01
May
13

Aksara Nusantara : Tambahan Tentang Hanacaraka

KARTU NAMA 4545 2(2)
Aksara Jawa (Bali, Sunda, Madura, Lombok) ini jelas merupakan kreasi manusia Jawa, sehingga urutan bunyi dalam penempatan aksara mengandung makna perjalanan hidup atau proses penyempurnaan kehidupan.
hana caraka (ada utusan)
data(ng) sawala (datang untuk bertengkar)
padha jayanya (sama-sama jayanya)
maga bathanga (menjadi bangkai)
Makna ini jika dilihat dari segi akibat orang bertengkar. Tetapi bila membacanya dibalik seperti surya atau candra sengkala, maka dimulai melalui jalan (maga, marga)  mbathang, hasilnya adalah sama-sama jayanya. Bila semua menang, maka data sawala alias tak ada pertentangan, dan akhirnya hana caraka alias terwujudlam manusia sebagai utusan Hyang.
Aksara permulaan ha dang akhir nga, bisa dibunyikan “hong..”, yang senada dengan bunyi aum (Om…, atau Ong dalam bahasa Punjabi). Bunyi Hong adalah proses alfa-omega, awal dan akhir, di alam keberadaan ini. Ini menunjukkan bahwa manusia Jawa punya kreasi yang luar biasa. Namun, manusia Jawa kalau sudah nJawani, tak ingin dikenal atau diketahui lagi “siapa-nya”.
Ini berbeda dengan Panini, seorang siswa Weda (Rig Veda) pada abad V sM. Dia menganalisis bahasa Sanskerta secara gramatikanya, yang hasilnya adalah gramatika paling lengkap yang tertua di dunia ini. Dari sini Panini bisa mengangkat budaya Hindia menjadi pusat budaya dunia, sehingga bahasa-bahasa Indo-Arya (Indo-Iran), dan bahasa Semit dianggap turunan dari bahasa Sanskerta (bahasa agung, dewata, sempurna), lalu dipaksakan pula bahwa bahasa Melanisia juga turunannya.
Tetapi, kalau kita memperhatikan penulisannya, Sanskerta yang ditulis dengan aksara Dewanagari, Punjabi, Gurka, Gujarat, Benggali dan semua yang ada di anak benua India, bersifat menggantung; dan ini lain dengan corak Jawa yang cuma 20 aksara dan berdiri di atas garis. Demi penyempurnaan huruf Jawa, diberi aksara pasangan yang juga 20, lalu atas kreasi Jawa yang tak mau dikenal, dibuatkan 8 aksara Murdha yang sekaligus ada 8 aksara pasangannya.
Ayo… kita telusuri kembali makna Jawa untuk membangkitkan kualitas unggul kembali.
Pamit dulu, untuk mengajar di Bekasi. Nanti malam baru kembali.
Suwun,
Achmad Chodjim
Tambahan informasi bab Hanacaraka. seperti tersebut dibawah ini.
Nuwun;

Ki Demang

Gambar sisip 1
About these ads

0 Responses to “Aksara Nusantara : Tambahan Tentang Hanacaraka”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,104,262 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 114 other followers

%d bloggers like this: