14
Oct
13

Kenegarawanan : China Melirik Papua dan Jalan China Kedepan

China Melirik Kekayaan Alam Papua

Odeodata H Julia | Kamis, 10 Oktober 2013 – 17:38 WIB

: 82

(dok/antara)
Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Mereka Berani Investasi Rp 69 Triliun
SENTANI – Gubernur Papua, Lukas Enembe, menjadi satu-satunya gubernur di seluruh Indonesia yang menghadiri KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik), yang disingkat APEC, di Nusa Dua Bali baru-baru ini.

Dalam keikutsertaannya di KTT APEC, Gubenur Papua ikut menyaksikan penandatanganan kerja sama bilateral antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden RI Yudoyono, menyangkut kegiatan investasi di Papua.

Dalam kesepakatan kerja sama itu, Pemerintah China akan membantu membangun provinsi paling timur Indonesia ini. “Pemerintah China akan membawa masuk dana cukup besar untuk infrastruktur, energi, gas, dan seterusnya. Kita harap hal ini bisa membawa perubahan-perubahan di Papua,” katanya menjawab pertanyaan SH, Rabu (9/10) di VVIP Bandara Sentani Jayapura.

Ia menjelaskan dirinya masuk dalam delegasi APEC, adalah luar biasa. Sebagai gubernur, ia diberikan kepercayaan oleh seluruh gubernur di Indonesia untuk bisa hadir di sana.

Dengan pengamanan ekstra ketat, dirinya masih diberikan akses untuk mengikuti seluruh kegiatan. “Itu luar biasa. Semua kepala negara berbicara mengenai pentingnya pendidikan, infrastruktur, dan pembangunan ekonomi. Negara lain sudah berpikir jauh, tetapi kita masih berbicara lain, karena itu harus dikejar,” katanya lagi.

Untuk itu dengan investasi besar ada peningkatan sumber daya manusia. Adanya perubahan global akan memengaruhi Indonesia khusus Papua. Menurut gubernur dibutuhkan peningkatan kemampuan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan kedepan.

“Oleh karena itu kita harus memberikan jaminan pengamanan kepada semua orang yang datang ke Papua, baru kita bisa maju. Kalau kita tidak aman, ya kita akan tetap begini dan tidak ada perubahan signifikan yang terjadi,” ia menuturkan.

Menurutnya sebenarnya banyak negara yang berminat menanamkan investasi di Papua. Namun, yang sudah ditanda-tangani adalah China. Negara tirai bambu ini sudah siap mengucurkan dana sekitar US$ 6 milliar (Rp 69 triliun).

Nantinya proyek ini akan dikucurkan dan difokuskan untuk pembangunan infrastruktur dan sumber daya alam Papua. Presiden China juga berkomitmen membantu pembangunan infrastruktur di Papua. Nantinya bank milik pemerintah China akan dibuka di Papua untuk bekerja sama dengan Bank Papua.

“Ini merupakan hal luar biasa. Mereka sudah kelebihan duit, jadi mau bawa ke sini (Papua-red). Apa yang mereka bangun sudah selesai dan tidak ada lagi. Mereka lebih berani. Jadi, saya pikir momentum ini kita jemput dengan baik untuk kemajuan Papua,” ia menjelaskan panjang lebar.

Gubernur juga menambahkan, jika nantinya Pemerintah China melakukan investasi di Papua akan menjadi katalis atau pendorong bagi negara lain untuk datang berbondong-bondong menanamkan investasi di Papua. “Karena dari awal saya sudah kirim orang ke China, karena China dianggap punya kemampuan untuk melakukan hal itu,” ia menerangkan.

Fokus Infrastruktur

Di tempat yang sama, Vice President Direktur PT Indika Energy Tbk, M Arsjad Rasjid PM, menjelaskan fokus kerja sama Papua dan China adalah membangun infrastruktur Papua.

Ia menjelaskan infrastruktur yang akan dibangun adalah pembangunan jalan, pembangkit listrik, dan pembangunan pelabuhan.

Di samping itu China juga akan ikut serta membangun pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. “Jadi, ada dua infrastruktur yang akan coba dibangun di Papua, untuk pembangunan SDA dan SDM-nya,” ia menambahkan.

Sumber : Sinar Harapan

“Jalan China” Bisa Pergi Berapa Jauh Kedepan?

Yang Ji Sheng, Wakil Pemimpin Umum “Yanhuang Chunqiu”(Beijing)

Menulis untuk Koran Inggris “Financial Times”

( Catatan Editor : Mulai hari ini , jejaringan bahasa China FT meluncurkan serangkaian artikel ” Laporan Khusus China 2013 ” , menyimpulkan dan menganalisis semua aspek, tren baru , karakter baru dan fenomena baru masyarakat China pada tahun 2013 , dan mencoba untuk melihat masa depan perkembangan China .)

Yang dimaksud dengan “Jalan China” adalah jalan sosialisme dengan karakteristik China.

Apa itu “jalan sosialisme dengan karakteristik China”? Ini adalah sistem sosialisme dikombinasikan dengan ekonomi pasar, yaitu “ekonomi pasar sosialis” yang ditetapkan kongres PKC ke-14.

Menurut penjelasan resmi sebelum era reformasi dan keterbukaan (gaige kaifang), sistem ekonomi dasar sosialisme memiliki beberapa karakteristik: kepemilikan public(maksudnya negara, seterusnya sama) atas sumber produksi, ekonomi terencana, distribusi sumber kehidupan menurut pekerjaan. Praktek demikian di Uni Soviet, Eropa Timur dan China telah membuktikan, bahwa beberapa jalan ini sudah buntu. Pada tahun 1992 , Deng Xiaoping mengusulkan “ekonomi pasar Sosialisme juga bisa melaksanakan ekonomi pasar”, dan selanjutnya China tidak lagi melaksanakan ekonomi terencana. Dia juga menekankan: “Yang terbukti efektif dimasa lalu harus tetap kita pertahankan, khususnya sistem dasar, sistem sosialisme, pemilikan publik atas sumber produksi, ini tidak dapat digunggu-gugat.” “Sistem dasar” yang dia maksud adalah sistem politik dengan kepemimpinan Partai Komunis yang sangat terkonsentrasi .

Dengan demikian, jalan sosialisme dengan karakteristik China meliputi tiga unsur : Sistem politik di bawah kepemimpinan PKC yang sangat terpusat, sistim kepemilikan publik dan ekonomi pasar. Apakah ketiga elemen ini dapat dikombinasikan ke dalam sistem kelembagaan yang harmonis dan stabil, akan menentukan apakah jalan China bisa pergi berapa jauh kedepan .

Apakah sistim kepemilikan publik bisa dikombinasikan dengan ekonomi pasar?

Ekonomi pasar berdasarkan ekonomi swasta. Apakah pemilikan publik bisa dikombinasikan dengan ekonomi pasar? Ini adalah sebuah eksperimen penting bagi orang-orang China. “Titik kombinasi” berada pada perusahaan milik negara, yaitu landasan mikro transformasi dari BUMN menjadi kekuatan ekonomi pasar. “Hak milik, tanggung jawab dan kewajiban yang jelas, pemisahan antara kekuasaan politik dengan manajemen perusahaan, menajement secara ilmiah”, 16 kata (dalam Mandarin) yang diajukan ini untuk tujuan melakukan reformasi BUMN pada tahun 1993, intinya antara lain dari delapan katanya(dalam Mandarin): “Hak milik yang jelas, pemisahan antara kekuasaan politik dengan perusahaan”. “Hak milik yang jelas” adalah setiap BUMN adalah badan hukum ekonomi yang independen, tak dapat diganggu gugat hak milik atas kekayaannya (kontras dengan praktek masa lalu disebut “mangkuk nasi besi” (artinya mangkuk nasi yang abadi).

Setelah reformasi, manajemen direktur dari BUMN bukan saja bisa sesukanya mengatur aset perusahaan, juga dapat menentukan bagaimana mengatur distribusi keuntungan. Penyerahan keuntungan BUMN kepada pemerintah bahkan lebih kecil daripada jumlah yang diinvestasikan Negara kepadanya. Gaji direktur/senior manajemen perusahaan ratusan kali lebih tinggi daripada karyawan biasa, pengeluaran yang dibebankan pada perusahaan bahkan lebih mengagetkan: di China National Petroleum Corporation, mantan ketuanya Chen Tonghai rata-rata setiap hari 40.000 yuan, setara dengan upah dua tahun rata-rata seorang pekerja biasa. Akibatnya, BUMN bukan “milik negara “lagi, tetapi menjadi milik kelompok kepentingan tertentu. “Pemisahan antara kekuasaan Politik dengan perusahaan” menjadi sulit dilaksanakan, kerena BUMN tidak ingin kehilangan sumber kekuasaan pemerintah, pemerintah juga tidak ingin kehilangan kepentingan BUMN. Para pejabat pemerintah membuat kebijaksanaan yang menguntungkan bagi BUMN, BUMN mentransfer manfaat bagi pejabat pemerintah. Yang termasuk ke dalam kelompok kepentingan BUMN ini adalah para direktur BUMN, pejabat pemerintah dan komunitas yang dekat dengan BUMN.

Eksekutif tinggi BUMN raksasa dan pejabat pemerintah saling dimutasikan: hari ini ia adalah seorang menteri, besok adalah presiden komisaris perusahaan BUMN. Mereka dimobilisasi langsung oleh Departemen Organisasi Comite Central PKC, tanpa melalui “pintu perputaran”. Mengandalkan kekuasaan administratif pemerintah, Perusahaan yang langsung di bawah Pemerintah Pusat menggantikan peran monopoli raksasa yang luar biasa besarnya. Perusahaan BUMN pusat menggantikan posisi Departemen Perindustrian yang luar biasa besarnya. Mereka memperoleh hak monopoli atas sumber daya yang unggulan, seperti minyak bumi, telekomunikasi, tembakau, batu bara, penerbangan, kereta api, tenaga listrik, moneter, asuransi dan sebagainya.

Pemerintah membatasi masuknya perusahaan swasta dan UKM di sektor industri ini, untuk mempertahankan posisi monopoli BUMN. BUMN di sektor moneter, perpajakan memperoleh dukungan maksimal dari pemerintah. Untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, BUMN menarik diri dari bidang bidang yang tidak menguntungkan, Secara besar besaran masuk ke bidang semacam real estate, yang sangat menguntungkan Namun demikian, efisiensi BUMN sangat rendah, mereka memperoleh lebih dari 60% sumber daya nasional, kontribusi terhadap pertumbuhan PDB kurang dari 3%, dan kontribusi lapangan kerja kurang dari 20%. Beberapa BUMN besar telah mengalami kerugian besar. Ekspansi besar-besaran BUMN monopolitis, telah memberi tekanan berat bagi ekonomi rakyat dan mendistorsi pasar. Dalam BUMN raksasa , keadaan pemborosan dana publik dan korupsi sangat serius.

Praktek membuktikan, bahwa kombinasi kepemilikan publik dan ekonomi pasar tidak berhasil.

Apakah Ekonomi pasar dan politik otoriter bisa dikombinasikan?

Ekonomi pasar sepantasnya disandingkan dengan politik demokratis, tetapi di China tidak demikian. Deng Xiaoping hanya melakukan reformasi ekonomi, tidak melakukan reformasi politik. Reformasi ekonomi selama 30 tahunan telah membuat sistim politik lebih liberal, tetapi tidak menyentuh akar sistim pada era Mao, namun sistim politik tetap saja sangat terpusat di bawah pimpinan PKT. Masalah paling besar di sistem ini adalah kekuasaan eksekutip tidak dapat di kontrol dan diawasi, kekuasaan lebih tinggi dari segalanya. Pemegang kekuasaan dapat melakukan apa saja yang mereka kehendaki. Jadi, yang disebut “ekonomi pasar sosialis”, sebenarnya adalah “ekonomi pasar kekuasaan.”

Ekonomi pasar kekuasaan adalah sistem ekonomi politik dari operasi pasarnya dipegang oleh kekuasaan eksekutip Negara yang mengendalikan perkembangan pasar, dan berpartisipasi dalam transaksi pasar. Ekonomi pasar kekuasaan juga dapat dikatakan adalah ekonomi pasar birokrasi yang dikendalikan oleh pemerintah, ekonomi pasar yang terdistorsi. Kekuasaan dipegang oleh birokrasi, sehingga ekonomi pasar kekuasaan juga disebut ekonomi pasar birokrasi.

Dalam sistem ekonomi pasar kekuasaan, Berbagai masalah seperti melakukan kegiatan usaha, izin memasuki suatu sektor usaha, memperolah sumber daya usaha (modal, lahan, proyek, dll.) harus mendapat persetujuan dari pejabat. Persetujuan pejabat tidak terikat oleh aturan hukum, mereka mempunyai banyak keleluasaan. Siapa mendapat persetujuan pejabat, dialah yang mendapat kesempatan untuk memperkaya diri. Dalam sistem ekonomi pasar kekuasaan, semakin besar kekuasaan, semakin mudah memperoleh kekayaan. Sedangkan orang yang tidak memunyai atau dekat dengan kekuasaan, sulit memperoleh kekayaan melalui kerja jujur.

Karena kekuasaan tanpa checks and balances, beberapa pejabat berhak menyalahgunakan kekuasaan publik untuk kepentingan pribadi, kekuasaan itu sendiri menjadi komoditi di pasar bursa, dan itu adalah komoditi yang sangat langka. Karena hanya satu-satunya, tidak ada cabang lain. Pertukaran kekuasaan dengan uang, kekuasaan dengan kekuasaan, kekuasaan dengan wanita, sangat lazim di China. penukaran kekuasaan demikian berkembang dari bidang ekonomi merambat ke bidang pendidikan, personel, hukum dan lainnya. Berhubungan dengan orang yang memiliki kekuasaan, kini menjadi keharusan dalam membangun kehidupan sosial maupun usaha bisnis, jaringan hubungan kekuasaan dalam alokasi sumber daya memainkan peran yang penting. Di China kontemporer, anda dapat mnyelesaikan dengan sukses satu urusan, tidak tergantung pada keahlian anda, tetapi terletak pada hubungan anda dengan orang-orang yang berkuasa. orang-orang yang dekat dengan Pejabat, seperti putera-puterinya, sekretaris, pengemudi dan kekasihnya pejabat, semua merupakan aktor yang berperan penting dalam jaringan hubungan kekuasaan.

Putera-puteri, isteri, kekasih, sekretaris, pengemudi dari pejabat di seputar pusat kekuasaan membentuk “pialang kekuasaan” (yaitu pengantara yang membantu bos perusahaan mencari hubungan dengan penguasa). Sebagai contoh, sebuah badan pemerintah perlu membeli satu set sistim perangkat lunak komputer yang bernilai seratus juta yuan , setelah “pialang kekuasaan” mendapat proyek ini, sejumlah perusahaan pengembangan perangkat lunak komputer mendapatkan subkontrak beberapa item dari dia. Broker tidak melakukan apa-apa, dengan tangan kosong dia mendapatkan 80 juta yuan, sedangkan jumlah perusahaan bekerja keras untuk mengembangkan perangkat lunak hanya kebagian 20 juta yuan. Di segala bidang dan lapisan, penawaran tender proyek, calo kekuasaan memiliki peranan besar. Investasi China di konstruksi rel kereta api kecepatan tinggi bernilai triliunan dolar, banyak perusahaan melalui calo kekuasaan Ting Sumiau memperoleh proyek dari Menteri Perkeretaapian Liu Zhijun, dengan demikian Ting Sumiau menjadi seorang jutawan .

Dalam sistem ekonomi pasar kekuasaan, kekuasaan dapat berubah menjadi komoditas, modal juga dapat membeli kekuasaan publik. Kekuasaan dan modal memonopoli bersama-sama dan mengangkangi sumber daya sosial yang penting dan kekayaan sosial. Penyalahgunaan kekuasaan dan keserakahan modal berkolusi secara rakus, menyebabkan timbulnya masalah masalah sosial.

Konsekuensi dari ekonomi pasar kekuasaan adalah hilangnya keadilan sosial. Di bawah kondisi ekonomi pasar kekuasaan, tidak ada transaksi yang wajar, tidak ada kompetisi yang adil. Kekayaan mengarah dan berpusat pada orang yang berkuasa dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan penguasa. Kekuasaan memiliki keunggulan yang kuat menghisap kekayaan, pusat kekuasaan menjadi lubang hitam yang menghisap kekayaan yang tiada henti-hentinya. Karena kekuasaan tanpa checks and balances, Kebobrokan kekuasaan semakin menjadi-jadi, kesenjangan antara kaya dan miskin semakin besar. Lapisan sosial makin kokoh tak tergojahkan, dan status sosial semakin sulit ditembus. Kekuasaan turun-temurun, kekayaan turun-temurun, kelas menengah dan bawah sangat sulit untuk mempunyai kesempatan untuk meningkatkan status sosial. Ketidak adilan sosial semakin mencolok mata. Akumulasi psikologi sosial dengan rasa “membenci penjabat” dan “membenci orang kaya” semakin parah, “Jumlah insiden aksi massa meningkat, skalanya semakin melebar. Itu adalah manifestasi intensifitas kontradiksi sosial.

Dalam perkembangan ekonomi, ekonomi pasar kekuasaan telah tiba ke titik jenuh: tiga dekade pertumbuhan ekonomi yang cepat mengandalkan tiga faktor, pertama adalah tenaga kerja murah, kedua sumber daya murah, ketiga adalah dengan mengorbankan lingkungan. Mengandalkan tiga faktor ini menghasilkan produk yang murah harganya, membuat China menjadi nagara exportir produk terbesar di pasar internasional, ia menempati 11% dari pasar internasional. Sekarang tiga faktor ini tidak dapat berlanjut. Pihak berwenang berusaha mengadakan penyesuaian struktur ekonomi, mengubah modus pertumbuhan ekonomi untuk keluar dari kesulitan. Namun, tujuan ini sudah satu dekade lamanya dilakukan, masih berada diatas slogan tanpa kemajuan, ini karena gangguan dari sistem politik .

Jalan keluar dari kesulitan

Jalan keluar dari hutan Republik Rakyat China sudah berdiri 64 tahun, jalan China dapat dibagi menjadi dua kali Tiga Puluh tahun. Tiga puluh tahun pertama mengambil jalan ekonomi politik totaliter (era Mao ). Jalan ini sulit diteruskan lagi, terpaksa menempuh jalan reformasi dan keterbukaan. Tiga puluh tahun kedua mengambil jalan tetap politik otoriter ditambah ekonomi pasar yang tidak sempurna (era Deng dan era pasca-Deng), yaitu jalan ekonomi pasar kekuasaan. Dari uraian di atas dapat dilihat, jalan ini juga sangat sulit diteruskan.

Demokrasi konstitusional adalah jalan keluar dari kesulitan. China telah menempuh jalan ekonomi pasar, karena di kendalikan oleh pemerintah, tidak mungkin untuk membangun ekonomi pasar yang sempurna. Hanya demokrasi konstitusional dapat memecahkan masalah korupsi kekuasaan, juga dapat menghilangkan hambatan hambatan untuk menyempurnakan ekonomi pasar. Saya berharap: dalam dua kali tiga puluh kedepan, China dpat mencapai demokrasi konstitusional ditambah ekonomi pasar yang sempurna .

Demokrasi konstitusional yang saya maksud, mengandung beberapa faktor : Pertama, kedaulatan di tangan rakyat. Kekuasaan penguasa diberikan oleh rakyat melalui pemilihan umum yang adil dan menerapkan otorisasi untuk memastikan legalitas sumber kekuasaan; Kedua, menggunakan hak konstitusional melakukan pembatasan kekuasaan pemerintah, mencegah kekuasaan eksekutif masuk ke bidang yang bukan bidang nya untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan; Ketiga, pelaksanaan pemisahan kekuasaan dan checks and balance, Keempat, membuat sistem peninjauan konstitusional untuk menjamin pelaksanaan Konstitusi, Kelima, peradilan yang independen, kebebasan pers, Keenam, melindungi hak-hak individu warga negara.

Kalangan Intelektual China telah lama menyerukan perwujudan demokrasi konstitusional, seruan tersebut beberapa tahun terakhir ini semakin santer. Beberapa tahun yang lalu Mr Xi Jinping mengemukakan “kekuasaan adalah anugrah rakyat”, tahun lalu mengusulkan “implementasi penuh dari konstitusi” dan “tidak ada organisasi atau individu yang memiliki hak istimewa untuk berada di atas konstitusi dan hukum”, “menempatkan kekuatan ke dalam kandang.” Kata-kata ini memberi harapan baru kepada orang-orang yang mendukung demokrasi konstitusional. Musim semi tahun ini, masalah pemerintahan konstitusional telah menjadi topik yang hangat. Namun, sejak awal musim panas, telah timbul gelombang kecil yang anti konstitusionalisasi, yang menyebabkan perdebatan besar tentang demokrasi konstitusional .

Saya tidak sependapat dengan teori deputi Profesor Yang Xiaoqing dari Renmin University of China yang anti konstitusionalisasi, tapi jika yang dia maksud pelaksanaan konstitusionalisasi akan “meniadakan kepemimpinan Partai Komunis”, “konstitusi berdasarkan ekonomi pasar dengan kepemilikan pribadi ” tidak sesuai dengan kepemilikan publik, konstitusionalisasi “tidak termasuk dalam sistim demokrasi rakyat sosialis”, dengan kata lain , konstitusionalisasi tidak kompatibel kediktatoran satu partai, juga tidak kompatibel dengan kepemilikan publik dan sistim politik sangat terpusat di bawah pimpinan Partai Komunis, apa yang dia katakan ini adalah fakta. Dengan kata lain , dengan dilaksanakan konstitusionalisasi, akan terjadi perubahan kediktatoran komunis satu partai, mengubah sistem politik yang sangat terpusat berdasarkan kepemilikan publik. Untuk melakukannya, pasti menghadapi hambatan yang maha kuat.

Perlawanan ini dari tiga aspek :

Pertama , Penolakan dari kelompok vested interest. Ekonomi pasar kekuasaan telah menciptakan kelompok-kelompok kepentingan yang raksasa, mereka memperoleh manfaat yang maha besar dari sistem ini, dan terus menerima manfaat, mereka tentu tidak ingin ada perubahan status quo. Mereka menguasai keunggulan absolut dari sumber daya politik, sumber daya ekonomi, asal mereka tetap bertahan, situasi di China sulit untuk berubah.

Kedua, adalah belum ada konsensus seluruh masyarakat terhadap pembentukan demokrasi konstitusional. Saat ini, Kelompok haluan Kiri Lama, Kiri Baru, nasionalisme, populisme, nasionalisme, fasisme, liberalisme dll., sedang bermain di panggung pertunjukan, ingin mengubah China menurut teori mereka masing masing, demokrasi konstitusi tidak menjadi pemahaman mainstream.

Ketiga, munculnya kekhawatiran atas keresahan sosial. Proses transisi dari kediktatoran menuju demokrasi adalah proses penuh risiko sosial, jika tidak diatur baik mungkin akan muncul kerusuhan sosial yang terus menerus. Apa yang dinamakan “Revolusi Melati”, “Arab Spring”, hasilnya bukan tatanan baru, namun kerusuhan, referensi tersebut meningkatkan kekhawatiran orang-orang China.

Demokrasi konstitusional adalah tujuan China. Namun, karena hambatan yang sangat berat, untuk mencapai tujuan ini memerlukan waktu yang cukup lama, saya perkirakan perlu tigapuluh tahun lagi. Tetapi, kita tidak bisa menunggu secara pasif, hendaknya secara aktif melakukan pekerjaan persiapan demokrasi konstitusional: sekuat tenaga mengembangkan ekonomi swasta, kekuatan ekonomi negara keluar dari bidang bisnis, dan secara aktif mengembangkan masyarakat sipil, meningkatkan kesadaran kelompok berkuasa untuk reformasi politik. Berjuang dari top-down, secara sadar melakukan transformasi sosial yang stabil.

Namun, adalah sulit di prediksi keparahan kontradiksi sosial China dan laju akumulasinya, dua dekade terakhir, jumlah insiden massa telah meningkat sepuluh kali lipat! Bila kecepatan akumulatif  kontradiksi sosial melampaui titik kritis, kemungkinan besar bisa terjadi peledakan krisis social yang sulit dikendalikan. Dari perspektif ini, prospek China mengandung ketidak pastian yang sangat besar.

( Catatan : Artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis.)

Melihat Jalan Tiongkok

ChanCT

Bagaimana seharusnya kita melihat “JALAN TIONGKOK”, setelah reformasi dan keterbukaan, dengan menyatakan Jalan Sosialisme bercirikan Tiongkok dan sudah berlangsung 30 tahun terakhir ini? Sementara orang menyatakan rasa pesimis dengan mempertanyakan “Jalan Tiongkok bisa bertahan berapa lama lagi?”, begitu tulisan Yang Jisheng, Wk. Redaktur “Yan Huang Chun Qiu” dan ada juga yang menyanggah seperti tulisan Indarto Tan “Jalan China” dibawah.

Pada prinsipnya saya sependapat dengan Indarto Tan, Jalan Sosialisme bercirikan Tiongkok ini akan terus lebih lanjut membawa Rakyat Tiongkok membangun masyarakat adil dan makmur menjadi kenyataan,

1)    Melihat sejarah budaya bangsa Tionghoa yang sudah berlangsung 5 ribuan tahun itu. Dia akan menemukan jalan untuk meluruskan dirinya, kembali mengatur dan menyempurnakan diri untuk terus maju lebih baik! Jalan bisa saja berliku-liku, … tapi tetap akan maju lebih baik dari tahun ketahun! 

Kalau boleh saya juga akan menumpangi, atau menambahkan apa yang saya ketahui dan menjadi pemikiran saya akhir-akhir ini dalam melihat “Jalan Tiongkok” yang banyak dikiritik dari kiri maupun dari kanan, … mengingat didalam PKT, Partai Komunis Tiongkok ini jelas nampak ada 3 faksi, pertama faksi Ekstrimis Mao, yang menentang “Baratisasi”, “Demokratisasi, Liberalisasi”, “Kapitalisasi” atau bahkan menuding PKT sudah “Menempuh jalan KAPITALIS”. Katanya, Bo Xilai ini tergolong atau mewakili faksi Mao ini, yang cukup kuat dukungannya di Da Lian dan Chong Qing, dimana Bo pernah menjadi walikota-nya. Salah satu Web. Wu You Zhi Xiang 乌有之乡yangmenjadi trompetnya: ( http://www.wyzxsd.com/ )

Kedua Faksi Sosial-Demokrat, tapi mereka tetap tidak hendak disamakan deengan Partai Sosial Demokrat di Eropah sekarang ini. BERBEDA tegas mereka. Faksi ini antara lain, Li Rui, mantan sekretaris Mao dan dalam pengamatan saya, Web. Yuan Huang Chun Qiu 炎黃春秋(http://www.yhcqw.com/index.html) inilah trompet aliran faksi ini. Termasuk tulisan “Jalan Tiongkok bisa Bertahan Berapa lama lagi?” adalah tulisan Yang Jisheng, Wk. Redaktur Web. ini.

Dan Faksi ketiga, tentunya yang berkuasa sampai sekarang ini, yang katanya mewakili pikiran Deng, sampai Xi Jinping.

Bagaimana melihat “Jalan Tiongkok” yang sedang berlangsung ini, tentu saja akan terjadi perbedaan pendapat. Sementara orang memandangnya hanya segi negatif dan jatuh pesimis dari sudut pandang Faksi Pertama ekstrim kiri maupun Faksi kedua ekstrim kanan. Perbedaan pendapat boleh saja terjadi, bersuara dan didiskusikan setiap saat dengan baik-baik, … Masalahnya bagaimana Faksi ketiga, yang berkuasa sekarang ini bisa menemukan jalan tengah yang masih bisa diterima kedua faksi lainnya. Yang lebih penting lagi, janganlah karena berkuasa, lalu gunakan pentung kekuasaan menindas faksi-faksi yang beda pendapat. Syukurlah, nampaknya dibeberapa tahun terakhir ini, tokoh-tokoh faksi-faksi yang ada dalam PKT itu masing-masing mempunyai kesadaran MEMPERTAHANKAN PERSATUAN dan HARMONISASI. Sama-sama berpendapat, jangan melakukan perubahan yang berakibat kekacauan! Jadi, faksi-faksi itu nampak masih bisa duduk bersama berdiskusi, sekalipun berdiskusi cukup sengit, …! Begitu mereka belajar menjalani DEMOKRASI, …!

Dan, oleh karenanya dalam pemikiran saya, untuk menjawab “Jalan Tiongkok ini bisa bertahan berapa lama?” tentunya melihat kemampuan faksi yang berkuasa bisa menengahi kedua faksi yang lain sampai berapa lama? Selama faksi yang berkuasa berhasil menengahi dan menyatukan kedua faksi yang ada untuk terus memimpin rakyat membangun masyarakat adil dan makmur, selama itu PKT akan tetap diterima dan dihormati 1,4 milyar Rakyat Tiongkok menjadi Partai pemimpin yang berkuasa. Dan itu yang utama, mengkonsekwenkan reformasi dibidang politik, yaitu kran DEMOKRASI itu bisa dibuka berangsur-angsur lebih besar sesuai dengan peningkatan kesadaran dan tuntutan rakyat. Menjadikan DEMOKRASI RAKYAT satu kenyataan yang sesuai dengan arti sebenarnya. Dari Rakyat untuk rakyat dan dirasakan betul DEMOKRASI itu oleh rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri!

Dan untuk itu, ada betulnya juga, sementara orang menyatakan lebih dahulu menemukan pelaksanaan DEMOKRASI yang lebih baik didalam PKT! Tidak mesti harus jalankan multi partai. Bukankah dengan adanya faksi-faksi dalam PKT, dan kalau demokrasi bisa berlangsung baik, hakekatnya sama sama dengan multi partai diluar? Bahkan rasanya jangan berlakukan lebih lanjut PKT berada diatas segalanya, bahkan diatas HUKUM yang berlaku! Berlakukanlah NEGARA HUKUM, Partai juga harus TUNDUK pada HUKUM yang berlaku! Harus dilaksanakan pemisahan kekuasan pemerintah dan PKT harus dipisah, begitu Mao sejak tahun 1956 menetapkan, … Dan tahun 1959 cukup memegang Ketua PKT dan Presiden RRT dipegang Liu Shaochi.

Berusaha menemukan sistem dan mekanisasi yang lebih baik dalam menentukan/memilih pejabat berbagi tingkat, sehingga setiap pejabat mendapatkan kontrol langsung dari massa yang dipimpin. Massa itulah yang mengamati setiap kebijakan dan tindak tanduk pejabat, dan massa itulah yang diberi kuasa menentukan/memilih pejabat yang dianggap paling baik. Mungkin hanya dengan manajemen keterbukaan, tidak lagi segalanya tertutup dan cukup ditentukan ketua seperti yang berlaku selama ini, bisa menutup lubang-lubang berkorupsi-ria disetiap Departemen atau BUMN, … Karena selama ini pejabat ditunjuk dari atasan dan mempunyai kuasa terlalu besar untuk menentukan sendiri, massa hanya bisa nurut “PERINTAH” atasan saja.

2)   Dibidang ekonomi. Saya tidak paham ekonomi, tapi dari beberapa tulisan yang mengulas masalah ekonomi Tiongkok sekarang ini, saya sependapat dengan pemikiran yang menyatakan sistem ekonomi pasar bisa dipadu dengan sistem ekonomi sosialis berencana. Yang seringkali disebut Ekonomi Pasar-Sosialis. Justru perpaduan sistem Ekonomi pasar-sosialis inilah yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok begitu dahsyatnya! Sekalipun jelas sistim pasar dari sistem kapitalis yang akan menjurus bebas liberal, merupakan KONTRADIKSI dengan sistem sosialis berencana yang diatur, kesatuan dari 2 segi yang bertentangan. Bukankah segala hal ihwal didunia ini merupakan kesatuan dari segi-segi yang bertentangan. Kalau Rencana yang dibuat ternyata bertentangan dengan gerak PASAR saat itu, ya tentu rencana itu akan kandas, harus dilakukan perubahan dan diperbaiki. Sebaliknya, membiarkan gerak PASAR secara liberal, akhirnya meluncur berakibat krisis yang menyulitkan Pemerintah yang berkuasa! Merupakan satu KESALAHAN yang serius, harus diatasi! Begitu, terjadi krisis yang dihadapi AS dan berbagai negara di Eropah, dan kesulitan untuk memulihkan ekonomi. Sedang di RRT yang memadukan PASAR dan RENCANA, membuat ekonomi nasional Tiongkok maju dengan dahsyatnya di 30 tahun terakhir ini! Yang penting jangan kebablasan saat mengutamakan di-atur Pemerintah, jangan memutlakan RENCANA terlalu ketat seperti dimasa Mao dengan samasekali mengabaikan PASAR. Itu seringkali bisa terjadi kesalahan subjektive yang merusak jalan pertumbuhan ekonomi nasional! Padukan PASAR dan RENCANA secara bijaksana saja, …

3)   Sebetulnya mana lebih unggul BUMN atau Kapitalis perorangan? Saya perhatikan, satu Departemen atau Perusahaan, Bank atau Pabrik-industri, baik itu swasta maupun milik negara, … yang sangat menentukan adalah manajemennya, CEO yang menjalankan kuasa eksekutif. Jadi, bukan “Hak-milik” ditangan siapa, ditangan NEGARA atgau Kapitalis perseorangan. BUMN bisa berhasil dengan baik, maju dengan pesat selama dipegang CEO yang baik, sebaliknya Perusahaan Kapitalis juga bisa bankrut karena ketidak mampuan dan kesalahan CEO nya!

Diawal pelaksanaan politik Deng, Reformasi dan Keterbukaan tahun 1980, suara sangat keras menuntut agar BUMN dilepas menjadi milik kapitalis perseorangan, … Pemerintah tetap memegang perusahaan vital yang menentukan saja. Tapi setelah BUMN banyak berubah menjadi swasta, … dalam persaingan yang terjadi belasan-duapuluh tahunan, dalam 10 tahun terakhir ini, khususnya setelah digempur krismon 2008, banyak perusahaan swasta itu bankrut, … menunjukkan BUMN itulah yang akhirnya tetap berjaya! Tentu saja bukan hanya karena kekuatan kapital yang lebih besar, tapi juga ada manajemen yang memang cukup bagus! Sementara orang menyatakan, setelah banyak perusahaan-swasta bankrut, dan untuk melanjutkan usaha kembali menjadi milik NEGARA, jadi BUMN lagi.

4)   Yang lebih menarik menurut saya harus diperhatikan dan TIDAK disinggung oleh tulisan Yang Jisheng “Jalan Tiongkok bisa bertahan sampai kapan?” itu, adalah ditetapkannya titik berat tugas PKT setelah Kongres-18 yl., membangun kemakmuran desa-desa. Meningkatkan kesejahteraan PETANI didesa, menjadikan desa-desa jadi Perkotaan, 城鎮化, boleh dikatakan “perkotaan” atau ada istilah lain dalam bhs. Indonesia yang lebih pas? Dan sebagaimana dinyatakan target pada pokoknya akan selesai tahun 2020 ini berhasil,  artinya ditahun 2020 berhasil meningkatkan kemakmuran desa menjadi perkotaan, mewujutkan masyarakat sedikit lebih adil,  maka saya yakin kepemimpinan PKT akan diterima dengan baik oleh 1,4 milyar Rakyat Tiongkok dan dengan demikian bisa dikatakan “Jalan Tiongkok Sosialisme bercirikan Tiongkok” akan BERLANJUT dengan BERHASIL lebih baik!

About these ads

0 Responses to “Kenegarawanan : China Melirik Papua dan Jalan China Kedepan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,189,998 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 121 other followers

%d bloggers like this: