Archive for the 'Dokumen Bersejarah' Category



26
Mar
10

Keuangan : Kurs Rupiah Menguat, Indeks Harga Saham Gabungan Menurun

Rupiah menguat di tengah koreksi IHSG

Jumat, 26/03/2010 14:24:17 WIB

Oleh: Berliana Elisabeth S.

JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah menguat siang ini meski indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi dan mata uang di Asia terdepresiasi. Padahal pada perdagangan pagi tadi rupiah sempat terkoreksi.

Menurut data Bloomberg, siang ini rupiah menguat 5 poin atau 0,05% menjadi Rp9.125 per dolar AS pada pukul 13.58 WIB. Pada pagi pukul 10.00 WIB rupiah sempat melemah tipis 2 poin menjadi 9.132 per dolar AS.

Pada pekan ini rupiah sudah terdepresiasi 0,3%, namun sepanjang Maret rupiah sudah menguat 2,2%, penampilan terbaik kedua di Asia. Hal ini dipicu aliran modal asing yang masuk ke pasar saham Indonesia yang membukukan beli bersih sebesar US$554 juta. Kepemilikan saham asing di pasar saham domestik tercatat Rp129,8 triliun (US$14,2 triliun) per 23 Maret. Derasnya aliran dana masuk ini sempat menghantarkan rupiah hingga ke level terkuat 19 bulan pada 17 Maret.

“Hari ini pergerakan rupiah diprediksi bergerak rangebound dengan kecenderungan konsolidasi,” kata Head of Research Bank Negara Indonesia Rosady T.A. Montol.

Rosady menambahkan tetap tingginya permintaan dolar AS oleh sektor korporasi ditambah dominasi dolar AS terhadap sejumlah mata uang kuat lainnya, berpotensi menekan pergerakan rupiah. Bank Indonesia diprediksi kian intens menjaga stabilitas rupiah untuk mengawal terkendalinya nilai tukar rupiah menjelang akhir bulan.

Head of Treasury Bank OCBC NISP Suriyanto Chang mengatakan pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada sepekan ini terbilang masih stabil di kisaran 9.105 – 9.145. Kondisi di Eropa, khususnya Yunani, membuat mata uang dolar terapresiasi terhadap mata uang basket, terutama euro. Hal ini berkorelasi kepada pergerakan rupiah terhadap dolar AS yang berpotensi ikut naik. Namun, dana asing yang masuk untuk investasi di Indonesia membuat rupiah cukup dapat bertahan dari depresiasi signifikan.

“Ekspektasi pergerakan rupiah masih stabil pada kisaran 9.105-9.145 hingga akhir bulan ini,” kata Suriyanto.

Mata uang di kawasan Asia mayoritas terdepresiasi, dipimpin won Korsel dan dolar Singapura, dipicu perbedaan pandangan para pemimpin Eropa terkait bagaimana cara menyelamatkan Yunani dalam mengatasi utang sehingga menaikkan permintaan dolar AS untuk mengamankan investasi.

Won sedikit berubah menjadi 1.141,35 per dolar AS di Seoul, sehingga dalam lima hari sudah terdepresiasi 0,7%, bahkan pada pagi tadi sempat menyentuh 1.148,40, level terendah sejak 3 Maret. Dolar Singapura turun 0,8% sepekan ini menjadi 1,4065.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada siang ini melemah 0,22% atau minus 6,22 poin menjadi 2.792,93. Pada pembukaan pagi tadi indeks naik 0,11 poin ke posisi 2.799,25 dari level 2.799,14.(er)

Suara Pembaruan

ZOOM2010-03-27Prediksi Bursa Pekan Depan IHSG Tembus Rekor Tertinggi
ANTARA/Prasetyo Utomo
Pialang memantau pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (25/3). Pengamat Pasar Modal Felix Sindhunata mengatakan, untuk pekan depan indeks masih dalam tren penguatan namun dengan momentum yang cenderung terbatas.

[JAKARTA] Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menuju rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 2.830,26 semakin tidak terbendung. Diprediksi pekan depan IHSG akan menembus rekor tertinggi.
Meskipun dibayangi aksi ambil untung (profit taking) pada sesi I perdagangan Jumat (26/3), indeks akhirnya ditutup menguat 13,93 poin (0,49%) ke level 2.813,08. Ini merupakan level tertinggi dalam 26 bulan terakhir sejak 14 Januari 2008.
Rekor tertinggi IHSG 2.830,26 tercapai pada 9 Januari 2008. Kemarin, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) tercatat sebagai kontributor terbesar kenaikan indeks sebesar 0,09%. HMSP ditutup naik Rp 500 (3,7%) ke posisi Rp 13.900, menyusul peningkatan laba bersih perseroan sebesar 30,6% menjadi Rp 5,09 triliun pada 2009.
Selain HMSP, beberapa saham berbasis komoditas ikut menopang kenaikan IHSG di antaranya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kontribusi 0,08%, saham PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) sekitar 0,079%, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) 0,073%, dan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 0,06%.
Penguatan saham-saham blue chips yang berbasis komoditas itu sekaligus mengerek indeks saham pertambangan sebesar 66,68 poin (2,86%) ke posisi 2.396,77. Disusul indeks saham properti dengan kenaikan 3,29 poin (2%) ke level 166,45, dan indeks saham keuangan yang menguat 1,8 poin (0,5%) ke posisi 353,17. Pada per- dagangan kemarin, investor asing masih membukukan beli bersih (net buying) senilai Rp 119,02 miliar.
Indeks utama di bursa Asia berada di teritori positif. Nikkei 225 (Jepang) naik 1,55%, Hang Seng (Hong Kong) menguat 1,32%, dan Straits Times (Singapura) naik 0,62%. Dow Jones menguat tipis 0,08% ke posisi 10.850 pada penutupan Jumat atau sabtu dini hari WIB.
Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, kenaikan IHSG kemarin lebih ditopang oleh beberapa faktor antara lain pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pemodal terhadap rencana pembagian dividen emiten unggulan. Kebijakan The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, mempertahankan suku bunga rendah telah memicu pemodal mengalihkan dananya dari valas ke saham.
“Dalam waktu dekat, IHSG bakal memecahkan rekor tertinggi dengan menembus level 2.830. Itu hanya masalah waktu saja, karena banyaknya faktor pendukung seperti penguatan nilai tukar rupiah dan pembagian dividen emiten,” jelas Edwin kepada Investor Daily di Jakarta, kemarin.
Edwin mengakui, IHSG sebenarnya sudah jenuh beli, sehingga potensi profit taking semakin terbuka lebar. Meski demikian, indeks masih berpeluang menguat seiring derasnya aliran dana asing ke bursa saham dalam negeri.
Pengamat Pasar Modal Felix Sindhunata mengatakan, sepanjang pekan depan IHSG dalam perdagangan di lantai BEI diprediksi masih punya cukup peluang untuk kembali melanjutkan penguatannya. Namun, aksi ambil untung (profit taking) juga dinilai akan mulai marak kembali.
Ditambahkan, pekan depan indeks masih dalam tren penguatan namun dengan momentum yang cenderung terbatas. “Secara range IHSG punya potensi bergerak dikisaran 2.750-2.850,” ujarnya kepada SP di Jakarta, Jumat (26/3).
Tuturnya, penguatan IHSG sejak awal tahun ini sudah mencapai lebih dari 10% dari akhir 2009 lalu di posisi 2.534,356 sehingga kedepannya cenderung membuka peluang terjadinya koreksi-koreksi jangka pendek yang sehat. Tetapi, menurutnya, dengan kondisi ekonomi dan politik domestik yang kondusif, serta stabilitas sentimen di pasar global maka koreksi yang sehat ini dapat menjadi momentum investor untuk mencer-mati saham-saham unggulan (bluechips) yang terkoreksi.
Sambung Felix, dalam pekan depan investor harus mencermati faktor dari sisi domestik, seperti data inflasi yang akan dirilis. [LOV/ID/M-6]

26
Mar
10

PEPORA : Politik Asuransi Kesehatan Barrack Obama Pro Rakyat Miskin

Mencemburui Obama

Thursday, 25 March 2010
Selamat untuk Obama. Terlepas dari kontroversi penerimaan maupun penolakan dari masyarakat atas rencana kehadirannya di Indonesia,Obama telah membuat saya cemburu. Kecemburuan saya yang pertama.

Obama berani memutuskan untuk tinggal di Washington dan membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia dan Australia ”hanya” untuk mengawal disahkannya undang-undang yang menandai reformasi kesehatan untuk negaranya. Tidak peduli betapa berharganya hubungan antarnegara, yang mungkin saja menimbulkan ”ketersinggungan” antarbangsa, Obama konsisten untuk mementingkan urusan dalam negerinya. Kecemburuan saya yang kedua. Substansi yang diperjuangkan Obama jauh dari hingar-bingar politik kekuasaan maupun bisnis yang bersifat langsung dan jangka pendek. Sesuatu yang sangat kontradiktif dengan situasi negeri ini.

Rasanya sangat jarang rakyat Indonesia menikmati perdebatan keras di Parlemen tentang masalah substansial seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS) sehingga Obama membatalkan kunjungannya. Yang ada perdebatan perebutan kekuasaan seperti kasus Bank Century beberapa waktu lalu. Kecemburuan saya yang ketiga. Konsistensi Obama untuk memperjuangkan apa yang diyakininya dan dijanjikannya dalam kampanye patut dicontoh.Hebatnya, perjuangan tersebut menabrak ideologi dasar negara.AS yang liberal sesungguhnya sudah berubah menjadi AS yang sosialis.

UU yang disahkan dengan kemenangan tipis partainya Obama, hakikatnya merupakan sebuah regulasi berbasis pada sosialisme kesehatan. AS yang membanggakan hak dan tanggung jawab individu, termasuk dalam kesehatan akhirnya runtuh.Masyarakat yang uninsured dan underinsured akhirnya jaminan kesehatannya dibayar oleh negara. Sebuah pertarungan program dan pergulatan isu yang cukup panjang.

*** Sebenarnya, program kesehatan merupakan isu penting dalam setiap kampanye presiden AS. Sejak zaman Carter dan periode sebelumnya, termasuk kemudian Clinton, masalah kesehatan menjadi ukuran cerdas tidaknya program seorang calon presiden. Obama memulai kampanye kesehatannya dengan tiga isu besar, yaitu: Pertama, sekitar 47 juta rakyat AS tidak memiliki jaminan kesehatan, sebuah angka yang dahsyat untuk ukuran AS.Kedua, meningkatnya biaya kesehatan seperti roket yang terbang ke langit (skyrocketing). Ketiga, kurangnya investasi dalam sektor kesehatan masyarakat (public health problem). Untuk itu, Obama kemudian menuangkan tiga rencana besarnya. Pertama, mengusahakan asuransi kesehatan untuk semua warganya (universal coverage), sebuah upaya yang aneh untuk ukuran AS yang bukan negara sosialis atau sosial-liberalis.

Kedua, menurunkan pembiayaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, dengan konsep yang sederhana,tapi terukur sehingga biaya kesehatan akan dapat diturunkan sebanyak 30% hanya dengan cara memperbaiki sistem pembayaran melalui modernisasi pelayanan kesehatan (paperless concept). Ketiga, memfokuskan target penguatan kesehatan masyarakat berupa upaya promosi dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah, tempat kerja, dan keluarga. Upaya terakhir ini dilakukan karena tingginya penyakit kronik di AS, yang tidak mungkin terselesaikan hanya dengan mengimplementasikan universal coverage jaminan biaya kesehatan maupun peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit.

UU sudah disahkan oleh Obama untuk menopang program tersebut. Menarik untuk dilihat implementasinya. Apakah akan berjalan konsisten? Terlebih sudah mulai muncul penolakan dari beberapa negara bagian.Apakah kejadiannya akan seperti di tempat kita yang kadang-kadang sangat bersemangat menerbitkan UU, tapi setelah terbit implementasinya nyaris tidak terdengar atau tidak dapat dilaksanakan? Kecemburuan saya yang terakhir, AS sudah memutuskan bahwa pada masa mendatang hampir 100% rakyatnya tidak bermasalah lagi atas jaminan pembiayaan kesehatannya manakala sakit.

Indonesia yang jelas-jelas bersendikan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan dijamin hak konstitusi rakyatnya dalam UUD 1945 melalui kewajiban pemerintah untuk menjalankan jaminan sosial, termasuk jaminan sosial bidang kesehatan, sampai saat ini baru menjamin sekitar 50,4% rakyat (data: Dewan Jaminan Sosial Nasional). Dari 50,4% tersebut atau sekitar 116 juta dari 230 juta penduduk, dijamin melalui berbagai ”institusi jaminan kesehatan” dengan berbagai ”variasi”paket dan mutu pelayanan kesehatan, baik jenis pelayanan yang didapatkan, kelas pelayanannya maupun biayabiaya lain yang harus dikeluarkan.

Jaminan untuk masyarakat miskin dan mendekati miskin sebanyak 76,4 juta, dijamin melalui Kementerian Kesehatan. Jaminan untuk PNS, pensiunan PNS, purnawirawan TNI dan Polri sebanyak 16,2 juta, dijamin melalui PT Askes. Jaminan untuk TNI dan Polri aktif serta PNS di lingkungan TNI-Polri dan Kementerian Pertahanan sebanyak 1,1 juta, dijamin melalui Kementerian Pertahanan. Jaminan untuk pegawai swasta sebanyak 4,2 juta, dijamin melalui skim peserta PT Jamsostek.Sisanya adalah peserta jaminan kesehatan yang diselenggarakan jaminan kesehatan di daerah oleh gubernur dan bupatinya serta asuransi-asuransi kesehatan komersial lainnya Lalu ke mana kita-kita yang berjumlah 114 juta yang belum memiliki jaminan kesehatan?

Padahal sesungguhnya sejak 2004 telah disahkan UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), termasuk Jaminan Kesehatan di dalamnya. Sebuah tantangan yang harus segera dijawab oleh negara ini agar 100% penduduk memiliki skema jaminan kesehatannya. Artinya, daripada meratapi dan memperdebatkan penundaan kunjungan Obama ke Indonesia, mungkin ada baiknya kita bekerja keras menuntaskan amanat sila ke lima Pancasila,amanat UUD 1945 tentang Jaminan Sosial, serta amanat UU SJSN di atas.

Kalau itu dijalankan,Juni 2010, pada saat Obama tiba di Indonesia, kita juga bisa dengan bangga berkata, “…Ini lho Pak Obama, sementara kami menunggu bapak datang, kami juga konsisten menjalankan pengembangan sistem pembiayaan kesehatan kami, dan saat ini kami juga sudah menjamin 100% penduduk kami…bukan bapak saja yang bisa.Kami juga bisa kok…”(*)

Fachmi Idris
Presiden Konfederasi Ikatan Dokter Asia dan Oceania, Ketua Umum IDI 2006-2009

Selamat bagi Obama,SBY Menyusul?

Thursday, 25 March 2010
Obama menunda datang ke Indonesia karena kepeduliannya yang sangat tinggi untuk menyediakan asuransi kesehatan bagi seluruh rakyatnya.

Apa yang bisa kita pelajari? Antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) ada kesamaan dan ada perbedaan yang menarik untuk dikaji. Kesamaan antara Indonesia dan AS antara lain adalah bahwa kedua negara itu dipimpin oleh Partai Demokrat yang meskipun tidak memiliki hubungan kerja, nama kedua partai itu sama. Selain itu, kedua presiden juga menyandang gelar akademik “doktor” dari universitas terkemuka di negeri masing-masing.Waktu di AS dan di Indonesia sama, hanya saja beda siang dan malam.Jumlah penduduk kedua negeri pun samasama di atas 200 juta dan di bawah satu miliar jiwa.Yang paling penting, sistem kesehatan di kedua negara sama-sama berdasarkan mekanisme pasar yang liberal; “ada uang, ada pelayanan!”

Di negara maju lain di dunia, yang berlaku adalah “ada penyakit, ada pelayanan” tanpa melihat jumlah uang yang dimiliki penduduk.Yang terakhir, kedua pemimpin memiliki tekad untuk menyediakan jaminan (asuransi) kesehatan bagi seluruh penduduk yang biasa disebut cakupan universal (universal coverage).Sistem asuransi kesehatan memang merupakan satu-satunya jalan keluar yang adil dalam sistem kesehatan berbasis pasar seperti yang berlaku di Indonesia dan di AS. Selain kesamaan, ada juga beberapa perbedaan yaitu di sini siang sedangkan di AS malam,dan sebaliknya.

Negara dan penduduk AS kaya sedangkan negara Indonesia miskin, tetapi sebagian penduduknya kaya.AS sedang dipimpin oleh Presiden dari golongan minoritas Afro-America dan Indonesia sedang dipimpin presiden dari suku mayoritas Jawa. Masih ada beberapa perbedaan mendasar khususnya dalam bidang kesehatan.

Perjuangan Obama

Sejak kampanye Obama menjual ide perubahan dan salah satu perubahan mendasar yang diusung Obama adalah health care reform.AS sampai saat ini merupakan satu-satunya negara maju yang menerapkan mekanisme pasar dalam sistem kesehatannya. Semua negara maju lain telah menerapkan sistem kesehatan nonpasar, di mana pelayanan kesehatan diberikan kepada penduduk tanpa melihat kemampuan kantong penduduk. Di AS,berlaku hukum jualbeli.

Para ahli ekonomi kesehatan di dunia sepakat bahwa mekanisme pasar gagal mencapai tujuan keadilan sosial dan efisiensi dalam pelayanan kesehatan. Fenomena kegagalan pasar,market failure,terjadi karena pasar pelayanan kesehatan tidak memenuhi syarat terjadinya mekanisme atau hukum pasar yaitu informasi simetris, konsumen yang independen dan konsumen memilik kemampuan memilih harga, waktu dan jenis jasa yang akan dikonsumsinya. Pelayanan kesehatan sama sekali tidak memenuhi syarat terjadinya hukum pasar tersebut. Kegagalan pasar di AS dibuktikan dengan tingginya biaya kesehatan yang dihabiskan negara adidaya itu yang mencapai lebih dari USD7.000 (lebih dari Rp65 juta) per orang per tahun.

Tetapi, 17% penduduknya tidak memiliki jaminan kesehatan.AS menghabiskan lebih dari 16% Produk Domestik Bruto (PDB) untuk belanja pelayanan kesehatan, naik dari 7% empat dekade yang lalu.Di AS,dokter memang kaya, tetapi lebih dari 32 juta rakyat AS dengan mudah jatuh miskin jika sakit. Mereka tidak memiliki asuransi kesehatan dan tidak mampu membayar pelayanan kesehatan,yang tidak bisa ditawar dan tidak bisa ditunda. Obama dengan teguh dan konsisten terus meyakinkan lawanlawan politik dan rakyatnya untuk mereformasi sistem kesehatan agar semua penduduk dapat terjamin. Ia kerja keras dan menguasai betul konsep reformasi. Awal bulan ini dia menghabiskan lebih dari 6 jam untuk diskusi rinci dan berdebat tentang keunggulan sistem baru yang diajukannya. Minggu ini Obama akan menunggu buah karyanya yang mengubah dunia.

Perjuangan SBY

Di Indonesia sistem kesehatan juga mengacu pada sistem liberal, bahkan lebih liberal dari di AS.Di sini RS publik (milik pemerintah) sekalipun ikut jualan kepada rakyatnya.“ Ada uang ada pelayanan!” Bahkan banyak tarif RS publik lebih mahal dari tarif RS swasta. Aneh! Hanya sebagian kecil penduduk miskin dan pegawai negeri yang mendapat jaminan. Itu pun bermasalah. Sesuai beda geografis siangmalam, total belanja kesehatan Indonesia hanya sekitar USD50 (sekitar Rp480 ribu) per orang per tahun. Selama empat dekade belanja kesehatan Indonesia tetap mandek di sekitar 2,5% PDB.Tidak ada upaya berarti dari pemerintah dan masyarakat madani untuk memperbaikinya.

Jangan heran, jika penduduk Indonesia tetap sakit-sakitan dan tidak produktif. Sekitar 150 juta rakyat Indonesia terancam jatuh miskin jika sakit. Di RS publik yang dibangun dan didanai uang publik, rakyat masih tetap harus bayar mahal jika sakit. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 84% keluarga akan jatuh miskin, jika salah seorang anggota keluarganya dirawat. Berbeda dengan Obama yang harus bekerja keras dan menunggu hasil reformasi kesehatan lebih dari setahun, di Indonesia SBY tidak perlu kerja keras lagi.Presiden SBY memang bukan ahli ekonomi kesehatan, dia ahli ekonomi pertanian dan memang tidak perlu paham betul seluk-beluk kesehatan.

Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sudah keluar lima tahun lalu. UU itu sudah berisi roadmap kasar untuk cakupan universal. Para anggota DPR (legislatif) juga sudah bertekad untuk mengawal agar SJSN dijalankan dengan konsisten. Beberapa skenario rinci dan aspek dana juga sudah disusun. Sayangnya, di dalam kabinet SBY sendiri masih terjadi perebutan peran dalam kendali dana jaminan sosial yang ratusan triliun jumlahnya. Perebutan ini menjadi energi negatif bagi Kabinet SBY. Artinya, untuk mencakup jaminan kesehatan nasional untuk seluruh penduduk, SBY tinggal kasih komando.

Kapasitas fiskal Indonesia sesungguhnya juga sudah memadai. Thailand sudah menjamin seluruh penduduknya hampir 10 tahun yang lalu, ketika ekonominya tidak sebagus ekonomi Indonesia sekarang.Malaysia sudah menjamin seluruh penduduknya, sejak negara itu merdeka, juga ketika itu ekonominya jauh lebih jelek dari ekonomi Indonesia sekarang.Sri Lanka bahkan sudah menjamin seluruh penduduknya sejak 60 tahun lalu, dan sampai sekarang pun ekonomi Sri Lanka masih lebih buruk dari ekonomi Indonesia.Kuncinya, kemauan politik dan kepatuhan pejabat publik. Sayangnya, di Indonesia, pejabat publiknya masih berebut peran. Komando SBY akan menentukan apakah SBY akan mengukir sejarah baru Indonesia.

Pengukir Sejarah

Kini rakyat, ahli ekonomi kesehatan, ahli ekonomi politik, akademisi, dan politisi sudah menyaksikan perubahan dunia. Obama telah berhasil meloloskan reformasi sistem kesehatan terbesar sejak tahun 1965, untuk menyediakan cakupan universal. Hal itu bukan saja tonggak sejarah bagi AS, melainkan juga merupakan sejarah baru dunia.Tidak satu pun negara maju yang menerapkan sistem pasar bebas dalam pendanaan kesehatan. Paham keliru subsidi biaya berobat untuk orang yang tidak miskin telah ambruk dengan sendirinya.

Sekarang semua negara maju menjamin seluruh penduduknya memiliki asuransi kesehatan. Di Indonesia masih banyak politisi, pejabat, dan bahkan akademisi yang tidak memahami hal itu. Bagaimana dengan Indonesia? Presiden SBY juga punya peluang emas untuk mereformasi sistem kesehatan Indonesia. Suksesnya Obama mereformasi sistem asuransi kesehatannya dapat menjadi pendorong bagi perubahan di Indonesia. Sistem kesehatan Indonesia yang sudah menderita kekurangan dana secara kronis dapat disembuhkan oleh SBY jika SBY punya kemauan politik yang kuat. Pertanyaannya adalah “apakah Indonesia mampu?”.

Banyak pejabat memang punya pandangan “miopis” hanya dengan melihat riwayat masa lalu sistem kesehatan Indonesia yang terus-menerus sakit. Indonesia jelas mampu mewujudkan cakupan universal seperti Thailand yang mampu melakukan itu 10 tahun lalu.Kemampuan fiskal Indonesia sudah memadai, tapi selama ini Kementrian Keuangan sangat pelit untuk kesehatan. Kementrian Keuangan sangat royal untuk bayar utang dan subsidi BBM, tetapi sangat pelit mengucurkan dana untuk layanan kesehatan yang menjadi kewajiban negara. Jika negara tetangga bisa,mengapa Indonesia tidak?(*)

Hasbullah Thabrany
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI

Republikan Desak Voting Ulang UU Kesehatan

Thursday, 25 March 2010
WASHINGTON (SI) – Partai Republik mendesak dilakukan voting ulang terhadap draf undangundang (UU) pelayanan kesehatan yang telah disahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama karena ditemukan dua ”pelanggaran” prosedural.

”Setelah berjam-jam mencoba menemukan cara untuk menghalangi ini (UU pelayanan kesehatan), mereka (Republik) menemukan dua ketetapan yang melanggar prosedur Senat yang berarti, kita bergerak untuk mengirimkan draf UU itu kembali ke DPR (House of Representative),” papar juru bicara Ketua Senat Mayoritas Partai Demokrat Harry Reid. Reid bekerja mengumpulkan suara Senat untuk satu paket ”fix” draf UU pelayanan kesehatan yang telah ditandatangani Obama menjadi UU pada Selasa (23/3). Reformasi senilai USD940 miliar tersebut diharapkan bisa mengcover 95% warga AS termasuk 32 juta warga miskin yang selama ini tidak mampu membeli premi asuransi.

Menurut kubu Republik, dalam draf RUU tersebut terdapat dua kesalahan yang terkait pasal kredit atau pinjaman siswa.Oleh Republik, pasal-pasal yang relatif minor yang terdiri dari 16 baris itu diminta dihapus sebelum RUU itu dikembalikan untuk disahkan. Setiap perubahan dalam pasal tersebut nantinya memerlukan pemungutan suara DPR lagi sehingga pengesahan di tingkat DPR bisa memakan waktu lama. ”Partai Republik yakin mereka memiliki strategi untuk mencabut atau paling tidak membenahi RUU itu. Mereka memiliki strategi politik serta komunikasi politik dan hukum untuk itu.Apa yang mereka lakukan adalah bagian dari strategi hukum,” papar salah seorang penasihat kubu Republik.

Sehari setelah Obama menandatangani draf UU menjadi aturan hukum yang sah,Rabu (24/3),Senat mulai berdebat untuk berbagai modifikasi yang dikirim DPR. Sering kali draf UU yang disetujui Senat dan DPR memiliki bahasa yang berbeda karena itu ada aturan untuk memvoting ulang. Sementara kemarin Obama menuju Iowa untuk pidato pertama di hadapan ribuan pendukungnya mengenai reformasi pelayanan kesehatan.Obama memberikan pidato di University of Iowa Field House di Iowa City, pada Kamis siang (25/3) waktu setempat. Obama pertama kali mencanangkan rencana reformasi pelayanan kesehatan di kawasab Midwestern pada Mei 2007.

”Sekarang kita akhirnya menjawab panggilan yang sudah didengungkan (Harry) Truman dan (Lyndon) Johnson serta kekuatankekuatan kecil yang diperlihatkan warga di sini.Waktunya bagi kita menuai hasil karena layanan kesehatan universal sudah menjadi kenyataan,”papar Obama. Kendati DPR sudah meloloskan RUU reformasi layanan kesehatan berbagai protes masih menyertai perjalanan RUU tersebut. Empat belas negara bagian mengajukan gugatan hukum terhadap RUU tersebut. Mereka menilai RUU tersebut melanggar hukum AS karena mewajibkan setiap warganya untuk memiliki asuransi.

Padahal,dalam UU sebelumnya, kepemilikan asuransi hanya sekadar imbauan. ”Konstitusi negara ini jelas-jelas melarang Kongres memaksa setiap individu melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan, termasuk membeli asuransi kesehatan,”ucap Bill McCollum,jaksa dari Florida. Selain Florida, Michigan, Alabama, Colorado, Idaho,Nebraska, Pennsylvania, South Carolina, South Dakota, Texas, Utah, dan Washington adalah negara bagian yang menggugat reformasi itu. (AFP/Rtr/Washington Post/ BBC /maesaroh/syarifudin)

Kawal RUU Kesehatan

20 Mar 2010
Anak Menteng Bakal Kawal RUU Kesehatan

OBAMA telah menunda lawatannya ke Indonesia hingga Juni. Obama lebih memprioritaskan mengawal pemungutan suara rancangan undang-undang (RUU) reformasi kesehatan di DPR. Mengapa Obama memilih mengawal langsung pemungutan suara itu ketimbang berkunjung ke Indonesia yang juga sangat penting bagi Amerika?

“Setiap hari saya menerima surat dari banyak keluarga Amerika yang terbebani biaya kesehatan yang tinggi, dan mereka meminta bantuan saya. Tugas saya sebagai Presiden Amerika adalah memastikan rakyat Amerika menikmati biaya kesehatan murah,” ujar Obama yang dijuluki anak Menteng karena pemah sekolah di Menteng, Jakarta Pusat dan tinggal di Menteng Dalam, Jakarta Selatan.

Menurut Obama, sebagian besar rakyat Amerika selama ini “dipaksa menanggung beban yang selama puluhan tahun gagal diselesaikan Washington”. Karena itu, kata dia,”Kami akan loloskan undang-undang baru sehingga seluruh warga Amerika bisa menikmati biaya kesehatan murah, memiliki pilihan dan perlindungan kesehatan yang memadai.”

Sekitar 47 juta warga Amerika saat ini tidak memiliki asuransi kesehatan. Hanya 25 juta orang yang memiliki asuransi kesehatan. Pemilik asuransi kesehatan pun mengeluhkan harga premi yang terlalu tinggi. Proposal baru itu akan memberi kekuasaan baru bagi pemerintah Amerika untuk melarang berbagai perusahaan asuransi kesehatan menaikkan harga premi terlalu tinggi. Pemerintah akan mendorong semua warga mendapatkan asuransi yang jauh lebih murah dan akan menyediakan subsidi agar rencana asuransi publik itu bisa terlaksana.

Bagi Obama, reformasi ini juga merupakan pertaruhan apakah ia bisa memenuhi janjinya saat kampanye dulu atau tidak. Sebelum terpilih sebagai presiden, reformasi kesehatan menjadi salah satu tema utama kampanye Obama. “Kegagalan rancangan undang-undang ini bisa berdampak negatif pada kepresidenan Barack Obama,” kata Dennis Kucinich, anggota DPR dari Partai Demokrat yang berbalik mendukung paket reformasi kesehatan itu.

Kucinich semula menolak undang-undang itu karena “dana talangan pemerintah” akan memperparah defisit. AS sudah mengeluarkan uang yang sangat besar untuk menyelamatkan perekonomian dari krisis perbankan dan kini anggaran negara harus digerogoti kembali demi menyediakan asuransi publik murah.

Hampir seluruh anggota Partai Republik juga bersikap sama. “Usulan pengambilalihan kendali secara besar-besaran oleh pemerintah di bidang pelayanan kesehatan harus ditolak,” kata pemimpin Partai Republik di DPR Amerika John Boehner.

Biaya kesehatan yang sudah dikeluarkan pemerintah saat ini sudah sedimikian besar, 16 persen dari Gross Domestic Product (GDP) AS. RUU itu, kata Dave Camp dari Partai Republik, “Tak ubahnya tuntutan hukum yang memaksa pemerintah mengeluarkan dana lebih besar. Ini jelas tidak mewakili keinginan rakyat Amerika secara keseluruhan.” AP/AFP/CR-ARM/CR-RCFKesehatan Amat Bersejarah

Obama Menilai UU Kesehatan Amat Bersejarah
Presiden Barack Obama “berkeringat” menghadapi voting hari ini.
Koran Tempo, 21 Maret 2010

WASHINGTON – Menjelang jam-jam terakhir voting Rancangan Undang-Undang Reformasi Kesehatan kemarin, Presiden Amerika Serikat Barack Obama siaga di Capitol Hill. Ia mengirim seruan final untuk voting yang digelar siang hari ini waktu Washington.

Dia menggambarkan voting kongres itu sebagai momentum amat “bersejarah”. Berpidato dengan berapi-api, Obama mementahkan kritik atas RUU dari para anggota Republik dan beberapa Demokrat. “Waktunya untuk reformasi adalah saat ini!”

“Kita sudah menunggu cukup lama, dan dalam beberapa hari ini perjuangan seabad bakal mencapai final dalam sebuah voting bersejarah,” katanya.

Gara-gara urusan ini pulalah Obama kembali menangguhkan rencana kunjungannya ke Indonesia hingga Juni nanti. Padahal kunjungan itu sudah digagas sejak ia terpilih sebagai presiden, dan Indonesia telah bersiap jauh-jauh hari.

Menurut presiden Afro-Amerika pertama itu, sudah setahun terjadi “debat keras” soal RUU Kesehatan. “Tiap argumentasi sudah dipaparkan. Kita sudah menggabungkan ide-ide terbaik dari Demokrat dan Republik ke dalam sebuah proposal final,” kata Obama.

Lobi juga sudah gencar dilakukan. Toh, Obama tetap berkeringat karena Partai Republik dan beberapa anggota Demokrat tetap bersumpah menggagalkan lolosnya RUU. Namun harapan datang dari empat anggota Demokrat yang berubah mendukung setelah menerima sebuah kertas laporan bagus dari para analis anggaran kongresional.

Di antara mereka ada anggota DPR John Boccieri, Allen Boyd, dan Suzanne Kosmas, yang mengumumkan beralih dari berkata “tidak” pada November lalu menjadi “ya” kini–menambah sokongan baru anggota Demokrat yang belum memutuskan menjadi enam dalam tiga hari ini.

“Saya sangat senang atas momentum perkembangan RUU,” kata Ketua DPR Nancy Pelosi. “Saat kami membawa RUU ke publik, kami bakal bisa meraih kemenangan signifikan untuk rakyat Amerika.”

“Saya sangat yakin bahwa kita bakal menang voting dan RUU bakal disahkan,” ujar anggota DPR Partai Demokrat, James Clyburn.

Clyburn menyebutkan, dia dan beberapa punggawa partai telah membujuk dan menjelaskan kepada sekitar dua lusin anggota Demokrat yang ragu tentang keuntungan-keuntungan dari rancangan tersebut. Dia mengatakan, mereka mendapat alat yang berharga ketika analis RUU memberi nilai yang baik. Kantor Anggaran Kongres, yang nonpartisan, memperkirakan rancangan itu akan mengurangi defisit anggaran sebesar US$ 138 miliar selama 10 tahun dan memberikan jaminan asuransi bagi 32 juta (ditaksir saat ini 36 juta) warga Amerika Serikat yang saat ini tak ditunjang asuransi kesehatan.

Dua kelompok lobi yang kuat, Amerika Medical Association, yang mewakili para dokter, dan AARP, yang mewakili para veteran, dilaporkan sudah mendukung reformasi. Keduanya adalah pendukung RUU versi sebelumnya. Washington Post / Reuters / AP / dwi a

26
Mar
10

Perdagangan : CAFTA berdampak PHK massal

CAFTA Berdampak PHK Massal

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 25/03/2010 | 23:42 WIB CAFTA Berdampak PHK Massal

Semarang – Pemberlakuan China Asean Trade Agreement (CAFTA) justru memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian di Indonesia. Dampak tersebut antara lain dengan diberlakukannya penghapusan bea masuk komoditi barang ke luar maupun ke dalam negeri.

Kepala Badan Penelitian Pengembangan Informasi Kementrian Ketenagakerjaan, Juharsa  mengatakan, penghapusan bea masuk terhadap komoditi perdagangan tidak hanya berlaku di China tetapi juga di Indonesia. Dengan penghapusan bea masuk ini maka pasar barang dan jasa Indonesia akan semakin meningkat dan meluas,”kata Juharsa pada seminar ‘Strategi Ketenagakerjaan Terkait Pasar Bebas China-Asean 2010’, yang berlangsung di kampus Undip Semarang, Kamis (25/3).

Dikatakan Juharsa, penerapan CAFTA berdampak pula pada terjadinya persaingan yang tidak seimbang (inequal) antara produk barang Indonesia dengan China. Statistik ketengakerjaan menunjukkan bahwa sampai saat ini Indonesia masih tergolong labor surplus economic country, yang dicirikan oleh tingginya angka tingkat pengangguran terbuka. “Hingga Agustus 2009, tingkat pengangguran terbuka masih berkisar pada angka 7,87 persen,” kata Juharsa.

Sementara itu Ketua Umum Sistem Sertifikasi Kompetensi (SDM) dan (Kadin Jateng), Hertoto Basuki, yang ikut menjadi nara sumber dalam seminar tersebut mengatakan, percepatan penciptaan masyarakat Asean menjadi tahun 2015 yang semula rencana tahun 2020, untuk wilayah Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Hal ini  memberikan konsekuensi terjadinya aliran perdagangan dan jasa serta pekerja lintas batas. Sehingga para pencari kerja di ASEAN akan bersaing tak hanya dengan sesama warga negaranya sendiri, tetapi juga dengan negara lain di ASEAN.

“Untuk memenangkan persaingan pada era globalisasi maka diharuskan untuk meningkatkan kualitas (produk), meningkatkan kompetensi (SDM), dan juga profesionalisme (manajemen),” kata Hartoto.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko PT. Jamsostek, Karsanto menyatakan, dengan diberlakukannya CAFTA maka akan terjadi akses yang makin terbuka bagi produk Indonesia di pasar Cina dan negara ASEAN mendorong terciptanya ekonomi yang efisien.

Menurut Karsanto, beberapa tantangan dalam menghadapi CAFTA, penetrasi produk Cina yang murah mengancam market share produsen serupa di dalam negeri, Cina memiliki industry manufaktur yang kuat ini akan mengancam industry menufaktur dalam negeri yang pada tahap selanjutnya bisa mengakibatkan resiko PHK makin massal. (Py)

Waspadai Serbuan Waralaba Asing

lokasi: Home / Berita / Wawancara / [sumber: Jakartapress.com]

Rabu, 24/02/2010 | 18:32 WIB Waspadai Serbuan Waralaba Asing

Jakarta – Waralaba asing akan segera menyerbu. Sejalan dengan perdagangan bebas ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA), pelaku waralaba China pun dikabarkan akan melebarkan sayapnya ke Indonesia.

Asosiasi Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) mengungkapkan fenomena ini harus disikapi tegas. Pemerintah didesak untuk melakukan kebijakan yang pro terhadap pelaku usaha waralaba lokal.

Kasus-kasus penolakan izin waralaba minimarket di beberapa daerah bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi bisa menjadi filter bagi dominasi asing disektor waralaba khususnya untuk ritel minimarket namun juga bisa menghambat perkembangan waralaba secara keseluruhan termasuk waralaba lokal.

Sektor waralaba di Tanah Air di tahun ini diperkirakan akan terus menggeliat, pada tahun 2009 saja omset Rp 82  triliun terakumulasi dari sektor ritel, makanan minuman dan lain-lain. Perdagangan bebas ACFTA maupun ASEAN-Australia New Zealand FTA (AANZFTA) dipastikan akan menambah gairah sektor waralaba di Tanah Air.

Berikut ini penuturan Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Amir Karamoy di Jakarta, beberapa waktu lalu:

Bagaimana anda melihat waralaba asing khususnya di sektor minimarket?

Saya setuju kalau asing itu dibatasi, dan  harus dikembangkan secara waralaba. Jadi kalau waralaba itu bisa dinikmati pengusaha dalam negeri di daerah, bukan asing.  Terus terang saya ingin kalau Carrefour itu waralaba. Seharusnya KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) putusannya itu yang didorong itu adalah waralaba.

Terkait perdagangan bebas ACFTA, apa yang anda usulkan bagi pemerintah di sektor waralaba?

Dari sudut pandang waralaba, saya minta kepada pemerintah bahwa seluruh waralaba asal China harus franchise. Yang di saya saja sudah ada 6 perusahaan yang akan masuk jenis diantaranya waralaba kosmetik, ritel, herbal.

Siapa saja mereka?

Mareka masih inisiasi, baru mau masuk masih tanya-tanya regulasi di Indonesia bidangya ritel, makanan, herbal, klinik, rumah sakit mereka juga mau masuk, itu pasti. Pada tahun 2010 akhir pasti mereka masuk. Sekarang mereka masih tanya-tanya dengan saya soal aturan di sini.

Kenapa mereka tertarik?

Pasar Indonesia luar biasa, pasar waralaba kita terbesar di dunia. Kalau di ASEAN ini kita saingannya cuma dengan Filipina tapi penduduk kita lebih besar.

Saya minta agar pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa waralaba China yang masuk ke Indonesia itu harus dipaksa diwaralabakan melalui permendag pokoknya aturan pemerintah. Jadi mereka dipaksa jangan sampai ia mengembangkan company own-nya disini.

Jangan  sampai nanti semuanya menjual produk-produk dari China, juga harus menjual dengan persentase 60%  produk China, 40%  produk lokal, kalau tidak kita dilibas habis karena mereka jual yang murah, mereka mudah tersebar kemana-mana.

Misalnya kalau mereka masuk di klinik, herbal  kita bisa kesulitan. Pokoknya kalau sebagai waralaba wellcome saja, tapi kalau nggak, kita nggak setuju. Saya sudah sampaikan hal ini ke merek, dan mereka sudah kelihatannya setuju, mereka kelihatannya menghargai.

Sejumlah 6 perusahaan itu akan saya hantar ke kementerian perdagangan. Mereka tahun 2010 sudah mulai, pemerintahnya mendukung penuh, mereka juga sudah tunjuk lawyernya dari Indonesia

Bagaimana sikap anda soal pembatasan izin minimarket, yang umumnya adalah pelaku waralaba lokal, seperti di DKI Jakarta?

Ini trennya terjadi dibeberapa daerah, saya mau mengingatkan saja kepada pemda, kalau mereka dijalankan secara waralaba maka pemda wajib untuk mendorong, bukan menghalangi. Ini ada dalam PP No 40 tahun 2007 mengenai waralaba dan UU No 20 tahun 2008 tentang UMKM.

Dalam PP waralaba dan UU UMKM, dicantumkan secara jelas bahwa pemerintah dan pemda wajib mendorong perkembangan waralaba di daerah. Kalau ada waralaba yang distop maka pejabat itu melanggar UU dan harus ditindak gubernurnya.

Sekarang ini kebijakan sejenis itu dimana saja?

Di DKI Jakarta banyak, kalau memang dikembangkan dalam company own store, satu perusahaan mengembangkan banyak outlet, itu saya setuju dibatasi. Tapi kalau itu dikembangan secara waralaba dan penerima waralaba adalah pengusaha daerah, maka pemerintah tidak boleh menutup, namun justru harus mendorong.

Saya dengar dari sekian banyak yang dilarang izinnya (oleh Pemda DKI) ada juga yang minimarket waralaba. Beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur ada. Itu hanya kekurangan pahaman pejabat pemda apa arti waralaba, kedua juga mereka tidak membaca UU yang ada.

Saya menyarankan sebagai  ketua Wali dan Ketua Komite Tetap Kadin bidang Waralaba. Tanya saja ke kami apa itu waralaba. Saya khawatir dengan tindakan seperti ini melanggar UU.

Upaya yang telah dilakukan Wali?

Saya sudah menyampaikan hal ini secara tertulis kepada menteri perdagangan, bahwa upaya menghalangi pertumbuhan waralaba pihak pemerintah pusat harus menjadi perhatian besar.

Sebaiknya pemda-pemda itu mengetahui hakekat waralaba itu. Setahu saya mereka tidak mengerti apa itu waralaba. Mereka hanya mengerti ada pasar moderen, masuk ke daerah menggusur pasar tradisional, itu gambaran mereka.

Padahal waralaba itu memberikan kesempatan lapangan kerja, terutama dilokasi dimana waralaba itu berada. Kalau terjadi persaingan itu tugas pemerintah bagaimana mengaturnya, tapi jangan sampai menutup (waralaba minimarket). Bagaimana pemerintah mengeluarkan kebijakan, pasar tradisonal tetap jalan, dan waralaba (minimarket) juga jalan.

Selama ini pemda beralasan kebijakan itu untuk tidak menjamurnya minimarket?

Kalau kita mau menjadi kota megapolitan semua ritel-ritel harus menjadi ritel moderen. Tetapi saya tidak katakan kalau pasar tradisional tidak boleh hidup, mereka harus tetap hidup. Masalahnya bagaimana mengaturnya, kalau menahan itu melanggar UU, Wali bisa menuntut.

Imbasnya apa dong kalau ini dibiarkan?

Biasanya mereka (minimarket) buka 24 jam, minimal 2 shift maksimal 3 shift, kalau satu shift saja 6 pegawai maka bisa menyerap tenaga kerja hingga 18 orang per outlet. Kalau itu ribuan berapa tenaga kerja yang bisa diserap? Juga waralaba itu kan pengusaha setempat, bukan pengusaha wilayah lain, jadi  berkembangnya waralaba di daerah akan mendorong kota berkembang menjadi lebih hidup.

Selama ini porsi minimarket untuk waralaba berapa?

Ritel perputarannya di waralaba itu mencapai Rp 50 triliun per tahun, atau mengambil porsi hampir 40%, itu minimarket saja. Ini cukup besar, kalau ini dilarang, tenaga kerja yang belum terserap cukup besar loh.

Memang Wali sudah mengupayakan apa saja khususnya ke pemda DKI?

Terus terang saya dengan Foke (Gubernur DKI Jakarta)  sejak kecil berteman, dalam beberapa kesempatan saya sampaikan bahwa kesan saya bahwa pemda tidak memahami apa yang dimaksud dengan waralaba.

Misalnya dalam perda pasar swasta yang sudah diganti,  pasar yaitu ada supermarket, minimarket dan waralaba, itu saja sudah salah. Waralaba itu bukan pasar, itu sistem, suatu sistem, suatu pihak memberikan hak merek pada pihak lain, masing-masing pihak independen tidak saling memiliki.

Kalau ritel dilarang, sekarang bengkel, apotik, cuci motor, cuci helm sekarang menjamur. Kalau itu terjadi jadi lucu, karena banyak pelaku usaha kecil lainnya disektor itu yang bukan waralaba. Itu kesalahan yang patal dilakukan oleh pemda. Pak Foke bilang akan dipelajari.

Bukankah sekarang sedang dibahas perdanya?

Betul sekarang sedang dibahas, tapi celakanya kami tidak pernah diundang, padahal dalam pembahasan kementerian perdagangan soal waralaba saya selalu diundang. Kalau pemda DKI tidak pernah mengundang. (*/dtc)

Bisnis Minimarket tetap Tertutup untuk Asing

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/03/2010 | 11:53 WIB Bisnis Minimarket tetap Tertutup untuk Asing

Jakarta – Pemerintah tidak melakukan perubahan aturan dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk kepemilikan asing yang masih tertutup di sektor usaha ritel minimarket di Indonesia sebagaimana telah ditetapkan dalam ketentuan DNI semula yang tertuang dalam Perpres No. 111/2007.

Nggak ada perubahan, tetap dipertahankan untuk lokal, sama seperti ketentuan yang lama,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Subagyo di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010) malam.

Dalam Perpres No. 111/2007 pemerintah memperkenankan asing untuk menanamkan modalnya hingga 100% untuk supermarket, departement store, hypermarket, dan pusat perkulakan dengan luas 1200 meter persegi.

Sementara itu, DNI memasukkan minimarket dan convenience store dalam kelompok modal dalam negeri 100% dengan luas 400 meter persegi.

Sebelumnya, terdapat kekhawatiran pemerintah akan membuka izin investasi asing untuk sektor minimarket dalam revisi aturan DNI berdasarkan Perpres No.111/2007 yang dibahas secara teknis oleh Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) dan dibahas bersama K/L terkait di Menko Perekonomian.

Sedangkan Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan belum bisa menjelaskan terkait hasil DNI bagi minimarket tersebut. “Saya harus cek dulu dilampirannya,” jawabnya. (*/dtc/ida)

25
Mar
10

Kepemimpinan : Psikopolitik SBY, Sesat DPR dan Gaya Obama

Psikopolitik Presiden

Rabu, 24 Maret 2010 | 04:24 WIB

SITI SIAMAH

Sejak Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden, muncul fenomena kubu-kubuan di kalangan publik; terutama kalangan analis dan elite politik yang sangat frontal.

Kubu pertama mendukung dan memuji-muji gaya kepemimpinan Yudhoyono karena mereka berada di dalam lingkaran kekuasaan Presiden. Kubu kedua merupakan kebalikan kubu pertama. Mereka berada di luar lingkaran kekuasaan dan selalu menentang dan mengecam gaya kepemimpinan Yudhoyono.

Munculnya kubu-kubuan tersebut selalu dimanfaatkan oleh media untuk menarik perhatian publik. Buktinya, setiap hari acara dialog atau debat digelar di layar kaca dengan menampilkan dua kubu untuk mendiskusikan berbagai hal menyangkut sikap dan kebijakan Presiden. Acara dialog di layar kaca selalu diwarnai debat sengit atau bahkan debat kusir.

Obyek perdebatan

Yang menarik, media ataupun masing-masing kubu kerap memosisikan Presiden sebagai obyek perdebatan. Dalam hal ini, Presiden tidak dihadirkan untuk menjelaskan sikap dan kebijakan politiknya yang sedang diperdebatkan. Akibatnya, muncul kesan bahwa Yudhoyono adalah Presiden yang sangat toleran terhadap semua pihak.

Yang layak menjadi kajian, kenapa Presiden terkesan menikmati posisi sebagai obyek perdebatan di media? Dalam hal ini, ada satu kemungkinan yang paling masuk akal. Mungkin Presiden sengaja membiarkan dirinya menjadi obyek perdebatan karena masing-masing kubu yang berdebat di media dianggap sama-sama berjasa untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan popularitasnya.

Oleh karena itu, andai kata regulasi politik tidak menghalanginya untuk menjadi calon Presiden lagi dalam Pemilihan Presiden 2014, sangat mungkin Yudhoyono akan meraih kemenangan untuk ketiga kalinya.

Dengan popularitas yang dinamis, Yudhoyono jelas akan mendapatkan keuntungan politik yang besar di kemudian hari, terutama pada Pemilihan Presiden 2014. Keuntungan ini tentu bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan gaya kepemimpinannya.

Selanjutnya, mungkin saja Yudhoyono akan mewariskan popularitasnya kepada ”dinastinya” untuk merebut kursi presiden pada Pemilihan Presiden 2014. Dengan kata lain, siapa pun yang ditunjuk untuk melanjutkan gaya kepemimpinannya sangat berpotensi didukung publik yang telah telanjur bersimpati kepadanya.

Psikopolitik

Jika kemungkinan yang terpapar di atas ternyata betul-betul menjadi kenyataan politik pada tahun 2014, semua pihak mungkin baru akan bisa menyadari bahwa Yudhoyono ternyata sangat mahir memainkan psikopolitik untuk menarik simpati publik.

Disebut psikopolitik karena ada unsur menggunakan dominasi emosi dalam mengelola kekuasaan. Emosi itu menjelma dalam bahasa tubuh yang sering diperlihatkan Yudhoyono. Misalnya, setiap bicara di depan publik, Yudhoyono sering menunjuk dadanya daripada menunjuk keningnya.

Atau lebih konkretnya, Presiden lebih suka menggunakan pertimbangan perasaan dalam mengambil sikap dan kebijakan politiknya sehingga selalu terkesan serba lambat atau telat. Contoh mutakhirnya, Presiden baru menyatakan bertanggung jawab terhadap kebijakan penalangan Bank Century setelah menjadi masalah kontroversi yang sangat menghebohkan.

Begitulah, Yudhoyono memang tampak sering sengaja membiarkan munculnya kontroversi terkait kebijakan politiknya. Sikap ini memang sangat menguntungkannya karena politik bukan benda kubus yang sangat jelas setiap sudutnya.

Dengan kata lain, politik sering diasumsikan seperti benda bulat yang menggelinding dan selalu berputar sehingga yang dianggap kanan bisa saja kiri dan yang dianggap atas bisa saja bawah. Lebih konkretnya, setiap kebijakan politik berpotensi menjadi kontroversial yang bisa diperdebatkan panjang lebar serta setiap kontroversi dan perdebatan politik akan berdampak memopulerkan penguasa di depan publik.

Pelajaran penting

Dari hiruk-pikuk kontroversi seputar sikap dan kebijakan politik Presiden, tampaknya ada dua pelajaran penting yang perlu dicermati. Pertama, kebebasan pers di Indonesia telah menjebak media ke dalam euforia histeris yang jika tidak segera disadari justru akan sangat menguntungkan pencitraan politik bagi pihak penguasa. Dalam hal ini, selayaknya media lebih banyak mengambil peran sebagai kontrol kekuasaan daripada memfasilitasi pengembangan kontroversi atas kebijakan politik yang makin memopulerkan penguasa.

Kedua, pihak oposisi seharusnya berusaha lebih cerdas memainkan psikopolitik tandingan dengan merebut simpati publik. Misalnya, setiap sikap dan kebijakan politik Presiden yang dianggap kontroversi ditentang berdasarkan argumen logis dan data-data otentik.

Sayangnya, sejauh ini pihak oposisi cenderung hanya memaparkan kecaman berdasarkan asumsi sehingga tidak cukup kapabel mengoreksi sikap dan kebijakan politik Presiden dan juga tidak mampu menarik simpati publik. Apabila kondisi ini berlangsung sampai tahun 2014, tentu sia-sia saja berharap akan ada perubahan gaya kepemimpinan meskipun Yudhoyono tidak boleh lagi memperpanjang kekuasaannya.

SITI SIAMAH Peneliti Global Data Reform

Sesat Ancaman DPR

Rabu, 24 Maret 2010 | 04:26 WIB

Hifdzil Alim

Dewan Perwakilan Rakyat geram terhadap hasil gelar perkara kasus Century yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya, DPR tak puas dengan kinerja KPK. Ketidakpuasan itu menyemburkan niat DPR untuk memangkas anggaran KPK.

Ditambah lagi, Tumpak Hatorangan Panggabean, Pelaksana Tugas Ketua KPK yang baru saja diberhentikan, mengisyaratkan kasus Century akan dilempar ke kepolisian dan kejaksaan bila tidak ada indikasi korupsi di bail out Bank Century. Sepertinya, isyarat ini membuncahkan suhu kemarahan para politisi Senayan. Seakan, apa yang telah mereka hasilkan selama penyelidikan angket tak berarti alias muspro.

Jika benar nantinya tim penyidik KPK tidak menemukan dugaan korupsi dalam bail out Bank Century, tepatkah DPR memangkas anggaran KPK? Tidak!

Blunder

Niat DPR memangkas anggaran KPK adalah hal yang keliru. Apalagi bila dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Pasal 14 Ayat (2) mengatakan, setiap rencana kerja dan anggaran negara yang akan digunakan oleh pengguna anggaran negara harus berdasar prestasi kerja yang akan dicapai. Ketentuan UU itu melahirkan konsep anggaran berbasis kinerja (ABK).

Dengan menempatkan ABK sebagai unit analisis, niat DPR memangkas anggaran KPK, setidaknya, melahirkan empat blunder DPR. Pertama, pemangkasan anggaran KPK bertentangan dengan konsistensi konsep ABK, kinerja KPK selama ini boleh dibilang cukup sesuai dengan jalur manajemen ABK.

Tidak hanya itu, KPK yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan korupsi (Pasal 4 UU No 30 Tahun 2002 tentang KPK) dinilai cukup berhasil mewujudkan tujuan pembentukannya.

Trend Corruption Report Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM (Pukat Korupsi) pada 2009 mencatat, KPK memimpin jumlah pemeriksaan kasus korupsi sebanyak 58 kasus. Berturut-turut diikuti kejaksaan negeri (35 kasus), kejaksaan tinggi (13 kasus), Kejaksaan Agung (13 kasus), Mabes Polri (1 kasus), dan kepolisian wilayah (1 kasus).

Lalu, bagaimana dengan DPR? Pukat Korupsi merekam hasil yang berkebalikan, misalnya, per Juni 2009, dari 282 RUU yang masuk ke dalam Program Legis- lasi Nasional (Prolegnas) 2004- 2009, DPR hanya menyelesaikan 197 RUU (69,85 persen), sedangkan 85 RUU (30,15 persen) hanya masuk ”daftar tunggu”. Dari RUU yang sudah diselesaikan itu pun, RUU pemberantasan korupsi cuma 6 persen. Padahal, pagu definitif DPR mencapai angka Rp 1,8 triliun.

Dengan rekaman tersebut tentu sedikit yang akan menolak seumpama ada usulan: yang seharusnya dipangkas anggarannya adalah DPR, bukan KPK.

Kedua, mengurangi anggaran KPK secara perlahan-lahan akan membunuh sang pembunuh koruptor. Bagaimana tidak, sejak 2004- 2009, misalnya, jumlah pengaduan yang masuk ke KPK sebanyak 33.658. Dari jumlah itu, pengaduan yang memuat dugaan tindak pidana korupsi sebanyak 7.020. Dengan jumlah pengaduan sebanyak itu, anggaran KPK yang ditentukan oleh negara untuk tiap tahun anggaran hanya berada di kisaran Rp 300 miliar.

Meski demikian, KPK tak surut. Internal KPK berhasil memeriksa 1.017 pengaduan. KPK lulus memaksimalkan anggaran semut untuk mencapai hasil gajah. Bayangkan, apa jadinya kalau anggaran KPK betul-betul dipangkas? Tentu sedikit demi sedikit mendorong KPK jatuh ke liang lahat.

Ketiga, memangkas anggaran KPK saat ini akan bertabrakan dengan usaha meningkatkan kinerja KPK dan pemberantasan korupsi.

Pada 29 Oktober 2009 DPR menerbitkan UU 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Pengadilan Tipikor). Dalam UU tersebut, kedudukan pengadilan tipikor ditentukan berada di setiap kabupaten/kota.

Dengan sendirinya, DPR sebagai pemegang kuasa anggaran mesti menambah anggaran bagi KPK agar dapat menginisiasi pembentukan KPK di kabupaten/kota sehingga KPK mudah meningkatkan kinerja memberantas korupsi, bukan memangkas anggaran.

Terakhir, DPR tampaknya lupa bahwa sangat sulit membangun logika untuk memangkas anggaran KPK hanya karena KPK dianggap turun kinerjanya gara-gara tak berhasil menemukan indikasi korupsi dalam kasus Bank Century sebab masih banyak kasus korupsi big fish lain yang berhasil dibongkar KPK, seperti kasus suap yang melibatkan pejabat Kejaksaan Agung dan kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR.

Bila demikian, tak ayal niat DPR memangkas anggaran KPK sebatas menjadi sebuah ancaman yang sesat, tak berdasar. Tidak lebih.

Hifdzil Alim Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM

Pancasila di Amerika Menang?

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 23/03/2010 | 07:37 WIB Pancasila di Amerika Menang?
OLEH: ARIEF TURATNO

TEMAN saya yang juga pembaca setia jakpress.com Prof Dr Ir Panji R Hadinoto SH, MH pagi-pagi sudah SMS. Dia bilang bahwa Pancasila di Amerika Serikat (AS) menang. Terus terang membaca SMS tersebut saya kaget. Kok, bisa Pancasila di AS menang? Sepengetahuan saya dan mungkin Anda, AS adalah negara liberal, bukan seperti Indonesia. Dan Pancasila yang kita tahu hanya ada di Indonesia. Lantas mengapa Pancasila bisa menang di AS?

Tidak lama kemudian teman saya tadi SMS lagi, bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Jaminan (Asuransi) Kesehatan yang diusung kubu Presiden AS Barack Husein Obama memenangkan voting dengan perbandingan 219 untuk kubu Partai Demokrat, dan 212 mereka yang tidak setuju dengan usulan Obama. Lantas apa hubungaqn Pancasila dengan kemenangan kubu Obama dalam voting tersebut?

Ternyata, meskipun mayoritas penduduk AS berkulit putih, mereka pun bisa menerima kehadiran Obama yang berkulit hitam menjadi pemimpinnya. Ini membuktikan bahwa pluralisme telah berkembang dengan baik di AS. Tidak hanya itu, RUU yang diajukan kubu Obama juga mencerminkan tentang sila keadilan, dan kemanusiaan, serta sila lainnya yang ada di Pancasila. Sebab dengan dimenangkannya RUU tersebut, maka sekitar 30 juta lebih penduduk AS yang tidak dapat jaminan kesehatan akan segera mendapat pelayanan kesehatan sebagaimana warga negara lainnya. Bagaimana dengan Indonesia?

Ya, seharusnya kita malu dengan melihat fenomena yang terjadi di AS. Justeru soal pluralisme yang mensponsori AS. Dan pluralisme yang dipraktekan di AS, tidak melulu berbicara soal agama, bagaimana yang kerap diperjuangkan sekelompok orang yang menuntut kebebasan beragama dan melaksanakan keyakinannya di Indonesia. Pluralisme di AS berlaku untuk semua bidang, pekerjaan, keadilan dan kesamarataan. Sedangkan praktek pluralisme di Indonesia sangat lain, karena hanya diambil untuk kepentingan tertentu saja.

Andaikan pluralusme yang didengung-dengungkan di Indonesia benar-benar mempraktekan ajaran Pancasila. Tentu tidak akan ada orang yang berusaha mencabut UU tentang Penyalahgunaan dan atau Penodaan terhadap Agama (UU No 1 tahun 1965). Karena sesungguhnya UU itu pun lahir sesuai dengan Pancasila, dimana dalam sila pertama disebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebaliknya, kalau UU tersebut dicabut seperti yang diajukan kelompok yang mengaku pengusung pluralisme. Sama artinya dengan mengubah Negara Pancasila menjadi Negara Liberal Indonesia. Sementara AS yang menjadi induk semang paham liberal sendiri belakangan mulai memahami bahwa kehidupan yang didasari dengan ajaran Pancasila itu memang indah.

Dan keindahan serta harmoni hidup agar tetap lestari harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Carannya, maka dibuatlah aturan sebagaimana UU tentang Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama. Keindahan atau keelokan dalam harmoni kehidupan akan redup, bilamana pagar yang menjaga keharmonisan itu dicabut. Apakah ini yang kita inginkan atas nama kebebasan hidup beragama? (*)

Pentingkan Dalam Negeri, SBY Tirulah Obama!

lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 19/03/2010 | 16:25 WIB Pentingkan Dalam Negeri, SBY Tirulah Obama!Jakarta – Presiden AS Barack Obama menunda kunjungan ke Indonesia karena mementingkan penyelesaian RUU Reformasi Kesehatan yang akan disahkan Kongres AS. Presiden SBY diminta meniru Obama yang mengutamakan urusan di dalam negeri.

“Obama tidak mempedulikan citra dan pujian di luar negaranya. Dia lebih mementingkan urusan dalam negerinya meski dalam rencana kunjungan di Indonesia akan mendapat sambutan yang macam-macam,” kata anggota Komisi I DPR Effendi Choirie, Jumat (19/3/2010).

Mantan Ketua FPKB DPR ini menilai, SBY selama ini mencoba meniru gaya kepemimpinan di negara barat. Namun SBY harus menyadari adanya perubahan paradigma berfikir soal pelayanan kepada rakyat. Para kepala negara yang dicontoh SBY lebih mementingkan urusan dalam negeri terkait kesejahteraan dan keamanan rakyatnya.

“Kalau SBY selama ini meniru pemimpin AS, harusnya sekarang merasa kecele. Ternyata Obama lebih mendahulukan kepentingan dalam negeri dan kesejahteraan rakyatnya. Ini harus menjadi catatan SBY untuk mengubah pola kepemimpinannya,” tegasnya.

Gus Choi, panggilan akbar Effendi Choirie, melihat SBY terkesan ingin mendapat pengakuan dari luar negeri. Padahal persoalan dalam negeri masih banyak yang harus diselesaikan khususnya yang terkait kemiskinan dan kesejahteraan rakyat.

“Berbeda dengan pemimpin kita ini, kita punya kesan selama 5 tahun lebih dia memimpin. Dia lebih senang melayani kepentingan luar negeri dan dapat citra baik dari luar negeri. Misal, menyampaikan keberhasilan memerangi terorisme saja di negara lain dari pada di dalam negeri,” paparnya.

Penolakan HTI
Gus Choi menilai penundaan kunjungan Obama ini murni karena urusan dalam negeri yang harus diselesaikan dengan cepat. Penundaan ini bukan karena tekanan dari kelompok-kelompok yang selama ini menolak Obama.

“Bagi kaum radikal dan fundamentalis, penundaan ini bukan berarti keberhasilan mereka mengancam boikot dan menolak kehadiran Obama. Ini murni ada urusan dalam negeri. Obama tidak akan takut dengan ancaman mereka,” paparnya.

Dengan adanya perubahan paradigma pemimpin di negara Paman Sam ini, pemimpin Indonesia juga harus ikut merubah pandangannya soal tugas kenegaraan. “Kita menerima kunjungan negara lain dalam konteks menghargai bangsa kita, pergaulan antar bangsa. Tapi jangan sampai untuk kepentingan kekuasaan kita,” tandasnya.

Obama Batal Berkunjung, PM Australia Santai
Presiden AS Barack Obama batal berkunjung ke Indonesia, Australia dan Guam. Perdana Menteri (PM) Australia Kevin Rudd menanggapi santai pembatalan tersebut. “Saya cukup santai soal itu semua,” kata Rudd pada media Australia, Seven Network, seperti dilansir harian The Australian, Jumat (19/3/2010).

Dikatakan Rudd, dirinya akan menyambut gembira kapan pun Obama memutuskan untuk datang. “Saya akan sangat senang kapan pun presiden memutuskan untuk berkunjung,” ujar pemimpin negeri Kangguru itu. “Saya sangat mengenal Presiden Obama. Akan menyenangkan jika dia dan Michelle serta anak-anak datang,” kata Rudd.

Obama telah menelepon Rudd mengenai pembatalan kunjungan tersebut. Dikatakan Rudd, dalam pembicaraan telepon itu, Obama mengatakan ingin berada di Australia lebih lama daripada yang tadinya telah dijadwalkan.

Sebelumnya, Obama dijadwalkan berada sehari saja di Australia. Namun tur ke Guam, Indonesia dan Australia ditunda hingga Juni karena Obama sedang berupaya menggolkan RUU kesehatan yang sangat penting bagi pemerintahan Obama.

Dikatakan Rudd, dirinya bersimpati pada Obama mengenai kesulitannya dalam mereformasi sistem kesehatan AS. “Apa yang sedang terjadi di AS merupakan perdebatan kesehatan yang sangat penting. Ini massif,” tutur Rudd.

“Saya katakan padanya bahwa saya simpati padanya karena dua hal. Pertama, saya juga punya Senat yang menghalangi sebagian besar yang ingin coba saya lakukan. Dan kedua, kita juga sedang berupaya melakukan beberapa perubahan kesehatan di Australia,” ujar Rudd. (*/dtc/int)

Bude Obama Malah Khawatir Jika Obama Datang

lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 19/03/2010 | 07:50 WIB Bude Obama Malah Khawatir Jika Obama DatangJakarta – Tien Soemitro, Bude Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama (Barry) mengaku tidak kecewa atas penundaan kunjungan Obama yang kedua kalinya itu. Tien justru mengkhawatirkan Obama jika datang ke Indonesia.

“Saya nggak kecewa Barry menunda kedatangannya. Karena saya juga mengerti situasi politik di dalam negeri. Saya lebih beruntung, daripada dia kenapa-napa, mending ditunda,” kata Tien, Jumat (19/3/2010) pagi.

Tien sendiri mengaku belum mendapat kabar resmi baik dari Gedung Putih maupun Istana terkait penundaan kedatangan Obama. Dia baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan di media-media. “Kita juga belum dengar dari Istana. Saya baru dengar dari BBC tadi. Kelihatannya kalau seperti itu memang betul-betul ditunda,” katanya.

Tien menduga, penundaan Obama juga karena banyaknya teroris di Indonesia yang akhir-akhir ini gencar dilumpuhkan Mabes Polri. “Mungkin begitu. Belum lagi banyak demo-demo yang menentang kedatangannya,” imbuhnya.

Memang, rencana kunjungan Obama ini menuan pro-kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Tien menilai, orang-orang yang kontra terhadap rencana kunjungan Obama itu hanya ikut-ikutan saja.

“Saya juga merasakan yang kontra-kontra itu sebagian besar karena ikut-ikutan. Mereka hanya melihat Obama sebagai Presiden Amerika, Amerika sebagai musuh Islam. Padahal kan, ayahnya Obama itu asli Islam,” paparnya.

Tien berharap, Juni nanti Obama jadi datang ke Indonesia. Tien mengaku sudah kangen melihat Obama. Padahal, keluarga besarnya sudah mempersiapkan hadiah bagi Obama. “Keponakan saya ada yang membuat buku silsilah keluarga Soemitro. Itu akan diberikan pada Obama nanti,” tandasnya.

Obama Pidato ‘Bersyarat’
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengundang masyarakat Virginia untuk hadir dalam pidatonya mengenai RUU Reformasi Kesehatan. Namun, masyarakat yang datang tidak diperbolehkan membawa poster, spanduk bahkan tas.

Dalam situs jejaring sosial Twitter Gedung Putih pada Jumat (19/3/2010), Gedung Putih mengundang masyarakat untuk hadir dalam pidato Obama itu. Tidak perlu tiket untuk menghadiri acara penting tersebut.

Sementara itu, dalam rilis yang tercantum dalam blog Gedung Putih, Obama akan berpidato di Patriot Center di Universitas George Mason (GMU), Fairfax, Virginia. Pintu dibuka pada Jumat (19/3) mulai pukul 09.00 waktu setempat.

Gedung Putih mewanti-wanti masyarakat untuk tidak membawa poster, spanduk bahkan tas maupun tas tangan. Bagi warga setempat, bisa langsung menuju universitas tersebut atau mendaftar terlebih dulu melalui situs jejaring sosial Facebook Gedung Putih.

Pidato Obama ini merupakan suatu yang penting bagi warga Amerika. Obama tengah berupaya menggolkan Rancangan Undang-Undang Reformasi Kesehatan. (*/dtc/jpc)

Obama Kembali Tunda Kunjungan ke Indonesia Hingga Juni

lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 19/03/2010 | 00:40 WIB Obama Kembali Tunda Kunjungan ke Indonesia Hingga JuniJakarta – Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama kembali menunda kunjungannya ke Indonesia dan Australia. Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, Obama diperkirakan ke Indonesia pada Juni mendatang.

Gibbs mengatakan Obama menunda rencana perjalanannya ke Indonesia dan Australia karena tengah berusaha merampungkan RUU Reformasi Kesehatan. Demikian dilansir dari AFP, Jumat (19/3/2010).

Gibbs juga mengatakan, tidak dipastikan apakah Obama juga akan mengunjungi Australia pada Juni mendatang. Pihak Gedung Putih, katanya, telah menghubungi Presiden SBY dan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd tentang penundaan ini. Sebelumnya, Obama telah menunda rencana kedatangannya ke Indonesia.

Ini adalah pembatalan yang ketiga kali dari rencana kedatangan Obama. Sebelumnya, pihak AS mengatakan ketertundaan kunjungan Obama ke Indonesia dari rencana semula 21 Maret menjadi 23 Maret 2010 karena masih ada Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan AS yang harus diselesaikan Presiden. Sementara rumor yang berkembang di Tanah Air, Obama menunda kedatangannya karena takut teroris Indonesia. Pertanyaan dan persoalannya adalah manakah yang benar dari dua pendapat tersebut?

“Meskipun AS memiliki semua perlengkapan canggih, didukung pasukan elite yang terlatih, tetap saja semua itu belum cukup menjadi jaminan bahwa kunjungan Obama akan aman di Indonesia. Sebab sebagaimana kita ungkapkan di atas, bahwa serangan teroris sekarang ini bisa terjadi secara tiba-tiba, tidak terduga, dan pelakunya bisa siapa saja. Kita tentu masih belum lupa, bagaimana Presiden Mesir Anwar Sadad terbunuh. Dia dibunuh bukan oleh para teroris yang menyerang dari luar, tetapi dari para pengawalnya sendiri yang tidak puas dengan kebijakannya. Mungkin hal ini juga jadi pikiran pihak Obama,” ungkap pengamat Arief Turatno. (*/AFP/DTC)

Obama, Israel dan Batalnya ke Jakarta

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/03/2010 | 21:41 WIB Obama, Israel dan Batalnya ke Jakarta
OLEH: ARIEF TURATNO

SABTU (20/3) siang puluhan ribu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berdemo di Jakarta. Mereka berunjukrasa mengutuk tindakan Israel yang memperluas pemukiman rakyatnya di wilayah Palestina. Tidak hanya kader PKS yang marah atas perbuatan Israel tersebut, namun Uni Eropa pun menyatakan ketidaksenangannya terhadap perilaku buruk Negara Yahudi tersebut. Pertanyaan dan persoalannya adalah bagaimana dengan sikap Amerika Serikat (AS) sendiri mengenai kebijakan Israel itu?

Sejauh ini, komunitas AS terlihat tenang-tenang saja terhadap aksi yang dilakukan Israel itu. Begitu pun PresidenAS berkulit hitam Barack Husein Obama nampaknya sampai saat ini belum bereaksi. Padahal, kita semua tahu bahwa keberanian Israel adalah karena adanya dukungan dari Paman Sam. Artinya, jika AS bereaksi atas sikap Israel itu, atau paling tidak Obama membuat pernyataan yang intinya supaya Negara Yahudi itu menghentikan aksinya. Kita sangat yakin, Israel pasti patuh. Mengapa tidak?

Kita pun sungguh tidak paham dengan sikap Obama sendiri. Seperti kita ketahui, Obama terpilih menjadi Presiden AS dengan suara sangat meyakinkan, karena dia dianggap sebagai individu yang pluralis. Obama dianggap sebagai figure yang dapat mengayomi semua bangsa, etnis maupun agama. Faktanya? Inilah yang benar-benar kita tidak mengerti, mengapa banyak momentum bagus yang mestinya dapat digunakan Obama untuk menunjukan eksistensinya dibiarkan berlalu.

Misalnya ketika pihak-pihak tertentu di AS menghendaki penambahan pasukan di Afghanistan, mestinya Obama muncul dengan mengatakan hal itu tidak perlu dilakukan. Bukankah Obama sendiri pernah berjanji akan menyelesaikan pergolakan atau konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan Asia dengan jalan diplomatis? Mana janjimu?

Dalam kasus pencaplokan tanah oleh Israel terhadap tanah warga Palestina, Obama pun seharusnya memperingatkan koleganya agar tidak melakukan kebijakan yang merugikan bangsa dan Negara lain. Namun ternyata ini pun diacuhkan Obama. Karena sikap dan perilaku yang controversial inilah yang barangkali menjadi penyebab, mengapa banyak umat Islam yang menolak kedatangannya ke Jakarta. Karena umat tahu, keberadaan Obama tidak ada manfaatnya sama sekali bagi dunia Islam. Karena tadi, Obama tidak berani melakukan apa yang tidak pernah dilakukan para Presiden AS sebelumnya.

Sebagai Presiden kulit hitam di Negara besar semacam AS dan agar namanya tetap dikenang sepanjang sejarah peradaban manusia, mestinya Obama melakukan perbedaan. Namun kenyataannya dia tidak melakukan apa pun. Dan barangkali karena alasan ini pula, sehingga Obama membatalkan kunjungannya ke Jakarta. Sebab kalau dia tetap berkunjung ke Jakarta, ketika sebagian umat tengah mengutuk kekurang-ajaran Israel seperti saat ini. Mungkin saja, Obama bakal menjadi sasaran demonstrasi besar-besaran. Apakah memang sebelumnya sudah ada kongkalikong dengan Israel? Entahlah! (*)

Batalnya Obama, Pukulan Bagi SBY

lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/03/2010 | 14:10 WIB Batalnya Obama, Pukulan Bagi SBYGagal, Imagologi SBY-Boediono Via Obama?

POLITIK pencitraan  SBY, Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani melalui kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Jakarta, gagal  atau tertunda lagi. Obama batal ke Jakarta pekan depan. Para analis politik menduga  SBY, Boediono dan Sri Mulyani’’gigit jari’’ lantaran gagal membangun imagologi. Benarkah?

Setelah dirundung skandal Centurygate yang mengganggu pencitraan dan jalannya pemerintahan, SBY, Bowediono dan Sri Mulyani berharap Obama jadi ke Jakarta pekan depan untuk mendongkrak imagologinya sebagai pemimpin Asia Tenggara. ‘’Tapi  batalnya lawatan Obama ke Jakarta telah merontokkan imagologi  mereka, dan dikhawatirkan, isu skandal Century meruak lagi,’’ kata sosiolog Arie Sujito dari Universitas Gadjah Mada.

Dalam hal ini, pengamat politik Nehemia Lawalata melihat ada sisi lain yang harus disimak. ‘’Batalnya Obama harus pula dibaca bahwa boleh jadi, Obama melihat  pemerintahan SBY dikuasai  para teknokrat konservatif  dan neoliberal yang tidak pro-rakyat. Saya dengar Obama tersadar setelah membaca disertasi ibunya yakni Ann Dunham mengenai Indonesia di mana kelompok ekonom konservatif dan neoliberal menguasai Indonesia. Ini berarti SBY diberi waktu oleh Yang Maha Kuasa untuk membaca disertasi ibunya Obama itu, agar mawas diri terhadap para ekonom konservatif dan neoliberal di sekelilingnya,’’ kata Nehemia, mantan sekretaris politik Prof Sumitro Djojohadikusumo.

Manuver bagi politik pencitraan Presiden SBY, Boediono dan Sri Mulyani (baca: imagologi) mudah dibaca, termasuk  kesan  publik atas sikap ‘’ngebet’’ mereka untuk menerima kunjungan Obama. Namun para pemerhati politik tidak yakin Obama Maret ini ke Jakarta dan ternyata kekhawatiran itu benar.

‘’Melalu laporan penasehat Obama dan intelijen Gedung Putih, Obama harusnya tahu mengenai Centurygate dimana sesepuh mafia Berkeley atau ‘’Don’’ Mafia itu  yakni  Prof Wijoyo Nitisastro dicurigai  mendukung Boediono berada di balik skandal itu. Wijoyo dikabarkan terus mendorong Boediono-Sri Mulyani bertahan melawan vonis politik DPR, dengan menggunakan politik pencitraan dari lawatan Obama untuk kepentingan bercokol mereka. Seluruh elemen gerakan mahasiswa di Indonesia sudah tahu skenario Wijoyo Nitisastro yang mendukung Boediono-Sri Mulyani mem-bailout Bank Century sebagai kejahatan finansial dan moral hazard. Jadi,  batalnya Obama ke Jakarta jelas ‘’berkah moral’’ bagi  mahasiswa dan rakyat untuk bergerak lagi,’’ kata Rendra Velentino, Ketua Presidium GMNI.

Lalu, seberapa pentingkah kunjungan Obama tersebut? Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali kepada pers menyatakan, dari sisi politik pencitraan bagi SBY dan hubungan bilateral kedua negara, tentu penting. Tapi, semua tentu harus dengan agenda yang jelas. ”Agar tak sekedar pencitraan,”ujarnya.

Menurut Rendra Valentino, jika tidak ada program dan agenda yang jelas, dikhawatirkan publik akan melihat pertemuan itu sekedar politik imagologi  (pencitraan) SBY di mata bangsa Indonesia dan masyarakat internasional. ‘’Kalau begitu, untuk apa bertemu?’’ kata Rendra, alumnus FT-UI itu.

Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah Ton Abdillah Has melihat, batalnya Obama menjadi pukulan bagi SBY-Boediono dan Sri Mulyani untuk mempersolek diri dengan imagologi pasca voting DPR soal Century. ‘’Kepemimpinan yang hanya berwacana dan berpolitik citra sudah usang, sebab imagologi itu justru merusak impresi publik mengenai kepemimpinan yang mengandalkan pencitraan,” kata mahasiswa Pasca Sarjana FT UI itu. (HS)

Pahamilah, Obama Presiden AS, Bukan Lagi Anak Menteng

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/03/2010 | 13:57 WIB Pahamilah, Obama Presiden AS, Bukan Lagi Anak Menteng
OLEH: ARIEF TURATNO

HARI ini, Sabtu (20/3) sebagaimana dikabarkan, ada dua demo di Bunderan Hotel Indonesia (HI). Kelompok pertama adalah para pendemo yang menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Husein Obama ke Jakarta yang direncanakan tanggal 23 Maret 2010. Namun kemudian juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs menyatakan kunjungan Obama ke Jakarta dibatalkan. Mereka menjadwalkan ulang kunjungan Obama pada Juni 2010 yang kita pun belum tahu pasti apakah rencana tersebut akan benar-benar dilaksanakan, ataukah hanya sekedar basa-basi diplomatis belaka.

Pendemo kedua adalah kelompok yang menyatakan mendukung kedatangan Obama ke Indonesia. Jumlah pendemo kelompok penentang Obama jumlahnya jauh lebih besar dibanding kelompok yang pro Obama. Karena itu, pendemo pro Obama yang jumlahnya sangat kecil lebih memilih menghindar dari HI. Sebab mereka sadar, kalau terjadi bentrokan akibat perbedaan sudut pandang tersebut, diperkirakan pendemo pro Obama bakal menjadi bulan-bulanan pihak lawan. Pertanyaan dan persoalannya adalah mengapa sampai terjadi demo pendukung dan penentang Obama di Jakarta? Padahal Obama bukanlah Presiden atau Kepala Negara Indonesia?

Inilah politik membabi-buta yang tengah dimainkan para elite kita. Mereka sudah tidak lagi berbicara tentang etika maupun soal rasa malu. Yang pengting bagi mereka adalah kekuasaan, dan jika perlu kekuasaan itu akan mereka miliki sampai ke liang lahat. Karena dasar pemikirannya hanya keduniawian dan kekuasaan dunia. Maka munculah peristiwa aneh-aneh yang saban hari dapat kita saksikan di Jakarta. Coba perhatikan, mengapa harus muncul kubu pro-kontra terhadap kunjungan Obama ke Jakarta (Indonesia)? Apa pula untungnya, baik bagi mereka yang kontra terlebih yang pro.

Ada satu hal lagi yang menarik, bahwa kubu pendemo yang pro kedatangan Obama ke Jakarta ternyata berasal dari Malang, Jawa Timur. Pertanyaannya adalah apakah Obama itu orang Malang atau berasal dari Malang? Seperti kita ketahui, Obama adalah pria asal Amerika keturunan dari Ibu kulit putih keturunan Belanda dan ayah asal Afrika. Dia memang pernah tinggal di Jakarta karena ikut ibunya yang nikah dengan pria asal Yogyakarta bernama Soetoro. Dan sejak Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, akhir tahun 2009, dia bukan lagi anak Menteng, seperti yang sekarang didengung-dengungkan sedemikian. Sebagai Presiden Amerika Serikat, tentu Obama akan lebih banyak berbicara tentang kepentingan negaranya, dibanding berbicara soal masa kecilnya. Karena itu, kita lihat Obama bukan lagi sebagai anak Menteng yang akan berjuang demi Menteng atau Jakarta. Namun dia pasti akan lebih banyak berbicara soal keuntungan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan Indonesia.

Maka sungguh kita tidak mengerti, mengapa kita yang mengaku telah menjadi bangsa yang terdidik masih saja berpikir sempit. Masih saja kita berpikir bahwa karena Obama anak Menteng, pastilah akan menguntungkan kita. Dan kalau Indonesia mayoritas berpenduduk beragama Islam, pastilah Obama akan memprioritaskan kepentingan Islam. Kita kira ini asumsi yang keliru dan perlu diluruskan. Sekali lagi kedatangan Obama ke Indonesia pastilah demi kepentingan strategis Amerika Serikat. Juga demi keuntungan Paman Sam, bukan keuntungan kita. Karena itu, mengapa kita mesti bersedih, bila dia tidak datang. Biarkan saja, begitu saja kok repot! (*)

Tertundanya Panggung Politik Citra SBY dan Obama

lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 19/03/2010 | 15:33 WIB Tertundanya Panggung Politik Citra SBY dan ObamaTertundanya Panggung Politik Citra SBY dan Obama

Akhirnya, kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Husein Obama ke Indonesia diundur kembali. Rencana kedatangan Obama yang dijadwalkan 23-25 Maret ini diundur menjadi bulan Juni mendatang. Melalui Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengumumkan penundaan kunjungan ke Indonesia dan Australia hingga Juni mendatang. “Presiden Obama sangat menyesal dengan penundaan ini,” kata Gibbs seperti dilansir Reuters, Jumat (19/3/2010). Apa yang dapat dipelajari dari pengunduran kedatangan Obama tersebut?

Seperti dilansir oleh beberapa media, pengunduran jadwal kedatangan Obama tersebut karena akhirnya Obama lebih memilih konsentrasi menyelesaikan desakan politik dalam negeri. Alasan penundaan tersebut disebabkan karena Obama mementingkan UU Kesehatan yang sedang diperjuangkan oleh Obama.

Memang, rencana kunjungan Obama ini mendapatkan kritikan tajam dari sesama politisi dari Partai Demokrat. Obama dikhawatirkan akan absen dalam voting soal RUU Reformasi Kesehatan yang rencananya akan berlangsung pada Minggu sore, jika tetap melakukan kunjungan ke Indonesia. Padahal, masalah kesehatan menjadi janji Obama dalam kampanye 2009 lalu. Dan akhirnya, Obama menunda kunjungan tersebut hingga Juni 2010.

Apa yang dapat dipelajari dari sikap pengunduran diri Obama tersebut adalah konsistensinya terhadap masalah dalam negeri Amerika Serikat. Hal tersebut tentu berbeda dengan kepemimpinan SBY yang terlalu mengedepankan kepentingan luar negeri. Anggota Komisi I DPR Effendi Choirie misalnya melihat SBY lebih mementingkan internasional ketimbang dalam negeri. SBY lebih melayani kepentingan internasional ketimbang melayani rakyat Indonesia sendiri.

Sebenarnya, Obama dan SBY sama-sama memiliki kepentingan yang sama dan kondisi politik yang sama, yaitu keduanya tengah memperoleh krisis politik domestik. Krisis politik negeri Obama misalnya terlihat dalam kekalahan Partai Demokrat di pemilihan senator Massachusetts dan poling kepercayaan yang terus menurun. Sementara itu, SBY baru saja kalah dari rapat paripurna Century yang memenangkan opsi C.  Jadi keduanya sedang butuh panggung di luar negeri.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Obama tentu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ia adalah Presiden Amerika yang diterima oleh umat Islam. Mengingat Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya muslim, Indonesia menjadi bagian penting bagi Obama untuk pembangunan citra tersebut. Di sisi SBY, kedatangan Obama tentu akan menaikkan citranya di mata publik Indonesia, juga di mata internasional. Diharapkan kedatangan Obama tersebut akan menahan laju kritik kepada SBY soal skandal Century yang selama ini menghantuinya. Tetapi sayang, panggung politik tersebut harus tertunda. (Boy M)

Setelah Obama Batal ke Indonesia, Masihkan Kita Berharap?

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 19/03/2010 | 07:35 WIB Setelah Obama Batal ke Indonesia, Masihkan Kita Berharap?
OLEH: ARIEF TURATNO
BAGI para murid dan pengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Menteng No 1 Jakarta Pusat (Jakpus), tentu tidak berharap Presiden Barack Husein Obama membatalkan kunjungannya ke Jakarta atau Indonesia.. Sebab peristiwa semacan itu termasuk langka, bahkan andaikan para murid dan guru tersebut diberi tambahan umur seratus tahun lagi, belum tentu bakal mengalami peristiwa bersejarah itu. Namun, apa mau dikata berdasarkan keterangan resmi Gedung Putih (Washington DC), Obama mengundurkan jadwal kunjungan ke Indonesia sampai Juni 2010. Itu pun masih rencana, belum ada jaminan pasti bahwa Presiden AS benar-benar akan datang ke Indonesia pada bulan tersebut.

Karena itu, sekali lagi para murid dan guru di SDN No 1 Manteng, Jakpus boleh kecewa. Sebab mereka telah berlatih menari, telah membersihkan dan memperbaiki sekolah sedemikian rupa. Bahkan telah membangun dan memindahkan patung Obama ke sekolah tersebut. Tidak hanya itu, pengamanan dan keamanan sekolah pun telah disurvei beberapa kali , baik oleh tim pengamanan Indonesia, maupun AS. Nyatanya, rencana kunjungan itu batal? Pantaslah jika para guru yang kecewa telah membuat berbagai macam pernyataan yang umumnya menyuarakan isi hati mereka yang merana. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah kita masih berharap akan kunjungan Obama ke Jakarta?

Bagi masyarakat awam, mereka yang tinggal di pelosok dan daerah terpencil. Para abang becak, sopir raksi, sais dokar dan para petani, sebenarnya tidak pernah peduli dengan rencana kunjungan Obama ke Indonesia. Karena bagi mereka tidak ada manfaat langsung yang dapat diterimanya. Juga mereka bukan kalangan politisi, LSM yang mungkin dapat memanfaatkan kunjungan Presiden AS itu untuk menunjukan eksistensi dirinya, maupun kelompoknya, Misalnya, ada sejumlah LSM yang berharap melalui kunjungan Obama ke Indonesia dapat digunakan alat mengungkap kasus pembunuhan Munir yang masih remang-remang.

Sementara politisi dan partai tertentu, mengharapkan dan dapat memanfaatkan kedatangan Obama ke Jakarta untuk memperkuat posisi dan kedudukannya. Karena posisi AS sekarang sebagai penguasa dunia. Maka siapa dekat dengan AS, sama artinya dengan dekat penguasa jagat raya ini. Dan berbagai macam persoalan serta alasan lainnya, yang kita katakan sebenarnya bukan untuk kepentingan rakyat, tetapi lebih menjurus kepada kepentingan pribadi atau kelompoknya. Karena itu pantaslah jika mereka kecewa karena batalnya kunjungan Obama tersebut. Sebab tidak cuma harapan yang telah terkubur. Mereka pun telah menghabur-hamburkan uang secara percuma untuk sebuah harapan yang kosong.

Kembali kepada para sopir taksi, angkutan umum, dan anak-naka baru gede (ABG), tentu batalnya kunjungan Obama ke Indonesia sebagai berkah. Karena para sopir tidak dihantui rasa cemas bahwa mereka tidak bisa menarik penumpang pada hari kunjungan tersebut. Sebab pada hari kunjungan itu, pada jalan-jalan tertentu, hampir pasti akan dijaga dan ditutup. Para pengguna angkot dan taksi pun harus siap berjalan kaki, karena adanya larangan tadi. Dan menyimak pengalaman kunjungan Bush beberapa waktu lalu, dimana semua telepon selulair mati dalam beberapa saat. Maka pastilah batalnya kunjungan Obama disambut gembira para ABG. Karena mereka tidak khawatir bahwa chating mereka terganggu akibat kehadiran Obama ke Jakarta.

Jadi, meskipun ada yang kecewa terhadap batalnya kunjungan Obama ke Indonesia. Namun, kita yakin banyak lagi yang senang terhadap pembatalan kunjungan tersebut. Dan bagi mereka yang masih menjunjung harga diri dan martabat bangsa, pembatalan ini pastilah sangat melegakan. Sebab dengan demikian, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama tidak jadi “dijajah” secara terselubung oleh tentara AS. Karena berdasarkan keterangan, kedatangan Obama ke Indonesia akan diikuti sekitar 300 ribu tentara yang dilengkapi kapal perang canggih, pesawat super modern, dan sebagainya. Jadi apa yang mesti diharap dari Obama? (*)

Suara Pembaruan

ZOOM2010-03-22Obama, Kairo dan Jakarta
Oleh : Christianto Wibisono

Hari ini cucu saya, Christopher, berulang tahun ke-12. Ia lahir 53 hari sebelum penjarahan 13 Mei 1998. Murid sekolah di metropolitan Washington DC, termasuk putri Obama, Malia (12) dan Sasha (9), baru akan libur spring mulai Sabtu 27 Maret hingga 4 April. Jika Presiden Obama jadi ke Jakarta memang anak-anak harus membolos.
Pada bulan November 2009, waktu KTT APEC di Singapura, alasan bahwa Malia dan Sasha ingin menikmati liburan di Borobudur, Yogyakarta dan Bali menjadi alibi kenapa Obama tidak mampir walaupun sudah di Singapura. Kemudian diajukan jadwal bulan Juni sebagai liburan panjang. Mendadak bulan Februari terbersit ide mau berkunjung ke Jakarta bulan Maret, tapi tanggalnya jelas bukan spring break, kecuali anaknya mau bolos sekolah. Juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs mesti bolak-balik memberi alasan bahwa kunjungan bukan sekadar nostalgia pribadi dan liburan keluarga. Gibbs perlu membantah anggapan bahwa makna politik, substansial, dan strategi sekadar sampingan saja. Apa boleh buat, itu risiko jadi Presiden AS, semua motif dan alibi dikupas tuntas.
Sebetulnya, apa yang terjadi dibalik penundaan dan pembatalan berulang-ulang rencana kunjungan Obama ke Jakarta. Di CNN.com, ada komentar bahwa sekarang terbukti Bush is more a decider ketimbang Obama yang undecider, plin-plan, grusa-grusu, bolak-balik berubah pikiran. Panik karena janji terlalu muluk dan terlalu arogan bisa menaklukkan lawan politik melalui karisma dan kultus individu, popularitas selama kampanye. Gallup Poll memperlihatkan keterpurukan popularitas Obama karena RUU Jaminan Kesehatan (Jamkes) tampaknya akan menjadi Waterloo. Ini adalah perang di mana Napoleon dikalahkan sekutu dan akan terguling dari takhta sebagai kaisar despot Prancis.
Seandainya Obama menang dalam voting hari Minggu, tidak berarti itu kemenangan rakyat AS dan terjaminnya kesehatan rakyat. Sebab banyak beban akan ditanggung oleh kelas menengah ke atas berupa kenaikan pajak ataupun penurunan kualitas pelayanan kesehatan. PM Lee Kuan Yew yang pada November 2003 pernah nyaris kehilangan istri yang telantar di rumah sakit di London yang fasilitas daruratnya tidak berfungsi 24 jam menyatakan, Jamkes berpotensi inefisien, seperti antrean pelayanan tidak layak di London. Jika bukan istri Lee Kuan Yew yang kemudian diurus oleh Kedubes Singapura dengan menelepon kediaman PM Inggris Downing Street 10, mungkin Ny Kwa Geok Choo sudah jadi almarhum.
Sekarang ini di AS, dokter spesialis begitu terbatas sehingga untuk membuat janji bisa lebih dari 6 bulan. Malah banyak yang tidak mau terima pasien baru, hanya merawat pasien lama. Ketentuan RUU Jamkes yang baru akan dinikmati 3 tahun lagi, padahal penyedotan dana masyarakat melalui kenaikan pajak dan iuran premi asuransi yang dimulai sejak sekarang, membuat popularitas Obama anjlok. Yang paling gawat, tercium peluang dana untuk aborsi yang mendapat oposisi keras dari Kongres termasuk dari Partai Demokrat sendiri.
Perjuangan Jamkes itu sudah dimulai sejak zaman Hillary Clinton jadi Ibu Negara dan gagal total setelah berjuang hampir dua tahun. Kini, seandainya Obama menang, rakyat AS tidak akan puas, dan pada pemilu November 2010 pasti akan mengurangi dominasi Demokrat di Kongres dan Senat. Jika Obama kalah, akan semakin mengukuhkan gerakan pemakzulan Obama yang tidak akan bisa menang pada Pilpres 2012.

Itu sebabnya, secara “wangsit” ia nekad ingin memakai “fengshui” Indonesia sebagai pendongkrak citra yang gagal atau merosot akibat scenario appeasement terhadap dunia Islam melalui pidato di Kairo yang ternyata dianggap gagal memperoleh respons dunia Islam. Pidato Kairo tergerus penambahan pasukan baru di Afghanistan dan macetnya perundingan perdamaian Palestina.
Kenapa baru sekarang ia ingin memanfaatkan wangsit dan fengshui Indonesia? Karena Kairo dianggap lebih mewakili Muslim ketimbang Jakarta. Setelah dianggap gagal di Kairo, Obama ingin membuktikan bahwa di Jakarta ia akan dielu-elukan sebagai pahlawan Muslim oleh publik yang dirancang hadir langsung lewat online registration. Obama ingin mengulangi karisma penampilan di Brandenburg Berlin yang menyamai John Kennedy. Karena itu, ia minta bisa pidato di ruang terbuka, bila perlu dengan belasan atau puluhan ribu orang seperti stadion Utama atau Istora Senayan.
Keinginan itu tentu merepotkan tuan rumah yang hanya mau bertanggung jawab secara bijaksana dengan menyediakan fasilitas ruang tertutup demi keamanan seperti JICC Senayan atau PRJ Kemayoran yang kapasitas maksimalnya 3.000 – 5.000 orang. Repotnya, karena bolak-balik dan mundur maju maka stasiun ANteve yang merayakan ulang tahunnya, tidak mau digeser hanya untuk menyesuaikan diri dengan gonta-ganti tanggal Obama. Kamis malam waktu Jakarta atau Kamis siang waktu Washngton DC jubir Robert Gibbs harus menjelaskan kenapa Obama batal lagi dan kembali ke jadwal Juni. Bill Liddle dalam suatu wawancara jarak jauh keterlepasan omong bahwa biar bagaimanapun Indonesia tidak mungkin mengalahkan Kairo sebagai pusat politik dunia Islam.

Terkena Tulah
Almarhum Gus Dur, tokoh nasional kedua setelah Mochtar Lubis yang berani terang-terangan berkunjung ke Israel menyatakan bahwa Indonesia sebetulnya berpeluang jadi reformis Islam sama seperti Martin Luther jadi reformis Katolik, membangkitkan Eropa dari ortodoksi irasional. Gus Dur sendiri adalah prototipe Martin Luther Islam yang berani menerobos konservatisme Islam dengan profil sebagai juru damai Israel-Palestina. Kairo memang kurang happy jika Jakarta mengambil alih peran kepemimpinan dunia Islam karena Kairo merasa lebih senior dan lebih tua abunya dari Jakarta ditinjau dari mumi dan piramida yang lebih tua dari Borobudur.
Presiden Indonesia yang pada akhir masa jabatannya pergi ke Kairo seolah “terkena tulah Firaun”. Bung Karno jatuh dalam beberapa bulan setelah ia berada di Kairo. Rencananya menghadiri KTT Non Blok di Aljazair, tapi karena tuan rumah Presiden Ben Bella digulingkan oleh kudeta Kolonel Boemudienne maka Bung Karno terdampar di Kairo. Pulangnya tidak sampai setahun Bung Karno dikudeta oleh Letjen Soeharto memakai Supersemar. Tahun 1998, Soeharto berkunjung ke Kairo mengikuti KTT G-15 persis ketika skenario penjarahan Jakarta terjadi. Ia berpidato bersedia lengser, tapi ketika Harmoko minta dia lengser, masih ngotot sebelum ditinggal para Brutus dan mundur 21 Mei 1998. Perlu mencek apakah Habibie, Gus Dur, dan Megawati pernah ke Kairo, terutama di penghujung akhir masa jabatan yang kemudian mundur, di-impeach atau dikalahkan dalam pemilu. Jelaslah bahwa fengshui Kairo dan Jakarta sangat mempengaruhi nasib Presiden Indonesia dan Presiden AS. Berpidato di Kairo ternyata berbuntut panjang bagi Obama karena dianggap janji bohongan. Ingin membonceng karisma Jakarta sebagai the largest Moslem democracy, ternyata malah ditolak dan diancam demo oleh ekstremis Indonesia. Inilah analisis makna wangsit di balik permainan poco poco gaya Obama, batal tidak batal tidak ke Jakarta sejak APEC 2009 sampai spring break Maret 2010 yang tetap batal.

Penulis adalah Pendiri dan Ketua Global Nexus Institute (lembaga kajian dampak perubahan geopolitik bagi Indonesia

Ada Tiga Hal Kenapa Obama Ogah Ketemu SBY
Jumat, 19 Maret 2010, 08:56:11 WIB

Laporan: Zul Hidayat Siregar

Jakarta, RMOL. Bagi Ekonom Hendri Saparini, penundaan lawatan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama ke Indonesia bukan sesuatu yang mengejutkan.

Director Managing Econit Advisory Group ini telah membaca tiga signal sebelumnya bahwa Presiden ke-44 Amerika Serikat itu bakal batal atau ditunda mengunjungi negara tempat ia pernah dibesarkan.

Pertama, beber Hendri, Obama sedang menghadap masa yang krusial untuk menunjukkan perubahan paradigma ekonomi-sosial yang berpihak pada kelompok menengah ke bawah melalui RUU Jaminan kesehatan.

“Bagi Obama ini masa injury time untuk menunjukkan perubahan ekonomi dan sosial yang pro terhadap kelompok menengah ke bawah. Jaminan kesehatan ini tidak hanya asuransi yang hanya menjamin orang yang bekerja. Tapi juga kelompok kecil yang tidak bekerja, juga akan dijamin,” urainya.

Kedua, paparnya, sebelum kepastian penundaan Obama, telah terjadi bebagai macam perubahan dan polemik, apakah kunjungan Obama, merupakan lawatan resmi kenegaraan atau hanya kunjungan nostalgia semata. Juga perubahan soal jadwal yang terus berubah. Begitu juga, lanjutnya, tempat-tempat yang akan disinggahi Obama di Indonesia juga terus berubah.

“Ini signal bahwa tidak ada sesuatu agenda yang urgen bagi Amerika untuk mengunjungi Indonesia,” jelasnya.

Terakhir, masih kata ekonom berjilbab ini, paradigma ekonomi Obama berbeda dengan paradigma ekonomi pemerintahan SBY. Obama, katanya, telah melakukan dan mengkoreksi kebijakan pemerintah sebelumnya yang sangat pro pasar. Sementara Indonesia, tidak ada perubahan, bahkan melanjutkan dari periode sebelumnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Obama menunda lawatannya ke Indonesia pada bulan Juni mendatang dari sebelumnya dijadwalkan pada 23 Maret, bulan ini. [zul ]

Baca juga:

25
Mar
10

PusKesMas : Mendengkur, Pingsan, Jahe, Daun Pepaya, Mainan Anak Cina, Pilek, Varises, Kerokan, Tangis Bayi

Kenapa Orang Tidur Suka Mendengkur?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 25/03/2010 | 11:28 WIB

Bukan hanya orang dewasa, tapi bisa juga terjadi pada anak-anak usia balita, jika tidur mendengkur /ngorok, kenapa ya? Apa sih, penyebab mendengur, apakah bisa di atasi? Nah, dalam istilah medis, mendengkur atau ngorok disebut dengan obstructive sleep apnea (OSA), yakni tersumbatnya saluran napas atas saat tidur. Namun kondisi masih memungkinkan bagi penderitanya untuk tetap dapat bernapas.

Tak hanya orangtua, anak-anak usia balita pun juga banyak yang menderita OSA. Namun tidak setiap anak yang mendengkur mengidap OSA. Mendengkur dapat juga disebabkan karena si kecil terlalu capai bermain disiang hari. Sewaktu tidur semua otot melemas, maka ketika nafas dikeluarkan langit-langit yang berada di belakang mulut tergetar, sehingga terjadilah suara yang dikenal dengan istilah mendengkur / mengorok. Bunyi ini muncul karena udara tidak bebas mengalir melalui mulut dan hidung. Struktur mulut dan tenggorokan (lidah, tenggorokan atas, langit-langit atas, uvula, tonsil, dan adenoid) bergetar bersamaan. Ternyata mendengkur tidak boleh kita pandang sebelah mata, konon katanya mendengkur dapat menyebabkan menderita hipertensi, stroke, serangan jantung, gangunan fungsi seksual, karena sewaktu mendengkur, kadar oksigen dalam tubuh menurun. Jika terjadi berulangkali, oksigen pun akan turun sehingga merusak pembuluh darah,mengantuk berlebihan di siang hari.

Ciri-ciri

1. Saat tidur, akan keluar suara dengkuran dan si kecil tampak kesulitan bernapas.

2. Si kecil akan berkeringat terus menerus saat tidur. Hal ini karena organ-organ tubuhnya sebenarnya tetap terjaga untuk selalu siap “membangunkan” fungsi sadar otak saat napasnya terhenti. Akibatnya organ-organ tubuhnya lelah sehingga si kecil jadi berkeringat saat tidur.

3. Pada siang hari, si kecil akan sangat aktif. Hal ini karena tidurnya yang tidak sempurna maka ia menjadi uring-uringan dan melampiaskannya dengan perilaku hiperaktif.

4. Si kecil mudah tertidur di mana saja. Hal ini karena ia kurang tidur di malam hari sehingga ia menjadi cepat lelah, baik fisik maupun mental. Penyebab Mengendornya otot-otot pernapasan sewaktu anak tidur. Si kecil memiliki kelebihan jaringan pada saluran pernapasan bagian atas. Adanya ketidaknormalan anatomi saluran pernapasan bagian atas dan rahang. Seharusnya dalam kondisi normal otot-otot yang mengendalikan lidah dan jaringan lunak serta langit-langit mulut menjaga saluran napas tetap terbuka selama anak tidur. Namun pada penderita OSA, otot-otot tersebut terlalu relaks sehingga saluran pernapasan menyempit dan memicu anak untuk mendengkur dan selanjutnya sulit bernapas.

Solusi Memeriksakan anak merupakan tindakan yang paling disarankan. Biasanya, jika hasilnya memang positif, si kecil penderita OSA maka akan ditawarkan beberapa pilihan terapi sesuai dengan berat ringannya kasus.

TIPS Tips pencegahan tidur mendengkur cukup mudah, yaitu sebagai berikut :

1. Latihan olahraga untuk memperkuat otot-otot dan mengurangi berat badan

2. Jangan minum alkohol/obat penenang/obat tidur maupun anti histamin sebelum tidur

3. Tidur miring

4. Meninggikan bagian kepala dari tempat tidur sekitar 10 cm

5. Menggunakan berbagai alat bantu yang ada / therapi 6. Tindakan operasi adalah pilihan terakhir yang dapat dilakukan untuk mengurangi penderita mengorok dan henti napas saat tidur. (DK)

Pingsan itu bermacam macam
lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/03/2010 | 15:05 WIB

Melanjutkan artikel dokcil mengenai Pingsan, yang sudah ditayangkan sebelumnya. Sebenarnya ada jenis-jenis pingsan.Pingsan dapat membaik dan dapat pula memburuk apabila faktor penyebabnya tidak dihilangkan.

Kategori Pingsan :
a. Pingsan Biasa (Simple Fainting)
b. Pingsan karena Panas (Heat Exhaustion)
c. Pingsan karena Sengatan Terik Matahari (Heat Stroke)
d. Pingsan karena Pendarahan Otak
e. Pingsan karena Serangan Jantung

a. Pingsan Biasa (Simple Fainting)
Dijumpai pada seseorang yang dalam keadaan :
Berdiri di terik matahari, Perut dalam keadaan kosong/belum makan, Berbaring
lama dan langsung berdiri (pada orang tua).
Pingsan juga mempunyai kecenderungan timbul pada seseorang yang :
Kurang darah atau anemia, Kelelahan, Ketakutan, Tidak tahan melihat darah
dll.

Pertolongan awal yang dapat dilakukan adalah :
1. Baringkan Korban di tempat yang teduh/nyaman dengan posisi letak kepala
lebih rendah dari bagian tubuh lainnya.
2. Buka baju korban/kendorkan pakaiannya yang ketat.
3. Miringkan korban apabila muntah, hal ini dilakukan untuk menjegah agar
muntahan tidak tersedak masuk parau-paru.
4. Hembuskan bau-bauan yang merangsang (minyakwangi atau amoniak)
5. Beri minum setelah korban sadar.

Pingsan, kok bisa ?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 20/03/2010 | 15:04 WIB

Sobat dokcil, pernah melihat atau mengalami pingsan? Saat pingsan, kita tidak akan sadarkan diri dan tidak tahu apa yang terjadi.

Dalam dunia kedokteran, pingsan adalah hilangnya kesadaran secara mendadak dalam keadaan singkat. Pingsan bisa terjadi karena otak tidak mendapat cukup darah dan oksigen.

Pingsan dapat terjadi karena :
– Kelelahan yang luar biasa
– Denyut jantung yang tidak menentu
– Obat tekanan darah tinggi
– Stress yang luar biasa
– Berdiri terlalu cepat
– Mendengar berita yang mengejutkan.

Gejala Umum Pingsan :
Kesadaran menurun, Pucat, Berkeringat dingin, Nadi Cepat dan tidak teraba.

Jahe Atasi Disfungsi Ereksi?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 16/03/2010 | 10:37 WIB

Makanan sehat yang tergolong dalam rempah-rempah ini sering dikenal dengan rimpang umbi semu tanaman berumpun yang hidup semusim. Konon si pedas ini berasal dari daratan Asia dan ditemukan oleh Marcopolo.

Kita ketahui jahe sebagai bahan pengobatan alami selama berabad-abad. Manfaatnya untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi, dalam penelitiannya, kandungan enzim protease dan lipase yang terkandung dalam jahe  berfungsi memecah protein dan lemak yang membantu mencerna dan menyerap makanan sehingga meningkatkan nafsu makan.

Selain itu senyawa aseton dan methanol pada jahe juga mempu menghambat terjadinya iritasi pada saluran pencernaan, melindungi sistem pencernaan dengan menurunkan keasaman lambung dan juga menghambat produksi prostaglandin, hormone dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.

Jika kita rajin mengkonsumsi jahe sesuai dengan takaran kegunaannya, mengutip ahli gizi dan kuliner, Budi Sutomo S.Pd, senyawa cineole dan arginine yang terkandung dalam rimpang jahe mampu mengatasi ejakulasi prematur. Senyawa ini juga merangsang ereksi, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Banyak orang menjulukinya sebagai aphrodisiac food atau makanan pendongkrak gairah seksual.

Suara lelaki cybernews memberikan resep herbal alami jahe untuk pengobatan disfungsi ereksi yang dapat Anda terapkan.
Bahan :
2 buah cabe jawa
5 isi kedawung
1 ruas kencur
2 ruas jahe air hangat
1 sendok madu hitam
3 kuning telur

Cara membuat:
1. Tumbuk 2 buah cabe jawa, 5 isi kedawung, 1 ruas kencur, 2 ruas jahe.
2. Seduh dengan ¼ gelas air hangat, diperas, kemudian disaring.
3. Saat akan diminum tambahkan dengan satu sendok madu hitam dan 3 kuning telur.
4. Lakukan 1 kali sehari.

(*/SM/Nv@)

Daun Pepaya Efektif Melawan Kanker

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 15/03/2010 | 09:26 WIB

BERBAGAI pengobatan alami diklaim bisa melawan sel-sel kanker. beberapa Peneliti menemukan ekstrak daun pepaya bisa efektif melawan berbagai tumor dan sebagai pengobatan tradisional.

Peneliti Nam Dang dari University of Florida dan rekannya dari Jepang
mendokumentasikan efek anti kanker dari pepaya terhadap tumor leher rahim, payudara, hati dan pankreas. Laporan penelitian ini juga telah dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology.

Para peneliti menggunakan ekstrak yang dibuat dari daun pepaya kering dan ternyata efek yang dihasilkan bisa lebih kuat. Dang dan ilmuwan lainnya menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya bisa meningkatkan produksi molekul sinyal kunci yang disebut sitokin tipe Th1, molekul ini membantu mengatur sistem kekebalan tubuh.

“Hal ini bisa menjadi terapi perawatan untuk melawan sel-sel kanker dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh,” ujar peneliti dalam jurnal yang dirilis bulan Februari lalu, seperti dikutip dari AFP, Rabu (10/3/2010).

Para ilmuwan menuturkan bahwa ekstrak daun pepaya tidak memiliki efek toksik terhadap sel normal, hal ini tentu saja dapat menghindari efek samping yang umumnya selalu timbul pada beberapa pengobatan kanker.

Peneliti menggunakan 10 tipe sel kanker yang berbeda dengan variasi 4 ekstrak daun pepaya dan mengukur efeknya setelah diberikan ekstrak daun pepaya selama 24 jam. Hasil yang ditemukan menunjukkan ekstrak daun pepaya ini bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker pada semua medium yang berbeda.

Hasil penelitian masih membutuhkan waktu yang panjang dan tentunya akan lebih dikembangkan hingga bisa dilakukan uji klinis terhadap hewan percobaan yang nantinya dapat diujicobakan pada manusia. Jika penelitian ini berhasil, maka akan tercipta suatu pengobatan baru untuk melawan sel kanker dengan menggunakan bahan tradisional. (*)

Hindari Mainan Anak Produk China

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 09/03/2010 | 06:37 WIB

Yogyakata – Hati-hati membeli mainan anak. Warna-warna yang mencolok dan menarik perhatian anak bisa saja malah membahayakan kesehatan. Seperti mainan anak produk China, yang kini
membanjir. Mainan anak produk China yang berwarna mencolok diduga mengandung zat yang mengganggu kesehatan.

“Belum ada penelitian secara khusus, memang. Namun, mainan asal China yang meracuni balita, besar dugaan karena adanya racun yang terkandung dalam pewarna,” Kepala Dinas Kesehatan DIY, dr Bondan Agus Suryanto SE MM, di Yogyakarta, Senin (8/3).

Bagi balita yang daya tahan tubuhnya masih belum sekuat orang dewasa, zat asing dari luar bisa sangat berbahaya. “Belum dilakukan penelitian khusus mengenai kandungan zat yang terkandung dalam mainan tersebut. Tapi, kemungkinan karena zat pewarna mainan yang luntur dan termakan oleh balita bisa mengganggu metabolisme pencernaan, bahkan pernafasan,” jelas dia.

Keracunan akibat mainan asal Cina tersebut, ternyata tidak dapat dihindari hanya dengan obat maupun suplemen antibodi bagi tubuh. Sebab, kondisi tubuh balita pada dasarnya masih sangat rentan dan langkah yang bisa ditempuh hanya dengan menghindarinya.

Kalau pun harus memberikan obat jangan sembarangan karena dikhawatirkan justru menimbulkan kontra indikasi. “Ada baiknya orangtua dapat menghindarkan kontak langsung mainan Cina tersebut dengan anak. Terutama jangan sampai termakan atau masuk ke selaput lendir seperti mata,” tandas Bondan.

Membanjirnya produk mainan anak-anak asal Cina memang sudah tidak bisa dibendung lagi pasca ACFTA. Satu sisi, anak-anak merasa dimanjakan dengan berbagai ragam mainan yang bisa dijumpainya, namun disisi lain menimbulkan dilema bagi orang tua.

Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) DIY, Astungkoro menuturkan, konsumen saat ini sudah cukup selektif dalam memilih produk yang tidak memiliki efek buruk bagi kesehatan.

Misalnya dengan menerapkan alternatif pilihan pada kerajinan mainan tradisional yang biasanya terbuat dari kayu atau bahan-bahan alami. Disamping itu, dari segi kualitas pihaknya sendiri juga terus akan melakukan upaya guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan pengusaha.

Menurut dia, sektor kerajinan seperti mainan anak dari DIY diharapkan tetap bisa bersaing dengan produk asal Cina terutama dari segi harga dan kualitas.

“Untuk sektor kerajinan, produk dari DIY justru memiliki posisi yang cukup kuat di pasaran dunia. Kerajinan dari DIY memiliki keunggulan tersendiri. Karena dari segi artistik jelas punya ciri khas. Selain itu dari segi proses pembuatan kebanyakan masih manual dan jelas berbeda dengan produk Cina yang banyak menggunakan cetakan mesin,” kata dia.(wok)

Pilek, Penyebab dan Pengobatannya

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 05/03/2010 | 00:21 WIB

Pernahkan Anda mengalami pilek? Barangkali hampir semua orang pernah mengalami yang namanya pilek. Biasanya, pilek disertai dengan keluhan seperti hidung tersumbat, bersin-bersin dan keluar ingus. Rasanya gado-gado dan tidak enak sekali.

Pilek bisa muncul tiba-tiba, berlangsung beberapa hari tapi kemudian sembuh sendiri, tanpa diketahui jelas sebabnya. Beberapa kasus di antaranya bisa berlangsung lama, serta mengganggu aktivitas dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Apa sesungguhnya terjadi pada orang yang terserang pilek — penyakit yang sudah dianggap biasa-biasa saja sepanjang masa — ini?

Keluhan pilek yang berlangsung lama ini dikenal dengan istilah rhinitis. Rhinitis adalah peradangan pada selaput lendir hidung. Rhinitis ditandai dengan adanya hidung tersumbat, keluar lendir dari hidung, bersin, gatal hidung, lendir yang mengalir ke tenggorokan, ataupun kombinasi dari gejala-gejala tersebut. Rhinitis itu sendiri dapat disebabkan oleh alergi dan non- alergi

Bila dilihat dari lama berlangsungnya, rhinitis bisa berlangsung singkat atau lama dan bersifat menahun. Pada rhinitis yang berlangsung singkat, biasanya gejala muncul dengan cepat dan cepat pula hilangnya, baik hilang sendiri secara spontan atau hilang setelah diberi obat-obatan.

Keluhan yang timbul mendadak ini bisa juga disertai oleh infeksi antara lain infeksi virus atau bakteri. Pada keadaan yang disertai dengan infeksi, pengobatan dengan obat-obat yang baik dan tepat dapat membantu mempercepat penyembuhannya.

Pengobatan untuk rhinitis alergi adalah dengan cara mengurangi gejala alergi. Usaha ini meliputi pencegahan terhadap bahan alergen (bahan atau zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi) spesifik yang diketahui dan pencegahan terhadap bahan alergen nonspesifik, iritan, atau pemicu. Zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap setiap orang berbeda. Mas Pramudiyo bisa memeriksakan zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi terhadap diri Anda di poliklinik alergi.

Pencegahan terhadap alergi tergantung jenis zatnya. Misalnya, pencegahan terhadap alergen dalam rumah, untuk dust mites, usaha menutup kasur dan bantal dengan bahan yang tidak tembus dapat membantu. Sprei sebaiknya dicuci setiap 2 minggu dengan air panas. Membersihkan debu-debu di karpet dengan vacuum cleaner dapat dilakukan, namun lebih baik lagi apabila menghindari pemakaian karpet di dalam rumah.

Bagi yang memiliki alergi makanan, sebaiknya hindari makanan tersebut untuk dikonsumsi sehari-hari, walaupun seseorang tidak memiliki alergi terhadap makanan tertentu, mengurangi asupan makan yang dapat merangsang proses inflamasi seperti daging, lemak, gula, dan makanan jadi dapat mengurangi gejala alergi.

Paparan terhadap asam rokok, parfum dengan aroma yang kuat, fume (uap/ asap), perubahan suhu yang cepat, dan polusi udara dapat merupakan pemicu yang tidak spesifik. Pertimbangkan pencegahan terhadap situasi tersebut bila ternyata keadaan ini membuat gejala penyakit menjadi lebih berat.

Sebagian besar rhinitis alergi memiliki respons yang baik terhadap pengobatan, seperti antihistamin oral, dekongestan, atau kombinasi keduanya. Apabila gejala kronis, penggunaan intranasal steroid lebih tepat dikombinasikan dengan antihistamin oral dan dekongestan lainnya. Imunoterapi spesifik merupakan pengobatan yang efektif jika diberikan secara optimal. Gejala rhinitis alergika ini bisa diobati, tetapi gejala ini akan timbul kembali apabila Mas Pramudiyo terpapar dengan alergen.

Komplikasi yang biasa terjadi pada rhinitis alergika yaitu radang telinga dan sinusitis. Rhinitis alergika juga dapat memicu terjadinya radang kulit serta asma. (DK)

Terapi Sederhana Bagi Penderita Varises

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 27/02/2010 | 06:52 WIB

Anda jangan bersedih hati jika menderita varises. Ada terapi sederhana yang dapat kita lakukan. Bahkan terapi tersebut tidak memerlukan biaya besar. Semoga dapat bermanfaat. Adapun, terapi tersebut adalah :

* Minum campuran jus, yang terdiri dari :

- wortel. seledri dan peterseli

- wortel, bayam dan ketimun

- wortel, bit dan ketimun

- wortel, bayam dan seledri atau jus selada air

Kandungan yang ada pada sayuran tersebut dapat membantu melancarkan sirkulasi darah.

* Mengkonsumsi makanan yang kaya akan lesitin : kacang kedelai, peterseli,  air jahe serta pepermint

* Minum teh herbal (bunga jeruk nipis, mint, ginko biloba, atau biji anggur) juga dapat membantu

* Pijat aroma terapi dengan minyak tertentu yang mengandung khasiat untuk melancarkan peredaran darah, seperti : cypress, lavender, mint, dll

* Berendam pada suhu panas (41-430C) bergantian dengan suhu dingin (150C) selama 15-30 detik, diulang selama 30 menit

* Jika tidak berendam, dapat juga dengan menyemprotkan air pada bagian yang mengalami varises, dengan suhu tersebut di atas

* Pijat releksi/akupunktur/akupresur pada titik-titik tertentu

Selamat mencoba, semoga lekas sembuh..! (DK)

Varises, musuh kaki indah

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 19/02/2010 | 00:07 WIB

Seringkali kita melihat wanita yang enggan menggunakan rok mini, minder karena di kakinya timbul varises. Terlihat urat-urat seperti aliran sungai berwarna biru ke unguan.

Apasih varises itu? Apakah varises hanya timbul di kaki (betis) saja? Sobat dokcil, yang dinamakan varises adalah terjadinya pelebaran pada pembuluh darah balik (vena). Seringkali terlihat di bagian kaki (betis) namun bukan berarti di tubuh bagian lain tidak mungkin terjadi pelebaran urat vena tersebut, misalnya pada anus (disebut juga wasir / ambeien), selain itu bisa juga terjadi pada vulva, esofagus, buah pelir, bahkan juga vagina.

Varises, penyebab sesungguhnya belum diketahui, namun pelebaran pembuluh darah balik (vena) ini disertai juga dengan gangguan pada fungsi katup pembuluh darah balik. Banyak terlihat terjadi di bagian kaki hal ini dikarenakan peran kaki sebagai penopang tubuh saat tubuh berdiri atau berjalan.

Ada beberapa faktor yang dicurigai sebagai faktor resiko terjadinya varises. Faktor-faktor tersebut antara lain : Kehamilan, berat badan yang berlebih (obesitas), peradangan, keturunan, usia, ataupun pekerjaan tertentu yang kurang gerak (monoton, seperti berdiri lama).

Varises bisa terjadi tidak memiliki gejala, selain pembuluh darah yang semakin tampak, adapula varises yang secara visik kecil, namun gejala yang timbul cukup luar biasa. Gejala-gejala yang dapat timbul, antara lain :

* Rasa pegal pada kaki semakin bertambah bila berdiri dalam waktu yang lama dan akan berkurang bila kaki ditinggikan

* Terkadang timbul koreng atau peradangan pada mata kaki yang susah sembuh

* Terjadi perdarahan bila kulit di atas varises yang tipis terkena benturan/trauma

* Keluhan dari sisi kosmetika, terutama pada wanita (DK)

Ingin Betis mulus dari Varises?

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: jakartapress.com]

Rabu, 17/02/2010 | 12:23 WIB Tidak mau betis mulus kalian ada varises, kan? Nah, simak tips berikut bagaimana mencegah / mengobati varises :

1. Pada saat duduk :
– Lebih baik anda tidak menyilangkan kaki.
– Berolah raga selagi duduk,  yaitu dengan cara memutar pergelangan kaki berlawanan arah jarum jam untuk mengurangi tegangan pada sendi.
– Sesekali lepaslah sepatu, angkatlah kaki anda sejajar dengan lantai, tahan sejenak, lalu turunkan. Lakukan berulang.

2. Pada saat berdiri :
– Usahakan untuk tidak berdiri pada waktu yang lama
– Jangan biasakan tubuh di topang oleh satu kaki, usahakan bergantian.

3. Pada saat berbaring (mau tidur) :
– Angkatlah kaki anda dan bertumpu pada dinding (lebih tinggi dari posisi kepala) untuk melancarkan peredaran darah

4. Makanan : kurangilah konsumsi garam, dan makanlah makanan yang berserat tinggi seperti kacang, buah-buahan, sayur-sayuran dan gandum.

5. Pakaian/sepatu : Hindari menggunakan kaos kaki / stocking yang terlalu ketat. Jika Anda sudah mengalami varises (ringan), anda dapat menggunakan stocking yang khusus bagi penderita varises. Hindari pula pemakaian sepatu high heel terlalu lama/sering.

6. Berjalan kaki secara teratur juga dapat mengurangi varises.

7. Jika Varises anda sudah tampak banyak & besar segeralah menghubungi dokter, pengobatan bisa berupa : suntik (untuk mengecilkan pembuluh),    laser, hingga bedah, tergantung tingkat keparahannya. (DK)

Enaknya Kerokan

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 26/02/2010 | 10:49 WIB

Di Indonesia sudah sangat umum jika terasa masuk angin lalu kerokan. Sebenarnya metoda penyembuhannya hanyalah dengan meningkatkan panas pada tubuh, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Padahal, kita sudah terlanjur memahami bahwa kerokan adalah cara untuk mengeluarkan angin lewat pori-pori tubuh. Padahal angin tidak pernah keluar lewat pori-pori, melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan, mulut dan pencernaan.

Masuk angin biasanya terjadi karena kondisi tubuh sedang menurun akibat kurang tidur, terlambat makan, kena angin atau AC yang terlalu dingin, dan lelah setelah melakukan perjalanan jauh. Dalam keadaan yang demikian peredaran darah di dalam tubuh kurang lancar sehingga badan terasa meriang dan suhu tubuh bagian belakang pun ikut menurun akibat kekurangan energi panas. Nutrisi tidak tersalurkan dengan baik ke seluruh jaringan tubuh, sementara zat sisa makanan tidak dapat dibuang dengan baik, sengga penderita merasa pegal-pegal, seolah-olah ada angin yang bersarang di rongga tubuh. Lebih menderita lagi kalau penderita tidak bisa mengeluarkan angin alias kentut, perut menjadi kembung.

Masalah kerokan ini pernah menghebohkan dunia kedokteran di sebuah rumah sakit di Uni Emirat Arab, dan beritanya tersebar di internet. Seorang ibu dari Indonesia yang belum lama bermukim di Ruwais, Uni Emirat  Arab, didatangi oleh seorang ibu dengan anaknya yang sedang demam untuk berobat. Sang dokter sangat terkejut melihat sekujur tubuh si anak bergaris-garis merah seperti bekas cambukan dan kemudian mencurigai adanya unsur penyiksaan dalam kasus ini. Masalah itu berujung dengan pemanggilan sang Ayah, di interogasi ke kantor polisi, karena sang ibu dan anaknya tidak dapat menjelaskan dalam bahasa Inggris.

Di samping murah dan praktis karena hanya bermodalkan uang logam sekeping, plus minyak atau obat gosok, kerokan langsung dapat dirasakan hasilnya. Pola kerokan biasanya membentuk garis miring di sisi kiri dan kanan ruas-ruas tulang belakang, atau pada leher bagian belakang. Sampai saat ini belum ditemukan efek samping dari metoda kerokan, namun kerokan dapat menimbulkan ketagihan. Rasa ketagihan ini terjadi karena adanya proses pemecahan kapiler-kapiler darah, sehingga tubuh jadi terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar dan mengeluarkan zat endorphin, sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri. Hindarilah koin yang digunakan secara bersama-sama, untuk mencegah kemungkinan tertularnya penyakit seperti hepatitis yang dapat menembus masuk dari kulit yang dikerok. (DK/artikel: Muhtar AF)

Arti Tangis Bayi

lokasi: Home / Berita / Kesehatan / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 15/02/2010 | 20:17 WIB

Kenapa Bayi suka rewel, dan menangis? Yuk, kita pelajari kenapa sih bayi menangis, agar kita dapat mengerti arti tangisan bayi.

Menangis bagi bayi, adalah cara berkomunikasi satu-satunya dengan orang lain. Beberapa penyebab umum, mengapa bayi menangis adalah :
1. Lapar : Iramanya teratur, lama kelamaan bertambah keras. Ingatlah, kapan Bunda memberikan susu terakhir.
2. Popoknya kotor/basah : Iramanya mirip seperti lapar, tapi biasanya setelah bayi minum susu.
3. Kedinginan atau kepanasan. Temperatur ruangan yang baik bagi bayi adalah : 26 – 28oC
4. Minta digendong/dipeluk/bosan : Bayi senang mendengar suara degup jantung, melihat wajah orang yang dikenalnya. Bayi bisa menangis untuk meminta
perhatian orang tuanya.Jika ia tampak bosan, bawalah berkeliling sebentar.
5. Kelelahan : dapat dilihat jika bayi mengusap usap mata/telinganya, biasanya karena bayi kurang tidur/lingkungan baru.
6. Kolik : dimana bayi menangis dalam 3 jam sehari atau 3 hari per minggu. Mukanya merah, seperti kesakitan, dan perutnya tegang. Kakinya ditarik dan
tangannya terkepal
7. Sakit : Bayi menangis dengan keras, menahan nafas sebentar, karena rasa tak enaknya. Terkadang tangisannya meninggi.

Jadi, jangan langsung panik, ya, apalagi jengkel…mendengar adik menangis. (DK)

25
Mar
10

PEPORA : Jaminan Kesehatan Sosial Nasional

Menuju Jaminan Kesehatan Sosial Nasional

Kamis, 25 Maret 2010 | 04:47 WIB

Endang Rahayu Sedyaningsih

Disahkannya Undang-Undang Reformasi Kesehatan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, awal pekan ini, merupakan terobosan luar biasa bagi pelayanan kesehatan di negeri yang berideologi kapitalisme dan kebebasan individu ini.

Salah satu yang terpenting adalah universal coverage, termasuk untuk 30 jutaan rakyat miskin yang selama ini tak mampu membeli asuransi kesehatan.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia belum bisa segera mengikuti jejak AS walaupun selama ini sudah ada mekanisme untuk membantu layanan kesehatan bagi warga miskin. Target pencapaian universal coverage di Indonesia perlu realistis dan bertahap mengingat kemampuan keuangan negara serta kelaikan (feasibility) mekanisme pengumpulan dana. Untuk awalnya, full coverage mungkin akan diutamakan untuk warga tak mampu dan coverage pelayanan kesehatan dasar untuk seluruh warga masyarakat yang lain.

Sebenarnya jaminan negara bagi layanan kesehatan sudah memiliki payung hukum dengan adanya UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). SJSN adalah suatu tatanan atau tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial untuk menjamin agar setiap warga negara mempunyai perlindungan sosial yang dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Jaminan sosial dimaksud meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian.

Setiap WNI berhak mempunyai jaminan kesehatan sosial, tanpa kecuali, tidak peduli kaya atau miskin, tinggal di kota atau di daerah terpencil, kaum elite ataupun rakyat biasa.

Bukan pengobatan gratis

Apa artinya ”mempunyai jaminan kesehatan”? Istilah ini sering disalahartikan atau disimplifikasi sebagai ”memperoleh pengobatan gratis”. Memang nantinya dalam praktiknya setiap orang yang menggunakan fasilitas kesehatan tidak mengeluarkan uang PADA SAAT menerima pelayanan kesehatan tersebut. Gratis? Tentu tidak. Pelayanan kesehatan itu mahal. Pelayanan kesehatan tersebut suatu waktu pasti harus dibayar oleh seseorang atau oleh suatu institusi. Jadi, kapan pembayaran dilakukan? Dan oleh siapa?

Indonesia sudah lama mengenal asas gotong royong. Saling membantu, si kaya menolong si miskin, si kuat menolong si lemah. SJSN berasaskan gotong royong. Jaminan kesehatan tidak gratis, tetapi didanai bersama- sama secara bergotong royong melalui iuran. UU SJSN mengamanatkan bahwa setiap orang wajib menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Sosial Nasional. Iuran bagi fakir miskin dan tidak mampu dibayar Pemerintah, masyarakat pekerja (formal/penerima upah) iurannya ditanggung bersama oleh pekerja dan pemberi kerja, sedangkan sektor informal (pekerja mandiri/tidak menerima upah) iurannya ditentukan khusus.

Sesuai UU No 40/2004, dana untuk menjamin kesehatan peserta dikumpulkan secara teratur oleh sebuah (atau lebih) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dana dikumpulkan tanpa menunggu kasus penyakit. Hal ini berbeda dengan mekanisme pengumpulan koin untuk ananda Bilqis yang dilakukan pada saat ia sudah mengalami musibah sakit (dan perlu biaya besar) sehingga menggerakkan rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia.

Manfaat yang diperoleh peserta bersifat komprehensif be- rupa pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Pembayaran kepada pemberi pelayanan kesehatan (PPK) bersifat prospective pay- ment system, suatu cara pembayaran yang kesepakatannya dilakukan di depan sebelum pelayanan diberikan.

Peta jalan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2010-2014 bertekad untuk melakukan percepatan implementasi amanat UU SJSN. Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang telah dimulai sejak tahun 2005 (dulu Askeskin) sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban pemerintah terhadap fakir-miskin dan tidak mampu, tetap dijalankan dan diperbaiki mutunya sebagai langkah awal penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial Nasional secara menyeluruh.

Sebuah tim yang melibatkan banyak akademisi, praktisi, kementerian terkait, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) tengah merancang peta jalan untuk pencapaian Jaminan Kesehatan Sosial Nasional bagi seluruh penduduk. Peta jalan ini mencakup aspek regulasi, kepesertaan, pelayanan kesehatan, paket manfaat, jaringan pelayanan, pendanaan, manajemen, dan sumber daya lainnya.

Saat ini baru 50,8 persen penduduk Indonesia yang mempunyai jaminan kesehatan; terdiri dari peserta Jamkesmas/Jamkesda 37,5 persen, peserta Askes sosial 6,6 persen, peserta Askes komersial 1 persen, Jaminan Kesehatan dalam Jamsostek 2 persen, Asabri 0,9 persen, dan asuransi lain 2,9 persen.

Untuk mencapai sistem Jaminan Kesehatan Sosial Nasional tidak cukup hanya memperluas cakupan kepesertaan, diperlukan kesiapan-kesiapan infrastruktur yang matang. Dalam hal kelembagaan, RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kini sedang digodog di DPR. Badan tersebut nantinya bersifat nirlaba, dana amanah, bersifat nasional, akuntabel, transparan, dengan portabilitas.

Tiap-tiap subsistem perlu ditata secara harmonis dengan subsistem lainnya. Perlu dirancang secara baik ketersediaan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) yang meliputi pelayanan kesehatan dasar/primer hingga tersier.

Selaku Menteri Kesehatan RI saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta menyukseskan upaya menuju pencapaian Jaminan Kesehatan Sosial Nasional bagi seluruh penduduk sesuai amanah UU SJSN.

Endang Rahayu Sedyaningsih Menteri Kesehatan RI

Gaya Kepemimpinan Obama

Kamis, 25 Maret 2010 | 04:46 WIB

R William Liddle

Loloslah sudah, Undang-Undang Reformasi Kesehatan yang menjadi prioritas domestik utama Presiden Barack Obama semenjak beliau dilantik sebagai presiden, pertengahan Januari 2009. Suatu kemenangan gemilang bagi pendukungnya, Partai Demokrat, dan mudah- mudahan masyarakat Amerika Serikat pada umumnya.

Yang rugi, selain politisi Partai Republik, mungkin hanya rakyat Indonesia yang terpaksa menunggu beberapa bulan lagi untuk menjamunya sebagai tamu negara.

Empat ciri khas

Selama proses panjang ini, Obama menunjukkan empat ciri khas gaya kepemimpinannya. Pertama, clear and consistent policy goals, tujuan-tujuan kebijakan pokok yang dirumuskan dengan jelas dan dipertahankan sejak awal. Pada minggu- minggu pertama masa kepresidenannya, ia menyatakan bahwa reformasi asuransi yang sejati harus mencakup semua atau hampir semua penduduk Amerika. Tidak kurang penting, orang yang sedang sakit atau dipecat dari pekerjaannya berhak memperoleh asuransi. Perusahaan asuransi swasta dilarang menolak aplikasinya dengan alasan apa pun. Dari segi keuangan, reformasi harus secara bertahap mengurangi laju pertumbuhan ongkos layanan kesehatan yang sedang mengancam kestabilan ekonomi Amerika. Paling tidak, kebijakan reformasi tidak boleh menambah defisit anggaran belanja negara.

Ciri kedua adalah tactical intelligence, kepintaran taktis. Dari awal Obama ditekan oleh banyak teman se-partai untuk mengurangi atau meniadakan peran perusahaan asuransi swasta dalam layanan kesehatan masyarakat. Hal serupa sudah lama dilakukan di Kanada dan Eropa, tempat negara memainkan peran utama dalam bidang kesehatan. Obama menampik tekanan itu sebab ia maklum bahwa sebuah rencana undang-undang yang membesarkan peran negara pasti bakal gagal, baik di Senat maupun di Dewan Perwakilan. Yang lebih mendasar, ia menyadari bahwa budaya politik Amerika yang amat individualis belum siap menerima kejutan yang sedrastis itu.

Kepintaran taktisnya juga diperlihatkan ketika super majority, mayoritas besar partainya di Senat, 60 kursi dari jumlah total 100 kursi, hilang akibat pemilihan khusus di negara bagian Massachusetts pada awal bulan Januari 2010. Menurut aturan yang lazim diperlakukan di Senat, mayoritas besar itu diharuskan untuk meluluskan legislasi penting. Yang menang dalam pemilihan Massachusetts itu adalah calon Partai Republik. Ia berharap bisa membalikkan keputusan Senat yang baru diambil satu bulan sebelumnya, 60 suara pro dan 40 suara kontra, untuk menyetujui rencana undang-undang reformasi. Reaksi Obama cepat: ia langsung memanfaatkan kiat parlementer yang jarang dipakai bernama ”rekonsiliasi” untuk menggeser pemutusan terakhir dari Senat ke Dewan Perwakilan.

Ketiga, Obama membuktikan bahwa dia bersedia learn from history, belajar dari pengalaman pendahulu-pendahulunya. Contoh utama: usaha reformasi layanan kesehatan Presiden Bill Clinton, yang juga mewakili Partai Demokrat, mentok pada awal 1990-an. Bersama Ibu Negara kala itu, Hillary Clinton, Bill Clinton mencoba menciptakan sendiri program reformasi kesehatan yang menyeluruh. Dengan sengaja, supaya proposal mereka murni dan utuh, pasangan Clinton tidak melibatkan berbagai kelompok kepentingan yang bersangkutan. Akibatnya, mereka diserang kampanye negatif yang keji oleh asosiasi perusahaan asuransi swasta. Proposal itu tenggelam seketika.

Sebaliknya, Presiden Obama justru mencari sebanyak mungkin masukan. Ia mengaku menerima sejumlah gagasan lawan, misalnya untuk memperkuat unsur persaingan antarperusahaan asuransi. Oleh para pendekar Partai Republik, pendekatan itu dianggap lebih tepat ketimbang peran besar negara. Pada Februari 2010 seluruh masyarakat Amerika sempat menghadiri, lewat siaran televisi sepanjang hari, sebuah seminar nasional tentang layanan kesehatan yang dipimpin oleh ”Profesor” Obama. Hasilnya lumayan meskipun tidak ada suara Partai Republik yang diraih. Sebagian besar kelompok kepentingan yang bersangkutan, termasuk berbagai asosiasi dokter dan perawat yang dulu melawan proposal Clinton, berada di pihaknya.

Ciri khas terakhir gaya kepemimpinan Obama adalah political will, kemauan politik. Yang saya maksudkan bukan hanya suatu komitmen kepada suatu rencana undang-undang belaka. Kemauan politik yang sebenarnya merupakan suatu kesediaan penuh kesadaran untuk mengambil risiko-risiko politik, termasuk risiko berat, demi pencapaian sebuah tujuan dasar atau luhur. Ibarat pedang, kemauan politik bermata dua. Ia bisa menyelamatkan, tetapi bisa juga memusnahkan.

Kalah pamor

Menurut survei-survei pendapat umum di Amerika yang diadakan sejak tahun lalu, keperluan untuk reformasi kesehatan kalah pamor di mata masyarakat. Yang paling meresahkan sedari dulu adalah masalah pengangguran yang sudah mencapai laju paling tinggi sejak pertengahan 1980-an. Para politisi Partai Republik memaklumi hal itu, dan sedang mempersiapkan kampanye anti-Obama buat pemilihan Senat dan Dewan Perwakilan pada November 2010.

Anda boleh saja menganggapnya sebuah ironi besar, tetapi kemenangan Obama yang paling gemilang tahun ini bisa juga berujung dengan kekalahan telaknya dalam pemilihan presiden 2012.

R William Liddle Profesor Ilmu Politik, Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat

22
Mar
10

Historia : Dari Bukittinggi Ke Jakarta

Bukittinggi, Fort de Kock, Berawal dari Pasar
Sebagian pemandangan Bukittinggi dari pincak Jam Gadang. Gunung Merapi menghampar di depan mata.
Senin, 22 Maret 2010 | 09:25 WIB


KOMPAS.com — Parijs van Sumatra adalah sebutan dua kota di Sumatera pada masa kolonial. Di pulau Jawa, Bandung-lah yang mendapat julukan Parijs van Java. Tak lain karena pemandangan nan indah, pegunungan, berkelok-kelok, dan cuaca yang sejuk. Di Pulau Sumatera, Medan (Sumatera Utara) dan Bukittinggi (Sumatera Barat) mendapat julukan seperti tersebut di atas. Kali ini, giliran Parijs van Sumatra yang di Bukittinggi. Kota dengan liukan pegunungan nan elok, pemandangan hijau royo-royo, ngarai, serta Tri Arga (tiga gunung) yaitu Gunung Merapi – gunung tertinggi di Sumatera Barat – Gunung Singgalang, dan Sago.

Sebenarnya tak hanya tiga gunung itu yang mengelilingi Bukittinggi. Tapi ada 27 bukit lain yang membuat Bukittinggi begitu sejuk dan cantik. Istana Negara di kota ini juga dinamakan Tri Arga dan kemudian menjadi Istana Negara Bung Hatta.

Bukittinggi ada di 91 km sebelah utara kota pesisir Padang di mana terdapat Pelabuhan Teluk Bayur dan Bandar Udara Tabing. Untuk menuju ke Bukittinggi yang berada di dataran tinggi, baik jalan raya maupun jalur kereta api harus melalui banyak tanjakan dan tikungan. Belanda sudah membangun jalan raya Padang-Bukittinggi pada 1833 sedangkan jalur kereta api pada 1890. Seperti di Ambarawa, jalur kereta api Padang-Bukittinggi juga mempunya tiga rel karena jalur tersebut menanjak.

Kini, jalur kereta api sudah berganti dengan bus tapi jalur kereta api masih bisa terlihat mengular. Sayangnya semua itu tinggal kenangan.

Tiba di Bukittinggi, siapapun yang terbiasa hidup dengan cuaca Jakarta pasti akan sedikit bergidik. Suhu udara berkisar antara 19-23 derajat Celcius. Sejuk sangat, dengan udara yang masih bersih, langit siang hari yang begitu cerah. Suasana dan cuaca di pagi hari, sekitar pukul 07.30, masih terasa sepi, tenang, nyaman, sejuk. Berbeda dengan Jakarta yang tak pernah berhenti dari kesibukan dengan polusi yang bikin langit Jakarta seakan mendung.

Sebagai Parijs van Sumatra – dengan pemandangan elok, maka wisatawan yang datang ke tempat ini pasti tak akan melewatkan Ngarai Sianok. Decak kagum pastilah keluar dari mulut siapapun yang pertama kali melihat Ngarai Sianok yang berkelok-kelok dengan Sungai Batang Sianok mengalir di dasarnya.

Dalam Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-kota di Indonesia, Zulqayyim, staf pengajar jurusan sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang, menulis tentang “Pembangunan Infrastruktur Kota Bukittinggi Masa Kolonial Belanda”. Dalam tulisan itu ia menyertakan sejarah berdirinya Bukittinggi yang dimulai dari sebuah pasar yang didirikan dan dikelola oleh para penghulu Nagari Kurai.

Pada awalnya pasar, atau orang Minangkabau menyebutnya sebagai pakan, itu hanya dibuka tiap Sabtu, setelah makian ramai, maka ditambah dengan hari Rabu. Karena pasar itu terletak di salah satu bukik nan tatinggi (bukit yang tertinggi) maka kemudian jadilah sebutan Bukittinggi untuk pasar sekaligus Nagari Kurai itu. Nama pasar itu kini menjadi Pasar Atas (Pasar Ateh) dan berada di jantung kota ini.

Dalam referensi lain disebutkan, pasar tersebut berdiri di atas tempat bernama Bukik Kubangan Kabau. Pada tahun 1820 diadakan pertemuan adat suku Kurai untuk mengganti nama Bukik Kubangan Kabau menjadi Bukik Nan Tatinggi. Nama bukik (bukit) yang terakhir itulah yang kemudian menjadi Bukittinggi. Nama Pasar Kurai menjadi Pasar Bukittinggi.

Bagi Belanda, setelah perjanjian Plakat Panjang 1833, menjadikan pusat kegiatan ekonomi Fort de Kock. Nagari Kurai adalah salah satu nagari yang ada di daerah Luhak (kabupaten) Agam dan terdiri atas Lima Jorong. Jauh sebelum kedatangan Belanda di Dataran Tinggi Agam, 1823, Pasar Bukittinggi sudah ramai didatangi penduduk.

Pada sekitar 1825-1826, Kepala Opsir Militer Belanda untuk Dataran Tinggi Agam, Kapten Bauer, mendirikan benteng Fort de Kock di Bukit Jirek – 300 meter sebelah utara Pasar Bukitinggi. Nama Fort de Kock diambil dari nama Komandan Militer dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron Hendrik Markus de Kock. Benteng itu dibangun untuk membantu Kaum Adat menghadapi Kaum Paderi (Agama). Sejak itu pemerintah Hindia Belanda menyebut kawasan itu sebagai Fort de Kock sedangkan warga Minangkabau tetap menyebut Bukittinggi.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Jam Gadang, Kini Tanpa Patung Hermes dan Harimau
Selasa, 23 Maret 2010 | 09:18 WIB


KOMPAS.com — London boleh bangga punya Big Ben, tapi Bukitinggi boleh lebih berbangga, tak hanya punya Jam Gadang (Jam Besar), tapi juga pemandangan alam yang tak terbandingkan. Tengok saja Ngarai Sianok, dengan Goa/Lubang Jepang-nya. Belum lagi sederet gunung yang melingkari kota ini.

Sebagai tengara kota, Jam Gadang setinggi 26 meter ini dibikin oleh putera Bukittinggi, Yazid Sutan Gigiameh. Dari paparan tim Rehabilitasi Jam Gadang, disebutkan, Jam Gadang dibangun oleh opzichter (arsitek) bernama Yazid Abidin (Angku Acik) yang berasal dari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Jam yang merupakan hadiah Ratu Belanda kepada Controleur Oud Agam (sekretaris kota), HR Rookmaker, ini dibangun di “bukit tertinggi” (Bukik Nan Tatinggi) dan menghadap ke arah Gunung Merapi. Jam Besar ini didatangkan dari Rotterdam, Belanda, melalui Teluk Bayur (1926). Mesin Jam Gadang hanya ada dua di dunia, satu lagi tak lain adalah Big Ben.

Pada paparan tim, disebutkan pula, bangunan tersebut dibuat tanpa menggunakan besi peyangga dan adukan semen. Campurannya hanya kapur, putih telur, dan pasir putih.  Ruangan bawah Jam Gadang pernah dimanfaatkan sebagai loket karcis terminal, pos polisi, dan gudang pada 1970.

Bentuk klokkentoren, menara jam, demikian Jam Gadang disebut dalam literatur Belanda, berbentuk empat persegi dengan jam di  masing-masing sisi puncak. Sebetulnya, di zaman Belanda, toren alias menara itu dibangun untuk mengintai gerak-gerik pengikut Imam Bonjol semasa Perang Paderi.

Puncak Jam Gadang mengalami tiga kali perubahan. Semula puncak Jam Gadang dibuat setengah lingkaran seperti kubah masjid. Di atasnya dipasang patung ayam jago, menghadap arah timur, yang sedang berkokok. Sengaja dibikin demikian untuk menyindir masyarakat Agam Tuo yang kesiangan, demikian ditulis Zulqayyim dalam buku “Kota Lama Kota Baru: Sejarah Kota-kota di Indonesia”.

Di zaman Jepang, puncak Jam Gadang berubah lagi. Sesuai selera Jepang. Maka Jam Gadang di zaman Jepang berbentuk atap bertingkat menyerupai Pagoda. Di masa kemerdekaan, atap itu diganti dengan gonjong rumah adat seperti rumah adat Minangkabau.

Di masa awal, di sisi kanan dari taman Jam Gadang ini (berhadapan dengan Jam Gadang sisi depan) terdapat Patung Hermes di atas semacam tiang/tonggak dan juga patung harimau. Namun sudah tak terlacak lagi ke mana kedua patung itu dan kapan mereka hilang.

Dalam pertemuan antara Wakil Rektor Universitas Bung Hatta, Padang, Eko Alvarez, dengan rombongan dari Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) yaitu dewan pimpinannya, Pia Alisjahbana dan Han Awal, serta Direktur Eksekutif BPPI, Catrini Kubontubuh; serta arkeolog Hardini Sukmono, persoalan Hermes juga mengemuka.

Bahkan kemudian dalam acara Sosialisasi Rehabilitasi Jam Gadang di Bukittinggi beberapa waktu lalu, masalah keberadaan kedua patung itu juga diangkat. Namun tentu saja jawabannya tak bisa langsung didapat. Salah satu tetua adat menyatakan, harimau adalah perlambang Agam.

Angka empat pada Jam Gadang yang menggunakan sistem Romawi, juga sering disinggung dengan urusan mistik. Angka empat pada sistem penomoran Romawi harusnya ditulis IV namun pada Jam Gadang, angka empat ditulis IIII. Beberapa sumber menyebutkan, penomoran itu dimungkinkan karena si pembuat tak terlalu paham dengan sistem angka Romawi atau memang sengaja dibikin demikian agar tak membingungkan jika angka-angka itu menghadap ke luar, bukan menghadap ke arah jam (arah dalam). Di luar urusan angka jam, kesahalan tulis seperti itu sering terjadi di belahan dunia manapun, seperti angka 9 yang ditulis VIIII (harusnya IX) atau angka 28 yang ditulis XXIIX (seharusnya XXVIII).

Jam ini masih tetap beroperasi. Dentingnya masih bisa didengar setiap jam. Bahkan kini, dari puncaknya juga akan selalu terdengar suara pengawas mengingatkan warga agar tak membuang sampah sembarangan. Di masa puasa, denting jam ini juga berfungsi sebagai penanda imsak dan berbuka puasa.

Memang, tempat sampah mudah sekali ditemukan di taman sekitar Jam Gadang. Alhasil, taman ini terlihat bersih. Dan tak ada bau pesing di sana. Pasalnya, taman mungil ini juga dilengkapi dengan WC umum. Kini WC umum itu sedang direnovasi.

Saat pertama Jam Gadang dibangun, 1926,  lingkungan sekitar tak ketinggalan ikut dihidupkan. Ada terminal bus, bangunan kantor Asisten Residen Afdeeling Padangsche Bovenlanden – kini jadi kompleks Istana Negara Bung Hatta. Di sisi barat, pom bensin, kantor polisi, dan kantor Controleur Oud Agam. Tempat perhentian bendi atau dokar pun disiapkan. Kemudian tak jauh dari perhentian bendi terdapat Loih Galuang serta beberapa loods (los), orang Minangkabau menyebut loih, lain.

Loih Galuang (Los Melengkung) dibangun pada 1890. Los lain juga dibangun untuk pedagang kelontong, kain, juga daging dan ikan. Penataan pasar dilakukan di awal abad 20 oleh Sekretaris Kota Agam Tuo (Controleur Oud Agam) LC Westenenk.

Bukittinggi, kota kelahiran Proklamator RI, Bung Hatta, di masa Jepang, menjadi pusat pengendalian militer untuk kawasan Sumatera. Nama Stadsgemeente Fort de Kock diubah menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho. Di masa perjuangan kemerdekaan, kota ini ditunjuk sebagai Ibu Kota Pemerintahan Darurat RI setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada 1948-1949. Kota ini juga pernah ditetapkan sebagai ibu kota provinsi Sumatera dan Sumatera Tengah.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Komunikasi Lewat Sovenir, Tak Sekadar Kenang-kenangan
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat peluncuran “Jakarta Punya” akhir pekan lalu. Produk tas berwarna oranye itu adalah salah satu bentuk sovenir yang ditawarkan.
Kamis, 18 Maret 2010 | 09:31 WIB


KOMPAS.com – Sovenir, cendera mata, buah tangan, tanda mata, atau kenang-kenangan jadi bagian penting dunia pariwisata. Jakarta, bukan tak punya yang namanya tanda mata. Selama ini buah tangan itu dijual lokal, hanya di tempat-tempat tertentu atau pada kegiatan-kegiatan tertentu. Sejak Sabtu (13/3) lalu, Kadin meluncurkan Jakarta Punya, sovenir khusus Jakarta dalam berbagai bentuk.

Dalam rangkaian upaya menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata, setiap daerah, termasuk ibu kota harus memenuhi tiga syarat. Yaitu bahwa daerah terkait harus memiliki “sesuatu untuk dilihat”. Artinya, harus ada obyek dan atraksi wisata yang berbeda dengan apa yang dimiliki daerah lain. Suatu daerah harus mempunyai daya tarik khusus dan atraksi wisata sebagai entertainment.

Tiap daerah juga harus memiliki “sesuatu untuk dilakukan”. Harus ada fasilitas rekreasi dan hiburan yang membuat turis betah. Kemudian setiap daerah harus menyediakan “sesuatu untuk dibeli”, artinya tentu tersedianya fasilitas belanja, khususnya barang-barang sovenir khas daerah serta kerajinan rakyat setempat sebagai oleh-oleh, kenang-kenangan, atau buah tangan. Demikian syarat itu disebutkan Oka A Yoeti dalam “Pengantar Ilmu Pariwisata”.

Cendera mata biasanya dijadikan bukti atau kenangan atas kunjungan ke suatu tempat, kota, negara. Sovenir ini tentu punya syarat tertentu agar tak hanya memenuhi fungsi sebagai kenang-kenangan tapi juga alat promosi. Biasanya, cendera mata itu digerakkan oleh perajin tradisional dan industri kecil di daerah tertentu dan mestinya barang yang dijual tak seragam.

Sebuah sovenir tentu harus mempunyai ciri khas,  bernilai seni, berkualitas baik, dibikin sedemikian rupa hingga menarik wisatawan untuk membeli. Sovenir lebih baik mengambil bentuk yang mudah dibawa dan satu hal yang juga penting adalah, harga yang terjangkau. Perajin dituntut mengasah diri agar menghasilkan sovenir yang tak biasa-biasa saja. Pada akhirnya perajin setempat tak hanya akan merasakan “kue” pariwisata tapi juga membaginya dengan membuka peluang kerja.

Sebagai produk wisata dan produk kerajinan, bentuk sovenir tentulah beragam. Tergantung kreativitas perajin. Dalam “Aneka Wisata”, disebutkan, sebagai salah satu komponen produk wisata, sovenir dituntut menampilkan identitas agar menumbuhkan citra tertentu. Untuk itu perlu pemahaman atas lingkungan dan obyek wisata tertentu. Khususnya jika pencantuman nama digunakan untuk melengkapi “gambaran” tentang sebuah obyek.

Sabtu (13/3), bukan hanya pencanangan Jakarta Kota Kreatif, di dalamnya diselipkan peluncuran produk-produk sovenir Jakarta – “Jakarta Punya”. Jakarta memang haus akan cendera mata berkualitas yang memungkinkan penggunanya berbangga menunjukkan jati diri. Sebagai sebuah identitas, seperti sudah disebutkan di atas, cendera mata yang paling populer karena mudah dibawa dan mudah dipamerkan, juga sebagai alat promosi berjalan, tak lain adalah t-thirt – kaos.

Tak pelak, dengan desain dan warna yang menggoda, kaos produk “Jakarta Punya” lumayan diperebutkan di hari peluncuran produk tersebut. Selain kaos, mug (cangkir) juga menjadi bentuk yang populer dan digemari konsumen. Yang paling murah, kecil, tapi menyentak mata yang jeli tak lain adalah pin. Meski kecil, pin dengan desain, warna, dan pesan yang tepat, “memaksa” orang untuk tak sekadar melihat tapi juga memegang, untuk kemudian berucap, “Beli di mana?” Sebuah ungkapan yang sudah pasti berarti setuju dengan isi pesan dalam pin.

WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Menatap Jakarta Lama via Sovenir

TropenmuseumPradaningrum Mijarto

Awal abad 20, suasana Jalan Prinsenstraat, kini Jalan Cengkeh di antara gedung Dasaad Musin dan Kantor Pos, dan Stadhuisplein (Taman Balai Kota). Trem menuju Pasar Ikan, sado, dan tampak di kejauhan (arah utara) adalah Gerbang Amsterdam.
Kamis, 18 Maret 2010 | 15:00 WIB


KOMPAS.com – Ada yang sedikit mengganggu pada desain “Jakarta Punya”, sovenir resmi Jakarta yang baru saja diresmikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Sebuah sovenir dituntut menampilkan identitas serta perlu ada pemahaman atas lingkungan dan obyek wisata. Barangkali ini sedikit terlewat.

Dalam jumpa pers sebelum pertunjukan “Video Mapping” – sebagai pertanda dimulainya Jakarta Kota Kreatif – perwakilan dari Kadin Jakarta, pemilik “Jakarta Punya”, menyatakan produk-produk tersebut sudah melalui proses penelitian dengan mengikutsertakan antropolog, sosiolog, desainer, ahli komunikasi, ahli ekonomi, dan entah ahli apa lagi, tapi produk yang tersebar pada khalayak, sama sekali tidak membantu warga Jakarta mengetahui tentang sejarahnya sendiri.

Yuliandre Darwis, si wakil dari Kadin Jakarta, kala itu juga melontarkan pernyataan, dari hadirin yang ada di ruangan tersebut, bisa dites, pemahaman sejarah dan keberadaan Jakarta. Baiklah, memang sudah dapat dipastikan, begitu banyak orang tak paham perkara sejarah kota ini. Termasuk soal kapan embrio Jakarta dimulai, kapan nama Sunda Kalapa berubah menjadi Jayakarta, atau tentang nama Museum Sejarah Jakarta yang bukan Museum Fatahillah.

Di sinilah seharusnya produk keren seharga Rp 85.000 itu – yang juga didukung penuh oleh Pemprov DKI, dengan ahli-ahli yang berderet di belakangnya, dengan penelitian sebelum menjadi produk – menjadi salah satu media untuk memberi pemahaman pada publik. Sehingga pengguna tak lagi ragu mengenakannya sebagai identitas.

Lantas di mana sebenarnya letak hal yang mengganggu itu? Kecil tapi berarti besar. Pada salah satu produk kaos, tas, dan pin “Jakarta Punya” ada desain yang berisi tulisan, kisah nama Sunda Kalapa menjadi Jakarta. Di sana tertulis 1526 Jayakarta. Sedangkan pada buku-buku sejarah, dan yang sudah dipahami oleh sebagain besar penggila Kota Tua, Jayakarta baru ada mulai 1527. Yaitu ketika Fatahillah berhasil menaklukkan Portugis dan Pajajaran dan kemudian Sunda Kalapa ia ubah namanya menjadi Jayakarta.

Kemudian pada desain lain di kaos bergambar Museum Sejarah Jakarta (MSJ), pada bagian depan, di sisi kiri bawah tertulis Fatahillah. Ini adalah satu hal yang sangat salah. Kisah tentang Fatahillah pun masih jadi missing link di MSJ. Jadi tidaklah tepat museum itu disebut Museum Fatahillah.

Gedung MSJ  lebih pas kalau kita sebut “Stadhuis” (balai kota) – dan bukannya “Standhuis” seperti juga tertulis di bagian belakang kaos, atau sebut “Gedung Bicara”. Gedung tersebut, gedung balai kota ketiga, digunakan sebagai kantor administrasi Kota Batavia. Di mana orang mengurus pernikahan, di dalamnya terdapat ruang pengadilan, penjara, menjatuhkan hukuman gantung, bahkan juga sempat ada ruang yang dijadikan gereja. Karena gedung itu tempat di mana orang pada bicara, maka disebut “Gedung Bicara”.

Kumpulan sejarah Batavia yang kemudian disatukan Adolf Heuken ke dalam “Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta” menyebutkan, di dalam gedung itu terdapat “College van Schepenen” (Dewan Kotapraja), “Raad van Justitie” (Dewan Pengadilan).

Kalau mau bicara soal sejarah keberadaan museum itu sendiri, Hans Bonke dan Anne Handojo dalam buku “Dari Stadhuis Sampai Museum” menuliskan, sebelum menjadi MSJ, namanya adalah “Museum Sejarah Batavia” yang kemudian berubah menjadi “Museum Jakarta Lama”.

Nama Fatahillah muncul karena MSJ berada di Jalan Fatahillah, sepotong jalan yang sebelum ada revitalisasi, membelah “Stadhuisplein” –  Taman Balai Kota yang kini jadi Taman Fatahillah – dengan sederet gedung  yaitu Kafe Batavia,  Dasaad Musin, dan Kantor Pos.  Nama Jalan Fatahillah baru ada sekitar 20-30 tahun lalu.

Hingga tahun 1960-an, ketika trem dihapus oleh Presiden Soekarno, jalur trem melintas di kawasan Taman Balai Kota. Kala itu belum ada Jalan Fatahillah karena sepotong lintasan itu masih masuk dalam Taman Balai Kota. Jalan utamanya, selain Binnen Nieuwpoortstraat (Jalan Pintu Besar Utara) adalah Prinsestraat (sebelum tahun 1800) kemudian menjadi Prinsenstraat lantas berubah jadi Jalan Cengkeh (di antara Dasaad Musin dan Kantor Pos hingga ke utara di mana pernah ada Gerbang Amsterdam). Dari gerbang ini, pemandangan lurus ke arah selatan tak lain adalah Balai Kota Batavia.

Jalan Cengkeh kini terputus. Sebagian jalan ini kini masuk dalam Taman Fatahillah, demikian pula keberadaan Jalan Fatahillah, sudah tak lagi ada. Sepotong Jalan Cengkeh di taman bertemu dengan Jalan Kalibesar Timur III (arah utara) yang dibatasi dengan pembatas jalan. Di seberangnya, barulah muncul lagi Jalan Cengkeh.

Wajar saja kalau publik mengharap banyak dari cendera mata ini, yang pekerjaannya diroyok oleh para ahli, didahului dengan penelitian, dijadikan sovenir resmi Jakarta. Harusnya menghasilkan produk yang berkualitas tak hanya dari sisi bahan tapi juga isi. Cendera mata adalah media komunikasi, cara lain menyampaikan pesan kepada publik. Lantas, kalau pesan itu sendiri masih saja tidak pas, kerugian ada pada konsumen.

Apalagi, produk demikian sudah banyak dan sudah lama beredar di kalangan pecinta Kota Tua, dan tentu saja, informasi di dalam pin, mug, atau kaos yang mereka bikin jauh lebih akurat. Padahal pekerjanya tak lain hanyalah penyuka seni, penggila sejarah, penggerak komunitas, dan “kuncen-kuncen” Kota Tua. Tak ada ahli di sana, pun penelitian. Semua berjalan berdasarkan pengalaman di lapangan dan tentu saja riset data sejarah.
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

“Jazz Moment” Menggebrak dari Jalan Kunir

Pradaningrum MijartoPradaningrum Mijarto

Pertunjukan pembuka Jazz Moment di Cafe Gazebo. Pengunjung cukup memadati hingga ke bagian atas kafe yang direncanakan sebagai ruang biliar.
Selasa, 23 Maret 2010 | 15:01 WIB

KOMPAS.com — Sabtu malam (20/3), hujan enggan turun di kawasan inti Kota Tua. Padahal rintik-rintik air dan angin “basah” sudah sempat turun dan berhembus di kawasan tersebut. Di belahan lain Jakarta, hujan deras sudah lebih dulu turun. Awan yang tampak gelap lama-kelamaan berubah cerah. Maka makin meriah pula kawasan itu. Khususnya di satu tempat nongkrong yang terbilang baru di Jalan Kunir.

Inilah perhelatan pertama, dengan sponsor besar, yang berhasil memboyong jazz ke Kota Tua. Perhelatan ini tak terlalu besar, memang, tapi untuk ukuran kafe yang baru berdiri, ini sebuah lompatan besar. Belum pernah ada, sebuah kafe di kawasan Kota Tua menggelar acara seperti “Jazz Moment”, akhir pekan lalu. Adalah anak muda bernama Marshall Pribadi, si pemilik Gazebo Café, yang berupaya terus menggaet orang untuk mampir ke Kota Tua dan ke kafe miliknya.

“Ini baru pemanasan dan, orang bisa lihat, acara seperti ini baru pertama kali ada di Kota Tua,” begitu tandas Marshall. Ya, ia yakin Kota Tua bisa tambah semarak dengan acara reguler yang digelar di kafe miliknya. Ia menggebrak kawasan Jalan Kunir lewat kedatangan Barry Likumahuwa Project, sebuah band yang melenakan penonton dengan musik beraliran fusion, funk, soul yang kemudian diracik dengan sentuhan rock ala Andy/Rif ditimpal suara empuk Aji “Idol” yang menyemburkan aroma swing.

Pergelaran itu juga jadi pengalaman pertama warga di sekitar jalan tersebut. Alhasil, dari balik tembok-tembok tinggi di belakang kafe ini, muncullah “penonton gelap” yang tak beranjak dari tempatnya sejak acara dimulai hingga pengisi acara pulang. “Lumayan, nonton gratis,” begitu pasti gumam mereka. Meski tentu saja ada warga yang terpaksa hanya bisa melihat keriuhan di kafe dan mendengar musik karena letak tembok mereka persis di atas panggung, tapi semangat tetap tinggi. Maklum, belum pernah mereka “dihibur” acara seperti itu.

Kafe ini memang tak terlalu luas, tapi dengan sedikit taman, kolam, dan tempat duduk di balkon terbuka, tempat nongkrong ini jadi terasa berbeda karena tak melulu berada di dalam ruangan. Pengunjung pun bebas memilih tempat, bahkan di lahan yang masih kosong, yang direncanakan untuk ruang biliar, juga jadi tempat kongkow peminat musik. Sambil mengamati empat pelukis jalanan, yang biasa mangkal di Jalan Pintu Besar Selatan, beraksi, pengunjung ikut bergoyang manakala Matthew, vokalis Barry Likumahuwa Project, membuka pertemuan dengan sebuah lagu milik Ne Yo, “Miss Independent”.

Untuk mengisi perut dan melancarkan tenggorokan, ada beberapa makanan yang bisa dipesan. Di tempat ini Es Ragusa pun membuka cabang, Dudung Roxy demikian pula. Mi Aceh Kutaraja tak mau ketinggalan, bersama sate padang khas Pariaman, Soto Dadang Gang Lamceng, dan Bakoel Nasi. Mau makanan ala barat pun ada. Ngidam mengisap shisha? Di sini juga tersedia.

“Gua baru tahu ada tempat nongkrong oke di sini, besok-besok kita nongkrong di sini aja,” ujar Barry yang kemudian disambut tepuk riuh pengunjung. Penampilan band ini memang pantas diacungi jempol, bahkan ketika mereka memainkan lagu “Di Antara Kalian” milik D Masiv, penonton seperti terhipnotis menantikan aransemen macam apa yang akan mereka munculkan.

Malam terus beranjak, pengunjung tetap mengalir, giliran Andy/Rif menggetarkan kafe lewat “High and Dry” dari Radiohead dan “Come Together” milik The Beatles. Paduan fusion, rock, soul menjadikan lagu-lagu tadi makin nikmat di telinga. Belum lagi aksi panggung Andy/Rif yang khas membuat penampilannya sedap dipandang.

Sebelum acara benar-benar usai, serbuan kembang api mengagetkan penonton sekaligus bikin suasana makin semarak. Sayang, tuan rumah memang tak berencana menggelar acara hingga lewat tengah malam. Boleh jadi karena ini acara perdana. Perlu membaca antusiasme pengunjung. Meski masih banyak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, secara keseluruhan acara tersebut sukses dan perlu bergulir, berlanjut. Pengunjung yang datang dan makan di beberapa warung yang buka di kafe ini pun meningkat dari akhir pekan biasanya.

Jika baru saja Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meluncurkan Jakarta Kota Kreatif, kemudian Deputi Gubernur DKI bidang Kebudayaan dan Pariwisata Aurora Tambunan berharap gedung di kawasan tersebut difungsikan oleh pemiliknya, maka Marshall sudah mencoba itu. Dan tentu saja, ia perlu disokong, bukan?
WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Tahun 2012 Kampus IKJ Mulai Beroperasi di Kota Tua?

Pradaningrum Mijarto‘);” width=”70″ border=”0″ height=”52″ hspace=”2″>Pradaningrum Mijarto‘);” width=”70″ border=”0″ height=”52″ hspace=”2″>Pradaningrum Mijarto‘);” width=”70″ border=”0″ height=”52″ hspace=”2″>

Salah satu aset Pemprov DKI di kawasan Kota Tua, yaitu di Jalan Nelayan yang luasnya lebih dari 12.000 m2.
Jumat, 19 Maret 2010 | 10:10 WIB

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah mantap akan membuka kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Kota Tua pada 2012. Pada tahun itu, kampus baru IKJ di Kota Tua sudah harus menerima murid baru. Yang jadi pertanyaan, gedung mana yang dipilih Pemprov DKI untuk disiapkan jadi sekolah. Hingga kini, Pemprov DKI masih dalam proses negosiasi dengan pihak BUMN, apakah harus dibeli atau  kerja sama operasi.

“Kita belum bicara soal harga, apakah harus beli atau kerja sama operasi. Prinsipnya asal mereka bersedia gedungnya dipakai. Dan IKJ ini nantinya dikelola DKI, kita harapkan akan jadi pemicu gedung lain,” kata Deputi Gubenur DKI Jakarta bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Aurora Tambunan, beberapa waktu lalu.

Pembukaan kampus IKJ tak lain sebagai upaya menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra industri kreatif khususnya bidang seni dan perfilman. Sejak revitalisasi Kota Tua berlangsung, bangunan milik BUMN dirasakan Pemprov DKI sebagai hambatan, pasalnya jumlah bangunan di Kota Tua memang kebanyakan milik BUMN dan lebih banyak yang telantar.  Padahal untuk menghidupkan kawasan itu perlu juga memfungsikan bangunan tua milik BUMN sehingga tidak jadi sarang pemulung atau dibiarkan hancur.

Lola, demikian Aurora biasa disapa, menambahkan, di Kota Tua bangunan milik Pemprov DKI hanya empat – harusnya enam, yaitu empat museum (Museum Bahari, Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, serta Museum Seni Rupa dan Keramik), gedung Balai Konservasi, dan satu bangunan yang sudah tak utuh lagi di Jalan Nelayan (seberang Jembatan Kota Intan)  –  dari total 284 bangunan kuno di Kota Tua. Sebanyak 23 bangunan lain adalah milik BUMN dan sisanya milik swasta dan perorangan. Pemprov DKI berharap, jika bangunan BUMN bisa difungsikan maka gedung lain milik swasta dan perorangan akan mengikuti.

“Kita maunya bergulir, bertahap. Kalau ada gedung BUMN hidup, swasta dan perorangan diharapkan juga menghidupkan gedung mereka. Memang perlu ada insentif dan disinsentif pajak, tapi itu kan bukan kewenangan Pemprov DKI. Tapi kalau belum ada insentif aja sudah ada pemilik yang memfungsikan gedungnya, apalagi kalau sudah ada kebijakan keringanan pajak,” imbuhnya, ketika tahu bahwa sudah ada satu lagi gedung milik perorangan yang sudah difungsikan menjadi Gazebo Café di Jalan Kunir.

Ia menambahkan, jika pemilik bangunan tidak mengelola bangunannya dengan baik, pemerintah berhak mengambilalih pengelolaan. “Itu ada dalam UU (Benda Cagar Budaya), dan itu harus disadari oleh pemilik bangunan,” tandas Lola.

Sementara itu pengelola bangunan milik Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Robert Tambunan menyatakan, “Belum ada pihak Pemprov DKI yang datang ke kita untuk membicarakan soal ini. Memang sudah ada izin jual dari Menneg BUMN yaitu untuk Cipta Niaga. Enggak ada sistem sewa. Tapi kita belum diajak bicara, kok.”

Menurutnya, hingga kini belum ada penawaran proposal padahal Menneg BUMN yang dulu, Sofyan Djalil, sudah menyarankan agar DKI bicara dengan pemilik bangunan. “Pemilik bangunan kan PPI, jadi bukan ke Menneg dulu, tapi ke kami dulu, baru ke Menneg,” tambahnya.
Cipta Niaga yang ada di ujung Jalan Pintu Besar Utara dan Jalan Kalibesar III, dulu sudah pernah direncanakan akan dijadikan hotel tapi rencana itu kandas. Bangunan seluas 6.000 m2 di atas tanah seluas 4.000 m2 itu ada di kawasan inti atau zona inti Kota Tua. Dari data yang diberikan pihak Kelurahan Pinangsia, NJOP kawasan itu nyaris Rp 7 juta/m2.

Beberapa gedung lain

Gedung Cipta Niaga adalah gedung keempat di Batavia yang rancangannya dibuat oleh Biro Arsitek Ed Cuypers en Hulswit dan dibangun pada tahun 1913. Gedung yang pernah digunakan oleh PT Tjipta Niaga ini dahulu bernama “Internationale Credit en Handelsvereeniging Rotterdam” atau dikenal dengan nama “Rotterdam Internatio”.  Perusahaan Rotterdam Internatio merupakan salah satu dari lima perusahaan besar di Hindia Belanda yang dikenal dengan nama “The Big Five”. Perusahaan ini bergerak dalam bidang perbankan dan perkebunan.

Bangunan di sebelahnya, bangunan G Kolff & Co, di sudut Jalan Kalibesar Timur III, dan Jalan Kalibesar Timur, juga menjadi milik PT Tjipta Niaga. Bangunan dari tahun 1860 ini adalah bekas toko buku pertama di Batavia. Kini bangunan ini juga kosong dan dalam kondisi buruk.

Di Jalan Nelayan, Pemprov DKI punya aset seluas lebih dari 12.000 m2. Bangunan yang ada di sana sudah tak utuh lagi, ada pula bangunan yang masih terbilang utuh di bagian dalam masuk ke Jalan Cengkeh.

Dari pintu masuk di Jalan Nelayan (tak jauh dari Jembatan Kota Intan)  terlihat lahan kosong di dalam kawasan milik Pemprov DKI itu biasa untuk parkir truk. Secara keseluruhan aset Pemprov DKI ini terletak tak jauh dari lokasi yang diperkirakan bekas tempat berdirinya Gerbang Amsterdam. Beberapa waktu lalu, Wali Kota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan pernah menegaskan, aset itu bisa dijadikan lahan parkir.

Di Jalan Kunir, tak jauh dari kawasan inti Kota Tua, juga ada gedung yang masih tegak. Kondisinya masih sangat baik. Hanya saja gedung itu kosong, bahkan di bagian depan ditutup seng. Gedung bekas kantor Geo Wehry & Co ini mulai dibangun sekitar tahun 1925-1926 dan didesain oleh arsitek yang juga mendesain Stasiun Jakarta Kota, FJL Ghijsels. Gedung Geo Wehry lainnya ada di Kota Lama Padang, tak jauh dari Jembatan Siti Nurbaya. Bangunan tersebut termasuk yang terkena dampak gempa akhir September tahun lalu.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto




Blog Stats

  • 2,155,121 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 118 other followers