Archive Page 96

06
Feb
11

Khazanah : Peradaban Islami Mendunia

Khazanah
Jumat, 28 Januari 2011, 19:54 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  “Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala…

Sabtu, 08 Januari 2011, 18:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH–”Dalam setahun, hanya satu kiswah dibuat, dengan melibatkan 220 pekerja,” ujar Kepala Humas Masna’ Kiswah, Khamis Al-Zahrani.Al-Zahrani menerima kami pagi itu di bulan Oktober 2010. Pukul setengah sepuluh…

Sabtu, 08 Januari 2011, 18:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH–Kabah berkali-kali rusak sehingga harus berkali-kali dibongkar sebelum dibangun kembali. Di Museum Haramain, benda-benda itu disim pan. Ada kotak tempat menyimpan parfum yang dulu pernah mengisi ruangan Kabah….

Jumat, 24 Desember 2010, 06:30 WIB

Sebelum dijadikan ibukota pemerintahan Ottoman, Edirne sudah ramai sebagai pusat perdagangan dan juga budaya Muslim. Hal ini ditandai dengan banyaknya bangunan yang dibangun oleh penguasa Muslim di kota ini….

Kamis, 02 Desember 2010, 01:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kian banyaknya perempuan menekuni pekerjaan di sejumlah bidang, diiringi beberapa perdebatan. Menurut Maya Shatzmiller dalam Women and Wage Labour in the Medieval Islamic West, perdebatan biasanya berhubungan dengan…

Rabu, 01 Desember 2010, 00:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Jejak peradaban Islam tertoreh juga pada tembikar. Benda berbahan tanah liat yang bermotif indah itu hadir melalui proses yang cukup panjang. Menyerap teknik pembuatan dari beraneka sumber, mengkajinya,…

Kamis, 25 November 2010, 01:09 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Jalan diplomasi sudah lama dibangun. Banyak cendekiawan yang dilibatkan dalam menjalin hubungan dengan bangsa dan peradaban lain. Pemerintahan Islam di abad pertengahan banyak mengirim diplomatnya, selain untuk menjaga…

Rabu, 24 November 2010, 02:31 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN–Situs Debkafile yang berafiliasi terhadap rezim Zionis Senin lalu mengemukakan prediksi akan terjadinya sejumlah peristiwa penting di kawasan. Pasalnya, di Amman, ibu kota Yordania baru-baru ini berlangsung pertemuan…

Selasa, 23 November 2010, 00:56 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kemajuan bidang medis memicu perkembangan lebih jauh. Tak melulu karya dan pemikiran yang berserak. Namun, pada akhirnya muncul sebuah institusi berupa rumah sakit. Keberadaan rumah sakit selain berfungsi…

Sabtu, 20 November 2010, 06:15 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Rekayasa mekanika melambungkan nama Banu Musa di khazanah sains Islam. Melalui kemampuannya, Banu Musa menciptakan berbagai peralatan mesin yang terbilang pada masanya. Namun, sebenarnya bukan itu saja prestasinya….
Jumat, 19 November 2010, 23:41 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Anak itu tidak mati digorok ayahnya. Ia justru jadi seorang mulia sebagaimana sang ayah. Begitu mulia hingga nama keduanya terus disebut-sebut. Bahkan, hingga 4.000 tahun kemudian setelah lewat…

Kamis, 11 November 2010, 03:01 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Laut Merah boleh dikatakan laut yang istimewa. Mengapa? Bukan hanya karena warnanya yang pada waktu-waktu tertentu terlihat merah jika dipandang dari atas, tapi juga karena lautan yang memisahkan…

Kamis, 28 Oktober 2010, 11:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SPANYOL–Ditemukan kota Madinah Al-Zahra yang dikaitkan dengan pusat pemerintah khalifah Bani Umayah yang bernama Abdurrahman Ketiga. Kota itu ditemukan di dekat Cordoba, Spanyol.Kini, sisa-sisa kota itu tengah diperbaiki…

Kamis, 28 Oktober 2010, 00:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Kemiskinan menjadi permasalahan sosial. Pada masa pemerintahan Islam, persoalan kemiskinan juga mengemuka. Tak hanya pemerintahan yang bertanggung jawab menyele saikan masalah ini, baik melalui berbagai program maupun lembaga…

Kamis, 21 Oktober 2010, 21:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ilmuwan ternama al-Ghazali pernah berujar, pelajari anatomi secara mendalam, manusia akaN mengetahui fungsi seluruh organ tubuh dan struktur tubuh. Ujaran al-Ghazali ini seakan menjadi langkah awal ilmuwan Muslim…

Kamis, 30 September 2010, 23:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Ilmuwan Mesir, Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar, mengatakan semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), semakin terungkap pula keajaiban kitab suci Alquran. “Alquran bukan buku ilmu pengetahuan. Tapi…

Sabtu, 25 September 2010, 09:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–September 622 M. Secara diam-diam, Rasulullah SAW bersama Abu Bakar RA, Amir bin Fahira dan seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith bergegas meninggalkan Makkah menuju Madinah. Duabelas…

Jumat, 17 September 2010, 19:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Jika, para orientalis abad ke-19 memahami Alquran sebagai kumpulan imitasi/tiruan dari teks-teks pra-Islam, Anglika Neuwirth, Nicolai Sinai, Michael Marx, dan Dirk Hartwig kebalikannya. Mereka memosisikan Alquran dalam…

Jumat, 17 September 2010, 19:47 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Abraham Geiger (1810-1874), dianggap sebagai sarjana pertama yang menerapkan pendekatan kritik-historis terhadap Alquran. Belakangan, konsep tersebut mendapatkan balasan, yang dimana Alquran diposisikan sebagai `teks polifonik’ dan bukan…

Jumat, 17 September 2010, 19:36 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagai sebuah teks, Alquran dapat dipahami dari sejarah bermulanya teks itu dibentuk dan difungsikan. Salah satu kajian yang mendalami konsep tersebut adalah kritis historister. Dari kajian…

3 Rabiul Awwal 1432 – 06 Februari 2011
06
Feb
11

Hikmah : Pembangunan Karakter Muslimim

Hikmah
Selasa, 01 Februari 2011, 15:46 WIB

Oleh A Ilyas Ismail Pada suatu hari, Rasulullah SAW ditanya tentang kebajikan dan keburukan (dosa). Jawabnya, “Kebajikan (al-birr) adalah budi pakerti luhur (husn al-huluq), sedangkan keburukan atau dosa (al-itsm) adalah…

Sabtu, 29 Januari 2011, 13:21 WIB

Oleh M Fuad NasarIslam memperlihatkan keberpihakan terhadap hak-hak dasar kaum miskin untuk dapat hidup secara layak. Kemiskinan tidak boleh dibiarkan menimbulkan disfungsi sosial. Di sinilah pentingnya zakat sebagai sistem…

Jumat, 28 Januari 2011, 07:14 WIB

Oleh Asep Irmansyah***Saat menjadi khalifah, setiap malam Umar bin Khattab selalu berkeliling untuk melihat lebih dekat bagaimana kondisi masyarakat yang sebenarnya. Dari pemantauannya itu, semakin terbuka mata, hati, dan…

Kamis, 27 Januari 2011, 07:16 WIB

Oleh Muhammad Abbas Aula***Wajah Rasulullah SAW seketika berubah merah padam, tak dapat menahan keberangannya begitu mendengar laporan Usamah bin Zaid tentang kasus pencurian yang melibatkan seorang wanita bangsawan Quraisy…

Selasa, 25 Januari 2011, 13:00 WIB

Oleh: KH Tengku Zulkarnain***Menjadi pemimpin berarti telah memikul sebuah beban yang sangat berat dan kelak pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akhirat. Meskipun demikian, ternyata berjuta-juta orang hari…

Senin, 24 Januari 2011, 14:18 WIB

Oleh H Amka***    “Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada per ubahan pada fitrah Allah….

Jumat, 21 Januari 2011, 10:03 WIB

Oleh Prof Nanat Fatah Natsir*** Alkisah, Jablah bin Aiham, raja dari Kerajaan Gassanah melakukan perjalanan ke Madinah. Menurut para sejarawan, ia datang bersama rombongan ke kota suci kedua bagi…

Kamis, 20 Januari 2011, 08:28 WIB

Oleh Fahmi Salim***        Akhir-akhir ini kata `bohong’, apalagi dikaitkan dengan `publik’ sangat sensitif dan bisa jadi mengundang kemarahan pihak yang tertuduh melakukannya.Dusta dan bohong adalah salah satu sifat…

Senin, 17 Januari 2011, 16:12 WIB

Oleh Yuyu Yuhannah***    Praktik korupsi atau mengam bil harta yang bukan haknya telah menjadi hal lumrah di negeri ini. Korupsi dianggap hal yang biasa dikerjakan oleh seseorang yang memiliki…

Ahad, 16 Januari 2011, 13:50 WIB

Masyarakat bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi utama dalam bangunan umat, melainkan juga inti eksistensi umat secara keseluruhan. Kekuatan atau kehancuran suatu bangsa bergantung pada kondisi keluarga….

Sabtu, 15 Januari 2011, 11:57 WIB

Rasulullah SAW bersabda, “Jaminlah untukku enam hal darimu, aku jaminkan surga untukmu; benar dalam bicara, tepat janji kepada Allah dan manusia, tunaikan amanah, tutup aurat dan jaga kemaluanmu, tahan…

Jumat, 14 Januari 2011, 08:06 WIB

Oleh Muhammad Abbas Aula ***Rasulullah SAW tampak keheranan mendengar pengakuan tulus Ma’iz bin Malik. Sadarkah Ma’iz bahwa pengakuannya berakibat dijatuhi hukuman mati? Karena itu, Rasulullah bertanya, apakah orang ini…

Kamis, 13 Januari 2011, 07:49 WIB

Oleh Nur Faizin M___    Pada dasarnya manusia dilahirkan memiliki karakter yang fitrah. Rasulallah SAW bersabda, “Setiap bayi dilahirkan di atas fitrah.” (HR Bukhari Muslim). Allah SWT juga menegaskan bahwa…

Rabu, 12 Januari 2011, 07:09 WIB

Oleh EH Kartanegara***Hanya Alquran yang mampu membuka rahasia-rahasia besar yang pasti akan terjadi di akhirat kelak. Salah satunya adalah pengkhianatan setan secara terbuka kepada para pengikutnya yang, dalam Kitab…

Selasa, 11 Januari 2011, 08:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Ketika Rasulullah berada ditahun pertama kenabian menghadapi berbagai pelecehan bahkan fitnah, Allah SWT menurunkan wahyu sebagai panduan menyikapi keadaan itu, di antaranya, Surat Al-Muzzamil. Beberapa ayat dari surat tersebut…

Senin, 10 Januari 2011, 10:32 WIB

Oleh: Ihsan Faisal MAg***Manusia merupakan makhluk yang paling mulia yang Allah SWT ciptakan diantara seluruh makhluk lain di dunia ini, demikian Allah SWT tegaskan dalam QS  Al-Israa ayat 70;…

Ahad, 09 Januari 2011, 21:11 WIB

Oleh Fahmi Salim        Ulama adalah ahli waris misi dan fungsi kenabian (HR Ahmad). Para nabi sejatinya membawa misi transformasi sosial yang dijiwai oleh nilai tauhid, “Dan Kami tidak…

Sabtu, 08 Januari 2011, 05:03 WIB

Oleh: A Ilyas Ismail   Di alam ini, segala hal berubah, dan tak ada yang tak berubah, kecuali perubahan itu sendiri. Pada masa kita sekarang, perubahan berjalan sangat cepat, bahkan dahsyat…

Jumat, 07 Januari 2011, 07:40 WIB

Oleh Imam Nur Suharno    Di antara ibadah sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW adalah shalat malam (Tahajud). Rasulullah mengerjakannya hingga kedua telapak kaki beliau bengkak-bengkak. Tahajud merupakan…

Kamis, 06 Januari 2011, 07:30 WIB

Oleh Muhbib Abdul Wahab***    Ketika dibaiat menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz menangis tersedu-sedu.Beberapa penyair mendatanginya dengan maksud menghiburnya, tapi ia menolak. Melihat ayahnya menangis hampir seharian, anaknya juga…

3 Rabiul Awwal 1432 – 06 Februari 2011
06
Feb
11

Ekonomi : Pasar Uang Dunia Dinamis

rss feed

 

  • Rupiah Menguat Dibawah 9.000 Per DolarJumat, 04 Februari 2011 17:34 WIB

    Rupiah kembali bergerak positif pada perdagangan di pasar uang spot antarbank Jakarta, Jumat, menyusul keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis points menjadi 6,75 persen..

  • Menteri Optimistis Soal Saham Ritel GarudaJumat, 04 Februari 2011 17:20 WIB

    Kementerian BUMN optimistis lima persen saham penawaran perdana (IPO) PT Garuda Indonesia yang ditawarkan kepada investor ritel lokal melalui porsi penjatahan terpusat (pooling) dapat diserap oleh pasar..

  • Kurs Rupiah Pagi Menguat Jumat, 04 Februari 2011 09:42 WIB

    Faktor teknikal membuat pergerakkan mata uang dalam negeri (Rupiah) terus menuai  posisi positif, ditambah mulai masuknya kembali investor asing ke pasar modal Indonesia.Kurs Rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta pada Jumat pagi menguat tipis sebesar 3 poin ke posisi ….

  • Komentar Bernanke Tentang Ekonomi Dorong Saham AS NaikJumat, 04 Februari 2011 06:30 WIB

    Pasar saham Amerika Serikat berakhir naik pada Kamis waktu setempat, setelah Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Ben Bernanke mengatakan pemulihan ekonomi menambah kecepatan, demikian AFP melaporkan..

  • Kurs Valuta Utama Terhadap Dolar di LondonJumat, 04 Februari 2011 06:28 WIB

    Kurs tengah nilai tukar valuta utama terhadap dolar Amerika Serikat di London, Kamis 21.00 GMT (Jumat 04.00 WIB), sebagai berikut, seperti dilaporkan Reuters: Akhir Tinggi Rendah Euro 1,3632 1,3825 1,361 Yen Jepang 81,57 82,06 81,41 Pound ….

  • Kurs Valuta Utama Terhadap Euro di LondonJumat, 04 Februari 2011 06:26 WIB

    Kurs tengah nilai tukar valuta utama terhadap euro di London, Kamis 21.00 GMT (Jumat 04.00 WIB), sebagai berikut, seperti dilaporkan Reuters: Akhir Tinggi Rendah Dolar Amerika Serikat 1,3635 1,3825 1,361 Yen Jepang 111,21 112,87 111,05 Pound ….

  • Harga Minyak Dunia Turun Setelah MeningkatJumat, 04 Februari 2011 06:24 WIB

    Harga minyak naik pada Kamis waktu setempat karena para pedagang khawatir tentang bentrokan mematikan yang sedang berlangsung di Mesir, sebelum berakhir turun di kedua pasar di London dan New York, demikian AFP melaporkan..

  • Dolar Menguat di Tengah Kekacauan di MesirJumat, 04 Februari 2011 06:22 WIB

    Dolar Amerika Serikat memperpanjang kenaikannya pada Kamis waktu setempat, karena kekacauan Mesir tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir dan bank sentral Eropa menurunkan retorika tentang inflasi zona euro, demikian AFP melaporkan..

  • Kurs Valuta Utama Terhadap Dolar di LondonKamis, 03 Februari 2011 06:21 WIB

    Kurs tengah nilai tukar valuta utama terhadap dolar Amerika Serikat di London, Rabu 21.00 GMT (Kamis 04.00 WIB), sebagai berikut, seperti dilaporkan Reuters: Akhir Tinggi Rendah Euro 1,3804 1,3861 1,3768 Yen Jepang 81,53 81,85 81,32 ….

  • Kurs Valuta Utama Terhadap Euro di LondonKamis, 03 Februari 2011 06:18 WIB

    Kurs tengah nilai tukar valuta utama terhadap euro di London, Rabu 21.00 GMT (Kamis 04.00 WIB), sebagai berikut, seperti dilaporkan Reuters: Akhir Tinggi Rendah Dolar Amerika Serikat 1,3805 1,3861 1,3768 Yen Jepang 112,59 112,9 112,2 Pound Inggris ….

06
Feb
11

Flora Fauna : Vote Komodo, Wonderful Indonesia

rss feed

 

  • 60 Paus Terdampar di Selandia BaruJumat, 04 Februari 2011 18:58 WIB

    Sebanyak 60 ikan paus terdampar di pantai Golden Bay, tepi Pulau Selandia Baru Selatan, demikian menurut pejabat konservasi pada Jumat..

  • Hah! Komodo Terancam Ditangguhkan Sebagai Finalis New 7 WondersSelasa, 01 Februari 2011 22:29 WIB

    ‘The New7Wonders Foundation’, lembaga internasional yang tengah menyelenggarakan pemilihan tujuh keajaiban dunia, secara mengejutkan mengumumkan pada Senin (31/1, akan menangguhkan ‘Taman Nasional Komodo’ sebagai salah satu finalis Tujuh Keajaiban Dunia pada 7 Februari mendatang..

  • Presiden Pilih Komodo Sebagai Tujuh Keajaiban DuniaSelasa, 01 Februari 2011 20:47 WIB

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan memilih Komodo (Varanus Komodoensis), sebagai salah satu finalis tujuh keajaiban dunia melalui jaringan internet new7wonders pada peringatan Hari Pers Nasional ke-65 di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 9 Februari 2011..

  • Komodo Peringkat Sepuluh, Perlu DukunganSelasa, 01 Februari 2011 16:53 WIB

    Binatang raksasa Komodo (varanus comodoensis), penghuni Taman Nasional Komodo (TNK), pada akhir Januari 2011 hanya menempati peringkat sepuluh dalam memperebutkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia..

  • Gajah Sumatra di Bengkulu Makin TerisolasiSelasa, 01 Februari 2011 11:55 WIB

    Puluhan Gajah Sumatra (Elephas maximus) yang hidup di Hutan Produksi Terbatas fungsi khusus Pusat Latihan Gajah (PLG) Seblat Kabupaten Bengkulu Utara, makin terisolasi akibat perambahan liar..

  • Warga Cemas Harimau Masuki PerkampunganSelasa, 01 Februari 2011 03:13 WIB

    Warga Kampung Lua Timbalun, Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Taluak Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat mulai merasa cemas karena harimau Sumatera memasuki perkampungan penduduk..

  • Harimau Terkam Dua Ternak Milik WargaSenin, 31 Januari 2011 20:08 WIB

    Seekor harimau Sumatera menerkam dua ekor ternak milik warga Kampung Lua Timbalun Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Taluak Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat..

  • Dirjen: Penataan Taman Nasional Gunung Merapi Diprioritaskan Sabtu, 29 Januari 2011 22:42 WIB

    Penataan Taman Nasional Gunung Merapi menjadi prioritas pada 2011, kata Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori..

  • Bunga Raflesia Mekar Sabtu, 29 Januari 2011 15:32 WIB

    Satu bunga raflesia (Raflesia arnoldi), tengah mekar di kawasan Hutan Lindung Rindu Hati Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu..

  • Iwan Fals Meriahkan Tanam Sejuta PohonSabtu, 29 Januari 2011 10:49 WIB

    Penyanyi legendaris yang terkenal mencipta lagu-lagu bertema lingkungan dan kritik sosial, Iwan Fals, pagi ini turut penanaman satu juta pohon yang serentak dilakukan di seluruh Kalimantan Timur yang seremoninya dilakukan Gubernur Awang Faroek Ishak di Komplek Stadion Utama Palaran..

06
Feb
11

Pemanasan Global : Ancaman Lingkungan Hidup

rss feed
  • Indonesia Hadapi Tantangan Hukum Mitigasi Perubahan IklimSabtu, 05 Februari 2011 18:23 WIBIndonesia menghadapi sejumlah tantangan hukum dalam kaitannya dengan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim mengingat masyarakat Indonesia cukup rentan dengan perubahan iklim..
  • Korban Tewas Akibat Cuaca Ekstrem Jepara 8 OrangSelasa, 01 Februari 2011 23:07 WIBCuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dalam sebulan terakhir telah menyebabkan delapan orang meninggal dunia dalam belasan kasus insiden terkait perubahan iklim tersebut..
  • Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah Penduduk di MalundaSenin, 31 Januari 2011 04:54 WIBBanjir rob air pasang laut kembali merendam ratusan rumah pemukiman penduduk di desa Deking, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang terjadi sejak sore, Minggu..
  • Gebyar Musik Satu Miliar Pohon di Sergai Minggu, 30 Januari 2011 16:12 WIBKomite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menggelar “gebyar musik satu miliar pohon” yang berlangsung di kawasan wisata bahari Theme Park, Kecamatan Pantai Cermin, 29-30 Januari 2011..
  • Ki-moon: Dunia Kehabisan Waktu Atasi Perubahan IklimJumat, 28 Januari 2011 20:35 WIBSekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-Moon menegaskan bahwa dunia sudah kehabisan waktu untuk mengatasi perubahan iklim..
  • “Green Finance” Bisa Jadi Solusi Perubahan IklimKamis, 27 Januari 2011 15:34 WIBKonsep green finance atau pengucuran modal dengan menggunakan prinsip ramah lingkungan bisa menjadi solusi dari sektor finansial untuk mengatasi dampak perubahan iklim global..
  • Kawasan Bukit Barisan di Pagaralam Retak 4000 MeterKamis, 27 Januari 2011 07:37 WIBKawasan Bukit Barisan di Kelurahan Jangkaremas, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan diketahui mengalami keretakan sepanjang sekitar 4.000 meter di kawasan Bukit Kayu Manis..
  • Amerika Utara Produsen Emisi Karbondioksida TerbesarRabu, 26 Januari 2011 13:28 WIBMasyarakat dan industri di belahan Amerika Utara menyandang predikat produser emisi gas karbondioksida terbanyak di dunia, sementara Eropa hanya separuh dari mereka sedangkan Asia Selatan paling sedikit menyumbang gas rumah kaca penyebab perubahan iklim global itu..
  • Amerika Utara Produsen Emisi Karbondioksida TerbesarRabu, 26 Januari 2011 11:26 WIBMasyarakat dan industri di belahan Amerika Utara menyandang predikat produser emisi gas karbondioksida terbanyak di dunia, sementara Eropa hanya separuh dari mereka sedangkan Asia Selatan paling sedikit menyumbang gas rumah kaca penyebab perubahan iklim global itu..
  • Hujan Es di CilacapSelasa, 25 Januari 2011 17:17 WIBHujan es dan angin kencang melanda Desa Mulyadadi dan Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa siang sekitar pukul 15.15 WIB dan tiga rumah roboh dalam kejadian itu..
06
Feb
11

Politik : Mesir Bergolak

Sekjen PBB: Mesir Sangat Strategis Bagi Perdamaian Timteng

Ban Ki Moon

REPUBLIKA.CO.ID, MUNCHEN– Transisi yang tertib di Mesir penting bagi proses perdamaian antara Israel dan Palestina, kata Sekjen PBB Ban Ki-moon, Ahad, sehari setelah menghadiri pertemuan Kwartet (Kelompok Empat) Timur Tengah.

“Mesir memainkan peran sangat strategis dalam proses perdamaian Timur Tengah. Presiden (Hosni) Mubarak adalah salah satu para pemain penting dalam usaha memfasilitasi rekonsiliasi,” kata Ban kepada wartawan di Munchen, Jerman.

“Seluruh proses perdamaian Timur Tengah selalu ia ikuti dan memberikan bantuan,” katanya. “Ini adalah apa yang kami cemaskan, dan karena itulah kami ingin melihat transisi ini dilakukan dalam satu cara yang tertib dan damai tanpa memberikan dampak-dampak negatif pada perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.”

Pada Sabtu, Ban ikut serta dalam pertemuan Kwartet di Munchen dengan Menlu AS Hillary Clinton, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton dan menlu Rusia Sergei Lavrov.

Dalam satu pernyataan setelah itu, kelompok itu menyerukan semua pihak “melakukan usaha-usaha mendesak bagi tercapainya perdamaian Israel-Palestina dan Arab-Israel, yang sangat penting untuk mencegah hasil-hasil yang dapat menggangu dan merusak kawasan itu.”

“Pertemuan kelompok itu diselenggarakan pada saat penting yang kritis , berkaitan dengan apa yang terjadi di kawasan ituu. Dampaknya sangat serius bagi kelanjutan proses perundingan berdamaian,” kata Ban, Ahad.
Ia mengatakan sangat penting bagi Kwartet setuju untuk meningkatkan keterlibatannya agar proses perdamaian tiu “kembali ke jalurnya.”

Red: Stevy Maradona
Sumber: Antara

Oposisi Mesir Gagal

Minggu, 06 Februari 2011 14:16 WIB

Oposisi Mesir Gagal Sepakati Sikap Bersama

Kairo (ANTARA News) – Kelompok oposisi yang menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak gagal menyetujui sikap bersama sebelum perundingan dengan Wakil Presiden Omar Suleiman untuk mengatasi krisis terburuk dalam 30 tahun negara itu.

Ikhwanul Muslim, kelompok oposisi paling berpengaruh dan terorganisasi rapi, Minggu, mengatakan setuju ikut dalam perundingan, kendati sebelumnya menolak tawaran itu.

Juru biciara Ikhwanul Muslimin mengatakan perudingan itu akan diselenggarakan Minggu pukul 11.00 waktu setempat (16.00WIB) untuk membicarakan proses pengunduran diri Mubarak, hak melakukan protes di tempat-tempat umum dan jaminan keselamatan mereka.

Televisi pemerintah memberitakan Suleiman mulai menggelar pertemuan dengan para tokoh oposisi independen dan utama, Sabtu, untuk membahas opsi-opsi yang berpusat pada bagaimana menjamin pemilihan presiden yang bebas dan jujur dengan tetap berpegang pada konstitusi.

Tidak disebutkan nama kelompok lainn yang ikut berunding dengan wakil presiden itu.

Usul itu diajukan satu kelompok yang menamakan dirinya “Dewan Orang-orang Bijak” yang termasuk Suleiman yang memangku kekuasaan kepresidenan untuk sementara menjelang pemilu.

Tetapi beberapa tokoh oposisi mempersoalkan apakah itu berarti pemilihan presiden mendatang akan diselenggarakan berdasarkan syarat-syarat yang tidak adil seperti yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

Mereka ingin terlebih dulu memilihanggota parlemen baru guna mengubah konstitusi sehingga membuka jalan bagi satu pemilihan presiden yang demokratis.

Pembangkangan  rakyat melanda Mesir sejak 25 Januari di man para pemerotes berkumpul di tengah kota Kairo menuntut pengunduran diri Mubarak, kendati Selasa lalu Presiden menyatakan tidak akan mencalonkan diri lagi dalam pemilu September.

Mesir, negara Arab yang paling banyak penduduknya dan berpengaruh, menghadapi bahaya kekosongan kekuasaan kecuali tercapai satu kesepakatan bagi satu pemerintah peralihan.

Saat perundingan dilakukan, televisi pemerintah mengumumkan bahwa dewan pimpinan Partai Demokrat Nasional yang berkuasa, termasuk putra Mubarak, Gamal mengundurkan diri.

Pengunduran diri itu segera dikecam oleh oposisi sebagai satu tipu muslihat.

Mohammed Habib, anggota Ikhwanul Muslimin mengatakan: “Itu adalah satu usaha untuk memperbaiki citra partai itu tetapi hal tersebut tidak akan mengendurkan tujuan utama revolusi: menjatuhkan rezim itu, bermula dengan pegunduran diri Presiden Mubarak.”

Usulan “Orang-Orang Bijak” itu didasarkan pada pasal 139 konstitusi yang akan mengizinkan Mubarak menyerahkan kekuasaan eksekutif kepada wakilnya, sementara tetap menyandang pemimpin yang hanya namanya  sampai September, kata Disa Rashwan, seorang pakar pada Pusat bagi Studi Politik dan Strategi Al Ahram dan salah seorang”Orang-Orang Bijak” kepada Reuters.

Usul penyerahan kekuasaan kepada Suleiman adalah satu kompromi terhadap tuntutan para pemrotes bagi pengunduran diri segera Mubarak dan keputusannya untuk tetap memangku jabatan sampai akhir masa jabatannya September.

Rashwan mengatakan semua faksi oposisi termasuk Ikhwanul Muslimin diundang menghadiri pertemuan itu tetapi mereka berbeda pendapat mengenai sejumlah masalah di mana diantaranya  ada yang menghendaki Muabarak tetap menjadi presiden kendati simbolis.

“Konsultasi-konsultasi sedang dilanjutkan untuk mengusahakan diakhirinya krisis ini,” katanya. “Kalangan muda tidak menyetujui kehadiran Mubarak dalam bentuk apapun. Kami berusaha membujuk mereka untuk menerimanya… Kami berusaha mencapai satu kompromi.”

Kelompok-kelompok oposisi utama adalah Ikhwanul Muslimin, Koalisi Nasional bagi Perubahan yang dipimpin pemenang hadiah Nobel Perdamaian Mohamed ElBaradei, kelompok Kefaya dan barisan pemuda yang diwakili Gerakan Enam April, Partai Wafd yang liberal dan partai Tagammu yang berhaluan kiri.(*)

H-RN/M016

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Mesir Merugi Rp 2,78 Triliun Per Hari
lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 05/02/2011 | 22:27 WIB Mesir Merugi Rp 2,78 Triliun Per Hari

Kairo – Bank Credit Agricole menganalisa krisis yang merebak di Mesir dua pekan terakhir menyebabkan negara Seribu Piramida itu merugi Rp 2,78 triliun per hari. Bank tersebut bahkan merevisi estimasi pertumbuhan ekonomi Mesir dari semula 5,3 persen turun menjadi 3,7 persen.

Credit Agricole mengestimasi tahun ini Mesir akan mengalami defisit anggaran hingga 12,3 persen, lebih tinggi 4,1 persen dari estimasi sebelum terjadi krisis nasional. Pengeluaran pemerintah akan membengkak untuk mensubsidi kebutuhan pokok masyarakat. Harga komoditas pangan di Mesir telah melambung tinggi bahkan sebelum krisis terjadi.

Di sisi lain, pendapatan negara juga dipastikan menurun. Bank itu yakin investor, baik asing maupun domestik, akan melenggang dari pasar modal Mesir. “Mereka yang tahun-tahun lalu menahan diri memindahkan modal dari Mesir ke negara lain pasti akan memindahkannya saat ini,” demikian tertulis dalam laporan bank itu.

Credit Agricole memprediksi Mesir juga kehilangan potensi pendapatan dari sektor pariwisata. Pada 2010, sektor pariwisata berkontribusi 6 persen untuk Produk Domestik Bruto. “Pendapatan sektor pariwisata dengan mudah jatuh kurang dari US$ 5,5 miliar. Credit Agricole menyebut menurunnya pendapatan sektor pariwisata harus ditutup dari sumber lain,” kata John Sfakianakis, kepala ekonomis Credit Agricole.

Saat ini, 40 persen dari total 80 juta penduduk Mesir hidup dengan penghasilan di bawah USD 2 per hari. Tingkat pengangguran mencapai 10 prsen. Sedangkan inflasi pangan dapat mencapai 17 persen per tahun, menyebabkan biaya hidup yang semakin tinggi bagi setiap lapisan masyarakat.

Sementara itu, Presiden Mesir Husni Mubarak mengadakan pembicaraan dengan para menteri untuk menghidupkan kembali perekonomian yang dilanda gelombang protes antipemerintah. Bank-bank akan dibuka hari Minggu dan pasar saham akan beroperasi kembali hari Senin.

Menteri keuangan, Samir Radwan, mengatakan situasi perekonomian “sangat buruk”. Para analis mengatakan pemberontakan rakyat di Mesir menimbulkan kerugian terhadap negara itu setidaknya US$310 juta per hari. Para pengunjuk rasa masih bertahan di Lapangan Tahrir di pusat kota Kairo menyusul rapat umum besar hari Jumat yang menuntut pengunduran diri Mubarak.

Pada hari Sabtu (5/2), ada laporan mengenai ledakan di pipa gas yang menyalurkan pasokan ke Israel dan Yordania. Ledakan ini menyebabkan kebakaran di dekat el-Arish, lapor televisi negara. Mubarak mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri pada bulan September namun menekankan dia harus tetap di kursi presiden untuk mencegah kekacauan di negara itu. Namun, para demonstran tetap menuntut supaya dia segera meletakkan jabatan.

Pada hari Sabtu, presiden bertemu dengan perdana menteri, menteri keuangan, menteri perminyakan dan menteri perdaangan bersama gubernur bank sentral. Bank dan pasar saham ditutup selama berhari-hari, dan banyak pabrik di kota-kota besar tidak beroperasi.

Wartawan BBC di Kairo, Kevin Conolly, mengatakan kelumpuhan yang disebabkan aksi protes menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap perekonomian. Para wisatawan takut berkunjung dan harga barang-barang pokok seperti rokok dan roti meroket. (*/bbc/tempointeraktif)

Minggu, 06/02/2011 09:29 WIB
ElBaradei: Akan Muncul Demonstran ‘Hardcore’!
Rachmadin Ismail – detikNews


Kairo – Pemimpin oposisi senior Mesir Muhammad Elbaradei yakin para demonstran akan terus bertahan hingga presiden Hosni Mubarak mundur. Situasi bahkan diprediksi lebih kacau dengan munculnya para pendemo garis keras.

“Tentu saja akan ada sedikit kelelahan di mana-mana, tapi akan banyak juga demonstran ‘hardcore’ yang tak akan menyerah selama Mubarak masih berkuasa,” kata Elbaradei kepada reuters, Minggu (6/2/2011).

Saat ini, jumlah pendemo memang lebih sedikit jika dibandingkan ribuan massa saat Jumat (4/2) kemarin. Apakah momentum seperti bisa bertahan hingga awal pekan mendatang? Elbaradei masih meyakininya.

Meski begitu, pemerintah Mesir masih berusaha mengurangi tekanan dengan memberikan propaganda tentang kondisi ekonomi yang hancur dan ancaman stabilitas yang ditimbulkan oleh para pendemo. Harapannya hanya satu, aksi massa bisa berkurang.

Gelombang aksi protes terhadap pemerintahan Mubarak sudah berlangsung selama hampir 13 hari. Massa berkumpul di Tahrir Square dengan tuntutan agar rezim penguasa selama 30 tahun tersebut turun.

Hingga saat ini, Mubarak sudah mengganti jajaran pemerintahannya, termasuk mengangkat Omar Sulaiman sebagai wakil presiden. Dia juga sudah mundur sebagai ketua partai penguasa Nasional Demokrat. Beberapa petinggi partai lainnya pun ikut mundur. Namun langkah ini dinilai masih belum cukup oleh rakyat Mesir.

(mad/mad)

Baca Juga :

Minggu, 06/02/2011 00:42 WIB
Jurnalis Al Jazeera Akhirnya Dibebaskan Polisi Mesir
Rachmadin Ismail – detikNews


Qatar – Dua jurnalis stasiun televisi Al Jazeera yang sempat ditahan polisi Mesir sudah dibebaskan. Keduanya dipastikan dalam kondisi sehat.

Dilansir Reuters, Minggu (6/2/2011), dua wartawan yang sempat ditahan adalah kepala biro Al Jazeera di Kairo, Abdelfattah Fayed dan jurnalis lainnya, Fawi. Mereka ditangkap sejak beberapa hari lalu karena menyiarkan aksi demonstrasi di Mesir.

Al Jazeera juga sempat dihentikan siarannya oleh menteri informasi Mesir. Bahkan kantor mereka Kairo dibakar dan dihancurkan oleh massa pro Mubarak.

Pemerintah Mesir menuding Al Jazeera melakukan pemberitaan yang salah tentang apa yang terjadi di negeri piramida tersebut. Izin siaran mereka dicabut dan seluruh staf tidak diberi akreditasi.

Meski begitu, Al Jazeera tak patah semangat. Mereka tetap beroperasi lewat jaringan satelit dan masih bisa dinikmati oleh warga Mesir.

Informasi terakhir, tayangan mereka bisa disaksikan di tengah lapangan Tahrir Square dalam sebuah layar lebar.
(mad/mad)

Baca Juga :

Minggu, 06/02/2011 00:24 WIB
Pengurus partai berkuasa Mesir mundur
BBCIndonesia.com – detikNews

Para demonstran masih mengadakan aksinya di Lapangan Tahrir

Pimpinan pusat Partai Demokratik Nasional Mesir (NDP) mengundurkan diri secara massal, dalam langkah yang tampak sebagai tanggapan terhadap gelombang aksi protes antipemerintah.

Pengunduran diri massal itu diumumkan oleh televisi pemerintah.

“Para anggota komite eksekutif mengundurkan diri dari jabatan mereka. Hossam Badrawi ditunjuk menjadi sekretaris jenderal partai,” kata penyiar televisi.

Siaran TV pemerintah itu juga menyebutkan President Mubarak, sebagai ketua partai, sudah menerima pengunduran diri tersebut.

Laporan tersebut bertentangan dengan siaran sebuah stasiun TV swasta yang sebelumnya memberitakan Presiden Mubarak juga mengundurkan diri dari jabatan ketua partai.

Hossam Badrawi adalah seorang reformer dan dokter terkemuka.

Dia menggantikan dua sekutu kunci Presiden Husni Mubarak, yaitu Sekretaris Jenderal, Safwat al-Sharif, dan putra Mubarak, Gamal -yang kehilangan posisinya sebagai kepala komite kebijakan.

Jabatan yang ditinggal Gamal juga juga diambil alih oleh Badrawi.

Wartawan BBC di Kairo, John Leyne, mengatakan Dr Badrawi dianggap sebagai tokoh liberal namun dia dekat dengan keluarga Mubarak.

Dampak Ekonomi

Para pengunjuk rasa masih menduduki Lapangan Tahrir di tengah kota Kairo, tetapi jumlah mereka lebih kecil dibandingkan hari Jumat.

Mubarak juga sudah mengadakan pembicaraan dengan para menterinya untuk menghidupkan lagi perekonomian pada hari Sabtu (5/2).

Berbagai bank akan dibuka kembali hari Minggu dan Menteri Keuangan, Samir Radwan, mengatakan situasi ekonomi “sangat serius”.

Para pengamat mengatakan kerusuhan yang terjadi merugikan Mesir paling tidak US$310 juta per hari.

Sementara itu kelompok oposisi terbesar, Ikhwanul Muslimin, mengatakan akan ikut serta dalam perundingan jika pemerintah menyiapkan reformasi politik dengan kerangka waktu yang jelas.

Namun mereka tetap mendesak agar Presiden Mubarak harus segera mengundurkan diri.

(bbc/bbc)

Lebih Banyak Lagi dari BBC Indonesia:

Pengganti Mubarak

Sabtu, 05 Februari 2011 10:25 WIB

Tiga Kandidat Terkuat Pengganti Mubarak

Munawar Saman Makyanie

Kairo (ANTARA News) – Di tengah prahara politik yang terjadi sekarang, masyarakat Mesir kini ramai membicarakan siapa yang bakal menggantikan Presiden Hosni Mubarak.

Jika Mubarak mengundurkan diri sebelum habis masa jabatannya pada September 2011, maka sudah pasti Wakil Presiden Omar Suleiman menjabat presiden transisi untuk menyiapkan pemilu legislatif baru, sekaligus pemilihan presiden definitif.

Berikut analisis mengenai beberapa tokoh Mesir yang berpotensi menggantikan Mubarak sebagai presiden pilihan rakyat.

Amr Moussa

Kehadiran Dr. Amr Moussa di Lapangan Tahrir pada Jumat (4/2) dielu-elukan sebagai bakal presiden oleh kalangan pendukung pro-demokrasi.

Moussa tampaknya menggunakan momentum itu untuk mengenalkan diri kepada jutaan pendukung pro-demokrasi yang menunaikan salat Jumat bersama di Lapangan Tahrir.

“Sebagai warga negara yang baik, tentu saja saya siap mengemban amanat rakyat untuk membangun negara ini jika diminta,” kata tokoh berusia 74 tahun itu.

Posisi politiknya yang tidak terafiliasi kepada partai politik mana pun, membuat Moussa yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Liga Arab itu bisa diterima semua kalangan rakyat.

Lagi pula sejauh ini dan selama demonstrasi pro-demokrasi selama hampir dua pekan ini, pernyataan-pernyataan Moussa pun cukup seimbang dan mendapat simpati banyak kalangan.

“Kendati Moussa dekat dengan Presiden Mubarak, tapi ia juga tidak kehilangan muka di kalangan pro-demokrasi,” kata analis politik Osama Sayed.

Menurut Sayed, sebagian besar pendukung pro-demokrasi yang umumnya pemuda terpelajar tidak terafiliasi kepada partai politik tertentu sehingga mereka bebas memilih pemimpin dambaannya.

Pengamat sosial dan politik, Leila Makram menilai Moussa cukup akomodatif dalam menjembatani pihak pro-status quo dan pro-demokrasi.

Selain diterima masyarakat Mesir, ujar Leila, mantan menteri luar negeri Mesir itu diterima pula negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat.

Jebolan Universitas Kairo itu telah malang melintang mengemban misi diplomasi Mesir.

Karir politik putra kelahiran Kairo pada 3 Oktober 1936 itu pun cemerlang.  Pernah menjabat menteri luar negeri selama tahun sepuluh tahun dari 1991-2001, mantan Duta Besar Mesir untuk Swiss dan PBB di New York, dan dua kali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Liga Arab –organisai regional beranggotakan 22 negara– sejak 2001 hingga sekarang.

Mohamed ElBaradei

Seperti Moussa, Dr. Mohamed ElBaradei juga muncul di Lapangan Tahrir awal pekan ini dan dielu-elukan sebagai presiden dambaan.

Mantan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) itu menjadi ikon perlawanan terhadap rezim Mubarak.

Maret tahun silam, tokoh berusia 69 tahun itu dipinang untuk menjadi calon presiden oleh Ikhwanul Muslimin, oposisi utama Mesir.

Pilihan Ikhwanul Muslimin atas Elbaradei itu untuk menghimpun simpati massa pemilih, namun ternyata hanya meraih dua kursi dalam pemilihan parlemen pada November lalu yang dituding penuh kecurangan.

ElBaradei yang bermukim di Wina baru tiba di Kairo Kamis (27/1), sehari menjelang “Jumatul Ghadab (Revolusi Jumat) yang menewaskan lebih 100 orang.

“Ini merupakan saat yang amat kritis dalam kehidupan politik Mesir. Saya datang untuk bergabung memperjuangkan kemakmuran rakyat dan mengakhiri 30 tahun rezim korup,” kata peraih Hadiah Nobel Perdamaian pada 2005 itu.

Beberapa kalangan Mesir memang meminta ElBaradei kembali ke negaranya dalam upaya menyatukan faksi-faksi oposisi yang lemah untuk menciptakan perubahan ke arah demokrasi.

Kendati demikian, kehadiran mantan diplomat karir di kancah politik Mesir ini dipertanyakan beberapa kalangan di dalam negeri.

“Ia banyak tinggal di luar negeri dan tidak banyak berinteraksi dengan masyarakat, bagaimana mungkin memecahkan persoalan masyarakat yang kompleks?” tulis pemimpin redaksi suratkabar Al Ahram, Osama Saraya.

Penilaian senada diutarakan pakar nuklir Mesir, Mohamed El-Mashaay.

“Pengalaman politik dia amat minim sehingga sulit untuk memimpin masyarakat yang lebih luas,” ujarnya dalam wawancara dengan jaringan televisi Al-Arabiya.

Selain itu, kalangan lobi Yahudi di AS dikabarkan tidak menyenangi ElBaradei karena saat memimpin IAEA dia kerap mengkritik Israel menyangkut senjata Nuklir.

Akibat sikap kerasnya terhadap Israel, ElBaradei sempat dihambat pemerintah AS di masa Presiden George W.Bush untuk posisi Direktur Jenderal IAEA.

Mantan Dubes Israel untuk Mesir, Eli Shaked menyatakan kekhawatirannya atas kepemimpinan Mesir pasca-Mubarak di bawah Elbaradei yang diusung Ikhwanul Muslimin.

“ElBaradei memang tokoh internasional pluralis, tapi sangat mungkin ia dipengaruhi Ikhwanul Muslimin terkait hubungan diplomatik Mesir-Israel dan perjanjian perdamaian kedua negara,” kata Shaked kepada CNN.

Ayman Nour

Tokoh muda berusia 47 tahun dan bernama lengkap Ayman Abd El Aziz Nourini ini baru muncul di ranah politik lima tahun silam dan kehadirannya membuat gerah partai berkuasa, Partai Nasional Demokrat (NDP).

Mantan pengacara kelahiran 5 Desember 1964 ini dikenal sebagai pendobrak utama tembok kokoh politik rezim Mubarak.

Ayman mencuri perhatian dunia ketika pada 2005 ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah atas tuduhan memalsukan dokumen saat mendirikan Partai Al-Ghad (partai masa depan).

Penangkapan itu menimbulkan reaksi keras dari kalangan internasional termasuk AS dan PBB.

Menlu AS ketika itu Condolizza Rice dan Sekjen PBB Kofi Annan secara khusus bertemu Mubarak untuk pembebasan Ayman Nour.

Sayangnya, Ayman tidak banyak punya pengaruh di masyarakat, termasuk anak mudanya.

Partai Ghad dianggap sebagai partai gurem karena pengurusnya hanya mencakup keluarga dan teman.

Gamila Ismail, istri Ayman Nour saat ini menjabat Wakil Ketua Partai Ghad.

Selain ketiga tokoh tersebut, ada beberapa tokoh lagi seperti Omar Suleiman yang kini menjabat Wakil Presiden dan juga Gamal Mubarak, putra sulung Presiden Mubarak.

Sebelum prahara politik melanda Mesir, Gamal Mubarak menempati posisi teratas sebagai calon penggati Mubarak.

Namun setelah krisis, banyak pengamat menilai kans Gamal dan Suleiman tidak bakal meraih simpati massa pemilih karena mereka dianggap cermin rezim Mubarak dan bagian dari masa lalu.

ANT/M043

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Horor & Tekad Baja

Jumat, 04 Februari 2011 15:50 WIB

Horor di Tahrir dan Tekad Membaja Demonstran

Jafar M. Sidik

Seorang demonstran berteriak slogan selama protes terhadap Presiden Mesir Hosni Mubarak di Milan, (1 /2). (FOTO.ANTARA/REUTERS / Paolo Bona) 

Ini revolusi. Saya akan ambil bagian dalam revolusi ini. Saya tahu setiap revolusi ada risikonya dan kami siap menghadapi risiko itu

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) – Mesir terpecah? Nanti dulu, hanya karena bentrok massa pro-Mubarak versus demonstran anti-pemerintah di Lapangan Tahrir dua hari lalu, tak berarti rakyat Mesir pecah.

Sebagian besar kalangan di Arab dan bahkan media Barat menyebut bentrok itu tak lebih dari taktik kotor rezim Hosni Mubarak untuk mendeskreditkan demonstrasi yang mungkin menjadi awal perubahan radikal di seluruh dunia Arab itu.

Ada banyak laporan yang menyebutkan massa pro-Mubarak adalah polisi-polisi berpakaian preman dan bandit-bandit yang direkrut partai penguasa di Mesir.

Mingguan terkemuka Jerman, Der Spiegel, menyebut provokasi massa pro-Mubarak adalah upaya Mubarak mendeskreditkan aksi damai jutaan orang anti-Mubarak. Tapi itu disebut akan mempersulit massa anti-Mubarak.

“Para pemimpin demonstran kini mengkhawatirkan demonstrasi mendatang bakal berakhir dengan banjir darah dan ini dapat mendeskreditkan gerakan protes,” ulas Der Spigel.

Betulkah demikian? Tampaknya tidak.

Dari laporan media seperti BBC, Guardian dan Aljazeera, provokasi itu malah membuat demonstran semakin militan bertahan di Lapangan Tahrir yang senantiasa menjadi pusat gravitasi gerakan sosial di Mesir itu.

“Mubarak mesti tahu bahwa kami tak akan pernah meninggalkan tempat ini,” kata Ahmed Zaid, seorang prodemokrasi kepada BBC.

Media-media asing merekam jelas bahwa aksi massa pro-Mubarak itu dirancang untuk memprovokasi gerakan pro-demokrasi agar anarkis dan banyak dari mereka merupakan polisi berpakaian preman atau bandit yang direkrut rezim.

“Orang-orang ini berusaha menjagal kami malam itu. Kawan saya tumbang ditembak penembak jitu di depan saya dini hari itu dengan otak terburai,” kata Mahmoud Mustafa.

Kepada Peter Beaumont dan Jack Shenker dari Guardian, pemuda berusia 25 tahun ini melanjutkan, “Lihat sekeliling Anda, kami tetap damai, tetap bersatu dan tetap menginginkan rezim ini jatuh.”

Baik pemerintah Mesir maupun kementerian dalam negeri membantah telah merancang aksi tersebut. Tapi media membuktikan omongan pemerintah itu tak sesuai fakta.

Pagi-pagi sekali Rabu lalu, massa anti-Mubarak menggelandang seorang pendukung Mubarak. Dari saku bajunya ditemukan kartu identitas yang menunjukkan dia adalah polisi bernama Ahmed Mahmoud Abdul Razik.

Orang-orang seperti Abdul Razik banyak, tapi mereka beruntung karena massa anti-Mubarak menahan rekan-rekannya untuk tidak main hakim sendiri.

Sisi utara Lapangan Tahrir adalah saksi kebrutalan bentrok dua hari lalu. Di situ, posko kesehatan yang ditukangi 70 dokter relawan didirikan. Salah satu relawan itu adalah ahli bedah dr Ibrahim Fakhr.

“Kami ditembaki jam 11 malam dan kembali lagi ditembaki sekitar jam 4 subuh dari penembak jitu di atap gedung Museum Mesir. Kami melihat sinar laser dari senjata si penembak gelap,” Fakhr.

Sementara Mohamed Saleh, akuntan berusia 25 tahun, meminta media massa mengabarkan pada dunia soal terorisme yang dilakukan Mubarak.

“Kami ada di sini selama delapan hari tanpa rusuh, tanpa bakar-bakaran, tanpa kekerasan. Kami hanya ingin revolusi damai. Jika Barat peduli terorisme, mereka jangan diam saja,” kata Mohamed Saleh.

Usai bentrok, para demonstran anti-pemerintah membuat barikade-barikade, sementara para pemuda menjaga setiap pintu masuk agar tak disusupi provokator.

“Banyak sekali polisi di luar lapangan sana. Mereka berpakaian preman, membawa pisau dan senjata. Mereka mencoba masuk ke sini. Ada juga orang yang dibayar partainya Mubarak,” sambung Saleh.

Said el-Zoughly, seorang guru pertanian ditugaskan untuk membangun barikade untuk menghadapi kemungkinan diserang massa pro-Mubarak. Dia juga menjadi salah seorang yang tiba-tiba mendapat tugas membuat “senjata” dadakan dari potongan batu bata.

Kekuatan ketiga

David Africa, analis keamanan independen asal Afrika Selatan, mengatakan provokasi kekuatan ketiga –bukan polisi dan aparat keamanan resmi– lazim dilakukan rezim-rezim yang sedang tertekan rakyat.

Metode ini sering dipakai rezim-rezim otokratik manakala tengah dalam kondisi terdesak secara politik.

“Fokusnya adalah mempertahankan kekuasaan selama mungkin dan saat bersamaan menguras energi material dan politis lawan,” kata Africa seperti dikutip Aljazeera.

Dia melanjutkan, sampai tentara intervensi mendukung massa pro-demokrasi, kekuatan ketiga akan terus menyerang, tak hanya Kairo dan kota-kota lain, tapi juga seluruh Mesir.

“Tak ada satu pun rezim otokratis yang mau melihat kejatuhannya sendiri. Untuk itulah Mubarak bertahan mati-matian,” kata David.

David mengajak rakyat Mesir belajar dari rakyat Afrika Selatan, yaitu terus bersatu menyuarakan protes karena persatuan adalah unsur sentral ketika menghentikan upaya rezim apartheid di Afrika Selatan dahulu untuk terus berkuasa.

“Jika rakyat Mesir terus berdemonstrasi seperti yang telah mereka lakukan selama dua pekan terakhir, setiap klaim legitimasi dari penguasa menjadi sangat konyol,” katanya.

Dan jika nanti terbentuk pemerintahan transisi, maka proses transisi harus terbebas dari unsur Mubarak. Jika tidak, transisi itu akan terus diancam kekuatan ketiga dan pemilu pun tak akan pernah bisa diselenggarakan, demikian David Africa.

Dari perspektif inilah, demonstran pro-demokrasi harus berunjukrasa dan tetap menyeru Mubarak turun. Skenario ini persis dipakai banyak gerakan people power seperti di Indonesia pada 1998.

Mubarak bisa saja mengambil langkah elegan seperti Soeharto, yaitu mundur dari kekuasaan. Toh tentara diam-diam tak loyal lagi kepadanya, setidaknya elemen mudanya.

Mubarak mungkin terpaksa bertahan karena ada faktor Israel dan dunia Arab, tidak hanya Teluk, tapi juga semua rezim otokratis di kawasan ini yang tak menginginkan kejatuhan Mubarak menginspirasi gerakan serupa di negeri mereka.

Karena itu, gerakan rakyat di Mesir mungkin akan berakhir dengan kemasygulan seperti yang sudah-sudah. Tapi mungkin juga berakhir lain, apalagi setelah Tunisia memberikan satu contoh sukses gerakan sosial.

Orang-orang Mesir sendiri kembali ke Lapangan Tahrir, beberapa diantaranya mengantarkan pasokan makanan kepada mereka yang bertahan.

“Kami akan bertahan selama mungkin. Tuhan bersama kami,” kata Said el-Zoughly.

Berdasarkan sejumlah laporan media asing, skala demonstrasi memang terus meningkat, termasuk di kota terbesar kedua Mesir, Iskandariyah. Orang-orang baru bergabung dalam aksi ini.

“Saya tak pernah terlibat politik sebelum ini, namun kini saya di sini sampai Mubarak pergi atau saya mati,” kata seorang pemuda bernama Mustafa.

Kepada Guardian, seorang perempuan demonstran menyatakan akan terus berdemonstrasi kendati harus menghadapi provokasi kelompok pro-pemerintah.

“Ini revolusi. Saya akan ambil bagian dalam revolusi ini. Saya tahu setiap revolusi ada risikonya dan kami siap menghadapi risiko itu,” katanya.

Mereka juga siap mati.

“Ingat namaku kawan. Jika saya mati di sini, Anda mesti kabarkan kisah kami ke seluruh dunia,” kata Hossam Eid al-Sharqawy kepada wartawan Aljazeera, Kamis. (*)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

06
Feb
11

Politik : Hukum Morat-Marit, Jargon Ekonomi Penuh Kebohongan

Hukum di Indonesia Morat-Marit 

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 05/02/2011 | 08:15 WIB Hukum di Indonesia Morat-Marit

Jakarta – Presiden Indonesia harus mempunyai kemampuan lebih. Tidak hanya keahlian di bidang tertentu tetapi juga kemampuan di semua bidang dan keberanian, khususnya dalam hal penegakan hukum.

“Jangan setiap ada masalah membuat satgas, membuat tim atau lembaga baru yang pada akhirnya tidak mampu berbuat apa-apa seperti sekarang ini,” kata kriminolog Universitas Indonesia (UI) Muhammad Mustofa dalam diskusi yang diadakan alumni pascacarjana Kriminologi UI, Jumat (4/2/2011).

Lebih lanjut diakatakan Mustofa, aturan di Indonesia saat ini sudah tidak jelas wajahnya dan morat-marit, tak jelas arahnya. “Hukum morat-marit tak jalas arahnya karena dibuat hanya untuk memenuhi permintaan orang tertentu atau kelompok tertentu, bahkan asing,” katanya.

Disebutkan, setidaknya terdapat 70 undang-undang yang dibuat atas pesanan asing. Salah satunya adalah UU Badan Arbitrase.
“Sifat keputusannya final dan mengikat tetapi ketika ada orang yang mengajukan banding diterima,” jelasnya dalam diskusi bertajuk Hukum Morat-Marit Indonesia Butuh Pemimpin Yang Berani.

Pembicara lain, Prof Ronny R Nitibaskara menjelaskan, korupsi tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan hukum saja. Sebab, pola hidup konsumtif mendorong pejabat melakukan korupsi. “Mereka korupsi karena cemas, ingin mempertahankan kekayaan, peluang kekuasaan, pejabat tidak takut dengan sanksi apapun,” tandasnya.

Paulus Wirotomo, narasumber lain, menyebutkan korupsi merajalela karena pimpinan tidak berani bertindak tegas. Karena itu, sebagai pemimpin harus berani bertindak. “Cari pemimpin bukan orang yang terdekat, tetapi yang terbaik. Sebab sekarang kedekatan lebih diutamakan di banding keahlian,” kata sosiolog UI itu. (*/MIOL)

Jargon Ekonomi SBY Penuh Kebohongan? 

lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 06/02/2011 | 01:53 WIB Jargon Ekonomi SBY Penuh Kebohongan?

Benarkah Jargon Ekonomi SBY Bohong?

JARGON pertumbuhan ekonomi serta pengurangan kemiskinan dan pengangguran yang sering didengungkan pemerintahan SBY, ternyata masih jauh panggang dari api. Pasalnya, meski pemerintah mengklaim menurunnya jumlah pengangguran saat ini, 7,14 persen dari penduduk Indonesia, begitu juga dengan angka kemiskinan yang tahun 2010 13,3 persen (turun 1,5 juta jiwa) dibanding tahun 2009 sebesar 14,1 persen, secara kualitatif hal itu menunjukkan situasi sebaliknya.

Tingkat keparahan hidup masyarakat semakin hari semakin menghiasi pemberitaan nasional, seperti gantung diri suami istri di Cirebon yang meninggalkan 3 anaknya, kematian 6 anggota keluarga yang terpaksa makan tiwul di Jepara karena tak mampu membeli beras, dan berbagai cerita sedih lainnya. Kesengsaraan bertambah parah seiring sulit dikendalikannya inflasi di sektor pangan. Khusus di sektor pangan, Syahganda mencatat inflasi 2010 mencapai 15 persen.

“Padahal, penghasilan orang miskin itu sekitar 70 persen hanya untuk makan,” papar Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan yang juga mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (CIDES) pada diskusi bertajuk ‘Pembangunan Minus Kesejahteraan’ di Jakarta, yang baru lalu.

Mantan aktivis ITB ini pun mengkritik, sektor yang tumbuh di atas 5 persen berdaya serap tenaga kerja yang rendah. Sedangkan sector industry dan pertanian yang menyerap tenaga kerja hanya tumbuh di sekitar tiga persen, bahkan kurang dari itu. Berangkat dari data statistic yang kesannya disembunyikan oleh pemerintah ini, wajar bila terjadi gejala informalisasi tenaga kerja. Sedangkan tenaga kerja formal, jumlah dan persentasenya terus berkurang.

Pada kesempatan yang sama, Fahrina Fahmi Idries menyoroti ketimpangan pembangunan itu yang bersumber perbedaan indikator-indikator pertumbuhan yang digunakan oleh setiap kementerian. Sehingga, kata dia, pembangunan seolah berjalan mulus. Padahal faktanya sangat berbeda “Faktanya, pembangunan masih belum menyentuh dari Sabang sampai Merauke. Terutama di daerah perbatasan. Untuk itu, kita berharap agar pemerintah memulai 2011 dengan pembangunan tanpa ketimpangan,” seru putri mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris ini.

Sedangkan Liem Siok Lan alias Justiani, aktifis ITB yang melebarkan sayap aktivitasnya hingga ke Canada dan bahkan pernah dipercaya menjadi penasehat PM Thailand Thaksin, mengatakan pada dasarnya ekonomi Indonesia sudah dibajak para mafia, lokal maupun global. Pemain minyak, pemain gula, orangnya ya itu-itu saja. Tapi pemerintah tidak bisa tegas karena sepertinya sudah makan ijon saat berkompetisi merebut jabatan publik.

Semua kebobrokan itu, ungkap Justiani, urai  pada dasarnya bersumber dari tim ekonomi SBY yang justru menjual diri ke pihak asing. “Sri Mulyani jadi sales girl-nya International Monetary Fund (IMF), karena mendapat fee 1 persen dari setiap pinjaman. Jadi, jangan heran, kalau ekonomi kita terus ditentukan pihak asing,” kritik perempuan berkaca-mata yang Indeks Prestasinya saat kuliah di ITB nyaris sempurna itu.

Bahkan, menurut Justiani, klaim meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada dasarnya hanya akal-akalan pemerintah semata, dengan cara menurunkan nilai indikatornya. “Masing-masing kementerian berlomba menurunkan indikator-indikatornya. Jadi wajar saja, kemiskinan dan pengangguran berkurang. Sebenarnya itu tidak terjadi sama sekali,” imbuh dia.

Dia menjelaskan, program pemerintah semisal bantuan langsung tunai (BLT), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri), Jamkesmas, dan lainnya yang dirancang guna menurunkan kemiskinan juga merupakan bagian dari akal-akalan pemerintah. “Orang miskin dibantu dengan BLT, PNPM, dan Jamkesmas, sehingga tidak terlihat miskin,” timpalnya.

Adapun Hetifah Sjaifudian selaku anggota DPR dari Fraksi Golkar merasa ada keterbatasan untuk memperjuangkan politik anggaran bagi kesejahteraan rakyat. “Ya di DPR itu juga ada kasta-kasta, ada kasta pemimpin, ada kasta anggota biasa. Bahkan ada pula yang menjadi pekerja DPR, datang pagi pulang sore dengan rutinitas kesebukannya,” kritik Hetifah. Toh begitu, dengan (keterbatasan) kekuasaan yang dimilikinya, Hetifah berjanji memperjuangkan anggaran pengentasan kemiskinan.

Setiap pembangunan, beber Hetifah, mestinya direncanakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jadi, tidak hanya dinikmati segelintir kalangan. “Pemerintah bisa saja mengatakan angka kemiskinan menurun dan tingkat kesejahteraan rakyat meningkat. Faktanya, apa yang dilakukan pemerintah belum merefleksikan hal itu. Jadi, pembangunan saat ini tidak disertai kesejahteraan,“ jelasnya.

Soal penurunan angka kemiskinan, Hetifah mengkritik para-meter yang digunakan. Terutama menyangkut standar atau garis kemiskinan tertentu serta mengukur posisi orang miskin dibandingkan dengan kelompok lainnya di masyarakat. Hetifah juga menyayangkan sikap pemerintah yang dengan bangga mengatakan tingkat kemiskinan menurun dari 14 persen pada 2009 menjadi 13,33 persen pada 2010.

“Pengukuran kuantitatif tidak cukup untuk melacak penyebab yang membuat kelompok miskin jatuh pada kondisi kehidupan yang tidak layak. Mengungkapkan data statistik dengan ukuran moneter seperti berapa persentase orang miskin di Indonesia dan rasio untuk distibusi pendapatan, sebetulnya masih jauh dari memadai untuk mendiskripsikan fenomena pembangunan dan kemiskinan,“ jelasnya. (SMC)

BI Rate Naik, Kebijakan Ekonomi Pro Asing 

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 06/02/2011 | 21:03 WIB BI Rate Naik, Kebijakan Ekonomi Pro Asing

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan tingkat suku bunga acuan BI (BI Rate) dinilai mengakomodir kepentingan asing. “Kenaikan BI Rate terlalu mengakomodasi investor dan analis asing yang memang sejak pertengahan tahun 2010 gencar menyebarkan analisis kalau BI Rate perlu dan akan naik,” kata ekonom Sustainable Development Indonesia Dradjad Wibowo, Minggu (6/2), seperti dilansir MI Online.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu, Bank Sentral memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) atau 0,25% demi menekan laju inflasi. Dengan kenaikan tersebut, saat ini BI Rate berada di level 6,75%.

Dradjad menilai, meski tekanan inflasi makin dalam, BI belum perlu menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps. Pasalnya, beberapa indikator di lapangan membuktikan BI rate cukup tangguh bertahan di tengah terpaan tingginya inflasi di awal tahun 2011.

Ia mencontohkan, nilai tukar rupiah yang masih bertahan di level 9.000-an per dolar Amerika Serikat (AS). “Malah depresiasi rupiah menuju level tertentu, mungkin level Rp9.100-Rp9.200 per dolar AS, akan lebih bagus bagi pertumbuhan sektor industri dan ekspor, tanpa resiko inflasi yang terlalu besar,” ujarnya.

Menurut Dradjad,  penurunan porsi asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang saat ini terjadi belum berada pada tingkat mengkhawatirkan. Sebaliknya, tegas dia, posisi asing di SBI yang kini terlalu besar justru merupakan hal yang patut dikhawatirkan. (Media Indonesia)

Ekonomi Indonesia Dikuasai Kartel  

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 31/01/2011 | 00:17 WIB Ekonomi Indonesia Dikuasai Kartel

Jakarta – Perekonomian Indonesia dipandang mulai mengkhawatirkan karena dikuasai oleh sistem kartel. Karena itu, sistem tersebut harus dipecahkan dengan cara apapun. Hal ini diungkapkan pengamat ekonomi Universitas Atma Jaya A Prasetyantoko dalam Seminar Penutup Simposium Nasional Demokrat di Jakarta, Minggu (30/1).

“Fakta di lapangan, kita capek berdiskusi apakah sistem perekonomian kita neolib, intervesionis, komunis. Kita lihat ternyata sistem kartel menguasai perekonomian nasional. Ini harus dipecahkan dengan cara apapun,” tegasnya.

Menurut Prasetyantoko ada empat hal yang seharusnya ditegakkan kembali dengan benar, yaitu konstitusi ekonomi yang berprioritas pada kesejahteraan, pertumbuhan dengan kemiskinan yang semakin menurun, likuiditas yang mengarah ke sektor riil, dan kondisi demografi bagus yang segera disiapkan untuk tahun 2025-2030.

“Dengan Indonesia yang berada di Asia sebagai pusat pertumbuhan dunia. Kita harusnya sudah menyiapkan pada saatnya nanti pertumbuhan kita benar-benar berkualitas,” paparnya seperti dilansir MI Online.

Indonesia Harus Kembali ke Ekonomi Konstitusi
Paradigma perekonomian Indonesia sebaiknya harus diubah kembali sesuai dengan ekonomi konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Masalahnya perekonomian Indonesia masih dikuasai berbagai kartel dan masih sangat bergantung pada luar negri.

Pengamat ekonomi Hendri Saparini dalam Seminar Penutup Simposium Nasional Demokrat di Jakarta, Minggu (30/1) mengatakan bahwa ekonomi nasional harus dibawa kembali kepada ekonomi konstitusi. Hal tersebut harus dituangkan dalam kebijakan perekonomian pemerintah yang ditujukan untuk kemakmuran rakyat.

“Politik APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) harus sesuai ekonomi konstitusi, yaitu untuk kemakmuran rakyat. Dengan sumber daya alam yang kaya, negara harusnya memberikan pekerjaan yang banyak,” kata Hendri.

Tentang ketergantungan terhadap luar negri, Hendri menyebutkan ketergantungan terhadap pembiayaan luar negri masih nyata. Selain itu asing juga diberikan ruang yang luas kepada pengelolaan sumber daya asing dan sektor pendidikan.

“Rp1.600 triliun lebih kita utang sama luar negEri. Pilihan kebijakan dengan luar negri sudah terjadi sejak Orde Baru tidak pernah diubah. Contoh perbankan kita 99% boleh dimiliki asing, padahal Malaysia hanya 20%, Australia 50%,” ungkap Hendri.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia boleh saja dibiarkan membesar asal tidak memperbesar kesenjangan ekonomi. Menurut Hendri, sektor pertanian yang merupakan akar perekonomian harus dibereskan.

Lebih lanjut Hendri mengharapkan pemerintah sebaiknya bisa bersikap proteksionis terhadap globalisasi. Kerja sama yang dilakukan dengan negara lain harus disesuaikan dengan struktur ekonomi nasional. “Bila melakukan kerja sama dengan setiap negara harus mengetahui struktur ekonominya bagaimana,” ujarnya.

Rakyat Jadi Korban Pasar Bebas
Rakyat tidak boleh menjadi  korban dalam sistem pasar bebas, apalagi terpinggirkan. Sebab inti penyelenggaraan pemerintah adalah melindungi rakyat.  Pemerintah harus selalu siap dengan kebijakan intervensi, supaya rakyat dapat meraih keuntungan dalam setiap proses perubahan perekonomian.

Demikian  dikatakan Ketua Pembina Forum Intelektual Indonesia Prof  Dr Sri Edy Swasono dalam makalahnya bertajuk Kelengahan Kultural dalam Pemikiran Ekonomi yang disampaikan pada Konferensi Guru Besar ke III  yang diselenggarakan Forum Intelektual Indonesia, di Manado, akhir pekan lalu.

“Kita jangan langsung berpuas diri dan berhenti bergerak. Tetapi pemerintah harus terus mengintervensi dengan kebijakan ekonomi kalau ingin rakyat terus bertumbuh. Sebab, bagaimana pun tugas pemerintah ialah melindungi rakyat agar rakyat tidak menjadi korban dari kegiatan ekonomi pasar bebas,” tandasnya.

Ia mengingatkan, ekonomi harus terus diintervensi dan diproteksi agar industri dan ekonomi rakyat bukan hanya bertahan, jalan di tempat, tetapi lebih dari itu, ekonomi rakyat terus bertumbuh. Dan bank sebagai agen pembangunan harus terus menerus menyalurkan kredit agar ekonomi rakyat berkembang.

“Jangan sampai terjadi lagi, rakyat tidak bisa mendapatkan  kredit karena alasan ketiadaan agunan, atau karena rakyat miskin, yang kemudian pada akhirnya dana perbankan hanya disalurkan dan dinikmati para pengusaha besar,” tegasnya.

Mengapa harus ekonomi rakyat, menurut dia,  karena pemerintah berasal dari rakyat, dan rakyatlah yang membuat ekonomi ini hidup. Ia menunjuk contoh, pada umumnya rakyat yang  bekerja sebagai pekerja-pekerja industri atau pabrik dalam memenuhi kebutuhan hidupnya membeli atau menjadi konsumen bagi barang-barang yang diperdagangkan oleh PKL (pedagang kaki lima).

Sementara itu, pedagang-pedagang PKL yang jumlahnya sangat banyak membeli jualannya dari industri industri yang ada atau membeli dari pengusaha-pengusaha besar. Putarannya, rakyat membeli dari PKL, dan seterusnya. Jika diamati, maka sebenarnya yang membuat perekonomian ini bergerak dan berputar adalah rakyat juga.

Rakyat yang berproduksi dengan menjadi pekerja industri, tetapi rakyat pula yang membeli sebagai konsumen dari PKL-PKL, sementara PKL-PKL membeli jualannya dari industri. “Karena itu sudah sepatutnya, pemerintah membangun kebijakan berbasis melindungi rakyat, dan jangan biarkan rakyat menjadi korban dari pasar bebas. Juga terutama dalam mendesain ekonomi nasional, termasuk di dalamnya ekonomi rakyat, biarlah kita sendiri yang mendesainnya. Jangan serahkan pembuatan desain itu kepada pihak asing,” kata doktor ekonomi lulusan Stanford University, Amerika Serikat ini.

Swasono mengingatkan, tidak ada ekonomi yang tujuannya untuk meningkatkan PDB (Produk domestid bruto), lalu kemudian kita berbangga karena PDB kita besar, tetapi rakyat tetap miskin. Tetapi, perlu disadari bahwa setiap hasil atau capaian, termasuk kelebihan yang diperoleh hendaknya diperuntukkan bagi rakyat yang adalah raja atas negeri ini.

“Siapa sebenarnya pasar itu, who are the market? Apakah the Global Financial taycoon, siapakah dia? Yang pasti, kembalikan semua kerja kita kepada rakyat.  Di samping itu, proses pembangunan ekonomi adalah proses humanisasi, bukan dehumanisasi sehingga daulat pasar tidak dibenarkan sama sekali menggusur daulat rakyat,?? katanya. (*/MIOL)

Pendapatan Petani Diprediksi Turun 50% 

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 06/02/2011 | 20:59 WIB Pendapatan Petani Diprediksi Turun 50%

Kudus – Pendapatan petani diprediksi akan berkurang hingga 50 persen pada musim tanam (MT) II 2011 mendatang. Penyebabnya, selain masih berlangsungnya anomali cuaca, hal tersebut juga dipengaruhi sentimen pasar terkait tidak adanya kebijakan baru soal harga pembelian pemerintah (HPP) beras dan gabah untuk tahun ini.

Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kudus, Hadi Sucahyono, mengemukakan hal ini, Minggu (6/2/2011). Ditambahkannya, khusus untuk kebijakan HPP, saat ini sepertinya pemerintah tetap mengacu pada kebijakan yang lama yakni Inpres Nomor 7/2009 tentang Kebijakan Perberasan Nasional. ”Padahal, kondisi di lapangan sudah berubah,” ujarnya seperti dilansir CyberNews.

Diakuinya, tidak semua beras hasil panen petani dijual ke Bulog. Namun begitu, biasanya pasar juga mendasarkan pada harga yang ditetapkan pemerintah saat itu. ”Itu yang akan memicu harga beras dan gabah di pasaran untuk turun,” katanya.

Sebagai gambaran, modal tanam MT II saat sekarang diprediksi mencapai Rp 7 juta – Rp 8 juta. Bila, hasil panen cukup baik maka keuntungan kotor yang diperoleh akan mencapai Rp 8 juta hingga Rp 9 juta. ”Pada MT II hasilnya memang tidak sebanyak MT I,” jelasnya.

Sedangkan untuk keuntungan bersih – dengan catatan tidak ada gangguan hama maupun banjir, diperkirakan mencapai Rp 2 jutaan. Namun begitu, bila ternyata musim tanam diganggu hama penyakit dan banjir, petani kemungkinan tidak akan mendapatkan hasil. ”Petani bahkan merugi,” paparnya.

Mengenai modal tanam saat sekarang dibandingkan periode yang sama tahun lalu mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Komponen terbesar berasal dari pembelian pupuk yang untuk musim tanam kedua memang membutuhkan jumlah penyubur tanaman yang lebih besar. “Selanjutnya, kenaikan terjadi pada komponen biaya olah sawah baik dari buruh penggarap maupun sewa traktor,” kata dia.

Bila mendasarkan pada hal tersebut, tentunya prediksi hasil panen akan berkurang hingga 50 persen dianggap bukan merupakan sesuatu yang mengada-ada. Sekali lagi, hal tersebut salah satunya dapat dipicu dengan sentimen pasar terhadap kebijakan pembelian pemerintah akan gabah dan beras. ”Kondisi usaha pertanian diperkirakan tidak akan bagus tahun ini,” pungkasnya. (Suara Merdeka)

Berita Terkait
06
Feb
11

EkoKesRa : Tingkatkan Kesejahteraan atau Perdalam Kesenjangan

Tingkatkan Kesejahteraan atau Perdalam Kesenjangan?

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 06/02/2011 | 02:46 WIB

Meningkatkan Kesejahteraan atau Memperdalam Kesenjangan? *)
Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, PhD  **)

PEMBANGUNAN adalah upaya yang terencana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dimanisfestasikan melalui seperangkat kebijakan publik, termasuk kebijakan anggaran. Setiap negara akan memilih dan menerapkan strategi pembangunan tertentu yang dianggap tepat untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan rakyatnya. Yang dimaksud dengan sejahtera adalah situasi manakala kebutuhan dan hak dasar rakyat  telah terpenuhi. Hak dasar ini tidak semata terkait dengan tingkat konsumsi dan akses  kepada layanan publik, tetapi juga pada kesempatan untuk berpartisipasi dan menyampaikan aspirasi.

Bagaimanakah kita menilai hasil pembangunan yang berlangsung di Indonesia saat ini? Kita kerap mendengar penjelasan bahwa kebijakan negara telah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan tentunya ada banyak data-data statistik yang dikemukakan pemerintah sebagai pendukung pernyataan tersebut. Presentasi Kementerian Keuangan RI di DPR RI tentang Pencapaian Kinerja Ekonomi 2010, misalnya, menyatakan:

Pencapaian ekonomi makro dan stabilitas keuangan sepanjang tahun 2010 sesuai dengan harapan dan ada perbaikan kinerja dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut berhasil menurunkan jumlah kemiskinan dan pengangguran. [1]

Dengan bangga dikemukakan bahwa tingkat kemiskinan menurun dari  14,2 % di tahun 2009 menjadi 13,33 % di tahun 2010, sementara tingkat pengangguran menurun dari 7,9 % di tahun 2009 menjadi  7,1 % di tahun 2010.

Di saat lain, kita pun kerap mendengar keluhan seolah pembangunan yang terjadi itu hanya memberikan kemakmuran dan kenikmatan kepada segelintir orang saja. Sementara sebagian besar warga negara tetap merasa tidak terlindungi dan belum mendapatkan jaminan untuk bisa hidup layak dan memperoleh pelayanan sosial dasar seperti pendidikan, kesehatan, sandang, pangan, papan, dan kebutuhan dasar lainnya seperti kebutuhan untuk bisa bepergian dengan aman dan nyaman.

Masih segar ingatan kita bagaimana masyarakat miskin menjerit akibat kenaikan harga pangan terutama beras dan cabai yang mencapai 15,64% di tahun 2010. Data Susenas menunjukkan lebih dari 60% biaya hidup rumah tangga miskin digunakan untuk bahan makanan. Beras, utamanya,  adalah komoditi yang sangat penting untuk rumah tangga miskin karena sekitar separuh  dari total konsumsi rumah tangga miskin untuk bahan makanan digunakan untuk membeli beras.  Oleh sebab itu, ketidakmampuan negara untuk menekan kenaikan harga-harga barang yang penting untuk keluarga miskin pasti akan berdampak terhadap  kesejahteraan penduduk miskin. Walaupun Komisi XI DPR RI yang mengurus masalah keuangan mengaku pemerintah sudah mengalokasikan dana 80 trilyun rupiah untuk mengatasi  masalah inflasi ini, namun mereka tetap menilai pemerintah telah gagal mengendalikan inflasi karena inflasi umum di Indonesia pada tahun 2010 yang mencapai 6,96% lebih buruk dari target inflasi 5,3% seperti perintah UU APBNP 2010. [2]

Dapat disimpulkan bahwa pembangunan yang membawa berbagai perubahan sudah terjadi, namun tidak salah pula bahwa di tengah perubahan itu banyak rakyat Indonesia justru mengalami degradasi dalam kesejahteraannya.  Kita pun makin menyadari bagaimana dan oleh siapa parameter keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan ditentukan, sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat politis dan bersifat arbitrary. Pemerintah bisa saja mengatakan bahwa angka kemiskinan menurun, dan kesejahteraan rakyat telah meningkat. Namun apa yang dikemukakan pemerintah belum tentu merefleksikan persepsi masyarakat luas, khususnya mereka yang miskin atau merasa dirinya miskin.

Mengukur Keberhasilan Pembangunan
Selain pertumbuhan ekonomi, parameter yang paling sering digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan adalah  penurunan angka kemiskinan. Secara konvensional  biasanya kita membedakan angka kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Yang pertama terkait dengan penggunaan standar atau garis kemiskinan tertentu, barang siapa memiliki pendapatan di bawah itu masuk dalam kategori miskin.[3] Yang kedua mengukur posisi orang miskin dibandingkan dengan kelompok lainnya di masyarakat, sehingga menjadi indikator untuk mengukur kesenjangan.

Mengungkapkan data-data statistik dengan ukuran moneter seperti berapa prosentase orang miskin di Indonesia dan Gini Rasio untuk distribusi pendapatan sebetulnya masih jauh dari memadai untuk mendeskripsikan fenomena pembangunan dan kemiskinan di Indonesia. Data yang diungkapkan di atas menunjukkan betapa rentannya masyarakat kita menghadapi guncangan seperti perubahan iklim, inflasi, atau bencana. Bukti-bukti  kualitatif sebetulnya lebih bisa menunjukkan bahwa posisi  mereka yang miskin di Indonesia menjadi semakin buruk, bukan membaik. Dan pertumbuhan ekonomi yang diklaim sebagai kesuksesan pembangunan bisa jadi justru  memperlebar kesenjangan antara mereka yang kaya dengan mereka yang miskin.

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan sekedar membutuhkan resep ekonomi, tetapi membutuhkan reorientasi kebijakan secara menyeluruh dengan memperhatikan konteks daerah. Keluasan wilayah, dan heterogennya masyarakat membutuhkan   penelusuran  yang khas  sehingga tiap daerah memiliki konsepsi, penggolongan, pengukuran dan strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang lebih komprehensif  dan  tepat sasaran.  Pengukuran kuantitatif tidak cukup untuk melacak sebab-sebab yang membuat kelompok miskin jatuh pada kondisi kehidupan yang tidak layak. Selain itu, memahami masalah kemiskinan hendaknya tidak dilepaskan dari aspek gender, karena laki-laki dan perempuan memiliki ukuran kesejahteraan yang berbeda, serta memiliki pengalaman dan  kemampuan yang berbeda pula untuk melepaskan diri dari belenggu kemiskinan.

Pembangunan Pendidikan dan Kesejahteraan
Tujuan terbentuknya negara Indonesia seperti dituangkan dalam pembukaan  UUD 1945 adalah untuk mencedaskan kehidupan bangsa. Tujuan ini hanya dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan. Maka tidak ada seorang pun yang bisa membantah bahwa meningkatkan akses dan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah dituntut untuk dapat memberikan kesempatan yang seluasnya-luasnya bagi semua warga negara untuk memperoleh pendidikan tanpa terkecuali. Tidak ada alasan bagi setiap individu warga negara untuk tidak dapat memperoleh pendidikan yang bermutu, dan hal ini harus benar-benar dijamin oleh Pemerintah.

Rendahnya akses kepada pendidikan yang bermutu merupakan salah satu penyebab mengapa kemiskinan sulit ditanggulangi.  Saat ini 81 % penduduk miskin di Indonesia berpendidikan SD ke bawah. Dengan kata lain, pendidikan belum bisa menjadi jawaban atas persoalan kemiskinan di Indonesia. Melalui ilustrasi pembangunan di bidang pendidikan, tulisan ini mencoba untuk menguraikan realitas bahwa strategi pembangunan dan penambahan anggaran negara bagi fungsi pendidikan justru bertendensi memperdalam kesenjangan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Tulisan ini juga mencoba mengemukakan mengapa hal itu terjadi dan apa perbaikan yang bisa dilakukan khususnya oleh lembaga legislatif.

Pasal 31 UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.  Dalam penggunakan anggaran tersebut, Pemerintah telah merumuskan sejumlah strategi pembangunan pendidikan dan juga menggaungkan kebijakan pendidikan gratis. Namun berbagai kajian  menyimpulkan bahwa kinerja pendidikan dalam bidang pemerataan dan perluasan akses pendidikan belum menunjukkan hasil yang optimal.[4] Sementara pendidikan gratis lebih merupakan jargon politis yang praktiknya sulit diaplikasikan di lapangan. Kebijakan desentralisasi juga ternyata belum mampu membuka peluang perbaikan kualitas pendidikan.

Kembali terlihat adanya paradoks, anggaran pendidikan terus meningkat, tetapi masyarakat merasa tetap harus mengeluarkan lebih banyak dana untuk membayar pungutan dan biaya lain dalam upaya memperoleh pendidikan yang berkualitas. Kesenjangan akses dan pelayanan pendidikan masih sangat terasa, baik kesenjangan antar daerah maupun antar kelompok sosial masyarakat. Mereka yang tinggal di kota dan mereka yang kaya bisa mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan yang sangat baik yang mendapatkan banyak subsidi pemerintah. Sebaliknya mereka yang miskin dan ada di daerah pedalaman, terpencil dan perbatasan hanya bermimpi mendapat pendidikan bermutu.

Sebagai ilustrasi, dengar pendapat Komisi X dengan Ikatan Dokter Indonesia dan pakar pendidikan kedokteran mengungkapkan bahwa untuk bisa masuk jurusan kedokteran di berbagai universitas negeri maupun swasta  siswa harus mengeluarkan biaya masuk hingga 300-400 juta rupiah dan biaya studi rata-rata mencapai  20 juta rupiah per semester. Dengan kondisi seperti ini tentunya, sulit bagi anak keluarga miskin bisa menjadi dokter. Sementara, walaupun mahal, mutu pendidikan kedokteran di Indonesia dianggap belum bisa mencapai standar global, akibatnya para lulusan pendidikan kedokteran  di Indonesia  tidak diakui di dunia internasional.

Situasi yang dihadapi pendidikan kedokteran di atas merupakan tantangan nyata bagi pembangunan dunia pendidikan di Indonesia. Situasi serupa dihadapi calon mahasiswa di jurusan-jurusan lain. Perguruan tinggi berlomba menerapkan jalur mandiri yang terbukti meningkatkan diskriminasi dalam pendidikan. Demikian pula di level pendidikan dasar dan menengah. Sekolah Berstandar Internasional dan sekolah favorit telah menciptakan kelas-kelas sosial yang akan meningkatkan kesenjangan. Tak dapat dihindari, sistem pembiayaan pendidikan yang ada saat ini telah melestarikan bahkan mempertajam strata sosial di dalam masyarakat. Mampukah ke depan negara membangun mekanisme pemerataan yang bisa memperkecil kesenjangan di bidang pendidikan?  Bisakah alokasi 20 persen APBN untuk fungsi pendidikan  menjadi alat pemerataan dan keadilan sosial?

Politik dan Mekanisme Pengelolaan Anggaran Pendidikan
Terkait dengan anggaran fungsi pendidikan yang mencapai 20 persen dari APBN, terdapat situasi sebagai berikut: memang pagu APBN yang terus meningkat otomatis meningkatkan anggaran fungsi pendidikan, namun Kemendiknas selaku penanggungjawab kinerja pendidikan nasional hanya mengelola rata-rata 30 % per tahun dari total 20 % anggaran fungsi pendidikan tersebut, atau hanya lebih kurang 6 % dari total APBN,  sisanya tersebar di 15 Kementrian dan Lembaga Negara lain. Sampai tahun 2010 lalu, belum ada Renstra Pendidikan Nasional yang komprehensif sebagai acuan untuk mencapai RPJP maupun RPJM di bidang pendidikan, yang ada hanya Renstra Kemendiknas untuk pelaksanaan program tahunannya. Mengingat belum ada aturan yang menetapkan siapa leading sector anggaran fungsi pendidikan yang di tahun 2010 besarnya mencapai 243 trilyun ini, padahal penggunaannya multi sektor, maka ada kecenderungan pengawasan oleh DPR  menjadi kurang efektif  mengingat Komisi X hanya mengawasai anggaran Kemendiknas tidak di kementrian dan lembaga lainnya.

Melalui pendidikan yang bermutu, masyarakat diharapkan akan mengerti apa hal-hal yang telah menyebabkan ketertinggalannya dan mampu mencari jalan keluarnya.  Oleh sebab itu tujuan pendidikan bukan hanya menyediakan sarana dan prasarana agar masyarakat dapat belajar dan memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga untuk mempersiapkan peserta didik masuk ke dunia kerja dan sekaligus membangun karakter dan budaya masyarakat. Pembangunan sarana prasarana dan pembangunan karakter harus saling mendukung. Jika pembangunan fisik saja yang berhasil dilakukan sepentara karakter seperti nasionalisme dan kejuangan, kemampuan menghadapi tantangan, kewirausahaan, tidak terbentuk, maka pendidikan gagal menghasilkan peserta didik yang siap berkarya dan menciptakan lapangan kerja.

Tidak heran jika sekarang  pendidikan kita menghasilkan banyak sarjana, tapi mereka tidak siap bekerja dan kurang membumi. Dari 9,43 juta pengangguran, 1,1 juta diantaranya adalah sarjana. Yang lebih mengkhawatirkan, sikap yang terbangun pada generasi muda lebih pada perilaku konsumtif, gengsi,  serta ekspektasi yang melampaui realitas. Akibatnya perilaku yang tidak logis lah yang terbangun, seperti korupsi dan sikap oportunistik.

Keterbukaan dan Akuntabilitas menjadi Kunci Perbaikan
Masalah utama lain yang dihadapi dalam pembangunan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya akuntabilitas publik – baik di pusat, daerah, maupun di tingkat sekolah. Padahal transparansi menjadi kunci keberhasilan apakah anggaran yang ada betul-betul digunakan secara efektif.  Korupsi di berbagai lini membuat anggaran pembangunan pendidikan tidak   sampai kepada sasaran. Banyak proyek didesain hanya sekedar untuk proyek dan dilaksanakan melalui cara business as usual. Secara umum manajemen pelaksanaan dan monitoring evaluasi  lemah atau tidak tersedia. Spirit  pembelaan terhadap rakyat kecil belum terbangun. Cara kerja pemerintah dan aparatur seperti tersebut di atas bukannya mendukung kesejahteraan, justru memperkuat ketidakberdayaan masyarakat.

Reformasi dan inovasi kebijakan daerah untuk meningkatkan transparansi dan kualitas layanan publik dalam rangka mewujudkan keadilan sosial perlu didukung dengan kebijakan di tingkat pusat.

Peran Legislatif dalam Mewujudkan Cita-cita Pendidikan Nasional

Agar kesenjangan dalam tingkat kesejahteraan tidak merosot semakin dalam,  kepemihakan anggota DPR RI  pada rakyat miskin menjadi sangat krusial.    Anggota DPR diharapkan menjadi motor untuk mereformasi kebijakan yang salah dan membuat atau mempengaruhi kebijakan baru yang lebih berkeadilan. Selain itu anggota legislatif bisa mendorong terwujudnya partisipasi masyarakat yang lebih bermakna, khususnya partisipasi dari kelompok sosial yang selama ini kurang didengar suaranya seperti perempuan, anak sekolah, pemuda, masyarakat marjinal, dan komunitas adat.

Citra dan reputasi wakil rakyat di mata publik harus diperbaiki. Kebijakan dan pengawasan yang dilakukan harus  berbasis data dan bukti-bukti. Kerjasama yang baik dengan media baik sebagai alat untuk sosialisasi kebijakan maupun pengumpulan informasi dan perolehan umpan balik sangat mutlak diperlukan. Liputan pengalaman para guru yang bertugas di daerah-daerah pelosok pada program “Gerakan Indonesia Mengajar” baru-baru ini membuka mata banyak orang termasuk para pengambil kebijakan bahwa wajah pendidikan kita masih sangat senjang, dan tidak semua masalah itu disadari jika media tidak mengangkatnya.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi anggota legislatif untuk mampu menjalankan perannya dengan baik. Proses pembuatan kebijakan selama ini kurang  transparan dan lebih banyak bergantung pada  lobby politik pimpinan dan mereka yang berpengaruh di luar sidang dan rapat resmi. Hal ini mempersulit fungsi pengawasan oleh anggota legislatif. Tidak tersedia/minimnya  data dan informasi yang akurat mengenai masalah pendidikan di tingkat pusat maupun di daerah mempersulit fungsi pengawasan yang efektif. Selain itu tidak semua anggota memiliki kompetensi dan memiliki kemauan belajar dalam penyusunan legislasi maupun analisis anggaran, sementara anggota hanya dibantu dua orang tenaga ahli.

Ke depan, jaringan di dalam komisi yang memiliki kepedulian yang sama perlu diperkuat. Hubungan dan kerjasama dengan lembaga-lembaga akademis,  civil society, juga lembaga internasional yang memiliki kepedulian dan program-program pembangunan pendidikan pro rakyat juga harus dibangun. (***)

——————————————————————————————–

*) Makalah ini dipresentasikan pada acara Seminar “Pembangunan Minus Kesejahteraan” yang dilaksanakan Sabang-Merauke Circle  di Hotel Le Meridien Jakarta pada tanggal 31 Januari 2011.

**)  Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga. Penulis saat ini adalah Ketua Ikatan Alumni Planologi Institut Teknologi Bandung dan Ketua Bidang Pendidikan, Iptek dan Seni Budaya Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

[1] Kementrian Keuangan RI, “Pencapaian Kinerja Makro Ekonomi 2010 dan Mitigasi Risiko Inflasi 2011″.

[2] Lihat makalah Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi XI DPR pada diskusi Inflasi dan Suku Bunga Dampaknya bagi Kesejahteraan Rakyat, FPG DPR RI, 27 januari 2011

[3] Saat ini BPS menggunakan angka

[4] Lihat Balitbang Depdiknas, “Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan, Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan”, Jakarta, 2007

04
Feb
11

Sejarah : Pyramid Benar-benar Ada di Indonesia

Pyramid Benar-Benar Ada di Indonesia

lokasi: Home / Berita / Jejak Candi-Candi / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 07/12/2010 | 19:49 WIB Pyramid Benar-Benar Ada di Indonesia

Pyramid adalah bangunan yang berbentuk Limas segi empat, dalam sejarah peradaban dunia Pyramid yang terbesar saat ini yang diakui dunia ada di Mesir dengan adanya 3 Pyramid besar, Pyramid tertinggi yang ada di Mesir adalah 146 meter. Namun ada cerita ganjil di candi Penataran yang menunjukkan adanya kedatangan orang Mesir ke Nuswantara.

Gambar diatas merupakan salah satu dari Gambar yang ada di relief di Candi Penataran. Pada Gambar itu terlihat 3 orang Mesir sedang menyembah . Latar belakang gambar menunjukkan adanya bangunan yang seperti taman sari. Taman sari yang seperti itu hanya ada di Indonesia, jadi jelas bahwa ke tiga orang Mesir ini datang untuk menyembah dan belajar dari leluhur Nuswantara di masa lalu. Sebagai Pembanding di bawah ini adalah gambar orang Mesir dengan pakaiannya di masa lalu.

Gambar tutup kepala orang diatas juga sangat mirip dengan tutup kepala orang mesir. Sehingga dapat di simpulkan bahwa relief yang tergambar di candi Penataran bukanlah gambar yang bercerita tentang Ramayana tetapi menunjukkan kedatangan orang Mesir ke Nuswantara untuk takluk dan belajar dari negri ini. Sehingga kalau ada  kedatangan orang-orang Mesir ke Nuswantara tentunya bangunan yang ada di Mesir pasti mencontoh bangunan yang ada di Nuswantara ini.

Berdasarkan data relief dan batu tulis yang ada di candi Penataran kami mencurigai ada nama 5 wilayah di tanah Jawa ini yang mungkin ada bangunan yang ditiru oleh orang-orang Mesir. Pembacaan prasasti kami menggunakan inscripsi sendiri sehingga terbaca 5 nama wilayah tempat belajarnya bangsa asing yang ada di pulau Jawa ini, karena kalau kami mengikuti hasil terjemahan resmi dari department sejarah dan purbakala kami tidak menemukan apa-apa. Berbekal data tersebut kami berangkat menuju 2 daerah yang di maksud, karena 2 nama itu masih belum berubah. Sehingga mempermudah kami melakukan pencarian.

Dengan menggunakan asumsi seluruh bangunan besar ditimbun oleh leluhur, maka untuk bangunan seperti Pyramid pasti ada beberapa Pyramid yang bentuknya sangat jelas terlihat walaupun sudah tertimbun. Ciri khas Pyramid tertimbunnya akan terlihat dari  ke empat rusuknya dan keempat sisi miringnya kalau penimbunannya tidak dalam. Nmanun kalau penimbunannya cukup dalam maka akan tampak seperti gunung biasa. Asumsi yang lain adalah karena leluhur kita yang mengajari orang-orang Mesir maka bangunan di Nuswantara ini pastilah lebih besar dari bangunan yang ada di Mesir sendiri.

Data perjalanan yang kami lakukan di Jawa Barat terlihat benar sesuai dengan nama daerah yang nama dan cirri-ciri wilayahnya tertulis di relief yang ada di candi penataran. Oleh Team Turonggo Seto

04
Feb
11

Kenegarawanan : Indonesia Menuju Negara Gagal [Forum Rektor]

Jumat, 04/02/2011 15:50 WIB
Forum Rektor: Indonesia Menuju Negara Gagal!
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews


Jakarta – Forum Rektor mengingatkan pemerintah bahwa Indonesia saat ini sudah mulai menuju ke dalam keadaan negara gagal. Indonesia berada diperingkat 61 dari 170 negara yang termasuk dalam indeks negara gagal 2010.

“Negara kita sudah dekat menjadi negara gagal dan kalau tidak diperbaiki pemerintah, pada tahun akan datang menjadi negara gagal,” ujar anggota Forum Rektor Sofian Effendi dalam konferensi pers dengan tokoh Lintas Agama dan Forum
Rektor di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (4/2/2011).

Menurut Sofian, berdasarkan hasil indeks negara gagal, Indonesia berada di urutan 61 dari 170 negara. Dalam indeks itu, Somalia berada di urutan pertama.

“Salah satu ukurannya adalah jumlah populasi penduduk Indonesia yang terus meningkat dan program pemerintah gagal total,” terang Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Ukuran lainnya menurut Sofian adalah kesenjangan antara daerah di wilayah Indonesia semakin besar. Ia mencontohkan, provinsi Papua dan Papua Barat adalah salah satu wilayah yang termiskin di Indonesia dengan perbandingan lebih dari 17 kali lipat dengan daerah lain.

“Ini sangat berbahaya dan ketika mereka meminta melepaskan diri, itu berarti
membuktikan ketidakpuasan rakyat,” terangnya.

Pada sektor pelayanan publik, anggaran Indonesia sama sekali tidak pernah meningkat, bahkan nyaris tidak ada dibandingkan banyaknya anggaran untuk birokrasi.

Saat ini juga, terjadi delegitimasi terhadap pemerintah. Sofian menyebutkan, terdapat 157 kelapa daerah yang saat ini terkait dengan meja hijau. Malahan, satu
diantara kepala daerah tersebut dilantik saat dirinya berstatus terpidana.

“Lalu terpecahnya elit politik dan elit penguasa. Ini semua adalah tanda-tanda
negara gagal,” sebut sofian.

(fiq/gun)




Blog Stats

  • 1,269,499 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers