dilewati kendaraan,” katanya.

Berdasarkan kajian beberapa aspek, penghijauan, kota Cirebon menargetkan sekitar 60 ribu pohon 2011. ”Kendati seharusnya jika dihitung “one men one tree”, paling tidak memerlukan sekitar 250 ribu pohon penghijauan,” katanya.




Blog Stats

  • 2,104,210 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers