Moh.Haris Srengseng Indramayu

Aksara Nusantara Asli

Zaman Klasik :

  • Aksara Pallawa
  • Aksara Siddhamatrka
  • Aksara Kawi (Aksara Jawa Kuna)

Zaman Pertengahan :

  • Aksara Buda
  • Aksara Sunda Kuna
  • Aksara Proto-Sumatera

Zaman Kolonial :

  • Aksara Batak (Surat Batak)
  • Aksara Rencong (Aksara Kerinci)
  • Aksara Lampung (Had Lappung)
  • Aksara Jawa (Aksara Jawa Baru / Hanacaraka)
  • Aksara Bali
  • Aksara Lontara (Aksara Bugis-Makassar)
  • Aksara Baybayin
  • Aksara Buhid
  • Aksara Hanuno’o
  • Aksara Tagbanwa

Zaman Modern :

  • Aksara Sunda Baku

Variasi

Seiring perubahan zaman, budaya, dan bahasa masyarakat penggunanya, suatu aksara dapat mengalami perubahan jumlah huruf, bentuk huruf maupun bunyinya, walaupun tetap saja dianggap sebagai bagian dari aksara induknya; atau dengan kata lain, tidak terpecah menjadi aksara baru. Demikianlah misalnya Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Arab sedikit berbeda dengan Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Melayu, atau juga Aksara Latin yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Latin sedikit berbeda dengan Aksara Latin yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Jerman. Dalam perjalanan sejarahnyapun Aksara Nusantara tidak luput dari kecenderungan untuk memunculkan variasi-variasi baru yang tetap mempertahankan kaidah inti aksara induknya.

Beberapa variasi Aksara Nusantara antara lain :

  • Variasi Aksara Kawi (Aksara Jawa Kuna)
    • Aksara Kayuwangi : Aksara ini merupakan Aksara Kawi yang ditulis dengan bentuk membundar miring. Disebut Aksara Kayuwangi karena variasi ini banyak dijumpai pada prasasti dari sebelum hingga setelah masa pemerintahan Rakai Kayuwangi, Raja Mataram (855 – 885). Oleh para ahli epigrafi Indonesia, variasi ini dianggap sebagai jenis tulisan Kawi yang paling indah.
    • Aksara Kuadrat : Aksara ini merupakan Aksara Kawi yang ditulis dengan bentuk huruf menyerupai kotak / bujursangkar. Dari situlah variasi ini memperoleh namanya. Variasi ini banyak dijumpai pada prasasti dari masa Kerajaan Kediri dan Kerajaan Singasari.
    • Aksara Majapahit : Aksara ini merupakan Aksara Kawi yang tiap hurufnya ditulis dengan banyak hiasan sehingga kadang kala sulit dikenali / sulit dibaca. Disebut Aksara Majapahit karena variasi ini banyak dijumpai dari masa Kerajaan Majapahit.
  • Variasi Aksara Batak
    • Aksara Toba : Variasi ini merupakan Aksara Batak yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Toba.
    • Aksara Karo : Variasi ini merupakan Aksara Batak yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Karo.
    • Aksara Dairi : Variasi ini merupakan Aksara Batak yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Dairi.
    • Aksara Simalungun : Variasi ini merupakan Aksara Batak yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Simalungun.
    • Aksara Mandailing : Variasi ini merupakan Aksara Batak yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Mandailing.
  • Variasi Aksara Jawa
    • Aksara Jawa untuk menuliskan Bahasa Jawa Baru.
    • Aksara Jawa untuk menuliskan Bahasa Jawa Kuna.
    • Aksara Jawa untuk menuliskan Bahasa Jawa dialek Banten.
    • Aksara Jawa untuk menuliskan Bahasa Jawa dialek Cirebon.
    • Aksara Jawa untuk menuliskan Bahasa Sunda / Aksara Sunda Cacarakan.
  • Variasi Aksara Bali
    • Aksara Bali untuk menuliskan Bahasa Bali Baru.
    • Aksara Bali untuk menuliskan Bahasa Bali Kuna.
    • Aksara Bali untuk menuliskan Bahasa Sasak.
  • Variasi Aksara Lontara
    • Aksara Bugis : Variasi ini merupakan Aksara Lontara yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Bugis.
    • Aksara Makassar : Variasi ini merupakan Aksara Lontara yang digunakan untuk menuliskan Bahasa Makassar.

Berkas:Silsilah_AN.jpg
Silsilah Aksara Nusantara “Asli”Aksara Lainnya

  • Huruf Arab
    • Huruf Jawi
    • Pegon
  • Abjad Latin
    • Ejaan Van Ophuijsen
    • Ejaan Soewandi
    • EYD

     

Aksara Jawa Sudah Masuk Komputer dan Diakui Dunia

08 Nov 2009 6 Komentar
Alhamdulillah.  Salah satu aksara asli nusantara yaitu Aksara Jawa (hanacaraka) telah diakui dunia sejak 2 Oktober 2009,   sehingga aksara Jawa kini dapat dipakai untuk komputer seperti  aksara Latin, China, Arab, Jepang, dan sebagainya.
Aksara Jawa sudah diakui UNICODE (lembaga dalam naungan UNESCO yang menangani standar kode aksara pada komputer di dunia).   Aksara Jawa ini didaftarkan Ki Demang Sokowaten (Yogyakarta) pada 9 September 2007, dan diakui UNICODE mulai 2 Oktober 2009 atau bersamaan pengakuan UNESCO terhadap Batik.  Dengan pengakuan itu, kini kita dapat memasukkan aksara Jawa ke dalam ’font’  komputer kita.
font jawa
Di atas adalah tulisan Dream Indonesia dalam Aksara Jawa.  Menarik ya!.  Nah, anda juga dapat mendowload font Aksara Jawa tersebut dan diinstal di komputer anda dengan mudah di sini :
Sekedar tambahan,  selaian Aksara Jawa, Indonesia masih memiliki Aksara Asli Nusantara lainnya yang dibagi berdasarkan zamannya sebagai berikut :
Zaman Klasik :
Zaman Pertengahan :
Zaman Kolonial :
Zaman Modern :
Semoga aksara-aksara asli nusantara tersebut segera menyusul mendapat pengakuan dari UNICODE.

0 Responses to “Aksara Nusantara Asli”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 2,244,151 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers

%d bloggers like this: