Archive Page 53

30
Apr
13

IndoGreenWay : Gejala Stroke Ringan

OKEHEALTH | DETAIL HEALTH UPDATE

Kenali Gejala Serangan Stroke Ringan

Niken Anggun Nurani – Okezone

Selasa, 9 April 2013 16:33 wib

detail berita

Serangan stroke (Foto: Google)
SERANGAN stroke ringan memang hanya berlangsung beberapa saat. Meski hanya menyerang dalam kurun waktu yang cukup singkat, tetapi mereka yang sudah mengalami serangan stroke ringan, cenderung memiliki risiko yang mengarah pada stroke berat di kemudian hari.Hampir 40 persen pasien yang menderita serangan stroke ringan akan mengalami stroke berat. Dalam beberapa kasus, stroke berat bisa terjadi dalam waktu dua hari usai terkena serangan stroke ringan. Stroke ringan sering hanya berlangsung beberapa menit dan memiliki gejala yang menyerupai stroke, termasuk melemahnya satu sisi tubuh atau bahkan mati rasa, demikian yang dilansir Foxnews.

Kehilangan penglihatan atau kesulitan berbicara juga bisa menjadi salah satu akibat dari serangan stroke ringan. Pada beberapa orang, stroke ringan dapat terjadi beberapa kali dan setiap serangan memiliki gejala yang berbeda, tergantung dari bagian otak yang mengalami serangan.

Gejala lain dari stroke ringan adalah sakit kepala yang tiba-tiba dan cukup parah. Ini bisa menjadi pertanda awal adanya serangan stroke ringan. Menurut American Heart Association, sakit kepala bahkan sering dianggap sebagai tanda peringatan dari serangan stroke ringan ataupun berat.

Dalam beberapa kasus serangan stroke ringan dapat menyebabkan seseorang tampak bingung sementara. Ini termasuk kesulitan memecahkan masalah atau gangguan dengan daya ingat. Kesulitan memahami orang lain ketika dia berbicara juga dapat bertindak aneh, menunjukkan perubahan kepribadian, atau perilaku adalah tanda atau gejala psikologis lain dari serangan stroke ringan.
(tty)

Browser anda tidak mendukung iFrame

Berita Terkait : Health Update

Kenali Gejala Awal Serangan Stroke
Salah satunya adalah sakit kepala, serta leher dan pundak terasa kaku.
Mutia Nugraheni, Stella Maris
Kamis, 11 April 2013, 09:56 WIB

Ilustrasi grafis stroke. (nextgenerationku.com)

VIVAlife - Stroke (cerebrovascular accident, CVA) jadi hal yang menakutkan bagi banyak orang. Bukan hanya menurunkan kualitas hidup, tapi juga berdampak psikologis bagi orang-orang di sekeliling. Stroke terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah di otak.

Efeknya berupa pendarahan dan kerusakan otak. Hal ini menyebabkan seseorang jadi kehilangan penglihatan, sulit berbicara, atau kebingungan.

Bukan hanya terjadi pada orang yang berusia senja, pada usia 30-an, seseorang juga bisa mengalami stroke. Gaya hidup yang tidak sehat jadi pemicu utamanya.

“Ketika ada ketidaklancaran aliran darah di otak, dapat muncul gejala seperti sakit kepala, leher terasa kaku, pundak kaku sampai merasa tak nyaman pada tangan, serta sulit berkonsentrasi. Ada pula munculnya kesemutan di area sekitar wajah, pandangan kabur, dan bicara sulit,” ujar dr. Terawan, Sp. Rad (K) ketika ditemui di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Gejala tersebut bisa disebabkan karena kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurangnya waktu beristirahat, atau adanya tekanan berkepanjangan.

Pola makan turut menyumbang serangan stroke tiba-tiba. Pencetusnya adalah penyakit yang menahun, seperti darah tinggi dan diabetes.

Terkait hal tersebut, menurut spesialis saraf dari RSPAD Gatot Subroto, dr. Tugas Ratmono, stroke juga ditandai dengan munculnya keluhan atau gejala klinis. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

Gangguan motorik
Gejala yang ditimbulkan berupa gangguan gerakan, karena otot tak berfungsi dengan baik. Seseorang yang menderita stroke, mendadak dapat kehilangan keseimbangan dan terjadi kelumpuhan di beberapa area tubuh.

Gangguan sensorik

Ini merupakan gangguan yang mengakibatkan munculnya rasa nyeri atau rasa tak nyaman bukan hanya di kepala. Tapi, juga di bagian kaki, mulai dari lutut hingga betis. Tak hanya itu, gangguan sensorik juga dapat menyebabkan tubuh terasa pegal.

Gangguan otonom
Pada dasarnya, sistem saraf otonom bekerja di bawah kesadaran manusia. Sistem ini mengatur tekanan darah dan frekuensi napas menuju organ tubuh seperti pembuluh darah, jantung, alat kelamin, kelenjar keringat, dan lainnya. Saat stroke menyerang saraf otonom, dapat menyebabkan buang air kecil atau buang air besar tak terkontrol, keringat berlebihan, serta napas yang tak teratur.

Gangguan psikis

Tak sedikit masyarakat menyadari bahwa stroke sering kali memunculkan gejala yang berhubungan dengan mental. Misalnya, adanya perubahan perilaku.

“Seseorang yang tadinya rajin jadi tak bersemangat atau malas. Bisa tiba-tiba tertawa sendiri atau jadi seorang yang pendiam,” kata dr. Tugas. (art)

30
Apr
13

Keuangan : Neraca Bank Indonesia Tahun 2012

Arus Modal Asing Deras, Neraca BI Tahun 2012 Surplus Rp 5,8 Triliun

Herdaru Purnomo – detikfinance
Selasa, 30/04/2013 10:43 WIB
Jakarta – Bank Indonesia (BI) berhasil membukukan surplus keuangan sebesar Rp 5,8 triliun di 2012 setelah di tahun sebelumnya mengalami defisit keuangan sebesar Rp 25,1 triliun. Surplus dimaksud terutama disebabkan oleh penurunan secara signifikan beban operasi moneter di tahun 2012 yaitu menjadi sebesar Rp 19 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 30,4 triliun.”Besarnya penurunan beban operasi moneter di tahun 2012 terutama disebabkan oleh meningkatnya porsi penyerapan ekses likuiditas rupiah melalui operasi moneter valas (sterilisasi valas) dan penurunan suku bunga BI Rate,” ungkap BI dalam siaran persnya yang disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Hubungan Masyarakat BI, Difi Johansyah, Selasa (30/4/2013).

Berdasarkan Neraca BI, posisi aset per 31 Desember 2012 sebesar Rp 1.519, 5 triliun atau naik sebesar 10,77% dibandingkan tahun 2011. Posisi dana yang tersimpan dalam instrumen-instrumen Operasi Pasar Terbuka (OPT) Bank Indonesia menurun dari Rp 403,35 triliun (akhir 2011) menjadi Rp 344,57 triliun pada akhir 2012. Sementara itu, kisaran BI Rate di tahun 2012 adalah 5,75% – 6,00%, sedangkan di tahun 2011 adalah 6,00% – 6,75%.

BI Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian oleh BPK

Pada hari yang sama telah dilaksanakan kegiatan penyerahan Laporan Keuangan Tahunan Bank Indonesia (LKTBI 2012), di Jakarta. Dalam penyerahan LKTBI 2012 ini, pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dipimpin oleh Taufiequrachman Ruki (Anggota II BPK) dan I Gede Kastawa, (Plt Auditor Utama Keuangan Negara II). Sedangkan dari pihak Bank Indonesia dipimpin oleh Halim Alamsyah (Deputi Gubernur), dan Perry Warjiyo (Deputi Gubernur).

Pemeriksaan terhadap LKTBI tahun 2012 dimulai pada 4 Februari 2013 dan tepat pada hari ini, Selasa, 30 April 2013, BPK menyerahkan hasil pemeriksaan atas laporan tersebut. BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas LKTBI tahun 2012. Hal ini berarti bahwa untuk 10 kali berturut-turut sejak 2003, BI selalu memperoleh opini WTP yang merupakan opini terbaik untuk sebuah laporan keuangan. Pencapaian tersebut sekaligus membuktikan komitmen BI untuk senantiasa mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel.

Dalam pemeriksaannya, BPK juga telah melakukan pengujian atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern di BI. Saran/rekomendasi BPK atas pengujian dimaksud menjadi perhatian dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya BI untuk secara berkesinambungan menerapkan prinsip-prinsip good governance dalam setiap proses bisnis. Dalam setiap pemeriksaan, biasanya terdapat lebih dari 50 – 100 temuan pemeriksaan termasuk di dalamnya 10-15 temuan pemeriksaan yang signifikan (memiliki risiko tinggi).

BI berkomitmen untuk secara maksimal menindaklanjuti semua saran/rekomendasi BPK dalam setiap temuan pemeriksaan. Sejalan dengan itu, progres penyelesaian tindak lanjut temuan pemeriksaan BPK di BI selalu berada diatas 90%. Informasi terakhir, penyelesaian tindak lanjut tersebut telah selesai 92,42%, suatu capaian yang tergolong tinggi.

“Bank Indonesia senantiasa berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan keuangan. Seluruh saran/rekomendasi BPK akan kami perhatikan dan upayakan dengan sungguh-sungguh untuk dapat ditindaklanjuti. BPK selaku Auditor Eksternal, kami pandang juga sebagai Mitra Strategis yang membantu dalam mendorong dan mewujudkan prinsip-prinsip “Good Governance” di Bank Indonesia,” demikian Deputi Gubernur Halim Alamsyah, dalam sambutan serah terima.

(dru/dnl)

Baca Juga
29
Apr
13

Ekonomi : Kondisi Sulit Kapitalisme Barat

http://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

KONDISI SULIT YANG DIHADAPI OLEH KAPITALISME BARAT

Dikutip dari [Indonesia-Rising] — On Tue, 4/23/13, Chan CT <SADAR@netvigator.com>

Pemantauan dan Pemikiran terhadap Kondisi sulit yang dihadapi oleh Kapitalisme Barat : Tiga Ilham besar bagi Tiongkok oleh Penulis : Liu Xiao Ming, Dubes Tiongkok di Inggris.

Tulisan ini bersumber dari harian Qiang Dao Ri Bao (Harian Nusantara) 17 April yang lalu. Terjemahan dari bahasa Tionghua ini ada bagian yang disingkat. –Indarto.Tan

September 2008 yang lalu, dengan ambruknya Lehman Brothers Amerika, dunia Barat terperangkap kedalam krisis finansial berat. Lima tahun telah lewat, krisis ini bukannya usai, justru dari masalah finansial ekonomi merembet ke masalah politik dan lingkup sosial, penyakit daruratberubah menjadi penyakit kronis.

Tulisan ini terdiri tiga bagian :
1. Situasi sulit yang dihadapi Kapitalisme Barat.
2. Bagaimana menilai Kapitalisme Barat yang berada dalam kondisi sulit.
3. Tiga Ilham besar (bagi Tiongkok) atas Kapitalisme Barat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

1. Situasi sulit yang dihadapi Kapitalisme Barat.

A. Pertumbuhan ekonomi kehilangan kendali metoda yang dipakai dalam penanganan moneter dan finansial oleh Kapitalisme Barat, hingga sekarang hasilnya tidak jelas. Ada tiga hal sebagai penyebab :

1. Terjebak moneter.
Ahkir-ahkir ini, dunia meneter Barat terlalu membengkak, perkembangan usaha keuangan lebih besar beberapa kali lipat ketimbang berkembangan dunia usaha riel, kemungkinan resiko menjadi besar sekali.

Inggris sebagai contoh, industri hanya mempati 21% dari nilai ekonomi keseluruhan Inggris, sedang dunia usaha keuangan dalam perekonomian Inggris nilainya mencapai 70%. Penggembosan ekonomi riel ini memperlemah Kapitalisme Barat menangani krisis untuk mewujudkan pertumbuhan ekonominya. Produk finansial yang membengkak tanpa batas membentuk gelembung yang ahkirnya pecah.

2. Terjebak hutang.
Barat dalam waktu panjang terbiasa hidup konsumtiv dengan cara berhutang, menyebabkan hutang menumpuk tanpa mampu melunasi. Menurut data statistik, hutang negara maju sampai tahun 2012 mencapai 110% dalam perbandingan dengan GDP, mencapai tingkat tertinggi setelah PD II. Untuk
mengatasi krisis hutang diambil cara mengetatan pengeluaran negara, ahkirnya pertumbuhan melemah, ketidak puasan rakyat terhadap pemerintah meningkat, pemerintah seolah naik macan sulit turun.

3. Terjebak jaminan kesejahteraan.
Dalam jangka panjang, jaminan sosial dijadikan cara paling penting bagi negara untuk menenteramkan kelas menengah bawah demi kestabilan masyarakat. Ada semboyan seolah dari ayunan bayi sampai kuburan jaminan
sosial hanya naik tanpa turun, hanya bertambah tanpa berkurang. Ini menjadikan beban pemerintah semakin berat dari tahun ke tahun.

Di Inggris, dimana jaminan sosial paling besar, bahkan masyarakat kelas menengah bawah hasil yang didapat dari jaminan sosialnya lebih besar ketimbang penghasilan kerjanya, sehingga hilanglah motivasi untuk bekerja. Saat belum terjadi krisis, pengeluaran untuk jaminan sosial yang besar masih bisa dipertahankan, tetapi, setelah krisis muncul, pemerintah sulit menanggung beban itu lagi. Tetapi, masyarakat Barat yang sudah terbiasa hidup nyaman, dalam kenyataan tak sudi untuk mengetatkan ikat pinggangnya secara tiba-tiba.

Bagi Dunia Barat, terjebak jaminan kesejahteraan sosial menjadi problem yang harus dibereskan dalam masa depan.

B. Sistem pemerintahan tidak lancar.

1. Sistem pemilihan sulit mendapatkan orang bijak. Sistem pemilihan di dunia Barat tidak mendukung pertumbuhan dan berkembang seorang politisi. Pemilihan di Barat bukan diarahkan pada kemampuan kerja, melainkan mangarah pada siapa yang bisa meneriakkan semboyan yang indah dan nyaring, bisa menyenangkan para pemilih, dialah yang akan naik memegang tampuk pemerintahan. Pemimpin yang dihasilkan dengan cara ini, kadang-kadang kurang pengalaman dalam tampuk pimpinan negara, yang
menang dalam pemilihan bukan menang dalam kemampuan, tapi hanya lebih pandai bicara ketimbang kecakapan dalam mengatasi masalah. Menghasilkan banyak politikus tetapi sedikit menghasilkan negarawan.

2. Kepentingan partai diatas kepentingan negara.
Misalnya, masalah pertentangan antara partai Demokrat dan partai Republik di Amerika dalam masalah limit atas yang diperbolehkan bagi hutang negara, hampir saja melumpuhkan pemerintahan negara bagian.

Orang mengeluh, kalau demikian terus bukankah Amerika akan memilih kehancuran diri sendiri ? Resiko jangka pendek adalah melemahnya ekonomi, resiko jangka panjang adalah melemahnya superioritas negara dan ahkirnya seluruh dunia Barat nasibnya terseret kebawah.

3. Terjebak demokrasi penghalang pengaturan negara.
Kepentingaan yang dasar disandra oleh kepenting masyarakat kecil atau opini rakyat yang tidak rasionil, krisis sulit diatasi.

Misalnya, untuk memperbaiki sarana angkutan, meningkatkan ekonomi keseluruhan, pemerintah Inggris merencanakan satu proyek kereta api cepat. Tetapi karena selalu dihalang-halangi oleh sebagian kecil penduduk disepanjang jalan yang akan dilalui kereta, proyek itu terus molor, ahkirnya baru akan dimulai tahun 2017 dan selesai pada tahun 2032 yang akan datang, jadilah sebuah proyek yang bisa diharapkan tetapi tidak bisa dimulai.

Ahkir-ahkir ini, sebuah lembaga penelitian Kerajaan Inggris Sistim Demokrasi yang akan datang melakukan diskusi, kesimpulannya bahwa sistem Demokrasi Barat memiliki tiga masalah yang menonjol, yaitu pemilihan demokrasi menjadi sebuah permaianan; operasi Demokrasi manjadi pengutamaan modal; keputusan demokrasi menjadi ketetapan Rabun pendek.

Inilah bentuk demokrasi yang mengganggu pengaturan negara :
Tata-tertib lebih penting dari isi-utama, pembenahan negara menjadi terhambat.

C. Mekanisme persatuan masyarakat tidak berfungsi.

Pertama adalah bangkitnya pemikiran extrem. Ahkir-ahkir ini, dalam hal perdagangan, keimigranan dan keagamaan, pikiran konservativ mucul secara menyolok. Terlihat adanya gejala sebagian negara Eropa muncul partai-partai politik berhaluan kanan, misalnya Partai Britain Nasional telah memenangkan pemilihan di dewan perwakilan, demikian juga di Yunani partai berhaluan kanan tak segan menggunakan kekerasan menggertak dan mengancam kaum imigran.

Kedua adalah mandegnya pergeseran dalam masyarakat. Kelas menengah menyusut, jurang kaya-miskin melebar, dinamika pergeseran dalam masyarakat membeku. Saat ini 1% orang paling kaya di Inggris, penghasilan rata-ratanya 300 kali dari 10% orang paling miskin. Pada hal, tahun 70an pada abad yang lalu, 1% orang terkaya di Amerika menguasai 8% GDP penduduk negeri itu, tetapi, sampai tahun 2007, orang kaya yang 1% itu telah menguasai 24% kekayaan Amerika, semakin banyak kaum kelas menengah melorot kedalam garis kemiskinan! Sampai-sampai, Paul Krugman sipemenang hadiah Nobel ekonomi itu dengan terkejut berseru: impian Amerika sudah tiada lagi! Dengan nada tajam beliau berkata, dinamika pergeseran masyarakat Amerika dalam hal penghasilan rakyat dan pemerataan sumber-daya alam berada dalam masa terburuk selama 200 tahun negeri ini berdiri!

Ketiga adalah menajamnya kontradiksi dalam masyarakat dengan bertambahnya peristiwa massal. Contoh yang paling menyolok adalah munculnya gerakan pendudukan yang dalam tingkat tidak sama memberi benturan pada kota-kota tertentu. Essensi dari gerakan pendudukan adalah masyarakat Barat sudah tidak melihat adanya harapan lagi, mereka nenuntut perubahan. Selain itu, di Amerika, Inggris, Perancis bahkan di negeri Eropa Utara tertentu telah terjadi kekerasan yang cukup mengejutkan dunia, pembunuhan bersenjata, peristiwa kerusuhan massal, hakekatnya adalah manifestasi meruncingnya kontradiksi sosial. Dilatar-belakangi masalah sosial yang sulit dipecahkan, peristiwa massal dan peristiwa buruk lainnya akan terjadi tiada henti-hentinya di Dunia-Barat pada masa yang akan datang.

D. Hilangnya kesuritauladanan dalam moral.

Pertama adalah merosotnya moral para elit politik.
Paling menyolok adalah kejadian skandal membuka rekening pembayaran untuk keperluan pribadi. Tidak sedikit anggota DPR Inggris menggunakan wang negara untuk keperluan pribadi. Dari yang besar membayar cicilan pembelian rumah sampai yang kecil untuk membayar tissu toilet! Banyaknya jumlah uang dan tingginya kedudukan yang tersangkut dalam peristiwa ini, dalam sejarah polotik negara kapitalis jarang tercatat.

Kedua adalah perusahaan besar yang kehilangan moral.
Kejadian yang menyolok adalah peristiwa permainan bunga
bank. Barkely Bank di Inggris dan beberapa bank perdagangan internasional lainnya, secara bersekongkol telah mempermainkan bunga pinjaman mengeruk keuntungan luar biasa. Dan kejadian ini semua sepengetahuan para pengawas. Hal seperti ini sudah menjadi Aturan main dibawah meja !

Ketiga banyak muncul perbuatan amoral para elit masyarakat.
Tahun 2012 terbongkar skandal pelecehan sex oleh seorang presenter BBC selama 40 tahun. Tak pelak lagi, peristiwa ini adalah bom besar yang telah memporak perandakan nama BBC yang selalu memposisikan diri sebagai pembelala moral dengan sikap seorang gentelman. Peristiwa-peristiwa busuk dibawah sisitem kapitalisme Barat itu menyangkut moral pejabat, moral pengusaha dan moral umum. Dan skandal-skandal itu telah menggerogoti nilai-nilai kehidupan dan nilai-nilai kepentingan dibawah sisitem kapitalisme, juga telah menyingkap keterbatasan konsep keseimbangan
kekuasaan. Kesemuanya itu telah menggoyah kepercayaan masyarakat terhadap kekuasaan politik, kekuasaan bisnis dan kekuasaan opini dibawah sistem kapitalisme.

2. Bagaimana menilai Kapitalisme Barat yang berada dalam kondisi sulit.
Harus dari dua sudut pandang menilai Kapitalisme Barat secara dialektis-ilmiah.

Sudut pertama, krisis dan kesulitan telah memberi pukulan terhadap Dunia Barat. Menurut perkiraan ketua panitya Penasehat Ekonomi Gedung-putih, hanya dari kemunculan krisis-kecil keuangan tahun 2007, sampai krisis itu terbuka sama sekali pada tahun 2009, kerugian Amerika telah mencapai 16 triliun dolar, sama dengan 1/4 seluruh kekayaan Amerika! Mengenai Inggris sedang dibahas apakah akan mengalami kehilangan 10 tahun.

Dilihat secara keseluruhan, masalah dan kesulitan yang disebabkan krisis keuangan, sulit secara cepat dan tuntas diselesaikan. Kemungkinan Dunia Barat dalam jangka waktu cukup panjang akan berada dalam kondisi kurang sehat, pengaruh negativnya akan terus mempengaruhi ekonomi dunia dan ekonomi negara maju.

Sudut kedua, Barat tetap memiliki potensi cukup besar, kekuatan produksinya masih berpeluang untuk bertahan. Dilihat dari inti kekuatan produksi, inti hard-power maupun inti soft-powernya, betapapun mengalami pukulan, secara keseluruhan kelebihan kekuatan Barat masih jelas terlihat.

Tiga serangkai Amerika, Eropa dan Jepang tetap menduduki lebih 60% GDP seluruh dunia. Barat masih tetap pemimpin terdepan bagi pengembangan pengetahuan moderen internasional. Dibidang militer dan keamanan masih berada dalam posisi leading, dan secara keseluruhan masih menguasai opini dan aturan-main dunia. Kemerosotan Dunia Barat rupanya masih memerlukan waktu cukup panjang. Tentu saja, negara Barat dalam menghadapai krisis juga melakukan introspeksi dengan melakukan penyesuaian secara sungguh-sungguh dan tentu juga melakukan reformasi.

Usaha ini dilakukan dalam beberapa aspek :

a. Memperbaiki sistem.
Contohnya penyatuan mata-uang Eropa diperluas menjadi persekutuan finansial dan untuk nantinya maju selangkah lagi membentuk persekutuan politik. Amerika dan Eropa sedang berusaha memperbaiki perusahaan finansial, melakukan reformasi dalam penerimaan pajak dan sistem jaminan sosial. Melalui undang-undang, Eropa mengontrol bonus atau premi yang diberikan kepada pejabat tinggi perbankan dan untuk pertamakalinya membentuk badan pengawas pers, menutup sejarah yang selalu dibangga-banggakan : Kebebasan pers !

b. Mencari titik pertumbuhan baru ekonomi.
Negara-negara kapitalis utama berturut-turut membuat kebijakan dunia industri yang inti usahanya bersifat inovasi, antara lain meningkatkan investasi dibidang industri artificial-inteligent, teknologi kedokteran, bio-teknologi, komunikasi informatika, 3Dprinting dan sumber energi bersih lingkungan.

Amerika dan Kanada telah membuat terobosan dalam exploitasi oil-shale (kerogen shale), kebutuhan bahan bakar minyak kelak sudah tidak akan bergantung kepada negara-negara Timur-tengah lagi. Amerika dan Eropa akan mulai membahas persekutuan strategis perdagangan dan penanaman modal trans atlantic dengan cara menurunkan beaya perdagangan mendorong berkembangnya perekonomian.

c. Penyesuaian strategi.
Semenjak diguncang krisis ekonomi, kecenderungan melihat kedalam negara Barat meningkat, titik perhatian berpusat keinternal. Terutama disebabkan kekuatan rielnya cedera,

Barat dipaksa menghitung ulang nota perekonomian, tenaganya lebih diarahkan kebidang perekonomian dan kesejahteraan rakyat. 10 tahun kedepan Amerika akan memotong anggaran militernya sebesar 800 milyar, Inggris dalam 5 tahun kedepan juga akan memotong anggaran militernya sebesar 8%, negara-negara Eropa lainnya juga sekali lagi akan menurunkan anggaran pertahanannya.

3. Tiga Ilham besar bagi Tiongkok atas Kapitalisme Barat yang sedang berada dalam kondisi sulit.

Ilham pertama:
Kita (Tiongkok) telah melihat kelebihan Jalan kita, dengan percaya diri pertahankan terus jalan itu. Tak peduli siapapun yang akan melakukan reformasi dan keterbukaan atau berhadapan dengan krisis ekonomi internasional; Jalan Sosialisme-Tiongkok telah membuktikan dirinya secara nyata dan riel dalam hal keeffektifan dan keilmiahannya, dan telah mendapat pengakuan para tokoh yang berpandangan luas didunia internasional. Semenjak tahun lalu, kalangan teoritikus Barat telah mengadakan diskusi berkisar tentang Jalan Tiongkok.

Dua pakar Amerika dari MIT dan Havard telah menerbitkan buku dengan judul Mengapa Negara bisa Gagal. Buku ini telah menimbulkan perdebatan didunia Barat. Buku tersebut menulis, bahwa negara yang tidak menggunakan sistem demokrasi Barat ahkirnya pasti akan gagal, maka JALAN TIONGKOK tidak bisa bertahan lama, akhirnya akan dibuktikan suatu praktek perkembangan yang berusia pendek. Terhadap pandangan itu, pakar Barat lainnya mengajukan rasa keraguan yang sangat kuat.

Seorang kolomnis terkemuka dari Financial Times Inggris bernama Rahman menunjukkan : Selama 30 tahun reformasi dan keterbukaan, Tiongkok telah mengentaskan ratusan juta orang dari kemiskinan didunia ini, telah merealisir pertumbuhan tinggi ekonomi selama satu atau dua generasi, sesungguhnya dengan ceroboh memvonis Jalan Tiongkok sudah tidak bisa meyakinkan lagi masyarakat Barat. Selama terus saja mengabaikan kenyataan, Barat akan terperosok kedalam krisis penipuan terhadap diri sendiri!

Akhir-akhir ini, ada lagi dua ilmuwan Amerika yang menerbitkan buku Pengelolaan sempurna abad 21: Sebuah jalan tengah yang menyatukan Barat dan Timur. Buku ini juga mendapat perhatian yang luas. Buku tersebut dengan tegas mengatakan, pengelolaan terbaik bagi negara maupun internasional dikemudian hari haruslah mengambil hasil peradaban Barat dan Timur. Orang-orang yang berpandangan jauh di Barat semakin menerima jalan Tiongkok, sudah sewajarnyalah kita harus lebih yakin dan teguh akan jalan kita.

Ilham kedua :
Melihat kelebihan teori kita, pertahankan keyakinan teori itu. Salah satu kelebihan terbesar Sosialisme Tiongkok, terletak pada keteguhan mempertahankan sebuah sistem teori yang lengkap. Kalau dibanding, partai pemerintah Barat rata-rata menghadapi satu masalah, terjadi suatu ketidak jelasan teoritis, tidak punya teori pembimbing yang yang bisa diandalkan, juga tidak mengembangkan suatu teori yang sistematis.

Setiap partai begitu menang dan menduduki pemerintahan, membuat acaranya sendiri, menyelesaikan masalah sosial ekonomi lihat kanan lihat kiri, berayun tidak stabil. Menurut statistik yang dibuat majalah The Guardian Inggris, pemerintah Inggris sering sekali berubah kebijakan, artinya pemerintahan Barat kurang memikirkan strategi agar sosial masyarakat dapat ketenangan hidup dan kepuasan rohani, juga tidak berusaha agar pengalaman dalam pemerintahan bisa disimpulkan menjadi arah kebijakan dikemudian hari demi melaksanakan pembangunan teori.

Dunia Barat memberi kita satu pelajaran, agar satu negara bisa berkembang baik, hindarilah gejolak tidak perlu, harus mempertahankan satu sitem teori yang bisa dijalankan dan berkembang sesuai dengan perjalanan waktu, kalau tidak, perjalanan akan berliku-liku. Kelebihan Tiongkok adalah berdiri diatas kondisi nyata, maju sesuai perjalanan waktu, mengembangkan terus menerus teori pembimbing yang realistis dan bisa dilaksanakan.

Ilham ketiga :
Dengan kelebihan sistem negara kita (Tiongkok), dengan keyakinan teguh mempertahankan sistem. Melihat kesulitan yang dialami kapitalisme Barat, dibanding dengan keberhasilan besar pembangunan Sosialisme kita, kita punya alasan penuh untuk mempertahankan kepercayaan diri terhadap strategi sistem Sosialisme.

Sistem Sosialisme yang kita pertahankan dan selalu kita kembangkan itu, sudah dibuktikan berkali-kali secara nyata cocok dengan kondisi nyata Tiongkok masa kini yaitu memenuhi tuntutan obyektiv atas berkembangnya kekuatan produksi.

Sistem ini memiliki kekuatan mobilisir yang sangat besar, terutama saat memfokuskan kekuatan dalam melaksanakan proyek raksasa, sistem kita mampu secara konsisten mengangkat derajat kehidupan rakyat dan kekuatan negara dan bangsa menyeluruh. Selain itu sistem kita mampu beradaptasi dan menghadapai tantangan rumit atas globalisasi, zaman-informasi dan pluralisme.

Orang Inggris selalu menarik napas panjang dan terkagum terhadap bangsa Tiongkok dalam effisiensi kerjanya. Mereka sering malakukan perbandingan dalam pembangunan gedung bandara T3 di Beijing dengan pembangunan gedung T5 dibandara Heathrow di London, satu menghabiskan waktu 4 tahun, yang satu lainnya butuh waktu 20 tahun!

Sebuah surat kabar Independent di Inggris mengomentari : Dibanding dengan kecepatan Tiongkok, orang Inggris terlalu kaku. The Times pun mengomentari, para pemimpin Barat sudah waktunya belajar effisiensi kerja orang Tiongkok untuk mengatasi berbagai kelemahan Sistem Barat.

Memahami tentang Kapitalisme Barat secara ilmiah sekarang ini, selain masalah teori, juga sebuah kajian besar masalah kenyataan. Diteliti mendalam kemudian secara tepat menguasainya, bermakna sekali terhadap pelaksanaan pembangunan negara kita (Tiongkok).

Dasawarsa kedua abad ini adalah saat kita merealisir membangun masyarakat berkecukupan, saat menentukan bagi reformasi dan keterbukaan lebih dalam dan lebih luas. Untuk ini semua, kita ditutntut dua arah keluar dan kedalam bekerja lebih baik, berusaha keras menempati posisi atas perkembangan, menguasai inisiatif dan menguasai masa depan.

Dui Xi Fang Zi Ben Zhu Yi Kun Jing
De Guan Cha Yu Si Kao : San Da Qi Shi

Mail send by Ipad

26
Apr
13

Kepemimpinan : Pemimpin Berkecerdasan Sosial

Opini

Menunggu pemimpin profetik dengan kecerdasan sosial

Koran SINDO

Selasa,  26 Maret 2013  −  09:28 WIB
Menunggu pemimpin profetik dengan kecerdasan sosial

Abdul Munir Mulkhan. (Dok. Sindo)

Praktik korupsi yang belakangan mulai melibatkan elite partai berlatar belakang gerakan keagamaan mengindikasikan pola rekrutmen tidak sehat, kesalahan (baca: dosa) kolektif, selain praktik keagamaan dengan ketuhanan utopis.

Surga-neraka seolah merupakan wilayah dunia antah berantah dengan Tuhan tak tersentuh. Korupsi dipandang sebagai bukan dosa besar yang tidak mungkin memperoleh ampunan Allah. Menelantarkan rakyat dan umat bukan sebuah maksiat atau dosa, melainkan sekadar sebuah kekeliruan kecil seperti salah-ucap (slip of the tongue). Dalam situasi demikian, rakyat negeri ini merindukan kehadiran pemimpin yang memiliki kesadaran profetik dan keberpihakan humanis dengan kecerdasan sosial tinggi.

Suatu kecerdasan yang meletakkan dosa-pahala sebagai wilayah empirik tentang kemampuan memenuhi kebutuhan sebagian besar warga yang tidak beruntung alias miskin, papa, dan menderita. Tuhan bukan sesuatu yang jauh, surga-neraka bukan wilayah utopis, melainkan hadir dalam praksis kehidupan sehari-hari. Pemimpin dengan kecerdasan sosial tinggi demikian tidak meletakkan jabatan sebagai kehormatan dengan sejumlah aksesori protokoler dan ajudan.

Pemimpin berkecerdasan sosial tinggi menempatkan diri sebagai manusia biasa dengan tanggung jawab sosial-politik yang setiap saat tampil bersama rakyat dan umat yang dipimpin. Pemimpin yang terus membuka diri berdialog dengan rakyat tanpa aksesori protokoler yang sering menjadi penghalang rakyat berhubungan langsung dengan sang pemimpin. Pemimpin berkecerdasan sosial tinggi itulah yang disebut pemimpin profetik yang menyatu dengan jiwa rakyat dan umat.

Secara sosiologis ia berbeda dengan pemimpin imam yang lebih cenderung mengurusi Tuhan utopis sehingga tidak jarang menjadikan umatnya sebagai tumbal surgawi. Di mana posisi pemimpin profetik dalam berbagai survei tentang calon presiden negeri ini? Sayang, survei-survei yang dilakukan berbagai lembaga belum memasukkan kecerdasan sosial sebagai salah satu variabel yang patut dilacak dalam dunia empirik. Kendati demikian, bukan berarti nama-nama yang beredar dalam berbagai survei tidak ada yang memiliki kecerdasan sosial tinggi.

Soalnya, bagaimana mengenali kecerdasan sosial seseorang calon pemimpin? Larisnya lembaga survei mengenai elektabilitas partai dan sosok seseorang sebagai calon presiden menjadi salah satu penanda negeri ini merindukan pemimpin baru.

Soalnya, apakah pemimpin baru yang lahir dari proses demokrasi Pemilihan Umum Presiden 2014 nanti dijamin bisa mengangkat harkat dan martabat sebagian besar rakyat yang hingga kini belum menikmati hidup layak dalam alam yang merdeka? Hanya pemimpin dengan kecerdasan sosial tinggi yang memiliki kemampuan memahami kebutuhan rakyat banyak dan bersedia secara gigih (tanpa pamrih) memperjuangkan pemenuhan kebutuhan rakyatnya terutama yang miskin dan menderita tersebut.

Korupsi yang melibatkan orang-orang berlatar belakang pendidikan tinggi, pemimpin gerakan keagamaan, atau partai berbasis keagamaan, mendorong banyak orang mulai mencari penjelasan dari sudut pandang ekstrem. Sementara pertumbuhan ekonomi tinggi negeri ini ternyata bukan indikasi rakyat miskin memperoleh layanan kesehatan memadai. Rakyat miskin seolah dilarang sakit, dilarang bersekolah, dan dilarang cerdas.

Konstitusi memang memberi mandat pada negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun faktanya banyak rakyat miskin yang gagal bersekolah dan gagal berobat di tengah tebaran iklan pendidikan gratis. Praktik bernegara dan beragama utopis tidak bisa menjamin pengelolaan kehidupan bersama menjadi lebih nyaman bagi semua orang. Kecerdasan inteligensi tinggi tidak memberi jaminan seseorang bertindak lebih bijak dan arif dalam kehidupan sosial.

Di sini pandangan Socrates lebih 2000 tahun lalu mengenai fungsi ilmu atau filsafat sebagai penggesa hidup manusia lebih bijak dan lebih cerdas menjadi penting. Kuncinya terletak pada penempatan ilmu (filsafat) bukan sekadar instrumen pencapaian material kehidupan, melainkan pencarian kebajikan dan pengembangan hidup bajik itu sendiri. Ironisnya, jalan ilmu atau filsafat yang bisa membuat hidup bersama berbangsa ini lebih nyaman dan lebih bajik adalahjalansulitnansunyitanpa aksesori indah.

Sementara jalan indah penuh aksesori yang mengundang selera dan syahwat adalah jalan politik dan kekuasaan. Jalan ilmu dan filsafat adalah jalan panjang bagai pohon yang lama berbuah. Jika berbuah, rasanya kadang pahit. Barulah jika diolah melalui proses yang rumit, buah ilmu itu terasa lezat yang bisa membuat ketagihan. Akibatnya, banyak orang lebih bersyahwat meniti jalan politik dan kekuasaan daripada jalan filsafat dan ilmu, lebih-lebih lagi menjelang tahun politik 2014.

Dalam situasi demikian itulah banyak orang mulai mencari tolok ukur kepemimpinan yang bisa membawa bangsa ini menjadi lebih makmur dan berkeadilan. Secara berseloroh seorang teman melontarkan gagasan kecerdasan sosial sebagai basis utama kepemimpinan ideal. Pemimpin yang memilih jalan praksis ilmu dan filsafat guna mencapai kearifan dan kecerdasan sekaligus.

Berbeda dari kecerdasan inteligensi yang sudah berlaku berabadabad dengan baku-uji terukur, kecerdasan sosial belum banyak dikenal dan belum banyak menjadi fokus kajian. Kecerdasan sosial lebih banyak berkaitan dengan persoalan kepemimpinan dalam kehidupan bersama dalam sebuah formula kebangsaan dan kenegaraan.

Kecerdasan inteligensi seseorang tidak menjamin yang bersangkutan berhasil menjalani hidup sosialnya. Sukses sosial seseorang dengan kecerdasan inteligensi tinggi masih memerlukankecerdasanemosional agar bisa berkomunikasi dengan orang lain atau kelompok lain secara lebih baik. Namun, bagi orang yang menghadapi persoalan rumit yang belum pernah dihadapi sebelumnya yang membutuhkan sikap dan daya kritis tinggi, kecerdasan lain yang dikenal sebagai kecerdasan spiritual diperlukan.

Kemampuan orang yang memiliki kecerdasan spiritual disebut para ahli sebagai fungsi variabel “Titik Tuhan” atau “God Spot”. Mereka yang memiliki kepedulian sosial tinggi sekaligus dikaruniai “Titik Tuhan” karena mampu menerobos melampaui tradisi (birokrasi dan lainnya) menyatu dengan jiwa rakyat hampir tanpa batas guna mencapai tujuan kolektif. Itulah pemilik kecerdasan sosial.

Seorang kepala daerah tanpa aksesori yang blusukan ke loronglorong kumuh untuk mengerti rakyatnya, tidak segan masuk gorong-gorong, menyeberang jembatan yang mau roboh ikut merasakan kegetiran warganya, tanpa pengawal dan protokoler, merupakan beberapa contoh yang memberi indikasi kepemilikan kecerdasan sosial tinggi. Kepemimpinan profetik mendahulukan kepentingan publik menempatkan birokrasi dan lembaga sebagai alat memenuhi kepentingan publik.

Jika perlu, pemimpin profetik itu melakukan tindakan yang bahkan melampaui tradisi birokrasi menciptakan tradisi dan tata-nilai baru yang tidak lazim pada zamannya. Indikasi sosok pemimpin profetik demikian akan terlihat dari respons warga yang muncul dari berbagai kelompok melampaui batas-batas etnis, keagamaan, dan partai. Seperti seorang nabi, meski memperoleh mandat Tuhan, ia hidup menyatu dengan sesama sebagai manusia biasa membangun tradisi baru menerobos melampaui tradisi pada zamannya. Dalam dunia pewayangan kita kenal tokoh Semar, seorang dewa yang menjalani hidup sebagai pelayan para ksatria.

Semarlah yang sebenar- benarnya sang pemimpin. Perilaku profetiknya menjadi dasar bagi semua orang untuk menempatkannya sebagai bagian dari hidupnya sebagai wonge dewe (Jawa), wong kito (Palembang), orang kita. Sosok pemimpin profetik demikian menjadi milik bersama diakui sebagai bagian kehidupan melampaui batas-batas etnis, keberagamaan, dan keberpartaian. Jalan sunyi kepemimpinan profetik tersebut secara primordial lebih dikenal sebagai almahdiatau satrio piningit(Jawa) yang semakin hari semakin dirindukan kehadirannya.

Siapa mau meniti jalan sunyi kekuasaan sebagai pemimpin profetik bagai dewata yang mewujud sebagai pelayan rakyat seperti Semar? Mungkin muncul pada 2014 atau sekadar sebuah harapan. Lumayan … Sekurangnya masih ada harapan, ada asa, bukan putus asa!.

ABDUL MUNIR MULKHAN
Komisioner Komnas HAM 2007- 2012, Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2000-2005, Guru Besar Fakultas Tarbiyah & Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

(mhd)

Jumat, 12 April 2013

Mendambakan Munculnya Kecerdasan Kolektif

 

 

Mungkin benar bahwa bangsa kita mengalami kesulitan mengelola potensi yang dahsyat menjadi kebaikan bersama. Logikanya, kebaikan yang kecil, jika digabungkan kebaikan-kebaikan kecil lain yang jumlahnya teramat banyak, maka akan berakumulasi menjadi kebaikan yang teramat besar. Namun logika ini seringkali tidak berjalan dalam realita. Sebagai contoh, manusia Indonesia secara individual terkenal akan keramahannya, sikap suka menolongnya, toleransinya, dan seterusnya. Dalam perspektif agama, masyarakat Indonesia juga bisa dikatakan saleh. Masjid, gereja, dan tempat-tempat peribadatan  sering penuh oleh jamaahnya. Hewan korban juga kadang berlebih di musim berkorban, sebagaimana zakat yang sering berlimpah dimusim lebaran. Bahkan sering kita lihat adanya tanda hitam di kening banyak orang, yang menandakan bekas sujud yang amat khusyu’. Pendeknya, kita perlu bangga dan bahagia dengan mudahnya menemukan kesalehan individual manusia Indonesia.  

 

Sayangnya, kesalehan individual tadi tidak menjelma menjadi kesalehan kolektf. Kita tentu ingat kasus pertikaian antar kelompok masyarakat yang menamakan dirinya sebagai kelompok relijius, dengan cara-cara yang jauh dari spirit relijius. Kita juga bisa lihat mudahnya masyarakat terbakar emosinya hanya karena persoalan-persoalan sepele. Dalam tataran sistem, kitapun bisa mengamati tigginya kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang, lambat dan berbelitnya pelayanan, mafia peradilan yang kasat mata, dan berbagai kasus yang menunjukkan tidak adanya kesalehan sosial (collective piety). 

 

Fenomena sulitnya mengkonversi potensi individu menjadi sumber daya kolektif juga terjadi dalam konteks diklat aparatur, peserta Diklatpim I Angkatan XXV, misalnya, terdiri dari individu-indvidu yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Hal ini bisa diamati dari latar belakang pendidikan dimana banyak yang sudah Doktor, dan diantaranya alumni luar negeri. Diliaht dari jabatannya juga 5 orang sudah mendudukui jabatan Eselon I, sementara yang menduduki jabatan Eselon II juga berada pada posisi stratebis seperti Kepala Kejaksaan Tinggi, Kombes Polisi di salah satu Mapolda, dan lain-lain. Pengalaman peserta dalam berbagai program skala internasional juga cukup banyak, yang tercermin dari cerita-cerita mereka. 

 

Sayangnya, kecerdasan individual tadi tidak menjelma menjadi kecerdasan kolektif. Jika Kertas Kerja Tema atau Kertas Kerja Akhir dipandang sebagai wujud kecerdasan kolektif, maka bisa dikatakan bahwa kecerdasan kolektif yang terbangun adalah kecerdasan jauh dibwah rata-rata. Sebab, semangat kebatinan dalam menyusun KKT/KKA tidak dilandasi oleh cita-cita menghasilkan publikasi kelas satu yang layak dijadikan konsumsi bacaan tingkat Menteri bahkan Presiden. KKT/KKA lebih bernuansa formalitas dengan metodologi akademik yang dipertanyakan serta rujukan teoretik yang setengah-setengah. 

 

Saya membayangkan, Pusdiklat Spimnas selalu menghasilkan satu publikasi di setiap akhir penyelenggaraan Diklatpim II dan I, dan publikasi ini menjadi rujukan nasional karena berisi analisis terhadap issu aktual tertentu hingga solusi-solusi inovatifnya. Faktanya, KKA/KKT selama ini hanya disimpan oleh penyelenggara dan tidak menjadi policy recommendation kepada pimpinan nasional. Ironisnya, KTP-2 juga bernasib serupa dengan KKT/KKA yang hanya menjadi penghias rak-rak buku semata. Kesimpulannya, setiap angkatan Diklatpim II dan I terbukti tidak menghasilkan sebuah dokumen yang berpengaruh (influential) terhadap reformasi kebijakan di tanah air. Saya lebih mengidamkan bahwa setiap angkatan wajib menghasilkan sebuah buku yang mengangkat tema diklat dan berisi bab-bab hasil kontribusi setiap peserta. Untuk Diklatpim I Angkatan XXV misalnya, judul buku yang harus dihasilkan adalah sama dengan tema yakni “Sinergi Pemerintah, Masyarakat dan Dunia Usaha Dalam Memasuki Era ASEAN Community 2015”. Dengan demikian, diklat akan diawali dengan dan dijiwai oleh tema, kemudian diakhiri dengan publikasi yang berisi semua jawaban terhadap problematika terkait tema tersebut. 

 

Jika ide ini disepakati, maka perlu ada redesign terhadap produk pembelajaran dalam Diklat Kepemimpinan. Diskusi-diskusi kelompok tetap diperlukan sebagai ajang pertukaran gagasan (idea sharing and exchange), namun tidak harus dikemas dalam bentuk pembuatan slide yang dipaparkan di kelas. Proses intellectual exercise sesungguhnya lebih banyak berjalan pada saat diskusi dibanding saat presentasi, sehingga sessi presentasi hanya menjadi “latihan bicara” bagi beberapa orang saja (yakni mereka yang diberi kesempatan sebagai penyaji atau pembahas), sementara peserta yang lain cenderung diam dan “menikmati waktu istirahat”. Yang lebih diperlukan sebenarnya adalah dokumentasi dari proses  intellectual exercise tadi, dan bukan presentasinya. Oleh karena itu, mungkin saja KKT/KKA dihapus dan digantikan dengan menyusun buku yang mengacu tema. KTP-2 mungkin juga bisa dihapus, mengingat peserta Diklatpim I diharapkan lebih memiliki visi nasional yang bersifat strategis, bukan rencana kerja yang bersifat teknis instansional. 

 

Namun saya sangat menyadari bahwa ide ini cukup sulit ditataran aplikasinya. Sebab, terlalu banyak pejabat tinggi birokrasi kita yang tidak punya budaya akademik dan tidak terbiasa dengan aktivitas tulis-menulis, terlebih karya tulis ilmiah. Jika model ini dipaksakan, bisa jadi malah menyuburkan praktek plagiarisme berupa munculnya penulis-penulis bayangan atau para joki (ghost writers). Akan tetapi, mempertahankan produk pembelajaran lama yang jelas-jelas tidak membawa efek kuat untuk perubahan organisasi juga bukan pilihan tepat. Maka, boleh jadi dikembangkan pola kombinasi sesuai ekspektasi penyelenggara dan kemampuan peserta. Esensinya, apapun produk pembelajaran yang dihasilkan, haruslah menjadi cerminan terbaik dari intelektualitas kolektif kelas yang semakin berbobot. 

 

Dari kamar B-315

Kampus Pejompongan, 13 April  2013

26
Apr
13

Kenegarawanan : Sinyal Negatif Perekonomian Kita

Sinyal Negatif Perekonomian Kita

Tajuk Rencana | Jumat, 19 April 2013 – 13:19:46 WIB

: 210

 


(dok/ist)
Ilustrasi.
Jumlah cadangan devisa kita terus merosot dalam beberapa bulan terakhir.

 

Seperti diperkirakan sebelumnya, paruh pertama tahun ini kita menghadapi tekanan cukup berat, berupa defisit neraca transaksi berjalan (current account) yang makin besar, cadangan devisa terus tergerus dan nilai rupiah pun menurun.
Bank Indonesia (BI) bahkan memperkirakan kecenderungan ini akan makin melebar pada beberapa waktu ke depan. Data menunjukkan jumlah cadangan devisa kita terus merosot dalam beberapa bulan terakhir.
Pernah mencapai US$ 124 miliar pada pertengahan tahun lalu, jumlahnya tinggal US$ 112 miliar pada akhir 2012. BI memublikasikan angka cadangan devisa pada Maret lalu tinggal US$ 104 miliar, meski dipandang masih bagus karena cukup untuk membiayai keperluan impor selama 5,7 bulan.

Salah satu persoalan yang dituding menjadi biang keladi pembengkakan defisit adalah makin besarnya impor bahan bakar karena produksi nasional terus merosot. APBN mematok produksi minyak mentah kita sebanyak 900.000 barel per hari, namun kini sumur-sumur tua kita hanya mampu mengeluarkan minyak mentah sekitar 840.000 barel. Dengan biaya produksi yang sangat ditentukan oleh para kontraktor maka bagian pemerintah makin sedikit.

Kita bisa memperhitungkan keadaan ini makin menekan perekonomian nasional karena tidak ada upaya serius dan mendasar dari pemerintah untuk mengatasi keadaan. Sinyal negatif terjadi sejak semester pertama tahun lalu ketika mulai April kita mencatat berturut-turut defisit, kondisi yang tidak pernah terjadi sebelumnya, namun kondisi tidak disikapi dengan saksama.

Dari data yang ada terlihat beberapa hal yang cukup menarik. Pertama, kita mencatat defisit dalam perdagangan dengan China, Jepang, AS, negara-negara Eropa dan ASEAN, sebaliknya tercatat surplus dengan negara-negara Afrika dan Amerika Latin.

Kedua, penurunan ekspor dipengaruhi kebijakan pemerintah menekan pengusaha pertambangan mineral untuk mengolahnya terlebih dahulu di dalam negeri sebelum mengekspornya. Ketiga, terjadi peningkatan impor bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina untuk mengamankan pasokan dalam negeri.

Data tersebut memperlihatkan masih terbukanya peluang ekspor ke Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Untuk itu dibutuhkan promosi yang lebih gencar, seperti dilakukan oleh China, meski negara itu memiliki kemampuan penetrasi pasar yang sangat besar. Pemerintah perlu memfasilitasinya agar biayanya lebih murah dan dicapai hasil lebih maksimal.

Tentang kebijakan pemerintah yang mendorong pengolahan barang tambang mineral sebelum diekspor, sepenuhnya patut didukung demi meningkatkan nilai tambah.

Ini mirip dengan keputusan pemerintah menyetop ekspor log pada 1980 sekaligus mengembangkan industri plywood di dalam negeri. Hasilnya cukup bagus, meski ekspor log langsung menurun, namun dibarengi peningkatan ekspor kayu olahan. Industri nasional juga tumbuh dan berkembang.

Peningkatan impor BBM diperhitungkan makin besar. Itu berpangkal dari kegagalan pemerintah menggenjot produksi minyak, lambat pula dalam pelaksanaan konversi BBM ke gas, tidak berhasil menaikkan harga BBM dan tidak berdaya pula menghadapi tekanan permintaan daerah atas BBM yang terus meningkat.

Kini pemerintah justru merencanakan kenaikan harga BBM yang membingungkan, yaitu dua jenis harga. Pelaksanaannya diperkirakan sulit, merepotkan dan berdampak buruk, apalagi bila pemerintah tidak mempersiapkan sosialisasinya dengan baik.

Oleh karena itu, diperhitungkan defisit neraca dagang akan terus membesar. Hal tersebut akan memukul cadangan devisa, meski kini masih dianggap aman karena cukup untuk mendukung impor selama 5,7 bulan.

Bila tren berlanjut maka cadangan devisa makin tergerus, apalagi Bank Indonesia (BI) juga masih harus mengamankan kurs rupiah dari para spekulan pasar. Tentu saja penurunan cadangan devisa akan sangat merugikan karena melemahkan kemampuan BI dalam mengendalikan gejolak moneter dan menjamin stabilitasnya.

Pemerintah seharusnya tidak memandang situasi negatif ini dengan sebelah mata. Dunia usaha membutuhkan kewibawaan pemerintah untuk memberikan arah yang jelas serta langkah yang terkoordinasi. Itu harus tercermin dalam sikap dan pernyataan pemerintah yang lebih mendorong optimisme, bukan justru pesimistis dan membingungkan.

Sumber : Sinar Harapan

 

@ SHNEWS.CO :

BERITA TERKAIT

 

19
Apr
13

Politik : Diduga Ibu Obama Ikut Menjatuhkan Soekarno

Diduga Ibu Obama Ikut Menjatuhkan Soekarno

Menurut peneliti dan penulis Amerika serikat Wayne Madsen, baru-baru ini mengungkap berbagai informasi yang dimilikinya mengenai keterkaitan antara keluarga besar Obama dengan Central Intelligent Agency (CIA), menurut informasi yang diperoleh Madsen itu, sejumlah tokoh di CIA memiliki hubungan erat dengan Obama berikut ibu dan ayahnya, juga nenek dan kakeknya. Barack Obama Senior disebut sebagai salah seorang pendukung operasi intelijen di AS untuk menghadang pengaruh komunis, Uni Soviet dan China, di Kenya dan Afrika.

Dalam Wayne Madsen Reports (WMR) memperoleh kutipan Reuters tertanggal 12 September 1960 yang mengatakan bahwa program beasiswa yang diikuti Obama Sr, didukung oleh Josseph Kennedy Foundation yang pada dasarnya merupakan bagian dari operasi CIA untuk mendidik agennya di Afrika yang ketika itu menjadi ajang perebutan kekuasaan antara AS, Uni Soviet dan China. Sementara itu, Ayah Obama berkenalan dengan Ann Dunham pada tahun 1959 di kelas bahasa Rusia, Universitas Hawai. Itu adalah kelas yang merupakan salah satu program AS yang mengirim 280 mahasiswa Afrika Timur ke berbagai kampus di Negeri Paman Sam. Koran Reuters dalam laporannya tertanggal 12 September 1960 menjelaskan, program beasiswa itu didukung oleh Lembaga Josseph Kennedy. Menurut Madsen, program itu pada dasarnya adalah operasi CIA dengan tujuan mendidik para agennya di Afrika. Sebab, Afrika saat itu menjadi ajang perebutan kekuasaan antara AS, Uni Soviet dan Cina.

Pada saat yang sama, program beasiswa itu juga mendapat kecaman dari Wakil Ketua Organisasi Demokratik Afrika Kenya, Masinde Muliro. Sementara program itu mendapat dukungan dari Ketua Organisasi Demokratik Afrika Kenya, Tom Mboya, bahkan dialah yang memilih ayah Obama untuk mengikuti program bea siswa tersebut. Menurut laporan Reuters, Mboya setelah menolak program beasiswa 100 ribu dolar dari Deplu AS, menerima usulan beasiswa dari Lembaga Kennedy. Terkait hal ini, Madsen menulis, “Jelas sekali, Mboya khawatir menerima bantuan langsung dari AS. Sebab, hal itu akan menyebabkan geramnya para tokoh komunis di Kenya yang saat itu menduga adanya hubungan Mboya dengan CIA.”

Adapun ibu Obama, Stanley Ann Dunham, diduga ikut menjatuhkan Presiden Soekarno di Indonesia. Setelah Soekarno tumbang, Ann Dunham bergabung dengan East West Center di Hawaii dan USAID juga Ford Foundation. Berdasarkan laporan tersebut, Ann Dunham pada tahun 1965 berkenalan dengan ayah tiri Obama, Lolo Soetoro, dan kemudian keduanya menikah. Pada tahun itu, Soetoro dipanggil ke Indonesia sebagai perwira militer dan asisten Jenderal Soeharto dan CIA yang berniat menjatuhkan Presiden Soekarno. Dengan demikian, ibu Obama termasuk pihak yang digunakan CIA untuk mengkudeta Presiden pertama RI, Soekarno. Hal itu bisa dilihat dari hubungan dan pernikahan ibu Obama dengan ayah tiri Obama.

Lebih jauh Penulis asal AS, Victor Thorn dalam laporannya mengenai masa lalu Obama mulai menyelidiki keterlibatan presiden AS ini dengan Badan Intelejen CIA. Ia mengawali tulisannya yang dimuat di Mingguan American Free Press dengan mengutip pernyataan Deanna Spingola penulis AS lainnya. Spingola mengatakan, CIA sejak awal telah mendekati Obama dan ada kemungkinan jika Obama adalah produk CIA. Thorn menjelaskan, ini merupakan pandangan dasar yang sepenuhnya baru dalam sejarah misterius presiden AS. Oleh karena itu, kita harus mengkaji kembali tulisan Frank Black yang berjudul “Ibu Obama Agen CIA Yang Terusir” yang dirilis 30 November 2008.

Di akhir dekade 50-an, Stanley Ann Dunham direkrut oleh CIA dan disusupkan ke lembaga swadaya masyarakat (NGO) dan organisasi warga kulit hitam radikal. Laporan ini juga menyebutkan kemungkinan ayah sejati Obama adalah Frank Marshall Davis, anggota Partai Komunis di Chicago. Davis di dekade 70-an menggantikan peran seorang ibu dan merawat Obama kecik karena saat itu ibu Obama sibuk melakukan berbagai perjalanan ke 13 negara. Thorn menambahkan, Black membuktikan ibu Obama paling tidak bekerja di dua organisasi di balik CIA. Saat memasuki jenjang kuliah, pengawasan Obama Profesor Roger Bukh mendapat tugas untuk mengawasinya. Saat itu pulalah kehidupan Obama mengalami perubahan.

Informasi dari kedua penulis asal Amerika Serikat itu tentu membuat kita sempat terkejut, karena selama ini kita mengenal ibu obama Stanley Ann Dunham adalah seorang Antropologi bidang pembangunan pedesaan. Pada tahun 1964 Dunham bercerai dengan suaminya Barack Hussein Obama kemudian ia menikah dengan Lolo Soetoro yang bekerja di Topografi Angkatan Darat, dari pernikahannya ini lahirlah Maya Soetoro adik tiri dari Barak Obama. Keluarga Lolo Soetoro menempati sebuah rumah sederhana dibilangan Menteng Dalam Jakarta.

Kalau kita bicara tentang Antropologi bidang pembangunan pedesaan sebagai pekerjaan Stanley Ann Dunham sesuai dengan latar belakang pendidikannya memang cukup menarik untuk dikaji mengingat Antropologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu Etnis tertentu. Lalu apa kaitannya dengan spekulasi yang telah disampaikan oleh kedua penulis asal Amerika serikat yaitu Wayne Madsen dan Victor Thorn tentang dugaan keterlibatan Stanley Ann Dunham yang ikut menjatuhkan Presiden Soekarno ?

http://agussutondomediacenter.blogspot.nl/2012/03/diduga-ibu-obama-ikut-menjatuhkan.html

***

Peran Intelijen Ibu Obama Kup Soekarno

Intelijen merupakan produk yang dihasilkan dari pengumpulan, perangkaian, evaluasi, analisis, integrasi, dan interpretasi dari seluruh informasi yang berhasil di kumpulkan terkait tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain, tugas seorang agen intelijen profesional adalah membuat prediksi dengan menganalisis dan menyintesis aliran informasi terkini, serta menyediakan para pembuat keputusan dengan proyeksi latar belakang yang dapat dijadikan ukuran dari kebijakan dan tindakan yang akan dibuat. Selain itu, intelijen yang profesional juga memberikan tindakan-tindakan alternatif yang dapat diambil oleh pengambil kebijakan dan memberikan dasar bagi pilihan yang paling bijak.

Tugas Intelijen ini lah yang dilakukan oleh Stanley Ann Dunham yang diduga berperan dalam rangka penggulingan terhadap Presiden Soekarno di Indonesia. Ibu Presiden Obama, Stanley Ann Dunham, bekerja di Indonesia untuk US Agency for Internasional (USAID). Stanley Ann Dunham ditugaskan ke desa-desa di Jawa untuk melakukan Antropologi penelitian terhadap masyarakat di desa-desa di Jawa terutama organisasi Pendukung utama PKI dan Soekarno. Selama Perang Dingin, penggunaan Antropologioleh Departemen pertahanan dan CIA dalam pengumpulan intelijen etnografi dan budaya adalah biasa, Identifikasi data-data ini memang di perlukan agar dapat dipergunakan bagi CIA sebagai “Daftar Penembakan” terhadap pembunuhan sistematis yang akan dilakukan pada Partai Komunis Indonesia (PKI).

Melalui “Daftar Penembakan” ini lah peran CIA dalam praktek Genosida yang berakibat terjadinya pembantaian massal. CIA sadar bahwa Partai Komunis Indonesia adalah Partai besar dengan jumlah Simpatisan mencapai kurang lebih 20 juta orang. Praktek Genosida atau penghapusan satu kelompok mutlak harus dilakukan, mereka tidak ingin setengah-setengah melakukan pekerjaan itu. Mereka tidak ingin suatu hari kelak kebangkitan Komunis di Indonesia bisa tumbuh kembali. Peran CIA dalam Praktek Genosida ditemukan dalam sebuah Artikel 1990 yang ditulis oleh Ralph McGehee Veteran CIA Cabang Komunisme Internasional Badan staf Kontra. Artikel ini muncul di edisi 1990, Kejatuhan Buletin Informasi Aksi Terselubung.

Maka berdasarkan data-data itulah Praktek Genosida dilaksanakan. Pembunuhan besar-besaran hingga menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit hingga diperkirakan berdasarkan versi Kopkamtib, Lembaga bentukan Orde Baru yang sangat berkuasa dan dapat menentukan mati hidupnya seseorang, dalam laporannya menyebutkan angka hampir sebesar 1 juta orang dengan rincian 800.000 korban di Jawa dan 100.000 korban di Bali dan Sumatera. besarnya angka itu juga menunjukan praktek Genosida sudah dilakukan yakni menghilangkan kelompok tertentu. Jika Pol Pot melakukan pembantaian massal pada rakyat Kamboja butuh waktu beberapa tahun untuk menghilangkan Kelas Borjuis dan Intelektual, namun di Indonesia mereka melakukan Pembantaian hanya dalam hitungan bulan.

Keterlibatan Stanley Ann Dunham yang diduga ikut menjatuhkan Presiden Soekarno di Indonesia berdasarkan pernyataan Wayne Madsen seorang peneliti dan penulis Warganegara Amerika serikat. Wayne Madsen, baru-baru ini mengungkap berbagai informasi yang dimilikinya mengenai keterkaitan antara keluarga besar Obama dengan Central Intelligent Agency (CIA), menurut informasi yang diperoleh Madsen itu, sejumlah tokoh di CIA memiliki hubungan erat dengan Obama berikut ibu dan ayahnya, juga nenek dan kakeknya. Barack Obama Senior disebut sebagai salah seorang pendukung operasi intelijen di AS untuk menghadang pengaruh komunis, Uni Soviet dan China, di Kenya dan Afrika.

Dalam Website Wayne Madsen Reports (WMR) memperoleh kutipan Reuters tertanggal 12 September 1960 yang mengatakan bahwa program beasiswa yang diikuti Obama Sr, didukung oleh Josseph Kennedy Foundation yang pada dasarnya merupakan bagian dari operasi CIA untuk mendidik agennya di Afrika yang ketika itu menjadi ajang perebutan kekuasaan antara AS, Uni Soviet dan China. Sementara itu, Ayah Obama berkenalan dengan Ann Dunham pada tahun 1959 di kelas bahasa Rusia, Universitas Hawai. Itu adalah kelas yang merupakan salah satu program AS yang mengirim 280 mahasiswa Afrika Timur ke berbagai kampus di Negeri Paman Sam. Koran Reuters dalam laporannya tertanggal 12 September 1960 menjelaskan, program beasiswa itu didukung oleh Lembaga Josseph Kennedy. Menurut Madsen, program itu pada dasarnya adalah operasi CIA dengan tujuan mendidik para agennya di Afrika. Sebab, Afrika saat itu menjadi ajang perebutan kekuasaan antara AS, Uni Soviet dan Cina.

Pada saat yang sama, program beasiswa itu juga mendapat kecaman dari Wakil Ketua Organisasi Demokratik Afrika Kenya, Masinde Muliro. Sementara program itu mendapat dukungan dari Ketua Organisasi Demokratik Afrika Kenya, Tom Mboya, bahkan dialah yang memilih ayah Obama untuk mengikuti program bea siswa tersebut. Menurut laporan Reuters, Mboya setelah menolak program beasiswa 100 ribu dolar dari Deplu AS, menerima usulan beasiswa dari Lembaga Kennedy. Terkait hal ini, Madsen menulis, “Jelas sekali, Mboya khawatir menerima bantuan langsung dari AS. Sebab, hal itu akan menyebabkan geramnya para tokoh komunis di Kenya yang saat itu menduga adanya hubungan Mboya dengan CIA.”

Adapun ibu Obama, Stanley Ann Dunham, diduga ikut menjatuhkan Presiden Soekarno di Indonesia. Setelah Soekarno tumbang, Ann Dunham bergabung dengan East West Center di Hawaii dan USAID juga Ford Foundation. Berdasarkan laporan tersebut, Ann Dunham pada tahun 1965 berkenalan dengan ayah tiri Obama, Lolo Soetoro, dan kemudian keduanya menikah. Pada tahun itu, Soetoro dipanggil ke Indonesia sebagai perwira militer dan asisten Jenderal Soeharto dan CIA yang memang berniat menjatuhkan Presiden Soekarno. Dengan demikian, ibu Obama termasuk pihak yang digunakan CIA untuk mengkudeta Presiden pertama RI, Soekarno. Hal itu bisa dilihat dari hubungan dan pernikahan ibu Obama dengan ayah tiri Obama.

Dalam pernyataann Wayne Madsen menduga Lolo Soetoro adalah salah satu dari beberapa tentara yang dilatih di Amerika Serikat antara 1958 dan 1965. CIA dan Pentagon memastikan bahwa tentara yang dilatih tersebut adalah sebuah rencana yang sudah lama dipersiapkan untuk menggulingkan Soekarno. Tugas Lolo Soetoro adalah mengidentifikasi dan mengumpulkan anggota PKI untuk eksekusi, kedutaan AS di Jakarta mengirim airgram A-654 ke Washington. Airgram ini disusun oleh Martens dan ditandatangani oleh Master. Airgram menyatakan hal itu perlu untuk mengkompilasi sebuah daftar baru anggota PKI karena informasi pada pejabat PKI “masih sangat fragmentaris tetapi informasi tambahan yang cukup telah diterima untuk membuat kompilasi baru dianjurkan.” Airgram itu berisi daftar 80 pemimpin PKI dan status mereka.

Lebih jauh Penulis asal AS, Victor Thorn dalam laporannya mengenai masa lalu Obama mulai menyelidiki keterlibatan presiden AS ini dengan Badan Intelejen CIA. Ia mengawali tulisannya yang dimuat di Mingguan American Free Press dengan mengutip pernyataan Deanna Spingola penulis AS lainnya. Spingola mengatakan, CIA sejak awal telah mendekati Obama dan ada kemungkinan jika Obama adalah produk CIA. Thorn menjelaskan, ini merupakan pandangan dasar yang sepenuhnya baru dalam sejarah misterius presiden AS. Oleh karena itu, kita harus mengkaji kembali tulisan Frank Black yang berjudul “Ibu Obama Agen CIA Yang Terusir” yang dirilis 30 November 2008.

Di akhir dekade 50-an, Stanley Ann Dunham direkrut oleh CIA dan disusupkan ke lembaga swadaya masyarakat (NGO) dan organisasi warga kulit hitam radikal. Laporan ini juga menyebutkan kemungkinan ayah sejati Obama adalah Frank Marshall Davis, anggota Partai Komunis di Chicago. Davis di dekade 70-an menggantikan peran seorang ibu dan merawat Obama kecil karena saat itu ibu Obama sibuk melakukan berbagai perjalanan ke 13 negara. Thorn menambahkan, Black membuktikan ibu Obama paling tidak bekerja di dua organisasi di balik CIA. Saat memasuki jenjang kuliah, pengawasan Obama Profesor Roger Bukh mendapat tugas untuk mengawasinya. Saat itu pulalah kehidupan Obama mengalami perubahan.

Informasi dari kedua penulis asal Amerika Serikat itu tentu membuat kita sempat terkejut, karena selama ini kita mengenal ibu obama Stanley Ann Dunham adalah seorang Antropologi bidang pembangunan pedesaan. Pada tahun 1964 Dunham bercerai dengan suaminya Barack Hussein Obama kemudian ia menikah dengan Lolo Soetoro yang bekerja di Topografi Angkatan Darat, dari pernikahannya ini lahirlah Maya Soetoro adik tiri dari Barak Obama. Keluarga Lolo Soetoro menempati sebuah rumah sederhana dibilangan Menteng Dalam Jakarta.

http://agussutondomediacenter.blogspot.nl/2012/04/peran-intelijen-ibu-obama-kup-soekarno.html

19
Apr
13

Politik Hukum : KUHP Bukan Warisan Kolonial

KUHP: Bukan (Warisan) Kolonial

Oleh: Anggara*)

Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) yang saat ini digunakan di Indonesia dituding warisan kolonial yang tak lagi sejalan dengan perkembangan jaman. Untuk itu, sejak 1960-an, pemerintah berketetapan untuk melakukan perubahan pada KUHP. Dimulai pada 11 Maret 1963, melalui sebuah Seminar Hukum Nasional yang digagas oleh Lembaga Pembinaan Hukum Nasional, telah ditetapkan misi dari pembaharuan hukum pidana nasional yaitu membimbing masyarakat Indonesia ke arah masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan atas Pancasila dan Manipol/USDEK, sehingga penyelesaian revolusi Indonesia dapat terjamin. Sejak 1963 tersebut, RKUHP telah berubah lebih dari 14 kali sampai dengan diserahkannya RKUHP dari pemerintah kepada DPR pada Maret 2013 yang lalu.

Dalam penjelasan RKUHP yang diserahkan oleh pemerintah kepada DPR dinyatakan bahwa penyusunan RKUHP tidak lagi membawa misi tunggal yaitu misi dekolonisasi hukum pidana akan tetapi juga mengandung tiga misi penting lainnya yaitu demokratisasi hukum pidana, konsolidasi hukum pidana, dan adaptasi serta harmonisasi terhadap berbagai perkembangan baru di bidang hukum pidana. Keempat misi inilah yang diklaim oleh pemerintah akan membawa nuansa baru dalam hukum pidana yang bertujuan untuk menciptakan dan menegakkan konsistensi, keadilan, kebenaran, ketertiban, dan kepastian hukum dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan nasional, kepentingan masyarakat dan kepentingan individu  dalam Negara Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Berdasarkan keempat misi penting tersebut kemudian KUHP dituding tidak lagi mebawa semangat jaman dan KUHP juga dituding telah dipengaruhi secara kuat oleh aliran klasik. Aliran klasik berarti melihat kejahatan semata – mata berdasarkan perbuatan dan tidak memperhatikan situasi dan kondisi yang melingkupi pelaku. Salah satu ciri khasnya adalah tidak memberikan ruang gerak yang bebas bagi hakim untuk menjatuhkan putusan pidana terhadap terdakwa. Aliran klasik dianggap tidak adil karena sebuah peristiwa pidana tidak boleh melihat pada perbuatannya namun juga harus melihat juga faktor diri yang melingkupi diri pelaku. Kritik dari ajaran klasik ini kemudian dinamakan ajaran neo klasik  yang mengembangkan doktrin “let the punishment fits the criminal”

Namun benarkah tudingan – tudingan tersebut? Kita perlu melihatnya lebih jauh dengan membuka kembali KUHP (yang katanya) warisan kolonial tersebut. Satu hal yang pasti, bahwa KUHP yang berlaku saat ini adalah warisan dari Pemerintah Belanda. Namun klaim dekolonisasi dan demokratisasi hukum pidana penting untuk dicermati dengan baik, karena kalimat atau klaim warisan kolonial memiliki dua sifat yaitu peraturan tersebut dibentuk oleh pemerintah jajahan dan peraturan tersebut memiliki sifat menjajah yang kejam.

KUHP yang diberlakukan di Hindia Belanda agak berbeda dengan KUHP yang berlaku di negeri Belanda karena sifat dan corak dari politik penjajahan yang terjadi pada saat itu, namun sebagian besar karakteristik dari “code penal” Belanda juga diwarisi oleh KUHP. Menurut Peter J.P. Tak, Code Penal Belanda, dalam banyak hal, tidak mewarisi semangat ajaran klasik namun membawa semangat ajaran neo klasik. Code Penal Belanda pada dasarnya memiliki karakteristik yang simpel, praktis, memiliki kepercayaan tinggi kepada Hakim dan  Pengadilan,  ketaatan terhadap prinsip – prinsip egalitarianisme, ketiadaan pengaruh agama tertentu, dan pengakuan akan adanya “kesadaran hukum” yang otonom. Code Penal Belanda malah menyerahkan perkembangan doktrin hukum pidana kepada Pengadilan dan tentunya pendapat dari Mahkamah Agung. Karakteristik Code Penal Belanda ini juga diwarisi dalam KUHP yang diterapkan oleh Hinda Belanda plus ideologi kolonial karena watak dan corak penjajahan pada saat itu.

Namun dengan dikeluarkannya beleid pemerintah melalui UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, maka pada dasarnya watak dan corak kolonial dari KUHP tersebut telah dihilangkan, yang tersisa adalah peraturan hukum pidana warisan pemerintah Belanda yang tak lagi mengandung sifat dan corak kolonial yang sudah sah menjadi bagian dari produk hukum nasional yang mewarisi karakteristik Code Penal Belanda tersebut. Dekolonisasi KUHP pada dasarnya telah terjadi dengan diundangkannya UU No 1 Tahun 1946 tersebut. Pasal 8 Peraturan Hukum Pidana telah menghapus corak dan watak kolonial dari KUHP dan pada Pasal 9 sampai dengan Pasal 16 peraturan yang sama telah menambahkan ciri Indonesia sebagai negara merdeka.

Selepas kemerdekaan Indonesia, tercatat perubahan terhadap KUHP telah diadakan beberapa kali, dimana perubahan-perubahan tersebut dilakukan melalui proses legislasi ataupun perubahan yang dilakukan melalui putusan Mahkamah Konstitusi. Perubahan – perubahan tersebut justru semakin menandai dan menegaskan bahwa KUHP yang saat ini digunakan telah menyelesaikan dua misi penting yang konon diemban oleh R KUHP yaitu misi dekolonisasi hukum pidana dan misi demokratisasi hukum pidana.

Sayangnya, meski misi dekolonisasi dan demokratisasi hukum pidana dapat dianggap telah selesai, namun pemerintah dan DPR malah dengan sengaja mengabaikan pentingnya memiliki terjemahan resmi KUHP yang sebagian besar isinya masih menggunakan bahasa Belanda. KUHP yang beredar saat ini di seluruh sekolah – sekolah hukum, kantor – kantor polisi, kantor – kantor Jaksa Penuntut Umum, dan pengadilan adalah terjemahan tidak resmi dari KUHP yang berbahasa Belanda tersebut. Dibandingkan dengan Republik Demokrasi Timor Leste yang baru saja merdeka, Indonesia telah tertinggal jauh, karena bahkah sebelum merdeka secara resmi pemerintah transisi PBB untuk Timor Leste sudah menetapkan terjemahan resmi KUHP yang berasal dari terjemahan tidak resmi KUHP Indonesia.

Warisan kolonial dan semangat ajaran klasik justru sangat tampak pada hukum pidana yang dibuat oleh pemerintah Indonesia dan DPR dalam berbagai peraturan pidana di luar KUHP. Salah satu diantaranya adalah soal pencabutan hak dan kewenangan tertentu dan ketidak percayaan yang tinggi terhadap Hakim dan Pengadilan.

Dalam konteks pencabutan hak, berbeda dengan peraturan hukum pidana yang dibuat selepas Indonesia merdeka, KUHP justru lebih melek HAM. Pencabutan hak didasarkan jenis pidana tertentu dan hanya berlaku sementara waktu. Pencabutan hak juga hanya boleh ditetapkan oleh Pengadilan. Pencabutan hak yang diatur dalam peraturan perundang – undangan Indonesia justru mewarisi semangat kolonial, hal ini nampak dimana pencabutan hak tidak diletakkan pada jenis pidananya namun diletakkan pada ancaman pidana yang dapat dijatuhkan, dan hal ini justru membawa kematian sipil selama – lamannya bagi para narapidana karena tak lagi dapat seumur hidupnya memasuki jabatan – jabatan pemerintahan. Selain itu pencabutan hak tidak dijatuhkan oleh Pengadilan namun ditetapkan secara otomatis dalam berbagai peraturan perundang – undangan.

Pemerintah dan DPR juga memiliki ketidak percayaan tinggi terhadap Hakim dan Pengadilan. Dalam banyak peraturan perundang – undangan di luar KUHP yang justru memperkenalkan adanya ancaman pidana minimum. Ancaman pidana minimum telah membatasi kebebasan kekuasaan kehakiman dalam melakukan penilaian tidak hanya terhadap perbuatan terdakwa namun juga situasi yang melingkupi diri terdakwa tersebut.

Melihat fakta – fakta diatas, misi dekolonisasi dan demokratisasi hukum pidana hanyalah mitos yang dihembuskan oleh pemerintah melalui tim penyusun RKUHP. Mitos yang apabila dipercaya justru akan membawa Indonesia kembali ke jaman kolonial

*) Ketua Badan Pengurus Institute for Criminal Justice Reform dan Pengelola http://jakartabytrain.com




Blog Stats

  • 2,098,709 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers