Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



11
Sep
14

PilKaDa : Kerakyatan, Permusyawaratan/Perwakilan

Logo PARRINDO

Kerakyatan, Permusyawaratan/Perwakilan

Suara Pembaca :

Sila-4 Pancasila mengamanatkan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang diterjemahkan sebagai “Democracy” dalam Pidato Presiden Bung Karno To Build The World Anew, 30 September 1960 di Perserikatan Bangsa Bangsa, New York.

Polemik Pillkada langsung coblosan rakyat di TPS (Tempat Pemungutan Suara) atau tidak langsung coblosan wakil rakyat di lembaga legislatif seharusnya ditanggapi berdasarkan pranata kebijakan politik per-undang2an yang ada seperti Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998, dimana Sila-4 Pancasila itu dijabarkan dalam 10 (sepuluh) butir praktek lelakunya. Dan cukup mencerahkan bahwa Pro Pemilu Langsung serta merta penuhi jabaran butir-1 “Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama”, sedang untuk jabaran butir-10 “Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan”.bisa dimaknai terbalik yaitu bahwa ketika kepercayaan rakyat orang-perorang tidak bisa diberikan kepada wakil rakyat maka pemusyawaratan tidak dilakukan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat tapi dilakukan secara egaliter penuh kesetaraan di TPS yakni yang kini terbuka dapat dipahami juga sebagai Tempat Permusyawaratan/Perwakilan Suara. Permusyawaratan dilakukan bisa diluar dan/atau didalam ruang TPS, sedangkan Perwakilan dikiprahkan didalam Bilik Suara.

Simpulan yang dapat ditarik adalah bahwa “Kerakyatan” itu unsur dominan di Sila-4 Pancasila, dibandingkan “Permusyawaratan/Perwakilan” seperti telah terurai di http://m.edisinews.com/berita-pro-demokrasi-kerakyatan-mantabkan-247-pilkada-2015.html

Akhirul kata, Teknologi Informasi kini telah tersedia melimpah sehingga semua Rakyat bisa Coblos Langsung, lalu kenapa harus Nyoblos lewat Wakil Rakyat yang elit ParPol ? Tempo doeloe memang belum terbayang peran Teknologi Informasi seperti sekarang ini, sehingga lupakanlah Pikiran2 Kuno itu, dan mulai sekarang hayo majulah bangsaku dalam ajang politik Demokrasi Kerakyatan di era Teknologi maju !

Jakarta, 11 September 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

10
Sep
14

Energi : Mafia MiGas dan Bandit Tambang

Mafia tak hanya di migas, ada juga bandit di sektor tambang

MERDEKA.COM. Keberadaan dan eksistensi pergerakan mafia migas di Indonesia makin santer terdengar. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Hendra Sinadia ikut angkat bicara soal keberadaan mafia migas. Dari penuturannya, mafia migas bergerak memanfaatkan celah pengelolaan migas yang salah urus.

Misalnya di sektor minyak, mafia bergerak memanfaatkan disparitas harga BBM subsidi dengan non subsidi yang tinggi. Masyarakat tidak menduga bahwa kondisi yang dialami saat ini adalah buah dari permainan mafia migas.

“Diakibatkan disparitas harga jadi penyelundupan. Ini dikendalikan oleh organisasi kejahatan terorganisasi, mafia. Disparitas harga migas memicu penyelundupan,” ucap Hendra ketika ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (10/9).

Tidak hanya sektor minyak, Hendra juga menyebut mafia bergerak di sektor pertambangan semisal batu bara. Indikatornya, perbedaan data ekspor batu bara Indonesia antara data statistik dengan data riil.

“Ada juga batu bara mineral. Buktinya ada perbedaan data ekspor kita dengan data statistik. Ini ditengarai tanpa izin atau ilegal. Pergerakan mafia migas,” tegasnya.

Pergerakan mafia juga membuat harga batu bara dunia anjlok. Sebab, kata dia, dunia mengalami kelebihan suplai batu bara karena derasnya ekspor secara ilegal dari Indonesia. “Harga masih murah dan ditengarai karena ini. Ilegal masih cukup tinggi,” tambahnya.

Namun, dia tidak menyebut pihak-pihak yang ditengarai sebagai mafia migas dan pertambangan di Indonesia.

Baca Berita Selanjutnya:
Origi pecahkan rekor Piala Dunia
Menang 2-0, Belanda raih hasil sempurna
Tragisnya bayi dibuang di kebun,masih hidup meski dirubung semut
Ini hasil pemeriksaan sementara 2 anak perwira TNI yang tewas
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

10
Sep
14

Kelautan : Sepertiga Perdagangan Dunia via Selat Malaka

Sepertiga Perdagangan Dunia Melalui Selat Malaka

Laporan Tribun Jateng, Galih P Asmoro

TRIBUNNEWS.COM, BATAM – “Sepertiga perdagangan dunia yang menggunakan sarana transportasi laut, melalui Selat Malaka. Alur Selat Malaka dilalui lebih dari 60 ribu kapal dalam satu tahun,” demikian dikatakan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Kemanan Laut (Bakorkamla), Laksdya TNI Desi Albert Mamahit, Rabu (10/9/2014).

Hal itu dikemukakan Mamahit dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Penjaga Poros Maritim dengan Sistem Deteksi Dini di Hotel Harmoni, Batam.

Selain Selat Malaka, Selat Lombok dan Selat Sunda adalah perairan yang cukup padat arus lintas lautnya.

Selat Lombok, sambung Mamahit, lebih dari 3.000 kapal melintas setiap tahunnya. “Sedangkan Selat Sunda, dilintasi lebih dari 3.500 kapal berbagai jenis setiap tahun,” ujarnya.

Fakta tentang tingginya arus lalu lintas laut di Indonesia, menurut Mamahit, adalah tantangan untuk mewujudkan laut yang aman dari pelanggaran hukum dan ancaman.

Dalam FGD yang digelar Bakorkamla RI, juga dihadiri oleh mantan Kalakhar Laksdya (purn) Joko Sumaryono dan Laksdya (purn) Bambang Suwarto. (*)

Baca Juga:

Sepertiga Perdagangan Dunia Melalui Selat Malaka

Belum Ada Laporan Kerusakan Bangunan Akibat Gempa 6,2 SR di Boltim

Ahok Gubernur Tanpa Parpol Ramaikan Media Sosial

10
Sep
14

IpTek : Gas dan Listrik ex Sampah Tangerang

Tangerang telah mampu ubah sampah jadi gas dan listrik

MERDEKA.COM. Pemerintah Kota Tangerang, Banten, terus melakukan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan mengubahnya menjadi energi terbarukan, mulai dari gas metan hingga listrik.

“Saat ini, warga di sekitar TPA Rawa Kucing sudah menikmati aliran gas metan yang dihasilkan dalam pengelolaan sampah,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Rabu (10/09).

Seperti diberitakan Antara, bahkan aliran gas metan tersebut akan terus diperluas agar bisa dinikmati warga lainnya sebagai manfaat dari pengelolaan sampah.

Lalu, sejak 2003-2004, Bank Sampah yang dibangun Pemkot Tangerang di setiap RT/RW, telah menghasilkan kompos.

Kompos-kompos yang dihasilkan dari sampah itu, kemudian di jual ke pedagang bunga keliling dengan harga Rp 5 ribu per bungkus. “Jadi, sampah yang berasal dari warga dikelola warga dan bermanfaat untuk warga juga,” ujarnya.

Ada juga energi enzim dihasilkan dari proses air lindi dan berfungsi untuk bio aktivator. Enzim ini berfungsi untuk mereduksi limbah yang dihasilkan suatu tempat sebelum terbuang menjadi ampas dan tidak menimbulkan bahaya.

Sampah pun telah berhasil dikelola menjadi konblok yang dihasilkan dari reduksi pembakaran insinilator di TPA. “Saat ini, baru di TPA saja untuk pembuatan konblok ini,” paparnya.

Untuk yang terbaru, Kota Tangerang mulai mengoperasikan inovasi teknologi pengolahan sampah CGC Sapu Jagat yang bekerja sama dengan Lembaga Riset Muda Indonesia.

CGC Sapu Jagat memiliki manfaat yakni mampu mereduksi sampah dengan kapasitas minimal 30 ton sampai 100 ton sampah sehari untuk setiap unitnya.

Dengan suhu 1.000 hingga 8.000 celcius pada level 8, CGC mampu menghancurkan sampah dalam waktu satu jam. Alat ini mampu mendaur ulang sampah menjadi energi terbarukan seperti listrik dengan kapasitas 100 KWH hingga 1 MWH.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Ivan Yulianto, mengatakan pihaknya telah membentuk ribuan Pemuda dari berbagai kalangan untuk melakukan Deklarasi Pemuda Peduli Sampah.

Pemkot Tangerang pun menyiapkan 13 becak motor (Bentor) kepada para petugas kebersihan untuk di setiap Kelurahan dalam menyisir wilayah di masing-masing kelurahan.

“Selain ada armada truk pengangkut sampah, nanti setiap kelurahan akan diberikan tambahan armada untuk optimalisasi pengangkutan,” tambah Ivan Yulianto.

Baca Berita Selanjutnya:
Mahasiswa UPI ciptakan kompor tanpa api
Karnaval kreativitas iptek digelar di Bandung
Kemenristek gandeng UGM kembangkan teknologi hibird
Jokowi: Jangan dipikir blusukan itu hanya main-main
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 119 other followers