TEKADKAN POLITIK ZERO DEBT
Saat 65 (enam puluh lima) tahun Indonesia Merdeka rupanya ditandai dengan berbagai statistik yang menjanjikan juga seperti nilai tukar rupiah diseputar 9000 per 1 dollar Amerika, indeks harga saham gabungan bermain disekitar 3000, berita tentang investor dunia menggelontorkan investasi ke Indonesia selain tingkat pertumbuhan ekonomi bergerak antara 6 sampai dengan 6,5 persen, dan lain sebagainya.
Sementara itu statistik yang menggalaukan terus menggelayuti langkah NKRI seperti kontroversi wacana perampingan nominal rupiah, giga korupsi yang tak kunjung memberikan solusi cerdas, utangan Negara sebesar Rp 1625an Triliun vs kajian 26% PDB yang mengundang kontroversial juga, termasuk gerakan2 separatisme dan terorisme, serta mewabahnya ekonomi neoliberalisme yang menggerus penguasaan sumber2 nasional di sektor2 sumber daya alam, ekonomi dan lahan2 perkebunan, pertanian, kelautan, dan lain-lain.
Bagaimanapun sikap politik kenegaraan yang perkasa saatnya perlu digariskan demi masa depan yang lebih cerah bagi kehidupan kerakyatan dan kebangsaan bilamana demokrasi produktif dan pragmatisme positif dikehendaki.
Untuk itulah, direkomendasikan 17 Agustus 2010 jadi momentum bersejarah seperti gelaran kemauan politik (1) Zero Debt (demi kemanfaatan keuangan Negara), (2) Zero NeoLiberalism for National Resources (demi kemanfaatan daulat rakyat atas sumber2 daya nasional), (3) Zero Money Politics (demi kemanfaatan demokrasi sehat), (4) Zero Cultural Reduction (demi kemanfaatan kekayaan budaya lokal) , (5) Zero Corruption (demi keselamatan uang rakyat), selain (6) Zero Waste (demi kemanfaatan lingkungan hidup sehat), dan seterusnya.
Dan 18 Agustus 2010 sebagai Hari Konstitusi direkomendasikan sebagai momentum pengkajian ulang UUD 1945 versi Amandemen 2002 demi penegakan keberadaan Indonesia sebagai Negara Pancasila demi (7) Zero Ideology Error.
Dengan demikian, bilamana ikhwal diatas menjadi kenyataan dalam rentang kepemerintahan 2009 – 2014 ini, maka hal-hal itu adalah prestasi tersendiri yang kelak dapat tercatat pada lembaran sejarah Indonesia dan tentunya sangat bermanfaat bagi generasi2 pengusung Indonesia Digdaya 2045, misalnya.
Tekad kenegarawanan itu sesungguhnya menjadi bagian penting daripada ciri dan karakter kepemimpinan nasional yang dinamis demi kemashalatan dan keselamatan bangsa dan Negara.
Jakarta, 14 Agustus 2010
Pandji R Hadinoto [HP : 0818284545]
Dewan Pakar PKPI


wah, ternyata tanggal 18 agustus itu hari konstitusi, kok gaungnya sedikit sekali, sepertinya diperlukan sosialisasi lebih banyak kepada masyarakat
betul tuh gan, masih banyak masyarakat yg belum mengetahuinya gan
apapun keputusannya semoga tu yang terbaik buat kemajuan bangsa ini