09
Sep
12

Prasarana : 6 Mega Proyek Infrastruktur di DKI Jakarta

http://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

Ini Dia 6 Mega Proyek Infrastruktur di DKI Jakarta

Zulfi Suhendra – detikfinance
Minggu, 09/09/2012 12:28 WIB
Browser anda tidak mendukung iFrame

Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall
Jakarta - DKI Jakarta memiliki 6 proyek infrastruktur yang targetnya akan dibangun secara bertahap mulai 2013. Secara total investasi yang diperlukan sekitar Rp 442 triliun.Demikian dikutip dari Sekretariat Negara, Minggu (9/9/2012). Proyek-proyek infrastruktur itu antaralain:1. Proyek Mass Rapid Transit (MRT) dengan total investasi Rp 103 triliun yang terdiri dari tahap I Lebak Bulus hingga Bundaran HI Rp 23 triliun, dan ruas Balaraja hingga Cikarang sekitar Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun.Untuk membangun konstruksi jalur kereta tersebut dilakukan melalui dana dari pemerintah provinsi dengan bantuan pinjaman dari JICA. Setelah konstruksi dibangun, maka pemerintah akan membuka tender operasional kepada pihak swasta untuk pengoperasian proyek tersebut.

MRT merupakan transportasi berbasis rel yang paling memungkinkan dilakukan di Jakarta. Proyek monorel yang sudah dimulai pada era gubernur sebelumnya sulit dilanjutkan karena masalah pendanaan. Sebagai gantinya akan ada transportasi busway layang.

Pembangunan koridor selatan-utara dari Lebak Bulus hingga Kampung Bandan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama menghubungkan Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun, yaitu tujuh stasiun layang dan enam stasiun bawah tanah.

Proyek pertama ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016. Adapun tahap kedua akan melanjutkan jalur selatan-ytara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer yang ditargetkan beroperasi 2018.

2. Pembangunan infrastruktur 6 ruas jalan tol sepanjang 75 km dengan investasi sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 45 triliun.

Pemerintah telah mendapatkan pemenang tender yakni konsorsium PT Jakarta Tollroad Development (JTD). Saat ini sedang dalam proses negosiasi investasi. Ditargetkan proses konstruksi bisa dilaksanakan pada 2013 mendatang. Proyek enam ruas jalan tol yang melingkar di dalam ibu kota DKI Jakarta tersebut akan dilengkapi dengan bus Transjakarta express.

3. Proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang pantai utara Jakarta dengan total investasi mencapai Rp 200 triliun. Proyek ini mencegah kawasan pesisir Jakarta tenggelam oleh air laut akibat terus turunnya permukaan tanah di Jakarta.

Selain itu Jakarta juga tengah mengembangkan pembangunan infrastruktur di Teluk Jakarta dengan besaran investasi mencapai Rp 200 triliun yang diperkirakan akan memakan waktu 10 tahun.

4. Proyek pengembangan air minum melalui pipanisasi Jatiluhur senilai Rp 4 triliun. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, akan dibangun untuk meningkatkan ketersediaan air baku di Jakarta, tender rencananya akan dibuka pada 2013 mendatang. Untuk tahap pertama diproyeksikan dapat selesai pada 2015 dengan membawa air baku 5000 liter per detik.

5. Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Ali Sadikin di Marunda dengan total investasi Rp 50 triliun

6. Pengembangan Pengolahan Air Limbah (sewage) dari 2,2% menjadi 22,5% dengan nilai investasi Rp 40 triliun.

(hen/hen)

Baca Juga

Bulan Ini Terbit Aturan Mobil Mewah di DKI ‘Haram’ Minum Bensin Premium

Rista Rama Dhany – detikfinance
Minggu, 09/09/2012 16:39 WIB

Jakarta - Siap-siap bagi pemilik mobil mewah yang hingga saat ini gemar isi mobilnya dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi, pasalnya September ini Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan mengeluarkan larangan mobil mewah di DKI Jakarta membeli BBM bersubsidi.Direktur BBM BPH Migas, Djoko Iswanto mengatakan pada September 2012 BPH Migas akan segera mengeluarkan aturan baru yakni melarang setiap mobil mewah untuk membeli BBM bersubsid khususnya premium.

“Akan segera keluar aturan pelarangan mobil mewah beli BBM bersubsidi khususnya premium, paling cepat September ini sudah keluar dan berlaku,” kata Djoko ketika dihubungi Minggu (9/9/2012).

Dikatakan Djoko, aturan tersebut akan berlaku secara bertahap dan daerah yang pertama kali diberlakukan adalah DKI Jakarta karena kuota BBM subsidi di Jakarta makin menipis dan tiap bulan konsumsinya selalu over kuota.

“Diberlakukan bertahap, awalnya di DKI Jakarta dulu karena kuotanya makin menipis dan sering jebol, dasar aturan ini tidak lain Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2012, sebagai salah satu program penghematan BBM subsidi yang awalnya untuk kendaraan dinas Pemerintah, BUMN dan BUMD pada 1 Juli 2012 dan 1 September 2012 untuk kendaraan Perkebunan dan Pertambangan, selanjutnya untuk mobil mewah,” jelas Djoko.

Djoko menambahkan pada Rabu (12/9/2012) nanti akan mengundang Pertamina dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memberi masukan merek mobil apa saja yang dimasukan dalam kategori mewah.

“Rabu nanti kita akan undang Pertamina dan Gaikindo untuk membeli masukan mobil apa saja yang dikategorikan mewah,” ucapnya.

Ditambahkan Djoko, dengan metode menggunakan merek yang dilarang membeli BBM bersubsidi dianggap relatif lebih mudah dari pada harus berdasarkan centimeter cubik (CC)/kapasitas mesin karena akan menyulitkan petugas SPBU dilapangan.

“Waktu BBM akan dinaikan beberapa waktu lalu, kami sudah hampir selesai membuat aturan pembatasan BBM subsidi melalui cc yakni 1.500 cc- 2.000 cc dilarang pakai BBM subsidi, tapi itu sukar dilapangan khususnya bagi petugas SPBU sebagai ujung tombak pelaksanaan aturan tersebut, dengan berdasarkan merek akan sangat mudah membedakan ini mobil Alphard, Camry, BMW, Mercy, dan mobil-mobil mewah lainnya,” jelasnya lagi.

Dikatakan Djoko hingga sampai saat ini masih banyak ditemukan mobil-mobil kelas mewah masih mengisi premium Ron 88 yang diketahui berkualitas rendah dibandingkan Pertamax cs.

“Sampai sekarangkan masih banyak itu mobil mewah pakai premium, padahal itu bisa merusak mesin mobil mereka sendiri, kan mobil-mobil produksi diatas 2006 sudah direkomendasikan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan (unleaded) atau beroktan di atas RON 90. termasuk Avanza dan Innova, tapi kedua kendaraan tersebut tidak kami masukan dalam kategori mobil yang akan dilarang beli BBM subsidi,” tandasnya.

(rrd/hen)

Baca Juga
About these ads

0 Responses to “Prasarana : 6 Mega Proyek Infrastruktur di DKI Jakarta”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,206,978 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 121 other followers

%d bloggers like this: