Bergabung dengan Grup Facebook: GASAKNAS di sini

Seiring dengan niatan Pemerintah bahwa Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas, berpayung semboyan Kabinet Indonesia Bersatu II yaitu (1) Perubahan dan Keberlanjutan, (2) Penguraian Hambatan, Percepatan dan Peningkatan, (3) Bersatu, Bersama Kita Bisa, maka Petisi45 Front Daulat Rakyat Merdeka, 12 Oktober 2009, adalah berkepentingan memperkenalkan perangkat Pembudayaan BIJAK (Bina Jiwa Anti Korupsi) berbasis PATRIOTISME guna pemberdayaan daya tangkal niatan Suap dan Korupsi di tataran Preventif melalui berbagai program pengarahan, pembekalan, penyuluhan, pendidikan dan pelatihan, dengan titik tolak peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2009, bertempat di gedung DPR RI, jam 12-13 wib bersama Legislator FPKB, Lili Wahid (d/h eks Bendahara KAPPI 1966) berikut materi sebagai berikut :
Petisi45 : Sumpah Pemuda GASAKNAS 2009
Dalam rangka turut serta membangun Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (IPKI) agar supaya berada pada peringkat papan atas skala dunia, maka berdasarkan amanat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 tentang Kedaulatan Rakyat dan Semangat Bela Negara Pasal-30 Undang Undang Dasar 1945 [Lembaran Negara Republik Indonesia No. 75, 1959, yang belum pernah dinyatakan tidak berlaku] serta Strategi 7 Ketahanan Bangsa, kami dibawah ini, yang peduli wawasan Indonesia Mulia dan Bermartabat melalui Gerakan Anti Suap Anti Korupsi Nasional (GASAKNAS), bersama ini, mengajak segenap komponen anak bangsa, sosialisasikan :
Pembudayaan BIJAK (Bina Jiwa Anti Korupsi)
yakni yang mencakupi antara lain
(1) 9 Pusaka Bangsa Indonesia,
(2) 123 Tatanilai Kearifan Lokal,
(3) Kebangkitan Jiwa Benteng Pancasila,
(4) Pekik MERDEKA (MERaih DEmokrasi Kerakyatan yang Amanah),
(5) Sikap BUNG (Berjoang Untuk NeGara),
(6) Tekad PETA (PEjoang Tanpa Akhir),
(7) Semangat Perang Rakyat Semesta,
(8) 7 Resolusi Sumpah Pemuda 2008,
(9) Seruan Gasak Koruptor, Gasak Khi Munjiat (Khianat, Munafik, Jiwa Jahat), demi terciptanya peta jalan penguatan daya tangkal nuraniah niatan Suap dan Korupsi atau anti moral hazard, sekaligus penguatan pro sistim Pemerintahan Bersih di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jakarta, 12 Oktober 2009
FRONT DAULAT RAKYAT MERDEKA,
(1).Pandji R Hadinoto, GASAKNAS 2005, BarPETA, GAPI, (2).Hadori Yunus, KelBes Marhaenis, (3).Johanes Judiono, (4).Igbal Daut, GASAKNAS 2005, (5).Sri Rosalinda, GAPI, LST, (6).Romo Doesjanto, GAPI, (7).Awaluddin Ardiwijaya, Koran Integritas, (8).Jhon Huda, GAPI, (9).Bilung, GAPI, (10).Johanes Sandjaja Darmawan, HPPEL, (11).Juliaman Saragih, KelBes Marhaenis, (12).Mahyudin Nawawi, GIM, (13).Suwandi Mislah, GJL, (14).Irwan Lubis, LKBH45, MasBETA, (15).M.Zulfi Azwan, KMS, (16).Ery Monarfa, GAPI, (17).Ignatius Tricahyo, MBP, (18).Permadi, (19).Pribadio, (20).Sumardi Asmara, FRPI, (21).Verry Lioe N.L, Koran Integritas (22).Rafeldi, Garda PETA, (23).M Irenes F Kotambonan, GAPI, IPSBI, (24).Uyung, KPPP, (25).Sapto W Samudro, MBP (26).DP Yoedha, BENDERA, (27).Gus Nuril, (28).H. Arnauly Aminullah, BIP45, (29).Gigih Guntoro, FKPI, (30).Tita Wandana, GAPI, (31).Alson, ATN973, Info Publik (32).Lili Wahid, (33).Empu Pitrang Susilo, CedSos, (34).Muslim Arbi, GERRAM (35).Ucok Syafti Hidayat, BENDERA, (36).Decy Widhiyanti, IPSBI, (37).Siti Nurul, IPSBI, (38).Aina Sumantri, IPSBI, (39).Bertania Kristiono, GAPI, (40).Muldawar Bonar Harahap, PPM, BarPETA (41).Ading Sutisna, LKPPI, (42).Sulistio Pambudi Utomo, FRJ, (43).H Jailani, GASAKNAS 2005, (44).Surya Hadjar, FBN, (45).Titi Laksanawati, GASAKNAS 2005.
Sekretariat : HP 0817 983 4545
Blok UA22, Plaza Pondok Indah I, Jakarta Selatan 12310, eMail : gasaknas@yahoo.com
[Publikasi : Pandji R Hadinoto, Koordinator Nasional Petisi45]

«سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ»
“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang suht” (QS al Maidah:42).
Percuma masyarakat Indonesia membentuk PKPI, karen a pemerintah Indonesia Semarang ini yang berkuasa Sudan budek, but a, tidak peduli lag dengan isi tulisan-tulisan yang sifatnya critical, tidal puny kepekaan, tidal puny hati nurani, boro-boor memberantas korupsi, itu tidak mungkin karen a menu rut pendant say a bah apapun yang mereka lakukan tidal Akan dikenakan sanksi alias kebab hokum utamanya wail president kit yang tidal dip roses kesalahan yg perch diperbuat, Dan Malay kesalhan itu diulang-ulangi lag, apalagi didukung oleo sikap Dan tingkah lake president kit yg tidal menyadari penghamburan uang rakyat yg tidal disadari,hanya mampu menage pencitraan…… (maaf say a Ada data tenting kasus yg terdapat nam a budiono dimana kasus itu merupakan salah satu kebijakan penghancuran perekonomian negara yg systemic Yang terulang kembali pad a kasus century yang dianggap ancaman systemic sebagai ancaman, pad a hall tidal mungkin systemic, karen a korupsi tidal missal seperti tahun 1997′)
korupsi kian menjadi jadi
Ganyang dan gantung pelaku korupsi. Sayangnya masyarakat kita sdh khatam melakukan korupsi dri kecil hingga besar. dri yang pengangguran sampai CEO, dari masyarakat kelas bawah sampai pejabat kelas atas. dri pesuruh sapai perusuh……………………………………
Negara ini makmur akan jamur koruptor yang bermuka kotor biar sohor
negara ini kaya akan koruptor…….. inilah negara ladang koruptor……..
Departemen mana yang tidak melakukan korupsi di negri ini ????????
Yaa Rob….. laknat dan azablah masusia zholim negri ini menjadi kodok. Pemerintah yang rakus akan harta dan penindas rakyat.
Yaa Rob….. Jangan jadikan anak – cucuku aparat hukum di negri ini kelak dia besar, jangan KAU jodohkan anak – cucuku dengan aparat hukum negri ini. Akan aku haramkan rezeki mereka dari hasil-2 provesi tersebut