Kamis, 10 Desember 2009 pukul 17:47:00
Tafsir Qur’an Per Kata Menjawab Kebutuhan Umat
JAKARTA– Kini makin banyak pilihan bagi kaum Muslimin Indonesia untuk mempelajari al-Qur’an. Selain mushaf al-Qur’an dalam berbagai tampilan dan ukuran, belakangan juga hadir terjemah al-Qur’an yang makin lengkap, termasuk disertai Asbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya ayat) dan hukum tajwid.
Salah satu terobosan yang sangat menarik adalah buku Tafsir Qur’an Per Kata yang disusun oleh Dr Ahmad Hatta MA. Buku yang diterbitkan oleh Maghfirah Pustaka ini merupakan karya tafsir, bukan sekadar menerjemahkan al-Qur’an. “Buku ini tidak hanya mengalihbahasakan, tetapi juga menafsirkan kata per kata ayat-ayat al-Qur’an secara ringkas, sehingga para pembaca dapat memahami arti dan makna setiap kata dalam al-Qur’an,” tegas Dr Ahmad Hatta.
Ia menambahkan, Tafsir Qur’an Per Kata merupakan Paket Terpadu “3 in 1″ untuk belajar memahami al-Qur’an secara utuh. “Di dalamnya terdapat tafsir per kata, Asbabun Nuzul, hingga terjemah,” ujarnya. Dalam waktu singkat buku Tafsir Qur’an Per Kata menjadi buku terlaris (best seller). Hanya dalam waktu empat bulan sejak diterbitkan pertama kali Juni 2009, buku setebal lebih 600 halaman ini sudah tiga kali cetak ulang. Menurut informasi dari pihak penerbit, hingga saat ini jumlah indent mencapai belasan ribu eksemplar.
Kehadiran buku ini mendapatkan respons yang sangat menarik dari berbagai tokoh. “Subhanallah, inilah cara Allah mengajarkan para pecinta al-Qur’an untuk semakin mencintai al-Qur’an. Karena dengan mudah memahami, menumbuhkan kekuatan cinta kepada Allah dan al-Qur’an, sehingga hidup kita pun hidup bersama Al-Qur’an,” kata Ustadz Muhammad Arifin Ilham, Pemimpin Majelis Az-Zikra.
Guru Besar IPB, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS mengemukakan Tafsir Qur’an Per Kata sangat dibutuhkan oleh masyarakat Muslim untuk memahami al-Qur’an secara lebih komprehensif, walaupun ini untuk tahap awal. “Pemahaman komprehensif terhadap al-Qur’an merupakan suatu kebutuhan, karena al-Qur’an adalah manhajul hayah (kurikulum kehidupan) kita. Oleh karena itu upaya-upaya sistematis yang terencana menggali al-Qur’an ini merupakan hal yang patut kita respons dan kita hargai,” kata Kiai Didin.
Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Dr Ahmad Riawan Amin pun menyambut baik kehadiran buku Tafsir Qur’an Per Kata. “Buku ini sangat membantu bagi yang ingin memahami Kitab Suci al-Qur’an. Saya merekomendasi dan memberikan kepada teman-teman sebagai gift yang sangat bermanfaat,” kata Riawan Amin.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Lembah Arafah, Bogor, Dr KH Anwar Sanusi berpendapat, buku Tafsir Qur’an Per Kata sangat dibutuhkan oleh umat. “Saat ini umat sedang sangat kehausan buat memahami al-Qur’an tetapi kesulitan karena mereka tidak menguasai bahasa Arab. Buku ini telah memberikan jawaban secara pas dan benar tentang kebutuhan umat Islam,” tegas KH Anwar Sanusi.
Kehadiran buku ini juga disambut gembira oleh Asma Nadia, penulis buku Emak Ingin Naik Haji dan CEO sebuah penerbitan. Menurut dia, Al-Qur’an dengan terjemah dan tafsir per kata ini menjawab kerinduan setiap hamba Allah yang awam, yang selama ini mencoba memahami al-Qur’an dengan lebih baik. “Sebagai orangtua, bagi saya keberadaan al-Qur’an seperti ini juga membantu untuk menjawab pertanyaan anak-anak dan mengantarkan buah hati pada pada pemaknaan yang lebih dalam akan firman-Nya,” tutur ibu dua anak tersebut. irwan kelana/pur
Gerakan Akhlak Peradaban Indonesia (GAPI)
MEMBANGUN AKHLAK TERPUJI :
01. Perilaku yang baik
02. Membalas kejahatan dengan kebaikan
03. Mengerjakan kebaikan
04. Berlomba dalam mengerjakan kebaikan
05. Hikmah
06. Perdamaian diantara manusia
07. Jujur
08. Ucapan yang lebih baik
09. Senyum dan muka cerah
10. Istiqamah
11. Hati yang bersih
12. Pemaaf
13. Maaf disertai pembebasan
14. Ruh perdamaian
15. Kasih sayang
16. Ihsan
17. Mengutamakan orang lain
18. Memuliakan tamu
19. Menjaga kehormatan
20. Menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan
21. Berpaling dari perbuatan sia-sia
22. Sederhana dalam berbicara dan jalan
23. Tenang
24. Seimbang dalam segala sesuatu
25. Mensyukuri nikmat
26. Sabar
27. Menahan marah
28. Berlaku adil
29. Tawadhu (rendah hati)
30. Menepati janji
31. Kebersihan
MEMBANGUN AKHLAK TERCELA :
01. Akhlak yang jelek
02. Pendapat yang tergesa-gesa
03. Berlebih-lebihan
04. Sifat yang jelek
05. Ujub
06. Sombong
07. Tipuan
08. Perselisihan dan pertengkaran
09. Perbuatan yang tak sesuai dengan perkataan
10. Terang-terangan dalam ucapan yang buruk
11. Mengikuti nafsu syahwat
12. Bohong
13. Buruk sangka
14. Memata-matai
15. Ghibah (membicarakan aib orang lain)
16. Adu domba
17. Pembohong
18. Pengumpat
19. Pencela
20. Menyebar kabar bohong
21. Perkataan yang tidak dimaksudkan
22. Senda gurau dan main-main
23. Menghina
24. Memanggil dengan gelar yang buruk
25. Mengada-ada terhadap Allah dan Rasul-Nya
26. Terang-terangan dalam berbuat kejahatan
27. Marah
28. Bersedih hati terhadap apa yang telah hilang
29. Cemburu
30. Pengecut
31. Bakhil
32. Menyebut-nyebut pemberian dan menyakiti penerimaannya
33. Tamak
34. Boros
35. Mubadzir
36. Orang yang melampaui batas
37. Angkuh
38. Takabur
39. Durhaka
40. Kerusakan
41. Merusak
42. Khianat
43. Berbuat buruk dengan terang-terangan
44. Menipu
45. Tipu daya
46. Riya (pamer)
47. Mengambil harta rampasan
48. Iri dengki
49. Mencegah kebaikan
50. Kebencian
51. Lalai
52. Keras hati
53. Pelaku keji
54. Fasik
55. Berzina
56. Kekafiran
57. Perbuatan keji
58. Wanita tuna susila
59. Pelacur
Sumber : Tafsir Qur’an Per Kata [DR Ahmad Hatta MA, Maghfirah Pustaka, 2006]
Jakarta Selatan, 1 Januari 2010
Pandji R Hadinoto


Gerakan Akhlak Peradaban Indonesia (GAPI)semoga sukses membentuk budipekerti mulia bangsa Indonesia. Mewaspadai ayat2 yg menyesatkan & tidak mengulang sejarah kelam masalalu. Mohon dpt bertanya apakah dibawah ini ayat2 kitab suci?. Doktrin ayat tsb berpotensi menghasut memicu adudomba permusuhan antar agama/etnis/bangsa manusia & telah terbukti dalam sejarah missi islam selama 1400 tahun dg pedang & tentara agama berjihad menimbulkan perang dimukabumi dg korban terbunuh yg luarbiasa banyak :
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian … sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (9.29)
“Tiap Nabi ditunjuk bagi bangsanya sendiri tapi aku ditunjuk menjadi nabi bagi semua bangsa.” (Mishkat, 5500, Vol.3)
“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.(Al-Maidah 82).
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. (Al Baqoroh 120)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab: “Sesungguhnya jika kamu diusir niscaya kamipun akan keluar bersamamu; dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapapun untuk (menyusahkan) kamu, dan jika kamu diperangi pasti kami akan membantu kamu…”.(Al-Hasyr 11)
“Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit”. (At-Taubah 38)
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)”. (QS Al Ahzab 23).
“Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.(QS Al-Baqoroh 249)
” Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”. ( QS Ibrahim 42)
Rasulullah SAW bersabda : ” Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang tegak memperjuangkan kebenaran, dan mereka tidak akan terpengaruh dengan orang-orang yang memusuhi dan memerangi mereka “. (HR Muslim). Ketika Rasulullah SAW ditanya oleh sahabat tentang siapa mereka itu ?. Maka beliau menjawab : ” di sekitar masjid al-Aqsha”.
mempelajari kitab suci alquran tidak cukup membaca dari terjemahan dan asbabunnuzul saja tetapi sebaiknya mampu mempelajari ilmunya ( tata bahasa arab, perbandingan tafsir dari para ahli ) dan berguru langsung pada ahli tafsir yang kontemporer dimasing-masing negara ada misalnya di indonesia ada Prof Dr.alwi shihab, cendikiawan di masings IAIN di Indonesia , para kyai ahli tafsir di Indonesia diberbagai pesantren di indonesia misalnya di Ponpes gontor, ponpes salafiyah yang khusus belajar tafsir, ponpes tebu ireng, dan ponpes-ponpes yg tersebar diseluruh indonesia yg khusus memepajari karya tafsir seperti tafsir al misbah, ibnu katsir, tafsir jalalain dsb ) oke
setuju dengan abdul halim…..
gimana dengan epistemologinya????? atau alat yang menjadi pijakan dalam tafsir al-qur’an
apakah bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah????