30
May
12

IndoHeritage : Subak Bali Dikagumi Dunia

Subak Dikagumi Dunia, Terabaikan di Bali

Cinta Malem Ginting | Senin, 28 Mei 2012 – 14:46:20 WIB


(dok/antara)Banyak sawah beralih fungsi, bahkan terkesan terabaikan.

DENPASAR- Nama Subak kini mencuat di dunia internasional, menyusul adanya keputusan dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) yang menetapkan Subak sebagai warisan budaya dunia.

Begitu besar perhatian dunia terhadap subak karena memang tidak ada di negara manapun kecuali Indonesia, khususnya Bali. Namun keberadaan Subak di Bali terkesan terabaikan. Pasalnya, banyak subak di Bali sudah “punah” karena banyaknya lahan persawahan atau pertanian yang beralih fungsi. Selain itu perhatian pemerintah daerah (pemda) di Bali terhadap subak dinilai masih minim.

“Sekarang ini sudah banyak subak yang punah, seiring dengan banyaknya lahan pertanian atau sawah yang beralih fungsi. Di Denpasar saja sudah hampir tidak ada lagi subak,” ujar Ketua Grup Riset Sistem Subak, Wayan Windia dalam suatu percakapan dengan SH, Rabu (23/5), di Denpasar.

Subak adalah organisasi tradisional di Bali yang mengatur tentang sistem pengairan sawah. Menurut Wayan Sutama yang juga Ketua Kelompok Subak Lodtunduh, Desa Singekerta, Ubud-Gianyar-Bali ini, sistem subak yang dikelola petani ini sudah dikenal di Bali sejak puluhan tahun lalu dan keberadaannya sudah ada turun-temurun.

Baik Wayan Windia yang juga Ketua Badan Penjaminan Mutu Universitas Udayana (Unud) Denpasar itu maupun Wayan Sutama, merasa sangat gembira dengan adanya penetapan dari UNESCO terhadap subak di Bali tersebut. Hal ini karena Windia telah lama menantikan turunnya keputusan dari UNESCO tersebut. “Sebagai orang yang ikut merancang proposalnya tentu saya sangat gembira. Keputusan ini sudah kita tunggu 12 tahun,” tutur Windia yang juga Guru Besar di Unud.

Dengan adanya penetapan ini Windia mengharapkan pemda di Bali terbuka pikirannya agar mengayomi subak tersebut untuk menjadi subak abadi. “Subak sebagai warisan budaya Bali ada potensi abadi kalau pemda concern. Selama ini perhatian pemda terhadap subak dan pertanian belum cukup. Terbukti dari alih fungsi sawah di Bali lebih dari 1.000 hektare per tahun,” paparnya.

Untungkan Petani

Wayan Windia membenarkan secara materi Bali tidak memperoleh apa-apa dengan penetapan ini, karena di dunia sekarang ini ada sekitar 600 warisan budaya dunia. UNESCO hanya memberi stempel dan image terhadap budaya subak ini. “Tanggung jawab subak tetap ada pada masyarakat di Bali, sedangkan UNESCO hanya memberi stempel dan image,” ujarnya

Dalam hal ini, menurut Wayan Windia, yang terpenting adalah harus dibuat kondisi agar petani merasa senang dan menguntungkan sebagai petani. Dengan demikian, pertanian dan subak di Bali akan tetap abadi. Sekarang ini, di Bali ada sekitar 1.599 subak yang kondisinya terpinggirkan. “Subak sekarang seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Hidup segan, mati tak mau,” kata dia.

Sutama berharap agar pemda mau berperan aktif dalam melestarikan keberadaan subak. “Kami berharap pemda mau membantu dalam upaya pelestarian subak, sehingga tetap ada sepanjang masa,” ujarnya.

Melalui sistem subak ini, menurut Sutama, sistem pengairan sawah bisa diatur dengan baik sehingga tidak ada terjadi “bentrokan” antarpetani karena berebut air untuk sawahnya. “Melalui subak sudah diatur mengenai pembagian air ke setiap bidang sawah. Kalau ada anggota kelompok subak yang ‘nakal’ dalam pengaturan air, melalui subak bisa ditegur dan diberikan sanksi,” ujar Sutama.

Ia mengakui organisasi subak yang dipimpinnya dengan beranggotakan 69 petani dan luas lahan sekitar 30 hektare, selama ini sering mendapatkan bantuan dari Pemda Gianyar. “Perhatian dari Pemda Gianyar selalu ada jika subak kami meminta bantuan,” tuturnya.

Bantuan ini, umumnya diperlukan kelompok subak untuk biaya perbaikan jalan dan pembuatan saluran air. “Kami sangat berharap sekali agar subak ini bisa dilestarikan dengan ditetapkannya sebagai warisan budaya dunia,” tandas Sutama.

(Sinar Harapan)

BERITA TERKAIT

 

About these ads

0 Responses to “IndoHeritage : Subak Bali Dikagumi Dunia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,005,253 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: