Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



24
Jul
09

Jeirry : Jangan-jangan GolPut 49 juta Fiktif

Politik
24/07/2009 – 09:21
Jeirry: Jangan-jangan Golput 49 juta Fiktif
Mevi Linawati
Jeirry Sumampaow
(inilah.com/ Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Angka golput Pilpres 27%, turun dibandingkan dengan Pemilu 29%. Angka 49 juta jiwa golput dinilai sebagai angka fiktif yang dikeluarkan KPU dalam hubungannya dengan jumlah DPT.

“Jangan-jangan angka 49 juta angka golput itu sama dengan orang-orang waktu pileg. Yaitu pemilih fiktif yang artinya orang tersebut ada namanya, tapi tidak ada orangnya dan DPT ganda. Dan mereka memang tidak menggunakan hak pilihnya” tutur Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampaow kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (24/7).

Menurunnya angka golput ini dikhawatirkan memiliki keterkaitan antara partisipasi pemilih dengan DPT. Apalagi dalam 2 hari menjelang pemungutan suara, ada perubahan DPT. Jeirry pun menduga ada manipulasi DPT.

“Sebetulnya saya agak kaget golputnya hanya 27 persen. Saya kira itu 30 persen. Saya belum mendapat alasan yang memadai kenapa golput lebih rendah di Pilpres daripada Pileg,” katanya.

Padahal, jarak antara calon presiden dengan pemilih itu sangat jauh. Selain itu, secara faktual masa kampanye tidak terasa sampai ke kabupaten kota. Berbeda dengan pileg yang memang dalam setiap kabupaten kota itu ada calonnya. Sehingga Dari sisi mobilisasi, pemilih pileg lebih masif.

“Makanya saya heran mengapa angka golputnya kecil,” sebut mantan Koordinator JPPR ini.

Penggunaan KTP pun, kata Jeirry belum menambah hasil pilpresyang signifikan. Atau belum menjadi alasan kuat golput turun.

“Artinya tingkat partisipasi masyarakat yang lebih baik. Dan bukan keberhasilan KPU. Karena kegiatan sosialisasi dan menginformasikan DPT kepada masyarakat tidak dilakukan oleh KPU,” tandas Jeirry. [mvi/jib]

24
Jul
09

5 Tahun SBY Akan Dibayangi GolPut

Politik
24/07/2009 – 08:03
5 Tahun SBY Akan Dibayangi Golput
Vina Nurul Iklima
Boni Hargens
(inilah.com/Ferdian)

INILAH.COM, Jakarta – Dalam hasil rekapitulasi manual KPU, pemenang kedua setelah pasangan SBY-Boediono adalah golput, yaki sekitar 27%. SBY harus hati-hati, sebab selama kepemerintahan 5 tahun nanti, ia akan dibayang-bayangi golputers.

“Dengan posisi golput nomor dua, itu artinya SBY harus hati-hati dalam memerintah. Karena ia dibayang-bayangi oleh para golputers itu,” kata pengamat politik UI Boni Hargens kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (24/7).

Boni mengatakan meski SBY belum resmi menjadi presiden terpilih, tingginya angka golput itu menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pilpres sangat rendah. Golput adalah pilihan bagi mereka yang mempertahankan ideologis terhadap proses pelaksanaan pemilu.

“Jadi ketika nanti ia mengeluarkan kebijakan-kebijakan, harus hati-hati, karena ini bisa menimbulkan konflik populis. Kebijakan harus pro rakyat, jangan pro asing,” paparnya.

Untuk meredam konflik itu, lanjut Boni, adalah kontrol pemerintah SBY-Boediono nanti. SBY jangan sampai membuat kebijakan-kebijakan yang kontroversial.

“Yanng pasti kontrol gerak pemerintah, swadaya masyarkat, dan sosial budaya. Cuma kembali pada presiden. Parlemen harus kuat, tapi juga keberadaan oposisi sekecil apapun harus hati-hati, karena mereka juga bisa punya kontrol kuat di parlemen,” tandasnya. [ikl/jib]

24
Jul
09

Ngaku Dipelintir, SBY Nggak Jantan

Politik
24/07/2009 – 06:46
‘Ngaku Dipelintir, SBY Nggak Jantan’
Djibril Muhammad
Ibnu Hamad

INILAH.COM, Jakarta – Media dituding SBY telah memelintir pidatonya enam jam pasca ledakan di dua hotel mewah Jumat pekan lalu. Apa yang dilakukan capres incumbent itu dianggap tidak jantan, karena tidak mengakui apa yang disampaikan sebelumnya.

“SBY secara tidak langsung menyadari (kalau dirinya) salah ngomong,” sebut pengamat komunikasi UI Ibnu Hamad kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (24/7).

Dituturkan dia, jika pidato SBY dipelintir, maka yang ditampilkan di media berbeda dengan yang disampaikan sebelumnya. Sedangkan pidato tersebut dimuat oleh berbagai media cetak dan elektronik, bahkan secara langsung.

Selain itu dalam pidato SBY, tutur Hamad tidak hanya membicarakan bom, tapi juga pilpres. Bahkan beberapa bagian nadanya jelas-jelas menyerang para kontestan pilpres lain, yakni Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto.

“Jadi kalau diputar ulang gampang, kelihatan sekali. Saya kira tidak dipelintir. Kalau sekarang mengaku dipelintir, bagian mana yang dipelintir,” tanya salah satu profesor termuda di UI ini.

Apalagi, Menurut Hamad, pernyataan SBY itu ditanggapi Mega-Prabowo dan JK-Wiranto. Sehingga benar jika pidato SBY tersebut tidak hanya bicara bom tapi juga pilpres.

Hamad justru menduga ada masalah dalam diri SBY dan beberapa orang disekitarnya. Sehingga disampaikan ke publik merasa dipelintir. Apa yang disampaikan SBY, lanjutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan menambah masalah baru.

“Pernyataan SBY di Isra Mi’raj itu sudah bagus. Tapi tiba-tiba flash back,” ujar Hamad menyesalkan. [jib]

24
Jul
09

Mega-Prabowo : SBY Menang Tapi Curang

Politik
24/07/2009 – 07:11
Mega-Prabowo: SBY Menang Tapi Curang
Abdullah Mubarok
(inilah.com/ Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Rekapitulasi perhitungan nasional KPU telah ditutup dengan kemenangan SBY-Boediono yang mencapai 60,80%. Bagi kubu Mega-Prabowo, kemenangan pasangan nomor urut dua tersebut tidak didapat dengan cara yang benar.

“Namun, bisa diingat SBY menang dengan proses curang,” kata anggota timkamnas Mega-Prabowo bidang hukum, Arteria Dahlan kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (24/7).

Dijelaskan Arteria, pihaknya mencermati dan mengkritisi proses pemilu secara keseluruhan, yang sarat dengan pelanggaran. Dari awal sudah diajukan keberatan terkait daftar pemilih tetap (DPT).

DPT, lanjutnya, merupakan sumber data primer. Namun data primer tersebut sudah direkayasa. Manipulasi seperti ini tidak begitu signifikan di kota-kota besar, tetapi di daerah bisa jadi fiktif alias dikondisikan.

Karena itu, tutur Arteria dipastikan tim Mega Pro akan menempuh jalur hukum alias mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Untuk masalah teknis pelaporan akan dibicarakan dengan capres Megawati Soekarnoputri terlebih dahulu.

“Apa yang saya ungkapkan ini bukan sekadar kata-kata. Kita mempunyai data dari laporan-laporan di berbagai daerah,” cetusnya.

Mengenai akan menandatangani hasil pilpres, Arteri mengaku dari awal saksi Mega-Prabowo tidak menghadiri rapat pleno rekapitulasi di Gedung KPU. Hari terakhir rekapitulasi saja, saksi-saksi Mega Pro walk out.

Selain itu, kata Arteria, capres Megawati pasti mengucapkan selamat kepada pemenang pilpres 2009. Tim Mega Pro tidak heran pasangan SBY-Boediono itu menang. Namun, yang perlu dicatat kemenangan itu melalui proses yang curang.

“Kita adalah petarung, siap kalah dan menang. Kita mempertahankan hak konstitusional. Semua kita lakukan. Ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi, ada gugatan perdata ke pengadilan negeri. Tetapi, ada satu titik jika kita kalah, maka dengan lapang dada kita akan memberikan selamat,” pungkasnya. [bar/jib]

24
Jul
09

KPU = Quick Count, JK Win Tak Teken PilPres

Politik
24/07/2009 – 08:35
KPU=Quick Count, JK Win Tak Teken Pilpres
Fitriya Usman
Yuddy Chrisnandi
(inilah.com/ Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – KPU telah merampungkan perhitungan suara nasional pilpres. Namun, tim JK-Wiranto menyatakan untuk tidak menandatangani hasil tersebut sebelum mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Hasil rekapitulasi itu, kami dari tim Jk Win tetap akan mengajukan ke MK kecurangan-kecurangan selama berlangsungnya pilpres. Untuk itu kami tidak akan menandatangani hasil pilpres KPU,” kata juru bicara JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandi kepada INILAH.COM, Jakarta, Jumat (24/7).

Menurut Yuddy, hasil dari perhitungan KPU diduga telah disesuaikan dengan hasil quick count. “Ya, sejak awal kami sudah menduga hasil KPU seolah-olah disesuaikan oleh quick count. Dan sejak awal kami juga tidak percaya dengan kerja KPU yang tidak netral dan transparan,” katanya.

Dia juga mengatakan, tim JK-Wiranto akan mengajukan kecurangan-kecurangan yang terjadi selama pilpres ke MK dalam minggu-minggu ini. “Ya, penetapan secara formal kan hari sabtu. Ya, hari sabtu itu akan diajukan ke MK,” ujarnya.

Mengenai ucapan selama ke SBY-Boediono, Yuddy menyatakan tim JK-Wiranto pasti akan memberikan selamat. “Oh ya nanti, kalau sudah selesai ke MK. Kalau memberikan selamat sekarang, berarti memberikan selamat dari kecurangan dong,” cetusnya.

Sementara itu, hasil rekapitulasi penghitungan suara nasional pilpres KPU. SBY unggul dengan perolehan suara 60,80%, disusul Mega-Prabowo 26,79%, kemudian JK 12,41%.

Perolehan suara sesuai nomor urut, Mega-Prabowo tercatat meraih 32.548.105 suara atau 26,79%, SBY-Boediono 73.874.562 atau 60,80%, JK-Wiranto 15.081.814 atau 12,41%.

Rekapitulasi mencakup 33 provinsi dan luar negeri. Total DPT 176.411.434. Suara sah 121.504.481. Suara tidak sah 6.479.174. Pemilih yang menggunakan KTP 382.393, namun tidak terjadi di Maluku, Papua, Papua Barat, dan luar negeri. Dari TPS lain yang menggunakan formulir A7 ada 367.023. [fit/jib]

24
Jul
09

DPT Ilegal, Pemenang PilPres Tidak Syah

Politik
24/07/2009 – 09:02
DPT Ilegal, Pemenang Pilpres Tidak Sah
Mevi Linawati
Jeirry Sumampaw
(inilah.com /Raya Abdullah)

INILAH.COM, Jakarta – Berubahnya jumlah DPT yang dilakukan KPU 2 hari sebelum penyontrengan dianggap ilegal. Karena itu, maka hasil pilpres juga ilegal alias tidak sah.

“Saya menduga, ada manipulasi yaitu DPT yang ditetapkan pada tanggal 6 Juli 2009 yang dipakai adalah ilegal, karena merupakan hasil dari Pileg. Berarti secara substansial juga tidak sah. Hasilnya juga tidak sah,” tutur Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jeirry Sumampaw kepada INILAH.COM di Jakarta, Jumat (24/7).

KPU, kata Jeirry merupakan lembaga yang suka bermain-main dengan DPT. Padahal biaya yang dikeluarkan sudah besar. Sehingga hasil pemilu juga tidak memiliki legitimasi.

“Karena prosesnya juga ilegal akibat kesalahan KPU, maka hasilnya juga tidak sah. Karena, banyak juga anggota KPU daerah dan masyarakat yang mengaku tidak mengetahui adanya perubahan DPT,” jelas mantan Koordinator JPPR ini.

Jeirry mengatakan, dua pasangan calon Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto yang perolehannya kalah dibandingkan dengan SBY-Boediono harus menerima kekalahan dengan legowo. Namun pengakuan itu jika proses pemilu dilakukan secara sah. Hal itu untuk menumbuhkan kedewasaan berdemokrasi.

“Kalau kemenangan melalui proses yang sah, 2 pasang calon lain harus menerima dan membuktikan kalau proses ada yang keliru. Saya mendorong, yang kalah harus bisa legowo,” imbuh Jeirry. [mvi/jib]

24
Jul
09

Misteri Angka 9 di Sekitar SBY

Citizen Journalism
24/07/2009 – 06:02
INILAH.COM
Misteri Angka 9 di Sekitar SBY

Presiden kita, SBY, lahir pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1949. Mungkin karena itulah ia memuja angka 9. Konon atas kekuasaannya, pemilu legislatif yang semula dijadwalkan pada 5 April 09 kemudian pun diundur menjadi 9 April 09.

Namanya pun masuk dalam daftar tokoh berpengaruh dunia versi Majalah Time dengan nomor urut 9. Rilis LSI yang menyebutkan elektabilitas SBY mencapai 70% didapat dari 2999 responden. Tim Sukses SBY mendata ada 9 kecurangan pilpres. Anehnya, kecurangan pemilu, menurut Ray Rangkuti dkk, pun berjumlah 9.

Ada keunikan lain, yaitu korban kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur, berjumlah 101 jiwa, yaitu dua penduduk setempat dan 99 penumpang pesawat. Terakhir, teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton meledak 9 hari pasca pilpres. Korban tewasnya pun 9 orang.

Ini bukan data intelijen, bukan rumor, bukan gosip, bukan pula sihir yang pernah dikeluhkan SBY. Bila ada tambahan data, kirim saja ke hotline SBY di nomor 999.

rianto nugroho

ryanthonugroho@yahoo.com

24
Jul
09

Dialog Jumat : Menelisik Hukum Bunga Bank

REPUBLIKA, Jumat, 24 Juli 2009 pukul 01:04:00

Hukum Bunga Bank

FATWA

Apa yang diperoleh tanpa melalui usaha sebagai tambahan atas pokok hartanya, disebut riba, dan dalam Islam hukumnya haram.

Pemberitaan hampir seluruh media massa di Tanah Air, diwarnai perdebatan seputar rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa keharaman bunga bank dan instrumen investasi lainnya. Hal ini berlangsung sekitar tahun 2003 silam.

Muncul pro dan kontra seusai keputusan Ijtima Komisi Fatwa MUI se-Indonesia itu. Bagi yang mendukung fatwa tersebut, mereka menganggap sudah saatnya sistem perekonomian di Indonesia lebih menekankan pada aspek ekonomi syariah, termasuk dalam bidang perbankan.

Ada beberapa hal yang dijadikan argumen oleh yang berkeberatan pada fatwa ini. Antara lain bank konvensional dinilai sudah lebih establish (mapan) dibanding bank syariah, kekhawatiran terjadi rush (penarikan dana nasabah secara besar-besaran), dan banyak lagi.

Namun, di tengah badai kritik tadi, Komisi Fatwa MUI tetap berpegang pada keputusan awal, dan tanggal 24 Januari 2004, keluarlah Keputusan Fatwa MUI Nomor 1 Tahun 2004 tentang Bunga (Intersat/Fa’idah).

Dalam salah satu butir pertimbangannya, MUI menyatakan bahwa di kalangan umat Islam Indonesia, masih mempertanyakan status hukum bunga bank, yang dikenakan pada transaksi pinjaman (al-qardh), atau utang piutang (al-dayn), baik yang dilakukan lembaga keuangan dan individu.

“Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tanggal 16 Desember 2003 telah menfatwakan status hukum bunga, maka itu MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang bunga agar menjadi pedoman,” papar Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Ma’ruf Amin, saat itu.

Dasar pertimbangannya sudah jelas, yakni firman Allah SWT dalam surat Ali Imran [3] ayat 130, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila“.

Selain itu juga hadis-hadis Rasulullah, di antaranya dari Abdullah ra, ia berkata, “Rasulullah SAW melaknat orang yang memakan orang yang memakan (mengambil) dan memberikan riba.”

Pendapat para ulama ahli fikih juga kian menegaskan bahwa bunga yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (utang piutang, al-qardh wa al-iqtiradh), telah memenuhi kriteria riba yang di haramkan Allah SWT.

Nah riba di sini, seperti pendapat sebagian ulama, ternyata tak hanya terbatas dari bunga simpanan di bank. Melainkan juga riba yang diperoleh dari transaksi pinjaman (ziyadah) serta selisih dari pertukaran mata uang (naqad).

Atas dasar itu, maka MUI memandang bahwa praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW. “Ya, ini riba nasi’ah dan termasuk salah satu bentuk riba, sementara riba hukumnya haram,” tegas Kiai Ma’ruf lagi.

MUI lantas menyarankan agar di wilayah yang sudah ada kantor atau jaringan lembaga keuangan syariah dan mudah di jangkau, tidak dibolehkan bertransaksi yang didasarkan pada perhitungan bunga.

Sedangkan untuk wilayah yang memiliki jaringan lembaga keuangan syariah, tetap dibolehkan bertransaksi di lembaga keuangan konvensional ini namun dengan berlandaskan prinsip dharurat/hajat.

Tapi, apakah sebenarnya riba? Dijelaskan oleh Syech Yusuf Qardhawi, cendekiawan Muslim terkemuka asal Mesir, bahwa bunga yang diambil oleh penabung di bank adalah riba yang diharamkan, karena riba adalah semua tambahan yang disyaratkan atas pokok harta.

“Artinya, apa yang diambil seseorang tanpa melalui usaha perdagangan dan tanpa berpayah-payah sebagai tambahan atas pokok hartanya, maka termasuk riba, dan bahkan tidak boleh disedekahkan,” tandasnya.

Sejatinya, keharaman bunga juga telah ditetapkan dalam berbagai forum dan lembaga Islam, baik nasional maupun internasional. Majma’ul Buhuts al-Islamy di Al-Azhar, Mesir, misalnya, sudah memutuskan hal ini pada Mei 1965.

Majma’ al-Fiqh al-Islamy negara-negara OKI yang berlangsung di Jeddah tanggal 22-28 Desember 1985, juga serupa. Keputusan dari Dar Al-Itfa, kerajaan Arab Saudi, bahkan sejak tahun 1979.

Dari dalam negeri, ada Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2000 yang menyatakan bunga tidak sesuai dengan syariah. Pun keputusan Sidang Lajnah Tarjih Muhammadiyah tahun 1968 di Sidoarjo yang menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk mengusahakan terwujudnya konsepsi sistem perekonomian khususnya Lembaga Perbankan yang sesuai dengan kaidah Islam. yus/berbagai sumber

24
Jul
09

Dialog Jumat : Kepiting, Haram atau Halal ?

REPUBLIKA, Jumat, 24 Juli 2009 pukul 01:40:00

Kepiting

HALALAN THAYYIBAN

Para ulama sejak lama telah berbeda pendapat terkait status hukum hewan berkaki banyak tersebut.

Menu seafood yang satu ini memang lezat. Sajian dari kepiting, baik direbus, dengan saos tiram dan sebagainya, amat mengundang selera, dan bahkan saking istimewanya, harga per porsinya kadang cukup mahal.

Kepiting adalah binatang anggota krustasea berkaki 10 dari infraordo Brachyura (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya (abdomen) sama sekali tersembunyi di bawah dada (thorax). Ke dalam kelompok ini termasuk ketam, dan rajungan.

Akan tetapi, di balik kelezatan tadi, sejatinya masih mengemuka pertanyaan di sebagian umat terkait status kehalalan kepiting. Pasalnya ada yang berpendapat, hewan tersebut hidup di dua alam, yakni di darat dan laut/air.

Bicara mengenai konsumsi makanan, Allah SWT telah menetapkan aturan-aturan yang jelas dan harus dipatuhi segenap umat. Allah menghalalkan sesuatu yang baik, serta mengharamkan segala yang kotor dan buruk (QS al a’Raaf [7]: 157)

Dalam kaitan ini, Islam membolehkan umatnya mengonsumsi hewan, tentu yang sesuai dengan aturan hukum Islam. Adapun yang bisa dimanfaatkan sebagai santapan terbagi dua, yakni hewan darat dan hewan air.

Hewan darat adalah hewan yang hanya hidup di darat, sedangkan hewan laut adalah hewan yang hidup di air. Meski begitu, tidak semua hewan darat dapat dimakan, ada ketentuan hukum yang harus diikuti. Hal yang sama berlaku untuk hewan air.

Sementara bagi hewan yang bisa hidup di darat dan laut, seperti kodok, kepiting, dan ular, para ulama berpendapat, hukumnya haram dengan alasan kotor dan membawa bahaya. Syeikh Muhammad Al-Khathib Al-Syarbaini dalam kitabnya Mughni Al-Muhtaj ila Ma’rifah Ma’ani al-Minhaj adalah salah satu yang berpendapat demikian.

Memang, sejak lama telah muncul beda pendapat di kalangan ulama terkait media hidup kepiting ini. Ada yang berpegang bahwa kepiting termasuk hewan darat, ada pendapat pula bahwa merupakan hewan laut, sebagian lagi menyatakan hidupnya di dua alam.

Hanya saja, para ulama zaman dahulu pada umumnya sepakat mengategorikan kepiting sebagai mahluk yang hidup di dua alam, maka itu hukumnya haram dikonsumsi. Ini sebagaimana pendapat Imam ar-Ramli dalam kitabnya Nihayah Al-Muhtaj ila Ma’rifah Al-Fadz Al-Minhaj.

Di antara ulama mazhab juga muncul perbedaan pandangan seputar hewan yang hidup di dua alam, semisal kodok, kura-kura, ular, buaya, anjing laut dan sejenisnya. Pertama, mazhab Al-Hanafiyah dan Asy-Syafi`iyyah yang berpendapat, kepiting tidak boleh dimakan sebab dianggap termasuk katagori khabaits (hewan yang kotor).

Kedua, mazhab Al-Malikiyah berpandangan memakan kodok, serangga, kura-kura dan kepiting hukumnya dibolehkan selama tidak ada nash atau dalil yang secara jelas mengharamkannya. Sedangkan mengategorikan hewan-hewan itu sebagai khabaits (kotor) tidak bisa dengan standar masing-masing individu, karena amat subjektif.

Dan ketiga, mazhab Al-Hanabilah menyatakan semua hewan laut yang bisa hidup di darat tidak halal dimakan kecuali dengan jalan menyembelihnya terlebih dahulu, contohnya yakni burung air, kura-kura dan anjing laut.

Kecuali bila hewan itu tidak punya darah seperti kepiting, maka tidak perlu menyembelih. Kepiting sendiri boleh dimakan karena sebagai binatang laut yang bisa hidup di darat, kepiting tidak punya darah, sehingga tidak butuh disembelih.

Berabad-abad lamanya, sebagian umat memegang teguh pendapat ini. Akan tetapi, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul penemuan-penemuan yang pada akhirnya membawa kesimpulan baru terhadap hal ini.

Sejumlah peneliti menyatakan, kepiting bukanlah termasuk binatang yang hidup di dua alam, di darat dan di air. Kepiting merupakan hewan laut, atau sungai, sehingga media hidupnya adalah di air.

Adapun kepiting yang ada di darat, dapat bertahan hidup karena adanya kantung air di dalam tempurungnya. Maka itu, kepiting pun tidak bisa berlama-lama di darat, sebab jika persediaan airnya habis, ia bisa mati.

Berdasarkan kajian ilmiah tersebut, maka landasan hukum (illat) dari ulama masa silam menjadi kurang relevan lagi. Dan sesuai kaidah, jika illat-nya berubah, dapat berubah pula hukumnya.

Sehingga, hukum mengonsumsi kepiting pun tidak lagi haram melainkan halal. Ini sesuai keputusan Komisi Fatwa MUI pada tanggal 15 Juni 2002 yang menyatakan bahwa kepiting halal untuk dikonsumsi sepanjang tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. yus/berbagai sumber

24
Jul
09

Dialog Jumat : Alquran

REPUBLIKA, Jumat, 24 Juli 2009 pukul 01:42:00

Alquran

ENSIKLOPEDI

Kitab suci bagi umat Islam ini merupakan kalam (perkataan) Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan lafal dan maknanya (QS Asy Syuraa [26]:192-195). Alquran sebagai kitab Allah menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam dan berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia dalam mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Kata Alquran berasal dari kata kerja qara’a yang berarti membaca dan bentuk masdar (kata dasar)-nya adalah Quran yang berarti bacaan. Alquran dengan makna bacaan dinyatakan oleh Allah dalam beberapa ayat, antara lain dalam surah-surah al-Qiyamah ayat 16-18, al Baqarah ayat 185, al Hijr ayat 87, Thahaa ayat 2 dan masih banyak lagi.

Alquran mempunyai beberapa nama, di antaranya adalah Kitab Allah, al-Furqan yang berarti pembeda antara yang benar dan bathil (QS al Furqan [25]:1), az-Zikir yang berarti peringatan (QS al Hijr [15]:9) dan at-Tanzil yang berarti diturunkan (QS Asy-Syuraa [26]:192) dan lainnya.

Para ulama berbeda pendapat tentang hakikat Alquran. Imam al Ghazali dalam kitab al-Mustasfamin ‘Ilm al-Usul (suatu kitab yang membahas masalah usul fikih), menjelaskan bahwa hakikat Alquran adalah kalam yang berdiri pada Zat Allah SWT yang kadim (tidak bermula). Menurut mutakalimin (ahli teologi Islam), hakikat Alquran adalah makna yang berdiri pada Zat Allah SWT. Adapun golongan Muktazilah, hakikat Alquran adalah huruf-huruf dan suara yang diciptakan Allah yang setelah berwujud lalu hilang dan lenyap. Dengan pandangan ini, kaum Muktzilah memandang Alquran sebagai ciptaan Allah SWT.

Alquran memiliki 114 surah (urut-urutannya sebagaimana ditetapkan Rasulullah SAW) yang tidak sama panjang dan pendeknya. Surah yang terpendek terdiri atas tiga ayat, dan yang terpanjang terdiri dari 286 ayat. Semua surah, kecuali surah kesembilan, at-Taubah, dimulai dengan kalimat Bismi Allah ar-Rahman ar-Rahim (dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Setiap surah memiliki nama yang diambil dari kata yang terdapat di permulaan surah (seperti Yasin dan Thaha) atau diambil dari kata yang menjadi tema pembicaraan di dalam surah yang bersangkutan (seperti Ali Imrah, al-Baqarah dan an-Nisaa).

Menurut perhitungan ulama Kufah, seperti Abu Abdurrahman as-Salmi, Alquran terdiri dari 6.236 ayat. Sedangkan menurut as-suyuti, terdiri dari 6 ribu ayat lebih. Al-Alusi dalam kitab tafsirnya Ruh al Ma’ani fi Tafsir Alquran al-Azim wa as-Sab al-Masani (Semangat Makna dalam Tafsir Alquran yang Agung dan al-Fatihah) menyebutkan bahwa jumlah ayat Alquran sekitar 6.616 ayat.

Perbedaan jumlah ayat ini disebabkan oleh adanya perbedaan pandangan di antara mereka tentang kalimat Basmalah pada awal surah dan Fawatih as-suwar (kata-kata pembuka surah), seperti Yasin, Alif Lam Mim dan Ha Mim. Ada yang menggolongkan kata-kata pembuka itu sebagai ayat dan ada pula yang tidak.

Sebagai wahyu (QS an-Nisaa [4]:163), surah-surah dan ayat-ayat Alquran diturunkan oleh Allah SWT secara bertahap kepada Rasulullah SAW selama kurang lebih 23 tahun masa kenabiannya. Hikmah diturunkannya Alquran secara berangsur-angsur ini antara lain, pertama, untuk meneguhkan hati Rasulullah dengan cara mengingatkannya terus menerus, kedua, lebih mudah dimengerti dan diamalkan oleh pengikut-pengikut Rasulullah, ketiga, hukum-hukum Allah yang terkandung di dalamnya mudah diterapkan secara bertahap dan kelima, memudahkan penghafalan.

yus/disarikan dari buku Ensiklopedi Islam terbitan PT Ikhtiar Baru van Hoeve, Jakarta.




Blog Stats

  • 1,999,529 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers