18
Dec
12

Tragedi : Misteri Bencana Teknologi Pesawat Terbang Sukhoi

Ini Kronologi Jatuhnya Sukhoi Nahas

Liputan 6Liputan 6 – 

Liputan6.com, Jakarta : Setelah lebih 8 bulan melakukan investigasi, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya mengumumkan penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pada Mei lalu.

Dalam keterangan pers, di Kantor KNKT di Jakarta, Selasa (18/12/2010, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menjelaskan detik demi detik kronologis jatuhnya pesawat nahas buatan Rusia tersebut. Berikut kronologi yang dipaparkan KNKT:

Pada pukul 14.20 WIB, pesawat tinggal landas dari landasan 06 bandara Halim Perdana Kusuma. Kemudian berbelok ke kanan hingga radial 200 HLM VOR dan naik ke ketinggian 10.000 kaki. Pada pukul 14.24 WIB, pilot melakukan komunikasi dengan Jakarta Approach dan memberikan informasi bahwa pesawat telah berada pada radial 200 HLM VOR dan telah mencapai ketinggian 10.000 kaki.

Kemudian, pada pukul 14.26 WIB, pilot minta ijin turun ke ketinggian 6.000 kaki serta untuk membuat orbit (lintasan lingkaran) ke kanan. Ijin tersebut diberikan oleh petugas Jakarta Approach. Tujuannya agar pesawat tidak terlalu tinggi untuk proses pendaratan di Halim menggunakan landasan 06.

Pada pukul 14.32 WIB lewat 26 detik, berdasar waktu yang di Flight Data Recorder/FDR (black box) pesawat menabrak tebing Gunung Salak pada radial 198 dan 28 Nm HLM VOR, atau pada koordinat 06-4245″S 106-4405″E dengan ketinggian sekitar 6000 kaki di atas permukaan laut.

38 Detik sebelum benturan, Terrain Awareness Warning System (TAWS) memberikan peringatan berupa suara; “Terain Ahead, Pull Up” dan diikuti enam kali “Avoid Terrain.” Pilot In Command (PIC) mematikan (inhibi) TAWS tersebut karena berasumsi bahwa peringatan-peringatan tersbut diakibatkan oleh database yang bermasalah.

7 Detik menjelang tabrakan terdengar peringatan berupa “Landing Gear Not Down” yang berasal dari sistem peringatan pesawat. Peringatan “Landing Gear Not Down” aktif apabila pesawat pada ketinggian kurang dari 800 kaki diatas permukaan tanah dan roda pendarat belum diturunkan.

Lantas, pada pukul 14.50 WIB, petugas Jakarta Approach menyadari bahwa target pesawat Sukhoi RRJ95B sudah hilang dari layar radar. Tidak ada bunyi peringatan sebelum lenyapnya titik target dari layar radar.

Pada 10 Mei 2012, keesokan harinya, Basarnas berhasil menemukan lokasi pesawat. Semua awak pesawat dan penumpang meninggal dalam kecelakaan ini, serta pesawat dalam kondisi hancur.

Dan pada 15 Mei 2012, Cockpit Voice Recorder (CVR) telah ditemukan dalam keadaan hangus akan tetapi memory module dalam keadaan baik dan berisikan dua jam rekaman dengan kualitas yang baik. Pada 31 Mei 2012, Flight Data Recorder (CVR) ditemukan dalam keadaan baik dan berisikan 150 jam rekaman dari 471 parameter.

Kedua flight recorder (black box) ini dibaca di laboratorium milik KNKT oleh ahli dari KNKT dan disaksikan oleh ahli dari Rusia. Seluruh parameter berhasil didownload dan dari hasil download tersebut tidak ditemukan adanya indikasi kerusakan pada sistem pesawat selama penerbangan.

Hasil simulasi yang dilakukan setelah kejadian diketahui bahwa, TAWS berfungsi dengan baik dan memberikan peringatan dengan benar. Simulasi juga menunjukan bahwa benturan dapat dihindari jika dilakukan tindakan menghindar (recovery action) sampai dengan 24 detik setelah peringatan TAWS yang pertama.

Pelayanan Jakarta Radar belum mempunyai batas minimum untuk melakukan vector pada suatu daerah tertentu, dan minimum safe altitude warning (MSAW) yang ada pada sistem tidak memberikan peringatan pada petugas Jakarta Approach sampai dengan pesawat menabrak.(Ali)

Baca Yahoo! di ponsel Anda. Klik di sini.
Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Rusia Juga Umumkan Hasil Investigasi Sukhoi

TEMPO.COTEMPO.CO –

TEMPO.CO, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan Rusia juga akan mengumumkan hasil investigasi atas kecelakaan Sukhoi Superjet-100 pada hari ini. “Rusia akan umumkan nanti,” kata Ketua KNKT, Tatang Kurniadi, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa pagi tadi, 18 Desember 2012.

“Semuanya sudah selesai,” ujar Ketua Subkomite Udara KNKT, Masruri. Ia mengatakan tanggapan dari Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat juga sudah diterima.

Ada tahapan yang harus dilakukan sebelum mengumumkan hasil investigasi itu kepada masyarakat. Setelah investigasi selesai, KNKT melaporkannya kepada Rusia, Eropa, serta Amerika Serikat, selain kepada pemerintah Indonesia.

“Yang pasti, laporan kami sampaikan kepada Rusia karena pesawat itu buatan Rusia,” ujar Masruri.

Selain itu, pesawat menggunakan mesin buatan Eropa dan komponen-komponennya dari Amerika Serikat. Oleh karena itu, KNKT akan melaporkan hasil investigasi kepada Eropa dan Amerika Serikat. KNKT akan segera mempublikasikan hasil penyelidikan kecelakaan tersebut setelah menerima tanggapan dari Rusia, Eropa, dan Amerika Serikat.

Sukhoi Superjet-100 adalah pesawat penumpang pertama yang dikembangkan oleh Sukhoi Aircraft, bekerja sama dengan perusahaan penerbangan Amerika Serikat dan Eropa. Di antaranya Boeing, Snecma, Thales, Messier Dowty, Liebherr Aerospace, dan Honeywell.

Pesawat ini termasuk kelas armada rute jarak menengah dengan kapasitas penumpang di bawah 100 orang. Jarak yang mampu diarungi yakni antara 3.048 kilometer hingga 4.578 kilometer, dengan ketinggian 12.200 meter di atas permukaan laut.

Sukhoi Superjet-100 mengalami kecelakaan di Gunung Salak pada Mei silam. Saat hilang, diketahui pesawat ada di titik koordinat 06.43 menit 08 detik Lintang Selatan dan 106.43 menit 15 detik Bujur Timur. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.33 setelah mengudara selama 30 menit pada Rabu, 9 Mei 2012.

MARIA YUNIAR

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Tragedi Sukhoi Superjet 100 Dipicu Tamu di Kokpit

TEMPO.COTEMPO.CO 

TEMPO.CO, Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan ada orang lain selain pilot dan kopilot di kokpit pesawat Sukhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan pada 9 Mei 2012 di Gunung Salak, Jawa Barat. “Ada wakil calon pembeli,” kata Ketua KNKT Tatang Kurniadi dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 18 Desember 2012.

Ia menjelaskan, dalam penerbangan tersebut, pilot in command bertugas sebagai pengemudi pesawat. “Sedangkan second in command sebagai pilot monitoring,” kata dia. Tatang pun menyebutkan, di kokpit, ada tempat duduk observer yang diisi oleh calon pembeli.

KNKT menyebutkan, ada tiga faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan di Gunung Salak itu. Salah satunya adalah adanya pengalihan perhatian awak pesawat melalui percakapan berkepanjangan yang tidak terkait dengan penerbangan. “Ada diskusi dengan tamu tentang fuel consumption selama 38 detik,” kata Ketua Tim Penyidik KNKT, Mardjono Siswosuwarno.

Dalam diskusi itu, kapten pun sempat mengajukan permintaan. “Kita mau pulang saja apa terus bikin orbit?” kata Mardjono menirukan. Kapten mengajukan pertanyaan itu sampai tiga kali. Karena diskusi itulah pesawat menuju arah yang tidak seharusnya. Ia menyebutkan pilot seolah-olah menyelonong.

Sedangkan dua faktor lainnya yang berkontribusi dalam kecelakaan berasal dari awak pesawat dan Jakarta Radar. Pertama, awak pesawat tidak menyadari kondisi pegunungan di sekitar jalur penerbangan sehingga mengabaikan peringatan dari terrain awareness and warning system (TAWS). Kedua, Jakarta Radar belum memiliki batas ketinggian minimum yang diberikan vektor.

Vektor adalah perintah berupa arah yang diberikan oleh pengatur lalu lintas udara kepada pilot di pelayanan radar. Selain itu, Jakarta Radar pun belum dilengkapi dengan minimum safe altitude warning (MSAW), yang berfungsi untuk Gunung Salak. Menurut KNKT, keberadaan tamu di kokpit diizinkan dalam demo flight. “Tapi pilot harus diberi peringatan agar tidak lalai,” ujarnya.

MARIA YUNIAR

Berita Terkait:

Hasil Investigasi Sukhoi Besok, Dubes Rusia Hadir

KNKT Umumkan Investigasi Sukhoi Besok

KNKT Akan Segera Umumkan Hasil Investigasi Sukhoi

Dua Pangkalan TNI AU Bantah Pesawatnya Jatuh

Staf Camat Cari Pesawat TNI di Gunung Raung

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Berita Lainnya

Ini Obrolan Dalam Kokpit Sebelum Sukhoi Jatuh

TEMPO.COTEMPO.CO – 

TEMPO.CO , Jakarta: Sebelum pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh dan menewaskan 45 orang di Gunung Salak, Jawa Barat, 9 Mei 2012, Pilot Alexandr Yablontsev terdengar mengobrol dengan seorang pilot senior Indonesia.

Obrolan itu seputar keunggulan jet Sukhoi yang diproduksi Rusia pada 2009. Pilot Indonesia itu–KNKT tak bisa mengidentifikasi–mewakili sebuah maskapai yang berniat membeli pesawat.

Saking asyiknya mengobrol, Yablontsev mengabaikan peringatan bahaya di kokpit dan permintaan kopilot Alexandr Kochetkov tentang cuaca. Yablontsev hanya punya 38 detik untuk menghindari tebing Gunung Salak.

Ini obrolan di dalam kokpit sebelum pesawat itu jatuh:

Ketinggian 9.996 kaki

 

14.26.22

Kochetkov: Tower, Romeo Alfa Three Six Eight Zero One request descend six thousand feet.

I Nyoman Oka Wirana (Pemandu Menara Jakarta Approach Terminal Timur): Six Eight Zero One request say again please.

Kochetkov: Descend to six thousand feet, Three Six Eight Zero One.

I Nyoman: Ok, copied.

14.27.52

Kochetkov: Dark cloud ahead.

Ketinggian 7.770 kaki

 

14.27.53 – 14.28.00

Yablonstev meminta KochetkovKochetkov bersiap turun ke runway 06 Halim. Ia memerintahkan kopilot memutarkan pesawat lagi sebelum turun ke 6.000 kaki.

Ketinggian 8.740

14.28.13

Kochetkov: Requested to Jakarta approach to make right orbit.

Menara Cengkareng

 

14.28.21

I Nyoman: Approved orbit to the right, 6.000 feet.

Ketinggian 6.012 kaki

 

14.28.26 – 14.30.44

Yablonstev mendemonstrasikan kemampuan pesawat menampilkan keadaan sekeliling pesawat. Di monitor hanya terlihat awan tebal. Kochetkov meyakinkan bahwa kadang-kadang monitor hanya menampilkan awan jika sedang terbang. Yablonstev juga menunjukkan cara sistem bahaya bekerja jika ada gunung atau pesawat lain di sekitar. Alat berbunyi, »Terrain.”

Yablonstev: »But no problem with terrain, at this moment.”

Orang ketiga (Diduga pilot Indonesia): »Ya, it’s flat….”

Keduanya mengobrol lagi soal konsumsi avtur Sukhoi. Yablonstev memerintahkan Kochetkov memutarkan jet sekali lagi. Melihat awan gelap merungkup, Kochetkov bertanya apakah akan kembali ke Halim. Karena sedang mengobrol, Yablontsev tak mendengar permintaan itu. Kopilot mesti mengulangnya hingga tiga kali.

Ketinggian 5.997,67 kaki

 

14.31.55

Yablonstev: We will make approach. Request exit right for approach.

14.31.58 – 14.32.44

Kochetkov menjawab ia akan memberi tahu menara kontrol jika sudah sepenuhnya berputar dan moncong jet mengarah ke Halim. Namun monitor di kokpit tak menunjukkan titik Halim karena awan kian tebal. Yablontsev meminta Kochetkov mengontak menara kontrol untuk minta dipandu mengarah ke Halim. Mereka tak sadar moncong pesawat mengarah ke Gunung Salak.

Ketinggian 6.011,69

 

14.32.46

Yablonstev: Come on, make request now! Just request quickly.

14.32.47

Kochetkov: Ok.

14.32.48-14.32.50

Sistem peringatan berbunyi »Terrain ahead pull up”, diikuti dengan »Avoid terrain”.

14.32.51

Kochetkov: What is that?

14.32.52 – 14.32.56

Alarm terus berbunyi hingga enam kali memerintahkan agar pesawat segera dinaikkan.

14.32.58

Yablonstev: Maybe… database.

14.33.19 – 14.33.21

Alat peringatan lain berbunyi »Gear not down” memberi tahu akan terjadi pendaratan namun ban pesawat belum diturunkan. Yablontsev, karena mengira ada masalah database kontur, mematikan alarm. Sistem lain berbunyi menunjukkan bahaya kian dekat.

14.33.23

Kochetkov: What is that?

Yablonstev mematikan semua alarm. Dua detik kemudian, blaar…, pesawat menumbuk dinding Gunung Salak.

 

Cerita selanjutnya, baca Tabir Gelap Tragedi Sukhoi di majalah Tempo edisi 23 Desember 2012.

 

TIM TEMPO (Sumber: KNKT)


0 Responses to “Tragedi : Misteri Bencana Teknologi Pesawat Terbang Sukhoi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,181,425 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 119 other followers

%d bloggers like this: