15
Mar
13

Politik : Kasus PKPI Menjadi Pelajaran Berharga

Keraguan atas Verifikasi Parpol Kian Terkuak

SIDANG AJUDIKASI

Kasus PKPI Menjadi Pelajaran Berharga

Senin, 18 Februari 2013 | 02:41 WIB

Keputusan Komisi Pemilihan Umum yang hanya meloloskan 10 partai, dari total 46 partai yang mendaftar, sebagai peserta Pemilihan Umum 2014 tampak tidak tergoyahkan. Di mata partai politik gurem, penyederhanaan parpol menjadi opsi tak terbantahkan.

Kesulitan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) menembus rintangan hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi semua parpol di masa depan. Walau sudah ”dibela” oleh keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kenyataannya PKPI tidak bisa menembus kekuatan KPU selaku otoritas penyelenggara pemilu.

Meskipun Bawaslu menyatakan PKPI memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2014, Bawaslu tetap menyerahkan implementasi keputusannya kepada KPU. Anggota Bawaslu, Nasrullah, menyatakan, Bawaslu sudah melaksanakan tugasnya selama proses mediasi dalam penyelesaian masalah sengketa pemilu hingga sidang ajudikasi sesuai perundang-undangan. Ada otoritas lain yang memiliki kewenangan dalam menentukan diikutsertakannya PKPI.

Mengutip tagline pembawa acara Tukul Arwana dalam sebuah unjuk bincang di stasiun televisi swasta, ”kembali ke laptop”, PKPI diajak untuk kembali ke keputusan KPU Nomor 5/Kpts/KPU/2013 tentang Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2014. Pelajaran berharganya adalah jangan membuang waktu. Mengapa?

Sesungguhnya, begitu mediasi KPU dan parpol yang bersengketa gagal tercapai kesepakatan, proses ajudikasi hendaknya diabaikan. Ketua Umum PKPI Sutiyoso sendiri mengaku, ”Melelahkan. Berapa banyak uang harus dikeluarkan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mendatangkan saksi-saksi partainya dari sejumlah daerah.”

Pelajaran berharganya, hasil keputusan Bawaslu ternyata bisa tidak dijalankan oleh KPU. Padahal, hampir 2-3 pekan partai berkutat pada pembuktian di tingkat Bawaslu, sementara partai peserta pemilu sudah memasang strategi dan konsolidasi untuk memenangi Pemilu 2014.

Lagi-lagi, ujungnya PKPI diajak ”kembali ke laptop”. Tidak puas dengan keputusan KPU, langsung saja ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Jadi, jangan buang waktu lagi.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengingatkan, keputusan Bawaslu atas proses verifikasi administrasi menjelang verifikasi faktual. Bawaslu boleh jadi merasa sukses bekerja. Keputusan terhadap 12 parpol yang diminta diikutsertakan verifikasi faktual pernah tidak digubris KPU. Begitu digiring ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), KPU dipaksa mengikutsertakan semua parpol dalam verifikasi faktual.

Terlepas dari keputusan Bawaslu atau KPU, PKPI masih mempunyai hak untuk diberi kepastian hukum terkait kepesertaannya. ”Jika tidak puas, ya, jangan buang waktu. Gugat saja keputusan KPU yang tetap tidak mau meloloskannya. PKPI bisa kok menjadikan keputusan Bawaslu sebagai bukti dan dasar yang menguatkan PKPI,” ujar Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Veri Junaidi.

Kasus PKPI merupakan pelajaran berharga. Jangan lagi berharap pada keputusan sidang ajudikasi. Atau, apakah ajudikasi masih perlu diselenggarakan di pemilu mendatang kalau nyata-nyata keputusan Bawaslu tidak bisa serta-merta berlaku bagi KPU? (Stefanus Osa)

KPU Yakin PBB dan PKPI Bisa Susun Daftar Caleg

Ketua Umum PKPI Sutiyoso. TEMPO/Dasril Roszandi

Rabu, 13 Maret 2013 | 04:33 WIB

KPU Yakin PBB dan PKPI Bisa Susun Daftar Caleg

TEMPO.CO , Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman, yakin Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Bulan Bintang (PBB) bisa menyelesaikan daftar nama calon legislator sementara yang tenggatnya 9 April 2013, jika kelak kedua partai ini bisa ikut Pemilu.

“Memang waktunya tipis, tapi cukup. Akan ada solusi bagi kedua partai itu. Tapi yang utama, mereka harus terlebih dahulu dinyatakan oleh KPU layak untuk jadi partai peserta Pemilu 2014,” kata Arief kepada Tempo, Selasa, 12 Maret 2013.

Hingga kini, KPU belum mengambil sikap terkait PKPI dan PBB yang tengah bersengketa soal keikutsertaan di Pemilihan Umum 2014. Kata Arief, KPU belum mengadakan rapat pleno ihwal lolos atau tidaknya kedua partai tersebut.

Sebelumnya, PBB dan PKPI telah menggugat putusan KPU yang menyatakan dua partai tersebut tak layak ikut Pemilu 2014. PBB melayangkan gugatan kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan telah dimenangkan.

Sedangkan PKPI telah menempuh jalur gugatan melalui Badan Pengawas Pemilu. Hasilnya, Bawaslu memutuskan PKPI bisa ikut Pemilu. Bahkan PKPI telah meminta fatwa kepada Mahkamah Agung untuk memperkuat putusan Bawaslu.

Tapi putusan-putusan itu belum digubris oleh KPU. Hingga kini, PBB dan PKPI belum terdaftar sebagai partai peserta Pemilu. Ketua Umum PKPI Sutiyoso mengeluhkan lambatnya putusan KPU terhadap nasib partainya. Dia merasa penyusunan daftar calon sementara akan terganggu.

“Kalau tidak sekarang diputuskan, kapan kami akan bekerja menyusun daftar calon? Caleg di daerah sudah banyak menanyakan kepastian hukum PKPI, bisa-bisa mereka pindah ke partai lain,” ujar Sutiyoso dalam diskusi di Gedung Badan Pengawas Pemilu, Selasa, 12 Maret 2013.

Tahapan Pemilu paling dekat ialah penyerahan daftar nama calon legislator sementara pada 9 April 2013.

MUHAMAD RIZKI

About these ads

0 Responses to “Politik : Kasus PKPI Menjadi Pelajaran Berharga”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,338,323 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 132 other followers

%d bloggers like this: