16
Mar
12

BBM : Walau Naik Harga Obat Generik Tetap

Harga Obat Generik

Ahmad Toriq – detikNews

Kamis, 15/03/2012 19:47 WIB

Walau BBM Naik, Dahlan Iskan Jamin Harga Obat Generik Tak Berubah
Jakarta Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) biasanya selalu diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya. Namun, Meneg BUMN, Dahlan Iskan, berjanji tidak akan menaikkan harga obat generik yang diproduksi oleh BUMN.”Kita minta itu (harga obat) tidak dinaikkan dulu sampai kemampuan masyarakat mampu membeli,” kata Dahlan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).Harga obat yang tidak akan naik adalah harga obat yang diproduksi pemerintah. Dahlan menjelaskan pihaknya tidak bisa mengontrol kenaikan harga obat di luar yang diproduksi oleh pemerintah melalui BUMN.”Itu yang miliknya BUMN lo ya,” imbuhnya.Salah satu upaya yang sudah ditempuh oleh pemerintah untuk menjaga harga obat tetap stabil adalah dengan memproduksi obat-obatan secara mandiri. Contohnya adalah obat liver yang telah berhasil diproduksi dengan harga jual murah.”Kita sudah temukan obat liver yang tadinya Rp 800 ribu jadi Rp 150 ribu,” tutur Dahlan. (trq/ndr)

Baca Juga

Tolak BBM Naik

Nurvita Indarini – detikNews

Kamis, 15/03/2012 19:11 WIB

Tolak BBM Naik, Mahasiswa Sempat Segel Pertamina Cirebon
Jakarta Penolakan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) terjadi di mana-mana. Mahasiswa di Cirebon dalam aksinya malah sempat menyegel gerbang masuk Kantor Pertamina Region Jawa.”Iya, tapi sudah bisa diatasi,” ujar Kapolres Kabupaten Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (15/3/2012).Mahasiswa menyegel gerbang dengan memasang spanduk sepanjang 2 meter. Spanduk tersebut dibubuhi tanda tangan orang-orang yang menolak kenaikan harga BBM.Bahkan sebelum menyegel pintu keluar Pertamina, mahasiswa juga memblokir jalan di Pantura. Ketika meninggalkan lokasi, pendemo sempat berhenti di tengah jalan dan membakar ban bekas. Aksi itu dijaga ketat satuan Dalmas Polres Kabupaten Cirebon.”Unras berjalan tertib,” imbuh Hero.

Selasa (13/3) lalu, mahasiswa di Cirebon juga menggelar unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM. Aksi berakhir ricuh lantaran demonstran bentrok dengan polisi. Tiga mahasiswa diamankan, dua orang terluka karena kena pukul.

(vit/mad)

Baca Juga

Aksi Bakar Ban

Fajar Pratama – detikNews

Kamis, 15/03/2012 03:02 WIB

HMI : Aparat Menyerang Kami karena Aksi Bakar Ban Tolak Kenaikan BBM
Jakarta Apa motif penyerangan aparat terhadap sekretariat markas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta di Cilosari 17, Cikini, Jakarta Pusat, masih belum diketahui. Namun dari versi HMI, penyerangan tersebut tak lepas dari aksi unjuk rasa mereka menentang kenaikan harga BBM.Berdasarkan penuturan, Wakil Sekretaris Umum PTKP Badko HMI Jabotabeka-Banten, Alfian Ramadhani, awalnya ada sekitar tujuh orang pengurus HMI Cabang Jakarta Pusat dan Utara, yang melakukan aksi tutup jalan di daerah KFC dekat sekretariat HMI Cabang se-Jakarta di Cilosari 17, Cikini. Tiba-tiba ada satu truk Brimob yang mememepet mereka untuk berhenti melakukan aksi penutupan jalan.Tujuh pengurus HMI ini melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk protes atas sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka meminta janji kepada pemerintah mencegah dampak terburuk dari kenaikan bahan bakar minyak.Namun setelah kawan-kawan itu kembali ke sekretariat, diserang oleh pasukan Brimob tersebut.

“Tiga orang kader HMI ditodongkan senjata tanpa alasan yang jelas, entah apa motifnya,” ujar Alfian Ramadhani ketika dihubungi detikcom, Kamis (15/3/2012) dinihari.

“Kami hanya membakar ban saja. Tidak sampai menutup seluruh jalan,” ujar Alfian.

(fjr/fjr)

Baca Juga

ANAS

Angling Adhitya Purbaya – detikNews

Rabu, 14/03/2012 16:19 WIB

Harga BBM Naik, ANAS Tuntut SBY Mundur

Angling Adhitya P/detikcom
Semarang Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti SBY (ANAS) berunjukrasa di kawasan Tugu Muda Semarang. Mereka menuntut Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatannya karena menaikkan harga BBM.”Kami merasa SBY sudah tidak pro terhadap rakyat, selain itu banyak sekali kejanggalan-kejanggalan dalam masa pemerintahan SBY,” kata koordinator aksi, Irfandi, (14/3/2012)Massa menuntut agar pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM yang rencananya diberlakukan 1 April mendatang. Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar SBY melakukan klarifikasi terhadap kasus korupsi yang merajalela di Indonesia.

“Jika ada pelaku korupsi di partai demokrat, maka SBY tidak perlu takut untuk menyerahkan kadernya,” ungkap Mahasiswa Fakultas Hukum Undip tersebut.

Dalam orasinya, mahasiswa menyebutkan 33 poin kegagalan SBY-Boediono menjelang 2 tahun masa pemerintahannya. Kegagalan tersebut diantaranya pada bidang ekonomi, HAM, dan hukum.

“SBY gagal melindungi sumber daya ekonomi rakyat dan negara, SBY gagal melindungi HAM dan menuntaskan pelanggaran HAM, SBY gagal dalam menegakkan hukum,” teriak Irfandi dalam orasinya.

Aksi dilanjutkan mengelilingi bundaran Tugu Muda dengan bertelanjang dada, lalu berjalan menuju Balaikota Semarang. Mereka menyatakan mengerahkan massa lebih banyak pada 31 Maret menjelang keputusan kenaikan harga BBM.

Sebelumnya, aksi dijaga dua peleton polisi dengan peralatan lengkap. Namun saat aksi baru saja dimulai, sebagian besar polisi meninggalkan lokasi karena jumlah demonstran tidak banyak.

(try/vit)

Baca Juga

Kamis, 15/03/2012 12:05 WIB
CSIS: Duit Negara Dikorup, Rakyat Disuruh Berkorban! 
Pasti Liberti – detikFinance


Jakarta – Centre For Strategic and International Studies (CSIS) memandang pemerintah masih diombang-ambing oleh kondisi ketidakstabilan politik dan ekonomi. Isu korupsi yang merajalela ditambah dari sisi ekonomi mengenai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat rakyat menjadi korban.

“Banyaknya kasus korupsi, kemudian yang lebih penting persoalan kenaikan BBM. Persoalan BBM punya implikasi besar terhadap situasi saat ini. Karena itu Presiden melihat ini bukan persoalan ekonomi saja namun juga terkait dengan stabilitas nasional dan sosial politik,” ungkap Pengamat CSIS Sunny Tanuwidjadja dalam perbincangannya dengan Harian Detik di Jakarta, Kamis (15/3/2012).

“Secara tidak langsung masyarakat diminta untuk berkorban bagi bangsa ini dengan pencabutan subsidi BBM yang mereka terima,” imbuhnya.

Dijelaskan Sunny, kini masyarakat melihat dengan jelas di media pemberitaan tentang situasi pemerintahan. Artinya, di satu sisi masyarakat merasa diminta berkorban untuk negara ini, namun di sisi lain uang-uang negara dikorupsi oleh pejabat-pejabatnya.

“Dengan pertimbangan ini Partai Koalisi suaranya harus bulat dan argumentasinya harus solid soal BBM,” tutur Sunny.

“Ini harus dilakukan. Karena memang ada kemungkinan muncul gejolak terkait isu BBM ini menjadi terbuka dengan kondisi ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi pemerintahan,” tutup Sunny.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi per 1 April 2012. Rencananya harga BBM naik Rp 1.500/liter. Hal ini menuai kontroversi dikalangan masyarakat.
(dru/dnl)


Baca Juga :

 

Kamis, 15/03/2012 15:37 WIB
Menyakitkan! RI Banyak Ngutang dan Korupsi  
Herdaru Purnomo – detikFinance


Jakarta – Pemerintah berencana menambah utang baru Rp 174 triliun di 2012. Hal ini mengakibatkan utang bisa bertambah hingga Rp 2.000 triliun.

Kebiasaan berutang terakumulasi sejak dahulu hingga saat ini. Total utang Indonesia jika mencapai Rp 2.000 triliun artinya setiap penduduk Indonesia akan menanggung utang lebih dari Rp 8 juta.

Penambahan utang baru di tengah memanasnya pemberitaan kasus korupsi pajak yang dilakukan Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika dinilai sungguh menyakitkan.

Demikian hasil riset Kebocoran Pajak dan Perangkap Utang yang dilakukan Perkumpulan Prakasa seperti dikutip detikFinance, Kamis (15/3/2012).

Riset tersebut menjelaskan jika kedua kasus tersebut yakni utang dan korupsi sebenarnya ‘puncak gunung es’ dari persoalan raksasa dan sistemik yang tak kunjung terselesaikan. Akibatnya, meski proyeksi penerimaan pajak terlihat besar mencapai Rp 1.032 triliun, namun potensi pajak yang hilang sebenarnya luar biasa.

Potensi pajak yang hilang tahun ini diperkirakan mencapai Rp 512 triliun atau hampir mencapai 50% dari total penerimaan pajak. Kalkulasi itu berdasarkan kapasitas penerimaan pajak Indonesia semestinya sebagai negara pendapatan menengah. Perkiraan konservatif International Monetary Fund (IMF), potensi pajak yang hilang juga lebih dari 40%.

Akibat potensi pajak yang hilang itu, tak mengherankan bila rasio penerimaan pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negeri ini hanya berkisar 12%. Padahal rata-rata penerimaan pajak negara-negara yang termasuk kelompok menengah bawah (lower middle income) seperti Indonesia mencapai 19%. Lebih memalukan lagi, rasio pajak negeri ini bahkan di bawah rata-rata negara miskin (low income) yang sudah mencapai 14,3%.

Ketidakmampuan pemerintah mengoptimalkan penerimaan pajak, menyebabkan utang baru hampir selalu lebih besar dari cicilan menyebabkan utang menumpuk. Rasio utang terhadap PDB di bawah 30% bukan berarti aman, bila rasio pajak terus rendah. Akumulasi utang dan pendapatan rendah akan membawa Indonesia terjebak dalam perangkap utang (debt trap).

“Mengandalkan utang akibat keteledoran dan kurang kerja keras adalah tindakan yang tak bertanggung jawab,” kata Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Setyo Budiantoro.

“Beban berat bukan hanya ditanggung generasi saat ini, namun juga dipikul generasi penerus yang kini tidak bisa terlibat mengambil keputusan,” imbuhnya.

Research Associate Perkumpulan Prakarsa J Prastowo menilai penerimaan pajak bukan hanya rendah, namun juga tidak adil karena makin memperparah kesenjangan.

“Kelompok kaya justru membayar pajak jauh lebih kecil dari kelompok menengah bawah. Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan karena kelompok lebih lemah mendapat beban lebih besar,” kata Prastowo.

Perkumpulan Prakarsa yang merupakan lembaga kajian alias riset dan pengembangan yang fokus dibidang kesejahteraan masyarakat ini berharap untuk mencegah perangkap utang, rasio penerimaan pajak perlu dinaikkan satu persen per tahun dengan memperbaiki sistem dan kebocoran, hingga setara rata-rata negara pendapatan menengah. Untuk memenuhi prinsip keadilan, rentang pajak (tax bracket) juga perlu diperlebar dan dipertinggi pada kelompok kaya.

Pada kategori high net worth individual (HNWI), lapisan penghasilan di atas Rp 1 miliar perlu dikenakan tarif pajak 35% dan penghasilan di atas Rp 5 miliar dikenakan 40%.
(dru/dnl)


About these ads

0 Responses to “BBM : Walau Naik Harga Obat Generik Tetap”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 2,000,871 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 108 other followers

%d bloggers like this: