Archive for the 'Artikel' Category



20
Jul
09

KPU Tertutup, Waspadai Kecurangan Rekap !

20/07/09 11:58
KPU Tertutup, Waspadai Kecurangan Rekap!
Abdullah Mubarok
Boni Hargens
[Istimewa]

INILAH.COM, Jakarta – Dengan alasan bom dan adanya indikasi KPU diduduki saat penghitungan suara manual, masyarakat tidak diperbolehkan melintas di sekitar Gedung KPU. Berbagai pihak diminta untuk mewaspadai adanya kecurangan dalam rekapitulasi manual yang hanya bisa disaksikan oleh segelintir orang saja.

“Jangan sampai ini semakin menguatkan terjadi kecurangan. Proses penghitungan dengan IT-nya, semakin menunjukkan kecurangan sistematis. Tabulasi saja sempat ditutupkan dan sekarang dibuka lagi,” kata pengamat politik UI Boni Hargens kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (20/7).

Larangan yang dikeluarkan oleh KPU itu dinilainya bentuk kearoganan dan sikap berlebihan. Mewaspadai boleh, namun tidak sampai menutup penghitungan suara rakyat yang harusnya terbuka.

“Kalau KPU bisa bertindak dengan benar, tidak perlu takut seperti itu. KPU pulang kampung saja daripada mengurus tugas negara tidak secara profesional. KPU kekanak-kanakan, cengeng,” cetusnya. [ana]

20
Jul
09

Empat Motif Bom Marriott 2

Citizen Journalism INILAH.COM
20/07/2009 – 06:16
Empat Motif ‘Bom Marriott 2′

Indonesia berduka. Teror bom kembali membangunkan kita dari mimpi setelah lima tahun keadaan aman. Marilah kita coba cermati motif – motif apa sajakah yang mungkin melatar belakangi pelaku untuk melakukan pengeboman.

Motif ideologis. Motif yang berlandaskan agama dan akan langsung mengarah pada sosok Nurdin M. Top dan Kelompok Jama’ah Islamiyah (KJI). Hal ini dikuatkan pada metode bom bunuh diri dan ‘katanya’ serpihan bom identik dengan hasil pengrebegan di Cilacap.

Selain itu dimungkinkan anggota-anggota KJI berupaya membalas dendam atas matinya trio Bom Bali yang telah dihukum mati, tewasnya Dr Azahari di Batu, Malang, dan merupakan aksi untuk menunjukkan masih eksisnya jaringan mereka.

Namun pertanyaannya adalah bagaimana KJI dapat dengan mudah mengumpulkan bahan peledak pada saat pengaturan dan pengawasan terhadap bahan peledak dan bahan kimia sangat ketat?

Selain itu disangsikan mereka memiliki kemampuan menyusup kepada obyek vital yang melakukan screening berlipat dan kebiasaan mereka untuk melakukan pengeboman dari luar obyek seperti Bom Bali, Bom Mariot 1, dan Bom Kedubes Australia, yang semuanya dilakukan dari luar gedung.

Jika pun memang mereka yang menjadi pelaku, tentulah ada akses dari oknum tertentu, sehingga mereka mudah mendapatkan bahan peledak dan latihan dari pihak terlatih, sehingga dapat dengan mudah melakukan penyusupan kepada obyek vital dengan penjagaan ektra ketat.

Motif ekonomi. Motif ini didasari kepada sasaran pengeboman itu sendiri. Seperti berita terakhir yang telah dikonfirmasi bahwa peledakan di JW Marriott dilakukan di JW Lounge dan bukan di Restaurant Syailendra di mana pada saat itu sedang ada Breakfast Meeting yang dihadiri 15 top executive perusahaan asing. Hal ini didukung dengan tertembaknya pekerja asing di Freeport beberapa hari sebelumnya.

Motif ini bisa murni persaingan bisnis local-asing yang dimungkinkan untuk menggeser peran perusahaan-perusahaan tersebut di Indonesia atau adanya pihak lokal yang tidak suka dengan keberadaan perusahaan asing yang sudah puluhan tahun di Indonesia tapi dianggap tidak memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Motif politik. Motif ini sekarang menjadi ramai terkait pasemon SBY yang seolah mengarah kepada sosok atau pihak tertentu pada saat konferensi pers hari Jumat pecan lalu. Perlu dicermati bahwa yang dilakukan SBY hanyalah upaya preventif, agar kondisi Indonesia tidak semakin terpuruk pasca bom Marriott 2 dengan adanya aksi-aksi anarkis destruktif untuk menggagalkan proses demokrasi seperti: pendudukan paksa KPU, demonstrasi, dan upaya menggagalkan pelantikan.

Hal itu wajar karena sebagai presiden tentunya berkewajiban untuk melakukan segala hal yang mungkin untuk keamanan bangsa dan jangan dianggap seolah karena ia adalah capres yang ingin mengamankan kepentingannya. Pelaku motif ini memang bisa saja pihak yang kecewa dengan hasil pilpres atau bisa juga pihak ketiga yang menunggangi situasi karut marut pilpres untuk kepentingannya.

Pihak ketiga ini bisa dari komponen lokal yang merupakan representasi masa lalu atau bisa juga pihak luar yang ingin menggoncang ekonomi Indonesia yang mulai bangkit agar negara mereka diuntungkan.

Motif pribadi berbungkus nasionalisme. Motif ini didasari pada peristiwa pembunuhan Nasrudin yang sempat diberitakan bahwa pelaku mengaku diperintah untuk membunuh, karena Nasrudin dianggap orang yang berbahaya bagi negara dan ingin mengacaukan pemilu. Sehingga pelaku dibangkitkan rasa nasionalismenya, walau dengan imbalan, untuk berbuat bagi negara dengan menghilangkan nyawa Nasrudin.

Dari sinilah bisa saja ada perorangan yang menggunakan metode yang sama untuk menghilangkan top executive perusahaan asing yang dianggap mengeruk hasil alam Indonesia. Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan asing hengkang dari indonesia dan orang tersebut dapat menikmati hasilnya.

Entah motif apa yang nanti akan terkuak dan dimungkinkan adanya motif lain di luar keempat motif d iatas. Kita harapkan polisi bisa profesional dan independen dalam mengusut kasus biadab ini. Profesional berarti polisi bekerja berdasarkan data dan fakta serta jaringan pelaku, bukan langsung menuduh pihak tertentu tanpa bukti yang kuat.

Independen berarti polisi bekerja tanpa tekanan pihak tertentu baik lokal maupun asing untuk kepentingannya, apakah secara politis maupun ideologis. Kita yakin Polri memiliki kompetensi yang cukup untuk mengungkap dengan cepat dan tepat.

Agus Suryanto

gus_sur79@yahoo.com

20
Jul
09

Teori Konspirasi, Sebuah Mitos Modern ?

Teori Konspirasi, Sebuah Mitos Modern?

Samz Samz

POLITIKANA.COM

Sebagaimana peristiwa penabrakan pesawat komersial ke gedung World Trade Center tanggal 11 September 2001 telah memunculkan teori konspirasi di kalangan khususnya masyarakat Amerika dan Inggris, peristiwa bom Marriot Jum’at 17 Juli 2009 yang baru lalu juga memunculkan berbagai teori konspirasi di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Yang menarik, bahkan presiden SBY sendiri sempat melemparkan teori konspirasi tidak selang lama dari peristiwa peledakan bom dalam pidato resmi di istana Negara. Yang lebih menarik lagi, bahwa teori konspirasi yang dilontarkan presiden oleh beberapa kalangan dianggap sebagai upaya untuk melakukan konspirasi, dan lahirlah teori konspirasi baru.

Rupanya, teori konspirasi memiliki pangsa pasar yang cukup bagus di pasar teori yang mencoba menerangkan kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa yang berlangsung di sekitar kita.Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengajukan sebuah teori yang lain untuk ikut meramaikan pasar teori konspirasi. Tulisan ini lebih sekedar upaya untuk memahami orang atau kelompok orang yang lebih suka menganut teori tersebut.

Sebuah teori selalu membutuhkan bukti-bukti untuk mendukungnya. Dalam teori konspirasi, bukti-bukti yang ditawarkan seringkali tidaklah untuk mendukung pembuktian akan suatu peristiwa atau pokok pembicaraan tetapi digunakan untuk melakukan pembenaran terhadap suatu pola umum akan gagasan-gagasan konspirasi. Alur-alur cerita yang bersifat rahasia lebih sering dipakai sebagai alat bukti, dan menghindari keharusan untuk meneliti kebenaran bukti-bukti tersebut. Karena bersifat rahasia, akan sulit dilakukan pengujiannya sehingga yang diperlukan hanyalah untuk percaya.

Pendirian akan pemikiran konspirasi berdasarkan pada apa yang oleh Goertzel disebut sebagai “skeptisisme selektif”. Penganut konspirasi sangat meragukan informasi dari pihak resmi atau sumber-sumber lain yang dicurigai. Tetapi, tanpa perlu kritis, mereka menerima begitu saja sembarang sumber yang mendukung praanggapan yang sudah dimilikinya. Argumentasi yang diajukan teoritisi konspirasi lebih memperlihatkan kepada kita siapa dia/mereka tenimbang kejadiannya itu sendiri.

Menurut psikolog Viren Swami dari Universitas Westminster, teori konspirasi ditemukan lebih kuat pada individu yang memiliki kepribadian yang curiga dan bertentangan terhadap orang lain yang memiliki rasa ingin tahu intelektual dan daya imaginasi aktif. Studi Swami juga menunjukkan bahwa kecenderungan yang lebih kuat ada pada penganut teori konspirasi untuk melompat ke kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang sangat terbatas.

Diskusi

Nampaknya bahwa kepercayaan konspirasional memberikan layanan yang serupa dengan fungsi psikologis pada takhayul, paranormal dan mungkin juga kepercayaan keagamaan, yang membantu manusia memperoleh rasa pengendalian terhadap suatu dunia yang tidak dapat diprediksi.

Saya khawatir bahwa bagaimanapun manusia membutuhkan mitos. Ketika manusia moderen lebih bertumpu pada penggunaan akal, dan sering mempertanyakan mitos-mitos kuno atau lama, mereka tanpa menyadarinya sedang menciptakan mitos-mitos baru. Dan salah satu mitos karya manusia moderen itu bernama Teori Konspirasi. Benarkah kekhawatiran saya? Barangkali hanya Tuhan yang tahu. Wallahu a’lam bissawab.

* Gambar diambil dari http://static.howstuffworks.com/gif/conspiracy-theory-5.jpg, tanpa ijin.

20
Jul
09

Cinta dan Kekuasaan

Cinta dan Kekuasaan

Oleh : K Suheimi  .

Selama ini banyak sekali kekeliruan pemahaman tentang arti kepemimpinan. Pada umumnya orang melihat pemimpin adalah sebuah kedudukan atau sebuah posisi semata. Akibatnya banyak orang yang mengejar untuk menjadi seorang pemimpin dengan menghalalkan berbagai cara dalam mencpaia tujuan tersebut. Mulai dari membeli kedudukan dengan uang, menjilat atas, menyikut pesaing atau teman, atau cara-cara lain demi mengejar posisi pemimpin. Akibatnya, hal tersebut melahikran pemimpin yang tidak dicintai, tidak disegani, tidak dita’ati, dan bahkan dibenci. Pemimpin ini akan mempergunakan kekuasannya untuk mengarahkan, memperalat, ataupun menguasai orang lain, supaya orang lain mengikutinya. Umumnya jenis pemimpin seperti ini suka menekan.

Bercita-citalah besar, berpikirlah maju, anda tidak diciptakan untuk menjdi orang kalah, tetapi and diciptakan sebagia Wakil Allah di muka bumi untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Setiap langkah yang anda buat di muka bumi ini haruslah suatu langkah kemenagnan. Ingat, Allah SWT berada sedekat dengan urat nadi kita, Dia tidak ingin anda jatuh. Dia ingin anda berhasil. Dia mendanmpingi anda, dengan suara hati-Nya. Apabila anda jatuh, sadarlah, berarti masih banyak ilmu Allah yang belum anda ketahui. Pelajari kesalahan tersebut, cari jawaban megnapa jatuh. Ambil jurus kedua dan bangkit lagi. Allah yang Agung menunggu kemenangan anda. Dia begitu mencintai anda

Anda bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi anda tidak bisa memimpin orang lain tanpa mencintai mereka. Pernyataan ini, dapat meluksikan bahwa seorang pemimpin harus mampu berhubungan secara baik dengan orang lain, dengan cara mencintai mereka. Seorang pemimpin tidak bisa hanya menunjukkan prestasi kerjanya saja. Tangga ini tidak boleh dilewati, apabila dilewati  maka akibatnya orang lain tidak akan mendukung anda, karena mereka tidak akan menyukai anda.

Nabi Muhammad SAW telah melalui tangga ini untuk menjadi seorang pemimpin yang dicintai. Beliau juga adalah seorang yang sangat jujur, sehingga dijuluki ‘Al Amin’ atau orang yang sangat dipercaya.

Saya akan memberi contoh lain tentang penampilannya sehari-hari: Bila ada orang yang mengajaknya berbicara, ia mendengar dengan hati-hati sekali, tanpa menoleh kepada orang lain. Tidak hanya mendengarkan kepada yang mengajaknya berbicara, bahkan ia memutarkan seluruh tubuhnya. Bicaranya sedikit sekali, lebih banyak mendengarkan. Bila berbicara selalu bersungguh-sungguh, tetapi sungguh pun begitu, ia pun tidak melupakan ikut membuat humor dan bersendan gurau, dan yang dikatakannya selalu yang sebenarnya. Kadang ia tertawa sampai terlihat gerahamnya – semula itu terbawa oleh kodratnya yang selalu lapang dada – dan menghargai orang lain. Bijaksana ia, murah hati, dan mudah bergaul.

Dia tidak hanya sebagai pemimpin yang dicintai, dipercaya, dan pembimbing,, tetapi juga seorang pemimpin yang sangat pemberani.

Di akhir perang Badar yang sangat danhsayat itu, beliau berpesan kepada sahabatnya, sebuah pesan yang sangat terkenal; “Kita baru saja menghadapi peperangan yang berat, dan peperangan yang sangat berat sesungguhnya adalah perang melawan hawa nafsu.” Dan perang inilah yang kita hadapi sekarang, yaitu perang melawan diri sendiri.

Saat ini memang ada pimpinan yang sudah dicintai, dipercaya, dan juga pembimbing yang baik, tetapi umumnya penaruhnya berhenti pada suatu masa saja, apabila terbukti atau dirasakan tidak sesuai lagi dengan suara hati nurani manusia. Ketika suara hati merasakan ada hal-hal yang tidak beres dan tidak sesuai, maka manusia yang telah dikaruniai hati sebagai ‘radar’ oleh Tuhan, akan mampu mendetksi hal tersebut. Sifat ajaran Nbi Muhammad SAW dalam intelektualdan spiritual. Prisipnya adalah mengarahkan orang kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Metode ilmiah demikian ini adalah yang terbaik yang pernah ada di muka bumi, khususnya di bidang kepemimpinan dan akhlak, yang mampu memberikan kemerdekaan berpikir dan tidak menentang kehendak hati nurani yang bebas, tidak ada unsur pemaksaan yang menekan perasaan.

Tentang kepemimpinan, bahwa ia mulai berjuang dari bawah sekali, sikapnya yang penuh kasih dan sayang itu, membuat dirinya begitu dicintai banyak orang. Integritas dan kejujurannya yang tinggi menjadikan dirinya begitu dipercaya sehingga ia mendapat julukan “Al Amin”. Perjuangannya yang begitu konsisten telah menjadikan dirinya memiliki begitu banyak pengikut, disamping ajarannya yang sangat sesuai dengan suara hati manusia. Bimbingannya telah menciptakan begitu banyak pemimpin-pemimpin kaliber dunia.

… Sungguh, Allah cinta orang yang taubat, dan cinta orang yang bersuci diri.

Q.S. 2 Surat Al Baqarah (Sapi Betina) ayat 222

Seorang hamba akan mendekatkan diri kepada-Ku, hingga Aku mencintainya, dan bila Aku mencintainya, menjadilah pendengaran- Ku yang digunakannya untuk mendengar, penglihatan- Ku yang digunakannya untuk melihat, tangan Ku yang digunakannya untuk bertindak, sert kaki-Ku yang digunakannya untuk berjalan..

-          Hadits Qudsi

Dijadikan indah nampaknya bagi manusia kecintaan kepada apa yng diinginkan wanita-wanita, putera-puera, emas dan perak yang bertumpuk-tumpuk, dan kuda-kuda diselar tanda piliha, binatang ternak dan tanah ladang. Itulah harta benda hidup di dunia. Tetapi Allah, pada-Nyalah seindah-indah tempat kembali.

-Q.S. 3 Surat Ali Imran (Keluarga Imran) ayat 14

Wahai jiwa yang tenang …. Wahai belahan jiwa. Kembalilah engkau kepada-Nya dengan jiwa yang penuh kedamaian. Ia sangat mencintaimu. Ia sangat merindukanmu bagai buluh perindu …

Amanah yang diberikan Tuhan pada manusia adalah karena  cintanya Allah  pada manusia itu sendiri. Dalam cinta yang saling  berkait ini,  maka segala amanah yang diamanahkan; Istri,  anak,  rumah, harta,  ilmu,  waktu  dan semuanya amanah  itu  dikerjakan dengan rasa penuh cinta pada Tuhan.

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suciNya; “sesungguhnya Allah telah menawarkan amanah itu  kepada  langit, bumi  dan bebukitan, namun semuanya menolak  untuk  menanggungnya karena  khawatir mengkhianatinya, lalu dipikulah amanah itu  oleh manusia.  Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh” ( al-Ahzab:  72).

Padang  10 Juli 2009
Terima Kasih

Prof.H.K.Suheimi, SpOG(K)

20
Jul
09

Mengambil Hikmah Dari Bencana Bom

Mengambil Hikmah Dari Bencana Bom

InKa InKa

POLITIKANA.COM

Sehari sebelum ledakan bom mungkin kebetulan saja saya menulis dengan judul postingan Iblis Ataukah Adam Bangsa Ini ??? bisa di klik di sini

Judul ini sebenarnya hanya sebuah metafora saja untuk mencoba memetakan fenomena perjalanan bangsa ini, kondisi keseharian, dan kekinian kita, tanpa perlu terjebak di dalam perbedaan pemahaman filosofis, ideologis, maupun agama.

Sederhananya bahwa alam ini diatur dalam konteks sunnatullah di mana salah satu bagiannya adalah berlakunya hukum dualitas atau Islam menyebutnya semua diciptakan berpasang-pasangan. Dalam konteks duniawi kita pun mengenal istilah ‘iblis’ dan ‘adam’ sebuah metafora adanya apa yang kita kenal ‘buruk’ dan ‘baik’. Artinya untuk mengenal kebaikan Tuhan pun menciptakan adanya keburukan, demikian pula sebaliknya.

Dalam konteks inilah saya mengatakan bahwa ‘iblis’ dan ‘adam’ sama-sama diridhoi agar kita sendiri dapat membedakan apakah kita ini serupa ‘iblis’ atau ‘adam’, meniti menuju manusiakah atau menuju ibliskah kita, jawabnya kembali ke diri kita masing-masing.

Pemahaman lain dengan hukum dualitas ini bahwa alam diatur oleh hukum keseimbangan, ‘iblis’ dan ‘adam’ hanyalah simbol proses hukum itu akan berjalan. Dalam ranah politik hukum keseimbangan itu ada dalam konteks pemerintah dan oposisi.

Dalam evolusi alam dikenal stabilitas alamiah dan pada sisi lain adanya bencana alam, ini adalah proses alam selalu menuju pada keseimbangan baru. bahwa di mata Tuhan semua mahluk ciptaan-Nya adalah manifestasi cinta dan rahmat kasih sayang-Nya, Dia menurunkan bencana juga ada dalam konteks ini.

Dalam konteks Pilpres, entah kenapa dulunya saya golput, saat ini saya jadi pendukung JK, mungkin karena saya dilanda suatu eforia perubahan bahwa presiden kenapa bukan berasal dari non Jawa plus non militer. Saya melihat bahwa perubahan itu harus dimulai pada titik itu dan tentu dengan sejumlah argumentasi yang menjadi landasan pemihakan itu.

Anda boleh tidak setuju dengan pemikiran ini tetapi bukan pula harus serta merta menganggap pendapat ini tidak benar, beraroma primordial dan diskriminatif, karena demokrasi mengakui setiap perbedaan sebagai tesa, antitesa, dan menuju pada sintesa baru atau proses berjalannya hukum keseimbangan itu.

Sebagai orang yang menekuni dan bekerja di bidang pemberdayaan masyarakat adalah sangat logis pemihakan selalu saya jatuhkan kepada pihak minoritas, marginal dan terpinggirkan karena jika semua berpihak kepada kekuatan mayoritas maka yang lahir adalah tirani mayoritas bagi minoritas.

Alhasil pemihakan ini lebih cenderung menuai kekalahan, namun pada sisi lain sebenarnya menuai kemenangan karena saya sedang memainkan hukum keseimbangan alam itu.

Kita semua bisa bersepakat atas kemenangan yang diraih SBY dalam Pilpres ini – dalam tulisan saya sebelumnya sudah memberi selamat atas kemenangan SBY – namun pada sisi lain kita juga boleh bersepakat bahwa untuk mencapai kemenangan itu masih banyak proses pemilu yang terasa tidak menyenangkan seperti soal DPT dan kompetensi KPU dan semoga ke depannya kita semua bisa belajar dari kelalaian ini.

SBY boleh menang dan JK boleh kalah, tetapi saya tidak boleh kalah demikian pula bagi teman-teman netter lain yang sudah beroposisi dengan SBY, karena modal kita hanya ide dan gagasan dan bukan pula orang bayaran alias independent, pemihakan pun karena gagasan independent.

Adalah lebih baik saya dan para netter lain pada posisi oposisi ini sebagai wacana keseimbangan dalam demokrasi bangsa ini, toh berpihak kepada SBY pemikiran-pemikiran kita juga tidak terpakai karena misalnya Tim The Fox lebih unggul dari kita juga sebagai tim konseptor SBY. Apalagi saat ini malah Golkar akan tetap menjadi partai pendukung pemerintah, jelas koalisi pemerintah dan parlement akan lebih kuat, lalu siapa lagi akan menyuarakan sikap oposisi ?

Dalam makna lain ‘lanjutkan’ boleh menang, apa pun rupanya karena itu sudah pilihan rakyat, dan JK boleh kalah tetapi slogan, “lebih cepat lebih baik” tidak boleh kalah. Ini adalah slogan semangat untuk maju dalam berkompetisi kebetulan saja JK mengusungnya dalam Pilpres.

Slogan ‘lanjutkan’ tanpa ‘lebih cepat lebih baik’ artinya stagnasi atau bisa yang terjadi malahan ‘kemunduran’.

Intelegen kita karena tidak lebih cepat lebih baik, maka telah gagal mengendus gerakan terorisme sehingga mampu meledakkan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton dengan jatuhnya sejumlah korban yang memilukan kita. Tentu si teroris dengan antek-anteknya adalah salah satu bagian dari Iblis bangsa ini.

Lalu apakah masih ada iblis-iblis yang lain, silahkan teman-teman netter menambahkannya..!

Kita mengutuk sekuat-kuatnya dan menyumpahi habis si pelaku teror bom ini, namun di sisi lain kita juga perlu intropeksi diri ke dalam terutama para pemimpin nasional kita, mungkinkah ada juga yang salah dari kebijakan kita ?, mungkinkah masih ada dusta diantara kita ?, dan mungkinkah ada rasa ketidakjujuran dan ketidakadilan baik yang kita sadari atau tidak disadari juga terjadi pada bangsa ini ???.

Bencana alam terjadi juga karena kejahilan tangan-tangan manusia, ledakan bom juga merupakan bencana yang secara langsung ditebarkan oleh iblis berwujud adam, tetapi itu tidak seolah-olah datang begitu saja, sebagai intropeksi diri, kenapa itu tidak terjadi di Singapura atau Malaysia, semoga kita bisa mengambil hikmah yang banyak dari peristiwa ini.

Sebagai ungkapan duka cita yang dalam kepada para korban dan para keluarga yang ditinggalkan, sekumtum bunga di bawah ini bisa membawa pesan keprihatinan yang dalam atas peritiwa ini :

000Q01G_RRv

Semoga arwah para korban mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, keluarga yang ditinggalkan dilimpahkan kesabaran dan ketabahan karena kita selalu yakin Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Adil dan Maha Mengetahui setiap kejadian serta Tuhan selalu memberi yang terbaik kepada hamba-hamba-Nya.

BERSYUKUR

(Tabah, Tekun, dan Ulet Berjuang Paling Bermanfaat Bagi Sesama)

Engkau Maha Bersyukur !

Semua Kauciptakan serba terukur

Teratur

Sekejap saja Engkau tertidur

Semesta raya hancur Lebur

Mana mungkin Kausiksa hamba yang iman dan syukur ?

Syukur mengharuskan hamba-Mu tafakur

Terhadap karunia-Mu hamba tadzakur

Turut serta menjadikan bumi makmur !

TAWAKKAL

(Hancur Luluh Tubuh Ini Berbuat Paling Bermanfaat Bagi Sesama)

Mutiara ada di dasar lautan yang dalam

Jangan menyelam

Tak dapat berenang kau akan tenggelam

Islam itu laksana mutiara

Kita dapatkan bila kita selami

dalamnya samudra

Bukan pengakuan semata

Mutiara itu berada di dasar

Lakukan yang bisa kita lakukan atau gagal

Pantang berhenti sebelum semua tenaga luluh terbakar

Sehabis akal haruslah tawakkal !

Semoga dua buah puisi di atas bisa membantu kita mengambil hikmah atas peristiwa bencana bom ini. Wallahualam.

20
Jul
09

Perang Armageddon (Malhamah Kubra)

Peperangan Armageddon (Malhamah Kubra)

Salim Syarief MD

POLITIKANA.COM

Peperangan Armageddon adalah peristiwa pertama sebagai permulaan dari serentetan huru-hara di akhir zaman, pertempuran ini adalah adalah perang penghancuran dan nuklir yang akan memusnahkan sebagian besar senjata-senjata strategi.

Pengenalan Perang Armageddon.

Perang Armageddon adalah:

Peristiwa besar dan perang kehancuran (Malhamah Kubra).

  • Pertemuan strategi dari perang raksasa yang sudah dekat waktunya.
  • Perang persekutuan internasional (Perang Dunia) yang akan segera datang, yaitu yang sedang  ditunggu oleh seluruh penduduk bumi di zaman ini.
  • Ia adalah perang politik dan agama.
  • Ia adalah perang raksasa oleh banyak pihak yang terlibat.
  • Ia adalah perang yang paling besar dan dahsyat dalam sejarah.
  • Ia adalah awal dari kemusnahan.
  • Ia adalah perang yang dimulai dengan menyeluruhnya “perdamaian palsu”, sehingga orang-orang berkata, “perdamaian sudah datang”, “keamanan sudah datang”, padahal kenyataannya adalah sebaliknya.

Armageddon adalah kata-kata yang berasal dari bahasa Ibrani yang terdiri dari dua kata yaitu:

  • “Ar” yang berarti gunung atau bukit.
  • “Mageddo” adalah nama dari sebuah lembah di Palestina, yang mana lembah ini merupakan medan pertempuran yang akan datang tersebut, yang akan membentang dari “Mageddo” di utara sampai ke “Edom” di selatan yang berjarak sekitar dua ratus mil dan sampai ke laut putih di barat dan ke bukit Mohab di Timur yang berjarak 100 mil.

Para ahli militer –khususnya ahli perang tempo dulu- memandang bahwa kawasan ini merupakan sebuah tempat yang strategis, dimana setiap panglima yang berhasil menguasai kawasan ini, maka ia akan dengan mudah mematahkan setiap perlawanan musuh.

Kata “Armageddon” adalah sebuah istilah yang sudah dikenal bagi para ahli kitab, yang dapat ditemui dalam kitab-kitab suci mereka. Yang dimaksud ahli kitab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani saja. Bagaimanakah hukumnya menggunakan istilah atau keterangan-keterangan dari para ahli kitab? Rosululloh SAW, telah bersabda, Maksud Hadist: “Sampaikanlah ajaran-ajaranku walaupun itu hanya satu ayat, dan berbicaralah dari ajaran Bani Israil (Yahudi) dimana tidak ada halangan bagi kalian…..” (Bukhari). Dan di lain hadits Rosululloh SAW, bersabda, Maksud Hadist: “Apabila ada ahli kitab yang berbicara (tentang agama), maka janganlah langsung kamu benarkan dan jangan pula langsung kamu dustakan.” (Bukhari).

Perkataan para ahli kitab tentang Perang Armageddon

Dalam kitab Wahyu (revealition) pasal 16 ayat 16 dikatakan, “Dan ruh-ruh setan mengumpulkan sekalian tentara dunia di sebuah tempat bernama Armageddon” (Injil, hal. 388, penerbit Daar Ats Tsaqafah, Mesir)

  • Ronald Reagen pernah berkata, “Sesungguhnya generasi ini tepatnya adalah generasi yang akan melihat Perang Armageddon.” (Kitab Ramalan dan Politik).
  • Segala sesuatu pasti akan berakhir dalam beberapa tahun, dimana akan terjadi Perang Dunia yang paling besar, yaitu Perang Armageddon atau perang di dataran Mageddo. (“Kitab Drama Berakhirnya Zaman” oleh Oral Robertus dan “Kitab Akhir Bola Dunia Yang Paling Besar” oleh Hall Lindus, mereka mempercayai tahun 2000 adalah berakhirnya bola dunia secara final).
  • Jimmy Sujjest berkata, “Aku berkeinginan agar aku dapat mengatakan bahwa kita akan mencapai perdamaian. Akan tetapi aku percaya bahwa perang Armageddon akan datang. Sesungguhnya Armageddon akan datang dan berkecamuk di lembah Mageddo. Ia akan datang. Mereka bisa saja menandatangani perjanjian-perjanjian perdamaian yang mereka inginkan. Namun, sesungguhnya hal itu tak akan merealisasikan apa pun. Sebab, bagaimana pun juga hari-hari hitam itu akan datang.” (Kitab Janji yang Benar dan Janji yang Dusta).
  • Gerry Folwel, seorang pemimpin fundamentalis Kristen berkata, “Sesungguhnya Armageddon adalah sebuah hakikat (realita) dan sangat nyata, akan tetapi kita bersyukur karena ia akan terjadi pada akhir hari sejagat.” (Kitab Ramalan dan Politik).
  • Shofeld berkata, “Sesungguhnya orang-orang Kristen yang ikhlas hendaknya bergembira dengan peristiwa ini. Karena begitu pertempuran yang terakhir ini (Armageddon) dimulai, maka Isa al-Masih akan segera mengangkat mereka ke awan, dan mereka akan diselamatkan oleh al-Masih serta tidak akan menghadapi kesusahan apa pun yang terjadi di bumi.” (Kitab Ramalan dan Politik).

Perkataan-perkataan di atas merupakan suatu keanehan dari ahli kitab yang menunjukkan betapa besar kepercayaan mereka akan peperangan Armageddon dan dekatnya kedatangan perang tersebut.

Kaum Muslim dan Perang Armageddon

Memang aneh, pada saat kita mengetahui perkataan-perkataan ahli kitab, maka telah banyak dan datang secara bertubi-tubi peristiwa yang menguatkan perihal akan terjadinya perang Armageddon. Dan bahwa ia adalah realita yang tak dapat dipungkiri lagi. Sebab, kita menemukan banyak orang dari kaum Muslimin yang tidak mengerti apa itu Armageddon? Dan apa-apa yang dimaksud dengan kata yang berbahaya ini (dalam hal Armageddon sebagai istilah kamus ahli kitab)? Kita tidaklah memaksudkan kalimat Armageddon sebagai suatu kata atau istilah saja, akan tetapi sebagai suatu pengertian dan isyarat. Karena, ia adalah sebuah kata yang mempunyai arti cukup banyak.

Sebagian pemikir-pemikir Islam telah mulai memperhatikan masalah pertempuran ini dan penekanannya bahwa:

  • Pertempuran yang menentukan sudah dekat kedatangannya dan ia pada saat ini sedang dipersiapkan.
  • Perang tersebut adalah perang strategis, nuklir, dan bersifat internasional.
  • Orang Yahudi akan mengalami kekalahan dalam pertempuran tersebut.

Bahwa perang Armageddon adalah perang persekutuan (internasional), dimana kaum Muslimin dan Kaum Rum (Eropa dan Amerika) tidak diragukan lagi akan menyatu menjadi satu blok. Kemudian mereka akan melawan suatu musuh yang berserikat, yang mana mereka itu belum kita ketahui. Hal ini sesuai dengan sabda Rosululloh SAW, “Suatu musuh di belakang mereka….” Walaupun realita modern menunjukkan, bahwa blok musuh kita tersebut adalah blok Timur Komunis dan sekitarnya, kemenangan akan berada di tangan kaum muslimin.

Adapun tentang orang-orang Yahudi, maka rujukan kita tidak ada hal-hal yang menunjukkan peranan mereka dalam perang dunia ini. Akan tetapi tidak diragukan lagi, bahwa mereka ikut terjun dalam pertempuran ini. Dan bahkan merekalah yang mengobarkan api peperangan ini. Hingga dua pertiga jumlah Yahudi akan musnah dalam pertempuran dimaksud.

Adapun sepertiga jumlah mereka yang lain, maka mereka tersebut akan ditumpas oleh kaum Muslimin pada zaman Imam Mahdi, tepatnya setelah turunnya Isa al-Masih putra Maryam.

(Melihat perkembangan terakhir ini, bahwa resolusi PBB menganggap tembok pemisah yang dibangun Yahudi tidak sah dan harus dihancurkan. Resolusi yang diajukan Palestina ini didukung oleh Uni Eropa (Rum) dan juga oleh sekitar 140 negara lain, sementara resolusi ini ditentang oleh hanya lima negara termasuk Yahudi dan Amerika. Akankah perang Armageddon melibatkan dua kubu ini? Wallahualam.

Rosululloh SAW, bersabda, Maksud Hadist: “Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Rum dalam keadaan aman. Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka. Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Rum lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata, ‘Salib telah menang’. Maka datanglah kepadanya seorang lelaki dari kaum muslimin, lalu ia membunuh laki-laki Rum tersebut. Lalu kaum Rum berkhianat dan terjadilah peperangan, dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera, dan di bawah tiap-tiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.” (Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Nash (teks) hadits di atas dengan jelas menerangkan bahwa di sana ada dua peperangan yang akan terjadi, yaitu:

Perang Dunia Armageddon, dimana peperangan ini telah diketahui akan terjadi oleh semua pihak.

  1. Perang yang dalam hadits disebutkan sebagai Peperangan Terbesar (Al-Malhamah Al-Kubra).
  2. Perang ini tidak diketahui kecuali oleh sebagian orang. Sementara pihak-pihak yang berperang dalam pertempuran ini adalah pihak kaum Muslimin menghadapi pihak Rum, setelah terjadinya perang Armageddon, dimana pihak Rum telah berkhianat terhadap kaum Muslimin dalam perang tersebut.

Peperangan Armageddon adalah peristiwa pertama sebagai permulaan dari serentetan huru-hara di akhir zaman, pertempuran ini adalah adalah perang penghancuran dan nuklir yang akan memusnahkan sebagian besar senjata-senjata strategis. Setelah itu, alat-alat dan senjata yang dipakai dalam peperangan selanjutnya adalah pedang, panah, dan kuda.

Hal tersebut tidaklah aneh untuk terjadi, karena sudah menjadi Sunnatulloh sejak dari kebudayaan-kebudayaan zaman dulu akan adanya kehancuran setelah kejayaan, dan kejatuhan setelah ketinggian. Sedangkan kebudayaan abad ke-20 telah mencapai puncak kreasi dan inovasi dunia, bahkan orang-orang mulai sibuk bicara tentang perang bintang.

Maha Suci Alloh, tiada yang akan terjadi setelah puncak ketinggian kecuali kejatuhan dan kehancuran. Armageddon akan berkecamuk di Bumi Palestina dimana di sana akan bertemu kumpulan-kumpulan pasukan raksasa.

Apa dan siapa Dajjal itu?

Asal-Usul Keluarganya: Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “Minal Munzharin” seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Alloh Ta’ala ke atas langit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah Al-Munawwaroh. Sama juga halnya dengan Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehingga Qiamat nanti.

Dajjal ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung. Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. Menurut Imam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialah seorang Dukun Yahudi yang di kenali dengan “syaqq” manakala ibunya adalah dari bangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan dengan makhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa kecil tidak diketahui dengan jelas.

Sifat Badannya:

Hadist Huzaifah ra berkata: Rosululloh SAW, telah bersabda, Maksud Hadist: “Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Surga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Surga dan Surganya pula ialah Neraka” (Sahih Muslim).

Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadist Rosululloh SAW, diantaranya:
”…Seorang yg kelihatannya masih muda, Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan, Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yang rimbun”. Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua, Pertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut, manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat. Kedua: Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapatdibaca oleh setiap orang Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak. Mengikut hadist riwayat Atthabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tanda yang terakhir ini belum ada pada dirinya.

Tempat Tinggalnya Sekarang:

Menurut riwayat yg shohih yg disebutkan dalam kitab Shohih Muslim, “bahwa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah””. Terdapat hadist mengenainya.. tetapi terlalu panjang utk ditulis.. Dari Hadist ini jelaslah bagi kita bahwa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Alloh Ta’ala untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.

Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya:

Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selama empat puluh hari saja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dengan setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari selanjutnya sama seperti hari-hari biasa. Jadi keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerusakan itu ialah 14 bulan dan 14 hari. Dalam Hadis riwayat Muslim disebutkan: Kami bertanya, Maksud Hadist: “Wahai Rosululloh! Berapa lamakah ia akan tinggal di muka bumi ini? Nabi SAW, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hari yang pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hari ketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (37hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa. Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rosululloh! Di hari yg panjang seperti setahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sholat sehari saja (5waktu saja). Nabi SAW, menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itu dengan menentukan kadar yg penyesuaian bagi setiap sholat..”

Maksud hadist tersebut, yaitu supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kitalakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sholat Subuh pada hari itu maka masuklah waktu sholat Dhohor, maka hendaklah kita sholat Dhohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sholat Dhohor itu tiga jam setengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sholat Asar Begitulah seterusnya waktu Sholat Maghrib, Isya’ dan Subuh seterusnya hingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun dan bilangan sholat pun pada sehari itu sebanyak bilangan sholat setahun yang kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.

Fitnah Dajjal:

Dajjal telah diberi peluang oleh Alloh Ta’ala untuk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Alloh Ta’ala memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Diantara kemampuan Dajjal ialah:

1.Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya.

Benda-benda beku akan mematuhinya. Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Alloh Ta’ala dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda paceklik. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitu juga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada orang yang bersekutu dengan Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mau bersukutu dgn Dajjal.. mereka akan tetap berada dalam kebuluran dan kesusahan.

Ada pula diriwayatkan penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran.

Dalam hal ini, para sahabat Rosullulloh SAW, bertanya: “Jadi apa yg dimakan oleh orang Islam yg beriman pada hari itu wahai Rosululloh?” Nabi menjawab: “Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan” (Ibnu Majah).

2. Ada bersamanya Surga dan Neraka.

Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama surga dan neraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakan kedua-duanya ini untuk menguji iman orang Islam kerana hakikat yg benar adalah sebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Surga itu sebenarnya Neraka dan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Surga.

3. Kemampuan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya.

Kemampuan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kendaraan orang dahulu. Kalau hari ini maka bolehlah kita mengatakan kemampuan itu seperti kemampuan jet-jet tempur yg digunakan oleh tentera udara atau lebih pantas lagi dari pada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuh dalam satu jam, Kami (shohabat) bertanya: “Wahai Rosululloh! Bagaimana kemampuan perjalanannya diatas muka bumi ini?” Nabi menjawab: “Kemampuan perjalanannya adalah seperti kemapuan “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang” (Muslim).

Namun dengan begitu hebatnya, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua kota suci umat Islam yaitu, Makkah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawwaroh.

4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya.

Syaitan juga akan berkualisi membantu rajanya (Dajjal). Bagi syaitan, inilah masa dan kesempatan yang terbaik untuk menyesatkan lebih banyak lagi anak cucu Adam as.

Wallohu A’lam Bi Showab

Salim Syarief MD.

20
Jul
09

Setidaknya ada 5 Biang Penyebab Terjadinya Terorisme

Setidak ada 5 Biang Penyebab Terjadinya Terorisme

untinisa untinisa

POLITIKANA.COM

Terorisme tentu bukan sesuatu yang muncul dari ruang hampa. Dia memerlukan kultur tertentu untuk tumbuh.

Penyebab terorisme perlu dikenali karena ini berkait dengan upaya pencegahannya. Berikut adalah 5 sebab terorisme -saya sarikan dengan perubahan dari http://www.meteck.org/causesTerrorism.html- :

1. Kesukuan, nasionalisme/separatisme
(Etnicity, nationalism/separatism)
Tindak teror ini terjadi di daerah yang dilanda konflik antar etnis/suku atau pada suatu bangsa yang ingin memerdekan diri. Menebar teror akhirnya digunakan pula sebagai satu cara untuk mencapai tujuan atau alat perjuangan. Sasarannya jelas, yaitu etnis atau bangsa lain yang sedang diperangi.Bom-bom yang dipasang di keramaian atau tempat umum lain menjadi contoh paling sering. Aksi teror semacam ini bersifat acak, korban yang jatuh pun bisa siapa saja.

2. Kemiskinan dan kesenjangan dan globalisasi
(Poverty and economic disadvantage, globalisation)

Kemiskinan dan kesenjangan ternyata menjadi masalah sosial yang mampu memantik terorisme. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 macam: kemiskinan natural dan kemiskinan struktural. Kemiskinan natural bisa dibilang “miskin dari sononya”. Orang yang tinggal di tanah subur akan cenderung lebih makmur dibanding yang berdiam di lahan tandus. Sedang kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang dibuat. Ini terjadi ketika penguasa justru mengeluarkan kebijakan yang malah memiskinkan rakyatnya. Jenis kemiskinan kedua punya potensi lebih tinggi bagi munculnya terorisme.

3. Non demokrasi
(non)democracy)
Negara non demokrasi juga disinyalir sebagai tempat tumbuh suburnya terorisme. Di negara demokratis, semua warga negara memiliki kesempatan untuk menyalurkan semua pandangan politiknya. Iklim demokratis menjadikan rakyat sebagai representasi kekuasaan tertinggi dalam pengaturan negara. Artinya, rakyat merasa dilibatkan dalam pengelolaan negara.Hal serupa tentu tidak terjadi di negara non demokratis. Selain tidak memberikan kesempatan partisipasi masyarakat, penguasa non demokratis sangat mungkin juga melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya. Keterkungkungan ini menjadi kultur subur bagi tumbuhnya benih-benih  terorisme.

4. Pelanggaran harkat kemanusiaan
(Dehumanisation)
Aksi teror akan muncul jika ada diskriminasi antar etnis atau kelompok dalam masyarakat. Ini terjadi saat ada satu kelompok diperlakukan tidak sama hanya karena warna kulit, agama, atau lainnya.Kelompok yang direndahkan akan mencari cara agar mereka didengar, diakui, dan diperlakukan sama dengan yang lain. Atmosfer seperti ini lagi-lagi akan mendorong berkembang biaknya teror.

5. Radikalisme agama
(Religion)
Butir ini nampaknya tidak asing lagi. Peristiwa teror yang terjadi di Indonesia banyak terhubung dengan sebab ini. Radikalisme agama menjadi penyebab unik karena motif yang mendasari kadang bersifat tidak nyata. Beda dengan kemiskinan atau perlakuan diskriminatif yang mudah diamati. Radikalisme agama sebagian ditumbuhkan oleh cara pandang dunia para penganutnya. Menganggap bahwa dunia ini sedang dikuasi kekuatan hitam, dan sebagai utusan Tuhan mereka merasa terpanggil untuk membebaskan dunia dari cengkeraman tangan-tangan jahat.

6. Disaffected intelligentsia
Rubenstein elaborates another interesting aspect occurring in Western liberal democratic states in his book Alchemists of Revolution (1987), though not necessarily because of a hiatus in democratic governance. There are two points I would like to bring under attention. First, Rubenstein’s thesis that the main cause of terrorism are disgruntled, disaffected, intelligentsia who are in a social and moral crisis unable to mobilize the masses. This is “a primary internal cause of terrorism, dictating to a degree its philosophy, tactics and consequences” (Rubenstein, 1987:xvii). Intellectuals, of the type of ambitious idealist, do not have a rebellious lower class to lead due to shifts from primary and manual work to the services sector, nor do they receive guidance from a creative upper class that they can follow. When rigid social stratification shatter hopes for social transformation, then the ingredients are present for a start or rise in terrorist activities in an attempt to reconnect with the masses who they claim to represent and aspire to lead. Examples: “…ever since the Russian intellectuals “invented” modern terrorism…” (Radu, 2001), referring to Narodnaya Volya, Wieviorka’s “Disappointed, frustrated or unrealisable upward mobility” (1988:29); “middle-class alienation” (Kristof, 2002); “spoilt children of affluence” (Wilkinson, 1977:93); Crenshaw (1981); Williams (1994:65), and so forth. But now, 15 years after the book’s publication, access to third level education (the ‘democratisation of education’) has increased to such an extend that it devalues degrees to a minimum standard for procuring a job. Is the degree graduate now the new (white collar) working class stuck in his/her cubicle? If true, then the ‘gap’ between the masses and intelligentsia is smaller at present, hence more likely to be bridge-able, and therefore less prone to induce ideas to resort to terrorism, thus at least weakening Rubenstein’s view. The second aspect of Rubenstein’s book is a broad discussion on the myriad of, predominantly leftist, political ideologies – indirectly the perceived cause being the undemocratic government, unfair capitalist system et al – but may simply be a failed revolution.

Simpulan
Sebab-sebab diatas bukanlah klasifikasi kaku dan mandiri. Pada kenyataannya pelaku teror sangat mungkin digerakkan oleh lebih dari satu motif. Pengenalan atas sebab akan membantu pencarian solusi yang tepat dan mujarab.

referensi dan sumber:

http://syafrilhernendi.com/2009/07/19/5-biang-terorisme/

http://www.meteck.org/causesTerrorism.html

—————

Nah, kita tinggal mengkaitkannya dengan motif-motif pengeboman di Indonesia sejak tahun 2000 lalu hingga 2009 ini. Tapi kalau mau melihat jauh ke belakang dalam sejarah peradaban Nusantara, sejak zaman Mataram dulu, biasanya ‘gonjang-ganjing’ negara yang berakibat terjadinya peristiwa berdarah-darah itu, terjadi bila akan terjadi pergantian kepemimpinan Nasional (suksesi) atau akan terjadi pergantian rezim. Lihat sajalah sejak 1945 dulu: bom,serangan granat ke Presiden Sukarno, serangan pesawat Permesta ke Istana Negara kpd Presiden Sukarno, perang sodara di tahun 1965, pemberontakan bersenjata PKI … hingga tragedi Mei 1998 yang menyusul suksesi Kepeimpinan Nasional dari era zaman ORBA ke Orde Reformasi, selalu ada korban nyawa dan ledakan-ledakan. Entahlah yang sekarang, kita lihat sajalah … makanya saya sedikit-sedikit agak percaya dengan thesis SBY bahwa kemungkinan bom kemarin itu terkait dengan Pilpres yang baru kita lakukan itu. Pilpres, adalah metode suksesi pula, hanya dengan konsep yang lebih modern dalam sejarah Indonesia kini.

20
Jul
09

Bom Kuningan Ciderai Pemilu 2009

17/07/09 11:54
Bom Kuningan Ciderai Pemilu 2009
R Ferdian Andi R
[inilah.com /Agung Rajasa]

INILAH.COM, Jakarta – Sembilan hari setelah Pemilu Presiden, Jakarta dihempas bom. Dua tempat strategis jadi sasaran sekaligus. Peristiwa ini menciderai Pemilu 2009 yang diklaim lancar dan aman. Teror ini juga seolah menghapus ucapan selamat Presiden AS Obama kepada SBY atas klaim suksesnya pelaksanaan Pemilu Presiden 2009.

Ledakan bom di kawasan Mega Kuningan jelas menciderai ketenangan Pemilu 2009 yang berjalan lancer dan aman. Karena sejak proses kampanye pemilu legsilatif, pengesahan hasil pemilu legislatif, kampanye pemilu presiden, hingga hari H pencontrengan, stabilitas keamanan di Indonesia relatif aman.

Namun pasca pencontrengan pemilu presiden, teror bom meledak di dua tempat sekaligus, yaitu di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriot, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Menyusul pula ledakan di Muara Angke, Jakarta Utara.

Teror jelas menjadi perhatian serius pemerintahan SBY. Untuk mengetahui kejadian, Menko Polhukam Widodo AS, Kaporli Bambang Hendarso Danuri, hingga Presiden SBY, meluncur ke lokasi kejadian. Kunjungan petinggi negara ini jelas memiliki urgensi. Meski dalam perkembangannya, SBY urung hadir di TKP dengan alasan yang tak jelas.

Betapa tidak? Awal pekan ini, Presiden AS Barack Obama mengapresiasi proses pelaksanaan Pemilu 2009 di Indonesia yang disebutnya sukses. Peristiwa ledakan Mega Kuningan itu pun seolah menghapus ucapan selamat Obama kepada Indonesia dan SBY. Ledakan ini juga meluluhlantahkan klaim petinggi aparat keamanan, mulai dari BIN, kepolisian, maupun pejabat keamanan pemerintah.

Anggota Komisi III DPR yang juga pemerhati intelijen Suripto menilai, ledakan yang terjadi di Kuningan bisa merangsang konflik pihak-pihak yang tidak puas dalam proses Pemilu 2009. “Saya kira, peristiwa ledakan Mega Kuningan bisa merangsang dan mentriger pihak-pihak yang tidak puas dengan proses Pemilu 2009 seperti soal DPT dan tuduhan kecurangan pemilu lainnya,” ujar Suripto kepada INILAH.COM, Jumat (17/7).

Menurut Suripto, peristiwa ledakan Mega Kuningan meruntuhkan klaim yang dilakukan oleh petinggi pejabat keamanan di Indonesia perihal stabilitas keamanan yang selama ini disebu tidak ada masalah. “Petinggi keamanan selama ini mengklaim kondisi aman dan terkendali. Jangan-jangan petinggi keamanan hanya melihat dari kacamata kuda saja,” ujarnya.

Politisi PKS ini menegaskan, membaca keamanan harus secara komprehensif dan dalam konteks yang lebih luas. Menurut dia, situasi kemanan, harus dilihat mulai dari soal kesenjangan sosial, soal terorisme, kejahatan transnasional, illegal logging, dan illegal fishing. “Itu semua saling berkaitan,” tandasnya.

Sementara anggota Komisi I DPR Effendi Choirie mengatakan tidak menutup kemungkinan bom yang meledak di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, terkait dengan Pilpres 2009.

“Bisa saja motifnya politis, yaitu terkait pilpres. Karena ini kan masih dalam suasana pilpres. Kasus seperti ini mungkin saja digunakan sebagai cara untuk memojokkan pihak yang kurang puas terhadap hasil pilpres,” katanya di Jakarta, Jumat (17/7).

Bekas Ketua Fraksi PKB DPR ini menegaskan agar aparat mengungkap siapa pelakunya. Termasuk apakah merupakan jaringan teroris kelompok radikal yang selama ini beroperasi di Indonesia atau ada kelompok lain. “Harus diusut tuntas. Bukan hanya pelakunya yang diburu, tetapi motifnya juga harus diungkap,” katanya.

Pengamat politik internasional CSIS Bantarto Bandaro menilai ucapan selamat Obama terhadap proses pemilu Indonesia dan SBY bentuk apresiasi atas komitmen SBY dalam memerangi terorisme di Indoensia. “Karena memang SBY di mata AS adalah pemimpin yang banyak berjasa memberikan kontribusi perang melawan terorisme. Ini sepertinya yang diharapkan oleh AS kepada SBY dan Indonesia,” katanya.

Ledakan yang terjadi di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriot serta di wilayah Muara Angke pada Jumat (17/7) ini menghapus prestasi pemerintahan SBY yang dinilai mampu mengatasi aksis terorisme. Selain itu, ledakan di berbagai tempat ini juga meruntuhkan klaim petinggi keamanan Indonesia. [P1]

20
Jul
09

Jati Diri dan Citra Pemimpin

Jati Diri dan Citra Pemimpin

KOMPAS, Kamis, 16 Juli 2009 | 03:14 WIB

Oleh Syamsul Hadi

Periode panjang kampanye politik baru saja berlalu. Sebuah periode yang ditandai peragaan kepekaan elite politik, baik incumbent maupun challengers, yang mengharukan atas penderitaan rakyat jelata.

Lihatlah respons elite politik terhadap musibah Situ Gintung, penahanan Prita Mulyasari, dan penganiayaan Siti Hajar, semua terjadi dalam masa kampanye. Atas nama pencitraan publik, semua pihak berlomba menunjukkan ”ketulusan”-nya untuk membela anak-anak bangsa yang sedang dirundung malang.

Pertanyaannya, akankah itu semua berhenti sebatas ”populisme semusim”, atau akan lahir kepemimpinan politik yang mampu memecahkan masalah bangsa sehingga harkat bangsa dapat ditegakkan di atas fondasi kokoh?

Akar persoalan

Dalam beberapa hal, isu dan perdebatan pada masa kampanye menghasilkan tekanan sosial yang memaksa incumbent memperbaiki aneka kebijakannya. Dalam kasus TKI, misalnya, pemerintah mengumumkan moratorium pengiriman TKI dan renegosiasi atas memorandum of understanding menyangkut prosedur pengiriman TKI ke Malaysia.

Namun, pembenahan aspek legal dan kelembagaan di bidang tertentu, termasuk ketenagakerjaan, tidak seharusnya memalingkan kita dari akar masalah utama. Apalagi bila pembenahan itu hanya bersifat parsial dan ad hoc. Sudah saatnya kita melihat aneka masalah yang dihadapi bangsa ini, memecahkannya dalam kerangka lebih komprehensif, ”mengakar”, dan berkesinambungan.

Dalam kasus TKI, misalnya, perantauan mereka ke luar negeri jelas berangkat dari aneka faktor ”penarik” dan pendorong (push and pull factors) seperti: (1) kegagalan pemerintah menyediakan lapangan kerja yang cukup di dalam negeri; (2) harapan mendapatkan upah lebih tinggi di luar negeri.

Moratorium pengiriman TKI tak mungkin dilakukan selamanya. Selama pemerintah tidak mampu memecahkan masalah kemiskinan dan pengangguran yang masif, selama itu pula jutaan anak bangsa akan terus ”mengalir” ke Malaysia, Arab Saudi, dan lainnya. Di negeri orang mereka cenderung direndahkan bukan hanya karena pekerjaannya yang ”rendahan”, tetapi juga karena berkembangnya citra negatif tentang bangsa kita yang miskin, yang rakyatnya harus mencari penghidupan ke luar negeri sekadar untuk menyambung hidup. ”Citra bangsa” semacam ini tak akan tercipta jika jumlah TKI tidak membeludak hingga lebih dari 6 juta orang, melebihi jumlah penduduk Singapura yang ”cuma” 4,8 juta orang.

Kekerasan yang mendera TKI seperti Siti Hajar dengan demikian bukan hanya sebuah kekerasan personal atau individual. Semua itu terkait berhasil-tidaknya pemerintah mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran. Secara sosiologis, Johan Galtung menyebut ini sebagai kekerasan berdimensi struktural (structural violence), berangkat dari relasi kekuasaan yang mengecilkan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mengenyam penghidupan yang manusiawi.

Kekerasan struktural terhadap rakyat amat mungkin terjadi dalam sistem politik di mana mayoritas massa cenderung memiliki pemahaman yang rendah atas proses dan substansi kebijakan publik. Dalam sistem seperti ini, pencitraan diri dan kelihaian memainkan simbol-simbol sosial-budaya sering lebih dikagumi massa daripada kerja keras yang efektif dan terukur hasilnya.

Elite negara lalu memiliki ”otonomi” luas untuk bertindak tanpa kontrol substantif dari rakyat. Akibatnya, janji-janji politik di masa kampanye berhenti sebatas janji. Alih-alih menekuni tugas membangun fondasi sosial dan ekonomi yang kuat, elite politik kerap terobsesi untuk ”memperluas” proyek pencitraan diri dari level domestik ke level internasional. Proyek-proyek prestisius dan event-event yang gemerlap kerap lebih memacu gairah elite ketimbang ”aneka masalah kerakyatan” yang kompleks dan ”kusam”.

Batas pencitraan

Tentu tidak salah membangun pencitraan bangsa di pentas internasional. Yang harus diperhatikan, pencitraan di level internasional tanpa fondasi kuat sosial-ekonomi domestik ibarat menegakkan bangunan pasir di pinggir samudra.

Tahun 2005, kita peringati 50 Tahun Konferensi Asia Afrika. Beberapa hari setelah itu, kita dikejutkan berita kelaparan di Yahukimo, Papua, yang mengakibatkan 55 orang meninggal dan 112 orang kritis karena kekurangan makanan (Kompas, 12/12/2005). Peristiwa itu menyulitkan kita untuk meyakinkan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika tentang potensi kepemimpinan bangsa ini ”di pentas dunia”.

Wacana soft power, yaitu kemampuan memengaruhi bangsa lain melalui daya tarik (attraction) nonmiliter dan non-ekonomi, menarik untuk dikaji. Namun, soft power tanpa dibarengi hard power yang dapat diandalkan akan menyebabkan bangsa ini kian diremehkan.

”Keberanian” Malaysia berkali-kali mengusik Angkatan Laut kita di Perairan Ambalat, misalnya, menunjukkan pentingnya hard power di bidang militer untuk menegakkan wibawa bangsa di mata Malaysia. Juga penghargaan masyarakat Malaysia yang cenderung rendah terhadap ”Indon” (sebutan merendahkan TKI di Malaysia) menunjukkan, fondasi ekonomi bangsa ini harus terus diperkuat dengan lebih memerhatikan aspek-aspek pemerataan kemakmuran dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

China membangun soft power, termasuk dengan menggelar Olimpiade, setelah sukses meletakkan fondasi kemajuan yang fenomenal di bidang ekonomi. Fondasi ekonomi yang kokoh tidak dibangun para pemimpin China dengan mengandalkan kemampuan berpidato di forum-forum ”kaya” tepuk tangan.

Syamsul Hadi Dosen FISIP UI

20
Jul
09

Isra Miraj Momentum Benahi Shalat

Isra Miraj

By Republika Newsroom
Minggu, 19 Juli 2009 pukul 20:53:00

Isra Miraj Momentum Benahi Shalat

YOGYAKARTA–Peringatan Isra Miraj merupakan momentum bagi umat Islam untuk membenahi shalat agar lebih bermanfaat. Ini sekaliggus dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.

“Dengan adanya peringatan Isra Miraj kita diingatkan untuk tidak sekadar menjalankan shalat,” kata dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Syakir Jamaluddin MA, menjelang peringatan Isra Miraj 1430 Hijriyah di Yogyakarta, Minggu. Menurut Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMY itu, peringatan Isra Miraj merupakan momentum untuk mengingatkan umat Islam tentang shalat. Umat Islam diingatkan untuk membenahi shalat agar lebih baik.

“Isra Miraj merupakan perintah shalat yang menjadi kewajiban umat Islam dan harus ditaati. Seperti yang tercantum dalam Alquran Surat Al-Ankabut ayat 45, disebutkan bahwa shalat dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan `munkar`,” katanya.

Ia mengatakan, shalat yang baik adalah salat yang fungsional. Salat fungsional adalah shalat yang ketika dilakukan mampu mengubah seseorang menjadi lebih bermakna dalam kehidupan pribadi dan sosial.

Ketika ditanya bagaimana seseorang dapat menjalankan shalat secara fungsional, ia mengatakan hal itu dapat diawali dengan sering bangun pada sepertiga malam untuk menunaikan shalat malam.

“Di saat sepertiga malam itulah, shalat yang dijalankan dapat menguatkan hati kita. Selain bangun di sepertiga malam salat berjamaah juga perlu digiatkan, salat berjamaah merupakan cerminan kebersamaan,” katanya.

Ia mengatakan, jika seseorang mempunyai spiritualitas bagus, salat yang dijalankan akan berdampak terhadap perbuatannya. Spiritualitas yang bagus itu sendiri dibangun dengan nilai-nilai salat yang benar sesuai syariat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Jika seseorang bisa meyakini dengan kehadiran Allah SWT, tuturnya, apa pun yang menimpa dirinya akan diterimanya. Takdir baik atau takdir buruk semua disyukuri. ant/ahi




Blog Stats

  • 2,098,419 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 113 other followers