bendera merah putih

BENDERA MERAH PUTIH LAMBANG

 KEBESARAN NEGARA

BPCB Aceh :      Bendera adalah lambang kebesaran, kewujudan dan kedaulatan sebuah wilayah atau Negara karena itu bendera tidak  boleh digunakan untuk alat menghapus atau menutup sesuatu benda. Dalam sebuah Negara ataupun sebuah organisasipun sangat perlu sebuah simbul atau lambang. Simbul-simbul tersebut mempunyai berbagai bentuk dimana salah satunya bendera. Bendera telah digunakan pada abad ke 16 dalam bentuk, warna yang beraneka ragam dan model yang berbeda-beda. Pada tahun 1122 masehi Maharaja Chou yang merupakan pangeran Dinasti chou di negra china telah menggunakan bendera warna putih belio adalah pengguna bendera yang pertama didunia. Bendera dalam bahas inggis disebut flag perkataan flag berasal dari Old dasaxon atau german. Flaken atau flegan yang artinya mengibar atau mengapung diatas angin, bendera adalah semangat patriot. Seperti kata pujangga “ Bendera adalah suatu pekara yang mudah yaitu tak lebih dari pada sehelain kain berwarna walau bagaimanapun manusia matimatian mempertahankannya.

Bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang secara singkat disebut Bendera Negara, adalah Sang Merah Putih. Bendera Negara Sang Merah Putih berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya berukuran sama.Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.

Sejarah

Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih. Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.  Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran. Di zaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang  Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda. Kemudian, warna-warna yang dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan kemudian nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Bendera merah putih digunakan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah pemerintahan kolonialisme, bendera itu dilarang digunakan. Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu pula.

            Bendera Negara dibuat dari kain yang warnanya tidak

          Luntur  dan dengan ketentuan ukuran:

  1.  200 cm x 300 cm untuk penggunaan di lapangan istana kepresidenan;
  2. 120 cm x 180 cm untuk penggunaan di lapangan umum;
  3. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di ruangan;
  4. 36 cm x 54 cm untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden;
  5. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di mobil pejabat negara;
  6. 20 cm x 30 cm untuk penggunaan di kendaraan umum;
  7. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kapal;
  8. 100 cm x 150 cm untuk penggunaan di kereta api;
  9. 30 cm x 45 cm untuk penggunaan di pesawat udara;dan
  10. 10 cm x 15 cm untuk penggunaan di meja.

Sumber : UU1945 pasal 35, UU No 24/2009, dan Peraturan Pemerintah, No.40/1958

tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia

      Ke Bakkara: Ziarah Sisingamangaraja.Kompas, Minggu, 14 Agustus 2005.

http: kompas.com/kompas-cetak/0508/14/perjalanan.htm

http://suryantara.wordpress.com/2007/10/30/sejarah-bendera-merah-

putih

http.//wiki pidia bahasa indonesia

Abdul Razak Bin Ismail : Bendera,Banner, Lambang Lagu kebangsaan dan lagu kebesaran negeri-negeri di Malaysia dicetek oleh Gepita Maju Sdn.Bhd.25-1 Lr 6/91 Taman Shemelin Perkasa Kuala Lumpur B.005 (BM) Desember 2005