Archive for October, 2012

28
Oct
12

Kepahlawanan : Pertempuran Heroik 10 Nopember 1945

http://jakarta45.files.wordpress.com/2012/02/pkp-1945-_033.jpg?w=655

IBRAHIM ISA – Bahan Referensi Sejarah

Sabtu, 27 Oktober 2012

——————————————————————————

Sepuluh November 2012, bulan depan adalah HARI PAHLAWAN! Bangsa kita, pemerintah Republik Indonesia sejak 1945, memperingati Hari Pahlawan 10 November, saat dimulainya perang perlawanan terhadap tentara pendudukan Inggris yang bertindak atas nama Sekutu, dan embel-embelnya tentara Belanda yang menamakan dirinya NICA.

Perlawanan heroik yang dilakukan oleh para pemuda kita yang baru saja terorganisasi dalam TKR, Tentara Keamanan , bersama-sama dengan para gerilyawan dari pelbagai organisasi pelajar dan mahasiswa pejuang Republik Indonesia dan kekuatan-kekuatan rakyat yang berinisiatif menggabungkan diri dengan PERANG KEMERDEKAAN di Surabaya itu, berakhir dengan didudukinya kota heroik Surabya oleh tentara pendudukan Inggris, ditarik mundurnya ke luar kota semua kekuatan bersenjata Indonesia, serta pengungsian puluhan ribu rakyat Surabaya ke daerah kekuasaan Republik Indonesia di Jawa Timur.

NAMUN, Perlawanan ini, Perang Kemerdekaan yang berskala paling besar yang dilancarkan bangsa Indonesia , menghadapi kekuatan musuh yang bersenjata modern, dan yang didukung oleh angakatan udaranya, dan angkatan lautnya, —- telah menyulut lebih lanjut serta mengobarkan dan memperkokoh semangat REVOLUSI KEMERDEKAAN kita. Di segi lain Pertempuran Surabaya menunjukkan serta meyakikan dunia internasional, bahwa REPUBLIK INDONESIA, yang diproklamasikan oleh Sukarno-Hatta, — bukan republik boneka Jepang, bahwa Sukarno-Hatta bukan kolaborator antek-Jepang, tetapi adalah kekuatan poitik dan bersenjata riil bangsa Indonesia yang bersatu-padu untuk MEMBELA KEMERDEKAANNYA.

* * *

Ratusan bahkan ribuan tulisan dan literatur telah bermunculan sejak saat itu mengenai PERTEMPURAN SURABAYA. Merupakan bahan referensi berharga dalam penulisan sejarah bangsa kita.

Di bawah ini dipublikasikan  tulisan yang diambil dari Ensikopledia Bebas WIKIPEDIA. Ada baiknya untuk dijadikan salah satu bahan referensi sejarah dalam penulisan sejarah kita.
* * *
Peristiwa 10 November

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pertempuran Surabaya
Bagian dari Perang Kemerdekaan Indonesia
Tentara India Britania menembaki penembak runduk Indonesia di balik tank Indonesia yang terguling dalam pertempuran di Surabaya, November 1945.
Tanggal 27 Oktober20 November, 1945
Lokasi Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Hasil Inggris menguasai Surabaya
Pihak yang terlibat
 Indonesia  Britania Raya
 Belanda
Komandan
Bung Tomo Brigjen A. W. S. Mallaby †
Mayjen Robert Mansergh
Kekuatan
20,000 tentara
100,000 sukarelawan[1]
30,000 (puncak)[1]
didukung tank, pesawat tempur, dan kapal perang
Korban
6,000[2] – 16,000[1] tewas 600[3] – 2,000[1] tewa

Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/10_November” target=”_blank” rel=”nofollow”>10 November 1945 di Kota Surabaya, http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur” target=”_blank” rel=”nofollow”>Jawa Timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. [2]

Kronologi penyebab peristiwa

Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia

Tanggal 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perjanjian_Kalijati&action=edit&redlink=1″ target=”_blank” rel=”nofollow”>Perjanjian Kalijati. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut, Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya http://id.wikipedia.org/wiki/Bom_atom” target=”_blank” rel=”nofollow”>bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/17_Agustus” target=”_blank” rel=”nofollow”>17 Agustus 1945.

Kedatangan Tentara Inggris & Belanda

Setelah kekalahan pihak Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/25_Oktober” target=”_blank” rel=”nofollow”>25 Oktober 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Insiden Hotel Yamato
Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/31_Agustus” target=”_blank” rel=”nofollow”>31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai http://id.wikipedia.org/wiki/1_September” target=”_blank” rel=”nofollow”>1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=W.V.Ch._Ploegman&action=edit&redlink=1″ target=”_blank” rel=”nofollow”>W.V.Ch. Ploegman pada sore hari tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/18_September” target=”_blank” rel=”nofollow”>18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.

Pengibaran bendera Indonesia setelah bendera belanda berhasil disobek warna birunya di hotel Yamato

Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soedirman_%28politikus%29&action=edit&redlink=1″ target=”_blank” rel=”nofollow”>Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dai_Nippon_Surabaya_Syu&action=edit&redlink=1″ target=”_blank” rel=”nofollow”>Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.

Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/27_Oktober” target=”_blank” rel=”nofollow”>27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Aubertin Mallaby

Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby

Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal http://id.wikipedia.org/wiki/29_Oktober” target=”_blank” rel=”nofollow”>29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur” target=”_blank” rel=”nofollow”>Jawa Timur), pada http://id.wikipedia.org/wiki/30_Oktober” target=”_blank” rel=”nofollow”>30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum http://id.wikipedia.org/wiki/10_November” target=”_blank” rel=”nofollow”>10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.

Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak

Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio dan Jembatan Merah Surabaya

Tom Driberg, seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Pada http://id.wikipedia.org/wiki/20_Februari” target=”_blank” rel=”nofollow”>20 Februari 1946, dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. Berikut kutipan dari Tom Driberg:

“… Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris), di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun, telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata), berjalan lurus ke arah kerumunan, dengan keberanian besar, dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. Mereka patuh kepadanya. Mungkin setengah jam kemudian, massa di alun-alun menjadi bergolak lagi. Brigadir Mallaby, pada titik tertentu dalam diskusi, memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung; kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi, perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah, setidaknya secara lokal. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu, ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya; yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby). Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik… karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata, yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu, yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan … ” [4]

10 NOVEMBER 1945
Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan Tentara Keamanan Rakyat TKR juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal maupun terluka.

Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.[5]

Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari, para tokoh masyarakat seperti pelopor muda http://id.wikipedia.org/wiki/Bung_Tomo” target=”_blank” rel=”nofollow”>Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.

Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu, sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris.

Setidaknya 6,000 – 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. [2]. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Referensi

  1. ^ a b c d The Battle of Surabaya, Indonesian Heritage.
  2. ^ a b c Ricklefs (1991), p. 217.
  3. ^ a b Woodburn Kirby, S (17 Oktober 1965). The War Against Japan Vol. V. London: HMSO. ISBN 0-333-57689-6.
  4. ^ Batara R. Hutagalung: “10 November ’45. Mengapa Inggris Membom Surabaya?” Penerbit Millenium, Jakarta Oktober 2001, cetakan xvi, 472 halaman
  5. ^ Frederick, William H. (April 1982). “In Memoriam: Sutomo” ([pranala nonaktif]). Indonesia (Cornell University outheast Asia Program) 33: 127–128. seap.indo/1107016901.

Pranala luar

28
Oct
12

Kenegarawanan : 7 Butir Sumpah Pemuda Oktober 2008

BARPETA

BARPETA

Barisan Pembela Tanah Air

M A K L U M A T

MERDEKA !

Bersama ini disampaikan bahwa saat Press Conference 18 Oktober 2008 bertempat di Jl. Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, telah diinformasikan nama-nama Panelis 80 Tahun Soempah Pemoeda 1928, di Auditorium LPMJ, Jl. Raya Bekasi Timur Km.18, Pulogadung, Jakarta Timur, 25 Oktober 2008 jam 10.00 wib, dilengkapi dengan prakarsa Resolusi SUMPAH PEMUDA 2008 sebagai berikut :

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa persatuan, bahasa Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berideologi yang satu, Pancasila;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berkonstitusi yang satu, Undang-Undang Dasar 1945;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku bernegara yang satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbendera persatuan bangsa, Bendera Merah Putih.

yang telah ditandatangani oleh KetUm Barisan Kebangsaan, Ka & WaKa BARPETA, Sekretaris IPKI, KetUm Forum Kebangsaan, KetUm LKPN’45, KetUm MAKOR.

Hadiri dan Turut Tandatangani 7 RESOLUSI SUMPAH PEMUDA 2008 ini sebagai pertanda peran serta warga pada Peristiwa Nasional yang penting bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Tetap MERDEKA !

Jakarta, 20 Oktober 2008

DR Ir Pandji R. Hadinoto, MH / HP : 0817 983 4545

Ketua BARPETA, KaPokJa Strategi Hijau Rembug Jakarta, LPMJ

Bagaimana Para Deklarator Sumpah Pemuda Ngekos ?

TEMPO.COTEMPO.CO 

Konten Terkait

  • Bagaimana Para Deklarator Sumpah Pemuda Ngekos?Lihat Foto
  • Bagaimana Para Deklarator Sumpah Pemuda Ngekos?

TEMPO.CO, Jakarta–Bangunan di Jalan Kramat Raya Nomor 106 menjadi saksi bisu dibacakannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Gedung ini merupakan pemondokan untuk pelajar dan mahasiswa waktu itu. Bagaimana kehidupan kos para pemuda saat itu?

Dalam Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda, gedung Kramat 106 menjadi tempat tinggal pelajar yang tergabung dalam Jong Java sejak 1925. »Mereka kebanyakan pelajar Sekolah Pendidikan Dokter Hindia alias Stovia,” seperti dikutip artikel Jejak Samar Bapak Kos Dokter Politik dari Timur di Majalah TEMPO 2 November 2008.

Tercatat Muhammad Yamin, Aboe Hanifah, Amir Sjarifuddin, A.K. Gani, Mohammad Tamzil, atau Assaat dt Moeda, pernah tinggal di sana.

Para pelajar menyewa gedung itu dengan tarif 12,5 gulden per orang setiap bulan, atau setara dengan 40 liter beras waktu itu. Mereka memiliki pekerja yang mengurus rumah yang dikenal dengan nama Bang Salim.

»Tamu yang menginap tidak dikenai bayaran, tapi harus mengusahakan makanannya sendiri,” kata Dr Raden Soeharto, kostjongen dan peserta Sumpah Pemuda dalam buku Bunga Rampai, 50 Tahun Soempah Pemoeda.

Aktivis Jong Java menyewa bangunan 460 meter persegi ini karena kontrakan sebelumnya di Kwitang terlalu sempit untuk menampung kegiatan mereka. Anggota Jong Java dan mahasiswa lainnya menyebut gedung ini Langen Siswo.

Sejak 1926, penghuni gedung ini makin beragam dari berbagai daerah. Pun kegiatannya. Selain kesenian, mahasiswa di gedung ini aktif dalam kepanduan dan olahraga.

Penghuni Kramat 106 juga sering berdiskusi soal konsep persatuan nasional. Gedung ini pun menjadi markas Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), yang berdiri pada September 1926, usai kongres pemuda pertama. Penghuni kontrakan, dengan payung PPPI, sering mengundang tokoh seperti Bung Karno untuk berdiskusi. Tema perbincangan misalnya mencari bentuk negara ideal bagi Indonesia.

Di gedung ini juga muncul majalah Indonesia Raya, yang dikelola PPPI. Karena sering dipakai kegiatan pemuda yang sifatnya nasional, para penghuni menamakan gedung ini Indonesische Clubhuis, tempat resmi pertemuan pemuda nasional. Sejak 1927, mereka memasang papan nama gedung itu di depan. Padahal Gubernur Jenderal H.J. de Graff sedang menjalankan politik tangan besi.

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda Indonesia mendeklarasikan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II di bangunan yang terletak di Jalan Kramat Raya Nomor 106 ini.

Kegiatan pemuda dialihkan ke Jalan Kramat 156 setelah para penghuni Kramat 106 tidak melanjutkan sewanya pada 1934.

PDAT| EVAN| KODRAT

Baca juga:

Edisi Khusus Tempo.co Sumpah Pemuda

Hatta, Motor Perjuangan Pemuda di Belanda

Hatta dan Kata Indonesia

Wawancara A. Simanjuntak, Pengarang Bangun Pemudi Pemuda

Naskah Sumpah Pemuda Tak Orisinal?

Kenapa Sukarno Ubah Sumpah Pemuda?

Berita Lainnya

27
Oct
12

Hikmah : Kumpulan Kearifan Muslim Muslimah

Hikmah

Kamis, 25 Oktober 2012, 23:59 WIB
Shalat Arbain di Masjid Nabawi
Oleh: Dr Muhammad Hariyadi, MAShalat arbain (40 kali) di Masjid Nabawi merupakan salah satu kegiatan yang ditradisikan oleh sebagian besar umat Islam di dunia. Dalam melaksanakan shalat arbain, jamaah…
Kamis, 25 Oktober 2012, 18:14 WIB
Meraih Simpati
Oleh: Makmun Nawawi Lukman al-Hakim berwasiat kepada anaknya, “Duhai anakku, jangan lah kau jadikan hatimu ter paut dan tergantung pada simpati, pujian, dan makian manusia. Karena, hal itu tak akan…
Rabu, 24 Oktober 2012, 23:59 WIB
Sepuluh Perbuatan yang Dibenci Allah
Oleh: Ina Salma Febriani “Dan kami menurunkan Alquran sebagai obat dan rahmat bagi orang yang beriman…” (QS. Al-Isra: 82). Allah menyebut Alquran dengan berbagai nama yang di dalamnya terkandung makna yang…
Rabu, 24 Oktober 2012, 13:01 WIB
Menyingkap Rahasia Ikhlas
Oleh: Ustadz Arifin Ilham “Tuan guru, ceritakanlah kepada kami sebuah hadis yang tuan dengar langsung dari baginda Rasulullah SAW,” kata salah seorang pemuka Syam kepada Abu Hurairah RA.”Sesungguhnya manusia…
Selasa, 23 Oktober 2012, 23:59 WIB
Spiritualitas Haji
Oleh: Prof Dr A Satori IsmailSemua ibadah yang disyariatkan Allah bertujuan untuk menanamkan keutamaan, kebaikan, akhlak mulia, dan mengikis sifat kezaliman dan kerusakan.  Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar….
Selasa, 23 Oktober 2012, 20:55 WIB
Dakwah Butuh Kesabaran
Oleh: Nanat Fatah NatsirPada bulan Syawal tahun ke-10 kenabian, Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Thaif dengan berjalan kaki bersama Zaid bin Haritsah, mantan budaknya. Di tengah perjalanan, setiap kali…
Selasa, 23 Oktober 2012, 16:59 WIB
Mabrur tanpa Berhaji
Oleh: Syahruddin El-Fikri Abdullah bin Mubarok (118-181 H/726-797 M), seorang ulama asal Marwaz, Khurasan, mendambakan dua hal dalam hal ibadah, yakni haji dan jihad. Dan, itu ia laksanakan secara…
Senin, 22 Oktober 2012, 23:59 WIB
Ibu nan Pemurah
Oleh: KH Yunahar Ilyas Matahari baru saja naik. Para ibu petani bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing. Mereka sudah bekerja di sawah dan ladang semenjak selesai shalat Subuh. Jam sembilan…
Senin, 22 Oktober 2012, 18:38 WIB
Keagungan Arafah
Oleh: Dr Muhammad Hariyadi, MAArafah adalah tempat di wilayah Makkah Al-Mukarramah yang menjadi berkumpulnya para jamaah haji dari seluruh dunia. Hadir Arafah merupakan salah satu rukun haji, sehingga tidak…
Senin, 22 Oktober 2012, 06:01 WIB
Tafakur Umur
Oleh: Ina Salma Febriani  “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan…
27
Oct
12

Kenegarawanan : Ideologi dan Tatanan Peradaban

Kamis, 25/10/2012 11:56 WIB

Ideologi dan Tatanan Peradaban

Aulia Agus Iswar – detikNews

Jakarta – Amerika liberal. Rusia dan China komunis. Indonesia Pancasilais. Sematan-sematan seperti itulah yg dianggap sebagai ideologi. Amerika berideologi liberal, Rusia dan China beriodeologi Komunis, Indonesia berideologi Pancasila.

Lalu apa itu ideologi? Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan “sains tentang ide”.

Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu, secara umum dan beberapa arah filosofis, atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. (Wikipedia)

Banyak sekali pakar yg mendefinisikan ideologi. Tapi dapat kita simpulkan, seperti sumber Wikipedia tadi, bahwa ideologi adalah sesuatu pemahaman dan pemikiran yg komprehensif yg mendasari segala tindakan hidup kita.

Ideologi yg paling berkembang saat ini adalah demokrasi, yaitu bentuk turunan liberalisme dalam ranah politik. Turunan liberalisme dalam ranah ekonomi dinamakan kapitalisme. Sedangkan ideologi yg menjadi antitesisnya adalah Marxisme yg kemudian melahirkan Komunisme dan Sosialisme dalam ranah politik dan ekonomi.

Ideologi-ideologi tadi adalah produk peradaban Eropa yg lahir setelah Renaissance, Revolusi Perancis dan Revolusi Industri (tahun 1700an) di Inggris. Karena masyarakat Eropa marah terhadap tatanan Gereja atas kondisi sosial pada saat itu, maka lahirlah ideologi liberalisme (demokrasi dan kapitalisme), Marxisme, Sosialisme, Individualisme, Nasionalisme, dst.

Jika pada masa kegelapan (masa Gereja) tatanan bersifat teosentris, maka setelah Renaissance dan Revolusi Industri tatanan bersifat anthroposentris. Revolusi-revolusi inilah yg melahirkan imperialisme Eropa ke berbagai negara di Asia dan Afrika.

Lalu, ideologi liberalisme tadi diadopsi dan dibawa oleh orang-orang Inggris yg \”hijrah\” ke benua Amerika karena tidak bisa hidup “bebas” di Eropa.

Mereka mendirikan negara Amerika. Hingga meletuslah Perang Dunia I dan II. Perang Dunia II dimenangkan oleh Amerika. Sedangkan ideologi Marxisme lebih diadopsi oleh negara-negara Eropa Timur termasuk Uni Sovyet dan China.

Sebagai pemenang PD II, Amerika telah berhasil membuka pasar. Mereka \”jualan\” demokrasi ke mana pun. Pada bidang ekonomi, pada tahun 1929, Amerika mengalami great depression, dengan berpedoman pada ekonomi aliran Klasik.

Sebagai antitesisnya, kemudian aliran ekonomi yg diterapkan adalah Keynesian. Lalu direvisilah aliran ekonomi tersebut menjadi Neoklasik. Yg kemudian terevisi kembali menjadi neoliberalisme yg ditandai dengan munculnya Tatcherisme di Inggris dan Reaganisme di Amerika sekitar tahun 1980an.

Gelombang demokrasi cukup besar dan menyebar ke mana-mana. Sekarang pun ada gelombang sintesisnya, yaitu sosial demokrat di Eropa dan di negara-negara Amerika Selatan.

Aliran ini, menurut Anthony Giddens dalam “The Third Way”, disebut New Left (kiri baru), sebagai jalan ke-3 setelah jalan sosialisme dan jalan demokrasi. Bahkan pemerintah China masa Deng Xiao Ping pun pada tahun 1979 menerapkan kebijakan keterbukaan Gaige Kaifang, yaitu sistem politik komunis, tapi sistem ekonomi kapitalis.

Hasilnya, seperti disebutkan David Harvey dalam “Neoliberalisme dan Restorasi Kelas Kapitalis”, China mampu mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan yg tiada bandingnya dalam sejarah manusia.

Soviet pun mengadaptasi demokrasi dalam bentuk Perestroika sebagai perlawanan terhadap terpuruknya kondisi sosial ekonomi di Uni Soviet kala itu (Gorbachev, Mikhail. “Perestroika, new thinking for our country and the world”).

Demokrasi dan Kapitalisme: Tatanan Terakhir?

Demokrasi dan kapitalisme menjadi angin segar di mana-mana. Negara-negara yang tadinya miskin dan terbelakang, setelah mengadopsi demokrasi dan kapitalisme, menjadi berkembang.

Johan Norberg dalam “In Defence of Global Capitalism” menjelaskan: “Pada saat ini hampir 60 orang sedang terangkat dari kemiskinan absolut mereka, setiap menit sepanjang hari…. Dalam waktu 25 tahun ke depan, standar hidup masyarakat di negara berkembang yg berukuran besar akan setara dengan standar hidup masyarakat Eropa….”

Michael Backman dalam “Asia Future Shock” lebih konkret mengutarakan contoh negara Korea yg terbagi menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. Korea Utara yg menganut komunisme menjadi negara yg terbelakang; Pyongyang seperti kota korban perang. Sebaliknya, Korea Selatan yg menganut demokrasi justeru menjadi negara maju.

Memang demokrasi memiliki efek positif bagi negara-negara. Tapi hal tersebut tidak bisa menegasikan ketimpangan yg besar antara negara-negara maju dengan negara-negara berkembang. Joseph Stiglitz dalam “Making Globalization Work” menyatakan bahwa kemiskinan di negara-negara berkembang meningkat.

40% dari 6.5 milyar penduduk dunia hidup dalam kemiskinan, seperenamnya hidup dalam kondisi sangat miskin. Afrika adalah negara yg kondisinya paling parah, di mana penduduk dengan kategori sangat miskin meningkat jumlahnya dari 41.6% menjadi 46.9% dalam kurun waktu 1981-2001.

Lalu pertanyaannya sekarang, apakah ideologi liberalisme (kapitalisme dan demokrasi) akan menjadi solusi bagi permasalahan global? Jika sejarah dan peradaban ideologi adalah sebuah proses pencarian tatanan, apakah tatanan liberalisme menjadi ideologi final dan klimaks dalam sejarah kejayaan global?

Francis Fukuyama dalam “The End of History and the Last Man” meyakini bahwa demokrasi liberal adalah sistem dan ideologi final dan terbaik dalam sejarah peradaban manusia. Artinya, setelah ini tidak ada lagi corak ideologi yg akan hidup kecuali liberalisme, yaitu politik demokrasi dan ekonomi kapital.

Untuk menjawab itu, mari kita telaah. Demokrasi tidak bisa terlepas dari yg namanya nasionalisme. Ideologi nasionalisme dimulai pada kuartal terakhir abad XVIII dan menyebar di Amerika dan Eropa, khususnya pada masa revolusi.

Pada sepertiga terakhir abad XIX terjadilah nasionalisme gelombang kedua yg menyebar ke Eropa Timur dan Utara. Selanjutnya dekade awal dan pertengahan abad XX nasionalisme telah melanda Asia, Afrika, dst. (Smith, Anthony D. “Nationalism : Theory, Ideology and History”).

Hasilnya kini penduduk dunia tersegregasi ke dalam negara-negara bangsa (nation state). Masing-masing memiliki otonomi penuh untuk mengelola negaranya sendiri. Namun kini eksistensi negara bangsa terancam. Negara bangsa tidak bisa memungkiri keharusan bergaul dengan dunia global.

Dengan kemajuan teknologi yg sangat pesat, negara-negara kini telah terhubung dalam sebuah global village yg imajiner. Seolah-olah sekat negara sudah tidak terlalu menjadi penghalang; the borderless world.

Kenichi Ohmae bahkan menggambarkannya ke dalam bentuk ekstrem sebagai “the end of the nation state”, sebagai bangkitnya ekonomi regional/kawasan. Ken mengetengahkan contoh terbentuknya ekonomi kawasan seperti Uni Eropa, OPEC, ASEAN, NATO, G-70, dst. Nasionalisme jadi terancam di sini.

Kapitalisme berakar dari ajaran Protestan. Max Weber menjelaskan dalam “The Protestant ethic and the spirit of Capitalism” bahwa sebetulnya tidak ada pertentangan antara Protestanisme dan kapitalisme, bahkan Protestanismelah yg melahirkan kapitalisme.

Lalu bagaimana dengan corak kapitalisme yg terus-menerus berganti dari Klasik ke Keynes, lalu ke Neoklasik/Neoliberalisme? Kini pun Neoklasik dianggap gagal dalam mensejahterakan seluruh penduduk dunia secara adil dan merata. Karena itu lahir sebuah pemikiran baru dalam dunia Kapitalisme, yaitu ekonomi kelembagaan.

Krisis demi krisis terus terjadi, karena ada bubble of economics. Sistem ekonomi kapitalisme seperti menunggu kehancurannya. Bahkan implikasi krisis ini juga berefek secara luas yg digambarkan oleh Francise Fukuyama sebagai “The great disruption” bahwa sekarang problem-problem sosial politik juga melanda Barat dalam stadiumnya yg kritis.

Bahkan salah seorang pelaku kapitalisme, George Soros, dalam bukunya “The crisis of global capitalism : open society endangered”, juga mengkritik kapitalisme itu sendiri. Soros menegaskan bahwa krisis-krisis yg terjadi dewasa ini adalah karena teori ekonomi yg tidak tepat. Teori ekonomi menenekankan pada titik ekuilibrium, padahal ekuilibrium tidak pernah terjadi dalam dunia nyata.

Kekuasaan dan Sumber Daya

Sejarah peradaban manusia adalah sejarah perebutan kekuasaan untuk memiliki sumber daya-sumber daya. Setidaknya ada 3 sumber daya di sini, yaitu sumber daya energi, pasar dan manusia. Inilah yg menjadi target perebutan.

Apalagi pondasi ilmu ekonomi kapitalis telah menegaskan bahwa sumber daya alam dan energi sangatlah terbatas dan tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh umat manusia. Maka yg terjadi adalah free fight liberalism; homo homini lupus; yg kuat memangsa yg lemah.

Padahal, kata Mahatma Gandi, sumber daya yg ada di bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, tapi tidak untuk keserakahan mereka.

Amerika yg kini berkuasa, telah menancapkan kuku-kukunya di negara-negara “jajahannya”. Jika suatu negara telah memenangi peperangan, maka pada hakikatnya ia telah berhasil membuka pasar ekonomi.

Maka kita lihat sekarang, apa saja yg berbau Amerika pasti laku dijual. Dan Amerika akan terus mengeksploitasi sumber daya energi dan manusia demi kemajuan peradabannya.

Minyak dan nuklir menjadi 2 kata seksi bagi Amerika. Di mana ada minyak, di situ Amerika akan mengejar. Konflik di Timur Tengah merefleksikan hal ini. Bahkan negara-negara berkembang seperti Indonesia menjadi “korban” akan hal ini.

Betapa tidak, kualitas minyak bumi Indonesia adalah terbaik di seluruh dunia. Namun minyak tersebut dijual ke Amerika, bangsa Indonesia sendiri tidak mencicipinya, malah mengimpor minyak dari Afrika dan Timur Tengah yg kualitas minyak buminya lebih rendah dengan harga juga lebih murah.

Selain minyak, sumber daya manusia juga menjadi “rebutan”. Beberapa MNC (multi national corporation) membuka pabriknya di Indonesia, karena upah buruh di sini rendah.

Kita tentu ingat pabrik Nike di sini; sepatu Nike yg dipakai oleh orang-orang Eropa termasuk atlet-atlet mereka adalah sepatu buatan Indonesia. Bahkan fashion-fashion bermerek dunia pun beberapa dibuat di Indonesia.

Meneropong Peradaban

Jika pada beberapa dekade ini, liberalisme dengan segala praktiknya seperti demokrasi dan kapitalisme dianggap terancam, maka bagaimana nasib peradaban masa depan?

Alvin Toffler dalam bukunya “The Third Wave” membagi periodisasi peradaban ke dalam 3 gelombang, yaitu masa agricultural revolution, industrial revolution, dan high speed revolution (zaman informasi).

Masa agrikultur ditandai dengan kehidupan manusia yg bertumpu pada cocok tanam/pertanian. Lalu setelah Revolusi Industri, kehidupan manusia bertumpu kepada industri.

Dan abad XX ini adalah masa gelombang ketiga, masa di mana dunia sudah saling terhubung dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi (information & communication technology). Dinamika dan perubahan terjadi sangat cepat.

Thomas L. Friedman juga mendukung pendapat Toffler. Dalam bukunya \”The World is Flat\”, Friedman menjabarkan bahwa abad XXI adalah abad di mana dunia ini seperti datar, karena semua manusia mudah sekali terhubung dan berkomunikasi meskipun jarak ribuan kilometer dan benua serta samudera memisahkan mereka.

Sebuah gambaran bahwa manusia saling membutuhkan dan tidak dapat disekat-sekat oleh batas demarkasi bernama negara. Inilah yg diistilahkan dengan global village, yg punya slogan baru “mendekatkan yg jauh, menjauhkan yg dekat”.

Lebih jauh, David C. Korten dalam bukunya \”The post-corporate world : life after capitalism”, mengetengahkan sebuah pandangan bahwa kita harus ke luar dari kapitalisme dan memulai sebuah kehidupan baru yg lebih adil bagi semua.

Masa kapitalisme sudah lewat, kini kita akan memasuki sebuah masa yg lebih harmonis, manusiawi dan adil bagi semua. Memang pada masa kapitalisme yg dirajai oleh Barat (Amerika & Eropa), kehidupan teramat kejam. 5% penduduk dunia menguasai 90% dari total uang di seluruh dunia, sedangkan 95% penduduk memperebutkan 10% uang sisanya. Kesenjangan yg luar biasa.

Namun, banyak pakar yg memprediksi bahwa pendulum kekuasaan peradaban itu akan dan (mungkin) telah bergeser dari Barat ke Timur. Kishore Mahbubani misalnya, dalam “The new Asian hemisphere : the irresistible shift of global power to the East”, mengatakan bahwa dalam sejarah dunia, Timur (Orang China, India, Muslim, dan lainnya) menjadi pengikut.

Tapi kini mereka telah siap sebagai motor. Timur akhirnya memahami dan menyerap contoh-contoh terbaik dari Barat seperti ekonomi pasar bebas, meritokrasi dan aturan hukum. Dan mereka juga menjadi inovatif, membuat pola baru yg tidak ditemukan di Barat.

Sepertinya, ideologi-ideologi di Timur didasari oleh sebuah falsafah dan nilai budaya luhur yg tidak dimiliki Barat. Di China misalnya, falsafah China mengajarkan kebudayaan yg sangat menghormati leluhur dan keluarga. Aspek moral dan ketuhanan sangat ditekankan di sini. Demikian juga dengan orang-orang India dan Muslim.

Meskipun demikian, beberapa pakar juga memprediksi bahwa kemajuan China saat ini bak bara dalam sekam. China nanti, cepat atau lambat, akan mengalami kemunduran dan kehancuran, karena akibat penerapan kapitalisme di China, industri di desa-desa maju mengakibatkan dunia pertanian terancam.

Terjadi gelombang urbanisasi, penduduk yg tadinya hidup dari pertanian akhirnya migrasi mengadu nasib ke kota. Pengangguran meningkat. Artinya, kesenjangan hidup semakin lebar antara “the have” & ” the have not\”. John Naisbitt dalam “Mindset” juga memprediksikan bahwa kemajuan China saat ini menyimpan bahaya.

Lalu bagaimana tatanan dunia masa depan? Apakah seperti yg diprediksikan oleh Samuel Huntington dalam bukunya “Clash of civilizations”, yaitu terjadinya benturan antara peradaban Barat, China, India, Islam, dst?

Tatanan seperti apa nantinya akan sangat ditentukan oleh kondisi global 20 tahun ke depan. James Canton dalam bukunya “The extreme future” mengurai 10 tren utama yg akan mempengaruhi dunia 20 tahun ke depan. 10 tren tersebut yaitu:

  1. Menyalakan masa depan : krisis energi, masa depan pasca minyak, energi alternatif
  2. Inovasi ekonomi
  3. Kekuatan buruh masa depan
  4. Memperpanjang usia dalam ilmu medis dengan teknologi nano, neuo dan genomics.
  5. Sains
  6. Keamanan masa depan : kriminalitas, terorisme, dst.
  7. Globalisasi dan benturan kebudayaan
  8. Perubahan iklim
  9. Kebebasan individu
  10. Amerika dan China

George Soros juga memberikan solusi dengan “open society” nya. Dengan mengurai teori open society dari Karl Popper, Soros menjelaskan bahwa masyarakat ke depan harus saling terbuka. Eksklusivitas bukanlah sikap yg sejalan dengan kemajuan. China dan Uni Soviet telah mempraktikkan open society ini.

Menurut penulis, tatanan dunia masa depan akan dibentuk oleh konvergensi dua spirit peradaban, Barat dan Timur. Barat, seperti telah diuraikan di atas, menguasai peradaban dengan ideologi-ideologi bentukannya; liberalisme (demokrasi dan kapitalisme).

Bahkan ideologi Marxisme, sosialisme dan komunisme yg berkembang di dunia Timur juga berasal dari Barat saat Revolusi Industri. Ideologi liberalismelah yg mendasari penemuan dan kemajuan IPTEK di Barat. Dengan bekal ini, Barat menguasai peradaban dunia.

Di sisi lain, dunia Timur yg memiliki falsafah budaya luhur, diam-diam “insyaf” dari ideologi sosialisme dan komunismenya. Timur mengadopsi kemajuan Barat dari segi politik (demokrasi), ekonomi (kapitalisme) dan IPTEK.

Timur sedang berusaha untuk mengkonvergensikan itu semua dengan falsafah budaya luhur mereka. Konvergensi inilah yg akan menghasilkan peradaban yg menakjubkan, yg belum terjadi di dunia Barat sekalipun.

Siapa saja yg bisa mengkonvergensikan kemajuan Bara t dengan falsafah budaya luhur dunia Timur, dialah yg akan mampu membentuk tatanan dunia masa depan. Dialah yg akan menjadi pemimpin peradaban masa depan.

Salah satu syarat untuk menjadi pemimpin peradaban itu adalah keharusan memiliki sebuah ideologi yg komprehensif yg mampu mengakomodasi dan mengkonvergensikan semua hal positif yg ada di Barat dan Timur. Yaitu sebuah peradaban yg maju dalam hal IPTEK dengan nilai falsafah dan budaya luhur sebagai ideologinya.

*Penulis adalah Tenaga Ahli Komisi X DPR RI

Aulia Agus Iswar
Jl. Penggalang IV Jakarta Timur
xiao_x54@yahoo.com
087780008548

(wwn/wwn)

Browser anda tidak mendukung iFrame
27
Oct
12

Kepemimpinan : Budaya Kerja Jakarta Baru

http://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

Kamis, 25/10/2012 21:39 WIB

Soal Kinerja Jokowi, PPATK: Ini Pola Kerja Baru di Dunia Birokrasi

Sukma Indah Permana – detikNews

Jakarta – Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Putra atau Ahok siang tadi bertemu dengan wakil ketua PPATK, Agus Santoso di Balaikota. Agus mengungkapkan rasa kagumnya atas kepemimpinan Jokowi-Ahok.

“Saya sangat terkesan dengan pola kerja kedua pemimpin yang menunjukkan komitmen pada keterbukaan,” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/10/2012).

Menurutnya kedua pimpinan ini telah mengadopsi matrix organization atau bekerja satu meja dengan staf. Selain itu, Jokowi-Ahok juga telah memasukkan kontrol publik secara langsung melalui keberadaan media.

“Ini adalah pola kerja baru di dunia birokrasi,” lanjutnya.

Agus mengatakan bahwa kepemimpinan Jokowi-Ahok di DKI harus menjadi momentum perubahan pengelolaan keuangan daerah.

“Pola kerja yang mengedepankan transparancy dan accountability seperti ini perlu diterapkan pula dalam pengelolaan keuangan Pemda DKI,” tutur Agus.

Menurutnya hal ini perlu dilakukan agar angka-angka penerimaan dan pengeluaran daerah dapat tercatat dengan baik dan setiap rupiah dapat dipertanggungjawabkan.

“APBD DKI itu angkanya triliunan, sehingga harus dikelola dengan cermat, sehingga mampu membiayai perubahan Jakarta sebagaimana visi misi pak Jokowi dan Pak Basuki,” tutup Agus.

Kamis, 25/10/2012 12:56 WIB
Hari ke-10 Jokowi

Jokowi: 57 Ribu Kegiatan Dibagi Per Dinas Kan Jadi Mabuk!

Ray Jordan – detikNews

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin menyederhanakan pola anggaran di dinas-dinas yakni dengan menyederhanakan kegiatan di dinas-dinas. Menurutnya, 57 ribu kegiatan untuk semua dinas dinilai kurang bermanfaat.

“Kalau 57 ribu kegiatan dibagi dinas-dinas dapat berapa kegiatan dalam satu tahun. Kan jadi mabuk semua! Ini pola anggaran yang akan kita ubah,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan itu usai menerima paparan dari beberapa kepala dinas antara lain Kadishub Udar Pristono, Kadis PU Novizal, dan Kadis Pertamanan Chatarina, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2012).

Menurut Jokowi, jika ada 57 ribu mata anggaran untuk semua dinas, sangat sulit untuk mengontrolnya. Jokowi pun menyarankan per dinas 1-4 kegiatan.

“Kalau menurut saya nggak musti banyak-banyak 1-4 tapi gede-gede,” kata Jokowi yang mengenakan baju batik coklat, celana bahan warna hitam, sepatu pantofel hitam dengan gaya rambut belah samping ini.

Dalam pertemuan itu, Jokowi juga meminta pemaparan kepala dinas untuk program 2013. Menurut Jokowi, kegiatan-kegiatan per dinas masih banyak yang tidak fokus.

“Tidak ada program unggulannya yang mana. Seharusnya setiap dinas ada program unggulannya. Jadi lebih bagus fokusnya sehingga manajemen kontrolnya lebih mudah,” ucapnya.

Jokowi lantas mencontohkan agar Dinas PU fokus perbaikan jalan di kampung di Jakarta halus dan beraspal. Begitu juga soal pengelolaan air di Banjir Kanal Timur.

“Saya sampaikan tadi semua kampung di Jakarta jalanannya harus halus dan aspal. Karena selama perjalanan saya ke kampung-kampung masih banyak jalan yang jelek,” imbuh Jokowi.

Jokowi Itu Mukanya Kolot Pemikiran Moderen

TRIBUNnews.comTRIBUNnews.com

 

TRIBUNNEWS.COM,BANJARMASIN–Lomba menulis “Surat untuk Jokowi” akhirnya sudah mendapatkan juaranya. Pemenangnya adalah Muhammad Ramadhani (16) seorang siswa kelas XII IPS SMA Negeri 91, Jakarta Timur.

Lomba menulis surat untuk Jokowi ini diadakan di Facebook sejak 12 hingga 17 Agustus 2012 oleh pengusaha muda Charles Honoris dan praktisi media sosial Sony Subrata.

Siswa yang akrab disapa Rama itu pun dimintai komentarnya mengenai sosok Gubernur DKI Jakarta tersebut. Dia memuji mantan Wali Kota Solo tersebut sebagai orang yang memiliki pemikiran modern.

“Jokowi tuh muka kolot, pemikirannya modern,” kata Rama di Hotel Novotel, Jakarta, Rabu (24/10/2012).

Meski begitu, Rama tidak bisa menjelaskan apa maksud dari modern itu. “Yang pasti gimana ya, Jokowi itu orangnya modern dan beda dari calon lainnya,” ujarnya lagi.

Rama mengaku mengetahui informasi adanya lomba “Surat untuk Jokowi” dari Facebook. Surat Rama berjudul “Jakarta Baru? Mungkin Gak Sih?” dianggap mewakili suara warga Jakarta sehingga layak menang.

Di dalam surat itu, Rama berkeluh kesah mengenai kondisi Jakarta yang ruwet akan polusi, trotoar, transportasi umum, dan kebersihan.

“Kalau banjir enggak, soalnya rumah saya enggak banjir,” ujarnya.

Rama paling mengeluhkan persoalan tata kota dan jalan di Jakarta. Rama berharap Jokowi dapat mengubah Jakarta seperti Kota Barcelona.

“Pengennya Jakarta itu kayak kota-kota di Eropa, kayak di Barcelona. Mau jalan-jalan tinggal keluar, enggak ada polusinya. Jalan tol dalam kota enggak perlu ada, yang diperbanyak MRT, subway,” ujarnya.

Ia pun berharap, Jokowi dapat membuat Jakarta Baru dari yang sebelumnya.

Orangtua Rama pun telah mengetahui ia menang sejak dua atau tiga minggu yang lalu. Rama juga telah menjanjikan untuk mentraktir orangtuanya.

Kabarnya, Jokowi akan langsung menyerahkan hadiah berupa notebook kepada Rama. Bagaimana perasaan pelajar SMA itu akan menerima hadiah langsung dari Jokowi? “Biasa aja tuh,” katanya.

Saat ditanyakan, apakah ia akan kecewa apabila Jokowi tidak berhasil mewujudkan Jakarta Baru, Rama tak peduli.

“Ah, saya enggak peduli. Gue mah apatis,” katanya.

Namun, apakah Rama yakin Jokowi dapat mewujudkan Jakarta Baru? “Yakin,” jawab Rama.

27
Oct
12

Politik : ParPol Islam dam Populisme Islam

Wasisto Raharjo J* | Senin, 22 Oktober 2012 – 15:10:35 WIB

:

(dok/ist)

Populisme Islam justru menjadi senjata makan tuan bagi aktivitas politik Islam.

Menjelang Pemilu 2014, tingkat elektabilitas suara pemilih terhadap partai politik Islam cenderung menurun. Indikasinya dapat kita simak dari survei yang dilakukan oleh LSI dan SMRC pada pertengahan Oktober 2012, yang menunjukkan jika pemilu digelar hari ini maka perolehan suara parpol Islam tidak lebih dari 5 persen.

Kecenderungan menurunnya popularitas partai politik Islam sebenarnya dapat dibaca sejak pemilu 1999 dengan prosentase pemilu 1999 mencapai 38 persen suara, pemilu 2004 mencapai 24 persen suara, dan 2009 sebesar 12 persen suara saja.

Tentunya ada berbagai faktor internal dan eksternal yang bisa dijadikan sebagai penyebab utama berkurangnya tersebut. Namun, saya lebih melihat menurunnya angka elektabilitas partai politik Islam tersebut karena inkonsistensi kejuangan yang mereka terapkan sebagai bentuk gerakan populisme pasca-Orde Baru.

Membicarakan parpol Islam dari perspektif populisme Islam berarti membicarakan tentang marginalisasi dan ketimpangan kelas yang dilakukan oleh rezim otoritarian terhadap umat Islam (Hadiz, 2011). Pengkerdilan politik Islam tersebut dilakukan rezim untuk melakukan depolitisasi politik Islam agar jangan sampai ideologi yang mereka canangkan, yakni membentuk negara Islam jangan sampai terwujud.

Pascaruntuhnya Orde Baru pada 1998 terjadi gelombang besar-besaran kebangkitan umat Islam untuk kembali ke jalur politik, baik melalui jalur formal maupun informal. Mereka membentuk gerakan populis untuk mengakhiri negara otoritarian untuk berganti menjadi negara Islam.

Memang pasca-1998 berbagai idealisme muncul untuk merekonstruksi ulang konsep Indonesia sebagai negara oleh berbagai kelompok reformis. Seperti halnya demokrasi oleh kelompok nasionalis, negara Islam oleh kelompok Islam, maupun negara kesejahteraan oleh kelompok sosial-demokrat.

Pertarungan wacana antarberbagai kelompok tersebut yang kemudian dimanifestasikan dalam wujud partai politik tersebut akhirnya memenangkan kelompok nasionalis dengan konsep negara demokrasi.

Meskipun kalah di tingkat politik Islam, populisme Islam masih bergerak di akar rumput dengan membentuk berbagai gerakan masyarakat, seperti FPI dan MMI yang masih kukuh dengan konsep negara Islam dan semangat amar ma’ruf nahi munkar sebagai ideologi politik mereka.

Stigmatisasi Teroris

Adanya politik stigmatisasi terorisme sendiri pasca-2002 terhadap segala aktivitas politik Islam memberikan pengaruh luar biasa terhadap karakteristik parpol Islam di Indonesia. Parpol Islam kemudian mulai beralih fungsi dari semula cadre party menjadi catch all-party.

Perubahan mendasar tersebut dapat kita simak dari perkembangan parpol Islam mutakhir yang kini beralih menjadi partai terbuka, seperti PKS, PAN, PKB, maupun PPP.

PKS kini layaknya sebuah partai nasionalis yang mulai membuka pendaftaran kader non-Islam, PKB mulai bereksperimentasi dengan konsep partai hijau (green party), dan PAN tampil sebagai partai modern kaum urban, sementara PPP masih kukuh dengan identitas keislamannnya.

Sayangnya, transformasi populisme yang dilakukan oleh parpol Islam di tingkat politik formal tidak dibarengi dengan populisme yang dilakukan kelompok ormas Islam yang tetap dengan pendirian konservatifnya.

Adanya mekanisme represif dan koersif yang dilakukan ormas Islam berkorelasi kuat dengan tingkat elektabilitas suatu parpol Islam. Apalagi ditambah dengan stigmatisasi radikal dan terorisme turut memukul wajah parpol Islam.

Kini kita tidak lagi melihat gerakan populisme yang dilakukan parpol Islam untuk berkomitmen menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dalam berpolitik, salah satunya memerangi korupsi di pemerintahan. Kini kader parpol Islam tidak ubahnya dengan parpol lainnya yang sama-sama ikut menikmati hasil korupsi.

Mereka melupakan semangat populisme yang mereka canangkan dan lebih bersikap pragmatis. Hal itulah yang kemudian membuat populisme Islam di akar rumput juga kian menjadi-jadi dengan intens melakukan aksi represif dan opresif terhadap objek yang dianggap haram.

Pada akhirnya populisme Islam justru menjadi senjata makan tuan bagi aktivitas politik Islam di mana muncul ketakutan dan skeptisme masyarakat terhadap parpol Islam dengan menangnya parpol Islam di pemerintahan maka Indonesia akan menjadi negara Islam. Hal itulah yang kemudian membuat perolehan suara parpol Islam cenderung menurun setiap event pemilu.

Stigmatisasi terorisme, radikalisme, maupun negara Islam yang menyertai perjalanan aktivitas politik Islam justru menjadi beban moral tersendiri. Hadirnya parpol Islam sebagai gerakan populisme atas respons marginalisasi politik yang dilakukan oleh Orde Baru pasca-1998 ini justru kian menjauh dari esensi amar ma’ruf nahi munkar yang mereka canangkan.

Jika sudah demikian, Islam yang tersemat pada parpol Islam pada akhirnya juga menjadi formalitas dan seremonial belaka karena sikap politik santun beragama yang ingin mereka gapai justru terjebak pada nafsu politik untuk berkuasa dan berburu jabatan.

*Penulis adalah peneliti dan analis politik Jurusan Politik dan Pemerintahan UGM.

Kamis, 25 Oktober 2012, 22:58 WIB

Inilah 33 Parpol yang Dicermati KPU dalam Verifikasi Administrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Inilah daftar 33 partai politik yang dicermati Komosi Pemilihan Umum (KPU) dalam verifikasi administrasi :

1. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)

2. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

4. Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI)

5. Partai Kongres

6. Partai Serikat Independen (SRI)

7. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

8. Partai Bulan Bintang (PBB)

9. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

10. Partai Amanat Nasional (PAN)

11. Partai Golongan Karya (Golkar)

12. Partai Karya Republik (Pakar)

13. Partai Nasional Republik (Nasrep)

14. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

15. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)

17. Partai Buruh

18. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

19. Partai Demokrat

20. Partai Damai Sejahtera

21. PNI Marhaenisme

22. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)

23. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

24. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)

25. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)

26. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)

27. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)

28. Partai Republik

29. Partai Kedaulatan

30.Partai Persatuan Nasional

31. Partai Bhineka Indonesia (PBI)

32. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)

33. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia).

Redaktur: Fernan Rahadi
Reporter: Ira Sasmita
27
Oct
12

Pertambangan : Freeport Mulai Gali Bumi Kalimantan

Freeport Mulai Menggali Bumi Kalimantan

Setelah beroperasi di Papua sejak awal era 70-an, kini Freeport-McMoran Copper and Gold melebarkan sayap ke bumi Kalimantan. Perusahaan tambang -yang menurut penuturan Dr. Candra Dewi MSi, Anggota Ko

misi VII DPR RI baru mengakui bahwa mereka menambang emas di Indonesia tahun 1995 ini setelah menambang emas selama 21 tahun di bumi Papua- ini bekerjasama dengan Kalimantan Gold Corporation.

Proses penambangan tembaga di Kalimantan Tengah ini sendiri dimulai sejak 23 Mei 2012 silam, menurut data yang didapat dari rilis yang didapat dari tmx.quotemedia.com. Kedua perusahaan raksasa ini membentuk sebuah anak perusahaan untuk menjalankan operasi tambang di Kalimantan Tengah, yaitu PT. Kalimantan Surya Kencana. Daerah operasi mereka adalah di titik Beruang Tengah, Kalteng.

Kalimantan Gold Corporation dalam laporan resmi yang dirilis di Bursa Efek Toronto pada Selasa (29/5/2012) menyebutkan, pengeboran pertama sedang dilakukan di Beruang Tengah sejak 23 Mei 2012. ”Pengeboran pada lubang kedua diharapkan dapat dilakukan di Berungan kanan pada awal Juni 2012,” ujar Faldi Ismail, Deputy Chairman and CEO Kalimantan Gold, dalam keterangan pers yang dikutip KONTAN dari www.tmx.quotemedia.com, Selasa (29/5/2012).

Kalimantan Gold Corporation Limited (KLG) merupakan perusahaan tambang dengan fokus usaha melakukan eksplorasi tembaga dan emas di Kalimantan. Selain tercatat di bursa efek Toronto, Kanada, KLG juga tercatat di Bursa Efek London.

Di Indonesia, Kalimantan Gold memiliki tiga anak usaha, yaitu PT Jelai Cahaya Minerals yang fokus menambang emas, PT Kalimantan Surya Kencana yang menambang emas dan tembaga, serta PT Indobara Pratama yang menambang batu bara.

Adapun Freeport McMoran di Indonesia beroperasi di Papua melalui anak usahanya, PT Freeport Indonesia. Kongsi antara Kalimantan Gold dan Freeport terbentuk pada 13 Desember 2010, dengan membentuk PT Kalimantan Surya Kencana.

Dalam kerja sama ini, Kalimantan Gold berperan sebagai operator, sedangkan Freeport yang memiliki 75 persen saham akan mendanai proyek. Pada tahap eksplorasi ini, Freeport akan menginvestasikan 7 juta dollar AS dengan kompensasi 51 persen saham dalam tiga tahun pertama, dan 3 juta dollar AS untuk setahun berikutnya. Freeport juga akan mendanai kegiatan feasibility study untuk tambahan 24 persen saham.

Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, mengatakan, proyek kerja sama ini tidak terkait dengan anak perusahaan Freeport-McMoran, yaitu PT Freeport Indonesia. “Itu proyek Freeport -McMoran bukan Freeport Indonesia,” ujarnya

Freeport-McMoran yang beroperasi lewat PT Freeport Indonesia terkait erat dengan banyak kasus pelanggaran lingkungan hidup di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup telah berkali-kali memperingatkan perusahaan ini sejak tahun 1997, Freeport dinilai melanggar peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup.

Menurut perhitungan Freeport sendiri, penambangan mereka di Papua dapat menghasilkan limbah/bahan buangan sebesar kira-kira 6 miliar ton (lebih dari dua kali bahan-bahan bumi yang digali untuk membuat Terusan Panama). Kebanyakan dari limbah itu dibuang di pegunungan di sekitar lokasi pertambangan, atau ke sistem sungai-sungai yang mengalir turun ke dataran rendah basah, yang dekat dengan Taman Nasional Lorentz, sebuah hutan hujan tropis yang telah diberikan status khusus oleh PBB.

Sebuah studi bernilai jutaan dolar tahun 2002 yang dilakukan Parametrix, perusahaan konsultan Amerika, yang dibayar oleh Freeport dan Rio Tinto, mitra bisnisnya, yang hasilnya tidak pernah diumumkan mencatat, bagian hulu sungai dan daerah dataran rendah basah yang dibanjiri dengan limbah tambang itu sekarang tidak cocok untuk kehidupan makhluk hidup akuatik.

Laporan itu diserahkan ke New York Times oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. New York Times berkali-kali meminta izin kepada Freeport dan pemerintah Indonesia untuk mengunjungi tambang dan daerah di sekitarnya karena untuk itu diperlukan izin khusus bagi wartawan. Semua permintaan itu ditolak. Freeport hanya memberikan respon secara tertulis.

Sebuah surat yang ditandatangani oleh Stanley S Arkin, penasihat hukum perusahaan ini menyatakan, Grasberg adalah tambang tembaga, dengan emas sebagai produk sampingan, dan bahwa banyak wartawan telah mengunjungi pertambangan itu sebelum pemerintah Indonesia memperketat aturan pada tahun 1990-an.

27
Oct
12

Politik : Tak Benar 114 Negara Dukung Papua Merdeka

Kamis, 25/10/2012 19:55 WIB

Mantan Tokoh OPM: Tak Benar 114 Negara Dukung Papua Merdeka

Erwin – detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jayapura – Mantan Tokoh Pejuang Pergerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Franz Albert Joku mengklarifikasi soal isu dukungan dunia pada gerakan OPM. Dia menjelaskan, dukungan untuk Papua merdeka bukan datang dari 114 negara sebagaimana pernyataan dari berbagai pihak, tetapi hanya oleh satu negara, yakni Vanuatu.

Menurutnya, kenyataan tersebut jangan sampai diputarbalikan agar tidak muncul kebingungan maupun keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Dukungan untuk Papua merdeka itu datang bukan dari 114 negara atau PPB. Sekali lagi saya tegaskan hanya negara Vanuatu. Mengapa kita tidak terima fakta ini dan buat eduksi yang terpelajar dalam tempatkan isu Papua supaya masyarakat Papua tidak tertipu dan orang Papua tidak tiap hari bangun pikir Papua merdeka. Tidur pula pikir Papua merdeka,” tegasnya saat memberi keterangan pers, di Jayapura, Kamis (25/10/2012).

Dalam kesempatan tersebut, Frans yang kini telah menyatakan bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia ini bahkan “menantang” pihak-pihak yang mengumumkan bahwa aspirasi Papua merdeka di dukung sebanyak 114 negara.

“Yang katanya 114 negara dukung Papua merdeka itu negara mana. Tunjukan datanya. Yang saya tahu yang dukung Papua merdeka adalah Vanuatu yang baru tahun 1980 merdeka usai dijajah Inggris dan Perancis. Bahkan sepanjang yang saya tahu sejak 24 Agustus 1828 sejak Gubernur Belanda pertama, telah mengumumkan bahwa Papua bahagian integral dari Hindia Belanda yang sekarang menjadi Indonesia. Jadi kita jangan lihat sejarah itu sepenggal-sepenggal,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Frans yang sebelumnya berdomisili di Papua New Guinea ini meminta agar masyarakat lebih bijak menyikapi hal demikian khususnya para generasi muda. Ia juga meminta kepada pemerintah, masyarakat maupun media massa untuk tidak terlalu membesar-besarkan aspirasi sejumlah LSM kecil luar negeri diantaranya International Parliamentarians for West Papua (IPWP) dan International Lawyers for West Papua (ILWP).

“Saya pikir kita semua terlalu membesar-besarkan masalah ini. Mereka diantaranya yang merupakan IPWP ini kan terdiri dari para anggota parlemen yang sering diminta untuk taruh perhatian tentang isu Papua. Tapi kami di Papua, di Jakarta sampai mahasiswa dan masyarakat anggap dunia sudah bentuk parlemen dan atau badan yang ambil tindakan tentang Papua,” jelasnya.

“Ini yang saya sayangkan karena semua pihak juga kaget soal ini. Sehingga isu ini sering di besar-besarkan. Ini mengancam stabilitas negara,” jelasnya.

(ndr/ndr)

27
Oct
12

Sejarah : Tokoh Tionghoa Pengukir Sejarah

http://intisari-online.com/read/tokoh-tionghoa-pengukir-sejarah

Tokoh Tionghoa Pengukir Sejarah

author : JB Satrio Nugroho
Thursday, 26 April 2012 – 01:39 pm

Kho Tjeng Lie alias Ateng

Intisari-Online.com – Indonesia tumbuh dan berkembang atas peran serta banyak etnis. Salah satunya etnis Tionghoa. Inilah beberapa tokoh dari kalangan Tionghoa yang turut memberi warna dalam perjalanan bangsa Indonesia.

  • Kho Wan Gie (1908 – 1983)Kho Wan Gie, salah satu tokoh perintis komik di Indonesia sebelum Ganesh TH, komikus legendaris Indonesia dengan “Si Buta dari Gua Hantu”-nya (Ganesh TH juga adalah seorang keturunan Tionghoa). Karya Kho Wan Gie, “Si Put On” (mulai terbit pada 1831) adalah salah satu komik pertama di Indonesia dan menjadi pelopor komik-komik humor di Indonesia. Komik yang menggambarkan suasana kehidupan kaum Tionghoa di Indonesia pada masa itu.
  • Yap Tjwan Bing (31 Oktober 1910 – 1988)Orang Tionghoa yang pernah duduk menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKI). Selain itu, pernah diangkat menjadi anggota KNIP. Bahkan, ketika menjadi anggota DPR-RIS tahun 1950, Yap Tjwan Bing merupakan satu-satunya tokoh keturunan Tionghoa yang mewakili Pemerintah Indonesia. Yap Tjwan Bing dijadikan sebagai nama jalan di Solo, menjadikan satu-satunya nama jalan dari etnis Tionghoa.
  • Njoo Han Siang (1930 – 1985)Perintis perbankan nasional dan perfilman Indonesia. Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BPPN) selaku penyelenggara FFI, menganugerahkan piala khusus “Njoo Han Siang” kepada produser yang paling banyak memanfaatkan jasa teknik perfilman dalam negeri.
  • Siauw Giok Tjhan (23 Maret 1914 – 20 November 1981)Politikus pejuang dan tokoh gerakan kemerdekaan Indonesia, salah satu pendiri Universitas Trisakti (dulu Universitas Res Publika).
  • Kho Tjien Tiong (8 Agustus 1926 – 22 September 1996)Dikenal dengan nama Teguh Slamet Raharjo, mendirikan grup Srimulat bersama istri pertamanya, Raden Ayu Srimulat, pada 1957. Dia sempat menjadi musisi keroncong.
  • Tan Djin SingPerjuangannya adalah mengangkat persamaan derajat di masyarakat Yogyakarta (kultur Tionghoa, Jawa, dan Kolonial Belanda) pada usia 33 tahun. Salah satu tokoh yang berperan dalam penemuan kembali Candi Borobudur di tahun 1814. Dia yang membuat peta dan laporan keaadan Candi Borobudur yang akan digunakan tim Raffles. Pada 18 September 1813 dilantik menjadi bupati Yogyakarta dan diberi gelar Kanjeng Raden Tumenggung Secadiningrat.
  • Chan Giok Nio (Elly Chandra; Ny. Tan Thiam Hok) -1923-1994

    Pemilik restoran Ny. Tanzil. Kisah perjalanan menjelajah 287 negara bersama suaminya pernah ditulis di Intisari.

  • Chan Lan Nio (Nila Chandra) -1926-2000

    Namanya tercatat di Guiness Book of Records th 1989 sebagai pembuat kue basah terumit dan terbesar du dunia. Alasannya, ”Saya ingin orang luar tahu Indonesia.”

  • Go Tik Swan (11 Mei 1931) – Kanjeng Raden Tumenggung Hardjonegoro

    Pakar kebudayaan Jawa, khususnya keris. Orang Tionghoa pertama yang mendapatkan penghormatan sebagai ahli kebudayaan Jawa, gelar: Kanjeng Raden Tumenggung.

  • Kho Tjeng Lie (1942 – 2003)

    Lebih dikenal dengan nama “Ateng”. Bersama Bing Slamet, dia diajak dalam acara lawak. Melalui Bing Slamet juga akhirnya dia bertemu dengan S. Bagyo, Iskak, Eddy

  • Liem Ching Gie (1911 – 1970)

    Nama pribuminya adalah Abdul Malik. Seorang mubalik, guru, politikus, dan perintis kemerdekaan. Membentuk Pemuda Nasional. Mendirikan Darrul Jarbiyah untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

27
Oct
12

IndoGreenWay : Manfaat Kubis, Air Kelapa dan Madu

25 Oktober 2012 | 07:07 wib

Inilah Manfaat Kubis

image

KUBIS (Brassica oleracia) atau biasa disebut kol merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga Brassica seperti brokoli, kembang kol, dan kecambah brussels. Di Indonesia, kubis mudah ditemui di berbagai rumah makan khususnya yang menyediakan menu pecel, atau disajikan sebagai lalapan.

Namun, sering juga kita lihat banyak orang yang tidak tertarik mengkonsumsi lalapan yang mengandung kubis mentah. Hal ini patut disayangkan, karena sebenarnya kubis mengandung berbagai zat yang berguna bagi kesehatan tubuh.

Manfaat positif dari tanaman sayur kubis yakni:

Mencegah Pertumbuhan Kanker

Kubis memiliki beberapa sifat yang efektif melawan kanker seperti lupeol, sinigrin, diindolylmethane (DIM), indol-3-karbinol (I3C), dan sulforaphane. Dalam sebuah penelitian terhadap wanita di China ditemukan bahwa, mengkonsumsi kubis akan mengurangi resiko terkena penyakit kanker payudara.

Meningkatkan Sistem Imun

Vitamin C dalam kubis berkhasiat melindungi tubuh dari efek radikal bebas dan meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Mengatasi Radang Lambung
Sebuah studi dari Stanford University School of Medicine menemukan bahwa jus kubis mampu mengatasi gejala radang lambung. Hal ini disebabkan adanya kandungan glutamin yang tinggi di dalamnya.

Mengurangi Resiko Katarak

Resiko terkena penyakit mata katarak yang biasa diderita saat usia mulai senja ini bisa dikurangi dengan mengkonsumsi kubis karena mengandung beta karoten cukup tinggi.

Merawat Kulit
Kandungan antioksidan yang terdapat dalam kubis berkhasiat membantu melindungi kulit dari berbagai kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Radikal bebas tersebut berpotensi menghadirkan tanda-tanda penuaan.

Mencegah Sembelit
Kubis memiliki kandungan serat yang tergolong tinggi yang berfungsi sebagai perangsang sistem pencernaan dan mencegah terjadinya sembelit.

Berbagai manfaat kubis yang tersembunyi diatas semestinya menjadi daya tarik untuk memulai pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayur-sayuran. Jadi, apakah Anda masih tidak tertarik dengan kubis?

(Frieda Isyana/CN33)

23 Oktober 2012 | 07:20 wib

Manfaat Air Kelapa Bagi Kesehatan

image

BANYAK hal di sekitar kita yang sering diremehkan, namun ternyata berkhasiat bagi tubuh kita. Salah satunya adalah air kelapa.

Kebanyakan orang malah membuang air kelapa karena lebih membutuhkan dagingnya, padahal khasiat air kelapa sungguh luar biasa bagi kesehatan kita.

Air kelapa mengandung elektrolit alami yang dapat menyegarkan tubuh dan mengganti cairan tubuh yang hilang. Lebih berkhasiat dari air putih; air kelapa juga dapat dijadikan sebagai minuman isotonic untuk memulihkan cairan dan suhu tubuh, terutama dalam cuaca panas.

Selain itu, air kelapa juga mengandung asam leurat yang dapat membantu pencernaan. Bagi Anda yang mengalami gangguan pencernaan, disarankan minum air kelapa dua gelas per hari agar pencernaan Anda kembali lancar dan saluran pencernaan juga menjadi sehat.

Khasiat ini didapat karena air kelapa bermanfaat membasmi virus yang membahayakan tubuh.

Ingin diet? Minumlah air kelapa. Kandungan gula yang rendah dalam air kelapa akan membantu Anda menurunkan berat badan dengan cara sehat.

Air kelapa juga dapat menjadi minuman yang tepat bagi penderita diabetes dan penyakit jantung. Selian itu, teratur meminum air kelapa juga dapat menjadi obat alami bagi penderita infeksi urin atau ginjal dan juga memperlancar pengeluaran air seni.

(Frieda Isyana/CN33)

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah Madu

Jumat, 08 Juni 2012, 10:58 WIB
.
Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah Madu
Lebah madu

REPUBLIKA.CO.ID, ”Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS. An-Nahl, 16:68)

Tahukah Anda lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal? Menurut Harun Yahya, heksagonal merupakan sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain.

Lebah, kata dia, menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit.

”Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat,” ujar cendekiawan Muslim bernama asli Adnan Oktar ini.

Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar-lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya.

Menurut Harun, lebah pemadu memberitahu lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus.

Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah.

Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah.

Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.

Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut.

Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Alquran:

‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl, 16: 69)

Tahukah Anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?

Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah.

Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.

Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.

Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali.

Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.

Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: harunyahya.com

Alamat Kontak : 0817 983 4545

Jokowi: Tidak Ada Iuran Kesehatan

Yuliana Lantipo | Kamis, 25 Oktober 2012 – 15:05:13 WIB

:

(dok/antara)
Pemprov DKI Jakarta akan kelola sendiri program jaminan kesehatan warga.

JAKARTA – Rakyat Jakarta terutama yang miskin dan tidak mampu akhir-akhir ini harap-harap cemas menanti janji pasangan gubernur dan wakil gubernur baru Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang katanya akan membebaskan biaya kesehatan bagi jutaan rakyat miskin Jakarta.

Pelibatan PT Asuransi Kesehatan (Askes) sebagai pengelola program asuransi kesehatan warga dikhawatirkan akan membuat warga harus membayar iuran kesehatan dan ini artinya menambah beban baru bagi warga miskin.

Namun Jokowi mengatakan bahwa kekhawatiran itu tidak perlu terjadi. Kalaupun Pemprov DKI mengundang PT Askes, itu sebatas mendengar presentasi mereka tentang program kesehatan yang ditawarkan dan sama sekali belum ada keputusan, apalagi penunjukan.

Ia menilai Pemprov DKI-lah yang lebih pantas mengelola program jaminan kesehatan bagi warganya, karena pihaknya tidak perlu mengeluarkan biaya-biaya operasional.

“Kalau lebih murah Askes (PT Asuransi Kesesehatan) lewat premi, kenapa tidak? Tetapi saya jamin lebih murah dikelola kita (pemerintah) sendiri,” jawab Jokowi kepada SH di Jakarta, Rabu (24/10).

Jokowi mengakui adanya iuran-iuran operasional yang akan dibebankan kepada warga apabila dikelola oleh pihak ketiga. Seperti diberitakan SH beberapa hari lalu, pihak PT Askes telah melakukan presentasi awal pelayanan Askes bagi warga Jakarta. “Nah, itu (iuran). Itu yang saya nggak mau, tapi nggak apa-apa kan presentasi dulu,” ujar Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo yang pernah menolak pengelolaan Askes oleh pihak ketiga di Solo ini menuturkan agar masyarakat tidak cepat menyimpulkan pemprov DKI lepas tanggung jawab pelayanan kesehatan murah dan berkualitas bagi warganya.

“Jangan disimpulkan begitulah. Kita ini baru mendengar. Oke, Askes kalau punya program kesehatan seperti apa, kalau kita (pemprov DKI) kelola sendiri seperti apa. Baru begitu,” ungkapnya.

Akhirnya, Jokowi menegaskan pula bahwa PT Askes belum tentu mengelola jaminan kesehatan warga DKI selama presentasi belum disimak dan dipelajarinya. “Nggak, nggak. Saya belum memutuskan apa-apa. Saya juga belum melihat presentasi dari PT Askes. Jadi, saya belum bisa bicara,” kata dia.

Penegasan Jokowi ini menjawab kabar yang beredar bahwa sudah ada MoU di antara Wakil Gubernur DKI dan PT Askes, di mana PT Askes meminta Rp 49.000/orang/bulan dipungut dari masyarakat.

Basuki menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia hanya mengakui bahwa usul penyerahan jaminan kesehatan kepada PT Askes itu adalah keinginan Komisi IX DPR, sementara ia dan gubernur sedang menimbang-nimbang desakan para anggota DPR.

Basuki juga mengatakan kalau toh akan diserahkan ke PT Askes maka ia menetapkan pada PT Askes Rp 10.000/kepala/bulan yang akan ditanggung pemerintah, tidak boleh lebih. Pada PT Askes pun dia menegaskan tidak boleh ada iuran pada rakyat dan dana APBD itu tidak boleh diinvestasikan. Kelebihan anggaran menurutnya harus dikembali ke tangan pemerintah.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta menjelaskan bahwa nantinya pembuatan kartu sehat akan diserahkan pada Bank DKI menggantikan kartu Gakin dan SKTM yang selama ini membebaskan rakyat dari pembiayaan kesehatan di Ibu Kota.

“Mungkin Jamkesda yang selama ini sudah melayani rakyat miskin lewat program Gakin dan SKTM akan dibubarkan. Kami semua belum tahu pastinya,” ungkap Kepala Jamkesda DKI Jakarta Yudhita Endah.

Basuki juga memastikan mulai 1 November warga Jakarta dapat berobat gratis diseluruh kelas 3 rumah sakit di Jakarta, cukup dengan menggunakan KTP.

Seperti diketahui, Jokowi yang telah memimpin warga Surakarta (Solo) sekitar tujuh tahun itu pernah menolak Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional No 40 Tahun 2004, yang memerintahkan rakyat untuk membayar iuran dan pengusaha diminta menarik iuran dari pekerjanya.

Penolakannya itu juga ditandaskannya dalam sidang uji materi terhadap Pasal 17 dari UU SJSN No 40/2004, yang diajukan Koalisi Jaminan Sosial Pro Rakyat (KJSPR), pada Senin (13/6) di Jakarta.

Seperti yang dimuat SH, ia menyatakan, ”Tidak, saya tidak setuju kalau rakyat ditarik iuran apalagi kalau pengusaha diperintahkan menarik iuran dari pekerja lagi. Jaminan sosial harus dibiayai negara dan saya yakin pemerintah pasti bisa, asal dikelola sendiri,” ungkapnya saat itu.(Web Warouw)

Sumber : Sinar Harapan



Blog Stats

  • 2,001,148 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers