Suasana produksi minyak di RU VI Balongan Indramayu, Jawa Barat, Minggu (29/9). Pemerintah melalui Menko Perekonomian meminta PT. Pertamina untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri untuk menekan impor BBM.
Suasana produksi minyak di RU VI Balongan Indramayu, Jawa Barat, Minggu (29/9). Pemerintah melalui Menko Perekonomian meminta PT. Pertamina untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri untuk menekan impor BBM. (sumber: Antara)

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan sudah ada investor yang akan membangun kilang minyak berkapasitas 150.000 barel per hari dengan investasi ditaksir Rp 50-60 triliun.

Rencananya, pembangunan kilang itu berlokasi di Indramayu, Jawa Barat.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan lokasi pembangunan kilang dipilih sendiri oleh investor. Pasalnya, proyek tersebut 100 persen ditanggung investor, tidak memakai sistem kerjasama pemerintah swasta (KPS).

“Investor yang berminat sudah ada tapi namanya biar pemerintahan baru yang mengumumkan. Dia akan bangun di Eretan, Indramayu,” kata Susilo di Jakarta, Selasa (21/10).

Susilo bilang pemerintah menjamin adanya pembeli (offtaker) hasil kilang tersebut yakni PT Pertamina (persero). Dengan begitu diharapkan, kilang yang dibangun oleh swasta itu bisa segera direalisasikan. Pasalnya, persoalan offtaker selama ini sering dikeluhkan investor kilang sehingga mereka meminta insentif berupa tax holiday. “Dulu tax holiday dikeluhkan karena tidak ada lahan dan jaminan offtaker,” ujarnya.

Dikatakannya guna mengurangi impor produk bahan bakar minyak (BBM), pemerintah mendorong pembangunan kilang dengan kapasitas menengah. Selain itu, meningkatkan kehandalan (uprading) kilang yang ada. Adapun kilang yang dimiliki Pertamina adalah Dumai, Riau 170.000 bph, Plaju, Sumsel 118.000 bph, Cilacap, Jateng 348.000 bph, Balikpapan, Kaltim 260.000 bph, Balongan, Jabar 125.000 bph, dan Kasim, Papua Barat 10.000 bph.

Penulis: Rangga Prakoso/WBP