Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



08
Sep
09

Politik : Umat Islam Perlu Perkuat IpTek

KOMPAS/ALIF ICHWAN
Presiden Susilo BambangYudhoyono dan Wakil Presiden M Jusuf Kalla hadir dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana KepresidenanBogor, Jawa Barat, Senin (7/9) malam. Hadir pula dalam acara tersebut Ny Ani Yudhoyono, Menteri Agama M Maftuh Basyuni dan Ny Wiwik Basyuni, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat negara lainnya, serta undangan.

Umat Islam Perlu Perkuat Iptek
Peradaban Islam adalah Peradaban Ilmiah

Selasa, 8 September 2009 | 03:13 WIB

Bogor, Kompas – Peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dipandang perlu menjadi perhatian umat Islam. Melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi itulah fungsi Islam sebagai rahmat bagi alam semesta dilakukan.

Pesan itu pula yang terkandung pada ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengemukakan hal itu dalam peringatan Nuzulul Quran tingkat nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/9).

Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan seluruh umat Islam di dalam Al Quran adalah perintah untuk membaca, meneliti, dan melakukan observasi.

”Yang harus dibaca adalah ayat-ayat yang tertulis di kitab suci maupun fenomena ciptaan Allah yang tersebar di seluruh jagat raya,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Umar Anggara Jenie yang memberikan ceramah pada acara peringatan ini.

Presiden menyebutkan, perintah membaca adalah awal dan inti dari proses pembelajaran. Aktivitas membaca itu mendasari proses pembangunan manusia yang berpengetahuan dan berketuhanan. Membaca atas nama Tuhan, seperti yang disebutkan ayat itu, menekankan pentingnya dicapai kecerdasan intelektual yang sejalan dengan kecerdasan spiritual.

”Sejarah telah membuktikan bahwa peradaban Islam adalah peradaban ilmiah, sarat dengan pemikiran intelektual, inovasi teknologi, serta pengabdian kepada kemanusiaan dan kemasyarakatan,” ujar Presiden.

Sebagai bangsa dengan jumlah pemeluk Islam terbesar di dunia, masyarakat Indonesia juga mewarisi peradaban Barat, Timur, dan Islam. ”Saya berharap kalangan intelektual Muslim dapat mengaplikasikan penguasaan ilmu untuk berkontribusi bagi kemaslahatan umat manusia,” kata Presiden Yudhoyono.

Presiden juga mengingatkan, Al Quran memperkuat eksistensi keberagaman perbedaan tidak perlu dipertentangkan. Sebaliknya, perbedaan justru melahirkan berbagai pandangan untuk mencapai kesempurnaan.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Presiden M Jusuf Kalla, pemimpin lembaga tinggi negara, sejumlah menteri, dan duta besar negara-negara sahabat. Peringatan tahun ini bertema ”Dengan Semangat Nuzul Al Quran, Kita Bangun Kapasitas Sumber Daya Manusia Indonesia dalam Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Nasional”.

Dalam ceramahnya, Jenie menyebutkan, penerapan atas perintah Al Quran untuk ”membaca” itu telah mengantarkan Islam mencapai peradaban tinggi pada abad ke-8-11. Peradaban Islam di Andalusia dan Baghdad itu telah memberikan pencerahan kepada bangsa-bangsa di Eropa sehingga memunculkan kebangkitan kembali peradaban Barat yang dikenal sebagai Renaisans. (DAY)

Umat Hrs Kuasai Iptek

By Republika Newsroom
Senin, 07 September 2009 pukul 22:06:00


Presiden: Umat Islam Harus Kuasai IptekFLICKR.COM

BOGOR–Islam mendorong penguasaan ilmu dan teknologi yang membawa manfaat bagi kehidupan dan lingkungan. Untuk menjadi masyarakat maju maka diperlukan kemndirian, daya saing, peradaban yang unggul dan mulia.

”Dengan iptek, kita dapat membangun kehidupan bangsa yang maju dan sejahtera, masyarakat cerdas, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Bogor, Senin (7/9) malam yang dihadiri Ani Yudhoyono, Wapres M Jusuf Kalla, jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, dan para dubes negara-negara sahabat.

Sebagai umat Islam, menurut Presiden, manusia harus yakin dan percaya untuk hidup maju dan sejahtera. Menurutnya, peradaban Islam adalah peradaban ilmiah yang sarat intelektual, pun pengabdian masyarakat. Presiden menunjuk contoh — di masa keemasan di abad pertengahan — islam menghasilkan berbagai penemuan di bidang astronomi, matematika, kedokteran dan lain-lain.

”Ini semua adalah bagian dari intelektual kaum muslimin,” ujar dalam pidato yang bertema “Dengan semangat Nuzulul Qur’an kita bangun kapasitas SDM dalam penguasaan Iptek dalam meningkatkan daya saing nasional”.

Presiden mengatakan, sebagai bangsa yang berpenduduk Islam terbesar di dunia — dengan memiliki peradaban timur dan barat — seharusnya umat Islam Indonesia tampil di depan. Selayaknya, menurut Presiden, kaum intelektual muslim maju bagi kemaslahatan umat manusia.

”Saya tekankan, pentingnya kembali membangun peradaban Islam yang luhur dengan dilandasi nilai-nilai Al-qur’an dan penguasaan iptek. Saya mengajak komponen bangsa, utamanya intelektual dan ulama untuk terus berkreasi guna menghadapi tantangan dan membangun kehidupan yang maju dan sejahtera,” katanya. wed/kpo

08
Sep
09

Seni Budaya : Batik Jadi Warisan Budaya Dunia

BUDAYA INDONESIA
Batik Jadi Warisan Budaya Dunia

KOMPAS, Selasa, 8 September 2009 | 03:19 WIB

Bogor, Kompas – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia.

Batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia, sehingga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusiaan.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menjelaskan hal itu seusai menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/9).

”Kami melaporkan mengenai diangkatnya batik Indonesia menjadi representasi dari budaya tak benda warisan manusia,” ujar Aburizal.

Sebelumnya UNESCO menyatakan wayang dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

”Yang berikutnya sedang dimasukkan sekarang adalah angklung. Kita terus memperjuangkan satu per satu karya budaya bangsa kita,” ujar Jero Wacik.

Menko Kesra menjelaskan bahwa yang dimaksud budaya tak benda oleh UNESCO terdiri dari budaya lisan, cerita, termasuk bahasa, seni pentas, tari, wayang, adat istiadat kebudayaan masyarakat, kerajinan tradisional, dan semua benda yang terkait dengan lingkungan alam tersebut. Sementara budaya benda terdiri dari monumen, candi, pemandangan alam, dan sebagainya.

”Batik merupakan warisan budaya tak benda dari kemanusiaan. Ini penting. Kata kemanusiaan saya tekankan karena ini bukan hanya menyangkut Indonesia. Batik dianggap sebagai budaya yang asalnya dari Indonesia,” ujar Aburizal.

Turun-temurun

Penetapan kain tradisional batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia antara lain dengan menimbang batik sebagai kerajinan tradisional turun-temurun dari Indonesia yang kaya akan nilai budaya.

Dalam penilaiannya, UNESCO juga meneliti perlindungan yang diberikan Pemerintah Indonesia terhadap batik. ”Dipertanyakan apakah pemerintah melakukan safeguard (perlindungan dalam perdagangan) terhadap batik? Untuk itulah pemerintah membuat buku dan panduan pendidikan tentang batik yang disebarkan di sekolah-sekolah,” kata Aburizal.

UNESCO juga meneliti apakah Indonesia memiliki masyarakat batik, industri batik, konsumen pemakai, budaya, serta sejarah batik di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, UNESCO menyetujui batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia. ”Insya Allah peresmiannya akan dilaksanakan pada tanggal 28 September sampai 2 Oktober di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab,” ujar Aburizal lebih lanjut.

Kenakan batik

Terkait dengan peresmian batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, Presiden Yudhoyono meminta seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 mengenakan batik. Menurut Aburizal, hal itu dimaksudkan Presiden sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap batik.

Pada kesempatan yang sama, Jero Wacik mengatakan, pengakuan UNESCO terhadap batik akan memperkuat tekad untuk terus membudayakan batik di Indonesia. (DAY)

08
Sep
09

Politik : Untung-Rugi Yudhoyono-Boediono

DIK

ANALISIS POLITIK
Untung-Rugi Yudhoyono-Boediono

KOMPAS, Selasa, 8 September 2009 | 03:12 WIB

EEP SAEFULLOH FATAH

Seorang kawan bertanya, ”Jika Anda berkesempatan berjumpa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, harapan terpokok apa yang hendak Anda ajukan?” Tak perlu berpikir panjang, saya sudah punya jawabannya: Yudhoyono yang berbeda!

Harapan ini tak jatuh dari langit. Ia terbangun oleh pelajaran-pelajaran penting pemerintahan Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam lima tahun yang nyaris lewat. Ia juga terbentuk oleh perhitungan mengenai untung dan rugi pasangan Yudhoyono-Boediono.

Untung-rugi

Tak semua hal baik selalu datang bersamaan. Begitulah pula hasil pemilu presiden lalu. Yudhoyono-Boediono beroleh dukungan mayoritas pemilih. Namun, kemenangan telak membawa kabar baik sekaligus buruk.

Pertama, karena Boediono tak berpartai, pemerintahan 2009-2014 akan terhindar dari ”kohabitasi” yang membikin repot pemerintahan Yudhoyono-Kalla. Kohabitasi adalah bergabungnya dua pemimpin dari dua partai berhaluan beda menjadi satu unit kepemimpinan negara dan pemerintahan. Kohabitasi biasa kita temui dalam semipresidensialisme semacam Perancis atau Finlandia manakala presiden (yang dipilih langsung) dan perdana menteri (yang biasanya ditentukan berdasarkan hasil pemilu parlemen) berasal dari dua partai berhaluan lain.

Indonesia bukan semipresidensialisme, tetapi mengidap kohabitasi yang khas manakala Yudhoyono-Kalla bersanding di tampuk pemerintahan. Kohabitasi ini memfasilitasi hubungan cinta dan ketegangan segi empat (Presiden-Wapres-Partai Demokrat-Partai Golkar) dan merumitkan kerja pemerintahan.

Lima tahun ke depan tak ada lagi hambatan kohabitasi. Konsolidasi dan kerja pemerintahan pun berpotensi dipermudah.

Namun, wakil presiden yang tak berpartai juga berpotensi mendatangkan kerugian. Kemarin, selama 2008-2009, di ujung masa pemerintahannya, Yudhoyono tertolong oleh sikap tegas Partai Golkar untuk menyelamatkan pemerintahan sampai akhir. Nanti, 2013-2014, tak ada lagi ”partai kedua”, selain Partai Demokrat, yang akan bersikap serupa. Jadilah masa ini sebagai masa terkrusial sepanjang termin kedua Yudhoyono.

Kedua, mengingat Boediono memainkan peranan penting di bidang ekonomi di bawah tiga presiden (BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Yudhoyono), fokus ke bidang ekonomi akan sangat tegas. Percepatan pemulihan krisis dan perbaikan sektor-sektor ekonomi pun layak diharapkan. Di tengah berlanjutnya ancaman krisis finansial global, Indonesia pun berpotensi melakukan akselerasi kinerja ekonominya secara bermakna.

Meski demikian, berbeda dengan Yudhoyono-Kalla yang berbeda karakter sehingga saling sokong, Yudhoyono-Boediono berkarakter kurang lebih serupa. Keduanya lebih hati-hati ketimbang sigap, tak terbiasa menyiasati birokrasi, cenderung normatif, serta bukan pengambil risiko. Maka, sekalipun terfokus ke bidang ekonomi, keduanya mungkin tak gampang menjadi akselerator mumpuni.

Ketiga, duet Yudhoyono-Boediono berpotensi menghasilkan pemerintahan yang berhati-hati dan cermat. Kehati-hatian ini disokong oleh karakter presiden dan wapres terpilih yang sama-sama cenderung kaku memegang asas-asas kerja birokrasi. Alhasil, pemerintahan yang terlampau hati-hati dan cermat berpotensi menjadi lamban, tak sigap, dan konservatif.

Keempat, Yudhoyono menjalani termin terakhir. Maka secara teoretis ia lebih leluasa, nothing to lose, dan tak lagi didesak kebutuhan pemeliharaan popularitas yang berlebihan. Periode 2009-2014 pun menjadi periode yang leluasa untuk membuktikan bahwa Yudhoyono bukanlah sekadar ”kampiun pengemasan diri”, melainkan seorang pemimpin.

Namun, 2009-2014 juga berpotensi menjadi era yang kurang leluasa bagi Yudhoyono karena menanggung beban membesarkan Partai Demokrat yang akan harus disapihnya.

Pada 2014, atas nama konstitusi, Yudhoyono tak lagi bisa memainkan peranan itu. Maka, sepanjang lima tahun ke depan Yudhoyono akan memanggul beban untuk memelihara dan memperbesar dukungan publik bagi partainya. Ini berpotensi membuatnya terjebak melayani kepentingan partisan: membesarkan partainya sambil mengerdilkan partai-partai lain.

Kelima, Partai Demokrat menguasai kursi terbesar di DPR. Dalam posisi ini, Partai Demokrat berpotensi mengambil peranan sebagai pengendali agenda legislatif. Jelas ini menguntungkan pemerintahan Yudhoyono-Boediono. Namun, dukungan publik yang besar itu berpotensi meningkatkan sensitivitas dan percaya diri Yudhoyono secara berlebihan. Sensitivitas dan kepercayaan diri yang berlebihan berpotensi memproduksi ucapan dan langkah yang di luar proporsi.

Yang berbeda

Rentetan dugaan untung-rugi di atas itulah, antara lain, yang membangunkan harapan saya akan ”Yudhoyono yang berbeda”. Sebagai warga negara, saya justru berharap Yudhoyono bisa membuktikan bahwa ia pandai mengambil manfaat dari setiap keuntungan sekaligus cerdas berkelit dari potensi kerugian-kerugian di atas.

Saya berharap bersua Yudhoyono sebagai sosok yang kuat, tegas, sigap, dan punya ruang kerelaan yang lapang menerima kritik dari siapa pun. Saya berharap Yudhoyono mampu keluar dari jebakan jalin kelindan kepentingan partai dan anasir-anasir yang berjasa mengantarnya ke kursi presiden.

Saya berharap Yudhoyono mengesampingkan kepentingan sempit berjangka pendek untuk melayani kepentingan sebanyak mungkin orang dan mewakafkan dirinya bagi kemaslahatan publik.

Ya, harapan saya memang hanya ”Yudhoyono yang berbeda”. Biarlah sejarah mencatat apakah saya sedang menjadi pengharap yang realistis atau penunggu Godot.

EEP SAEFULLOH FATAH Pengajar Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia

08
Sep
09

Wisata Pantai : Giliran Singapura Jual Pulau Bintan di Australia

Setelah Malaysia, Giliran Singapura “Jual” Pulau Bintan di Australia
Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau sejak awal diproyeksikan sebagai pulau wisata. Pantai-pantainya indah, berarus tenang sepanjang tahun. Resort berkelas banyak berada di sepanjang pantai utara.

Selasa, 8 September 2009 | 15:59 WIB

BRISBANE, KOMPAS.com — Pariwisata Pulau Bintan Provinsi Kepulauan Riau dipasarkan majalah Infinity Holidays sebagai bagian dari daerah tujuan wisata Singapura lewat berbagai biro perjalanan utama Australia.

Kantor Berita Antara di Brisbane, Selasa (8/9), melaporkan bahwa majalah Infinity Holidays 2009: 10 Asia itu menjadi bagian dari sumber informasi wisata andalan biro-biro perjalanan, seperti Flight Center dan Student Flights.

Pulau Bintan—terletak sekitar 40 kilometer dari Singapura—dipasarkan sebagai daerah tujuan tambahan bagi para wisatawan mancanegara yang berlibur di negara kota tersebut.

Pariwisata bahari dan sejarah di pulau terbesar di gugusan pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau itu dimasukkan sebagai satu dari 10 tempat atraktif bagi para wisatawan asing yang mengunjungi Singapura.

Di Bintan, para wisatawan tidak hanya disuguhi keindahan pantai pasir putih eksotis, air laut yang jernih, aneka warna batu karang laut, dan berbagai olahraga bahari, tetapi juga resor istirahat yang menawan.

Operator pariwisata Singapura menjual Bintan sebagai tempat berlibur yang tepat bagi para wisatawan yang mengunjungi berbagai daerah wisata Asia dengan kapal pesiar SuperStar.

Di areal resor wisata Pulau Bintan seluas 23.000 hektar itu setidaknya ada lima resor yang ditawarkan Singapura, yakni Mayang Sari, Nirwana Gardens, Bintan Lagoon, Angsana, dan Banyan Tree dengan tawaran harga menginap per malam 101-325 dollar Australia.

Sepanjang 2008, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI menargetkan 380.000 wisatawan Australia datang ke Indonesia, atau meningkat dibandingkan tahun 2007, yang tercatat berjumlah 314.432 orang.


MBK
Sumber : Antara

08
Sep
09

Jejak Islam : Sungai Nil, Jantung dan Nyawa Mesir

Sungai Nil, Mesir

By Republika Newsroom
Senin, 07 September 2009 pukul 07:10:00

Sungai Nil, Jantung dan Nyawa Mesir

Sungai Nil adalah tempat dihanyutkannya Musa oleh ibunya dari upaya pembunuhan Firaun terhadap setiap bayi laki-laki yang baru lahir.

Menyebut nama Sungai Nil, sebagian besar umat Islam akan teringat dengan kisah Nabi Musa AS. Sebagaimana dikisahkan, sewaktu masih bayi, ibunda Nabi Musa diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghanyutkan bayinya (Musa) dalam sebuah peti ke Sungai Nil.

Kisah ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Alquran surah Thaaha [20]: 39. Yaitu, ”Letakkan ia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu akan membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Firaun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku, dan supaya kamu diasuh dibawah pengawasan-Ku.”

Dalam surah Al-Qashash [28] ayat 7, Allah berfirman: ”Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para Rasul.”

Secara jelas, ayat di atas menunjukkan tentang kisah Nabi Musa yang dihanyutkan oleh ibunya ke Sungai Nil. Karena itulah, kisah Nabi Musa dan Sungai Nil sangat terkenal di dunia Islam. Bahkan, dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, juga dikisahkan tentang dihanyutkannya Nabi Musa AS ke Sungai Nil yang kemudian diasuh oleh Permasuri Firaun.

Sungai Nil terletak di Negara Mesir, Benua Afrika. Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia. Panjangnya mencapai 6.650 kilometer (km) atau sekitar 4.132 mil. Secara keseluruhan Sungai Nil melintasi sembilan negara di Afrika, seperti Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, dan Mesir.

Sungai Nil berasal dari bahasa Yunani, Neilos, yang berarti lembah sungai. Sungai ini identik dengan sejarah Mesir, yakni sejak zaman Mesir kuno. Sungai Nil mempunyai peranan penting dalam peradaban, kehidupan, dan sejarah bangsa Mesir sejak ribuan tahun yang lalu.

Anugerah Nil

Salah satu sumbangan dari Sungai Nil adalah kemampuannya dalam menghasilkan tanah-tanah yang subur, sebagai hasil dari sedimentasi di sepanjang daerah aliran sungainya. Dengan adanya tanah subur ini, penduduk Mesir mengembangkan pertanian dan kehidupan ekonomi, yang sangat bergantung pada anugerah dari Sungai Nil.

Orang Yunani kuno dan penulis Herodotus menamakan negeri ini dengan nama anugerah Nil. Negeri ini sejak dulu dikenal dengan nama negeri Firaun, tempat Musa dilahirkan, dan lain sebagainya. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah penemuan arkeologis berkaitan dengan kisah Musa dan Firaun, serta peninggalan raja-raja di Mesir.

Sungai Nil mengairi wilayah Mesir seluas 20 km persegi. Orang Mesir sebagian besar mengandalkan hidup dari pertanian di lahan subur dari Sungai Nil, setelah dibangunnya bendungan Aswan pada tahun 1970.

Data statistik menyebutkan, sekitar 35 persen penduduk Mesir terdiri atas para petani dan peternak hewan. Mereka melakukan kegiatan ini sejak zaman Firaun. Hasil pertanian di lembah Nil, antara lain tebu, kapas, tomat, bawang, dan kurma. Mesir merupakan pengekspor kurma terbesar nomor dua dan pengekspor kapas nomor lima di dunia.

Pertanian rakyat Mesir makin subur dengan dibangunnya bendungan Aswan. Tanpa adanya bendungan tersebut, sebagian wilayah Mesir akan mengalami banjir akibat meluapnya Sungai Nil.

Banjir yang biasanya terjadi di Mesir, membawa banyak nutrisi dan mineral yang membuat tanah di sekitar Sungai Nil menjadi subur dan ideal menjadi tanah pertanian. Namun di sisi lain, banjirnya Sungai Nil dapat membuat masalah bagi rakyat Mesir, karena lahan pertanian yang siap panen akan menjadi rusak.

Dengan terus berkembangnya penduduk mesir, untuk mengontrol air dan melindungi lahan pertanian dari kerusakan akibat banjir, Pemerintah Mesir membangun bendungan Aswan. Bendungan ini kemudian dimanfaatkan Pemerintah Mesir untuk membuat tenaga listrik, sekaligus menyediakan air irigasi untuk lahan pertanian.

Catatan kuno menyebutkan, sebelum dibangun bendungan Aswan, Sungai Nil mengalir ke tujuh daerah dari timur hingga barat, yakni Pelusiac, Tanitic, Mendesian, Phatnitic, Sebennytic, Bolbitine, dan Canopic.

Namun, sejak dibangunnya bendungan Aswan, Sungai Nil kini mengairi dua cabang utama, yakni The Damietta (berhubungan dengan Phatnitic) di sebelah timur dan Rosetta (berhubungan dengan Bolbitinic) di bagian barat Sungai Nil. Batu Rosetta ditemukan di Delta Nil pada tahun 1799 di kota pelabuhan Rossetta (Rashid). Pada masa Firaun, daerah ini merupakan daerah Mesir Hilir. Daerah ini juga disebut “Tanah Goshen”.

Sejumlah kota modern dan kuno yang berada di sekitar Sungai Nil, antara lain Alexandria, Avaris, Bilbeis, Bubastis, Canopus, Damanhur, Dimyath, Leontopolis, Mendes, Mit Abu al-Kum, Mansoura, Naucratis, Pelusium, Port Said, Rosetta, Sais, Tanis, Tanta, Zagazig, dan tentu saja Kairo.

Selain itu, rakyat Mesir juga dikenal sebagai negerinya para peternak domba. Kegiatan ini sudah berlangsung selama ribuan tahun silam. Bahkan, dalam Alquran disebutkan, ketika Nabi Musa akan menikah dengan putri Nabi Syuaib AS, maskawinnya berupa menggembalakan domba milik Nabi Syuaib. Kisah ini terekam dalam surah al-Qashash [28] : 27.

”Berkatalah dia (Syuaib) : ”Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan 10 tahun, maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberatkanmu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.”

Pariwisata

Tak hanya bidang pertanian dan peternakan, penduduk Mesir juga banyak mengambil manfaat dari Sungai Nil, khususnya sektor transportasi dan pariwisata.

Dengan keindahan yang memanjang hingga melintasi sembilan negara ini, Sungai Nil menjadi anugerah terbesar bagi sektor pariwisata Mesir. Sejumlah wisatawan yang datang ke Mesir, biasanya tak melupakan untuk berkunjung ke Sungai Nil. Dari sini, penduduk Mesir mendirikan sejumlah hotel mewah dan berbintang di sepanjang bantaran Sungai Nil.

Bagi banyak wisatawan, tujuan berkunjung ke Mesir bukan hanya untuk melihat dan menyaksikan keindahan sungai terpanjang di dunia ini. Mereka datang juga untuk menyaksikan sejumlah peradaban bangsa Mesir kuno. Karena itu, bagi para wisatawan, Mesir bagaikan museum terbuka. Penemuan benda-benda bersejarah membuat banyak orang untuk datang menyaksikan peradaban sejarah Mesir kuno.

Sebuah data statistik menyebutkan, setiap tahun sektor pariwisata Kota Mesir, mampu menghasilkan hingga satu miliar dolar AS bagi devisa negara Mesir. Dan, sejumlah produk kerajinan tangan berupa souvenir dijual di Mesir, seperti miniatur piramida dan patung Sphinx.

Negara Mesir banyak menjadi tujuan wisatawan karena banyak terdapat peninggalan yang berkaitan dengan sejarah masa lalu. Di antaranya, piramida, patung Sphinx, museum Tahrir, Luxor (Uksur), Memphis, dan Istana Karnak.

Mengalir dari Hulu ke Hilir

Sungai Nil memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan sungai-sungai lain di dunia. Di samping panjangnya mencapai 6.670 km yang membentang dari selatan ke utara, Sungai Nil juga membentang pada garis 3,30 derajat Lintang Selatan sampai 31 derajat Lintang Utara. Dengan kata lain, sungai ini memotong lebih dari 34,5 derajat garis Lintang.

Inilah yang membedakan Nil dengan sungai-sungai lainnya di dunia, karena kebanyakan sungai di dunia mengalir ke arah timur atau ke barat. Sebaliknya, Sungai Nil merupakan sungai yang mengalir melalui daerah-daerah yang beragam dan dengan iklimnya yang bermacam-macam pula.

Di daerah hulu, Sungai Nil bersumber dan mengalir dari daerah yang beriklim tropis dan berdataran tinggi. Kemudian, melewati beberapa sumbernya yang lain di daerah semitropis. Lalu, melewati daerah lembah pegunungan yang beriklim subtropis.

Dari arah Ethiopia yang beriklim sub-seasonal, salah satu sumbernya mengalir ke negara ini. Sungai Nil juga melewati daerah Sudan yang merupakan daerah yang dipenuhi hujan pada musim panas dan kekeringan musim dingin. Setelah itu, ia menerobos membelah daerah padang pasir yang ganas dan bermuara di daerah Mesir, yang beriklim laut tengah.

Dengan demikian, Sungai Nil mengalir dari daerah hijau yang terletak pada garis khatulistiwa ke daerah padang pasir yang sangat tandus di bagian utara benua Afrika. Dengan begitu, setiap Nil mengalir satu langkah, dia akan kehilangan sebagian airnya.

”Jadi, semakin ke hilir, airnya semakin berkurang. Hal ini berbeda dengan sungai-sungai lain di dunia, di mana semakin ke hilir semakin banyak muatan airnya,” tulis Iman Firdaus, asal Pandeglang, Banten, seorang alumnus Pascasarjana dari Zamalek Univesity, Kairo, sebagaimana dikutip rumahdunia.net.

Uskur, Tempat Musa Dilahirkan?

Di daerah manakah Nabi Musa dilahirkan? Pertanyaan ini, tampaknya banyak dipikirkan setiap Muslim. Sejumlah pendapat menyatakan, Nabi Musa dilahirkan di Uksur (Luxor), sekitar dua jam perjalanan naik mobil dari Kairo ke Uksur, yang terletak di tepi Sungai Nil.

Di Uksur ini, terdapat sebuah bangunan yang sudah tidak digunakan lagi. Bangunan itu sudah tampak sangat tua, namun dipercaya ada nilai sejarah yang sangat besar, bagi peradaban bangsa Mesir.

Menurut penduduk setempat, bangunan tua itu menyimpan kisah 30 abad silam, yakni kelahiran seorang manusia, keturunan Bani Israil yang berani menentang kezaliman Firaun, raja Mesir. Dialah Musa yang dihanyutkan oleh ibunya, Yukabad, ke Sungai Nil.

Dalam bangunan tua itu, terdapat sebuah sumur yang (konon) dahulunya digunakan oleh Yukabad, ibu Musa, setelah Musa lahir. Berdasarkan sejarah, selama tiga bulan ibu Musa menyembunyikan kelahiran anaknya karena takut pada Firaun. Dan, sumur ini merupakan sumber air mereka selama dalam persembunyian.

Kedalaman sumur sekitar lima hingga delapan meter, dengan luas kurang lebih satu meter. Saat ini, lokasi itu ditutupi dengan papan biasa, namun diyakini sebagai sumur yang digunakan Yukabad untuk menyembunyikan Musa selama masa awal kelahiran.

Di sekitar sumur, kini terdapat sebuah masjid tua yang telah ditinggalkan. Kondisi ini menandakan bahwa orang-orang Uskur sudah beriman kepada Allah sejak dahulu kala. Masjid ini dibangun oleh salah seorang sahabat Rasul SAW dalam perjalanannya menuju Spanyol. Wa Allahu A’lam. sya/taq

08
Sep
09

Politik : Pemilu 2014 Parpol Islam Tamat [Pengamat]

Parpol Islam 2014

By Republika Newsroom
Senin, 07 September 2009 pukul 20:13:00

Pengamat: Pemilu 2014 Parpol Islam TamatWORDPRESS.COM

JAKARTA–Pengamat politik LIPI, Prof Syamsudin Haris memprediksi keberadaan parpol Islam akan tamat di pemilu 2014.”Peluang PPP, PKB dan parpol Islam lainnya makin kecil bisa lolos ke Senayan, apalagi kalau parliamentary thrashold (PT) dinaikkan menjadi 5 persen,” katanya.

Ia mengemukakan itu dalam acara bedah buku “Krisis Ideologi Parpol Islam” karya Dr Arif Mudatsir Mandan, yang juga dihadiri pengamat politik Dr Fachry Aly, Senin.Namun menurut Syamsuddin, bisa saja parpol Islam itu bertahan. Hanya saja, lanjut dia, keberadaan parpol Islam tidak akan jauh berubah dari seperti yang sekarang ini. “Bisa saja bertahan, tapi ya segitu-segitu saja. Di sisi lain, masih bisa dipertahankan hingga pemilu 2014. Asalkan ada evaluasi dan reaktualisasi dari pemimpinnya, baik tingkat daerah maupun tingkat nasional,” tambahnya.

Lebih jauh katanya, Islam bukan lagi hanya milik partai politik Islam. Bahkan PDIP membuat Baitul Muslimin Islam (BMI), Partai Demokrat membentuk Majelis Dzikir.Sehingga perlu ada pendekatan lain yang harus dilakukan parpol Islam untuk mempertahankan posisinya. “PPP ke depan harus lebih inklusif dan moderen serta menjadi partai Islam nasional, yang perjuangannya jangan hanya membentuk negara Islam tetapi negara Pancasila yang Islami,” paparnya.

Yang jelas, katanya, masalah PPP dalam dua pemilu lalu adalah tidak semata-mata soal ideologi tetapi juga soal disorientasi. “Saya pikir partai Islam akan tetap dibutuhkan walaupun suaranya tidak akan lebih baik. Ini merupakan tantangan yang tidak mudah bagi partai Islam,” ungkapnya.

Sementara itu, Fachry Aly, lebih menyoroti karena PPP tidak punya kemampuan untuk bertahan lagi. Lihat saja, PBB. “P3 hanya mampu menyodorkan ideologi dan kyai. Sedangkan PKS muncul dan mengandalkan ideologi dalam pemilu 2009 yang menurut saya memperoleh prestasi yang cukup berhasil meskipun hasilnya tidak terlalu sesuai dengan harapan PKS sendiri,” cetusnya.

Menurutnya, tidak hanya PPP, bahkan perolehan Partai Golkar dan PDIP juga jeblok, jadi rupanya popularitas sebuah partai mengikuti “mass culture” dan tidak terikat pada budaya etnik. SBY mampu memanfaatkan proses “mass culture” ini dengan sangat kreatif. SBY terangkat ketika Taufik Kiemas mengatakan SBY adalah jenderal bintang empat dengan kelakuan anak-anak. Kalau partai Islam mau pemimpinnya maju harus mampu main gitar, tidak menyerang sana-sini, tenang seperti SBY.

Dijelaskannya, parpol-parpol Islam sulit meraih kursi, padahal mayoritas penduduk Indonesia 90 persen adalah muslim.
“Ini buat saya adalah sebuah ironi. Perolehan suara partai-partai Islam kalau dijumlahkan pun hasilnya tidak akan mampu menyaingi perolehan suara partai sekuler seperti Partai Golkar, PDIP atau Partai Demokrat,” terangnya.ant/kpo

08
Sep
09

Seni Budaya : Batik Warisan Budaya Indonesia [Unesco]

Batik Warisan Budaya

By Republika Newsroom
Senin, 07 September 2009 pukul 19:07:00

Unesco: Batik Warisan Budaya Indonesia

BOGOR–Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.Keberhasilan itu telah dilaporkan oleh Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin.

Menurut Menko Kesra, peresmian batik sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO itu akan diselenggarakan pada suatu rangkaian acara pada 28 September 2009 hingga 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.”Kami telah menerima pemberitahuan dari UNESCO bahwa batik diakui sebagai satu warisan dunia yang dihasilkan dari bangsa Indonesia,” ujarnya.

Untuk merayakan keberhasilan itu, lanjut dia, Presiden Yudhoyono mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pakaian batik demi penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia tersebut.”Presiden menyampaikan untuk memelihara itu. Menbudpar sendiri telah memberikan jaminan bahwa batik akan terus dibudayakan di Indonesia,” ujarnya.

Warisan budaya tak benda kemanusiaan merupakan satu dari tiga daftar yang dibuat di bawah Konvensi UNESCO 2003 mengenai Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda untuk Kemanusiaan.Sejak 2008, pemerintah telah melakukan penelitian lapangan dan melibatkan komunitas serta ahli batik di 19 provinsi di Indonesia untuk menominasikan batik sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan dari UNESCO.

Menurut Menko Kesra, UNESCO menilai batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam mencakup siklus kehidupan manusia. “Batik bukan hanya dianggap budaya yang berasal dari Indonesia, tetapi diakui sebagai satu representasi dari budaya tak benda dari kemanusiaan,” ujarnya.

Sebagai kain tradisional, lanjut dia, batik kaya akan nilai budaya sebagai kerajinan tradisional yang diwarisi secara turun temurun.Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, sejak 2003 kebudayaan Indonesia telah diakui oleh UNESCO dengan diraihnya sertifikat wayang sebagai warisan budaya tak benda dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Selanjutnya, menurut Jero, pemerintah sedang menominasikan angklung sebagai warisan budaya dari Indonesia.
“Kita terus memperjuangkan satu per satu karya budaya,” ujarnya. ant/kpo




Blog Stats

  • 2,262,459 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 125 other followers